Anda di halaman 1dari 27

9

kalsium

, glukosa, dan lain-lain. Sedangkan senyawa metabolit sekunder merupakan senyawa kimia yang diproduksi oleh

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

10 tumbuhan untuk mempertahankan eksistensinya dalam berinteraksi dengan ekosistem (Sumaryono, 1999). Senyawa Subdivisio : Angiospermae Kelas : Dicotyledoneae

Subkelas Ordo

: Archichlamydeae : Parietales

O O

OH

fenolat dalam family Clusiaceae (Ersam, 2005).

Gambar 2.2 Jalur b

O O H OH

iogenesis

pemben

tukan

senyawa senyawa

turunan

OH

2.3 Tinjauan Kimiawi Senyawa Santon

Santon merupakan salah satu senyawa fenolat yang

8
p

p , dulsanton A (29), dulsanton B (30), dulsanton C (31) dari G.

gg

dulcis (Ito et al., 1997), -mangostin (2) dari G. mangostana (Suksamrarn, 2002). Bentuk gugus prenil yang tersubtitusi dapat berupa rantai 1,1 -dimetil-2-propenil yang disebut sebagai santon isoprenil, antara lain dusiol B (32) dan dusiol C (33) dari G. dulcis (Peres et al., 2000). Senyawa santon terprenilasi juga dapat ditemukan pada tumbuhan Garcinia yaitu rubrasanton (34) dari G. dioca (Iinuma et al., 1996), virgasanton A (35) dari G. virgata (Merza et al., 2004) dan garsiniasanton E (36) dari G. subelliptica (Peres et al., 2000). Santon tersiklisasi adalah santon terisoprenilasi yang telah mengalami siklisasi secara oksidatif antar atom karbon dari gugus isoprenil dengan atom oksigen di posisi orto, sehingga membentuk cincin siklik diantaranya adalah 6-deoksisojakareubin (37) dari G. livingstonei, garciniasanton B (38) dari G. subelliptica (Peres et al., 1997), rediasanton A (39) dari G. staudtii (Peres et al., 2000). Senyawa senyawa santon yang diisolasi dari buah, batang, dan daun G. mangostana, Linn memiliki aktivitas biologis yang luar biasa.

16

O O H 3 0, HO

\ \3 1,

11

12

kelarutan komponen campuran dalam suatu pelarut sehingga

13

berupa p i t a dengan l a j u y a n g b e r b e d a sehingga dapat d i p i s a h k a n (Gritter, et.al., 1991). senyawa yang diinginkan dapat dipisahkan dari campurannya secara selektif dalam pelarut yang digunakan tersebut. Teknik

14

15

Pemilihan pelarut (eluen) tergantung pada polaritas bahan yang akan dielusi. Umumnya senyawa yang lebih polar akan

pelarut

kesetimbangan (suasana bejana sebaiknya sangat jenuh) (Pavia et al, 1990).

18

2.6 Metode Pemurnian 2.6.1 Kristalisasi

19

20

21

Pemanasan. Penyaringan dengan menggunakan kertas saring, corong bernilai tetap walaupun temperatur naik secara perlahan-lahan
b. c.

24 selama penentuan. Suhu zat murni pada saat meleleh akan konstan, j a d t g a , y sedangkan suhu campuran pada waktu meleleh akan

1. .rRPRIRrU a\D men ebQ\kaEDtErjadin transisiDGQ\D

25

kimia

karena perbedaan lingkungan sekitar atom tersebut. Apabila lingkungan sekitar atom tersebut bersifat melindungi (shielding) streching dan bending. Vibrasi tereksitasi akibat gelombang cahaya IR dapat terdeteksi dalam spektrum IR sebagai serapan-

26

dari Bo akan sulit terjadi resonansi, maka peak atom tersebut akan muncul pada daerah up-field (mendekati TMS). Apabila

27

Halaman ini sengaja dikosongkan