Anda di halaman 1dari 33

Networking with Debian Lenny

Alyan - NRP 2205 100 170


Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknologi Industri, Institut
Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya

Operating System (OS) Debian pertama kali diperkenalkan pada 16 Agustus


1993 oleh Ian Murdock, seorang mahasiswa di Universitas Purdue, Jerman.
Awalnya Murdock menyebut sistemnya dengan sebutan "Debian Linux Release".
Murdock meluncurkan distribusi baru Linux karena termotivasi oleh kurangnya
perawatan dan juga lemahnya pertahanan distribusi Linux sebelumnya terhadap
bugs.
Dalam Debian Manifesto, Murdock menginginkan agar distribusi Debian
dikembangkan secara terbuka dengan semangat Linux dan GNU. Dia memberi
nama Debian sebagai gabungan kata dari nama pacarnya (sekarang istrinya)
Debra dan namanya sendiri. Proyek Debian tumbuh secara lamban pada awal-
nya dan me-rilis versi 0.9x pada tahun 1994 dan 1995. Port pertama yang
dikembangkan untuk arsitektur computer lain dimulai pada 1995 dan versi 1.x
Debian mulai di-rilis pada tahun 1996.
Tabel 1. versi yang telah dan akan di-rilis Debian:
versi code name tanggal rilis
1.2 1.1 Buzz 17 juni 1996
1.3 Rex 12 des 1996
2.0 Bo 5 juni 1997
2.1 Hamm 24 juli 1998
2.2 Slink 9 maret 1999
3.0 Potato 15 agustus 2000
3.1 Woody 19 juli 2002
4.0 Sarge 6 juni 2005
TBA Etch 8 april 2007
- Lenny direncanakan sept 2008, saat ini sedang testing

Instalasi Debian Lenny


Debian Lenny bisa dibilang merupakan Operating System yang sangat kaya
aplikasi. Ia hadir dengan membawa aplikasi yang sangat lengkap dalam bentuk
packages atau paket-paket. Perkembangannya pun begitu cepat, sehingga tak
cukup jika kita hanya meng-install-nya dari CD saja. Akan lebih baik jika kita

1
menginstallnya dengan langsung terhubung ke internet dan meng-unduh paket-
paket Debian Lenny dari mirror yang menyediakan package Lenny di internet.
Kali ini, kami meng-install Debian Lenny dengan langsung terhubung ke
internet. Koneksi internet ini nanti akan sangat berguna untuk mendapatkan
package dari Debian Lenny yang sangat banyak. Untuk instalasi system dasar,
tetap menggunakan installer dari CD-ROM.
Langkah-langkah instalasi secara umum adalah sebagai berikut:
1. Nyalakan PC dan masukkan CD installer sistem dasar Debian Lenny
2. ubah rst boot device pada BIOS menjadi CD-ROM
3. ikuti petunjuk instalasi pada tiap-tiap langkah
4. saat proses akan ditanya zona tempat PC berada, kami pilih Indonesia
5. ditanya apakah kongurasi internetnya memakai DHCP atau tidak, kami
pilih tidak dan memasukkan IP Address dan info lain tentang PC secara
manual
6. saat proses juga akan diminta melakukan proses partisi. Kami men-setting
partisi LVM (Logical Volume Manager) dan juga men-set partisi yang ter-
enkripsi
7. saat proses akan ditanya apakah memakai koneksi ke mirror ataukah tidak,
jika ya akan dicarikan lokasi mirror terdekat. Kami pilih tidak, karena
kami akan men-settingnya nanti ketika system dasar telah ter-install
8. proses akan mendeteksi hardware yang dipakai. Jika berhasil maka proses
instalasi system dasar akan berlanjut.
Proses instalasi system dasar akan memakan waktu yang cukup lama. Setelah
selesai, maka kita akan berhadapan dengan konsol shell yang memaksa kita
menggunakan perintah dasar bahasa shell dalam bentuk command line dioalog
karena kita belum memiliki tampilan gras berupa GNOME atau pun KDE.
Setelah system dasar selesai di-install, kini kami berhadapan dengan konsol
shell yang memaksa kami menggunakan command line.
1. pertama kita set sambungan ke mirror di /etc/network/source.list dengan
menggunakan perintah nano /etc/network/source.list
mirror yang kami pakai adalah :
http://mirror.computer.ee.its.ac.id/debian lenny main contrib non-free
dengan DNS 202.46.129.2
2. kami juga perlu meng-congure koneksi Ethernet card yang tersambung
ke PC dengan perintah
ifcong

2
3. setelah itu, kami juga men-start layanan networking dengan perintah
/etc/init.d/networking start
4. sebelum meng-unduh package dari mirror, kami update dulu dengan mengetik
perintah
apt-get update
5. setelah itu, kita perlu menginstall system dasar untuk tampilan GNOME
sebagai tampilan gras atau GUI (Graphical User Interface). Paket-paket
yang perlu di-install di antaranya: xbase-clients, xserver-xorg, xserver-
xfree86, xfonts, lalu yang terakhir adalah gnome
6. sebelum mengunduh package dan meng-install-nya, ada baiknya menge-
cek keberadaaan package tersebut terlebih dahulu dengan menggunakan
perintah:
apt-cache search [package yang dicari]
7. untuk meng-unduh package, gunakan perintah:
apt-get install [package yang diinstall]
8. Sebelum masuk ke tampilan gnome, ada baiknya kita mengecek ulang
apakah package-package dasar untuk masuk ke tampilan gnome seperti
yang disebutkan di atas telah ter-install semua.
Untuk masuk ke GNOME, ketikkan perintah gdm.
Setelah kita masuk ke tampilan gnome, kita akan lebih mudah melakukan set-
ting karena tampilannya sudah memakai tampilan gras yang tentunya sangat
membantu. Sekarang kita bisa menikmati tampilan gras gnome. Berbagai
layanan aplikasi yang dibawa debian pun dapat kita manfaatkan.
Hampir segala macam bentuk ekstensi le dapat dikenali dan dibaca dengan
baik oleh system debian lenny ini. Namun, ternyata kita tidak lama menikmati
tampilan gras ini. Untuk proses instalasi dan setting aplikasi atau layanan yang
diberikan lenny pada jaringan ternyata harus memakai command line dialog
melalui terminal shell console.

Aplikasi-aplikasi yang diberikan


Debian Lenny

1 Partisi Terenkripsi
Setting partisi yang ter-enkripsi telah diatur sejak saat instalasi. Namun, pass-
word enkripsinya baru disetting setelah instalasi selesai. Proses enkripsi partisi
membutuhkan instalasi package cryptsetup.

3
Proses Pembuatan Partisi Ter-Enkripsi
1. Siapkan system dg meng-install program cryptsetup, dmsetup, gparted
root:~# apt-get install cryptsetup dmsetup gparted
2. buat partisi baru dg cfdisk / tools partisi hardisk lainnya (gparted, fdisk,
dll), lalu reboot.
misal : partisi baru adalah /dev/sda6
3. Inisialisasi partisi baru dengan cara :
root:~# cryptsetup luksFormat /dev/sda6
4. Open / Mapping ke /dev/mapper dengan cara :
root:~# cryptsetup luksOpen /dev/sda6 CRYPT-DATA
5. Format device baru tsb dg lesystem yg anda inginkan
root:~# mkfs.reiserfs -l CRYPT-DATA /dev/mapper/data
6. Mounting partisi yg sudah terenkripsi bisa dilakukan dg 2 step, yaitu :
(a) Mapping ke /dev/mapper/CRYPT-DATA (step 3)
root:~# cryptsetup luksOpen /dev/sda6 CRYPT-DATA
(b) Lalu mount-lah ke direktori yg anda inginkan
root:~# mount /dev/mapper/CRYPT-DATA /data
Penting :
• Partisi yg terenkripsi ini tidak bisa dibuka secara langsung, melainkan
harus di lakukan perintah spt diatas utk kemudian muncul sebagai device
baru yaitu /dev/mapper/CRYPT-DATA. Setelah muncul pada direktori
/dev/mapper, device baru ini bisa kita format, bisa kita baca (mount)
selayaknya device pada umumnya.

Manajemen Password pada partisi ter-Enkripsi


Pada dasarnya partisi terenkripsi ini bisa diumpamakan sebagai suatu rumah
yang memiliki banyak pintu. Pintu-pintu itulah yang bisa kita buatkan kunci
(baca : password), setiap pintu pada awalnya adalah tertutup, ketika kita mem-
buatkan kunci (key / password) pada pintu tersebut, maka barulah pintu itu
bisa kita buka dg kunci yg kita buat. Oleh karena itu untuk masuk ke dalam
rumah, kita hanya memerlukan salah satu kunci saja. Partisi terenkripsi ini
bisa diberi maksimal 8 slot kunci, dimana hanya dengan memiliki salah satu
kunci saja kita sudah bisa mengakses partisi tersebut.
1. Menambahkan key / password (maximal ada 8 key, yaitu slot 0 s.d slot 7)
root:~# cryptsetup luksAddKey /dev/sda6.
Ketika proses menambahkan kunci ini, anda akan ditanya tentang salah
satu kunci yg sudah dibuat.

4
2. Melihat password yg ada pada partisi
root:~# cryptsetup luksDump /dev/sda6
3. Delete key / password pada slot tertentu
root:~# cryptsetup luksDelKey /dev/sda6 1
Perintah diatas berarti akan mendelete key pada slot 1. Ketika proses
menghapus kunci, anda akan ditanya tentang salah satu kunci yg ada.
4. Ganti password dengan cara :
Menambahkan key / password baru spt pada no (1) Lalu delete password
lama pada slot yg ingin anda hapus spt pada no (3)

2 LVM (Logical Volume Manager)


LVM telah disetting saat instalasi. LVM adalah sebuah manajemen penyimpan
di sistem operasi GNU/Linux yang menyediakan eksibilitas dalam membuat
dan mengubah partisi dalam sebuah disk. LVM menambahkan lapisan antara
antarmuka I/O kernel dengan perangkat sik untuk mendapatkan logical-view
dari penyimpan.
Dengan adanya lapisan inilah kita dapat melakukan perubahan partisi baik
itu resize, penghapusan, dan lain-lain secara live pada sistem baik untuk satu
atau lebih media. Kemudahan tersebut akan membuat administrator maupun
pengguna lebih nyaman dalam melakukan manajemen dan alokasi ruang peny-
impan hingga penamaan volume. Selain itu kita dapat melakukan snapshot
dan membuat block-device salinan sebuah partisi atau lebih untuk mencatat
statusnya dengan tujuan backup.

3 DNS (Domain Name System) Server


Domain Name System adalah suatu sistem yang membuat alamat IP (yang
dalam bentuk numerik) suatu host dapat dikenali dengan suatu nama (domain
name) yang umum dikenal dan sebaliknya. Misalnya, situs resmi ITS memiliki
alamat IP sekian, namun orang umum tidak akan mudah mengingat alamat
dalam bentuk numeric tersebut. Dengan adanya DNS, kita bisa mengakses
alamat IP situs ITS dengan mengakses nama domain-nya yang mudah kita
ingat, yaitu www.its.ac.id.
Dalam jaringan yang kami buat, kami membuat domain bakti.lab dengan
debian lenny sebagai server-nya dan host-host yaitu: winserver, solaris, freebsd,
suse dan fedora. Tiap host memiliki IP address masing-masing seperti dalam
gambar 2 di atas. Tiap host dikenali melalui alamat IP-nya masing-masing.
Dengan adanya DNS server, kami akan membuat agar tiap host dapat dikenali
bukan hanya dari alamat IP-nya saja, tapi juga dengan alamat domainnya yang
unik untuk masing-masing host.

5
Untuk memberikan servis DNS server, kami menggunakan bind9. Kong-
urasi bind9 mencakup kongurasi forward DNS dan juga reverse DNS. Forward
DNS berguna untuk menerjemahkan domain name ke IP address. Sedangkan
Reverse DNS untuk menerjemahkan IP address ke domain name.
Berikut ini adalah langkah-langkah instalasi dan kongurasi bind9 untuk
jaringan yang kami buat.
1. Install bind9
root:~#apt-get install bind9
setelah meng-install, kita tak langsung bisa memakai service bind9 ini.
Kita perlu menyetting le-le kongurasi sesuai kondisi jaringan yang kita
miliki.
2. edit le /etc/bind/named.conf.options Isinya sebagai berikut:
options { directory "/var/cache/bind";
// If there is a rewall between you and nameservers you want
// to talk to, you might need to uncomment the query-source
// directive below. Previous versions of BIND always asked
// questions using port 53, but BIND 8.1 and later use an unprivileged
// port by default.
// query-source address * port 53;
// If your ISP provided one or more IP addresses for stable
// nameservers, you probably want to use them as forwarders.
// Uncomment the following block, and insert the addresses replacing
// the all-0's placeholder.
// forwarders {
// 0.0.0.0;
//
};
auth-nxdomain no;
# conform to RFC1035 listen-on-v6 { any; };
# Tambahan
version none;
allow-query { 10.122.67.0/24; 192.168.1.0/24; 192.168.0.0/24; 10.10.2.0/24;
192.168.2.0/24; 10.10.0.0/24; };
allow-transfer { none; };
};
Sekarang kita perlu me-restart servis bind9

6
/etc/init.d/bind9 restart
lalu kita edit le /etc/bind/named.conf.local
// Do any local conguration here zone "bakti.lab" {
type master;
le "/etc/bind/db.bakti.lab";
};
zone "camp.lab" {
type master;
le "/etc/bind/db.camp.lab";
};
zone "2.168.192.in-addr.arpa" {
type master;
le "/etc/bind/db.2.168.192";
};
zone "1.168.192.in-addr.arpa" {
type master;
le "/etc/bind/db.1.168.192";
};
//Consider adding the 1918 zones here, if they are not used in your
// organization
//include "/etc/bind/zones.rfc1918";
3. buat le untuk Forward DNS dengan nama /etc/bind/db.namadomain
forward DNS berguna untuk menterjemahkan nama domain ke IP address
yang bersesuaian
• le etc/bind/db.bakti.lab :

$TTL 24h bakti.lab.


IN SOA baktilab.bakti.lab. root.bakti.lab (
2007062800 ; serial
3h ; refresh
30m ; retry
7d ; expire
3h ; negative caching ttl );
;Name server
bakti.lab. IN NS 202.46.129.2.;

7
;Host-host
baktilab.bakti.lab IN A 192.168.1.2
Solaris.bakti.lab IN A 192.168.0.2
FreeBSD.bakti.lab IN A 10.10.2.2
• le /etc/bind/db.camp.lab :

$TTL 24h
camp.lab. IN SOA debian.camp.lab. root.camp.lab (
2007062800
3h
30m
7d
3h);
;Name server
camp.lab. IN NS 10.122.67.110;
;Host-host
debian.camp.lab. IN A 10.122.67.110
suse.camp.lab. IN A 192.168.2.2
fedora.camp.lab. IN A 10.10.0.18
4. buat le untuk reverse DNS dengan nama /etc/bind/db.IPaddress
reverse DNS berguna untuk menterjemahkan IP address ke nama domain-
nya
• le /etc/bind/db/1/db.1.68.192
$TTL 24h
bakti.lab. IN SOA baktilab.bakti.lab root.bakti.lab (
2007062800
3h
30m
7d
3h);
;Nameserver
bakti.lab. IN NS 202.46.129.2;
;host-host
2.1.168.192.in-addr.arpa. IN PTR baktilab.bakti.lab.
2.2.10.10.in-addr.arpa. IN PTR FreeBSD.bakti.lab.
2.0.168.192.in-addr.arpa. IN PTR Solaris.bakti.lab.

8
• File /etc/bind/db.2.168.192

$TTL 24h
2.168.192.in-addr.arpa. IN SOA debian.camp.lab. root.camp.lab (
2007062800
3h
30m
7d
3h);
;nameserver
camp.lab. IN NS 10.122.67.110.;
;host-host
18.0.10.10.in-addr.arpa. IN PTR fedora.camp.lab.
2.2.168.192.in-addr.arpa. IN PTR suse.camp.lab.
110.67.122.10.in-addr.arpa. IN PTR debian.camp.lab.
5. sekarang servis bind sudah siap dipakai
ketik perintah /etc/init.d/bind9 restart

4 Shorewall (rewall)
Shorewall merupakan salah satu jenis rewall yang berguna untuk mem-protect
jaringan agar terhindar dari gangguan hacker yang mencoba merusak jaringan
kita. Shorewall juga berfungsi sebagai pintu akses dari dan ke jaringan kita.
Oleh karena itu, berbagai macam aturan tertentu dapat kita terapkan pada
setting shorewall untuk menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan terjadi
pada jaringan kita.
Shorewall memanfaatkan prinsip IPTables. Pada dasarnya kita dapat mem-
buat sebuah rewall dengan menggunakan IPTables. Namun, IPTables terkesan
sangat rumit bagi orang kebanyakan. Dengan adanya shorewall, membuat re-
wall tidak lagi terasa sulit, karena pada dasarnya shorewall merupakan IPtables
yang disederhanakan. Perintah yang kita tuliskan pada shorewall akan meng-
generate IPTables.
Jelaskan tentang IPTables
Langkah-langkah untuk instalasi dan setting shorewall adalah sebagai berikut:
1. install shorewall
apt-get install shorewall
2. edit le kongurasi /etc/shorewall/shorewall.conf
##################################

9
STARTUP ENABLED
##################################
STARTUP_ENABLED=Yes
3. modikasi le zones /etc/shorewall/zones
#ZONETYPE OPTIONS IN OUT
# OPTIONS OPTIONS
fw rewall
net ipv4
loc ipv4
loc1 ipv4
4. modikasi le interfaces /etc/shorewall/interfaces
##################################
#ZONE INTERFACE BROADCAST OPTIONS
net eth0 detect tcpags,dhcp,routelter,nosmurfs,logmartians
loc eth1 detect tcpags,nosmurfs
loc1 eth2 detect
5. modikasi le policy /etc/shorewall/policy
#SOURCE DEST POLICY LOG LEVEL LIMIT:BURST
# # Note about policies and logging:
# This le contains an explicit policy for every combination of
# zones dened in this sample. This is solely for the purpose of
# providing more specic messages in the logs. This is not
# necessary for correct operation of the rewall, but greatly
# assists in diagnosing problems. The policies below are logically
# equivalent to:
# # loc net ACEPT
# net all DROP info
# all all REJECT info
# # The Shorewall-perl compiler will generate the individual policies #
below from the above general policies if you set
# EXPAND_POLICIES=Yes in shorewall.conf.
# Policies for trac originating from the local LAN (loc)
# # If you want to force clients to access the Internet via a proxy server
# in your DMZ, change the following policy to REJECT info.

10
loc net ACCEPT
loc1 net ACCEPT
# If you want open access to DMZ from loc, change the following policy
# to ACCEPT. (If you chose not to do this, you will need to add a rule
# for each service in the rules le.)
loc loc1 REJECT info
loc $FW REJECT info
loc all REJECT info
## Policies for trac originating from the rewall ($FW)
# # If you want open access to the Internet from your rewall, change
the
# $FW to net policy to ACCEPT and remove the 'info' LOG LEVEL.
$FW net REJECT info
$FW loc1 REJECT info
$FW loc REJECT info
$FW all REJECT info
# # Policies for trac originating from the De-Militarized Zone (dmz)
# # If you want open access from DMZ to the Internet change the fol-
lowing
# policy to ACCEPT. This may be useful if you run a proxy server in
# your DMZ.
#loc1 net REJECT info
loc1 $FW REJECT info
loc1 loc REJECT info
loc1 all REJECT info
# # Policies for trac originating from the Internet zone (net)
# net loc1 DROP info
net $FW DROP info
net loc DROP info
net all DROP info
# THE FOLLOWING POLICY MUST BE LAST
all all REJECT info
6. modikasi le routestopped /etc/shorewall/routestopped
######################################
#INTERFACE HOST(S)

11
eth1 192.168.1.0/24
eth2 192.168.2.0/24
7. modikasi le rules /etc/shorewall/rules
#ACTION SOURCE DEST PROTO DEST SOURCE ORIGINAL RATE

# PORT PORT(S) DEST LIMIT


# # # # Accept DNS connections from the rewall to the Internet
#DNS/ACCEPT $FW net
Web/ACCEPT $FW net
Web/ACCEPT loc $FW
Web/ACCEPT loc1 $FW
## Accept SSH connections from the local network to the rewall and
DMZ #SSH/ACCEPT loc $FW
Web/ACCEPT loc net
Web/ACCEPT loc1 net
SSH/ACCEPT loc loc1
SSH/ACCEPT loc1 $FW
SSH/ACCEPT loc1 loc
SSH/ACCEPT net loc
SSH/ACCEPT net loc1
## DMZ DNS access to the Internet
##DNS/ACCEPT net loc
DNS/ACCEPT loc1 $FW
DNS/ACCEPT loc $FW
# Reject Ping from the "bad" net zone.
Ping/REJECT net $FW
## Make ping work bi-directionally between the dmz, net, Firewall and
local zone
# (assumes that the loc-> net policy is ACCEPT).
#Ping/ACCEPT loc $FW
Ping/ACCEPT loc1 $FW
Ping/ACCEPT loc loc1
Ping/ACCEPT loc1 loc
Ping/ACCEPT $FW net
Ping/ACCEPT $FW net

12
Ping/ACCEPT loc1 net
Ping/ACCEPT loc net
ACCEPT $FW net icmp 80
ACCEPT $FW loc icmp 80
ACCEPT $FW loc1 icmp 80
# Uncomment this if using Proxy ARP and static NAT and you want to
allow ping from
# the net zone to the dmz and loc
#Ping/ACCEPT net dmz
#Ping/ACCEPT net loc
ACCEPT loc1 net tcp 22,80,8080,901,20,25,110
ACCEPT loc net tcp 22,80,8080,21,901,20,25,110
ACCEPT fw net tcp 22,80,8080,21,901,20,25,110
ACCEPT fw loc tcp 22,80,8080,21,901,20,25,110
ACCEPT fw loc udp 53,161,25,110
#ACCEPT loc loc1 tcp 901
#ACCEPT loc
ACCEPT fw loc1 udp 53,161,25,110
ACCEPT fw loc1 tcp 22,80,8080,21,901,20,25,110
#ACCEPT loc net udp 53,161,25,110
#ACCEPT loc1 net udp 53,161,25,110
ACCEPT fw net udp 53,161,25,110
ACCEPT loc fw tcp 22,80,8080,21,901,20,25,110
ACCEPT loc fw udp 53,161,25,110
ACCEPT all all icmp 80
8. service shorewall kini dapat kita gunakan Stop service shorewall
/etc/init.d/shorewall stop
Lalu start service shorewall
/etc/init.d/shorewall start

5 NAT (Network Address Translation) dan IP


Masquerade
Network Address Translation (NAT) atau biasa jug adisebu IP masquerading
adalah suatu teknik untuk mengirimkan dan kemudian menerima trac dalam

13
jaringan melalui router yang melibatkan penulisan kembali alamat IP dari sum-
ber (Source) dan Tujuan (Destination) serta alamat port TCP/UDP selama
paket ditransmisikan. Dengan NAT, sejumlah host dalam suatu jaringan dapat
meng-akses internet dengan menggunakan satu alamat IP public yang sama.
NAT menyembunyikan alamat-alamat IP yang dikelola secara internal dari
jaringan-jaringan eksternal dengan menerjemahkan alamat internal pribadi men-
jadi alamat eksternal umum. Hal ini mengurangi biaya registrasi alamat IP
dengan cara membiarkan para pelanggan memakai alamat IP yang tidak terdaf-
tar secara internal melalui suatu terjemahan ke sejumlah kecil alamat IP yang
terdaftar secara eksternal. Hal ini juga menyembunyikan struktur jaringan in-
ternal, mengurangi resiko penolakan serangan layanan terhadap sistem internal.

6 Shaper dan Trac Shaping


Trac Shaping adalah suatu usaha untuk mengatur trac dalam suatu jaringan
dengan tujuan meningkatkan performa jaringan atau memperkecil bandwidth
yang digunakan dengan cara men-delay packet. Lebih spesik lagi, Trac Shap-
ing adalah segala bentuk aksi yang dilakukan pada sekelompok paket yang
menyebabkan terjadinya tambahan delay pada paket tersebut.
Trac Shaping menyediakan suatu metode untuk mengontrol volume trac
yang dikirim dari dan ke dalam jaringan kita dalam periode tertentu, atau
membatasi rate maximum data yang di-transmisikan (rate limiting). Kontrol
ini dapat dilakukan dengan banyak cara dan juga karena banyak alasan. Namun
biasanya, trac shaping dapat dicapai dengan men-delay paket.
Trac Shaping biasanya dipakai di ujung depan sebuah jaringan (pada
server) untuk mengontrol trac mernuju jaringan, tapi juga bisa dilakukan oleh
sumber trac yang bersangkutan (misal komputer atau network card) atau oleh
sebuah elemen dalam jaringan.

7 SPF dan RBL


Kita semua pasti mengetahui bahwa bila ada email yang masuk ke kita, maka
pasti email itu dikirimkan melalui salah satu server SMTP di muka bumi ini.
Yang kemudian menjadi permasalahan adalah: "Apakah server yang mengir-
imkan email itu memang berhak mengirimkan email atas nama domain yang
dipakai?".
Contoh kasus: Saya menggunakan domain sokam.or.id, dan alamat server
SMTP saya katakanlah 10.11.12.13. Seharusnya, yang mengirimkan email den-
gan menggunakan domain sokam.or.id hanyalah alamat IP tersebut. Kemudian
bagaimana kalau ada yang mengirim menggunakan domain sokam.or.id namun
berasal dari IP 192.168.5.3? Apakah IP itu juga berhak?
Di sinilah peran SPF hadir untuk membantu kita menentukannya.

14
Mekanisme
Informasi SPF disimpan dalam DNS dengan menggunakan record TXT untuk
domain yang bersangkutan. Contoh kasus: Saya ingin menambahkan record
SPF untuk domain sokam.or.id. SMTP server yang berhak mengirim email
dengan alamat sokam.or.id adalah server itu sendiri (10.11.12.13), serta sebuah
server lagi dengan alamat IP 5.6.7.8. Bentuk record DNS ini kira-kira seperti
ini:
sokam.or.id. IN TXT "v=spf1 mx ip4:5.6.7.8 -all"
Dengan setup seperti di atas, bila server SMTP yang beralamat 2.3.4.5 men-
girimkan email dengan domain sokam.or.id, maka email tersebut dianggap se-
bagai SPAM. Bagaimana dengan domain yang tidak mempublish record SPF?
segala SMTP server yang mengirim email menggunakan domain tersebut diang-
gap valid.

Instalasi
root# apt-get install libmail-spf-query-perl

Kongurasi SPF
Kongurasi SPF ini dilakukan pada le kongurasi postx, yakni master.cf dan
main.cf.

le master.cf
Tambahkan baris di bawah ini.
policy unix - n n - - spawn user=nobody argv=/usr/bin/perl /usr/local/sbin/postx-
policyd.pl

le main.cf
Tambahkan check_policy_service unix:private/policy pada bagian smtpd_recipient_restrictions,
sehingga lengkapnya seperti potongan di bawah ini.
smtpd_recipient_restrictions =
permit_mynetworks,
permit_sasl_authenticated,
reject_non_fqdn_hostname,
reject_non_fqdn_sender,
reject_non_fqdn_recipient,
reject_unauth_destination,
reject_unauth_pipelining,
reject_invalid_hostname,
check_policy_service unix:private/policy
Perhatikan bagian kongurasi yang dicetak tebal.
Restartlah postx
/etc/init.d/postx restart

15
8 DHCP Server
Dynamic Host Conguration Protocol (DHCP) adalah suatu protocol dalam
jaringan untuk memberikan informasi TCP/IP kepada host client. Tiap client
yang terhubung kepada server DHCP akan diberi kongurasi jaringannya oleh
server DHCP mulai dari info IP address, gateway dan DNS Server-nya.
DHCP sangat berguna pada kongurasi jaringan yang membutuhkan akses
cepat. Ketika mengkongurasi system client, administrator tak perlu mema-
sukkan informasi IP address, gateway, netmask ataupun DNS servernya. Client
mendapatkan informasi ini dari DHCP server.
DHCP juga sangat berguna ketika administrator ingin megganti IP address
dari sejumlah system. Administrator cukup mengubah satu kongurasi DHCP
pada server untuk mengubah alamat IP, tanpa perlu mengkongurasi ulang
system. Jika DNS server jaringan berubah, perubahan tak perlu dilakukan
pada semua client, tapi cukup pada DHCP server.
Lebih lanjut, jika sebuah laptop disetting sebagi DHCP client, maka ia bisa
berpindah dari satu jaringan ke jaringan lain selama dalam jaringan tersebut
ada DHCP server yang membolehkannya terhubung ke dalam jaringan.

Kongurasi DHCP server


Langkah-langkah instalasi dan kongurasi dhcp server yang kami lakukan adalah
sebagai berikut:
1. meng-install dhcp server
root:~# apt-get install dhcp3-server
2. kongurasi DHCP Server
kita perlu memodikasi le /etc/dhcp3/dhcpd.conf
berikut ini adalah isi le kongurasinya:
subnet 192.168.1.0
netmask 255.255.255.0 {
range 192.168.1.1 192.168.1.50;
option domain-name "bakti.lab";
deny unknown-clients;
}
subnet 192.168.2.0
netmask 255.255.255.0 {
range 192.168.2.1 192.168.2.50;
option domain-name "camp.lab";
deny unknown-clients;
}

16
3. restart service dhcp
/etc/init.d/dhcp3-server restart
4. sekarang service DHCP server dapat dimanfaatkan

9 FTP (File Transfer Protocol)


FTP (File Transfer Protocol) adalah sebuah protocol yang merupakan standar
untuk transfer le antar host dalam sebuah jaringan. FTP merupakan salah
satu protocol yang paling awal dikembangkan, dan masih digunakan hingga
saat ini untuk download dan juga upload le antara klien FTP dan server FTP.
Sebuah server FTP diakses dengan menggunakan Universal Resource Identier
(URI) dengan format ftp://namaserver.
Klien FTP dapat menghubungi server FTP dengan membuka alamat URI
tersebut. FTP menggunakan protokol Transmission Control Protocol (TCP)
untuk komunikasi data antara klien dan server, sehingga di antara kedua kom-
ponen tersebut akan dibuatlah sebuah sesi komunikasi sebelum transfer data
dimulai. Sebelum membuat koneksi, port TCP nomor 21 di sisi server akan
"mendengarkan" percobaan koneksi dari sebuah klien FTP dan kemudian akan
digunakan sebagai port pengatur (control port) untuk
1. membuat sebuah koneksi antara klien dan server,
2. mengizinkan klien untuk mengirimkan sebuah perintah FTP kepada server
dan juga
3. mengembalikan respons server ke perintah tersebut.
Sekali koneksi kontrol telah dibuat, maka server akan mulai membuka port TCP
nomor 20 untuk membentuk sebuah koneksi baru dengan klien untuk mentrans-
fer data aktual yang sedang dipertukarkan saat melakukan pengunduhan dan
penggugahan.
Ada dua tipe FTP berdasarkan cara user masuk ke server FTP, yaitu secara
anonymous dan authenticated:
• Anonymous
Pada anonymous FTP, pengguna tidak memerlukan account pada server
sebagai ijin masuk. Biasanya, username yang digunakan adalah 'anony-
mous'. Account ini tidak memerlukan password. Walaupun user biasanya
diminta mengisi alamat email sebagai password, namun biasanya hal ini
tidak memerlukan verikasi dan user bisa langsung masuk ke server FTP.
Tapi, ini juga tergantung kongurasi FTP server yang bersangkutan.
• Authenticated
Dengan authenticated FTP, user memerlukan account dan password untuk
bisa masuk ke ftp server.

17
FTP server yang kami pakai untuk memberikan servis FTP adalah proftpd.
Langkah-langkah setting proftpd yang kami lakukan adalah sebagai berikut:
1. install proftpd
root:~#apt-get install proftpd
2. modikasi le kongurasi /etc/ptoftpd.conf
# /etc/proftpd/proftpd.conf  This is a basic ProFTPD conguration le.
# To really apply changes reload proftpd after modications.
# Includes DSO modules Include /etc/proftpd/modules.conf
# Set o to disable IPv6 support which is annoying on IPv4 only boxes.
#UseIPv6 on
ServerName "Debian"
ServerType standalone
DeferWelcome o
MultilineRFC2228 on
DefaultServer on
ShowSymlinks on
TimeoutNoTransfer 600
TimeoutStalled 600
TimeoutIdle 1200
DisplayLogin welcome.msg
DisplayChdir .message true
ListOptions "-l"
DenyFilter \*.*/
# Use this to jail all users in their homes
# DefaultRoot ~
# Users require a valid shell listed in /etc/shells to login.
# Use this directive to release that constrain.
# RequireValidShell o
# Port 21 is the standard FTP port.
Port 21
# In some cases you have to specify passive ports range to by-pass
# rewall limitations. Ephemeral ports can be used for that, but
# feel free to use a more narrow range.
# PassivePorts 49152 65534

18
# If your host was NATted, this option is useful in order to
# allow passive tranfers to work. You have to use your public
# address and opening the passive ports used on your rewall as well. #
MasqueradeAddress 1.2.3.4
# To prevent DoS attacks, set the maximum number of child processes
# to 30. If you need to allow more than 30 concurrent connections
# at once, simply increase this value. Note that this ONLY works
# in standalone mode, in inetd mode you should use an inetd server
# that allows you to limit maximum number of processes per service
# (such as xinetd)
MaxInstances 30
# Set the user and group that the server normally runs at.
User root Group nogroup
# Umask 022 is a good standard umask to prevent new les and dirs
# (second parm) from being group and world writable.
Umask 022
# Normally, we want les to be overwriteable.
AllowOverwrite on
# Uncomment this if you are using NIS or LDAP via NSS to retrieve
passwords:
# PersistentPasswd o
# This is required to use both PAM-based authentication and local pass-
words
# AuthOrder *mod_auth_pam.c mod_auth_unix.c
# Be warned: use of this directive impacts CPU average load!
# Uncomment this if you like to see progress and transfer rate with ftpwho
# in downloads. That is not needed for uploads rates.
# # UseSendFile o # Choose a SQL backend among MySQL or Post-
greSQL.
# Both modules are loaded in default conguration, so you have to specify
the backend
# or comment out the unused module in /etc/proftpd/modules.conf.
# Use 'mysql' or 'postgres' as possible values.
# #<IfModule mod_sql.c>
# SQLBackend mysql #</IfModule>
TransferLog /var/log/proftpd/xferlog

19
SystemLog /var/log/proftpd/proftpd.log
<IfModule mod_quotatab.c>
QuotaEngine o
</IfModule>
<IfModule mod_ratio.c>
Ratios o
</IfModule>
# Delay engine reduces impact of the so-called Timing Attack described
in
# http://security.lss.hr/index.php?page=details&ID=LSS-2004-10-02
# It is on by default.
<IfModule mod_delay.c>
DelayEngine on
</IfModule>
<IfModule mod_ctrls.c>
ControlsEngine o
ControlsMaxClients 2
ControlsLog /var/log/proftpd/controls.log
ControlsInterval 5
ControlsSocket /var/run/proftpd/proftpd.sock
</IfModule>
<IfModule mod_ctrls_admin.c>
AdminControlsEngine o
</IfModule>
# Alternative authentication frameworks
#Include /etc/proftpd/ldap.conf
#Include /etc/proftpd/sql.conf
# This is used for FTPS connections
#Include /etc/proftpd/tls.conf
# A basic anonymous conguration, no upload directories.
<Anonymous ~ftp>
User ftp
Group nogroup
# We want clients to be able to login with "anonymous" as well as "ftp"
UserAlias anonymous ftp

20
# Cosmetic changes, all les belongs to ftp user
DirFakeUser on ftp DirFakeGroup on ftp RequireValidShell o
# Limit the maximum number of anonymous logins
MaxClients 10
# We want 'welcome.msg' displayed at login, and '.message' displayed
# in each newly chdired directory.
DisplayLogin welcome.msg
DisplayChdir .message
# Limit WRITE everywhere in the anonymous chroot
<Directory *>
<Limit WRITE>
DenyAll
</Limit>
</Directory>
# Uncomment this if you're brave.
#<Directory incoming>
# Umask 022 is a good standard umask to prevent new les and dirs
# (second parm) from being group and world writable.
Umask 022
<Limit READ WRITE>
DenyAll
</Limit>
<Limit STOR>
AllowAll
</Limit>
</Directory>
</Anonymous>

10 NFS (Network File Sharing)


Network File Sharing (NFS) adalah metode yang paling banyak digunakan un-
tuk le sharing antar sistem yang menggunakan UNIX. NFS memungkinkan
client terhubung ke remote server dan me-mount le system yang ada pada
server ke le system yang ada pada client seakan le system tersebut adalah
drive milik client. Bergantung pada akses yang dimilikinya, client dapat memi-
liki akses read dan write kepada NFS server.
Langkah-langkah kongurasi NFS Server adalah sebagai berikut:

21
1. install nfs-kernel-server
root:~# apt-get install nfs-common nfs-kernel-server
2. meng-kongurasi le /etc/exports
mengatur le mana yang di-share, untuk siapa saja le tersebut kita share
dan juga permission yang akan kita berikan.
Berikut ini sebagian dari isi le /etc/exports
/opt/share 192.168.1.0/24(sync,no_wdelay,subtree_check,rw,root_squash)

192.168.2.0(sync,no_wdelay,subtree_check,rw,root_squash)
3. restart nfs-kernel-server
/etc/init.d/nfs-kernel-server restart
4. sekarang NFS server dapat digunakan

11 LDAP (Lightweight Directory Access Proto-


col)
Lightweight Directory Access Protocol (LDAP) adalah protokol aplikasi yang
dapat digunakan untuk mengatur dan memodikasi layanan direktori yang ber-
jalan dalam protokol TCP/IP.
Direktori adalah sekumpulan objek dengan atribut serupa dan diatur dalam
urutan logis dan bertingkat. Contoh yang paling mudah adalah direktori telepon
yang berisi sekumpulan nama yang diatur secara alfabetis dengan tiap nama
memiliki alamat dan nomor telepon. Mengacu pada desain dasar ini, LDAP
seringkali digunakan untuk proses autentikasi.
Pohon direktori LDAP dapat mereeksikan batas-batas organisasi, geogras,
atau politik bergantung model yang dipilih. Penyebaran LDAP saat ini cen-
derung memakai nama Domain Name System (DNS) untuk menempatkan tingkat
tertinggi dari hirarki. Lebih dalam ke direktori akan muncul entri yang merep-
resentasikan manusia, unit organisasi, printer, dokumen, sekelompok orang atau
apapun yang merepresentasikan entri tree yang diberikan.

Instalasi
Untuk seting LDAP server, kita memerlukan paket-paket berikut ter-istall:
# apt-get install slapd ldap-utils migrationtools
jawab pertanyaan lalu atur kongurasi ulang slapd agar dpkg menanyai kita
bebrapa pertanyaan lagi.
#dpkg-recongure slapd
Omit OpenLDAP server conguration? ... No
DNS domain name: ... debuntu.
local Name of your organization: ... Whatever & Co

22
Admin Password: XXXXX
Conrm Password: XXXXX
OK BDB
Do you want your database to be removed when slapd is purged? ... No
Move old database? ... Yes
Allow LDAPv2 Protocol? ... No
sekarang kita telah men-set up domain kita. Start servis LDAP dengan
mengetik:
# /etc/init.d/slapd start
Setelah itu kita harus menembah user dan grup ke dalam database LDAP

Mengumpulkan database
Dengan menggunakan migration tools kita dapat meng-import semua user dan
grup yang ada dari local system ke dalam database LDAP.
#cd /usr/share/migrationtools/
Kita harus meng-edit le kongurasi migrationtools migrate_common.ph
mengganti parameter berikut:
$DEFAULT_MAIL_DOMAIN = "debuntu.local";
$DEFAULT_BASE = "dc=debuntu,dc=local";
lalu export nilai berikut:
# ./migrate_group.pl /etc/group ~/group.ldif
# ./migrate_passwd.pl /etc/passwd ~/passwd.ldif
sayangnya, script yang ada tidak membuatkan node Group dan Orang, maka
kita perlu membuatnya. Untuk membuatnya, buatlah le ~/people_group.ldif
dan isi sebagai berikut:
dn: ou=People,
dc=debuntu,
dc=local
ou: People
objectclass: organizationalUnit
dn: ou=Group,
dc=debuntu,
dc=local
ou: Group
objectclass: organizationalUnit
kita telah merubah user dan grup ke dalam format ldif LDAP. Sekarang kita
harus meng-import mereka ke dalam database LDAP.
# cd
# ldapadd -x -W -D "cn=admin,dc=debuntu,dc=local" -f ~/people_group.ldif

# ldapadd -x -W -D "cn=admin,dc=debuntu,dc=local" -f ~/group.ldif


# ldapadd -x -W -D "cn=admin,dc=debuntu,dc=local" -f ~/passwd.ldif
dengan:
• -x menunjukkan bahwa kita tidak memakai sasl

23
• -W membutuhkan password
• -D digunakan untuk mengenali administrator
• -f untuk menentukan le di mana ldapadd menemukan data untuk diambil
sekarang, server siap mengidentikasi user.

12 IP Alias
IP aliasing adalah suatu metode yang memungkinkan server memberikan lebih
dari satu alamat IP bagi suatu interface yang bisa dikenali oleh jaringan luar
selain alamat IP asli interface tersebut. IP aliasing berguna dalam hosting
secara virtual Web dan server FTP serta dalam meng-organisasi ulang server
tanpa harus merubah kongurasi mesin lain (sangat berguna bagi nameserver).
Kita bisa memisalkan IP alias sebagai anak kecil yang menumpang ke punggung
interface orang tuanya (yang memiliki alamat utama interface sik).
Pemberian IP alias kami setting pada le /etc/network/interfaces dan hasil-
nya adalah sebagai berikut:
# This le describes the network interfaces available on your system
# and how to activate them. For more information, see interfaces(5).
# The loopback network interface auto lo iface lo inet loopback
# The primary network interface
allow-hotplug eth0
#IP Alias untuk eth0
auto eth0:0
iface eth0:0
inet static
address 192.168.1.5
network 192.168.1.0
#IP address eth0
auto eth0
iface eth0
inet static
address 10.122.67.110
netmask 255.255.255.0
network 10.122.67.0
broadcast 10.122.67.255
gateway 10.122.67.1
#IP alias untuk eth2
auto eth2:2
iface eth2:2
inet static
address 192.168.2.12
#IP address eth2
auto eth2
iface eth2

24
inet static
address 192.168.2.1
netmask 255.255.255.0
up route add -net 10.10.0.0 netmask 255.255.255.0 gw 192.168.2.2
#gateway 192.168.2.1
#IP alias untuk eth1
auto eth1:1
iface eth1:1
address 192.168.1.19
#IP address eth1
auto eth1
iface eth1
inet static
address 192.168.1.1
netmask 255.255.255.0
up route add -net 10.10.2.0 netmask 255.255.255.0 gw 192.168.1.2
up route add -net 192.168.0.0 netmask 255.255.255.0 gw 192.168.1.2
#gateway 192.168.1.0

13 IP Forward
IP Forwarding berguna untuk mem-forward semua request yang ditujukan ke
url tertentu untuk diarahkan menuju IP address spesik yang sesuai. Misalnya,
request ke url www.its.ac.id akan di-redirect ke alamat IP address 202.46.129.23
Secara default, setting IP forward adalah disabled. Hal ini dikarenakan
suatu host yang bertindak sebagai client tidak memerlukan IP forward. Na-
mun, karena debian Lenny berlaku sebagai router, maka kita perlu meng-enable
IP Forward. Untuk meng-enable IP forward, sebelumnya kita perlu mengecek
apakah IP forwarding telah enable
cat /proc/sys/net/ipv4/ip_forward 0
Jika nilai keluarannya adalah 0, maka hal itu berarti IP forwarding disable.
Untuk meng-enable, kita perlu memodikasi le /etc/sysctl.conf dan menam-
bahkan baris berikut:
net.ipv4.ip_forward = 1
jika sudah, maka kita tinggal me-restart network kita dengan me-restart
servis procps
/etc/init.d/procps.sh restart

25
14 MRTG (Multi Router Trac Grapher) dan
CACTI
MRTG (Multi Router Trac Grapher)
adalah suatu tool untuk me-monitor beban trac pada suatu link dalam jaringan.
MRTG meng-generate suatu halaman HTML yang berisi gambar dalam format
le PNG yang menggambarkan representasi secara Visual dari trac yang ada
dalam suatu link. Setting dan kongurasi MRTG cukup mudah dilakukan. Yang
harus kita lakukan adalah:
1. Install package MRTG
2. Membuat/memodikasi le kongurasi
3. Membuat halaman web untuk tampilan MRTG
Berikut ini adalah tahap-tahap yang kami lakukan dalam proses instalasi dan
setting MRTG.
1. meng-install apache apt-get install apache
2. install MRTG
root:~#apt-get install mrtg
3. membuat le kongurasi /etc/mrtg.cfg
# Global Settings
RunAsDaemon: yes
EnableIPv6: no
WorkDir: /var/www/mrtg
Options[_]: bits,growright
# Targets
Target[10.10.2.0]: -/10.10.2.0:public@192.168.1.2
MaxBytes[10.10.20.0]: 1250000
Title[10.10.2.0]: Win Server ke Free BSD - 10.10.2.0
PageTop[10.10.2.0]: <h1> Win Server ke Free BSD - 10.10.2.0</h1>
Unscaled[10.10.2.0]: ymwd
Target[192.168.0.1]: -/192.168.0.1:public@192.168.1.2
MaxBytes[192.168.0.1]: 1250000
Title[192.168.0.1]: Win Server ke Solaris - 192.168.0.1
PageTop[192.168.0.1]: <h1> Win Server ke Solaris - 192.168.0.1</h1>
Unscaled[192.168.0.1]: ymwd

26
Target[10.10.0.1]: /10.10.0.1:public@192.168.2.2
MaxBytes[10.10.0.1]: 1250000
Title[10.10.0.1]: Suse ke Fedora - 10.10.0.1
PageTop[10.10.0.1]: <h1> Suse ke Fedora - 10.10.0.1</h1>
Unscaled[10.10.0.1]: ymwd
4. membuat halaman web untuk tampilan dengan indexmaker
edit le /var/www/mrtg/newindex.sh dan tambahkan baris perintah berikut
indexmaker /etc/mrtg.cfg output /var/www/mrtg/index.html
agar le yang baru kita buat dapat di-eksekusi, maka ketikkan perintah
berikut pada konsol
chmod 770 /var/www/mrtg/newindex.sh
5. sekarang servis MRTG bisa kita pakai

CACTI
CACTI merupakan software monitoring trac pada jaringan yang meman-
faatkan RRDtool sebagai software graphing/perekam trac dan menyajikannya
dalam bentuk gras. Berikut adalah proses instalasi dan kongurasi CACTI
1. Install cacti
root:~# apt-get install cacti
2. Kongurasi cacti pada saat proses instalasi, akan diminta untuk meng-
kongurasi setting MySql dengan wizard. Di akhir proses, sebuah database
MySql dan cacti yang telah memiliki username akan dibuat secara otoma-
tis.
3. Diminta untuk memberi Password user root MySql
4. Lalu, akan diminta memberi Password user MySql Cacti yang baru
5. Konrmasi password user MySql Cacti
6. Diminta memilih web server yang akan digunakan oleh Cacti. Pilih apache2
Sekarang Cacti sudah siap digunakan lewat http://localhost/cacti. login default
dan passwordnya adalah admin. Perhatikan bahwa script poller.php yang men-
girim request ke host dikeluarkan oleh user apache2. Untuk mengkongurasi
ulang Cacti, gunakan perintah berikut:

#dpkg-recongure cacti Untuk mengaktifkan poller secara manual:

#/usr/share/cacti/site/php5 poller.php kita perlu mengaktifkan poller


pertama kali, lalu akan berjalan secara otomatis setiap 5 menit.

27
15 VOIP (Voice Over Internet Protocol) Server
Voice Over Internet Protocol (VoiP) adalah prinsip yang dikembangkan untuk
transmisi suara antara dua device melalui protokol internet.
Server Voip bisa menggunakan software TrixBox. TrixBox yang juga dike-
nal dengan 'Asterisk@home' adalah bagian dari distribusi Centos UNIX yang
menyediakan paket opensource untuk internet telephony yang bebasis Voice
Over-IP Asterisk yang terkenal.
Protokol yang digunakan dalam hal ini adalah SIP untuk pen-sinyalan dan
RTP untuk transmisi suara. Session Initialitation Protocol (SIP) digunakan
untuk mengontrol session multimedia seperti suara atau video call. Sedangkan
Real-Time Transport Protocol (RTP) digunakan untuk transmisi data multi-
media.

16 XDMCP
X Display Manager Control Protocol (XDMCP) menyediakan suatu metode
bagi user pada client untuk menjalankan X Display dan berkomunikasi dengan
server yang juga menjalankan X Display. Ketika Koneksi telah terjadi, user
dapat masuk dan menjalankan program seperti halnya user sedang menjalankan
remote pada komputer server.
Station di mana user me-remote server biasa disebut dengan X terminal
yang sebenarnya merupakan jendela menuju server. Semua software terletak
pada server, semua pemrosesan dilakukan pada CPU server, dan semua le
yang diakses juga terletak pada server. sehingga, X Terminal hampir tidak
memerlukan sumber daya dari dirinya sendiri. Sebaliknya, CPU server haruslah
sangat stabil.

Kongurasi Dasar
XDMCP merupakan protokol komunikasi yang sangat bermanfaat untuk menghe-
mat sumber daya akan tetapi seperti halnya ftp, protokol ini tidak aman dari ke-
mungkinan gangguan hacker. Sangat mudah bagi hacker untuk mengendap ma-
suk dan mengambil informasi username dan password yang dilayangkan melalui
koneksi tanpa enkripsi. XDMCP mestinya hanya dijalankan pada jaringan yang
terpercaya. Server XDMCP harus menjalankan X Display Manager seperti xdm,
kde atau gdm.
Pada dasarnya, jika server telah masuk ke login screen gras, maka server
telah menjalankan display manager. Pada server debian lenny yang kami pakai
menggunakan display manager GNOME atau gdm. Untuk mengkongurasi
mesin sebagai XDMCP server, kami mengkongurasinya saat booting. Hal
ini kami lakukan dengan memodikasi le /etc/inittab. Hasilnya akan menun-
jukkan baris berikut:
id:5:initdefault:
lalu ketikkan perintah telinit 5 untuk masuk ke login gras.

28
Kita tak perlu tergesa-gesa meng-kongrasi X terminal. Kita perlu mengecek
apakah kongurasi XDMCP telah di-enable dan dikongurasi untuk layanan
fonts serta tidak ada rewall yang menghalangi. Jika semua telah kita cek,
maka XDMCP server mestinya dapat berjalan dengan baik.
Kita juga perlu memodikasi le /etc/gdm/gdm.conf dan mengeset
Enable=true
Agar X Terminal dapat mengakses servis yang diberikan XDMCP server, X
Terminal harus menjalankan OS yang memiliki kongurasi X server. Windows
dapat menggunakan Xming untuk mengakses XDMCP yang diberikan server.

17 Quagga
Quagga adalah sebuah software aplikasi untuk routing protokol.
Quagga tersusun atas bebrapa daemon. Satu untuk tiap protokol routing
dan yang lain disebut Zebra yang berlaku sebagai kernel routing manager. Tiap
daemon memiliki kongurasi dan terminal interface masing-masing yang bisa
diakses melalui telnet. Quagga bekerja secara terpisah dari Operating Sistem
di mana Quagga di-install.
Harus ditekankan bahwa Quagga hanya memiliki kemampuan routing dan
fungsi yang berhubungan dengannya, seperti route maps dan access list. Quagga
tidak menyediakan servis non-routing seperti DHCP server, NFS server atau
akses ssh.

18 SSH (Secure Shell)


Menurut RFC (Request For Comment), pengertian dari Secure Shell (SSH):
Secure Shell adalah program yang melakukan loging terhadap komputer lain
dalam jaringan, mengeksekusi perintah lewat mesin secara remote, dan me-
mindahkan le dari satu mesin ke mesin lainnya.
Algoritma enkripsi yang didukung oleh SSH di antaranya BlowFish (BRUCE
SCHNEIER), Triple DES (Pengembangan dari DES oleh IBM), IDEA (The In-
ternational Data Encryption Algorithm), dan RSA (The Rivest-Shamir-Adelman).
Dengan berbagai metode enkripsi yang didukung oleh SSH, Anda dapat meng-
gantinya secara cepat jika salah satu algoritma yang Anda terapkan mengalami
gangguan.

Instalasi SSH
Beberapa paket program utama yang dijadikan satu paket dalam SSH suite
adalah :
1. make-ssh-known-host Skrip Perl yang membuat database dari host-host
yang otomatis dibuat berdasarkan domain.

29
2. scp The Secure Shell Copy Program, mengamankan penggAndaan data
dari satu komputer ke komputer lainnya. Data ditransfer dalam bentuk
enkripsi oleh SSH.
3. ssh The Secure shell client, program yang bekerja seperti telnet. Perintah
dapat Anda jalankan secara remote sebagaimana telnet bekerja.
4. ssh-add Menambahkan kunci (key) baru terhadap autentikasi ssh-agent
5. ssh-agent Digunakan untuk autentikasi lewat jaringan dengan model RSA.
6. sshd Secure shell server, secara default bekerja pada port 22.
7. ssh-keygen Program pembuat kunci (key generator) untuk ssh.
Selesai proses instalasi, Anda dapat mulai mengedit le kongurasi untuk SSH
:
• /etc/sshd_cong (File kongurasi server)
• /etc/ssh_cong (File kongurasi klien)

Kongurasi Server
setelah di-edit, le /etc/sshd_cong akan tampak sebagai berikut :
# Package generated conguration le
# See the sshd(8) manpage for details
# What ports, IPs and protocols we listen for Port 22
# Use these options to restrict which interfaces/protocols sshd will bind to
#ListenAddress ::
#ListenAddress 0.0.0.0 Protocol 2
# HostKeys for protocol version 2
HostKey /etc/ssh/ssh_host_rsa_key
HostKey /etc/ssh/ssh_host_dsa_key
#Privilege Separation is turned on for security
UsePrivilegeSeparation yes
# Lifetime and size of ephemeral version 1 server key
KeyRegenerationInterval 3600
ServerKeyBits 768
# Logging SyslogFacility AUTH LogLevel INFO
# Authentication:
LoginGraceTime 120
PermitRootLogin yes
StrictModes yes
RSAAuthentication yes
PubkeyAuthentication yes
# AuthorizedKeysFile %h/.ssh/authorized_keys
# Don't read the user's ~/.rhosts and ~/.shosts les

30
IgnoreRhosts yes
# For this to work you will also need host keys in /etc/ssh_known_hosts
RhostsRSAAuthentication no
# similar for protocol version 2 HostbasedAuthentication no
# Uncomment if you don't trust ~/.ssh/known_hosts for RhostsRSAAu-
thentication
# IgnoreUserKnownHosts yes
# To enable empty passwords, change to yes (NOT RECOMMENDED)
PermitEmptyPasswords no
# Change to yes to enable challenge-response passwords (beware issues with
# some PAM modules and threads)
ChallengeResponseAuthentication no
# Change to no to disable tunnelled clear text passwords
# PasswordAuthentication yes
# Kerberos options
# KerberosAuthentication no
# KerberosGetAFSToken no
# KerberosOrLocalPasswd yes
# KerberosTicketCleanup yes
# GSSAPI options
# GSSAPIAuthentication no
# GSSAPICleanupCredentials yes
X11Forwarding yes
X11DisplayOset 10
PrintMotd no
PrintLastLog yes
TCPKeepAlive yes
# UseLogin no
# MaxStartups 10:30:60
# Banner /etc/issue.net
# Allow client to pass locale environment variables
AcceptEnv LANG LC_*
Subsystem sftp /usr/lib/openssh/sftp-server
UsePAM yes

Untuk menjalankan sshd, cukup ketikkan sshd pada konsole.


# sshd
Ada beberapa pilihan dalam menjalankan sshd. Pilihan ini diketikkan seba-
gai preks saat menjalankan sshd. Misal :
# sshd -g 60 (menjalankan sshd dengan timeout untuk klien 60 detik)

Kongurasi Klien
Untuk klien, ssh mempergunakan le /etc/ssh_cong. Setelah di-edit, le terse-
but berisi :
# This is the ssh client system-wide conguration le. See

31
# ssh_cong(5) for more information. This le provides defaults for
# users, and the values can be changed in per-user conguration les
# or on the command line.
# Conguration data is parsed as follows:
# 1. command line options
# 2. user-specic le
# 3. system-wide le
# Any conguration value is only changed the rst time it is set.
# Thus, host-specic denitions should be at the beginning of the
# conguration le, and defaults at the end.
# Site-wide defaults for some commonly used options. For a comprehensive
# list of available options, their meanings and defaults, please see the
# ssh_cong(5) man page. Host *
# ForwardAgent no
# ForwardX11 no # ForwardX11Trusted yes
# RhostsRSAAuthentication no # RSAAuthentication yes
# PasswordAuthentication yes # HostbasedAuthentication no
# GSSAPIAuthentication no # GSSAPIDelegateCredentials no
# GSSAPIKeyExchange no
# GSSAPITrustDNS no
#BatchMode no
# CheckHostIP yes
# AddressFamily any
# ConnectTimeout 0
# StrictHostKeyChecking ask
# IdentityFile ~/.ssh/identity
# IdentityFile ~/.ssh/id_rsa
# IdentityFile ~/.ssh/id_dsa
# Port 22
# Protocol 2,1
# Cipher 3des
#Ciphers
#aes128-cbc,3des-cbc,blowsh-cbc,cast128-cbc,arcfour,aes192-cbc,aes256-cbc

# MACs hmac-md5,hmac-sha1,umac-64@openssh.com,hmac-ripemd160
# EscapeChar ~
# Tunnel no
# TunnelDevice any:any
# PermitLocalCommand no
SendEnv LANG LC_*
HashKnownHosts yes
GSSAPIAuthentication yes
GSSAPIDelegateCredentials no

32
Dedication
Tulisan ini merupakan hasil dari praktek langsung membuat jaringan komputer
(LAN) yang dijalani oleh penulis selama satu minggu penuh. Dilaksanakan
pada saat liburan semester Gasal 2007/2008, tepatnya tanggal 20-26 Januari
2008 silam. Praktek yang dijalani penulis bersama 5 orang rekannya tersebut
merupakan salah satu dari sekian rangkaian seleksi untuk menjadi warga lab
B201 (Lab Komputer dan Digital) di Jurusan Teknik Elektro ITS Surabaya.
Saat itu, penulis dan rekan-rekannya diminta untuk membangun sebuah
jaringan yang terdiri dari 6 buah PC dengan Operating System (OS) yang
berbeda-beda untuk tiap PC. Tiap orang dalam grup tersebut bertanggung
jawab terhadap satu buah PC berikut OS-nya. OS yang dipakai di antaranya:
Debian Lenny, Windows Server 2003, Open Solaris, Free BSD, Open SuSe, dan
yang terakhir adalah Fedora.
Selain meng-kongurasi jaringan, tiap PC dengan OS-nya yang 'unik' harus
dapat memberikan servis aplikasi-aplikasi yang telah ditentukan oleh 'senior'.
Penulis sendiri mendapatkan 'jatah' OS Debian Lenny dengan 18 aplikasi yang
'kudu' diberikannya. Aplikasi yang diberikan Lenny bisa dibilang paling banyak
dan juga paling sulit. Maklum, Debian Lenny bertindak sebagai server dalam
jaringan yang dibuat.
Meski di akhir praktek tidak semua servis mampu diselesaikan oleh penulis,
tapi penulis coba mencari-cari lagi metode penyelesaian yang tepat dari internet
dan belajar dari rekan yang lain. Kalaupun tidak ketemu caranya, penulis coba
memberikan gambaran seperti apakah aplikasi yang dimaksud.
Penulis berharap ilmu yang didapat dari pengalamannya selama mengkong-
urasi jaringan bersama rekan-rekannya ini akan dapat bermanfaat bagi mereka
yang ingin belajar meng-administrasi jaringan LAN dengan server berbasis De-
bian Lenny.
Surabaya, Maret 2008

ttd

Penulis

33