ISSN 2089-3531

REPUBLIK INDONESIA

PEMBANGUNAN
UNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012

PEMBANGUNAN MANUSIA
BERBASIS GENDER
2012

KERJASAMA
KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN
DAN PERLINDUNGAN ANAK
DENGAN
BADAN PUSAT STATISTIK

REPUBLIK INDONESIA

PEMBANGUNAN MANUSIA
BERBASIS GENDER
2012

KERJASAMA
KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN
DAN PERLINDUNGAN ANAK
DENGAN
BADAN PUSAT STATISTIK

Pembangunan Manusia Berbasis Gender 2012

© 2012

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
Boleh dikutip dengan menyebutkan sumbernya.

ISSN
Ukuran Buku
Naskah
Layout dan Gambar Kulit
Diterbitkan Oleh
Dicetak Oleh

: 2089-3531
: ISO B5 (17 x 2 Cm )
: Badan Pusat Statistik
: Badan Pusat Statistik
: Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
: &93HUPDWD$QGKLND

dapat diketahui ada tidaknya kesenjangan pembangunan sumber daya manusia antara laki-laki dan perempuan. kesehatan dan ekonomi telah menunjukkan kemajuan yang nyata. kesehatan dan ekonomi. yaitu Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Dengan membandingkan kedua indikator tersebut. IPM memberikan gambaran pembangunan kapabilitas dasar manusia di bidang pendidikan. dan sampai saat ini perempuan masih PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 iii . menunjukkan masih adanya kesenjangan gender pada ketiga bidang pembangunan tersebut. tetapi terfokus pada faktor ketidaksetaraan antara laki-laki dan perempuan. IPG juga mengukur kapabilitas dasar manusia pada ketiga bidang tersebut. tidak hanya diukur dari pencapaian pembangunan ekonomi semata. Sama dengan IPM. Indeks Pembangunan Gender (IPG) dan Indeks Pemberdayaan Gender (IDG) yang dirinci sampai tingkat kabupaten/kota. apakah pembangunan kapabilitas manusia di Indonesia ini telah memberikan manfaat yang adil dan setara antara laki-laki dan perempuan? Apakah masih ada kesenjangan pencapaian pembangunan dasar antara laki-laki dan perempuan yang mengarah pada persoalan ketidaksetaraan dan ketidakadilan gender? Publikasi ini mencoba menjawab pertanyaan tersebut dengan menyajikan indikator pembangunan manusia. Namun. Secara umum pencapaian pembangunan sumber daya manusia di bidang pendidikan. tetapi juga dilihat dari pembangunan sumber daya manusianya.MENTERI NEGARA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK REPUBLIK INDONESIA SAMBUTAN Keberhasilan pencapaian pembangunan nasional. Lebih rendahnya pencapaian IPG dibandingkan IPM.

Semoga publikasi ini dapat memberikan kontribusi positif dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia yang adil dan setara sebagai tujuan akhir pembangunan nasional. Secara umum.berada pada posisi yang tertinggal. politik dan pengambilan keputusan. Sedangkan IDG merupakan indikator untuk melihat peranan perempuan dalam ekonomi. peranan perempuan dalam pengambilan keputusan masih lebih rendah dibandingkan laki-laki. peranan perempuan dalam pengambilan keputusan terus menunjukkan perkembangan yang dapat dilihat dari pencapaian IDG yang terus meningkat dari tahun ke tahun. November 2012 Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (Linda Amalia Sari Gumelar) iv PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 . program dan kegiatan yang responsif gender di masing-masing wilayah dan tentunya juga bagi para pemangku kepentingan terkait. Akhirnya kepada berbagai pihak yang telah berpartisipasi dalam penyusunan publikasi ini saya ucapkan terima kasih dan penghargaan yang tinggi. Data yang disajikan sampai tingkat kabupaten/kota bertujuan untuk membandingkan pencapaian pembangunan manusia dari seluruh provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia. Publikasi ini tentunya sangat bermanfaat sebagai bahan masukan dalam penyusunan perencanaan kebijakan. Meskipun demikian. Jakarta.

perbedaan (gap) pencapaian antara laki-laki dan perempuan. Suryamin. Disadari publikasi ini masih memiliki banyak kelemahan. Sedangkan IPG mengukur hal sama tetapi terfokus pada faktor ketidaksetaraan antara laki-laki dan perempuan. IPM merupakan ukuran kualitas hidup berbasis pada kapabilitas dasar penduduk yang diperluas. Indeks Pembangunan Gender (IPG). Publikasi ini dapat digunakan sebagai alat monitoring hasil pembangunan yang meliputi pencapaian kualitas hidup semua penduduk. serta kemajuan partisipasi perempuan dalam pengambilan keputusan. Hasilnya dapat digunakan sebagai bahan evaluasi untuk perbaikan prioritas program-program pembangunan selanjutnya. Ucapan terima kasih disampaikan kepada semua pihak yang telah membantu sehingga publikasi ini dapat diselesaikan tepat waktu. dan Indeks Pemberdayaan Gender (IDG). Jakarta.Sc ) PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 v . November 2012 Kepala Badan Pusat Statistik (Dr. Prinsipnya.KATA PENGANTAR P ublikasi “Pembangunan Manusia Berbasis Gender Tahun 2012” merupakan hasil kerjasama antara Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPP & PA) dengan Badan Pusat Statistik (BPS). Publikasi ini berisi ulasan tentang perkembangan pencapaian tiga (3) indeks komposit yaitu Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Sementara itu Indeks Pemberdayaan Gender (IDG) mengukur partisipasi aktif perempuan pada kegiatan ekonomi dan politik dalam pengambilan keputusan. M. IDG digunakan untuk melihat sejauh mana kapabilitas yang dicapai perempuan dapat dimanfaatkan di berbagai bidang kehidupan. Untuk itu kritik dan saran demi perbaikan di masa datang sangat diharapkan.

.

... 25 3.................4.. Sumber Data ....................................................2.. ix Daftar Tabel .....................3................................................ Latar Belakang ............2................... iii Kata Pengantar .......... 16 Bab III.....................................1........ 7 Bab II.......................................................... 3 1... 9 2.................................DAFTAR ISI Sambutan .. Disparitas IDG ...................................... 1 1.... Disparitas Pembangunan Manusia (IPM) dan Pembangunan Gender (IPG) ................2.......... 31 3. Pencapaian Pembangunan Gender . xi Ringkasan Eksekutif ............................... Pencapaian Komponen IPG ............................................................... 52 4... Perkembangan Pemberdayaan Gender ............ xiii Bab I.................. 51 4............1........ Pencapaian Komponen IDG ......... v Daftar Isi ....... 6 1....... vii Daftar Gambar ............ 58 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 vii ............1................ Sistematika Penulisan ................................ 6 1........................... Pencapaian Pembangunan Gender .... 28 3... Tujuan Penulisan .....1..... Perbandingan Capaian di Negara ASEAN.......... Pencapaian Pemberdayaan Gender ........................................................... Gambaran Umum Gender di Indonesia .......... Pendahuluan ....... 47 4......... 37 3............. Disparitas Pencapaian Pembangunan Gender Antar 40 Bab IV..............2.........3................ Permasalahan Gender di Indonesia .. 11 2..3................4...........

. dan IPG........................ 95 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 ..................................... 76 5................ Hubungan IPG dan IDG ............................... 91 Tim Penulis .................................... Kesimpulan ...............................................1......2. 87 Daftar Pustaka . Perbandingan Antara IPM... IPG................... 74 5.....Bab V......... 67 5... 93 Lampiran ..... Hubungan Pembangunan Gender Dengan Indikator Sosial Ekonomi..4...... Hubungan IPM dan IDG ... viii 65 5........................................ Hubungan antara IPM dengan IPG .........3... 79 Bab VI...................

....... 2007-2011 .. 1990 – 2011.......... 2004-2010 ........ 19 Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) LakiLaki dan Perempuan... 29 Gambar 3.................................... 20042011..... 22 Gambar 2. 2007 – 2011 .. 20 PersentasePenduduk 15 Tahun Keatas yang Bekerja Menurut Status Pekerjaan.... 2011 ......... Gambar 2................. Perkembangan Sumbangan Pendapatan............3........... Persentase Jumlah PNS Menurut Jenis Kelamin..2...... 2011 ......DAFTAR GAMBAR Gambar 2...4.........7........9................6..... Gambar 3...... 2007 – 2011.. 33 Gambar 3..... 2011 . 14 Indeks Ketimpangan dan Rasio Perempuan dan Laki-Laki di Parlemen Negara ASEAN. Perkembangan Rata-rata Lama sekolah. dan Tempat Tinggal.....5........1..8........ 38 Gambar 2........... Indeks Ketimpangan Gender Di Negara ASEAN.....10. 2011 .. Perkembangan IPG Periode 2004-2011 ..... 2004-2011 32 Gambar 3...... Jenis Kelamin..... 35 Disparitas Sumbangan Pendapatan Perempuan Antar Provinsi di Indonesia.......... Gambar 2........ Gambar 2.............................. 2011 ....3.4..................... 15 Persentase Penduduk 10 Tahun Keatas Menurut Ijazah yang Dimiliki.6.. PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 ix ..................... 2007 – 2011 ... IPM Negara-Negara ASEAN Menurut Komponennya.....2.......... 1995 – 2011 ...................... 23 Gambar 3............. 12 Gambar 2.... Gambar 2..... Gambar 2.... Perbandingan IPM Negara-Negara ASEAN. 21 Persentase Jumlah TKI Menurut Jenis Kelamin.......... Perkembangan Angka garapan Hidup....1.................... 13 Gambar 2... Perkembangan Angka Melek Huruf........... 18 Rasio Angka Partisipasi Murni (APM) Perempuan Terhadap Laki-Laki ..... 2004-2010 34 Gambar 3....5..

5..... 39 Gambar 3..4................... 51 Gambar 4. 55 Perkembanga TPAK dan Persentase Angkatan Kerja Perempuan.... 2011........... Gambar 5. Gambar 5.3.. 70 Hubungan antara IPG 2011 pada IPM 2011 Kabupaten ............ Gambar 5.... 41 Gambar 4..6......Gambar 3..... x PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 . 2010 ...7.. 68 Gambar 5... 2011 ............... Perkembangan Persentase Perempuan Sebagai Tenaga Profesional........ IPG Provinsi Menurut Peringkat..2. Gambar 5.... Gambar 5.3.. Tren IDG Indonesia.. 53 Gambar 4.... Gambar 4.... Gambar 4.......... IDG Provinsi Menurut Peringkat.. Pencapaian Komponen IDG Tahun 2011 ...... 71 Sebaran Provinsi Menurut Susunan Kuadran Berdasarkan IPM 2011 dan IDG 2011 .......... 69 Sebaran Provinsi Menurut Susunan Kuadran Berdasarkan IPM 2011 dan IPG 2011 ..2. 59 Gambar 5......... 2010.... Tren Selisih IPM dan IPG Indonesia.. 74 Sebaran Provinsi Menurut Susunan Kuadran Berdasarkan IPG 2011 dan IDG 2011..... 2004-2011 .......... 20042011 ... 2004-2011.. Disparitas IPM-IPG Menurut Provinsi..... 77 Hubungan antara IPG 2011 dan IDG 2011. 2011....4. 78 Gambar 4... 56 Persentase PNS Menurut Jenis Kelamin... 2004-2011 . Tren IPM dan IPG Indonesia....1.......1...... 57 Gambar 4.. 57 Persentase Pejabat Struktural PNS Menurut Jenis Kelamin.. IPG Provinsi Menurut Peringkat......9.... 2007-2011 ..6..... 2009-2011 ..7...8.7.............. 41 Gambar 3......5...

IPG.... Pengelompokkan Provinsi Berdasarkan IPM.... Perkembangan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).......... 42 Tabel 3.. Kabupaten/Kota dengan IDG Tertinggi.. Provinsi dengan IDG Tertinggi. Indeks Pembangunan Gender (IPG). 61 Tabel 4.................. 43 Tabel 3... Provinsi dengan IDG Terendah.............. 61 Tabel 4..... 2010-2011 ......... 2010-2011 . 2004-2011.. 2010-2011 ... 2010 ... 2010-2011 . 2010-2011 ... 37 Tabel 3..1.. 63 Tabel 5. 2011.. 54 Tabel 4.... 21 Tabel 3.....6.....DAFTAR TABEL Tabel 2........... Upah Pekerja/Buruh Menurut Jenis Kelamin.....3.......4... dan Rasio (IPG/ IPM)........5........ Provinsi dengan IPG Tertinggi................... 30 Tabel 3...2......... 2010-2011......... 1955-2009........... Selisih IPM dan IPG menurut Provinsi.. Provinsi dengan IPG Terendah...3.... 73 Tabel 5.. 82 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 xi ...1........ Pengelompokkan Provinsi Berdasarkan IPM...... 20072011 .2......... dan IDG.... 62 Tabel 4.... Provinsi Dengan Peringkat Tertinggi dan Terendah Berdasarkan Rasio IPG terhadap IPM.... dan IDG....... 2010-2011 .................... Kabupaten/Kota dengan IDG Terendah.5.. Kabupaten/Kota dengan IPG Tertinggi...3.... Kabupaten/Kota dengan IPG Terendah..1. 2011 ... 81 Tabel 5..2.....4........ 2010-2011..... 44 Tabel 4. 43 Tabel 3..1. IPG............ Perkembangan Jumlah Anggota DPR RI. 2010-2011 .

.

Namun demikian tidak dapat dipungkiri. Tetapi pada kenyataannya. PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 xiii . Upaya pembangunan ini ditujukan untuk kepentingan seluruh penduduk tanpa membedakan jenis kelamin tertentu. pada pelaksanaannya masih terdapat kelompok penduduk yang tertinggal dalam pencapaian kualitas hidup. persoalan lain seperti budaya. Belum lagi. ekonomi dan politik yang diarahkan pada pemerataan pembangunan.RINGKASAN EKSEKUTIF P embangunan kualitas hidup manusia merupakan upaya terusmenerus yang dilakukan pemerintah dalam rangka mencapai kehidupan yang lebih baik. dengan kualitas yang dimiliki. mengingat fungsi reproduksi perempuan berperan dalam mengembangkan sumber daya manusia di masa datang. perempuan yang berkualitas turut mempengaruhi kualitas generasi penerus. Disadari. swasta maupun masyarakat sangat tergantung dari peranserta seluruh penduduk baik laki-laki maupun perempuan sebagai pelaku. Secara tuntutan akan kualitas sumber daya manusia (SDM) perempuan paling tidak memiliki dampak pada dua hal. Persoalan paling penting yang menghalangi upaya peningkatan kualitas hidup yang setara adalah pendekatan pembangunan yang mengabaikan isu tentang kesetaraan dan keadilan gender. Ketertinggalan ini disebabkan oleh berbagai persoalan pelik yang seringkali saling berkaitan antara satu dengan lainnya. selama ini peranserta kaum perempuan dalam pelaksanaan program pembangunan masih belum dimanfaatkan secara optimal. Kedua. perempuan akan menjadi mitra kerja aktif laki-laki dalam mengatasi masalah-masalah sosial. keberhasilan pembangunan yang dilaksanakan oleh pemerintah. Faktor penyebab belum optimalnya peranserta perempuan dalam pembangunan karena masih rendahnya kualitas sumber daya perempuan sehingga tidak mampu untuk bersaing dalam berbagai bidang dengan mitra sejajarnya. atau agama yang terkadang dapat menjadi faktor penghambat untuk mencapai kesetaraan gender. dan sekaligus pemanfaat hasil pembangunan. Pertama.

Sementara itu. keberhasilan pembangunan kualitas hidup yang diukur melalui IPM masih belum cukup efektif memperkecil kesenjangan antara laki-laki dan perempuan dalam pencapaian kapabilitas dasar di bidang kesehatan.69 kemudian meningkat menjadi 72. adiministrasi dan teknisi yang bekerja di lembaga eksekutif. perempuan sebagai tenaga professional. Bahkan di tingkat provinsi dan kabupaten dan kota keterwakilan perempuan sebagai anggota DPRD jauh lebih kecil. Hasil pemilu legislatif tahun 2009 menempatkan keterwakilan perempuan sebagai anggota DPR hanya sekitar 17. Pada tahun 2004. Fenomena kesenjangan ini secara statistik dapat ditunjukkan oleh pencapaian Indeks Pembangunan Gender (IPG) yang nilainya lebih kecil dari pencapaian IPM. perempuan juga relatif tertinggal dibandingkan laki-laki. manager.75 persen dari seluruh tenaga tenaga professional. maupun yudikatif. Namun demikian.Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebagai ukuran kualitas hidup menunjukkan perkembangan yang semakin membaik dari waktu ke waktu. yudikatif serta lembaga swasta lainnya tidak lebih dari 45. IPM nasional mencapai 68. adiministrasi dan teknisi. eksekutif. baik di level nasional. meski relatif lambat. provinsi maupun kabupaten dan kota.49 persen dari keseluruhan jumlah anggota DPR RI. Ketertinggalan ini sangat berpengaruh terhadap hasil keputusan apapun yang menyangkut kepentingan perempuan baik di lembaga legislatif. akan tetapi tidak secepat peningkatan IPM. manager. dan ekonomi. Hanya sayangnya.77 pada tahun 2011. xiv PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 . Indeks Pemberdayaan Gender (IDG) sebagai ukuran keterlibatan perempuan dalam pengambilan keputusan dari waktu ke waktu menunjukkan kecenderungan yang semakin meningkat. Dalam aspek pemberdayaan terutama keterlibatan perempuan dalam proses pengambilan keputusan kebijakan publik. Meski demikian. pendidikan. perkembangan pencapaian IPG dari tahun ke tahun terus meningkat.

1 Pendahuluan .

PENDAHULUAN

1

1.1. Latar Belakang

D

ewasa ini, perhatian dunia terhadap pembangunan yang
berbasiskan gender semakin besar. Telah lama diketahui
bahwa hampir di seluruh negara telah terjadi diskriminasi
gender. Ketidakadilan gender atau diskriminasi gender
merupakan akibat dari adanya sistem (struktur) sosial dimana
salah satu jenis kelamin (laki-laki maupun perempuan) menjadi
korban. Hal ini terjadi karena adanya keyakinan dan pembenaran
yang ditanamkan sepanjang peradaban manusia dalam berbagai
bentuk dan cara yang menimpa kedua belah pihak, walaupun
dalam kehidupan sehari-hari lebih banyak dialami oleh
perempuan (BKKBN, 2007).
Beragam permasalahan yang dialami perempuan pada
masa lalu maupun kini, kian menjadi perhatian komunitas negara
-negara di dunia. Perhatian ini sebagai wujud ungkapan
keprihatinan sesama manusia atas terjadinya ketidakadilan di
berbagai hal yang menyangkut perempuan. Dalam berbagai
kesempatan kerap perempuan mengalami diskriminasi seperti
dijadikan objek eksploitasi, mengalami kekerasan, subordinasi,
serta adanya upaya marginalisasi perempuan. Kemudian
permasalahan lain yang kerap dialami perempuan yaitu double
burden (beban ganda) dimana peningkatan jumlah perempuan
yang bekerja di wilayah publik, tetapi tidak diiringi dengan
berkurangnya beban mereka di wilayah domestik. Akibatnya
mereka mengalami beban yang berlipat ganda.
Keprihatinan negara-negara di dunia diwujudkan dalam
berbagai bentuk pertemuan yang menghasilkan serangkaian
deklarasi dan konvensi dan telah tercatat dalam dokumen
sejarah. Dimulai dari dicetuskannya The Universal Declaration of
Human Rights (Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia), oleh

PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012

3

Majelis Umum PBB di tahun 1948 yang kemudian diikuti oleh
berbagai deklarasi serta konvensi lainnya.
Didalam perkembangannya, konvensi yang menjadi
landasan hukum tentang hak perempuan adalah Konvensi
Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Perempuan
(Convention on the Elimination of All Forms of Discrimination
Against Women) yang diadopsi oleh Majelis Umum PBB tahun
1979. Konvensi tersebut disebut juga Konvensi Wanita, atau
Konvensi Perempuan atau Konvensi CEDAW (Committee on the
Elimination of Discrimination Against Women). Selanjutnya, Hak
Asasi Perempuan yang merupakan Hak Asasi Manusia kembali
dideklarasikan dalam Konferensi Dunia ke-IV tentang Perempuan
di Beijing tahun 1995. Konferensi tersebut mengangkat 12 bidang
yang menjadi keprihatinan Negara-negara di dunia, mencakup:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.

Perempuan dan Kemiskinan,
Pendidikan dan Pelatihan Bagi Perempuan,
Perempuan dan Kesehatan,
Kekerasan Terhadap Perempuan,
Perempuan dan Konflik Bersenjata,
Perempuan dan Ekonomi,
Perempuan dan Kekuasaan serta Pengambilan Keputusan,
Mekanisme Kelembagaan Untuk Kemajuan Perempuan,
Hak Asasi Perempuan,
Perempuan dan Media,
Perempuan dan Lingkungan Hidup, serta
Anak Perempuan.

Selanjutnya pada tahun 2000, 189 negara anggota PBB
telah menyepakati tentang Deklarasi Milenium (Millennium
Declaration) untuk melaksanakan Tujuan Pembangunan Milenium
(Millennium Development Goals) atau MDG’s dengan
menetapkan target keberhasilannya pada tahun 2015. Ada
delapan komitmen kunci yang ditetapkan dan disepakati dalam
MDGs, salah satunya adalah mendorong tercapainya kesetaraan
dan keadilan gender dan pemberdayaan perempuan (Tujuan 3
MDG’s).
Sebagai bagian dari masyarakat dunia, Indonesia ikut serta
melaksanakan komitmen dengan mendorong upaya

4

PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012

yaitu : 1. tampaknya tujuan MDG’s dalam bidang gender sudah pada jalurnya (on the track). UNDP mengangkat tema gender. dimana target dari kedua indikator tersebut sebesar 100 persen. jika IPM/IPG 80. Kelompok Menengah Atas. is endangered”. maka harapan unutk mencapai target MDG’s sangat mungkin diwujudkan. UNDP mengelompokkan tingkatkan pembangunan manusia ke dalam empat kategori. x 66.pembangunan menuju kesetaraan gender. PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 5 . Dalam publikasinya Human Development Report tahun 1995. dan di semua jenjang pendidikan tidak lebih dari tahun 2015.45 persen dan 101. Dua indikator tersebut yaitu rasio anak perempuan di Sekolah Menengah Pertama dan rasio anak perempuan di Sekolah Menengah Atas dengan capaian pada tahun 2011 masing-masing sebesar 103. pemerintah berkomitmen melaksanakan tujuan Pembangunan Milenium (MDG’s) dengan salah satu targetnya. Sementara keempat target lainnya capaiannya sudah sangat bagus di atas 97 persen. Kelompok Tinggi. kalimat ini sepertinya hendak menunjukkan bahwa apabila mengabaikan aspek gender maka akan menghambat suatu wilayah dalam melakukan pembangunan. Untuk itu. jika IPM/IPG 50 Kelompok Rendah.41 persen. Dalam publikasi tersebut terdapat kalimat “Development. Dalam publikasi ini pertama kali diperkenalkan suatu indeks untuk mengukur pembangunan gender suatu wilayah yaitu Gender Development Index/GDI (Indeks Pembangunan Gender/IPG) dan indeks unutk mengukur peranan perempuan dalam bidang ekonomi dan pengambilan keputusan yaitu Gender Empowerment Measure/ GEM (Indeks Pemberdayaan Gender/IDG). jika IPM/IPG x 80. Dua dari enam indikator yang tercantum dalam target MDG’s bahkan sudah melampaui target yang ditetapkan. Apabila capian ini dapat dipertahankan dan ditingkatkan. 50. Berdasarkan data statistik. menghilangkan ketimpangan gender di tingkat pendidikan dasar dan lanjutan pada tahun 2005. if not engendered. jika IPM/IPG 66 Kelompok Menengah Bawah.

IPG. dan IDG. dan 6 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 . 1. Indikator-indikator yang menunjukkan capaian-capaian pembangunan berbasis gender akan memberikan gambaran yang nyata tentang pengarusutamaan gender di Indonesia. 1.2. dan Indeks Pemberdayaan Gender (IDG). Tujuan Penulisan Publikasi ini disusun untuk melihat tingkat keberhasilan pembangunan manusia serta pencapaian pembangunan antara perempuan dan laki-laki di berbagai bidang yang direpresentasikan dengan Indeks Pembangunan Gender (IPG). Sistematika Penulisan Penulisan pembangunan manusia berbasis gender ini terdiri dari 5 (lima) bab. IPG. sistematika penulisan. tujuan penulisan. Selain itu juga menelusuri hubungan antara IPM. 9 Tahun 2000 tentang Pengarusutamaan Gender yang bertujuan untuk menurunkan kesenjangan antara perempuan dan laki-laki Indonesia dalam mengakses dan memperoleh manfaat pembangunan serta meningkatkan partisipasi dalam dan penguasaan terhadap proses pembangunan. Bab 5 menjelaskan mengenai hubungan antara IPM. Untuk mengevaluasi sejauh mana peraturan-peraturan perundangan sudah responsif gender dan mendukung pengarusutamaan gender dapat dilihat dari data-data terpilah. Bab 4.3. Diharapkan publikasi ini dapat digunakan sebagai pembuka wawasan tentang pembangunan manusia yang berbasis gender. menjelaskan tentang pencapaian IDG.Makin disadarinya arti pentingnya aspek gender dalam segala bidang pembangunan membawa dampak positif dalam upaya menuju pengarusutamaan gender. Melalui Inpres ini muncul momentum bagi kemajuan perempuan dan peningkatan kesetaraan gender yang akhirnya diperluas hingga perencanaan dan penganggaran yang inklusif gender. menjelaskan tentang pencapaian IPG. menjelaskan tentang latar belakang masalah. menjelaskan tentang gambaran umum gender di Indonesia dan capaiannya terutama jika dibandingkan dengan capaian negara-negara lain di ASEAN. Bab 3. pemerintah telah mengeluarkan INPRES No. serta sumber data. Bab 1. Menanggapi hal tersebut. Bab 2.

yaitu Angka Melek Huruf dan Rata-rata Lama Sekolah. Sementara untuk data penunjang digunakan data Supas. Sementara angka harapan hidup dihitung menggunakan data Susenas yang dikoreksi dengan data Supas dan Proyeksi Penduduk.IDG. 1. Susenas Modul Konsumsi dan data Sakernas. Sementara data Sakernas digunakan untuk menghitung komponen IPG dan IDG yang menyangkut indikator ketenagakerjaan.4. Proyeksi Penduduk (SP 2000). Sumber Data Sumber data utama yang digunakan (khususnya dalam penghitungan IPG dan IDG) adalah data Susenas Kor. PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 7 . dan Indeks Harga Konsumen (IHK) serta data sekunder lainnya. Data Susenas Kor digunakan untuk menghitung indikator pembentuk IPG.

.

2 Gambaran Umum Pembangunan Manusia di Indonesia .

.

483 pada tahun 2011. dan pemberdayaan perempuan. Brunei PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 11 .Gambaran Umum Pembangunan Manusia di Indonesia 2 2. Secara singkat perbandingan antar Negara ASEAN bisa dilakukan dengan membandingkan indikator-indikator yang menggambarkan variabel-variabel tersebut seperti Indeks Pembangunan Manusia dan Indeks Ketimpangan Gender. Perbandingan Capaian Pembangunan Manusia di Negara ASEAN Indeks Pembangunan Manusia dan Komponennya P ersoalan pembangunan manusia berbasis gender di wilayah ASEAN sudah mulai mendapat perhatian yang cukup serius yang ditunjukkan dengan adanya peningkatan indikator-indikator pembangunan yang berkaitan dengan gender. Sementara Indeks ketimpangan gender menggambarkan ketimpangan gender dalam tiga dimensi yaitu kesehatan. namun Myanmar tetap menjadi negara dengan IPM terkecil dikawasan ASEAN. reproduksi. Secara umum perbandingan IPM antar negara ASEAN menunjukkan disparitas yang cukup tinggi sejak tahun 1990. meskipun selama dua dekade IPM Myanmar telah meningkat secara signifikan. kesehatan dan kesejahteraan mulai terlihat bergeser. pendidikan dan kesejahteraan. Peningkatan IPM tidak secara langsung menggambarkan peringkat kualitas pembangunan manusia. Negara-negara dengan nilai IPM tinggi di kawasan ASEAN berturut-turut adalah Singapura.523 dan 0. Angka IPM Myanmar merupakan yang terkecil dibandingkan Negara ASEAN lainnya yaitu 0. Peringkat terendah berikutnya adalah Laos dan Cambodia dengan nilai IPM di tahun 2011 berturut-turut adalah 0. Berbagai masalah mengenai pendidikan.524. Indeks Pembangunan Manusia adalah salah satu indeks yang mengukur tentang tingkat pembangunan manusia yang diukur dari tiga indikator yaitu kesehatan. Di sisi lain. Sebagai contoh.1.

Negara-negara yang dimensi kesehatannya berada dibawah Indonesia adalah Laos. Untuk Negara ASEAN.779. Rata-rata IPM dunia tahun 2011 adalah 0.761 untuk tahun 2011. Nilai tertinggi untuk dimensi kesehatan dicapai oleh Singapura dengan indeks dimensi kesehatan sebesar 0. Dimensi kesehatan diukur berdasarkan angka harapan hidup pada saat lahir (e0).584. Indonesia berada pada urutan ke enam indeks diemensi kesehatan dengan capaian sebesar 0. Malaysia dan Brunei Darussalam.682. Komponen kedua adalah dimensi pendidikan yang diukur berdasarkan harapan lama sekolah (EYS). dengan nilai capaian sebesar 0.713. Rincian selengkapnya dapat dilihat pada gambar 2.866. Bila ditelusuri lebih jauh berdasarkan komponen pembentuknya. Indonesia berada pada posisi ke enam dengan nilai 0.617.838.Darussalam dan Malaysia masing-masing dengan IPM 0. Indonesia berada pada posisi ke 7. 0. ataupun gabungan dari tiga dimensi pembentuk IPM1. Negara -negara yang dimensi pendidikan dibawah Indonesia adalah 12 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 . dan Cambodia. Myanmar. Negara yang mempunyai nilai dimensi pendidikan tinggi adalah Singapura. dan 0.1. maka Negara-negara yang berada pada peringkat tinggi untuk nilai IPM-nya mempunyai nilai tinggi untuk dimensi kesehatan. Philipna. sementara nilai terendah dicapai oleh Myanmar sebesar 0. dan rata-rata lamanya sekolah (Mean Years of Schooling).965.

yang menunjukkan bahwa perempuan dan laki-laki kehilangan kesempatan yang sama. yang menunjukkan bahwa perempuan kehilangan lebih banyak dibandingkan laki-laki. Indeks yang terbentuk menunjukkan kehilangan dalam pembangunan manusia yang diakibatkan oleh adanya perbedaan gender. dan 1. Laos. Dimensi kesehatan diukur menggunakan dua indikator yaitu tingkat kematian ibu (maternal mortality rate) dan tingkat kesuburan remaja (adolescent fertility rate). Brunei Darussalam.2. Gambaran secara lengkap dapat dilihat pada gambar 2. Indeks Ketimpangan Gender Indeks ketimpangan gender (Gender Inequality Index) mencerminkan ketimpangan perempuan yang dilihat dalam tiga dimensi yaitu kesehatan reproduksi. dan pasar tenaga kerja. Singapura. dan Laos. Myanmar. Komponen ketiga yang nilainya terbesar untuk Negara-negara dengan IPM tinggi di ASEAN adalah pendapatan. Nilainya berkisar dari 0. sementara Myanmar. Dimensi PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 13 .Vietnam. Komponen pendapatan ini diukur dari pengeluaran per kapita riil yang disesuaikan (PPP). Vietnam dan Philipina mempunyai pendapatan perkapita riil dibawah Indonesia. Cambodia. Malaysia dan Thailand mempunyai nilai per kapita riil di atas Indonesia. Cambodia. pemberdayaan.

Hal ini berarti telah terjadi penurunan ketimpangan akibat adanya perbedaan gender. Indeks Ketimpangan Gender (IKG) dirancang untuk mengungkapkan sejauh mana prestasi nasional dalam aspek pembangunan manusia yang hilang akibat adanya perlakuan ketidaksetaraan gender.pemberdayaan juga didekati dengan dua indikator yaitu proporsi kursi parlemen dipegang oleh laki-laki atau perempuan. Penurunan yang signifikan terjadi di Negara Laos dimana pada tahun 1995 IKD tercatat sebesar 0. Dimensi tenaga kerja diukur dengan partisipasi perempuan dalam angkatan kerja. Untuk tahun 2011 negara dengan nilai IKD terendah adalah Singapura. Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh HDR (Human Development Report). dan capaian tingkat pendidikan menengah dan tinggi dari tiap gender. Indonesia juga mempunyai IKD yang hampir sama dengan Cambodia dan Laos yang termasuk pada kategori tertinggi di kawasan ASEAN. Bila dilihat lebih jauh berdasarkan komponennya maka salah satu penyebab terjadi ketimpangan adalah rasio 14 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 .8 menurun menjadi 0. dalam kurun waktu 15 tahun telah terjadi penurunan indeks ketimpangan gender di kawasan Negara-negara ASEAN. dan juga untuk menyediakan data empiris untuk analisis kebijakan dan upaya advokasi.5 pada tahun 2011.

perempuan terhadap laki-laki di parlemen. Selain masalah persentase. Banyak penyebab dari rendahnya keterwakilan perempuan di parlemen misalnya adanya pemikiran bahwa tanggung jawab pengasuhan anak sepenuhnya ada pada perempuan. Hal ini tidak sesuai dengan populasi perempuan di masing-masing Negara. Di beberapa Negara keterwakilan perempuan pada level pengambil keputusan merupakan posisi yang kritis bagi terlaksananya demokrasi di suatu Negara (Sun. kualitas perempuan yang duduk dalam parlemen juga menjadi penting karena akan mempengaruhi peraturan-peraturan atau keputusan terkait perempuan. sebaliknya Singapura yang mempunyai rasio keterwakilan perempuan yang tinggi mempunyai nilai indeks ketimpangan yang sangat rendah. Sudah bukan rahasia lagi bila jumlah keterwakilan perempuan di parlemen hampir di semua Negara sangat sedikit. Rasio keterwakilan perempuan terhadap laki-laki di parlemen di Negara ASEAN terlihat berbanding terbalik dengan nilai indeks ketimpangan gender di Negara yang bersangkutan. Myanmar yang mempunyai rasio keterwakilan perempuan dan laki-laki rendah mempunyai nilai indeks ketimpangan yang tinggi. Pekerjaan pengasuhan anak ini berakibat pada banyaknya perempuan yang tinggal di rumah sehingga akibat jangka panjangnya adalah tidak banyak perempuan yang PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 15 . 2005).

ekonomi. kekuasaan. kependudukan.berinteraksi secara publik (Heines. dimana laki-laki lebih diunggulkan dari perempuan melalui konstruksi sosial. Seager (1997) mengatakan kalau laju dari keterwakilan perempuan di Parlemen sangatlah lambat sehingga UN memperkirakan bahwa dengan laju seperti ini keseimbangan antara laki-laki dan perempuan di parlemen baru akan bisa dicapai pada tahun 2490. dan pengaruh. diperkuat. bahkan dibentuk melalui sosial atau kultural. Peran ini lebih banyak diserahkan kepada kaum perempuan. Akibatnya terjadilah pembagian peran gender yaitu Peran Domestik dan Peran Publik. Akibat pembagian kerja yang tidak seimbang melahirkan ketimpangan peran laki-laki dan perempuan yang berakibat ketidakadilan gender yang merugikan perempuan. Dalam realitas kehidupan telah terjadi perbedaan peran sosial laki-laki dan perempuan yang melahirkan perbedaan status sosial di masyarakat. Peran domestik cenderung tidak menghasilkan uang. 1992). kekuasaan dan pengaruh diserahkan kepada kaum laki-laki. Perbedaan peran antara laki-laki dan perempuan yang tidak seimbang ini juga sangat dipengaruhi oleh budaya dan kultural masyarakat Indonesia yang terdiri dari banyak etnis dan suku. Perbedaan gender antara laki-laki dan perempuan ditentukan oleh sejumlah faktor yang ikut membentuk. Permasalahan Gender di Indonesia Kesetaraan gender dimaknai sebagai kesamaan kondisi bagi laki-laki dan perempuan untuk memperoleh kesempatan serta hak-haknya sebagai manusia dalam berperan dan berpartisipasi. 2. dilanggengkan oleh interpretasi agama dan mitos-mitos. Setiap masyarakat suku di Indonesia mempunyai ciri khas tersendiri dalam memaknai peran gender di Indonesia. Di Indonesia. yang kemudian disosialisasikan. melakukan control dan menerima manfaat pembangunan di segala bidang kehidupan. Namun 16 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 . pekerjaan. dan dalam Pemerintahan. Perbedaan jenis kelamin sering dipergunakan masyarakat untuk membentuk pembagian peran (kerja) laki-laki dan perempuan atas dasar perbedaan tersebut. ketimpangan gender terlihat dari segala aspek antara lain dalam lingkungan keluarga. pendidikan. sedangkan peran publik yang menghasilkan uang.2.

demikian, secara umum menunjukkan bahwa ada dominasi lakilaki dalam kehidupan sehari-hari.
Peran Domestik dalam Keluarga
Meskipun perempuan ditempatkan pada peran domestik di
lingkungan keluarga, namun posisi perempuan Indonesia di
lingkungan keluarga selalu dinomor-duakan. Karena berperan
sebagai pencari nafkah, posisi kepala rumah tangga pada
umumnya akan diserahkan kepada laki-laki/suami kecuali jika
perempuan tersebut adalah seorang janda atau tidak ada lakilaki dalam suatu keluarga. Meskipun peran perempuan sangat
banyak dalam suatu keluarga seperti mengurus rumah tangga dan
anak-anak, tetapi posisi kepala keluarga tetap diserahkan kepada
laki-laki. Hanya ada sekitar 13,9 persen rumah tangga yang
kepala rumah tangganya perempuan (Susenas 2010).
Selama ini pemahaman masyarakat Indonesia
merekonstruksi bahwa secara kodrat perempuan lemah dan lakilaki kuat, sehingga untuk menjadi pemimpin dalam sebuah
keluarga tetap diserahkan kepada laki-laki. Hal ini menunjukkan
dominasi laki-laki pada peran domestik. Keadaan tersebut
menyebabkan posisi perempuan sarat dengan pekerjaan yang
beragam, dalam waktu yang tidak terbatas, dan dengan beban
yang cukup berat, seperti memasak, mengurus rumah, mengurus
anak, dan sebagainya. Pekerjaan domestik tersebut dilakukan
bersama-sama dengan fungsi reproduksi, seperti haid, hamil,
melahirkan, dan menyusui. Penempatan perempuan pada tugas
domestik sepenuhnya mengakibatkan potensi perempuan untuk
melakukan hal produktif menjadi berkurang. Tercatat ada sekitar
33,5 persen perempuan yang hanya mengurus rumah tangga
sehingga tidak dimasukkan sebagai angkatan kerja (Sakernas
Februari 2011). Bagi para perempuan/istri yang bekerja, maka
tugasnya menjadi berlipat ganda yaitu tugas sebagai pencari
nafkah sekaligus tugas untuk mengurus keluarga. Hal ini
mengakibatkan jam kerja perempuan juga menjadi lebih banyak
dibandingkan laki-laki.
Lemahnya posisi perempuan dalam keluarga
memungkinkan untuk mendapatkan perlakuan kekerasan fisik
baik dari dalam lingkungan keluarga, maupun dari lingkungan

PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012

17

sekitarnya, seperti KDRT dan pemerkosaan. Biasanya kejadiankajadian tersebut tidak terlaporkan karena merupakan aib bagi
keluarga maupun bagi perempuan tersebut. Namun seiring
dengan keterbukaan informasi dan mengemukakan pendapat
maka kejadian-kejadian tersebut mulai banyak yang terlaporkan.
Hasil survei Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan
menunjukkan adanya peningkatan jumlah kekerasan terhadap
perempuan. Pada tahun 2011 terdapat 119.107 kejadian,
meningkat 13,3 persen dibandingkan tahun 2010 (105.103
kejadian). Sebagian besar kejadian ini adalah KDRT (Kekerasan
Dalam Rumah Tangga).
Kesempatan Memperoleh Pendidikan
Selama ini kesempatan untuk memperoleh pendidikan yang
setara antara laki-laki dan perempuan belum sepenuhnya
terpenuhi. Beberapa indikator menunjukkan adanya kesenjangan
gender dalam pendidikan di Indonesia. Kecenderungannya adalah
semakin tinggi jenjang pendidikan, semakin meningkat
kesenjangan gendernya, dimana proporsi laki-laki yang
berpendidikan semakin lebih besar dibandingkan dengan proporsi
perempuan yang bersekolah khususnya di perkotaan (Gambar
2.5). Dari penduduk perempuan berusia 10 tahun keatas, masih
terdapat 27,8 persen yang tidak mempunyai ijasah, lebih besar
daripada laki-laki yaitu 22,3 persen.

18

PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012

Kesenjangan ini disebabkan oleh berbagai hal di antaranya
adalah pertimbangan prioritas bahwa nilai ekonomi anak laki-laki
lebih tinggi dibandingkan anak perempuan, karena laki-laki harus
mencari nafkah sehingga harus lebih dibekali pendidikan
dibandingkan anak perempuan. Hal ini banyak dijumpai pada

keluarga yang kondisi ekonominya terbatas, dimana harus
mempunyai pilihan dalam prioritas pendidikan khususnya bagi
anak laki-laki.
Pada era sekarang, pendidikan di Indonesia telah mencapai
kemajuan dalam meningkatkan kesetaraan dan keadilan bagi
penduduk laki-laki dan perempuan. Hal itu dapat dibuktikan
antara lain dengan semakin membaiknya rasio partisipasi
pendidikan dan tingkat melek huruf penduduk perempuan
terhadap penduduk laki-laki. Untuk mengukur kesenjangan
partisipasi pendidikan antara perempuan dan laki-laki digunakan
rasio Angka Partisipasi Murni (APM) perempuan terhadap lakilaki. Pada jenjang pendidikan dasar (SD) rasio APM-nya telah
mencapai angka 100 pada tahun 2011, bahkan pada tingkat SLTP
diatas 100. Namun demikian pada jenjang SLTA rasio APM masih
95,9. Hal ini menunjukkan pada level yang lebih tinggi
pencapaian kesetaraan pendidikan semakin berkurang.
Kesempatan Bekerja dan Berusaha
Pada era sekarang ini, peran perempuan dalam pemenuhan
PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012

19

dimana laki-laki berkewajiban mencari nafkah menjadikan kesempatan bekerja untuk perempuan menjadi lebih kecil. namun rasio TPAK perempuan terhadap laki-laki cenderung mengalami peningkatan selama 5 tahun terakhir yaitu dari 0.1 persen.9 persen. Ini menunjukkan partisipasi perempuan dalam memperoleh pekerjaan mengalami peningkatan setiap tahun. Angka ini lebih besar dibandingkan pekerja keluarga laki-laki yang hanya 8. Keterlibatan perempuan dalam dunia kerja juga masih belum maksimal.5 persen mengurus rumah tangga. namun demikian peluang untuk bekerja dan berusaha masih lebih kecil dibandingkan lakilaki. dimana 33. Sedangkan laki-laki yang bukan merupakan angkatan kerja hanya 15. yaitu 84. Hal ini dapat dilihat dari Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) laki-laki jauh lebih tinggi dibandingkan dengan TPAK perempuan. tercatat 39 persen penduduk berusia 15 tahun keatas yang bekerja adalah perempuan dan sepertiganya merupakan pekerja keluarga yang secara ekonomi tidak mendapatkan imbalan jasa.1 pada 2011.61 pada tahun 2007 menjadi 0.ekonomi keluarga semakin meningkat. Pembagian tugas dalam keluarga.9 berbanding 55. Meskipun angka TPAK perempuan kecil. Hal ini juga menunjukkan bahwa penduduk perempuan 15 tahun keatas yang bukan merupakan angkatan kerja cukup besar yaitu 44.7 persen.65 pada tahun 2011. Sementara 20 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 .

