Anda di halaman 1dari 4

l.

o 2 ikhfar KLASIFIKASI ANEMIA

1. Anemia aplastic
Merupakan kegagalan hemopoiesis yang relative ditemukan namun berpotensi mengancam jiwa. jarang

Tabel 1. Klasifikasi anemia aplastic klasifikasi kriteria Anemia aplastic tidak berat Sumsum tulang hiposelular namun sitopenia tidak memenuhi kriteria berat Anemia aplastic berat Selularitas sumsum tulang <25% Sitopenia sedikitnya dua dari Hitung neutrophil tiga sel darah <500/mikroLtr Hitung trombosit <20.000/mikroLtr Hitung retikulosit absolut <60.000/mikroLtr Anemia aplastic sangat berat Hitung neutrophil <200/mikroLtr Hitung trombosit <20.000/mikroLtr Hitung retikulosit absolut <60.000/mikroLtr

2. Anemia defisiensi besi (ADB)


anemia yang timbul akibat berkurangnya penyediaan besi untuk eritropoiesis, karena cadangan besi kosong (depleted iron store) yang pada akhirnya menyebabkan pembentukan haemoglobin berkurang. Klasifikasi derajat defisiensi besi dibagi 3 : a. Deplesi besi (iron depleted state) Cadangan besi turun tetapi penyediaan besi untuk eritropoesis belum terganggu. b. Eritropoiesis defisiensi besi (iron deficient erythropoiesis) Cadangan besi kosong, penyediaan besi untuk eritropoesis terganggu, tetapi belum timbul anemia secara laboratorik. c. Anemia defisiensi besi Cadangan besi kosong disertai anemia defisiensi besi.

3. Anemia pada penyakit kronis


anemia yang sering dijumpai pada pasien infeksi atau inflamasi kronis maupun keganasan, umumnya merupakan

anemia ringan atau sedang, disertai dengan malaise dan penurunan berat badan. Ex : pada penyakit HIV-AIDS, pneumonia, sifilis, RA, limfoma Hodgkin dan kanker.

4. Anemia megaloblastik
kelainan yang disebabkan oleh gagguan sintesis DNA dan ditandai oleh sel megaloblastik. Anemia megaloblastik ada beberapa macam : 1. Defisiensi kobalamin. Terjadi karena : a. Asupan yang tidak cukup b. Malabsorbsi 2. Defisiensi asam folat. Terjadi karena : a. Asupan yang tak adekuat b. Malabsorbsi c. Metabolism yang terganggu

5. Anemia hemolitik autoimun (autoimmune hemolytic anemia = AIHA/AHA)


Suatu kelainan dimana tempat antiboditerhadap sel-sel ertrosit sehingga umur eitrosit memendek. Klasifikasi anemia hemolitik imun I. Anemia Hemolitik Auto Imun (AIHA) . A. AIHA tipe hangat. 1. Idiopatik. 2. Sekunder. B. AIHA tipe dingin. 1. Idiopatik. 2. Sekunder (infeksi mycoplasma, keganasan lomforetikuler, virus) C. Paroxysmal Cold Hemoglobinuri. 1. Idiopatik. 2. Sekunder (viral dan sifilis). D. AIHA atipik. 1. AIHA tes antiglobulin negative. 2. AIHA kombinasi tipe hangat dan dingin. II. AIHA diinduksi obat. III. AIHA diinduksi antibody. A. Reaks hemolitik transfuse. B. Penyakit hemolitik pada bayi baru lahir.

6. Anemia Hemolitik Non Imun

kadar hemoglobin kurang dari nilai normal akibat kerusakan sel eritrosit yang lebih cepat dari kemampuan sumsum tulang belakang untuk menggantikannya.

1. Anemia hemolysis herediter a. Defek enzim/enzimopati - Defek jalur Embden Meyerhof. Defisiensi piruvat kinase. Defisiensi glukosa fosfat isomerase. Defisiensifosfogliserat kinase. - Defek jalur heksosa monofosfat. Defisiensi glukosa-6 fosfat dehydrogenase (G6PD). Defisiensi glutation reductase. b. Hemoglobinopati - Thalassemia. - Anemia sickle cell. - Hemoblobinopati lain. c. Defek membrane(membranopati) - Sferositosis herediter 2. Anemia hemolysis didapat a. Anemia hemolysis imun - Idiopatik. - Keganasan. - Obat-obatan. - Infeksi. - Transfuse. - Kelainan autoimun. b. Mikroangiopati - Trombotik trombositopenia purpura. - Syndrome uremik hemolitik(SUH). - Koagulasi intravascular diseminata(KID). - Preeclampsia. - Eklampsia. - Hipertensi maligna. C. Infeksi Infeksi malaria. Infeksi babesiosis. Infeksi clostridium.

Referensi : Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam jld 2. ed 5 hal 1116-57 jakarta,Nopember 2009