ISSN 2089-3531

REPUBLIK INDONESIA

PEMBANGUNAN
UNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012

PEMBANGUNAN MANUSIA
BERBASIS GENDER
2012

KERJASAMA
KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN
DAN PERLINDUNGAN ANAK
DENGAN
BADAN PUSAT STATISTIK

REPUBLIK INDONESIA

PEMBANGUNAN MANUSIA
BERBASIS GENDER
2012

KERJASAMA
KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN
DAN PERLINDUNGAN ANAK
DENGAN
BADAN PUSAT STATISTIK

Pembangunan Manusia Berbasis Gender 2012

© 2012

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
Boleh dikutip dengan menyebutkan sumbernya.

ISSN
Ukuran Buku
Naskah
Layout dan Gambar Kulit
Diterbitkan Oleh
Dicetak Oleh

: 2089-3531
: ISO B5 (17 x 2 Cm )
: Badan Pusat Statistik
: Badan Pusat Statistik
: Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
: &93HUPDWD$QGKLND

dan sampai saat ini perempuan masih PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 iii . Lebih rendahnya pencapaian IPG dibandingkan IPM. IPG juga mengukur kapabilitas dasar manusia pada ketiga bidang tersebut. Sama dengan IPM.MENTERI NEGARA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK REPUBLIK INDONESIA SAMBUTAN Keberhasilan pencapaian pembangunan nasional. IPM memberikan gambaran pembangunan kapabilitas dasar manusia di bidang pendidikan. Secara umum pencapaian pembangunan sumber daya manusia di bidang pendidikan. dapat diketahui ada tidaknya kesenjangan pembangunan sumber daya manusia antara laki-laki dan perempuan. menunjukkan masih adanya kesenjangan gender pada ketiga bidang pembangunan tersebut. yaitu Indeks Pembangunan Manusia (IPM). kesehatan dan ekonomi. Dengan membandingkan kedua indikator tersebut. kesehatan dan ekonomi telah menunjukkan kemajuan yang nyata. tetapi juga dilihat dari pembangunan sumber daya manusianya. Indeks Pembangunan Gender (IPG) dan Indeks Pemberdayaan Gender (IDG) yang dirinci sampai tingkat kabupaten/kota. Namun. apakah pembangunan kapabilitas manusia di Indonesia ini telah memberikan manfaat yang adil dan setara antara laki-laki dan perempuan? Apakah masih ada kesenjangan pencapaian pembangunan dasar antara laki-laki dan perempuan yang mengarah pada persoalan ketidaksetaraan dan ketidakadilan gender? Publikasi ini mencoba menjawab pertanyaan tersebut dengan menyajikan indikator pembangunan manusia. tidak hanya diukur dari pencapaian pembangunan ekonomi semata. tetapi terfokus pada faktor ketidaksetaraan antara laki-laki dan perempuan.

politik dan pengambilan keputusan. Sedangkan IDG merupakan indikator untuk melihat peranan perempuan dalam ekonomi. program dan kegiatan yang responsif gender di masing-masing wilayah dan tentunya juga bagi para pemangku kepentingan terkait. Publikasi ini tentunya sangat bermanfaat sebagai bahan masukan dalam penyusunan perencanaan kebijakan.berada pada posisi yang tertinggal. Data yang disajikan sampai tingkat kabupaten/kota bertujuan untuk membandingkan pencapaian pembangunan manusia dari seluruh provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia. Jakarta. Semoga publikasi ini dapat memberikan kontribusi positif dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia yang adil dan setara sebagai tujuan akhir pembangunan nasional. Meskipun demikian. peranan perempuan dalam pengambilan keputusan terus menunjukkan perkembangan yang dapat dilihat dari pencapaian IDG yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Akhirnya kepada berbagai pihak yang telah berpartisipasi dalam penyusunan publikasi ini saya ucapkan terima kasih dan penghargaan yang tinggi. Secara umum. November 2012 Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (Linda Amalia Sari Gumelar) iv PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 . peranan perempuan dalam pengambilan keputusan masih lebih rendah dibandingkan laki-laki.

KATA PENGANTAR P ublikasi “Pembangunan Manusia Berbasis Gender Tahun 2012” merupakan hasil kerjasama antara Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPP & PA) dengan Badan Pusat Statistik (BPS). dan Indeks Pemberdayaan Gender (IDG). Ucapan terima kasih disampaikan kepada semua pihak yang telah membantu sehingga publikasi ini dapat diselesaikan tepat waktu. Sedangkan IPG mengukur hal sama tetapi terfokus pada faktor ketidaksetaraan antara laki-laki dan perempuan. November 2012 Kepala Badan Pusat Statistik (Dr. Prinsipnya. Publikasi ini berisi ulasan tentang perkembangan pencapaian tiga (3) indeks komposit yaitu Indeks Pembangunan Manusia (IPM). IDG digunakan untuk melihat sejauh mana kapabilitas yang dicapai perempuan dapat dimanfaatkan di berbagai bidang kehidupan. Suryamin. Hasilnya dapat digunakan sebagai bahan evaluasi untuk perbaikan prioritas program-program pembangunan selanjutnya. serta kemajuan partisipasi perempuan dalam pengambilan keputusan. Disadari publikasi ini masih memiliki banyak kelemahan. M. perbedaan (gap) pencapaian antara laki-laki dan perempuan. Publikasi ini dapat digunakan sebagai alat monitoring hasil pembangunan yang meliputi pencapaian kualitas hidup semua penduduk. Jakarta. IPM merupakan ukuran kualitas hidup berbasis pada kapabilitas dasar penduduk yang diperluas.Sc ) PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 v . Sementara itu Indeks Pemberdayaan Gender (IDG) mengukur partisipasi aktif perempuan pada kegiatan ekonomi dan politik dalam pengambilan keputusan. Untuk itu kritik dan saran demi perbaikan di masa datang sangat diharapkan. Indeks Pembangunan Gender (IPG).

.

......................... Tujuan Penulisan ............. iii Kata Pengantar ...4.. vii Daftar Gambar ... v Daftar Isi .......... 37 3.3.............................................. 51 4............................1................. Pencapaian Pemberdayaan Gender ..1...1.... Perbandingan Capaian di Negara ASEAN.......................... 31 3........ Pencapaian Pembangunan Gender .....................3............ Perkembangan Pemberdayaan Gender .... ix Daftar Tabel ..................... 9 2..............2........ 25 3...............................4................ 1 1....2.................... Latar Belakang ............. 7 Bab II........................................... Disparitas Pencapaian Pembangunan Gender Antar 40 Bab IV............2............................1....... Gambaran Umum Gender di Indonesia ................................................................... Pencapaian Komponen IDG ................................................2.. Disparitas Pembangunan Manusia (IPM) dan Pembangunan Gender (IPG) ....... 28 3..................................... 3 1............. Pendahuluan ..............3.......................... Pencapaian Komponen IPG ...... Disparitas IDG ..... 11 2.................. xi Ringkasan Eksekutif ....................................................DAFTAR ISI Sambutan ... 58 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 vii .. Sistematika Penulisan .. Pencapaian Pembangunan Gender .............. 47 4................ 6 1... Sumber Data .... 52 4. Permasalahan Gender di Indonesia ........ 16 Bab III...................................... 6 1............................. xiii Bab I.

.............................1......... Hubungan IPG dan IDG ......Bab V....................... Perbandingan Antara IPM......... dan IPG........... 74 5.............4..........2............. 87 Daftar Pustaka .... IPG....... 95 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 .... viii 65 5................. 93 Lampiran ....... Kesimpulan ... 91 Tim Penulis ...3................................... Hubungan antara IPM dengan IPG .................. 79 Bab VI......... 76 5..... Hubungan IPM dan IDG .............................................................. 67 5.............. Hubungan Pembangunan Gender Dengan Indikator Sosial Ekonomi...............

..................... 22 Gambar 2.....1............. Perkembangan Rata-rata Lama sekolah. 2011 ... Perkembangan IPG Periode 2004-2011 ......... Persentase Jumlah PNS Menurut Jenis Kelamin............ 15 Persentase Penduduk 10 Tahun Keatas Menurut Ijazah yang Dimiliki................ 23 Gambar 3. 21 Persentase Jumlah TKI Menurut Jenis Kelamin........................... 18 Rasio Angka Partisipasi Murni (APM) Perempuan Terhadap Laki-Laki .......2.... 2011 ........6....... Gambar 2........... 2011 ................ 33 Gambar 3.1..............8.........5.... Indeks Ketimpangan Gender Di Negara ASEAN..9...5..4..... 2007 – 2011....... 29 Gambar 3..... 2007-2011 ..... Perkembangan Angka garapan Hidup......... 2004-2010 34 Gambar 3.........4.......DAFTAR GAMBAR Gambar 2....... dan Tempat Tinggal....... Perbandingan IPM Negara-Negara ASEAN...... 2004-2010 ... Gambar 2........... Perkembangan Sumbangan Pendapatan.....2.3....... 14 Indeks Ketimpangan dan Rasio Perempuan dan Laki-Laki di Parlemen Negara ASEAN.... 1990 – 2011..6............ Jenis Kelamin..........................10...... 13 Gambar 2.7.... 35 Disparitas Sumbangan Pendapatan Perempuan Antar Provinsi di Indonesia. 2007 – 2011 ... 2007 – 2011 .... IPM Negara-Negara ASEAN Menurut Komponennya.......... Gambar 3.... 2011 .....3.. 20042011........ 1995 – 2011 ......... Perkembangan Angka Melek Huruf.......... 2011 .. 20 PersentasePenduduk 15 Tahun Keatas yang Bekerja Menurut Status Pekerjaan.................... Gambar 2... Gambar 2... 2004-2011 32 Gambar 3...... PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 ix . Gambar 2... 38 Gambar 2................. 12 Gambar 2............... 19 Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) LakiLaki dan Perempuan.........

.........1. Tren Selisih IPM dan IPG Indonesia.......8.....7.......7... 2010 ..3.. 70 Hubungan antara IPG 2011 pada IPM 2011 Kabupaten ....4.. 55 Perkembanga TPAK dan Persentase Angkatan Kerja Perempuan.. 57 Persentase Pejabat Struktural PNS Menurut Jenis Kelamin.. 2011. IDG Provinsi Menurut Peringkat.... IPG Provinsi Menurut Peringkat............ IPG Provinsi Menurut Peringkat..... 39 Gambar 3..... 51 Gambar 4. Gambar 4...4........... Gambar 5. 68 Gambar 5...5.9.5..... 2011...... 2007-2011 ..... Tren IDG Indonesia........ 2004-2011 .... 2010. 41 Gambar 3............... x PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 ........7....... Tren IPM dan IPG Indonesia.. 2004-2011 ..... 2009-2011 . Gambar 5. 69 Sebaran Provinsi Menurut Susunan Kuadran Berdasarkan IPM 2011 dan IPG 2011 ............... Gambar 5.. 78 Gambar 4... 41 Gambar 4. 59 Gambar 5.....6. Disparitas IPM-IPG Menurut Provinsi......3........... 56 Persentase PNS Menurut Jenis Kelamin. 53 Gambar 4.... 2004-2011.. Gambar 5.. 2011 . 20042011 ..2.6..... 71 Sebaran Provinsi Menurut Susunan Kuadran Berdasarkan IPM 2011 dan IDG 2011 ........ 74 Sebaran Provinsi Menurut Susunan Kuadran Berdasarkan IPG 2011 dan IDG 2011.......1... Perkembangan Persentase Perempuan Sebagai Tenaga Profesional....Gambar 3........2... Gambar 4..... 77 Hubungan antara IPG 2011 dan IDG 2011........ 57 Gambar 4. Pencapaian Komponen IDG Tahun 2011 ..... Gambar 5..

2011 . Kabupaten/Kota dengan IPG Tertinggi. dan IDG..... 61 Tabel 4.. Kabupaten/Kota dengan IDG Tertinggi................... 54 Tabel 4................3....... IPG.. 2010-2011 ... Provinsi dengan IDG Tertinggi...1...... 2010-2011 ... Kabupaten/Kota dengan IDG Terendah. 37 Tabel 3.. Pengelompokkan Provinsi Berdasarkan IPM...... 2010-2011.. 2010-2011 . Perkembangan Jumlah Anggota DPR RI..... 44 Tabel 4.5.......6........... 62 Tabel 4..2.. 1955-2009..... Upah Pekerja/Buruh Menurut Jenis Kelamin................ Pengelompokkan Provinsi Berdasarkan IPM. 2010 ..4..2... Provinsi dengan IDG Terendah. 21 Tabel 3......... 43 Tabel 3..5.... Provinsi dengan IPG Tertinggi............ Provinsi Dengan Peringkat Tertinggi dan Terendah Berdasarkan Rasio IPG terhadap IPM. 81 Tabel 5............ Kabupaten/Kota dengan IPG Terendah.. 43 Tabel 3.. 2010-2011 . 63 Tabel 5... Provinsi dengan IPG Terendah.... 2010-2011 .. Selisih IPM dan IPG menurut Provinsi.3.... dan Rasio (IPG/ IPM)........4....1..... 61 Tabel 4....... 2010-2011 ...... 73 Tabel 5.......DAFTAR TABEL Tabel 2....... Indeks Pembangunan Gender (IPG).... 2004-2011.. 2010-2011. 20072011 .. IPG........... 42 Tabel 3.....................1....... 2010-2011 ..... 2011..2...... 30 Tabel 3..1........... dan IDG.3........... 82 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 xi ... Perkembangan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

.

Secara tuntutan akan kualitas sumber daya manusia (SDM) perempuan paling tidak memiliki dampak pada dua hal. Kedua. perempuan akan menjadi mitra kerja aktif laki-laki dalam mengatasi masalah-masalah sosial. Persoalan paling penting yang menghalangi upaya peningkatan kualitas hidup yang setara adalah pendekatan pembangunan yang mengabaikan isu tentang kesetaraan dan keadilan gender. Namun demikian tidak dapat dipungkiri. atau agama yang terkadang dapat menjadi faktor penghambat untuk mencapai kesetaraan gender. selama ini peranserta kaum perempuan dalam pelaksanaan program pembangunan masih belum dimanfaatkan secara optimal. Tetapi pada kenyataannya. dengan kualitas yang dimiliki. Upaya pembangunan ini ditujukan untuk kepentingan seluruh penduduk tanpa membedakan jenis kelamin tertentu. mengingat fungsi reproduksi perempuan berperan dalam mengembangkan sumber daya manusia di masa datang. perempuan yang berkualitas turut mempengaruhi kualitas generasi penerus. persoalan lain seperti budaya. Ketertinggalan ini disebabkan oleh berbagai persoalan pelik yang seringkali saling berkaitan antara satu dengan lainnya.RINGKASAN EKSEKUTIF P embangunan kualitas hidup manusia merupakan upaya terusmenerus yang dilakukan pemerintah dalam rangka mencapai kehidupan yang lebih baik. PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 xiii . Faktor penyebab belum optimalnya peranserta perempuan dalam pembangunan karena masih rendahnya kualitas sumber daya perempuan sehingga tidak mampu untuk bersaing dalam berbagai bidang dengan mitra sejajarnya. Disadari. pada pelaksanaannya masih terdapat kelompok penduduk yang tertinggal dalam pencapaian kualitas hidup. Pertama. swasta maupun masyarakat sangat tergantung dari peranserta seluruh penduduk baik laki-laki maupun perempuan sebagai pelaku. dan sekaligus pemanfaat hasil pembangunan. Belum lagi. keberhasilan pembangunan yang dilaksanakan oleh pemerintah. ekonomi dan politik yang diarahkan pada pemerataan pembangunan.

adiministrasi dan teknisi. dan ekonomi.49 persen dari keseluruhan jumlah anggota DPR RI. perempuan juga relatif tertinggal dibandingkan laki-laki. baik di level nasional. manager.69 kemudian meningkat menjadi 72. Meski demikian. Ketertinggalan ini sangat berpengaruh terhadap hasil keputusan apapun yang menyangkut kepentingan perempuan baik di lembaga legislatif. meski relatif lambat. IPM nasional mencapai 68. maupun yudikatif. Hanya sayangnya. yudikatif serta lembaga swasta lainnya tidak lebih dari 45. xiv PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 .77 pada tahun 2011. Sementara itu. perempuan sebagai tenaga professional. keberhasilan pembangunan kualitas hidup yang diukur melalui IPM masih belum cukup efektif memperkecil kesenjangan antara laki-laki dan perempuan dalam pencapaian kapabilitas dasar di bidang kesehatan. provinsi maupun kabupaten dan kota. perkembangan pencapaian IPG dari tahun ke tahun terus meningkat. Fenomena kesenjangan ini secara statistik dapat ditunjukkan oleh pencapaian Indeks Pembangunan Gender (IPG) yang nilainya lebih kecil dari pencapaian IPM. manager. adiministrasi dan teknisi yang bekerja di lembaga eksekutif.75 persen dari seluruh tenaga tenaga professional.Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebagai ukuran kualitas hidup menunjukkan perkembangan yang semakin membaik dari waktu ke waktu. Bahkan di tingkat provinsi dan kabupaten dan kota keterwakilan perempuan sebagai anggota DPRD jauh lebih kecil. Dalam aspek pemberdayaan terutama keterlibatan perempuan dalam proses pengambilan keputusan kebijakan publik. akan tetapi tidak secepat peningkatan IPM. Pada tahun 2004. pendidikan. eksekutif. Namun demikian. Hasil pemilu legislatif tahun 2009 menempatkan keterwakilan perempuan sebagai anggota DPR hanya sekitar 17. Indeks Pemberdayaan Gender (IDG) sebagai ukuran keterlibatan perempuan dalam pengambilan keputusan dari waktu ke waktu menunjukkan kecenderungan yang semakin meningkat.

1 Pendahuluan .

PENDAHULUAN

1

1.1. Latar Belakang

D

ewasa ini, perhatian dunia terhadap pembangunan yang
berbasiskan gender semakin besar. Telah lama diketahui
bahwa hampir di seluruh negara telah terjadi diskriminasi
gender. Ketidakadilan gender atau diskriminasi gender
merupakan akibat dari adanya sistem (struktur) sosial dimana
salah satu jenis kelamin (laki-laki maupun perempuan) menjadi
korban. Hal ini terjadi karena adanya keyakinan dan pembenaran
yang ditanamkan sepanjang peradaban manusia dalam berbagai
bentuk dan cara yang menimpa kedua belah pihak, walaupun
dalam kehidupan sehari-hari lebih banyak dialami oleh
perempuan (BKKBN, 2007).
Beragam permasalahan yang dialami perempuan pada
masa lalu maupun kini, kian menjadi perhatian komunitas negara
-negara di dunia. Perhatian ini sebagai wujud ungkapan
keprihatinan sesama manusia atas terjadinya ketidakadilan di
berbagai hal yang menyangkut perempuan. Dalam berbagai
kesempatan kerap perempuan mengalami diskriminasi seperti
dijadikan objek eksploitasi, mengalami kekerasan, subordinasi,
serta adanya upaya marginalisasi perempuan. Kemudian
permasalahan lain yang kerap dialami perempuan yaitu double
burden (beban ganda) dimana peningkatan jumlah perempuan
yang bekerja di wilayah publik, tetapi tidak diiringi dengan
berkurangnya beban mereka di wilayah domestik. Akibatnya
mereka mengalami beban yang berlipat ganda.
Keprihatinan negara-negara di dunia diwujudkan dalam
berbagai bentuk pertemuan yang menghasilkan serangkaian
deklarasi dan konvensi dan telah tercatat dalam dokumen
sejarah. Dimulai dari dicetuskannya The Universal Declaration of
Human Rights (Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia), oleh

PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012

3

Majelis Umum PBB di tahun 1948 yang kemudian diikuti oleh
berbagai deklarasi serta konvensi lainnya.
Didalam perkembangannya, konvensi yang menjadi
landasan hukum tentang hak perempuan adalah Konvensi
Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Perempuan
(Convention on the Elimination of All Forms of Discrimination
Against Women) yang diadopsi oleh Majelis Umum PBB tahun
1979. Konvensi tersebut disebut juga Konvensi Wanita, atau
Konvensi Perempuan atau Konvensi CEDAW (Committee on the
Elimination of Discrimination Against Women). Selanjutnya, Hak
Asasi Perempuan yang merupakan Hak Asasi Manusia kembali
dideklarasikan dalam Konferensi Dunia ke-IV tentang Perempuan
di Beijing tahun 1995. Konferensi tersebut mengangkat 12 bidang
yang menjadi keprihatinan Negara-negara di dunia, mencakup:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.

Perempuan dan Kemiskinan,
Pendidikan dan Pelatihan Bagi Perempuan,
Perempuan dan Kesehatan,
Kekerasan Terhadap Perempuan,
Perempuan dan Konflik Bersenjata,
Perempuan dan Ekonomi,
Perempuan dan Kekuasaan serta Pengambilan Keputusan,
Mekanisme Kelembagaan Untuk Kemajuan Perempuan,
Hak Asasi Perempuan,
Perempuan dan Media,
Perempuan dan Lingkungan Hidup, serta
Anak Perempuan.

Selanjutnya pada tahun 2000, 189 negara anggota PBB
telah menyepakati tentang Deklarasi Milenium (Millennium
Declaration) untuk melaksanakan Tujuan Pembangunan Milenium
(Millennium Development Goals) atau MDG’s dengan
menetapkan target keberhasilannya pada tahun 2015. Ada
delapan komitmen kunci yang ditetapkan dan disepakati dalam
MDGs, salah satunya adalah mendorong tercapainya kesetaraan
dan keadilan gender dan pemberdayaan perempuan (Tujuan 3
MDG’s).
Sebagai bagian dari masyarakat dunia, Indonesia ikut serta
melaksanakan komitmen dengan mendorong upaya

4

PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012

jika IPM/IPG 80. pemerintah berkomitmen melaksanakan tujuan Pembangunan Milenium (MDG’s) dengan salah satu targetnya. Dalam publikasinya Human Development Report tahun 1995. Kelompok Menengah Atas. x 66. Apabila capian ini dapat dipertahankan dan ditingkatkan. jika IPM/IPG 66 Kelompok Menengah Bawah. PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 5 . Dalam publikasi tersebut terdapat kalimat “Development. is endangered”.41 persen. 50. menghilangkan ketimpangan gender di tingkat pendidikan dasar dan lanjutan pada tahun 2005.pembangunan menuju kesetaraan gender. Dua indikator tersebut yaitu rasio anak perempuan di Sekolah Menengah Pertama dan rasio anak perempuan di Sekolah Menengah Atas dengan capaian pada tahun 2011 masing-masing sebesar 103. kalimat ini sepertinya hendak menunjukkan bahwa apabila mengabaikan aspek gender maka akan menghambat suatu wilayah dalam melakukan pembangunan. jika IPM/IPG 50 Kelompok Rendah. Berdasarkan data statistik.45 persen dan 101. Sementara keempat target lainnya capaiannya sudah sangat bagus di atas 97 persen. Kelompok Tinggi. dimana target dari kedua indikator tersebut sebesar 100 persen. Dalam publikasi ini pertama kali diperkenalkan suatu indeks untuk mengukur pembangunan gender suatu wilayah yaitu Gender Development Index/GDI (Indeks Pembangunan Gender/IPG) dan indeks unutk mengukur peranan perempuan dalam bidang ekonomi dan pengambilan keputusan yaitu Gender Empowerment Measure/ GEM (Indeks Pemberdayaan Gender/IDG). tampaknya tujuan MDG’s dalam bidang gender sudah pada jalurnya (on the track). UNDP mengelompokkan tingkatkan pembangunan manusia ke dalam empat kategori. Dua dari enam indikator yang tercantum dalam target MDG’s bahkan sudah melampaui target yang ditetapkan. yaitu : 1. if not engendered. maka harapan unutk mencapai target MDG’s sangat mungkin diwujudkan. jika IPM/IPG x 80. UNDP mengangkat tema gender. Untuk itu. dan di semua jenjang pendidikan tidak lebih dari tahun 2015.

Bab 3. dan Indeks Pemberdayaan Gender (IDG). Untuk mengevaluasi sejauh mana peraturan-peraturan perundangan sudah responsif gender dan mendukung pengarusutamaan gender dapat dilihat dari data-data terpilah. menjelaskan tentang pencapaian IPG. serta sumber data. tujuan penulisan. 9 Tahun 2000 tentang Pengarusutamaan Gender yang bertujuan untuk menurunkan kesenjangan antara perempuan dan laki-laki Indonesia dalam mengakses dan memperoleh manfaat pembangunan serta meningkatkan partisipasi dalam dan penguasaan terhadap proses pembangunan. Tujuan Penulisan Publikasi ini disusun untuk melihat tingkat keberhasilan pembangunan manusia serta pencapaian pembangunan antara perempuan dan laki-laki di berbagai bidang yang direpresentasikan dengan Indeks Pembangunan Gender (IPG). Bab 5 menjelaskan mengenai hubungan antara IPM.2. Indikator-indikator yang menunjukkan capaian-capaian pembangunan berbasis gender akan memberikan gambaran yang nyata tentang pengarusutamaan gender di Indonesia. Bab 2. menjelaskan tentang latar belakang masalah. menjelaskan tentang gambaran umum gender di Indonesia dan capaiannya terutama jika dibandingkan dengan capaian negara-negara lain di ASEAN. sistematika penulisan. Selain itu juga menelusuri hubungan antara IPM. Menanggapi hal tersebut. dan 6 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 .3. menjelaskan tentang pencapaian IDG.Makin disadarinya arti pentingnya aspek gender dalam segala bidang pembangunan membawa dampak positif dalam upaya menuju pengarusutamaan gender. 1. Diharapkan publikasi ini dapat digunakan sebagai pembuka wawasan tentang pembangunan manusia yang berbasis gender. Sistematika Penulisan Penulisan pembangunan manusia berbasis gender ini terdiri dari 5 (lima) bab. Melalui Inpres ini muncul momentum bagi kemajuan perempuan dan peningkatan kesetaraan gender yang akhirnya diperluas hingga perencanaan dan penganggaran yang inklusif gender. Bab 1. IPG. 1. IPG. Bab 4. pemerintah telah mengeluarkan INPRES No. dan IDG.

Sementara angka harapan hidup dihitung menggunakan data Susenas yang dikoreksi dengan data Supas dan Proyeksi Penduduk. Data Susenas Kor digunakan untuk menghitung indikator pembentuk IPG. 1.IDG. Sumber Data Sumber data utama yang digunakan (khususnya dalam penghitungan IPG dan IDG) adalah data Susenas Kor. PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 7 .4. Susenas Modul Konsumsi dan data Sakernas. dan Indeks Harga Konsumen (IHK) serta data sekunder lainnya. Proyeksi Penduduk (SP 2000). Sementara untuk data penunjang digunakan data Supas. Sementara data Sakernas digunakan untuk menghitung komponen IPG dan IDG yang menyangkut indikator ketenagakerjaan. yaitu Angka Melek Huruf dan Rata-rata Lama Sekolah.

.

2 Gambaran Umum Pembangunan Manusia di Indonesia .

.

Di sisi lain. Brunei PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 11 . kesehatan dan kesejahteraan mulai terlihat bergeser. Sementara Indeks ketimpangan gender menggambarkan ketimpangan gender dalam tiga dimensi yaitu kesehatan.523 dan 0. Peningkatan IPM tidak secara langsung menggambarkan peringkat kualitas pembangunan manusia. reproduksi. meskipun selama dua dekade IPM Myanmar telah meningkat secara signifikan. Sebagai contoh.524. namun Myanmar tetap menjadi negara dengan IPM terkecil dikawasan ASEAN. Negara-negara dengan nilai IPM tinggi di kawasan ASEAN berturut-turut adalah Singapura. Secara singkat perbandingan antar Negara ASEAN bisa dilakukan dengan membandingkan indikator-indikator yang menggambarkan variabel-variabel tersebut seperti Indeks Pembangunan Manusia dan Indeks Ketimpangan Gender. Berbagai masalah mengenai pendidikan.Gambaran Umum Pembangunan Manusia di Indonesia 2 2. pendidikan dan kesejahteraan.1. Indeks Pembangunan Manusia adalah salah satu indeks yang mengukur tentang tingkat pembangunan manusia yang diukur dari tiga indikator yaitu kesehatan. dan pemberdayaan perempuan. Perbandingan Capaian Pembangunan Manusia di Negara ASEAN Indeks Pembangunan Manusia dan Komponennya P ersoalan pembangunan manusia berbasis gender di wilayah ASEAN sudah mulai mendapat perhatian yang cukup serius yang ditunjukkan dengan adanya peningkatan indikator-indikator pembangunan yang berkaitan dengan gender. Peringkat terendah berikutnya adalah Laos dan Cambodia dengan nilai IPM di tahun 2011 berturut-turut adalah 0.483 pada tahun 2011. Angka IPM Myanmar merupakan yang terkecil dibandingkan Negara ASEAN lainnya yaitu 0. Secara umum perbandingan IPM antar negara ASEAN menunjukkan disparitas yang cukup tinggi sejak tahun 1990.

838. maka Negara-negara yang berada pada peringkat tinggi untuk nilai IPM-nya mempunyai nilai tinggi untuk dimensi kesehatan.1. sementara nilai terendah dicapai oleh Myanmar sebesar 0. Rincian selengkapnya dapat dilihat pada gambar 2.965. Malaysia dan Brunei Darussalam. Dimensi kesehatan diukur berdasarkan angka harapan hidup pada saat lahir (e0). Indonesia berada pada posisi ke 7.866.617. dan 0. Nilai tertinggi untuk dimensi kesehatan dicapai oleh Singapura dengan indeks dimensi kesehatan sebesar 0. Bila ditelusuri lebih jauh berdasarkan komponen pembentuknya. Indonesia berada pada urutan ke enam indeks diemensi kesehatan dengan capaian sebesar 0.761 untuk tahun 2011. Komponen kedua adalah dimensi pendidikan yang diukur berdasarkan harapan lama sekolah (EYS). Philipna. Untuk Negara ASEAN. dan Cambodia. 0.584.779. Myanmar. dengan nilai capaian sebesar 0. Negara-negara yang dimensi kesehatannya berada dibawah Indonesia adalah Laos. Negara -negara yang dimensi pendidikan dibawah Indonesia adalah 12 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 . dan rata-rata lamanya sekolah (Mean Years of Schooling).682. Rata-rata IPM dunia tahun 2011 adalah 0. ataupun gabungan dari tiga dimensi pembentuk IPM1.Darussalam dan Malaysia masing-masing dengan IPM 0. Indonesia berada pada posisi ke enam dengan nilai 0. Negara yang mempunyai nilai dimensi pendidikan tinggi adalah Singapura.713.

Cambodia. dan 1. Cambodia. yang menunjukkan bahwa perempuan dan laki-laki kehilangan kesempatan yang sama. yang menunjukkan bahwa perempuan kehilangan lebih banyak dibandingkan laki-laki. Nilainya berkisar dari 0. Dimensi kesehatan diukur menggunakan dua indikator yaitu tingkat kematian ibu (maternal mortality rate) dan tingkat kesuburan remaja (adolescent fertility rate).Vietnam. Komponen ketiga yang nilainya terbesar untuk Negara-negara dengan IPM tinggi di ASEAN adalah pendapatan. dan pasar tenaga kerja. Dimensi PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 13 . sementara Myanmar. Brunei Darussalam. Laos. Komponen pendapatan ini diukur dari pengeluaran per kapita riil yang disesuaikan (PPP). dan Laos. Myanmar. Indeks yang terbentuk menunjukkan kehilangan dalam pembangunan manusia yang diakibatkan oleh adanya perbedaan gender. Malaysia dan Thailand mempunyai nilai per kapita riil di atas Indonesia. Singapura. Gambaran secara lengkap dapat dilihat pada gambar 2.2. Vietnam dan Philipina mempunyai pendapatan perkapita riil dibawah Indonesia. pemberdayaan. Indeks Ketimpangan Gender Indeks ketimpangan gender (Gender Inequality Index) mencerminkan ketimpangan perempuan yang dilihat dalam tiga dimensi yaitu kesehatan reproduksi.

Bila dilihat lebih jauh berdasarkan komponennya maka salah satu penyebab terjadi ketimpangan adalah rasio 14 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 . dan juga untuk menyediakan data empiris untuk analisis kebijakan dan upaya advokasi. dan capaian tingkat pendidikan menengah dan tinggi dari tiap gender.5 pada tahun 2011. Penurunan yang signifikan terjadi di Negara Laos dimana pada tahun 1995 IKD tercatat sebesar 0. dalam kurun waktu 15 tahun telah terjadi penurunan indeks ketimpangan gender di kawasan Negara-negara ASEAN. Hal ini berarti telah terjadi penurunan ketimpangan akibat adanya perbedaan gender.pemberdayaan juga didekati dengan dua indikator yaitu proporsi kursi parlemen dipegang oleh laki-laki atau perempuan. Indeks Ketimpangan Gender (IKG) dirancang untuk mengungkapkan sejauh mana prestasi nasional dalam aspek pembangunan manusia yang hilang akibat adanya perlakuan ketidaksetaraan gender. Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh HDR (Human Development Report). Untuk tahun 2011 negara dengan nilai IKD terendah adalah Singapura. Indonesia juga mempunyai IKD yang hampir sama dengan Cambodia dan Laos yang termasuk pada kategori tertinggi di kawasan ASEAN.8 menurun menjadi 0. Dimensi tenaga kerja diukur dengan partisipasi perempuan dalam angkatan kerja.

kualitas perempuan yang duduk dalam parlemen juga menjadi penting karena akan mempengaruhi peraturan-peraturan atau keputusan terkait perempuan.perempuan terhadap laki-laki di parlemen. Pekerjaan pengasuhan anak ini berakibat pada banyaknya perempuan yang tinggal di rumah sehingga akibat jangka panjangnya adalah tidak banyak perempuan yang PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 15 . Selain masalah persentase. sebaliknya Singapura yang mempunyai rasio keterwakilan perempuan yang tinggi mempunyai nilai indeks ketimpangan yang sangat rendah. Rasio keterwakilan perempuan terhadap laki-laki di parlemen di Negara ASEAN terlihat berbanding terbalik dengan nilai indeks ketimpangan gender di Negara yang bersangkutan. Sudah bukan rahasia lagi bila jumlah keterwakilan perempuan di parlemen hampir di semua Negara sangat sedikit. Banyak penyebab dari rendahnya keterwakilan perempuan di parlemen misalnya adanya pemikiran bahwa tanggung jawab pengasuhan anak sepenuhnya ada pada perempuan. Di beberapa Negara keterwakilan perempuan pada level pengambil keputusan merupakan posisi yang kritis bagi terlaksananya demokrasi di suatu Negara (Sun. 2005). Myanmar yang mempunyai rasio keterwakilan perempuan dan laki-laki rendah mempunyai nilai indeks ketimpangan yang tinggi. Hal ini tidak sesuai dengan populasi perempuan di masing-masing Negara.

kekuasaan dan pengaruh diserahkan kepada kaum laki-laki. Perbedaan peran antara laki-laki dan perempuan yang tidak seimbang ini juga sangat dipengaruhi oleh budaya dan kultural masyarakat Indonesia yang terdiri dari banyak etnis dan suku. Akibatnya terjadilah pembagian peran gender yaitu Peran Domestik dan Peran Publik.2. 2. kekuasaan. Setiap masyarakat suku di Indonesia mempunyai ciri khas tersendiri dalam memaknai peran gender di Indonesia. dilanggengkan oleh interpretasi agama dan mitos-mitos. yang kemudian disosialisasikan. Perbedaan gender antara laki-laki dan perempuan ditentukan oleh sejumlah faktor yang ikut membentuk. pendidikan. Perbedaan jenis kelamin sering dipergunakan masyarakat untuk membentuk pembagian peran (kerja) laki-laki dan perempuan atas dasar perbedaan tersebut. Di Indonesia. Akibat pembagian kerja yang tidak seimbang melahirkan ketimpangan peran laki-laki dan perempuan yang berakibat ketidakadilan gender yang merugikan perempuan. ketimpangan gender terlihat dari segala aspek antara lain dalam lingkungan keluarga. sedangkan peran publik yang menghasilkan uang. Dalam realitas kehidupan telah terjadi perbedaan peran sosial laki-laki dan perempuan yang melahirkan perbedaan status sosial di masyarakat. dan dalam Pemerintahan. Peran domestik cenderung tidak menghasilkan uang. diperkuat. bahkan dibentuk melalui sosial atau kultural. dan pengaruh. kependudukan. Seager (1997) mengatakan kalau laju dari keterwakilan perempuan di Parlemen sangatlah lambat sehingga UN memperkirakan bahwa dengan laju seperti ini keseimbangan antara laki-laki dan perempuan di parlemen baru akan bisa dicapai pada tahun 2490. ekonomi. pekerjaan. Peran ini lebih banyak diserahkan kepada kaum perempuan. melakukan control dan menerima manfaat pembangunan di segala bidang kehidupan. 1992). Permasalahan Gender di Indonesia Kesetaraan gender dimaknai sebagai kesamaan kondisi bagi laki-laki dan perempuan untuk memperoleh kesempatan serta hak-haknya sebagai manusia dalam berperan dan berpartisipasi. Namun 16 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 . dimana laki-laki lebih diunggulkan dari perempuan melalui konstruksi sosial.berinteraksi secara publik (Heines.

demikian, secara umum menunjukkan bahwa ada dominasi lakilaki dalam kehidupan sehari-hari.
Peran Domestik dalam Keluarga
Meskipun perempuan ditempatkan pada peran domestik di
lingkungan keluarga, namun posisi perempuan Indonesia di
lingkungan keluarga selalu dinomor-duakan. Karena berperan
sebagai pencari nafkah, posisi kepala rumah tangga pada
umumnya akan diserahkan kepada laki-laki/suami kecuali jika
perempuan tersebut adalah seorang janda atau tidak ada lakilaki dalam suatu keluarga. Meskipun peran perempuan sangat
banyak dalam suatu keluarga seperti mengurus rumah tangga dan
anak-anak, tetapi posisi kepala keluarga tetap diserahkan kepada
laki-laki. Hanya ada sekitar 13,9 persen rumah tangga yang
kepala rumah tangganya perempuan (Susenas 2010).
Selama ini pemahaman masyarakat Indonesia
merekonstruksi bahwa secara kodrat perempuan lemah dan lakilaki kuat, sehingga untuk menjadi pemimpin dalam sebuah
keluarga tetap diserahkan kepada laki-laki. Hal ini menunjukkan
dominasi laki-laki pada peran domestik. Keadaan tersebut
menyebabkan posisi perempuan sarat dengan pekerjaan yang
beragam, dalam waktu yang tidak terbatas, dan dengan beban
yang cukup berat, seperti memasak, mengurus rumah, mengurus
anak, dan sebagainya. Pekerjaan domestik tersebut dilakukan
bersama-sama dengan fungsi reproduksi, seperti haid, hamil,
melahirkan, dan menyusui. Penempatan perempuan pada tugas
domestik sepenuhnya mengakibatkan potensi perempuan untuk
melakukan hal produktif menjadi berkurang. Tercatat ada sekitar
33,5 persen perempuan yang hanya mengurus rumah tangga
sehingga tidak dimasukkan sebagai angkatan kerja (Sakernas
Februari 2011). Bagi para perempuan/istri yang bekerja, maka
tugasnya menjadi berlipat ganda yaitu tugas sebagai pencari
nafkah sekaligus tugas untuk mengurus keluarga. Hal ini
mengakibatkan jam kerja perempuan juga menjadi lebih banyak
dibandingkan laki-laki.
Lemahnya posisi perempuan dalam keluarga
memungkinkan untuk mendapatkan perlakuan kekerasan fisik
baik dari dalam lingkungan keluarga, maupun dari lingkungan

PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012

17

sekitarnya, seperti KDRT dan pemerkosaan. Biasanya kejadiankajadian tersebut tidak terlaporkan karena merupakan aib bagi
keluarga maupun bagi perempuan tersebut. Namun seiring
dengan keterbukaan informasi dan mengemukakan pendapat
maka kejadian-kejadian tersebut mulai banyak yang terlaporkan.
Hasil survei Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan
menunjukkan adanya peningkatan jumlah kekerasan terhadap
perempuan. Pada tahun 2011 terdapat 119.107 kejadian,
meningkat 13,3 persen dibandingkan tahun 2010 (105.103
kejadian). Sebagian besar kejadian ini adalah KDRT (Kekerasan
Dalam Rumah Tangga).
Kesempatan Memperoleh Pendidikan
Selama ini kesempatan untuk memperoleh pendidikan yang
setara antara laki-laki dan perempuan belum sepenuhnya
terpenuhi. Beberapa indikator menunjukkan adanya kesenjangan
gender dalam pendidikan di Indonesia. Kecenderungannya adalah
semakin tinggi jenjang pendidikan, semakin meningkat
kesenjangan gendernya, dimana proporsi laki-laki yang
berpendidikan semakin lebih besar dibandingkan dengan proporsi
perempuan yang bersekolah khususnya di perkotaan (Gambar
2.5). Dari penduduk perempuan berusia 10 tahun keatas, masih
terdapat 27,8 persen yang tidak mempunyai ijasah, lebih besar
daripada laki-laki yaitu 22,3 persen.

18

PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012

Kesenjangan ini disebabkan oleh berbagai hal di antaranya
adalah pertimbangan prioritas bahwa nilai ekonomi anak laki-laki
lebih tinggi dibandingkan anak perempuan, karena laki-laki harus
mencari nafkah sehingga harus lebih dibekali pendidikan
dibandingkan anak perempuan. Hal ini banyak dijumpai pada

keluarga yang kondisi ekonominya terbatas, dimana harus
mempunyai pilihan dalam prioritas pendidikan khususnya bagi
anak laki-laki.
Pada era sekarang, pendidikan di Indonesia telah mencapai
kemajuan dalam meningkatkan kesetaraan dan keadilan bagi
penduduk laki-laki dan perempuan. Hal itu dapat dibuktikan
antara lain dengan semakin membaiknya rasio partisipasi
pendidikan dan tingkat melek huruf penduduk perempuan
terhadap penduduk laki-laki. Untuk mengukur kesenjangan
partisipasi pendidikan antara perempuan dan laki-laki digunakan
rasio Angka Partisipasi Murni (APM) perempuan terhadap lakilaki. Pada jenjang pendidikan dasar (SD) rasio APM-nya telah
mencapai angka 100 pada tahun 2011, bahkan pada tingkat SLTP
diatas 100. Namun demikian pada jenjang SLTA rasio APM masih
95,9. Hal ini menunjukkan pada level yang lebih tinggi
pencapaian kesetaraan pendidikan semakin berkurang.
Kesempatan Bekerja dan Berusaha
Pada era sekarang ini, peran perempuan dalam pemenuhan
PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012

19

Keterlibatan perempuan dalam dunia kerja juga masih belum maksimal. Sedangkan laki-laki yang bukan merupakan angkatan kerja hanya 15.5 persen mengurus rumah tangga. tercatat 39 persen penduduk berusia 15 tahun keatas yang bekerja adalah perempuan dan sepertiganya merupakan pekerja keluarga yang secara ekonomi tidak mendapatkan imbalan jasa.9 berbanding 55. Meskipun angka TPAK perempuan kecil. Ini menunjukkan partisipasi perempuan dalam memperoleh pekerjaan mengalami peningkatan setiap tahun. namun demikian peluang untuk bekerja dan berusaha masih lebih kecil dibandingkan lakilaki.1 pada 2011. Hal ini juga menunjukkan bahwa penduduk perempuan 15 tahun keatas yang bukan merupakan angkatan kerja cukup besar yaitu 44.7 persen. Sementara 20 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 . Angka ini lebih besar dibandingkan pekerja keluarga laki-laki yang hanya 8.ekonomi keluarga semakin meningkat. yaitu 84. Pembagian tugas dalam keluarga. namun rasio TPAK perempuan terhadap laki-laki cenderung mengalami peningkatan selama 5 tahun terakhir yaitu dari 0.61 pada tahun 2007 menjadi 0. dimana 33.65 pada tahun 2011. Hal ini dapat dilihat dari Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) laki-laki jauh lebih tinggi dibandingkan dengan TPAK perempuan.9 persen.1 persen. dimana laki-laki berkewajiban mencari nafkah menjadikan kesempatan bekerja untuk perempuan menjadi lebih kecil.

Demikian juga dengan kesetaraan dalam memperoleh imbal jasa belum sepenuhnya diterima para buruh/karyawan perempuan di Indonesia.640. namun pekerjaan yang diperoleh masih tetap berdasarkan konsep gender.927 0. Pada tahun Tabel 2. Meskipun setiap tahun terjadi peningkatan jumlah perempuan yang bekerja diluar rumah.kesempatan bagi perempuan baik menjadi pengusaha atau sebagai buruh/pegawai masih dibawah laki-laki (Gambar 2.8 persen dari upah yang diterima laki-laki.979 0.697 873.031.348 773.75 2008 1.8).308 854. Hanya sebagian kecil perempuan yang mendapat kesempatan untuk menduduki jabatan manager atau direktur.052 0.75 2010 1.141.103 0.75 2009 1.1 Upah Pekerja/Buruh Menurut Jenis Kelamin.78 Sumber : BPS PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 21 .222. yaitu hanya sekitar 77.275.165. Buruh/karyawan perempuan menerima upah yang lebih rendah dibandingkan laki-laki. 20072011 Tahun Laki-laki Perempuan Rasio Upah 2007 1.368 953.78 2011 1.472 1. Pekerjaan kaum perempuan lebih banyak pada posisi yang bukan sebagai pengambil keputusan.653 0.

640. mengakibatkan terjadinya migrasi keluar negeri untuk mendapatkan penghasilan.7 dari total TKI yang tercatat di BNP2TKI. Namun demikian. Ironisnya sebagian besar tenaga kerja Indonesia tersebut adalah perempuan atau yang dikenal dengan istilah TKW (Tenaga Kerja Wanita). belum termasuk TKW yang pergi secara illegal. maka sebagian besar tenaga kerja Indonesia bekerja di sektor informal seperti pembantu rumah tangga dan buruh bangunan. Angka persentase ini jauh lebih kecil dibandingkan tahuntahun sebelumnya. Selama 5 tahun terakhir proporsi upah yang diterima buruh perempuan relatif mengalami sedikit peningkatan (Tabel 1). jauh lebih kecil dari upah buruh laki-laki yaitu sebesar Rp.653. 1.027 TKW atau sebesar 64. 22 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 . karena adanya perjanjian moratorium TKI dengan beberapa Negara penerima TKI karena terjadinya kasus kekerasan terhadap TKW. rata-rata upah buruh perempuan selama sebulan sebesar Rp. Kurangnya kesempatan kerja di dalam negeri. 1. telah menarik minat sebagian orang untuk menjadi tenaga kerja di luar negeri.2011.275. Pada tahun 2011 terdapat 376. karena minimnya pendidikan. Tingkat permintaan tenaga kerja di beberapa negara.472.

Masalah kesenjangan gender juga terlihat dari perbedaan komposisi perempuan dan laki-laki yang menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Hal ini terlihat dari jumlah perempuan yang menjadi pemimpin dalam masyarakat dinilai masih sangat jauh dibandingkan dengan laki-laki. penakut. inferior. dan feminin yang menyebabkan perempuan ditempatkan dalam peran-peran yang dianggap kurang penting. terutama dalam peran pengambil keputusan. hanya sedikit perempuan yang mencalomkan diri. jumlahnya semakin berimbang. lemah. Sebagai contoh dalam pilkada kabupaten/kota. emosional. Potensi perempuan sering dinilai lebih rendah oleh sebagian besar masyarakat sehingga mengakibatkan sulitnya mereka menembus posisi-posisi strategis dalam komunitasnya. Namun seiring dengan perkembangan waktu. apalagi kemudian terpilih menjadi bupati/ walikota. bodoh. Sedangkan pada level provinsi hanya ada gubernur Banten yang berjenis kelamin perempuan.Kesempatan dalam Pemerintahan Selama ini berkembang sebuah pandangan yang tidak adil bagi perempuan dimana perempuan dianggap memiliki sifat yang melekat antara lain irasional. Pada tahun 2011 persentase PNS PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 23 . Pada tahun 2012 hanya ada 10 perempuan yang menjadi bupati/walikota dibandingkan dengan jumlah seluruh kabupaten/kota di Indonesia yang berjumlah 492.

2/P/M/1971.7/1983. 10/1994 tentang prosedur memperoleh NPWP. Peraturan Menteri Pertambangan No. tunjangan keluarga dan tunjangan kesehatan-perempuan dianggap lajang sehingga suami dan anak-anak tidak mendapatkan tunjangan sebagaimana yang diterima pekerja lakilaki.K440/01/2/1984 dan No. Pemerintah secara resmi telah menganut dan menetapkan kesepakatan atas persamaan antara perempuan dan laki-laki sebagaimana termuat dalam UUD 45 Pasal 27. Produk Undang-Undang Terkait Gender Sejak awal berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia.perempuan sebesar 46. Sejumlah peraturan perundangan tersebut tidak mampu mengakomodir kesetaraan gender yang telah dijamin oleh UUD. Selain itu.5 persen. berdasarkan data Komnas Perempuan tahun 2012 telah teridentifikasi ada sekitar 282 peraturan daerah yang diduga bias gender. Seperti dalam UU mengenai sistem pengupahan tenaga kerja perempuan. serta pasal 8 UU No. 24 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 . 37 Tahun 1967 tentang Sistem Pengupahan di lingkungan perusahaan negara. Ketentuan ini termuat dalam Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja No. dimana pada 5 tahun yang lalu persentase PNS perempuan hanya 42.4/1988 tentang tunjangan kesehatan. 7 Tahun 1990 tentang Upah.4 persen (Gambar 2.01/GKKU/3/1978 dan SE Menaker No. dalam perkembangannya beberapa Undang-Undang (UU) yang selama ini berlaku di Indonesia. PP No.10). Namun demikian. Persentase ini semakin berimbang. Peraturan Menteri Pertanian No. disadari mempunyai arti yang masih diskriminatif terhadap perempuan. pasal 4 Peraturan Menteri Keuangan No. 947/KMK/04/1983 dan Pasal 8 UU No.

3 Pencapaian Pembangunan Gender .

.

yakni kesamaan kondisi bagi laki-laki dan perempuan untuk memperoleh kesempatan serta hak-haknya sebagai manusia dalam berperan dan berpartisipasi di segala bidang kehidupan. ukuran yang bersifat komprehensif dan representatif mutlak dibutuhkan. Sementara itu. United Nations Development Programs (UNDP) melalui Laporan Pembangunan Manusia Tahun 1995 memperkenalkan ukuran pembangunan manusia yang bersifat gabungan (komposit) dari empat indikator. marginalisasi dan kekerasan terhadap perempuan dan laki-laki. namun jauh lebih luas pengertiannya. Untuk mengetahui sejauh mana tingkat keberhasilan pembangunan yang selama ini dilaksanakan dengan mengakomodasi persoalan gender. yang PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 27 . subordinasi. kesempatan berpartisipasi. Namun didalam perkembangannya.PENCAPAIAN PEMBANGUNAN GENDER K 3 esetaraan gender bukan dimaknai sebagai perbedaan fisik semata. Beberapa ukuran tentang kesetaraan dan keadilan gender telah digunakan banyak pihak. meski ukuran tersebut masih bersifat tunggal (single variable). keadilan gender merupakan proses dan perlakuan adil terhadap perempuan dan laki-laki sehingga dalam menjalankan kehidupan tidak ada pembakuan peran. dan kontrol atas pembangunan serta memperoleh manfaat yang setara dan adil dari pembangunan. maka diperlukan sebuah ukuran yang dapat menjelaskan bahwa pencapaian Kesetaraan dan Keadilan Gender telah berjalan sebagaimana mestinya sesuai dengan kebijakan nasional yang ditetapkan melalui Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2010 tentang RPJMN Tahun 2010-2014 dan dipertegas dalam instruksi Presiden Nomor 9 tahun 2000 tentang Pengarusutamaan Gender (PUG). Terwujudnya Kesetaraan dan Keadilan Gender (KKG) ditandai dengan tidak adanya diskriminasi antara perempuan dan laki-laki dalam memperoleh akses.

Pada bab ini akan dibahas mengenai pencapaian pembangunan gender di Indonesia yang mencakup perkembangannya hingga tahun 2011. Nilai-nilai sosial budaya patriarki ini secara langsung maupun tidak langsung dapat menempatkan laki-laki dan perempuan pada kedudukan dan peran yang berbeda dan tidak setara. Untuk itu. tetapi juga dalam praktek kehidupan sehari-hari. implementasi pada kehidupan sehari-hari khususnya upaya peningkatan kapabilitas dasar penduduk perempuan belum sepenuhnya dapat diwujudkan karena masih kuatnya pengaruh nilai-nilai sosial budaya yang patriarki.1. Program peningkatan kapabilitas dasar yang dimaksud mencakup berbagai pelayanan dasar kesehatan. PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 .menyoroti tentang status perempuan khususnya mengukur prestasi dalam kemampuan dasar. Melalui IPG perbedaan pencapaian yang menggambarkan kesenjangan pencapaian antara laki-laki dan perempuan dapat terjelaskan. Sementara itu. diperlukan upaya lebih serius dan berkesinambungan dalam mewujudkan persamaan status dan kedudukan antara laki-laki dan perempuan melalui berbagai program pembangunan seperti peningkatan peran perempuan IPG mengukur hal yang sama seperti IPM hanya komponen yang digunakan dibedakan menurut jenis kelamin. 2003). 3. Hasil pengurangan antara IPM dengan IPG mengindikasikan adanya kesenjangan pencapaian kapabilitas antara laki-laki dan perempuan. pendidikan. Jaminan persamaan status dan kedudukan ini meliputi partisipasi dalam program pembangunan terutama dalam peningkatan kualitas hidup melalui program-program peningkatan kapabilitas dasar (BPS. 1 28 Persamaan status dan kedudukan merujuk pada tidak adanya perbedaan hak dan kewajiban antara perempuan dan laki -laki yang tidak hanya dijamin oleh perundang-undangan. Namun kenyataannya. Pencapaian Pembangunan Gender IPG mengukur hal yang sama seperti IPM hanya komponen yang digunakan dibedakan menurut jenis kelamin. pencapaian komponen IPG dan disparitas IPG antar wilayah. pencapaian pembangunan manusia secara umum dapat dilihat dengan menggunakan indeks pembangunan manusia. Ukuran komposit yang dimaksud adalah Indeks Pembangunan Gender (IPG)1. 1998). Belum lagi persoalan ketidaktepatan pemahaman ajaran agama yang seringkali menyudutkan kedudukan dan peranan perempuan di dalam keluarga dan masyarakat (Parawansa. dan kemudahan akses ekonomi yang diberikan pemerintah kepada semua penduduk.

organisasi perempuan dan lembaga-lembaga lainnya. Gap antara IPM dengan IPG masih terlihat tetap dan cenderung tidak berubah dari besarannya PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 29 . dan peningkatan kualitas kelembagaan berbagai instansi pemerintah. Melalui upaya ini diharapkan peningkatan kapabilitas dasar perempuan akan dapat segera diwujudkan. Hal ini dapat diindikasikan dengan adanya peningkatan IPG selama kurun waktu 2004-2011 (Gambar 3.80 pada tahun 2011.dalam pengambilan keputusan di berbagai proses pembangunan. Pada tahun 2004 IPG secara nasional telah mencapai 63. Secara umum pencapaian pembangunan gender di Indonesia dari waktu ke waktu memperlihatkan perkembangan yang semakin membaik. Namun perlu diperhatikan bahwa peningkatan IPG dalam kurun waktu 2004-2011 tersebut belum memberikan gambaran yang menggembirakan apabila dilihat dari kerangka pencapaian persamaan status dan kedudukan menuju kesetaraan dan keadilan gender.81 pada tahun 2007 dan bergerak naik lagi secara perlahan hingga menjadi 67. Hal ini dikarenakan pencapaian IPG selama kurun waktu tersebut masih belum mampu mengurangi jarak secara nyata dalam pencapaian kapabilitas dasar antara laki-laki dan perempuan.94.1). kemudian naik menjadi 65. penguatan peran masyarakat.

08 65.1 Perkembangan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).94 93. dan Rasio (IPG/IPM). upaya pembangunan manusia dalam rangka meningkatkan kualitas hidup selama beberapa dekade telah mengalami kemajuan. yaitu IPG yang menunjukkan angka lebih rendah dibanding IPM.3 2009 71. 30 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 . Besaran rasio yang diperoleh berdasarkan perbandingan antara IPG terhadap IPM pada kisaran 93 persen. Keberhasilan upaya peningkatan kapabilitas dasar penduduk pada gilirannya akan berdampak pada peningkatan angka IPG.69 63. Indeks Pembangunan Gender (IPG). Hal ini dapat dimaknai bahwa masih terjadi kesenjangan gender meski IPG memperlihatkan perkembangan yang selalu meningkat selama periode 2004-2011 (Tabel 3.27 67.77 67.57 65.59 65.20 93. hasil yang dicapai dalam upaya pembangunan kualitas hidup masih tampak kentara yang cenderung menguntungkan kelompok tertentu.0 2011 72.77 93. Pada perkembangannya. Fenomena ini tercermin dari indikator komposit yang digunakan untuk menilai kesenjangan gender.1 2005 69.2 Sumber : BPS Harus diakui.27 93.1 2007 70.76 66.13 93.81 93.2 2008 71. 2004-2011 Tahun Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indeks Pemberdayaan Gender (IPG) Rasio % 2004 68. Namun.17 66.Tabel 3.1). Untuk itu. diperlukan upaya yang lebih serius dalam meningkatkan kapabilitas dasar penduduk baik bagi penduduk laki-laki maupun perempuan melalui berbagai kebijakan pembangunan di berbagai bidang kehidupan sehingga gap yang terjadi antara kapabilitas dasar laki-laki dan perempuan dapat diperkecil jaraknya.38 93.80 93. selama kurun waktu 2004-2011 secara nasional IPG selalu menunjukkan posisi lebih rendah dibandingkan IPM.6 2006 70.0 2010 72.

Angka Harapan Hidup Angka harapan hidup (AHH) adalah rata-rata perkiraan banyak tahun yang dapat ditempuh oleh seseorang selama hidup. kemudian tahun berikutnya meningkat lagi menjadi 71. pendidikan maupun hidup layak selama kurun waktu 2004-2011 terus mengalami peningkatan seiring dengan pelaksanaan program-program pembangunan. Secara umum pembangunan di bidang kesehatan di Indonesia telah membawa dampak semakin membaiknya kualitas kesehatan penduduk. dalam jangka panjang perbedaan tersebut diperkirakan semakin mengecil sejalan dengan perbaikan pelayanan di bidang kesehatan.2. Pada tahun 2004 AHH perempuan mencapai 69.72 tahun pada tahun 2011.69 tahun pada tahun 2011.60 tahun. Hal ini berarti bahwa kapabilitas dasar perempuan yang terangkum dalam dimensi kesehatan. pada gambar tersebut terlihat pola peningkatan AHH perempuan yang juga diikuti oleh peningkatan AHH laki-laki namun peningkatan kedua AHH tersebut tidak cukup nyata untuk mempersempit gap antara pencapaian AHH perempuan dan laki-laki. Indikator ini sering digunakan untuk mengevalusi kinerja pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan penduduk khususnya di bidang kesehatan. Peningkatan AHH perempuan juga diikuti dengan peningkatan AHH laki-laki.2 memperlihatkan AHH laki-laki dan perempuan selama periode 2004-2011. Gambar 3. Tetapi. Dari gambar tersebut terlihat bahwa perkembangan AHH perempuan mengalami peningkatan selama periode 2004-2011. Pada tahun 2004 AHH laki-laki mencapai 65. Pada subbab ini akan dibahas perkembangan masing-masing komponen IPG.70. Pencapaian Komponen Indeks Pembangunan Gender Peningkatan IPG selama kurun waktu 2004-2011 tersebut tentunya akan dipengaruhi oleh peningkatan beberapa komponen IPG itu sendiri. Lebih jauh. meningkat menjadi 67. Jika dilihat secara umum terlihat bahwa AHH laki-laki cenderung empat tahun lebih rendah dibanding AHH perempuan.3. hanya saja level yang dicapai masih dibawah perempuan yaitu di angka 60-an tahun. Hal ini dapat dilihat dari perkembangan AHH yang meningkat dari waktu ke waktu baik laki-laki maupun PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 31 .

hipertensi. dan kemampuan bertahan hidup. Hasil kajian dari aspek kesehatan. Angka Melek Huruf & Rata-rata Lama Sekolah Kemajuan di bidang pendidikan memiliki andil yang sangat besar dalam kemajuan pembangunan manusia karena pendidikan membawa dampak positif bagi kualitas manusia. beberapa penyakit yang menjadi penyebab utama kematian pada laki-laki adalah penyakit degenerasi seperti jantung. yakni di level 60-an tahun untuk laki-laki berbanding level 70-an tahun untuk perempuan. perilaku.perempuan. seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa level AHH yang dicapai penduduk laki-laki masih jauh dibawah level AHH yang dicapai perempuan. paru. stroke. salah satunya mengungkapkan bahwa banyaknya kejadian kematian pada laki-laki umumnya bersifat prematur yang seharusnya dapat dicegah melalui tindakan promosi kesehatan atau pencegahan yang dapat dilakukan sedini mungkin. Penuntasan buta huruf dan penurunan angka putus sekolah menjadi program prioritas dalam kebijakan pemerintah baik pusat maupun daerah. Banyak faktor penyebab rendahnya AHH lakilaki dibandingkan AHH perempuan seperti kesehatan. diabetes dan kanker. Tetapi sayangnya. Pembangunan serta revitalisasi gedung-gedung sekolah merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan partisipasi 32 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 . Selain itu.

Gambar 3. namun suatu hal yang menggembirakan adalah bahwa peningkatan AMH perempuan lebih cepat dibandingkan dengan AMH laki-laki. sementara AMH laki-laki hanya meningkat sekitar 1.7 persen. Perkembangan AMH baik laki-laki maupun perempuan selama periode 2004-2011 terus meningkat meski peningkatannya berjalan lambat terutama untuk laki-laki. Hal ini berlaku baik untuk AMH laki-laki maupun perempuan. Pada tahun 2011.sekolah secara berkelanjutan.3 menyajikan perkembangan Angka Melek Huruf (AMH) laki-laki dan perempuan selama periode 2004-2011. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa peningkatan indikator sosial seperti kesehatan dan pendidikan tidak dapat dilakukan dalam jangka pendek. sedangkan indikator rata-rata lama sekolah menggambarkan rata-rata jumlah tahun yang dijalani oleh penduduk usia 15 tahun ke atas untuk menempuh semua jenis pendidikan formal. AMH menggambarkan persentase penduduk umur 15 tahun ke atas yang mampu baca tulis. Meski AMH perempuan masih lebih rendah dibanding AMH laki-laki. PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 33 . Indikator pendidikan yang merepresentasikan dimensi pengetahuan baik dalam IPM maupun IPG adalah Angka Melek Huruf (AMH) dan Rata-rata lama Sekolah (MYS). Pada periode 2004-2011 AMH perempuan meningkat hampir 4 persen.

50 pada tahun 2010 menjadi 7. Hal ini berarti bahwa penduduk perempuan usia 15 tahun ke atas yang buta huruf mencapai 9. sedangkan laki-laki hanya 4.4).27 persen.34. Pola seperti ini berlangsung dari tahun ke tahun selama periode 2004-2011.35 tahun. Salah satu penyebab ketimpangan tersebut adalah belum meratanya akses pendidikan dasar bagi perempuan terutama bagi keluarga dengan kemampuan ekonomi yang sangat terbatas atau keluarga miskin yang jumlahnya masih cukup besar. yang berarti setara dengan kelas 1 SMP. naik dari tahun sebelumnya yang sebesar 8. Sedangkan MYS perempuan meningkat dari 7. Perbedaan pencapaian rata-rata lama 34 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 . untuk angka rata-rata lama sekolah penduduk laki-laki -pun secara umum lebih lebih tinggi pada kisaran 1 tahun dibandingkan rata-rata lama sekolah penduduk perempuan (Gambar 3. Fakta tersebut menunjukkan bahwa dalam pembangunan pendidikan di Indonesia masih terjadi ketimpangan kemampuan baca tulis antara laki-laki dan perempuan.54 pada tahun 2011. Seperti halnya dengan komposisi angka melek huruf penduduk. Artinya pada tahun 2010-2011 secara umum pendidikan penduduk lakilaki di Indonesia yang dijalani setara dengan kelas 2 SMP.55 persen.AMH laki-laki mencapai 95.73 persen dan perempuan mencapai 90. Pada tahun 2011 MYS laki-laki mencapai 8.45 persen.

Sumbangan Pendapatan Gambar 3.5 menyajikan perkembangan sumbangan pendapatan dalam pekerjaan di sektor non pertanian baik lakilaki maupun perempuan secara nasional. angkatan kerja perempuan di Indonesia masih sekitar 38–39 persen dari seluruh angkatan kerja.50 persen. Tahun 2011 sumbangan pendapatan perempuan mencapai 34. Pada tahun 2011.sekolah antara laki-laki dan perempuan hampir tidak mengalami perubahan selama kurun waktu tersebut.16 persen naik dari tahun 2010 yang mencapai 33. Faktor upah. hanya pada tahun 2008 pernah mengalami penyempitan gap. sumbangan pendapatan perempuan dalam pekerjaan di sektor non pertanian mengalami peningkatan sebesar 0. Sumbangan pendapatan ini terkait dengan dua faktor yang memengaruhinya. secara nominal setiap tahun selalu mengalami peningkatan baik yang diterima pekerja laki-laki maupun perempuan. Rendahnya proporsi angkatan kerja perempuan tersebut tentunya akan sangat berpengaruh terhadap sumbangan pendapatannya.66 persen dari tahun sebelumnya. Hal ini dikarenakan adanya penyesuaian upah nominal yang diterima pekerja sebagai dampak dari biaya PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 35 . yaitu faktor angkatan kerja dan upah yang diterima. Berdasarkan data Sakernas.

sebagai tenaga profesional. sosial dan perorangan. 36 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 .292. Sedangkan jenis pekerjaan yang dilakukan perempuan sebagai tenaga usaha perdagangan. pekerja laki-laki lebih banyak bekerja di sektor padat modal. Perbedaan upah yang diterima antara laki-laki dan perempuan berpengaruh terhadap IPG2. rata-rata upah perempuan non-pertanian di Indonesia mencapai 1.593. dan status pekerjaannya sebagai buruh/karyawan dan pekerja tidak dibayar.600 rupiah per bulan. Sementara itu. Disini. Kecenderungan pendidikan perempuan lebih rendah dibanding pendidikan laki-laki jelas berpengaruh pada perbedaan upah yang diterima antara laki-laki dan perempuan.kebutuhan hidup yang selalu mengalami kenaikan agar kemampuan daya beli masyarakat tetap terjaga. Berdasarkan data Sakernas sebagian besar pekerja perempuan bekerja di sektor jasa yang umumnya di perdagangan. Nilai upah ini masih lebih rendah dibanding upah yang diterima laki-laki mencapai 1. Kategori pekerjaan seperti ini pada umumnya mempunyai produktivitas yang rendah dan upah yang dibayarkan relatif kecil. Semakin besar jarak (gap) upah yang diterima antara laki-laki dan perempuan menyebabkan angka IPG makin kecil. komponen upah menggunakan data upah buruh di sektor non-pertanian. Faktor lain juga erat kaitannya dengan faktor lapangan pekerjaan.300 rupiah per bulan. 2 Semakin besar jarak (gap) upah yang diterima antara laki-laki dan perempuan menyebabkan angka IPG makin kecil. dan jasa kemasyarakatan. teknisi dan kepemimpinan dengan upah yang diterima relatif besar. jenis pekerjaan. Pada penghitungan IPG. Hal ini memberikan gambaran bahwa dalam dunia kerja ternyata masih terdapat perbedaan jumlah upah yang diterima antara laki-laki dan perempuan. perbedaan yang mendasar tersebut menyebabkan gap upah yang diterima pekerja laki-laki dan perempuan. Banyak faktor yang diduga sebagai penyebab adanya perbedaan upah yang diterima laki-laki dan perempuan. Tahun 2010. Salah satu faktor yang berpengaruh pada perbedaan tingkat upah adalah tingkat pendidikan. Penduduk perempuan menerima upah jauh lebih rendah dibanding laki-laki. dan status pekerjaan.

32 73.86 12. dapat ditunjukkan melalui besaran angka IPG yang lebih rendah dibanding angka IPM di semua provinsi.67 81. Berdasarkan besaran rasio IPG terhadap IPM.97 Maluku 71. Kep. Disparitas Pembangunan Pembangunan Gender (IPG). dan Maluku. Hal ini dapat memberikan gambaran bahwa persoalan kesenjangan gender masih terjadi di semua provinsi.37 11. maka terdapat lima provinsi masuk dalam kategori urutan tertinggi dan terendah (Tabel 3.58 Gorontalo 70.43 13.69 85.36 62. Papua.66 D I Yogyakarta 76.78 64.75 65. tampaknya juga terjadi di tingkat provinsi.05 10.22 61. Babel 73.79 82.42 Papua 65.43 2. Fenomena ini.11 Kepulauan Riau 75.87 67.2 Kode Provinsi Dengan Peringkat Tertinggi dan Terendah Berdasarkan Rasio IPG terhadap IPM. Papua Barat.41 Kep.82 57.33 96.15 Tertinggi Terendah Sumber : BPS PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 37 .07 95.3.25 DKI Jakarta 77. 2011 Provinsi IPM 2011 IPG 2011 Rasio Selisih NTT 67. Lima provinsi yang masuk kategori urutan tertinggi berturut-turut adalah Nusa Tenggara Timur (NTT).12 15.2).93 2. dan Kalimantan Timur (Kaltim).28 4. Yogyakarta.75 3.15 Kalimantan Timur 76.3. Bangka Belitung (Babel). DKI Jakarta. Sedangkan provinsi dengan urutan terendah secara berurutan adalah Kepulauan Riau (Keppri).09 Papua Barat 69.69 95. DI.37 60.07 80.91 3. Manusia (IPM) dan Adanya perbedaan pencapaian kapabilitas dasar antara laki -laki dan perempuan (baca: kesenjangan gender) yang terjadi di tingkat nasional. Gorontalo.01 94.97 74.76 94.65 59.24 85. Tabel 3.

Selain itu sumbangan pendapatan perempuan yang diduga Lihat pada tatacara penghitungan sumbangan pendapatan.43 persen dengan selisih 2. yang membuat angka IPG NTT mendekati angka IPM utamanya disebabkan oleh besaran sumbangan pendapatan penduduk perempuan terhadap total pendapatan.87 pada 2011. yaitu sekitar 71.42 satuan pada tahun 2011. PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 . Sementara itu. yaitu hanya sekitar 67. Hal ini dapat dimaknai bahwa keberhasilan pembangunan kualitas hidup yang diukur melalui IPM di Provinsi Maluku kemajuannya hanya didorong oleh keberhasilan peningkatan kapabilitas dasar penduduk laki-laki. 3 38 Provinsi NTT merupakan provinsi yang memiliki gap IPM dan IPG yang paling kecil dibandingkan provinsi lainnya. dengan besaran rasio tertinggi di sekitar 96. Jika dikaji lebih jauh. Provinsi Maluku merupakan provinsi dengan IPM relatif tinggi. Sumbangan pendapatan ini dihitung dari upah buruh yang bekerja di semua sektor kecuali sektor pertanian3. Namun tingginya IPM di Provinsi Maluku ternyata tidak diikuti oleh pencapaian IPG tinggi pula.Lihat lampiran pada tatacara penghitungan sumbangan pendapatan. Hal ini berarti walaupun terdapat kesenjangan gender di NTT namun dengan perbedaannya relatif kecil. pada kasus Provinsi Maluku sedikit berbeda dibandingkan NTT.76. Kecilnya gap pencapaian IPM dan IPG di Provinsi NTT memberikan petunjuk bahwa pencapaian kapabilitas dasar antara laki-laki dan perempuan di NTT pada tahun 2011 relatif tidak jauh berbeda.

dan Kaltim) berkisar antara 20-27 persen (Gambar 3. mengharapkan peningkatan IPG dari sektor kesehatan dan pendidikan kemungkinannya sangat kecil. tampaknya tidak selalu berbanding lurus dengan peningkatan IPG.mampu mengungkit peningkatan IPG di Provinsi Maluku. Babel.6).22 berada di urutan ke-5 sementara IPG hanya sebesar 61. Rendahnya IPG pada lima provinsi dengan urutan terendah disebabkan kecilnya sumbangan pendapatan perempuan terhadap total pendapatan. Pada tahun 2011. ternyata tidak mampu meningkatkan nilai IPG Provinsi Maluku.07. namun pembangunannya cukup berhasil dan termasuk dalam kelompok menengah atas (kecuali Papua Barat). fenomena tingginya IPM pada suatu daerah. Besaran 35 persen sumbangan pendapatan penduduk perempuan. Jadi. PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 39 . lima provinsi urutan terendah juga mempunyai persoalan yang sama. ternyata hanya menyumbang rata-rata sekitar 35 persen dari seluruh total pendapatan. IPM Kaltim sebesar 76. Meskipun capaian IPG di lima besar provinsi ini relatif rendah. Gorontalo. Sementara. Papua Barat. Tidak berbeda dengan lima provinsi urutan tertinggi. Sementara itu untuk capaian IPM yang tinggi di Kalimantan Timur tidak diikuti oleh tingginya IPG. Besaran sumbangan pendapatan perempuan di lima provinsi urutan terendah (Riau.

Pada subbab ini akan mengulas lebih jauh tentang kesenjangan pembangunan gender antarwilayah di Indonesia. DI. Wilayah bagian barat Indonesia cenderung mengalami pembangunan yang lebih pesat dibandingkan wilayah bagian timur Indonesia. dan Bali. Kalimantan Tengah. Banyak faktor yang menyebabkan ketertinggalan pembangunan di wilayah bagian timur Indonesia.4 Disparitas Pencapaian Pembangunan Gender Antar Wilayah Pembangunan nasional seyogianya merupakan pembangunan merata di seluruh wilayah Indonesia. Bengkulu. Meskipun demikian. Ketertinggalan pembangunan di wilayah timur bagian Indonesia menyebabkan terjadinya kesenjangan antarwilayah yang tercermin dari hasil pencapaian pembangunan gender. 2001). contohnya Kaltim. Akibatnya. 3.Yogyakarta. jika dilihat dari perkembangannya pencapaian IPG untuk seluruh 40 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 . kualitas sumber daya di wilayah timur Indonesia jauh tertinggal dibandingkan sumber daya manusia di wilayah bagian barat Indonesia. Sumatera Barat.8 menyajikan pencapaian IPG setiap provinsi pada tahun 2011. Delapan provinsi tersebut berturut-turut adalah DKI Jakarta. Capaian IPG Provinsi Gambaran lebih lengkap mengenai tingkat pencapaian pembangunan gender sebagai dampak dari kegiatan pembangunan di suatu provinsi dapat dilihat dari angka IPG provinsi.7. Sulawesi Utara.Berdasarkan skala internasional besaran IPM di level 70-an termasuk kategori status pembangunan menengah atas (66 £ IPM < 80). Pada gambar tersebut menunjukkan bahwa pencapaian IPG delapan provinsi melebihi rata-rata IPG nasional. Sumatera Utara. tetapi salah satu masalah pembangunan di Indonesia adalah kesenjangan pembangunan antar wilayah. Disparitas antara IPM dan IPJ tahun 2011 secara lengkap untuk seluruh provinsi disajikan pada Gambar 3. Tingginya pencapaian IPM tidak selalu berbanding lurus dengan pencapaian IPG. Gambar 3. salah satunya terkait dengan kondisi alamnya dan kondisi Infrastruktur di bagian pedalaman yang sangat buruk sehingga tercipta daerahdaerah kantong yang terisolasi (BPS.

80.20. Peningkatan IPG ini menunjukkan indikasi keberhasilan dalam pembangunan gender. Namun demikian. Hal ini berarti bahwa pembangunan gender di semua provinsi telah menunjukkan kemajuan. bila dibandingkan PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 41 .60 poin menjadi 67. setahun kemudian IPG Indonesia meningkat sebesar 0.provinsi menunjukkan peningkatan. Secara nasional. tetapi masih perlu upaya lebih kuat lagi untuk meningkatkan kapabilitas perempuan mengingat kesenjangan gender masih terjadi di semua provinsi. pada tahun 2010 IPG Indonesia mencapai 67.

Hal ini berarti bahwa disparitas pembangunan gender di tingkat provinsi pada tahun 2011 sedikit menurun dibandingkan dengan tahun sebelumnya.01 DI Yogyakarta 72.3 Provinsi dengan IPG Tertinggi. Kalimantan Tengah. 2010-2011 2010 IPG 2011 IPG DKI Jakarta 73. Sumatera Utara (70.3 menyajikan 5 (lima) provinsi yang mencatat kemajuan pesat selama tahun 2010-2011.32 Kalimantan Tengah 69.55). 42 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 .dengan IPM (72. Tabel 3. keberhasilan tersebut masih Di tingkat provinsi pencapaian IPG relatif bervariasi. Pencapaian IPG tertinggi tahun 2011 diraih oleh DKI Jakarta dengan nilai 74. Berikutnya disusul oleh DI Yogyakarta (73. Kalimantan Tengah (69. Jarak yang ditimbulkan oleh perbedaan pencapaian IPG tertinggi dan terendah tersebut menurun dibandingkan tahun 2010. DI Yogyakarta.80 Sumatera Barat 68. dan Sumatera Barat (69.01 meningkat dibanding tahun 2010 yang mencatat angka 73. Sumatera Utara. Pada tahun 2011. provinsi dengan pencapaian IPG terendah pada dua tahun terakhir ini diraih oleh lima provinsi yang sama.55 Sumber : BPS Tabel 3.02). IPG tertinggi tercatat di DKI Jakarta yang mencapai angka 74.07). Dengan demikian perbedaan pencapaian IPG tertinggi dengan IPG terendah sekitar 17.34 Kalimantan Tengah 69. maka menyisakan kesenjangan.33 poin (tertinggi DKI Jakarta dengan IPG sebesar 73.07 Sumatera Utara 69. Sementara itu. Perbedaan pencapaian IPG tertinggi dan IPG terendah sekitar 17.63 Sumatera Utara 70.35 DKI Jakarta 74.35. Provinsi yang menempati urutan lima besar selama dua tahun terakhir ditempati oleh DKI Jakarta.50 Sumatera Barat 69.51 DI Yogyakarta 73.01.70 diraih oleh NTB.31 poin.80). sedangkan IPG terendah sebesar 56. dan Sumatera Barat.35 dan terendah NTB dengan IPG sebesar 56.34).27).

16 Kota Denpasar 76.24 GORONTALO 56.Tabel 3. 2010-2011 2010 IPG 2011 IPG KALIMANTAN TIMUR 60.55 Barito Utara 74.49 Kota Ambon 76.78 Sleman 74.06 Kota Denpasar 76.70. Kep.01 Kota Ambon 76.47 Kota Surakarta 75.67 NUSA TENGGARA BARAT 56. BANGKA BELITUNG 60.77 Sumber : BPS PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 43 .37 Toba Samosir 74.68 Kota Surakarta 76. 2010-2011 2010 IPG 2011 IPG Kota Yogyakarta 77.87 PAPUA BARAT 59.37 KALIMANTAN TIMUR 61.92 Kota Padang Panjang 76.60 Karo 75.5 Kabupaten/Kota dengan IPG Tertinggi.70 Sumber : BPS Provinsi yang menduduki peringkat IPG lima terendah adalah Kalimantan Timur.17 Tapanuli Utara 74.91 Kota Jakarta Pusat 74. Dari 10 (sepuluh) kabupaten/kota yang menduduki posisi sepuluh IPG Tabel 3. Gorontalo dan Nusa Tenggara Barat (NTB).02 NUSA TENGGARA BARAT 56. Nusa Tenggara Barat (NTB) menduduki peringkat terendah baik pada tahun 2010 maupun 2011 dengan nilai IPG berturut-turut sebesar 56. BANGKA BELITUNG 60.79 PAPUA BARAT 58.07 KEP.55 Kota Padang Panjang 77.02 dan 56.98 GORONTALO 57. Bangka Belitung.21 Karo 74.18 Kota Salatiga 74. Capaian IPG Kabupaten/Kota Perkembangan pencapaian IPG kabupaten/kota selama tahun 2010-2011 secara umum mengalami peningkatan. Papua Barat.56 Kota Yogyakarta 77.36 KEP.13 Barito Utara 74.4 Provinsi dengan IPG Terendah.78 Toba Samosir 75.

92). Dilain pihak.37). Kota Ambon (76.56 pada tahun 2010 dan 77. Kota dengan IPG tertinggi baik pada tahun 2010 maupun 2011 diduduki oleh kota Yogyakarta dengan nilai IPG sebesar 77.49). Barito Utara.86 Lombok Utara 47.84 Boven Digoel 46. Kota Ambon.55 Puncak 45. dan Kab.76 Dogiyai 45.69 Boven Digoel 47. sebagian besar kabupaten/kota tersebut berasal dari wilayah bagian barat dan hanya tiga kabupaten/kota yang berasal dari wilayah timur yaitu Kota Denpasar. Sebagian besar kabupaten/kota tersebut berasal Tabel 3. Sedangkan untuk urutan sepuluh kabupaten/kota dengan IPG terendah terlihat mengalami perubahan posisi yang umumnya disebabkan oleh pembentukan kabupaten baru (pemekaran).47).56 Nduga 48. Urutan pertama sampai kelima masih ditempati kabupaten/kota lima besar di tahun 2010.92 pada tahun 2011.11 Sumbawa Barat 47. Sleman ternyata harus digantikan posisinya oleh kota Salatiga dan Kabupaten Tapanuli Utara.10 Lombok Utara 46. yaitu Jakarta Pusat dan Kab.6 Kabupaten/Kota dengan IPG Terendah.29 Dogiyai 46.87 Deiyai 42.54 Intan Jaya 46. yaitu Kota Yogyakarta (77. Baik pada tahun 2010 maupun 2011. Kota Denpasar (76.63 Intan Jaya 46.tertinggi di tahun 2010 ternyata hanya 8 (delapan) kabupaten/ kota yang mampu bertahan di posisi 10 besar pada tahun 2011. Dua kabupaten/kota lainnya yang pada tahun 2010 berada pada posisi 10 besar.16).37 Asmat 48.70 Deiyai 43.01 Mamberamo Tengah 48. Kota Padang Panjang (77. 2010-2011 2010 IPG 2011 Mamberamo Tengah 48. tidak ada pergeseran urutan kabupaten/kota posisi lima besar.17 Puncak 45.58 Sumbawa Barat 48.19 Asmat 47.21 Nduga 47.37 Sumber : BPS 44 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 IPG . dan Kota Surakarta (76.

Puncak. Nduga. Intan Jaya. dan Deiyai. Dogiyai. Kabupaten Sumbawa Barat dan Lombok Utara merupakan dua kabupaten dari Nusa Tenggara Barat yang menduduki posisi sepuluh terendah. Hal ini menunjukkan adanya disparitas pembangunan dimana pembangunan di wilayah bagian timur Indonesia masih tertinggal jauh dibandingkan provinsi atau kabupaten/kota di bagian barat Indonesia PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 45 . Boven Digoel dan enam kabupaten baru/ pemekaran yaitu Mamberamo Tengah.dari wilayah bagian timur dan memiliki IPG yang rendah. Pada tahun 2010. posisi sepuluh kabupaten/kota dengan IPG terendah didominasi oleh kabupaten/kota dari Provinsi Papua dan sebagian dari Nusa Tenggara Barat. diantaranya Kabupaten Asmat. Delapan kabupaten/kota lainnya berasal dari Papua.

.

4 Pencapaian Pemberdayaan Gender .

.