348 773.78 Sumber : BPS PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 21 .8). Demikian juga dengan kesetaraan dalam memperoleh imbal jasa belum sepenuhnya diterima para buruh/karyawan perempuan di Indonesia.031. Meskipun setiap tahun terjadi peningkatan jumlah perempuan yang bekerja diluar rumah.368 953.75 2009 1.052 0.75 2010 1. Hanya sebagian kecil perempuan yang mendapat kesempatan untuk menduduki jabatan manager atau direktur.1 Upah Pekerja/Buruh Menurut Jenis Kelamin.640.165. yaitu hanya sekitar 77.8 persen dari upah yang diterima laki-laki. 20072011 Tahun Laki-laki Perempuan Rasio Upah 2007 1.kesempatan bagi perempuan baik menjadi pengusaha atau sebagai buruh/pegawai masih dibawah laki-laki (Gambar 2. Buruh/karyawan perempuan menerima upah yang lebih rendah dibandingkan laki-laki.275. Pada tahun Tabel 2.75 2008 1.141.472 1. Pekerjaan kaum perempuan lebih banyak pada posisi yang bukan sebagai pengambil keputusan.103 0.927 0.222.308 854.697 873. namun pekerjaan yang diperoleh masih tetap berdasarkan konsep gender.653 0.979 0.78 2011 1.

karena adanya perjanjian moratorium TKI dengan beberapa Negara penerima TKI karena terjadinya kasus kekerasan terhadap TKW. Namun demikian. Selama 5 tahun terakhir proporsi upah yang diterima buruh perempuan relatif mengalami sedikit peningkatan (Tabel 1). Angka persentase ini jauh lebih kecil dibandingkan tahuntahun sebelumnya.653. karena minimnya pendidikan.472. telah menarik minat sebagian orang untuk menjadi tenaga kerja di luar negeri.2011.275. Ironisnya sebagian besar tenaga kerja Indonesia tersebut adalah perempuan atau yang dikenal dengan istilah TKW (Tenaga Kerja Wanita).7 dari total TKI yang tercatat di BNP2TKI.027 TKW atau sebesar 64. maka sebagian besar tenaga kerja Indonesia bekerja di sektor informal seperti pembantu rumah tangga dan buruh bangunan. jauh lebih kecil dari upah buruh laki-laki yaitu sebesar Rp. rata-rata upah buruh perempuan selama sebulan sebesar Rp.640. 22 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 . Pada tahun 2011 terdapat 376. 1. 1. Kurangnya kesempatan kerja di dalam negeri. mengakibatkan terjadinya migrasi keluar negeri untuk mendapatkan penghasilan. Tingkat permintaan tenaga kerja di beberapa negara. belum termasuk TKW yang pergi secara illegal.

Kesempatan dalam Pemerintahan Selama ini berkembang sebuah pandangan yang tidak adil bagi perempuan dimana perempuan dianggap memiliki sifat yang melekat antara lain irasional. Hal ini terlihat dari jumlah perempuan yang menjadi pemimpin dalam masyarakat dinilai masih sangat jauh dibandingkan dengan laki-laki. jumlahnya semakin berimbang. terutama dalam peran pengambil keputusan. Pada tahun 2011 persentase PNS PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 23 . Namun seiring dengan perkembangan waktu. emosional. hanya sedikit perempuan yang mencalomkan diri. Pada tahun 2012 hanya ada 10 perempuan yang menjadi bupati/walikota dibandingkan dengan jumlah seluruh kabupaten/kota di Indonesia yang berjumlah 492. lemah. Sebagai contoh dalam pilkada kabupaten/kota. dan feminin yang menyebabkan perempuan ditempatkan dalam peran-peran yang dianggap kurang penting. Sedangkan pada level provinsi hanya ada gubernur Banten yang berjenis kelamin perempuan. inferior. bodoh. Potensi perempuan sering dinilai lebih rendah oleh sebagian besar masyarakat sehingga mengakibatkan sulitnya mereka menembus posisi-posisi strategis dalam komunitasnya. apalagi kemudian terpilih menjadi bupati/ walikota. penakut. Masalah kesenjangan gender juga terlihat dari perbedaan komposisi perempuan dan laki-laki yang menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Persentase ini semakin berimbang. 947/KMK/04/1983 dan Pasal 8 UU No. PP No. 37 Tahun 1967 tentang Sistem Pengupahan di lingkungan perusahaan negara.01/GKKU/3/1978 dan SE Menaker No. pasal 4 Peraturan Menteri Keuangan No.7/1983.4 persen (Gambar 2. Produk Undang-Undang Terkait Gender Sejak awal berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia. 24 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 . Peraturan Menteri Pertanian No. 10/1994 tentang prosedur memperoleh NPWP. Ketentuan ini termuat dalam Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja No. Pemerintah secara resmi telah menganut dan menetapkan kesepakatan atas persamaan antara perempuan dan laki-laki sebagaimana termuat dalam UUD 45 Pasal 27. dalam perkembangannya beberapa Undang-Undang (UU) yang selama ini berlaku di Indonesia. serta pasal 8 UU No. 7 Tahun 1990 tentang Upah. berdasarkan data Komnas Perempuan tahun 2012 telah teridentifikasi ada sekitar 282 peraturan daerah yang diduga bias gender. disadari mempunyai arti yang masih diskriminatif terhadap perempuan. tunjangan keluarga dan tunjangan kesehatan-perempuan dianggap lajang sehingga suami dan anak-anak tidak mendapatkan tunjangan sebagaimana yang diterima pekerja lakilaki.perempuan sebesar 46.4/1988 tentang tunjangan kesehatan. Namun demikian.K440/01/2/1984 dan No. dimana pada 5 tahun yang lalu persentase PNS perempuan hanya 42.2/P/M/1971. Seperti dalam UU mengenai sistem pengupahan tenaga kerja perempuan.10). Peraturan Menteri Pertambangan No. Sejumlah peraturan perundangan tersebut tidak mampu mengakomodir kesetaraan gender yang telah dijamin oleh UUD.5 persen. Selain itu.

3 Pencapaian Pembangunan Gender .

.

Namun didalam perkembangannya. marginalisasi dan kekerasan terhadap perempuan dan laki-laki. ukuran yang bersifat komprehensif dan representatif mutlak dibutuhkan. Sementara itu. Untuk mengetahui sejauh mana tingkat keberhasilan pembangunan yang selama ini dilaksanakan dengan mengakomodasi persoalan gender. Terwujudnya Kesetaraan dan Keadilan Gender (KKG) ditandai dengan tidak adanya diskriminasi antara perempuan dan laki-laki dalam memperoleh akses. maka diperlukan sebuah ukuran yang dapat menjelaskan bahwa pencapaian Kesetaraan dan Keadilan Gender telah berjalan sebagaimana mestinya sesuai dengan kebijakan nasional yang ditetapkan melalui Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2010 tentang RPJMN Tahun 2010-2014 dan dipertegas dalam instruksi Presiden Nomor 9 tahun 2000 tentang Pengarusutamaan Gender (PUG). Beberapa ukuran tentang kesetaraan dan keadilan gender telah digunakan banyak pihak. United Nations Development Programs (UNDP) melalui Laporan Pembangunan Manusia Tahun 1995 memperkenalkan ukuran pembangunan manusia yang bersifat gabungan (komposit) dari empat indikator. keadilan gender merupakan proses dan perlakuan adil terhadap perempuan dan laki-laki sehingga dalam menjalankan kehidupan tidak ada pembakuan peran. namun jauh lebih luas pengertiannya. dan kontrol atas pembangunan serta memperoleh manfaat yang setara dan adil dari pembangunan.PENCAPAIAN PEMBANGUNAN GENDER K 3 esetaraan gender bukan dimaknai sebagai perbedaan fisik semata. kesempatan berpartisipasi. meski ukuran tersebut masih bersifat tunggal (single variable). subordinasi. yang PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 27 . yakni kesamaan kondisi bagi laki-laki dan perempuan untuk memperoleh kesempatan serta hak-haknya sebagai manusia dalam berperan dan berpartisipasi di segala bidang kehidupan.

Untuk itu.1. Nilai-nilai sosial budaya patriarki ini secara langsung maupun tidak langsung dapat menempatkan laki-laki dan perempuan pada kedudukan dan peran yang berbeda dan tidak setara. Belum lagi persoalan ketidaktepatan pemahaman ajaran agama yang seringkali menyudutkan kedudukan dan peranan perempuan di dalam keluarga dan masyarakat (Parawansa. diperlukan upaya lebih serius dan berkesinambungan dalam mewujudkan persamaan status dan kedudukan antara laki-laki dan perempuan melalui berbagai program pembangunan seperti peningkatan peran perempuan IPG mengukur hal yang sama seperti IPM hanya komponen yang digunakan dibedakan menurut jenis kelamin. 1 28 Persamaan status dan kedudukan merujuk pada tidak adanya perbedaan hak dan kewajiban antara perempuan dan laki -laki yang tidak hanya dijamin oleh perundang-undangan. 1998). tetapi juga dalam praktek kehidupan sehari-hari. pencapaian pembangunan manusia secara umum dapat dilihat dengan menggunakan indeks pembangunan manusia. 3. Melalui IPG perbedaan pencapaian yang menggambarkan kesenjangan pencapaian antara laki-laki dan perempuan dapat terjelaskan. PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 . Namun kenyataannya. Sementara itu. Jaminan persamaan status dan kedudukan ini meliputi partisipasi dalam program pembangunan terutama dalam peningkatan kualitas hidup melalui program-program peningkatan kapabilitas dasar (BPS. pendidikan. pencapaian komponen IPG dan disparitas IPG antar wilayah. Program peningkatan kapabilitas dasar yang dimaksud mencakup berbagai pelayanan dasar kesehatan.menyoroti tentang status perempuan khususnya mengukur prestasi dalam kemampuan dasar. implementasi pada kehidupan sehari-hari khususnya upaya peningkatan kapabilitas dasar penduduk perempuan belum sepenuhnya dapat diwujudkan karena masih kuatnya pengaruh nilai-nilai sosial budaya yang patriarki. Hasil pengurangan antara IPM dengan IPG mengindikasikan adanya kesenjangan pencapaian kapabilitas antara laki-laki dan perempuan. 2003). Pencapaian Pembangunan Gender IPG mengukur hal yang sama seperti IPM hanya komponen yang digunakan dibedakan menurut jenis kelamin. dan kemudahan akses ekonomi yang diberikan pemerintah kepada semua penduduk. Ukuran komposit yang dimaksud adalah Indeks Pembangunan Gender (IPG)1. Pada bab ini akan dibahas mengenai pencapaian pembangunan gender di Indonesia yang mencakup perkembangannya hingga tahun 2011.

1). kemudian naik menjadi 65. Pada tahun 2004 IPG secara nasional telah mencapai 63.dalam pengambilan keputusan di berbagai proses pembangunan. Melalui upaya ini diharapkan peningkatan kapabilitas dasar perempuan akan dapat segera diwujudkan. Namun perlu diperhatikan bahwa peningkatan IPG dalam kurun waktu 2004-2011 tersebut belum memberikan gambaran yang menggembirakan apabila dilihat dari kerangka pencapaian persamaan status dan kedudukan menuju kesetaraan dan keadilan gender. Secara umum pencapaian pembangunan gender di Indonesia dari waktu ke waktu memperlihatkan perkembangan yang semakin membaik. Hal ini dikarenakan pencapaian IPG selama kurun waktu tersebut masih belum mampu mengurangi jarak secara nyata dalam pencapaian kapabilitas dasar antara laki-laki dan perempuan. organisasi perempuan dan lembaga-lembaga lainnya.94.81 pada tahun 2007 dan bergerak naik lagi secara perlahan hingga menjadi 67. dan peningkatan kualitas kelembagaan berbagai instansi pemerintah. Gap antara IPM dengan IPG masih terlihat tetap dan cenderung tidak berubah dari besarannya PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 29 .80 pada tahun 2011. Hal ini dapat diindikasikan dengan adanya peningkatan IPG selama kurun waktu 2004-2011 (Gambar 3. penguatan peran masyarakat.

3 2009 71.59 65. selama kurun waktu 2004-2011 secara nasional IPG selalu menunjukkan posisi lebih rendah dibandingkan IPM. Keberhasilan upaya peningkatan kapabilitas dasar penduduk pada gilirannya akan berdampak pada peningkatan angka IPG. Pada perkembangannya. Indeks Pembangunan Gender (IPG).38 93.27 93. yaitu IPG yang menunjukkan angka lebih rendah dibanding IPM.77 67.Tabel 3. Namun. 2004-2011 Tahun Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indeks Pemberdayaan Gender (IPG) Rasio % 2004 68.0 2010 72.6 2006 70.13 93. Besaran rasio yang diperoleh berdasarkan perbandingan antara IPG terhadap IPM pada kisaran 93 persen. hasil yang dicapai dalam upaya pembangunan kualitas hidup masih tampak kentara yang cenderung menguntungkan kelompok tertentu.1 2007 70.20 93.76 66.1 Perkembangan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).2 Sumber : BPS Harus diakui.77 93.80 93. Hal ini dapat dimaknai bahwa masih terjadi kesenjangan gender meski IPG memperlihatkan perkembangan yang selalu meningkat selama periode 2004-2011 (Tabel 3. Untuk itu. dan Rasio (IPG/IPM).57 65. diperlukan upaya yang lebih serius dalam meningkatkan kapabilitas dasar penduduk baik bagi penduduk laki-laki maupun perempuan melalui berbagai kebijakan pembangunan di berbagai bidang kehidupan sehingga gap yang terjadi antara kapabilitas dasar laki-laki dan perempuan dapat diperkecil jaraknya.27 67.1).17 66.08 65. 30 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 .81 93.2 2008 71.69 63. Fenomena ini tercermin dari indikator komposit yang digunakan untuk menilai kesenjangan gender.0 2011 72.94 93.1 2005 69. upaya pembangunan manusia dalam rangka meningkatkan kualitas hidup selama beberapa dekade telah mengalami kemajuan.

Lebih jauh.70. Pada tahun 2004 AHH perempuan mencapai 69. dalam jangka panjang perbedaan tersebut diperkirakan semakin mengecil sejalan dengan perbaikan pelayanan di bidang kesehatan.69 tahun pada tahun 2011. meningkat menjadi 67.2 memperlihatkan AHH laki-laki dan perempuan selama periode 2004-2011. Tetapi. pendidikan maupun hidup layak selama kurun waktu 2004-2011 terus mengalami peningkatan seiring dengan pelaksanaan program-program pembangunan. Peningkatan AHH perempuan juga diikuti dengan peningkatan AHH laki-laki. Indikator ini sering digunakan untuk mengevalusi kinerja pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan penduduk khususnya di bidang kesehatan. Jika dilihat secara umum terlihat bahwa AHH laki-laki cenderung empat tahun lebih rendah dibanding AHH perempuan. Secara umum pembangunan di bidang kesehatan di Indonesia telah membawa dampak semakin membaiknya kualitas kesehatan penduduk. hanya saja level yang dicapai masih dibawah perempuan yaitu di angka 60-an tahun. Hal ini dapat dilihat dari perkembangan AHH yang meningkat dari waktu ke waktu baik laki-laki maupun PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 31 .3. pada gambar tersebut terlihat pola peningkatan AHH perempuan yang juga diikuti oleh peningkatan AHH laki-laki namun peningkatan kedua AHH tersebut tidak cukup nyata untuk mempersempit gap antara pencapaian AHH perempuan dan laki-laki. Hal ini berarti bahwa kapabilitas dasar perempuan yang terangkum dalam dimensi kesehatan. Gambar 3. Angka Harapan Hidup Angka harapan hidup (AHH) adalah rata-rata perkiraan banyak tahun yang dapat ditempuh oleh seseorang selama hidup. Pada tahun 2004 AHH laki-laki mencapai 65. Pencapaian Komponen Indeks Pembangunan Gender Peningkatan IPG selama kurun waktu 2004-2011 tersebut tentunya akan dipengaruhi oleh peningkatan beberapa komponen IPG itu sendiri.60 tahun.2. kemudian tahun berikutnya meningkat lagi menjadi 71. Dari gambar tersebut terlihat bahwa perkembangan AHH perempuan mengalami peningkatan selama periode 2004-2011.72 tahun pada tahun 2011. Pada subbab ini akan dibahas perkembangan masing-masing komponen IPG.

diabetes dan kanker. Banyak faktor penyebab rendahnya AHH lakilaki dibandingkan AHH perempuan seperti kesehatan. Penuntasan buta huruf dan penurunan angka putus sekolah menjadi program prioritas dalam kebijakan pemerintah baik pusat maupun daerah. stroke. yakni di level 60-an tahun untuk laki-laki berbanding level 70-an tahun untuk perempuan. dan kemampuan bertahan hidup. Tetapi sayangnya. hipertensi.perempuan. beberapa penyakit yang menjadi penyebab utama kematian pada laki-laki adalah penyakit degenerasi seperti jantung. salah satunya mengungkapkan bahwa banyaknya kejadian kematian pada laki-laki umumnya bersifat prematur yang seharusnya dapat dicegah melalui tindakan promosi kesehatan atau pencegahan yang dapat dilakukan sedini mungkin. Angka Melek Huruf & Rata-rata Lama Sekolah Kemajuan di bidang pendidikan memiliki andil yang sangat besar dalam kemajuan pembangunan manusia karena pendidikan membawa dampak positif bagi kualitas manusia. seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa level AHH yang dicapai penduduk laki-laki masih jauh dibawah level AHH yang dicapai perempuan. paru. Selain itu. perilaku. Pembangunan serta revitalisasi gedung-gedung sekolah merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan partisipasi 32 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 . Hasil kajian dari aspek kesehatan.

Indikator pendidikan yang merepresentasikan dimensi pengetahuan baik dalam IPM maupun IPG adalah Angka Melek Huruf (AMH) dan Rata-rata lama Sekolah (MYS). Meski AMH perempuan masih lebih rendah dibanding AMH laki-laki. AMH menggambarkan persentase penduduk umur 15 tahun ke atas yang mampu baca tulis.sekolah secara berkelanjutan. Pada periode 2004-2011 AMH perempuan meningkat hampir 4 persen. Perkembangan AMH baik laki-laki maupun perempuan selama periode 2004-2011 terus meningkat meski peningkatannya berjalan lambat terutama untuk laki-laki. PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 33 . namun suatu hal yang menggembirakan adalah bahwa peningkatan AMH perempuan lebih cepat dibandingkan dengan AMH laki-laki. Hal ini berlaku baik untuk AMH laki-laki maupun perempuan. Pada tahun 2011. sedangkan indikator rata-rata lama sekolah menggambarkan rata-rata jumlah tahun yang dijalani oleh penduduk usia 15 tahun ke atas untuk menempuh semua jenis pendidikan formal. Gambar 3.7 persen. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa peningkatan indikator sosial seperti kesehatan dan pendidikan tidak dapat dilakukan dalam jangka pendek. sementara AMH laki-laki hanya meningkat sekitar 1.3 menyajikan perkembangan Angka Melek Huruf (AMH) laki-laki dan perempuan selama periode 2004-2011.

35 tahun. yang berarti setara dengan kelas 1 SMP. Pola seperti ini berlangsung dari tahun ke tahun selama periode 2004-2011.55 persen.50 pada tahun 2010 menjadi 7.73 persen dan perempuan mencapai 90.34. Fakta tersebut menunjukkan bahwa dalam pembangunan pendidikan di Indonesia masih terjadi ketimpangan kemampuan baca tulis antara laki-laki dan perempuan.45 persen. Salah satu penyebab ketimpangan tersebut adalah belum meratanya akses pendidikan dasar bagi perempuan terutama bagi keluarga dengan kemampuan ekonomi yang sangat terbatas atau keluarga miskin yang jumlahnya masih cukup besar.AMH laki-laki mencapai 95.27 persen. untuk angka rata-rata lama sekolah penduduk laki-laki -pun secara umum lebih lebih tinggi pada kisaran 1 tahun dibandingkan rata-rata lama sekolah penduduk perempuan (Gambar 3.4). Perbedaan pencapaian rata-rata lama 34 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 . Seperti halnya dengan komposisi angka melek huruf penduduk. Sedangkan MYS perempuan meningkat dari 7. Artinya pada tahun 2010-2011 secara umum pendidikan penduduk lakilaki di Indonesia yang dijalani setara dengan kelas 2 SMP. sedangkan laki-laki hanya 4. Hal ini berarti bahwa penduduk perempuan usia 15 tahun ke atas yang buta huruf mencapai 9. naik dari tahun sebelumnya yang sebesar 8. Pada tahun 2011 MYS laki-laki mencapai 8.54 pada tahun 2011.

Rendahnya proporsi angkatan kerja perempuan tersebut tentunya akan sangat berpengaruh terhadap sumbangan pendapatannya.5 menyajikan perkembangan sumbangan pendapatan dalam pekerjaan di sektor non pertanian baik lakilaki maupun perempuan secara nasional. Hal ini dikarenakan adanya penyesuaian upah nominal yang diterima pekerja sebagai dampak dari biaya PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 35 . Sumbangan Pendapatan Gambar 3. Faktor upah. Tahun 2011 sumbangan pendapatan perempuan mencapai 34. Sumbangan pendapatan ini terkait dengan dua faktor yang memengaruhinya. hanya pada tahun 2008 pernah mengalami penyempitan gap.16 persen naik dari tahun 2010 yang mencapai 33. secara nominal setiap tahun selalu mengalami peningkatan baik yang diterima pekerja laki-laki maupun perempuan. Berdasarkan data Sakernas. yaitu faktor angkatan kerja dan upah yang diterima. angkatan kerja perempuan di Indonesia masih sekitar 38–39 persen dari seluruh angkatan kerja.66 persen dari tahun sebelumnya.50 persen. Pada tahun 2011.sekolah antara laki-laki dan perempuan hampir tidak mengalami perubahan selama kurun waktu tersebut. sumbangan pendapatan perempuan dalam pekerjaan di sektor non pertanian mengalami peningkatan sebesar 0.

pekerja laki-laki lebih banyak bekerja di sektor padat modal. dan status pekerjaannya sebagai buruh/karyawan dan pekerja tidak dibayar. Disini.kebutuhan hidup yang selalu mengalami kenaikan agar kemampuan daya beli masyarakat tetap terjaga. Hal ini memberikan gambaran bahwa dalam dunia kerja ternyata masih terdapat perbedaan jumlah upah yang diterima antara laki-laki dan perempuan. Kategori pekerjaan seperti ini pada umumnya mempunyai produktivitas yang rendah dan upah yang dibayarkan relatif kecil. rata-rata upah perempuan non-pertanian di Indonesia mencapai 1. Sedangkan jenis pekerjaan yang dilakukan perempuan sebagai tenaga usaha perdagangan. Kecenderungan pendidikan perempuan lebih rendah dibanding pendidikan laki-laki jelas berpengaruh pada perbedaan upah yang diterima antara laki-laki dan perempuan. 36 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 . Berdasarkan data Sakernas sebagian besar pekerja perempuan bekerja di sektor jasa yang umumnya di perdagangan.300 rupiah per bulan. sebagai tenaga profesional. Pada penghitungan IPG. Nilai upah ini masih lebih rendah dibanding upah yang diterima laki-laki mencapai 1. Penduduk perempuan menerima upah jauh lebih rendah dibanding laki-laki. Sementara itu. dan status pekerjaan. teknisi dan kepemimpinan dengan upah yang diterima relatif besar. Semakin besar jarak (gap) upah yang diterima antara laki-laki dan perempuan menyebabkan angka IPG makin kecil. Banyak faktor yang diduga sebagai penyebab adanya perbedaan upah yang diterima laki-laki dan perempuan.600 rupiah per bulan. perbedaan yang mendasar tersebut menyebabkan gap upah yang diterima pekerja laki-laki dan perempuan. dan jasa kemasyarakatan. Tahun 2010. jenis pekerjaan. 2 Semakin besar jarak (gap) upah yang diterima antara laki-laki dan perempuan menyebabkan angka IPG makin kecil. Perbedaan upah yang diterima antara laki-laki dan perempuan berpengaruh terhadap IPG2. Faktor lain juga erat kaitannya dengan faktor lapangan pekerjaan.292. sosial dan perorangan. Salah satu faktor yang berpengaruh pada perbedaan tingkat upah adalah tingkat pendidikan. komponen upah menggunakan data upah buruh di sektor non-pertanian.593.

15 Tertinggi Terendah Sumber : BPS PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 37 . Hal ini dapat memberikan gambaran bahwa persoalan kesenjangan gender masih terjadi di semua provinsi.75 65.07 80.07 95.69 95.33 96. Babel 73.3.32 73.37 11.93 2.42 Papua 65.43 13.05 10.97 Maluku 71. Disparitas Pembangunan Pembangunan Gender (IPG).87 67.09 Papua Barat 69.65 59. dapat ditunjukkan melalui besaran angka IPG yang lebih rendah dibanding angka IPM di semua provinsi. Tabel 3.28 4. Fenomena ini.24 85. Bangka Belitung (Babel).2).82 57.66 D I Yogyakarta 76. Papua. dan Kalimantan Timur (Kaltim). Yogyakarta. Manusia (IPM) dan Adanya perbedaan pencapaian kapabilitas dasar antara laki -laki dan perempuan (baca: kesenjangan gender) yang terjadi di tingkat nasional.79 82. Papua Barat. maka terdapat lima provinsi masuk dalam kategori urutan tertinggi dan terendah (Tabel 3.67 81.01 94. tampaknya juga terjadi di tingkat provinsi.58 Gorontalo 70. DI. dan Maluku.2 Kode Provinsi Dengan Peringkat Tertinggi dan Terendah Berdasarkan Rasio IPG terhadap IPM. DKI Jakarta.69 85. Sedangkan provinsi dengan urutan terendah secara berurutan adalah Kepulauan Riau (Keppri).76 94. Kep. 2011 Provinsi IPM 2011 IPG 2011 Rasio Selisih NTT 67.43 2.12 15. Gorontalo.97 74.11 Kepulauan Riau 75.22 61.75 3.36 62.91 3.86 12.78 64.3.37 60. Berdasarkan besaran rasio IPG terhadap IPM. Lima provinsi yang masuk kategori urutan tertinggi berturut-turut adalah Nusa Tenggara Timur (NTT).25 DKI Jakarta 77.41 Kep.15 Kalimantan Timur 76.

Provinsi Maluku merupakan provinsi dengan IPM relatif tinggi. Jika dikaji lebih jauh. yang membuat angka IPG NTT mendekati angka IPM utamanya disebabkan oleh besaran sumbangan pendapatan penduduk perempuan terhadap total pendapatan. dengan besaran rasio tertinggi di sekitar 96.43 persen dengan selisih 2.87 pada 2011. Hal ini berarti walaupun terdapat kesenjangan gender di NTT namun dengan perbedaannya relatif kecil. Namun tingginya IPM di Provinsi Maluku ternyata tidak diikuti oleh pencapaian IPG tinggi pula. Sumbangan pendapatan ini dihitung dari upah buruh yang bekerja di semua sektor kecuali sektor pertanian3.42 satuan pada tahun 2011. Kecilnya gap pencapaian IPM dan IPG di Provinsi NTT memberikan petunjuk bahwa pencapaian kapabilitas dasar antara laki-laki dan perempuan di NTT pada tahun 2011 relatif tidak jauh berbeda.Lihat lampiran pada tatacara penghitungan sumbangan pendapatan. Selain itu sumbangan pendapatan perempuan yang diduga Lihat pada tatacara penghitungan sumbangan pendapatan. yaitu hanya sekitar 67. Sementara itu. 3 38 Provinsi NTT merupakan provinsi yang memiliki gap IPM dan IPG yang paling kecil dibandingkan provinsi lainnya.76. yaitu sekitar 71. pada kasus Provinsi Maluku sedikit berbeda dibandingkan NTT. Hal ini dapat dimaknai bahwa keberhasilan pembangunan kualitas hidup yang diukur melalui IPM di Provinsi Maluku kemajuannya hanya didorong oleh keberhasilan peningkatan kapabilitas dasar penduduk laki-laki. PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 .

mampu mengungkit peningkatan IPG di Provinsi Maluku. Jadi. Pada tahun 2011.07. Papua Barat. mengharapkan peningkatan IPG dari sektor kesehatan dan pendidikan kemungkinannya sangat kecil. Sementara. Besaran 35 persen sumbangan pendapatan penduduk perempuan. lima provinsi urutan terendah juga mempunyai persoalan yang sama. fenomena tingginya IPM pada suatu daerah. Meskipun capaian IPG di lima besar provinsi ini relatif rendah. Sementara itu untuk capaian IPM yang tinggi di Kalimantan Timur tidak diikuti oleh tingginya IPG. ternyata hanya menyumbang rata-rata sekitar 35 persen dari seluruh total pendapatan.6). Tidak berbeda dengan lima provinsi urutan tertinggi. namun pembangunannya cukup berhasil dan termasuk dalam kelompok menengah atas (kecuali Papua Barat). ternyata tidak mampu meningkatkan nilai IPG Provinsi Maluku. Babel. PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 39 . Gorontalo. dan Kaltim) berkisar antara 20-27 persen (Gambar 3. Besaran sumbangan pendapatan perempuan di lima provinsi urutan terendah (Riau. tampaknya tidak selalu berbanding lurus dengan peningkatan IPG. Rendahnya IPG pada lima provinsi dengan urutan terendah disebabkan kecilnya sumbangan pendapatan perempuan terhadap total pendapatan. IPM Kaltim sebesar 76.22 berada di urutan ke-5 sementara IPG hanya sebesar 61.

Sulawesi Utara.Yogyakarta. salah satunya terkait dengan kondisi alamnya dan kondisi Infrastruktur di bagian pedalaman yang sangat buruk sehingga tercipta daerahdaerah kantong yang terisolasi (BPS. Tingginya pencapaian IPM tidak selalu berbanding lurus dengan pencapaian IPG. Meskipun demikian. Disparitas antara IPM dan IPJ tahun 2011 secara lengkap untuk seluruh provinsi disajikan pada Gambar 3. Sumatera Barat. 2001). DI.4 Disparitas Pencapaian Pembangunan Gender Antar Wilayah Pembangunan nasional seyogianya merupakan pembangunan merata di seluruh wilayah Indonesia. Bengkulu. Delapan provinsi tersebut berturut-turut adalah DKI Jakarta. Gambar 3. Sumatera Utara. Capaian IPG Provinsi Gambaran lebih lengkap mengenai tingkat pencapaian pembangunan gender sebagai dampak dari kegiatan pembangunan di suatu provinsi dapat dilihat dari angka IPG provinsi. Akibatnya. kualitas sumber daya di wilayah timur Indonesia jauh tertinggal dibandingkan sumber daya manusia di wilayah bagian barat Indonesia. jika dilihat dari perkembangannya pencapaian IPG untuk seluruh 40 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 . Kalimantan Tengah. Pada subbab ini akan mengulas lebih jauh tentang kesenjangan pembangunan gender antarwilayah di Indonesia. 3. tetapi salah satu masalah pembangunan di Indonesia adalah kesenjangan pembangunan antar wilayah. Pada gambar tersebut menunjukkan bahwa pencapaian IPG delapan provinsi melebihi rata-rata IPG nasional. Banyak faktor yang menyebabkan ketertinggalan pembangunan di wilayah bagian timur Indonesia.8 menyajikan pencapaian IPG setiap provinsi pada tahun 2011. Wilayah bagian barat Indonesia cenderung mengalami pembangunan yang lebih pesat dibandingkan wilayah bagian timur Indonesia. contohnya Kaltim.Berdasarkan skala internasional besaran IPM di level 70-an termasuk kategori status pembangunan menengah atas (66 £ IPM < 80). Ketertinggalan pembangunan di wilayah timur bagian Indonesia menyebabkan terjadinya kesenjangan antarwilayah yang tercermin dari hasil pencapaian pembangunan gender. dan Bali.7.

setahun kemudian IPG Indonesia meningkat sebesar 0. Peningkatan IPG ini menunjukkan indikasi keberhasilan dalam pembangunan gender.provinsi menunjukkan peningkatan. tetapi masih perlu upaya lebih kuat lagi untuk meningkatkan kapabilitas perempuan mengingat kesenjangan gender masih terjadi di semua provinsi.80. pada tahun 2010 IPG Indonesia mencapai 67.20.60 poin menjadi 67. bila dibandingkan PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 41 . Hal ini berarti bahwa pembangunan gender di semua provinsi telah menunjukkan kemajuan. Namun demikian. Secara nasional.

DI Yogyakarta.01 DI Yogyakarta 72.02).55 Sumber : BPS Tabel 3. 2010-2011 2010 IPG 2011 IPG DKI Jakarta 73.dengan IPM (72. provinsi dengan pencapaian IPG terendah pada dua tahun terakhir ini diraih oleh lima provinsi yang sama.31 poin.80 Sumatera Barat 68.35.33 poin (tertinggi DKI Jakarta dengan IPG sebesar 73. sedangkan IPG terendah sebesar 56.34 Kalimantan Tengah 69.01 meningkat dibanding tahun 2010 yang mencatat angka 73.32 Kalimantan Tengah 69.3 menyajikan 5 (lima) provinsi yang mencatat kemajuan pesat selama tahun 2010-2011. Sumatera Utara.80). Pencapaian IPG tertinggi tahun 2011 diraih oleh DKI Jakarta dengan nilai 74. 42 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 . maka menyisakan kesenjangan. keberhasilan tersebut masih Di tingkat provinsi pencapaian IPG relatif bervariasi.07 Sumatera Utara 69. dan Sumatera Barat (69.3 Provinsi dengan IPG Tertinggi.27).51 DI Yogyakarta 73. dan Sumatera Barat. IPG tertinggi tercatat di DKI Jakarta yang mencapai angka 74. Tabel 3.70 diraih oleh NTB. Pada tahun 2011. Kalimantan Tengah (69. Sementara itu. Jarak yang ditimbulkan oleh perbedaan pencapaian IPG tertinggi dan terendah tersebut menurun dibandingkan tahun 2010.07).34). Berikutnya disusul oleh DI Yogyakarta (73.55).35 dan terendah NTB dengan IPG sebesar 56. Provinsi yang menempati urutan lima besar selama dua tahun terakhir ditempati oleh DKI Jakarta. Kalimantan Tengah. Hal ini berarti bahwa disparitas pembangunan gender di tingkat provinsi pada tahun 2011 sedikit menurun dibandingkan dengan tahun sebelumnya.63 Sumatera Utara 70.01.50 Sumatera Barat 69. Perbedaan pencapaian IPG tertinggi dan IPG terendah sekitar 17. Dengan demikian perbedaan pencapaian IPG tertinggi dengan IPG terendah sekitar 17.35 DKI Jakarta 74. Sumatera Utara (70.

70.18 Kota Salatiga 74. BANGKA BELITUNG 60. BANGKA BELITUNG 60.67 NUSA TENGGARA BARAT 56.60 Karo 75. 2010-2011 2010 IPG 2011 IPG KALIMANTAN TIMUR 60.4 Provinsi dengan IPG Terendah.78 Sleman 74.70 Sumber : BPS Provinsi yang menduduki peringkat IPG lima terendah adalah Kalimantan Timur. Kep.21 Karo 74.02 NUSA TENGGARA BARAT 56. Bangka Belitung. Gorontalo dan Nusa Tenggara Barat (NTB).37 KALIMANTAN TIMUR 61.16 Kota Denpasar 76. 2010-2011 2010 IPG 2011 IPG Kota Yogyakarta 77. Papua Barat.06 Kota Denpasar 76.02 dan 56.24 GORONTALO 56.55 Barito Utara 74.56 Kota Yogyakarta 77.77 Sumber : BPS PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 43 .07 KEP.87 PAPUA BARAT 59.47 Kota Surakarta 75.68 Kota Surakarta 76.36 KEP.01 Kota Ambon 76.17 Tapanuli Utara 74.98 GORONTALO 57.Tabel 3.79 PAPUA BARAT 58.55 Kota Padang Panjang 77. Nusa Tenggara Barat (NTB) menduduki peringkat terendah baik pada tahun 2010 maupun 2011 dengan nilai IPG berturut-turut sebesar 56.49 Kota Ambon 76. Capaian IPG Kabupaten/Kota Perkembangan pencapaian IPG kabupaten/kota selama tahun 2010-2011 secara umum mengalami peningkatan. Dari 10 (sepuluh) kabupaten/kota yang menduduki posisi sepuluh IPG Tabel 3.92 Kota Padang Panjang 76.5 Kabupaten/Kota dengan IPG Tertinggi.91 Kota Jakarta Pusat 74.37 Toba Samosir 74.13 Barito Utara 74.78 Toba Samosir 75.

63 Intan Jaya 46.37 Sumber : BPS 44 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 IPG . Kota Ambon. Kota Ambon (76.92 pada tahun 2011.37 Asmat 48.47).84 Boven Digoel 46.54 Intan Jaya 46.69 Boven Digoel 47. yaitu Kota Yogyakarta (77. Barito Utara.86 Lombok Utara 47. tidak ada pergeseran urutan kabupaten/kota posisi lima besar. Dilain pihak. 2010-2011 2010 IPG 2011 Mamberamo Tengah 48. Urutan pertama sampai kelima masih ditempati kabupaten/kota lima besar di tahun 2010. Kota dengan IPG tertinggi baik pada tahun 2010 maupun 2011 diduduki oleh kota Yogyakarta dengan nilai IPG sebesar 77.21 Nduga 47.49).10 Lombok Utara 46.76 Dogiyai 45.56 pada tahun 2010 dan 77.87 Deiyai 42. Dua kabupaten/kota lainnya yang pada tahun 2010 berada pada posisi 10 besar. dan Kota Surakarta (76.58 Sumbawa Barat 48.37). Baik pada tahun 2010 maupun 2011.92).17 Puncak 45. yaitu Jakarta Pusat dan Kab.tertinggi di tahun 2010 ternyata hanya 8 (delapan) kabupaten/ kota yang mampu bertahan di posisi 10 besar pada tahun 2011.70 Deiyai 43. Sebagian besar kabupaten/kota tersebut berasal Tabel 3.11 Sumbawa Barat 47. Sedangkan untuk urutan sepuluh kabupaten/kota dengan IPG terendah terlihat mengalami perubahan posisi yang umumnya disebabkan oleh pembentukan kabupaten baru (pemekaran).01 Mamberamo Tengah 48.16).29 Dogiyai 46. dan Kab. sebagian besar kabupaten/kota tersebut berasal dari wilayah bagian barat dan hanya tiga kabupaten/kota yang berasal dari wilayah timur yaitu Kota Denpasar.56 Nduga 48. Kota Padang Panjang (77.19 Asmat 47.55 Puncak 45. Kota Denpasar (76. Sleman ternyata harus digantikan posisinya oleh kota Salatiga dan Kabupaten Tapanuli Utara.6 Kabupaten/Kota dengan IPG Terendah.

Boven Digoel dan enam kabupaten baru/ pemekaran yaitu Mamberamo Tengah. Puncak. Pada tahun 2010. Nduga. Intan Jaya. Hal ini menunjukkan adanya disparitas pembangunan dimana pembangunan di wilayah bagian timur Indonesia masih tertinggal jauh dibandingkan provinsi atau kabupaten/kota di bagian barat Indonesia PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 45 . Delapan kabupaten/kota lainnya berasal dari Papua. dan Deiyai. diantaranya Kabupaten Asmat. Dogiyai. posisi sepuluh kabupaten/kota dengan IPG terendah didominasi oleh kabupaten/kota dari Provinsi Papua dan sebagian dari Nusa Tenggara Barat. Kabupaten Sumbawa Barat dan Lombok Utara merupakan dua kabupaten dari Nusa Tenggara Barat yang menduduki posisi sepuluh terendah.dari wilayah bagian timur dan memiliki IPG yang rendah.

.

4 Pencapaian Pemberdayaan Gender .

.

Besaran angka IPM semata tidak dapat menjelaskan seberapa besar perbedaan (gap) pencapaian kualitas hidup perempuan dan laki-laki yang diukur melalui gabungan indikator kesehatan. Sedangkan IDG dapat menggambarkan perbedaan peranan antara perempuan dan laki-laki dari pencapaian kapabilitas berdasarkan status dan kedudukan perempuan dibandingkan dengan laki-laki. perbedaan pencapaian yang menggambarkan kesenjangan pencapaian antara laki-laki dan perempuan dapat terjelaskan. UNDP juga mengenalkan ukuran komposit lainnya terkait dengan gender. kesempatan berpartisipasi. Stereotip perempuan sebagai makhluk yang lemah dan hanya berkutat pada urusan rumah tangga saja lambat laun semakin memudar. pendidikan dan daya beli. Pencapaian pembangunan manusia secara kuantitatif dapat dilihat dari besaran IPM. Kedua ukuran ini. Selain IPG. diharapkan mampu memberikan penjelasan tentang kesetaraan dan keadilan gender yang dicapai melalui berbagai programprogram pembangunan.PENCAPAIAN PEMBERDAYAAN GENDER 4 S ebagaimana dijelaskan pada bab sebelumnya. Hal ini didukung oleh semakin terbukanya peluang perempuan untuk berpartispasi di berbagai bidang PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 49 . Melalui IPG (Indeks Pembangunan Gender). yakni dengan mengurangkan nilai IPM dengan IPG. yakni Indeks Pemberdayaan Gender (IDG) yang digunakan untuk mengukur persamaan peranan antara perempuan dan laki-laki dalam pengambilan keputusan di bidang politik maupun di bidang manajerial. Indeks Pembangunan Gender (IPG) merupakan ukuran yang mencerminkan terwujudnya Kesetaraan dan Keadilan Gender (KKG) yang ditandai dengan tidak adanya diskriminasi antara perempuan dan laki-laki dalam memperoleh akses. dan kontrol atas pembangunan serta memperoleh manfaat yang setara dan adil dari pembangunan.

Undang-undang telah mengatur persamaan hak dan kewajiban bagi setiap warga Negara baik laki-laki maupun perempuan untuk menjalankan perannya di berbagai bidang kehidupan. manajer. pemerintah terus berupaya mendorong keterlibatan perempuan dalam pembagunan melalui peningkatan kapabilitas dasar SDM. Hasilnya 50 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 . Namun demikian. Untuk mengkaji lebih jauh peranan perempuan dalam pengambilan keputusan. Keseriusan pemerintah dalam mengupayakan peningkatan kapabilitas perempuan untuk tercapainya kesetaraan gender ditandai dengan dibentuknya Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPP & PA). maka dapat digunakan indeks pemberdayaan gender (IDG). dan sumbangan pendapatan. perempuan masih mengalami ketertinggalan dibandingkan dengan laki-laki pada bidang-bidang seperti pendidikan. Tidak ada satu katapun dalam pasal-pasal UUD 1945 yang bersifat diskriminatif terhadap perempuan. maupun pengambilan keputusan. IDG dibentuk berdasarkan tiga komponen. Secara kuantitas banyak perempuan telah menduduki jabatan strategis yang memungkinkan perempuan dapat berperan sebagai pengambil keputusan. Tugas pokok KPP dan PA mengurusi tentang berbagai hal yang berhubungan dengan pemberdayaan perempuan. ketenagakerjaan.pembangunan. Besaran nilai indikator yang terekam dari kegiatan pengumpulan data (survey) merupakan hasil akumulasi dari berbagai kebijakan baik bersifat langsung maupun tidak langsung dari programprogram pembangunan yang telah dilaksanakan. Sebenarnya peranan perempuan untuk berpartisipasi di berbagai bidang pembangunan telah diakui dan dihargai. perempuan sebagai tenaga profesional. administrasi. Dengan demikian. Upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah untuk mendorong kesetaraan gender di berbagai bidang kehidupan sudah mulai tampak hasilnya. arah dan perubahan IDG sangat dipengaruhi oleh ketiga komponen pembentuk IDG. Pada kenyataannya. Namun dari aspek kualitas masih banyak hal yang perlu ditingkatkan. Namun keadaan ini terlihat lebih menonjol hanya di daerah perkotaan yang sarat dengan kemajuan di berbagai bidang. dan teknisi. yaitu keterwakilan perempuan dalam parlemen.

Persamaan peranan dalam hal ini seperti partisipasi dalam proses pengambilan keputusan di bidang politik maupun penyelenggaraan pemerintahan. Perkembangan Pemberdayaan Gender Kesetaraan dan keadilan gender bisa dimaknai sebagai suatu kondisi dimana porsi dan siklus sosial perempuan dan lakilaki setara. serasi. kehidupan ekonomi dan PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 51 .menggambarkan kondisi terkini (riil) perempuan sehubungan dengan peranannya dalam pengambilan keputusan di berbagai bidang kehidupan. dan disparitas IDG. pencapaian komponen IDG. tetapi bisa juga bermakna pada persoalan persamaan peranan. Ketiga pokok bahasan ini diharapkan mampu memberikan gambaran pencapaian peranan perempuan secara umum dalam pengambilan keputusan.1. dan disparitas peranan perempuan antarwilayah/daerah. 4. seimbang dan harmonis. tanpa ada salah satu kelompok yang merasa dirugikan atau di-marginalkan. Pada bab ini pencapaian pemberdayaan gender akan dibagi ke dalam 3 (tiga) pokok bahasan. yaitu perkembangan pembangunan gender (IDG). komponen/indikator yang berkontribusi terhadap capaian peranan perempuan. Kesetaraan gender tidak hanya merujuk pada persoalan persamaan status dan kedudukan antara laki-laki dan perempuan.

pembangunan manusia telah memberikan kesempatan kepada semua penduduk tidak terkecuali. Pencapaian Komponen IDG Berdasarkan gambar 4. Pertama. maka perlu mengkaji setiap komponen IDG. yaitu sebesar 69. maupun dalam perekonomian.14. Masih relatif rendahnya capaian perempuan jika dibandingkan laki-laki bisa disebabkan oleh dua hal. Hal ini terjadi di semua komponen baik dalam partisipasi politik. khususnya kontribusi perempuan dalam pendapatan rumah tangga.sosial. Perkembangan IDG sejak tahun 2004 hingga tahun 2011 terus menunjukkan peningkatan. Untuk mengetahui lebih jauh peranan perempuan dalam pengambilan keputusan. IDG Indonesia terus meningkat hingga pada tahun 2011 nilainya hampir mencapai level 70-an. Namun dalam kurun waktu 7 tahun. IDG Indonesia masih berada pada level 50-an yaitu sebesar 59. tetapi kesempatan ini tidak digunakan secara optimal oleh kelompok lain (dalam hal ini perempuan). Untuk melihat sejauh mana perbedaan capaian antara laki-laki dan perempuan. secara umum capaian komponen IDG pada tahun 2011 untuk perempuan masih lebih rendah dari laki-laki. perempuan diposisikan memiliki peranan yang strategis. 4. Pada tahun 2004. 2006). dan yang kedua.2. akan dibahas dalam uraian berikut ini. 52 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 . sehingga terkesan bahwa perempuan selalu termarginalkan (BPS.70. pengambilan keputusan. Unsur-unsur persamaan peranan tersebut merupakan komponen yang tercakup dalam penghitungan indeks pemberdayaan gender (IDG).2. IDG merupakan ukuran komposit yang dapat digunakan untuk mengkaji sejauh mana persamaan peranan perempuan dalam proses pengambilan keputusan serta kontribusi dalam aspek ekonomi maupun sosial. bahwa pembangunan yang selama ini dilakukan lebih banyak menguntungkan laki-laki. Hal ini bisa diartikan bahwa peran serta perempuan dalam pengambilan keputusan dan kegiatan ekonomi semakin menunjukkan arah yang lebih baik. Seperti yang telah dikemukakan sebelumnya. Dengan demikian pemberdayaan dalam konteks ini.

Keterwakilan perempuan dalam parlemen masih relatif kecil yaitu hanya sebesar 17. PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 53 . Apabila kuota perempuan yang telah diatur dalam UU tersebut mampu dicapai secara optimal.12 Tahun 2003.82 persen.Keterwakilan Perempuan di Parlemen Upaya pemerintah dalam meningkatkan kapabilitas penduduknya masih meninggalkan persoalan yaitu masih terjadinya ketimpangan aksesibilitas antara laki-laki perempuan. Meskipun belum mencapai kuota sesuai UU. Ketimpangan ini ternyata terjadi pula dalam bidang politik. keterwakilan perempuan di parlemen menunjukkan peningkatan yang cukup menggembirakan. Nilai ini masih dibawah kuota yang diatur dalam UU No. tentu akan membawa dampak yang positif dalam pemberdayaan perempuan mangingat kebijakan-kebijakan yang dibuat akan lebih memperhatikan isuisu gender. tetapi jika dibandingkan dengan hasil pemilu 2004 yang hanya mencapai 65 kursi dari 550 kursi yang ada di DPR atau sekitar 11.49 persen. yang menyebutkan bahwa kuota perempuan untuk dapat berpartisipasi dalam politik sekitar 30 persen. Pada uraian sebelumnya telah dipaparkan bahwa pencapaian perempuan dalam bidang pendidikan dan ketenagakerjaan relatif masih tertinggal dari pencapaian laki-laki.

Tabel 4. profesional.13 1987 441 59 500 11. Keterlibatan perempuan di posisi ini memberikan gambaran kemajuan terhadap peranan perempuan. anggota DPR perempuan sejak tahun 1955 relatif menunjukkan peningkatan.40 1997 442 58 500 11. kepemimpinan. Persentase tertinggi terjadi pada saat pemilu 2009. Tenaga Manager. Meskipun masih cukup jauh dari kuota yang ditetapkan dalam UU. tetapi dari tren yang menunjukkan peningkatan maka pemberdayaan perempuan khususnya dalam bidang politik mengindikasikan arah yang positif.80 1992 438 62 500 12.74 1977 423 37 460 8.04 1982 418 42 460 9. kehidupan ekonomi dan sosial. Administrasi. dan Teknisi Indikator lain yang juga digunakan dalam mengukur indeks komposit IDG yaitu persentase perempuan sebagai tenaga manager.88 1971 429 31 460 6. mengingat selama ini perempuan hanya dipandang sebagai makhluk berurusan dengan pekerjaan rumah tangga. dan teknisi.80 2004 485 65 550 11.1 Perkembangan Jumlah Anggota DPR RI. Padahal perempuan memiliki potensi yang sama baiknya dengan laki-laki. Indikator ini menunjukkan peranan perempuan dalam pengambilan keputusan di bidang penyelenggaraan pemerintahan. Profesional. hanya perempuan kurang memiliki kesempatan karena terbentur oleh persoalan budaya serta kodrat yang melekat terkait dengan 54 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 .60 1999 456 44 500 8.82 2009 460 100 560 17. 1955-2009 Pemilu Laki-laki Perempuan Jumlah Pesentase 1955 256 16 272 5.86 Sumber : Statistik Indonesia 2011 Jika dilihat perkembangannya baik dari segi jumlah maupun persentase.

serta teknisi.73 persen dari capaian 2010 dan 0. karena capaian pada tahun 2004 masih sebesar 38. swasta. meningkat sebesar 1. Hanya sayangnya. administrasi. 2003). Jika dilihat dari struktur penduduk dalam ketenagakerjaan terlihat bahwa tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 55 .75 persen. komponen ini juga masih menunjukkan bahwa capaian perempuan lebih rendah dari laki-laki. Meningkatnya persentase perempuan sebagai tenaga profesional menandakan bahwa keterlibatan perempuan dalam mengambil keputusan dan berpartisipasi dalam perekonomian semakin bisa disejajarkan dengan laki-laki.27 persen dari capaian tahun 2009. mengingat masih terbatasnya perempuan sebagai tenaga profesional. meskipun cukup berfluktuasi. keterlibatan perempuan dalam pengambilan keputusan di bidang penyelenggaraan pemerintahan. Persentase perempuan sebagai tenaga profesional pada 2011 mengalami peningkatan setelah tahun lalu sempat menurun. dan organisasi sosial lainnya sangat kecil. capaian perempuan saat ini dalam pengambilan keputusan dan perekonomian menunjukkan peningkatan yang signifikan.3. Tak jauh berbeda dengan komponen sebelumnya.fungsi-fungsi reproduksi (Parawansa. Jika melihat pada pola grafik 4. kepemimpinan/managerial. Capaian tahun 2011 sebesar 45.16 persen.

63 persen. Namun meskipun perlahan. Peningkatan TPAK menandakan bahwa semakin besarnya persentase penduduk usia 15 tahun ke atas yang termasuk ke dalam angkatan kerja. tampak bahwa persentase PNS perempuan sejak 2007 hingga 2011 relatif tidak tertinggal jauh dari laki-laki.menunjukkan tren yang terus meningkat. seharusnya diiringi dengan peningkatan lapangan pekerjaan yang tidak bias gender sehingga mampu menyerap angkatan kerja tanpa ada diskriminasi gender. Semakin meningkatnya persentase angkatan kerja perempuan.34 persen pada tahun 2011. 56 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 . persentase angkatan kerja perempuan meningkat tiap tahunnya.23 persen. dan menjadi 68.4 bisa diartikan bahwa penerimaan pegawai negeri sipil relatif tidak terjadi diskriminasi gender melihat hampir setaranya persentase PNS laki-laki dan perempuan. Berdasarkan data pada gambar 4.72 persen pada tahun 2010. Jika dilihat dari komposisi angkatan kerja. meningkat menjadi 67. sementara persentase tertinggi terjadi pada tahun 2011 yang mencapai 47. Persentase angkatan kerja perempuan masih berkisar pada angka 38 persen.16 persen. Persentase terendah terjadi pada tahun 2009 sebesar 43. Pada tahun 2009 TPAK Indonesia sebesar 67. tampak bahwa masih didominasi oleh laki-laki. sementara laki-laki berkisar pada angka 61 persen. Pada formasi pegawai negeri sipil (PNS).

09 persen. Untuk itu masih diperlukan upaya lebih serius dari berbagai pihak terutama penentu kebijakan dalam rangka mendorong perempuan lebih PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 57 . Namun masih terdapat persoalan lain. yaitu jika melihat persentase pejabat struktural PNS yang dipilah menurut jenis kelamin.6 tampak bahwa laki-laki masih mendominasi jabatan struktural dengan persentase sebesar 75.Persentase PNS laki-laki dan perempuan yang tidak terlalu timpang bisa dikatakan sebagai sebuah langkah yang cukup positif dalam menuju keadilan dan kesetaraan gender.91 persen. Sementara persentase pejabat struktural perempuan hanya sebesar 24. Hal ini menunjukkan bahwa peran perempuan dalam pengambilan keputusan masih relatif kecil. Berdasarkan gambar 4.

3. Peningkatan nilai indeks tersebut mencerminkan adanya peningkatan persamaan peranan perempuan dan laki-laki secara nasional dalam pengambilan keputusan di bidang politik maupun bidang manajerial. 2001). Indeks Pemberdayaan Gender di tingkat provinsi memberikan gambaran lengkap pencapaian persamaan peranan perempuan dan laki-laki sebagai dampak dari kegiatan 58 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 .14. Banyak faktor yang menyebabkan ketertinggalan pembangunan di wilayah bagian timur Indonesia. tetapi salah satu masalah pembangunan di Indonesia adalah kesenjangan pembangunan antar wilayah. Akibatnya.15 dan setahun kemudian meningkat 0. salah satunya terkait dengan kondisi alamnya dan kondisi Infrastruktur di bagian pedalaman yang sangat buruk sehingga tercipta daerahdaerah kantong yang terisolasi (BPS. Disparitas IDG Pembangunan nasional seyogianya merupakan pembangunan merata di seluruh wilayah Indonesia. peningkatan nilai IDG nasional tersebut masih menunjukkan kesenjangan yang relatif besar antarwilayah di tingkat provinsi.maju dalam mencapai kapabilitas yang optimum sehingga dapat berpeluang menduduki jabatan-jabatan strategis. Capaian IDG Provinsi Indeks Pemberdayaan Gender secara nasional pada tahun 2010 sebesar 68. kualitas sumber daya di wilayah timur Indonesia jauh tertinggal dibandingkan sumber daya manusia di wilayah bagian barat Indonesia. 4. Ketertinggalan pembangunan di wilayah bagian timur Indonesia menyebabkan terjadinya kesenjangan capaian pembangunan di berbagai bidang kehidupan antarwilayah.99 poin menjadi 69. Pada subbab ini akan mengulas lebih jauh tentang kesenjangan pemberdayaan gender antarwilayah di Indonesia. Kesenjangan pemberdayaan gender antar wilayah masih menjadi fenomena yang perlu mendapat perhatian khusus dari pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Wilayah bagian barat Indonesia cenderung mengalami pembangunan yang lebih pesat dibandingkan wilayah bagian timur Indonesia. Namun demikian.

9). Sedangkan pencapaian IDG pada tahun 2011 yang melebihi rata-rata IDG nasional hanya terjadi di lima provinsi. Papua Barat (turun 0. Aceh (turun 1.34). DI Yogyakarta. Pada gambar tersebut menunjukkan bahwa pencapaian IDG enam provinsi melebihi rata-rata IDG nasional. jika dilihat dari perkembangannya pencapaian IDG pada periode 2010-2011terlihat bahwa ada empat provinsi menunjukkan penurunan.pembangunan di suatu provinsi.44). Pada periode 2010-2011.8. PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 59 . Sumatera Utara. Kalimantan Tengah. Hal ini mengindikasikan bahwa pembangunan gender di beberapa provinsi menunjukkan kemunduran. provinsi Sulawesi Utara mengalami penurunan pencapaian nilai IDG (turun 2. Perkembangan pencapaian IDG menurut provinsi tahun 2010 dapat dilihat pada Gambar 4. dan Sumatera Utara (turun 0. Kalimantan Tengah. DKI Jakarta. Keenam provinsi tersebut berturut-turut adalah Bengkulu. Maluku.44 poin) sehingga nilai IDG tahun 2011 yang dicapai dibawah rata-rata IDG nasional. yaitu Sulawesi Utara (turun 2. Bali. Sulawesi Utara.44). dan Bengkulu (Gambar 4. Sumatera Barat. Namun demikian. yaitu DI Yogyakarta.40). dan Bengkulu. Kondisi ini perlu perhatian khusus dan upaya lebih kuat lagi untuk meningkatkan peranan perempuan mengingat kesenjangan gender masih terjadi di beberapa provinsi.

Tabel 4.70 dan meningkat menjadi 77. IDG tertinggi diperoleh DI Yogyakarta pada tahun 2010 mencapai angka 77.48). Hal ini berarti bahwa disparitas pembangunan gender di tingkat provinsi semakin meningkat.Di tingkat provinsi pencapaian IDG tahun 2011 relatif bervariasi. Berikutmya disusul oleh Maluku (76. dan DKI Jakarta (74. Sedangkan posisi keenam yang sebelumnya ditempati 60 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 .84.33). dan DKI Jakarta. Untuk posisi keempat dimana pada tahun sebelumnya ditempati oleh Sulawesi Utara maka pada tahun 2011 digantikan oleh Kalimantan Tengah (69. Untuk posisi kelima dimana pada tahun sebelumnya ditempati Kalimantan Tengah maka pada tahun 2011 ditempati oleh Bengkulu (69. Perbedaan pencapaian IDG tertinggi dengan IDG terendah sekitar 25.70).33 poin. Jarak yang ditimbulkan perbedaan pencapaian IDG tertinggi dan terendah tersebut meningkat dibandingkan tahun 2010 dimana perbedaan pencapaian IDG tertinggi dan IDG terendah sekitar 17.78 poin.2 memperlihatkan 6 provinsi yang mencatat kemajuan pesat selama tahun 2010-2011. sedangkan IDG terendah sebesar 52.84 di tahun 2011. Provinsi yang menempati urutan tiga besar selama dua tahun terakhir ditempati oleh DI Yogyakarta.06 diraih oleh Aceh. Pencapaian IDG tertinggi diraih oleh DI Yogyakarta dengan nilai 77.51). Maluku.

26 Kalimantan Barat 56. Enam provinsi dengan pencapaian IDG terendah pada dua tahun terakhir ini diraih oleh lima provinsi yang sama dan satu provinsi yang berbeda antar tahun (Tabel 4.70 Sulawesi Utara 71.39 NTB 54.50 Jawa Tengah 68.94 Maluku 76. 2010-2011 2010 IDG 2011 IDG DI Yogyakarta 77.05 Kalimantan Tengah 69.99).70 DI Yogyakarta 77.57 Kalimantan Barat 55.48 Kalimantan Tengah 68. Kelima provinsi yang sama mengalami pergeseran atau pertukaran tempat antarprovinsi kecuali Aceh dan Kalimantan Barat berturut-turut menempati urutan terendah dan ketiga Tabel 4.2 Provinsi dengan IDG Tertinggi. BABEL 56.62 Bengkulu 69.06 Sumber : BPS PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 61 .33 Bengkulu 68.23 DKI Jakarta 74.Tabel 4. Sedangkan provinsi Sulawesi Utara yang menempati urutan keempat pada tahun 2010 tergeser menempati urutan kedelapan (68.99 Sumber : BPS oleh Bengkulu pada tahun sebelumnya maka pada tahun 2011 digantikan oleh Jawa Tengah (68.40 Aceh 52.54 Papua 55.42 NTB 56.3).03 Aceh 53.51 DKI Jakarta 73. Bangka Belitung 55.84 Maluku 75.74 Kep. Namun demikian perlu dicatat bahwa berbeda dengan lima provinsi lainnya tercatat hanya Jawa Tengah yang memiliki indeks dibawah IDG nasional pada tahun 2011.70 Papua 57.49 Kep.61). 2010-2011 2010 IDG 2011 IDG Kepulauan Riau 56.62 Papua Barat 57.3 Provinsi dengan IDG Terendah.

66 Kota Tomohon 78. Kep. Papua Barat. Secara keseluruhan.37 Kota Banjarmasin 78.52 Kota Kendari 79. Capaian IDG Kabupaten/Kota Perkembangan pencapaian IDG sebagian besar kabupaten/kota selama tahun 2010-2011 mengalami peningkatan. Kalimantan Barat.44 Kota Madiun 79.49. Bangka Belitung mengalami kemunduran karena angka IDG Kep.77 Minahasa Utara 77.4 Kabupaten/Kota dengan IDG Tertinggi. dan Aceh. Hal ini bukan berarti Kep.63 Minahasa 78. sebagian besar angka IDG provinsi mengalami peningkatan tetapi laju kecepatan peningkatan IDG masingmasing provinsi berbeda sehingga terjadi pergeseran peringkat IDG provinsi.75 Kota Surabaya 77.53 Kep.75 Kota Depok 77.53 Gunung Mas 83. kecuali 154 kabupaten/kota (30. Bangka Belitung menduduki peringkat kedua terendah di tahun 2011.21 Kota Tomohon 78. Provinsi yang menduduki peringkat IDG enam terendah tahun 2011 adalah Papua.27 Sumber : BPS 62 IDG PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 .56 Minahasa 76. 2010-2011 2010 IDG 2011 Gunung Mas 82.99 persen dari Tabel 4.40 Kota Banjarmasin 78. Bangka Belitung. Bangka Belitung mengalami peningkatan.45 Kota Kendari 78.69 Kota Salatiga 81. Peringkat kelima terendah pada tahun 2011 ditempati oleh Papua Barat tetapi mengalami kemunduran dibanding tahun sebelumnya dengan angka IDG sebesar 57. Nusa Tenggara Barat (NTB).terendah.40 Barito Utara 76. tetapi pada tahun 2010 posisi tersebut diduduki oleh NTB dengan angka IDG sebesar 54.29 Barito Utara 78. Siau Tagulandang Biaro 78. Kep. namun peningkatan tersebut tidak sepesat peningkatan yang terjadi di NTB.08 Kota Madiun 78.97).63 Kota Malang 78.

09 Halmahera Selatan 35. angka ini naik sebesar 0.24 Sumber : BPS 497 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.02 Teluk Bintuni 38.91 Luwu Utara 39.83 Labuhan Batu Utara 23. Dari sepuluh Kabupaten/kota yang memiliki IDG tertinggi di tahun 2010 hanya tujuh yang mampu mempertahankan posisinya di tahun 2011 meskipun terjadi beberapa pergeseran urutan.88 Yahukimo 38. Sebagian besar kabupaten/kota tersebut berasal dari wilayah bagian timur dan memiliki IDG yang rendah. Pada tahun 2011. 2010-2011 2010 IDG 2011 IDG Pulau Morotai 38.44 Teluk Bintuni 30.59 Sorong 38.08) dan Kota Kendari (79. posisi sepuluh kabupaten/kota PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 63 .29 Sumbawa Barat 38.27 Tambrauw 37.36 Tambrauw 31.13 Labuhan Batu Utara 38. Data tahun 2010 menunjukkan bahwa tercatat 65 kabupaten/kota yang memiliki indeks diatas IDG nasional. yaitu Gunung Mas (83.53 Lingga 37.59 Deiyai 19.Tabel 4. Pada posisi pertama dan ketiga tidak ada pergeseran urutan kabupaten/kota dengan kata lain masih ditempati kabupaten/kota tahun 2010.58 Asmat 31. Sebagian besar kabupaten/kota tersebut berasal dari wilayah bagian barat dan memiliki IDG yang cukup tinggi.5 Kabupaten/Kota dengan IDG Terendah.27 Dogiyai 38.37).85 Melawai 39.55 poin dari tahun 2010.61 Paniai 32. dan setahun kemudian berkurang menjadi 61 kabupaten/kota.61 Lingga 38.61 Deiyai 20.08. Sedangkan untuk urutan sepuluh kabupaten/kota dengan IDG terendah terlihat mengalami perubahan posisi yang umumnya disebabkan oleh pembentukan kabupaten baru (pemekaran). IDG tertinggi kabupaten/kota tahun 2011 mencapai 83.

sisanya masing-masing satu kabupaten dari provinsi Sumatera Utara (Labuhan Batu Utara).dengan IDG terendah didominasi oleh kabupaten/kota dari Provinsi Papua dan Papua Barat. dan Sulawesi Selatan (Luwu Utara). Kalimantan Barat (Melawai). 64 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 . Enam kabupaten/kota lainnya adalah Teluk Bintuni. Hal ini menunjukkan adanya disparitas pembangunan dimana pembangunan di wilayah bagian timur Indonesia masih tertinggal jauh dibandingkan provinsi atau kabupaten/kota di bagian barat Indonesia. Yakuhimo. Asmat. Kepulauan Riau (Lingga). Tambrauw. dan dua kabupaten baru/pemekaran yaitu Dogiyai dan Deiyai.

5 Keterkaitan Antara IPM. IPG. dan IDG .

.

sampai saat ini belum ada satu indikator yang disepakati semua pihak sebagai ukuran tunggal tentang capaian pembangunan secara keseluruhan. Hubungan Antara IPM Dengan IPG Keterkaitan Antara IPM 2011 dengan IPG 2011 P embangunan merupakan suatu proses yang kompleks dan bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan penduduk secara menyeluruh. akan tetapi indikator ini tidak mampu mencerminkan disparitas gender yang justru sedang menjadi perhatian global. pembangunan kesehatan (diukur dengan angka harapan hidup) dan pembangunan pendidikan (diukur dengan angka melek huruf). untuk melakukan analisis dan perbandingan capaian pembangunan (baik antar waktu maupun antar wilayah) pada umumnya digunakan indikator-indikator pembangunan yang secara khusus memiliki fokus terhadap aspek tertentu. DAN IDG 5 5. baik secara ekonomi. budaya atau aspek lain. IPM yang lebih tinggi menunjukkan capaian pembangunan yang lebih baik pula. Itulah sebabnya. Untuk mengukur kinerja pembangunan diperlukan suatu indikator pembangunan. IPG. Oleh karena kompleksitas dari suatu kegiatan pembangunan.1. Walaupun dengan menggunakan IPM akan dapat dilakukan analisis terhadap capaian pembangunan di suatu wilayah. IPM secara khusus mengukur capaian pembangunan manusia yang terdiri dari tiga komponen: pembangunan ekonomi (diukur dengan pendapatan per kapita dan didekati dengan pengeluaran per kapita).KETERKAITAN ANTARA IPM. sosial. Untuk memenuhi kebutuhan terakhir maka disusun Indeks PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 67 . Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan Indeks Pembangunan Gender (IPG) merupakan dua jenis indikator yang sering digunakan dalam analisis capaian pembangunan negara dan wilayah.

Hal ini ditunjukkan oleh Gambar 5. Secara nasional. misalnya.1 yang memperlihatkan bahwa sepanjang periode 2004 – 20011.Pembangunan Gender (IPG). Selisih antara IPM dan IPG sebenarnya menunjukkan tingkat koreksi terhadap IPM yang diakibatkan oleh adanya disparitas gender. Penting untuk dicatat bahwa IPG sebenarnya merupakan IPM setelah dikoreksi dengan tngkat disparitas gendernya. Jadi. yaitu ketika disparitas gender relatif rendah. nilai IPG Indonesia masih selalu lebih rendah dibandingkan dengan nilai IPM-nya.77 akan tetapi IPG-nya ternyata baru sebesar 67. Dalam kondisi ideal. nilai maksimal dari IPG di suatu wilayah tidak akan pernah melampaui nilai IPM-nya. Nilai IPG yang semakin jauh dari nilai IPM-nya memperlihatkan bahwa disparitas gender yang terjadi di wilayah pengamatan juga akan semakin tinggi pula. Artinya. disparitas gender masih terjadi di dalam proses pembangunan di Indonesia. dengan menggunakan IPG akan dapat diukur capaian pembangunan manusia yang telah memasukkan aspek disparitas gender.80. yang pada dasarnya hampir sama dengan IPM tetapi dilakukan pemilahan jenis kelamin untuk masing-masing komponennya. Pada tahun 2011. IPM Indonesia telah mencapai 72. maka nilai selisih antara kedua indeks ini 68 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 .

3. Walaupun demikian perkembangan tahun terakhir telah memperlihatkan hasil yang menggembirakan. dan Sulawesi Utara. Bengkulu. Sebagai pembanding untuk mengklasifikasikan apakah nilai indeks dari suatu provinsi berada di atas atau di bawah nilai indeks nasional. DKI Jakarta. provinsi-provinsi di Indonesia hanya tersebar ke dalam tiga kelompok atau kuadran seperti yang disajikan pada Gambar 5. DI Yogyakarta. Dengan menggunakan nilai IPM dan IPG nasional tahun 2011 sebagai tolok ukur4. 4 Sebagai pembanding untuk mengklasifikasikan apakah nilai indeks dari suatu provinsi berada di atas atau bawah nilai indeks nasional. KUADRAN I : IPM dan IPG di atas rata-rata nasional. Capaian delapan provinsi ini secara umum lebih baik dibandingkan dengan provinsi lainnya. Berdasarkan data selisih antara IPM dan IPG yang disajikan pada Gambar 5. baik dari sisi pembangunan manusia maupun dari sisi pembangunan gender. yaitu Sumatera Utara.2 dapat dilihat bahwa disparitas dalam pelaksanaan pembangunan di Indonesia pada periode 2004 – 2011 berfluktuasi dengan kecenderungan terus meningkat secara pelahan. menurun dibandingkan nilai selisih tahun sebelumnya yang mencapai 5.07. Sumatera Barat. nilai selisih antara IPM dan IPG pada tahun 2011 adalah sebesar 4. PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 69 . Kalimantan Tengah. 4 Terdapat 8 (sekitar 24 persen dari seluruh jumlah provinsi) yang termaduk di dalam kuadran ini. Bali.akan mendekati nol.97.

Kepulauan Riau. akan tetapi kondisi kesetaraan gender dalam pembangunan di masing-masing provinsi tersebut masih relatif rendah. Banten. Maluku Utara. 70 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 . NTB. Sulawesi Barat. Jawa Barat. Sulawesi Selatan. NTT. Gorontalo. Lampung. Terdapat 7 (sekitar 21 persen) provinsi yang termasuk dalam kelompok ini. KUADRAN III : IPM dan IPG di bawah rata-rata nasional. Sumatera Selatan. Kalimantan Selatan. yaitu Riau. Papua. dan Papua Barat. Jawa Tengah. dan Kalimantan Timur. Sulawesi Tengah. Jambi.KUADRAN II : IPM di atas rata-rata nasional tetapi IPG di bawah rata-rata nasional. yaitu Aceh. Kepulauan Bangka Belitung. Provinsi-provinsi yang capaian pembangunan manusia dan kesetaraan gendernya belum terlalu baik mencapai 18 (sekitar 55 persen). Maluku. Jawa Timur. Kalimantan Barat. Walaupun capaian pembangunan manusia di provinsi-provinsi tersebut secara umum sudah relatif lebih baik dibandingkan dengan provinsi lain. Sulawesi Tenggara.

melainkan oleh karena pencapaian pembangunan manusia di provinsi yang bersangkutan memang masih relatif rendah dibandingkan dengan provinsi lainnya. bukan semata-mata disebabkan oleh buruknya kondisi disparitas gender di provinsi yang bersangkutan.3 dapat dilihat bahwa tidak ada satu pun provinsi yang masuk dalam Kuadran IV (IPM rendah dan IPG tinggi).Dibandingkan dengan provinsi lainnya. Dari Gambar 5. begitu juga sebaliknya. Pengelompokan provinsi sesuai dengan nilai IPM dan IPG seperti yang telah diuraikan memperlihatkan bahwa secara umum asosiasi antar IPM dan IPG adalah searah.4. provinsi yang memiliki nilai IPM tinggi akan cenderung memiliki nilai IPG yang tinggi pula. diperlukan usaha yang lebih keras bagi semua provinsi di kelompok ini untuk mengejar ketertinggalannya dengan provinsi lain. PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 71 . Maksudnya. Hal ini menunjukkan bahwa pada tahun 2011 provinsiprovinsi yang memiliki IPG lebih rendah dibandingkan dengan IPG nasional. Hal yang sama ternyata berlaku juga untuk hubungan antara IPM dan IPG pada tingkat kabupaten/kota seperti yand disajikan pada Gambar 5.

IPM untu ketiga provinsi ini justru relatif rendah dibandingkan dengan provonsi lainnya. jika selisih antara IPM dan IPG untuk suatu wilayah semakin besar maka kesetaraan gender dalam pembangunan manusia di wilayah tersebut semakin buruk. Maksudnya.Kesetaraan Gender Antar Propinsi 2010-2011 Seperti yang telah diuraikan sebelumnya. selisih antara IPM dan IPG di suatu wilayah tertentu pada dasarnya memperlihatkan tingkat disparitas atau kesetaraan gender dalam capaian pembangunan manusia di wilayah tersebut.1 dapat dilihat bahwa Provinsi NTT. akan tetapi capaian pembangunan manusia secara umum justru termasuk yang rendah. walaupun kesetaraan gender dalam pembangunan manusia di ketiga provinsi tersebut termasuk yang terbaik dibandingkan dengan provinsi lain. 72 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 . Hal menarik yang patut dicatat adalah bahwa kesetaraan gender di suatu provinsi tidak hanya ditentukan oleh tinggi rendahnya IPM yang dicapai. Kalimantan Timur. Sementara provinsi-provinsi dengan IPM tinggi dan IPG rendah atau dengan IPM rendah dan IPG tinggi disparitas gendernya akan cenderung tinggi. Perbandingan kesetaraan gender dalam pembangunan manusia antar provinsi untuk tahun 2010 dan 2011 adalah seperti yang disajikan pada Tabel 5. melainkan dipengaruhi sekaligus oleh nilai IPM dan IPG dari provinsi tersebut.1. karena selisih IPM dan IPG untuk ketiga provinsi ini relatif sangat rendah dibandingkan dengan provinsi lain. walaupun nilai IPM-nya tergolong tinggi (urutan ke-5 tertinggi dibandingkan dengan provinsi lain) ternya memiliki tingkat kesetaraan gender yang paling buruk. Sebaliknya. Artinya. Di sisi lain. sebaliknya jika selisihnya semakin kecil maka kesetaraan gendernya akan semakin baik. Dari Tabel 5. misalnya. Papua dan Maluku tergolong sebagai provinsi yang dalam melakukan pembangunan manusia memiliki kesetaraan gender yang baik. capaian IPM yang tinggi ternyata juga tidak selalu sejalan dengan tingginya tingkat kesetaraan gender. Provinsi-provinsi yang memiliki IPM dan IPG tinggi (berada pada Kuadran I dalam pembahasan sebelumnya) atau IPM dan IPG rendah (Kuadran III) akan cenderung memiliki kesetaraan gender yang baik.

17 11.19 4.38 -0.12 2.15 -0.03 -0.49 7.26 7.62 9.60 10.43 6.32 15.28 9.85 8.59 4.56 12.42 6.13 -0.13 0.25 7.66 3.15 6.42 6.23 -0.95 4.58 5.00 0.11 4.62 2.33 9.15 8.36 Sumber: BPS.08 0.93 4.53 -0.05 -0.94 5.50 4.31 9.35 4.20 -0.01 -0.00 0.37 3.09 4.39 2.40 3.27 15.48 6.56 9.36 -0.50 -0.06 0.25 4.20 6.56 KEP.95 13.13 13.13 9.Gambaran tentang kesetaraan gender seperti yang telah diuraikan menunjukkan bahwa kemajuan pembangunan manusia di berbagai provinsi di Indonesia masih belum selalu sejalan Tabel 5.59 4.64 6.95 6.97 4.73 Perubahan -0.88 5.76 2.07 -0.58 4.12 5.47 10.01 0.43 -0.08 -0. RIAU MALUKU UTARA JAWA BARAT SUMATERA SELATAN SULAWESI TENGGARA PAPUA DKI JAKARTA SUMATERA UTARA SULAWESI SELATAN NTT JAWA TENGAH SULAWESI UTARA BENGKULU GORONTALO SULAWESI TENGAH MALUKU SULAWESI BARAT JAMBI KALIMANTAN BARAT KALIMANTAN TENGAH KALIMANTAN TIMUR ACEH D I YOGYAKARTA BANTEN RIAU KALIMANTAN SELATAN LAMPUNG JAWA TIMUR KEP.60 10.13 0.01 0. BANGKA BELITUNG BALI PAPUA BARAT NTB 11.69 8.04 -0.72 4.08 -0.08 -0.85 8.49 -0.18 -0.25 9.59 10.41 9.28 -0.23 -0.36 4.28 2011 4. 2011 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 73 .25 -0.19 -0.42 4.36 4.51 12.90 6.1 Selisih IPM dan IPG menurut Provinsi Tahun 2010-2011 Provinsi SUMATERA BARAT 2010 5.30 8.29 -0.

Berbeda dengan IPG yang pada dasarnya hanya merupakan IPM setelah dikoreksi dengan kesetaraan gender untuk setiap komponennya. Lampung. Hubungan IPM dan IDG Selain IPM dan IPG. Terdapat 25 provinsi yang mengalami penurunan selisih antara IPM dan IPG-nya (lihat Tabel 5. Terdapat tiga komponen yang digunakan dalam penghitungan IDG. upaya perbaikan kesetaraan gender pada umumnya telah memberikan hasil yang positif di sebagian besar provinsi.dengan peningkatan kesetaraan gender. Kepulauan Bangka Belitung. Sementara hanya 8 provinsi (Riau. 5. kesamaan kontribusi secara 74 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 . yang menunjukkan bahwa kesetaran gender di semua provinsi ini mengalami peningkatan. Paua Barat dan NTB) yang nilai selisihnya justru meningkat atau tetap. yaitu kesamaan peranan antara laki-laki dan perempuan dalam proses pengambilan keputusan politik (sebagai anggota parlemen) di suatu wilayah. IDG merupakan angka indeks komposit yang secara khusus dimaksudkan untuk mengukur pemberdayaan perempuan dalam berbagai aspek pembangunan. indeks lain yang sering digunakan untuk melihat capaian pembangunan dalam konteks gender adalah Indeks Pemberdayaan Gender (IDG). Kalimantan Selatan. Namun demikian.2.1). Bali. Jawa Timur.

Secara umum. Jawa Tengah. Jambi. Bali. DI Yogyakarta. dan kesamaan peranan dalam kehidupan sosial (peran sebagai manajer. Provinsi dengan IPM yang lebih tinggi pada umumnya akan diikuti dengan IDG yang lebih tinggi pula. ekonomi dan sosial di masing-masing provinsi yang termasuk ke dalam kelompok ini masih relatif rendah dibandingkan dengan peranan perempuan di tingkat nasional.5). tingkat pencapaian pembangunan manusia di Indonesia ternyata memiliki keterkaitan secara positif dengan tingkat pencapaian pemberdayaan gender (lihat Gambar 5. Kep. Provinsi yang termasuk dalam kategori ini adalah Bengkulu. tenaga profesional. dan Sulawesi Utara.ekonomi (pendapatan). Artinya. peran perempuan dalam kegiatan politik. Sumatera Barat. administrasi dan teknisi). Kep. Bangka Belitung.77 sebagai tolok ukur. Kuadran II : IPM tinggi dan IDG rendah. Riau. Kalimantan Timur. Artinya. IPM yang tinggi ternyata belum disertai dengan pemberdayaan gender yang tinggi. Kelompok ini terdiri dari provinsi-provinsi Sumatera Utara. dan Kalimantan Tengah. Dengan menggunakan IDG nasional sebesar 69. Di masing-masing provinsi. Sumatera Selatan.14 dan IPM nasional sebesar 72. PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 75 . Riau. ekonomi dan sosial dalam kegiatan pembangunan juga relatif tinggi. DKI Jakarta. peluang bagi perempuan untuk mengambil peran di bidang politik. maka keseluruhan provinsi di Indonesia dapat dikategorikan sebagai berikut: Kuadran I : IPM tinggi dan IDG tinggi. Tingginya capaian pembangunan manusia di masing-masing provinsi ini ternyata berjalan seiring dengan tingginya pemberdayaan gendernya.

Selain harus meningkatkan pembangunan manusia secara umum.3. Provinsi dengan IPG tinggi (relatif terhadap IPG nasional) ternyata cenderung memiliki IDG yang tinggi pula (relatif terhadap IDG nasional). 76 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 . Gorontalo. tetapi peranan perempuan dalam kegiatan pembangunan di provinsi ini ternyata lebih tinggi dibandingkan dengan tingkat nasional. Sulawesi Tenggara. Kelompok ini terdiri dari Provinsi Aceh. masing-masing provinsi tersebut dituntut pula untuk bekerja keras dalam meningkatkan peranan perempuan dalam kegiatan politik. Kuadran IV : IPM rendah dan IDG tinggi. 5. Sulawesi Selatan. Maluku Utara. Walaupun capaian pembangunan manusia di Maluku relatif rendah dibandingkan dengan capaian secara nasional. Papua Barat. Jawa Barat. begitu juga dengan peranan perempuan dalam pembangunan juga tergolong rendah. Hubungan IPG dan IDG Capaian pembangunan gender ternyata memiliki hubungan positif dengan capaian pemberdayaan gender pada tahun 2011 (lihat Gambar 5. ekonomi dan sosial.Kuadran III : IPM rendah dan IDG rendah. NTT. Lampung. dan Papua. Hanya Provinsi Maluku yang termasuk dalam kelompok ini. NTB. Sulawesi Barat. Sulawesi Tengah. Banten. Jawa Timur. Capaian pembangunan manusia di masing-masing provinsi pada kelompok ini tergolong rendah dibandingkan dengan capaian pada tingkat nasional. Dengan demikian permasalahan pembangunan yang dihadapi oleh masing-masing provinsi menjadi lebih berat dibandingkan dengan provinsi dari kelompok lain.6). Kalimantan Barat. Kalimantan Selatan.

kegiatan ekonomi. Kelompok ini terdiri dari Provinsi Bengkulu. dan Kalimantan Tengah. dan Sulawesi Utara. Walaupun capaian pembangunan gender di tiap provinsi dalam kelompok ini telah melampaui capaian secara nasional. DKI Jakarta. Kuadran II : IPG tinggi dan IDG rendah. Provinsi yang masuk kelompok ini adalah Sumatera Utara. tapi PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 77 .Pengelompokan berdasarkan capaian IPG dan IDG masingmasing provinsi dibandingkan capaian untuk tingkat nasional adalah sebagai berikut: Kuadran I : IPG tinggi dan IDG tinggi. Hanya di 4 provinsi inilah pembangunan gender dan pemberdayaan gender memiliki capaian yang lebih tinggi dibandingkan dengan capaian pada tingkat nasional. DI Yogyakarta. Sumatera Barat. dan kehidupan sosial. Hal ini menunjukkan bahwa kesetaraan gender dalam pembangunan manusia yang tinggi di masing-masing provinsi telah disertai dengan tingginya peranan perempuan dalam pengambilan keputusan politik. Bali.

Sumatera Selatan. Lampung. Jawa Timur. Kuadran III : IPG rendah dan IDG rendah. Kep. Kalimantan Timur. dan dalam kegiatan ekonomi dan sosial. Kep. Bangka Belitung. Kalimantan Barat. Sulawesi Tenggara. yaitu sekitar 73 persen. Jawa Barat.keterlibatan perempuan dalam pengambilan keputusan politik. 78 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 . Kalimantan Selatan. Gorontalo. Terdapat 24 provinsi yang termasuk dalam kelompok ini. Besarnya proporsi yang termasuk dalam kelompok ini. Sulawesi Selatan. yaitu Provinsi Aceh. Banten. Papua Barat. Riau. menunjukkan bahwa sebagian besar provinsi di Indonesia masih perlu bekerja lebih keras untuk meningkatkan kesetaraan gender dalam pembangunan manusia dengan mengupayakan peningkatan peranan perempuan dalam proses pengambilan keputusan politik. Jawa Tengah. kegiatan ekonomi dan sosial masih lebih rendah dibandingkan dengan capaian tingkat nasional. Jambi. Riau. Sulawesi Tengah. NTT. Maluku Utara. Sulawesi Barat. dan Papua. NTB.

IPM-IDG dan IPG-IDG telah memberikan gambaran tentang bagaimana antar indeks pembangunan memiliki keterkaitan satu sama lain. tetapi IPG dan IDG tinggi. Dengan melakukan perbandingan untuk suatu wilayah. 5. Walaupun pembangunan gender di Maluku relatif rendah. tetapi IPG rendah. tetapi IPG dan IDG rendah.4. Kelompok 2: IPM dan IPG tinggi. Kelompok 4: IPM tinggi. PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 79 .Kuadran IV : IPG rendah dan IDG tinggi. g. f. IPG. tetapi IDG tinggi. IPG dan IDG semuanya tinggi5. Provinsi Maluku merupakan satu-satunya anggota kelompok ini. Kelompok 6: IPM dan IDG rendah.7). Kelompok 5: IPM rendah. Perbandingan Antara IPM. 5 5 Jika indeks provinsi indeks nasional mak indeks provinsi dikategorikan sebag ‘tinggi’ dan sebalikn dikategorikan sebag ‘rendah’. tetapi IDG rendah. IPG dan IDG semuanya rendah. c. Kelompok 7: IPM dan IPG rendah. ternyata peranan perempuan dalam berbagai aspek pembangunan di Maluku sudah relatif tinggi. maka setiap provinsi akan dapat dimasukkan ke salah satu dari 8 kelompok berikut: a. d. b. Dengan menggunakan angka indeks nasional sebagai tolok ukur. dapat diperoleh informasi apakah pembangunan manusia yang telah dicapai di wilayah tersebut sudah atau belum sejalan dengan tingkat kesetaraan gender dan tingkat pemberdayaan gendernya. Kelompok 3: IPM dan IDG tinggi. Kelompok 8: IPM. Hubungan positif antara IPG dan IDG ternyata berlaku juga di tingkat kabupaten/kota (lihat Gambar 5. dan IPG Perbandingan antara IPM-IPG. Oleh karena itu pada bagian ini akan dilakukan perbandingan ketiga indeks tersebut sekaligus. misalnya. Jika indeks provinsi > indeks nasional maka indeks provinsi dikategorikan sebagai ‘tinggi’ dan sebaliknya dikategorikan sebagai ‘rendah’. tetapi IPG tinggi. e. h. Akan tetapi kombinansi perbandingan antar indeks tersebut belum sepenuhnya mampu memberikan gambaran yang lebih baik tentang capaian pembangunan manusia secara umum (yang diukur dengan IPM) yang dikaitkan sekaligus dengan aspek kesetaraan gender (direpresentasikan dengan IPG) dan aspek pemberdayaan gender (direpresentasikan dengan IDG). Kelompok 1: IPM.

dan Kalimantan Timur. bergeser menjadi Kelompok 2 (IPM dan IPG tinggi tetapi IDG rendah) pada tahun 2011. tetapi nilai IPG dan IDG rendah) terdiri dari Provinsi Riau. tetapi IDG tinggi) pada tahun 2011. Provinsi Jawa Barat juga bergeser dari Kelompok 4 (IPM tinggi.Berdasarkan nilai IPM. IPG dan IDG semuanya rendah) terdiri dari Provinsi Aceh. IPG dan IDG untuk masing-masing provinsi maka pengelompokan untuk tahun 2010 dan 2011 masing -masing seperti yang disajikan pada Tabel 5. Jawa Timur. Maluku Utara. Kep. Begitu juga Provinsi Maluku mengalami pergeseran dari Kelompok 5 (IPM rendah. Kalimantan Barat. dan Sulawesi Utara. Kelompok 7 (nilai IPM dan IDG tinggi . Sulawesi Tengah. ternyata seluruh provinsi di Indonesia hanya mengelompok ke dalam lima kategori sebagai berikut: Kelompok 1 (nilai IPM. Hanya terdapat tiga provinsi yang mengalami perubahan kelompok dalam dua tahun terakhir. tetapi IPG dan IDG tinggi) pada tahun 2010 menjadi Kelompok 7 (IPM dan IPG rendah .Riau. dan Kalimantan Tengah. Sumatera Barat. Pengelompokan provinsi-provinsi tersebut ternyata tidak jauh berbeda dengan kondisi pada Tahun 2010 (Tabel 5. Sulawesi Selatan. dan Papua. NTT. Bali. Kelompok 4 (nilai IPM tinggi . Maluku. IPG dan IDG semua tinggi) yang terdiri dari Provinsi Bengkulu. Sulawesi Barat. tetapi nilai IDG rendah) terdiri dari Provinsi Sumatera Utara. Kelompok 8 (nilai IPM. Gorontalo. Banten. Provinsi Sulawesi Utara pada tahun 2010 berada pada Kelompok 1 (nilai semua indeksnya lebih tinggi dibandingkan dengan nilai nasional). DKI Jakarta. Sumatera Selatan. Kelompok 2 (nilai IPM dan IPG tinggi . Kep. tetapi nilai IPG rendah) yang hanya terdiri satu provinsi.2 dan Tabel 5. Papua Barat. Kalimantan Selatan. Bangka Belitung.2). Sulawesi Tenggara. Pada tahun 2011. DI Yogyakarta. Lampung.3. NTB. Jawa Barat. Jawa Tengah. Jambi. 80 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 . tetapi IPG dan IDG rendah) pada tahun 2010 menjadi Kelompok 8 (semua indeksnya lebih rendah dibandingkan dengan nilai indeks nasional) pada tahun 2011.

2010 IDG Indikator Tinggi Tinggi Rendah Bengkulu Sumatera Utara DKI Jakarta Sumatera Barat DI Yogyakarta Bali Kalimantan Tengah Sulawesi Utara Riau Tinggi Jambi IPG Sumatera Selatan Kep. Klasifikasinya adalah sebagai berikut: a. Klasifikasi dilakukan dengan membandingkan nilai capaian untuk masing-masing provinsi dengan nilai capaian tingkat nasional. IPG dan. PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 81 . dan b. Riau Jawa Barat Jawa Tengah Kalimantan Timur Tinggi Maluku Aceh IPM Lampung Jawa Timur Banten NTB NTT Kalimantan Barat Rendah IPG Rendah Kalimantan Selatan Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara Gorontalo Sulawesi Barat Maluku Utara Papua Barat Papua Keterangan: 1. IDG. Jika dikategorikan sebagai “Rendah”. IPG dan IDG 2. 3. Klasifikasi berdasarkan nilai IPM. Jika dikategorikan sebagai “Tinggi”. Babel Rendah Kep.2 Pengelompokan Provinsi Berdasarkan IPM.Tabel 5.

Riau Jawa Tengah Kalimantan Timur Maluku Aceh Lampung Jawa Barat Jawa Timur Banten NTB NTT Kalimantan Barat Kalimantan Selatan Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara Gorontalo Sulawesi Barat Maluku Utara Papua Barat Papua IPG Rendah Tinggi IPM Rendah IPG Rendah Keterangan: 1. Bangka Belitung Kep. Klasifikasi berdasarkan nilai IPM.Tabel 5. IPG dan. Walaupun dalam pengelompokkan yang telah dilakukan terdapat beberapa provinsi yang memiliki IPM. 3. IPG dan IDG 2.3 Pengelompokan Provinsi Berdasarkan IPM. 2011 IDG Indikator Tinggi Tinggi Tinggi Rendah Bengkulu DKI Jakarta DI Yogyakarta Kalteng Sumatera Utara Sumatera Barat Bali Sulawesi Utara Riau Jambi Sumatera Selatan Kep. Klasifikasinya adalah sebagai berikut: a. Jika dikategorikan sebagai “Rendah”. pada dasarnya tidak dapat diartikan bahwa kegiatan 82 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 . IDG. IPG atau IDG rendah. dan b. Jika dikategorikan sebagai “Tinggi”. Klasifikasi dilakukan dengan membandingkan nilai capaian untuk masing-masing provinsi dengan nilai capaian tingkat nasional.

Dari perkembangan masing-masing angka indeks.Masing-masing indikator ini ternyata memiliki perilaku yang berbeda. Pada kenyataannya. IPM yang dicapai harus melampaui nilai IPM nasional. masing-masing provinsi memiliki kecepatan yang berbeda dalam meningkatkan capaian pembangunan. Angka harapan hidup saat lahir tidak mungkin ditingkatkan dalam jangka pendek. Persoalannya. Kedua. dan pengeluaran per kapita per tahun disesuaikan (dimensi ekonomi). upaya untuk meningkatkan capaian pembangunan yang kemudian diukur melalui berbagai angka indeks bukanlah merupakan upaya yang mudah. Sekurang-kurangnya terdapat dua hal yang harus dipertimbangkan. Pertama. Untuk Meningkatkan Capaian IPM Indikator yang digunakan untuk menghitung IPM terdiri dari angka harapan hidup saat lahir (dimensi kesehatan).Diperlukan usaha yang berkesinambungan di bidang kesehatan secara umum dan kesehatan saat mengandung secara khusus untuk memperbaiki indikator ini. terutama dalam penentuan target yang akan dicapai untuk masing-masing indeks. mungkin tidaknya nilai-nilai dari semua indikator komponen penyusun IPM untuk ditingkatkan. Perbedaan dalam kecepatan tersebut pada gilirannya memang akan memiliki implikasi terhadap kebijakan pembangunan yang akan diambil. Angka melek huruf mungkin dapat ditingkatkan dalam jangka pendek (satu atau dua tahun) melalui berbagai program pemberantasan buta huruf atau buta aksara. Misalnya suatu provinsi dengan IPM ‘rendah’ telah menetapkan target untuk menjadi ‘tinggi’. Kompleksitas dari suatu upaya untuk meningkatkan capaian angka indeks dapat diuraikan secara ringkas sebagai berikut. Angka Melek Huruf (AMH) dan Rata-rata Lama Sekolah (dimensi pendidikan).Hanya saja hampir semua daerah agaknya angka melek hurufnya sudah sangat PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 83 .pembangunan di provinsi yang bersangkutan kurang atau tidak berhasil. sebenarnya setiap provinsi telah berhasil meningkatkan capaian pembangunannya.

Selain faktor kapabilitas perempuan. Pendapatan yang diterima penduduk yang diproksi melalui pengeluaran per kapita disesuaikan mungkin masih dapat ditingkatkan dalam jangka pedek atau menengah. Rata-rata lama sekolah juga tidak mungkin ditingkatkan dalam jangka pendek. Masing-masing indikator pembentuk IDG agaknya tidak dapat ditingkatkan dalam jangka pendek. Berbagai faktor seperti kesiapan infrastruktur dan tenaga pengajar memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap capaian indikator ini.Sedangkan perluasan pasar bagi produk barang dan jasa yang dilakukan di suatu wilayah dapat dilakukan dengan membangun fasilitas dan sarana pemasaran. hanya saja untuk setiap indikator dipisahkan menurut jenis kelamin. proporsi tenaga profesional perempuan. lebih dari 95 persen. faktor lain yang diduga juga memiliki peran penting adalah persepsi dan budaya masyarakat 84 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 .Akan tetapi pengaruh lingkungan seperti kondisi budaya dan ekonomi juga perlu dipertimbangkan dalam mendorong penduduk untuk bertahan di bangku sekolah. Produktivitas tenaga kerja dapat ditingkatkan melalui berbagai program peningkatan ketrampilan tenaga kerja. tetapi dengan memberikan perhatian yang lebih terhadap komposisi jenis kelaminnya. Untuk Meningkatkan IDG Indikator yang digunakan dalam menghitung IDG terdiri dari partisipasi perempuan dalam parlemen. Untuk Meningkatkan Capaian IPG Indikator yang digunakan untuk menghitung IPG pada dasarnya sama dengan yang digunakan dalam menghitung IPM. dan kontribusi perempuan dalam perekonomian. Strategi yang dapat ditempuh antara lain adalah dengan meningkatkan produktivitas tenaga kerja dan memperluas pasar. sehingga hampir tidak mungkin untuk ditingkatkan lagi. Dengan demikian strategi untuk meningkatkan IPG akan sama dengan strategi peningkatan IPM.tinggi.

terhadap keterlibatan perempuan dalam berbagai bidang
kehidupan. Berbagai program sosialisasi, advokasi dan
fasilitasi untuk mendorong peningkatan peran perempuan
dalam berbagai kegiatan pembangunan mungkin dapat
dijadikan sebagai pilihan. Alternatif lain yang mungkin juga
dapat ditempuh adalah dengan memberikan affirmative
action tertentu kepada perempuan untuk menduduki profesi
tertentu atau terlibat dalam politik dan pengambilan
keputusan.

PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012

85

6

Kesimpulan

.

Namun dilihat menurut provinsi. 2. 3. Hal ini berarti pembangunan manusia di Indonesia sudh terjadi di semua kelompok atau tidak didominasi oleh kelompok/jenis kelamin tertentu. Perbedaan pencapaian IPG tertinggi dengan IPG terendah pada tahun 2011 sekitar 17. Hal ini berarti disparitas pembangunan gender di tingkat provinsi menunjukkan tren yang menurun. Secara umum. Selain itu. 5. Namun yang perlu dicermati adalah capaian tersebut bila dipilah antara capaian laki-laki dan perempuan. Pada tahun 2011 lebih dari 90 persen kabupaten/kota telah mencapai level pembangunan manusia (IPM) kategori menengah atas. DKI Jakarta dan Sulawesi Utara merupakan dua provinsi yang paling baik dilihat dari segi capaian pembangunan manusia yang tercermin pada tingginya nilai IPM yang diikuti oleh tingginya capaian pembangunan gender yang tercermin pada nilai IPG. turun sebesar 0. Hasil plotting IPM 2011 terhadap IPG 2011 berdasarkan 497 kabupaten/ kota di Indonesia terdapat kaitan yang searah.31 poin. PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 89 . ketimpangan capaian pembangunan gender (IPG) relatif sama sejak tahun 2004-2011. Tentu hal ini merupakan kabar yang menggembirakan.KESIMPULAN D 6 ari pembahasan pada bab terdahulu maka dapat di tarik beberapa kesimpulan. gambaran setiap provinsi menunjukkan adanya disparitas tingkat capaian pembangunan manusia menurut gender. 4.02 poin dari tahun 2010. yaitu sebagai berikut : 1. tampak adanya peningkatan ketimpangan di beberapa provinsi.

PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 .90 6. menggambarkan peran perempuan dalam pengambilan keputusan dan ketenagakerjaan meningkat. 8. Salah satu penyebab dari kesenjangan gender yang terjadi di Kalimantan Timur adalah terjadinya kesenjangan dalam sumbangan pendapatan laki-laki dan perempuan. Daerah yang memiliki gap antara IPM dan IPG paling besar selama 2 tahun terakhir adalah Provinsi Kalimantan Timur. hal ini bukan berarti capaian pembangunan manusia (laki-laki dan perempuan) di NTT sudah cukup bagus karena kesenjangan (gap) tidak memperlihatkan level pembangunan yang dicapai. 9. Gap antara IPG dan IPM pada tahun 2011 yang paling rendah terjadi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Indeks pemberdayaan gender (IDG) meningkat dibanding tahun 2010. 10. Pemberdayaan perempuan di DI Yogyakarta tetap merupakan yang terbaik dibandingkan dengan provinsi lainnya di Indonesia. Sementara pemberdayaan perempuan di Provinsi Aceh merupakan yang terendah. Semakin besar jarak (gap) upah yang diterima antara lakilaki dan perempuan menyebabkan angka IPG makin kecil. 7. Namun demikian.

New York : Palgrave Macmillan. New York : Palgrave Macmillan. Beyond Scarcity : Power. Human Development Report 2007/2008. 2005. Ltd. Volume 25 No. Singapore : National University of Singapore. London : Penguin Books Limited. Elizabeth. Pemberdayaan Perempuan dalam Pembangunan Berkelanjutan. Woman Empowerment to Support Gender Mainstreaming in Rural Agricultural Development Policies. 2007. 1992. Suffrage to Sufferance : 100 Years of Women in Politics. 2011. Jakarta : KPPPA. Program Pembinaan Jarak Jauh Pengarusutamaan Gender. Tsai-Wei. Haines. Human Development Report 2005. Trade. Parawansa. 2007. United Nations Development Programme (UNDP). Fighting Climate Change : Human Solidarity in a Divided World. Poverty and the Global Water Crisis. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA). 2006. New York : Hoechstetter Printing Co. 2007. J. International Cooperation at a Crossroads : Aid. Gender Representation In Politics and Public Administration : Taiwan and Asian Countries. PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 91 . BKKBN. Human Development Report 2006. Jakarta : Pusat Pelatihan Gender dan Peningkatan Kualitas Perempuan. 2005. Modul 2 : Konsep dan Teori Gender. Seager. 2 : 126-135. Kebijakan Bank Mengenai Gender dan Pembangunan. K. United Nations Development Programme (UNDP). World Bank. The State of Women in the World Atlas. Kertas Kebijakan 1 : Pengarusutamaan Gender.I. and Security in an Equal World.DAFTAR PUSTAKA Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). R. J. 1997. United Nations Development Programme (UNDP). Sydney : Allen & Unwin Pty. 1998. Sun. Forum Penelitian Agro Ekonomi.

Human Development Report 2010. Sustainability and Equity : A Better Future for All. United Nations Development Programme (UNDP). 2010. New York : Palgrave Macmillan. New York : Palgrave Macmillan. 92 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 . 2011. Human Development Report 2011.United Nations Development Programme (UNDP). The Real Wealth of Nations : Pathways to Human Development.

TIM PENULIS Pengarah : J. Bambang Kristianto Lies Rosdianty Editor : Margo Yuwono Harmawanti Marhaeni Ahmad Avenzora Rustam Penulis : Haerani Natali Agustini Waris Marsisno Dyah Retno P Dimas Hari Santoso Adi Nugroho Fenti Anggraeni Pengolah Data : Adi Nugroho Fenti Anggraeni Perapihan Naskah : Dimas Hari Santoso PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 93 .

.

Lampiran PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 95 .

Lampiran 1. Diagram Penghitungan
Indeks Komposit

L1

Diagram Penghitungan IPM
DIMENSI

Umur Panjang
dan Sehat

INDIKATOR

Angka Harapan Hidup
Pada Saat Lahir

INDEKS

Indeks Harapan Hidup

Pengetahuan
Angka Melek
Huruf (Lit)

Rata-Rata Lama
Sekolah (MYS)

Kehidupan Layak
Pengeluaran Per Kapita RA
Yang Disesuaikan (PPP)

Indeks Pendidikan

Indeks Pendapatan

INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA
(IPM)

Diagram Penghitungan IPG
DIMENSI
INDIKATOR

INDEKS
DIMENSI

INDEKS
SEBARAN
MERATA

Umur panjang
dan sehat
Angka
Harapan
Hidup
Perempuan

Angka
AMH
MYS
AMH
Harapan Perempuan Perempuan Laki-Laki
Hidup
Laki-Laki

Indeks
Harapan
Hidup
Perempuan

Indeks
Harapan
Hidup
Laki-laki

Indeks Harapan Hidup
dengan sebaran merata

Kehidupan yang
layak

Pengetahuan

Indeks Pendidikan
Perempuan

MYS
Perkiraan Perkiraan
Laki-Laki Pendapatan Pendapatan
Perempuan Laki-Laki

Indeks Pendidikan Laki
Indeks
Indeks
-laki
Pendapatan Pendapatan
Perempuan Laki-laki

Indeks pendidikan dengan sebaran merata

Indeks Pendapatan dengan
sebaran merata

INDEKS PEMBANGUNAN GENDER
(IPG)

PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012

97

Diagram Penghitungan IDG
DIMENSI

Partisipasi Politik

INDIKATOR

Proporsi Perempuan
dan Laki-laki di
Parlemen

PERSENTASE
EKUIVALEN
DENGAN
SEBARAN
MERATA
(EDEP)

EDEP untuk
keterwakilan di
parlemen

Partisipasi Ekonomi dan
Pengambilan Keputusan

Penguasaan Sumber
Daya Ekonomi

Proporsi Perempuan dan Laki-laki
yang bekerja sebagai
professional, teknisi, pimpinan
dan tenaga ketatalaksanaan

Perkiraan penghasilan
perempuan dan laki-laki

EDEP untuk partisipasi dalam
pengambilan keputusan

EDEP untuk penghasilan

INDEKS PEMBERDAYAAN GENDER
(IDG)

98

PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012

Lamanya hidup/Angka Harapan Hidup Dimensi umur panjang dan sehat mencerminkan aspek kesehatan. Ketiga dimensi tersebut memiliki pengertian sangat luas dan dalam. Indikator yang digunakan untuk mendeteksi capaian dari dimensi umur panjang dan sehat adalah angka umur harapan hidup (life expectancy). b. Tingkat Pendidikan Dimensi pengetahuan menggambarkan tingkat pendidikan yang dicapai oleh penduduk dewasa. Dimensi tersebut mencakup umur panjang dan sehat. Jenis data masukan yang digunakan untuk menghitung angka umur harapan hidup terdapat dua (2) jenis. Pada publikasi ini angka umur harapan hidup dihitung menggunakan pendekatan tak langsung (indirect). Meski demikian. pengetahuan dan kehidupan yang layak (lihat diagram 1). Metode yang dipilih adalah metode Trussel dengan model West karena sesuai/cocok dengan kondisi Indonesia. Metode Penghitungan Indeks Komposit L2 Indeks Pembangunan Manusia (IPM) S ebagai ukuran kualitas hidup.Lampiran 2. Selanjutnya rata-rata lama sekolah menggambarkan jumlah tahun yang dihabiskan oleh PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 99 . pada cakupan lebih luas merupakan ukuran kinerja pembangunan sektor kesehatan. Paket program Mortpack dapat membantu menghitung angka harapan hidup dengan input data ALH dan AMH. yakni penduduk berusia 15 tahun ke atas. Angka umur harapan hidup dapat dihitung dengan menggunakan life table. yaitu anak lahir hidup (ALH) dan anak masih hidup (AMH). secara sederhana dapat diterjemahkan dalam indikator-indikator sebagai berikut: a. Untuk mengukur dimensi pengetahuan penduduk digunakan dua (2) indikator. yaitu rata-rata lama sekolah (means years schooling) dan angka melek huruf. karena terkait banyak faktor didalamnya. IPM dibangun melalui pendekatan tiga dimensi dasar.

j) = Indeks komponen ke-i dari daerah j 100 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 . j )  X ( i min) ) ( X ( i maks )  X ( i  min) ) X(i.penduduk usia 15 tahun ke atas di semua jenjang pendidikan formal yang pernah dijalani. Standar Hidup Layak Dimensi ketiga dari ukuran kualitas hidup manusia adalah standar hidup layak. setiap komponen harus dihitung indeksnya. d.549. Rata-rata lama sekolah diberi bobot sepertiga dan angka melek huruf diberikan bobot dua pertiga. Proses penghitungannya. sedangkan BPS dalam menghitung standar hidup layak menggunakan rata-rata pengeluaran per kapita riil yang disesuaikan dengan formula Atkinson. c.500 per kapita per hari Sumber data yang digunakan untuk menghitung standar hidup layak adalah hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas). Penyusunan Indeks Sebelum penghitungan IPM.500 per kapita per tahun atau Rp. 1. Sedangkan angka melek huruf adalah persentase penduduk usia 15 tahun ke atas yang dapat membaca dan menulis huruf latin dan atau huruf lainnya. C (I) = C(i) Jika C(i) < Z = Z + 2(C(i)`-`Z)1/2 Jika Z < C(i) < 2Z = Z + 2(Z)1/2 + 3(C(i)`-`2Z)1/3 Jika 2Z < C(i) < 3Z dst Dimana C(i) = PPP dari nilai riil pengeluaran per kapita Z = Batas tingkat pengeluaran yang ditetapkan secara arbiter sebesar Rp. kedua indikator tersebut digabung setelah masing-masing diberikan bobot. Dalam cakupan lebih luas standar hidup layak menggambarkan tingkat kesejahteraan yang dinikmati oleh penduduk sebagai dampak semakin membaiknya ekonomi. Formula yang digunakan sebagai berikut: indeks X ( i . UNDP untuk mengukur standar hidup layak menggunakan GDP riil yang disesuaikan. j ) ( X ( i .

Angka Harapan Hidup 85 25 Standar UNDP 2. 2. Rata2 Lama Sekolah 15 4.000b (1999. Daya Beli 0 732. Apabila nilai IPG sama PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 101 . 3 j = 1. IPG dapat digunakan untuk mengetahui kesenjangan pembangunan manusia antara laki-laki dan perempuan. i = 1. tingkat pendidikan.000 (1996) 360. yakni harapan hidup.1 Nilai maksimum dan minimum dari setiap komponen IPM Komponen IPM Max Min Keterangan 1.j) = Indeks komponen IPM ke i untuk wilayah ke j. dan pendapatan dengan memperhitungkan ketimpangan gender (lihat diagram 2). 2002) Pengeluaran per Kapita Riil disesuaikan Keterangan a) Perkiraan maksimum pada akhir PJP II tahun 2018 b) Penyesuaian garis kemiskinan lama dengan garis kemiskinan baru Nilai IPM dapat dihitung sebagai: IPM j 1 ¦ Indeks X (i. k wilayah Indeks Pembangunan Gender (IPG) I ndeks Pembangunan Gender (IPG) mengukur tingkat pencapaian kemampuan dasar yang sama seperti IPM. batas nilai minimum dan maksimum setiap komponen IPM ditentukan berdasarkan standar sebagai berikut: Tabel L2. Angka Melek Huruf 100 0 Standar UNDP 3.720 a 300. 2 …….X(i-min) = Nilai minimum dari Xi X(i-maks) = Nilai maksimum dari Xi Untuk menghitung indeks setiap komponen. j ) 3 j Dimana : Indeks X(i.

Penyusunan Indeks 1. 2002) 732.000 (1999. maka dapat dikatakan tidak terjadi kesenjangan gender. Indeks dari setiap komponen IPG dihitung menggunakan batas maksimum dan minimum berikut : Tabel L2.5 27. tetapi sebaliknya IPG lebih rendah dari IPM makan terjadi kesenjangan gender.dengan IPM. Menghitung nilai Xede dari tiap indeks Xede = [Pf Xf dimana Xf Xm Pf Pm : : : : (1-ε) + Pm Xm (1-ε) ] Pencapaian perempuan Pencapaian laki-laki Proporsi penduduk perempuan proporsi penduduk laki-laki 3. Menghitung IPG dengan rumus IPG = 1/3 (Xede(1) + Xede(2) + IInc-dis) dimana Xede(1) : Xede untuk harapan hidup Xede(2) : Xede untuk Pendidikan IInc-dis 102 : Indeks distribusi pendapatan PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 .000 (1996) 360.720 Keterangan : L = laki-laki P = Perempuan 2.5 Angka Melek Huruf 100 100 0 0 Rata-Rata Lama Sekolah 15 15 0 0 Konsumsi per Kapita 300. 2 dengan sebagai Nilai Maksimum dan Minimum Dari Setiap Komponen IPG Maksimum Minimum Laki-Laki Perempuan Laki-Laki Perempuan Angka Harapan Hidup 82.5 87.5 22.

Indeks Pemberdayaan Gender (IDG) I ndeks pemberdayaan gender (IDG) memperlihatkan sejauh mana peran aktif perempuan dalam kehidupan ekonomi dan politik. Nilai 50 dianggap sebagai kontribusi ideal dari masing-masing kelompok gender untuk semua komponen IDG. Peran aktif perempuan dalam kehidupan ekonomi dan politik mencakup partisipasi berpolitik. Untuk penghitungan masingmasing indeks dapat dilakukan sebagai berikut. Penyusunan Indeks 1. yaitu nilai EDEP dibagi 50. Indeks pengambilan keputusan (IDM) EDEP(DM)={ (Xf)(Zf)-1 + (Xm)(Zm)-1]-1 I(DM) = {EDEP(DM)}/50 dimana Zf = proporsi perempuan sebagai tenaga profesional Zm = proporsi laki-laki sebagai tenaga professional PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 103 . Selanjutnya. Penghitungan sumbangan pendapatan untuk IDG sama dengan penghitungan untuk IPG sebagaimana diuraikan di atas. partisipasi ekonomi dan pengambilan keputusan serta penguasaan sumber daya ekonomi yang disebut sebagai dimensi IDG. Selanjutnya. Dalam penghitungan IDG. dimensi IDG direpresentasikan oleh indikator-indikator seperti yang terlihat pada diagram 3. terlebih dahulu dihitung EDEP yaitu indeks untuk masing-masing komponen berdasarkan persentase yang ekuivalen dengan distribusi yang merata (Equally Distributed Equivalent Persentage). Indeks keterwakilan di parlemen (Ipar) EDEP(par) = {(Xf)(Yf)-1 + (Xm)(Ym)-1]-1 I(par) = {EDEP(par)}/50 dimana Xf = proporsi penduduk perempuan Xm = proporsi penduduk laki-laki Yf = proporsi keterwakilan perempuan di parlemen Ym = proporsi keterwakilan laki-laki di parlemen 2. masingmasing indeks komponen.

Indeks pemberdayaan gender IDG=1/3 (I(par) + I(DM) +Iinc-dis ) 104 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 .3. Indeks distribusi pendapatan (I inc-dis) Sebagaimana disajikan pada penghitungan IPG diatas 4.

91 96.92 72.81 96.88 96.38 1111 Aceh Utara 69.35 631.95 97.86 68.94 1106 Aceh Tengah 69.14 613.58 70.80 96.59 7.89 66.95 73.50 98.81 8.21 98.59 627.02 71.77 8.26 97.57 7.79 71.58 68.79 70.01 617.30 8.74 69.22 69.98 1103 Aceh Selatan 66.24 636.92 65.27 87.60 71.28 593.17 99.18 1107 Aceh Barat 69.64 69.15 9.96 602.32 8.76 7.51 1118 Pidie Jaya 69.68 1175 Subulussalam 65.69 622.54 96.19 607.99 1117 Bener Meriah 67.46 72.73 601.62 99.93 67.02 68.51 603.60 98.64 9.96 605.61 612.30 614.78 8.73 73.22 1114 Aceh Tamiang 68.10 96.70 618.07 73.03 96.95 8.48 8.36 604.20 1108 Aceh Besar 70.08 67.98 76.38 72.62 67.53 94.55 8.55 10.65 9.74 69.85 8.44 606.26 1115 Nagan Raya 69.99 99.27 98.27 69.52 9.45 10.50 69.37 68.69 74.45 95.08 10.47 610.39 73.72 8.75 604.47 98.35 9.64 8.10 76.49 70.16 1101 Simeulue 62.60 8.56 616.48 8.37 1174 Kota Lhokseumawe 70.25 8.34 96.77 610.98 71.75 70.47 1173 Kota Langsa 70.89 72.63 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 105 .07 638.55 7.53 96.29 70.51 588.18 69.50 621.24 69.81 605.18 12.82 1171 Kota Banda Aceh 70.56 69.88 68.94 1105 Aceh Timur 69.06 71.81 71.70 68.30 95.85 89.43 1110 Bireuen 72.95 1113 Gayo Lues 67.60 71.43 8.42 615.72 612.06 94.32 73.81 97.90 612.16 626.36 1104 Aceh Tenggara 69.86 622.56 602.24 70.26 69.16 99.71 70.05 98.85 598.70 98.55 70.54 600.04 634.71 8.66 98.53 69.85 1112 Aceh Barat Daya 66.52 8.70 89.98 9.45 78.68 1116 Aceh Jaya 68.00 1172 Kota Sabang 71.80 97.19 96.04 72.10 75.51 9.96 96.97 70.89 7.36 597.64 69.72 8.49 610.58 70.99 10.88 71.30 98.34 607.35 72.68 95.01 96.96 597.79 71.30 10.39 98.72 69.83 1109 Piddie 69.70 72.15 592.28 69.44 73.68 622.77 610.62 618.Lampiran 3.77 616.73 1102 Aceh Singkil 64.15 87.99 94.09 12.24 96.26 9.73 598.55 9.47 98.20 632.45 76.25 7.90 611.63 69.48 69.75 99.20 99.47 7.69 98.26 602.29 71.83 9.08 608.67 8.80 98.12 8.15 99.38 8.79 8.98 63.63 67.97 70.99 67.08 93.28 77.85 74.49 8.97 9. IPM Provinsi dan Kabupaten 2010 – 2011 Kode Provinsi (1) (2) L3 Angka Harapan Hidup Angka Melek Huruf Rata-rata Lama Sekolah Pengeluaran per Kapita Disesuaikan (Tahun) (Persen) (Tahun) (Ribu Rp PPP) IPM 2010 2011 2010 2011 2010 2011 2010 2011 2010 2011 (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) 1100 ACEH 68.

85 8.20 8.90 639.47 98.90 97.72 629.21 99.02 97.55 1222 Labuhan Batu Selatan 69.40 600.75 94.55 76.60 71.03 74.72 10.53 7.47 9.84 74.21 632.50 97.37 637.13 96.27 7.08 97.66 69.16 610.49 76.31 9.48 67.22 625.64 71.71 632.81 75.81 1276 Kota Binjai 71.95 70.96 8.18 73.01 77.40 68.92 636.21 75.72 1215 Humbang Hasundutan 67.73 69.19 10.96 69.86 73.94 1210 Dairi 68.19 72.42 607.88 607.47 10.86 635.21 98.49 9.58 75.81 96.68 70.99 99.95 642.75 68.62 63.45 74.54 73.50 1272 Kota Tanjung Balai 70.45 8.13 8.18 638.19 74.34 99.93 8.60 8.97 632.80 9.30 6.92 97.64 1219 Batu Bara 68.14 74.77 71.33 70.70 74.70 97.89 99.06 99.10 9.08 75.05 9.70 99.33 99.43 1216 Pakpak Barat 67.54 70.85 646.21 629.27 634.25 1209 Simalungun 68.65 1208 Asahan 68.70 99.00 71.55 635.76 98.88 98.96 98.91 636.70 8.65 70.08 1220 Padang Lawas Utara 66.91 76.42 636.15 69.84 96.27 1218 Serdang Bedegai 68.90 633.42 8.53 8.56 632.77 90.11 639.02 9.78 628.45 99.33 6.30 84.92 631.57 8.94 8.23 84.25 1221 Padang Lawas 67.63 9.38 10.98 69.64 9.02 74.24 634.25 95.01 70.26 95.71 611.84 98.65 97.82 632.60 77.39 75.22 614.70 76.33 640.06 72.29 99.48 629.70 8.50 73.86 1206 Toba Samosir 70.23 70.53 74.58 617.08 97.56 5.88 1277 Kota Padang Sidempuan 69.65 1201 Nias 69.15 618.69 98.54 628.94 72.63 1205 Tapanuli Utara 69.33 71.64 8.93 1207 Labuhan Batu 69.58 68.39 67.29 99.65 99.21 8.91 71.54 623.67 72.13 605.49 76.35 74.29 98.36 85.53 8.31 614.03 71.98 69.35 98.60 69.85 8.41 636.91 66.Kode Angka Harapan Hidup Angka Melek Huruf Rata-rata Lama Sekolah Pengeluaran per Kapita Disesuaikan (Tahun) (Persen) (Tahun) (Ribu Rp PPP) IPM Provinsi 2010 2011 2010 2011 2010 2011 2010 2011 2010 2011 (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) 1200 SUMATERA UTARA 69.74 636.59 98.20 9.45 1204 Tapanuli Tengah 68.16 72.80 73.66 8.32 97.91 627.09 98.13 8.47 604.39 642.72 1273 Kota Pematang Siantar 72.50 69.24 89.09 99.20 1217 Samosir 69.29 99.97 623.82 8.46 5.88 639.45 628.38 1223 Labuhan Batu Utara 69.83 8.43 70.28 75.89 627.41 6.46 67.53 98.91 72.45 633.70 629.91 1275 Kota Medan 71.36 75.36 649.84 10.52 96.67 72.91 8.45 7.36 77.13 609.70 70.57 66.82 73.20 85.75 98.80 7.19 99.07 69.21 71.49 1211 Karo 72.81 74.28 6.52 9.71 73.12 96.14 1224 Nias Utara 69.41 76.89 634.85 9.85 10.31 74.40 625.78 6.23 98.15 69.72 9.19 89.02 8.44 90.10 6.78 1213 Langkat 69.25 73.99 633.34 75.03 67.98 70.46 8.01 632.53 8.60 67.18 1225 Nias Barat 69.86 8.14 636.02 98.89 624.51 77.79 1212 Deli Serdang 70.67 73.10 1271 Kota Sibolga 70.61 97.97 98.51 640.52 73.54 73.62 72.59 69.58 1278 Gunung Sitoli 69.72 99.93 1274 Kota Tebing Tinggi 71.95 70.29 94.80 71.10 71.45 611.62 69.81 8.70 99.67 7.24 630.55 8.53 647.21 (1) 106 (2) PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 .80 8.62 99.03 74.95 97.29 72.78 95.89 9.89 73.11 632.50 9.23 639.64 630.09 1202 Mandailing Natal 63.98 72.59 98.27 8.22 9.71 95.15 67.62 1214 Nias Selatan 70.40 68.65 628.81 99.04 1203 Tapanuli Selatan 67.17 98.95 615.36 99.23 74.89 634.11 68.34 7.87 67.21 67.76 8.70 7.37 617.

89 74.75 78.53 1401 Kuantan Sengingi 68.03 627.51 75.43 7.53 97.89 1312 Pasaman Barat 65.18 73.63 75.46 98.81 78.92 72.43 97.61 64.86 98.20 98.28 73.45 78.29 1377 Kota Pariaman 69.04 69.50 10.73 653.21 7.86 8.87 99.10 1408 Bengkalis 70.98 77.21 98.95 97.93 71.37 7.93 9.30 99.49 99.10 650.30 71.48 8.23 624.01 7.83 76.73 98.56 98.14 644.38 97.30 97.46 76.79 7.50 8.74 1308 Limapuluh Koto 68.49 94.43 72.25 97.08 1471 Kota Pekan Baru 71.92 95.31 67.25 96.62 1371 Kota Padang 70.01 647.88 632.29 8.16 98.58 1306 Padang Pariaman 68.52 10.90 72.56 68.54 93.79 74.15 1402 Indragiri Hulu 68.69 99.60 8.66 73.01 94.30 71.45 68.16 9.00 74.92 647.94 8.89 1400 RIAU 71.00 66.77 72.85 98.92 71.72 74.06 69.53 71.02 70.78 641.82 98.17 67.34 1311 Dharmas Raya 66.35 9.53 1409 Rokan Hilir 67.40 71.65 71.39 71.78 94.77 8.61 7.24 630.Angka Harapan Hidup Kode Angka Melek Huruf Rata-rata Lama Sekolah Pengeluaran per Kapita Disesuaikan IPM Provinsi (Tahun) 2010 (1) (2) (Persen) 2011 2010 2011 (Tahun) 2010 2011 (Ribu Rp PPP) 2010 2011 2010 2011 (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) 1300 SUMATERA BARAT 69.04 648.34 7.72 636.86 98.09 71.81 68.53 609.42 8.16 70.51 98.62 77.22 648.08 9.58 8.29 638.92 99.19 97.52 606.27 7.91 10.92 67.86 98.06 99.75 69.89 11.63 646.83 1410 Kepulauan Meranti 68.18 70.56 7.04 1373 Kota Sawah Lunto 71.45 68.16 76.99 8.89 637.18 90.64 70.59 1405 Siak 71.48 635.55 98.00 657.50 633.81 76.52 627.44 67.93 10.25 98.16 8.31 624.98 8.23 641.77 98.00 8.65 633.86 635.82 68.95 98.86 90.96 75.02 69.43 75.73 1376 Kota Payakumbuh 70.54 1403 Indragiri Hilir 71.31 78.69 71.69 69.27 78.32 7.92 646.58 93.84 8.82 7.71 73.92 1406 Kampar 68.66 639.15 71.64 71.57 647.48 98.15 65.24 75.24 608.68 642.18 1407 Rokan Hulu 67.66 9.28 1301 Kepulauan Mentawai 68.62 68.70 74.50 69.33 68.03 621.62 71.23 10.45 71.22 75.67 6.72 9.10 97.49 8.99 635.60 66.35 8.01 77.18 74.85 97.66 632.51 6.18 67.55 636.71 1404 Pelalawan 68.14 9.98 1307 Agam 69.73 73.14 99.65 76.13 69.09 97.89 610.70 613.43 10.51 7.59 629.94 71.25 8.35 98.48 8.76 97.46 98.77 1303 Solok 66.63 99.92 98.05 73.31 630.57 635.12 1375 Kota Bukit Tinggi 71.82 7.39 71.22 71.41 98.35 74.26 7.21 7.60 7.28 98.17 637.58 651.73 68.31 10.95 99.84 613.82 74.58 8.98 69.58 70.22 640.11 75.46 74.21 649.34 644.99 98.65 69.78 74.19 1310 Solok Selatan 64.33 11.91 98.62 70.73 1304 Sawah Lunto/Sijunjung 66.59 94.35 70.00 609.28 616.26 78.62 7.03 645.05 78.90 9.23 97.25 631.65 9.09 98.41 1374 Kota Padang Panjang 71.45 71.33 75.06 1302 Pesisir Selatan 67.40 628.09 655.25 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 107 .15 7.19 9.35 630.63 650.31 99.67 99.52 68.78 1309 Pasaman 67.28 73.63 643.92 628.66 99.87 7.24 649.25 94.81 98.06 7.99 7.16 647.40 1305 Tanah Datar 70.12 629.50 10.12 9.40 634.74 97.28 73.07 76.89 71.68 650.30 632.67 98.55 98.24 638.21 8.94 646.15 1372 Kota Solok 69.78 99.73 646.15 7.72 1473 Kota Dumai 71.18 99.84 642.62 9.

19 9.87 73.76 77.79 636.24 97.44 6.57 97.36 7.67 628.25 99.57 97.30 95.91 98.62 77.43 98.50 1571 Kota Jambi 69.91 7.60 635.36 70.99 94.08 1504 Batanghari 69.10 1700 BENGKULU 69.09 1611 Empat Lawang 65.19 68.32 638.00 639.55 7.92 94.50 72.96 97.54 96.24 642.40 72.84 629.59 627.39 98.61 616.07 1603 Muara Enim (Liot) 67.55 71.12 1506 Tanjung Jabung Timur 70.26 64.16 95.56 96.72 70.41 95.71 9.70 1703 Bengkulu Utara 69.40 618.46 96.51 69.97 614.56 610.51 70.96 7.12 97.57 95.11 658.87 69.37 69.14 8.23 76.40 69.28 8.66 630.38 8.94 1673 Kota Pagar Alam 70.97 626.16 616.50 632.40 68.60 632.02 7.37 641.17 70.24 94.49 70.47 7.15 618.70 7.16 9.61 97.97 7.83 7.92 73.93 7.78 72.71 98.03 97.30 1501 Kerinci 70.69 1672 Kota Prabumulih 71.78 1702 Rejang Lebong 67.95 73.82 7.25 8.81 71.42 71.28 10.57 94.78 614.95 96.63 7.79 73.04 95.42 1601 Ogan Komering Ulu 69.53 7.72 71.85 6.62 95.57 619.16 7.Kode Angka Harapan Hidup Angka Melek Huruf Rata-rata Lama Sekolah Pengeluaran per Kapita Disesuaikan (Tahun) (Persen) (Tahun) (Ribu Rp PPP) IPM Provinsi 2010 2011 2010 2011 2010 2011 2010 2011 2010 2011 (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) 1500 JAMBI 69.66 67.54 7.85 98.98 636.40 607.29 1706 Mukomuko 67.55 627.91 7.32 95.91 72.92 72.42 70.90 93.25 8.78 622.83 70.24 634.59 1602 Ogan Komering Ilir 68.05 1507 Tanjung Jabung Barat 69.46 73.15 71.45 7.30 71.02 630.27 66.60 69.95 72.90 7.61 69.26 74.43 92.92 71.60 1572 Kota Sungai Penuh 70.25 613.44 1505 Muara Jambi 69.97 96.32 98.47 8.32 72.70 1674 Kota Lubuk Linggau (1) (2) 65.25 67.92 97.33 8.24 1508 Tebo 69.78 610.05 616.43 1705 Seluma 65.63 1709 Bengkulu Tengah 70.13 71.67 72.11 1707 Lebong 66.14 7.11 617.25 96.90 633.82 98.27 67.61 6.16 96.47 97.55 71.89 68.28 1608 Ogan Komering Ulu Selatan 69.14 69.70 65.58 7.24 97.11 607.86 70.71 7.90 97.69 65.54 96.59 96.50 7.40 1503 Sarolangun 69.02 1600 SUMATERA SELATAN 69.40 1701 Bengkulu Selatan 67.71 7.31 612.40 98.26 6.85 7.07 10.62 97.19 91.54 69.59 650.39 640.49 7.94 72.03 647.01 1771 Bengkulu 70.98 93.59 96.52 7.36 68.41 67.62 70.08 7.64 74.16 633.36 97.02 71.67 73.86 67.58 612.66 1708 Kepahiang 64.38 1606 Musi Banyuasin 69.77 74.61 71.60 629.24 9.38 633.59 67.96 9.52 7.19 1704 Kaur 67.47 69.64 97.81 67.40 66.75 92.26 1604 Lahat 68.76 631.65 7.51 7.06 614.74 73.57 72.66 615.12 70.23 67.20 635.86 91.60 8.57 73.66 98.44 97.37 98.83 8.94 610.33 628.58 95.56 71.67 637.08 627.99 76.90 70.52 8.50 9.60 72.96 71.25 96.78 97.06 7.09 7.27 74.54 7.52 96.11 8.75 623.89 95.23 68.13 595.89 7.02 68.05 633.95 8.17 595.44 1607 Banyuasin 67.51 631.73 94.11 69.06 610.68 638.42 94.57 638.79 7.83 69.80 97.99 11.74 6.91 7.07 76.73 9.41 7.87 97.03 617.30 633.16 69.57 97.41 7.05 70.78 97.02 68.25 9.93 7.44 7.78 70.36 609.92 618.47 613.42 71.50 7.50 98.36 71.59 71.80 64.84 8.23 656.49 72.34 1610 Ogan Ilir 66.99 70.99 99.52 614.70 69.50 65.66 99.41 630.98 8.57 72.01 97.12 70.79 633.66 76.84 613.58 627.26 69.82 1609 Ogan Komering Ulu Timur 68.06 96.99 108 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 .13 71.83 1605 Musi Rawas 64.12 644.41 67.09 71.36 97.93 7.81 72.95 72.51 8.69 624.76 94.14 618.25 591.65 67.59 614.76 92.84 98.68 77.40 8.40 624.59 631.87 7.76 1502 Merangin 68.86 72.08 1671 Kota Palembang 71.69 73.50 98.07 96.68 70.11 10.29 612.42 92.32 68.47 96.30 1509 Bungo 67.08 68.10 69.14 73.19 73.43 592.30 76.06 94.10 7.34 70.23 7.43 69.35 69.

94 68.49 98.28 635.24 626.07 70.83 69.27 7.23 7.83 7.46 603.26 1805 Lampung Tengah 69.09 629.00 644.28 614.70 70.42 9.14 67.00 91.91 10.58 7.32 628.60 653.73 71.61 94.40 67.84 640.59 623.69 71.32 7.30 1810 Pringsewu 68.60 634.58 641.56 94.85 96.74 95.75 7.54 1904 Bangka Tengah 67.44 75.95 1900 KEP.79 640.41 95.60 626.87 74.54 98.40 68.85 94.82 10.22 71.17 69.31 644.98 1812 Tulang Bawang Barat 68.92 93.35 7.43 70.19 97.50 2171 Kota Batam 70.36 7.59 75.38 9.09 96.54 72.39 7.24 598.26 636.94 66.34 70.87 72.80 78.37 72.12 631.09 629.41 7.51 68.45 69.07 68.34 645.96 72.32 604.48 93.92 70.80 94.52 7.48 93.83 1803 Lampung Selatan 68.51 96.20 617.66 68.33 7.45 92.58 8.97 72.78 650.29 70.70 76.57 7.77 70.81 7.62 93.64 73.79 69.24 98.22 71.96 632.64 610.19 614.36 1906 Belitung Timur 68.36 70.70 94.32 93.71 69.69 95.22 70.91 646.67 97.89 620.30 6.63 8.42 7.05 95.86 69.74 71.72 627.72 92.95 6.67 9.68 2105 Kepulauan Anambas 67.48 7.77 10.81 70.91 69.53 69.96 1809 Pesawaran 68.32 95.72 8.50 75.64 67.98 6.00 642.74 94.06 70.90 95.65 7.37 1811 Mesuji 68.17 7.06 70.94 98.87 71.96 75.71 7.47 602.98 69.97 10.64 8.76 97.44 98.64 616.07 75.70 9.51 608.33 69.26 96.87 5.87 6.68 635.31 98.69 96.08 93.05 95.58 612.52 73.94 1801 Lampung Barat 67.72 67.86 6.03 2172 Kota Tanjung Pinang 69.43 1808 Tulang Bawang 68.30 6.14 8.19 94.90 92.01 593.18 632.80 69.45 7.86 98.25 69.64 94.49 67.50 10.54 2100 KEPULAUAN RIAU 69.39 68.41 620.14 70.29 1806 Lampung Utara 67.43 606.62 69.78 2101 Karimun 69.48 93.36 73.00 74.32 614.64 95.40 620.36 93.49 611.31 96.06 96.86 93.26 91.79 7.10 7.09 8.07 77.56 71.64 629.23 1902 Belitung 69.95 627.47 9.83 76.10 645.38 607. BANGKA BELITUNG 68.63 7.50 70.28 69.64 91.02 7.37 596.Angka Harapan Hidup Kode Angka Melek Huruf Rata-rata Lama Sekolah Pengeluaran per Kapita Disesuaikan IPM Provinsi (Tahun) 2010 (1) (2) (Persen) 2011 2010 2011 (Tahun) 2010 2011 (Ribu Rp PPP) 2010 2011 2010 2011 (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) 1800 LAMPUNG 69.38 627.19 623.03 7.47 96.37 76.53 1804 Lampung Timur 70.38 68.96 75.45 69.99 6.73 643.31 71.57 596.17 604.82 96.47 7.14 637.18 98.05 70.28 97.25 76.60 69.51 645.32 1871 Kota Bandar Lampung 70.63 7.35 71.96 8.16 70.46 7.92 68.50 73.20 9.37 1901 Bangka 67.80 71.89 7.99 2102 Bintan 69.63 621.44 68.75 94.90 69.74 7.24 73.77 1903 Bangka Barat 67.31 68.25 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 109 .72 1802 Tanggamus 69.42 71.59 6.29 1872 Kota Metro 72.91 7.57 650.82 618.26 2104 Lingga 70.25 95.16 9.50 69.39 71.45 97.17 2103 Natuna 68.85 97.77 71.76 95.21 95.78 67.54 629.81 1807 Way Kanan 69.44 1971 Kota Pangkal Pinang 70.45 7.36 8.93 95.03 642.53 90.66 5.74 67.13 93.63 1905 Bangka Selatan 67.26 633.97 67.37 96.41 619.65 71.86 73.96 70.10 612.

59 95.34 7.96 651.65 635.65 99.89 651.35 73.73 632.18 637.16 3171 Kota Jakarta Selatan 73.41 6.35 99.98 10.02 8.96 98.33 92.80 647.06 632.02 69.33 632.84 79.36 98.77 71.95 99.05 97.77 98.44 69.70 98.04 11.14 73.23 99.75 7.62 633.58 643.35 634.42 3275 Kota Bekasi 69.45 96.96 10.74 10.36 72.17 633.02 629.43 648.25 68.00 74.21 71.64 6.23 85.70 10.11 8.51 98.99 6.86 631.99 629.06 72.52 97.00 66.36 3273 Kota Bandung 69.18 96.69 78.85 3279 Kota Banjar 66.40 74.63 98.37 8.09 7.31 3173 Kota Jakarta Pusat 72.06 3203 Cianjur 66.36 635.23 99.55 99.75 647.22 635.41 74.82 6.84 70.44 70.52 97.74 10.42 67.93 7.38 7.66 5.06 67.97 98.97 3101 Kep.70 3206 Tasikmalaya 67.86 70.50 3214 Purwakarta 67.26 647.25 75.73 94.85 630.38 71.82 72.67 9.38 97.06 76.64 69.60 77.95 7.51 76.26 97.29 72.Angka Harapan Hidup Kode Angka Melek Huruf Rata-rata Lama Sekolah Pengeluaran per Kapita Disesuaikan IPM Provinsi (Tahun) 2010 (1) (Persen) 2010 2011 (Tahun) 2010 2011 (Ribu Rp PPP) 2010 2011 2010 2011 (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) 3100 DKI JAKARTA 73.29 67.59 97.80 3271 Kota Bogor 68.82 71. Seribu 70.10 644.14 8.45 636.29 646.43 3205 Garut 65.09 73.83 617.67 638.59 3215 Karawang 66.18 10.55 70.98 7.56 639.44 10.35 66.09 649.66 71.68 3174 Kota Jakarta Barat 73.66 98.07 7.19 7.00 651.54 3217 Kab Bandung Barat 68.92 646.14 78.02 10.94 98.53 10.47 6.99 629.88 6.09 79.93 7.91 77.89 640.60 635.15 635.00 98.09 633.36 76.38 642.65 68.03 94.71 96.27 3210 Majalengka 66.86 69.17 99.38 97.70 67.39 3274 Kota Cirebon 68.02 95.50 10.40 96.22 98.35 73.92 6.86 75.18 69.72 98.85 6.74 10.63 77.47 79.25 70.40 3213 Subang 69.59 3204 Bandung 69.96 7.75 645.13 99.65 76.46 638.42 72.79 9.07 99.08 11.93 10.87 631.16 72.22 631.47 9.00 72.09 3175 Kota Jakarta Utara 72.75 76.93 3200 JAWA BARAT 68.07 640.70 79.55 591.55 97.17 77.95 635.12 631.13 74.73 3201 Bogor 68.62 95.40 69.93 75.75 8.69 99.44 633.68 98.99 7.31 634.18 98.87 68.94 10.53 99.89 71.89 69.60 66.67 3212 Indramayu 66.47 630.98 67.41 78.68 3276 Kota Depok 73.17 71.43 99.90 98.63 71.78 99.37 11.05 74.62 631.33 97.51 3207 Ciamis 67.93 73.59 69.37 637.55 635.92 6.25 99.14 71.09 95.35 6.30 8.30 72.00 93.39 69.46 79.76 72.96 68.94 98.95 7.58 3202 Sukabumi 67.01 3278 Kota Tasikmalaya 69.56 10.73 5.11 11.51 73.56 642.82 3172 Kota Jakarta Timur 73.24 633.14 69.11 635.67 99.66 99.71 70.90 626.52 99.28 95.75 68.70 99.20 651.49 638.36 71.82 67.08 3272 Kota Sukabumi 69.04 69.06 67.91 75.37 71.57 8.35 97.10 98.20 68.97 649.80 72.33 8.95 628.95 79.94 630.79 9.28 3216 Bekasi 69.63 72.61 633.96 8.82 110 (2) 2011 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 .81 3208 Kuningan 67.10 71.67 632.01 638.85 614.15 10.65 85.73 97.51 99.01 8.83 8.06 9.07 8.82 638.19 590.32 9.47 97.22 6.84 7.94 636.20 637.77 646.55 3209 Cirebon 65.26 66.45 92.81 3211 Sumedang 67.72 70.29 65.41 92.54 92.46 73.47 74.53 10.21 93.35 95.42 7.46 71.79 70.72 69.47 67.11 6.87 78.29 8.36 3277 Kota Cimahi 69.50 68.92 76.20 73.

83 3374 Kota Semarang 72.66 6.22 3328 Tegal 68.27 72.29 68.91 88.12 71.44 96.60 76.25 97.52 71.00 71.15 70.56 6.11 73.91 76.54 650.70 73.57 73.96 7.01 74.12 636.25 635.85 6.39 7.86 3327 Pemalang 67.48 6.32 70.83 71.83 70.26 7.04 638.16 72.33 71.41 6.33 3315 Grobogan 69.47 3324 Kendal 68.90 90.59 91.09 3329 Brebes 67.55 629.96 3303 Purbalingga 70.48 6.40 7.11 74.62 93.09 639.95 73.52 638.45 642.44 68.23 91.36 642.06 6.43 655.60 632.43 72.25 6.81 631.76 634.75 7.61 3371 Kota Magelang 70.22 70.71 74.95 643.41 70.45 72.26 89.50 71.16 71.11 70.87 72.02 628.71 69.41 72.92 635.29 10.75 84.97 647.19 70.98 72.23 70.74 91.31 6.39 3305 Kebumen 69.99 7.90 7.04 634.52 651.94 9.37 7.78 93.73 7.95 6.42 87.41 83.62 3306 Purworejo 70.34 652.39 73.32 10.48 636.28 72.21 10.73 69.89 641.09 93.21 77.96 73.94 649.81 639.15 7.10 3311 Sukoharjo 70.85 70.23 90.62 69.50 636.28 91.36 6.11 646.19 70.96 7.04 69.34 71.19 73.53 6.52 646.72 653.29 637.14 86.69 3309 Boyolali 70.93 94.36 92.41 647.72 634.19 85.08 89.29 72.72 71.12 3321 Demak 71.22 632.18 91.14 96.89 90.68 96.86 634.98 94.34 3302 Banyumas 69.79 69.35 647.49 3319 Kudus 69.47 91.44 93.73 8.04 630.77 89.01 638.85 3325 Batang 70.28 92.83 74.91 70.54 93.15 5.50 96.98 70.51 91.28 644.76 630.56 72.97 637.37 90.26 637.89 70.71 93.47 72.50 6.83 3372 Kota Surakarta 72.24 71.48 95.53 71.55 70.90 6.09 3322 Semarang 72.67 89.96 73.08 72.18 83.42 3375 Kota Pekalongan 70.51 635.86 78.90 3376 Kota Tegal 68.16 72.27 8.69 90.08 6.50 3304 Banjarnegara 69.11 8.07 72.89 74.78 91.54 72.25 3310 Klaten 71.99 93.74 7.60 72.42 632.59 7.05 92.97 87.91 3307 Wonosobo 69.78 70.37 70.61 71.28 97.00 632.96 638.24 3320 Jepara 70.70 5.60 639.82 3314 Sragen 72.83 72.72 8.79 69.72 630.59 71.90 8.25 96.41 71.90 639.47 74.48 70.68 95.66 8.94 95.77 77.53 76.43 88.12 70.13 72.45 3323 Temanggung 72.98 646.70 639.39 76.32 69.87 6.58 73.06 3308 Magelang 70.87 634.33 6.93 8.93 637.01 7.34 88.45 3318 Pati 72.07 74.47 6.09 89.15 89.10 74.96 86.71 10.92 8.20 88.35 93.22 649.09 635.98 10.28 644.97 636.52 9.97 3312 Wonogiri 72.21 646.69 640.84 634.15 648.18 3373 Kota Salatiga 71.20 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 111 .34 634.49 72.25 8.06 7.34 7.94 649.85 6.21 631.52 70.32 6.77 72.36 90.94 3301 Cilacap 70.43 85.62 71.33 636.11 77.20 72.17 91.79 6.Angka Harapan Hidup Kode Angka Melek Huruf Rata-rata Lama Sekolah Pengeluaran per Kapita Disesuaikan IPM Provinsi (Tahun) 2010 (1) (2) (Persen) 2011 2010 2011 (Tahun) 2010 2011 (Ribu Rp PPP) 2010 2011 2010 2011 (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) 3300 JAWA TENGAH 71.75 7.88 94.27 6.49 6.25 3317 Rembang 70.24 7.95 643.59 6.71 6.18 96.01 69.29 90.73 72.44 72.91 6.76 6.90 89.07 72.51 71.68 67.52 632.20 68.89 86.11 631.40 71.16 6.36 637.64 73.13 70.27 640.67 67.36 8.61 71.41 70.48 93.66 95.55 644.03 71.41 6.27 650.82 71.67 7.28 86.68 93.53 7.55 89.74 68.40 71.47 9.72 69.06 3326 Pekalongan 69.36 84.86 3313 Karanganyar 72.29 7.12 90.50 7.21 649.94 649.76 90.35 82.27 3316 Blora 71.55 72.95 90.18 7.

51 97.10 640.85 68.24 7.56 3.44 5.55 635.18 70.09 640.66 3504 Tulungagung 71.31 68.60 69.27 9.51 65.84 9.28 77.34 6.40 634.95 65.99 622.22 77.60 630.75 624.56 7.05 65.91 80.52 7.24 3515 Sidoarjo 70.45 73.39 73.23 89.55 89.34 88.82 73.56 71.82 68.19 7.18 77.81 7.25 70.88 71.73 3522 Bojonegoro 67.84 82.95 10.85 3575 Kota Pasuruan 66.79 97.33 74.24 97.85 8.45 74.13 9.24 85.07 9.84 639.53 3510 Banyuwangi 67.48 82.64 644.15 67.01 71.19 7.42 94.13 631.70 72.85 3579 Kota Batu 69.01 64.70 74.31 76.53 6.38 652.49 629.42 97.87 92.86 88.58 7.63 70.03 83.60 6.44 640.25 5.21 627.76 3574 Kota Probolinggo 70.47 77.06 98.66 5.35 648.52 3525 Gresik 70.35 7.41 628.87 7.17 3526 Bangkalan 63.85 631.02 7.78 68.52 92.41 96.60 66.20 68.93 656.60 632.90 635.20 10.15 3503 Trenggalek 71.26 64.23 63.96 651.12 7.53 97.60 65.18 6.84 3514 Pasuruan 64.75 71.94 631.72 73.48 91.67 3513 Probolinggo 61.59 632.89 3573 Kota Malang 70.82 69.85 6.16 5.72 93.09 92.84 634.43 8.80 10.Kode Provinsi (1) (2) Angka Harapan Hidup Angka Melek Huruf Rata-rata Lama Sekolah Pengeluaran per Kapita Disesuaikan (Tahun) (Persen) (Tahun) (Ribu Rp PPP) IPM 2010 2011 2010 2011 2010 2011 2010 2011 2010 2011 (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) 3500 JAWA TIMUR 69.73 87.26 71.54 635.00 85.44 69.94 63.59 6.47 94.97 9.69 628.48 654.17 71.79 97.58 91.44 631.64 97.61 76.17 67.01 652.49 66.94 70.50 3520 Magetan 71.48 91.48 71.52 8.44 64.87 5.72 9.78 97.21 643.56 10.75 650.03 6.01 3527 Sampang 63.54 6.07 3578 Kota Surabaya 71.61 77.81 6.11 620.92 67.34 73.39 625.54 76.09 70.28 84.36 6.90 69.57 7.34 643.95 4.19 644.02 634.84 81.00 638.60 7.78 84.02 68.32 3523 Tuban 67.53 8.84 7.66 626.75 644.08 652.56 6.74 630.46 86.76 9.89 3517 Jombang 70.19 63.24 73.52 640.82 72.24 7.91 70.07 7.24 85.58 3511 Bondowoso 63.13 61.84 650.17 3521 Ngawi 69.99 64.18 64.11 90.26 637.73 626.99 68.17 66.31 89.63 5.48 3502 Ponorogo 69.56 73.70 60.85 646.28 67.77 7.71 64.51 64.42 72.37 66.38 7.27 6.71 7.51 8.18 92.60 637.89 78.80 7.72 98.41 90.83 6.47 75.41 96.00 92.51 8.11 6.52 74.46 631.18 3501 Pacitan 71.01 76.93 70.75 73.62 72.98 71.48 3529 Sumenep 64.20 632.68 6.90 6.81 3512 Situbondo 63.56 8.62 71.02 77.60 647.90 3516 Mojokerto 70.54 71.99 63.98 648.53 650.01 71.15 73.06 3506 Kediri 69.15 88.20 97.66 69.30 632.79 3572 Kota Blitar 72.10 6.57 5.97 651.81 92.29 71.61 68.50 3577 Kota Madiun 71.57 70.27 98.73 74.79 85.00 63.64 78.55 93.90 92.22 94.38 654.54 90.27 8.42 77.96 69.03 67.84 7.24 78.36 649.41 636.80 638.84 7.22 97.36 6.32 644.60 6.89 631.55 7.89 69.76 3505 Blitar 70.41 6.82 6.07 70.07 72.46 71.55 70.68 97.14 85.80 657.75 655.59 644.36 78.99 640.99 636.21 73.84 63.32 6.58 67.92 69.07 89.80 636.30 635.17 70.12 59.99 90.19 70.70 73.28 3507 Malang 68.42 78.52 92.23 72.17 3508 Lumajang 67.48 83.89 69.17 62.20 77.28 76.71 3524 Lamongan 68.83 10.11 94.19 633.55 3509 Jember 62.58 637.82 640.84 636.39 80.72 78.37 87.32 63.12 97.84 640.49 629.53 89.54 5.85 639.68 616.48 3519 Madiun 68.67 74.43 10.26 98.83 92.78 3528 Pamekasan 63.98 86.14 77.93 112 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 .24 10.76 71.19 648.32 70.49 92.66 6.32 625.66 87.41 70.75 72.73 67.48 64.14 3518 Nganjuk 68.35 76.89 3576 Kota Mojokerto 71.47 636.01 3571 Kota Kediri 70.22 62.32 86.

89 7.18 5102 Tabanan 74.49 10.30 10.49 9.88 75.11 7.17 70.15 10.04 3402 Bantul 71.03 70.20 628.77 639.17 74.44 10.78 88.73 73.06 75.15 98.85 92.27 75.78 95.25 631.27 78.73 70.75 645.28 63.61 71.70 643.38 76.76 72.25 629.35 94.02 637.23 95.73 83.17 8.67 67.42 5107 Karangasem 67.27 90.37 6.44 3672 Kota Cilegon 68.81 8.07 11.43 648.24 5103 Badung 71.33 97.45 3674 Kota Tangerang Selatan 68.39 98.72 70.03 91.67 637.84 3404 Sleman 75.54 71.51 63.97 71.95 635.35 652.92 646.96 9.67 69.64 71.07 9.72 68.54 68.02 637.05 3604 Serang 63.20 96.43 5105 Klungkung 69.22 73.57 75.43 74.47 96.66 636.25 8.05 7.80 71.29 7.40 89.03 635.07 8.16 75.82 6.41 629.05 96.02 639.47 642.68 645.72 98.95 3601 Pandeglang 63.47 96.41 68.00 8.69 92.65 7.47 6.39 7.11 651.23 8.50 655.69 71.18 92.56 650.13 65.48 11.67 9.60 94.53 75.78 75.72 86.62 90.04 643.86 72.92 92.01 5100 BALI 70.88 95.41 9.49 75.32 3401 Kulon Progo 74.64 6.09 82.58 68.01 73.81 632.84 91.10 69.51 647.77 76.48 98.18 72.69 73.72 7.01 636.00 8.95 72.80 7.61 93.20 8.52 79.19 633.51 8.70 642.35 96.89 3600 BANTEN 64.85 77.21 67.33 91.62 98.77 3602 Lebak 63.80 71.95 96.66 84.98 3603 Tangerang 65.17 75.79 65.07 5108 Buleleng 69.84 5101 Jembrana 71.63 6.24 6.29 68.71 71.52 649.70 633.05 3403 Gunung Kidul 70.33 3671 Kota Tangerang 68.19 637.79 79.60 3673 Kota Serang 65.94 78.49 89.80 85.12 72.73 628.81 626.15 69.37 68.77 63.71 653.70 625.12 5.94 8.65 98.64 70.38 631.31 71.37 639.65 10.44 632.17 85.88 89.37 630.82 90.28 70.80 71.12 5171 Kota Denpasar 73.82 8.90 95.26 74.24 72.38 9.34 88.11 66.38 74.06 97.41 98.28 72.73 9.02 5106 Bangli 71.46 88.44 73.32 8.90 75.81 5.82 8.86 8.79 3471 Kota Yogyakarta 73.82 648.63 7.42 67.42 74.90 65.48 70.01 84.69 7.31 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 113 .45 70.45 638.20 78.94 7.35 5104 Gianyar 72.40 74.35 634.36 645.19 10.29 75.00 70.Angka Harapan Hidup Kode Angka Melek Huruf Rata-rata Lama Sekolah Pengeluaran per Kapita Disesuaikan IPM Provinsi (Tahun) 2010 (1) (2) (Persen) 2011 2010 2011 (Tahun) 2010 2011 (Ribu Rp PPP) 2010 2011 2010 2011 (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) 3400 D I YOGYAKARTA 73.21 8.18 645.90 67.08 651.13 641.15 82.20 646.98 10.02 75.36 634.84 650.37 636.03 98.48 90.

02 6.53 63.62 612.23 5201 Lombok Barat 60.56 590.56 60.36 6.99 61.74 5207 Sumbawa Barat 61.54 11.97 5.90 58.97 605.75 61.33 66.10 93.49 67.87 68.73 6.73 61.99 7.70 5206 Bima 62.45 90.31 95.48 72.67 5205 Dompu 61.50 6.64 612.25 95.26 67.21 7.09 5316 Sumba Barat Daya 63.22 5318 Nageko 63.61 593.13 91.95 65.05 83.40 80.96 7.39 6.79 599.39 66.32 91.27 62.69 64.62 5.07 5309 Flores Timur 68.24 61.20 5.43 604.05 61.71 62.26 7.94 62.46 607.39 9.08 5208 Lombok Utara 60.76 6.05 603.16 67.82 65.81 5314 Rote Nda 67.01 72.82 91.77 90.58 66.32 68.22 67.55 5320 Sabu Raijua 67.74 606.60 55.74 6.44 606.54 6.89 6.34 64.72 60.93 5306 Belu 66.45 591.56 629.42 6.77 6.47 67.51 66.50 5202 Lombok Tengah 61.50 601.18 65.74 62.60 613.27 76.74 93.13 5313 Manggarai 67.32 80.42 77.69 86.92 66.22 5.85 7.87 86.32 72.18 66.27 67.52 98.07 66.13 83.92 66.42 7.29 5305 Timor Tengah Utara 68.69 89.29 67.02 82.57 75.00 65.02 89.71 638.11 62.71 114 (2) 2011 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 .75 5307 Alor 66.20 66.65 5.41 66.00 89.29 75.88 5.24 85.70 94.20 84.43 6.75 87.83 605.91 68.35 7.90 67.17 5.85 64.85 9.63 63.89 642.07 83.13 648.84 61.37 597.89 72.59 88.47 7.80 62.22 645.32 89.04 98.52 629.32 608.48 68.42 68.68 63.06 625.26 60.50 5303 Kupang 65.99 627.78 90.40 509.09 625.59 5.93 66.51 91.66 5203 Lombok Timur 60.39 6.77 9.31 5302 Sumba Timur 61.82 65.45 70.16 83.71 5310 Sikka 69.95 65.67 606.00 66.45 65.25 6.98 67.06 11.93 63.34 68.34 599.54 56.98 95.22 602.75 91.Angka Harapan Hidup Kode Angka Melek Huruf Rata-rata Lama Sekolah Pengeluaran per Kapita Disesuaikan IPM Provinsi (Tahun) 2010 (1) (Persen) 2010 2011 (Tahun) 2010 2011 (Ribu Rp PPP) 2010 2011 2010 2011 (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) 5200 NUSA TENGGARA BARAT 62.08 6.02 94.38 7.93 612.41 66.45 6.71 609.61 88.72 91.75 607.16 67.50 583.57 75.11 67.93 5204 Sumbawa 60.39 603.33 6.80 61.82 68.35 631.58 5312 Ngada 67.08 84.38 615.18 68.12 68.85 7.33 6.56 69.28 76.08 92.01 69.79 6.59 5319 Manggarai Timur 67.73 92.42 5317 Sumba Tengah 62.57 67.05 93.82 89.43 89.55 615.41 81.40 69.12 5371 Kota Kupang 72.63 73.61 624.46 598.23 6.02 60.61 6.24 6.99 7.38 84.83 6.56 77.67 63.35 90.00 66.16 72.33 511.11 6.31 77.38 80.67 609.75 87.58 5.32 7.97 604.62 6.23 7.26 7.31 67.28 61.42 6.28 618.93 75.35 83.67 614.31 614.51 631.25 611.56 65.05 599.52 71.78 6.92 5308 Lembata 66.16 6.77 92.31 66.23 7.04 617.95 600.97 639.26 597.23 7.64 67.84 91.96 60.09 61.49 6.90 5.92 67.93 5271 Kota Mataram 66.94 71.27 606.66 68.73 66.61 5315 Manggarai Barat 66.07 629.75 5301 Sumba Barat 65.09 92.21 9.00 601.96 6.00 593.31 67.65 585.38 66.44 602.10 67.47 627.52 93.20 607.52 641.77 6.35 5.98 63.49 96.93 608.80 65.76 88.77 61.50 67.71 615.08 6.22 5311 Ende 64.83 5272 Kota Bima 62.77 5304 Timor Tengah Selatan 66.89 631.45 67.10 5300 NUSA TENGGARA TIMUR 67.06 60.75 65.70 634.89 6.

21 78.85 69.43 6172 Kota Singkawang 67.19 97.37 617.30 78.66 98.67 65.65 609.48 90.65 635.82 6.98 6103 Landak 65.67 5.75 6112 Kubu Raya 66.50 67.57 6.98 98.01 68.78 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 115 .18 641.59 6.64 7.22 67.40 7.65 622.01 6205 Barito Utara 72.64 8.77 6108 Kapuas Hulu 66.55 67.92 97.47 71.30 626.32 609.93 6209 Katingan 67.09 7.40 7.39 72.82 92.25 88.31 609.34 74.32 7.21 67.66 90.84 66.88 67.04 644.38 635.21 67.01 6111 Kayong Utara 65.98 6.07 6105 Sanggau 68.02 9.98 72.94 6.15 75.60 66.21 72.55 72.66 89.37 6211 Gunung Mas 67.74 6208 Seruyan 67.54 6.49 6.32 72.52 6110 Melawai 67.67 92.25 607.43 645.73 8.25 72.78 97.69 641.79 74.95 7.22 7.97 88.93 94.31 68.92 634.72 98.65 94.30 97.37 92.67 69.75 8.30 6.63 7.21 7.28 68.81 68.03 8.Angka Harapan Hidup Kode Angka Melek Huruf Rata-rata Lama Sekolah Pengeluaran per Kapita Disesuaikan IPM Provinsi (Tahun) 2010 (1) (2) (Persen) 2011 2010 2011 (Tahun) 2010 2011 (Ribu Rp PPP) 2010 2011 2010 2011 (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) 6100 KALIMANTAN BARAT 66.39 73.35 7.89 631.70 91.22 67.31 5.73 6212 Barito Timur 67.51 6.61 641.75 69.53 72.96 89.98 8.69 645.18 99.25 636.32 7.90 636.79 74.36 6.00 8.13 65.86 69.74 89.20 71.80 637.47 99.04 72.63 6107 Sintang 68.44 619.68 68.76 67.16 640.31 99.63 75.41 635.97 95.45 636.84 73.44 640.16 7.55 91.54 8.30 6.26 613.76 7.34 634.60 99.77 631.71 88.11 68.50 6206 Sukamara 67.26 90.38 8.96 7.43 73.51 614.75 71.56 68.15 6.42 614.47 640.74 634.37 88.69 7.92 95.35 632.35 64.32 6210 Pulang Pisau 67.51 638.53 6.55 10.30 66.90 97.57 95.42 6207 Lamandau 67.04 641.34 6271 Kota Palangka Raya 73.84 8.77 630.45 67.70 98.84 68.58 67.31 7.34 67.06 6201 Kotawaringin Barat 71.67 7.20 98.20 91.46 90.50 604.06 636.61 94.92 67.48 92.32 96.40 94.71 7.21 6200 KALIMANTAN TENGAH 71.83 638.10 99.99 8.59 7.73 74.18 633.89 68.64 75.47 72.99 68.93 65.79 73.04 99.30 89.72 629.26 610.29 98.77 71.35 98.55 5.48 7.56 67.33 6213 Murung Raya 68.16 6104 Pontianak 67.60 74.65 73.56 69.60 74.19 6202 Kotawaringin Timur 69.75 635.45 638.03 8.24 67.85 67.64 642.50 99.76 68.20 623.55 68.46 65.07 7.62 633.39 73.48 99.84 88.28 88.73 636.38 65.22 614.32 68.85 67.96 73.56 73.73 606.78 70.23 7.03 70.66 6101 Sambas 61.38 6109 Sekadau 67.53 90.98 613.43 617.56 625.96 68.36 72.80 6102 Bengkayang 68.89 70.94 6.97 98.00 73.57 639.34 89.37 89.49 68.61 73.75 90.72 6.00 6204 Barito Selatan 68.55 68.99 67.91 89.24 8.11 606.43 8.15 69.65 639.20 98.68 621.55 73.74 6203 Kapuas 70.97 6106 Ketapang 67.32 6.02 627.60 99.94 99.32 6.27 61.51 7.06 6171 Kota Pontianak 67.17 90.34 606.36 9.51 10.77 68.61 92.58 66.39 632.

66 6.42 7.60 73.64 72.94 71.99 71.01 96.81 94.42 98.94 96.35 94.00 96.26 643.36 96.27 7.20 99.15 70.18 97.33 68.87 97.41 6311 Balangan 61.73 69.92 70.46 65.20 71.01 98.42 97.48 95.63 6406 Malinau 68.05 96.47 635.72 9.05 77.75 93.72 94.19 6308 Hulu Sungai Utara 63.08 639.42 72.99 9.33 635.12 7.63 6473 Kota Tarakan 71.48 632.97 97.26 6407 Bulongan 72.24 618.99 73.77 96.91 650.31 93.85 10.97 7.89 74.32 96.92 639.44 6301 Tanah Laut 68.25 7.60 99.54 68.43 646.17 95.07 653.45 6309 Tabalong 63.04 10.08 7.97 76.36 94.76 8.92 635.88 77.73 62.36 648.13 69.47 640.02 94.35 6371 Kota Banjarmasin 66.08 10.86 62.46 71.74 67.24 6372 Kota Banjar Baru 67.92 70.88 6405 Berau 69.25 647.08 63.85 8.59 74.89 69.25 65.43 622.03 96.90 73.21 8.85 641.61 68.59 74.33 78.12 6.08 76.56 7.15 638.31 8.55 95.12 7.48 67.88 7.15 634.10 640.28 65.43 6400 KALIMANTAN TIMUR 71.93 653.90 73.26 654.95 9.85 6472 Kota Samarinda 71.73 72.05 89.14 7.65 73.44 96.80 7.20 8.83 71.39 98.39 95.07 7.89 95.68 637.20 73.01 75.24 72.58 636.76 98.21 71.26 633.45 6310 Tanah Bumbu 64.93 632.94 645.57 638.57 7.54 650.35 7.03 94.99 96.74 634.67 72.11 95.47 8.Kode Provinsi (1) (2) Angka Harapan Hidup Angka Melek Huruf Rata-rata Lama Sekolah Pengeluaran per Kapita Disesuaikan (Tahun) (Persen) (Tahun) (Ribu Rp PPP) IPM 2010 2011 2010 2011 2010 2011 2010 2011 2010 2011 (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) 6300 KALIMANTAN SELATAN 63.20 6307 Hulu Sungai Tengah 65.19 6474 Kota Bontang 72.93 71.58 71.52 116 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 .56 9.66 75.92 95.00 6302 Kota Baru 65.39 68.99 70.07 63.15 624.19 642.10 7.82 97.43 7.35 6304 Barito Kuala 61.60 656.61 8.53 637.47 92.08 629.03 94.94 92.87 648.63 95.84 74.93 67.66 7.22 6401 Pasir 73.97 96.15 627.21 10.81 650.03 7.05 66.68 96.44 7.70 95.50 75.14 8.96 97.50 77.28 98.80 8.65 624.74 71.15 630.54 70.17 72.76 98.77 94.87 6471 Kota Balikpapan 72.80 10.11 75.78 658.84 74.70 70.40 6402 Kutai Barat 70.20 71.69 6303 Banjar 65.70 7.63 73.42 71.20 648.65 97.57 637.36 6305 Tapin 67.68 630.06 7.54 71.16 70.70 89.47 95.47 71.20 628.22 67.87 9.15 7.51 6404 Kutai Timur 68.33 8.74 75.70 98.43 636.58 628.38 6409 Penajam Paser Utara 71.65 7.11 643.09 73.00 6306 Hulu Sungai Selatan 63.00 620.36 98.75 7.15 635.05 7.84 74.83 631.23 78.13 8.56 76.36 9.38 633.16 70.74 77.81 64.54 6408 Nunukan 71.18 97.69 6403 Kutai 67.96 7.51 646.00 70.05 97.78 10.11 8.22 98.05 72.91 635.03 6410 Tana Tidung 72.46 640.72 7.57 645.07 72.06 649.74 70.77 71.02 9.14 66.19 68.59 639.56 95.86 8.06 645.60 7.02 7.16 72.25 7.89 73.95 64.40 97.93 68.94 65.

27 610.51 68.61 68.40 599.62 98.25 7207 Buol 65.75 8.93 95.74 629.29 6.53 69.33 6.70 99.71 7.26 64.91 10.63 73.16 624.70 72.28 7209 Tojo Una-Una 63.62 72.38 99.01 75.96 7.18 630.77 8.03 75.59 78.65 9.16 65.97 619.02 8.92 7174 Kota Kotamobago 71.09 76.86 99.07 69.64 94.42 7.28 7210 Sigi 65.26 99.73 636.03 67.47 7204 Poso 64.90 7.70 7110 Bolaang Mongondow Selatan 71.14 71.79 70.45 627.62 7201 Banggai Kepulauan 63.39 98.29 98.94 620.44 634.45 76.76 99.84 7203 Morowali 65.89 628.28 70.25 99.34 98.42 7.80 71.20 9.73 99.97 7171 Manado 72.10 99.83 639.76 8.54 99.51 99.08 7108 Minahasa Tenggara 70.51 8.48 72.70 98.76 616.31 10.19 98.49 95.54 7101 Bolaang Mongondow 71.33 99.86 96.16 632.92 634.55 65.66 94.57 640.92 610.58 71.52 75.89 72.91 615.82 615.62 99.03 629.67 8.78 99.78 617.27 65.12 7103 Kep.70 98.25 8.95 7.46 8.01 73.84 75.45 8.08 76.10 612.89 10.96 7173 Kota Tomohon 72.60 10.41 99.50 70.45 99.06 98.42 99.36 68.08 96.46 8.56 631.59 99.71 7205 Donggala 65.53 76.54 630.35 71.35 94.76 7105 Minahasa Selatan 72.90 97.12 99.89 8.03 7200 SULAWESI TENGAH 66.87 7111 Bolaang Mongondow Timur 71.15 69.88 639.32 98.96 7.68 75.05 72.50 621.78 76.28 72.47 627.38 65.75 8.27 7208 Parigi Moutong 65.55 6.39 8.07 7.96 65.47 7102 Minahasa 72.72 7.31 7.71 99.92 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 117 .98 632.22 624.88 75.04 97.12 9.30 633.07 623.73 7.58 76.30 643.78 70.95 71.55 7.09 640.80 74.99 73.52 7.35 71.60 66.04 591.20 97.99 8.34 95.40 96.40 76.31 71.62 96.91 70.40 634.29 71. Siau Tagulandang Biaro 68.93 93.73 97.50 595.42 624.77 9.84 99.38 626.08 72.78 99.39 7.71 99.36 65.85 612.31 623.74 76.71 73.22 70.Sangihe Talaud 73.97 10.98 629.95 632.10 634.72 9.37 9.32 7206 Toli-Toli 64.68 70.83 69.42 615.80 8.03 76.53 99.85 64.47 93.00 624.30 73.16 7271 Kodya Palu 69.65 75.09 7109 Kep.60 72.57 76.02 622.65 596.28 7202 Banggai 68.14 627.69 7.31 7.39 76.56 8.43 620.21 67.12 8.24 73.70 71.78 628.41 9.89 639.48 99.64 98.41 617.64 72.96 99.22 72.94 95.30 75.74 99.03 70.58 68.36 70.47 72.Angka Harapan Hidup Kode Provinsi (Tahun) 2010 (1) (2) Angka Melek Huruf (Persen) 2011 2010 2011 Rata-rata Lama Sekolah (Tahun) 2010 2011 Pengeluaran per Kapita Disesuaikan IPM (Ribu Rp PPP) 2010 2011 2010 2011 (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) 7100 SULAWESI UTARA 72.84 620.12 7.85 9.67 68.07 7104 Kepulauan Talaud 71.44 97.99 70.11 70.54 7.02 78.57 7172 Kota Bitung 70.42 9.57 7.10 7106 Minahasa Utara 72.74 95.94 8.61 68.50 97.98 635.36 7.87 64.54 7107 Bolaang Mongondow Utara 69.19 617.83 69.40 611.00 8.27 72.62 68.

55 607.45 6.86 90.05 89.76 82.79 68.34 10.07 609.05 67.81 93.90 91.53 84.71 7.28 637.24 67.42 7318 Tana Toraja 74.53 69.49 640.11 70.Kode Angka Harapan Hidup Angka Melek Huruf Rata-rata Lama Sekolah Pengeluaran per Kapita Disesuaikan (Tahun) (Persen) (Tahun) (Ribu Rp PPP) IPM Provinsi 2010 2011 2010 2011 2010 2011 2010 2011 2010 2011 (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) 7300 SULAWESI SELATAN 70.61 94.02 8.45 86.00 70.54 635.69 629.07 68.91 89.03 629.87 616.06 72.23 89.02 88.17 75.74 634.03 5.71 67.20 67.98 79.12 71.98 635.16 640.53 74.07 68.46 632.92 65.63 628.28 623.75 88.43 69.43 7.37 83.74 86.22 86.24 7471 Kota Kendari 69.70 74.20 87.99 615.34 70.32 6.59 97.39 70.65 608.60 640.03 603.62 69.19 71.85 6.77 7312 Soppeng 71.08 7.77 7303 Bantaeng 73.12 651.94 71.03 10.83 73.99 72.23 90.78 94.07 87.25 7.79 79.89 72.57 86.96 71.27 7.26 630.48 91.82 7.20 68.58 83.60 73.99 75.22 637.49 97.95 71.41 6.34 8.59 6.46 7405 Konawe Selatan 67.62 6.28 78.10 (1) 118 (2) PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 .22 6.33 7409 Buton Utara 68.50 612.84 7.29 70.72 639.56 71.30 8.55 7.54 73.70 6.58 68.12 601.71 633.67 86.68 635.11 7372 Kota Pare Pare 74.70 608.45 626.25 7.79 68.55 76.17 637.00 91.97 7.83 7.23 641.61 7.60 87.85 69.62 632.23 631.55 74.07 627.32 74.72 612.58 95.38 93.76 641.00 65.66 76.96 87.67 71.77 70.59 73.80 7406 Bombana 67.63 67.34 93.04 77.83 71.71 69.93 69.20 6.46 67.46 71.46 7.64 72.61 71.63 7.97 6.19 90.16 97.62 72.79 69.48 7.08 73.93 624.78 78.06 93.90 8.27 7305 Takalar 69.44 607.28 89.17 9.74 7315 Pinrang 72.79 96.63 71.94 620.24 93.25 11.07 7.80 630.45 67.47 72.61 7.27 77.89 604.23 639.09 69.25 7.80 81.29 598.22 71.04 91.86 6.84 71.69 93.28 87.17 70.27 628.95 8.74 7.58 7.11 8.68 92.06 74.97 6.59 596.80 7316 Enrekang 74.70 605.52 69.13 85.74 70.90 639.17 72.35 85.79 73.97 83.55 7401 Buton 68.16 7308 Maros 72.43 636.28 8.25 93.10 6.13 67.95 7.62 638.89 81.49 8.63 11.37 631.74 7309 Pangkajene Kepulauan 68.21 73.44 90.55 65.22 7.80 69.73 6.49 650.07 93.28 89.69 7325 Luwu Timur 70.82 10.19 7311 Bone 69.29 7307 Sinjai 71.97 66.17 98.55 87.37 6.44 70.04 7314 Sidenreng Rappang 72.12 76.27 74.94 628.73 70.89 7310 Barru 68.85 7407 Wakatobi 68.29 7322 Luwu Utara 71.19 7373 Kota Palopo 72.31 6.12 640.24 605.99 7.31 70.85 91.67 73.55 644.45 614.55 94.85 7400 SULAWESI TENGGARA 67.86 7410 Konawe Utara 67.04 7408 Kolaka Utara 65.11 621.30 72.34 69.77 7.15 7371 Kota Makasar 73.55 70.12 94.14 7301 Selayar 67.60 9.88 89.50 72.48 74.42 6.96 78.69 95.01 69.07 7472 Kota Bau-Bau 70.34 7402 Muna 65.74 67.92 68.94 72.92 636.82 10.83 612.10 70.33 97.60 6.82 96.85 64.61 630.84 72.86 7.31 69.63 89.67 601.00 84.86 71.66 8.23 7313 Wajo 70.18 626.72 6.63 9.21 616.83 7.86 86.87 68.57 621.17 74.38 69.84 7317 Luwu 73.25 8.32 626.92 82.70 7.63 7.00 70.85 653.18 89.28 68.37 72.98 74.31 6.84 9.64 68.51 639.74 614.42 7404 Kolaka 67.08 630.11 7326 Toraja Utara 73.74 7.16 640.24 86.85 649.00 70.95 7403 Konawe/Kab Kendari 67.15 77.78 81.09 7306 Gowa 71.59 6.60 98.49 639.97 87.30 71.80 83.13 7.42 69.10 634.82 7.04 634.66 7304 Jeneponto 65.28 67.74 71.81 89.11 632.53 70.19 67.76 7.00 7302 Bulukumba 71.93 86.01 634.89 7.99 621.56 70.36 92.80 68.17 8.82 68.

89 99.76 89.86 7602 Polewali Mamasa 64.94 99.65 70.15 631.63 69.58 89.37 7571 Kota Gorontalo 66.82 7501 Boalemo 68.35 71.76 7.11 7.86 615.78 69.23 7.22 638.77 70.96 6.09 99.86 98.75 8105 Kepulauan Aru 67.76 8.28 70.08 96.00 88.29 8.98 99.81 602.45 622.75 629.92 622.25 97.15 6.38 65.88 97.13 98.10 611.01 93.25 578.07 8107 Seram Bagian Timur 65.05 68.00 65.61 6.74 7.57 602.72 6.15 618.82 68.13 8171 Kota Ambon 73.19 99.09 70.66 600.07 70.79 609.85 8.70 94.01 599.36 7504 Bone Bolango 68.96 596.28 64.00 596.32 69.54 67.92 85.13 69.40 7.22 616.85 7.24 8.20 69.19 71.62 69.78 7.01 604.48 88.95 6.43 76.99 8109 Buru Selatan 67.45 72.81 8.30 95.95 7.91 6.85 10.10 66.10 7.99 8.69 95.58 66.64 70.82 644.04 68.64 6.61 11.99 70.83 639.70 99.87 8101 Maluku Tenggara Barat 64.01 66.12 87.09 625.96 68.40 67.75 8.09 8271 Kota Ternate 70.17 606.78 6.05 99.13 69.79 76.32 65.63 612.48 7.97 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 119 .65 95.83 642.14 64.16 7502 Gorontalo 68.87 594.95 99.64 70.89 615.59 95.92 621.99 68.66 67.44 7.82 10.75 8.65 67.57 95.98 68.06 65.46 9.20 68.16 99.86 6.25 8104 Buru 68.56 69.39 660.40 8.70 69.87 66.95 600.08 73.56 7.38 8202 Halmahera Tengah 66.59 7.93 8.33 8106 Seram Bagian Barat 66.16 7.64 8.87 8206 Halmahera Timur 65.63 8.14 98.63 7503 Pokuwato 67.69 69.45 64.44 610.17 585.90 97.67 8.50 8205 Halmahera Utara 65.11 96.84 94.63 99.38 64.35 98.15 8.31 86.95 634.43 7.61 95.35 67.15 630.88 7603 Mamasa 71.69 95.97 69.67 7600 SULAWESI BARAT 67.58 77.77 70.50 619.47 65.71 95.06 7.46 6.76 635.38 97.84 92.84 69.51 68.00 96.68 98.60 8203 Kepulauan Sula 65.99 67.89 93.61 65.74 89.79 599.92 626.75 8.72 95.35 67.38 6.94 6.Angka Harapan Hidup Kode Angka Melek Huruf Rata-rata Lama Sekolah Pengeluaran per Kapita Disesuaikan IPM Provinsi (Tahun) 2010 (1) (2) (Persen) 2011 2010 2011 (Tahun) 2010 2011 (Ribu Rp PPP) 2010 2011 2010 2011 (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) 7500 GORONTALO 66.04 99.83 7.10 8200 MALUKU UTARA 66.00 7.80 68.85 8103 Maluku Tengah 65.90 68.05 8272 Kota Tidore Kepulauan 65.63 68.30 8207 Pulau Morotai 65.69 602.02 582.47 8201 Halmahera Barat 64.01 8.84 7.09 597.71 9.01 617.83 69.81 69.41 69.98 68.38 7.09 94.67 616.55 67.26 601.11 7601 Majene 65.14 98.70 69.44 640.59 603.73 67.22 7505 Gorontalo Utara 66.45 9.07 6.86 590.47 6.29 8.96 631.64 635.75 71.98 96.18 11.72 94.78 7605 Mamuju Utara 67.59 99.19 95.42 99.11 10.96 70.71 73.58 8.77 619.03 69.65 72.05 97.42 8204 Halmahera Selatan 65.89 624.52 78.19 7.19 8.86 71.15 67.23 66.93 94.56 66.41 601.20 603.62 581.17 622.42 71.79 627.79 96.01 621.75 65.10 8.85 620.09 68.51 625.01 73.82 71.97 8172 Kota Tual 68.81 71.34 71.86 66.31 96.55 93.30 605.54 7.56 68.25 599.98 96.28 98.07 98.41 97.62 7604 Mamuju 68.41 8100 MALUKU 67.99 65.36 97.83 67.84 599.71 72.38 7.62 97.26 85.54 99.60 98.19 68.83 636.53 8108 Maluku Barat Daya 64.85 7.60 66.56 78.99 67.75 68.49 92.47 70.54 69.38 67.25 8.51 77.81 67.23 65.03 602.67 624.60 70.09 618.82 614.24 604.43 99.01 619.36 69.80 66.83 594.34 70.56 6.83 7.76 69.23 8102 Maluku Tenggara 67.86 659.18 89.83 95.87 7.

12 67.36 99.46 600.31 66.06 588.88 95.51 50.70 562.13 70.05 6.30 71.22 91.06 9104 Teluk Bintuni 68.09 598.17 9105 Manokwari 68.78 8.70 77.00 68.00 601.46 72.69 601.50 68.18 77.78 441.23 66.35 7.18 600.13 99.15 66.91 7.81 93.39 8.72 (1) 120 (2) PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 .76 84.88 97.74 5.37 8.19 67.43 560.59 9107 Sorong 67.51 68.14 10.62 90.26 596.97 65.31 601.63 600.Kode Angka Harapan Hidup Angka Melek Huruf Rata-rata Lama Sekolah Pengeluaran per Kapita Disesuaikan (Tahun) (Persen) (Tahun) (Ribu Rp PPP) IPM Provinsi 2010 2011 2010 2011 2010 2011 2010 2011 2010 2011 (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) 9100 PAPUA BARAT 68.79 88.52 70.87 7.50 93.00 66.00 582.69 91.51 67.90 6.58 65.65 9101 Fak-Fak 70.76 66.19 93.76 8.21 68.43 9171 Kota Sorong 71.31 77.08 599.30 589.06 9109 Tambrauw 66.28 69.82 88.22 64.61 6.06 8.15 69.46 98.33 5.62 94.55 7.65 69.13 9102 Kaimana 69.73 90.67 9106 Sorong Selatan 66.58 67.43 7.48 638.33 66.37 589.71 9103 Teluk Wondama 67.06 592.27 70.05 84.77 8.20 66.91 598.43 588.90 87.54 85.95 72.13 9.21 8.98 8.93 9108 Raja Ampat 66.12 583.68 635.81 9110 Maybrat 66.50 96.59 10.15 443.07 50.17 66.66 66.32 88.15 77.18 6.85 68.62 68.27 9.85 590.33 66.29 87.13 7.

33 69.49 9435 Intan Jaya 66.63 634.65 65.22 9411 Puncak Jaya 67.20 597.39 581.03 8.07 50.64 9426 Waropen 65.59 50.60 75.78 616.22 9.76 4.19 585.41 618.52 2.75 9404 Nabire 67.27 59.18 66.58 6.77 0000 Indonesia PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 121 .61 99.00 62.27 34.25 72.82 570.59 570.10 31.65 68.39 27.55 88.94 6.20 9431 Mamberamo Tengah 66.10 588.83 27.88 87.24 56.70 48.43 9430 Lanny Jaya 66.92 9416 Yahukimo 66.36 9401 Merauke 62.13 4.66 6.54 2.70 68.46 68.72 629.09 69.57 49.35 9434 Dogiyai 67.30 48.35 66.62 28.45 30.03 67.50 2.96 49.59 83.53 87.39 59.69 606.32 31.08 598.30 586.35 3.42 66.94 633.Angka Harapan Hidup Kode Angka Melek Huruf Rata-rata Lama Sekolah Pengeluaran per Kapita Disesuaikan IPM Provinsi (Tahun) 2010 (1) (2) (Persen) 2011 2010 2011 (Tahun) 2010 2011 (Ribu Rp PPP) 2010 2011 2010 2011 (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) 9400 PAPUA 68.75 569.28 31.81 6.54 585.99 7.87 611.74 66.55 6.83 11.67 9.66 571.73 66.76 66.30 9417 Pegunungan Bintang 65.35 597.22 588.15 92.46 87.60 9403 Jayapura 67.02 48.86 621.54 9.27 63.39 52.80 2.60 600.33 9410 Paniai 67.52 52.76 62.90 50.53 96.11 6.00 49.18 64.94 65.87 3.12 629.13 2.82 89.12 626.81 86.21 49.09 32.31 9471 Kota Jayapura 68.16 51.46 4.89 9.20 65.29 69.26 6.07 2.95 66.52 32.89 616.53 30.44 3.43 69.38 7.32 67.86 9429 Nduga 65.17 5.23 3.02 34.36 7.33 9408 Yapen Waropen 68.56 33.50 595.04 68.49 36.55 9.40 49.34 34.37 605.59 66.69 70.91 3.70 3.03 636.58 99.45 586.78 75.33 9.58 593.71 608.64 615.83 636.02 48.79 584.65 92.21 590.71 69.27 98.83 9415 Asmat 67.27 72.34 590.64 32.68 8.48 66.50 2.04 50.36 5.09 33.12 590.86 584.94 33.67 6.40 573.29 66.50 595.65 96.44 34.31 92.63 52.43 31.43 9419 Sarmi 66.93 641.68 9413 Boven Digoel 67.80 48.79 2.03 50.00 32.05 72.34 9412 Mimika 70.84 67.76 2.51 574.20 33.72 568.00 11.35 66.92 7.80 83.23 96.30 69.46 68.90 2.82 4.45 601.80 66.09 67.37 50.36 49.66 6.83 30.11 6.33 4.96 66.80 575.22 67.31 597.04 65.60 68.47 2.21 50.70 86.11 32.00 52.30 33.42 48.54 587.33 6.37 3.19 9402 Jayawijaya 66.90 48.91 92.62 67.86 615.38 609.82 6.71 65.27 68.32 9432 Yalimo 66.51 2.06 66.75 98.53 65.25 3.93 62.90 60.45 9418 Tolikara 65.20 70.81 67.55 51.95 573.74 2.76 76.19 6.39 579.45 50.71 9427 Supiori 65.38 611.04 588.16 69.89 570.12 2.72 36.82 68.27 4.35 593.92 9428 Membramo Raya 66.79 6.95 70.26 69.91 570.55 67.13 32.55 48.19 9409 Biak Namfor 66.72 56.99 88.85 75.27 66.81 67.26 63.78 2.24 48.44 67.84 593.64 9414 Mappi 66.86 77.32 32.21 6.19 96.46 601.55 87.11 77.44 6.15 9420 Keerom 67.55 614.46 2.99 49.96 88.74 9436 Deiyai 66.10 67.25 72.90 9433 Puncak 67.39 618.64 638.79 66.56 622.40 59.

.

97 1107 Aceh Barat 68.31 59.25 98.60 71.62 39.49 95.91 9.54 7.73 1108 Aceh Besar 68.20 69.62 66.91 63.50 60.26 99.25 74.49 74.11 61.71 1175 Subulussalam 64.20 9.38 67.17 61.98 72.10 10.72 71.02 26.80 63.95 98.57 1117 Bener Meriah 65.00 8.72 97.30 1115 Nagan Raya 67.42 1104 Aceh Tenggara 67.04 62.05 8.93 68.48 36.03 99.20 33.51 27.93 1112 Aceh Barat Daya 65.71 57.45 8.06 72.33 67.06 12.91 72.08 25.10 93.31 68.77 98.09 8.28 97.47 24.44 95.25 61.50 88.43 8.26 71.59 27.78 8.58 10.00 97.05 66.02 1116 Aceh Jaya 66.66 1110 Bireuen 70.74 9.29 77.92 99.12 1113 Gayo Lues 65.73 92.71 8.02 68.64 27.66 61.98 64.90 99.21 61.35 8.79 27.68 99.06 95.03 1103 Aceh Selatan 65.16 1114 Aceh Tamiang 66.00 75.35 61.82 7.92 59.21 9.96 25.82 1106 Aceh Tengah 67.79 1101 Simeulue 61.32 64.93 78.05 72.30 60.57 74.36 62.41 99.61 98.88 98.52 99.33 35.42 97.95 59.46 22.76 92.26 27.19 8.73 10.56 1173 Kota Langsa 68.41 9.26 7.04 63.09 70.12 73.73 98.30 65.04 9.36 69.94 10.63 60.60 74.69 99.44 70.87 60.69 25.18 66.77 70.33 31.74 98.15 8.49 60.67 99.67 72.93 8.50 9.L4 Lampiran 4.72 8.68 94.32 8.20 7.53 65.72 9.64 72.97 59.77 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 123 .99 1118 Pidie Jaya 67.31 72.02 8.58 8.83 99.15 64.41 58.60 1111 Aceh Utara 67.45 72.22 1174 Kota Lhokseumawe 68.99 1172 Kota Sabang 69.00 34.99 9.71 69.78 99.30 12.73 73.79 63.38 1171 Kota Banda Aceh 68.82 32.35 99.56 98.82 71.76 86.07 66.46 64.98 60.00 69.54 8.95 9.80 9.02 31.84 72.53 10.61 72.19 96.12 91.91 66.17 9.54 56.33 67.17 69.23 7.33 99.43 69.16 9.87 61.19 1102 Aceh Singkil 63.89 99.95 66.21 67. IPG Provinsi dan Kabupaten 2010 – 2011 Angka Harapan Hidup Kode Angka Melek Huruf Rata-rata Lama Sekolah Pengeluaran per Kapita Disesuaikan (Tahun) (Ribu Rp PPP) IPG Provinsi (Tahun) L (1) (2) (Persen) P L P L P L P 2010 2011 (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) 1100 ACEH 66.86 95.65 27.47 1109 Piddie 67.07 97.61 99.25 97.30 71.09 72.05 21.11 98.87 8.64 9.67 65.41 60.64 27.21 65.75 65.72 71.67 30.14 96.09 28.12 72.72 64.73 97.74 59.52 69.60 94.08 69.22 1105 Aceh Timur 67.65 68.05 62.00 67.36 61.22 9.78 99.82 71.67 65.01 99.32 71.26 8.48 96.30 9.96 8.22 10.

81 1278 Gunung Sitoli 68.85 49.61 7.94 10.97 8.58 68.02 8.69 58.53 49.49 71.54 8.15 72.86 74.29 66.44 33.71 49.04 87.52 70.13 1209 Simalungun 67.01 62.60 75.43 68.11 53.16 98.68 97.79 8.06 71.18 70.70 43.55 1208 Asahan 67.74 72.74 65.38 64.10 99.70 7.29 70.79 63.30 9.19 95.13 9.55 46.26 96.91 7.18 21.46 51.25 69.47 73.43 48.23 71.57 99.24 8.90 35.90 68.57 8.89 4.13 6.81 58.32 1223 Labuhan Batu Utara 67.08 64.62 1272 Kota Tanjung Balai 68.31 72.16 8.72 78.62 28.47 70.59 99.64 98.83 93.68 8.20 30.96 1218 Serdang Bedegai 67.43 97.77 1206 Toba Samosir 68.61 99.58 71.78 71.33 71.82 71.74 9.16 96.32 1222 Labuhan Batu Selatan 68.58 83.29 1205 Tapanuli Utara 67.42 29.18 56.44 73.74 75.87 99.45 7.07 85.29 42.98 96.62 1271 Kota Sibolga 68.54 99.90 99.79 68.42 69.65 50.52 1215 Humbang Hasundutan 65.48 56.77 99.55 66.19 46.72 73.77 56.21 71.80 8.70 1213 Langkat 67.02 46.54 21.94 1217 Samosir 67.26 82.19 90.91 99.70 70.75 39.26 99.64 96.03 71.81 71.63 70.14 53.43 8.70 9.63 1224 Nias Utara 67.55 1275 Kota Medan 70.97 7.53 94.09 72.03 10.80 9.92 99.34 1273 Kota Pematang Siantar 70.88 71.06 9.57 65.21 25.23 71.96 10.95 8.65 69.15 8.52 72.76 98.19 8.62 70.18 1220 Padang Lawas Utara 64.91 1216 Pakpak Barat 65.53 65.38 73.52 60.27 9.22 9.41 67.46 57.19 94.07 1214 Nias Selatan 68.35 70.40 7.36 50.97 8.48 65.95 7.78 75.14 8.43 29.62 8.94 65.43 97.66 70.00 1202 Mandailing Natal 61.68 71.44 99.78 8.81 73.42 65.28 68.99 1225 Nias Barat 67.17 74.15 71.77 99.88 34.00 96.29 74.33 64.57 67.76 78.53 10.17 99.22 1203 Tapanuli Selatan 65.62 97.58 41.70 99.63 69.79 69.63 69.77 72.30 66.07 8.69 8.02 9.77 65.06 34.70 9.77 6.05 99.02 98.92 64.65 43.96 1204 Tapanuli Tengah 66.54 39.13 1212 Deli Serdang 68.17 9.04 71.64 9.06 71.58 53.78 70.77 98.03 73.11 99.67 68.75 99.32 74.60 70.57 71.42 69.09 10.68 98.24 7.05 56.38 61.88 1221 Padang Lawas 65.82 58.58 9.68 99.23 71.44 10.98 8.71 74.32 50.21 10.35 71.54 99.68 57.67 29.46 67.23 68.48 24.67 71.46 99.99 99.89 8.38 73.22 7.63 99.14 1219 Batu Bara 66.16 74.14 99.73 9.56 62.86 8.67 1274 Kota Tebing Tinggi 69.99 1210 Dairi 66.47 9.68 95.19 1211 Karo 70.51 8.49 5.92 99.02 99.00 99.48 71.89 73.87 98.Kode Angka Harapan Hidup Angka Melek Huruf Rata-rata Lama Sekolah Pengeluaran per Kapita Disesuaikan (Tahun) (Persen) (Tahun) (Ribu Rp PPP) IPG Provinsi L (1) L P L P L P 2010 2011 (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) 1200 SUMATERA UTARA 67.52 34.70 71.83 43.25 7.71 96.67 1277 Kota Padang Sidempuan 67.74 98.21 33.42 11.98 98.40 31.77 46.29 5.59 1276 Kota Binjai 69.21 64.34 99.78 68.81 124 (2) P PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 .04 66.98 70.36 66.76 99.79 68.30 96.54 7.35 43.12 69.72 8.00 67.39 94.12 71.53 9.03 71.44 8.78 98.67 69.28 91.60 67.94 69.59 29.70 53.61 8.16 69.63 99.63 97.27 9.25 10.27 79.80 98.90 68.74 66.95 60.10 68.73 99.34 1201 Nias 67.45 71.21 1207 Labuhan Batu 67.66 99.07 60.94 69.92 28.51 59.45 74.54 70.80 67.

08 17.42 98.52 70.49 99.65 7.26 9.59 70.19 8.24 96.26 9.29 21.14 1410 Kepulauan Meranti 66.11 63.84 69.60 22.51 63.65 66.64 60.55 1301 Kepulauan Mentawai 66.55 77.10 73.35 59.85 1406 Kampar 66.03 1304 Sawah Lunto/Sijunjung 65.98 1403 Indragiri Hilir 69.38 8.48 97.77 10.37 33.20 99.63 65.11 68.32 8.02 70.46 99.56 34.05 99.56 99.27 10.52 78.36 9.93 67.73 7.22 1312 Pasaman Barat 63.17 97.49 77.82 68.09 71.97 6.95 88.28 67.28 1373 Kota Sawah Lunto 69.51 70.66 1402 Indragiri Hulu 66.16 97.90 1307 Agam 67.50 1305 Tanah Datar 69.75 73.41 73.35 7.37 98.56 1407 Rokan Hulu 65.34 90.24 70.63 99.88 70.19 8.64 58.95 8.22 8.61 29.67 67.65 59.96 66.54 6.89 70.91 97.47 99.57 64.81 73.36 65.34 96.27 1371 Kota Padang 68.71 59.39 69.44 70.45 71.26 58.52 66.88 10.89 33.71 61.41 1372 Kota Solok 67.99 98.82 99.35 31.35 54.26 69.03 10.44 76.20 58.74 66.90 7.77 96.63 1377 Kota Pariaman 67.80 8.40 73.42 1376 Kota Payakumbuh 68.77 91.50 69.90 36.59 57.40 62.86 99.91 8.12 7.36 69.11 71.81 70.53 99.75 69.32 74.44 72.69 8.11 1308 Limapuluh Koto 66.79 8.33 1408 Bengkalis 68.52 69.84 34.45 7.31 99.16 38.26 69.80 68.66 65.85 98.99 72.53 60.39 99.94 96.79 75.68 8.04 35.86 7.20 98.70 68.69 96.77 71.58 99.13 98.01 68.59 74.65 8.89 99.71 11.73 1310 Solok Selatan 62.40 64.82 92.98 35.76 98.51 96.45 74.05 9.49 96.71 96.11 68.Angka Harapan Hidup Kode Angka Melek Huruf Rata-rata Lama Sekolah Pengeluaran per Kapita Disesuaikan (Tahun) (Ribu Rp PPP) IPG Provinsi (Tahun) L (1) (2) (Persen) P L P L P L P 2010 2011 (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) 1300 SUMATERA BARAT 67.79 27.05 65.16 68.95 28.91 21.11 65.94 1471 Kota Pekan Baru 69.52 64.76 30.38 99.83 1405 Siak 69.30 10.85 8.58 9.75 9.14 9.61 66.93 7.60 27.43 65.27 10.09 56.03 60.90 71.04 72.68 7.45 1311 Dharmas Raya 64.91 92.99 66.07 25.99 10.86 1409 Rokan Hilir 65.56 45.75 66.04 7.81 72.97 99.20 9.12 7.17 1401 Kuantan Sengingi 66.73 8.64 33.45 96.57 73.48 27.40 59.79 1303 Solok 64.21 69.95 33.00 7.79 65.72 99.36 66.81 62.74 64.07 72.45 8.65 73.77 73.34 71.33 64.11 65.43 24.39 64.37 98.44 1306 Padang Pariaman 66.67 64.53 8.59 10.69 93.43 8.12 74.05 96.67 27.13 24.26 64.65 7.03 70.51 1400 RIAU 69.35 97.55 6.62 63.51 73.08 98.83 67.35 25.76 10.58 71.89 28.50 73.61 98.06 97.90 7.06 98.99 79.54 98.80 11.13 96.79 72.19 29.99 8.05 61.87 60.64 98.68 9.93 63.71 66.97 97.52 70.83 82.44 69.40 70.05 1473 Kota Dumai 69.57 59.33 62.70 72.96 71.74 63.29 66.46 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 125 .75 7.92 58.31 25.33 7.06 96.72 70.91 7.92 9.16 1375 Kota Bukit Tinggi 69.17 34.26 7.21 62.27 1404 Pelalawan 66.64 26.41 7.73 78.36 20.12 7.27 59.52 65.51 75.29 8.55 95.88 8.91 99.63 1374 Kota Padang Panjang 69.87 97.51 68.64 99.69 58.48 98.00 98.60 70.03 1302 Pesisir Selatan 65.96 98.05 61.93 99.65 98.68 99.14 1309 Pasaman 65.40 99.72 72.44 7.06 7.

94 23.49 7.38 63.79 33.61 94.30 67.58 76.95 62.82 73.16 95.75 98.72 72.76 66.14 61.00 66.34 7.45 71.26 98.20 99.50 72.99 67.27 94.47 70.98 7.38 68.28 99.79 60.30 7.57 9.21 7.08 66.80 64.35 69.66 72.67 55.55 1672 Kota Prabumulih 70.24 71.31 91.01 31.52 7.92 72.55 94.40 8.62 1671 Kota Palembang 69.19 8.32 59.92 1605 Musi Rawas 62.89 67.34 1611 Empat Lawang 63.72 10.01 7.73 58.79 97.69 23.37 10.41 98.66 1709 Bengkulu Tengah 68.03 65.23 73.45 96.73 34.76 98.57 7.95 8.70 97.97 64.29 67.15 1705 Seluma 63.61 93.55 65.16 62.52 8.19 71.89 40.25 32.79 68.69 94.67 1674 Kota Lubuk Linggau 63.98 1608 Ogan Komering Ulu Selatan 67.33 62.00 40.48 71.78 76.24 8.63 6.86 7.65 1572 Kota Sungai Penuh 69.21 67.62 27.55 8.00 7.17 30.04 73.42 7.20 1602 Ogan Komering Ilir 66.45 56.64 97.00 61.33 68.58 1706 Mukomuko 65.37 66.75 8.64 77.03 93.92 8.43 70.95 1501 Kerinci 68.98 97.39 9.21 60.08 8.57 96.13 7.59 7.64 67.69 97.67 94.28 68.15 96.91 93.07 98.34 60.01 7.02 8.00 70.95 30.82 79.15 20.05 9.41 89.49 30.46 1507 Tanjung Jabung Barat 67.82 8.68 67.91 8.70 68.06 72.33 60.40 97.11 71.21 68.49 1571 Kota Jambi 67.27 63.58 66.36 65.02 97.28 99.97 64.60 67.64 7.77 9.33 20.21 11.68 6.73 68.15 66.24 36.20 7.73 99.74 69.84 8.60 26.28 96.51 71.46 6.55 98.87 6.68 71.46 1509 Bungo 65.25 76.57 58.44 99.64 33.28 98.33 23.20 96.08 73.79 79.09 70.79 22.99 64.64 26.72 8.57 70.52 1508 Tebo 67.74 7.68 99.78 71.96 70.90 99.21 57.76 5.22 74.42 27.06 57.40 61.14 98.41 90.30 33.28 23.77 1506 Tanjung Jabung Timur 68.45 1701 Bengkulu Selatan 65.11 7.72 96.48 90.14 99.40 1604 Lahat 66.82 7.85 59.90 87.08 62.17 6.88 72.02 1609 Ogan Komering Ulu Timur 66.06 7.09 74.67 98.74 59.79 21.60 8.70 99.09 1771 Bengkulu 68.08 69.01 62.92 1673 Kota Pagar Alam 68.18 71.15 97.79 8.32 63.46 94.23 98.34 71.69 6.08 1702 Rejang Lebong 65.15 26.53 69.91 93.25 8.27 37.26 72.11 1606 Musi Banyuasin 67.07 1708 Kepahiang 62.62 71.00 36.89 98.05 62.30 98.65 1603 Muara Enim (Liot) 65.09 7.31 59.51 99.24 8.17 66.68 97.72 37.72 32.56 68.19 95.98 25.90 99.21 1704 Kaur 65.25 71.82 1503 Sarolangun 67.73 1505 (1) (2) Muara Jambi 67.72 7.56 8.85 95.17 65.57 72.44 98.82 67.51 25.55 98.75 9.76 1610 Ogan Ilir 64.68 97.51 69.41 66.67 59.00 67.04 1502 Merangin 66.90 78.52 67.30 98.89 65.20 72.Kode Angka Harapan Hidup Angka Melek Huruf Rata-rata Lama Sekolah Pengeluaran per Kapita Disesuaikan (Tahun) (Persen) (Tahun) (Ribu Rp PPP) IPG Provinsi L P L P L P L P 2010 2011 (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) 1500 JAMBI 67.82 126 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 .16 9.28 63.99 9.28 55.49 69.84 1601 Ogan Komering Ulu 67.81 58.88 69.54 98.03 62.35 64.38 67.88 56.09 32.82 69.48 76.04 68.85 97.13 1607 Banyuasin 65.94 97.49 69.14 60.43 1707 Lebong 64.43 39.79 68.35 8.65 1600 SUMATERA SELATAN 67.83 11.32 91.91 63.72 57.80 93.31 68.17 73.38 1703 Bengkulu Utara 67.89 98.72 23.33 1700 BENGKULU 67.58 7.83 66.77 93.85 55.83 34.75 68.57 96.32 69.76 69.81 67.57 7.01 8.99 71.39 60.39 96.67 76.66 72.90 8.15 94.03 28.72 66.02 62.59 7.09 70.20 99.23 94.82 98.28 62.04 66.81 7.51 7.00 60.51 60.22 7.32 64.85 7.81 9.92 39.49 58.68 69.75 69.27 67.85 98.44 98.14 7.00 28.65 8.30 70.95 71.97 1504 Batanghari 67.02 7.47 98.44 99.64 98.11 8.90 71.59 7.94 71.26 6.24 6.36 56.62 32.34 69.92 8.36 67.

54 60.55 7.38 64.88 7.08 75.90 72.51 99.37 6.90 62.55 66.91 70.74 11.91 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 127 .47 70.67 6.63 62.02 1872 Kota Metro 70.49 64.15 25.35 97.61 7.24 64.82 74.18 96.93 70.36 90.83 99.06 72.93 7.99 69.31 1900 KEP.42 7.36 95.35 7.46 7.85 6.23 69.96 72.33 2171 Kota Batam 68.51 23.88 89.85 60.90 93.88 71.17 62.53 61.87 7.56 75.37 77.20 9.47 64.21 91.91 69.80 59.59 21.18 10.38 70.41 95.56 61.64 63.25 22.78 78.95 7.19 94.40 73.65 60.75 92.68 74.72 69.70 71.46 99.42 58.91 1810 Pringsewu 66.26 23.00 90.35 59.72 7.21 76.31 2105 Kepulauan Anambas 65.52 72.65 99.33 7.19 2100 KEPULAUAN RIAU 67.79 1901 Bangka 65.05 7.74 64.42 27.71 78.56 7.51 78.18 61.74 60.27 56.58 67.04 66.08 1902 Belitung 67.25 7.25 1904 Bangka Tengah 65.10 2172 Kota Tanjung Pinang 67.85 26.58 70.19 91.04 18.30 61.25 72.79 95.85 9.77 10.93 6.25 71.84 61.19 6.90 96.36 60.54 7.73 76. BANGKA BELITUNG 66.51 70.99 81.55 58.63 7.26 97.94 98.10 30.55 76.58 54.98 95.98 8.55 96.69 92.78 5.70 23.48 1806 Lampung Utara 66.68 24.78 91.46 56.45 27.48 97.53 71.43 92.39 10.76 95.63 7.02 69.43 1812 Tulang Bawang Barat 66.74 92.87 2102 Bintan 67.75 97.01 69.26 69.35 26.64 64.11 58.19 72.49 92.83 97.05 7.65 25.70 66.60 93.73 21.48 8.99 91.97 92.12 1804 Lampung Timur 68.72 72.05 60.48 97.40 9.20 1811 Mesuji 66.49 95.49 57.90 35.44 98.82 24.51 95.00 63.23 70.71 6.79 57.41 71.69 68.58 95.95 8.49 60.49 72.83 7.05 7.39 56.20 97.75 8.64 8.75 56.21 98.98 70.03 1807 Way Kanan 67.49 9.55 6.80 71.73 60.91 7.75 94.44 1803 Lampung Selatan 66.47 27.89 99.23 27.08 73.97 98.58 23.89 1905 Bangka Selatan 65.31 72.93 1805 Lampung Tengah 67.89 21.28 8.61 62.35 80.83 28.10 65.37 97.85 7.83 98.30 59.54 97.17 73.62 7.52 74.57 70.94 1802 Tanggamus 67.33 71.43 70.09 53.44 27.74 63.40 2104 Lingga 68.12 7.38 62.89 7.29 96.67 7.90 97.Angka Harapan Hidup Kode Angka Melek Huruf Rata-rata Lama Sekolah Pengeluaran per Kapita Disesuaikan (Tahun) (Ribu Rp PPP) IPG Provinsi (Tahun) L (1) (2) (Persen) P L P L P L P 2010 2011 (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) 1800 LAMPUNG 67.87 99.06 9.76 30.15 65.50 1801 Lampung Barat 65.54 69.12 73.77 63.04 10.68 98.43 32.74 60.14 7.79 69.24 63.56 71.99 71.41 1809 Pesawaran 66.41 55.32 59.83 8.31 30.79 1871 Kota Bandar Lampung 68.11 9.10 8.13 72.58 71.26 29.47 7.39 62.48 69.84 6.64 7.36 51.28 1808 Tulang Bawang 66.64 10.91 19.31 68.32 1903 Bangka Barat 65.10 71.67 98.25 1971 Kota Pangkal Pinang 68.76 33.21 26.50 97.28 64.82 96.57 7.31 7.62 26.63 88.17 98.96 50.99 97.47 58.46 95.11 8.95 97.29 1906 Belitung Timur 66.16 2103 Natuna 66.03 7.77 67.69 2101 Karimun 67.85 69.86 91.39 70.21 98.01 58.65 63.58 76.05 85.

89 9.97 74.78 67.01 67.37 3214 Purwakarta 65.69 3173 Kota Jakarta Pusat 70.99 6.03 94.14 63.52 3172 Kota Jakarta Timur 71.84 7.53 28.17 3200 JAWA BARAT 66.16 98.15 69.68 66.02 10.28 95.47 66.59 99.09 70.37 68.94 72.54 37.92 68.51 98.01 8.86 7.21 58.06 99.35 18.50 9.91 57.72 98.41 94.35 74.98 91.72 67.01 3101 Kep.24 3212 Indramayu 64.82 71.01 99.88 7.18 74.44 68.21 32.01 62.66 67.79 75.18 30.40 3278 Kota Tasikmalaya 67.63 3273 Kota Bandung 67.27 98.98 98.79 68.53 88.14 7.57 7.32 74.61 6.40 6.47 99.67 99.22 10.53 7.23 57.65 3274 Kota Cirebon 66.26 61.85 59.81 98.47 71.34 56.14 6.02 74.13 3272 Kota Sukabumi 67.14 93.99 30.47 71.98 73.52 71.95 99.84 3210 Majalengka 64.55 69.08 98.85 77.76 6.93 99.24 11.58 7.17 3271 Kota Bogor 66.51 67.44 74.38 63.58 99.54 99.99 62.44 7.27 70.83 98.94 70.93 66.93 65.45 25.91 63.37 22.81 9.36 9.14 3202 Sukabumi 65.76 77.49 31.85 59.45 10.42 61.82 3211 Sumedang 65.15 3208 Kuningan 65.17 8.36 75.65 65.48 74.86 23.03 70.41 94.26 3205 Garut 63.76 7.87 3217 Kab Bandung Barat 66.18 68.50 75.84 98.65 95.66 60.53 73.57 3206 Tasikmalaya 66.59 7.80 76.98 71.14 58.39 8.69 9.64 72.39 72.50 11.28 97.94 70.67 96.42 67.40 67.52 65.15 25.53 3207 Ciamis 65.56 3171 Kota Jakarta Selatan 71.85 99.28 99.65 98.51 80.72 70.40 (1) 128 (2) PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 .12 73.97 99.75 99.84 10.47 36.80 68.05 99.60 67.38 62.43 99.01 67.14 52.45 74.14 96.55 34.18 7.43 67.29 11.00 35.80 74.46 3276 Kota Depok 71.33 8.90 10.08 9.51 74.25 98.79 66.08 69.55 3204 Bandung 67.69 99.00 72.62 7.02 32.91 99.13 6.74 8.22 99.45 73.28 9.50 69.94 71.26 25.84 92.75 7.14 99.36 98.48 25.95 11.Kode Angka Harapan Hidup Angka Melek Huruf Rata-rata Lama Sekolah Pengeluaran per Kapita Disesuaikan (Tahun) (Persen) (Tahun) (Ribu Rp PPP) IPG Provinsi L P L P L P L P 2010 2011 (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) 3100 DKI JAKARTA 71.89 90.42 7.38 3175 Kota Jakarta Utara 70.00 99.90 98.46 74.70 11.38 10.24 62.28 62.61 33.34 7.65 49.52 62.07 10.72 67.25 66.86 66.19 7.02 76.22 9.34 98.58 25.40 3215 Karawang 64.13 10.54 97.67 7.25 3201 Bogor 66.93 19.05 3203 Cianjur 64.28 31.47 50.39 65.34 26.23 81.73 7.63 60.23 25.26 71.37 69.44 6.72 59.28 99.16 8.37 11.03 62.38 71.81 8.46 88.54 69.16 10.67 75.40 30.86 11.40 60.71 7.38 99.61 32.85 98.44 69.15 69.77 57.87 63.71 96.93 73.32 99.74 28.80 71.66 92.46 68.45 98.69 60.88 8.88 69.62 27.96 99.51 58.22 10.79 3213 Subang 67.97 5.86 97.97 29.21 7.72 71.37 98.30 8.29 69.16 73.27 96.78 99.29 69.09 99.61 75.17 3209 Cirebon 63.52 59.68 3277 Kota Cimahi 67.57 70.89 99.58 3216 Bekasi 67.58 3275 Kota Bekasi 67.11 68.66 23.10 68.81 67.07 26.11 3279 Kota Banjar 64.07 30.72 68.75 68.19 61.64 10.61 8.43 96.64 98.73 74.63 57.55 59.44 7.25 75.94 8.46 73.93 98.74 62.44 67.07 73.79 24.64 72.09 71.91 11.87 11.76 26.12 31. Seribu 68.16 73.07 52.43 95.70 3174 Kota Jakarta Barat 71.

26 29.96 3372 Kota Surakarta 70.37 8.76 97.10 95.03 5.69 74.11 64.25 77.42 71.26 99.32 35.64 88.31 3324 Kendal 66.15 3309 Boyolali 68.50 3305 Kebumen 67.21 72.40 6.67 32.00 68.78 98.66 97.64 59.86 88.48 94.15 93.39 3314 Sragen 70.88 8.92 6.24 86.80 7.03 63.94 8.56 95.97 94.55 95.71 7.57 7.07 63.33 73.23 72.38 76.96 88.68 68.80 59.95 10.78 3374 Kota Semarang 70.38 6.27 72.71 62.23 37.11 99.26 74.47 64.83 6.50 73.89 3308 Magelang 68.54 58.12 8.92 58.87 85.29 56.44 97.32 9.37 85.Angka Harapan Hidup Kode Angka Melek Huruf Rata-rata Lama Sekolah Pengeluaran per Kapita Disesuaikan (Tahun) (Ribu Rp PPP) IPG Provinsi (Tahun) L (1) (2) (Persen) P L P L P L P 2010 2011 (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) 3300 JAWA TENGAH 69.04 76.37 64.78 67.14 99.82 70.76 91.26 56.21 73.20 33.27 90.85 92.99 6.31 72.36 27.40 70.75 69.37 3302 Banyumas 67.76 60.67 32.50 96.41 59.87 26.64 91.30 74.51 73.36 95.97 35.86 70.54 6.53 6.20 3317 Rembang 68.88 6.40 7.22 95.97 82.30 3325 Batang 68.62 73.61 72.35 64.13 73.29 28.85 87.27 67.12 8.29 54.65 3303 Purbalingga 68.50 67.90 8.62 68.06 11.58 64.51 65.75 7.63 84.74 64.26 95.26 91.03 62.04 3376 Kota Tegal 66.73 6.20 6.77 67.37 3310 Klaten 69.40 94.61 59.83 95.86 69.13 3316 Blora 69.05 95.91 25.18 3329 Brebes 65.75 64.49 3307 Wonosobo 68.52 73.47 3375 Kota Pekalongan 68.18 7.11 64.52 76.20 3327 Pemalang 65.48 75.06 74.68 68.13 7.35 98.66 68.76 69.22 73.59 7.05 99.61 74.40 71.92 7.67 72.90 9.84 3328 Tegal 66.08 92.12 35.78 7.07 72.52 7.03 9.74 22.32 56.21 88.22 9.05 82.72 93.98 8.26 57.98 60.79 64.90 61.70 10.60 67.88 66.46 72.15 6.42 86.29 82.00 36.12 60.87 3318 Pati 70.51 70.71 91.39 96.33 65.70 8.18 93.62 7.34 7.42 74.16 32.98 89.85 72.66 86.57 6.34 74.50 7.20 72.84 64.08 71.71 23.83 95.12 3313 Karanganyar 70.81 3371 Kota Magelang 68.02 3326 Pekalongan 67.58 39.89 90.32 60.75 5.55 58.22 6.33 64.70 71.63 71.67 65.61 65.68 56.24 57.70 11.49 6.37 38.62 80.41 63.72 3323 Temanggung 70.09 85.67 39.01 9.83 28.10 66.08 7.34 75.74 69.15 95.93 26.14 3319 Kudus 67.60 58.63 3322 Semarang 70.62 34.59 70.21 74.20 72.06 77.43 7.27 71.52 9.07 55.32 34.84 87.16 85.76 87.59 29.68 22.92 40.20 81.71 56.52 6.36 76.46 23.17 60.39 7.87 96.49 73.48 62.48 94.51 43.67 7.76 7.42 6.30 70.37 3373 Kota Salatiga 69.21 8.20 6.38 71.68 3311 Sukoharjo 68.89 8.77 95.40 94.52 8.97 33.12 71.40 72.79 62.08 70.38 37.98 74.13 59.39 76.61 8.32 93.79 9.52 41.51 97.93 23.16 95.92 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 129 .91 72.17 63.10 66.79 66.00 3321 Demak 69.55 70.35 65.00 71.59 65.68 76.31 6.62 74.36 87.84 7.86 23.14 54.76 7.67 6.63 29.02 93.76 24.29 85.01 64.80 71.79 93.31 72.97 3306 Purworejo 68.04 6.50 3312 Wonogiri 70.09 59.08 95.23 66.57 91.53 90.45 69.53 7.95 72.59 56.28 63.07 73.37 73.83 88.10 7.24 6.74 7.45 3301 Cilacap 68.92 3320 Jepara 68.81 71.47 7.26 69.63 71.89 3304 Banjarnegara 67.03 66.34 63.38 40.69 3315 Grobogan 67.06 6.80 64.70 74.

39 59.64 72.17 91.19 71.32 69.98 60.89 96.91 36.03 56.31 3523 Tuban 65.88 60.72 3508 Lumajang 65.87 48.74 71.92 9.10 5.58 90.19 56.21 98.02 61.67 34.27 73.48 68.64 93.85 67.09 67.08 3577 Kota Madiun 69.63 65.78 65.19 89.05 60.65 9.64 53.62 67.84 96.88 8.63 65.14 8.96 6.70 97.36 74.82 88.40 7.04 71.54 6.78 94.87 70.17 73.36 70.41 72.70 8.26 86.59 3571 Kota Kediri 68.31 35.85 62.08 72.51 35.33 7.76 29.08 63.43 71.66 71.38 88.81 23.50 3503 Trenggalek 69.53 62.34 33.26 27.96 92.10 78.40 7.05 3517 Jombang 68.86 3504 Tulungagung 69.76 64.46 85.88 68.15 81.87 6.52 3575 Kota Pasuruan 64.12 96.34 59.37 7.16 7.36 9.00 94.51 49.47 72.31 67.33 3524 Lamongan 66.98 26.86 65.89 72.48 96.87 28.74 10.93 69.92 7.05 63.23 67.45 69.13 38.15 49.58 10.13 23.85 66.57 64.68 70.58 3527 Sampang 61.03 6.07 68.59 65.32 68.47 84.73 70.02 6.36 23.52 96.12 29.14 25.48 98.79 59.26 72.92 9.75 3515 Sidoarjo 68.58 3574 Kota Probolinggo 68.00 7.85 3525 Gresik 69.66 60.08 71.96 68.32 9.83 96.82 72.24 3512 Situbondo 61.37 73.74 63.27 9.57 54.12 7.77 3573 Kota Malang 68.22 7.33 7.45 58.84 57.10 3511 Bondowoso 61.67 3506 Kediri 67.40 65.86 10.15 31.94 78.96 8.79 7.60 6.23 3516 Mojokerto 68.53 51.27 70.37 74.79 7.33 83.73 33.88 6.97 8.55 36.12 62.98 86.83 91.23 98.10 77.94 91.45 3520 Magetan 69.19 8.26 96.25 69.29 3578 Kota Surabaya 69.45 52.66 69.12 92.35 99.50 9.59 73.65 70.92 64.18 72.84 5.70 81.83 3576 Kota Mojokerto 69.95 89.34 71.06 64.39 6.44 66.27 97.62 65.67 8.53 72.38 3505 Blitar 68.33 70.80 96.32 8.52 71.56 10.99 6.33 7.29 70.76 59.17 87.90 89.85 58.89 65.18 3526 Bangkalan 61.66 29.09 92.95 65.02 64.82 35.17 64.85 34.93 3579 Kota Batu 67.32 5.68 73.26 35.69 3510 Banyuwangi 65.71 28.06 3.33 71.14 95.56 130 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 .47 21.42 72.03 99.11 73.61 3518 Nganjuk 66.50 3521 Ngawi 67.93 37.28 72.03 99.16 65.34 29.37 64.86 69.24 5.58 30.24 6.73 73.54 3509 Jember 61.94 58.15 70.91 7.00 7.53 9.99 71.14 65.94 63.17 72.94 6.38 10.65 3528 Pamekasan 62.85 29.40 61.68 86.96 9.58 6.15 34.33 89.62 3529 Sumenep 62.77 3513 Probolinggo 59.61 4.69 68.35 8.34 63.95 3522 Bojonegoro 65.44 99.75 3572 Kota Blitar 70.75 50.74 35.26 66.14 85.51 5.36 96.62 94.65 7.23 76.05 66.20 96.77 6.02 6.43 68.42 64.46 5.94 4.56 28.23 69.Kode Provinsi (1) (2) Angka Harapan Hidup Angka Melek Huruf Rata-rata Lama Sekolah Pengeluaran per Kapita Disesuaikan (Tahun) (Persen) (Tahun) (Ribu Rp PPP) IPG L P L P L P L P 2010 2011 (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) 3500 JAWA TIMUR 67.09 80.66 3502 Ponorogo 68.93 95.24 56.29 66.99 98.03 87.18 61.76 66.89 74.88 76.24 94.38 98.31 3507 Malang 67.16 31.25 70.89 8.54 34.57 4.48 65.36 65.89 64.61 96.87 71.18 7.68 80.86 69.13 63.71 29.24 29.74 58.49 72.45 6.08 6.17 96.46 71.82 7.86 61.15 8.39 66.97 70.37 32.25 7.94 7.42 3519 Madiun 66.95 68.81 80.72 92.17 10.23 71.15 76.45 6.24 6.00 90.96 70.29 64.25 84.83 6.06 81.62 66.27 56.98 61.55 64.10 56.41 3514 Pasuruan 62.62 64.77 38.56 99.58 99.30 52.49 68.68 7.15 71.05 33.11 65.35 72.74 70.80 10.95 60.46 71.68 71.84 57.02 52.96 94.78 91.94 93.47 88.49 85.01 71.08 32.61 3501 Pacitan 69.24 68.67 82.11 73.18 96.97 72.59 64.84 11.

75 61.28 87.09 86.30 29.19 94.86 67.61 5106 Bangli 69.71 61.92 42.89 60.58 11.97 62.75 56.54 62.37 99.06 69.41 8.13 11.70 65.23 10.93 8.98 86.42 73.89 82.35 5.13 3672 Kota Cilegon 66.68 70.23 96.72 98.76 58.08 77.50 70.89 8.26 67.78 97.95 24.55 37.14 90.19 10.98 96.91 67.45 65.04 66.96 57.04 3404 Sleman 73.41 76.82 39.42 69.64 96.55 64.12 9.79 66.02 6.04 67.92 65.10 92.92 3600 BANTEN 63.24 5101 Jembrana 69.66 75.23 71.59 76.21 37.74 35.60 38.06 7.64 81.14 60.91 67.18 72.99 94.10 7.58 98.11 98.79 96.06 37.74 94.40 70.44 3671 Kota Tangerang 66.59 39.82 5100 BALI 68.88 98.56 77.18 71.62 99.18 9.51 57.15 8.24 6.92 73.28 9.76 73.92 3603 Tangerang 63.35 3601 Pandeglang 61.22 69.67 7.97 94.76 11.42 66.05 62.71 3403 Gunung Kidul 69.28 25.32 96.86 97.17 74.34 3674 Kota Tangerang Selatan 66.44 3673 Kota Serang 63.42 99.86 70.28 9.40 7.88 8.43 5171 Kota Denpasar 71.00 66.22 78.60 83.22 6.45 70.78 94.11 60.81 72.97 69.81 68.86 29.79 74.07 3401 Kulon Progo 72.84 6.26 69.24 6.88 35.24 18.88 63.34 60.67 68.26 70.62 70.90 70.75 3471 Kota Yogyakarta 71.40 65.14 62.21 76.92 5103 Badung 69.64 90.93 73.22 9.20 61.82 59.46 98.09 9.21 94.25 24.84 5108 Buleleng 67.34 69.92 7.12 68.49 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 131 .24 96.25 74.47 74.66 64.73 80.58 4.75 62.75 5.84 9.06 62.46 29.30 66.06 76.95 8.01 5102 Tabanan 72.26 6.50 9.07 72.99 92.28 97.82 8.20 75.63 7.32 61.31 10.11 3604 Serang 61.60 69.36 62.52 70.17 74.53 76.16 96.33 97.17 6.25 9.97 67.35 8.39 86.07 68.80 27.79 9.81 7.16 7.61 5107 Karangasem 65.03 31.72 60.53 98.65 70.90 89.59 75.24 40.96 11.76 75.67 65.94 71.30 57.33 71.12 10.00 34.85 11.77 76.78 34.54 72.74 42.85 3402 Bantul 69.76 64.61 65.06 5105 Klungkung 67.85 5104 Gianyar 70.02 93.57 64.97 99.09 84.58 37.41 8.45 66.01 58.78 96.94 84.67 60.37 75.11 29.50 62.52 8.60 7.07 66.Angka Harapan Hidup Kode Angka Melek Huruf Rata-rata Lama Sekolah Pengeluaran per Kapita Disesuaikan (Tahun) (Ribu Rp PPP) IPG Provinsi (Tahun) L (1) (2) (Persen) P L P L P L P 2010 2011 (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) 3400 D I YOGYAKARTA 71.25 3602 Lebak 61.79 97.74 11.25 88.78 8.09 34.70 67.51 73.91 94.

64 7.14 63.71 5.27 6.88 90.07 6.31 69.79 96.04 89.31 68.16 65.33 5301 Sumba Barat 63.19 59.56 6.85 87.12 6.65 7.43 69.37 68.83 66.00 5205 Dompu 59.69 65.94 5304 Timor Tengah Selatan 64.57 90.49 63.61 57.41 39.64 66.87 60.05 92.96 8.14 82.34 7.69 42.90 54.98 61.36 4.78 5206 Bima 61.98 93.48 6.87 95.68 68.75 60.36 55.80 87.60 34.92 90.19 70.80 53.60 94.37 7.11 68.99 34.44 6.91 6.98 64.99 62.96 5311 Ende 62.97 7.93 65.68 5306 Belu 64.37 92.62 60.56 5371 Kota Kupang 70.40 7.17 95.11 51.51 69.86 88.60 5317 Sumba Tengah 60.63 7.10 89.74 63.44 57.39 95.46 65.20 63.49 7.54 90.18 95.71 6.75 74.78 62.94 61.44 91.83 6.73 42.69 6.02 88.88 35.79 65.95 6.66 5203 Lombok Timur 59.05 65.12 39.10 64.68 78.92 64.01 81.27 62.64 62.57 7.94 62.58 77.48 87.57 43.Kode Angka Harapan Hidup Angka Melek Huruf Rata-rata Lama Sekolah Pengeluaran per Kapita Disesuaikan (Tahun) (Persen) (Tahun) (Ribu Rp PPP) IPG Provinsi L P L P L P L P 2010 2011 (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) 5200 NUSA TENGGARA BARAT 60.89 59.35 5303 Kupang 63.01 7.86 59.25 79.33 73.27 60.74 68.58 69.79 66.12 46.99 34.19 60.92 77.73 84.92 96.88 58.89 45.52 6.43 5309 Flores Timur 66.31 30.32 61.74 59.64 26.75 6.00 25.15 58.19 60.71 88.01 68.34 5202 Lombok Tengah 59.14 80.51 10.95 60.98 6.79 7.12 60.78 66.84 5271 Kota Mataram 64.63 5315 Manggarai Barat 64.37 69.69 53.66 5.07 32.43 65.00 66.72 99.98 84.65 5.74 36.22 5312 Ngada 65.74 93.25 5.12 5204 Sumbawa 58.65 69.16 54.61 65.30 62.48 64.42 10.49 68.17 57.57 78.16 60.87 91.37 48.72 59.09 71.39 67.06 62.35 65.23 54.12 73.62 6.29 63.00 53.46 66.82 89.99 68.30 82.96 72.90 6.16 98.80 8.15 64.00 68.58 82.50 37.78 86.02 34.20 6.57 67.75 7.99 (1) 132 (2) PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 .11 40.74 63.85 6.25 60.62 5307 Alor 65.21 53.33 67.05 5319 Manggarai Timur 65.69 66.02 17.26 33.49 36.40 41.13 56.36 42.81 32.60 6.80 7.86 8.66 5272 Kota Bima 61.28 42.25 69.06 6.60 70.06 9.44 80.88 65.26 62.51 62.29 46.59 65.05 5318 Nageko 61.30 67.81 5.13 60.12 7.28 65.40 61.46 5316 Sumba Barat Daya 61.95 66.50 73.97 60.88 64.43 5314 Rote Nda 66.25 61.19 85.94 6.19 63.66 5300 NUSA TENGGARA TIMUR 65.86 5320 Sabu Raijua 65.52 6.64 65.27 10.86 47.00 7.53 73.74 70.27 6.87 30.25 55.27 71.29 57.37 5308 Lembata 64.32 5302 Sumba Timur 60.76 5313 Manggarai 65.61 93.27 6.95 91.84 52.32 95.19 97.01 54.40 67.23 6.98 88.66 96.02 56.55 5310 Sikka 67.01 61.56 86.94 97.70 5201 Lombok Barat 59.75 87.12 31.71 25.26 83.92 6.98 47.58 5207 Sumbawa Barat 59.99 68.57 56.75 5.15 83.13 70.47 63.51 5305 Timor Tengah Utara 66.34 7.36 8.05 40.10 66.76 6.58 7.30 64.88 6.48 96.26 35.89 33.60 97.43 63.58 7.13 5.83 91.25 68.11 75.60 66.04 62.21 79.00 85.08 89.17 64.16 61.58 7.02 6.67 7.55 90.19 5208 Lombok Utara 58.03 31.13 69.04 11.91 74.

83 28.01 7.87 22.86 56.35 70.88 7.39 70.96 18.43 7.54 68.13 60.06 70.58 69.54 99.70 68.08 74.87 59.95 99.31 93.91 70.58 7.93 58.78 61.33 79.69 7.39 32.72 67.93 69.56 70.13 67.17 64.91 6.87 6209 Katingan 65.80 8.16 34.21 64.55 63.53 95.30 69.33 8.97 59.75 64.60 99.45 71.52 87.50 62.11 32.91 83.60 96.62 94.14 6.03 33.58 64.99 6.24 93.19 64.14 58.32 6202 Kotawaringin Timur 67.31 11.74 6.47 7.73 95.07 63.75 71.84 64.45 31.33 6105 Sanggau 66.29 69.91 7.85 6212 Barito Timur 65.60 36.68 61.04 99.68 68.31 70.30 64.17 64.34 6111 Kayong Utara 63.87 67.23 7.97 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 133 .67 32.49 9.00 96.89 66.24 99.95 54.32 99.87 98.70 65.18 67.19 7.38 68.25 98.59 74.34 6106 Ketapang 65.89 6.47 98.46 33.07 26.86 98.Angka Harapan Hidup Kode Angka Melek Huruf Rata-rata Lama Sekolah Pengeluaran per Kapita Disesuaikan (Tahun) (Ribu Rp PPP) IPG Provinsi (Tahun) L (1) (2) (Persen) P L P L P L P 2010 2011 (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) 6100 KALIMANTAN BARAT 64.55 75.53 94.97 38.31 73.47 63.50 8.61 7.23 8.41 68.87 72.46 67.79 81.38 6.51 64.36 7.06 7.78 58.70 8.93 32.06 72.44 87.60 7.31 6107 Sintang 66.14 82.30 69.11 63.84 58.62 6.60 8.05 74.02 99.83 6271 Kota Palangka Raya 71.72 86.64 71.56 7.90 97.80 94.80 98.26 62.59 71.59 6204 Barito Selatan 66.60 98.04 53.33 6.80 6201 Kotawaringin Barat 69.54 85.03 71.55 74.53 69.58 73.90 87.27 66.49 27.80 25.66 93.11 7.21 99.15 38.04 62.74 64.18 70.62 7.26 86.91 6203 Kapuas 68.53 83.40 64.11 8.70 33.59 67.63 6108 Kapuas Hulu 64.83 8.39 77.95 41.74 8.14 20.20 63.67 64.33 10.37 95.88 93.43 69.71 60.87 86.77 5.17 89.90 71.97 99.40 86.16 88.10 39.58 6211 Gunung Mas 66.13 63.33 99.01 64.91 6206 Sukamara 65.33 69.36 60.89 6210 Pulang Pisau 65.08 6.87 33.99 26.21 91.78 71.94 99.73 7.45 97.30 6205 Barito Utara 70.24 6110 Melawai 65.46 65.50 6102 Bengkayang 66.54 63.60 8.73 9.22 29.48 95.70 6.03 70.61 62.92 69.21 6104 Pontianak 65.52 63.81 9.14 71.79 67.71 66.05 63.94 6112 Kubu Raya 64.99 9.32 63.74 65.78 6101 Sambas 59.71 6103 Landak 63.54 6200 KALIMANTAN TENGAH 69.84 6213 Murung Raya 66.86 32.00 7.23 5.95 26.24 5.47 6207 Lamandau 65.14 9.77 6171 Kota Pontianak 65.88 6.89 6.51 71.80 94.85 96.17 74.25 7.25 25.52 61.14 97.62 6208 Seruyan 66.71 7.07 63.37 93.25 64.54 6.40 70.75 57.68 95.19 64.72 73.46 97.44 66.23 66.38 7.95 93.64 69.84 7.85 67.01 99.27 94.26 8.83 69.82 98.46 6172 Kota Singkawang 65.24 98.03 66.16 73.83 9.90 99.81 33.13 62.85 6.81 9.32 69.41 74.50 25.69 57.75 37.91 99.19 8.32 69.98 67.35 58.07 73.15 99.08 6109 Sekadau 65.

70 8.29 65.01 7.27 75.65 73.00 64.72 28.58 7.51 65.34 9.28 62.84 93.35 93.80 6473 Kota Tarakan 69.32 24.79 96.73 98.08 6304 Barito Kuala 60.39 99.80 9.61 62.55 6310 Tanah Bumbu 63.90 75.76 98.32 7.61 96.63 6404 Kutai Timur 66.14 6.01 6308 Hulu Sungai Utara 61.70 8.93 6.47 65.95 97.47 65.42 92.11 20.28 8.68 6306 Hulu Sungai Selatan 62.43 63.63 59.93 67.32 8.07 6302 Kota Baru 63.97 95.13 9.31 96.21 98.09 28.46 76.76 68.00 25.59 67.81 79.07 6401 Pasir 71.68 70.15 33.06 74.34 6311 Balangan 59.12 75.68 62.06 53.45 96.20 94.89 60.75 36.07 71.40 70.96 60.92 86.47 6406 Malinau 66.79 65.52 65.01 6400 KALIMANTAN TIMUR 69.69 7.96 7.97 7.06 69.15 23.00 70.88 83.10 59.01 24.59 8.72 47.46 97.21 7.80 62.57 75.99 64.28 6408 Nunukan 69.86 73.57 6.81 8.41 67.74 73.94 6305 Tapin 65.05 63.85 61.16 62.04 20.09 6303 Banjar 63.30 97.54 8.92 6402 Kutai Barat 68.80 61.90 31.23 61.31 69.67 71.74 70.94 29.10 54.99 60.24 92.89 7.32 56.83 92.11 98.49 6.71 6403 Kutai 66.85 9.30 69.14 94.67 10.47 70.67 72.49 24.25 65.38 67.86 97.81 6409 Penajam Paser Utara 69.39 63.73 58.41 7.63 7.25 99.26 61.10 6307 Hulu Sungai Tengah 63.13 94.79 74.11 83.37 96.45 94.01 99.76 52.02 99.98 76.05 93.90 27.07 65.14 99.27 6371 Kota Banjarmasin 64.00 69.33 7.68 16.61 9.55 74.82 79.66 65.12 9.68 7.94 57.84 78.53 34.00 60.59 91.92 96.10 6405 Berau 68.18 7.53 8.53 66.41 92.45 53.71 39.26 60.32 73.97 98.09 10.42 74.90 6.78 9.24 77.37 61.22 99.69 7.10 6410 Tana Tidung 70.36 72.72 31.28 70.30 74.19 63.77 98.72 8.96 64.05 9.10 62.25 75.Kode Angka Harapan Hidup Angka Melek Huruf Rata-rata Lama Sekolah Pengeluaran per Kapita Disesuaikan (Tahun) (Persen) (Tahun) (Ribu Rp PPP) IPG Provinsi L P L P L P L P 2010 2011 (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) 6300 KALIMANTAN SELATAN 61.95 6472 Kota Samarinda 69.51 70.96 65.24 65.66 96.67 92.25 69.57 26.76 6.57 73.74 68.35 6474 Kota Bontang 70.54 97.02 23.40 98.94 16.93 32.52 99.65 8.25 68.29 70.74 22.64 25.85 8.27 7.28 67.61 11.92 7.07 66.33 6309 Tabalong 61.59 6301 Tanah Laut 66.27 7.10 65.07 60.56 69.67 7.26 99.07 64.15 59.85 61.08 10.04 8.94 7.90 99.79 10.53 95.07 8.54 6471 Kota Balikpapan 70.15 99.24 60.30 68.63 7.72 75.05 94.80 10.62 6407 Bulongan 71.44 6.40 8.18 98.10 84.31 98.38 57.70 54.77 21.93 63.65 98.91 58.98 59.33 6372 Kota Banjar Baru (1) (2) 65.17 96.04 61.64 98.06 24.73 99.51 7.85 63.23 98.36 64.12 134 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 .89 71.00 71.42 97.44 98.49 51.30 65.31 73.55 15.43 92.04 97.81 6.13 93.05 48.41 10.

74 33.34 63.38 7.53 59.43 7174 Kota Kotamobago 69.66 25.68 64.64 26.27 68.89 8.86 76.77 74.82 92.33 42.93 99.68 99.24 6.45 8.97 68.84 61.31 98.09 9.79 99.01 73.21 7173 Kota Tomohon 70.40 67.51 7102 Minahasa 70.24 66.82 70.86 29.66 8.33 73.31 56.71 73.70 68.65 23.05 96.83 99.81 71.10 7.36 8.30 7207 Buol 63.67 72.73 7106 Minahasa Utara 70.87 9.10 93.69 72.02 8.88 99.93 65.03 65.39 73.14 96.10 7110 Bolaang Mongondow Selatan 69.01 65.58 70.35 96.15 93.29 67.90 65.94 99.58 99.82 7.70 7208 Parigi Moutong 63.95 94.54 98.83 95.62 97.21 7.38 7200 SULAWESI TENGAH 64.23 66.43 26.82 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 135 .60 7101 Bolaang Mongondow 69.67 96.50 71.48 68.14 7.27 7103 Kep.26 99.14 96.08 7.75 74.83 98.62 27.59 72.79 66.36 7.47 9.85 99.65 8.63 31.16 74.98 99.65 66.97 99.98 75.30 98.79 75.09 8.72 22.24 61.78 74.04 7111 Bolaang Mongondow Timur 69.41 66.47 10.36 99.47 24.84 9.84 8.59 72.28 56.25 7.11 77.28 7203 Morowali 63.76 68.55 98.76 70.71 56.31 8.69 73.51 67.94 99.32 69.12 62.35 74.13 24.14 7.70 10. Siau Tagulandang Biaro 66.38 61.32 9.03 7201 Banggai Kepulauan 62.53 99.57 22.09 66.43 54.22 98.54 23.35 92.05 7.46 73.07 72.66 99.21 27.97 10.88 99.57 99.54 63.83 7.25 97.62 98.26 8.79 63.87 62.35 7105 Minahasa Selatan 70.97 72.39 65.87 27.52 9.62 7.50 33.46 72.40 7171 Manado 70.39 7104 Kepulauan Talaud 70.18 31.36 64.42 98.57 63.54 62.21 6.76 73.50 57.91 73.61 74.94 63.99 66.49 7.84 97.84 7109 Kep.70 57.55 66.08 7271 Kodya Palu 68.20 99.Angka Harapan Hidup Kode Angka Melek Huruf Rata-rata Lama Sekolah Pengeluaran per Kapita Disesuaikan (Tahun) (Ribu Rp PPP) IPG Provinsi (Tahun) L (1) (2) (Persen) P L P L P L P 2010 2011 (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) 7100 SULAWESI UTARA 70.41 36.98 33.31 97.13 9.67 68.93 99.56 7172 Kota Bitung 68.37 7202 Banggai 66.28 74.96 55.42 63.08 75.78 71.66 99.50 9.18 68.36 58.10 8.65 6.35 58.40 73.30 8.85 71.91 8.38 67.72 77.37 61.53 69.36 98.96 99.48 71.Sangihe Talaud 71.16 8.11 72.75 99.67 67.71 96.72 7.63 10.46 55.42 74.26 61.64 60.82 7.36 26.76 28.88 59.45 32.01 7210 Sigi 63.61 99.49 67.67 66.39 8.53 6.92 73.72 99.02 99.35 9.89 7206 Toli-Toli 62.75 67.41 7209 Tojo Una-Una 62.50 64.12 70.00 96.88 7.81 7205 Donggala 63.12 63.83 70.99 9.52 30.50 24.17 31.84 8.88 28.81 76.44 99.02 68.13 64.69 70.31 7107 Bolaang Mongondow Utara 67.11 8.63 8.71 60.26 70.19 7108 Minahasa Tenggara 68.68 8.30 62.99 71.19 11.59 99.14 67.50 7204 Poso 63.06 99.88 99.36 9.61 26.53 7.72 99.

86 7.22 62.50 98.52 11.79 7401 Buton 66.94 62.04 59.67 7.92 7.43 63.07 57.08 94.38 30.64 7407 Wakatobi 66.95 90.82 61.86 69.60 63.39 63.04 90.77 8.87 67.42 9.59 93.10 8.04 95.16 58.06 8.49 5.39 83.13 98.67 63.96 30.17 84.21 80.91 8.66 66.82 67.27 88.24 7317 Luwu 71.20 5.15 7312 Soppeng 69.31 61.72 7371 Kota Makasar 71.57 34.90 89.56 76.66 80.56 6.98 7408 Kolaka Utara 63.77 89.41 91.31 85.72 73.01 7.50 6.89 63.39 9.14 82.37 8.57 97.90 57.83 91.49 73.75 7301 Selayar 65.51 61.76 65.70 69.02 66.57 6.01 70.59 78.98 29.54 10.06 73.49 11.95 65.59 64.40 7309 Pangkajene Kepulauan 66.87 7.95 7.31 97.13 7.87 57.93 7.83 75.13 99.33 28.69 63.96 90.50 7.37 30.21 33.08 62.11 32.82 56.75 73.96 70.18 31.36 61.79 7.16 87.40 8.37 33.52 70.80 68.18 62.86 75.43 74.12 22.28 56.39 61.99 63.67 73.86 81.74 75.09 91.34 30.99 7.67 67.94 9.36 61.13 76.36 69.16 7318 Tana Toraja 72.74 71.65 83.95 27.97 71.23 6.98 80.33 7.72 6.63 7.68 70.97 96.97 77.55 65.61 93.57 7305 Takalar 67.57 6.88 69.58 10.47 72.24 9.85 7406 Bombana 65.66 96.65 70.65 54.15 7.43 7308 Maros 70.42 8.92 64.28 7303 Bantaeng 71.88 7.97 90.17 7314 Sidenreng Rappang 70.71 7325 Luwu Timur 69.09 67.02 71.27 85.73 7310 Barru 66.83 7311 Bone 67.24 81.53 7307 Sinjai 70.53 91.51 71.65 66.28 55.38 7.35 18.62 62.90 6.85 56.94 7403 Konawe/Kab Kendari 65.44 65.78 69.33 7.17 71.95 11.43 61.90 91.42 98.89 86.60 85.18 66.61 74.64 74.14 70.60 69.85 95.06 94.38 36.84 26.07 56.32 67.15 95.75 92.82 30.79 69.17 7322 Luwu Utara 69.24 33.88 7315 Pinrang 70.32 69.13 29.69 75.62 7.79 69.63 60.21 69.95 6.43 70.57 7.62 92.97 92.51 62.45 37.88 58.62 68.54 7400 SULAWESI TENGGARA 65.10 22.42 76.93 88.91 7404 Kolaka 65.08 24.51 70.85 7313 Wajo 69.00 7.45 86.87 61.81 71.19 74.27 30.20 67.12 62.87 66.81 6.37 67.37 69.35 70.89 92.43 7373 Kota Palopo 70.28 7316 Enrekang 73.23 7.13 64.19 89.87 10.42 84.08 72.18 7326 Toraja Utara 71.59 70.66 63.04 33.25 69.81 55.37 7409 Buton Utara 65.70 85.92 7.47 93.59 7306 Gowa 69.63 90.86 66.26 73.74 6.63 68.48 86.05 72.11 73.00 8.76 75.92 7405 Konawe Selatan 65.94 74.56 72.88 57.36 61.67 86.93 70.72 23.15 7472 Kota Bau-Bau 68.54 96.77 78.09 8.55 66.92 28.62 7.33 6.87 77.05 8.87 64.29 33.47 64.59 70.48 7471 Kota Kendari 67.33 57.75 95.64 29.10 92.87 70.06 7.56 95.92 88.52 82.03 90.96 7.47 7.67 8.44 99.82 69.68 29.32 76.57 35.97 61.04 72.99 62.22 87.Kode Angka Harapan Hidup Angka Melek Huruf Rata-rata Lama Sekolah Pengeluaran per Kapita Disesuaikan (Tahun) (Persen) (Tahun) (Ribu Rp PPP) IPG Provinsi L P L P L P L P 2010 2011 (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) 7300 SULAWESI SELATAN 68.48 8.17 10.56 86.01 69.85 7.33 6.67 54.71 72.30 35.43 95.73 82.56 (1) 136 (2) PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 .05 63.81 64.78 95.14 66.94 7410 Konawe Utara 66.63 70.23 95.11 96.03 7.42 88.99 7.92 58.97 96.99 65.15 55.16 7302 Bulukumba 70.79 95.33 32.40 59.18 25.75 7.34 75.41 7.72 26.50 69.13 54.78 36.22 6.32 97.22 65.04 7402 Muna 64.04 75.68 34.15 24.90 6.88 64.40 6.71 7.28 6.64 8.70 62.14 32.02 61.30 59.04 7372 Kota Pare Pare 72.14 69.82 7.23 65.48 7304 Jeneponto 63.46 73.73 60.77 84.46 7.

72 58.61 71.47 24.18 9.70 39.20 90.74 9.54 93.06 98.31 8108 Maluku Barat Daya 62.59 55.31 65.25 7.86 8109 Buru Selatan 65.48 58.37 8205 Halmahera Utara 63.25 33.15 76.21 8.35 8201 Halmahera Barat 62.36 67.57 8171 Kota Ambon 71.51 67.33 60.95 65.69 8.75 8272 Kota Tidore Kepulauan 63.66 65.47 7.63 95.46 97.19 68.37 8.01 56.85 91.23 71.94 8.29 66.46 7571 Kota Gorontalo 64.81 17.73 57.72 35.54 61.42 5.23 67.75 99.06 93.04 59.97 63.08 9.84 8100 MALUKU 65.45 67.87 35.19 67.88 7600 SULAWESI BARAT 65.57 8207 Pulau Morotai 63.28 26.10 83.34 34.56 8103 Maluku Tengah 63.05 8204 Halmahera Selatan 63.06 9.28 65.00 62.59 67.77 62.90 25.77 74.93 93.27 35.80 6.24 62.31 7.58 99.98 28.69 28.81 98.63 99.93 67.53 56.85 71.78 66.82 95.04 99.42 66.76 8101 Maluku Tenggara Barat 62.37 95.98 94.74 69.60 98.12 70.79 38.53 8.84 20.79 71.09 60.70 97.68 68.80 99.26 7.92 28.22 7.20 65.73 8104 Buru 66.19 52.02 6.44 99.94 60.61 30.98 65.79 61.42 53.07 54.92 8106 Seram Bagian Barat 64.55 98.43 69.67 8.15 71.65 75.84 94.32 8102 Maluku Tenggara 66.15 7.80 96.17 75.90 6.48 75.70 66.58 72.14 96.78 95.62 6.91 27.55 86.68 76.97 67.86 11.42 11.08 7.81 69.98 8.33 8105 Kepulauan Aru 65.75 7.85 98.70 70.48 67.10 95.30 96.93 10.82 75.23 73.57 68.36 9.63 30.41 7602 Polewali Mamasa 63.31 34.29 74.50 99.41 79.12 66.16 74.96 27.44 63.25 7.39 62.11 70.29 24.12 96.51 8.90 7.31 61.79 8.21 44.35 96.85 40.69 69.48 69.21 63.04 59.00 7.51 52.14 66.00 8.21 23.09 6.61 8.55 94.25 65.37 63.39 6.59 96.72 68.70 99.90 68.73 62.05 8.85 93.78 92.22 37.47 90.79 34.80 99.49 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 137 .45 10.55 72.75 66.78 98.71 7.02 58.87 56.30 73.13 7603 Mamasa 69.46 95.10 59.83 98.05 7.65 33.29 10.06 71.30 66.92 68.50 66.89 28.25 63.98 67.76 27.38 94.75 99.54 64.92 7.09 96.98 66.24 99.16 8.84 94.41 65.40 7504 Bone Bolango 66.96 99.58 70.21 96.42 7605 Mamuju Utara 65.35 8.09 8203 Kepulauan Sula 63.01 76.93 8.48 8200 MALUKU UTARA 64.79 6.16 7.53 7505 Gorontalo Utara 64.78 8271 Kota Ternate 68.41 7.81 39.11 7.13 67.84 5.83 62.85 97.44 8.77 97.01 7.80 99.90 8.68 24.73 58.32 57.47 8172 Kota Tual 66.01 97.79 67.42 11.96 90.50 55.79 8.16 51.32 85.63 70.44 6.98 57.80 64.61 7.19 7502 Gorontalo 66.06 70.78 70.87 67.86 98.41 6.12 68.63 69.88 69.32 6.75 86.10 7503 Pokuwato 65.82 96.71 59.73 68.67 94.71 8202 Halmahera Tengah 64.92 82.04 99.10 98.13 23.56 95.28 60.87 61.60 97.94 67.77 99.36 86.60 6.99 24.14 6.11 60.69 65.77 32.37 60.94 8.34 99.71 57.79 72.98 98.Angka Harapan Hidup Kode Angka Melek Huruf Rata-rata Lama Sekolah Pengeluaran per Kapita Disesuaikan (Tahun) (Ribu Rp PPP) IPG Provinsi (Tahun) L (1) (2) (Persen) P L P L P L P 2010 2011 (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) 7500 GORONTALO 64.00 66.66 64.02 61.25 72.79 96.86 7601 Majene 63.45 7.53 6.66 68.92 8206 Halmahera Timur 63.93 25.33 8.07 59.10 57.21 64.55 61.85 7604 Mamuju 66.68 59.39 76.51 69.33 66.67 7501 Boalemo 66.28 8.53 66.68 8.76 61.76 95.08 60.24 8.41 6.35 65.19 8107 Seram Bagian Timur 63.

58 53.26 81.13 95.00 94.57 21.07 73.34 65.03 70.14 7.33 64.60 74.95 97.93 69.67 99.28 9103 Teluk Wondama 65.64 8.82 24.06 83.54 89.56 7.94 99.79 71.50 80.66 6.90 96.99 9.33 7.18 58.73 42.43 68.45 78.26 63.15 6.27 64.43 53.73 22.13 92.34 77.89 77.64 9.05 63.87 8.09 73.14 75.28 70.43 9.49 72.08 7.05 22.10 67.01 57.94 8.82 82.75 53.40 5.99 26.95 52.10 9104 Teluk Bintuni 66.15 19.26 92.19 68.71 52.30 7.62 9.95 28.32 83.59 69.05 57.65 9171 Kota Sorong 70.58 70.Kode Angka Harapan Hidup Angka Melek Huruf Rata-rata Lama Sekolah Pengeluaran per Kapita Disesuaikan (Tahun) (Persen) (Tahun) (Ribu Rp PPP) IPG Provinsi L P L P L P L P 2010 2011 (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) 9100 PAPUA BARAT 66.78 88.64 8.85 53.57 66.54 10.29 22.44 57.02 10.16 71.76 68.53 9106 Sorong Selatan 64.27 49.88 92.96 84.75 98.97 11.70 54.93 9110 Maybrat 64.08 95.01 56.24 9101 Fak-Fak 68.77 8.61 72.79 7.87 59.76 9102 Kaimana 67.64 89.56 25.47 57.72 49.52 9105 Manokwari 66.73 9107 Sorong 65.20 77.81 (1) 138 (2) PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 .66 32.33 95.73 98.09 9109 Tambrauw 64.10 57.44 73.55 98.02 9108 Raja Ampat 64.27 6.30 56.95 26.36 68.55 98.94 54.74 6.85 7.

47 36.52 87.08 10.14 66.08 67.91 68.96 63.58 57.93 62.51 71.04 9.73 7.43 48.71 9408 Yapen Waropen 66.28 67.16 67.63 67.58 58.87 9434 Dogiyai 65.70 43.58 22.45 74.35 64.37 40.90 69.34 32.14 62.22 31.00 53.20 7.20 67.30 51.74 27.17 68.69 7.91 9433 Puncak 65.30 66.49 98.64 35.32 48.03 3.13 3.39 68.38 64.50 34.06 6.57 67.77 46.89 9.75 42.94 97.17 45.29 46.35 95.10 37.50 56.69 3.33 4.24 74.29 97.00 6.79 66.93 9417 Pegunungan Bintang 63.63 69.52 68.20 48.90 51.40 48.32 67.34 5.02 86.21 37.24 66.16 52.45 3.63 46.77 69.58 86.38 68.15 69.14 9431 Mamberamo Tengah 64.07 45.01 2.60 43.05 3.93 57.62 71.55 9403 Jayapura 65.29 65.11 61.80 0000 Indonesia PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 139 .92 49.89 98.05 68.58 22.39 32.34 33.58 1.77 3.19 49.52 69.08 48.04 9.19 32.59 4.31 69.76 9418 Tolikara 64.36 3.14 18.50 99.93 37.33 7.55 9436 Deiyai 63.15 59.40 86.15 9429 Nduga 63.27 43.14 28.36 30.74 67.42 62.37 9.02 66.65 67.07 67.88 67.71 32.60 46.36 36.42 58.35 98.46 95.40 30.53 62.95 58.36 8.56 48.13 9427 Supiori 64.98 37.57 4.43 2.35 7.53 2.66 45.98 62.76 9435 Intan Jaya 63.58 48.45 6.37 24.04 57.59 68.64 36.07 29.40 69.99 8.29 50.64 59.63 48.07 66.16 9412 Mimika 68.18 65.87 39.75 66.70 8.76 57.42 86.55 8.66 70.72 49.47 56.03 62.55 64.53 48.96 97.28 72.18 9420 Keerom 65.77 1.82 33.54 9414 Mappi 64.42 66.64 29.47 33.45 9426 Waropen 63.84 60.45 50.11 42.64 85.02 7.18 69.11 70.68 45.39 8.19 69.36 61.92 49.81 11.46 67.45 68.11 9430 Lanny Jaya 64.13 48.91 27.66 8.76 31.65 81.98 5.57 41.58 9428 Membramo Raya 64.21 23.25 63.49 10.95 3.87 84.95 2.56 9415 Asmat 65.31 21.71 71.93 51.02 62.12 9409 Biak Namfor 64.68 70.43 62.74 3.05 6.54 65.89 53.03 5.07 65.29 68.45 67.64 24.06 37.12 69.04 95.34 58.98 60.02 2.10 9416 Yahukimo 64.04 89.76 33.99 7.21 29.53 6.04 35.13 93.69 9401 Merauke 60.09 1.24 33.Angka Harapan Hidup Kode Angka Melek Huruf Rata-rata Lama Sekolah Pengeluaran per Kapita Disesuaikan (Tahun) (Ribu Rp PPP) IPG Provinsi (Tahun) L (1) (2) (Persen) P L P L P L P 2010 2011 (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) 9400 PAPUA 66.71 47.68 77.45 67.08 90.26 3.29 9.69 47.09 9411 Puncak Jaya 65.21 9432 Yalimo 64.23 47.86 44.51 9410 Paniai 65.91 8.50 6.18 2.45 68.91 6.78 34.09 35.84 34.57 5.83 45.74 68.16 62.26 62.17 65.67 2.71 3.37 9471 Kota Jayapura 66.12 67.85 4.82 60.33 3.84 64.69 66.23 97.85 71.86 62.99 6.62 36.25 31.21 62.84 54.06 75.80 52.18 32.73 90.05 9402 Jayawijaya 64.25 7.47 95.77 67.43 47.29 32.47 39.53 70.17 9419 Sarmi 64.38 72.26 9413 Boven Digoel 65.01 48.12 3.01 89.96 49.02 9404 Nabire 65.

.

54 55.18 1104 Aceh Tenggara 12.96 39.42 27.36 69.73 44.00 56.79 54.53 46.03 41.14 1175 Subulussalam 20.70 25. dalam Pendapatan Kerja Teknisi Kode Provinsi Keterlibatan Perempuan di Parlemen % % % 2010 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 1100 ACEH 4.36 48.61 56.19 47.18 47.21 48.33 48.67 45.76 31.04 44.62 1103 Aceh Selatan 0. IDG Provinsi dan Kabupaten 2010 – 2011 L5 Perempuan sebagai tenaga Manager.32 24.00 56.44 25.86 57.75 1113 Gayo Lues 5.98 54.71 66.86 70.60 58.98 42.78 42.86 22.68 28. Administrasi.27 1114 Aceh Tamiang 13.38 48.78 33.49 47.33 57.06 1108 Aceh Besar 2.03 26.52 51.62 1116 Aceh Jaya 0.88 34.31 54.05 1174 Kota Lhokseumawe 12.22 64.95 52.63 35.00 43.01 58.91 1102 Aceh Singkil 12.06 1101 Simeulue 15.78 1111 Aceh Utara 2.01 47.72 1172 Kota Sabang 10.65 1110 Bireuen 5.32 1118 Pidie Jaya 8.93 56.00 40.73 27.00 50.20 1117 Bener Meriah 4.59 27.Lampiran 5.00 30.98 1107 Aceh Barat 3.41 40.92 58.33 43.91 53.78 55.54 57.33 31.57 27. Sumbangan Perempuan Profesional.14 36.01 58.05 48.35 53.61 21.00 54.71 66.80 27.00 48.67 53.41 1109 Piddie 4.40 52.01 27.65 49.59 1106 Aceh Tengah 6.44 1115 Nagan Raya 12.39 1112 Aceh Barat Daya 0.01 54.11 52.33 58.64 45.28 49.38 25.93 30.60 1105 Aceh Timur 5.45 1173 Kota Langsa 32.44 54.67 IDG PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 141 .54 70.00 57.34 46.50 47.36 57.80 52.92 55.00 48.12 1171 Kota Banda Aceh 3.68 51.08 32.74 56.67 69.00 58.00 34.35 46.06 27.

10 57.65 55.70 63.59 1224 Nias Utara 16.00 34.00 25.71 66.64 29.76 142 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 .01 84.33 43.00 55.42 68.48 63.00 53.20 55.00 57.33 56.41 59.30 64.72 68.86 49.23 33.84 61.68 29.73 39.33 60.22 64.17 63.82 58.88 1213 Langkat 8.71 61.20 54.49 34.76 1207 Labuhan Batu 10.92 1278 Gunung Sitoli 12.33 60.94 58.23 53.00 53.57 57.06 24.61 39. Administrasi.18 63.43 1223 Labuhan Batu Utara 0.96 57.67 51.98 25.69 64.16 28.27 67.39 1201 Nias 4.81 65.32 58.15 65.72 1204 Tapanuli Tengah 20.67 35.28 57.53 63.88 58.92 34.32 34.38 52.89 1202 Mandailing Natal 7.29 1212 Deli Serdang 16.63 1218 Serdang Bedegai 13.73 43.78 1276 Kota Binjai 10.55 43.79 61.80 63.83 65.89 53.61 1271 Kota Sibolga 15.Kode Provinsi Keterlibatan Perempuan di Parlemen % % % 2010 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 1200 SUMATERA UTARA Perempuan sebagai tenaga Manager.79 54.14 64.60 69.10 41.59 48.63 29.78 67.70 30.43 72.63 1219 Batu Bara 5.00 56.79 60.00 52.60 21.73 1221 Padang Lawas 3.48 1205 Tapanuli Utara 8.90 33.00 43.61 23.42 60.65 59.88 46.72 1214 Nias Selatan 13.45 58.96 51.27 1215 Humbang Hasundutan 4.57 56.00 61.62 1220 Padang Lawas Utara 10.46 57.26 49.00 49.00 37.94 67.33 41.86 1277 Kota Padang Sidempuan 20.51 28. Profesional.46 38.66 53.89 62.98 58.25 55.16 65.51 31.17 46.88 1217 Samosir 12.05 1225 Nias Barat 15.96 43.30 21.95 1208 Asahan 8.00 68.78 73.52 43.07 46.00 53.47 67.05 1211 Karo 11.02 1274 Kota Tebing Tinggi 8.09 60.34 60.00 67.04 1222 Labuhan Batu Selatan 7.21 60.83 61.16 1203 Tapanuli Selatan 6.00 42.08 64.29 46.12 61.57 58.37 60.56 59.33 57.00 21.67 1216 Pakpak Barat 5.78 58.87 67.52 51.29 60.00 59.96 29.00 61.47 1273 Kota Pematang Siantar 13.19 1209 Simalungun 8.58 57.56 1206 Toba Samosir 12.15 65.00 51.35 61.40 46.50 55.29 49.18 1272 Kota Tanjung Balai 24.87 42.69 1210 Dairi 10.67 1275 Kota Medan 10. Teknisi Sumbangan Perempuan dalam Pendapatan Kerja IDG 15.

00 55.07 21.50 1375 Kota Bukit Tinggi 16.71 1405 Siak 8.81 55.44 74.00 46.31 38.32 33.13 1407 Rokan Hulu 8.78 69.68 29.83 54.56 48.52 1406 Kampar 6. Administrasi.94 25.21 61.49 31.90 1309 Pasaman 3.Kode Provinsi Keterlibatan Perempuan di Parlemen % % % 2010 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 1300 SUMATERA BARAT Perempuan sebagai tenaga Manager.10 1308 Limapuluh Koto 8.62 64.14 66.00 56.46 52.63 51.57 53.86 56.33 27.41 33.67 56.54 1404 Pelalawan 0.91 27.04 64.65 27. Profesional.87 57.73 1306 Padang Pariaman 8.94 22.62 1371 Kota Padang 6.23 47.33 44.10 57.75 43.69 44.57 50.50 53.52 59.00 47.38 24.09 49.65 26.02 59.50 46.34 1401 Kuantan Sengingi 2.36 57.01 70.73 56.00 54.01 1302 Pesisir Selatan 0.39 56.74 1376 Kota Payakumbuh 8.50 45.03 1305 Tanah Datar 8.01 48.03 1374 Kota Padang Panjang 20.57 59.96 51.92 51.62 1301 Kepulauan Mentawai 0.14 57.56 25.40 54.92 48.76 47.81 53.44 43.65 50.14 65. Teknisi Sumbangan Perempuan dalam Pendapatan Kerja IDG 12.00 76.09 55.67 28.93 17.18 53.95 18.80 1311 Dharmas Raya 4.00 66.11 56.00 49.82 52.59 33.99 51.93 49.34 25.77 24.10 73.95 49.84 58.87 57.69 61.80 30.36 54.43 55.13 34.44 53.93 43.00 66.99 54.69 27.44 35.63 45.67 49.42 43.56 1403 Indragiri Hilir 4.04 1303 Solok 2.93 75.97 20.08 63.24 56.86 49.01 53.60 33.56 28.18 1410 Kepulauan Meranti 9.84 1310 Solok Selatan 8.35 21.40 53.36 1409 Rokan Hilir 15.67 52.33 45.39 35.14 62.85 1377 Kota Pariaman 5.62 1312 Pasaman Barat 2.46 1408 Bengkalis 7.89 1400 RIAU PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 143 .20 29.73 1473 Kota Dumai 6.57 54.11 1373 Kota Sawah Lunto 20.71 47.09 1304 Sawah Lunto/Sijunjung 7.00 57.59 34.24 36.05 43.28 60.57 45.48 1471 Kota Pekan Baru 15.38 34.13 1402 Indragiri Hulu 17.93 62.11 58.66 54.16 59.77 1307 Agam 7.17 54.64 47.86 58.01 35.36 65.51 1372 Kota Solok 10.57 61.24 49.16 63.05 44.65 54.

83 27.36 59.00 37.12 23.89 1501 Kerinci 3.85 46.56 53.29 1673 Kota Pagar Alam 8.10 67.00 48.42 1504 Batanghari 20.27 58.05 58.00 48.89 65.07 1708 Kepahiang 16.33 31.94 1611 Empat Lawang 20. Administrasi.96 59.32 55.38 49.10 1509 Bungo 6. Teknisi Sumbangan Perempuan dalam Pendapatan Kerja % % % 2010 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 1500 JAMBI 11.59 37.06 55.45 52.99 47.75 36.58 63.60 1707 Lebong 20.38 57.11 1608 Ogan Komering Ulu Selatan 5.17 66.48 1602 Ogan Komering Ilir 6.57 34.55 55.21 68.95 55.00 49.50 22.66 1605 Musi Rawas 12.90 25.28 57.98 32.81 46.95 1705 Seluma 10.62 46.49 56.59 1600 SUMATERA SELATAN 18.27 48.89 63.91 58.50 23.23 1502 Merangin 3.71 53.67 55.89 49.54 1508 Tebo 3.13 1700 BENGKULU 17.44 52.01 57.70 68. Profesional.73 61.17 1674 Kota Lubuk Linggau 20.75 23.40 48.00 44.67 63.75 21.31 67.00 58.28 1709 Bengkulu Tengah 4.20 1706 Mukomuko 0.54 59.00 73.79 30.95 39.50 49.33 48.81 1771 Bengkulu 26.27 30.27 66.20 1506 Tanjung Jabung Timur 13.00 57.88 1606 Musi Banyuasin 8.80 20.35 39.42 1703 Bengkulu Utara 8.45 32.00 48.73 27.51 66.33 48.00 40.25 1604 Lahat 6.97 28.21 48.49 50.45 1702 Rejang Lebong 20.00 53.94 32.08 48.38 67.31 57.94 28.64 26.46 60.52 70.63 144 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 .00 46.12 1503 Sarolangun 10.83 67.42 25.67 42.00 47.27 1672 Kota Prabumulih 8.Kode Provinsi Keterlibatan Perempuan di Parlemen Perempuan sebagai tenaga Manager.57 61.00 26.31 48.71 32.00 37.85 61.33 1701 Bengkulu Selatan 8.67 50.72 48.50 41.13 33.27 1671 Kota Palembang 16.11 1571 Kota Jambi 8.57 49.10 70.67 58.30 1704 Kaur 8.66 31.69 33.75 1607 Banyuasin 11.46 51.35 IDG 1572 Kota Sungai Penuh 10.11 51.59 1505 Muara Jambi 14.97 58.78 50.36 53.65 58.75 52.02 55.07 50.12 23.82 46.75 20.65 40.34 1601 Ogan Komering Ulu 4.06 34.56 36.67 66.67 49.67 53.87 1507 Tanjung Jabung Barat 13.76 59.67 45.33 58.50 69.24 26.75 1609 Ogan Komering Ulu Timur 11.51 40.92 61.82 1610 Ogan Ilir 7.94 56.14 58.00 68.11 59.26 58.96 23.28 53.43 62.36 1603 Muara Enim (Liot) 15.33 50.81 48.03 74.62 33.00 53.32 68.10 53.81 62.03 30.91 68.07 37.28 58.29 66.53 54.21 46.43 47.36 54.55 50.07 64.00 46.

Profesional.98 26.09 43.91 27.74 42.18 51.49 55.33 48.11 59.50 23.22 1809 Pesawaran 17.38 61.54 62.85 49.57 66.35 53.30 57.71 26.92 45.58 59.01 2100 KEPULAUAN RIAU Perempuan sebagai tenaga Manager.90 48.77 1906 Belitung Timur 5.49 1805 Lampung Tengah 10.00 61.48 35.54 1905 Bangka Selatan 8.63 30.42 49.96 2171 Kota Batam 22.21 1903 Bangka Barat 12.89 23.64 25.74 1900 KEP.16 30.77 65.66 67.15 49.94 1803 Lampung Selatan 13.59 21.17 57.42 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 145 .60 50.39 52.00 33.90 58.14 60.32 61.92 26.28 26.56 39.10 58.11 49.32 59.62 56.53 61.00 54.62 21.01 30.00 44.43 49.74 62.00 44.24 59.02 62.91 61.00 52.27 27.32 65.33 1807 Way Kanan 10.42 27.67 46.43 28. Teknisi Sumbangan Perempuan dalam Pendapatan Kerja IDG 15.00 43.00 46.11 53.13 21.78 1804 Lampung Timur 13.60 1808 Tulang Bawang 15.21 27.93 23.87 1812 Tulang Bawang Barat 6.55 29.03 25.01 44.25 47.94 2104 Lingga 0.00 53.00 36.68 1871 Kota Bandar Lampung 13.18 1810 Pringsewu 22.33 50.86 46.33 48.18 22.29 24.03 1901 Bangka 10.59 2105 Kepulauan Anambas 5.Kode Provinsi Keterlibatan Perempuan di Parlemen % % % 2010 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 1800 LAMPUNG 18.97 60.27 23.65 27.67 49.17 67.27 52.19 58.65 56.30 62.84 65.00 60.32 56.88 38.40 49.93 2102 Kepulauan Riau 20.34 1806 Lampung Utara 11.24 24.16 43.99 53.00 49.85 1902 Belitung 8.00 56.24 69.21 1971 Kota Pangkal Pinang 4.84 60.12 54.29 1904 Bangka Tengah 4.62 32.55 67.34 75.21 1802 Tanggamus 6.90 64.38 56.00 46.06 19.44 1811 Mesuji 24.00 43.69 59.00 61.86 1801 Lampung Barat 20.67 53.27 49.56 59.96 39.29 2103 Natuna 5.22 34.00 61.41 37. Administrasi.62 2101 Karimun 6.75 43.24 18. BANGKA BELITUNG 11.88 2172 Kota Tanjung Pinang 12.70 60.82 1872 Kota Metro 28.00 50.11 52.92 44.79 50.

00 73.15 66.61 75.80 1706 Mukomuko 0.81 1771 Bengkulu 26.00 72.47 62.88 31.51 26.98 72.00 36.47 39.01 53.56 3208 Kuningan 12.47 63.66 31.72 69.52 55.47 42.75 3272 Kota Sukabumi 10.84 32.84 73.60 64.37 3275 Kota Bekasi 14.86 3207 Ciamis 8.47 42.43 47.36 34.19 59.17 18.46 3202 Sukabumi 16.03 28.00 47.80 25.29 76.32 24.77 56.08 48.39 25.81 3217 Kab Bandung Barat 20.00 43.00 34.23 74.01 68.78 37.60 54.60 1707 Lebong 20.47 46.11 3205 Garut 16.85 37.75 3210 Majalengka 10.69 25.46 74.14 3212 Indramayu 20.03 74.00 36.01 57.52 3174 Kota Jakarta Barat 24.27 30.26 48.31 67.92 55.67 55.99 47. Teknisi Sumbangan Perempuan dalam Pendapatan Kerja % % % 2010 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 3100 DKI JAKARTA 24.86 33.53 36.18 IDG 3175 Kota Jakarta Utara 24.97 50.73 65.51 66.00 34.63 32.47 55.97 56.51 67.29 3203 Cianjur 16.00 46.00 54.65 53.76 3274 Kota Cirebon 6.39 56.91 25.56 36.60 3200 JAWA BARAT 24.65 55.00 36.42 59.06 34.28 52.62 57.00 35.72 74.07 1708 Kepahiang 16.93 3204 Bandung 20.00 29.86 3216 Bekasi 14.27 66.35 3171 Kota Jakarta Selatan 24. Administrasi.65 57.74 3215 Karawang 12.00 44.Kode Provinsi Keterlibatan Perempuan di Parlemen Perempuan sebagai tenaga Manager.42 71.00 39.67 28.32 30.88 64.55 50.21 26.00 68.58 3273 Kota Bandung 18.15 66.00 35.55 58.93 59.47 74.37 23.00 43.27 32.70 3172 Kota Jakarta Timur 24.63 146 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 .77 35.63 61.72 29.14 54.38 67.40 25.47 42.50 3213 Subang 6.23 52.51 3278 Kota Tasikmalaya 6.98 28.00 43.00 38.48 3211 Sumedang 16. Profesional.00 34.99 30.03 60.53 73.60 3279 Kota Banjar 12.70 3101 Kep.23 64.07 53.58 31.82 77.03 3271 Kota Bogor 17.90 33.00 38. Seribu 24.48 23.00 49.38 19.92 31.93 66.00 41.50 22.00 45.66 55.95 55.96 48.37 3277 Kota Cimahi 20.00 38.80 3214 Purwakarta 20.53 65.19 27.91 3209 Cirebon 14.00 31.08 3201 Bogor 16.68 3206 Tasikmalaya 14.39 73.74 52.35 39.25 30.45 72.88 58.24 74.00 34.00 40.85 55.75 3173 Kota Jakarta Pusat 24.90 26.34 52.05 59.85 53.75 64.28 1709 Bengkulu Tengah 4.14 56.24 66.96 57.31 49.12 30.21 53.49 3276 Kota Depok 34.79 62.47 43.81 58.03 25.

90 22.79 3309 Boyolali 15.38 63.23 70.89 52.13 49.70 3329 Brebes 12.57 25.00 46.95 3328 Tegal 6.26 46.71 3313 Karanganyar 13.29 63.78 3372 Kota Surakarta 25.49 75.80 59.00 48.81 3327 Pemalang 20.47 68.33 68.26 26.68 67.38 27.07 64.19 35.45 3316 Blora 27.28 33.01 39.11 47.78 43.23 70.37 50.29 64.05 3320 Jepara 6.62 29.23 3321 Demak 18.20 56.87 40.88 61. Teknisi % % % 2010 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 3300 JAWA TENGAH 19.17 57.22 45.48 75.01 66.08 67.41 61.65 57.76 24.00 47.91 76.42 64.83 72.00 44.93 62.89 28. Administrasi.00 51.67 43.43 29.33 38.80 74.14 32.57 67.30 3307 Wonosobo 6.64 39.18 37.84 3322 Semarang 22.77 69.72 75.54 55.44 63.63 3306 Purworejo 8.33 46.15 41.44 48.42 67. Profesional.64 34.26 69.00 47.27 35.00 54.74 59.00 48.Kode Provinsi Keterlibatan Perempuan di Parlemen Perempuan sebagai tenaga Manager.51 43.00 3324 Kendal 14.33 65.07 51.00 49.27 53.48 29.64 3303 Purbalingga 22.23 3305 Kebumen 26.43 28.56 47.65 3325 Batang 20.50 35.44 3376 Kota Tegal 23.01 23.84 64.00 60.95 3371 Kota Magelang 12.74 3326 Pekalongan 13.02 69.22 45.00 41.03 70.75 78.64 36.48 3375 Kota Pekalongan 23.41 3311 Sukoharjo 13.82 3310 Klaten 18.87 66.94 53.14 53.00 49.22 47.63 70.78 67.97 32.18 Sumbangan Perempuan dalam Pendapatan Kerja IDG PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 147 .00 33.61 22.12 60.72 3302 Banyumas 20.07 57.46 64.18 32.68 69.29 41.18 65.28 81.93 23.22 40.33 67.00 55.44 3314 Sragen 6.06 3373 Kota Salatiga 32.99 3301 Cilacap 14.00 48.00 47.33 45.33 51.67 48.51 23.33 41.24 55.00 44.49 58.18 3315 Grobogan 18.00 39.69 68.17 67.62 70.92 3323 Temanggung 17.98 38.06 3308 Magelang 8.71 66.06 57.62 76.02 26.33 67.46 3312 Wonogiri 10.29 66.00 41.47 3304 Banjarnegara 16.37 66.33 50.58 33.97 3318 Pati 16.83 34.96 68.03 56.09 62.05 23.77 68.08 3317 Rembang 22.00 45.77 37.32 47.64 57.45 3374 Kota Semarang 12.63 3319 Kudus 13.

92 64.66 77.24 59.44 50.70 76. Administrasi.00 50.30 56.26 3528 Pamekasan 4.98 31.77 33.39 64.95 29.92 3504 Tulungagung 2.78 27.46 3577 Kota Madiun 33.42 58.74 60.58 3503 Trenggalek 13.00 38.00 59.00 46.27 36.00 41.92 3572 Kota Blitar 16.43 62.39 56.69 79.07 34.57 23.18 68.11 54.28 57.45 50.90 3520 Magetan 13.01 33.93 35.62 3501 Pacitan 15.67 41.33 70.92 3519 Madiun 11.67 56.00 45.68 63.00 51.00 42.00 54.22 37.75 3574 Kota Probolinggo 33.15 63.09 47.33 54.53 77.75 29.00 40.00 50.45 3512 Situbondo 26.09 3513 Probolinggo 16.86 72.33 64.19 57.13 43.15 41.85 53.86 68.96 52.00 53.46 29.31 75.59 63.63 67.42 29.00 53.96 67.65 3521 Ngawi 20.80 78.69 3518 Nganjuk 16.51 3508 Lumajang 8.74 3571 Kota Kediri 21.00 42.26 69.00 47.42 51.49 69.35 47.78 28.22 52.62 3525 Gresik 14.56 35.00 48.46 51.56 3526 Bangkalan 2.40 29.85 3515 Sidoarjo 16.29 74.85 55.85 3529 Sumenep 6.91 55.66 65.56 47.61 3502 Ponorogo 16.84 35.33 43.45 34.09 62.07 67.01 35.00 48.14 3575 Kota Pasuruan 8.34 64.07 70.33 45.00 53.01 3514 Pasuruan 24.22 33.88 34.00 41.84 48.33 45.56 63.23 78.67 3505 Blitar 8.62 23.75 30.28 3523 Tuban 18.50 3511 Bondowoso 4.00 49.38 50.Kode Provinsi Keterlibatan Perempuan di Parlemen % % % 2010 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 3500 JAWA TIMUR 18.91 68.02 67. Teknisi PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 Sumbangan Perempuan dalam Pendapatan Kerja IDG .36 35.34 34.44 23.18 38.60 29.76 75.47 58.20 3507 Malang 18.36 49.87 51.04 28.29 62.74 73.88 63.01 148 Perempuan sebagai tenaga Manager.53 47. Profesional.52 65.85 38.64 57.00 55.94 71.44 63.60 29.46 73.45 28.00 46.87 67.68 68.76 3510 Banyuwangi 18.95 70.00 57.20 3527 Sampang 2.86 50.91 3524 Lamongan 8.11 48.88 46.21 3578 Kota Surabaya 28.58 32.21 3516 Mojokerto 20.75 33.83 21.50 25.82 31.47 3517 Jombang 6.27 49.63 57.00 50.49 73.33 3506 Kediri 26.13 70.44 44.87 26.00 48.00 38.37 36.09 3579 Kota Batu 32.99 3509 Jember 12.69 51.78 64.27 32.39 3522 Bojonegoro 16.49 63.87 66.50 3576 Kota Mojokerto 12.47 3573 Kota Malang 32.66 66.

91 58.75 25. Teknisi % % % 2010 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 3400 D I YOGYAKARTA 26.53 58.79 58.74 Sumbangan Perempuan dalam Pendapatan Kerja IDG PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 149 .00 44.18 61.26 52.78 40.38 24.66 66.42 67.98 55.03 59.01 53.79 70.89 42.88 3604 Serang 6.77 35.50 40.00 66.14 60.48 40. Administrasi.14 51.63 3602 Lebak 12.22 5171 Kota Denpasar 2.58 3601 Pandeglang 10.06 42.00 35.46 3403 Gunung Kidul 11.13 41.52 3471 Kota Yogyakarta 15.00 37.41 55.16 5103 Badung 2. Profesional.27 41.94 55.22 41.23 29.00 40.22 44.53 37.78 5106 Bangli 13.69 5108 Buleleng 8.64 46.00 37.74 42.75 46.56 59.45 39.46 5100 BALI 7.89 57.66 66.42 5105 Klungkung 12.97 61.54 65.93 31.26 67.22 54.40 59.02 37.03 65.11 29.39 5107 Karangasem 5.45 57.54 39.76 57.00 47.23 63.76 55.50 44.04 3674 Kota Tangerang Selatan 17.32 34.67 34.97 38.16 50.74 70.11 29.79 3673 Kota Serang 17.85 70.85 68.76 58.24 5104 Gianyar 7.17 3672 Kota Cilegon 17.67 35.84 3401 Kulon Progo 12.12 59.22 3404 Sleman 18.00 42.03 37.59 37.82 41.59 5101 Jembrana 20.00 40.70 77.33 32.00 52.00 36.95 27.20 52.89 24.94 60.67 18.08 3671 Kota Tangerang 16.11 44.18 77.01 29.05 59.36 62.70 65.94 67.42 44.52 34.72 62.78 39.15 3402 Bantul 13.00 51.00 3600 BANTEN 18.87 71.08 69.96 61.76 5102 Tabanan 5.50 3603 Tangerang 8.44 64.Kode Provinsi Keterlibatan Perempuan di Parlemen Perempuan sebagai tenaga Manager.37 57.

29 39.31 63.74 52.01 5208 Lombok Utara 4.54 42.76 42.57 33.71 58.82 46.88 32.98 42.56 47.26 53.50 53.17 25.40 59.92 36.00 52.31 35.78 5306 Belu 20.91 39.81 56.93 49.33 27.99 37.51 33.30 5320 Sabu Raijua 12.01 48.89 65.78 5318 Nageko 0.22 42.38 5314 Rote Nda 16.64 58.22 39.88 49.15 25. Profesional.32 68.95 42.75 54.48 5310 Sikka 6.19 44.00 26.85 40.00 33.97 58.53 5304 Timor Tengah Selatan 15.33 30.00 40.75 58.00 41.33 47.51 45.03 17.33 52.39 5203 Lombok Timur 8.70 31.00 42.53 43.43 5302 Sumba Timur 13.87 39.10 63.06 5202 Lombok Tengah 6.33 49.01 50.00 45.13 54.90 44.98 52.72 51.74 62.17 41.43 43.49 56.56 59.01 39.64 5371 Kota Kupang 3.14 5315 Manggarai Barat 0.Kode Provinsi Keterlibatan Perempuan di Parlemen % % % 2010 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 5200 NUSA TENGGARA BARAT Perempuan sebagai tenaga Manager.51 59.95 65.98 38.59 36.56 48.72 43.57 5204 Sumbawa 2.67 57.70 5316 Sumba Barat Daya 6.90 5301 Sumba Barat 0.12 63.99 32.00 36.89 40.69 44.47 34.38 60.50 40.33 54.04 35. Administrasi.21 5307 Alor 4.23 55.38 58.57 5201 Lombok Barat 3.98 58.01 39.75 62.17 5311 Ende 10.00 44.95 54.00 5207 Sumbawa Barat 4.00 43.40 5272 Kota Bima 8.06 41.05 26.96 46.94 5308 Lembata 8.67 31.12 68.66 5312 Ngada 10.53 5305 Timor Tengah Utara 10.14 5319 Manggarai Timur 3.43 55.27 45.89 59.30 33.09 34.54 60.88 5317 Sumba Tengah 6.45 58.00 43.11 49.67 57.14 40.62 60.00 45.41 5300 NUSA TENGGARA TIMUR 7.00 35.67 48.29 46.59 53.01 40.01 65.93 57.94 5303 Kupang 11.43 58.01 43.00 41.87 5271 Kota Mataram 8. Teknisi Sumbangan Perempuan dalam Pendapatan Kerja IDG 10.06 5313 Manggarai 10.67 51.13 34.85 31.33 21.92 5205 Dompu 10.02 63.84 150 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 .00 45.37 30.18 34.94 5206 Bima 2.36 60.88 57.88 46.96 53.27 57.78 5309 Flores Timur 6.60 56.

92 20.62 69.11 35.63 78.84 56.16 6210 Pulang Pisau 28.29 6107 Sintang 11.92 32.14 53.20 61.25 59.26 56.25 58.82 6203 Kapuas 8.00 47.17 64.51 64.98 6205 Barito Utara 24.53 83.29 46.89 53.45 58.49 49.71 6271 Kota Palangka Raya 12.78 43.01 51.23 33.08 6212 Barito Timur 10.00 47.84 39.30 60.14 60.10 67.27 62.27 25.93 53.40 75.33 6209 Katingan 16.39 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 151 .20 25.66 64.41 18.31 6208 Seruyan 16.34 47.86 6112 Kubu Raya 4.00 40.42 33.05 61.29 25.75 46.23 6213 Murung Raya 10.50 48.43 37.12 26.45 57.22 32.50 34.00 45.71 43.55 6207 Lamandau 5.00 36.16 59.66 6102 Bengkayang 10. Teknisi Sumbangan Perempuan dalam Pendapatan Kerja IDG 17. Administrasi.07 64.96 6202 Kotawaringin Timur 14.45 43.48 6201 Kotawaringin Barat 16.22 6211 Gunung Mas 35.41 53.39 6101 Sambas 11.56 41.05 76.56 6206 Sukamara 20.00 41.61 37.55 28.99 29.51 26.46 58.54 53.99 6204 Barito Selatan 24.72 63.13 6111 Kayong Utara 0.97 45.00 45.50 6108 Kapuas Hulu 6.00 39. Profesional.43 60.43 59.40 6172 Kota Singkawang 8.00 51.01 57.33 68.90 64.45 49.97 61.00 43.89 32.65 6104 Pontianak 4.32 32.06 76.34 38.71 27.44 43.34 6200 KALIMANTAN TENGAH Perempuan sebagai tenaga Manager.00 41.84 33.15 6103 Landak 5.35 31.12 6106 Ketapang 5.84 33.67 36.57 6109 Sekadau 8.67 43.97 6171 Kota Pontianak 13.19 55.03 82.78 45.59 26.74 36.28 55.00 39.01 23.06 33.43 53.68 65.Kode Provinsi Keterlibatan Perempuan di Parlemen % % % 2010 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 6100 KALIMANTAN BARAT 5.75 22.86 66.31 58.78 62.44 38.84 39.08 25.55 54.00 47.04 55.57 46.72 64.65 38.85 58.00 47.73 6105 Sanggau 14.79 58.33 49.51 60.61 53.59 32.13 42.13 57.19 6110 Melawai 0.

97 6407 Bulongan 16.09 15.29 6307 Hulu Sungai Tengah 20.75 23.99 6301 Tanah Laut 16.71 63.34 33.05 61.53 6406 Malinau 10.00 42.94 54.69 6410 Tana Tidung 24.67 42.00 65.77 IDG 6372 Kota Banjar Baru 12.82 21.00 43.00 38.12 25.61 31.74 51.53 6371 Kota Banjarmasin 28.96 57.28 22.26 56.68 27.17 70.28 61.40 49.44 6306 Hulu Sungai Selatan 10.35 58.36 68.88 16.00 47.45 63.96 6302 Kota Baru 22.44 36.32 46.Kode Provinsi Keterlibatan Perempuan di Parlemen Perempuan sebagai tenaga Manager.00 49.50 6311 Balangan 8.00 46.93 72.44 27.39 58.00 52.00 56.25 57.16 65.25 78.65 26.79 58.81 6404 Kutai Timur 16. Teknisi Sumbangan Perempuan dalam Pendapatan Kerja % % % 2010 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 6300 KALIMANTAN SELATAN 10.67 53.85 57.98 53.11 152 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 .10 50.77 6403 Kutai 4.02 34.89 42.53 62.34 52.00 49.61 28.78 47.67 46.29 6401 Pasir 12.92 23.87 39.49 6408 Nunukan 28.93 58.39 6305 Tapin 16.00 40.50 58.60 76.83 6471 Kota Balikpapan 15.89 60.05 6474 Kota Bontang 24.00 28.32 68.73 45.85 64.28 71.45 51.00 34.74 31.63 16.00 49.71 24.38 20.21 6309 Tabalong 20.04 54.13 61. Administrasi.00 39.28 63. Profesional.82 56.93 59.00 48.86 45.92 6405 Berau 12.79 6400 KALIMANTAN TIMUR 20.91 45.56 35.63 25.31 6304 Barito Kuala 10.29 63.10 66.68 52.00 53.08 6402 Kutai Barat 8.26 46.54 32.97 24.00 44.51 47.97 28.06 46.62 6472 Kota Samarinda 8.67 54.68 6303 Banjar 20.51 75.86 39.42 29.44 24.23 54.33 71.56 51.81 63.44 78.65 20.07 68.99 52.51 66.49 6473 Kota Tarakan 12.25 6310 Tanah Bumbu 2.06 62.03 6308 Hulu Sungai Utara 6.47 62.91 55.00 40.04 6409 Penajam Paser Utara 20.00 41.43 56.68 24.79 36.

94 60.57 57.41 7209 Tojo Una-Una 0.00 46.41 24.15 44.62 67.35 65.00 49.14 7105 Minahasa Selatan 20.48 68.00 49.20 7107 Bolaang Mongondow Utara 5.05 68.87 61.50 70.75 7102 Minahasa 28.00 28.00 54.59 7109 Kep.00 64.14 71.39 33. Profesional.24 45.40 51.56 7205 Donggala 0.20 7208 Parigi Moutong 12.37 60.13 55.00 62.01 60.00 56.25 7271 Kodya Palu 20.12 65.96 7104 Kepulauan Talaud 10.26 22.50 41.14 31.88 26.00 39.47 24.33 7108 Minahasa Tenggara 0.00 55.55 23.89 25.76 60.51 31.50 46.59 76.35 58.11 66.64 61.24 33.64 60.34 33.34 69.48 62.83 69.53 57.00 60.38 58.55 7172 Kota Bitung 16.93 46.00 42.71 7171 Manado 12.01 44.64 24.38 7206 Toli-Toli 20.00 47.25 63.63 71.47 61.14 41.55 61.64 32. Teknisi % % % 2010 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 7100 SULAWESI UTARA 20.00 45.24 7111 Bolaang Mongondow Timur 25.20 68.28 64.00 46.Kode Provinsi Keterlibatan Perempuan di Parlemen Perempuan sebagai tenaga Manager.40 Sumbangan Perempuan dalam Pendapatan Kerja IDG 7174 Kota Kotamobago 20. Siau Tagulandang Biaro 32.27 7103 Kep.19 78.94 30.40 78.11 27.18 51.01 60.36 65.49 42.10 22.49 53.45 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 153 .93 26.82 77.13 63.57 71.86 7207 Buol 24.66 78.84 27.08 26.26 78.37 66.55 69.13 31. Administrasi.31 7204 Poso 0.59 7106 Minahasa Utara 20.46 27.37 26.67 69.00 51.08 70.00 54.00 59.64 23.46 7173 Kota Tomohon 35.08 7201 Banggai Kepulauan 16.75 7110 Bolaang Mongondow Selatan 15.02 72.39 66.Sangihe Talaud 16.43 54.46 61.33 53.01 46.61 7101 Bolaang Mongondow 20.65 7203 Morowali 12.00 42.04 29.01 54.45 36.00 55.22 7202 Banggai 17.90 61.34 28.50 60.38 7210 Sigi 13.75 7200 SULAWESI TENGAH 18.28 40.79 45.62 55.

40 30.09 23.58 32.66 59.70 59.00 61. Teknisi PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 Sumbangan Perempuan dalam Pendapatan Kerja IDG .43 7410 Buton Utara 5.43 51.21 22.69 30.85 58.53 31.50 24.00 50. Administrasi.56 46.82 36.97 65.48 41.82 54.32 61.37 7312 Soppeng 13.97 30.92 60.76 63.18 26.10 154 Perempuan sebagai tenaga Manager.08 59.43 58.32 62.55 33.13 43.86 54.Kode Provinsi Keterlibatan Perempuan di Parlemen % % % 2010 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 7300 SULAWESI SELATAN 16.49 65.79 62.51 7306 Gowa 26.82 55.57 7471 Kota Kendari 34.06 58.33 48.73 65.98 28.00 42.46 63.71 29.52 7317 Luwu 11.00 49.28 63.29 51.00 60.80 7402 Muna 10.67 57.97 58.97 30.00 43.71 64.98 61. Profesional.57 34.80 7373 Kota Palopo 20.77 7408 Kolaka Utara 4.09 57.30 56.62 59.63 68.50 73.94 35.00 53.40 29.18 73.64 58.33 59.60 62.49 54.00 58.67 48.19 56.99 28.33 46.00 50.00 30.33 39.53 7303 Bantaeng 28.13 36.26 65.04 45.16 46.36 33.89 64.02 56.26 7401 Buton 20.21 68.00 60.35 33.54 7309 Pangkajene Kepulauan 11.24 7404 Kolaka 14.21 35.94 33.36 62.63 78.48 34.77 26.11 57.27 39.46 47.33 55.02 7305 Takalar 16.58 29.77 7308 Maros 17.82 37.38 7400 SULAWESI TENGGARA 15.00 48.81 7409 Konawe Utara 15.14 70.55 62.76 59.43 52.15 64.00 43.30 7302 Bulukumba 10.33 56.93 33.67 56.41 54.69 32.83 7371 Kota Makasar 14.73 7304 Jeneponto 11.49 7314 Sidenreng Rappang 3.22 60.62 64.87 56.52 7405 Konawe Selatan 10.38 7301 Selayar 28.43 50.00 52.26 7372 Kota Pare Pare 16.67 44.88 57.12 7326 Toraja Utara 13.43 74.00 46.43 48.61 63.00 39.13 7316 Enrekang 6.69 62.00 55.98 22.36 18.90 54.54 25.67 7407 Wakatobi 8.05 56.96 61.86 61.06 48.11 24.14 51.00 52.67 7311 Bone 20.70 56.22 65.52 79.37 7472 Kota Bau-Bau 13.76 7318 Tana Toraja 13.54 65.33 7406 Bombana 12.02 30.75 7313 Wajo 17.29 7325 Luwu Timur 3.23 7307 Sinjai 13.33 46.59 32.11 27.66 61.97 7403 Konawe/Kab Kendari 13.55 54.08 55.88 64.10 74.92 29.44 7322 Luwu Utara 2.00 58.23 57.93 7310 Barru 24.38 66.28 58.93 7315 Pinrang 11.04 64.65 39.67 54.14 54.

00 47.00 44.32 7504 Bone Bolango 4.89 59. Teknisi Sumbangan Perempuan dalam Pendapatan Kerja IDG 20.22 8106 Seram Bagian Barat 12.33 51.32 24.76 38.31 48.41 8203 Kepulauan Sula 4.51 5.25 56.88 55.15 55.11 57.43 47.19 50.67 56.00 61.16 35.01 55.12 7501 Boalemo 8.27 28.47 8100 MALUKU 28.53 50.90 28.85 35.89 46.97 8206 Halmahera Timur 0.39 50.00 43.55 50.79 47.50 7571 Kota Gorontalo 24.56 8107 Seram Bagian Timur 0.20 24. Profesional.00 49.36 40.12 30.66 30.00 60.19 65.70 7505 Gorontalo Utara 8.82 24.01 39.51 44.19 28.71 53.49 27.21 53.47 51.72 46.38 7602 Polewali Mamasa 15.79 56.75 51.00 53.09 8171 Kota Ambon 2.07 38.30 57.39 32.38 8201 Halmahera Barat 16.01 42.62 59.86 43.00 61.69 61.71 7601 Majene 16.00 37.15 44.10 62.15 63.35 62.84 8103 Maluku Tengah 11.90 47.27 34.94 8272 Kota Tidore Kepulauan 10.16 27.00 53.41 8108 Maluku Barat Daya 5.08 34.16 60.74 7502 Gorontalo 15.20 8205 Halmahera Utara 20.10 25.07 27.33 44.09 55.00 46.99 34.13 75.66 73.15 59.68 8105 Kepulauan Aru 0.00 52.50 8202 Halmahera Tengah 20.00 50.16 58.99 17.58 7605 Mamuju Utara 12.04 65.87 61.00 38.23 66.00 52.78 68.65 25.80 8200 MALUKU UTARA 8. Administrasi.81 35.07 51.81 8109 Buru Selatan 5.00 44.20 64.24 68.96 24.21 58.85 37.64 8207 Pulau Morotai 15.93 44.55 35.77 8172 Kota Tual 5.92 23.84 7604 Mamuju 14.28 63.79 8204 Halmahera Selatan 3.08 42.47 26.00 65.56 7603 Mamasa 4.32 68.01 50.37 45.12 74.71 39.96 8101 Maluku Tenggara Barat PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 155 .65 8102 Maluku Tenggara 4.06 39.00 45.91 58.38 68.76 7600 SULAWESI BARAT 11.Kode Provinsi Keterlibatan Perempuan di Parlemen % % % 2010 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 7500 GORONTALO Perempuan sebagai tenaga Manager.35 61.71 47.89 50.29 53.49 40.19 50.00 50.53 45.02 7503 Pokuwato 24.17 59.00 52.00 40.64 46.11 51.00 44.69 8104 Buru 12.73 65.91 33.32 55.72 8271 Kota Ternate 16.02 51.30 63.94 76.00 68.91 57.00 57.66 40.43 61.00 33.23 67.39 57.92 23.77 28.37 20.04 60.

00 37.00 23.77 22.38 26.54 9101 Fak-Fak 10.27 37.77 21.51 9171 Kota Sorong 6.67 26.94 9109 Tambrauw 0.97 57.76 53.27 43.62 22.08 52.92 24.09 9105 Manokwari 4.79 156 Perempuan sebagai tenaga Manager.71 39.00 48.61 9110 Maybrat 10.13 48.90 43.85 38.74 32.00 35.95 44.00 55.43 22.04 26.81 9103 Teluk Wondama 8.34 39.05 54.59 50.27 57.00 45.23 28.35 9108 Raja Ampat 10.83 38.Kode Provinsi Keterlibatan Perempuan di Parlemen % % % 2010 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 9100 PAPUA BARAT 15.91 38.05 50.02 31.18 19.00 9107 Sorong 5.68 25.44 62.39 40.01 26.60 9106 Sorong Selatan 16.01 51.03 42. Administrasi.18 57.77 54.34 51.46 9104 Teluk Bintuni 0. Profesional.47 9102 Kaimana 5.01 45.43 30. Teknisi PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 Sumbangan Perempuan dalam Pendapatan Kerja IDG .05 45.00 29.

25 9434 Dogiyai 5.60 56.24 9471 Kota Jayapura 20.77 30.79 54.00 34.87 9403 Jayapura 8.Kode Provinsi Keterlibatan Perempuan di Parlemen Perempuan sebagai tenaga Manager.24 59.14 Sumbangan Perempuan dalam Pendapatan Kerja IDG PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 157 .27 9411 Puncak Jaya 20.35 47.42 50.77 42.64 39.83 9410 Paniai 3.26 44.66 9420 Keerom 10.70 55.00 23.00 36.06 54.29 48.71 10.23 47.66 48.96 69.13 60. Administrasi.73 9436 Deiyai 0.83 23.75 34.61 63.02 9430 Lanny Jaya 16.01 5.04 32.03 9426 Waropen 10.43 68.00 30.85 33.74 32.63 60.07 51.58 50.22 37.63 49.00 30.00 16.70 37.53 43.10 49.16 68.75 34.46 35.99 9409 Biak Namfor 4.54 37.84 31.33 9413 Boven Digoel 0.50 62.00 47.00 35.48 9412 Mimika 12.59 9414 Mappi 10.66 70.07 62.00 31.89 57.01 43.01 39.00 55.69 51.00 26.02 62.33 35.00 34.53 20.43 9408 Yapen Waropen 0.63 9419 Sarmi 5.00 62.54 68.90 9433 Puncak 10.01 27.65 27.22 32.61 20. Profesional.18 59.34 41.75 19.49 45.00 8.93 22.15 69.67 4.53 62.32 52.74 9429 Nduga 20.53 57.33 28.77 59.28 42.71 39.86 62.88 38.74 9401 Merauke 20.01 9415 Asmat 5.92 40.09 32.00 34.64 41.75 32.88 33.70 9431 Mamberamo Tengah 5.50 58.92 57.90 46.24 9402 Jayawijaya 10.07 49.40 51.11 39.63 0000 INDONESIA 17.47 48.64 45.00 35.54 72.00 30.42 57.63 9428 Membramo Raya 10.70 38.20 49.27 9417 Pegunungan Bintang 15.98 56.43 9432 Yalimo 5.00 42.36 55.63 9418 Tolikara 16.00 38.49 47.82 58.94 60.00 25.57 31.57 52.31 28. Teknisi % % % 2010 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 9400 PAPUA 7.62 67.88 9404 Nabire 8.14 38.51 70.60 39.28 43.44 9416 Yahukimo 5.66 71.10 33.53 9435 Intan Jaya 0.24 56.93 54.08 61.63 9427 Supiori 25.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful