Anda di halaman 1dari 9

Tugas Kulit Kelamin dr. Endang Herlianti, Sp.

KK Andika Siswanta/0808113053

PATCH TEST

Pendahuluan Patch test merupakan suatu test kulit untuk mengidentifikasi apakah suatu substansi berada dalam keadaan kontak dengan kulit yang dapat menyebabkan peradangan kulit (dermatitis kontak) dengan menggunakan potongan kecil kain atau kertas saring yang diimpregnasi dengan allergen yang dicurigai, ditempelkan pada kullit untuk jangka waktu tertentu, pembengkakan atau kemerahan menunjukkan reaksi positif. Ada dua jenis dermatitis kontak, yaitu : 1. Dermatitis kontak iritan Suatu reaksi iritasi disebabkan oleh kontak langsung dari suatu zat iritan dengan kulit dan tidak melibatkan sistem kekebalan tubuh. 2. Dermatitis kontak alergi Semua daerah kulit yang berada dalam kontak dengan alergen mengembangkan ruam. Ruam akan hilang jika Anda menghindari kontak dengan substansi. Prinsip kerja dari patch test, yaitu individu yang tersensitisasi, antigen primer-spesifik limfosit T akan beredar ke seluruh tubuh dan mampu menciptakan suatu reaksi hipersensitivitas. Indikasi Patch Test
• • •

Persistent eczematous eruptions ketika kontak dengan alergen Dermatitis kronis yang mengenai tangan, kaki, wajah, atau mata Pasien Eczematous dermatitis dengan resiko tinggi terkena dermatitis, seperti petugas medis, cosmetologists, teknisi, pekerja pabrik karet dan plastik Penggunaan obat yang tidak adekuat

Prosedur Pemeriksaan Macam prosedur patch test : 1. Patch test terbuka

sabun. shampoo. lokasi lekatan biarkan terbuka selama 24 jam. Endang Herlianti. Patch test sinar Patch test sinar (pada dasarnya sama dengan uji tempel tertutup). 3. dll. Iritan primer umumnya lebih menyebabkan rasa pedih dari gejala rasa gatal dan reaksi kulit yang ditimbulkan lebih cepat dibandingkan allergen. Sediaan uji dilekatkan pada talam tempel setelah lokasi lekatan ditempeli tinta/talam tempel. . Panel di uji instruksi sebagai berikut : Jika terjadi reksi kuli yang parah dan tidak tertahankan buka talam tempel dari daerah lokasi lekatan yang terasa sangat gatal dan pedih tanpa mengganggu talam tempel yang lain dan untuk mengurangi keradangan daerah lokasi lekatan dapat kompres dengan air dingin tanpa menggangu talam tempel yang lain. Patch test terbuka terutama digunakan untuk pengujian sediaan uji yang mengandung minyak atsiri. Patch test tertutup Uji tempel tertutup dilakukan dengan menggunakan tinta tempel jika dikehendaki pengujian ganda atau talam tempel jika dikehendaki pengujian tunggal. Jika panel masih terasa sakit boleh menelan obat analgetik Tinta tempel/talam tempel dan lokasi lekatan harus dijaga agar tidak basah. Kemudian diamati reaksi kulit yang terjadi pada uji tempel tertutup.KK Andika Siswanta/0808113053 Patch test terbuka dilakukan dengan mengoleskan sediaan uji pada luas tertentu. Biarkan dalam waktu tertentu tergantung prosedur uji yang digunakan. tidak boleh di lap dan tidak boleh di garuk. Reaksi kulit yang disebabkan iritan primer terjadi beberapa menit hingga satu jam setelaj pelekatan sedangkan allergen baru menimbulkan reaksi kulit dalam waktu 24-48 jam.Tugas Kulit Kelamin dr. seperti alat pengikat rambut. 2. Sp. Reaksi kulit karena iritan primer hanya nampak pada daerah pelekatan sedangkan pada allergen akan menyebar pada lokasi pelekatan. Patch test terbuka dapat digunakan sebagai kosmetik. detergen. amati reaksi kulit yang terjadi.

atau walaupun memberikan efek toksik secara sistemik. dan ditempelkan di kulit dengan memakai Finn chamber dan didiamkan 48 jam.Tugas Kulit Kelamin dr. hanya boleh diuji bila diduga keras penyebab alergi. hal yang berhubungan Oleh karena itu.U. Bila menggunakan bahan yang secara rutin dipakaki dengan air untuk membilasnya.E tests several positive result Pastikan bahwa kondisi antigen yang digunakan dalam keadaan layak pakai. pelembab. misalnya kosmetik. harus berhati-hati sekali. Jangan lakukan pengujian dengan bahan yang tidak diketahui. atau lebih sering bahan campuran yang berasal dari rumah. riwayat pengobatan sebelumnya. pasta gigi.R. sepatu. misalnya sampo. Endang Herlianti. Produk yang diketahui bersifat iritan. misalnya deterjen. Sp. Hasil positif dengan bahan bukan standar perlu control (5 samapi 10 orang) untuk menyingkirkan kemungkinan karena iritasi. lingkungan kerja atau tempat rekreasi. atau sarung tangan yang dicurigai penyebab alergi maka pengujian dilakukan dengan potongan kecil bahan tersebut yang direndam dalam air garam yang tidak dibubuhi bahan pengawet. Harus diingat bahwa kortikosteroid dan obat imunosupresan dapat menekan reaksi ini sehingga memberi hasil negatif palsu. apalagi dengan bahan industry. atau air. Jangan menggunakan antigen bukan standar. perhatikan cara penyimpanan dan tanggal kadaluarsanya. harus diencerkan terlebih dahulu. Bahan yang tidak larut dalam air diencerkan atau dilarutkan dalam vaselin atau minyak mineral. Mungkin ada sebagian bahan tersebut yang bersifat toksik. bila menggunakan bahan tidak standar.KK Andika Siswanta/0808113053 standart patch tests Persiapan T. tempat di mana mulai terjadinya ruam dan bagaimana perkembangannya. seperti bahan kimia murni. Bahan yang bias digunakan adalah bahan yang biasa secara rutin dan dibiarkan menempel di kulit. Setelah itu lakukan anamnesis tentang apakah pernah berkontak sebelumnya dengan antigen yang akan digunakan. . Apabila pakaian.

follicular pustules. Diamkan selama 48 jam. Interpretasi hasil membutuhkan pengalaman yang cukup dan pelatihan. Patch test harus dilakukan pada kulit dengan dermatitis yang tidak jelas 2. Endang Herlianti. lingkungan. Relevansi tergantung pada lokasi dan jenis dermatitis dan alergen tertentu. selama itu jangan sampai kena air atau berolahraga karena jika pita perekat lepas proses harus diulang 5. papul) (+ +) : reaksi kuat (edema atau vesikel) (+ + +) : reaksi sangat kuat (merah intens.KK Andika Siswanta/0808113053 dengan timbulnya ruam. Sp. bula atau ulkus) (NT) : tidak diuji. Gunakan pita perekat digunakan dan tandai lokasi uji coba 4. contoh : ruam keringat. Alergen dicampur dengan bahan non-alergi (dasar) dengan konsentrasi yang sesuai. negative patch test reactions . Pembacaan awal dilakukan satu jam kemudian setelah pelepasan pembacaan akhir lakukan 48 jam kemudian. infiltrate. Patch tidak boleh terkena sinar matahari atau sumber lain seperti sinar ultraviolet (UV) 6. tidak pasti. biasanya pada punggung atas 3. Pengujian 1. Pembacaan lebih dari 48 jam akan meningkatkan hasil positif palsu sebesar 34 % Interpretasi Hasil (-) (IR) : negatif : iritasi (kulit merah sekali. Pembacaan dilakukan dilakukan 2 kali. meragukan (kemerahan ringan saja. purpura dan burnlike reactions) (+/-) : samar-samar. pekerjaan.Tugas Kulit Kelamin dr. seperti penyakit yang berhubungan. kebiasaan. Kemudian oleskan pada kulit. Setelah 48 jam patch dilepaskan 7. dsb. contoh macula eritematosa) (+) : reaksi lemah (nonvesikular : eritema.

.KK Andika Siswanta/0808113053 reaction (hair dye discolouration) Positive patch test reactions irritant reaction +/-reaction + reaction ++ reaction +++ reaction + reaction Hal yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan patch test : ++ reaction 1. Endang Herlianti. reaksi positif palsu dapat juga menyebabkan penyakit yang sedang diderita memburuk. Dermatitis harus sudah sembuh.Tugas Kulit Kelamin dr. Sp. Bila masih dalam keadaan akut atau berat dapat terjadi reaksi “angry back” atau “excited skin”.

atau longgar akibat pergerakan. Tes dilakukan sekurang-kurangnya satu minggu setelah pemakaian kortikosteroid sistemik dihentikan sebab dapat menghasilkan reaksi negative palsu. Suatu reaksi iritasi menunjukkan penonjolan segera setelah patch dihapus dan memudar pada hari berikutnya. Dermatitis kontak iritan dan dermatitis kontak alergi akan menunjukkan perbedaan reaksi. Penderita juga dilarang mandi sekurangkurangnya dalam 48 jam dan menjaga punggung agar tetap kering. Sp. sedang di bagian tengahnya reaksi ringan atau sama sekali tidak ada.Tugas Kulit Kelamin dr. Suatu reaksi alergi menonjol pada hari kelima setelah patch dihapus. Penderita dilarang melakukan aktivitas yang menyebebkan uji temple menjadi longgar. Hal tersebut dikarenakan meningkatnya iritasi konsentrasi cairan di bagian pinggir. kemudian dibaca. Reaksi positif palsu dapat terjadi bila konsentrasi terlalu tinggi atau bahan tersebut bersifat iritan bila dalam keadaan tertutup (oklusi). Sebablain oleh karena efek tekan. Pada penderita seperti ini dilakukan tes dengan prosedur khusus. Efek samping pemeriksaan ini dapat terjadi suatu reaksi kemerahan yang persisten selama 3-10 hari tanpa meninggalkan sikatriks. Sedangkan antihistamin sistemik tidak mempengaruhi hasil tes. kurang cukup waktu pemberian kortikosteroid sistemik atau topical poten yang lama dipakai pada area pengujian. 4. umunya karena iritasi. pembacaan kedua dilakukan pada 48 jam setelahnya. bagian tepi menunjukkan reaksi lebih kuat. 5. Pemberian kortikosteroid topical di punggung dihentikan sekurang-kurangnya satu minggu sebelum tes dilaksanakan. Suatu zat yang menyebabkan reaksi iritasi bisa memperburuk dermatitis apapun yang mendasari seperti . kecuali diduga karena urtikaria kontak. Pada orang yang sangat sensitif dapat timbul vesikel dan ulserasi pada lebih dari satu lokasi antigen. Patch test dibuka setelah dua hari. vehikulum tidak tepat. karena memberikan hasil negative palsu. Jangan menggunakan bahan standar pada penderita urtikaria dadakan karena dapat menimbulkan urtikaria generalisata bahkan reaksi anafilaksis. 3. efek pinggir uji temple.KK Andika Siswanta/0808113053 2. Endang Herlianti. Reaksi negatif palsu dapat terjadi misalnya konsentrasi terlalu rendah. bahan uji temple tidak melekat dengan baik. Luka bakar sinar matahari yang terjadi 1-2 minggu sebelum test dilakukan juga dapat member hasil negatif palsu. terjadi bila menggunakan bahan padat.

Pasien yang sensitif terhadap cahaya. 'V' dari leher dan tangan) tetapi tidak muncul di daerah yang terlindung dari cahaya (misalnya di bawah dagu dan daerah segitiga antara hidung dan mulut).0 Formaldehyde-releasing preservative Antibiotic Rubber antioxidant.KK Andika Siswanta/0808113053 eksim atopik. embalming. tanning leather.0 20. Sp. resins. semakin buruk reaksi alergi ternbentuk. Glutaraldehyde 0. Alergen Standar dari The North American Contact Dermatitis Group (NACDG) Concentratio Test substance n % (w/w) in petrolatum DMDM Hydantoin Bacitracin 1.5 Preservative used for sterilisation. Sebuah zat yang menyebabkan reaksi alergi akan menyebabkan dermatitis dan harus dihindari sama sekali jika memungkinkan. 2-Bromo-2nitropropane-l. photocopy paper.5 Formaldehyde-releasing preservative Source of dermatitis Mixed dialkyl thiourea 1. ruam akan muncul pada bagian-bagian tubuh yang biasanya terkena cahaya (kebanyakan wajah. UVA). Hal tersebut dikarenakan ada beberapa bahan kimia yang mampu menghasilkan reaksi alergi jika terkena cahaya (biasanya jenis sinar ultraviolet A. photographic fixing.0 . Endang Herlianti. Beberapa pasien harus menjalani tes photopatch karena kulit yang sensitive jika terkena sinar matahari ( fotosensitivitas ). 14. Semakin sering kulit terpapar alergen.3-diol (Bronopol) Fragrance Mix II (lyral. tapi ini tidak akan memburuk dan dapat dicegah dengan memakai krim penghalang atau krim pelembab dengan intensitas tinggi.Tugas Kulit Kelamin dr.0 Fragrance & perfume 0.

Sunscreen .0 Textile dye 0.0 Vehicle in medications. coumarin) Propylene glycol 2-Hydroxy-4methoxybenzophenon e (Benzophenone 3) 4-Chloro-3.0 Synthetic resin in lacquers and adhesives e.0 10. 5. cooling fluids.0 Acrylic monomer used in adhesives and coatings Acid perming solution 1.2 Preservative for wood. paint. Sp.g. Endang Herlianti.0 in water 3.0 Formaldehyde type of textile resin 1.0 Preservative 30. citronellol. melamine formaldehyde mix Iodopropynyl butylcarbamate (Glycasil™) Disperse Blue 106/124 Mix Ethyl acrylate Glyceryl monothioglycolate (G MTG) Toluenesulfonamide formaldehyde resin Methyl methacrylate 2.Tugas Kulit Kelamin dr. hyxyl cinnamic aldehyde. farnesol.5-xylenol (PCMX) Ethyleneurea. foods. cosmetics. artificial nails 0.3 1. in nail cosmetics Methacrylic monomer in plastics for dentures.KK Andika Siswanta/0808113053 citral. cosmetics.

Tugas Kulit Kelamin dr.CPN) 5.0 e Triamcinolone acetonide 5.0 Tanacetum vulgare (ragweed). detergent Topical corticosteroid .0 Formaldehyde type of textile resin Cocamidopropylbetain 5. Parthenolide (feverfew). Arnica montana (arnica).KK Andika Siswanta/0808113053 Compositae Mix 5. Achillea millefolium (yarrow) Dimethylol dihydroxyethyleneure a (Fix. Sp.0 Surfactant. Chamomilla romana (chamomile). Endang Herlianti.