Besaran angka IPM semata tidak dapat menjelaskan seberapa besar perbedaan (gap) pencapaian kualitas hidup perempuan dan laki-laki yang diukur melalui gabungan indikator kesehatan. Hal ini didukung oleh semakin terbukanya peluang perempuan untuk berpartispasi di berbagai bidang PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 49 . yakni Indeks Pemberdayaan Gender (IDG) yang digunakan untuk mengukur persamaan peranan antara perempuan dan laki-laki dalam pengambilan keputusan di bidang politik maupun di bidang manajerial. UNDP juga mengenalkan ukuran komposit lainnya terkait dengan gender. dan kontrol atas pembangunan serta memperoleh manfaat yang setara dan adil dari pembangunan. kesempatan berpartisipasi. Indeks Pembangunan Gender (IPG) merupakan ukuran yang mencerminkan terwujudnya Kesetaraan dan Keadilan Gender (KKG) yang ditandai dengan tidak adanya diskriminasi antara perempuan dan laki-laki dalam memperoleh akses. Selain IPG. yakni dengan mengurangkan nilai IPM dengan IPG. pendidikan dan daya beli. Melalui IPG (Indeks Pembangunan Gender). Pencapaian pembangunan manusia secara kuantitatif dapat dilihat dari besaran IPM. Stereotip perempuan sebagai makhluk yang lemah dan hanya berkutat pada urusan rumah tangga saja lambat laun semakin memudar. Sedangkan IDG dapat menggambarkan perbedaan peranan antara perempuan dan laki-laki dari pencapaian kapabilitas berdasarkan status dan kedudukan perempuan dibandingkan dengan laki-laki.PENCAPAIAN PEMBERDAYAAN GENDER 4 S ebagaimana dijelaskan pada bab sebelumnya. Kedua ukuran ini. diharapkan mampu memberikan penjelasan tentang kesetaraan dan keadilan gender yang dicapai melalui berbagai programprogram pembangunan. perbedaan pencapaian yang menggambarkan kesenjangan pencapaian antara laki-laki dan perempuan dapat terjelaskan.

maupun pengambilan keputusan. Secara kuantitas banyak perempuan telah menduduki jabatan strategis yang memungkinkan perempuan dapat berperan sebagai pengambil keputusan. dan teknisi. maka dapat digunakan indeks pemberdayaan gender (IDG). pemerintah terus berupaya mendorong keterlibatan perempuan dalam pembagunan melalui peningkatan kapabilitas dasar SDM. Namun dari aspek kualitas masih banyak hal yang perlu ditingkatkan. Pada kenyataannya. arah dan perubahan IDG sangat dipengaruhi oleh ketiga komponen pembentuk IDG. Keseriusan pemerintah dalam mengupayakan peningkatan kapabilitas perempuan untuk tercapainya kesetaraan gender ditandai dengan dibentuknya Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPP & PA). perempuan masih mengalami ketertinggalan dibandingkan dengan laki-laki pada bidang-bidang seperti pendidikan. Namun demikian. Besaran nilai indikator yang terekam dari kegiatan pengumpulan data (survey) merupakan hasil akumulasi dari berbagai kebijakan baik bersifat langsung maupun tidak langsung dari programprogram pembangunan yang telah dilaksanakan. perempuan sebagai tenaga profesional. Dengan demikian. yaitu keterwakilan perempuan dalam parlemen.pembangunan. Undang-undang telah mengatur persamaan hak dan kewajiban bagi setiap warga Negara baik laki-laki maupun perempuan untuk menjalankan perannya di berbagai bidang kehidupan. Tidak ada satu katapun dalam pasal-pasal UUD 1945 yang bersifat diskriminatif terhadap perempuan. administrasi. Namun keadaan ini terlihat lebih menonjol hanya di daerah perkotaan yang sarat dengan kemajuan di berbagai bidang. Sebenarnya peranan perempuan untuk berpartisipasi di berbagai bidang pembangunan telah diakui dan dihargai. manajer. Tugas pokok KPP dan PA mengurusi tentang berbagai hal yang berhubungan dengan pemberdayaan perempuan. Hasilnya 50 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 . ketenagakerjaan. dan sumbangan pendapatan. Untuk mengkaji lebih jauh peranan perempuan dalam pengambilan keputusan. Upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah untuk mendorong kesetaraan gender di berbagai bidang kehidupan sudah mulai tampak hasilnya. IDG dibentuk berdasarkan tiga komponen.

tanpa ada salah satu kelompok yang merasa dirugikan atau di-marginalkan. seimbang dan harmonis.menggambarkan kondisi terkini (riil) perempuan sehubungan dengan peranannya dalam pengambilan keputusan di berbagai bidang kehidupan. Kesetaraan gender tidak hanya merujuk pada persoalan persamaan status dan kedudukan antara laki-laki dan perempuan. tetapi bisa juga bermakna pada persoalan persamaan peranan. kehidupan ekonomi dan PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 51 . Pada bab ini pencapaian pemberdayaan gender akan dibagi ke dalam 3 (tiga) pokok bahasan. yaitu perkembangan pembangunan gender (IDG). dan disparitas peranan perempuan antarwilayah/daerah. Persamaan peranan dalam hal ini seperti partisipasi dalam proses pengambilan keputusan di bidang politik maupun penyelenggaraan pemerintahan. serasi. Perkembangan Pemberdayaan Gender Kesetaraan dan keadilan gender bisa dimaknai sebagai suatu kondisi dimana porsi dan siklus sosial perempuan dan lakilaki setara. dan disparitas IDG. 4. Ketiga pokok bahasan ini diharapkan mampu memberikan gambaran pencapaian peranan perempuan secara umum dalam pengambilan keputusan.1. pencapaian komponen IDG. komponen/indikator yang berkontribusi terhadap capaian peranan perempuan.

52 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 .14. IDG Indonesia terus meningkat hingga pada tahun 2011 nilainya hampir mencapai level 70-an. 2006). Unsur-unsur persamaan peranan tersebut merupakan komponen yang tercakup dalam penghitungan indeks pemberdayaan gender (IDG). pengambilan keputusan.2. Masih relatif rendahnya capaian perempuan jika dibandingkan laki-laki bisa disebabkan oleh dua hal. khususnya kontribusi perempuan dalam pendapatan rumah tangga. Seperti yang telah dikemukakan sebelumnya. secara umum capaian komponen IDG pada tahun 2011 untuk perempuan masih lebih rendah dari laki-laki. dan yang kedua. Untuk melihat sejauh mana perbedaan capaian antara laki-laki dan perempuan. Hal ini bisa diartikan bahwa peran serta perempuan dalam pengambilan keputusan dan kegiatan ekonomi semakin menunjukkan arah yang lebih baik. maupun dalam perekonomian. akan dibahas dalam uraian berikut ini. bahwa pembangunan yang selama ini dilakukan lebih banyak menguntungkan laki-laki. Untuk mengetahui lebih jauh peranan perempuan dalam pengambilan keputusan. maka perlu mengkaji setiap komponen IDG.70. perempuan diposisikan memiliki peranan yang strategis. 4. Namun dalam kurun waktu 7 tahun. sehingga terkesan bahwa perempuan selalu termarginalkan (BPS. IDG merupakan ukuran komposit yang dapat digunakan untuk mengkaji sejauh mana persamaan peranan perempuan dalam proses pengambilan keputusan serta kontribusi dalam aspek ekonomi maupun sosial. Pencapaian Komponen IDG Berdasarkan gambar 4. IDG Indonesia masih berada pada level 50-an yaitu sebesar 59. Pertama.sosial. Perkembangan IDG sejak tahun 2004 hingga tahun 2011 terus menunjukkan peningkatan.2. pembangunan manusia telah memberikan kesempatan kepada semua penduduk tidak terkecuali. yaitu sebesar 69. Pada tahun 2004. Dengan demikian pemberdayaan dalam konteks ini. Hal ini terjadi di semua komponen baik dalam partisipasi politik. tetapi kesempatan ini tidak digunakan secara optimal oleh kelompok lain (dalam hal ini perempuan).

keterwakilan perempuan di parlemen menunjukkan peningkatan yang cukup menggembirakan. Pada uraian sebelumnya telah dipaparkan bahwa pencapaian perempuan dalam bidang pendidikan dan ketenagakerjaan relatif masih tertinggal dari pencapaian laki-laki. PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 53 . Meskipun belum mencapai kuota sesuai UU. Ketimpangan ini ternyata terjadi pula dalam bidang politik.12 Tahun 2003. tentu akan membawa dampak yang positif dalam pemberdayaan perempuan mangingat kebijakan-kebijakan yang dibuat akan lebih memperhatikan isuisu gender. Nilai ini masih dibawah kuota yang diatur dalam UU No. Apabila kuota perempuan yang telah diatur dalam UU tersebut mampu dicapai secara optimal. yang menyebutkan bahwa kuota perempuan untuk dapat berpartisipasi dalam politik sekitar 30 persen.Keterwakilan Perempuan di Parlemen Upaya pemerintah dalam meningkatkan kapabilitas penduduknya masih meninggalkan persoalan yaitu masih terjadinya ketimpangan aksesibilitas antara laki-laki perempuan.82 persen. Keterwakilan perempuan dalam parlemen masih relatif kecil yaitu hanya sebesar 17. tetapi jika dibandingkan dengan hasil pemilu 2004 yang hanya mencapai 65 kursi dari 550 kursi yang ada di DPR atau sekitar 11.49 persen.

kehidupan ekonomi dan sosial. mengingat selama ini perempuan hanya dipandang sebagai makhluk berurusan dengan pekerjaan rumah tangga. Indikator ini menunjukkan peranan perempuan dalam pengambilan keputusan di bidang penyelenggaraan pemerintahan. Meskipun masih cukup jauh dari kuota yang ditetapkan dalam UU.80 2004 485 65 550 11.1 Perkembangan Jumlah Anggota DPR RI. Keterlibatan perempuan di posisi ini memberikan gambaran kemajuan terhadap peranan perempuan.80 1992 438 62 500 12. 1955-2009 Pemilu Laki-laki Perempuan Jumlah Pesentase 1955 256 16 272 5.86 Sumber : Statistik Indonesia 2011 Jika dilihat perkembangannya baik dari segi jumlah maupun persentase. kepemimpinan.82 2009 460 100 560 17. hanya perempuan kurang memiliki kesempatan karena terbentur oleh persoalan budaya serta kodrat yang melekat terkait dengan 54 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 . Persentase tertinggi terjadi pada saat pemilu 2009. profesional.88 1971 429 31 460 6.13 1987 441 59 500 11.60 1999 456 44 500 8.40 1997 442 58 500 11.74 1977 423 37 460 8.Tabel 4. anggota DPR perempuan sejak tahun 1955 relatif menunjukkan peningkatan. tetapi dari tren yang menunjukkan peningkatan maka pemberdayaan perempuan khususnya dalam bidang politik mengindikasikan arah yang positif. Tenaga Manager. Administrasi.04 1982 418 42 460 9. dan teknisi. Padahal perempuan memiliki potensi yang sama baiknya dengan laki-laki. Profesional. dan Teknisi Indikator lain yang juga digunakan dalam mengukur indeks komposit IDG yaitu persentase perempuan sebagai tenaga manager.

administrasi. Meningkatnya persentase perempuan sebagai tenaga profesional menandakan bahwa keterlibatan perempuan dalam mengambil keputusan dan berpartisipasi dalam perekonomian semakin bisa disejajarkan dengan laki-laki.fungsi-fungsi reproduksi (Parawansa. komponen ini juga masih menunjukkan bahwa capaian perempuan lebih rendah dari laki-laki.73 persen dari capaian 2010 dan 0. Tak jauh berbeda dengan komponen sebelumnya.16 persen. mengingat masih terbatasnya perempuan sebagai tenaga profesional. Capaian tahun 2011 sebesar 45. 2003). capaian perempuan saat ini dalam pengambilan keputusan dan perekonomian menunjukkan peningkatan yang signifikan. serta teknisi. Hanya sayangnya. swasta. Jika dilihat dari struktur penduduk dalam ketenagakerjaan terlihat bahwa tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 55 . dan organisasi sosial lainnya sangat kecil. meskipun cukup berfluktuasi. kepemimpinan/managerial.27 persen dari capaian tahun 2009.3. karena capaian pada tahun 2004 masih sebesar 38. meningkat sebesar 1.75 persen. keterlibatan perempuan dalam pengambilan keputusan di bidang penyelenggaraan pemerintahan. Persentase perempuan sebagai tenaga profesional pada 2011 mengalami peningkatan setelah tahun lalu sempat menurun. Jika melihat pada pola grafik 4.

4 bisa diartikan bahwa penerimaan pegawai negeri sipil relatif tidak terjadi diskriminasi gender melihat hampir setaranya persentase PNS laki-laki dan perempuan.34 persen pada tahun 2011. Namun meskipun perlahan.23 persen. Jika dilihat dari komposisi angkatan kerja. meningkat menjadi 67. persentase angkatan kerja perempuan meningkat tiap tahunnya.menunjukkan tren yang terus meningkat. Persentase terendah terjadi pada tahun 2009 sebesar 43. Persentase angkatan kerja perempuan masih berkisar pada angka 38 persen. Pada formasi pegawai negeri sipil (PNS). sementara laki-laki berkisar pada angka 61 persen. Pada tahun 2009 TPAK Indonesia sebesar 67. sementara persentase tertinggi terjadi pada tahun 2011 yang mencapai 47. tampak bahwa masih didominasi oleh laki-laki. seharusnya diiringi dengan peningkatan lapangan pekerjaan yang tidak bias gender sehingga mampu menyerap angkatan kerja tanpa ada diskriminasi gender. Peningkatan TPAK menandakan bahwa semakin besarnya persentase penduduk usia 15 tahun ke atas yang termasuk ke dalam angkatan kerja. Berdasarkan data pada gambar 4. 56 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 . dan menjadi 68. Semakin meningkatnya persentase angkatan kerja perempuan.63 persen. tampak bahwa persentase PNS perempuan sejak 2007 hingga 2011 relatif tidak tertinggal jauh dari laki-laki.16 persen.72 persen pada tahun 2010.

Berdasarkan gambar 4. Hal ini menunjukkan bahwa peran perempuan dalam pengambilan keputusan masih relatif kecil. Untuk itu masih diperlukan upaya lebih serius dari berbagai pihak terutama penentu kebijakan dalam rangka mendorong perempuan lebih PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 57 .Persentase PNS laki-laki dan perempuan yang tidak terlalu timpang bisa dikatakan sebagai sebuah langkah yang cukup positif dalam menuju keadilan dan kesetaraan gender.09 persen. Namun masih terdapat persoalan lain.91 persen.6 tampak bahwa laki-laki masih mendominasi jabatan struktural dengan persentase sebesar 75. yaitu jika melihat persentase pejabat struktural PNS yang dipilah menurut jenis kelamin. Sementara persentase pejabat struktural perempuan hanya sebesar 24.

kualitas sumber daya di wilayah timur Indonesia jauh tertinggal dibandingkan sumber daya manusia di wilayah bagian barat Indonesia.99 poin menjadi 69. Kesenjangan pemberdayaan gender antar wilayah masih menjadi fenomena yang perlu mendapat perhatian khusus dari pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Ketertinggalan pembangunan di wilayah bagian timur Indonesia menyebabkan terjadinya kesenjangan capaian pembangunan di berbagai bidang kehidupan antarwilayah.3. Peningkatan nilai indeks tersebut mencerminkan adanya peningkatan persamaan peranan perempuan dan laki-laki secara nasional dalam pengambilan keputusan di bidang politik maupun bidang manajerial. Pada subbab ini akan mengulas lebih jauh tentang kesenjangan pemberdayaan gender antarwilayah di Indonesia. Indeks Pemberdayaan Gender di tingkat provinsi memberikan gambaran lengkap pencapaian persamaan peranan perempuan dan laki-laki sebagai dampak dari kegiatan 58 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 . Banyak faktor yang menyebabkan ketertinggalan pembangunan di wilayah bagian timur Indonesia. tetapi salah satu masalah pembangunan di Indonesia adalah kesenjangan pembangunan antar wilayah.14. Akibatnya. 2001). Capaian IDG Provinsi Indeks Pemberdayaan Gender secara nasional pada tahun 2010 sebesar 68. Wilayah bagian barat Indonesia cenderung mengalami pembangunan yang lebih pesat dibandingkan wilayah bagian timur Indonesia.15 dan setahun kemudian meningkat 0. Disparitas IDG Pembangunan nasional seyogianya merupakan pembangunan merata di seluruh wilayah Indonesia. Namun demikian.maju dalam mencapai kapabilitas yang optimum sehingga dapat berpeluang menduduki jabatan-jabatan strategis. peningkatan nilai IDG nasional tersebut masih menunjukkan kesenjangan yang relatif besar antarwilayah di tingkat provinsi. 4. salah satunya terkait dengan kondisi alamnya dan kondisi Infrastruktur di bagian pedalaman yang sangat buruk sehingga tercipta daerahdaerah kantong yang terisolasi (BPS.

8. jika dilihat dari perkembangannya pencapaian IDG pada periode 2010-2011terlihat bahwa ada empat provinsi menunjukkan penurunan. Maluku. yaitu Sulawesi Utara (turun 2.44).40). dan Sumatera Utara (turun 0. Namun demikian. Keenam provinsi tersebut berturut-turut adalah Bengkulu. Sumatera Barat. Sulawesi Utara. DI Yogyakarta. Perkembangan pencapaian IDG menurut provinsi tahun 2010 dapat dilihat pada Gambar 4. DKI Jakarta. dan Bengkulu (Gambar 4. yaitu DI Yogyakarta. Aceh (turun 1. Kalimantan Tengah.44 poin) sehingga nilai IDG tahun 2011 yang dicapai dibawah rata-rata IDG nasional.9). Sedangkan pencapaian IDG pada tahun 2011 yang melebihi rata-rata IDG nasional hanya terjadi di lima provinsi. Kalimantan Tengah. Pada gambar tersebut menunjukkan bahwa pencapaian IDG enam provinsi melebihi rata-rata IDG nasional. dan Bengkulu. provinsi Sulawesi Utara mengalami penurunan pencapaian nilai IDG (turun 2. PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 59 . Kondisi ini perlu perhatian khusus dan upaya lebih kuat lagi untuk meningkatkan peranan perempuan mengingat kesenjangan gender masih terjadi di beberapa provinsi.pembangunan di suatu provinsi. Hal ini mengindikasikan bahwa pembangunan gender di beberapa provinsi menunjukkan kemunduran. Papua Barat (turun 0. Sumatera Utara. Bali.34).44). Pada periode 2010-2011.

06 diraih oleh Aceh.70).84 di tahun 2011. dan DKI Jakarta.70 dan meningkat menjadi 77.33 poin. Sedangkan posisi keenam yang sebelumnya ditempati 60 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 . sedangkan IDG terendah sebesar 52. Maluku.84.78 poin. Untuk posisi keempat dimana pada tahun sebelumnya ditempati oleh Sulawesi Utara maka pada tahun 2011 digantikan oleh Kalimantan Tengah (69. IDG tertinggi diperoleh DI Yogyakarta pada tahun 2010 mencapai angka 77. Jarak yang ditimbulkan perbedaan pencapaian IDG tertinggi dan terendah tersebut meningkat dibandingkan tahun 2010 dimana perbedaan pencapaian IDG tertinggi dan IDG terendah sekitar 17. Pencapaian IDG tertinggi diraih oleh DI Yogyakarta dengan nilai 77.48).51).33). Perbedaan pencapaian IDG tertinggi dengan IDG terendah sekitar 25. dan DKI Jakarta (74. Untuk posisi kelima dimana pada tahun sebelumnya ditempati Kalimantan Tengah maka pada tahun 2011 ditempati oleh Bengkulu (69. Hal ini berarti bahwa disparitas pembangunan gender di tingkat provinsi semakin meningkat. Tabel 4.Di tingkat provinsi pencapaian IDG tahun 2011 relatif bervariasi.2 memperlihatkan 6 provinsi yang mencatat kemajuan pesat selama tahun 2010-2011. Provinsi yang menempati urutan tiga besar selama dua tahun terakhir ditempati oleh DI Yogyakarta. Berikutmya disusul oleh Maluku (76.

49 Kep. 2010-2011 2010 IDG 2011 IDG Kepulauan Riau 56.94 Maluku 76.62 Bengkulu 69.3). BABEL 56.70 Sulawesi Utara 71.3 Provinsi dengan IDG Terendah.26 Kalimantan Barat 56.06 Sumber : BPS PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 61 . Kelima provinsi yang sama mengalami pergeseran atau pertukaran tempat antarprovinsi kecuali Aceh dan Kalimantan Barat berturut-turut menempati urutan terendah dan ketiga Tabel 4.42 NTB 56. Enam provinsi dengan pencapaian IDG terendah pada dua tahun terakhir ini diraih oleh lima provinsi yang sama dan satu provinsi yang berbeda antar tahun (Tabel 4.57 Kalimantan Barat 55. 2010-2011 2010 IDG 2011 IDG DI Yogyakarta 77. Bangka Belitung 55.70 DI Yogyakarta 77.54 Papua 55.61).51 DKI Jakarta 73.40 Aceh 52.74 Kep.50 Jawa Tengah 68.23 DKI Jakarta 74.99 Sumber : BPS oleh Bengkulu pada tahun sebelumnya maka pada tahun 2011 digantikan oleh Jawa Tengah (68.Tabel 4.39 NTB 54.99).70 Papua 57.62 Papua Barat 57.84 Maluku 75.05 Kalimantan Tengah 69.48 Kalimantan Tengah 68. Sedangkan provinsi Sulawesi Utara yang menempati urutan keempat pada tahun 2010 tergeser menempati urutan kedelapan (68.2 Provinsi dengan IDG Tertinggi. Namun demikian perlu dicatat bahwa berbeda dengan lima provinsi lainnya tercatat hanya Jawa Tengah yang memiliki indeks dibawah IDG nasional pada tahun 2011.33 Bengkulu 68.03 Aceh 53.

63 Kota Malang 78.40 Kota Banjarmasin 78.27 Sumber : BPS 62 IDG PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 . Nusa Tenggara Barat (NTB).75 Kota Depok 77.77 Minahasa Utara 77. kecuali 154 kabupaten/kota (30. Hal ini bukan berarti Kep. 2010-2011 2010 IDG 2011 Gunung Mas 82.40 Barito Utara 76. Secara keseluruhan.08 Kota Madiun 78. tetapi pada tahun 2010 posisi tersebut diduduki oleh NTB dengan angka IDG sebesar 54. dan Aceh.69 Kota Salatiga 81. Provinsi yang menduduki peringkat IDG enam terendah tahun 2011 adalah Papua.63 Minahasa 78. Bangka Belitung mengalami peningkatan.49. Papua Barat.53 Gunung Mas 83. Peringkat kelima terendah pada tahun 2011 ditempati oleh Papua Barat tetapi mengalami kemunduran dibanding tahun sebelumnya dengan angka IDG sebesar 57. Siau Tagulandang Biaro 78. namun peningkatan tersebut tidak sepesat peningkatan yang terjadi di NTB. Bangka Belitung mengalami kemunduran karena angka IDG Kep.21 Kota Tomohon 78.97). sebagian besar angka IDG provinsi mengalami peningkatan tetapi laju kecepatan peningkatan IDG masingmasing provinsi berbeda sehingga terjadi pergeseran peringkat IDG provinsi. Kep.75 Kota Surabaya 77. Kalimantan Barat.37 Kota Banjarmasin 78.4 Kabupaten/Kota dengan IDG Tertinggi.44 Kota Madiun 79. Bangka Belitung.45 Kota Kendari 78.53 Kep.terendah.52 Kota Kendari 79. Kep. Capaian IDG Kabupaten/Kota Perkembangan pencapaian IDG sebagian besar kabupaten/kota selama tahun 2010-2011 mengalami peningkatan. Bangka Belitung menduduki peringkat kedua terendah di tahun 2011.99 persen dari Tabel 4.29 Barito Utara 78.56 Minahasa 76.66 Kota Tomohon 78.

Sedangkan untuk urutan sepuluh kabupaten/kota dengan IDG terendah terlihat mengalami perubahan posisi yang umumnya disebabkan oleh pembentukan kabupaten baru (pemekaran).5 Kabupaten/Kota dengan IDG Terendah.36 Tambrauw 31.61 Paniai 32. Sebagian besar kabupaten/kota tersebut berasal dari wilayah bagian timur dan memiliki IDG yang rendah.44 Teluk Bintuni 30. IDG tertinggi kabupaten/kota tahun 2011 mencapai 83. Sebagian besar kabupaten/kota tersebut berasal dari wilayah bagian barat dan memiliki IDG yang cukup tinggi. dan setahun kemudian berkurang menjadi 61 kabupaten/kota.02 Teluk Bintuni 38.08) dan Kota Kendari (79.85 Melawai 39.08.83 Labuhan Batu Utara 23. Data tahun 2010 menunjukkan bahwa tercatat 65 kabupaten/kota yang memiliki indeks diatas IDG nasional.59 Sorong 38.Tabel 4.61 Lingga 38.24 Sumber : BPS 497 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. 2010-2011 2010 IDG 2011 IDG Pulau Morotai 38.27 Tambrauw 37. Pada tahun 2011.09 Halmahera Selatan 35. posisi sepuluh kabupaten/kota PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 63 .58 Asmat 31.29 Sumbawa Barat 38.13 Labuhan Batu Utara 38.37).61 Deiyai 20. yaitu Gunung Mas (83.91 Luwu Utara 39. Dari sepuluh Kabupaten/kota yang memiliki IDG tertinggi di tahun 2010 hanya tujuh yang mampu mempertahankan posisinya di tahun 2011 meskipun terjadi beberapa pergeseran urutan.55 poin dari tahun 2010. angka ini naik sebesar 0. Pada posisi pertama dan ketiga tidak ada pergeseran urutan kabupaten/kota dengan kata lain masih ditempati kabupaten/kota tahun 2010.27 Dogiyai 38.59 Deiyai 19.53 Lingga 37.88 Yahukimo 38.

sisanya masing-masing satu kabupaten dari provinsi Sumatera Utara (Labuhan Batu Utara). 64 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 . Kalimantan Barat (Melawai). Yakuhimo. dan dua kabupaten baru/pemekaran yaitu Dogiyai dan Deiyai. Asmat. Tambrauw. Kepulauan Riau (Lingga). Enam kabupaten/kota lainnya adalah Teluk Bintuni.dengan IDG terendah didominasi oleh kabupaten/kota dari Provinsi Papua dan Papua Barat. Hal ini menunjukkan adanya disparitas pembangunan dimana pembangunan di wilayah bagian timur Indonesia masih tertinggal jauh dibandingkan provinsi atau kabupaten/kota di bagian barat Indonesia. dan Sulawesi Selatan (Luwu Utara).

5 Keterkaitan Antara IPM. IPG. dan IDG .

.

Untuk memenuhi kebutuhan terakhir maka disusun Indeks PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 67 . IPG.KETERKAITAN ANTARA IPM. untuk melakukan analisis dan perbandingan capaian pembangunan (baik antar waktu maupun antar wilayah) pada umumnya digunakan indikator-indikator pembangunan yang secara khusus memiliki fokus terhadap aspek tertentu. DAN IDG 5 5. sosial. Oleh karena kompleksitas dari suatu kegiatan pembangunan. Walaupun dengan menggunakan IPM akan dapat dilakukan analisis terhadap capaian pembangunan di suatu wilayah. IPM yang lebih tinggi menunjukkan capaian pembangunan yang lebih baik pula. akan tetapi indikator ini tidak mampu mencerminkan disparitas gender yang justru sedang menjadi perhatian global. pembangunan kesehatan (diukur dengan angka harapan hidup) dan pembangunan pendidikan (diukur dengan angka melek huruf). Hubungan Antara IPM Dengan IPG Keterkaitan Antara IPM 2011 dengan IPG 2011 P embangunan merupakan suatu proses yang kompleks dan bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan penduduk secara menyeluruh. baik secara ekonomi. sampai saat ini belum ada satu indikator yang disepakati semua pihak sebagai ukuran tunggal tentang capaian pembangunan secara keseluruhan. Itulah sebabnya. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan Indeks Pembangunan Gender (IPG) merupakan dua jenis indikator yang sering digunakan dalam analisis capaian pembangunan negara dan wilayah.1. IPM secara khusus mengukur capaian pembangunan manusia yang terdiri dari tiga komponen: pembangunan ekonomi (diukur dengan pendapatan per kapita dan didekati dengan pengeluaran per kapita). Untuk mengukur kinerja pembangunan diperlukan suatu indikator pembangunan. budaya atau aspek lain.

nilai maksimal dari IPG di suatu wilayah tidak akan pernah melampaui nilai IPM-nya. Secara nasional. misalnya. yang pada dasarnya hampir sama dengan IPM tetapi dilakukan pemilahan jenis kelamin untuk masing-masing komponennya. Artinya. Penting untuk dicatat bahwa IPG sebenarnya merupakan IPM setelah dikoreksi dengan tngkat disparitas gendernya.Pembangunan Gender (IPG). IPM Indonesia telah mencapai 72. Nilai IPG yang semakin jauh dari nilai IPM-nya memperlihatkan bahwa disparitas gender yang terjadi di wilayah pengamatan juga akan semakin tinggi pula. disparitas gender masih terjadi di dalam proses pembangunan di Indonesia. Hal ini ditunjukkan oleh Gambar 5. Selisih antara IPM dan IPG sebenarnya menunjukkan tingkat koreksi terhadap IPM yang diakibatkan oleh adanya disparitas gender.1 yang memperlihatkan bahwa sepanjang periode 2004 – 20011. Jadi. nilai IPG Indonesia masih selalu lebih rendah dibandingkan dengan nilai IPM-nya. maka nilai selisih antara kedua indeks ini 68 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 . Dalam kondisi ideal. dengan menggunakan IPG akan dapat diukur capaian pembangunan manusia yang telah memasukkan aspek disparitas gender. Pada tahun 2011. yaitu ketika disparitas gender relatif rendah.77 akan tetapi IPG-nya ternyata baru sebesar 67.80.

baik dari sisi pembangunan manusia maupun dari sisi pembangunan gender. 4 Sebagai pembanding untuk mengklasifikasikan apakah nilai indeks dari suatu provinsi berada di atas atau bawah nilai indeks nasional.3. Walaupun demikian perkembangan tahun terakhir telah memperlihatkan hasil yang menggembirakan. Berdasarkan data selisih antara IPM dan IPG yang disajikan pada Gambar 5. dan Sulawesi Utara. PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 69 . Sebagai pembanding untuk mengklasifikasikan apakah nilai indeks dari suatu provinsi berada di atas atau di bawah nilai indeks nasional. provinsi-provinsi di Indonesia hanya tersebar ke dalam tiga kelompok atau kuadran seperti yang disajikan pada Gambar 5.akan mendekati nol. menurun dibandingkan nilai selisih tahun sebelumnya yang mencapai 5.97. KUADRAN I : IPM dan IPG di atas rata-rata nasional. Capaian delapan provinsi ini secara umum lebih baik dibandingkan dengan provinsi lainnya.07. 4 Terdapat 8 (sekitar 24 persen dari seluruh jumlah provinsi) yang termaduk di dalam kuadran ini. Sumatera Barat. Kalimantan Tengah. DKI Jakarta. Dengan menggunakan nilai IPM dan IPG nasional tahun 2011 sebagai tolok ukur4.2 dapat dilihat bahwa disparitas dalam pelaksanaan pembangunan di Indonesia pada periode 2004 – 2011 berfluktuasi dengan kecenderungan terus meningkat secara pelahan. nilai selisih antara IPM dan IPG pada tahun 2011 adalah sebesar 4. DI Yogyakarta. Bali. Bengkulu. yaitu Sumatera Utara.

Kepulauan Bangka Belitung. dan Papua Barat. Sumatera Selatan. yaitu Aceh. Kepulauan Riau. Maluku. Jawa Timur. Sulawesi Selatan. Provinsi-provinsi yang capaian pembangunan manusia dan kesetaraan gendernya belum terlalu baik mencapai 18 (sekitar 55 persen). NTT. Papua. Sulawesi Barat. Sulawesi Tenggara. akan tetapi kondisi kesetaraan gender dalam pembangunan di masing-masing provinsi tersebut masih relatif rendah. yaitu Riau. Kalimantan Selatan. Maluku Utara. Jawa Tengah. KUADRAN III : IPM dan IPG di bawah rata-rata nasional. Kalimantan Barat. NTB.KUADRAN II : IPM di atas rata-rata nasional tetapi IPG di bawah rata-rata nasional. Sulawesi Tengah. Jambi. Lampung. Terdapat 7 (sekitar 21 persen) provinsi yang termasuk dalam kelompok ini. dan Kalimantan Timur. Banten. Jawa Barat. Walaupun capaian pembangunan manusia di provinsi-provinsi tersebut secara umum sudah relatif lebih baik dibandingkan dengan provinsi lain. 70 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 . Gorontalo.

4. provinsi yang memiliki nilai IPM tinggi akan cenderung memiliki nilai IPG yang tinggi pula. Hal ini menunjukkan bahwa pada tahun 2011 provinsiprovinsi yang memiliki IPG lebih rendah dibandingkan dengan IPG nasional. Maksudnya. PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 71 . Pengelompokan provinsi sesuai dengan nilai IPM dan IPG seperti yang telah diuraikan memperlihatkan bahwa secara umum asosiasi antar IPM dan IPG adalah searah.Dibandingkan dengan provinsi lainnya. Hal yang sama ternyata berlaku juga untuk hubungan antara IPM dan IPG pada tingkat kabupaten/kota seperti yand disajikan pada Gambar 5. Dari Gambar 5. bukan semata-mata disebabkan oleh buruknya kondisi disparitas gender di provinsi yang bersangkutan.3 dapat dilihat bahwa tidak ada satu pun provinsi yang masuk dalam Kuadran IV (IPM rendah dan IPG tinggi). melainkan oleh karena pencapaian pembangunan manusia di provinsi yang bersangkutan memang masih relatif rendah dibandingkan dengan provinsi lainnya. begitu juga sebaliknya. diperlukan usaha yang lebih keras bagi semua provinsi di kelompok ini untuk mengejar ketertinggalannya dengan provinsi lain.

Dari Tabel 5.Kesetaraan Gender Antar Propinsi 2010-2011 Seperti yang telah diuraikan sebelumnya. IPM untu ketiga provinsi ini justru relatif rendah dibandingkan dengan provonsi lainnya. melainkan dipengaruhi sekaligus oleh nilai IPM dan IPG dari provinsi tersebut. 72 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 . selisih antara IPM dan IPG di suatu wilayah tertentu pada dasarnya memperlihatkan tingkat disparitas atau kesetaraan gender dalam capaian pembangunan manusia di wilayah tersebut. Perbandingan kesetaraan gender dalam pembangunan manusia antar provinsi untuk tahun 2010 dan 2011 adalah seperti yang disajikan pada Tabel 5. Kalimantan Timur. Papua dan Maluku tergolong sebagai provinsi yang dalam melakukan pembangunan manusia memiliki kesetaraan gender yang baik. Provinsi-provinsi yang memiliki IPM dan IPG tinggi (berada pada Kuadran I dalam pembahasan sebelumnya) atau IPM dan IPG rendah (Kuadran III) akan cenderung memiliki kesetaraan gender yang baik. Artinya. misalnya.1 dapat dilihat bahwa Provinsi NTT. sebaliknya jika selisihnya semakin kecil maka kesetaraan gendernya akan semakin baik. karena selisih IPM dan IPG untuk ketiga provinsi ini relatif sangat rendah dibandingkan dengan provinsi lain.1. Maksudnya. akan tetapi capaian pembangunan manusia secara umum justru termasuk yang rendah. walaupun kesetaraan gender dalam pembangunan manusia di ketiga provinsi tersebut termasuk yang terbaik dibandingkan dengan provinsi lain. Hal menarik yang patut dicatat adalah bahwa kesetaraan gender di suatu provinsi tidak hanya ditentukan oleh tinggi rendahnya IPM yang dicapai. Sebaliknya. Di sisi lain. walaupun nilai IPM-nya tergolong tinggi (urutan ke-5 tertinggi dibandingkan dengan provinsi lain) ternya memiliki tingkat kesetaraan gender yang paling buruk. jika selisih antara IPM dan IPG untuk suatu wilayah semakin besar maka kesetaraan gender dalam pembangunan manusia di wilayah tersebut semakin buruk. Sementara provinsi-provinsi dengan IPM tinggi dan IPG rendah atau dengan IPM rendah dan IPG tinggi disparitas gendernya akan cenderung tinggi. capaian IPM yang tinggi ternyata juga tidak selalu sejalan dengan tingginya tingkat kesetaraan gender.

36 4.42 6.01 0.17 11. RIAU MALUKU UTARA JAWA BARAT SUMATERA SELATAN SULAWESI TENGGARA PAPUA DKI JAKARTA SUMATERA UTARA SULAWESI SELATAN NTT JAWA TENGAH SULAWESI UTARA BENGKULU GORONTALO SULAWESI TENGAH MALUKU SULAWESI BARAT JAMBI KALIMANTAN BARAT KALIMANTAN TENGAH KALIMANTAN TIMUR ACEH D I YOGYAKARTA BANTEN RIAU KALIMANTAN SELATAN LAMPUNG JAWA TIMUR KEP. BANGKA BELITUNG BALI PAPUA BARAT NTB 11.59 4.62 9.58 4.85 8.15 6.15 -0.38 -0.97 4.95 6.62 2.50 -0.42 6.37 3.13 0.23 -0.72 4.15 8.56 9.04 -0.32 15.53 -0.36 Sumber: BPS.73 Perubahan -0.13 0.94 5.88 5.69 8.33 9.13 9.35 4.85 8.08 0.64 6.48 6.36 4.95 13.20 6.25 9.39 2.13 -0.25 4.19 4.28 9.58 5.47 10.12 2.56 KEP.25 -0.03 -0.30 8.01 0.23 -0.43 6.25 7.09 4.07 -0.1 Selisih IPM dan IPG menurut Provinsi Tahun 2010-2011 Provinsi SUMATERA BARAT 2010 5.95 4.00 0.50 4.59 10.13 13.60 10.93 4.49 7.18 -0.01 -0.31 9.49 -0.08 -0.90 6.11 4.06 0.76 2.Gambaran tentang kesetaraan gender seperti yang telah diuraikan menunjukkan bahwa kemajuan pembangunan manusia di berbagai provinsi di Indonesia masih belum selalu sejalan Tabel 5.08 -0.05 -0.29 -0. 2011 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 73 .59 4.08 -0.27 15.56 12.36 -0.19 -0.26 7.00 0.41 9.51 12.20 -0.43 -0.42 4.28 -0.60 10.28 2011 4.40 3.66 3.12 5.

1). Kepulauan Bangka Belitung. Kalimantan Selatan. Terdapat 25 provinsi yang mengalami penurunan selisih antara IPM dan IPG-nya (lihat Tabel 5.dengan peningkatan kesetaraan gender. 5. kesamaan kontribusi secara 74 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 . Lampung. Terdapat tiga komponen yang digunakan dalam penghitungan IDG. yang menunjukkan bahwa kesetaran gender di semua provinsi ini mengalami peningkatan. Namun demikian.2. Sementara hanya 8 provinsi (Riau. IDG merupakan angka indeks komposit yang secara khusus dimaksudkan untuk mengukur pemberdayaan perempuan dalam berbagai aspek pembangunan. Bali. indeks lain yang sering digunakan untuk melihat capaian pembangunan dalam konteks gender adalah Indeks Pemberdayaan Gender (IDG). Paua Barat dan NTB) yang nilai selisihnya justru meningkat atau tetap. yaitu kesamaan peranan antara laki-laki dan perempuan dalam proses pengambilan keputusan politik (sebagai anggota parlemen) di suatu wilayah. upaya perbaikan kesetaraan gender pada umumnya telah memberikan hasil yang positif di sebagian besar provinsi. Hubungan IPM dan IDG Selain IPM dan IPG. Jawa Timur. Berbeda dengan IPG yang pada dasarnya hanya merupakan IPM setelah dikoreksi dengan kesetaraan gender untuk setiap komponennya.

ekonomi dan sosial dalam kegiatan pembangunan juga relatif tinggi. peran perempuan dalam kegiatan politik. dan Kalimantan Tengah. Kep. dan kesamaan peranan dalam kehidupan sosial (peran sebagai manajer. tenaga profesional. Sumatera Selatan. PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 75 . Kalimantan Timur. Jambi. dan Sulawesi Utara.ekonomi (pendapatan). administrasi dan teknisi). tingkat pencapaian pembangunan manusia di Indonesia ternyata memiliki keterkaitan secara positif dengan tingkat pencapaian pemberdayaan gender (lihat Gambar 5. Sumatera Barat. Jawa Tengah. Di masing-masing provinsi. Tingginya capaian pembangunan manusia di masing-masing provinsi ini ternyata berjalan seiring dengan tingginya pemberdayaan gendernya. peluang bagi perempuan untuk mengambil peran di bidang politik. Artinya. Kuadran II : IPM tinggi dan IDG rendah. maka keseluruhan provinsi di Indonesia dapat dikategorikan sebagai berikut: Kuadran I : IPM tinggi dan IDG tinggi. Kep. Artinya. Provinsi dengan IPM yang lebih tinggi pada umumnya akan diikuti dengan IDG yang lebih tinggi pula. ekonomi dan sosial di masing-masing provinsi yang termasuk ke dalam kelompok ini masih relatif rendah dibandingkan dengan peranan perempuan di tingkat nasional. Dengan menggunakan IDG nasional sebesar 69. Bangka Belitung. Kelompok ini terdiri dari provinsi-provinsi Sumatera Utara.5). Bali. Provinsi yang termasuk dalam kategori ini adalah Bengkulu. Riau. Secara umum. DKI Jakarta. IPM yang tinggi ternyata belum disertai dengan pemberdayaan gender yang tinggi.77 sebagai tolok ukur.14 dan IPM nasional sebesar 72. Riau. DI Yogyakarta.

Jawa Timur. tetapi peranan perempuan dalam kegiatan pembangunan di provinsi ini ternyata lebih tinggi dibandingkan dengan tingkat nasional.Kuadran III : IPM rendah dan IDG rendah. Sulawesi Selatan. Capaian pembangunan manusia di masing-masing provinsi pada kelompok ini tergolong rendah dibandingkan dengan capaian pada tingkat nasional. NTT. Sulawesi Barat. Sulawesi Tengah. Jawa Barat. Kelompok ini terdiri dari Provinsi Aceh.6). Lampung. Provinsi dengan IPG tinggi (relatif terhadap IPG nasional) ternyata cenderung memiliki IDG yang tinggi pula (relatif terhadap IDG nasional). Gorontalo. Kalimantan Barat. Dengan demikian permasalahan pembangunan yang dihadapi oleh masing-masing provinsi menjadi lebih berat dibandingkan dengan provinsi dari kelompok lain. Kalimantan Selatan. 76 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 . Hubungan IPG dan IDG Capaian pembangunan gender ternyata memiliki hubungan positif dengan capaian pemberdayaan gender pada tahun 2011 (lihat Gambar 5. Selain harus meningkatkan pembangunan manusia secara umum. Walaupun capaian pembangunan manusia di Maluku relatif rendah dibandingkan dengan capaian secara nasional. Banten. Sulawesi Tenggara. begitu juga dengan peranan perempuan dalam pembangunan juga tergolong rendah. Papua Barat. Kuadran IV : IPM rendah dan IDG tinggi. NTB. ekonomi dan sosial.3. Maluku Utara. masing-masing provinsi tersebut dituntut pula untuk bekerja keras dalam meningkatkan peranan perempuan dalam kegiatan politik. dan Papua. Hanya Provinsi Maluku yang termasuk dalam kelompok ini. 5.

kegiatan ekonomi. dan Sulawesi Utara. Provinsi yang masuk kelompok ini adalah Sumatera Utara. Walaupun capaian pembangunan gender di tiap provinsi dalam kelompok ini telah melampaui capaian secara nasional. dan kehidupan sosial. Hal ini menunjukkan bahwa kesetaraan gender dalam pembangunan manusia yang tinggi di masing-masing provinsi telah disertai dengan tingginya peranan perempuan dalam pengambilan keputusan politik. Bali. Sumatera Barat. DI Yogyakarta. DKI Jakarta. tapi PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 77 .Pengelompokan berdasarkan capaian IPG dan IDG masingmasing provinsi dibandingkan capaian untuk tingkat nasional adalah sebagai berikut: Kuadran I : IPG tinggi dan IDG tinggi. dan Kalimantan Tengah. Kelompok ini terdiri dari Provinsi Bengkulu. Kuadran II : IPG tinggi dan IDG rendah. Hanya di 4 provinsi inilah pembangunan gender dan pemberdayaan gender memiliki capaian yang lebih tinggi dibandingkan dengan capaian pada tingkat nasional.

NTB. Papua Barat. 78 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 . dan Papua. Terdapat 24 provinsi yang termasuk dalam kelompok ini. Jawa Tengah. Kalimantan Barat. menunjukkan bahwa sebagian besar provinsi di Indonesia masih perlu bekerja lebih keras untuk meningkatkan kesetaraan gender dalam pembangunan manusia dengan mengupayakan peningkatan peranan perempuan dalam proses pengambilan keputusan politik. kegiatan ekonomi dan sosial masih lebih rendah dibandingkan dengan capaian tingkat nasional. Bangka Belitung. Riau. Besarnya proporsi yang termasuk dalam kelompok ini. yaitu Provinsi Aceh. Sulawesi Tenggara.keterlibatan perempuan dalam pengambilan keputusan politik. Kalimantan Selatan. Maluku Utara. Sumatera Selatan. Sulawesi Barat. Kep. Jawa Timur. Kuadran III : IPG rendah dan IDG rendah. NTT. Jawa Barat. Sulawesi Selatan. Gorontalo. Lampung. Kep. dan dalam kegiatan ekonomi dan sosial. Jambi. Sulawesi Tengah. Riau. yaitu sekitar 73 persen. Banten. Kalimantan Timur.

IPG dan IDG semuanya rendah.4. PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 79 . g. tetapi IPG dan IDG tinggi. Kelompok 3: IPM dan IDG tinggi. c. d. Dengan melakukan perbandingan untuk suatu wilayah. Walaupun pembangunan gender di Maluku relatif rendah. tetapi IPG dan IDG rendah. IPG. IPG dan IDG semuanya tinggi5. Kelompok 2: IPM dan IPG tinggi. 5.Kuadran IV : IPG rendah dan IDG tinggi. ternyata peranan perempuan dalam berbagai aspek pembangunan di Maluku sudah relatif tinggi. Kelompok 8: IPM. tetapi IPG rendah. IPM-IDG dan IPG-IDG telah memberikan gambaran tentang bagaimana antar indeks pembangunan memiliki keterkaitan satu sama lain. Kelompok 4: IPM tinggi. tetapi IDG rendah. dan IPG Perbandingan antara IPM-IPG. e. Hubungan positif antara IPG dan IDG ternyata berlaku juga di tingkat kabupaten/kota (lihat Gambar 5. Kelompok 6: IPM dan IDG rendah. b. misalnya. Dengan menggunakan angka indeks nasional sebagai tolok ukur. 5 5 Jika indeks provinsi indeks nasional mak indeks provinsi dikategorikan sebag ‘tinggi’ dan sebalikn dikategorikan sebag ‘rendah’. Perbandingan Antara IPM. f. Provinsi Maluku merupakan satu-satunya anggota kelompok ini. h.7). Kelompok 7: IPM dan IPG rendah. Oleh karena itu pada bagian ini akan dilakukan perbandingan ketiga indeks tersebut sekaligus. tetapi IDG tinggi. Akan tetapi kombinansi perbandingan antar indeks tersebut belum sepenuhnya mampu memberikan gambaran yang lebih baik tentang capaian pembangunan manusia secara umum (yang diukur dengan IPM) yang dikaitkan sekaligus dengan aspek kesetaraan gender (direpresentasikan dengan IPG) dan aspek pemberdayaan gender (direpresentasikan dengan IDG). tetapi IPG tinggi. dapat diperoleh informasi apakah pembangunan manusia yang telah dicapai di wilayah tersebut sudah atau belum sejalan dengan tingkat kesetaraan gender dan tingkat pemberdayaan gendernya. Kelompok 1: IPM. Jika indeks provinsi > indeks nasional maka indeks provinsi dikategorikan sebagai ‘tinggi’ dan sebaliknya dikategorikan sebagai ‘rendah’. maka setiap provinsi akan dapat dimasukkan ke salah satu dari 8 kelompok berikut: a. Kelompok 5: IPM rendah.

IPG dan IDG semua tinggi) yang terdiri dari Provinsi Bengkulu. Kep. Maluku Utara. dan Kalimantan Timur. Sulawesi Selatan. tetapi IDG tinggi) pada tahun 2011. Sumatera Selatan. Lampung.2). tetapi IPG dan IDG tinggi) pada tahun 2010 menjadi Kelompok 7 (IPM dan IPG rendah . tetapi nilai IDG rendah) terdiri dari Provinsi Sumatera Utara. IPG dan IDG untuk masing-masing provinsi maka pengelompokan untuk tahun 2010 dan 2011 masing -masing seperti yang disajikan pada Tabel 5. Kalimantan Selatan. DI Yogyakarta. IPG dan IDG semuanya rendah) terdiri dari Provinsi Aceh. Kalimantan Barat. DKI Jakarta.Berdasarkan nilai IPM. Jawa Barat. Kelompok 8 (nilai IPM. NTT.Riau. bergeser menjadi Kelompok 2 (IPM dan IPG tinggi tetapi IDG rendah) pada tahun 2011. Provinsi Sulawesi Utara pada tahun 2010 berada pada Kelompok 1 (nilai semua indeksnya lebih tinggi dibandingkan dengan nilai nasional). Sulawesi Tengah. Bali. Sumatera Barat.3. Banten. 80 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 . Sulawesi Tenggara. Gorontalo. Pengelompokan provinsi-provinsi tersebut ternyata tidak jauh berbeda dengan kondisi pada Tahun 2010 (Tabel 5. dan Papua. Kelompok 2 (nilai IPM dan IPG tinggi . Jawa Timur. Begitu juga Provinsi Maluku mengalami pergeseran dari Kelompok 5 (IPM rendah. tetapi nilai IPG rendah) yang hanya terdiri satu provinsi. Maluku. dan Sulawesi Utara. Sulawesi Barat. tetapi nilai IPG dan IDG rendah) terdiri dari Provinsi Riau. Kep. Hanya terdapat tiga provinsi yang mengalami perubahan kelompok dalam dua tahun terakhir. Kelompok 7 (nilai IPM dan IDG tinggi . Jambi. tetapi IPG dan IDG rendah) pada tahun 2010 menjadi Kelompok 8 (semua indeksnya lebih rendah dibandingkan dengan nilai indeks nasional) pada tahun 2011. Kelompok 4 (nilai IPM tinggi . Jawa Tengah. NTB. Papua Barat.2 dan Tabel 5. Pada tahun 2011. dan Kalimantan Tengah. Provinsi Jawa Barat juga bergeser dari Kelompok 4 (IPM tinggi. ternyata seluruh provinsi di Indonesia hanya mengelompok ke dalam lima kategori sebagai berikut: Kelompok 1 (nilai IPM. Bangka Belitung.

Babel Rendah Kep. IPG dan. IPG dan IDG 2. Klasifikasi berdasarkan nilai IPM. dan b. Jika dikategorikan sebagai “Rendah”. 3. PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 81 . Klasifikasi dilakukan dengan membandingkan nilai capaian untuk masing-masing provinsi dengan nilai capaian tingkat nasional. 2010 IDG Indikator Tinggi Tinggi Rendah Bengkulu Sumatera Utara DKI Jakarta Sumatera Barat DI Yogyakarta Bali Kalimantan Tengah Sulawesi Utara Riau Tinggi Jambi IPG Sumatera Selatan Kep. Jika dikategorikan sebagai “Tinggi”. IDG. Klasifikasinya adalah sebagai berikut: a.Tabel 5.2 Pengelompokan Provinsi Berdasarkan IPM. Riau Jawa Barat Jawa Tengah Kalimantan Timur Tinggi Maluku Aceh IPM Lampung Jawa Timur Banten NTB NTT Kalimantan Barat Rendah IPG Rendah Kalimantan Selatan Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara Gorontalo Sulawesi Barat Maluku Utara Papua Barat Papua Keterangan: 1.

IPG dan IDG 2. IPG atau IDG rendah. dan b. IDG. 2011 IDG Indikator Tinggi Tinggi Tinggi Rendah Bengkulu DKI Jakarta DI Yogyakarta Kalteng Sumatera Utara Sumatera Barat Bali Sulawesi Utara Riau Jambi Sumatera Selatan Kep. pada dasarnya tidak dapat diartikan bahwa kegiatan 82 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 . Jika dikategorikan sebagai “Tinggi”. Riau Jawa Tengah Kalimantan Timur Maluku Aceh Lampung Jawa Barat Jawa Timur Banten NTB NTT Kalimantan Barat Kalimantan Selatan Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara Gorontalo Sulawesi Barat Maluku Utara Papua Barat Papua IPG Rendah Tinggi IPM Rendah IPG Rendah Keterangan: 1. Klasifikasinya adalah sebagai berikut: a. Bangka Belitung Kep. 3. Jika dikategorikan sebagai “Rendah”. Klasifikasi dilakukan dengan membandingkan nilai capaian untuk masing-masing provinsi dengan nilai capaian tingkat nasional. Walaupun dalam pengelompokkan yang telah dilakukan terdapat beberapa provinsi yang memiliki IPM.3 Pengelompokan Provinsi Berdasarkan IPM. Klasifikasi berdasarkan nilai IPM. IPG dan.Tabel 5.

masing-masing provinsi memiliki kecepatan yang berbeda dalam meningkatkan capaian pembangunan. IPM yang dicapai harus melampaui nilai IPM nasional.Hanya saja hampir semua daerah agaknya angka melek hurufnya sudah sangat PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 83 . terutama dalam penentuan target yang akan dicapai untuk masing-masing indeks. Dari perkembangan masing-masing angka indeks. Angka harapan hidup saat lahir tidak mungkin ditingkatkan dalam jangka pendek. Untuk Meningkatkan Capaian IPM Indikator yang digunakan untuk menghitung IPM terdiri dari angka harapan hidup saat lahir (dimensi kesehatan). Misalnya suatu provinsi dengan IPM ‘rendah’ telah menetapkan target untuk menjadi ‘tinggi’. mungkin tidaknya nilai-nilai dari semua indikator komponen penyusun IPM untuk ditingkatkan. Kompleksitas dari suatu upaya untuk meningkatkan capaian angka indeks dapat diuraikan secara ringkas sebagai berikut. sebenarnya setiap provinsi telah berhasil meningkatkan capaian pembangunannya. upaya untuk meningkatkan capaian pembangunan yang kemudian diukur melalui berbagai angka indeks bukanlah merupakan upaya yang mudah. Angka Melek Huruf (AMH) dan Rata-rata Lama Sekolah (dimensi pendidikan). Sekurang-kurangnya terdapat dua hal yang harus dipertimbangkan.Masing-masing indikator ini ternyata memiliki perilaku yang berbeda.Diperlukan usaha yang berkesinambungan di bidang kesehatan secara umum dan kesehatan saat mengandung secara khusus untuk memperbaiki indikator ini. Pada kenyataannya. Perbedaan dalam kecepatan tersebut pada gilirannya memang akan memiliki implikasi terhadap kebijakan pembangunan yang akan diambil.pembangunan di provinsi yang bersangkutan kurang atau tidak berhasil. Angka melek huruf mungkin dapat ditingkatkan dalam jangka pendek (satu atau dua tahun) melalui berbagai program pemberantasan buta huruf atau buta aksara. dan pengeluaran per kapita per tahun disesuaikan (dimensi ekonomi). Pertama. Persoalannya. Kedua.

tetapi dengan memberikan perhatian yang lebih terhadap komposisi jenis kelaminnya. dan kontribusi perempuan dalam perekonomian. Berbagai faktor seperti kesiapan infrastruktur dan tenaga pengajar memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap capaian indikator ini. hanya saja untuk setiap indikator dipisahkan menurut jenis kelamin. Strategi yang dapat ditempuh antara lain adalah dengan meningkatkan produktivitas tenaga kerja dan memperluas pasar. Rata-rata lama sekolah juga tidak mungkin ditingkatkan dalam jangka pendek. lebih dari 95 persen.Sedangkan perluasan pasar bagi produk barang dan jasa yang dilakukan di suatu wilayah dapat dilakukan dengan membangun fasilitas dan sarana pemasaran. Untuk Meningkatkan IDG Indikator yang digunakan dalam menghitung IDG terdiri dari partisipasi perempuan dalam parlemen.Akan tetapi pengaruh lingkungan seperti kondisi budaya dan ekonomi juga perlu dipertimbangkan dalam mendorong penduduk untuk bertahan di bangku sekolah. Selain faktor kapabilitas perempuan. Dengan demikian strategi untuk meningkatkan IPG akan sama dengan strategi peningkatan IPM. Pendapatan yang diterima penduduk yang diproksi melalui pengeluaran per kapita disesuaikan mungkin masih dapat ditingkatkan dalam jangka pedek atau menengah. Untuk Meningkatkan Capaian IPG Indikator yang digunakan untuk menghitung IPG pada dasarnya sama dengan yang digunakan dalam menghitung IPM. Produktivitas tenaga kerja dapat ditingkatkan melalui berbagai program peningkatan ketrampilan tenaga kerja. Masing-masing indikator pembentuk IDG agaknya tidak dapat ditingkatkan dalam jangka pendek. sehingga hampir tidak mungkin untuk ditingkatkan lagi. faktor lain yang diduga juga memiliki peran penting adalah persepsi dan budaya masyarakat 84 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 .tinggi. proporsi tenaga profesional perempuan.

terhadap keterlibatan perempuan dalam berbagai bidang
kehidupan. Berbagai program sosialisasi, advokasi dan
fasilitasi untuk mendorong peningkatan peran perempuan
dalam berbagai kegiatan pembangunan mungkin dapat
dijadikan sebagai pilihan. Alternatif lain yang mungkin juga
dapat ditempuh adalah dengan memberikan affirmative
action tertentu kepada perempuan untuk menduduki profesi
tertentu atau terlibat dalam politik dan pengambilan
keputusan.

PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012

85

6

Kesimpulan

.

DKI Jakarta dan Sulawesi Utara merupakan dua provinsi yang paling baik dilihat dari segi capaian pembangunan manusia yang tercermin pada tingginya nilai IPM yang diikuti oleh tingginya capaian pembangunan gender yang tercermin pada nilai IPG.02 poin dari tahun 2010. yaitu sebagai berikut : 1. Hasil plotting IPM 2011 terhadap IPG 2011 berdasarkan 497 kabupaten/ kota di Indonesia terdapat kaitan yang searah. Namun dilihat menurut provinsi. Secara umum. Hal ini berarti disparitas pembangunan gender di tingkat provinsi menunjukkan tren yang menurun. tampak adanya peningkatan ketimpangan di beberapa provinsi. 3. Hal ini berarti pembangunan manusia di Indonesia sudh terjadi di semua kelompok atau tidak didominasi oleh kelompok/jenis kelamin tertentu. ketimpangan capaian pembangunan gender (IPG) relatif sama sejak tahun 2004-2011.31 poin. Selain itu. PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 89 . 5. turun sebesar 0. Namun yang perlu dicermati adalah capaian tersebut bila dipilah antara capaian laki-laki dan perempuan.KESIMPULAN D 6 ari pembahasan pada bab terdahulu maka dapat di tarik beberapa kesimpulan. Tentu hal ini merupakan kabar yang menggembirakan. Pada tahun 2011 lebih dari 90 persen kabupaten/kota telah mencapai level pembangunan manusia (IPM) kategori menengah atas. Perbedaan pencapaian IPG tertinggi dengan IPG terendah pada tahun 2011 sekitar 17. gambaran setiap provinsi menunjukkan adanya disparitas tingkat capaian pembangunan manusia menurut gender. 2. 4.

Indeks pemberdayaan gender (IDG) meningkat dibanding tahun 2010. Pemberdayaan perempuan di DI Yogyakarta tetap merupakan yang terbaik dibandingkan dengan provinsi lainnya di Indonesia. Sementara pemberdayaan perempuan di Provinsi Aceh merupakan yang terendah. 7. menggambarkan peran perempuan dalam pengambilan keputusan dan ketenagakerjaan meningkat. Namun demikian.90 6. Gap antara IPG dan IPM pada tahun 2011 yang paling rendah terjadi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). 9. 10. hal ini bukan berarti capaian pembangunan manusia (laki-laki dan perempuan) di NTT sudah cukup bagus karena kesenjangan (gap) tidak memperlihatkan level pembangunan yang dicapai. Salah satu penyebab dari kesenjangan gender yang terjadi di Kalimantan Timur adalah terjadinya kesenjangan dalam sumbangan pendapatan laki-laki dan perempuan. PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 . 8. Semakin besar jarak (gap) upah yang diterima antara lakilaki dan perempuan menyebabkan angka IPG makin kecil. Daerah yang memiliki gap antara IPM dan IPG paling besar selama 2 tahun terakhir adalah Provinsi Kalimantan Timur.

United Nations Development Programme (UNDP). Beyond Scarcity : Power.DAFTAR PUSTAKA Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Suffrage to Sufferance : 100 Years of Women in Politics. 1992. Human Development Report 2007/2008. K. Sun. 2005. Sydney : Allen & Unwin Pty. Jakarta : KPPPA. 1998. Human Development Report 2006. International Cooperation at a Crossroads : Aid. 2007. 2 : 126-135. Seager. New York : Palgrave Macmillan. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA). Human Development Report 2005. 2011. Fighting Climate Change : Human Solidarity in a Divided World. Jakarta : Pusat Pelatihan Gender dan Peningkatan Kualitas Perempuan. Gender Representation In Politics and Public Administration : Taiwan and Asian Countries. Haines. 1997. Forum Penelitian Agro Ekonomi. PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 91 . Kertas Kebijakan 1 : Pengarusutamaan Gender.I. J. Woman Empowerment to Support Gender Mainstreaming in Rural Agricultural Development Policies. Modul 2 : Konsep dan Teori Gender. The State of Women in the World Atlas. and Security in an Equal World. 2005. New York : Palgrave Macmillan. Poverty and the Global Water Crisis. Ltd. Parawansa. New York : Hoechstetter Printing Co. Volume 25 No. J. Kebijakan Bank Mengenai Gender dan Pembangunan. Elizabeth. BKKBN. 2007. Pemberdayaan Perempuan dalam Pembangunan Berkelanjutan. 2007. United Nations Development Programme (UNDP). World Bank. Tsai-Wei. Trade. Program Pembinaan Jarak Jauh Pengarusutamaan Gender. Singapore : National University of Singapore. United Nations Development Programme (UNDP). R. 2006. London : Penguin Books Limited.

New York : Palgrave Macmillan. The Real Wealth of Nations : Pathways to Human Development. 2010. United Nations Development Programme (UNDP). 2011. New York : Palgrave Macmillan. 92 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 . Human Development Report 2011. Sustainability and Equity : A Better Future for All. Human Development Report 2010.United Nations Development Programme (UNDP).

TIM PENULIS Pengarah : J. Bambang Kristianto Lies Rosdianty Editor : Margo Yuwono Harmawanti Marhaeni Ahmad Avenzora Rustam Penulis : Haerani Natali Agustini Waris Marsisno Dyah Retno P Dimas Hari Santoso Adi Nugroho Fenti Anggraeni Pengolah Data : Adi Nugroho Fenti Anggraeni Perapihan Naskah : Dimas Hari Santoso PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 93 .

.

Lampiran PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 95 .

Lampiran 1. Diagram Penghitungan
Indeks Komposit

L1

Diagram Penghitungan IPM
DIMENSI

Umur Panjang
dan Sehat

INDIKATOR

Angka Harapan Hidup
Pada Saat Lahir

INDEKS

Indeks Harapan Hidup

Pengetahuan
Angka Melek
Huruf (Lit)

Rata-Rata Lama
Sekolah (MYS)

Kehidupan Layak
Pengeluaran Per Kapita RA
Yang Disesuaikan (PPP)

Indeks Pendidikan

Indeks Pendapatan

INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA
(IPM)

Diagram Penghitungan IPG
DIMENSI
INDIKATOR

INDEKS
DIMENSI

INDEKS
SEBARAN
MERATA

Umur panjang
dan sehat
Angka
Harapan
Hidup
Perempuan

Angka
AMH
MYS
AMH
Harapan Perempuan Perempuan Laki-Laki
Hidup
Laki-Laki

Indeks
Harapan
Hidup
Perempuan

Indeks
Harapan
Hidup
Laki-laki

Indeks Harapan Hidup
dengan sebaran merata

Kehidupan yang
layak

Pengetahuan

Indeks Pendidikan
Perempuan

MYS
Perkiraan Perkiraan
Laki-Laki Pendapatan Pendapatan
Perempuan Laki-Laki

Indeks Pendidikan Laki
Indeks
Indeks
-laki
Pendapatan Pendapatan
Perempuan Laki-laki

Indeks pendidikan dengan sebaran merata

Indeks Pendapatan dengan
sebaran merata

INDEKS PEMBANGUNAN GENDER
(IPG)

PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012

97

Diagram Penghitungan IDG
DIMENSI

Partisipasi Politik

INDIKATOR

Proporsi Perempuan
dan Laki-laki di
Parlemen

PERSENTASE
EKUIVALEN
DENGAN
SEBARAN
MERATA
(EDEP)

EDEP untuk
keterwakilan di
parlemen

Partisipasi Ekonomi dan
Pengambilan Keputusan

Penguasaan Sumber
Daya Ekonomi

Proporsi Perempuan dan Laki-laki
yang bekerja sebagai
professional, teknisi, pimpinan
dan tenaga ketatalaksanaan

Perkiraan penghasilan
perempuan dan laki-laki

EDEP untuk partisipasi dalam
pengambilan keputusan

EDEP untuk penghasilan

INDEKS PEMBERDAYAAN GENDER
(IDG)

98

PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012

Untuk mengukur dimensi pengetahuan penduduk digunakan dua (2) indikator. b. Metode yang dipilih adalah metode Trussel dengan model West karena sesuai/cocok dengan kondisi Indonesia. pengetahuan dan kehidupan yang layak (lihat diagram 1). Tingkat Pendidikan Dimensi pengetahuan menggambarkan tingkat pendidikan yang dicapai oleh penduduk dewasa. Metode Penghitungan Indeks Komposit L2 Indeks Pembangunan Manusia (IPM) S ebagai ukuran kualitas hidup. IPM dibangun melalui pendekatan tiga dimensi dasar. yakni penduduk berusia 15 tahun ke atas. Dimensi tersebut mencakup umur panjang dan sehat. Ketiga dimensi tersebut memiliki pengertian sangat luas dan dalam. karena terkait banyak faktor didalamnya. Indikator yang digunakan untuk mendeteksi capaian dari dimensi umur panjang dan sehat adalah angka umur harapan hidup (life expectancy). yaitu anak lahir hidup (ALH) dan anak masih hidup (AMH).Lampiran 2. secara sederhana dapat diterjemahkan dalam indikator-indikator sebagai berikut: a. Selanjutnya rata-rata lama sekolah menggambarkan jumlah tahun yang dihabiskan oleh PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 99 . Meski demikian. pada cakupan lebih luas merupakan ukuran kinerja pembangunan sektor kesehatan. Pada publikasi ini angka umur harapan hidup dihitung menggunakan pendekatan tak langsung (indirect). Jenis data masukan yang digunakan untuk menghitung angka umur harapan hidup terdapat dua (2) jenis. Lamanya hidup/Angka Harapan Hidup Dimensi umur panjang dan sehat mencerminkan aspek kesehatan. yaitu rata-rata lama sekolah (means years schooling) dan angka melek huruf. Angka umur harapan hidup dapat dihitung dengan menggunakan life table. Paket program Mortpack dapat membantu menghitung angka harapan hidup dengan input data ALH dan AMH.

549. 1. Sedangkan angka melek huruf adalah persentase penduduk usia 15 tahun ke atas yang dapat membaca dan menulis huruf latin dan atau huruf lainnya. Rata-rata lama sekolah diberi bobot sepertiga dan angka melek huruf diberikan bobot dua pertiga. Standar Hidup Layak Dimensi ketiga dari ukuran kualitas hidup manusia adalah standar hidup layak. j ) ( X ( i . C (I) = C(i) Jika C(i) < Z = Z + 2(C(i)`-`Z)1/2 Jika Z < C(i) < 2Z = Z + 2(Z)1/2 + 3(C(i)`-`2Z)1/3 Jika 2Z < C(i) < 3Z dst Dimana C(i) = PPP dari nilai riil pengeluaran per kapita Z = Batas tingkat pengeluaran yang ditetapkan secara arbiter sebesar Rp. Formula yang digunakan sebagai berikut: indeks X ( i . sedangkan BPS dalam menghitung standar hidup layak menggunakan rata-rata pengeluaran per kapita riil yang disesuaikan dengan formula Atkinson. Proses penghitungannya. kedua indikator tersebut digabung setelah masing-masing diberikan bobot. Penyusunan Indeks Sebelum penghitungan IPM. UNDP untuk mengukur standar hidup layak menggunakan GDP riil yang disesuaikan. d.penduduk usia 15 tahun ke atas di semua jenjang pendidikan formal yang pernah dijalani.j) = Indeks komponen ke-i dari daerah j 100 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 . setiap komponen harus dihitung indeksnya. Dalam cakupan lebih luas standar hidup layak menggambarkan tingkat kesejahteraan yang dinikmati oleh penduduk sebagai dampak semakin membaiknya ekonomi.500 per kapita per tahun atau Rp. c. j )  X ( i min) ) ( X ( i maks )  X ( i  min) ) X(i.500 per kapita per hari Sumber data yang digunakan untuk menghitung standar hidup layak adalah hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas).

yakni harapan hidup. k wilayah Indeks Pembangunan Gender (IPG) I ndeks Pembangunan Gender (IPG) mengukur tingkat pencapaian kemampuan dasar yang sama seperti IPM.X(i-min) = Nilai minimum dari Xi X(i-maks) = Nilai maksimum dari Xi Untuk menghitung indeks setiap komponen. j ) 3 j Dimana : Indeks X(i. i = 1. Apabila nilai IPG sama PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 101 . Rata2 Lama Sekolah 15 4.j) = Indeks komponen IPM ke i untuk wilayah ke j. Angka Melek Huruf 100 0 Standar UNDP 3.000b (1999.720 a 300. batas nilai minimum dan maksimum setiap komponen IPM ditentukan berdasarkan standar sebagai berikut: Tabel L2. dan pendapatan dengan memperhitungkan ketimpangan gender (lihat diagram 2).000 (1996) 360. 2. Daya Beli 0 732. 2002) Pengeluaran per Kapita Riil disesuaikan Keterangan a) Perkiraan maksimum pada akhir PJP II tahun 2018 b) Penyesuaian garis kemiskinan lama dengan garis kemiskinan baru Nilai IPM dapat dihitung sebagai: IPM j 1 ¦ Indeks X (i. 3 j = 1. IPG dapat digunakan untuk mengetahui kesenjangan pembangunan manusia antara laki-laki dan perempuan. 2 ……. Angka Harapan Hidup 85 25 Standar UNDP 2. tingkat pendidikan.1 Nilai maksimum dan minimum dari setiap komponen IPM Komponen IPM Max Min Keterangan 1.

Menghitung nilai Xede dari tiap indeks Xede = [Pf Xf dimana Xf Xm Pf Pm : : : : (1-ε) + Pm Xm (1-ε) ] Pencapaian perempuan Pencapaian laki-laki Proporsi penduduk perempuan proporsi penduduk laki-laki 3. tetapi sebaliknya IPG lebih rendah dari IPM makan terjadi kesenjangan gender. 2 dengan sebagai Nilai Maksimum dan Minimum Dari Setiap Komponen IPG Maksimum Minimum Laki-Laki Perempuan Laki-Laki Perempuan Angka Harapan Hidup 82. Indeks dari setiap komponen IPG dihitung menggunakan batas maksimum dan minimum berikut : Tabel L2.5 Angka Melek Huruf 100 100 0 0 Rata-Rata Lama Sekolah 15 15 0 0 Konsumsi per Kapita 300. Menghitung IPG dengan rumus IPG = 1/3 (Xede(1) + Xede(2) + IInc-dis) dimana Xede(1) : Xede untuk harapan hidup Xede(2) : Xede untuk Pendidikan IInc-dis 102 : Indeks distribusi pendapatan PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 . Penyusunan Indeks 1.720 Keterangan : L = laki-laki P = Perempuan 2.5 27.000 (1996) 360.5 22. maka dapat dikatakan tidak terjadi kesenjangan gender.5 87.dengan IPM.000 (1999. 2002) 732.

Selanjutnya. Penyusunan Indeks 1. masingmasing indeks komponen. Peran aktif perempuan dalam kehidupan ekonomi dan politik mencakup partisipasi berpolitik. Dalam penghitungan IDG. partisipasi ekonomi dan pengambilan keputusan serta penguasaan sumber daya ekonomi yang disebut sebagai dimensi IDG. dimensi IDG direpresentasikan oleh indikator-indikator seperti yang terlihat pada diagram 3. terlebih dahulu dihitung EDEP yaitu indeks untuk masing-masing komponen berdasarkan persentase yang ekuivalen dengan distribusi yang merata (Equally Distributed Equivalent Persentage). Nilai 50 dianggap sebagai kontribusi ideal dari masing-masing kelompok gender untuk semua komponen IDG.Indeks Pemberdayaan Gender (IDG) I ndeks pemberdayaan gender (IDG) memperlihatkan sejauh mana peran aktif perempuan dalam kehidupan ekonomi dan politik. Untuk penghitungan masingmasing indeks dapat dilakukan sebagai berikut. Penghitungan sumbangan pendapatan untuk IDG sama dengan penghitungan untuk IPG sebagaimana diuraikan di atas. yaitu nilai EDEP dibagi 50. Selanjutnya. Indeks keterwakilan di parlemen (Ipar) EDEP(par) = {(Xf)(Yf)-1 + (Xm)(Ym)-1]-1 I(par) = {EDEP(par)}/50 dimana Xf = proporsi penduduk perempuan Xm = proporsi penduduk laki-laki Yf = proporsi keterwakilan perempuan di parlemen Ym = proporsi keterwakilan laki-laki di parlemen 2. Indeks pengambilan keputusan (IDM) EDEP(DM)={ (Xf)(Zf)-1 + (Xm)(Zm)-1]-1 I(DM) = {EDEP(DM)}/50 dimana Zf = proporsi perempuan sebagai tenaga profesional Zm = proporsi laki-laki sebagai tenaga professional PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 103 .

3. Indeks distribusi pendapatan (I inc-dis) Sebagaimana disajikan pada penghitungan IPG diatas 4. Indeks pemberdayaan gender IDG=1/3 (I(par) + I(DM) +Iinc-dis ) 104 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 .

68 95.28 593.86 622.59 7.77 610.91 96.74 69.79 71.71 70.81 8.85 74.55 9.99 10.74 69.97 70.98 9.96 602.51 9.61 612.06 71.04 72.35 72.14 613.70 68.86 68.60 71.34 607.26 9.97 70.64 9.05 98.81 71.47 7.70 72.26 69.28 69.53 96.55 70.93 67.62 67.52 8.65 9.69 622.15 592.32 8.32 73.70 618.60 8.56 616.73 598.24 636.96 605.15 87.36 597.10 75.18 12.38 72.89 66.72 8.20 632.81 97.66 98.50 621.38 8.75 70.22 1114 Aceh Tamiang 68.06 94.01 96.88 71.68 1116 Aceh Jaya 68.98 1103 Aceh Selatan 66.24 69.77 616.42 615.17 99.10 96.70 98.81 605.51 588.16 626.72 8.95 73.50 69.30 95.48 8.36 604.59 627.34 96.27 69.44 606.35 631.54 600.38 1111 Aceh Utara 69.70 89.60 71.26 602.92 65.79 8.49 70.68 1175 Subulussalam 65.47 610.80 96.24 96.98 63.83 9.52 9.64 8.60 98.30 8.95 97.30 614.62 618.16 99.99 1117 Bener Meriah 67.80 98.63 67.89 7.95 1113 Gayo Lues 67.19 607.64 69.55 8.08 10.85 8.18 1107 Aceh Barat 69.07 73.97 9.02 68.03 96.44 73.64 69.99 99.90 612.62 99.83 1109 Piddie 69.96 597.08 93.92 72.69 74.45 95.57 7.79 70.49 610.20 99.10 76.46 72.85 598.04 634.25 8.75 99.47 98.78 8.19 96.08 608.29 70.07 638.15 99.71 8.63 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 105 .85 89.45 78.56 69.45 76.85 1112 Aceh Barat Daya 66.15 9.51 1118 Pidie Jaya 69.72 612.58 70.95 8.90 611.39 98.26 1115 Nagan Raya 69.27 98.55 10.02 71.76 7.81 96.69 98.63 69.88 68.43 8.94 1106 Aceh Tengah 69.27 87.25 7.45 10.99 94.99 67.09 12.08 67.20 1108 Aceh Besar 70.58 68.50 98.28 77.73 601.24 70.30 98.26 97.56 602.68 622.37 1174 Kota Lhokseumawe 70.29 71.75 604.73 73.77 8. IPM Provinsi dan Kabupaten 2010 – 2011 Kode Provinsi (1) (2) L3 Angka Harapan Hidup Angka Melek Huruf Rata-rata Lama Sekolah Pengeluaran per Kapita Disesuaikan (Tahun) (Persen) (Tahun) (Ribu Rp PPP) IPM 2010 2011 2010 2011 2010 2011 2010 2011 2010 2011 (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) 1100 ACEH 68.36 1104 Aceh Tenggara 69.Lampiran 3.16 1101 Simeulue 62.82 1171 Kota Banda Aceh 70.53 94.48 69.73 1102 Aceh Singkil 64.47 98.51 603.49 8.98 76.98 71.67 8.96 96.39 73.18 69.00 1172 Kota Sabang 71.37 68.22 69.48 8.58 70.54 96.55 7.72 69.43 1110 Bireuen 72.89 72.21 98.79 71.94 1105 Aceh Timur 69.77 610.88 96.80 97.35 9.01 617.30 10.47 1173 Kota Langsa 70.12 8.53 69.

53 8.21 (1) 106 (2) PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 .95 97.45 99.46 5.31 74.89 99.41 76.14 636.30 6.29 98.54 73.84 98.40 68.85 8.53 7.65 628.37 617.15 618.62 63.88 639.89 624.72 1273 Kota Pematang Siantar 72.92 97.82 73.03 67.60 8.33 70.25 73.91 636.39 75.54 623.98 69.86 73.69 98.85 10.74 636.81 8.21 632.94 1210 Dairi 68.51 77.76 98.17 98.60 77.50 97.67 73.45 611.19 99.45 74.58 617.45 633.27 634.23 84.92 636.64 1219 Batu Bara 68.01 70.65 97.14 1224 Nias Utara 69.06 72.13 8.70 8.96 98.15 69.29 72.95 70.95 70.34 7.53 8.10 6.91 72.84 74.66 8.33 99.10 71.72 629.06 99.80 7.19 74.02 98.39 642.72 99.98 72.21 99.91 8.15 67.52 9.98 70.25 1221 Padang Lawas 67.13 609.84 96.40 68.08 75.18 638.70 99.62 1214 Nias Selatan 70.89 634.99 633.58 68.21 75.71 632.56 5.75 98.91 1275 Kota Medan 71.72 1215 Humbang Hasundutan 67.82 8.12 96.02 97.84 10.61 97.90 633.36 85.08 97.78 6.20 9.27 1218 Serdang Bedegai 68.00 71.48 67.47 9.42 636.88 607.02 74.49 9.40 625.70 8.96 69.60 71.23 70.58 1278 Gunung Sitoli 69.27 7.34 75.11 639.21 98.16 610.42 8.55 8.48 629.11 632.99 99.50 69.01 632.71 95.27 8.78 628.91 71.70 76.62 99.02 8.91 76.67 72.54 628.94 72.80 8.70 97.70 99.08 97.38 10.32 97.31 9.55 1222 Labuhan Batu Selatan 69.68 70.75 68.54 73.67 7.36 77.89 627.33 6.36 75.87 67.54 70.65 70.05 9.72 9.02 9.03 74.24 89.91 627.89 634.19 89.26 95.53 74.23 98.46 8.52 73.49 1211 Karo 72.49 76.95 642.09 98.76 8.45 7.59 69.45 8.81 96.77 71.85 646.21 71.23 639.60 69.24 630.50 9.64 8.22 9.64 71.60 67.33 71.19 72.55 635.39 67.33 640.34 99.20 8.70 7.43 1216 Pakpak Barat 67.79 1212 Deli Serdang 70.70 74.29 99.35 98.13 8.36 99.16 72.80 71.90 97.67 72.71 611.65 1208 Asahan 68.80 9.22 625.03 74.25 95.53 8.64 630.95 615.65 1201 Nias 69.29 94.47 98.40 600.14 74.81 74.89 73.93 1274 Kota Tebing Tinggi 71.07 69.52 96.22 614.72 10.01 77.62 72.36 649.13 96.45 628.78 95.20 1217 Samosir 69.90 639.38 1223 Labuhan Batu Utara 69.Kode Angka Harapan Hidup Angka Melek Huruf Rata-rata Lama Sekolah Pengeluaran per Kapita Disesuaikan (Tahun) (Persen) (Tahun) (Ribu Rp PPP) IPM Provinsi 2010 2011 2010 2011 2010 2011 2010 2011 2010 2011 (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) 1200 SUMATERA UTARA 69.10 9.03 71.82 632.21 629.53 98.85 9.85 8.19 10.51 640.41 636.59 98.50 73.21 8.09 1202 Mandailing Natal 63.30 84.41 6.20 85.58 75.73 69.59 98.97 98.28 75.96 8.21 67.57 66.35 74.24 634.44 90.50 1272 Kota Tanjung Balai 70.66 69.47 604.93 8.63 9.18 1225 Nias Barat 69.88 1277 Kota Padang Sidempuan 69.47 10.31 614.86 1206 Toba Samosir 70.63 1205 Tapanuli Utara 69.89 9.64 9.70 70.11 68.56 632.98 69.57 8.71 73.70 99.80 73.53 647.83 8.88 98.09 99.08 1220 Padang Lawas Utara 66.49 76.13 605.97 632.97 623.81 99.94 8.81 75.55 76.29 99.45 1204 Tapanuli Tengah 68.43 70.29 99.37 637.65 99.15 69.77 90.42 607.28 6.10 1271 Kota Sibolga 70.18 73.81 1276 Kota Binjai 71.25 1209 Simalungun 68.70 629.04 1203 Tapanuli Selatan 67.23 74.86 8.86 635.92 631.91 66.46 67.62 69.78 1213 Langkat 69.93 1207 Labuhan Batu 69.75 94.

55 98.58 8.06 99.89 11.74 1308 Limapuluh Koto 68.98 8.92 95.33 68.62 77.51 98.62 7.28 1301 Kepulauan Mentawai 68.35 8.73 73.18 90.18 67.18 74.16 9.46 76.77 8.98 77.50 10.03 621.29 1377 Kota Pariaman 69.53 71.92 98.21 7.92 71.41 98.00 657.74 97.01 77.28 73.43 10.25 96.95 99.26 78.22 75.58 651.49 94.86 98.15 1372 Kota Solok 69.51 75.50 8.42 8.29 638.09 97.16 98.24 630.25 98.91 98.31 10.35 74.88 632.66 99.33 11.77 1303 Solok 66.65 76.72 74.90 72.25 631.86 90.73 68.31 99.55 636.19 1310 Solok Selatan 64.92 628.81 76.62 71.21 7.45 78.06 1302 Pesisir Selatan 67.10 97.18 99.35 630.87 7.59 1405 Siak 71.54 93.92 646.89 74.65 69.53 1401 Kuantan Sengingi 68.77 72.55 98.09 98.94 8.79 74.81 98.04 69.63 650.01 647.30 632.64 70.10 1408 Bengkalis 70.69 71.63 99.81 78.02 69.30 71.23 624.41 1374 Kota Padang Panjang 71.60 66.31 630.03 645.98 69.12 629.66 639.16 70.58 8.43 97.50 633.17 67.78 1309 Pasaman 67.99 7.28 73.40 1305 Tanah Datar 70.25 8.77 98.Angka Harapan Hidup Kode Angka Melek Huruf Rata-rata Lama Sekolah Pengeluaran per Kapita Disesuaikan IPM Provinsi (Tahun) 2010 (1) (2) (Persen) 2011 2010 2011 (Tahun) 2010 2011 (Ribu Rp PPP) 2010 2011 2010 2011 (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) 1300 SUMATERA BARAT 69.48 8.00 66.66 73.40 634.75 69.32 7.21 649.87 99.52 10.07 76.64 71.69 69.52 606.21 98.66 632.15 71.20 98.68 650.09 655.18 70.84 613.24 75.84 642.63 75.13 69.96 75.06 69.82 98.39 71.25 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 107 .90 9.92 72.82 74.04 648.06 7.86 98.79 7.57 635.17 637.61 64.46 74.92 1406 Kampar 68.95 97.31 67.29 8.73 1304 Sawah Lunto/Sijunjung 66.52 68.54 1403 Indragiri Hilir 71.22 71.92 99.19 9.60 7.52 627.89 610.51 7.35 9.82 68.86 635.58 1306 Padang Pariaman 68.62 70.59 629.22 648.04 1373 Kota Sawah Lunto 71.94 646.95 98.61 7.93 10.75 78.78 94.08 1471 Kota Pekan Baru 71.71 73.91 10.25 97.46 98.51 6.45 71.09 71.25 94.73 98.00 8.76 97.43 7.28 73.45 68.56 7.23 97.49 8.35 70.02 70.78 641.30 71.05 73.98 1307 Agam 69.71 1404 Pelalawan 68.69 99.73 653.30 97.50 10.00 609.86 98.33 75.56 98.70 613.65 9.93 71.38 97.62 9.85 98.35 98.70 74.15 1402 Indragiri Hulu 68.01 7.01 94.67 99.56 68.11 75.63 646.58 70.40 628.86 8.19 97.68 642.57 647.93 9.37 7.18 73.08 9.94 71.73 1376 Kota Payakumbuh 70.65 71.63 643.28 616.73 646.14 99.12 1375 Kota Bukit Tinggi 71.30 99.72 1473 Kota Dumai 71.99 635.81 68.26 7.45 68.23 10.27 78.34 7.15 7.78 99.72 9.05 78.83 76.50 69.45 71.82 7.24 649.16 647.15 65.39 71.12 9.34 644.78 74.18 1407 Rokan Hulu 67.53 609.10 650.89 1312 Pasaman Barat 65.89 637.24 608.14 9.00 74.67 6.49 99.89 1400 RIAU 71.53 1409 Rokan Hilir 67.21 8.40 71.34 1311 Dharmas Raya 66.53 97.48 98.92 647.89 71.72 636.99 98.84 8.62 68.82 7.27 7.58 93.48 8.44 67.03 627.46 98.66 9.14 644.16 76.31 624.48 635.59 94.92 67.62 1371 Kota Padang 70.43 72.28 98.15 7.22 640.31 78.16 8.85 97.67 98.99 8.65 633.60 8.23 641.43 75.24 638.83 1410 Kepulauan Meranti 68.

79 636.19 73.65 7.86 67.89 68.51 69.50 72.71 7.57 638.85 98.70 69.83 8.72 70.70 1674 Kota Lubuk Linggau (1) (2) 65.06 610.90 7.67 73.76 94.40 72.86 72.08 627.57 94.90 93.24 97.02 71.11 69.92 97.09 71.69 624.24 634.75 623.59 96.60 635.52 7.41 67.32 98.91 7.06 94.25 67.43 69.59 631.78 97.87 97.54 96.07 10.29 1706 Mukomuko 67.07 76.28 10.25 96.42 70.92 94.49 70.59 96.95 72.54 96.46 96.19 1704 Kaur 67.24 94.08 1504 Batanghari 69.09 7.07 1603 Muara Enim (Liot) 67.05 616.84 8.98 636.02 68.55 7.41 95.35 69.60 8.54 7.36 97.32 95.59 67.74 73.52 8.66 98.57 72.78 1702 Rejang Lebong 67.58 627.99 108 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 .70 65.62 70.57 97.34 70.87 7.47 69.97 7.03 647.96 9.83 1605 Musi Rawas 64.81 67.26 74.44 1505 Muara Jambi 69.95 8.70 7.45 7.96 97.11 8.06 7.33 628.47 7.26 64.25 99.68 638.14 7.42 92.76 77.89 7.90 97.03 617.08 68.79 633.27 67.69 73.12 97.90 70.25 8.14 73.40 8.32 68.37 69.41 67.43 592.50 1571 Kota Jambi 69.23 7.01 1771 Bengkulu 70.59 71.39 640.40 68.95 73.30 1501 Kerinci 70.47 8.41 7.36 71.59 614.54 69.34 1610 Ogan Ilir 66.Kode Angka Harapan Hidup Angka Melek Huruf Rata-rata Lama Sekolah Pengeluaran per Kapita Disesuaikan (Tahun) (Persen) (Tahun) (Ribu Rp PPP) IPM Provinsi 2010 2011 2010 2011 2010 2011 2010 2011 2010 2011 (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) 1500 JAMBI 69.60 632.33 8.61 97.28 8.91 72.03 97.50 9.12 644.99 11.05 633.50 65.58 7.99 70.36 7.66 99.50 98.66 1708 Kepahiang 64.01 97.11 1707 Lebong 66.62 95.82 98.74 6.78 72.40 69.23 76.91 98.40 66.47 97.41 7.84 613.11 658.50 98.24 9.95 72.02 1600 SUMATERA SELATAN 69.97 626.61 69.95 96.94 610.92 73.43 98.36 68.14 8.83 70.59 627.26 6.10 1700 BENGKULU 69.23 656.25 96.30 1509 Bungo 67.69 1672 Kota Prabumulih 71.40 618.40 1503 Sarolangun 69.16 96.93 7.24 1508 Tebo 69.86 70.97 96.92 71.56 71.78 622.00 639.58 612.02 68.60 72.49 7.78 610.43 92.90 633.16 9.89 95.15 618.19 9.71 9.43 1705 Seluma 65.50 7.52 614.63 1709 Bengkulu Tengah 70.10 69.75 92.85 6.63 7.60 69.02 630.51 8.56 610.55 71.68 70.64 97.56 96.16 616.76 631.99 94.66 630.08 7.40 607.84 629.70 1703 Bengkulu Utara 69.52 7.67 628.44 97.30 633.30 76.61 71.93 7.02 7.60 629.38 8.61 616.57 95.78 614.26 1604 Lahat 68.44 7.30 95.25 591.91 7.57 97.61 6.47 613.85 7.50 7.39 98.62 77.96 71.16 95.29 612.11 617.92 72.52 96.42 1601 Ogan Komering Ulu 69.28 1608 Ogan Komering Ulu Selatan 69.42 71.16 69.13 71.13 595.11 607.66 67.78 70.25 9.14 69.19 68.40 1701 Bengkulu Selatan 67.38 1606 Musi Banyuasin 69.58 95.04 95.12 70.71 98.15 71.20 635.53 7.98 8.16 7.59 650.57 72.36 70.67 72.77 74.60 1572 Kota Sungai Penuh 70.44 1607 Banyuasin 67.73 9.16 633.40 624.44 6.36 97.24 97.81 72.91 7.19 91.05 1507 Tanjung Jabung Barat 69.54 7.30 71.25 613.78 97.59 1602 Ogan Komering Ilir 68.68 77.25 8.87 69.73 94.08 1671 Kota Palembang 71.51 631.12 70.49 72.99 99.47 96.76 1502 Merangin 68.11 10.99 76.07 96.23 67.79 7.94 72.12 1506 Tanjung Jabung Timur 70.81 71.64 74.37 98.40 98.80 64.26 69.98 93.06 614.24 642.94 1673 Kota Pagar Alam 70.92 618.13 71.32 638.36 609.10 7.72 71.67 637.41 630.66 76.27 74.96 7.57 97.27 66.05 70.83 69.06 96.82 7.42 71.55 71.37 641.84 98.17 595.71 7.57 619.42 94.76 92.17 70.57 73.80 97.86 91.82 1609 Ogan Komering Ulu Timur 68.46 73.97 614.31 612.50 632.93 7.69 65.83 7.51 70.66 615.62 97.38 633.87 73.32 72.65 67.14 618.51 7.79 73.09 1611 Empat Lawang 65.23 68.55 627.

95 6.27 7.10 645.14 637.09 629.98 69.70 76.47 9.17 69.91 646.30 6.69 71.44 1971 Kota Pangkal Pinang 70.92 70.32 93.64 610.45 69.75 94.37 76.09 96.53 69.40 68.92 68.28 69.72 92.78 650.69 96.40 620.43 606.91 10.03 2172 Kota Tanjung Pinang 69.52 73.77 70.61 94.02 7.44 98.64 73.30 1810 Pringsewu 68.33 69.03 7.64 94.60 653.96 72.36 8.07 77.87 6.74 7.85 97.74 71.31 644.09 629.67 97.95 1900 KEP.50 69.36 70.94 1801 Lampung Barat 67.32 1871 Kota Bandar Lampung 70.09 8.94 68.37 96.63 8.47 96.53 90.45 69.35 71.26 91.05 95.26 96.93 95.51 96.14 8.80 78.50 70.82 96.77 71.94 98.98 6.81 70.72 8.42 9.35 7.71 7.38 607.50 10.37 1901 Bangka 67.17 2103 Natuna 68.80 94.90 69.81 7.45 7.31 98.77 1903 Bangka Barat 67.24 626.59 623.42 7.08 93.83 76.49 611.33 7.52 7.79 7.74 94.72 1802 Tanggamus 69.90 95.31 96.31 71.37 72.26 636.06 96.10 7.50 75.46 603.91 7.50 2171 Kota Batam 70.95 627.36 73.64 8.38 627.70 94.32 628.86 73.44 68.16 9.05 70.25 95.00 644.86 6.43 1808 Tulang Bawang 68.76 97.53 1804 Lampung Timur 70.54 1904 Bangka Tengah 67.54 72.22 71.12 631.51 68.19 614.10 612.41 7.82 10.62 93.39 7.63 7.79 640.63 7.83 1803 Lampung Selatan 68.87 72.85 96.96 1809 Pesawaran 68.65 7.90 92.32 604.76 95.19 94.64 91.47 7.37 596.92 93.24 98.72 67.80 69.05 95.45 97.96 75.03 642.96 8.43 70.22 70.77 10.40 67.97 67.65 71.26 2104 Lingga 70.01 593.87 74.60 634.41 620.28 614.46 7.30 6.59 6.85 94.87 5.78 2101 Karimun 69.98 1812 Tulang Bawang Barat 68.96 75.38 68.07 75.29 70.81 1807 Way Kanan 69.17 604.89 7.50 73.13 93.86 93.34 645.41 619.89 620.68 2105 Kepulauan Anambas 67.20 9.22 71.41 95.06 70.97 10.06 70.19 97.00 74.57 650.16 70.68 635.24 598.42 71.64 67.25 76.45 92.69 95.60 69.83 69.28 97.54 98.38 9.00 642.32 7.66 5.73 71.19 623.17 7.25 69.37 1811 Mesuji 68.71 69.32 95.63 1905 Bangka Selatan 67.36 1906 Belitung Timur 68.36 93.44 75.23 7.23 1902 Belitung 69.67 9.84 640.47 602.54 2100 KEPULAUAN RIAU 69.86 98.99 2102 Bintan 69.21 95.26 1805 Lampung Tengah 69.91 69.58 8.74 95.39 68.94 66.64 616.75 7.54 629.29 1872 Kota Metro 72.62 69.57 596.82 618.07 70.49 98.70 9.87 71.79 69.45 7.96 70.78 67.51 645.07 68.39 71.14 67.74 67.57 7.24 73.72 627.36 7.99 6.58 7.58 641.26 633.63 621.00 91.20 617.60 626.48 93.34 70.73 643.97 72.83 7.48 93.48 93.56 71.18 632.70 70.51 608.86 69.64 629.14 70.29 1806 Lampung Utara 67.80 71.59 75.66 68.25 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 109 .48 7.64 95.28 635.18 98.58 612. BANGKA BELITUNG 68.Angka Harapan Hidup Kode Angka Melek Huruf Rata-rata Lama Sekolah Pengeluaran per Kapita Disesuaikan IPM Provinsi (Tahun) 2010 (1) (2) (Persen) 2011 2010 2011 (Tahun) 2010 2011 (Ribu Rp PPP) 2010 2011 2010 2011 (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) 1800 LAMPUNG 69.49 67.56 94.32 614.96 632.31 68.

25 68.99 7.62 631.30 72.67 638.63 98.11 635.89 69.26 647.16 3171 Kota Jakarta Selatan 73.70 10.82 6.95 99.95 7.94 10.56 642.72 69.41 74.91 77.00 72.99 629.06 9.96 651.92 76.38 642.82 71.75 76.11 8.14 78.31 634.02 95.63 71.93 75.33 97.62 95.04 11.22 98.02 8.68 98.84 70.28 3216 Bekasi 69.82 72.07 640.87 68.18 98.06 3203 Cianjur 66.35 66.37 11.49 638.41 6.45 92.46 73.50 3214 Purwakarta 67.93 7.23 99.65 76.81 3211 Sumedang 67.Angka Harapan Hidup Kode Angka Melek Huruf Rata-rata Lama Sekolah Pengeluaran per Kapita Disesuaikan IPM Provinsi (Tahun) 2010 (1) (Persen) 2010 2011 (Tahun) 2010 2011 (Ribu Rp PPP) 2010 2011 2010 2011 (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) 3100 DKI JAKARTA 73.96 7.73 632.46 71.22 631.99 629.67 632.56 639.09 633.41 78.87 631.50 10.62 633.52 99.01 8.90 98.42 67.36 72.73 3201 Bogor 68.08 11.66 5.70 98.18 10.09 95.50 68.91 75.26 66.36 71.33 92.93 10.82 3172 Kota Jakarta Timur 73.29 67.37 8.17 99.90 626.84 79.59 97.83 8.39 69.73 94.66 98.67 9.68 3174 Kota Jakarta Barat 73.83 617.64 6.44 10.00 66.20 68.20 73.96 68.94 630.85 630.89 71.75 645.51 3207 Ciamis 67.66 71.47 6.02 69.86 69.35 634.17 71.28 95.51 98.41 92.18 637.94 636.80 647.42 3275 Kota Bekasi 69.02 10.78 99.54 92.03 94.35 73.21 71.36 635.36 3273 Kota Bandung 69.10 98.29 72.87 78.55 591.38 7.42 72.45 96.47 79.65 85.65 635.51 99.38 71.98 7.36 76.85 6.07 99.37 637.65 68.21 93.13 74.69 99.60 635.70 3206 Tasikmalaya 67.77 71.63 77.70 99.58 3202 Sukabumi 67.08 3272 Kota Sukabumi 69.82 638.82 67.69 78.34 7.47 97.16 72.51 76.81 3208 Kuningan 67.39 3274 Kota Cirebon 68.01 638.72 98.13 99.35 73.52 97.18 69.38 97.65 99.96 98.70 67.59 3215 Karawang 66.29 8.98 10.79 9.97 98.99 6.30 8.80 3271 Kota Bogor 68.86 631.37 71.14 71.58 643.47 67.09 649.47 9.43 3205 Garut 65.94 98.82 110 (2) 2011 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 .55 3209 Cirebon 65.00 651.92 6.17 633.75 8.73 5.60 77.44 69.10 71.67 99.18 96.95 7.51 73.93 73.14 69.05 74.96 10.14 8.79 70.92 646.55 97.77 98.29 646.63 72.35 97.80 72.06 67.24 633.06 632.36 98.74 10.17 77.22 6.40 69.72 70.23 99.44 70.74 10.15 10.89 640.31 3173 Kota Jakarta Pusat 72.33 632.32 9.54 3217 Kab Bandung Barat 68.73 97.75 68.53 10.22 635.00 98.76 72.29 65.45 636.38 97.75 7.20 651.95 628.25 99.60 66.98 67.36 3277 Kota Cimahi 69.06 72.92 6.07 8.46 638.35 99.95 79.84 7.26 97.74 10.61 633.42 7.67 3212 Indramayu 66.19 590.94 98.70 79.09 73.55 99.10 644.66 99.56 10.11 6.05 97.59 69.35 6.93 3200 JAWA BARAT 68.95 635.97 649.52 97.27 3210 Majalengka 66.25 70.00 93.09 79.07 7.59 3204 Bandung 69.97 3101 Kep.93 7.23 85.57 8.04 69.59 95.77 646.86 70.85 614.09 3175 Kota Jakarta Utara 72. Seribu 70.11 11.71 70.40 74.01 3278 Kota Tasikmalaya 69.06 76.55 635.75 647.44 633.88 6.47 630.43 648.09 7.71 96.00 74.35 95.89 651.12 631.33 8.19 7.46 79.64 69.20 637.53 99.25 75.79 9.43 99.96 8.15 635.53 10.14 73.02 629.68 3276 Kota Depok 73.47 74.85 3279 Kota Banjar 66.86 75.55 70.40 96.40 3213 Subang 69.06 67.

59 71.09 89.16 72.27 8.45 72.24 3320 Jepara 70.52 638.33 6.98 72.34 88.94 95.09 635.36 84.59 6.89 70.22 649.32 10.86 78.15 7.21 646.12 70.41 6.41 70.82 71.Angka Harapan Hidup Kode Angka Melek Huruf Rata-rata Lama Sekolah Pengeluaran per Kapita Disesuaikan IPM Provinsi (Tahun) 2010 (1) (2) (Persen) 2011 2010 2011 (Tahun) 2010 2011 (Ribu Rp PPP) 2010 2011 2010 2011 (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) 3300 JAWA TENGAH 71.58 73.71 74.95 6.62 3306 Purworejo 70.43 72.81 631.11 74.01 74.45 3323 Temanggung 72.29 7.39 7.55 644.49 3319 Kudus 69.78 93.72 634.57 73.89 90.27 3316 Blora 71.27 650.02 628.22 70.97 87.90 6.48 70.75 7.29 90.66 8.15 70.96 638.83 3372 Kota Surakarta 72.28 644.73 8.11 8.87 6.36 637.52 70.34 634.96 73.36 642.94 649.76 6.66 6.13 72.75 7.79 69.25 8.19 85.89 74.04 634.36 90.97 636.73 72.43 655.27 640.96 73.69 3309 Boyolali 70.19 73.98 70.26 7.35 93.00 71.97 3312 Wonogiri 72.55 629.90 7.39 3305 Kebumen 69.05 92.42 632.21 77.47 3324 Kendal 68.47 74.93 94.12 636.91 76.11 70.98 94.16 72.09 3322 Semarang 72.89 641.77 72.87 634.54 650.28 72.67 7.90 90.06 6.70 639.37 90.09 3329 Brebes 67.20 68.68 93.89 86.31 6.28 91.76 634.11 646.47 91.56 72.06 3326 Pekalongan 69.23 70.28 86.28 97.61 71.72 8.03 71.97 637.32 6.25 6.78 91.47 9.55 70.44 72.62 93.74 7.36 92.21 649.90 639.25 97.45 3318 Pati 72.99 7.95 643.43 85.33 636.19 70.18 3373 Kota Salatiga 71.34 652.10 74.77 89.07 72.73 69.85 6.48 95.50 96.24 7.72 69.91 88.85 70.26 89.08 6.97 647.06 7.90 3376 Kota Tegal 68.51 91.29 68.51 71.74 68.52 651.04 69.25 3317 Rembang 70.44 96.76 630.72 630.36 6.94 649.53 6.10 3311 Sukoharjo 70.86 3313 Karanganyar 72.79 69.62 71.73 7.35 647.12 71.70 5.27 6.69 90.37 70.13 70.60 639.32 69.93 8.68 96.47 6.95 643.01 638.83 71.96 3303 Purbalingga 70.50 636.51 635.47 72.41 6.55 72.40 71.52 632.50 7.17 91.76 90.74 91.60 76.64 73.84 634.20 88.15 5.77 77.85 3325 Batang 70.16 71.83 72.52 9.06 3308 Magelang 70.15 89.82 3314 Sragen 72.00 632.22 632.88 94.99 93.87 72.40 71.28 644.23 91.04 630.52 646.71 69.12 3321 Demak 71.53 7.92 635.18 7.91 6.34 7.23 90.44 93.83 70.67 89.36 8.75 84.95 90.92 8.14 86.94 3301 Cilacap 70.71 6.34 71.54 93.32 70.28 92.41 83.08 89.66 95.59 7.11 77.45 642.83 3374 Kota Semarang 72.48 93.37 7.90 89.90 8.70 73.43 88.08 72.85 6.42 87.18 91.48 636.40 7.01 7.21 10.24 71.60 72.18 83.86 3327 Pemalang 67.72 653.33 3315 Grobogan 69.20 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 111 .20 72.83 74.04 638.79 6.33 71.50 6.07 72.96 86.94 9.71 10.35 82.26 637.41 70.41 71.54 72.21 631.25 96.09 93.72 71.41 647.49 72.19 70.93 637.86 634.09 639.39 76.98 10.91 70.01 69.29 637.53 71.50 71.25 635.95 73.27 72.14 96.41 72.61 71.68 67.60 632.94 649.50 3304 Banjarnegara 69.53 76.11 73.71 93.39 73.98 646.55 89.12 90.91 3307 Wonosobo 69.48 6.69 640.18 96.42 3375 Kota Pekalongan 70.11 631.15 648.07 74.22 3328 Tegal 68.96 7.68 95.96 7.25 3310 Klaten 71.52 71.59 91.34 3302 Banyumas 69.62 69.29 72.16 6.29 10.67 67.56 6.78 70.48 6.44 68.81 639.49 6.61 3371 Kota Magelang 70.

01 3527 Sampang 63.25 5.42 97.54 5.94 631.99 640.24 10.23 89.23 72.73 626.62 71.68 97.39 80.06 98.20 632.79 97.84 640.41 70.56 10.95 65.49 92.66 69.19 644.31 76.94 70.15 88.94 63.25 70.76 9.48 3529 Sumenep 64.70 74.84 63.33 74.26 64.60 65.91 80.59 6.81 92.22 97.60 69.87 7.53 97.02 7.63 70.16 5.22 77.17 3521 Ngawi 69.89 3573 Kota Malang 70.34 73.57 7.19 633.85 631.19 63.84 634.96 651.30 632.09 640.41 636.84 650.89 3517 Jombang 70.82 69.13 9.82 6.31 89.28 84.82 640.44 5.44 69.07 72.57 70.56 73.12 7.12 97.60 637.82 72.01 3571 Kota Kediri 70.78 3528 Pamekasan 63.22 62.82 68.20 77.55 89.32 625.24 85.48 83.52 640.43 10.51 97.68 6.84 639.24 85.83 92.85 646.93 70.31 68.97 9.05 65.90 635.27 9.56 6.84 636.99 622.90 3516 Mojokerto 70.86 88.99 90.38 7.19 7.07 89.11 90.56 3.52 92.19 648.36 6.14 3518 Nganjuk 68.56 7.09 92.87 92.42 72.41 96.07 9.72 98.70 73.52 7.84 81.39 625.72 93.06 3506 Kediri 69.29 71.42 77.84 7.55 3509 Jember 62.28 77.27 98.66 3504 Tulungagung 71.55 635.26 71.89 69.71 64.10 640.99 636.66 6.02 77.95 4.21 73.71 3524 Lamongan 68.17 66.61 77.74 630.56 8.60 7.50 3520 Magetan 71.80 638.78 84.21 627.07 70.45 74.76 71.17 62.52 8.13 631.58 91.00 638.84 7.54 6.48 71.41 96.60 66.77 7.36 649.67 3513 Probolinggo 61.00 92.17 71.53 8.43 8.70 60.48 654.99 63.26 637.84 9.01 76.35 76.84 3514 Pasuruan 64.67 74.66 626.90 92.75 644.98 71.59 644.99 64.75 71.72 9.27 6.18 92.71 7.17 3508 Lumajang 67.90 69.73 67.18 77.48 91.72 73.20 68.48 91.83 10.49 629.85 8.53 89.85 3579 Kota Batu 69.84 82.73 74.60 632.46 71.37 66.21 643.18 64.53 650.81 6.54 90.13 61.75 655.55 70.03 6.81 7.81 3512 Situbondo 63.40 634.58 637.60 6.44 64.35 7.85 68.27 8.14 85.24 7.10 6.59 632.07 3578 Kota Surabaya 71.92 69.17 70.53 6.64 97.15 3503 Trenggalek 71.51 8.60 647.57 5.11 6.24 3515 Sidoarjo 70.28 3507 Malang 68.60 6.70 72.76 3505 Blitar 70.Kode Provinsi (1) (2) Angka Harapan Hidup Angka Melek Huruf Rata-rata Lama Sekolah Pengeluaran per Kapita Disesuaikan (Tahun) (Persen) (Tahun) (Ribu Rp PPP) IPM 2010 2011 2010 2011 2010 2011 2010 2011 2010 2011 (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) 3500 JAWA TIMUR 69.80 10.48 82.30 635.52 3525 Gresik 70.37 87.99 68.97 651.23 63.28 67.39 73.85 6.51 64.73 3522 Bojonegoro 67.51 8.75 624.58 3511 Bondowoso 63.96 69.79 85.98 86.02 68.75 72.07 7.34 643.32 644.03 67.89 78.15 67.38 652.84 7.92 67.42 78.50 3577 Kota Madiun 71.82 73.61 76.19 70.75 73.48 64.72 78.18 70.62 72.01 64.66 87.58 67.88 71.79 97.89 69.32 70.54 635.98 648.32 3523 Tuban 67.20 10.80 636.78 68.54 71.01 71.00 63.48 3502 Ponorogo 69.80 657.24 7.32 6.28 76.03 83.20 97.73 87.41 90.79 3572 Kota Blitar 72.52 92.12 59.36 78.47 77.80 7.52 74.14 77.66 5.42 94.49 629.34 88.24 78.85 639.44 640.44 631.32 86.47 94.11 94.38 654.48 3519 Madiun 68.85 3575 Kota Pasuruan 66.89 3576 Kota Mojokerto 71.54 76.18 3501 Pacitan 71.87 5.55 93.56 71.68 616.83 6.19 7.09 70.35 648.26 98.36 6.55 7.53 3510 Banyuwangi 67.41 628.41 6.93 656.34 6.02 634.46 631.17 3526 Bangkalan 63.18 6.47 636.17 67.22 94.15 73.61 68.45 73.95 10.63 5.47 75.64 644.78 97.01 652.32 63.49 66.46 86.11 620.89 631.75 650.24 73.60 630.51 65.00 85.69 628.93 112 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 .01 71.24 97.90 6.91 70.64 78.76 3574 Kota Probolinggo 70.58 7.08 652.

06 75.16 75.12 5171 Kota Denpasar 73.71 71.78 88.07 9.72 7.79 65.24 6.70 643.90 95.17 74.31 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 113 .28 70.38 631.80 7.45 638.34 88.47 642.70 633.80 71.97 71.11 651.08 651.69 92.81 8.67 9.51 647.80 85.90 75.65 7.67 69.12 72.95 72.58 68.68 645.72 70.42 74.85 77.98 3603 Tangerang 65.05 7.17 85.94 7.06 97.66 636.47 96.40 74.25 629.88 95.69 7.70 642.80 71.51 8.30 10.29 75.78 95.33 91.15 69.11 66.38 76.75 645.17 75.82 8.26 74.63 7.37 636.45 70.54 68.20 96.69 73.77 639.88 89.38 9.01 73.86 72.03 70.38 74.37 68.45 3674 Kota Tangerang Selatan 68.10 69.32 3401 Kulon Progo 74.43 74.18 5102 Tabanan 74.77 76.62 90.03 98.20 646.61 71.36 634.32 8.98 10.49 9.82 648.54 71.41 9.77 63.07 8.33 3671 Kota Tangerang 68.01 5100 BALI 70.Angka Harapan Hidup Kode Angka Melek Huruf Rata-rata Lama Sekolah Pengeluaran per Kapita Disesuaikan IPM Provinsi (Tahun) 2010 (1) (2) (Persen) 2011 2010 2011 (Tahun) 2010 2011 (Ribu Rp PPP) 2010 2011 2010 2011 (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) 3400 D I YOGYAKARTA 73.25 8.53 75.57 75.19 10.65 10.64 70.20 78.28 72.41 629.64 6.48 70.72 68.82 90.66 84.25 631.51 63.72 98.05 3403 Gunung Kidul 70.24 72.62 98.09 82.44 3672 Kota Cilegon 68.35 96.00 70.19 633.37 6.33 97.89 3600 BANTEN 64.96 9.23 8.65 98.15 82.24 5103 Badung 71.02 637.80 71.35 652.20 628.00 8.81 5.73 9.15 98.13 65.44 10.28 63.27 90.04 3402 Bantul 71.95 635.49 75.73 70.47 96.29 7.02 75.03 635.35 634.52 79.73 83.27 78.60 94.43 648.64 71.81 632.92 646.11 7.95 3601 Pandeglang 63.84 5101 Jembrana 71.63 6.07 5108 Buleleng 69.89 7.81 626.72 86.35 94.37 639.88 75.94 8.43 5105 Klungkung 69.18 92.22 73.19 637.90 67.39 7.61 93.18 72.67 637.21 67.84 650.23 95.85 92.73 73.90 65.52 649.48 11.17 8.44 73.50 655.79 3471 Kota Yogyakarta 73.05 96.92 92.46 88.94 78.37 630.69 71.35 5104 Gianyar 72.03 91.84 3404 Sleman 75.49 10.48 98.02 639.29 68.39 98.40 89.42 5107 Karangasem 67.77 3602 Lebak 63.27 75.82 6.73 628.02 5106 Bangli 71.15 10.84 91.41 98.70 625.01 636.82 8.60 3673 Kota Serang 65.17 70.02 637.86 8.13 641.67 67.42 67.44 632.76 72.21 8.00 8.78 75.07 11.79 79.05 3604 Serang 63.12 5.71 653.41 68.95 96.49 89.48 90.01 84.18 645.47 6.36 645.20 8.04 643.56 650.31 71.

32 80.16 6.97 604.66 5203 Lombok Timur 60.42 68.07 5309 Flores Timur 68.71 62.95 65.13 91.16 67.75 607.48 68.97 639.31 77.35 90.24 61.89 6.00 66.39 9.22 5318 Nageko 63.23 6.09 92.62 6.46 607.42 77.75 5301 Sumba Barat 65.80 62.05 603.39 6.45 6.39 6.95 65.98 67.32 91.44 606.05 61.61 593.22 5311 Ende 64.50 583.43 6.11 62.47 627.52 98.82 68.82 65.00 601.50 67.66 68.39 66.77 6.93 608.02 82.92 5308 Lembata 66.77 61.32 89.50 5202 Lombok Tengah 61.55 5320 Sabu Raijua 67.13 5313 Manggarai 67.99 627.74 62.89 642.67 606.77 9.11 67.65 585.81 5314 Rote Nda 67.79 6.64 612.52 93.32 7.56 629.34 68.12 5371 Kota Kupang 72.90 58.59 5.42 5317 Sumba Tengah 62.17 5.75 65.99 7.35 5.75 91.22 67.92 66.58 5312 Ngada 67.28 61.60 55.60 613.91 68.35 83.34 64.00 593.07 629.45 70.54 11.61 624.25 611.28 76.63 63.57 75.05 83.75 5307 Alor 66.90 5.50 6.39 603.96 7.18 68.99 7.93 5204 Sumbawa 60.92 66.85 9.02 89.Angka Harapan Hidup Kode Angka Melek Huruf Rata-rata Lama Sekolah Pengeluaran per Kapita Disesuaikan IPM Provinsi (Tahun) 2010 (1) (Persen) 2010 2011 (Tahun) 2010 2011 (Ribu Rp PPP) 2010 2011 2010 2011 (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) 5200 NUSA TENGGARA BARAT 62.44 602.67 63.31 67.55 615.16 83.10 67.54 6.02 94.56 65.08 92.26 7.51 631.83 605.84 61.72 91.09 61.21 7.48 72.24 85.38 615.18 65.38 84.27 606.99 61.80 61.50 5303 Kupang 65.58 5.20 5.71 615.56 77.31 66.87 86.34 599.52 641.05 599.13 648.70 94.08 84.22 5.43 604.67 5205 Dompu 61.16 67.32 608.40 509.77 5304 Timor Tengah Selatan 66.00 65.45 65.78 6.94 62.74 93.12 68.96 60.23 7.94 71.74 6.40 80.95 600.35 631.67 614.41 66.61 5315 Manggarai Barat 66.69 89.77 6.00 66.49 96.27 67.69 86.33 511.64 67.31 67.61 88.23 5201 Lombok Barat 60.41 66.56 60.89 6.65 5.93 66.52 71.98 63.09 625.52 629.06 625.75 61.93 5306 Belu 66.82 89.45 591.93 612.33 6.06 60.22 602.78 90.85 7.02 60.04 617.29 67.67 609.82 91.61 6.73 92.57 75.72 60.77 92.59 5319 Manggarai Timur 67.16 72.79 599.82 65.73 61.43 89.31 5302 Sumba Timur 61.75 87.96 6.45 67.92 67.24 6.13 83.93 63.69 64.83 6.20 607.73 6.68 63.31 614.08 6.45 90.25 6.47 67.71 609.26 60.85 64.87 68.58 66.70 5206 Bima 62.27 62.22 645.53 63.01 72.00 89.10 93.26 67.38 80.26 7.73 66.42 7.56 69.51 66.46 598.80 65.89 72.76 88.71 638.93 5271 Kota Mataram 66.50 601.27 76.20 84.97 5.42 6.29 75.93 75.71 5310 Sikka 69.74 606.10 5300 NUSA TENGGARA TIMUR 67.01 69.37 597.28 618.63 73.07 83.11 6.41 81.04 98.47 7.84 91.98 95.31 95.88 5.70 634.08 5208 Lombok Utara 60.49 6.62 612.32 72.18 66.97 605.57 67.38 7.02 6.59 88.21 9.54 56.83 5272 Kota Bima 62.09 5316 Sumba Barat Daya 63.75 87.33 66.40 69.05 93.56 590.07 66.25 95.36 6.77 90.35 7.20 66.29 5305 Timor Tengah Utara 68.49 67.89 631.26 597.23 7.51 91.62 5.74 5207 Sumbawa Barat 61.32 68.42 6.76 6.23 7.71 114 (2) 2011 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 .38 66.06 11.33 6.08 6.85 7.90 67.

48 7.30 78.06 6171 Kota Pontianak 67.06 636.84 8.25 88.77 631.31 5.31 7.34 6271 Kota Palangka Raya 73.55 72.91 89.32 609.77 6108 Kapuas Hulu 66.31 68.96 73.56 73.41 635.54 8.38 8.99 8.66 90.23 7.47 72.96 89.90 97.35 632.28 88.26 610.04 644.20 623.63 75.84 66.65 635.21 78.18 633.21 72.22 7.01 6111 Kayong Utara 65.04 72.58 66.34 606.55 68.65 639.94 6.69 7.48 90.27 61.39 73.73 606.66 89.84 73.30 97.88 67.46 65.77 68.85 67.50 99.85 69.00 6204 Barito Selatan 68.02 627.55 67.Angka Harapan Hidup Kode Angka Melek Huruf Rata-rata Lama Sekolah Pengeluaran per Kapita Disesuaikan IPM Provinsi (Tahun) 2010 (1) (2) (Persen) 2011 2010 2011 (Tahun) 2010 2011 (Ribu Rp PPP) 2010 2011 2010 2011 (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) 6100 KALIMANTAN BARAT 66.21 6200 KALIMANTAN TENGAH 71.36 6.15 69.98 98.24 67.25 72.07 7.40 7.22 67.43 617.73 74.09 7.26 613.18 641.21 67.73 636.60 74.74 634.22 67.51 638.16 7.13 65.32 6.37 89.04 641.55 5.63 6107 Sintang 68.99 68.30 89.68 68.39 73.50 6206 Sukamara 67.82 6.20 98.36 9.61 92.57 639.37 617.65 609.54 6.59 6.34 74.97 95.64 642.67 69.47 71.53 90.65 73.62 633.57 6.73 6212 Barito Timur 67.48 92.68 621.18 99.60 99.53 6.06 6201 Kotawaringin Barat 71.71 7.58 67.38 635.32 6.69 641.98 8.93 65.15 75.53 72.98 613.92 67.75 8.75 69.34 89.97 98.64 75.34 67.71 88.85 67.39 632.11 68.50 604.43 8.77 71.92 95.77 630.03 8.80 6102 Bengkayang 68.15 6.40 94.64 7.74 6208 Seruyan 67.76 68.56 68.40 7.38 6109 Sekadau 67.30 6.84 68.03 8.01 6205 Barito Utara 72.51 7.56 69.37 6211 Gunung Mas 67.72 629.59 7.57 95.84 88.26 90.76 67.65 94.63 7.56 67.80 637.19 6202 Kotawaringin Timur 69.78 97.21 67.70 98.29 98.03 70.37 88.99 67.30 66.79 74.89 70.66 98.79 74.90 636.97 88.86 69.10 99.00 73.52 6110 Melawai 67.92 97.36 72.39 72.89 631.45 636.94 6.65 622.55 73.64 8.32 6210 Pulang Pisau 67.76 7.20 98.92 634.72 6.25 607.35 64.94 99.45 67.47 99.61 73.67 7.49 68.98 72.02 9.74 89.51 10.98 6.38 65.55 10.81 68.95 7.32 96.67 5.22 614.47 640.60 66.11 606.50 67.37 92.72 98.78 70.75 6112 Kubu Raya 66.44 640.97 6106 Ketapang 67.25 636.21 7.67 92.51 6.98 6103 Landak 65.69 645.60 99.56 625.30 6.17 90.75 71.32 7.44 619.61 641.96 7.16 6104 Pontianak 67.73 8.75 90.60 74.43 645.00 8.82 92.55 91.75 635.16 640.43 6172 Kota Singkawang 67.78 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 115 .35 98.28 68.31 99.04 99.33 6213 Murung Raya 68.43 73.45 638.89 68.42 6207 Lamandau 67.46 90.61 94.30 626.20 71.49 6.93 94.66 6101 Sambas 61.70 91.31 609.79 73.96 68.32 7.55 68.93 6209 Katingan 67.48 99.35 7.83 638.24 8.51 614.42 614.20 91.32 72.32 68.67 65.34 634.01 68.07 6105 Sanggau 68.19 97.74 6203 Kapuas 70.

94 645.47 640.43 6400 KALIMANTAN TIMUR 71.42 72.07 7.33 635.54 70.87 648.99 9.28 98.08 7.05 77.83 631.26 654.81 94.70 70.90 73.72 7.72 94.22 6401 Pasir 73.57 645.96 7.51 6404 Kutai Timur 68.20 71.46 640.20 71.95 9.04 10.93 67.96 97.12 7.70 7.00 96.35 6371 Kota Banjarmasin 66.25 647.83 71.00 6306 Hulu Sungai Selatan 63.87 6471 Kota Balikpapan 72.60 7.57 638.43 646.94 71.94 92.68 630.65 624.48 95.93 68.54 71.15 70.77 71.84 74.39 98.56 9.10 640.73 72.35 7.25 7.14 7.20 628.10 7.74 70.78 658.11 8.99 71.87 9.42 7.22 98.88 7.35 6304 Barito Kuala 61.43 7.36 98.19 6474 Kota Bontang 72.89 69.26 6407 Bulongan 72.63 73.80 8.20 99.05 66.15 627.25 7.97 76.91 650.44 6301 Tanah Laut 68.58 71.05 96.44 7.74 67.85 8.06 7.40 6402 Kutai Barat 70.13 69.09 73.19 68.12 7.01 75.50 75.59 639.11 75.14 8.21 8.05 97.02 7.93 653.00 6302 Kota Baru 65.68 637.17 95.47 95.48 632.65 7.90 73.78 10.16 72.08 639.81 64.47 71.48 67.07 63.03 94.01 96.57 7.36 648.74 71.59 74.66 7.47 8.40 97.89 73.15 7.57 637.82 97.24 6372 Kota Banjar Baru 67.20 8.05 89.05 7.72 9.05 72.89 95.73 62.18 97.52 116 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 .76 98.54 650.95 64.47 635.86 62.50 77.08 76.24 618.69 6403 Kutai 67.15 635.22 67.36 6305 Tapin 67.51 646.60 73.85 10.92 70.99 96.73 69.19 6308 Hulu Sungai Utara 63.85 6472 Kota Samarinda 71.92 635.92 639.67 72.88 6405 Berau 69.80 7.03 6410 Tana Tidung 72.93 71.61 8.14 66.92 95.63 95.64 72.43 636.58 636.12 6.66 6.38 633.19 642.63 6406 Malinau 68.15 638.68 96.21 10.31 8.56 76.20 73.75 7.46 71.85 641.47 92.60 99.69 6303 Banjar 65.92 70.33 78.24 72.74 634.97 7.80 10.53 637.77 96.08 63.28 65.15 624.89 74.06 645.15 634.44 96.91 635.93 632.35 94.07 653.61 68.03 96.99 73.11 95.87 97.74 77.03 94.23 78.84 74.36 9.03 7.42 97.33 8.42 98.07 72.08 10.39 95.54 6408 Nunukan 71.43 622.33 68.26 633.02 94.60 656.65 97.56 95.32 96.38 6409 Penajam Paser Utara 71.74 75.65 73.02 9.06 649.59 74.45 6309 Tabalong 63.31 93.36 96.11 643.39 68.00 70.75 93.81 650.41 6311 Balangan 61.58 628.25 65.97 96.54 68.84 74.70 95.27 7.86 8.99 70.55 95.97 97.45 6310 Tanah Bumbu 64.76 98.94 96.00 620.94 65.26 643.17 72.46 65.18 97.76 8.13 8.21 71.16 70.08 629.36 94.70 98.20 6307 Hulu Sungai Tengah 65.01 98.42 71.Kode Provinsi (1) (2) Angka Harapan Hidup Angka Melek Huruf Rata-rata Lama Sekolah Pengeluaran per Kapita Disesuaikan (Tahun) (Persen) (Tahun) (Ribu Rp PPP) IPM 2010 2011 2010 2011 2010 2011 2010 2011 2010 2011 (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) 6300 KALIMANTAN SELATAN 63.63 6473 Kota Tarakan 71.56 7.66 75.70 89.77 94.15 630.88 77.20 648.16 70.

07 7104 Kepulauan Talaud 71.32 98.54 630.07 7.70 98.42 7.78 628.12 99.89 628.27 7208 Parigi Moutong 65.93 93.39 98.71 73.88 75.70 72.97 7171 Manado 72.91 10.Sangihe Talaud 73.30 643.78 76.84 99.57 7.62 7201 Banggai Kepulauan 63.04 591.26 99.74 76.46 8.95 7.08 96.53 69.25 99.92 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 117 .57 76.31 71.45 627.04 97.60 10.78 617.84 620.94 620.83 69.75 8.31 7.71 7.80 71.03 67.12 8.35 71.57 7172 Kota Bitung 70.97 619.65 596.54 7101 Bolaang Mongondow 71.76 616.05 72.60 72.25 8.99 70.94 95.20 9.45 8.10 612.42 99.37 9.45 99.16 7271 Kodya Palu 69.02 622.31 10.54 99.85 64.39 76.11 70.21 67.90 97.50 595.08 72.83 639.38 99.03 629.41 9.67 8.10 7106 Minahasa Utara 72.97 10.91 70.68 70.98 635.74 95.53 99.43 620.22 72.56 631.34 98.61 68.47 627.65 9.78 70.42 624.79 70.64 72.58 68.85 9.59 99.48 99.95 632.50 70.96 99.03 70.94 8.76 8.61 68.02 78.70 99.39 8.62 68.33 6.28 72.29 98.41 617.30 633.64 98.28 7209 Tojo Una-Una 63.56 8.63 73.08 7108 Minahasa Tenggara 70.41 99.67 68.51 99.54 7107 Bolaang Mongondow Utara 69.35 94.89 72.47 72.96 7. Siau Tagulandang Biaro 68.47 7204 Poso 64.44 634.09 640.77 8.47 7102 Minahasa 72.93 95.42 9.42 615.40 634.03 7200 SULAWESI TENGAH 66.68 75.52 7.01 73.03 75.99 73.65 75.92 634.72 7.71 99.58 76.27 610.73 99.92 7174 Kota Kotamobago 71.64 94.27 65.14 71.62 99.51 68.38 65.10 634.47 93.12 9.80 8.71 99.89 10.57 640.90 7.99 8.40 611.16 65.59 78.26 64.35 71.40 96.31 7.73 97.32 7206 Toli-Toli 64.28 70.58 71.27 72.42 7.30 75.91 615.84 7203 Morowali 65.29 6.19 617.40 599.28 7210 Sigi 65.14 627.82 615.76 99.20 97.36 7.62 98.52 75.54 7.25 7207 Buol 65.98 632.77 9.70 7110 Bolaang Mongondow Selatan 71.16 632.12 7.38 626.07 69.24 73.40 76.66 94.96 65.55 7.96 7.Angka Harapan Hidup Kode Provinsi (Tahun) 2010 (1) (2) Angka Melek Huruf (Persen) 2011 2010 2011 Rata-rata Lama Sekolah (Tahun) 2010 2011 Pengeluaran per Kapita Disesuaikan IPM (Ribu Rp PPP) 2010 2011 2010 2011 (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) 7100 SULAWESI UTARA 72.36 70.87 64.88 639.98 629.12 7103 Kep.48 72.16 624.09 76.30 73.34 95.95 71.87 7111 Bolaang Mongondow Timur 71.50 97.00 8.08 76.73 7.62 72.06 98.46 8.83 69.96 7173 Kota Tomohon 72.72 9.07 623.74 99.92 610.55 6.18 630.89 8.76 7105 Minahasa Selatan 72.01 75.70 71.09 7109 Kep.49 95.45 76.53 76.89 639.85 612.55 65.78 99.62 96.36 68.28 7202 Banggai 68.51 8.15 69.00 624.78 99.19 98.44 97.60 66.39 7.36 65.33 99.10 99.71 7205 Donggala 65.50 621.86 99.70 98.84 75.69 7.22 624.73 636.31 623.80 74.74 629.75 8.86 96.02 8.29 71.22 70.03 76.

62 72.83 7.19 90.73 6.06 93.80 83.79 79.28 78.34 93.82 7.08 7.54 73.17 98.31 70.95 7403 Konawe/Kab Kendari 67.74 67.25 7.85 649.80 68.95 8.00 84.78 81.15 7371 Kota Makasar 73.82 10.86 7.20 87.46 7405 Konawe Selatan 67.50 612.70 608.78 78.37 83.74 7.99 72.70 6.74 71.58 7.97 6.86 7410 Konawe Utara 67.49 8.14 7301 Selayar 67.93 86.46 7.12 651.34 8.12 76.94 628.12 640.62 6.85 653.77 7303 Bantaeng 73.23 641.54 635.25 7.59 97.42 69.25 7.74 7315 Pinrang 72.46 632.04 7408 Kolaka Utara 65.28 67.69 629.53 84.03 629.44 70.84 71.49 639.69 7325 Luwu Timur 70.22 86.07 609.58 68.43 69.95 71.26 630.30 72.85 69.28 8.24 605.07 7.80 69.89 81.68 635.61 630.28 87.60 73.09 69.83 73.13 7.96 71.43 7.49 640.94 72.44 90.25 93.22 71.38 69.46 67.77 7312 Soppeng 71.16 640.37 72.11 7372 Kota Pare Pare 74.45 86.71 633.24 7471 Kota Kendari 69.04 77.60 640.11 632.50 72.19 7373 Kota Palopo 72.38 93.62 69.99 7.11 621.23 639.77 7.16 640.09 7306 Gowa 71.88 89.34 10.20 68.53 70.21 73.80 81.60 6.64 68.35 85.29 7322 Luwu Utara 71.02 88.89 7310 Barru 68.29 7307 Sinjai 71.93 69.32 74.00 70.47 72.79 69.80 7406 Bombana 67.63 67.31 6.67 73.24 93.48 74.96 78.27 77.17 75.49 97.98 635.31 6.11 8.22 637.13 67.45 614.69 95.24 67.48 7.08 630.87 68.76 82.59 6.30 8.67 601.07 7472 Kota Bau-Bau 70.17 72.98 79.80 7316 Enrekang 74.85 64.48 91.37 6.63 7.76 641.74 614.27 74.Kode Angka Harapan Hidup Angka Melek Huruf Rata-rata Lama Sekolah Pengeluaran per Kapita Disesuaikan (Tahun) (Persen) (Tahun) (Ribu Rp PPP) IPM Provinsi 2010 2011 2010 2011 2010 2011 2010 2011 2010 2011 (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) 7300 SULAWESI SELATAN 70.99 615.13 85.96 87.64 72.45 6.63 89.34 69.23 89.56 70.65 608.98 74.00 65.60 98.56 71.86 86.22 7.94 620.99 621.90 639.58 83.60 9.81 89.72 612.95 7.28 89.27 7.69 93.82 96.75 88.32 626.67 86.66 76.58 95.82 10.33 7409 Buton Utara 68.74 634.05 67.84 9.97 66.43 636.28 637.74 7309 Pangkajene Kepulauan 68.55 607.97 87.79 73.59 73.79 68.07 93.01 634.16 7308 Maros 72.28 623.07 68.66 8.89 7.55 70.10 6.91 89.79 96.27 7305 Takalar 69.25 11.70 605.85 91.00 70.76 7.92 68.20 67.31 69.55 65.55 7.55 87.18 626.00 7302 Bulukumba 71.71 67.83 612.08 73.63 9.27 628.74 70.86 90.93 624.74 86.97 83.55 94.05 89.55 644.55 76.85 7400 SULAWESI TENGGARA 67.23 631.17 637.02 8.12 71.15 77.29 598.30 71.97 7.97 6.12 601.45 67.63 7.51 639.61 7.85 6.11 70.07 627.28 68.03 5.72 639.10 (1) 118 (2) PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 .19 67.24 86.37 631.25 8.83 71.82 7.80 630.59 596.53 74.19 71.19 7311 Bone 69.42 7318 Tana Toraja 74.16 97.10 634.17 74.79 68.23 90.17 9.11 7326 Toraja Utara 73.84 72.86 71.63 11.81 93.77 70.86 6.52 69.60 87.62 638.73 70.71 7.59 6.42 7404 Kolaka 67.42 6.71 69.06 74.21 616.74 7.89 72.87 616.29 70.94 71.84 7.45 626.28 89.57 621.34 70.32 6.49 650.23 7313 Wajo 70.04 7314 Sidenreng Rappang 72.92 636.72 6.78 94.00 91.92 82.70 74.82 68.01 69.39 70.61 71.85 7407 Wakatobi 68.12 94.84 7317 Luwu 73.62 632.61 94.03 10.57 86.92 65.70 7.44 607.41 6.89 604.00 70.04 91.20 6.03 603.90 8.63 628.83 7.04 634.10 70.99 75.67 71.17 8.68 92.22 6.55 7401 Buton 68.90 91.07 87.18 89.07 68.33 97.61 7.17 70.06 72.63 71.66 7304 Jeneponto 65.34 7402 Muna 65.55 74.53 69.36 92.46 71.

63 7503 Pokuwato 67.48 7.89 99.51 625.Angka Harapan Hidup Kode Angka Melek Huruf Rata-rata Lama Sekolah Pengeluaran per Kapita Disesuaikan IPM Provinsi (Tahun) 2010 (1) (2) (Persen) 2011 2010 2011 (Tahun) 2010 2011 (Ribu Rp PPP) 2010 2011 2010 2011 (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) 7500 GORONTALO 66.15 6.79 76.13 69.89 615.01 621.75 8105 Kepulauan Aru 67.50 8205 Halmahera Utara 65.23 66.56 6.58 89.70 94.71 73.06 65.10 66.83 67.17 622.99 70.82 644.57 602.95 99.68 98.15 631.56 66.09 99.56 7.38 67.78 7.70 99.43 76.05 97.67 8.92 85.84 7.18 11.62 69.67 624.38 64.60 66.25 8104 Buru 68.11 96.05 99.35 67.93 8.89 624.08 73.75 8.00 88.85 8103 Maluku Tengah 65.53 8108 Maluku Barat Daya 64.96 70.47 6.05 8272 Kota Tidore Kepulauan 65.01 93.76 89.59 99.56 69.77 619.96 68.28 64.61 65.09 94.16 99.85 8.45 72.41 601.22 638.02 582.47 8201 Halmahera Barat 64.87 7.87 8206 Halmahera Timur 65.19 99.64 635.09 68.29 8.94 99.01 8.81 67.45 9.60 98.83 594.85 7.28 98.61 11.09 70.34 70.10 8.01 617.92 621.83 636.99 8.30 8207 Pulau Morotai 65.07 98.49 92.14 64.98 68.64 6.71 72.60 8203 Kepulauan Sula 65.30 95.66 67.26 85.13 8171 Kota Ambon 73.59 7.75 8.00 596.81 69.92 622.95 634.99 8109 Buru Selatan 67.65 70.25 8.72 95.38 6.19 95.69 602.20 603.87 8101 Maluku Tenggara Barat 64.74 7.82 7501 Boalemo 68.47 65.35 98.35 71.25 578.22 7505 Gorontalo Utara 66.57 95.31 86.01 619.65 67.01 73.83 7.85 7.30 605.72 94.75 71.37 7571 Kota Gorontalo 66.56 78.54 99.86 7602 Polewali Mamasa 64.85 10.10 611.01 604.54 67.41 97.41 8100 MALUKU 67.43 99.88 97.86 6.65 72.16 7502 Gorontalo 68.15 67.38 8202 Halmahera Tengah 66.96 6.90 68.14 98.13 69.78 69.07 70.48 88.59 95.08 96.86 71.22 616.09 618.82 10.78 7605 Mamuju Utara 67.99 67.46 9.23 65.94 6.66 600.84 599.79 627.81 71.84 94.12 87.45 64.71 9.38 97.35 67.23 8102 Maluku Tenggara 67.83 69.38 7.79 96.00 7.97 69.19 8.01 599.20 68.09 625.64 70.44 610.09 597.67 616.69 95.58 77.73 67.55 93.47 70.20 69.75 68.07 8107 Seram Bagian Timur 65.72 6.87 66.38 65.24 604.91 6.17 585.01 66.03 69.54 7.15 630.11 10.77 70.76 8.75 8.83 7.16 7.29 8.23 7.98 96.40 7.70 69.41 69.84 69.79 599.51 68.32 65.90 97.40 67.55 67.45 622.17 606.04 99.82 68.59 603.06 7.86 98.98 99.33 8106 Seram Bagian Barat 66.63 69.03 602.76 69.11 7601 Majene 65.76 635.24 8.96 596.11 7.74 89.85 620.54 69.18 89.07 6.63 612.83 642.92 626.58 66.61 95.42 8204 Halmahera Selatan 65.63 8.83 639.81 602.00 65.60 70.65 95.13 98.87 594.97 8172 Kota Tual 68.69 95.05 68.50 619.39 660.62 97.14 98.44 640.09 8271 Kota Ternate 70.38 7.04 68.75 65.69 69.82 71.83 95.15 8.64 70.62 581.19 7.99 65.80 66.86 66.25 599.86 590.19 71.43 7.78 6.52 78.36 69.80 68.67 7600 SULAWESI BARAT 67.95 600.42 71.64 8.63 68.99 67.44 7.93 94.19 68.32 69.10 7.42 99.25 97.51 77.79 609.31 96.89 93.28 70.61 6.63 99.77 70.62 7604 Mamuju 68.95 6.97 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 119 .88 7603 Mamasa 71.96 631.46 6.95 7.70 69.84 92.81 8.40 8.75 629.98 96.10 8200 MALUKU UTARA 66.26 601.98 68.00 96.36 7504 Bone Bolango 68.99 68.58 8.82 614.36 97.76 7.56 68.34 71.86 615.71 95.86 659.15 618.

12 583.62 90.06 9109 Tambrauw 66.13 99.18 77.46 600.85 68.76 66.19 67.00 582.76 84.95 72.91 598.73 90.70 562.31 66.28 69.91 7.15 77.08 599.46 72.76 8.26 596.66 66.13 9.27 70.65 9101 Fak-Fak 70.22 91.58 67.52 70.33 5.15 443.85 590.67 9106 Sorong Selatan 66.77 8.00 68.35 7.62 68.14 10.15 66.31 77.69 91.21 68.13 7.39 8.06 8.32 88.79 88.71 9103 Teluk Wondama 67.90 87.90 6.88 97.06 592.17 66.51 50.37 589.43 588.78 8.33 66.70 77.22 64.46 98.68 635.48 638.30 589.36 99.43 560.31 601.82 88.97 65.78 441.51 68.50 68.37 8.30 71.21 8.93 9108 Raja Ampat 66.43 9171 Kota Sorong 71.33 66.54 85.Kode Angka Harapan Hidup Angka Melek Huruf Rata-rata Lama Sekolah Pengeluaran per Kapita Disesuaikan (Tahun) (Persen) (Tahun) (Ribu Rp PPP) IPM Provinsi 2010 2011 2010 2011 2010 2011 2010 2011 2010 2011 (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) 9100 PAPUA BARAT 68.13 9102 Kaimana 69.62 94.07 50.43 7.65 69.20 66.59 10.29 87.06 9104 Teluk Bintuni 68.23 66.06 588.27 9.81 93.58 65.05 84.05 6.63 600.00 66.00 601.18 600.55 7.12 67.17 9105 Manokwari 68.50 93.19 93.51 67.50 96.81 9110 Maybrat 66.18 6.61 6.87 7.13 70.98 8.09 598.59 9107 Sorong 67.74 5.72 (1) 120 (2) PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 .15 69.88 95.69 601.

12 2.95 573.54 587.26 6.72 56.04 588.85 75.43 31.89 570.37 50.38 7.31 92.60 75.09 69.Angka Harapan Hidup Kode Angka Melek Huruf Rata-rata Lama Sekolah Pengeluaran per Kapita Disesuaikan IPM Provinsi (Tahun) 2010 (1) (2) (Persen) 2011 2010 2011 (Tahun) 2010 2011 (Ribu Rp PPP) 2010 2011 2010 2011 (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) 9400 PAPUA 68.13 4.78 2.96 66.04 65.33 69.35 66.54 9.78 75.30 69.27 59.60 600.86 9429 Nduga 65.33 9410 Paniai 67.66 571.86 77.56 622.44 6.13 32.83 636.40 59.50 2.03 67.02 48.21 6.10 588.46 68.39 27.65 96.86 615.80 48.68 9413 Boven Digoel 67.72 36.80 66.38 609.74 9436 Deiyai 66.45 30.75 98.72 568.45 9418 Tolikara 65.65 92.26 63.76 2.00 62.74 66.10 67.04 68.55 51.67 6.80 83.52 32.87 611.93 62.34 590.82 6.27 72.56 33.73 66.78 616.51 574.67 9.18 66.71 9427 Supiori 65.70 86.24 48.54 2.64 638.94 65.28 31.45 50.07 50.39 581.50 595.02 34.09 32.55 6.08 598.22 67.23 96.75 569.42 66.34 34.74 2.36 9401 Merauke 62.03 8.17 5.64 9426 Waropen 65.93 641.39 59.25 3.94 633.60 68.33 9408 Yapen Waropen 68.79 6.30 9417 Pegunungan Bintang 65.69 70.92 7.10 31.76 76.12 629.30 48.80 2.59 570.87 3.34 9412 Mimika 70.19 6.79 2.81 86.00 52.92 9428 Membramo Raya 66.46 2.92 9416 Yahukimo 66.22 9.53 96.20 65.82 89.13 2.12 590.66 6.94 6.79 66.59 83.90 50.62 28.15 92.99 7.79 584.11 6.47 2.90 48.57 49.11 77.35 66.09 33.49 9435 Intan Jaya 66.75 9404 Nabire 67.81 67.91 570.59 50.27 68.43 9430 Lanny Jaya 66.09 67.37 3.18 64.76 62.20 33.35 9434 Dogiyai 67.84 67.33 6.45 601.71 69.61 99.21 50.83 11.27 98.65 65.21 590.19 9409 Biak Namfor 66.76 66.39 618.55 87.19 96.46 601.20 597.19 585.69 606.36 7.15 9420 Keerom 67.44 34.25 72.71 608.03 636.27 4.33 9.42 48.40 573.29 66.12 626.30 33.43 69.63 52.55 614.41 618.45 586.19 9402 Jayawijaya 66.64 32.27 66.55 9.27 63.35 597.66 6.88 87.32 9432 Yalimo 66.60 9403 Jayapura 67.55 67.06 66.32 67.80 575.83 9415 Asmat 67.54 585.77 0000 Indonesia PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 121 .16 51.71 65.11 32.36 5.70 3.02 48.86 584.43 9419 Sarmi 66.53 30.22 9411 Puncak Jaya 67.62 67.82 4.36 49.96 88.90 9433 Puncak 67.50 595.95 66.96 49.33 4.00 11.37 605.99 49.91 92.46 87.25 72.82 570.35 593.23 3.46 4.59 66.31 597.89 616.29 69.49 36.35 3.48 66.24 56.76 4.30 586.70 68.64 615.52 2.90 60.21 49.89 9.58 6.38 611.65 68.51 2.27 34.39 52.63 634.53 87.81 67.50 2.26 69.86 621.83 27.31 9471 Kota Jayapura 68.72 629.55 48.20 9431 Mamberamo Tengah 66.40 49.44 3.58 593.52 52.39 579.16 69.07 2.90 2.68 8.03 50.22 588.00 32.70 48.94 33.58 99.32 32.11 6.83 30.04 50.64 9414 Mappi 66.44 67.99 88.20 70.91 3.95 70.53 65.84 593.82 68.32 31.00 49.46 68.05 72.81 6.55 88.

.

36 69.72 9.94 10.67 65.73 10.50 9.87 8.89 99.57 1117 Bener Meriah 65.06 12.25 97.02 31.74 9.82 1106 Aceh Tengah 67.22 10.02 68.18 66.80 63.61 98.02 1116 Aceh Jaya 66.93 1112 Aceh Barat Daya 65.75 65.19 96.65 68.68 99.41 9.00 8.92 59. IPG Provinsi dan Kabupaten 2010 – 2011 Angka Harapan Hidup Kode Angka Melek Huruf Rata-rata Lama Sekolah Pengeluaran per Kapita Disesuaikan (Tahun) (Ribu Rp PPP) IPG Provinsi (Tahun) L (1) (2) (Persen) P L P L P L P 2010 2011 (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) 1100 ACEH 66.12 72.63 60.30 71.74 98.36 62.78 99.53 10.48 36.L4 Lampiran 4.76 92.12 73.72 97.33 67.45 72.93 68.86 95.99 1172 Kota Sabang 69.35 61.22 1174 Kota Lhokseumawe 68.16 1114 Aceh Tamiang 66.92 99.82 71.87 61.77 98.15 64.52 99.71 57.22 9.21 65.03 99.30 1115 Nagan Raya 67.33 99.79 63.67 99.30 65.80 9.11 61.95 98.87 60.00 34.20 69.12 91.00 69.25 61.02 26.67 72.64 72.88 98.77 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 123 .21 67.35 99.78 8.49 60.04 9.00 75.84 72.61 72.95 66.67 30.31 68.93 8.09 28.09 8.58 10.60 94.49 74.69 99.61 99.05 72.72 71.44 70.28 97.43 69.17 9.42 1104 Aceh Tenggara 67.66 1110 Bireuen 70.72 64.56 98.45 8.41 99.96 25.30 60.26 8.73 97.66 61.64 27.23 7.29 77.73 73.78 99.93 78.50 60.56 1173 Kota Langsa 68.02 8.47 1109 Piddie 67.20 33.25 98.10 93.31 59.26 71.05 8.44 95.26 7.30 9.64 27.20 7.91 72.03 1103 Aceh Selatan 65.73 1108 Aceh Besar 68.04 63.20 9.41 60.60 71.60 1111 Aceh Utara 67.35 8.62 66.19 8.49 95.38 67.53 65.33 31.76 86.08 69.71 1175 Subulussalam 64.96 8.64 9.51 27.65 27.05 21.36 61.74 59.90 99.58 8.08 25.05 62.17 61.26 99.33 67.54 8.91 66.41 58.16 9.31 72.43 8.12 1113 Gayo Lues 65.91 63.22 1105 Aceh Timur 67.82 71.79 27.67 65.98 64.50 88.71 69.73 92.00 97.04 62.71 8.42 97.69 25.54 56.10 10.11 98.25 74.54 7.95 59.06 72.98 72.06 95.26 27.38 1171 Kota Banda Aceh 68.05 66.07 97.52 69.82 32.72 8.47 24.57 74.32 8.01 99.21 9.83 99.82 7.95 9.46 22.91 9.99 1118 Pidie Jaya 67.17 69.72 71.98 60.48 96.97 59.73 98.09 70.46 64.97 1107 Aceh Barat 68.79 1101 Simeulue 61.32 64.60 74.32 71.62 39.33 35.14 96.00 67.09 72.77 70.59 27.21 61.07 66.30 12.99 9.19 1102 Aceh Singkil 63.15 8.68 94.

24 8.15 72.75 99.14 1219 Batu Bara 66.90 68.41 67.13 1212 Deli Serdang 68.89 73.66 99.17 9.16 98.54 99.90 68.61 99.70 1213 Langkat 67.63 70.43 29.43 68.18 56.00 99.06 34.60 70.48 56.36 50.92 64.57 8.91 1216 Pakpak Barat 65.39 94.29 66.00 96.46 67.95 7.94 10.27 9.44 99.44 8.68 97.72 8.48 65.64 9.23 71.80 98.64 98.59 29.27 79.19 95.78 68.29 5.16 69.68 98.26 99.12 69.42 69.87 99.88 71.06 71.38 61.63 69.04 87.87 98.19 90.17 99.94 1217 Samosir 67.78 75.74 65.04 66.62 70.58 71.09 72.79 68.11 99.54 70.64 96.43 97.68 8.01 62.58 83.43 48.97 7.53 94.52 60.77 99.35 71.77 46.06 71.62 28.85 49.67 68.05 56.56 62.63 99.38 64.49 71.98 70.58 68.46 51.59 99.22 1203 Tapanuli Selatan 65.15 8.03 73.00 67.57 67.18 21.52 72.07 1214 Nias Selatan 68.02 8.70 9.45 7.02 98.92 28.86 74.68 57.08 64.71 74.32 74.15 71.29 70.76 98.24 7.69 8.94 69.34 99.31 72.79 68.18 1220 Padang Lawas Utara 64.70 43.74 72.62 1272 Kota Tanjung Balai 68.43 8.67 69.67 71.44 10.00 1202 Mandailing Natal 61.92 99.13 9.57 71.81 124 (2) P PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 .13 6.03 71.90 99.42 11.67 1277 Kota Padang Sidempuan 67.48 71.35 43.19 1211 Karo 70.98 8.54 7.70 99.25 10.03 10.67 1274 Kota Tebing Tinggi 69.78 8.18 70.83 93.28 68.29 1205 Tapanuli Utara 67.77 99.97 8.30 96.Kode Angka Harapan Hidup Angka Melek Huruf Rata-rata Lama Sekolah Pengeluaran per Kapita Disesuaikan (Tahun) (Persen) (Tahun) (Ribu Rp PPP) IPG Provinsi L (1) L P L P L P 2010 2011 (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) 1200 SUMATERA UTARA 67.58 53.57 65.67 29.03 71.72 78.72 73.54 99.19 46.26 82.07 60.99 99.61 7.90 35.99 1225 Nias Barat 67.54 8.79 69.63 69.80 8.52 1215 Humbang Hasundutan 65.78 98.35 70.80 67.21 33.94 69.60 75.54 39.44 73.42 29.02 99.19 8.77 6.66 70.54 21.26 96.57 99.21 10.76 78.68 95.71 49.17 74.47 70.11 53.97 8.29 42.20 30.81 71.30 66.62 97.09 10.51 8.68 71.77 56.45 71.38 73.22 9.32 50.38 73.92 99.63 99.30 9.16 74.79 63.04 71.96 1218 Serdang Bedegai 67.63 97.47 73.61 8.47 9.36 66.59 1276 Kota Binjai 69.12 71.13 1209 Simalungun 67.81 1278 Gunung Sitoli 68.78 71.58 9.74 98.16 96.70 7.40 7.89 8.98 96.81 73.44 33.86 8.23 71.95 8.98 98.52 34.06 9.81 58.55 1208 Asahan 67.89 4.25 69.71 96.25 7.21 64.79 8.23 71.77 65.58 41.55 46.76 99.22 7.55 66.74 9.80 9.69 58.40 31.32 1223 Labuhan Batu Utara 67.70 53.07 8.21 1207 Labuhan Batu 67.70 70.99 1210 Dairi 66.46 57.07 85.96 1204 Tapanuli Tengah 66.53 65.74 75.65 43.62 8.60 67.52 70.43 97.68 99.65 69.10 68.16 8.32 1222 Labuhan Batu Selatan 68.88 1221 Padang Lawas 65.63 1224 Nias Utara 67.28 91.82 58.34 1273 Kota Pematang Siantar 70.74 66.14 8.91 7.02 46.53 49.78 70.34 1201 Nias 67.94 65.05 99.77 72.49 5.42 69.77 98.95 60.46 99.88 34.14 99.27 9.91 99.45 74.19 94.53 9.65 50.29 74.21 25.51 59.33 64.73 9.21 71.10 99.62 1271 Kota Sibolga 68.75 39.73 99.33 71.53 10.23 68.83 43.77 1206 Toba Samosir 68.42 65.02 9.48 24.70 9.82 71.55 1275 Kota Medan 70.96 10.70 71.14 53.

45 71.34 71.48 97.69 58.77 96.11 65.47 99.14 9.97 97.35 25.60 70.91 97.69 96.85 98.39 99.26 9.Angka Harapan Hidup Kode Angka Melek Huruf Rata-rata Lama Sekolah Pengeluaran per Kapita Disesuaikan (Tahun) (Ribu Rp PPP) IPG Provinsi (Tahun) L (1) (2) (Persen) P L P L P L P 2010 2011 (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) 1300 SUMATERA BARAT 67.06 98.30 10.99 8.95 8.74 66.71 11.08 17.05 96.51 68.53 99.52 69.59 10.16 38.51 63.86 99.29 21.05 1473 Kota Dumai 69.33 64.43 8.26 7.98 1403 Indragiri Hilir 69.08 98.81 70.77 91.48 27.41 1372 Kota Solok 67.80 68.53 60.90 36.21 69.04 35.27 1404 Pelalawan 66.80 8.35 59.67 64.55 77.03 70.45 1311 Dharmas Raya 64.77 10.06 97.74 64.65 59.71 66.93 99.35 31.99 98.12 7.05 61.82 99.71 61.49 99.63 65.81 62.24 70.04 72.77 71.02 70.54 6.57 64.94 1471 Kota Pekan Baru 69.88 70.52 66.51 73.13 98.85 1406 Kampar 66.79 65.81 72.85 8.95 33.52 70.13 96.86 7.81 73.50 1305 Tanah Datar 69.93 7.26 64.03 10.45 7.79 8.05 99.36 9.53 8.00 98.90 7.44 70.33 1408 Bengkalis 68.49 96.37 33.51 96.72 72.59 57.52 70.64 33.45 8.43 24.64 98.44 69.98 35.79 27.64 60.14 1410 Kepulauan Meranti 66.76 30.90 71.99 10.68 99.26 9.79 1303 Solok 64.20 99.09 56.16 68.28 1373 Kota Sawah Lunto 69.35 97.34 90.61 66.83 67.86 1409 Rokan Hilir 65.46 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 125 .92 9.70 68.37 98.99 72.64 99.95 88.28 67.41 7.39 69.55 6.42 1376 Kota Payakumbuh 68.06 96.91 8.72 70.97 6.34 96.46 99.62 63.96 66.97 99.49 77.12 7.17 97.03 1304 Sawah Lunto/Sijunjung 65.11 71.31 99.88 8.36 65.36 66.20 98.96 98.58 99.45 96.16 1375 Kota Bukit Tinggi 69.07 25.75 7.63 1377 Kota Pariaman 67.44 7.93 67.75 73.71 96.36 20.27 59.24 96.20 9.89 99.95 28.29 66.71 59.76 98.40 62.40 59.63 1374 Kota Padang Panjang 69.11 65.90 7.12 7.27 10.55 95.44 76.60 27.84 69.19 29.48 98.68 7.99 79.58 71.66 65.32 74.04 7.77 73.11 63.64 26.22 1312 Pasaman Barat 63.65 73.03 1302 Pesisir Selatan 65.93 63.17 1401 Kuantan Sengingi 66.96 71.20 58.63 99.17 34.59 70.38 8.75 9.52 65.65 7.50 69.52 78.91 92.26 58.83 82.27 1371 Kota Padang 68.88 10.11 68.57 59.91 21.70 72.11 1308 Limapuluh Koto 66.32 8.99 66.41 73.79 72.07 72.44 72.12 74.06 7.89 28.37 98.58 9.00 7.14 1309 Pasaman 65.19 8.69 93.73 7.51 75.87 60.42 98.44 1306 Padang Pariaman 66.94 96.68 9.91 99.91 7.31 25.55 1301 Kepulauan Mentawai 66.67 27.21 62.35 7.39 64.65 98.74 63.83 1405 Siak 69.16 97.80 11.26 69.05 65.76 10.73 1310 Solok Selatan 62.45 74.72 99.73 78.19 8.40 70.65 7.82 92.75 66.35 54.05 9.03 60.40 99.75 69.54 98.60 22.50 73.79 75.33 62.51 1400 RIAU 69.10 73.89 33.87 97.69 8.36 69.66 1402 Indragiri Hulu 66.13 24.56 45.27 10.05 61.89 70.61 29.59 74.33 7.56 34.01 68.38 99.51 70.90 1307 Agam 67.84 34.09 71.43 65.29 8.26 69.65 8.52 64.40 64.65 66.57 73.68 8.61 98.82 68.56 1407 Rokan Hulu 65.22 8.73 8.67 67.11 68.92 58.64 58.40 73.56 99.

99 9.72 66.27 37.62 1671 Kota Palembang 69.01 31.82 7.95 62.27 67.24 8.49 1571 Kota Jambi 67.52 67.85 95.24 8.11 1606 Musi Banyuasin 67.92 72.28 98.68 71.15 66.79 79.55 98.17 30.91 93.40 1604 Lahat 66.79 8.88 69.00 67.41 66.28 99.66 1709 Bengkulu Tengah 68.21 67.30 67.09 7.48 90.98 25.75 9.84 1601 Ogan Komering Ulu 67.90 78.61 94.35 64.47 70.17 6.00 7.02 62.25 76.06 72.02 7.98 7.38 68.38 63.51 99.08 1702 Rejang Lebong 65.04 66.14 99.52 1508 Tebo 67.55 8.20 72.31 68.65 1603 Muara Enim (Liot) 65.32 64.56 68.57 7.40 97.59 7.09 1771 Bengkulu 68.94 71.98 1608 Ogan Komering Ulu Selatan 67.74 7.77 93.44 99.46 94.67 94.90 99.68 69.02 8.28 62.89 98.72 72.30 98.99 67.21 11.44 98.88 56.05 62.44 99.60 67.25 8.79 22.73 58.16 62.41 98.62 27.82 8.45 1701 Bengkulu Selatan 65.95 71.08 69.43 1707 Lebong 64.66 72.34 7.57 70.25 32.14 7.95 8.92 8.89 67.37 10.18 71.05 9.73 68.36 56.41 89.00 66.16 9.77 1506 Tanjung Jabung Timur 68.01 7.30 33.72 10.72 37.28 99.23 94.75 68.15 97.64 77.82 69.60 8.76 98.49 69.21 60.97 1504 Batanghari 67.34 71.57 7.97 64.78 76.08 73.70 68.28 68.76 1610 Ogan Ilir 64.30 70.00 61.96 70.39 60.03 62.92 39.32 69.73 34.33 20.31 91.66 72.39 96.15 96.44 98.15 1705 Seluma 63.48 76.41 90.06 7.33 60.51 69.91 63.49 58.84 8.09 70.51 71.72 23.82 126 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 .68 97.24 71.74 59.72 57.48 71.40 61.36 65.91 93.92 1673 Kota Pagar Alam 68.26 6.73 99.95 1501 Kerinci 68.03 93.11 7.43 70.19 8.68 6.38 67.85 55.90 8.33 68.69 23.00 36.36 67.00 40.20 1602 Ogan Komering Ilir 66.82 79.56 8.08 66.47 98.08 8.11 8.30 98.77 9.67 1674 Kota Lubuk Linggau 63.45 71.82 98.14 98.99 71.13 7.81 7.01 8.67 98.70 99.64 67.65 1600 SUMATERA SELATAN 67.28 23.42 27.82 73.79 97.51 60.79 60.20 7.92 8.52 7.72 32.79 21.79 33.83 11.64 7.85 59.76 66.83 34.03 65.75 98.57 72.76 69.04 73.73 1505 (1) (2) Muara Jambi 67.45 56.01 7.16 95.22 7.15 94.20 99.24 6.40 8.02 1609 Ogan Komering Ulu Timur 66.08 62.67 59.34 1611 Empat Lawang 63.68 97.64 97.49 69.62 71.09 70.59 7.14 60.Kode Angka Harapan Hidup Angka Melek Huruf Rata-rata Lama Sekolah Pengeluaran per Kapita Disesuaikan (Tahun) (Persen) (Tahun) (Ribu Rp PPP) IPG Provinsi L P L P L P L P 2010 2011 (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) 1500 JAMBI 67.99 64.49 7.21 68.33 23.46 6.57 96.70 97.01 62.13 1607 Banyuasin 65.63 6.45 96.58 1706 Mukomuko 65.89 40.61 93.64 26.07 98.87 6.90 99.33 1700 BENGKULU 67.83 66.74 69.20 99.27 94.88 72.32 59.22 74.24 36.58 66.00 70.59 7.72 96.81 67.85 97.81 9.09 74.17 66.20 96.51 7.75 8.35 8.85 98.02 97.72 8.33 62.69 6.26 98.42 7.69 94.32 63.81 58.32 91.79 68.82 67.90 71.90 87.92 1605 Musi Rawas 62.68 67.79 68.95 30.55 98.35 69.15 26.65 8.28 55.30 7.54 98.28 96.26 72.57 96.80 93.89 98.46 1507 Tanjung Jabung Barat 67.68 99.52 8.55 94.31 59.34 60.57 9.76 5.19 71.69 97.60 26.64 33.00 60.39 9.14 61.38 1703 Bengkulu Utara 67.97 64.04 1502 Merangin 66.72 7.03 28.09 32.91 8.25 71.43 39.78 71.46 1509 Bungo 65.00 28.65 1572 Kota Sungai Penuh 69.23 98.11 71.75 69.98 97.55 1672 Kota Prabumulih 70.80 64.06 57.23 73.94 23.58 7.82 1503 Sarolangun 67.94 97.86 7.49 30.53 69.34 69.17 73.67 55.85 7.67 76.27 63.15 20.07 1708 Kepahiang 62.19 95.62 32.57 58.37 66.51 25.64 98.28 63.58 76.50 72.21 57.21 7.04 68.17 65.21 1704 Kaur 65.29 67.89 65.55 65.

47 70.77 10.48 97.63 7.75 56.90 97.38 70.96 72.67 6.98 95. BANGKA BELITUNG 66.58 54.10 65.67 98.82 96.55 7.47 7.54 60.93 1805 Lampung Tengah 67.25 72.05 7.35 59.75 92.41 55.02 1872 Kota Metro 70.91 19.55 66.10 2172 Kota Tanjung Pinang 67.19 72.95 97.37 77.36 95.73 21.17 98.Angka Harapan Hidup Kode Angka Melek Huruf Rata-rata Lama Sekolah Pengeluaran per Kapita Disesuaikan (Tahun) (Ribu Rp PPP) IPG Provinsi (Tahun) L (1) (2) (Persen) P L P L P L P 2010 2011 (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) 1800 LAMPUNG 67.95 8.80 71.85 7.15 65.46 56.71 6.27 56.72 7.21 98.98 8.36 90.54 97.61 62.74 11.30 59.58 95.28 8.56 61.21 91.29 1906 Belitung Timur 66.91 69.24 64.35 7.93 6.65 60.55 96.68 98.11 9.58 67.90 93.47 27.50 1801 Lampung Barat 65.48 8.59 21.91 1810 Pringsewu 66.49 72.08 75.25 22.40 9.04 66.68 24.45 27.79 95.00 90.64 10.64 64.71 78.44 27.64 8.90 62.82 74.39 10.47 58.83 99.89 21.43 32.62 26.15 25.26 29.56 75.05 7.49 9.89 99.21 98.31 30.70 66.41 1809 Pesawaran 66.21 26.49 95.57 7.90 96.87 7.51 70.49 60.39 56.75 97.18 61.01 69.10 30.90 35.40 2104 Lingga 68.26 23.57 70.33 7.89 1905 Bangka Selatan 65.19 94.64 7.48 1806 Lampung Utara 66.41 95.49 57.74 63.49 92.58 76.77 67.85 60.33 2171 Kota Batam 68.19 2100 KEPULAUAN RIAU 67.23 69.10 8.56 7.91 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 127 .46 7.05 85.78 91.78 5.85 9.91 70.12 73.49 64.35 80.83 8.40 73.31 7.72 69.99 69.01 58.09 53.50 97.79 1871 Kota Bandar Lampung 68.79 69.97 92.99 81.89 7.30 61.06 9.14 7.21 76.36 51.82 24.46 99.58 23.54 69.63 62.73 76.10 71.08 73.70 23.85 26.91 7.11 58.73 60.32 1903 Bangka Barat 65.19 91.11 8.74 60.52 72.54 7.60 93.25 1904 Bangka Tengah 65.26 69.65 25.72 72.25 1971 Kota Pangkal Pinang 68.69 68.97 98.02 69.33 71.28 1808 Tulang Bawang 66.31 1900 KEP.31 72.51 78.87 2102 Bintan 67.28 64.47 64.51 23.51 99.58 71.05 60.12 1804 Lampung Timur 68.56 71.26 97.37 6.36 60.43 70.20 1811 Mesuji 66.98 70.76 33.44 98.88 89.77 63.31 68.37 97.13 72.79 57.38 62.74 64.76 95.93 70.48 97.67 7.63 7.06 72.99 91.24 63.78 78.39 70.18 96.03 1807 Way Kanan 67.52 74.08 1902 Belitung 67.18 10.95 7.88 71.74 60.62 7.69 2101 Karimun 67.83 98.83 7.74 92.68 74.53 71.42 58.35 97.55 76.38 64.05 7.94 98.55 58.35 26.84 61.76 30.25 71.88 7.90 72.48 69.04 18.42 27.75 94.41 71.79 1901 Bangka 65.20 97.43 1812 Tulang Bawang Barat 66.29 96.84 6.51 95.70 71.25 7.94 1802 Tanggamus 67.58 70.17 62.96 50.55 6.46 95.63 88.53 61.42 7.87 99.44 1803 Lampung Selatan 66.99 71.19 6.39 62.23 27.20 9.64 63.85 69.75 8.85 6.80 59.43 92.65 99.16 2103 Natuna 66.86 91.04 10.83 28.12 7.32 59.31 2105 Kepulauan Anambas 65.69 92.23 70.17 73.93 7.00 63.03 7.61 7.65 63.99 97.83 97.

81 9.66 23.64 72.14 58.26 71.73 74.25 3201 Bogor 66.09 70.28 95.86 7.84 10.51 80.44 6.38 63.19 7.48 25.39 65.51 67.07 26.27 96.96 99.58 7.45 25.38 62.38 10.47 71.27 70.54 99.17 3200 JAWA BARAT 66.62 7.34 56.39 72.62 27.51 58.41 94.37 68.45 98.54 69.65 65.52 3172 Kota Jakarta Timur 71.07 10.66 60.82 71.29 69.08 9.52 71.24 3212 Indramayu 64.84 3210 Majalengka 64.37 69.85 99.01 99.42 61.76 6.55 59.55 69.16 73.82 3211 Sumedang 65.89 90.65 3274 Kota Cirebon 66.75 99.29 69.67 96.72 67.45 73.90 10.71 7.72 68.58 3216 Bekasi 67.59 7.86 66.91 99.65 98.38 99.86 97.50 11.63 60.60 67.10 68.89 99.97 74.66 92.81 8.44 69.45 74.14 93.21 58.64 72.27 98.69 99.77 57.22 99.40 30.36 9.88 8.67 99.64 10.46 3276 Kota Depok 71.26 61.79 3213 Subang 67.70 3174 Kota Jakarta Barat 71. Seribu 68.80 74.14 99.85 59.12 73.79 75.37 11.81 67.97 29.52 59.14 6.81 98.51 74.88 69.36 75.49 31.79 66.22 9.01 67.38 71.47 66.37 22.58 3275 Kota Bekasi 67.28 99.98 73.65 49.67 7.46 73.26 3205 Garut 63.02 76.01 8.93 65.01 62.14 63.17 8.11 68.39 8.79 68.21 32.71 96.15 3208 Kuningan 65.99 30.23 57.19 61.68 3277 Kota Cimahi 67.43 99.03 94.75 68.52 62.16 73.58 25.98 71.67 75.Kode Angka Harapan Hidup Angka Melek Huruf Rata-rata Lama Sekolah Pengeluaran per Kapita Disesuaikan (Tahun) (Persen) (Tahun) (Ribu Rp PPP) IPG Provinsi L P L P L P L P 2010 2011 (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) 3100 DKI JAKARTA 71.74 62.99 6.06 99.16 8.08 98.95 11.50 9.24 11.22 10.61 6.66 67.72 67.34 7.47 99.11 3279 Kota Banjar 64.07 30.70 11.25 66.63 3273 Kota Bandung 67.61 75.63 57.61 32.18 7.00 99.26 25.44 74.14 3202 Sukabumi 65.53 28.84 92.32 74.54 97.55 34.13 6.40 67.52 65.15 69.90 98.89 9.02 74.93 73.98 91.72 71.57 70.56 3171 Kota Jakarta Selatan 71.84 98.00 35.53 88.87 63.02 32.72 59.03 62.94 70.05 3203 Cianjur 64.83 98.23 25.53 73.88 7.98 98.37 98.15 25.93 98.37 3214 Purwakarta 65.64 98.51 98.69 60.08 69.38 3175 Kota Jakarta Utara 70.40 3215 Karawang 64.41 94.09 99.18 68.94 71.58 99.42 7.43 96.47 50.35 18.95 99.94 72.87 11.80 76.32 99.21 7.93 66.80 68.14 96.78 99.91 57.65 95.97 5.78 67.55 3204 Bandung 67.79 24.86 23.46 74.46 88.17 3271 Kota Bogor 66.84 7.16 98.69 3173 Kota Jakarta Pusat 70.12 31.13 10.69 9.18 30.94 70.85 98.91 63.01 67.72 70.54 37.93 19.74 28.86 11.29 11.57 3206 Tasikmalaya 66.40 (1) 128 (2) PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 .75 7.36 98.33 8.85 59.02 10.25 75.16 10.73 7.87 3217 Kab Bandung Barat 66.76 7.07 52.44 68.42 67.28 9.72 98.22 10.24 62.80 71.15 69.57 7.35 74.45 10.07 73.74 8.23 81.28 99.17 3209 Cirebon 63.05 99.99 62.14 7.28 97.13 3272 Kota Sukabumi 67.59 99.09 71.93 99.91 11.68 66.40 60.34 98.18 74.00 72.48 74.94 8.43 67.44 7.44 67.50 69.85 77.76 26.01 3101 Kep.97 99.30 8.28 31.14 52.03 70.34 26.40 6.43 95.76 77.28 62.61 33.44 7.40 3278 Kota Tasikmalaya 67.61 8.53 7.47 36.46 68.50 75.47 71.25 98.92 68.53 3207 Ciamis 65.

52 6.68 68.86 23.71 91.97 35.84 3328 Tegal 66.55 58.55 95.34 74.63 71.87 26.24 57.51 65.50 73.68 22.79 64.66 68.30 3325 Batang 68.08 92.74 7.40 71.57 6.27 67.37 3310 Klaten 69.12 35.93 23.58 64.75 64.04 6.66 86.91 25.68 68.65 3303 Purbalingga 68.79 66.39 76.59 70.36 76.83 28.35 64.03 63.92 6.80 7.18 3329 Brebes 65.81 3371 Kota Magelang 68.13 3316 Blora 69.35 65.16 32.37 38.51 43.07 63.38 6.84 87.32 93.36 95.04 76.20 6.62 68.88 8.60 58.40 94.08 71.34 7.92 7.44 97.83 6.63 84.00 3321 Demak 69.98 89.21 72.69 74.76 24.92 58.13 59.82 70.08 70.Angka Harapan Hidup Kode Angka Melek Huruf Rata-rata Lama Sekolah Pengeluaran per Kapita Disesuaikan (Tahun) (Ribu Rp PPP) IPG Provinsi (Tahun) L (1) (2) (Persen) P L P L P L P 2010 2011 (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) 3300 JAWA TENGAH 69.20 3317 Rembang 68.03 62.97 82.12 3313 Karanganyar 70.89 3308 Magelang 68.31 3324 Kendal 66.26 57.91 72.86 70.76 91.28 63.16 85.37 3373 Kota Salatiga 69.10 7.32 60.46 72.79 93.21 8.30 70.03 66.37 73.41 59.98 74.45 69.34 75.13 7.89 8.78 98.10 66.90 61.75 5.37 64.13 73.64 91.20 72.78 7.52 41.79 62.54 58.35 98.31 6.52 9.52 8.61 59.34 63.70 74.96 3372 Kota Surakarta 70.08 7.42 86.87 3318 Pati 70.18 93.17 60.71 56.84 7.46 23.10 95.76 7.03 9.83 88.24 6.29 54.26 69.20 6.39 3314 Sragen 70.67 39.62 7.85 92.27 90.07 55.05 82.87 96.88 66.53 6.93 26.32 34.18 7.05 99.40 94.51 73.39 7.63 3322 Semarang 70.40 70.78 67.26 95.33 65.49 73.30 74.52 73.14 3319 Kudus 67.37 3302 Banyumas 67.20 81.22 95.33 73.27 71.31 72.59 65.96 88.24 86.75 7.53 90.20 3327 Pemalang 65.15 6.20 33.23 72.64 59.02 3326 Pekalongan 67.83 95.26 56.43 7.66 97.80 59.90 9.47 3375 Kota Pekalongan 68.77 95.90 8.98 8.03 5.15 3309 Boyolali 68.76 60.62 34.06 74.01 9.79 9.50 3305 Kebumen 67.52 76.99 6.07 72.29 82.67 32.67 7.04 3376 Kota Tegal 66.89 3304 Banjarnegara 67.29 28.51 70.11 64.70 8.74 64.50 96.38 71.97 3306 Purworejo 68.38 40.21 88.22 73.57 91.95 10.36 27.97 94.69 3315 Grobogan 67.50 67.76 69.42 71.33 64.11 64.58 39.92 40.12 60.06 11.45 3301 Cilacap 68.60 67.21 74.17 63.36 87.42 6.50 3312 Wonogiri 70.40 72.31 72.76 7.52 7.56 95.15 93.67 32.62 80.98 60.20 72.67 65.00 68.68 3311 Sukoharjo 68.94 8.67 72.76 87.26 91.63 29.32 35.05 95.97 33.09 85.85 87.00 71.06 6.37 8.76 97.55 70.27 72.63 71.11 99.40 6.32 56.61 74.38 37.53 7.70 71.74 22.29 56.08 95.01 64.83 95.95 72.10 66.22 9.92 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 129 .49 6.48 62.57 7.85 72.84 64.72 93.26 74.54 6.23 37.62 74.64 88.06 77.42 74.72 3323 Temanggung 70.71 23.09 59.75 69.40 7.26 99.59 7.59 29.86 88.48 94.25 77.92 3320 Jepara 68.71 7.51 97.37 85.15 95.02 93.47 64.32 9.49 3307 Wonosobo 68.74 69.22 6.77 67.67 6.12 8.62 73.14 54.47 7.07 73.70 11.61 72.81 71.70 10.89 90.29 85.48 94.88 6.41 63.12 71.68 76.23 66.71 62.80 64.21 73.80 71.61 65.14 99.73 6.59 56.87 85.50 7.39 96.86 69.78 3374 Kota Semarang 70.00 36.38 76.12 8.61 8.68 56.16 95.26 29.48 75.

02 52.09 92.46 71.35 8.47 84.36 23.02 61.46 71.12 29.74 70.94 78.13 63.06 64.16 7.12 96.47 21.86 65.57 54.68 73.59 3571 Kota Kediri 68.85 29.23 3516 Mojokerto 68.26 96.17 72.79 7.65 9.62 66.45 52.18 72.78 65.40 7.31 35.14 85.12 7.19 8.86 10.91 7.02 6.84 5.94 7.40 61.25 69.49 72.00 94.99 6.27 70.33 89.77 38.74 10.94 58.95 60.26 72.89 72.48 96.31 67.32 8.62 64.86 3504 Tulungagung 69.94 91.88 8.29 70.52 96.87 70.92 9.33 7.08 6.86 69.50 3503 Trenggalek 69.33 71.42 3519 Madiun 66.24 68.52 3575 Kota Pasuruan 64.34 59.62 65.89 74.36 9.37 64.01 71.41 72.49 85.34 63.36 65.24 94.65 7.48 68.05 33.89 8.31 3523 Tuban 65.08 3577 Kota Madiun 69.69 68.89 65.58 90.28 72.87 48.32 69.97 70.08 32.58 3574 Kota Probolinggo 68.37 7.38 3505 Blitar 68.86 61.85 67.35 72.64 72.16 31.10 5.36 74.09 80.98 86.96 92.64 93.88 76.29 66.83 6.43 68.17 87.71 29.55 64.67 8.34 71.59 64.44 66.13 23.99 71.17 96.30 52.12 62.18 96.61 3501 Pacitan 69.92 9.05 3517 Jombang 68.02 6.95 65.03 99.15 70.13 38.45 3520 Magetan 69.26 35.83 96.43 71.45 6.66 71.82 35.85 34.15 71.71 28.51 5.56 28.96 94.64 53.73 73.96 9.36 96.84 11.58 30.14 65.40 65.23 98.39 66.15 8.67 3506 Kediri 67.76 59.83 3576 Kota Mojokerto 69.48 65.33 83.93 95.94 63.33 7.97 8.46 5.48 98.17 91.24 3512 Situbondo 61.45 69.70 81.11 73.05 66.89 96.96 6.88 6.03 87.53 72.29 3578 Kota Surabaya 69.10 56.24 5.80 96.32 68.12 92.38 10.14 25.79 7.87 71.66 29.97 72.19 56.18 61.53 62.73 33.08 63.75 50.68 70.99 98.52 71.56 10.34 29.78 91.76 66.86 69.96 8.50 3521 Ngawi 67.17 73.58 10.88 60.45 58.80 10.03 56.Kode Provinsi (1) (2) Angka Harapan Hidup Angka Melek Huruf Rata-rata Lama Sekolah Pengeluaran per Kapita Disesuaikan (Tahun) (Persen) (Tahun) (Ribu Rp PPP) IPG L P L P L P L P 2010 2011 (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) 3500 JAWA TIMUR 67.69 3510 Banyuwangi 65.24 6.06 3.55 36.89 64.95 68.29 64.25 70.96 68.18 3526 Bangkalan 61.74 35.31 3507 Malang 67.58 6.11 73.17 64.18 7.50 9.56 130 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 .60 6.25 7.39 6.57 4.54 3509 Jember 61.10 78.53 9.84 57.35 99.15 34.72 3508 Lumajang 65.83 91.63 65.57 64.81 80.21 98.85 62.49 68.95 3522 Bojonegoro 65.19 71.70 97.98 26.00 90.54 34.40 7.23 69.91 36.08 71.27 9.42 72.77 3573 Kota Malang 68.36 70.68 80.44 99.76 64.46 85.93 3579 Kota Batu 67.58 3527 Sampang 61.94 4.47 72.74 63.24 56.67 82.62 67.16 65.45 6.82 7.00 7.05 60.33 70.87 6.65 3528 Pamekasan 62.33 3524 Lamongan 66.54 6.15 49.68 7.09 67.94 6.10 77.37 32.41 3514 Pasuruan 62.15 81.66 69.68 71.81 23.37 73.67 34.98 60.88 68.11 65.78 94.00 7.65 70.20 96.08 72.62 94.04 71.93 37.37 74.10 3511 Bondowoso 61.98 61.32 5.38 88.03 99.93 69.61 4.51 35.74 71.87 28.19 89.23 67.70 8.02 64.27 56.24 29.15 31.66 3502 Ponorogo 68.62 3529 Sumenep 62.23 76.95 89.32 9.72 92.38 98.82 88.03 6.27 73.68 86.79 59.26 66.58 99.61 3518 Nganjuk 66.92 64.90 89.07 68.42 64.77 3513 Probolinggo 59.14 95.22 7.66 60.23 71.15 76.17 10.06 81.84 57.26 86.34 33.73 70.63 65.53 51.56 99.85 3525 Gresik 69.85 66.39 59.92 7.96 70.47 88.61 96.74 58.51 49.33 7.26 27.85 58.05 63.14 8.77 6.84 96.27 97.59 73.75 3572 Kota Blitar 70.25 84.59 65.75 3515 Sidoarjo 68.94 93.82 72.76 29.24 6.

06 7.30 57.07 66.62 70.17 74.45 70.23 96.53 98.88 63.46 98.55 37.26 69.28 97.78 96.88 8.45 66.92 65.17 74.42 73.01 58.09 84.41 76.50 62.06 5105 Klungkung 67.28 87.72 98.13 3672 Kota Cilegon 66.78 8.43 5171 Kota Denpasar 71.61 5107 Karangasem 65.98 86.75 56.52 70.59 75.96 57.50 70.20 75.64 90.06 37.54 62.58 11.85 3402 Bantul 69.67 60.82 39.76 75.30 29.18 72.14 90.21 94.44 3673 Kota Serang 63.86 97.89 8.18 71.25 9.07 72.25 3602 Lebak 61.53 76.77 76.00 34.39 86.75 61.24 6.30 66.86 67.40 65.22 9.28 9.97 99.63 7.95 24.35 3601 Pandeglang 61.47 74.70 67.04 67.14 60.67 7.67 65.52 8.92 7.06 69.75 62.50 9.51 57.15 8.07 3401 Kulon Progo 72.25 74.25 24.11 29.79 66.11 98.54 72.58 4.22 78.56 77.76 73.95 8.94 84.82 8.82 59.60 69.04 66.71 61.73 80.91 94.84 6.37 75.42 99.98 96.97 62.21 37.31 10.92 42.74 42.86 70.02 6.09 34.11 3604 Serang 61.46 29.74 35.24 96.61 65.17 6.79 74.24 5101 Jembrana 69.10 7.49 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 131 .85 11.76 11.60 38.24 40.93 8.88 98.89 82.00 66.03 31.55 64.35 5.02 93.34 60.33 71.41 8.81 68.80 27.66 75.92 73.09 86.91 67.23 10.34 69.42 69.36 62.23 71.22 6.28 9.26 6.18 9.05 62.25 88.45 65.89 60.85 5104 Gianyar 70.81 72.71 3403 Gunung Kidul 69.41 8.97 94.79 97.33 97.12 9.10 92.06 62.67 68.19 94.90 70.84 5108 Buleleng 67.58 98.99 92.35 8.26 67.60 7.79 9.97 67.11 60.32 61.76 64.20 61.01 5102 Tabanan 72.94 71.92 5103 Badung 69.81 7.78 97.16 96.09 9.93 73.21 76.64 81.62 99.40 70.72 60.79 96.22 69.90 89.78 94.88 35.32 96.58 37.44 3671 Kota Tangerang 66.74 94.64 96.37 99.75 5.13 11.91 67.42 66.99 94.86 29.40 7.60 83.28 25.74 11.08 77.57 64.24 18.Angka Harapan Hidup Kode Angka Melek Huruf Rata-rata Lama Sekolah Pengeluaran per Kapita Disesuaikan (Tahun) (Ribu Rp PPP) IPG Provinsi (Tahun) L (1) (2) (Persen) P L P L P L P 2010 2011 (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) 3400 D I YOGYAKARTA 71.76 58.12 10.75 3471 Kota Yogyakarta 71.96 11.16 7.65 70.14 62.19 10.97 69.51 73.26 70.92 3603 Tangerang 63.68 70.04 3404 Sleman 73.66 64.34 3674 Kota Tangerang Selatan 66.78 34.12 68.07 68.06 76.59 39.82 5100 BALI 68.24 6.70 65.59 76.84 9.92 3600 BANTEN 63.61 5106 Bangli 69.

83 6.75 74.35 65.92 96.16 98.58 7.48 6.43 5314 Rote Nda 66.32 5302 Sumba Timur 60.28 65.64 65.19 70.00 7.69 53.21 53.99 34.10 89.84 52.74 63.37 69.74 36.50 73.98 84.60 97.90 54.94 5304 Timor Tengah Selatan 64.74 93.43 65.42 10.39 95.98 47.62 5307 Alor 65.89 59.51 10.32 95.68 78.78 66.05 40.01 7.88 64.76 5313 Manggarai 65.26 62.15 83.86 88.26 35.44 57.87 60.44 6.11 68.74 63.23 54.62 60.86 8.04 89.59 65.55 5310 Sikka 67.95 91.80 8.95 6.18 95.75 87.73 42.11 51.02 17.98 88.56 6.52 6.27 62.01 54.61 65.60 94.80 7.26 33.65 7.33 67.79 96.00 85.48 87.64 26.13 60.46 5316 Sumba Barat Daya 61.08 89.25 68.51 5305 Timor Tengah Utara 66.06 9.37 92.13 70.16 61.74 68.12 46.57 43.19 60.58 7.86 47.57 90.44 80.12 6.89 33.73 84.89 45.10 66.79 66.58 7.06 6.02 88.36 42.30 82.64 62.02 56.75 6.00 25.69 42.88 58.00 66.83 66.68 68.58 69.29 63.57 78.88 90.79 7.36 4.67 7.00 5205 Dompu 59.13 5.04 62.16 60.66 96.34 5202 Lombok Tengah 59.55 90.62 6.99 62.97 60.92 90.31 30.00 68.71 6.68 5306 Belu 64.76 6.17 64.22 5312 Ngada 65.21 79.65 69.90 6.40 7.61 93.54 90.02 34.91 6.99 68.20 63.19 60.50 37.05 92.43 63.37 5308 Lembata 64.43 5309 Flores Timur 66.07 6.36 8.27 6.13 56.85 87.80 87.99 68.60 66.37 68.72 99.98 61.98 93.19 59.97 7.30 62.25 69.11 75.99 34.37 7.58 5207 Sumbawa Barat 59.27 71.94 6.69 66.61 57.96 8.25 60.09 71.14 63.12 60.96 72.71 25.49 63.75 7.86 5320 Sabu Raijua 65.64 66.16 65.25 55.70 5201 Lombok Barat 59.60 34.34 7.12 5204 Sumbawa 58.66 5203 Lombok Timur 59.06 62.51 69.07 32.39 67.33 5301 Sumba Barat 63.16 54.87 30.92 6.05 65.12 73.78 5206 Bima 61.33 73.69 6.49 7.94 62.27 6.83 91.40 41.23 6.29 57.87 91.17 57.25 61.20 6.78 86.79 65.04 11.66 5300 NUSA TENGGARA TIMUR 65.48 64.14 80.57 56.15 58.88 35.51 62.98 64.46 65.37 48.92 77.85 6.05 5319 Manggarai Timur 65.49 36.13 69.03 31.80 53.14 82.27 6.64 7.81 32.25 5.19 97.87 95.66 5.78 62.95 60.94 61.92 64.63 7.27 10.88 6.19 5208 Lombok Utara 58.Kode Angka Harapan Hidup Angka Melek Huruf Rata-rata Lama Sekolah Pengeluaran per Kapita Disesuaikan (Tahun) (Persen) (Tahun) (Ribu Rp PPP) IPG Provinsi L P L P L P L P 2010 2011 (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) 5200 NUSA TENGGARA BARAT 60.32 61.75 60.81 5.94 97.35 5303 Kupang 63.19 85.10 64.41 39.30 64.27 60.96 5311 Ende 62.11 40.86 59.91 74.98 6.57 67.19 63.99 (1) 132 (2) PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 .17 95.82 89.71 88.25 79.34 7.74 70.69 65.01 61.46 66.58 82.31 68.72 59.60 6.43 69.58 77.49 68.53 73.01 68.66 5272 Kota Bima 61.95 66.30 67.88 65.26 83.71 5.56 86.60 70.74 59.00 53.40 61.52 6.05 5318 Nageko 61.02 6.15 64.56 5371 Kota Kupang 70.48 96.36 55.57 7.63 5315 Manggarai Barat 64.65 5.40 67.12 39.84 5271 Kota Mataram 64.31 69.01 81.75 5.60 5317 Sumba Tengah 60.28 42.93 65.12 31.44 91.12 7.47 63.29 46.

30 6205 Barito Utara 70.37 95.24 5.06 7.52 61.50 6102 Bengkayang 66.75 57.85 67.05 63.72 67.00 7.32 6202 Kotawaringin Timur 67.31 93.03 33.32 99.59 6204 Barito Selatan 66.33 10.49 9.70 6.32 69.94 99.36 7.81 9.47 98.88 7.87 6209 Katingan 65.62 6208 Seruyan 66.21 6104 Pontianak 65.62 7.60 96.96 18.01 7.72 86.75 71.31 70.91 7.39 77.23 7.48 95.70 33.18 70.51 71.02 99.91 6.11 63.60 8.72 73.87 33.04 53.36 60.60 8.58 6211 Gunung Mas 66.90 71.60 7.87 22.19 64.32 63.68 68.85 6.21 99.53 95.55 75.45 71.70 68.80 94.46 67.59 74.89 66.64 71.93 32.01 64.53 94.52 63.08 6.17 89.74 8.41 68.18 67.39 70.85 96.35 70.13 62.55 63.62 6.89 6.71 66.44 87.31 11.47 7.84 64.54 99.37 93.91 70.59 67.13 67.51 64.07 73.58 64.89 6.77 5.Angka Harapan Hidup Kode Angka Melek Huruf Rata-rata Lama Sekolah Pengeluaran per Kapita Disesuaikan (Tahun) (Ribu Rp PPP) IPG Provinsi (Tahun) L (1) (2) (Persen) P L P L P L P 2010 2011 (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) 6100 KALIMANTAN BARAT 64.86 32.53 69.40 86.89 6210 Pulang Pisau 65.47 63.23 66.92 69.61 62.14 20.97 99.95 54.11 32.24 99.08 74.74 64.95 99.79 81.52 87.13 60.30 69.56 7.43 7.25 64.83 6271 Kota Palangka Raya 71.90 87.98 67.29 69.34 6111 Kayong Utara 63.99 9.32 69.31 6107 Sintang 66.00 96.26 62.24 93.97 59.90 99.83 8.54 68.58 7.34 6106 Ketapang 65.03 70.46 6172 Kota Singkawang 65.25 25.60 36.07 26.50 8.83 69.53 83.60 98.26 8.80 25.69 7.45 97.73 9.35 58.86 98.85 6212 Barito Timur 65.81 9.88 6.80 94.63 6108 Kapuas Hulu 64.07 63.84 6213 Murung Raya 66.74 6.17 74.75 64.23 8.47 6207 Lamandau 65.03 66.88 93.19 64.61 7.03 71.86 56.06 72.94 6112 Kubu Raya 64.11 8.16 88.93 58.68 95.40 70.97 38.80 6201 Kotawaringin Barat 69.84 58.38 7.33 6105 Sanggau 66.60 99.91 83.64 69.23 5.19 8.41 74.43 69.17 64.17 64.39 32.90 97.45 31.49 27.24 6110 Melawai 65.78 71.33 99.58 73.58 69.87 59.16 73.87 98.67 32.82 98.26 86.62 94.54 63.14 9.15 99.68 61.04 62.40 64.54 6200 KALIMANTAN TENGAH 69.14 71.25 98.05 74.14 6.87 86.33 79.74 65.67 64.20 63.66 93.95 41.71 6103 Landak 63.30 69.99 6.46 97.33 69.27 66.91 99.97 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 133 .07 63.14 58.83 9.71 60.54 6.54 85.33 8.99 26.44 66.87 67.46 65.24 98.50 25.73 95.13 63.91 6206 Sukamara 65.71 7.06 70.70 8.84 7.21 64.11 7.80 98.10 39.81 33.27 94.78 61.78 6101 Sambas 59.73 7.75 37.95 26.91 6203 Kapuas 68.08 6109 Sekadau 65.15 38.80 8.78 58.87 72.33 6.14 97.01 99.25 7.70 65.14 82.04 99.22 29.30 64.31 73.93 69.77 6171 Kota Pontianak 65.56 70.50 62.21 91.69 57.38 6.46 33.95 93.19 7.38 68.79 67.16 34.55 74.59 71.83 28.

29 65.51 65.28 62.61 96.10 59.74 22.59 91.44 98.36 64.51 70.54 8.96 64.33 6309 Tabalong 61.49 24.35 6474 Kota Bontang 70.61 11.97 7.54 6471 Kota Balikpapan 70.47 70.68 16.43 92.27 6371 Kota Banjarmasin 64.45 96.27 7.55 6310 Tanah Bumbu 63.85 8.91 58.27 7.34 9.01 24.67 10.35 93.92 86.10 6405 Berau 68.81 6409 Penajam Paser Utara 69.66 65.01 6400 KALIMANTAN TIMUR 69.09 28.93 63.25 68.97 95.67 7.94 7.21 7.74 70.77 21.61 9.28 67.68 62.63 7.13 94.72 31.79 96.00 70.14 94.14 99.65 73.23 61.89 7.79 65.95 97.90 27.94 6305 Tapin 65.26 61.10 6410 Tana Tidung 70.53 34.28 70.28 8.81 6.67 92.20 94.39 63.07 64.74 68.38 67.44 6.73 58.76 98.88 83.77 98.11 83.12 75.67 72.51 7.93 32.05 63.37 96.96 7.85 61.30 97.15 99.75 36.39 99.04 97.76 52.94 16.26 60.78 9.01 99.36 72.00 71.52 99.71 39.05 93.11 20.06 24.38 57.86 97.42 74.57 6.61 62.80 62.84 78.08 6304 Barito Kuala 60.34 6311 Balangan 59.45 94.31 73.05 48.59 67.09 10.59 8.08 10.24 65.13 93.80 10.10 62.52 65.49 51.01 6308 Hulu Sungai Utara 61.30 74.05 94.98 59.02 99.55 74.90 31.64 98.06 69.79 74.15 23.73 98.32 73.16 62.06 74.32 24.47 6406 Malinau 66.07 6401 Pasir 71.85 63.82 79.43 63.79 10.68 7.96 65.31 98.70 8.47 65.89 71.15 33.74 73.46 76.53 8.99 64.07 71.71 6403 Kutai 66.30 65.46 97.40 8.41 10.10 6307 Hulu Sungai Tengah 63.53 95.01 7.06 53.09 6303 Banjar 63.63 6404 Kutai Timur 66.97 98.22 99.85 9.26 99.90 75.Kode Angka Harapan Hidup Angka Melek Huruf Rata-rata Lama Sekolah Pengeluaran per Kapita Disesuaikan (Tahun) (Persen) (Tahun) (Ribu Rp PPP) IPG Provinsi L P L P L P L P 2010 2011 (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) 6300 KALIMANTAN SELATAN 61.21 98.12 9.72 28.15 59.30 69.18 7.76 68.24 60.40 70.90 6.90 99.69 7.31 96.94 57.92 6402 Kutai Barat 68.25 99.93 6.92 7.47 65.68 70.81 79.33 7.53 66.25 69.94 29.70 8.55 15.10 65.41 7.54 97.41 67.13 9.96 60.76 6.64 25.92 96.24 77.14 6.30 68.63 7.31 69.89 60.00 69.99 60.32 56.67 71.40 98.41 92.33 6372 Kota Banjar Baru (1) (2) 65.45 53.80 61.42 97.17 96.00 25.56 69.57 73.25 75.07 6302 Kota Baru 63.29 70.80 9.69 7.58 7.73 99.49 6.25 65.84 93.07 66.27 75.72 47.00 64.81 8.07 8.04 20.72 8.65 8.12 134 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 .85 61.65 98.04 8.19 63.68 6306 Hulu Sungai Selatan 62.98 76.57 26.93 67.62 6407 Bulongan 71.80 6473 Kota Tarakan 69.32 8.07 65.32 7.24 92.42 92.63 59.59 6301 Tanah Laut 66.02 23.05 9.11 98.28 6408 Nunukan 69.95 6472 Kota Samarinda 69.23 98.00 60.07 60.18 98.57 75.10 54.86 73.04 61.72 75.70 54.66 96.83 92.37 61.10 84.

78 74.87 62.83 95.01 73.03 7201 Banggai Kepulauan 62.12 62.50 9.88 99.50 57.46 55.66 99.84 7109 Kep.12 63.13 9.62 27.48 71.70 7208 Parigi Moutong 63.47 24.02 8.26 70.59 72.40 73.93 99.84 61.05 96.94 99.12 70.36 64.47 9.21 6.31 56.85 99.82 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 135 .19 7108 Minahasa Tenggara 68.33 73.81 7205 Donggala 63.42 63.64 60.13 64.44 99.99 66.49 67.90 65.59 72.91 73.71 56.65 23.62 97.39 7104 Kepulauan Talaud 70.46 73.14 67.97 68.84 9.37 61.57 22.63 10.63 31.38 7200 SULAWESI TENGAH 64.26 99.76 73.16 74.14 7.20 99.55 66.29 67.67 67.69 72.28 74.97 10.87 9.57 99.40 67.43 26.98 33.09 8.16 8.56 7172 Kota Bitung 68.53 69.53 59.53 6.66 99.35 9.21 27.99 9.71 73.35 7105 Minahasa Selatan 70.31 8.67 72.83 70.76 68.41 66.72 7.35 74.82 70.75 99.70 57.75 74.61 74.62 98.83 7.96 99.11 8.95 94.70 68.10 93.72 22.26 8.79 66.76 28.48 68.45 8.54 23.81 76.18 31.61 26.39 73.52 9.67 66.11 77.57 63.79 63.02 68.51 7102 Minahasa 70.09 9.88 28.75 67.85 71.73 7106 Minahasa Utara 70.25 7.51 67.39 65.04 7111 Bolaang Mongondow Timur 69.58 70.37 7202 Banggai 66.67 68.88 7.10 7.89 8.24 61.14 96.21 7173 Kota Tomohon 70.65 66.35 92.97 72.64 26.11 72.69 73.55 98.50 33.09 66.41 36.34 63.45 32.53 7.35 58.36 8.50 71.84 8.68 8.50 7204 Poso 63.31 7107 Bolaang Mongondow Utara 67.43 7174 Kota Kotamobago 69.17 31.66 25.98 75.36 9.08 7.38 61.36 98.94 63.65 6.Angka Harapan Hidup Kode Angka Melek Huruf Rata-rata Lama Sekolah Pengeluaran per Kapita Disesuaikan (Tahun) (Ribu Rp PPP) IPG Provinsi (Tahun) L (1) (2) (Persen) P L P L P L P 2010 2011 (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) 7100 SULAWESI UTARA 70.82 7.01 7210 Sigi 63.38 67.06 99.70 10.46 72.72 77.10 8.72 99.32 9.84 97.42 74.88 99.30 8.60 7101 Bolaang Mongondow 69.Sangihe Talaud 71.26 61.18 68.72 99.36 7.43 54.54 62.49 7.23 66.21 7.93 99.13 24.84 8.79 99.08 75.68 99.83 98.27 68.82 92.69 70.14 96.24 6.00 96.93 65.77 74.66 8.99 71.67 96.63 8.28 56.68 64.10 7110 Bolaang Mongondow Selatan 69.28 7203 Morowali 63.31 98.86 76.50 64.94 99.02 99.98 99.91 8. Siau Tagulandang Biaro 66.27 7103 Kep.25 97.61 99.81 71.50 24.89 7206 Toli-Toli 62.35 96.36 99.40 7171 Manado 70.14 7.88 99.01 65.74 33.52 30.71 60.87 27.30 7207 Buol 63.65 8.30 98.33 42.97 99.03 65.22 98.76 70.42 98.36 58.78 71.08 7271 Kodya Palu 68.53 99.82 7.30 62.47 10.07 72.31 97.41 7209 Tojo Una-Una 62.15 93.54 98.83 99.24 66.62 7.05 7.79 75.96 55.19 11.59 99.58 99.92 73.88 59.71 96.86 29.39 8.38 7.32 69.54 63.36 26.

90 91.14 32.87 57.88 58.65 66.92 64.56 95.16 7302 Bulukumba 70.56 72.16 58.47 72.18 7326 Toraja Utara 71.99 62.69 63.33 6.71 7.85 7.98 7408 Kolaka Utara 63.64 29.87 61.93 88.48 86.28 7303 Bantaeng 71.33 7.74 71.15 24.57 6.39 61.01 69.88 7.87 66.84 26.67 63.85 95.70 62.16 87.91 7404 Kolaka 65.68 34.46 7.97 61.86 66.28 56.53 91.47 64.21 80.86 81.33 28.28 6.32 76.36 61.69 75.40 8.55 66.97 71.02 71.82 7.51 70.71 72.47 93.43 95.43 61.75 95.85 7313 Wajo 69.37 30.01 7.49 11.04 72.89 92.58 10.92 7405 Konawe Selatan 65.64 8.97 96.82 56.06 94.50 98.05 72.81 6.81 64.89 86.72 7371 Kota Makasar 71.73 82.88 64.06 8.95 7.24 7317 Luwu 71.66 63.55 65.57 6.07 57.96 30.31 61.12 22.92 7.63 68.79 95.03 90.24 9.93 70.28 55.85 7406 Bombana 65.35 18.52 70.61 93.90 89.31 97.10 22.04 95.97 96.30 35.14 66.13 54.02 66.45 86.87 70.20 5.13 98.05 63.82 61.Kode Angka Harapan Hidup Angka Melek Huruf Rata-rata Lama Sekolah Pengeluaran per Kapita Disesuaikan (Tahun) (Persen) (Tahun) (Ribu Rp PPP) IPG Provinsi L P L P L P L P 2010 2011 (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) 7300 SULAWESI SELATAN 68.47 7.64 7407 Wakatobi 66.37 8.52 82.72 6.45 37.73 7310 Barru 66.51 71.20 67.22 87.09 91.95 27.08 72.59 64.00 7.77 8.79 7.57 34.57 7.97 92.67 67.27 88.14 69.11 32.80 68.04 33.36 69.62 68.33 32.43 70.82 69.67 73.56 (1) 136 (2) PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 .98 80.04 59.56 76.97 90.76 65.79 69.18 31.35 70.59 78.60 63.13 64.07 56.54 10.02 61.22 6.38 30.05 8.74 6.49 73.18 25.43 7308 Maros 70.88 57.60 69.15 55.98 29.18 62.17 10.48 8.86 75.06 73.37 67.08 24.42 84.13 76.77 78.43 63.99 65.50 69.72 73.39 63.42 8.82 30.23 65.54 96.86 7.90 6.94 9.65 54.56 6.32 67.75 7.15 7472 Kota Bau-Bau 68.57 97.99 7.91 8.11 73.51 61.63 7.21 69.94 7410 Konawe Utara 66.37 33.57 35.03 7.94 7403 Konawe/Kab Kendari 65.57 7305 Takalar 67.01 70.88 7315 Pinrang 70.62 92.06 7.37 69.22 65.41 7.36 61.60 85.15 7312 Soppeng 69.54 7400 SULAWESI TENGGARA 65.82 67.32 69.96 7.87 64.14 82.63 70.34 30.86 69.25 69.72 26.04 75.99 7.33 6.90 57.23 7.61 74.19 74.00 8.08 62.66 80.40 7309 Pangkajene Kepulauan 66.18 66.15 7.36 61.19 89.12 62.72 23.63 60.83 7311 Bone 67.73 60.14 70.68 29.41 91.42 9.50 6.26 73.92 7.75 73.17 7322 Luwu Utara 69.40 59.75 7301 Selayar 65.59 70.67 7.42 98.09 67.77 89.13 99.81 55.71 7325 Luwu Timur 69.75 92.87 77.09 8.39 83.68 70.97 77.78 69.62 7.04 90.62 7.15 95.40 6.38 7.22 62.85 56.30 59.04 7402 Muna 64.42 88.28 7316 Enrekang 73.17 71.59 70.32 97.44 65.90 6.83 75.94 74.95 6.27 30.21 33.51 62.17 7314 Sidenreng Rappang 70.83 91.67 86.89 63.11 96.78 95.64 74.95 90.79 69.38 36.88 69.10 92.50 7.96 70.66 66.70 85.87 67.95 11.59 7306 Gowa 69.33 57.23 6.92 58.48 7471 Kota Kendari 67.96 90.62 62.92 28.27 85.31 85.24 33.70 69.74 75.87 7.53 7307 Sinjai 70.99 63.78 36.67 8.34 75.56 86.46 73.65 83.63 90.95 65.42 76.66 96.43 7373 Kota Palopo 70.24 81.39 9.04 7372 Kota Pare Pare 72.59 93.67 54.76 75.48 7304 Jeneponto 63.52 11.92 88.43 74.81 71.49 5.94 62.16 7318 Tana Toraja 72.13 29.77 84.13 7.87 10.65 70.10 8.08 94.93 7.44 99.37 7409 Buton Utara 65.29 33.23 95.17 84.33 7.79 7401 Buton 66.

59 96.28 26.35 65.32 57.48 58.81 98.47 24.50 55.68 59.19 68.93 93.07 59.77 32.93 25.63 69.04 59.11 60.70 66.56 95.32 6.78 70.51 67.73 68.10 59.85 97.41 79.59 55.33 60.92 8206 Halmahera Timur 63.69 65.79 72.69 69.40 7504 Bone Bolango 66.45 10.60 6.25 7.44 99.59 67.10 95.12 96.54 61.24 8.22 37.98 28.85 98.06 71.11 7.55 94.74 9.37 60.22 7.61 8.69 28.Angka Harapan Hidup Kode Angka Melek Huruf Rata-rata Lama Sekolah Pengeluaran per Kapita Disesuaikan (Tahun) (Ribu Rp PPP) IPG Provinsi (Tahun) L (1) (2) (Persen) P L P L P L P 2010 2011 (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) 7500 GORONTALO 64.91 27.84 94.96 27.12 66.66 64.47 8172 Kota Tual 66.37 8205 Halmahera Utara 63.29 10.58 70.21 63.35 8201 Halmahera Barat 62.70 39.46 7571 Kota Gorontalo 64.93 8.01 7.65 75.45 67.28 65.77 99.75 99.50 66.18 9.23 67.82 75.84 20.97 67.68 76.13 7603 Mamasa 69.55 98.08 60.36 86.76 95.94 60.80 99.53 8.56 8103 Maluku Tengah 63.86 11.48 8200 MALUKU UTARA 64.72 68.78 95.79 34.27 35.63 30.84 5.94 8.21 23.77 74.75 66.30 66.33 8.08 7.06 93.69 8.63 95.39 76.60 97.16 74.17 75.30 96.15 76.58 99.87 67.43 69.21 8.00 7.41 65.11 70.86 8109 Buru Selatan 65.80 64.36 67.25 63.79 38.19 67.90 8.25 65.06 98.61 7.89 28.47 7.13 67.21 64.35 8.36 9.12 68.29 24.78 66.10 57.81 17.09 6.02 58.44 63.49 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 137 .33 66.10 7503 Pokuwato 65.79 71.87 35.42 7605 Mamuju Utara 65.98 8.24 99.88 69.63 99.67 8.44 6.72 35.54 93.37 63.85 71.15 7.01 56.13 23.85 93.71 8202 Halmahera Tengah 64.20 90.55 86.63 70.15 71.34 34.90 68.41 7602 Polewali Mamasa 63.94 8.29 74.80 96.98 57.21 96.14 66.68 68.98 98.79 67.48 75.41 6.51 69.42 5.72 58.73 58.42 53.09 96.80 6.44 8.37 95.42 11.79 8.25 72.98 67.80 99.75 7.09 60.47 90.39 62.19 8107 Seram Bagian Timur 63.92 7.53 6.92 82.06 70.00 8.28 8.90 25.97 63.95 65.76 27.70 99.01 97.00 66.35 96.34 99.41 6.23 73.68 24.75 8272 Kota Tidore Kepulauan 63.96 90.79 6.19 7502 Gorontalo 66.67 94.41 7.08 9.65 33.05 7.57 8171 Kota Ambon 71.83 98.87 61.73 62.04 99.98 65.78 8271 Kota Ternate 68.74 69.70 70.85 7604 Mamuju 66.85 40.76 8101 Maluku Tenggara Barat 62.86 7601 Majene 63.46 95.80 99.94 67.32 85.93 10.28 60.75 86.53 56.33 8105 Kepulauan Aru 65.16 51.30 73.31 8108 Maluku Barat Daya 62.07 54.57 68.20 65.84 94.04 99.38 94.73 8104 Buru 66.76 61.23 71.93 67.79 8.10 83.60 98.05 8204 Halmahera Selatan 63.96 99.58 72.45 7.77 62.01 76.42 11.81 69.79 96.53 7505 Gorontalo Utara 64.42 66.66 65.70 97.05 8.55 61.02 6.37 8.48 67.16 8.68 8.21 44.29 66.83 62.51 8.10 98.88 7600 SULAWESI BARAT 65.54 64.87 56.16 7.71 59.92 8106 Seram Bagian Barat 64.31 65.31 7.62 6.02 61.85 91.79 61.98 94.51 52.04 59.24 62.82 95.26 7.14 6.92 28.25 33.39 6.61 71.71 57.00 62.25 7.67 7501 Boalemo 66.73 57.66 68.32 8102 Maluku Tenggara 66.53 66.14 96.78 92.31 34.98 66.81 39.99 24.09 8203 Kepulauan Sula 63.50 99.86 98.19 52.31 61.82 96.78 98.12 70.55 72.57 8207 Pulau Morotai 63.46 97.75 99.61 30.90 6.77 97.48 69.71 7.84 8100 MALUKU 65.92 68.06 9.90 7.

00 94.52 9105 Manokwari 66.95 97.87 59.56 7.66 6.77 8.61 72.99 9.09 9109 Tambrauw 64.18 58.28 70.95 26.47 57.82 24.82 82.72 49.32 83.14 7.01 57.26 63.50 80.90 96.43 53.15 6.05 22.94 99.43 9.78 88.27 64.14 75.49 72.Kode Angka Harapan Hidup Angka Melek Huruf Rata-rata Lama Sekolah Pengeluaran per Kapita Disesuaikan (Tahun) (Persen) (Tahun) (Ribu Rp PPP) IPG Provinsi L P L P L P L P 2010 2011 (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) 9100 PAPUA BARAT 66.60 74.36 68.99 26.95 28.56 25.33 64.94 8.62 9.06 83.03 70.65 9171 Kota Sorong 70.95 52.20 77.26 92.19 68.88 92.58 53.76 9102 Kaimana 67.33 7.64 89.57 21.10 67.05 57.54 10.05 63.40 5.73 22.29 22.59 69.75 53.54 89.74 6.27 6.71 52.13 95.34 65.26 81.10 9104 Teluk Bintuni 66.73 42.34 77.93 69.64 9.08 7.58 70.45 78.57 66.93 9110 Maybrat 64.44 73.70 54.30 56.81 (1) 138 (2) PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 .09 73.96 84.55 98.64 8.44 57.10 57.67 99.89 77.97 11.76 68.53 9106 Sorong Selatan 64.87 8.79 71.28 9103 Teluk Wondama 65.85 53.73 98.33 95.15 19.64 8.16 71.02 10.02 9108 Raja Ampat 64.79 7.30 7.24 9101 Fak-Fak 68.27 49.13 92.07 73.75 98.73 9107 Sorong 65.55 98.08 95.43 68.85 7.01 56.94 54.66 32.

05 6.98 62.02 2.64 36.58 57.11 42.58 9428 Membramo Raya 64.19 49.80 52.37 9.98 5.37 24.04 57.95 58.33 7.36 36.60 43.89 98.00 53.66 8.73 90.18 69.17 68.21 23.02 7.04 95.07 67.05 3.84 54.53 2.06 75.55 8.68 77.40 69.35 64.99 6.84 34.58 22.63 67.22 31.60 46.92 49.34 32.45 6.00 6.02 66.62 36.50 34.45 74.53 6.93 9417 Pegunungan Bintang 63.64 85.84 64.14 9431 Mamberamo Tengah 64.15 9429 Nduga 63.18 32.57 41.77 69.98 37.29 50.64 24.17 45.90 69.85 4.87 9434 Dogiyai 65.71 9408 Yapen Waropen 66.69 7.39 32.05 9402 Jayawijaya 64.66 45.58 22.36 30.98 60.56 9415 Asmat 65.53 62.38 68.54 9414 Mappi 64.18 9420 Keerom 65.09 9411 Puncak Jaya 65.51 9410 Paniai 65.12 67.71 3.34 33.45 67.73 7.17 9419 Sarmi 64.32 48.69 9401 Merauke 60.71 71.52 68.21 62.12 9409 Biak Namfor 64.82 60.87 39.15 69.16 67.36 3.58 48.18 65.16 52.35 7.95 3.24 74.37 40.26 9413 Boven Digoel 65.78 34.40 86.65 81.04 89.08 67.59 4.25 31.84 60.71 32.07 29.74 27.86 62.17 65.57 5.55 9436 Deiyai 63.77 67.93 62.40 30.49 98.27 43.07 66.47 56.14 66.01 48.45 68.45 68.08 90.04 9.38 64.36 61.74 3.43 47.29 97.90 51.79 66.40 48.83 45.86 44.43 2.16 9412 Mimika 68.71 47.02 86.50 99.08 10.34 5.72 49.42 58.70 8.42 62.03 3.39 8.91 9433 Puncak 65.47 95.76 9435 Intan Jaya 63.29 68.82 33.68 45.42 86.67 2.76 9418 Tolikara 64.58 1.21 9432 Yalimo 64.96 63.04 35.07 65.24 33.10 9416 Yahukimo 64.11 70.69 66.91 8.58 58.57 67.45 9426 Waropen 63.30 51.59 68.11 9430 Lanny Jaya 64.14 62.20 67.58 86.89 53.95 2.76 33.37 9471 Kota Jayapura 66.93 57.49 10.55 9403 Jayapura 65.28 72.31 21.77 3.74 68.23 97.32 67.50 6.23 47.89 9.63 48.11 61.91 68.93 51.99 7.64 35.99 8.62 71.69 3.02 62.14 28.29 9.26 62.45 50.18 2.96 97.10 37.33 4.68 70.15 59.07 45.19 32.12 69.64 59.21 29.06 37.45 3.14 18.31 69.05 68.46 95.50 56.01 2.24 66.52 87.20 48.46 67.75 42.13 48.29 46.54 65.25 63.06 6.38 72.85 71.09 1.26 3.55 64.19 69.81 11.03 62.25 7.69 47.29 32.34 58.80 0000 Indonesia PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 139 .87 84.96 49.01 89.51 71.92 49.56 48.16 62.03 5.77 46.53 70.94 97.91 6.39 68.33 3.09 35.36 8.08 48.42 66.20 7.04 9.52 69.93 37.02 9404 Nabire 65.29 65.64 29.13 93.13 3.12 3.76 57.75 66.91 27.74 67.21 37.77 1.30 66.65 67.63 46.45 67.57 4.47 33.13 9427 Supiori 64.43 48.43 62.76 31.35 98.63 69.66 70.70 43.35 95.47 36.88 67.53 48.47 39.Angka Harapan Hidup Kode Angka Melek Huruf Rata-rata Lama Sekolah Pengeluaran per Kapita Disesuaikan (Tahun) (Ribu Rp PPP) IPG Provinsi (Tahun) L (1) (2) (Persen) P L P L P L P 2010 2011 (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) 9400 PAPUA 66.28 67.

.

95 52.14 1175 Subulussalam 20.33 31.00 54.12 1171 Kota Banda Aceh 3.00 57.27 1114 Aceh Tamiang 13.91 53.78 1111 Aceh Utara 2.01 27.33 48. IDG Provinsi dan Kabupaten 2010 – 2011 L5 Perempuan sebagai tenaga Manager.96 39.67 69.54 70.Lampiran 5.21 48.33 57.00 40.71 66.91 1102 Aceh Singkil 12.11 52.67 45.41 1109 Piddie 4.80 52.33 43.62 1116 Aceh Jaya 0.68 51.98 1107 Aceh Barat 3.64 45.57 27.06 1101 Simeulue 15.61 56.60 58.33 58.18 1104 Aceh Tenggara 12.54 57.88 34.50 47. dalam Pendapatan Kerja Teknisi Kode Provinsi Keterlibatan Perempuan di Parlemen % % % 2010 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 1100 ACEH 4.36 69.59 27.67 IDG PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 141 .71 66.38 48.18 47.60 1105 Aceh Timur 5.34 46.53 46.31 54.35 46.00 50.44 1115 Nagan Raya 12.38 25.42 27.61 21.93 30.01 58.62 1103 Aceh Selatan 0.98 54.86 22.03 41.45 1173 Kota Langsa 32.73 44.00 48.86 70.78 55.00 48.36 48.80 27.00 56.72 1172 Kota Sabang 10.00 43.65 1110 Bireuen 5.79 54.70 25.92 58.20 1117 Bener Meriah 4.78 42.03 26.41 40.67 53.65 49.32 24.06 1108 Aceh Besar 2. Administrasi.28 49.00 56.36 57.78 33.19 47.32 1118 Pidie Jaya 8.14 36.08 32.06 27.01 47.93 56.22 64.49 47.40 52.86 57.92 55.05 1174 Kota Lhokseumawe 12.63 35.74 56.04 44.44 54.68 28.35 53.00 30.59 1106 Aceh Tengah 6.00 34.52 51.98 42.01 54.01 58.39 1112 Aceh Barat Daya 0.44 25.75 1113 Gayo Lues 5.76 31.54 55.05 48. Sumbangan Perempuan Profesional.00 58.73 27.

29 60.61 23.23 33.94 58.23 53.00 25.42 68.60 21.84 61.61 1271 Kota Sibolga 15.92 34.57 57.00 56.Kode Provinsi Keterlibatan Perempuan di Parlemen % % % 2010 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 1200 SUMATERA UTARA Perempuan sebagai tenaga Manager.47 67.17 46.33 56.66 53.10 41.33 57.18 63.79 60.72 68.33 60.00 42.00 57.87 42.78 67.65 59.42 60. Profesional.88 46.00 53.29 46.72 1214 Nias Selatan 13.38 52.50 55.52 43.14 64.95 1208 Asahan 8.52 51.00 68.43 72.16 28.73 43.96 43.05 1225 Nias Barat 15.32 34.69 64.98 58.63 29.94 67. Administrasi.60 69.21 60.87 67.64 29.22 64.78 58.40 46.90 33.59 48.00 59.71 66.67 1216 Pakpak Barat 5.19 1209 Simalungun 8.78 73.61 39.98 25.00 49.46 38.96 29.37 60.89 53.62 1220 Padang Lawas Utara 10.53 63.09 60.16 65.45 58.51 31.88 1213 Langkat 8.67 51.78 1276 Kota Binjai 10.26 49.15 65.68 29.51 28.18 1272 Kota Tanjung Balai 24.16 1203 Tapanuli Selatan 6.00 61.47 1273 Kota Pematang Siantar 13.43 1223 Labuhan Batu Utara 0.56 59.48 1205 Tapanuli Utara 8.82 58.55 43.07 46.12 61.27 67.58 57.33 60.00 52.79 54.15 65.34 60. Teknisi Sumbangan Perempuan dalam Pendapatan Kerja IDG 15.00 67.35 61.00 55.46 57.59 1224 Nias Utara 16.70 30.27 1215 Humbang Hasundutan 4.65 55.89 1202 Mandailing Natal 7.63 1218 Serdang Bedegai 13.17 63.30 21.92 1278 Gunung Sitoli 12.20 55.72 1204 Tapanuli Tengah 20.29 1212 Deli Serdang 16.20 54.73 1221 Padang Lawas 3.32 58.86 1277 Kota Padang Sidempuan 20.00 21.39 1201 Nias 4.83 61.67 1275 Kota Medan 10.00 43.57 56.00 61.86 49.96 57.88 1217 Samosir 12.41 59.67 35.33 43.02 1274 Kota Tebing Tinggi 8.00 37.06 24.30 64.80 63.49 34.28 57.96 51.33 41.04 1222 Labuhan Batu Selatan 7.79 61.63 1219 Batu Bara 5.81 65.89 62.83 65.48 63.00 34.01 84.76 142 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 .08 64.29 49.56 1206 Toba Samosir 12.00 53.57 58.73 39.05 1211 Karo 11.10 57.00 51.00 53.71 61.88 58.25 55.76 1207 Labuhan Batu 10.70 63.69 1210 Dairi 10.

13 34.90 1309 Pasaman 3.00 76.13 1402 Indragiri Hulu 17.73 1306 Padang Pariaman 8. Administrasi.56 28.67 49.44 74.83 54.20 29.11 58.42 43.03 1305 Tanah Datar 8.01 35.71 47.56 25.96 51.95 49.91 27.86 49.18 53.99 51.71 1405 Siak 8.50 1375 Kota Bukit Tinggi 16.34 25.52 59.65 27.93 62.01 1302 Pesisir Selatan 0.93 75.07 21.94 25.92 51.00 54.39 56.01 48.14 62.67 56.57 54.66 54.64 47.51 1372 Kota Solok 10.11 1373 Kota Sawah Lunto 20.Kode Provinsi Keterlibatan Perempuan di Parlemen % % % 2010 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 1300 SUMATERA BARAT Perempuan sebagai tenaga Manager.36 65.04 1303 Solok 2. Profesional.60 33.00 57.23 47.05 44.80 1311 Dharmas Raya 4.00 66. Teknisi Sumbangan Perempuan dalam Pendapatan Kerja IDG 12.46 52.59 33.00 55.14 65.13 1407 Rokan Hulu 8.69 61.01 53.56 48.67 28.16 63.36 54.78 69.21 61.69 44.89 1400 RIAU PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 143 .44 35.50 45.93 49.14 57.68 29.44 53.74 1376 Kota Payakumbuh 8.67 52.00 49.11 56.17 54.35 21.62 64.38 34.33 44.40 53.62 1301 Kepulauan Mentawai 0.95 18.59 34.87 57.77 1307 Agam 7.82 52.65 50.57 50.39 35.94 22.65 26.33 45.01 70.65 54.99 54.50 46.41 33.09 49.10 73.43 55.80 30.57 61.04 64.93 17.14 66.10 57.56 1403 Indragiri Hilir 4.81 55.00 66.50 53.62 1312 Pasaman Barat 2.34 1401 Kuantan Sengingi 2.44 43.69 27.49 31.00 46.09 1304 Sawah Lunto/Sijunjung 7.48 1471 Kota Pekan Baru 15.97 20.54 1404 Pelalawan 0.52 1406 Kampar 6.85 1377 Kota Pariaman 5.75 43.36 57.76 47.32 33.24 56.09 55.10 1308 Limapuluh Koto 8.63 51.77 24.92 48.93 43.03 1374 Kota Padang Panjang 20.84 1310 Solok Selatan 8.33 27.02 59.57 45.57 59.31 38.84 58.16 59.73 56.05 43.63 45.28 60.24 49.57 53.24 36.00 56.81 53.36 1409 Rokan Hilir 15.00 47.86 58.38 24.86 56.87 57.46 1408 Bengkalis 7.40 54.62 1371 Kota Padang 6.08 63.18 1410 Kepulauan Meranti 9.73 1473 Kota Dumai 6.

27 1671 Kota Palembang 16.00 47.87 1507 Tanjung Jabung Barat 13.33 48.03 74.33 50.49 50.21 46.46 51.73 27.38 49.99 47.65 40.00 68. Teknisi Sumbangan Perempuan dalam Pendapatan Kerja % % % 2010 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 1500 JAMBI 11.07 1708 Kepahiang 16.11 51.54 1508 Tebo 3.70 68.10 1509 Bungo 6.00 46.10 53.67 53.75 1607 Banyuasin 11.56 53.63 144 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 .75 52.20 1706 Mukomuko 0.82 1610 Ogan Ilir 7.07 50.00 48.85 61.35 IDG 1572 Kota Sungai Penuh 10.00 48.45 52.23 1502 Merangin 3.00 44.11 59.13 33.27 58.67 55.32 55.01 57.50 49.00 73.57 61.31 67.73 61.50 69.02 55.75 36.45 32.51 66.66 1605 Musi Rawas 12.67 63.33 1701 Bengkulu Selatan 8.59 37.56 36.94 56.96 23.67 58.12 23.62 46.00 26.66 31.33 31.20 1506 Tanjung Jabung Timur 13.81 1771 Bengkulu 26.57 34.27 1672 Kota Prabumulih 8.33 58.12 23.67 49.07 37.75 1609 Ogan Komering Ulu Timur 11.42 1504 Batanghari 20.54 59.88 1606 Musi Banyuasin 8.31 57. Profesional.Kode Provinsi Keterlibatan Perempuan di Parlemen Perempuan sebagai tenaga Manager.12 1503 Sarolangun 10.00 40.03 30.33 48.67 45.34 1601 Ogan Komering Ulu 4.17 66.55 55.76 59.75 20.83 27.42 1703 Bengkulu Utara 8.46 60.43 62.55 50.00 49.21 48.83 67.97 58.89 49.38 57.71 32.69 33.10 70.06 55.36 54.00 53.25 1604 Lahat 6.65 58.08 48.31 48.29 1673 Kota Pagar Alam 8.28 58.89 1501 Kerinci 3.57 49.82 46.27 30.50 41.51 40.06 34.79 30.28 1709 Bengkulu Tengah 4.00 57.85 46.11 1571 Kota Jambi 8.67 42.44 52.29 66.53 54.59 1505 Muara Jambi 14.81 48.95 55.42 25.30 1704 Kaur 8.14 58.91 68.72 48.10 67.00 53.32 68.21 68.27 66.50 22.28 57.75 21.60 1707 Lebong 20.28 53.59 1600 SUMATERA SELATAN 18.89 63.00 37.45 1702 Rejang Lebong 20.94 32.75 23.90 25.40 48.97 28.67 50.35 39.52 70.80 20.94 1611 Empat Lawang 20.36 53.43 47.95 39.81 46.64 26.95 1705 Seluma 10.05 58.00 58.91 58.50 23.71 53. Administrasi.92 61.17 1674 Kota Lubuk Linggau 20.07 64.13 1700 BENGKULU 17.00 46.24 26.27 48.89 65.98 32.81 62.62 33.36 59.96 59.38 67.94 28.36 1603 Muara Enim (Liot) 15.78 50.11 1608 Ogan Komering Ulu Selatan 5.67 66.48 1602 Ogan Komering Ilir 6.00 37.49 56.58 63.26 58.00 48.

24 18.93 2102 Kepulauan Riau 20.33 48.01 30.32 59.90 64.77 65.54 62.57 66.00 60.44 1811 Mesuji 24.21 1971 Kota Pangkal Pinang 4.17 57.87 1812 Tulang Bawang Barat 6.85 1902 Belitung 8.49 1805 Lampung Tengah 10.30 62.16 30.17 67.75 43.29 1904 Bangka Tengah 4.29 24.12 54.55 29.91 27.25 47.27 23.32 56.38 56.74 62.92 44.33 48.42 49.03 25.65 56.00 61.94 2104 Lingga 0.38 61.56 59.00 61.27 52.22 1809 Pesawaran 17.42 27.13 21.35 53.42 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 145 .10 58.16 43.00 52.86 1801 Lampung Barat 20.71 26. Teknisi Sumbangan Perempuan dalam Pendapatan Kerja IDG 15.89 23.00 46.27 49.00 43.00 44.24 59.14 60.53 61.00 49.84 65.02 62.43 28.34 1806 Lampung Utara 11.01 2100 KEPULAUAN RIAU Perempuan sebagai tenaga Manager.19 58.27 27.18 22.43 49.59 21.86 46.74 42.Kode Provinsi Keterlibatan Perempuan di Parlemen % % % 2010 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 1800 LAMPUNG 18.92 45.85 49.21 1903 Bangka Barat 12.00 33.60 50.00 54.24 24.82 1872 Kota Metro 28.77 1906 Belitung Timur 5.33 1807 Way Kanan 10.96 39.28 26.39 52.03 1901 Bangka 10.91 61.06 19.32 61.54 1905 Bangka Selatan 8.18 51.48 35.63 30.55 67.50 23.93 23.24 69.98 26.99 53.67 49.00 56.79 50.09 43.90 58.15 49.00 43.00 44.18 1810 Pringsewu 22.96 2171 Kota Batam 22.21 27.97 60.00 50.66 67.00 36.00 61.65 27.40 49.62 21.58 59.30 57.90 48.64 25.67 53.11 52.69 59.62 2101 Karimun 6. BANGKA BELITUNG 11.60 1808 Tulang Bawang 15.68 1871 Kota Bandar Lampung 13.74 1900 KEP.29 2103 Natuna 5.67 46.11 53.59 2105 Kepulauan Anambas 5.22 34.00 46.56 39.32 65. Profesional.78 1804 Lampung Timur 13.21 1802 Tanggamus 6.01 44.11 59.84 60.41 37.62 56.88 38.49 55.34 75.88 2172 Kota Tanjung Pinang 12.92 26.62 32.33 50. Administrasi.70 60.11 49.00 53.94 1803 Lampung Selatan 13.

93 3204 Bandung 20.96 48.37 23.55 58.00 44.00 45.39 73.81 3217 Kab Bandung Barat 20.00 34.37 3277 Kota Cimahi 20.95 55.49 3276 Kota Depok 34.00 34. Administrasi.67 28.88 64.86 33.45 72.75 3210 Majalengka 10.88 58.65 57.00 36.29 76.98 72. Profesional.78 37.60 1707 Lebong 20.85 37.37 3275 Kota Bekasi 14.00 35.15 66.47 42.77 56.29 3203 Cianjur 16.62 57.03 28.81 58.00 29.55 50.00 38.46 74.67 55.76 3274 Kota Cirebon 6.52 3174 Kota Jakarta Barat 24.11 3205 Garut 16.00 46.65 55.03 74.90 33.08 3201 Bogor 16.50 3213 Subang 6.00 43.97 56.81 1771 Bengkulu 26.86 3216 Bekasi 14.58 31.23 64.00 49.05 59.39 25.48 3211 Sumedang 16.31 49.79 62.73 65.98 28.66 55.69 25.47 74.01 53.00 72.75 64.46 3202 Sukabumi 16.00 43.03 25.47 63.68 3206 Tasikmalaya 14.60 64.50 22.00 36.00 38.93 59.51 26.58 3273 Kota Bandung 18.23 74.97 50.42 71.77 35.35 3171 Kota Jakarta Selatan 24.99 47.31 67.96 57.85 53.00 34.28 1709 Bengkulu Tengah 4.60 3200 JAWA BARAT 24.56 36.07 53.65 53.51 3278 Kota Tasikmalaya 6.47 43.92 31.43 47.00 54.00 34.08 48.88 31.90 26.38 67.91 3209 Cirebon 14.06 34.48 23.53 36.07 1708 Kepahiang 16.47 55.70 3172 Kota Jakarta Timur 24.00 39.53 65.42 59.00 73.00 68. Teknisi Sumbangan Perempuan dalam Pendapatan Kerja % % % 2010 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 3100 DKI JAKARTA 24.75 3272 Kota Sukabumi 10.47 42.63 146 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 .51 67.14 54.53 73.92 55.14 56.74 52.63 61.00 41.72 69.60 54.Kode Provinsi Keterlibatan Perempuan di Parlemen Perempuan sebagai tenaga Manager.86 3207 Ciamis 8.80 25.70 3101 Kep.47 62.32 24.47 42.52 55.32 30.93 66.21 26.47 46.24 74.99 30.35 39.25 30.12 30.14 3212 Indramayu 20.61 75.17 18.01 57.66 31.01 68.19 27.00 36.27 30.40 25.00 40.21 53.51 66.27 66.80 1706 Mukomuko 0.03 60.15 66.84 73.74 3215 Karawang 12.38 19. Seribu 24.03 3271 Kota Bogor 17.91 25.36 34.00 31.75 3173 Kota Jakarta Pusat 24.80 3214 Purwakarta 20.19 59.00 47.72 29.56 3208 Kuningan 12.84 32.60 3279 Kota Banjar 12.18 IDG 3175 Kota Jakarta Utara 24.85 55.63 32.24 66.23 52.00 43.72 74.27 32.47 39.00 35.39 56.34 52.26 48.00 38.82 77.28 52.

00 55.01 39.79 3309 Boyolali 15.33 41.75 78.80 74.54 55.33 45.48 75.48 3375 Kota Pekalongan 23.28 33.00 33.37 50.91 76.00 47.71 66.26 26.77 69.62 76.22 40.92 3323 Temanggung 17.44 3314 Sragen 6.05 23.33 65.00 48.37 66.68 67.95 3328 Tegal 6.41 61.78 3372 Kota Surakarta 25.87 40.00 54.61 22.67 48.64 34.22 47.81 3327 Pemalang 20.93 23.14 32.00 60. Teknisi % % % 2010 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 3300 JAWA TENGAH 19.63 3306 Purworejo 8.01 23.62 29.06 3308 Magelang 8.03 56.90 22.23 3321 Demak 18.46 3312 Wonogiri 10.72 75.45 3316 Blora 27.29 64.32 47.77 68.84 64.71 3313 Karanganyar 13.27 53.42 64.76 24.17 67.03 70.Kode Provinsi Keterlibatan Perempuan di Parlemen Perempuan sebagai tenaga Manager.47 68.45 3374 Kota Semarang 12.64 36.63 3319 Kudus 13.28 81.47 3304 Banjarnegara 16.98 38.72 3302 Banyumas 20.33 67. Administrasi.38 63.46 64.00 44.18 65.26 69.84 3322 Semarang 22.57 25.00 39.02 26.57 67.33 67.43 29.22 45.99 3301 Cilacap 14.65 3325 Batang 20.09 62.29 41.87 66.29 66.97 32.74 59.00 47.30 3307 Wonosobo 6.12 60.63 70.22 45.33 50.49 75.41 3311 Sukoharjo 13.18 Sumbangan Perempuan dalam Pendapatan Kerja IDG PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 147 .69 68.19 35.38 27.26 46.44 3376 Kota Tegal 23.70 3329 Brebes 12.01 66.00 3324 Kendal 14.95 3371 Kota Magelang 12.33 38.50 35.00 49.00 45.83 34.13 49.43 28.44 63.00 51.27 35.23 3305 Kebumen 26.51 23.07 51.23 70.82 3310 Klaten 18. Profesional.64 39.67 43.11 47.20 56.49 58.48 29.62 70.24 55.74 3326 Pekalongan 13.17 57.00 48.29 63.68 69.44 48.33 46.23 70.89 52.08 67.00 41.78 67.58 33.00 49.00 47.96 68.51 43.93 62.18 37.65 57.02 69.07 64.14 53.77 37.64 57.18 32.00 41.80 59.05 3320 Jepara 6.15 41.00 44.18 3315 Grobogan 18.07 57.42 67.06 3373 Kota Salatiga 32.06 57.97 3318 Pati 16.94 53.89 28.33 51.56 47.88 61.83 72.00 48.00 46.33 68.08 3317 Rembang 22.78 43.64 3303 Purbalingga 22.

45 3512 Situbondo 26.49 73.92 3519 Madiun 11.58 3503 Trenggalek 13.00 47.69 51.46 3577 Kota Madiun 33.26 3528 Pamekasan 4.85 53.63 57.86 50.84 35.27 36.87 26.01 35.27 32.88 46.86 72.31 75.95 29.33 43.62 23.99 3509 Jember 12.00 42.88 34.51 3508 Lumajang 8.92 3572 Kota Blitar 16.42 29.44 50.69 3518 Nganjuk 16.02 67.00 48.44 23.45 34.87 67.46 73.75 29.18 38.38 50.50 3511 Bondowoso 4.20 3527 Sampang 2.42 58.80 78.07 67.85 55.88 63.74 60.50 3576 Kota Mojokerto 12.09 47.00 46.09 3513 Probolinggo 16.75 30.93 35.67 56.33 45.87 66.67 41.07 70.66 66.52 65.01 3514 Pasuruan 24.75 3574 Kota Probolinggo 33.96 52.00 38.50 25.18 68.04 28.36 35.47 3517 Jombang 6.84 48.76 3510 Banyuwangi 18.22 33.39 3522 Bojonegoro 16.29 74.56 35.69 79.28 3523 Tuban 18.Kode Provinsi Keterlibatan Perempuan di Parlemen % % % 2010 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 3500 JAWA TIMUR 18.19 57.22 52.43 62.56 3526 Bangkalan 2.00 53.34 34.44 44.83 21.44 63.33 3506 Kediri 26.78 28.00 41.13 43.82 31.27 49.60 29.90 3520 Magetan 13.00 50.91 3524 Lamongan 8.00 49.67 3505 Blitar 8.35 47.66 65.00 48.74 73.09 3579 Kota Batu 32.47 58.68 63.85 3529 Sumenep 6.33 54. Administrasi.21 3578 Kota Surabaya 28. Teknisi PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 Sumbangan Perempuan dalam Pendapatan Kerja IDG .56 47.00 50.47 3573 Kota Malang 32.00 46.39 56.42 51.00 59.00 45.34 64.91 55.62 3501 Pacitan 15.65 3521 Ngawi 20.91 68.00 38.74 3571 Kota Kediri 21.63 67.00 40.70 76.00 53.36 49.40 29.00 54.92 3504 Tulungagung 2.37 36.59 63.21 3516 Mojokerto 20.11 54.77 33.28 57.78 27.53 77.24 59.64 57.85 38.07 34.00 48.60 29.92 64.00 55.11 48.96 67.33 45.00 41.00 53.00 50.46 51.53 47.76 75.39 64.26 69.85 3515 Sidoarjo 16.00 42.00 51.62 3525 Gresik 14.20 3507 Malang 18.45 28.23 78.87 51.15 63.68 68.33 64.45 50.01 33.98 31.75 33.00 57.57 23.56 63.15 41.29 62.46 29.01 148 Perempuan sebagai tenaga Manager.86 68.66 77.61 3502 Ponorogo 16.30 56.49 69. Profesional.33 70.58 32.49 63.14 3575 Kota Pasuruan 8.95 70.09 62.13 70.78 64.94 71.22 37.

01 29.01 53.58 3601 Pandeglang 10.76 57.14 51.85 70.54 65.24 5104 Gianyar 7.08 69.98 55.37 57.66 66.46 5100 BALI 7.42 44.00 40.03 37.26 52.79 3673 Kota Serang 17.00 36.53 58.06 42.76 58.79 70. Administrasi.48 40.22 41.20 52.26 67.00 44.97 38.44 64.42 5105 Klungkung 12.00 52.18 77.04 3674 Kota Tangerang Selatan 17.94 55.00 40.93 31.74 42.72 62.40 59.66 66.22 5171 Kota Denpasar 2.11 29.03 65.67 35.39 5107 Karangasem 5.70 77.00 35.91 58.69 5108 Buleleng 8.50 40.11 44.00 47.15 3402 Bantul 13.00 51.00 37.76 55.89 24.70 65.54 39.94 67.88 3604 Serang 6.32 34.84 3401 Kulon Progo 12.97 61.59 5101 Jembrana 20.82 41. Teknisi % % % 2010 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 3400 D I YOGYAKARTA 26.94 60.79 58.22 44.14 60.78 39.13 41. Profesional.36 62.59 37.78 5106 Bangli 13.02 37.00 37.38 24.53 37.64 46.03 59.05 59.42 67.23 29.46 3403 Gunung Kidul 11.41 55.52 34.85 68.67 34.45 57.50 3603 Tangerang 8.Kode Provinsi Keterlibatan Perempuan di Parlemen Perempuan sebagai tenaga Manager.18 61.95 27.17 3672 Kota Cilegon 17.89 57.74 Sumbangan Perempuan dalam Pendapatan Kerja IDG PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 149 .89 42.27 41.87 71.78 40.23 63.52 3471 Kota Yogyakarta 15.16 50.45 39.63 3602 Lebak 12.12 59.00 66.33 32.75 25.75 46.67 18.77 35.16 5103 Badung 2.50 44.74 70.22 3404 Sleman 18.76 5102 Tabanan 5.96 61.00 42.00 3600 BANTEN 18.56 59.08 3671 Kota Tangerang 16.11 29.22 54.

90 5301 Sumba Barat 0.38 60.06 5313 Manggarai 10.51 45.18 34. Profesional.33 30.01 5208 Lombok Utara 4.01 40.38 58.33 52.78 5318 Nageko 0.98 38.67 51.00 44.33 27.01 39.72 43.11 49.27 57.10 63.95 54.30 5320 Sabu Raijua 12.54 60.64 5371 Kota Kupang 3.88 5317 Sumba Tengah 6.Kode Provinsi Keterlibatan Perempuan di Parlemen % % % 2010 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 5200 NUSA TENGGARA BARAT Perempuan sebagai tenaga Manager.40 59.97 58.91 39.64 58.47 34.31 63.17 41.00 5207 Sumbawa Barat 4.45 58.48 5310 Sikka 6.23 55.99 37.43 43.76 42.54 42.96 46.62 60.72 51.89 59.27 45.53 5305 Timor Tengah Utara 10.89 40.98 52.04 35.00 35.88 32.60 56.14 40.00 36.75 58.13 54.22 42.67 31.96 53.14 5319 Manggarai Timur 3.06 5202 Lombok Tengah 6.01 50.36 60.57 33.21 5307 Alor 4. Teknisi Sumbangan Perempuan dalam Pendapatan Kerja IDG 10.92 36.95 65.05 26.88 49.88 46.02 63.33 54.01 43.40 5272 Kota Bima 8.93 49.98 58.33 49.12 68.59 53.89 65.82 46.06 41.94 5206 Bima 2.32 68.00 43.03 17.26 53.43 5302 Sumba Timur 13.98 42.31 35.51 59.67 48.00 40.39 5203 Lombok Timur 8.17 5311 Ende 10.70 31.67 57.29 46.19 44.17 25.00 45.94 5308 Lembata 8.00 43.22 39.00 52.14 5315 Manggarai Barat 0.37 30.01 48.15 25.75 54.99 32.00 33.50 40.57 5201 Lombok Barat 3.78 5309 Flores Timur 6.53 43.74 62.71 58.00 42.00 41.85 40.93 57.00 45.33 21.38 5314 Rote Nda 16.00 26.70 5316 Sumba Barat Daya 6.66 5312 Ngada 10.59 36.33 47. Administrasi.94 5303 Kupang 11.87 5271 Kota Mataram 8.50 53.56 47.09 34.85 31.81 56.53 5304 Timor Tengah Selatan 15.01 65.56 48.75 62.92 5205 Dompu 10.49 56.30 33.84 150 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 .87 39.56 59.41 5300 NUSA TENGGARA TIMUR 7.00 41.90 44.00 45.67 57.43 55.43 58.95 42.01 39.57 5204 Sumbawa 2.29 39.74 52.88 57.13 34.69 44.78 5306 Belu 20.51 33.12 63.

56 41.78 43.00 47.51 64.73 6105 Sanggau 14. Teknisi Sumbangan Perempuan dalam Pendapatan Kerja IDG 17.97 61.32 32.59 32.86 6112 Kubu Raya 4.45 58.78 62.27 25.49 49.23 33.98 6205 Barito Utara 24.15 6103 Landak 5.75 22.57 46.71 27.48 6201 Kotawaringin Barat 16. Administrasi.84 39.41 18.53 83.22 32.45 43.41 53.43 53.14 53.01 57.71 6271 Kota Palangka Raya 12.66 6102 Bengkayang 10.07 64.45 49.84 39.56 6206 Sukamara 20.39 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 151 .13 6111 Kayong Utara 0.26 56.46 58.97 6171 Kota Pontianak 13.06 76.50 6108 Kapuas Hulu 6.65 6104 Pontianak 4.29 46.99 6204 Barito Selatan 24.34 6200 KALIMANTAN TENGAH Perempuan sebagai tenaga Manager.43 59.97 45.72 64.13 42.89 53.16 6210 Pulang Pisau 28.20 61.34 47.92 20.10 67.90 64.05 61.45 57.59 26.16 59.34 38.51 60.01 23.08 6212 Barito Timur 10.00 40.20 25.04 55.29 6107 Sintang 11.74 36.19 6110 Melawai 0.55 54.51 26.71 43.44 43.05 76.50 34.12 26.25 58.31 6208 Seruyan 16.89 32.13 57.33 6209 Katingan 16.33 49.17 64.44 38.00 36.55 6207 Lamandau 5.43 37.61 53.22 6211 Gunung Mas 35.50 48.86 66. Profesional.00 41.84 33.84 56.35 31.84 33.00 41.31 58.00 47.85 58.23 6213 Murung Raya 10.67 36.96 6202 Kotawaringin Timur 14.75 46.63 78.00 43.00 45.40 75.33 68.30 60.08 25.Kode Provinsi Keterlibatan Perempuan di Parlemen % % % 2010 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 6100 KALIMANTAN BARAT 5.61 37.00 47.00 39.29 25.43 60.00 47.12 6106 Ketapang 5.00 45.25 59.66 64.93 53.82 6203 Kapuas 8.57 6109 Sekadau 8.65 38.01 51.27 62.72 63.14 60.78 45.79 58.68 65.06 33.00 39.42 33.62 69.03 82.28 55.99 29.67 43.55 28.11 35.40 6172 Kota Singkawang 8.19 55.39 6101 Sambas 11.92 32.00 51.54 53.

29 6401 Pasir 12.00 38.21 6309 Tabalong 20.28 61.06 62.89 42.25 78.23 54.63 25.31 6304 Barito Kuala 10.99 52.50 58.29 6307 Hulu Sungai Tengah 20.86 39.68 52.54 32.39 6305 Tapin 16.25 6310 Tanah Bumbu 2.79 58.44 27.97 28.02 34.99 6301 Tanah Laut 16.04 54.65 26.73 45.28 22.49 6473 Kota Tarakan 12.53 6406 Malinau 10.45 51.32 68.43 56.44 78.00 46.08 6402 Kutai Barat 8.00 41.97 24.79 36.12 25.26 46.60 76.93 58.67 42.74 51.68 6303 Banjar 20.93 59.75 23.81 6404 Kutai Timur 16.17 70.85 57.00 49.42 29.44 24.38 20.00 65.00 49.07 68.67 46.44 36.10 66.78 47.91 45. Profesional.50 6311 Balangan 8.00 56.77 IDG 6372 Kota Banjar Baru 12.10 50.82 56.00 53.05 6474 Kota Bontang 24.65 20.97 6407 Bulongan 16.00 40.68 24.92 6405 Berau 12.51 66.47 62.00 52.00 39.00 48.00 44.00 43.03 6308 Hulu Sungai Utara 6.96 57.61 31.91 55.77 6403 Kutai 4.36 68. Teknisi Sumbangan Perempuan dalam Pendapatan Kerja % % % 2010 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 6300 KALIMANTAN SELATAN 10.98 53.71 24.53 6371 Kota Banjarmasin 28.45 63.49 6408 Nunukan 28.92 23.00 34.32 46.56 35.04 6409 Penajam Paser Utara 20.68 27.63 16.26 56.89 60.74 31.44 6306 Hulu Sungai Selatan 10.62 6472 Kota Samarinda 8.28 63.34 52.33 71.29 63.11 152 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 .00 47.39 58.94 54.83 6471 Kota Balikpapan 15.06 46.34 33.28 71.00 49.13 61.71 63.00 42.Kode Provinsi Keterlibatan Perempuan di Parlemen Perempuan sebagai tenaga Manager.85 64.05 61.79 6400 KALIMANTAN TIMUR 20.16 65.35 58.40 49.88 16.25 57.67 54.51 47.93 72.96 6302 Kota Baru 22.00 40.81 63.67 53.69 6410 Tana Tidung 24.61 28. Administrasi.51 75.09 15.82 21.87 39.53 62.86 45.56 51.00 28.

19 78.01 44.96 7104 Kepulauan Talaud 10.00 46.37 26.00 49.45 36.02 72.14 71.13 31.49 42.40 51.00 28.39 33.05 68.20 68.59 7109 Kep.36 65.28 40.13 55.48 62. Administrasi.08 70.94 30.50 41.14 41.24 33.40 Sumbangan Perempuan dalam Pendapatan Kerja IDG 7174 Kota Kotamobago 20.50 60.10 22.25 7271 Kodya Palu 20.08 26.18 51.50 70.46 61.26 22.88 26.20 7208 Parigi Moutong 12.14 7105 Minahasa Selatan 20.04 29.00 56.47 24.01 54.12 65.34 33.64 23.83 69.35 58.27 7103 Kep.11 66.41 7209 Tojo Una-Una 0.39 66.86 7207 Buol 24.75 7200 SULAWESI TENGAH 18.90 61.28 64.08 7201 Banggai Kepulauan 16.37 66.01 60.40 78.51 31.00 59.48 68.26 78.47 61.00 60.00 42.43 54.20 7107 Bolaang Mongondow Utara 5.64 32.14 31.55 61.00 55.53 57.41 24.59 76.22 7202 Banggai 17.Kode Provinsi Keterlibatan Perempuan di Parlemen Perempuan sebagai tenaga Manager.87 61.38 58.00 62.62 55.31 7204 Poso 0.25 63. Siau Tagulandang Biaro 32.75 7110 Bolaang Mongondow Selatan 15.93 46.24 7111 Bolaang Mongondow Timur 25.00 54.33 7108 Minahasa Tenggara 0.00 47.59 7106 Minahasa Utara 20.65 7203 Morowali 12.37 60.00 64.55 69.61 7101 Bolaang Mongondow 20.00 42.57 71.49 53. Profesional.84 27.64 61.57 57.00 55.11 27.15 44.93 26.56 7205 Donggala 0.01 46.38 7206 Toli-Toli 20.55 23.82 77.75 7102 Minahasa 28.38 7210 Sigi 13.00 39.64 24.64 60.00 51.Sangihe Talaud 16.55 7172 Kota Bitung 16.13 63.94 60.00 49.34 28.00 54.33 53.66 78.63 71.46 27.79 45.45 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 153 .89 25.01 60.46 7173 Kota Tomohon 35.71 7171 Manado 12.35 65.00 46.62 67.76 60.34 69. Teknisi % % % 2010 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 7100 SULAWESI UTARA 20.00 45.24 45.67 69.50 46.

Profesional.98 28.49 54.41 54.00 60.43 7410 Buton Utara 5.12 7326 Toraja Utara 13.21 68.59 32.00 43.26 7372 Kota Pare Pare 16.10 74.13 36.43 58.66 61.26 65.32 61.30 7302 Bulukumba 10.64 58.97 65.82 37.15 64.58 32.88 57.05 56.37 7472 Kota Bau-Bau 13.69 30.21 35.00 39.29 7325 Luwu Timur 3.85 58.40 29.43 74.57 7471 Kota Kendari 34.08 59.67 44.69 32.00 50.14 51.33 59.98 22.43 52.54 25.88 64.08 55.06 48.82 36.00 50.02 56.13 7316 Enrekang 6.22 60.86 54.40 30.98 61.81 7409 Konawe Utara 15.02 7305 Takalar 16.00 53.00 43.00 49.97 30.28 63.13 43.58 29.38 7301 Selayar 28.77 26.93 33.30 56.23 7307 Sinjai 13.87 56.67 7311 Bone 20.28 58.48 41.66 59.83 7371 Kota Makasar 14.23 57.32 62.70 56.89 64.55 62. Teknisi PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 Sumbangan Perempuan dalam Pendapatan Kerja IDG .76 63.57 34.71 64.27 39.90 54.14 54.33 7406 Bombana 12.80 7402 Muna 10.75 7313 Wajo 17.00 42.71 29.60 62.09 23.49 7314 Sidenreng Rappang 3.62 64.50 24.00 48.02 30.77 7408 Kolaka Utara 4.79 62.65 39.93 7310 Barru 24.14 70.92 60.52 79.97 58.38 66.63 78.00 52.04 45.43 50.94 33.54 7309 Pangkajene Kepulauan 11.10 154 Perempuan sebagai tenaga Manager.00 60. Administrasi.33 39.26 7401 Buton 20.48 34.29 51.67 54.00 58.44 7322 Luwu Utara 2.62 59.11 24.97 30.46 63.82 55.36 18.33 46.73 7304 Jeneponto 11.00 55.00 30.80 7373 Kota Palopo 20.53 31.77 7308 Maros 17.99 28.Kode Provinsi Keterlibatan Perempuan di Parlemen % % % 2010 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 7300 SULAWESI SELATAN 16.49 65.63 68.24 7404 Kolaka 14.69 62.38 7400 SULAWESI TENGGARA 15.73 65.35 33.70 59.97 7403 Konawe/Kab Kendari 13.61 63.37 7312 Soppeng 13.93 7315 Pinrang 11.19 56.55 33.54 65.43 48.43 51.50 73.18 73.52 7317 Luwu 11.11 57.52 7405 Konawe Selatan 10.76 7318 Tana Toraja 13.46 47.76 59.36 33.09 57.00 58.36 62.18 26.33 56.33 48.92 29.82 54.51 7306 Gowa 26.94 35.67 48.21 22.33 46.00 61.00 52.22 65.33 55.04 64.16 46.96 61.00 46.67 7407 Wakatobi 8.53 7303 Bantaeng 28.56 46.55 54.11 27.06 58.86 61.67 57.67 56.

77 28.81 35.53 50.68 8105 Kepulauan Aru 0.00 44.72 8271 Kota Ternate 16.56 7603 Mamasa 4.00 47.89 59.07 27.00 37.85 37.65 8102 Maluku Tenggara 4.47 51.88 55.71 53.33 44.29 53.38 68.00 44.64 46. Profesional.12 7501 Boalemo 8.00 61.01 55.10 25.01 39.75 51.20 8205 Halmahera Utara 20.12 30.71 7601 Majene 16.27 34.74 7502 Gorontalo 15.90 28.87 61.00 50.01 42.36 40.16 58.43 61.08 42.78 68.39 57.15 44.97 8206 Halmahera Timur 0.00 53.89 46.19 65.00 68.55 50.01 50.77 8172 Kota Tual 5.00 44.00 60.66 30.65 25.79 56.94 8272 Kota Tidore Kepulauan 10.58 7605 Mamuju Utara 12.04 60.53 45.30 57.49 40.15 59.90 47.64 8207 Pulau Morotai 15.31 48.89 50.41 8203 Kepulauan Sula 4.71 39.00 38.96 8101 Maluku Tenggara Barat PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 155 .19 28.94 76.13 75.23 66.66 73.07 51.70 7505 Gorontalo Utara 8.00 49.00 65.91 57.23 67.71 47.00 43.04 65.93 44.99 34.76 38.67 56.35 61.69 61.25 56.79 8204 Halmahera Selatan 3.91 33.19 50.38 8201 Halmahera Barat 16.85 35.19 50.Kode Provinsi Keterlibatan Perempuan di Parlemen % % % 2010 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 7500 GORONTALO Perempuan sebagai tenaga Manager.06 39.00 57.02 7503 Pokuwato 24.20 64.00 45.86 43.50 7571 Kota Gorontalo 24.39 32.07 38.84 8103 Maluku Tengah 11.92 23.00 40.35 62.43 47.09 8171 Kota Ambon 2.00 33.92 23.47 26.21 53.32 24.10 62.20 24.96 24.39 50.00 52.47 8100 MALUKU 28.08 34.84 7604 Mamuju 14.51 5.00 61.00 52.12 74.79 47.30 63.82 24.22 8106 Seram Bagian Barat 12.38 7602 Polewali Mamasa 15.62 59.28 63.32 68.15 63.73 65.37 20.11 57.16 27.27 28.81 8109 Buru Selatan 5.41 8108 Maluku Barat Daya 5.32 55.76 7600 SULAWESI BARAT 11.80 8200 MALUKU UTARA 8.91 58.00 52.99 17.72 46.56 8107 Seram Bagian Timur 0. Teknisi Sumbangan Perempuan dalam Pendapatan Kerja IDG 20.66 40. Administrasi.11 51.69 8104 Buru 12.09 55.00 46.24 68.16 35.50 8202 Halmahera Tengah 20.00 53.51 44.32 7504 Bone Bolango 4.02 51.37 45.17 59.00 50.15 55.49 27.21 58.33 51.55 35.16 60.

18 57.59 50.39 40.74 32.02 31.90 43.35 9108 Raja Ampat 10.18 19.01 26.61 9110 Maybrat 10.95 44.77 21.97 57.00 55.44 62. Profesional. Teknisi PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 Sumbangan Perempuan dalam Pendapatan Kerja IDG .34 39.77 22.00 48.03 42.05 45.92 24.08 52.47 9102 Kaimana 5.67 26.91 38.00 9107 Sorong 5.00 23.00 35.00 29.01 45.34 51.04 26.09 9105 Manokwari 4.00 45.68 25.05 54.23 28.46 9104 Teluk Bintuni 0.62 22.94 9109 Tambrauw 0.27 43.51 9171 Kota Sorong 6.83 38.Kode Provinsi Keterlibatan Perempuan di Parlemen % % % 2010 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 9100 PAPUA BARAT 15.01 51.77 54.43 30.38 26.79 156 Perempuan sebagai tenaga Manager.60 9106 Sorong Selatan 16.43 22.85 38. Administrasi.76 53.27 37.81 9103 Teluk Wondama 8.54 9101 Fak-Fak 10.00 37.27 57.71 39.13 48.05 50.

84 31.63 0000 INDONESIA 17.49 45.88 9404 Nabire 8.33 35.06 54.66 70.57 52.00 38.04 32.20 49.00 30.32 52.70 9431 Mamberamo Tengah 5.00 34.58 50.42 57.01 43.94 60.08 61. Administrasi.43 68.00 23.00 35.85 33.22 32.61 20.00 62.14 38.46 35.87 9403 Jayapura 8.83 9410 Paniai 3.64 39.59 9414 Mappi 10.07 62.00 8. Teknisi % % % 2010 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 9400 PAPUA 7.63 9428 Membramo Raya 10.01 27.89 57.43 9432 Yalimo 5.77 59.26 44.88 38.57 31.10 49.Kode Provinsi Keterlibatan Perempuan di Parlemen Perempuan sebagai tenaga Manager.54 72.00 34.42 50.93 54.33 28.51 70.28 43.63 9419 Sarmi 5.53 62.61 63.62 67.86 62.00 35.60 39.70 37.00 26.74 32.24 56.40 51.53 9435 Intan Jaya 0.64 41.00 30.00 25.00 36.23 47.63 9418 Tolikara 16.36 55.00 55.01 5.63 9427 Supiori 25.11 39.66 71.00 42.77 42.02 9430 Lanny Jaya 16.16 68.29 48.96 69.75 19.00 16.50 58.75 32.18 59.63 49.31 28.92 40.02 62.93 22.25 9434 Dogiyai 5.28 42.70 38.79 54.99 9409 Biak Namfor 4.66 9420 Keerom 10.22 37.88 33.77 30.15 69.73 9436 Deiyai 0.03 9426 Waropen 10.43 9408 Yapen Waropen 0.65 27.47 48.53 57.00 30.07 49.00 34. Profesional.44 9416 Yahukimo 5.48 9412 Mimika 12.71 39.01 9415 Asmat 5.07 51.35 47.54 37.33 9413 Boven Digoel 0.54 68.27 9411 Puncak Jaya 20.60 56.13 60.75 34.67 4.90 46.24 9471 Kota Jayapura 20.53 43.50 62.98 56.75 34.92 57.63 60.10 33.49 47.90 9433 Puncak 10.66 48.83 23.70 55.64 45.00 47.53 20.24 9402 Jayawijaya 10.34 41.74 9401 Merauke 20.24 59.82 58.00 31.71 10.27 9417 Pegunungan Bintang 15.01 39.14 Sumbangan Perempuan dalam Pendapatan Kerja IDG PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 157 .74 9429 Nduga 20.69 51.09 32.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful