Laporan Kasus

Terapi Radiasi Intraoperatif pada Keganasan Digestif

Dukut Respati Kastomo
Pusat Kanker Nasional Dharmais, Jakarta

Abstrak: Pengendalian keganasan lokoregional dan harapan hidup pada keganasan digestif dengan operasi agresif tidak selalu memuaskan. Pengalaman menunjukkan terapi radiasi intraoperatif (IORT) sebagai adjuvan memperbaiki prognosis penderita. Sejak 1994 sampai 2004, terdapat 2 orang penderita kanker pankreas dan 3 penderita kanker kolon di Rumah Sakit Kanker Dharmais, yang menjalani prosedur tersebut dan hidup lebih dari 17 bulan. Seorang penderita kanker pankreas meninggal karena serangan jantung, dan empat penderita lainnya hidup lebih dari 5 tahun. Kata kunci: kanker pankreas.

Intra Operative Radiation Therapy for Digestive Malignancy Dukut Respati Kastomo
Dharmais Cancer Center Hospital, Jakarta

Abstract: The control and survival rate for some patiens with locoregional digestive malignancy with aggressive approach remains not satisfying. Recent studies show that intraoperative and adjuvant radiation therapy (IORT) improved the prognosis of these patients. Between 1994 and 2004, two pancreatic cancer patients and three colonic cancer patients at Dharmais Cancer Center Hospital, Jakarta, underwent intraoperative radiation therapy with good result. They survived more than 17 months after the operation. One of pancreatic cancer patient died of heart attack, but the other four patients had more than 5 years survival. Key words: pancreatic cancer.

Maj Kedokt Indon, Volum: 57, Nomor: 3, Maret 2007

91

3 Intraoperative Radiation Therapy (IORT) dikerjakan untuk mengendalikan keadaan locoregional. Di USA kedua keganasan ini merupakan penyebab kematian kedua setelah keganasan paru dan banyak dijumpai pada usia di atas lima puluh tahun. seringkali tumor bed bersih secara makroskopis tetapi sel-sel ganas mikroskopik akan berkembang dan menjadi residif lokal. IORT dilakukan dengan pemberian radiasi interna sebesar 2000 Gy pada tumor bed segera setelah massa tumor diangkat. Dukes D: tumor menginfiltrasi organ terdekat/locally advanced atau metastasis jauh. 4. Pasca pembedahan. 106 (42. 2. Tabel 1. hasil pemeriksaan patologi menunjukkan metastasis karsinoma kolon (Dukes C). Dua penderita lainnya yang tidak menjalani IORT: seorang laki-laki usia 66 tahun meninggal 6 bulan pasca bedah karena metastasis ke paru sedangkan laki-laki yang berusia 73 tahun meninggal 2 bulan pasca bedah karena multi organ failure. Dukes B: tumor menembus lamina propria usus. Tabel 3. No 1. Dukes C: tumor sampai kelenjar getah bening. Diskusi Operasi radikal tidak selalu bisa membersihkan mikrometastasis kanker yang sering terjadi berupa infiltrasi ke Karakteristik Penderita Kanker Pankreas yang Menjalani Operasi Kuratif Usia 43 th 60 th 66 th 73 th Stadium 3 3 3 3 Tindakan Total Total Total Total Adjuvan IORT IORT Radiasi eksterna Survival > 5 tahun 18 bulan 6 bulan 2 bulan Lokasi Kaput Kaput Kaput Kaput Ca19-9 32-50 IU 233-24 IU 42 IU 24 IU Gender Perempuan Perempuan Laki-laki Laki-laki Tabel 2. Laporan Kasus Di Rumah Sakit Kanker Dharmais (RSKD).1. sigmoid. Dari 45 penderita kanker pankreas di RSKD. Ketiga penderita kanker kolon yang menjalani IORT hidup lebih dari 5 tahun pasca bedah tanpa terapi adjuvan lain (Tabel 2). Pada kedua penderita perempuan dilakukan IORT. 2. Pada keempat penderita ini dilakukan total pankreatektomi dan deseksi kelenjar peri pankreas. Dari pemeriksaan patologi ditemukan adenokarsinoma pankreas pada korpus dan kelenjar peri pankreas (stadium tiga). Nomor: 3. dan caecum. Penderita perempuan lainnya yang juga menjalani IORT meninggal 18 bulan pasca bedah karena serangan jantung. No 1. Karakteristik Penderita Kanker Kolon yang Menjalani IORT Usia 48 45 44 Stadium Dukes C Dukes C Dukes C Tindakan HKD SD HKD Adjuvan IORT IORT IORT Survival >5th >5th >5th Lokasi Fleksura Hepatika Sigmoid Caecum Gender Perempuan Perempuan Perempuan HKD = Hemikolektomi dekstra .92%) di antaranya kanker kolon Dukes C. yang kesemuanya perempuan. 3. satu penderita kanker pankreas. Pada periode yang sama.2 Pada keganasan kolon dengan stadium rendah (Dukes A. sejak 1994 sampai 2004 prosedur IORT telah dikerjakan pada 2 penderita kanker pankreas dan 3 penderita kanker kolon. terdapat 247 penderita kanker kolon. Volum: 57. hidup sampai 10 tahun pasca bedah dan meninggal setelah 2 tahun sebelumnya didiagnosis kanker payudara (Tabel 1). SD = Sigmoidektomi 92 Maj Kedokt Indon. Pada tiga penderita dilakukan IORT dengan lokasi fleksura hepatika.Terapi Radiasi Intraoperatif pada Keganasan Digestif Pendahuluan Keganasan digestif pankreas merupakan penyebab kematian ke-4 pada laki-laki dan ke-5 pada perempuan dengan survival rate 15-20%. hanya 10 penderita yang operable dan 4 di antaranya (2 perempuan dan 2 laki-laki) menjalani operasi kuratif. Pada ketiganya juga dilakukan deseksi kelenjar pada tumor bed kolon. Maret 2007 . survival rate berhasil mencapai 79 %. bila residif lokal tidak diatasi dapat menjadi localy advanced. Survival Penderita Kanker Kolon Secara Umum di RSKD 1994-2004 (n=89) Masa hidup dalam tahun 1-2 2-3 3-4 4-5 Dukes 0-1 A B C D Total >5 Jumlah 0 14 42 33 89 12 16 28 20 13 33 4 1 5 4 2 10 4 3 17 6 Dukes A: tumor terlokalisasi pada mukosa usus. Survival 42 penderita kanker kolon Dukes C yang menjalani operasi paliatif di RSKD ditampilkan di Tabel 3. B) dan penanganaan yang baik. perempuan usia 43 tahun. Berdasarkan pengamatan selama lebih dari 10 tahun. 3. yang juga dikenal sebagai tumor bed.

Matsumoto G. eds. Arch Surg 2001. Colorectal cancer. Martin EW. Intraoperative radiation therapy for pancreatic adenocarcinoma: the Komagame hospital experience. Bossola M. Morganti AG. Observasi selama tiga tahun menunjukkan kontrol lokoregional mencapai 40%.136:343-7. Valentini et al7 sejak Sept 1989 sampai Juni 1997 meneliti 47 kanker rektum dan menyimpulkan bahwa reseksi radikal dan IORT akan memperbaiki kontrol lokal dan harapan hidup penderita: kontrol lokal dan harapan hidup 5 tahun pasca bedah masing-masing sebesar 79% dan 41 %. 3 penderita survive lebih dari 5 tahun. Medline: 20062540.4 35. angka morbiditas 29%. Nomor: 3. dari pemeriksaan histopatologi dilaporkan ditemukan sel kanker di luar batas/kapsul. Takimoto CH. Shibata SI. Allegra CJ.55(7):408502.11 Penutup Peneliti belum bisa menyimpulkan bahwa IORT lebih unggul dari pendekatan lain untuk terapi kanker saluran cerna.72(2):66-71. 3. keadaan ini juga tidak bisa dideteksi prabedah bahkan intraoperatif. Maj Kedokt Indon 2005. Teknik ini menggunakan radiolabeled monoclonal antibodies sehingga CTV untuk IORT dapat ditentukan secara akurat. Untuk keperluan penentuan clinical target volume (CTV). Kanker pankreas. 6. Teleky B. Morganti AG. Nag S. Soemardi A. Baba H. Dengan IORT.6%. setelah kanker diangkat. et al. 7. enteral. Martinez-Monge R.4% dari 144 penderita adenokarsinoma pankreas mencapai 3-tahun survival. 4. Survival improvement aftetr neoadjuvant chemotheraphy for locally advanced pancreatic cancer. 8. Di RSKD. Chu DZ. Intraoperative radiation therapy Fleksura hepatika Sigmoid Caecum Pankreas Gambar 2. Intraoperative electron beam radiotherapy in recurrent colorectal carcinoma. Gambar 1. Di Giorgio A. dalam keadaan terbuka lokasi radiasi (tumor bed) dapat dipersiapkan lebih pasti dan akurat sehingga keadaan locoregional diharapkan lebih bisa dikuasai. 2. Carmen A. Tsuruta K. hanya satu penderita mengalami metastasis jauh. Bethesda handbook of clinical oncology. Goetzinger P. di dalam atau di luar kelenjar regional. Wong JY.54(12):524-8. Soemardi A. Nag et al8 sejak 1992 hingga 1996 melakukan IORT pelvis dan para aorta dengan dosis 10-20 Gy setelah reseksi maksimal pada 28 penderita recurrent colorectal carcinoma. Vora N. Maj Kedokt Indon 2004. De Franco A. entero vaginal dan nyeri pelvis. Aslfieri S. Kim GP.9.10 Tiga penderita penderita kanker kolon Dukes C di RSKD yang menjalani IORT setelah reseksi kolon dilakukan memiliki harapan hidup yang lebih panjang dibandingkan penderita Dukes C lainnya. Kastomo DR. J Surg Oncol 1999 Oct. 86(12):261224. Aslfieri et al5 yang sejak 1985-1995 melakukan observasi pada 46 penderita karsinoma pankreas mendapatkan harapan hidup dan kontrol lokal sebesar 13% dan 48. Maj Kedokt Indon. 2001. Kelompok peneliti lain mendapatkan 4 penderita recurrent colon carcinoma yang menjalani pengangkatan enblock dilanjutkan dengan IORT dan EBRT berhasil bertahan hidup 53-77 minggu pasca bedah. 2 penderita kanker pankreas yang menjalani operasi kuratif dan IORT. Arch Surg 1999. Keganasan Digestif yang Diterapi dengan IORT Daftar Pustaka 1. Karena laporan patologi baru diketahui setelah satu minggu pasca bedah. telah diperkenalkan tehnik baru. Valentini V. Berdasarkan laporan IORT yang dikumpulkan sejak 1984-2004 oleh Okamoto A et al. Valentini V.28(3):296-300. Chemoradiation with or without intraoperative radiation therapy in patients with locally recurrent rectal carcinoma: Prognostic factors and long term out come. 5.134:63-7. et al. Volum: 57. Dilaporkan masing-masing satu kasus komplikasi fistel saluran urin. maka tindakan yang paling mungkin hanya radiasi eksterna-yang tidak mungkin dikerjakan pada beberapa lokasi kanker tertentu. Kamisawa T. et al. Cancer 1999. Trodella L.Terapi Radiasi Intraoperatif pada Keganasan Digestif jaringan sekitar (locoregional). 9. Tetapi dari 2 penderita kanker pankreas dan tiga kanker kolon tampak bahwa IORT sebagai adjuvan dapat mengendalikan keadaan lokoregional dan memperpanjang survival. Seringkali satu minggu pasca bedah. Pezner RD. satu di antaranya hidup lebih dari 5 tahun pasca bedah. Philadelphia: Lippincott William and Wilkins. Gnant M. Maret 2007 93 . yaitu radio immune guided-intraoperative radiation therapy (RIG-IORT). Wagman LD. Kuehrer I. Pancreas 2004. Eur J Surg Oncol 2004. et al.30(2):194. Resection with external beam and intraoperative radiotherapy for recurrent colon cancer. Improved survival and local control after intraoperative radiation therapy and postoperative radiotherapy. Karasawa K. Kastomo DR. In: Jame A. Okamoto A. Tindakan bedah pada keganasan kolorektal stadium lanjut.

Martin EW. Radiother Oncol 2002. 64:47-52. Radioimmune guided-intraoperative radiation therapy in colorectal carcinoma: A new technique to precisely define the clinical target volume.44(1):133-7. Nieroda C. Nomor: 3. Int J Radiat Oncol Biol Phys 1999. Volum: 57. SS 94 Maj Kedokt Indon.Terapi Radiasi Intraoperatif pada Keganasan Digestif 10. Nag S. 11. Ellenhorn JD. Intraoperative radiation therapy for patients with recurrent rectal and sigmoid colon cancer in previously irradiated fields. Martinez-Monge R. Chu DZ. Maret 2007 . Pezner RD.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful