ISSN 2089-3531

REPUBLIK INDONESIA

PEMBANGUNAN
UNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012

PEMBANGUNAN MANUSIA
BERBASIS GENDER
2012

KERJASAMA
KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN
DAN PERLINDUNGAN ANAK
DENGAN
BADAN PUSAT STATISTIK

REPUBLIK INDONESIA

PEMBANGUNAN MANUSIA
BERBASIS GENDER
2012

KERJASAMA
KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN
DAN PERLINDUNGAN ANAK
DENGAN
BADAN PUSAT STATISTIK

Pembangunan Manusia Berbasis Gender 2012

© 2012

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
Boleh dikutip dengan menyebutkan sumbernya.

ISSN
Ukuran Buku
Naskah
Layout dan Gambar Kulit
Diterbitkan Oleh
Dicetak Oleh

: 2089-3531
: ISO B5 (17 x 2 Cm )
: Badan Pusat Statistik
: Badan Pusat Statistik
: Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
: &93HUPDWD$QGKLND

Secara umum pencapaian pembangunan sumber daya manusia di bidang pendidikan. IPM memberikan gambaran pembangunan kapabilitas dasar manusia di bidang pendidikan. Sama dengan IPM. tetapi terfokus pada faktor ketidaksetaraan antara laki-laki dan perempuan.MENTERI NEGARA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK REPUBLIK INDONESIA SAMBUTAN Keberhasilan pencapaian pembangunan nasional. dan sampai saat ini perempuan masih PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 iii . tetapi juga dilihat dari pembangunan sumber daya manusianya. kesehatan dan ekonomi telah menunjukkan kemajuan yang nyata. Namun. menunjukkan masih adanya kesenjangan gender pada ketiga bidang pembangunan tersebut. kesehatan dan ekonomi. apakah pembangunan kapabilitas manusia di Indonesia ini telah memberikan manfaat yang adil dan setara antara laki-laki dan perempuan? Apakah masih ada kesenjangan pencapaian pembangunan dasar antara laki-laki dan perempuan yang mengarah pada persoalan ketidaksetaraan dan ketidakadilan gender? Publikasi ini mencoba menjawab pertanyaan tersebut dengan menyajikan indikator pembangunan manusia. tidak hanya diukur dari pencapaian pembangunan ekonomi semata. IPG juga mengukur kapabilitas dasar manusia pada ketiga bidang tersebut. Indeks Pembangunan Gender (IPG) dan Indeks Pemberdayaan Gender (IDG) yang dirinci sampai tingkat kabupaten/kota. Dengan membandingkan kedua indikator tersebut. yaitu Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Lebih rendahnya pencapaian IPG dibandingkan IPM. dapat diketahui ada tidaknya kesenjangan pembangunan sumber daya manusia antara laki-laki dan perempuan.

Akhirnya kepada berbagai pihak yang telah berpartisipasi dalam penyusunan publikasi ini saya ucapkan terima kasih dan penghargaan yang tinggi. peranan perempuan dalam pengambilan keputusan masih lebih rendah dibandingkan laki-laki. Semoga publikasi ini dapat memberikan kontribusi positif dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia yang adil dan setara sebagai tujuan akhir pembangunan nasional. Sedangkan IDG merupakan indikator untuk melihat peranan perempuan dalam ekonomi. Publikasi ini tentunya sangat bermanfaat sebagai bahan masukan dalam penyusunan perencanaan kebijakan. Secara umum.berada pada posisi yang tertinggal. Meskipun demikian. Jakarta. politik dan pengambilan keputusan. program dan kegiatan yang responsif gender di masing-masing wilayah dan tentunya juga bagi para pemangku kepentingan terkait. peranan perempuan dalam pengambilan keputusan terus menunjukkan perkembangan yang dapat dilihat dari pencapaian IDG yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Data yang disajikan sampai tingkat kabupaten/kota bertujuan untuk membandingkan pencapaian pembangunan manusia dari seluruh provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia. November 2012 Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (Linda Amalia Sari Gumelar) iv PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 .

Suryamin. Sedangkan IPG mengukur hal sama tetapi terfokus pada faktor ketidaksetaraan antara laki-laki dan perempuan. Untuk itu kritik dan saran demi perbaikan di masa datang sangat diharapkan. Jakarta. serta kemajuan partisipasi perempuan dalam pengambilan keputusan. Prinsipnya.KATA PENGANTAR P ublikasi “Pembangunan Manusia Berbasis Gender Tahun 2012” merupakan hasil kerjasama antara Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPP & PA) dengan Badan Pusat Statistik (BPS). perbedaan (gap) pencapaian antara laki-laki dan perempuan. M. Indeks Pembangunan Gender (IPG). Publikasi ini dapat digunakan sebagai alat monitoring hasil pembangunan yang meliputi pencapaian kualitas hidup semua penduduk. Publikasi ini berisi ulasan tentang perkembangan pencapaian tiga (3) indeks komposit yaitu Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Disadari publikasi ini masih memiliki banyak kelemahan. Sementara itu Indeks Pemberdayaan Gender (IDG) mengukur partisipasi aktif perempuan pada kegiatan ekonomi dan politik dalam pengambilan keputusan. IPM merupakan ukuran kualitas hidup berbasis pada kapabilitas dasar penduduk yang diperluas. Ucapan terima kasih disampaikan kepada semua pihak yang telah membantu sehingga publikasi ini dapat diselesaikan tepat waktu. IDG digunakan untuk melihat sejauh mana kapabilitas yang dicapai perempuan dapat dimanfaatkan di berbagai bidang kehidupan. November 2012 Kepala Badan Pusat Statistik (Dr. dan Indeks Pemberdayaan Gender (IDG). Hasilnya dapat digunakan sebagai bahan evaluasi untuk perbaikan prioritas program-program pembangunan selanjutnya.Sc ) PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 v .

.

...4............... Disparitas Pencapaian Pembangunan Gender Antar 40 Bab IV................................. Pencapaian Komponen IPG ....2......................2........... Sumber Data ....... 37 3.......2.................3............ 51 4........ Sistematika Penulisan ........... Pencapaian Pemberdayaan Gender ............. 31 3................................. Latar Belakang .................... 6 1......................... Tujuan Penulisan ...... 52 4..................1................................ Pendahuluan . 28 3............................ Perbandingan Capaian di Negara ASEAN........ iii Kata Pengantar ... 16 Bab III....................................... Pencapaian Pembangunan Gender ..1..4... Gambaran Umum Gender di Indonesia .............1......... 6 1.....................................................1................. v Daftar Isi .................................. 25 3...................... Disparitas Pembangunan Manusia (IPM) dan Pembangunan Gender (IPG) ...... 1 1. Pencapaian Pembangunan Gender ...................... 11 2... Disparitas IDG ..................DAFTAR ISI Sambutan ......3..............2...................... 9 2.. ix Daftar Tabel .... 47 4..... Perkembangan Pemberdayaan Gender .............. 7 Bab II......... vii Daftar Gambar ................................................... 58 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 vii ..... xi Ringkasan Eksekutif .. Pencapaian Komponen IDG .................................................... xiii Bab I........ 3 1...................3............................................ Permasalahan Gender di Indonesia .......................

..................................... Perbandingan Antara IPM.............. Hubungan IPM dan IDG . IPG.3.... 67 5.... 79 Bab VI....... 74 5.. 76 5................................................................... 91 Tim Penulis ........... Hubungan Pembangunan Gender Dengan Indikator Sosial Ekonomi........... viii 65 5...4.......2..........Bab V............ 95 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 .................................................... 87 Daftar Pustaka ........ Hubungan IPG dan IDG ...... dan IPG.... Hubungan antara IPM dengan IPG ..1.................................. Kesimpulan .................. 93 Lampiran ...........

....... Perkembangan Sumbangan Pendapatan.......7....... 2007 – 2011 ....... 2011 ..........6................. 35 Disparitas Sumbangan Pendapatan Perempuan Antar Provinsi di Indonesia. 2007-2011 ........9.....3..........6.............. 33 Gambar 3. 23 Gambar 3...... Gambar 2.................. 19 Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) LakiLaki dan Perempuan....10......1... 2011 ...1. 2007 – 2011 ... IPM Negara-Negara ASEAN Menurut Komponennya.. 2011 ........ Perkembangan Angka Melek Huruf..... dan Tempat Tinggal...DAFTAR GAMBAR Gambar 2........5..4..............2.......... Indeks Ketimpangan Gender Di Negara ASEAN.. Persentase Jumlah PNS Menurut Jenis Kelamin........ Perbandingan IPM Negara-Negara ASEAN.... 20 PersentasePenduduk 15 Tahun Keatas yang Bekerja Menurut Status Pekerjaan.............. 2004-2011 32 Gambar 3................... Perkembangan Angka garapan Hidup.... 13 Gambar 2..... 15 Persentase Penduduk 10 Tahun Keatas Menurut Ijazah yang Dimiliki....... Gambar 2. 2011 ............ Perkembangan Rata-rata Lama sekolah. 2007 – 2011............... Gambar 2.............. Jenis Kelamin.................. 22 Gambar 2....5. 1995 – 2011 .................. 1990 – 2011.3.........8.......... Gambar 2. 21 Persentase Jumlah TKI Menurut Jenis Kelamin...... Gambar 2..... 14 Indeks Ketimpangan dan Rasio Perempuan dan Laki-Laki di Parlemen Negara ASEAN. Gambar 3...2.............. 20042011............ PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 ix .............. 2011 ..... 12 Gambar 2............... 18 Rasio Angka Partisipasi Murni (APM) Perempuan Terhadap Laki-Laki ...... 29 Gambar 3.. 38 Gambar 2........ Perkembangan IPG Periode 2004-2011 ....... 2004-2010 .............4.. 2004-2010 34 Gambar 3.........

. 59 Gambar 5. 41 Gambar 4.. 2004-2011 .. 2010 .....7. 2011 .3.8. 2010................... Gambar 4......... IDG Provinsi Menurut Peringkat....... 2007-2011 ....... Gambar 5... IPG Provinsi Menurut Peringkat... 2009-2011 .4......9. Tren IPM dan IPG Indonesia..2.. 56 Persentase PNS Menurut Jenis Kelamin.... Pencapaian Komponen IDG Tahun 2011 ......... 2004-2011...... 69 Sebaran Provinsi Menurut Susunan Kuadran Berdasarkan IPM 2011 dan IPG 2011 ..7........ 78 Gambar 4............1.7. 57 Persentase Pejabat Struktural PNS Menurut Jenis Kelamin........... 2004-2011 ..... x PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 ....... 55 Perkembanga TPAK dan Persentase Angkatan Kerja Perempuan.3...... Gambar 5...... 2011...1. Gambar 5. 39 Gambar 3. Disparitas IPM-IPG Menurut Provinsi. Gambar 5........ Gambar 5..6..... 53 Gambar 4................ 20042011 .. 74 Sebaran Provinsi Menurut Susunan Kuadran Berdasarkan IPG 2011 dan IDG 2011.........5............. IPG Provinsi Menurut Peringkat.5...........6.2.. Tren IDG Indonesia.... Tren Selisih IPM dan IPG Indonesia. 2011. 77 Hubungan antara IPG 2011 dan IDG 2011. Perkembangan Persentase Perempuan Sebagai Tenaga Profesional.....4... 41 Gambar 3..... Gambar 4.Gambar 3.. 51 Gambar 4. 57 Gambar 4............ 68 Gambar 5........ 71 Sebaran Provinsi Menurut Susunan Kuadran Berdasarkan IPM 2011 dan IDG 2011 . 70 Hubungan antara IPG 2011 pada IPM 2011 Kabupaten ..

43 Tabel 3.... dan Rasio (IPG/ IPM)... 61 Tabel 4.5...4.............. Kabupaten/Kota dengan IDG Tertinggi................1.. Selisih IPM dan IPG menurut Provinsi...... 82 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 xi .2..........1.......... Kabupaten/Kota dengan IPG Terendah....... 61 Tabel 4......1.. Indeks Pembangunan Gender (IPG).. Perkembangan Jumlah Anggota DPR RI........... 20072011 ...... 2010 . Perkembangan Indeks Pembangunan Manusia (IPM)... 2011......... Pengelompokkan Provinsi Berdasarkan IPM................. Provinsi dengan IDG Terendah.... dan IDG..... Provinsi dengan IPG Tertinggi. 42 Tabel 3. 43 Tabel 3...... Kabupaten/Kota dengan IPG Tertinggi.. 21 Tabel 3........ 2010-2011 ..... 30 Tabel 3...... 73 Tabel 5.3.. 44 Tabel 4. 2004-2011.. Provinsi dengan IDG Tertinggi.... 1955-2009. 2010-2011....3........ 81 Tabel 5.......... 62 Tabel 4... dan IDG...... 63 Tabel 5.. 2010-2011 . Kabupaten/Kota dengan IDG Terendah....4.. Provinsi dengan IPG Terendah....... 2010-2011 ..........6. 2010-2011... 2010-2011 .... IPG...... 37 Tabel 3............ 2010-2011 .... IPG..2...... Pengelompokkan Provinsi Berdasarkan IPM.... 2010-2011 ..3.. Upah Pekerja/Buruh Menurut Jenis Kelamin.. 54 Tabel 4..........DAFTAR TABEL Tabel 2.........5..1........2. 2010-2011 ..... 2011 . Provinsi Dengan Peringkat Tertinggi dan Terendah Berdasarkan Rasio IPG terhadap IPM.......

.

dan sekaligus pemanfaat hasil pembangunan. Faktor penyebab belum optimalnya peranserta perempuan dalam pembangunan karena masih rendahnya kualitas sumber daya perempuan sehingga tidak mampu untuk bersaing dalam berbagai bidang dengan mitra sejajarnya. persoalan lain seperti budaya. swasta maupun masyarakat sangat tergantung dari peranserta seluruh penduduk baik laki-laki maupun perempuan sebagai pelaku. perempuan yang berkualitas turut mempengaruhi kualitas generasi penerus.RINGKASAN EKSEKUTIF P embangunan kualitas hidup manusia merupakan upaya terusmenerus yang dilakukan pemerintah dalam rangka mencapai kehidupan yang lebih baik. keberhasilan pembangunan yang dilaksanakan oleh pemerintah. mengingat fungsi reproduksi perempuan berperan dalam mengembangkan sumber daya manusia di masa datang. atau agama yang terkadang dapat menjadi faktor penghambat untuk mencapai kesetaraan gender. dengan kualitas yang dimiliki. perempuan akan menjadi mitra kerja aktif laki-laki dalam mengatasi masalah-masalah sosial. Belum lagi. Ketertinggalan ini disebabkan oleh berbagai persoalan pelik yang seringkali saling berkaitan antara satu dengan lainnya. PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 xiii . selama ini peranserta kaum perempuan dalam pelaksanaan program pembangunan masih belum dimanfaatkan secara optimal. Kedua. Pertama. ekonomi dan politik yang diarahkan pada pemerataan pembangunan. Namun demikian tidak dapat dipungkiri. Disadari. Persoalan paling penting yang menghalangi upaya peningkatan kualitas hidup yang setara adalah pendekatan pembangunan yang mengabaikan isu tentang kesetaraan dan keadilan gender. pada pelaksanaannya masih terdapat kelompok penduduk yang tertinggal dalam pencapaian kualitas hidup. Secara tuntutan akan kualitas sumber daya manusia (SDM) perempuan paling tidak memiliki dampak pada dua hal. Upaya pembangunan ini ditujukan untuk kepentingan seluruh penduduk tanpa membedakan jenis kelamin tertentu. Tetapi pada kenyataannya.

49 persen dari keseluruhan jumlah anggota DPR RI. Bahkan di tingkat provinsi dan kabupaten dan kota keterwakilan perempuan sebagai anggota DPRD jauh lebih kecil.Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebagai ukuran kualitas hidup menunjukkan perkembangan yang semakin membaik dari waktu ke waktu. provinsi maupun kabupaten dan kota. IPM nasional mencapai 68. Ketertinggalan ini sangat berpengaruh terhadap hasil keputusan apapun yang menyangkut kepentingan perempuan baik di lembaga legislatif. adiministrasi dan teknisi. xiv PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 . adiministrasi dan teknisi yang bekerja di lembaga eksekutif. maupun yudikatif. Meski demikian. perempuan sebagai tenaga professional. yudikatif serta lembaga swasta lainnya tidak lebih dari 45. Pada tahun 2004. Dalam aspek pemberdayaan terutama keterlibatan perempuan dalam proses pengambilan keputusan kebijakan publik. Sementara itu. manager. pendidikan.75 persen dari seluruh tenaga tenaga professional. dan ekonomi. Hasil pemilu legislatif tahun 2009 menempatkan keterwakilan perempuan sebagai anggota DPR hanya sekitar 17.77 pada tahun 2011. perkembangan pencapaian IPG dari tahun ke tahun terus meningkat. Fenomena kesenjangan ini secara statistik dapat ditunjukkan oleh pencapaian Indeks Pembangunan Gender (IPG) yang nilainya lebih kecil dari pencapaian IPM. keberhasilan pembangunan kualitas hidup yang diukur melalui IPM masih belum cukup efektif memperkecil kesenjangan antara laki-laki dan perempuan dalam pencapaian kapabilitas dasar di bidang kesehatan. Indeks Pemberdayaan Gender (IDG) sebagai ukuran keterlibatan perempuan dalam pengambilan keputusan dari waktu ke waktu menunjukkan kecenderungan yang semakin meningkat. akan tetapi tidak secepat peningkatan IPM. manager. baik di level nasional.69 kemudian meningkat menjadi 72. perempuan juga relatif tertinggal dibandingkan laki-laki. eksekutif. meski relatif lambat. Hanya sayangnya. Namun demikian.

1 Pendahuluan .

PENDAHULUAN

1

1.1. Latar Belakang

D

ewasa ini, perhatian dunia terhadap pembangunan yang
berbasiskan gender semakin besar. Telah lama diketahui
bahwa hampir di seluruh negara telah terjadi diskriminasi
gender. Ketidakadilan gender atau diskriminasi gender
merupakan akibat dari adanya sistem (struktur) sosial dimana
salah satu jenis kelamin (laki-laki maupun perempuan) menjadi
korban. Hal ini terjadi karena adanya keyakinan dan pembenaran
yang ditanamkan sepanjang peradaban manusia dalam berbagai
bentuk dan cara yang menimpa kedua belah pihak, walaupun
dalam kehidupan sehari-hari lebih banyak dialami oleh
perempuan (BKKBN, 2007).
Beragam permasalahan yang dialami perempuan pada
masa lalu maupun kini, kian menjadi perhatian komunitas negara
-negara di dunia. Perhatian ini sebagai wujud ungkapan
keprihatinan sesama manusia atas terjadinya ketidakadilan di
berbagai hal yang menyangkut perempuan. Dalam berbagai
kesempatan kerap perempuan mengalami diskriminasi seperti
dijadikan objek eksploitasi, mengalami kekerasan, subordinasi,
serta adanya upaya marginalisasi perempuan. Kemudian
permasalahan lain yang kerap dialami perempuan yaitu double
burden (beban ganda) dimana peningkatan jumlah perempuan
yang bekerja di wilayah publik, tetapi tidak diiringi dengan
berkurangnya beban mereka di wilayah domestik. Akibatnya
mereka mengalami beban yang berlipat ganda.
Keprihatinan negara-negara di dunia diwujudkan dalam
berbagai bentuk pertemuan yang menghasilkan serangkaian
deklarasi dan konvensi dan telah tercatat dalam dokumen
sejarah. Dimulai dari dicetuskannya The Universal Declaration of
Human Rights (Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia), oleh

PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012

3

Majelis Umum PBB di tahun 1948 yang kemudian diikuti oleh
berbagai deklarasi serta konvensi lainnya.
Didalam perkembangannya, konvensi yang menjadi
landasan hukum tentang hak perempuan adalah Konvensi
Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Perempuan
(Convention on the Elimination of All Forms of Discrimination
Against Women) yang diadopsi oleh Majelis Umum PBB tahun
1979. Konvensi tersebut disebut juga Konvensi Wanita, atau
Konvensi Perempuan atau Konvensi CEDAW (Committee on the
Elimination of Discrimination Against Women). Selanjutnya, Hak
Asasi Perempuan yang merupakan Hak Asasi Manusia kembali
dideklarasikan dalam Konferensi Dunia ke-IV tentang Perempuan
di Beijing tahun 1995. Konferensi tersebut mengangkat 12 bidang
yang menjadi keprihatinan Negara-negara di dunia, mencakup:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.

Perempuan dan Kemiskinan,
Pendidikan dan Pelatihan Bagi Perempuan,
Perempuan dan Kesehatan,
Kekerasan Terhadap Perempuan,
Perempuan dan Konflik Bersenjata,
Perempuan dan Ekonomi,
Perempuan dan Kekuasaan serta Pengambilan Keputusan,
Mekanisme Kelembagaan Untuk Kemajuan Perempuan,
Hak Asasi Perempuan,
Perempuan dan Media,
Perempuan dan Lingkungan Hidup, serta
Anak Perempuan.

Selanjutnya pada tahun 2000, 189 negara anggota PBB
telah menyepakati tentang Deklarasi Milenium (Millennium
Declaration) untuk melaksanakan Tujuan Pembangunan Milenium
(Millennium Development Goals) atau MDG’s dengan
menetapkan target keberhasilannya pada tahun 2015. Ada
delapan komitmen kunci yang ditetapkan dan disepakati dalam
MDGs, salah satunya adalah mendorong tercapainya kesetaraan
dan keadilan gender dan pemberdayaan perempuan (Tujuan 3
MDG’s).
Sebagai bagian dari masyarakat dunia, Indonesia ikut serta
melaksanakan komitmen dengan mendorong upaya

4

PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012

50. dimana target dari kedua indikator tersebut sebesar 100 persen. Kelompok Menengah Atas. Kelompok Tinggi. Dalam publikasinya Human Development Report tahun 1995. maka harapan unutk mencapai target MDG’s sangat mungkin diwujudkan. jika IPM/IPG 66 Kelompok Menengah Bawah. Untuk itu. UNDP mengangkat tema gender. yaitu : 1. tampaknya tujuan MDG’s dalam bidang gender sudah pada jalurnya (on the track). Apabila capian ini dapat dipertahankan dan ditingkatkan. menghilangkan ketimpangan gender di tingkat pendidikan dasar dan lanjutan pada tahun 2005.45 persen dan 101. if not engendered. Dalam publikasi tersebut terdapat kalimat “Development. Dua dari enam indikator yang tercantum dalam target MDG’s bahkan sudah melampaui target yang ditetapkan. dan di semua jenjang pendidikan tidak lebih dari tahun 2015. Dua indikator tersebut yaitu rasio anak perempuan di Sekolah Menengah Pertama dan rasio anak perempuan di Sekolah Menengah Atas dengan capaian pada tahun 2011 masing-masing sebesar 103. Sementara keempat target lainnya capaiannya sudah sangat bagus di atas 97 persen. UNDP mengelompokkan tingkatkan pembangunan manusia ke dalam empat kategori.41 persen.pembangunan menuju kesetaraan gender. jika IPM/IPG 80. is endangered”. Berdasarkan data statistik. jika IPM/IPG x 80. Dalam publikasi ini pertama kali diperkenalkan suatu indeks untuk mengukur pembangunan gender suatu wilayah yaitu Gender Development Index/GDI (Indeks Pembangunan Gender/IPG) dan indeks unutk mengukur peranan perempuan dalam bidang ekonomi dan pengambilan keputusan yaitu Gender Empowerment Measure/ GEM (Indeks Pemberdayaan Gender/IDG). kalimat ini sepertinya hendak menunjukkan bahwa apabila mengabaikan aspek gender maka akan menghambat suatu wilayah dalam melakukan pembangunan. x 66. jika IPM/IPG 50 Kelompok Rendah. pemerintah berkomitmen melaksanakan tujuan Pembangunan Milenium (MDG’s) dengan salah satu targetnya. PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 5 .

pemerintah telah mengeluarkan INPRES No. IPG. Bab 2. IPG. menjelaskan tentang latar belakang masalah. Tujuan Penulisan Publikasi ini disusun untuk melihat tingkat keberhasilan pembangunan manusia serta pencapaian pembangunan antara perempuan dan laki-laki di berbagai bidang yang direpresentasikan dengan Indeks Pembangunan Gender (IPG). Bab 1. tujuan penulisan.3. dan IDG. menjelaskan tentang pencapaian IPG. menjelaskan tentang gambaran umum gender di Indonesia dan capaiannya terutama jika dibandingkan dengan capaian negara-negara lain di ASEAN. Indikator-indikator yang menunjukkan capaian-capaian pembangunan berbasis gender akan memberikan gambaran yang nyata tentang pengarusutamaan gender di Indonesia. 1. menjelaskan tentang pencapaian IDG. Sistematika Penulisan Penulisan pembangunan manusia berbasis gender ini terdiri dari 5 (lima) bab. Selain itu juga menelusuri hubungan antara IPM. Untuk mengevaluasi sejauh mana peraturan-peraturan perundangan sudah responsif gender dan mendukung pengarusutamaan gender dapat dilihat dari data-data terpilah. serta sumber data. Bab 4. 1. 9 Tahun 2000 tentang Pengarusutamaan Gender yang bertujuan untuk menurunkan kesenjangan antara perempuan dan laki-laki Indonesia dalam mengakses dan memperoleh manfaat pembangunan serta meningkatkan partisipasi dalam dan penguasaan terhadap proses pembangunan.2. Menanggapi hal tersebut.Makin disadarinya arti pentingnya aspek gender dalam segala bidang pembangunan membawa dampak positif dalam upaya menuju pengarusutamaan gender. Diharapkan publikasi ini dapat digunakan sebagai pembuka wawasan tentang pembangunan manusia yang berbasis gender. dan Indeks Pemberdayaan Gender (IDG). sistematika penulisan. Bab 3. Melalui Inpres ini muncul momentum bagi kemajuan perempuan dan peningkatan kesetaraan gender yang akhirnya diperluas hingga perencanaan dan penganggaran yang inklusif gender. Bab 5 menjelaskan mengenai hubungan antara IPM. dan 6 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 .

Proyeksi Penduduk (SP 2000). 1. Sementara angka harapan hidup dihitung menggunakan data Susenas yang dikoreksi dengan data Supas dan Proyeksi Penduduk. Susenas Modul Konsumsi dan data Sakernas. Sementara data Sakernas digunakan untuk menghitung komponen IPG dan IDG yang menyangkut indikator ketenagakerjaan. Sumber Data Sumber data utama yang digunakan (khususnya dalam penghitungan IPG dan IDG) adalah data Susenas Kor.4.IDG. PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 7 . yaitu Angka Melek Huruf dan Rata-rata Lama Sekolah. Data Susenas Kor digunakan untuk menghitung indikator pembentuk IPG. dan Indeks Harga Konsumen (IHK) serta data sekunder lainnya. Sementara untuk data penunjang digunakan data Supas.

.

2 Gambaran Umum Pembangunan Manusia di Indonesia .

.

Secara singkat perbandingan antar Negara ASEAN bisa dilakukan dengan membandingkan indikator-indikator yang menggambarkan variabel-variabel tersebut seperti Indeks Pembangunan Manusia dan Indeks Ketimpangan Gender.523 dan 0.Gambaran Umum Pembangunan Manusia di Indonesia 2 2. meskipun selama dua dekade IPM Myanmar telah meningkat secara signifikan. Negara-negara dengan nilai IPM tinggi di kawasan ASEAN berturut-turut adalah Singapura.524. Peringkat terendah berikutnya adalah Laos dan Cambodia dengan nilai IPM di tahun 2011 berturut-turut adalah 0.483 pada tahun 2011. Sementara Indeks ketimpangan gender menggambarkan ketimpangan gender dalam tiga dimensi yaitu kesehatan.1. Peningkatan IPM tidak secara langsung menggambarkan peringkat kualitas pembangunan manusia. pendidikan dan kesejahteraan. Angka IPM Myanmar merupakan yang terkecil dibandingkan Negara ASEAN lainnya yaitu 0. Secara umum perbandingan IPM antar negara ASEAN menunjukkan disparitas yang cukup tinggi sejak tahun 1990. Perbandingan Capaian Pembangunan Manusia di Negara ASEAN Indeks Pembangunan Manusia dan Komponennya P ersoalan pembangunan manusia berbasis gender di wilayah ASEAN sudah mulai mendapat perhatian yang cukup serius yang ditunjukkan dengan adanya peningkatan indikator-indikator pembangunan yang berkaitan dengan gender. namun Myanmar tetap menjadi negara dengan IPM terkecil dikawasan ASEAN. Brunei PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 11 . reproduksi. dan pemberdayaan perempuan. kesehatan dan kesejahteraan mulai terlihat bergeser. Di sisi lain. Sebagai contoh. Indeks Pembangunan Manusia adalah salah satu indeks yang mengukur tentang tingkat pembangunan manusia yang diukur dari tiga indikator yaitu kesehatan. Berbagai masalah mengenai pendidikan.

Darussalam dan Malaysia masing-masing dengan IPM 0. Rincian selengkapnya dapat dilihat pada gambar 2. 0.779. Untuk Negara ASEAN. dengan nilai capaian sebesar 0. Negara -negara yang dimensi pendidikan dibawah Indonesia adalah 12 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 . dan Cambodia. Malaysia dan Brunei Darussalam.713. ataupun gabungan dari tiga dimensi pembentuk IPM1.682. maka Negara-negara yang berada pada peringkat tinggi untuk nilai IPM-nya mempunyai nilai tinggi untuk dimensi kesehatan.584. dan 0. Komponen kedua adalah dimensi pendidikan yang diukur berdasarkan harapan lama sekolah (EYS).838. Indonesia berada pada urutan ke enam indeks diemensi kesehatan dengan capaian sebesar 0. Indonesia berada pada posisi ke enam dengan nilai 0.761 untuk tahun 2011.965.866. Philipna.617.1. Dimensi kesehatan diukur berdasarkan angka harapan hidup pada saat lahir (e0). Myanmar. sementara nilai terendah dicapai oleh Myanmar sebesar 0. Negara-negara yang dimensi kesehatannya berada dibawah Indonesia adalah Laos. Bila ditelusuri lebih jauh berdasarkan komponen pembentuknya. dan rata-rata lamanya sekolah (Mean Years of Schooling). Nilai tertinggi untuk dimensi kesehatan dicapai oleh Singapura dengan indeks dimensi kesehatan sebesar 0. Negara yang mempunyai nilai dimensi pendidikan tinggi adalah Singapura. Indonesia berada pada posisi ke 7. Rata-rata IPM dunia tahun 2011 adalah 0.

pemberdayaan. yang menunjukkan bahwa perempuan dan laki-laki kehilangan kesempatan yang sama. Singapura. Komponen pendapatan ini diukur dari pengeluaran per kapita riil yang disesuaikan (PPP). Dimensi PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 13 . sementara Myanmar. dan pasar tenaga kerja. Indeks Ketimpangan Gender Indeks ketimpangan gender (Gender Inequality Index) mencerminkan ketimpangan perempuan yang dilihat dalam tiga dimensi yaitu kesehatan reproduksi. Malaysia dan Thailand mempunyai nilai per kapita riil di atas Indonesia. Indeks yang terbentuk menunjukkan kehilangan dalam pembangunan manusia yang diakibatkan oleh adanya perbedaan gender.Vietnam. Dimensi kesehatan diukur menggunakan dua indikator yaitu tingkat kematian ibu (maternal mortality rate) dan tingkat kesuburan remaja (adolescent fertility rate). Nilainya berkisar dari 0. yang menunjukkan bahwa perempuan kehilangan lebih banyak dibandingkan laki-laki. Cambodia. Gambaran secara lengkap dapat dilihat pada gambar 2. dan 1. Myanmar. Laos.2. Vietnam dan Philipina mempunyai pendapatan perkapita riil dibawah Indonesia. Brunei Darussalam. dan Laos. Komponen ketiga yang nilainya terbesar untuk Negara-negara dengan IPM tinggi di ASEAN adalah pendapatan. Cambodia.

dan juga untuk menyediakan data empiris untuk analisis kebijakan dan upaya advokasi.5 pada tahun 2011.8 menurun menjadi 0. Bila dilihat lebih jauh berdasarkan komponennya maka salah satu penyebab terjadi ketimpangan adalah rasio 14 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 . Penurunan yang signifikan terjadi di Negara Laos dimana pada tahun 1995 IKD tercatat sebesar 0. Hal ini berarti telah terjadi penurunan ketimpangan akibat adanya perbedaan gender. dalam kurun waktu 15 tahun telah terjadi penurunan indeks ketimpangan gender di kawasan Negara-negara ASEAN. Dimensi tenaga kerja diukur dengan partisipasi perempuan dalam angkatan kerja. Indeks Ketimpangan Gender (IKG) dirancang untuk mengungkapkan sejauh mana prestasi nasional dalam aspek pembangunan manusia yang hilang akibat adanya perlakuan ketidaksetaraan gender. Indonesia juga mempunyai IKD yang hampir sama dengan Cambodia dan Laos yang termasuk pada kategori tertinggi di kawasan ASEAN. Untuk tahun 2011 negara dengan nilai IKD terendah adalah Singapura. Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh HDR (Human Development Report).pemberdayaan juga didekati dengan dua indikator yaitu proporsi kursi parlemen dipegang oleh laki-laki atau perempuan. dan capaian tingkat pendidikan menengah dan tinggi dari tiap gender.

Hal ini tidak sesuai dengan populasi perempuan di masing-masing Negara. Myanmar yang mempunyai rasio keterwakilan perempuan dan laki-laki rendah mempunyai nilai indeks ketimpangan yang tinggi. Selain masalah persentase. sebaliknya Singapura yang mempunyai rasio keterwakilan perempuan yang tinggi mempunyai nilai indeks ketimpangan yang sangat rendah. Banyak penyebab dari rendahnya keterwakilan perempuan di parlemen misalnya adanya pemikiran bahwa tanggung jawab pengasuhan anak sepenuhnya ada pada perempuan. Rasio keterwakilan perempuan terhadap laki-laki di parlemen di Negara ASEAN terlihat berbanding terbalik dengan nilai indeks ketimpangan gender di Negara yang bersangkutan. kualitas perempuan yang duduk dalam parlemen juga menjadi penting karena akan mempengaruhi peraturan-peraturan atau keputusan terkait perempuan.perempuan terhadap laki-laki di parlemen. 2005). Sudah bukan rahasia lagi bila jumlah keterwakilan perempuan di parlemen hampir di semua Negara sangat sedikit. Di beberapa Negara keterwakilan perempuan pada level pengambil keputusan merupakan posisi yang kritis bagi terlaksananya demokrasi di suatu Negara (Sun. Pekerjaan pengasuhan anak ini berakibat pada banyaknya perempuan yang tinggal di rumah sehingga akibat jangka panjangnya adalah tidak banyak perempuan yang PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 15 .

Seager (1997) mengatakan kalau laju dari keterwakilan perempuan di Parlemen sangatlah lambat sehingga UN memperkirakan bahwa dengan laju seperti ini keseimbangan antara laki-laki dan perempuan di parlemen baru akan bisa dicapai pada tahun 2490.berinteraksi secara publik (Heines. pendidikan. Peran domestik cenderung tidak menghasilkan uang. Akibatnya terjadilah pembagian peran gender yaitu Peran Domestik dan Peran Publik. Setiap masyarakat suku di Indonesia mempunyai ciri khas tersendiri dalam memaknai peran gender di Indonesia. dimana laki-laki lebih diunggulkan dari perempuan melalui konstruksi sosial. 2. dilanggengkan oleh interpretasi agama dan mitos-mitos. Namun 16 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 . Perbedaan gender antara laki-laki dan perempuan ditentukan oleh sejumlah faktor yang ikut membentuk. dan pengaruh. Perbedaan peran antara laki-laki dan perempuan yang tidak seimbang ini juga sangat dipengaruhi oleh budaya dan kultural masyarakat Indonesia yang terdiri dari banyak etnis dan suku. dan dalam Pemerintahan. kekuasaan dan pengaruh diserahkan kepada kaum laki-laki. Dalam realitas kehidupan telah terjadi perbedaan peran sosial laki-laki dan perempuan yang melahirkan perbedaan status sosial di masyarakat.2. Permasalahan Gender di Indonesia Kesetaraan gender dimaknai sebagai kesamaan kondisi bagi laki-laki dan perempuan untuk memperoleh kesempatan serta hak-haknya sebagai manusia dalam berperan dan berpartisipasi. ketimpangan gender terlihat dari segala aspek antara lain dalam lingkungan keluarga. yang kemudian disosialisasikan. kependudukan. pekerjaan. diperkuat. sedangkan peran publik yang menghasilkan uang. Di Indonesia. Akibat pembagian kerja yang tidak seimbang melahirkan ketimpangan peran laki-laki dan perempuan yang berakibat ketidakadilan gender yang merugikan perempuan. 1992). ekonomi. kekuasaan. Peran ini lebih banyak diserahkan kepada kaum perempuan. melakukan control dan menerima manfaat pembangunan di segala bidang kehidupan. Perbedaan jenis kelamin sering dipergunakan masyarakat untuk membentuk pembagian peran (kerja) laki-laki dan perempuan atas dasar perbedaan tersebut. bahkan dibentuk melalui sosial atau kultural.

demikian, secara umum menunjukkan bahwa ada dominasi lakilaki dalam kehidupan sehari-hari.
Peran Domestik dalam Keluarga
Meskipun perempuan ditempatkan pada peran domestik di
lingkungan keluarga, namun posisi perempuan Indonesia di
lingkungan keluarga selalu dinomor-duakan. Karena berperan
sebagai pencari nafkah, posisi kepala rumah tangga pada
umumnya akan diserahkan kepada laki-laki/suami kecuali jika
perempuan tersebut adalah seorang janda atau tidak ada lakilaki dalam suatu keluarga. Meskipun peran perempuan sangat
banyak dalam suatu keluarga seperti mengurus rumah tangga dan
anak-anak, tetapi posisi kepala keluarga tetap diserahkan kepada
laki-laki. Hanya ada sekitar 13,9 persen rumah tangga yang
kepala rumah tangganya perempuan (Susenas 2010).
Selama ini pemahaman masyarakat Indonesia
merekonstruksi bahwa secara kodrat perempuan lemah dan lakilaki kuat, sehingga untuk menjadi pemimpin dalam sebuah
keluarga tetap diserahkan kepada laki-laki. Hal ini menunjukkan
dominasi laki-laki pada peran domestik. Keadaan tersebut
menyebabkan posisi perempuan sarat dengan pekerjaan yang
beragam, dalam waktu yang tidak terbatas, dan dengan beban
yang cukup berat, seperti memasak, mengurus rumah, mengurus
anak, dan sebagainya. Pekerjaan domestik tersebut dilakukan
bersama-sama dengan fungsi reproduksi, seperti haid, hamil,
melahirkan, dan menyusui. Penempatan perempuan pada tugas
domestik sepenuhnya mengakibatkan potensi perempuan untuk
melakukan hal produktif menjadi berkurang. Tercatat ada sekitar
33,5 persen perempuan yang hanya mengurus rumah tangga
sehingga tidak dimasukkan sebagai angkatan kerja (Sakernas
Februari 2011). Bagi para perempuan/istri yang bekerja, maka
tugasnya menjadi berlipat ganda yaitu tugas sebagai pencari
nafkah sekaligus tugas untuk mengurus keluarga. Hal ini
mengakibatkan jam kerja perempuan juga menjadi lebih banyak
dibandingkan laki-laki.
Lemahnya posisi perempuan dalam keluarga
memungkinkan untuk mendapatkan perlakuan kekerasan fisik
baik dari dalam lingkungan keluarga, maupun dari lingkungan

PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012

17

sekitarnya, seperti KDRT dan pemerkosaan. Biasanya kejadiankajadian tersebut tidak terlaporkan karena merupakan aib bagi
keluarga maupun bagi perempuan tersebut. Namun seiring
dengan keterbukaan informasi dan mengemukakan pendapat
maka kejadian-kejadian tersebut mulai banyak yang terlaporkan.
Hasil survei Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan
menunjukkan adanya peningkatan jumlah kekerasan terhadap
perempuan. Pada tahun 2011 terdapat 119.107 kejadian,
meningkat 13,3 persen dibandingkan tahun 2010 (105.103
kejadian). Sebagian besar kejadian ini adalah KDRT (Kekerasan
Dalam Rumah Tangga).
Kesempatan Memperoleh Pendidikan
Selama ini kesempatan untuk memperoleh pendidikan yang
setara antara laki-laki dan perempuan belum sepenuhnya
terpenuhi. Beberapa indikator menunjukkan adanya kesenjangan
gender dalam pendidikan di Indonesia. Kecenderungannya adalah
semakin tinggi jenjang pendidikan, semakin meningkat
kesenjangan gendernya, dimana proporsi laki-laki yang
berpendidikan semakin lebih besar dibandingkan dengan proporsi
perempuan yang bersekolah khususnya di perkotaan (Gambar
2.5). Dari penduduk perempuan berusia 10 tahun keatas, masih
terdapat 27,8 persen yang tidak mempunyai ijasah, lebih besar
daripada laki-laki yaitu 22,3 persen.

18

PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012

Kesenjangan ini disebabkan oleh berbagai hal di antaranya
adalah pertimbangan prioritas bahwa nilai ekonomi anak laki-laki
lebih tinggi dibandingkan anak perempuan, karena laki-laki harus
mencari nafkah sehingga harus lebih dibekali pendidikan
dibandingkan anak perempuan. Hal ini banyak dijumpai pada

keluarga yang kondisi ekonominya terbatas, dimana harus
mempunyai pilihan dalam prioritas pendidikan khususnya bagi
anak laki-laki.
Pada era sekarang, pendidikan di Indonesia telah mencapai
kemajuan dalam meningkatkan kesetaraan dan keadilan bagi
penduduk laki-laki dan perempuan. Hal itu dapat dibuktikan
antara lain dengan semakin membaiknya rasio partisipasi
pendidikan dan tingkat melek huruf penduduk perempuan
terhadap penduduk laki-laki. Untuk mengukur kesenjangan
partisipasi pendidikan antara perempuan dan laki-laki digunakan
rasio Angka Partisipasi Murni (APM) perempuan terhadap lakilaki. Pada jenjang pendidikan dasar (SD) rasio APM-nya telah
mencapai angka 100 pada tahun 2011, bahkan pada tingkat SLTP
diatas 100. Namun demikian pada jenjang SLTA rasio APM masih
95,9. Hal ini menunjukkan pada level yang lebih tinggi
pencapaian kesetaraan pendidikan semakin berkurang.
Kesempatan Bekerja dan Berusaha
Pada era sekarang ini, peran perempuan dalam pemenuhan
PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012

19

65 pada tahun 2011. dimana laki-laki berkewajiban mencari nafkah menjadikan kesempatan bekerja untuk perempuan menjadi lebih kecil. Hal ini juga menunjukkan bahwa penduduk perempuan 15 tahun keatas yang bukan merupakan angkatan kerja cukup besar yaitu 44. dimana 33.9 berbanding 55.61 pada tahun 2007 menjadi 0. Pembagian tugas dalam keluarga.9 persen. Sementara 20 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 .ekonomi keluarga semakin meningkat. Keterlibatan perempuan dalam dunia kerja juga masih belum maksimal.7 persen. namun rasio TPAK perempuan terhadap laki-laki cenderung mengalami peningkatan selama 5 tahun terakhir yaitu dari 0. yaitu 84.5 persen mengurus rumah tangga. Hal ini dapat dilihat dari Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) laki-laki jauh lebih tinggi dibandingkan dengan TPAK perempuan.1 pada 2011. tercatat 39 persen penduduk berusia 15 tahun keatas yang bekerja adalah perempuan dan sepertiganya merupakan pekerja keluarga yang secara ekonomi tidak mendapatkan imbalan jasa.1 persen. Meskipun angka TPAK perempuan kecil. namun demikian peluang untuk bekerja dan berusaha masih lebih kecil dibandingkan lakilaki. Ini menunjukkan partisipasi perempuan dalam memperoleh pekerjaan mengalami peningkatan setiap tahun. Sedangkan laki-laki yang bukan merupakan angkatan kerja hanya 15. Angka ini lebih besar dibandingkan pekerja keluarga laki-laki yang hanya 8.

031. yaitu hanya sekitar 77.222.368 953.kesempatan bagi perempuan baik menjadi pengusaha atau sebagai buruh/pegawai masih dibawah laki-laki (Gambar 2.141.275.308 854.8 persen dari upah yang diterima laki-laki. Pekerjaan kaum perempuan lebih banyak pada posisi yang bukan sebagai pengambil keputusan. Pada tahun Tabel 2.640. namun pekerjaan yang diperoleh masih tetap berdasarkan konsep gender. Buruh/karyawan perempuan menerima upah yang lebih rendah dibandingkan laki-laki.653 0.165. Hanya sebagian kecil perempuan yang mendapat kesempatan untuk menduduki jabatan manager atau direktur. Demikian juga dengan kesetaraan dalam memperoleh imbal jasa belum sepenuhnya diterima para buruh/karyawan perempuan di Indonesia. 20072011 Tahun Laki-laki Perempuan Rasio Upah 2007 1.78 Sumber : BPS PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 21 .1 Upah Pekerja/Buruh Menurut Jenis Kelamin.472 1.75 2008 1.78 2011 1.103 0.927 0. Meskipun setiap tahun terjadi peningkatan jumlah perempuan yang bekerja diluar rumah.979 0.8).348 773.697 873.052 0.75 2009 1.75 2010 1.

653. rata-rata upah buruh perempuan selama sebulan sebesar Rp. 22 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 .7 dari total TKI yang tercatat di BNP2TKI. Namun demikian. Tingkat permintaan tenaga kerja di beberapa negara.472. Pada tahun 2011 terdapat 376.640. maka sebagian besar tenaga kerja Indonesia bekerja di sektor informal seperti pembantu rumah tangga dan buruh bangunan. Selama 5 tahun terakhir proporsi upah yang diterima buruh perempuan relatif mengalami sedikit peningkatan (Tabel 1).2011. karena minimnya pendidikan. 1. jauh lebih kecil dari upah buruh laki-laki yaitu sebesar Rp. mengakibatkan terjadinya migrasi keluar negeri untuk mendapatkan penghasilan. belum termasuk TKW yang pergi secara illegal. Kurangnya kesempatan kerja di dalam negeri.027 TKW atau sebesar 64. telah menarik minat sebagian orang untuk menjadi tenaga kerja di luar negeri. karena adanya perjanjian moratorium TKI dengan beberapa Negara penerima TKI karena terjadinya kasus kekerasan terhadap TKW.275. Angka persentase ini jauh lebih kecil dibandingkan tahuntahun sebelumnya. 1. Ironisnya sebagian besar tenaga kerja Indonesia tersebut adalah perempuan atau yang dikenal dengan istilah TKW (Tenaga Kerja Wanita).

Namun seiring dengan perkembangan waktu. Sebagai contoh dalam pilkada kabupaten/kota. lemah. Masalah kesenjangan gender juga terlihat dari perbedaan komposisi perempuan dan laki-laki yang menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). emosional. Hal ini terlihat dari jumlah perempuan yang menjadi pemimpin dalam masyarakat dinilai masih sangat jauh dibandingkan dengan laki-laki. inferior. bodoh. terutama dalam peran pengambil keputusan. dan feminin yang menyebabkan perempuan ditempatkan dalam peran-peran yang dianggap kurang penting. Pada tahun 2011 persentase PNS PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 23 . hanya sedikit perempuan yang mencalomkan diri. Pada tahun 2012 hanya ada 10 perempuan yang menjadi bupati/walikota dibandingkan dengan jumlah seluruh kabupaten/kota di Indonesia yang berjumlah 492. Potensi perempuan sering dinilai lebih rendah oleh sebagian besar masyarakat sehingga mengakibatkan sulitnya mereka menembus posisi-posisi strategis dalam komunitasnya. Sedangkan pada level provinsi hanya ada gubernur Banten yang berjenis kelamin perempuan.Kesempatan dalam Pemerintahan Selama ini berkembang sebuah pandangan yang tidak adil bagi perempuan dimana perempuan dianggap memiliki sifat yang melekat antara lain irasional. apalagi kemudian terpilih menjadi bupati/ walikota. jumlahnya semakin berimbang. penakut.

4/1988 tentang tunjangan kesehatan.K440/01/2/1984 dan No. Seperti dalam UU mengenai sistem pengupahan tenaga kerja perempuan. Selain itu.7/1983.perempuan sebesar 46. pasal 4 Peraturan Menteri Keuangan No. 7 Tahun 1990 tentang Upah.01/GKKU/3/1978 dan SE Menaker No. Sejumlah peraturan perundangan tersebut tidak mampu mengakomodir kesetaraan gender yang telah dijamin oleh UUD. PP No. dimana pada 5 tahun yang lalu persentase PNS perempuan hanya 42.10). Peraturan Menteri Pertanian No. serta pasal 8 UU No. 37 Tahun 1967 tentang Sistem Pengupahan di lingkungan perusahaan negara.4 persen (Gambar 2. Namun demikian.5 persen. tunjangan keluarga dan tunjangan kesehatan-perempuan dianggap lajang sehingga suami dan anak-anak tidak mendapatkan tunjangan sebagaimana yang diterima pekerja lakilaki. 24 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 . Ketentuan ini termuat dalam Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja No. berdasarkan data Komnas Perempuan tahun 2012 telah teridentifikasi ada sekitar 282 peraturan daerah yang diduga bias gender. dalam perkembangannya beberapa Undang-Undang (UU) yang selama ini berlaku di Indonesia. Peraturan Menteri Pertambangan No. Produk Undang-Undang Terkait Gender Sejak awal berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia. disadari mempunyai arti yang masih diskriminatif terhadap perempuan. 947/KMK/04/1983 dan Pasal 8 UU No.2/P/M/1971. Persentase ini semakin berimbang. 10/1994 tentang prosedur memperoleh NPWP. Pemerintah secara resmi telah menganut dan menetapkan kesepakatan atas persamaan antara perempuan dan laki-laki sebagaimana termuat dalam UUD 45 Pasal 27.

3 Pencapaian Pembangunan Gender .

.

subordinasi. maka diperlukan sebuah ukuran yang dapat menjelaskan bahwa pencapaian Kesetaraan dan Keadilan Gender telah berjalan sebagaimana mestinya sesuai dengan kebijakan nasional yang ditetapkan melalui Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2010 tentang RPJMN Tahun 2010-2014 dan dipertegas dalam instruksi Presiden Nomor 9 tahun 2000 tentang Pengarusutamaan Gender (PUG). marginalisasi dan kekerasan terhadap perempuan dan laki-laki. keadilan gender merupakan proses dan perlakuan adil terhadap perempuan dan laki-laki sehingga dalam menjalankan kehidupan tidak ada pembakuan peran. Beberapa ukuran tentang kesetaraan dan keadilan gender telah digunakan banyak pihak. Untuk mengetahui sejauh mana tingkat keberhasilan pembangunan yang selama ini dilaksanakan dengan mengakomodasi persoalan gender. namun jauh lebih luas pengertiannya. kesempatan berpartisipasi. yang PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 27 . Sementara itu. Terwujudnya Kesetaraan dan Keadilan Gender (KKG) ditandai dengan tidak adanya diskriminasi antara perempuan dan laki-laki dalam memperoleh akses. Namun didalam perkembangannya. ukuran yang bersifat komprehensif dan representatif mutlak dibutuhkan.PENCAPAIAN PEMBANGUNAN GENDER K 3 esetaraan gender bukan dimaknai sebagai perbedaan fisik semata. dan kontrol atas pembangunan serta memperoleh manfaat yang setara dan adil dari pembangunan. meski ukuran tersebut masih bersifat tunggal (single variable). United Nations Development Programs (UNDP) melalui Laporan Pembangunan Manusia Tahun 1995 memperkenalkan ukuran pembangunan manusia yang bersifat gabungan (komposit) dari empat indikator. yakni kesamaan kondisi bagi laki-laki dan perempuan untuk memperoleh kesempatan serta hak-haknya sebagai manusia dalam berperan dan berpartisipasi di segala bidang kehidupan.

Ukuran komposit yang dimaksud adalah Indeks Pembangunan Gender (IPG)1. Pada bab ini akan dibahas mengenai pencapaian pembangunan gender di Indonesia yang mencakup perkembangannya hingga tahun 2011. pencapaian pembangunan manusia secara umum dapat dilihat dengan menggunakan indeks pembangunan manusia. 2003). 3.1. Melalui IPG perbedaan pencapaian yang menggambarkan kesenjangan pencapaian antara laki-laki dan perempuan dapat terjelaskan. Belum lagi persoalan ketidaktepatan pemahaman ajaran agama yang seringkali menyudutkan kedudukan dan peranan perempuan di dalam keluarga dan masyarakat (Parawansa. 1998). tetapi juga dalam praktek kehidupan sehari-hari. Namun kenyataannya. Nilai-nilai sosial budaya patriarki ini secara langsung maupun tidak langsung dapat menempatkan laki-laki dan perempuan pada kedudukan dan peran yang berbeda dan tidak setara. 1 28 Persamaan status dan kedudukan merujuk pada tidak adanya perbedaan hak dan kewajiban antara perempuan dan laki -laki yang tidak hanya dijamin oleh perundang-undangan. Untuk itu. implementasi pada kehidupan sehari-hari khususnya upaya peningkatan kapabilitas dasar penduduk perempuan belum sepenuhnya dapat diwujudkan karena masih kuatnya pengaruh nilai-nilai sosial budaya yang patriarki. Hasil pengurangan antara IPM dengan IPG mengindikasikan adanya kesenjangan pencapaian kapabilitas antara laki-laki dan perempuan. Sementara itu. PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 . Jaminan persamaan status dan kedudukan ini meliputi partisipasi dalam program pembangunan terutama dalam peningkatan kualitas hidup melalui program-program peningkatan kapabilitas dasar (BPS. Program peningkatan kapabilitas dasar yang dimaksud mencakup berbagai pelayanan dasar kesehatan. Pencapaian Pembangunan Gender IPG mengukur hal yang sama seperti IPM hanya komponen yang digunakan dibedakan menurut jenis kelamin. dan kemudahan akses ekonomi yang diberikan pemerintah kepada semua penduduk. pendidikan.menyoroti tentang status perempuan khususnya mengukur prestasi dalam kemampuan dasar. pencapaian komponen IPG dan disparitas IPG antar wilayah. diperlukan upaya lebih serius dan berkesinambungan dalam mewujudkan persamaan status dan kedudukan antara laki-laki dan perempuan melalui berbagai program pembangunan seperti peningkatan peran perempuan IPG mengukur hal yang sama seperti IPM hanya komponen yang digunakan dibedakan menurut jenis kelamin.

94. penguatan peran masyarakat. Secara umum pencapaian pembangunan gender di Indonesia dari waktu ke waktu memperlihatkan perkembangan yang semakin membaik.1). Hal ini dapat diindikasikan dengan adanya peningkatan IPG selama kurun waktu 2004-2011 (Gambar 3.dalam pengambilan keputusan di berbagai proses pembangunan.80 pada tahun 2011.81 pada tahun 2007 dan bergerak naik lagi secara perlahan hingga menjadi 67. Gap antara IPM dengan IPG masih terlihat tetap dan cenderung tidak berubah dari besarannya PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 29 . Pada tahun 2004 IPG secara nasional telah mencapai 63. kemudian naik menjadi 65. dan peningkatan kualitas kelembagaan berbagai instansi pemerintah. Namun perlu diperhatikan bahwa peningkatan IPG dalam kurun waktu 2004-2011 tersebut belum memberikan gambaran yang menggembirakan apabila dilihat dari kerangka pencapaian persamaan status dan kedudukan menuju kesetaraan dan keadilan gender. Hal ini dikarenakan pencapaian IPG selama kurun waktu tersebut masih belum mampu mengurangi jarak secara nyata dalam pencapaian kapabilitas dasar antara laki-laki dan perempuan. organisasi perempuan dan lembaga-lembaga lainnya. Melalui upaya ini diharapkan peningkatan kapabilitas dasar perempuan akan dapat segera diwujudkan.

20 93.3 2009 71.1). 2004-2011 Tahun Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indeks Pemberdayaan Gender (IPG) Rasio % 2004 68.17 66.69 63.08 65.1 Perkembangan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).76 66. hasil yang dicapai dalam upaya pembangunan kualitas hidup masih tampak kentara yang cenderung menguntungkan kelompok tertentu. dan Rasio (IPG/IPM).0 2011 72.38 93. Fenomena ini tercermin dari indikator komposit yang digunakan untuk menilai kesenjangan gender. Untuk itu.27 67.0 2010 72.80 93.1 2007 70. Keberhasilan upaya peningkatan kapabilitas dasar penduduk pada gilirannya akan berdampak pada peningkatan angka IPG.94 93. Namun.77 67. Besaran rasio yang diperoleh berdasarkan perbandingan antara IPG terhadap IPM pada kisaran 93 persen.27 93.57 65.2 2008 71.13 93.2 Sumber : BPS Harus diakui. Indeks Pembangunan Gender (IPG). diperlukan upaya yang lebih serius dalam meningkatkan kapabilitas dasar penduduk baik bagi penduduk laki-laki maupun perempuan melalui berbagai kebijakan pembangunan di berbagai bidang kehidupan sehingga gap yang terjadi antara kapabilitas dasar laki-laki dan perempuan dapat diperkecil jaraknya. Pada perkembangannya. upaya pembangunan manusia dalam rangka meningkatkan kualitas hidup selama beberapa dekade telah mengalami kemajuan. Hal ini dapat dimaknai bahwa masih terjadi kesenjangan gender meski IPG memperlihatkan perkembangan yang selalu meningkat selama periode 2004-2011 (Tabel 3.Tabel 3. 30 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 .77 93.1 2005 69. yaitu IPG yang menunjukkan angka lebih rendah dibanding IPM.59 65.81 93.6 2006 70. selama kurun waktu 2004-2011 secara nasional IPG selalu menunjukkan posisi lebih rendah dibandingkan IPM.

72 tahun pada tahun 2011. hanya saja level yang dicapai masih dibawah perempuan yaitu di angka 60-an tahun. Angka Harapan Hidup Angka harapan hidup (AHH) adalah rata-rata perkiraan banyak tahun yang dapat ditempuh oleh seseorang selama hidup. Hal ini berarti bahwa kapabilitas dasar perempuan yang terangkum dalam dimensi kesehatan.3. Pada subbab ini akan dibahas perkembangan masing-masing komponen IPG.70. pendidikan maupun hidup layak selama kurun waktu 2004-2011 terus mengalami peningkatan seiring dengan pelaksanaan program-program pembangunan.2. Secara umum pembangunan di bidang kesehatan di Indonesia telah membawa dampak semakin membaiknya kualitas kesehatan penduduk. Hal ini dapat dilihat dari perkembangan AHH yang meningkat dari waktu ke waktu baik laki-laki maupun PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 31 . kemudian tahun berikutnya meningkat lagi menjadi 71. dalam jangka panjang perbedaan tersebut diperkirakan semakin mengecil sejalan dengan perbaikan pelayanan di bidang kesehatan.2 memperlihatkan AHH laki-laki dan perempuan selama periode 2004-2011.69 tahun pada tahun 2011. Pada tahun 2004 AHH perempuan mencapai 69. Indikator ini sering digunakan untuk mengevalusi kinerja pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan penduduk khususnya di bidang kesehatan. Gambar 3. Dari gambar tersebut terlihat bahwa perkembangan AHH perempuan mengalami peningkatan selama periode 2004-2011. Lebih jauh. Tetapi. Pada tahun 2004 AHH laki-laki mencapai 65. pada gambar tersebut terlihat pola peningkatan AHH perempuan yang juga diikuti oleh peningkatan AHH laki-laki namun peningkatan kedua AHH tersebut tidak cukup nyata untuk mempersempit gap antara pencapaian AHH perempuan dan laki-laki. meningkat menjadi 67. Peningkatan AHH perempuan juga diikuti dengan peningkatan AHH laki-laki.60 tahun. Jika dilihat secara umum terlihat bahwa AHH laki-laki cenderung empat tahun lebih rendah dibanding AHH perempuan. Pencapaian Komponen Indeks Pembangunan Gender Peningkatan IPG selama kurun waktu 2004-2011 tersebut tentunya akan dipengaruhi oleh peningkatan beberapa komponen IPG itu sendiri.

yakni di level 60-an tahun untuk laki-laki berbanding level 70-an tahun untuk perempuan. diabetes dan kanker. seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa level AHH yang dicapai penduduk laki-laki masih jauh dibawah level AHH yang dicapai perempuan. Hasil kajian dari aspek kesehatan. Angka Melek Huruf & Rata-rata Lama Sekolah Kemajuan di bidang pendidikan memiliki andil yang sangat besar dalam kemajuan pembangunan manusia karena pendidikan membawa dampak positif bagi kualitas manusia. beberapa penyakit yang menjadi penyebab utama kematian pada laki-laki adalah penyakit degenerasi seperti jantung. paru. salah satunya mengungkapkan bahwa banyaknya kejadian kematian pada laki-laki umumnya bersifat prematur yang seharusnya dapat dicegah melalui tindakan promosi kesehatan atau pencegahan yang dapat dilakukan sedini mungkin. Tetapi sayangnya. hipertensi. stroke. Banyak faktor penyebab rendahnya AHH lakilaki dibandingkan AHH perempuan seperti kesehatan.perempuan. perilaku. Selain itu. Pembangunan serta revitalisasi gedung-gedung sekolah merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan partisipasi 32 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 . dan kemampuan bertahan hidup. Penuntasan buta huruf dan penurunan angka putus sekolah menjadi program prioritas dalam kebijakan pemerintah baik pusat maupun daerah.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa peningkatan indikator sosial seperti kesehatan dan pendidikan tidak dapat dilakukan dalam jangka pendek.sekolah secara berkelanjutan. AMH menggambarkan persentase penduduk umur 15 tahun ke atas yang mampu baca tulis. Hal ini berlaku baik untuk AMH laki-laki maupun perempuan. Indikator pendidikan yang merepresentasikan dimensi pengetahuan baik dalam IPM maupun IPG adalah Angka Melek Huruf (AMH) dan Rata-rata lama Sekolah (MYS).3 menyajikan perkembangan Angka Melek Huruf (AMH) laki-laki dan perempuan selama periode 2004-2011. sementara AMH laki-laki hanya meningkat sekitar 1. namun suatu hal yang menggembirakan adalah bahwa peningkatan AMH perempuan lebih cepat dibandingkan dengan AMH laki-laki. Meski AMH perempuan masih lebih rendah dibanding AMH laki-laki.7 persen. Pada tahun 2011. Gambar 3. Perkembangan AMH baik laki-laki maupun perempuan selama periode 2004-2011 terus meningkat meski peningkatannya berjalan lambat terutama untuk laki-laki. PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 33 . sedangkan indikator rata-rata lama sekolah menggambarkan rata-rata jumlah tahun yang dijalani oleh penduduk usia 15 tahun ke atas untuk menempuh semua jenis pendidikan formal. Pada periode 2004-2011 AMH perempuan meningkat hampir 4 persen.

sedangkan laki-laki hanya 4.35 tahun.34. untuk angka rata-rata lama sekolah penduduk laki-laki -pun secara umum lebih lebih tinggi pada kisaran 1 tahun dibandingkan rata-rata lama sekolah penduduk perempuan (Gambar 3.27 persen. Fakta tersebut menunjukkan bahwa dalam pembangunan pendidikan di Indonesia masih terjadi ketimpangan kemampuan baca tulis antara laki-laki dan perempuan.73 persen dan perempuan mencapai 90.4).AMH laki-laki mencapai 95. yang berarti setara dengan kelas 1 SMP. Artinya pada tahun 2010-2011 secara umum pendidikan penduduk lakilaki di Indonesia yang dijalani setara dengan kelas 2 SMP. Pada tahun 2011 MYS laki-laki mencapai 8.55 persen. Pola seperti ini berlangsung dari tahun ke tahun selama periode 2004-2011.45 persen. Sedangkan MYS perempuan meningkat dari 7. Perbedaan pencapaian rata-rata lama 34 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 . naik dari tahun sebelumnya yang sebesar 8.54 pada tahun 2011. Salah satu penyebab ketimpangan tersebut adalah belum meratanya akses pendidikan dasar bagi perempuan terutama bagi keluarga dengan kemampuan ekonomi yang sangat terbatas atau keluarga miskin yang jumlahnya masih cukup besar.50 pada tahun 2010 menjadi 7. Hal ini berarti bahwa penduduk perempuan usia 15 tahun ke atas yang buta huruf mencapai 9. Seperti halnya dengan komposisi angka melek huruf penduduk.

Hal ini dikarenakan adanya penyesuaian upah nominal yang diterima pekerja sebagai dampak dari biaya PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 35 . secara nominal setiap tahun selalu mengalami peningkatan baik yang diterima pekerja laki-laki maupun perempuan. Sumbangan Pendapatan Gambar 3. Pada tahun 2011. angkatan kerja perempuan di Indonesia masih sekitar 38–39 persen dari seluruh angkatan kerja. Berdasarkan data Sakernas.16 persen naik dari tahun 2010 yang mencapai 33. sumbangan pendapatan perempuan dalam pekerjaan di sektor non pertanian mengalami peningkatan sebesar 0.sekolah antara laki-laki dan perempuan hampir tidak mengalami perubahan selama kurun waktu tersebut.50 persen.66 persen dari tahun sebelumnya. yaitu faktor angkatan kerja dan upah yang diterima. Rendahnya proporsi angkatan kerja perempuan tersebut tentunya akan sangat berpengaruh terhadap sumbangan pendapatannya.5 menyajikan perkembangan sumbangan pendapatan dalam pekerjaan di sektor non pertanian baik lakilaki maupun perempuan secara nasional. Sumbangan pendapatan ini terkait dengan dua faktor yang memengaruhinya. hanya pada tahun 2008 pernah mengalami penyempitan gap. Tahun 2011 sumbangan pendapatan perempuan mencapai 34. Faktor upah.

Kecenderungan pendidikan perempuan lebih rendah dibanding pendidikan laki-laki jelas berpengaruh pada perbedaan upah yang diterima antara laki-laki dan perempuan. Sementara itu. Kategori pekerjaan seperti ini pada umumnya mempunyai produktivitas yang rendah dan upah yang dibayarkan relatif kecil. komponen upah menggunakan data upah buruh di sektor non-pertanian. Nilai upah ini masih lebih rendah dibanding upah yang diterima laki-laki mencapai 1. Sedangkan jenis pekerjaan yang dilakukan perempuan sebagai tenaga usaha perdagangan. Hal ini memberikan gambaran bahwa dalam dunia kerja ternyata masih terdapat perbedaan jumlah upah yang diterima antara laki-laki dan perempuan. 36 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 . Tahun 2010.600 rupiah per bulan. 2 Semakin besar jarak (gap) upah yang diterima antara laki-laki dan perempuan menyebabkan angka IPG makin kecil. dan status pekerjaan. sebagai tenaga profesional. rata-rata upah perempuan non-pertanian di Indonesia mencapai 1. Berdasarkan data Sakernas sebagian besar pekerja perempuan bekerja di sektor jasa yang umumnya di perdagangan.kebutuhan hidup yang selalu mengalami kenaikan agar kemampuan daya beli masyarakat tetap terjaga. Penduduk perempuan menerima upah jauh lebih rendah dibanding laki-laki. Banyak faktor yang diduga sebagai penyebab adanya perbedaan upah yang diterima laki-laki dan perempuan. Semakin besar jarak (gap) upah yang diterima antara laki-laki dan perempuan menyebabkan angka IPG makin kecil. dan status pekerjaannya sebagai buruh/karyawan dan pekerja tidak dibayar. jenis pekerjaan. dan jasa kemasyarakatan. Disini. Salah satu faktor yang berpengaruh pada perbedaan tingkat upah adalah tingkat pendidikan. Faktor lain juga erat kaitannya dengan faktor lapangan pekerjaan. sosial dan perorangan.593. perbedaan yang mendasar tersebut menyebabkan gap upah yang diterima pekerja laki-laki dan perempuan. Pada penghitungan IPG. Perbedaan upah yang diterima antara laki-laki dan perempuan berpengaruh terhadap IPG2.300 rupiah per bulan.292. pekerja laki-laki lebih banyak bekerja di sektor padat modal. teknisi dan kepemimpinan dengan upah yang diterima relatif besar.

82 57.67 81.86 12.12 15.09 Papua Barat 69. Disparitas Pembangunan Pembangunan Gender (IPG).25 DKI Jakarta 77. Lima provinsi yang masuk kategori urutan tertinggi berturut-turut adalah Nusa Tenggara Timur (NTT).3. Sedangkan provinsi dengan urutan terendah secara berurutan adalah Kepulauan Riau (Keppri).22 61. Tabel 3.07 80.15 Tertinggi Terendah Sumber : BPS PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 37 . Berdasarkan besaran rasio IPG terhadap IPM.58 Gorontalo 70. Fenomena ini.28 4.69 85.79 82. Papua.37 11.3.69 95. tampaknya juga terjadi di tingkat provinsi.37 60.2).15 Kalimantan Timur 76.11 Kepulauan Riau 75.75 3.41 Kep.42 Papua 65. 2011 Provinsi IPM 2011 IPG 2011 Rasio Selisih NTT 67. DI.24 85. maka terdapat lima provinsi masuk dalam kategori urutan tertinggi dan terendah (Tabel 3.93 2. Babel 73.91 3. dapat ditunjukkan melalui besaran angka IPG yang lebih rendah dibanding angka IPM di semua provinsi. Manusia (IPM) dan Adanya perbedaan pencapaian kapabilitas dasar antara laki -laki dan perempuan (baca: kesenjangan gender) yang terjadi di tingkat nasional.65 59.01 94.36 62. dan Maluku.78 64. Yogyakarta. DKI Jakarta.75 65. Papua Barat. Hal ini dapat memberikan gambaran bahwa persoalan kesenjangan gender masih terjadi di semua provinsi.76 94. Gorontalo.2 Kode Provinsi Dengan Peringkat Tertinggi dan Terendah Berdasarkan Rasio IPG terhadap IPM.07 95.05 10.32 73.43 2.97 74.66 D I Yogyakarta 76.33 96.87 67. dan Kalimantan Timur (Kaltim).97 Maluku 71. Bangka Belitung (Babel).43 13. Kep.

Sumbangan pendapatan ini dihitung dari upah buruh yang bekerja di semua sektor kecuali sektor pertanian3. PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 .42 satuan pada tahun 2011. Jika dikaji lebih jauh.76.87 pada 2011. Kecilnya gap pencapaian IPM dan IPG di Provinsi NTT memberikan petunjuk bahwa pencapaian kapabilitas dasar antara laki-laki dan perempuan di NTT pada tahun 2011 relatif tidak jauh berbeda.43 persen dengan selisih 2. dengan besaran rasio tertinggi di sekitar 96.Lihat lampiran pada tatacara penghitungan sumbangan pendapatan. Hal ini berarti walaupun terdapat kesenjangan gender di NTT namun dengan perbedaannya relatif kecil. Namun tingginya IPM di Provinsi Maluku ternyata tidak diikuti oleh pencapaian IPG tinggi pula. yang membuat angka IPG NTT mendekati angka IPM utamanya disebabkan oleh besaran sumbangan pendapatan penduduk perempuan terhadap total pendapatan. Selain itu sumbangan pendapatan perempuan yang diduga Lihat pada tatacara penghitungan sumbangan pendapatan. Provinsi Maluku merupakan provinsi dengan IPM relatif tinggi. Sementara itu. 3 38 Provinsi NTT merupakan provinsi yang memiliki gap IPM dan IPG yang paling kecil dibandingkan provinsi lainnya. yaitu sekitar 71. yaitu hanya sekitar 67. pada kasus Provinsi Maluku sedikit berbeda dibandingkan NTT. Hal ini dapat dimaknai bahwa keberhasilan pembangunan kualitas hidup yang diukur melalui IPM di Provinsi Maluku kemajuannya hanya didorong oleh keberhasilan peningkatan kapabilitas dasar penduduk laki-laki.

22 berada di urutan ke-5 sementara IPG hanya sebesar 61. Papua Barat. Jadi. lima provinsi urutan terendah juga mempunyai persoalan yang sama. Besaran sumbangan pendapatan perempuan di lima provinsi urutan terendah (Riau. Tidak berbeda dengan lima provinsi urutan tertinggi.mampu mengungkit peningkatan IPG di Provinsi Maluku. ternyata hanya menyumbang rata-rata sekitar 35 persen dari seluruh total pendapatan. Babel. mengharapkan peningkatan IPG dari sektor kesehatan dan pendidikan kemungkinannya sangat kecil. ternyata tidak mampu meningkatkan nilai IPG Provinsi Maluku. Sementara itu untuk capaian IPM yang tinggi di Kalimantan Timur tidak diikuti oleh tingginya IPG. Rendahnya IPG pada lima provinsi dengan urutan terendah disebabkan kecilnya sumbangan pendapatan perempuan terhadap total pendapatan. Sementara. fenomena tingginya IPM pada suatu daerah. tampaknya tidak selalu berbanding lurus dengan peningkatan IPG. Besaran 35 persen sumbangan pendapatan penduduk perempuan. Meskipun capaian IPG di lima besar provinsi ini relatif rendah. Gorontalo. namun pembangunannya cukup berhasil dan termasuk dalam kelompok menengah atas (kecuali Papua Barat).07.6). IPM Kaltim sebesar 76. dan Kaltim) berkisar antara 20-27 persen (Gambar 3. Pada tahun 2011. PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 39 .

Yogyakarta. Gambar 3. Capaian IPG Provinsi Gambaran lebih lengkap mengenai tingkat pencapaian pembangunan gender sebagai dampak dari kegiatan pembangunan di suatu provinsi dapat dilihat dari angka IPG provinsi. 3. Kalimantan Tengah. contohnya Kaltim. Wilayah bagian barat Indonesia cenderung mengalami pembangunan yang lebih pesat dibandingkan wilayah bagian timur Indonesia. 2001). Disparitas antara IPM dan IPJ tahun 2011 secara lengkap untuk seluruh provinsi disajikan pada Gambar 3. Banyak faktor yang menyebabkan ketertinggalan pembangunan di wilayah bagian timur Indonesia. jika dilihat dari perkembangannya pencapaian IPG untuk seluruh 40 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 . Pada gambar tersebut menunjukkan bahwa pencapaian IPG delapan provinsi melebihi rata-rata IPG nasional. Akibatnya. Sumatera Barat. Pada subbab ini akan mengulas lebih jauh tentang kesenjangan pembangunan gender antarwilayah di Indonesia.7.8 menyajikan pencapaian IPG setiap provinsi pada tahun 2011. salah satunya terkait dengan kondisi alamnya dan kondisi Infrastruktur di bagian pedalaman yang sangat buruk sehingga tercipta daerahdaerah kantong yang terisolasi (BPS. Meskipun demikian. tetapi salah satu masalah pembangunan di Indonesia adalah kesenjangan pembangunan antar wilayah. Sumatera Utara. DI.4 Disparitas Pencapaian Pembangunan Gender Antar Wilayah Pembangunan nasional seyogianya merupakan pembangunan merata di seluruh wilayah Indonesia. Tingginya pencapaian IPM tidak selalu berbanding lurus dengan pencapaian IPG. kualitas sumber daya di wilayah timur Indonesia jauh tertinggal dibandingkan sumber daya manusia di wilayah bagian barat Indonesia. Delapan provinsi tersebut berturut-turut adalah DKI Jakarta.Berdasarkan skala internasional besaran IPM di level 70-an termasuk kategori status pembangunan menengah atas (66 £ IPM < 80). dan Bali. Sulawesi Utara. Bengkulu. Ketertinggalan pembangunan di wilayah timur bagian Indonesia menyebabkan terjadinya kesenjangan antarwilayah yang tercermin dari hasil pencapaian pembangunan gender.

tetapi masih perlu upaya lebih kuat lagi untuk meningkatkan kapabilitas perempuan mengingat kesenjangan gender masih terjadi di semua provinsi. pada tahun 2010 IPG Indonesia mencapai 67. setahun kemudian IPG Indonesia meningkat sebesar 0.80.20. Hal ini berarti bahwa pembangunan gender di semua provinsi telah menunjukkan kemajuan. Namun demikian. Secara nasional.60 poin menjadi 67. Peningkatan IPG ini menunjukkan indikasi keberhasilan dalam pembangunan gender. bila dibandingkan PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 41 .provinsi menunjukkan peningkatan.

Tabel 3. 42 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 .dengan IPM (72. Sumatera Utara (70. Pencapaian IPG tertinggi tahun 2011 diraih oleh DKI Jakarta dengan nilai 74.3 Provinsi dengan IPG Tertinggi.01 meningkat dibanding tahun 2010 yang mencatat angka 73.32 Kalimantan Tengah 69. dan Sumatera Barat (69. 2010-2011 2010 IPG 2011 IPG DKI Jakarta 73.55 Sumber : BPS Tabel 3. Sumatera Utara.34 Kalimantan Tengah 69.35. maka menyisakan kesenjangan. Berikutnya disusul oleh DI Yogyakarta (73. DI Yogyakarta. Kalimantan Tengah.80 Sumatera Barat 68.50 Sumatera Barat 69.31 poin. Hal ini berarti bahwa disparitas pembangunan gender di tingkat provinsi pada tahun 2011 sedikit menurun dibandingkan dengan tahun sebelumnya.55).51 DI Yogyakarta 73. Kalimantan Tengah (69. provinsi dengan pencapaian IPG terendah pada dua tahun terakhir ini diraih oleh lima provinsi yang sama.34). Jarak yang ditimbulkan oleh perbedaan pencapaian IPG tertinggi dan terendah tersebut menurun dibandingkan tahun 2010. IPG tertinggi tercatat di DKI Jakarta yang mencapai angka 74.70 diraih oleh NTB. Provinsi yang menempati urutan lima besar selama dua tahun terakhir ditempati oleh DKI Jakarta.07).07 Sumatera Utara 69. Sementara itu.27).80).01. sedangkan IPG terendah sebesar 56.35 DKI Jakarta 74. Pada tahun 2011. keberhasilan tersebut masih Di tingkat provinsi pencapaian IPG relatif bervariasi.63 Sumatera Utara 70.35 dan terendah NTB dengan IPG sebesar 56. Perbedaan pencapaian IPG tertinggi dan IPG terendah sekitar 17.02). Dengan demikian perbedaan pencapaian IPG tertinggi dengan IPG terendah sekitar 17.33 poin (tertinggi DKI Jakarta dengan IPG sebesar 73. dan Sumatera Barat.01 DI Yogyakarta 72.3 menyajikan 5 (lima) provinsi yang mencatat kemajuan pesat selama tahun 2010-2011.

70 Sumber : BPS Provinsi yang menduduki peringkat IPG lima terendah adalah Kalimantan Timur.79 PAPUA BARAT 58.24 GORONTALO 56.16 Kota Denpasar 76.Tabel 3.13 Barito Utara 74.06 Kota Denpasar 76.60 Karo 75.37 KALIMANTAN TIMUR 61.37 Toba Samosir 74.87 PAPUA BARAT 59.91 Kota Jakarta Pusat 74.78 Sleman 74.01 Kota Ambon 76.77 Sumber : BPS PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 43 .68 Kota Surakarta 76.47 Kota Surakarta 75. Gorontalo dan Nusa Tenggara Barat (NTB).5 Kabupaten/Kota dengan IPG Tertinggi.67 NUSA TENGGARA BARAT 56.21 Karo 74.17 Tapanuli Utara 74.55 Kota Padang Panjang 77. Kep. 2010-2011 2010 IPG 2011 IPG KALIMANTAN TIMUR 60.78 Toba Samosir 75.36 KEP.70.02 NUSA TENGGARA BARAT 56. Capaian IPG Kabupaten/Kota Perkembangan pencapaian IPG kabupaten/kota selama tahun 2010-2011 secara umum mengalami peningkatan.18 Kota Salatiga 74. BANGKA BELITUNG 60. BANGKA BELITUNG 60.07 KEP. Nusa Tenggara Barat (NTB) menduduki peringkat terendah baik pada tahun 2010 maupun 2011 dengan nilai IPG berturut-turut sebesar 56.02 dan 56. Dari 10 (sepuluh) kabupaten/kota yang menduduki posisi sepuluh IPG Tabel 3.4 Provinsi dengan IPG Terendah.98 GORONTALO 57.49 Kota Ambon 76. Bangka Belitung. 2010-2011 2010 IPG 2011 IPG Kota Yogyakarta 77.56 Kota Yogyakarta 77.92 Kota Padang Panjang 76. Papua Barat.55 Barito Utara 74.

92 pada tahun 2011. Kota dengan IPG tertinggi baik pada tahun 2010 maupun 2011 diduduki oleh kota Yogyakarta dengan nilai IPG sebesar 77. dan Kota Surakarta (76. yaitu Jakarta Pusat dan Kab.70 Deiyai 43.56 Nduga 48. Kota Padang Panjang (77.86 Lombok Utara 47. Sebagian besar kabupaten/kota tersebut berasal Tabel 3.54 Intan Jaya 46. Kota Ambon (76. yaitu Kota Yogyakarta (77.6 Kabupaten/Kota dengan IPG Terendah. Dua kabupaten/kota lainnya yang pada tahun 2010 berada pada posisi 10 besar. Kota Ambon.17 Puncak 45.47).58 Sumbawa Barat 48. Kota Denpasar (76.56 pada tahun 2010 dan 77.37 Sumber : BPS 44 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 IPG . Sleman ternyata harus digantikan posisinya oleh kota Salatiga dan Kabupaten Tapanuli Utara.19 Asmat 47. Sedangkan untuk urutan sepuluh kabupaten/kota dengan IPG terendah terlihat mengalami perubahan posisi yang umumnya disebabkan oleh pembentukan kabupaten baru (pemekaran). sebagian besar kabupaten/kota tersebut berasal dari wilayah bagian barat dan hanya tiga kabupaten/kota yang berasal dari wilayah timur yaitu Kota Denpasar.63 Intan Jaya 46. Baik pada tahun 2010 maupun 2011. dan Kab.49).84 Boven Digoel 46.29 Dogiyai 46.16).92). Barito Utara.87 Deiyai 42.11 Sumbawa Barat 47.37 Asmat 48.10 Lombok Utara 46. Urutan pertama sampai kelima masih ditempati kabupaten/kota lima besar di tahun 2010.69 Boven Digoel 47.tertinggi di tahun 2010 ternyata hanya 8 (delapan) kabupaten/ kota yang mampu bertahan di posisi 10 besar pada tahun 2011.76 Dogiyai 45.55 Puncak 45.21 Nduga 47. tidak ada pergeseran urutan kabupaten/kota posisi lima besar. 2010-2011 2010 IPG 2011 Mamberamo Tengah 48. Dilain pihak.01 Mamberamo Tengah 48.37).

Intan Jaya. dan Deiyai. Boven Digoel dan enam kabupaten baru/ pemekaran yaitu Mamberamo Tengah. Delapan kabupaten/kota lainnya berasal dari Papua. diantaranya Kabupaten Asmat. Nduga. Puncak. Pada tahun 2010.dari wilayah bagian timur dan memiliki IPG yang rendah. Kabupaten Sumbawa Barat dan Lombok Utara merupakan dua kabupaten dari Nusa Tenggara Barat yang menduduki posisi sepuluh terendah. Dogiyai. posisi sepuluh kabupaten/kota dengan IPG terendah didominasi oleh kabupaten/kota dari Provinsi Papua dan sebagian dari Nusa Tenggara Barat. Hal ini menunjukkan adanya disparitas pembangunan dimana pembangunan di wilayah bagian timur Indonesia masih tertinggal jauh dibandingkan provinsi atau kabupaten/kota di bagian barat Indonesia PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 45 .

.

4 Pencapaian Pemberdayaan Gender .

.

dan kontrol atas pembangunan serta memperoleh manfaat yang setara dan adil dari pembangunan. perbedaan pencapaian yang menggambarkan kesenjangan pencapaian antara laki-laki dan perempuan dapat terjelaskan. Kedua ukuran ini. pendidikan dan daya beli. Melalui IPG (Indeks Pembangunan Gender). kesempatan berpartisipasi. Stereotip perempuan sebagai makhluk yang lemah dan hanya berkutat pada urusan rumah tangga saja lambat laun semakin memudar. Sedangkan IDG dapat menggambarkan perbedaan peranan antara perempuan dan laki-laki dari pencapaian kapabilitas berdasarkan status dan kedudukan perempuan dibandingkan dengan laki-laki. diharapkan mampu memberikan penjelasan tentang kesetaraan dan keadilan gender yang dicapai melalui berbagai programprogram pembangunan. Besaran angka IPM semata tidak dapat menjelaskan seberapa besar perbedaan (gap) pencapaian kualitas hidup perempuan dan laki-laki yang diukur melalui gabungan indikator kesehatan. Indeks Pembangunan Gender (IPG) merupakan ukuran yang mencerminkan terwujudnya Kesetaraan dan Keadilan Gender (KKG) yang ditandai dengan tidak adanya diskriminasi antara perempuan dan laki-laki dalam memperoleh akses. Hal ini didukung oleh semakin terbukanya peluang perempuan untuk berpartispasi di berbagai bidang PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 49 . yakni dengan mengurangkan nilai IPM dengan IPG.PENCAPAIAN PEMBERDAYAAN GENDER 4 S ebagaimana dijelaskan pada bab sebelumnya. UNDP juga mengenalkan ukuran komposit lainnya terkait dengan gender. Selain IPG. Pencapaian pembangunan manusia secara kuantitatif dapat dilihat dari besaran IPM. yakni Indeks Pemberdayaan Gender (IDG) yang digunakan untuk mengukur persamaan peranan antara perempuan dan laki-laki dalam pengambilan keputusan di bidang politik maupun di bidang manajerial.

Untuk mengkaji lebih jauh peranan perempuan dalam pengambilan keputusan. maka dapat digunakan indeks pemberdayaan gender (IDG). Upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah untuk mendorong kesetaraan gender di berbagai bidang kehidupan sudah mulai tampak hasilnya. Namun demikian. manajer. dan teknisi. Hasilnya 50 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 . Tidak ada satu katapun dalam pasal-pasal UUD 1945 yang bersifat diskriminatif terhadap perempuan. Undang-undang telah mengatur persamaan hak dan kewajiban bagi setiap warga Negara baik laki-laki maupun perempuan untuk menjalankan perannya di berbagai bidang kehidupan. arah dan perubahan IDG sangat dipengaruhi oleh ketiga komponen pembentuk IDG. Tugas pokok KPP dan PA mengurusi tentang berbagai hal yang berhubungan dengan pemberdayaan perempuan. Pada kenyataannya. Namun keadaan ini terlihat lebih menonjol hanya di daerah perkotaan yang sarat dengan kemajuan di berbagai bidang. dan sumbangan pendapatan. Keseriusan pemerintah dalam mengupayakan peningkatan kapabilitas perempuan untuk tercapainya kesetaraan gender ditandai dengan dibentuknya Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPP & PA). Besaran nilai indikator yang terekam dari kegiatan pengumpulan data (survey) merupakan hasil akumulasi dari berbagai kebijakan baik bersifat langsung maupun tidak langsung dari programprogram pembangunan yang telah dilaksanakan.pembangunan. ketenagakerjaan. Sebenarnya peranan perempuan untuk berpartisipasi di berbagai bidang pembangunan telah diakui dan dihargai. IDG dibentuk berdasarkan tiga komponen. perempuan sebagai tenaga profesional. Dengan demikian. Secara kuantitas banyak perempuan telah menduduki jabatan strategis yang memungkinkan perempuan dapat berperan sebagai pengambil keputusan. maupun pengambilan keputusan. Namun dari aspek kualitas masih banyak hal yang perlu ditingkatkan. pemerintah terus berupaya mendorong keterlibatan perempuan dalam pembagunan melalui peningkatan kapabilitas dasar SDM. administrasi. yaitu keterwakilan perempuan dalam parlemen. perempuan masih mengalami ketertinggalan dibandingkan dengan laki-laki pada bidang-bidang seperti pendidikan.

4. Persamaan peranan dalam hal ini seperti partisipasi dalam proses pengambilan keputusan di bidang politik maupun penyelenggaraan pemerintahan. pencapaian komponen IDG. dan disparitas peranan perempuan antarwilayah/daerah. kehidupan ekonomi dan PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 51 . tetapi bisa juga bermakna pada persoalan persamaan peranan. komponen/indikator yang berkontribusi terhadap capaian peranan perempuan. Kesetaraan gender tidak hanya merujuk pada persoalan persamaan status dan kedudukan antara laki-laki dan perempuan.1. Perkembangan Pemberdayaan Gender Kesetaraan dan keadilan gender bisa dimaknai sebagai suatu kondisi dimana porsi dan siklus sosial perempuan dan lakilaki setara.menggambarkan kondisi terkini (riil) perempuan sehubungan dengan peranannya dalam pengambilan keputusan di berbagai bidang kehidupan. Pada bab ini pencapaian pemberdayaan gender akan dibagi ke dalam 3 (tiga) pokok bahasan. tanpa ada salah satu kelompok yang merasa dirugikan atau di-marginalkan. yaitu perkembangan pembangunan gender (IDG). Ketiga pokok bahasan ini diharapkan mampu memberikan gambaran pencapaian peranan perempuan secara umum dalam pengambilan keputusan. seimbang dan harmonis. serasi. dan disparitas IDG.

akan dibahas dalam uraian berikut ini.2. 52 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 . Hal ini terjadi di semua komponen baik dalam partisipasi politik. Pencapaian Komponen IDG Berdasarkan gambar 4. secara umum capaian komponen IDG pada tahun 2011 untuk perempuan masih lebih rendah dari laki-laki. khususnya kontribusi perempuan dalam pendapatan rumah tangga. pembangunan manusia telah memberikan kesempatan kepada semua penduduk tidak terkecuali. Pada tahun 2004. IDG Indonesia terus meningkat hingga pada tahun 2011 nilainya hampir mencapai level 70-an. IDG Indonesia masih berada pada level 50-an yaitu sebesar 59. Seperti yang telah dikemukakan sebelumnya. 2006). IDG merupakan ukuran komposit yang dapat digunakan untuk mengkaji sejauh mana persamaan peranan perempuan dalam proses pengambilan keputusan serta kontribusi dalam aspek ekonomi maupun sosial. Pertama. Hal ini bisa diartikan bahwa peran serta perempuan dalam pengambilan keputusan dan kegiatan ekonomi semakin menunjukkan arah yang lebih baik.sosial. perempuan diposisikan memiliki peranan yang strategis.14. Masih relatif rendahnya capaian perempuan jika dibandingkan laki-laki bisa disebabkan oleh dua hal. 4. sehingga terkesan bahwa perempuan selalu termarginalkan (BPS. maka perlu mengkaji setiap komponen IDG. dan yang kedua. Dengan demikian pemberdayaan dalam konteks ini. Namun dalam kurun waktu 7 tahun.70. Untuk mengetahui lebih jauh peranan perempuan dalam pengambilan keputusan.2. yaitu sebesar 69. maupun dalam perekonomian. tetapi kesempatan ini tidak digunakan secara optimal oleh kelompok lain (dalam hal ini perempuan). bahwa pembangunan yang selama ini dilakukan lebih banyak menguntungkan laki-laki. Unsur-unsur persamaan peranan tersebut merupakan komponen yang tercakup dalam penghitungan indeks pemberdayaan gender (IDG). Untuk melihat sejauh mana perbedaan capaian antara laki-laki dan perempuan. pengambilan keputusan. Perkembangan IDG sejak tahun 2004 hingga tahun 2011 terus menunjukkan peningkatan.

49 persen. yang menyebutkan bahwa kuota perempuan untuk dapat berpartisipasi dalam politik sekitar 30 persen. Pada uraian sebelumnya telah dipaparkan bahwa pencapaian perempuan dalam bidang pendidikan dan ketenagakerjaan relatif masih tertinggal dari pencapaian laki-laki. tentu akan membawa dampak yang positif dalam pemberdayaan perempuan mangingat kebijakan-kebijakan yang dibuat akan lebih memperhatikan isuisu gender. Ketimpangan ini ternyata terjadi pula dalam bidang politik.Keterwakilan Perempuan di Parlemen Upaya pemerintah dalam meningkatkan kapabilitas penduduknya masih meninggalkan persoalan yaitu masih terjadinya ketimpangan aksesibilitas antara laki-laki perempuan. Keterwakilan perempuan dalam parlemen masih relatif kecil yaitu hanya sebesar 17.82 persen.12 Tahun 2003. PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 53 . Nilai ini masih dibawah kuota yang diatur dalam UU No. keterwakilan perempuan di parlemen menunjukkan peningkatan yang cukup menggembirakan. tetapi jika dibandingkan dengan hasil pemilu 2004 yang hanya mencapai 65 kursi dari 550 kursi yang ada di DPR atau sekitar 11. Meskipun belum mencapai kuota sesuai UU. Apabila kuota perempuan yang telah diatur dalam UU tersebut mampu dicapai secara optimal.

Tabel 4.1 Perkembangan Jumlah Anggota DPR RI.60 1999 456 44 500 8. dan teknisi.82 2009 460 100 560 17.13 1987 441 59 500 11.80 2004 485 65 550 11.04 1982 418 42 460 9. Persentase tertinggi terjadi pada saat pemilu 2009. anggota DPR perempuan sejak tahun 1955 relatif menunjukkan peningkatan.86 Sumber : Statistik Indonesia 2011 Jika dilihat perkembangannya baik dari segi jumlah maupun persentase. dan Teknisi Indikator lain yang juga digunakan dalam mengukur indeks komposit IDG yaitu persentase perempuan sebagai tenaga manager. kepemimpinan. hanya perempuan kurang memiliki kesempatan karena terbentur oleh persoalan budaya serta kodrat yang melekat terkait dengan 54 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 . Meskipun masih cukup jauh dari kuota yang ditetapkan dalam UU. 1955-2009 Pemilu Laki-laki Perempuan Jumlah Pesentase 1955 256 16 272 5. Keterlibatan perempuan di posisi ini memberikan gambaran kemajuan terhadap peranan perempuan. Administrasi.74 1977 423 37 460 8. Indikator ini menunjukkan peranan perempuan dalam pengambilan keputusan di bidang penyelenggaraan pemerintahan.80 1992 438 62 500 12. Tenaga Manager.88 1971 429 31 460 6. tetapi dari tren yang menunjukkan peningkatan maka pemberdayaan perempuan khususnya dalam bidang politik mengindikasikan arah yang positif. Profesional. Padahal perempuan memiliki potensi yang sama baiknya dengan laki-laki.40 1997 442 58 500 11. profesional. mengingat selama ini perempuan hanya dipandang sebagai makhluk berurusan dengan pekerjaan rumah tangga. kehidupan ekonomi dan sosial.

mengingat masih terbatasnya perempuan sebagai tenaga profesional. Jika dilihat dari struktur penduduk dalam ketenagakerjaan terlihat bahwa tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 55 . kepemimpinan/managerial.3. 2003). Capaian tahun 2011 sebesar 45. capaian perempuan saat ini dalam pengambilan keputusan dan perekonomian menunjukkan peningkatan yang signifikan. meningkat sebesar 1.16 persen. administrasi. dan organisasi sosial lainnya sangat kecil. karena capaian pada tahun 2004 masih sebesar 38.73 persen dari capaian 2010 dan 0. Meningkatnya persentase perempuan sebagai tenaga profesional menandakan bahwa keterlibatan perempuan dalam mengambil keputusan dan berpartisipasi dalam perekonomian semakin bisa disejajarkan dengan laki-laki. keterlibatan perempuan dalam pengambilan keputusan di bidang penyelenggaraan pemerintahan.fungsi-fungsi reproduksi (Parawansa.27 persen dari capaian tahun 2009. swasta.75 persen. meskipun cukup berfluktuasi. komponen ini juga masih menunjukkan bahwa capaian perempuan lebih rendah dari laki-laki. serta teknisi. Jika melihat pada pola grafik 4. Hanya sayangnya. Persentase perempuan sebagai tenaga profesional pada 2011 mengalami peningkatan setelah tahun lalu sempat menurun. Tak jauh berbeda dengan komponen sebelumnya.

seharusnya diiringi dengan peningkatan lapangan pekerjaan yang tidak bias gender sehingga mampu menyerap angkatan kerja tanpa ada diskriminasi gender. Jika dilihat dari komposisi angkatan kerja. sementara laki-laki berkisar pada angka 61 persen. meningkat menjadi 67. 56 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 . Peningkatan TPAK menandakan bahwa semakin besarnya persentase penduduk usia 15 tahun ke atas yang termasuk ke dalam angkatan kerja. Persentase angkatan kerja perempuan masih berkisar pada angka 38 persen. Persentase terendah terjadi pada tahun 2009 sebesar 43. Namun meskipun perlahan.23 persen. dan menjadi 68. Semakin meningkatnya persentase angkatan kerja perempuan. persentase angkatan kerja perempuan meningkat tiap tahunnya.34 persen pada tahun 2011.72 persen pada tahun 2010. Pada formasi pegawai negeri sipil (PNS). sementara persentase tertinggi terjadi pada tahun 2011 yang mencapai 47.63 persen. Berdasarkan data pada gambar 4. Pada tahun 2009 TPAK Indonesia sebesar 67.16 persen. tampak bahwa persentase PNS perempuan sejak 2007 hingga 2011 relatif tidak tertinggal jauh dari laki-laki.menunjukkan tren yang terus meningkat.4 bisa diartikan bahwa penerimaan pegawai negeri sipil relatif tidak terjadi diskriminasi gender melihat hampir setaranya persentase PNS laki-laki dan perempuan. tampak bahwa masih didominasi oleh laki-laki.

yaitu jika melihat persentase pejabat struktural PNS yang dipilah menurut jenis kelamin.91 persen. Untuk itu masih diperlukan upaya lebih serius dari berbagai pihak terutama penentu kebijakan dalam rangka mendorong perempuan lebih PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 57 . Berdasarkan gambar 4. Hal ini menunjukkan bahwa peran perempuan dalam pengambilan keputusan masih relatif kecil. Sementara persentase pejabat struktural perempuan hanya sebesar 24.6 tampak bahwa laki-laki masih mendominasi jabatan struktural dengan persentase sebesar 75.Persentase PNS laki-laki dan perempuan yang tidak terlalu timpang bisa dikatakan sebagai sebuah langkah yang cukup positif dalam menuju keadilan dan kesetaraan gender. Namun masih terdapat persoalan lain.09 persen.

Indeks Pemberdayaan Gender di tingkat provinsi memberikan gambaran lengkap pencapaian persamaan peranan perempuan dan laki-laki sebagai dampak dari kegiatan 58 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 .14. Namun demikian. peningkatan nilai IDG nasional tersebut masih menunjukkan kesenjangan yang relatif besar antarwilayah di tingkat provinsi.maju dalam mencapai kapabilitas yang optimum sehingga dapat berpeluang menduduki jabatan-jabatan strategis. kualitas sumber daya di wilayah timur Indonesia jauh tertinggal dibandingkan sumber daya manusia di wilayah bagian barat Indonesia. Banyak faktor yang menyebabkan ketertinggalan pembangunan di wilayah bagian timur Indonesia. 4.99 poin menjadi 69. Pada subbab ini akan mengulas lebih jauh tentang kesenjangan pemberdayaan gender antarwilayah di Indonesia. Capaian IDG Provinsi Indeks Pemberdayaan Gender secara nasional pada tahun 2010 sebesar 68. Kesenjangan pemberdayaan gender antar wilayah masih menjadi fenomena yang perlu mendapat perhatian khusus dari pemerintah daerah dan pemerintah pusat. salah satunya terkait dengan kondisi alamnya dan kondisi Infrastruktur di bagian pedalaman yang sangat buruk sehingga tercipta daerahdaerah kantong yang terisolasi (BPS. 2001). tetapi salah satu masalah pembangunan di Indonesia adalah kesenjangan pembangunan antar wilayah. Ketertinggalan pembangunan di wilayah bagian timur Indonesia menyebabkan terjadinya kesenjangan capaian pembangunan di berbagai bidang kehidupan antarwilayah.15 dan setahun kemudian meningkat 0. Wilayah bagian barat Indonesia cenderung mengalami pembangunan yang lebih pesat dibandingkan wilayah bagian timur Indonesia. Disparitas IDG Pembangunan nasional seyogianya merupakan pembangunan merata di seluruh wilayah Indonesia.3. Akibatnya. Peningkatan nilai indeks tersebut mencerminkan adanya peningkatan persamaan peranan perempuan dan laki-laki secara nasional dalam pengambilan keputusan di bidang politik maupun bidang manajerial.

34). dan Bengkulu (Gambar 4.44 poin) sehingga nilai IDG tahun 2011 yang dicapai dibawah rata-rata IDG nasional. Sedangkan pencapaian IDG pada tahun 2011 yang melebihi rata-rata IDG nasional hanya terjadi di lima provinsi. Sulawesi Utara. Papua Barat (turun 0. Kalimantan Tengah. Kondisi ini perlu perhatian khusus dan upaya lebih kuat lagi untuk meningkatkan peranan perempuan mengingat kesenjangan gender masih terjadi di beberapa provinsi. yaitu Sulawesi Utara (turun 2.40).9). PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 59 . Namun demikian. Pada periode 2010-2011. dan Sumatera Utara (turun 0. Aceh (turun 1.44). Maluku. dan Bengkulu. Perkembangan pencapaian IDG menurut provinsi tahun 2010 dapat dilihat pada Gambar 4.pembangunan di suatu provinsi. jika dilihat dari perkembangannya pencapaian IDG pada periode 2010-2011terlihat bahwa ada empat provinsi menunjukkan penurunan. Sumatera Barat.8. Bali. DI Yogyakarta. Kalimantan Tengah.44). Hal ini mengindikasikan bahwa pembangunan gender di beberapa provinsi menunjukkan kemunduran. Pada gambar tersebut menunjukkan bahwa pencapaian IDG enam provinsi melebihi rata-rata IDG nasional. Keenam provinsi tersebut berturut-turut adalah Bengkulu. yaitu DI Yogyakarta. DKI Jakarta. provinsi Sulawesi Utara mengalami penurunan pencapaian nilai IDG (turun 2. Sumatera Utara.

Tabel 4.51).84.78 poin. IDG tertinggi diperoleh DI Yogyakarta pada tahun 2010 mencapai angka 77. Pencapaian IDG tertinggi diraih oleh DI Yogyakarta dengan nilai 77. Hal ini berarti bahwa disparitas pembangunan gender di tingkat provinsi semakin meningkat. Jarak yang ditimbulkan perbedaan pencapaian IDG tertinggi dan terendah tersebut meningkat dibandingkan tahun 2010 dimana perbedaan pencapaian IDG tertinggi dan IDG terendah sekitar 17. Provinsi yang menempati urutan tiga besar selama dua tahun terakhir ditempati oleh DI Yogyakarta.Di tingkat provinsi pencapaian IDG tahun 2011 relatif bervariasi.48). dan DKI Jakarta.84 di tahun 2011. Untuk posisi kelima dimana pada tahun sebelumnya ditempati Kalimantan Tengah maka pada tahun 2011 ditempati oleh Bengkulu (69. Berikutmya disusul oleh Maluku (76. sedangkan IDG terendah sebesar 52. Maluku. Perbedaan pencapaian IDG tertinggi dengan IDG terendah sekitar 25.2 memperlihatkan 6 provinsi yang mencatat kemajuan pesat selama tahun 2010-2011.33).70).06 diraih oleh Aceh.70 dan meningkat menjadi 77. Sedangkan posisi keenam yang sebelumnya ditempati 60 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 . dan DKI Jakarta (74. Untuk posisi keempat dimana pada tahun sebelumnya ditempati oleh Sulawesi Utara maka pada tahun 2011 digantikan oleh Kalimantan Tengah (69.33 poin.

62 Papua Barat 57. 2010-2011 2010 IDG 2011 IDG Kepulauan Riau 56.99 Sumber : BPS oleh Bengkulu pada tahun sebelumnya maka pada tahun 2011 digantikan oleh Jawa Tengah (68. Sedangkan provinsi Sulawesi Utara yang menempati urutan keempat pada tahun 2010 tergeser menempati urutan kedelapan (68.3).39 NTB 54. BABEL 56.42 NTB 56.94 Maluku 76. 2010-2011 2010 IDG 2011 IDG DI Yogyakarta 77.49 Kep.05 Kalimantan Tengah 69. Enam provinsi dengan pencapaian IDG terendah pada dua tahun terakhir ini diraih oleh lima provinsi yang sama dan satu provinsi yang berbeda antar tahun (Tabel 4.33 Bengkulu 68.3 Provinsi dengan IDG Terendah.50 Jawa Tengah 68.23 DKI Jakarta 74.74 Kep. Namun demikian perlu dicatat bahwa berbeda dengan lima provinsi lainnya tercatat hanya Jawa Tengah yang memiliki indeks dibawah IDG nasional pada tahun 2011.2 Provinsi dengan IDG Tertinggi.57 Kalimantan Barat 55.70 DI Yogyakarta 77.84 Maluku 75.70 Sulawesi Utara 71.54 Papua 55.99). Kelima provinsi yang sama mengalami pergeseran atau pertukaran tempat antarprovinsi kecuali Aceh dan Kalimantan Barat berturut-turut menempati urutan terendah dan ketiga Tabel 4.62 Bengkulu 69.Tabel 4.26 Kalimantan Barat 56.03 Aceh 53.06 Sumber : BPS PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 61 .51 DKI Jakarta 73.40 Aceh 52. Bangka Belitung 55.48 Kalimantan Tengah 68.70 Papua 57.61).

97). Kalimantan Barat. Kep.77 Minahasa Utara 77.63 Minahasa 78.40 Kota Banjarmasin 78. tetapi pada tahun 2010 posisi tersebut diduduki oleh NTB dengan angka IDG sebesar 54. Papua Barat.45 Kota Kendari 78.29 Barito Utara 78. Bangka Belitung mengalami peningkatan. Siau Tagulandang Biaro 78.75 Kota Surabaya 77. dan Aceh. Provinsi yang menduduki peringkat IDG enam terendah tahun 2011 adalah Papua.21 Kota Tomohon 78.49.37 Kota Banjarmasin 78.44 Kota Madiun 79. namun peningkatan tersebut tidak sepesat peningkatan yang terjadi di NTB. Secara keseluruhan. Hal ini bukan berarti Kep. 2010-2011 2010 IDG 2011 Gunung Mas 82. Nusa Tenggara Barat (NTB). Capaian IDG Kabupaten/Kota Perkembangan pencapaian IDG sebagian besar kabupaten/kota selama tahun 2010-2011 mengalami peningkatan.75 Kota Depok 77. Bangka Belitung mengalami kemunduran karena angka IDG Kep.56 Minahasa 76. kecuali 154 kabupaten/kota (30.4 Kabupaten/Kota dengan IDG Tertinggi.52 Kota Kendari 79.terendah.40 Barito Utara 76.08 Kota Madiun 78.53 Gunung Mas 83. Bangka Belitung.53 Kep. Peringkat kelima terendah pada tahun 2011 ditempati oleh Papua Barat tetapi mengalami kemunduran dibanding tahun sebelumnya dengan angka IDG sebesar 57. Bangka Belitung menduduki peringkat kedua terendah di tahun 2011. sebagian besar angka IDG provinsi mengalami peningkatan tetapi laju kecepatan peningkatan IDG masingmasing provinsi berbeda sehingga terjadi pergeseran peringkat IDG provinsi. Kep.69 Kota Salatiga 81.63 Kota Malang 78.99 persen dari Tabel 4.66 Kota Tomohon 78.27 Sumber : BPS 62 IDG PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 .

88 Yahukimo 38. Sebagian besar kabupaten/kota tersebut berasal dari wilayah bagian timur dan memiliki IDG yang rendah.55 poin dari tahun 2010. Dari sepuluh Kabupaten/kota yang memiliki IDG tertinggi di tahun 2010 hanya tujuh yang mampu mempertahankan posisinya di tahun 2011 meskipun terjadi beberapa pergeseran urutan. angka ini naik sebesar 0.44 Teluk Bintuni 30.91 Luwu Utara 39. posisi sepuluh kabupaten/kota PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 63 .29 Sumbawa Barat 38.08) dan Kota Kendari (79. Pada posisi pertama dan ketiga tidak ada pergeseran urutan kabupaten/kota dengan kata lain masih ditempati kabupaten/kota tahun 2010.59 Deiyai 19.61 Deiyai 20.59 Sorong 38.08. yaitu Gunung Mas (83. Sedangkan untuk urutan sepuluh kabupaten/kota dengan IDG terendah terlihat mengalami perubahan posisi yang umumnya disebabkan oleh pembentukan kabupaten baru (pemekaran).83 Labuhan Batu Utara 23.61 Paniai 32.27 Dogiyai 38.5 Kabupaten/Kota dengan IDG Terendah. IDG tertinggi kabupaten/kota tahun 2011 mencapai 83.24 Sumber : BPS 497 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.02 Teluk Bintuni 38. Data tahun 2010 menunjukkan bahwa tercatat 65 kabupaten/kota yang memiliki indeks diatas IDG nasional.85 Melawai 39. Sebagian besar kabupaten/kota tersebut berasal dari wilayah bagian barat dan memiliki IDG yang cukup tinggi.13 Labuhan Batu Utara 38.09 Halmahera Selatan 35.61 Lingga 38.Tabel 4.37).36 Tambrauw 31. 2010-2011 2010 IDG 2011 IDG Pulau Morotai 38.58 Asmat 31.27 Tambrauw 37.53 Lingga 37. dan setahun kemudian berkurang menjadi 61 kabupaten/kota. Pada tahun 2011.

dan Sulawesi Selatan (Luwu Utara).dengan IDG terendah didominasi oleh kabupaten/kota dari Provinsi Papua dan Papua Barat. sisanya masing-masing satu kabupaten dari provinsi Sumatera Utara (Labuhan Batu Utara). Enam kabupaten/kota lainnya adalah Teluk Bintuni. Kepulauan Riau (Lingga). 64 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 . dan dua kabupaten baru/pemekaran yaitu Dogiyai dan Deiyai. Yakuhimo. Hal ini menunjukkan adanya disparitas pembangunan dimana pembangunan di wilayah bagian timur Indonesia masih tertinggal jauh dibandingkan provinsi atau kabupaten/kota di bagian barat Indonesia. Kalimantan Barat (Melawai). Tambrauw. Asmat.

IPG. dan IDG .5 Keterkaitan Antara IPM.

.

DAN IDG 5 5. Untuk memenuhi kebutuhan terakhir maka disusun Indeks PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 67 . Oleh karena kompleksitas dari suatu kegiatan pembangunan.KETERKAITAN ANTARA IPM. Untuk mengukur kinerja pembangunan diperlukan suatu indikator pembangunan. budaya atau aspek lain. Walaupun dengan menggunakan IPM akan dapat dilakukan analisis terhadap capaian pembangunan di suatu wilayah. sampai saat ini belum ada satu indikator yang disepakati semua pihak sebagai ukuran tunggal tentang capaian pembangunan secara keseluruhan. untuk melakukan analisis dan perbandingan capaian pembangunan (baik antar waktu maupun antar wilayah) pada umumnya digunakan indikator-indikator pembangunan yang secara khusus memiliki fokus terhadap aspek tertentu. IPM yang lebih tinggi menunjukkan capaian pembangunan yang lebih baik pula. pembangunan kesehatan (diukur dengan angka harapan hidup) dan pembangunan pendidikan (diukur dengan angka melek huruf). Itulah sebabnya. IPG. baik secara ekonomi. akan tetapi indikator ini tidak mampu mencerminkan disparitas gender yang justru sedang menjadi perhatian global. sosial.1. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan Indeks Pembangunan Gender (IPG) merupakan dua jenis indikator yang sering digunakan dalam analisis capaian pembangunan negara dan wilayah. IPM secara khusus mengukur capaian pembangunan manusia yang terdiri dari tiga komponen: pembangunan ekonomi (diukur dengan pendapatan per kapita dan didekati dengan pengeluaran per kapita). Hubungan Antara IPM Dengan IPG Keterkaitan Antara IPM 2011 dengan IPG 2011 P embangunan merupakan suatu proses yang kompleks dan bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan penduduk secara menyeluruh.

Pada tahun 2011. Dalam kondisi ideal. IPM Indonesia telah mencapai 72. yang pada dasarnya hampir sama dengan IPM tetapi dilakukan pemilahan jenis kelamin untuk masing-masing komponennya.77 akan tetapi IPG-nya ternyata baru sebesar 67. Penting untuk dicatat bahwa IPG sebenarnya merupakan IPM setelah dikoreksi dengan tngkat disparitas gendernya.80. Nilai IPG yang semakin jauh dari nilai IPM-nya memperlihatkan bahwa disparitas gender yang terjadi di wilayah pengamatan juga akan semakin tinggi pula. dengan menggunakan IPG akan dapat diukur capaian pembangunan manusia yang telah memasukkan aspek disparitas gender. misalnya. disparitas gender masih terjadi di dalam proses pembangunan di Indonesia. Secara nasional. maka nilai selisih antara kedua indeks ini 68 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 . Artinya. yaitu ketika disparitas gender relatif rendah. nilai IPG Indonesia masih selalu lebih rendah dibandingkan dengan nilai IPM-nya. nilai maksimal dari IPG di suatu wilayah tidak akan pernah melampaui nilai IPM-nya.1 yang memperlihatkan bahwa sepanjang periode 2004 – 20011. Hal ini ditunjukkan oleh Gambar 5. Selisih antara IPM dan IPG sebenarnya menunjukkan tingkat koreksi terhadap IPM yang diakibatkan oleh adanya disparitas gender.Pembangunan Gender (IPG). Jadi.

yaitu Sumatera Utara. Walaupun demikian perkembangan tahun terakhir telah memperlihatkan hasil yang menggembirakan.2 dapat dilihat bahwa disparitas dalam pelaksanaan pembangunan di Indonesia pada periode 2004 – 2011 berfluktuasi dengan kecenderungan terus meningkat secara pelahan. Bali. 4 Sebagai pembanding untuk mengklasifikasikan apakah nilai indeks dari suatu provinsi berada di atas atau bawah nilai indeks nasional. KUADRAN I : IPM dan IPG di atas rata-rata nasional. Dengan menggunakan nilai IPM dan IPG nasional tahun 2011 sebagai tolok ukur4.97. Sumatera Barat. Sebagai pembanding untuk mengklasifikasikan apakah nilai indeks dari suatu provinsi berada di atas atau di bawah nilai indeks nasional. Kalimantan Tengah. nilai selisih antara IPM dan IPG pada tahun 2011 adalah sebesar 4.07.3. Capaian delapan provinsi ini secara umum lebih baik dibandingkan dengan provinsi lainnya. DKI Jakarta. provinsi-provinsi di Indonesia hanya tersebar ke dalam tiga kelompok atau kuadran seperti yang disajikan pada Gambar 5. menurun dibandingkan nilai selisih tahun sebelumnya yang mencapai 5. 4 Terdapat 8 (sekitar 24 persen dari seluruh jumlah provinsi) yang termaduk di dalam kuadran ini. PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 69 . Bengkulu. dan Sulawesi Utara. DI Yogyakarta. baik dari sisi pembangunan manusia maupun dari sisi pembangunan gender.akan mendekati nol. Berdasarkan data selisih antara IPM dan IPG yang disajikan pada Gambar 5.

Terdapat 7 (sekitar 21 persen) provinsi yang termasuk dalam kelompok ini. Maluku Utara.KUADRAN II : IPM di atas rata-rata nasional tetapi IPG di bawah rata-rata nasional. Walaupun capaian pembangunan manusia di provinsi-provinsi tersebut secara umum sudah relatif lebih baik dibandingkan dengan provinsi lain. dan Kalimantan Timur. Jawa Barat. Kalimantan Barat. Sulawesi Tengah. dan Papua Barat. Kepulauan Riau. Kalimantan Selatan. NTT. Jambi. yaitu Aceh. Sulawesi Selatan. KUADRAN III : IPM dan IPG di bawah rata-rata nasional. akan tetapi kondisi kesetaraan gender dalam pembangunan di masing-masing provinsi tersebut masih relatif rendah. Jawa Timur. Sumatera Selatan. Papua. Kepulauan Bangka Belitung. yaitu Riau. Jawa Tengah. Gorontalo. Sulawesi Tenggara. Sulawesi Barat. 70 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 . Lampung. NTB. Banten. Maluku. Provinsi-provinsi yang capaian pembangunan manusia dan kesetaraan gendernya belum terlalu baik mencapai 18 (sekitar 55 persen).

melainkan oleh karena pencapaian pembangunan manusia di provinsi yang bersangkutan memang masih relatif rendah dibandingkan dengan provinsi lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa pada tahun 2011 provinsiprovinsi yang memiliki IPG lebih rendah dibandingkan dengan IPG nasional.Dibandingkan dengan provinsi lainnya. bukan semata-mata disebabkan oleh buruknya kondisi disparitas gender di provinsi yang bersangkutan.3 dapat dilihat bahwa tidak ada satu pun provinsi yang masuk dalam Kuadran IV (IPM rendah dan IPG tinggi). diperlukan usaha yang lebih keras bagi semua provinsi di kelompok ini untuk mengejar ketertinggalannya dengan provinsi lain. begitu juga sebaliknya.4. Maksudnya. Pengelompokan provinsi sesuai dengan nilai IPM dan IPG seperti yang telah diuraikan memperlihatkan bahwa secara umum asosiasi antar IPM dan IPG adalah searah. Hal yang sama ternyata berlaku juga untuk hubungan antara IPM dan IPG pada tingkat kabupaten/kota seperti yand disajikan pada Gambar 5. Dari Gambar 5. PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 71 . provinsi yang memiliki nilai IPM tinggi akan cenderung memiliki nilai IPG yang tinggi pula.

selisih antara IPM dan IPG di suatu wilayah tertentu pada dasarnya memperlihatkan tingkat disparitas atau kesetaraan gender dalam capaian pembangunan manusia di wilayah tersebut. Hal menarik yang patut dicatat adalah bahwa kesetaraan gender di suatu provinsi tidak hanya ditentukan oleh tinggi rendahnya IPM yang dicapai. melainkan dipengaruhi sekaligus oleh nilai IPM dan IPG dari provinsi tersebut. sebaliknya jika selisihnya semakin kecil maka kesetaraan gendernya akan semakin baik. Sementara provinsi-provinsi dengan IPM tinggi dan IPG rendah atau dengan IPM rendah dan IPG tinggi disparitas gendernya akan cenderung tinggi. walaupun nilai IPM-nya tergolong tinggi (urutan ke-5 tertinggi dibandingkan dengan provinsi lain) ternya memiliki tingkat kesetaraan gender yang paling buruk. Perbandingan kesetaraan gender dalam pembangunan manusia antar provinsi untuk tahun 2010 dan 2011 adalah seperti yang disajikan pada Tabel 5. Kalimantan Timur. Maksudnya. misalnya. Dari Tabel 5.Kesetaraan Gender Antar Propinsi 2010-2011 Seperti yang telah diuraikan sebelumnya. jika selisih antara IPM dan IPG untuk suatu wilayah semakin besar maka kesetaraan gender dalam pembangunan manusia di wilayah tersebut semakin buruk. Papua dan Maluku tergolong sebagai provinsi yang dalam melakukan pembangunan manusia memiliki kesetaraan gender yang baik. capaian IPM yang tinggi ternyata juga tidak selalu sejalan dengan tingginya tingkat kesetaraan gender. 72 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 . karena selisih IPM dan IPG untuk ketiga provinsi ini relatif sangat rendah dibandingkan dengan provinsi lain. IPM untu ketiga provinsi ini justru relatif rendah dibandingkan dengan provonsi lainnya. Provinsi-provinsi yang memiliki IPM dan IPG tinggi (berada pada Kuadran I dalam pembahasan sebelumnya) atau IPM dan IPG rendah (Kuadran III) akan cenderung memiliki kesetaraan gender yang baik.1 dapat dilihat bahwa Provinsi NTT. akan tetapi capaian pembangunan manusia secara umum justru termasuk yang rendah. Di sisi lain. Artinya. walaupun kesetaraan gender dalam pembangunan manusia di ketiga provinsi tersebut termasuk yang terbaik dibandingkan dengan provinsi lain.1. Sebaliknya.

2011 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 73 .05 -0.40 3.36 Sumber: BPS.29 -0.51 12.88 5.62 2.53 -0.08 -0.35 4.48 6.58 4.42 6.13 0. BANGKA BELITUNG BALI PAPUA BARAT NTB 11.37 3.31 9.85 8.25 9.50 -0.11 4.59 4.09 4.13 0.25 4.72 4.18 -0.66 3.60 10.85 8.60 10.23 -0.33 9.01 -0.38 -0.90 6.28 9.64 6.62 9.01 0.08 -0.04 -0.30 8.28 2011 4.42 4.19 -0.36 -0.95 4.20 6.58 5.94 5.50 4.93 4.32 15.06 0.23 -0.36 4.43 -0.00 0.15 8.97 4.25 7.41 9.12 5.15 6.15 -0.56 9.17 11.27 15.49 7.03 -0.13 -0.36 4.47 10.42 6.25 -0.39 2.1 Selisih IPM dan IPG menurut Provinsi Tahun 2010-2011 Provinsi SUMATERA BARAT 2010 5.73 Perubahan -0.59 10.07 -0.08 0.19 4.13 13.95 13.76 2.95 6. RIAU MALUKU UTARA JAWA BARAT SUMATERA SELATAN SULAWESI TENGGARA PAPUA DKI JAKARTA SUMATERA UTARA SULAWESI SELATAN NTT JAWA TENGAH SULAWESI UTARA BENGKULU GORONTALO SULAWESI TENGAH MALUKU SULAWESI BARAT JAMBI KALIMANTAN BARAT KALIMANTAN TENGAH KALIMANTAN TIMUR ACEH D I YOGYAKARTA BANTEN RIAU KALIMANTAN SELATAN LAMPUNG JAWA TIMUR KEP.69 8.13 9.00 0.56 12.43 6.26 7.20 -0.Gambaran tentang kesetaraan gender seperti yang telah diuraikan menunjukkan bahwa kemajuan pembangunan manusia di berbagai provinsi di Indonesia masih belum selalu sejalan Tabel 5.28 -0.01 0.12 2.59 4.56 KEP.49 -0.08 -0.

IDG merupakan angka indeks komposit yang secara khusus dimaksudkan untuk mengukur pemberdayaan perempuan dalam berbagai aspek pembangunan. Namun demikian. yang menunjukkan bahwa kesetaran gender di semua provinsi ini mengalami peningkatan. Terdapat 25 provinsi yang mengalami penurunan selisih antara IPM dan IPG-nya (lihat Tabel 5. Berbeda dengan IPG yang pada dasarnya hanya merupakan IPM setelah dikoreksi dengan kesetaraan gender untuk setiap komponennya. Bali. indeks lain yang sering digunakan untuk melihat capaian pembangunan dalam konteks gender adalah Indeks Pemberdayaan Gender (IDG). yaitu kesamaan peranan antara laki-laki dan perempuan dalam proses pengambilan keputusan politik (sebagai anggota parlemen) di suatu wilayah. Hubungan IPM dan IDG Selain IPM dan IPG.dengan peningkatan kesetaraan gender. Terdapat tiga komponen yang digunakan dalam penghitungan IDG. Paua Barat dan NTB) yang nilai selisihnya justru meningkat atau tetap. Sementara hanya 8 provinsi (Riau. Kepulauan Bangka Belitung.1). 5. Kalimantan Selatan. kesamaan kontribusi secara 74 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 . upaya perbaikan kesetaraan gender pada umumnya telah memberikan hasil yang positif di sebagian besar provinsi.2. Lampung. Jawa Timur.

dan kesamaan peranan dalam kehidupan sosial (peran sebagai manajer. tingkat pencapaian pembangunan manusia di Indonesia ternyata memiliki keterkaitan secara positif dengan tingkat pencapaian pemberdayaan gender (lihat Gambar 5. Riau. Kelompok ini terdiri dari provinsi-provinsi Sumatera Utara. Provinsi dengan IPM yang lebih tinggi pada umumnya akan diikuti dengan IDG yang lebih tinggi pula. DKI Jakarta. maka keseluruhan provinsi di Indonesia dapat dikategorikan sebagai berikut: Kuadran I : IPM tinggi dan IDG tinggi. Sumatera Selatan. administrasi dan teknisi). Kep. Kalimantan Timur. ekonomi dan sosial dalam kegiatan pembangunan juga relatif tinggi. ekonomi dan sosial di masing-masing provinsi yang termasuk ke dalam kelompok ini masih relatif rendah dibandingkan dengan peranan perempuan di tingkat nasional.77 sebagai tolok ukur. DI Yogyakarta. Di masing-masing provinsi. Kep. Riau. Provinsi yang termasuk dalam kategori ini adalah Bengkulu. peran perempuan dalam kegiatan politik. IPM yang tinggi ternyata belum disertai dengan pemberdayaan gender yang tinggi. Bangka Belitung. tenaga profesional. Artinya.ekonomi (pendapatan). Kuadran II : IPM tinggi dan IDG rendah. dan Kalimantan Tengah.14 dan IPM nasional sebesar 72. PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 75 . Artinya. Tingginya capaian pembangunan manusia di masing-masing provinsi ini ternyata berjalan seiring dengan tingginya pemberdayaan gendernya.5). dan Sulawesi Utara. Jawa Tengah. Sumatera Barat. Jambi. peluang bagi perempuan untuk mengambil peran di bidang politik. Dengan menggunakan IDG nasional sebesar 69. Bali. Secara umum.

begitu juga dengan peranan perempuan dalam pembangunan juga tergolong rendah. Kalimantan Selatan. tetapi peranan perempuan dalam kegiatan pembangunan di provinsi ini ternyata lebih tinggi dibandingkan dengan tingkat nasional. 76 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 . ekonomi dan sosial. Walaupun capaian pembangunan manusia di Maluku relatif rendah dibandingkan dengan capaian secara nasional. Capaian pembangunan manusia di masing-masing provinsi pada kelompok ini tergolong rendah dibandingkan dengan capaian pada tingkat nasional. Jawa Timur. Kuadran IV : IPM rendah dan IDG tinggi. Lampung. Sulawesi Tenggara. masing-masing provinsi tersebut dituntut pula untuk bekerja keras dalam meningkatkan peranan perempuan dalam kegiatan politik.3.Kuadran III : IPM rendah dan IDG rendah. Kalimantan Barat. Papua Barat. Selain harus meningkatkan pembangunan manusia secara umum. 5. Dengan demikian permasalahan pembangunan yang dihadapi oleh masing-masing provinsi menjadi lebih berat dibandingkan dengan provinsi dari kelompok lain. Sulawesi Barat. Hubungan IPG dan IDG Capaian pembangunan gender ternyata memiliki hubungan positif dengan capaian pemberdayaan gender pada tahun 2011 (lihat Gambar 5. dan Papua. Sulawesi Tengah. Gorontalo. Sulawesi Selatan. Provinsi dengan IPG tinggi (relatif terhadap IPG nasional) ternyata cenderung memiliki IDG yang tinggi pula (relatif terhadap IDG nasional). Kelompok ini terdiri dari Provinsi Aceh. Banten.6). Maluku Utara. NTB. Jawa Barat. Hanya Provinsi Maluku yang termasuk dalam kelompok ini. NTT.

dan Kalimantan Tengah. Walaupun capaian pembangunan gender di tiap provinsi dalam kelompok ini telah melampaui capaian secara nasional. DI Yogyakarta. tapi PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 77 . Hal ini menunjukkan bahwa kesetaraan gender dalam pembangunan manusia yang tinggi di masing-masing provinsi telah disertai dengan tingginya peranan perempuan dalam pengambilan keputusan politik. dan kehidupan sosial. Kelompok ini terdiri dari Provinsi Bengkulu. Kuadran II : IPG tinggi dan IDG rendah. Hanya di 4 provinsi inilah pembangunan gender dan pemberdayaan gender memiliki capaian yang lebih tinggi dibandingkan dengan capaian pada tingkat nasional. kegiatan ekonomi. DKI Jakarta. Provinsi yang masuk kelompok ini adalah Sumatera Utara.Pengelompokan berdasarkan capaian IPG dan IDG masingmasing provinsi dibandingkan capaian untuk tingkat nasional adalah sebagai berikut: Kuadran I : IPG tinggi dan IDG tinggi. Sumatera Barat. Bali. dan Sulawesi Utara.

Kalimantan Timur. Jawa Barat. Riau. Sulawesi Tengah. Kuadran III : IPG rendah dan IDG rendah. Sumatera Selatan. yaitu sekitar 73 persen. Maluku Utara. Sulawesi Selatan. Kep. Besarnya proporsi yang termasuk dalam kelompok ini. Bangka Belitung. Gorontalo. Jambi. Terdapat 24 provinsi yang termasuk dalam kelompok ini. dan Papua. Sulawesi Barat. Kep. Banten. Lampung. NTB. NTT. dan dalam kegiatan ekonomi dan sosial. Sulawesi Tenggara. Kalimantan Barat. menunjukkan bahwa sebagian besar provinsi di Indonesia masih perlu bekerja lebih keras untuk meningkatkan kesetaraan gender dalam pembangunan manusia dengan mengupayakan peningkatan peranan perempuan dalam proses pengambilan keputusan politik.keterlibatan perempuan dalam pengambilan keputusan politik. Jawa Timur. Jawa Tengah. yaitu Provinsi Aceh. Papua Barat. Kalimantan Selatan. kegiatan ekonomi dan sosial masih lebih rendah dibandingkan dengan capaian tingkat nasional. Riau. 78 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 .

PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 79 . Dengan melakukan perbandingan untuk suatu wilayah. 5 5 Jika indeks provinsi indeks nasional mak indeks provinsi dikategorikan sebag ‘tinggi’ dan sebalikn dikategorikan sebag ‘rendah’.4. Kelompok 6: IPM dan IDG rendah. Kelompok 7: IPM dan IPG rendah. Kelompok 1: IPM. dan IPG Perbandingan antara IPM-IPG. tetapi IDG rendah. IPG. IPG dan IDG semuanya tinggi5. IPG dan IDG semuanya rendah. Dengan menggunakan angka indeks nasional sebagai tolok ukur.7). e. Provinsi Maluku merupakan satu-satunya anggota kelompok ini. Perbandingan Antara IPM. Hubungan positif antara IPG dan IDG ternyata berlaku juga di tingkat kabupaten/kota (lihat Gambar 5. tetapi IPG tinggi. f. Oleh karena itu pada bagian ini akan dilakukan perbandingan ketiga indeks tersebut sekaligus. misalnya. 5. Kelompok 8: IPM. Kelompok 2: IPM dan IPG tinggi. Kelompok 3: IPM dan IDG tinggi. dapat diperoleh informasi apakah pembangunan manusia yang telah dicapai di wilayah tersebut sudah atau belum sejalan dengan tingkat kesetaraan gender dan tingkat pemberdayaan gendernya. d. b. h. c. tetapi IPG dan IDG tinggi. Jika indeks provinsi > indeks nasional maka indeks provinsi dikategorikan sebagai ‘tinggi’ dan sebaliknya dikategorikan sebagai ‘rendah’. Walaupun pembangunan gender di Maluku relatif rendah. tetapi IPG rendah.Kuadran IV : IPG rendah dan IDG tinggi. g. Kelompok 5: IPM rendah. IPM-IDG dan IPG-IDG telah memberikan gambaran tentang bagaimana antar indeks pembangunan memiliki keterkaitan satu sama lain. tetapi IPG dan IDG rendah. ternyata peranan perempuan dalam berbagai aspek pembangunan di Maluku sudah relatif tinggi. Akan tetapi kombinansi perbandingan antar indeks tersebut belum sepenuhnya mampu memberikan gambaran yang lebih baik tentang capaian pembangunan manusia secara umum (yang diukur dengan IPM) yang dikaitkan sekaligus dengan aspek kesetaraan gender (direpresentasikan dengan IPG) dan aspek pemberdayaan gender (direpresentasikan dengan IDG). Kelompok 4: IPM tinggi. maka setiap provinsi akan dapat dimasukkan ke salah satu dari 8 kelompok berikut: a. tetapi IDG tinggi.

dan Kalimantan Timur. Kelompok 8 (nilai IPM. Sumatera Selatan. NTB. dan Kalimantan Tengah. IPG dan IDG semua tinggi) yang terdiri dari Provinsi Bengkulu. Sulawesi Barat. tetapi IDG tinggi) pada tahun 2011. 80 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 . Papua Barat. Lampung. Kalimantan Barat. Bali. DKI Jakarta. Pada tahun 2011. dan Papua. Maluku Utara. Maluku. Provinsi Sulawesi Utara pada tahun 2010 berada pada Kelompok 1 (nilai semua indeksnya lebih tinggi dibandingkan dengan nilai nasional). Sulawesi Tengah.3. ternyata seluruh provinsi di Indonesia hanya mengelompok ke dalam lima kategori sebagai berikut: Kelompok 1 (nilai IPM. Provinsi Jawa Barat juga bergeser dari Kelompok 4 (IPM tinggi. Kelompok 7 (nilai IPM dan IDG tinggi . Kep. bergeser menjadi Kelompok 2 (IPM dan IPG tinggi tetapi IDG rendah) pada tahun 2011. Kep. IPG dan IDG semuanya rendah) terdiri dari Provinsi Aceh. Gorontalo. Jawa Barat.Berdasarkan nilai IPM. Jambi. Kelompok 4 (nilai IPM tinggi . IPG dan IDG untuk masing-masing provinsi maka pengelompokan untuk tahun 2010 dan 2011 masing -masing seperti yang disajikan pada Tabel 5.2 dan Tabel 5.2). Bangka Belitung. DI Yogyakarta. Sumatera Barat. tetapi nilai IDG rendah) terdiri dari Provinsi Sumatera Utara. Begitu juga Provinsi Maluku mengalami pergeseran dari Kelompok 5 (IPM rendah. tetapi nilai IPG rendah) yang hanya terdiri satu provinsi. Jawa Timur. Kelompok 2 (nilai IPM dan IPG tinggi . Jawa Tengah.Riau. Kalimantan Selatan. NTT. tetapi IPG dan IDG rendah) pada tahun 2010 menjadi Kelompok 8 (semua indeksnya lebih rendah dibandingkan dengan nilai indeks nasional) pada tahun 2011. tetapi IPG dan IDG tinggi) pada tahun 2010 menjadi Kelompok 7 (IPM dan IPG rendah . Banten. Sulawesi Selatan. tetapi nilai IPG dan IDG rendah) terdiri dari Provinsi Riau. Hanya terdapat tiga provinsi yang mengalami perubahan kelompok dalam dua tahun terakhir. dan Sulawesi Utara. Sulawesi Tenggara. Pengelompokan provinsi-provinsi tersebut ternyata tidak jauh berbeda dengan kondisi pada Tahun 2010 (Tabel 5.

Babel Rendah Kep. 2010 IDG Indikator Tinggi Tinggi Rendah Bengkulu Sumatera Utara DKI Jakarta Sumatera Barat DI Yogyakarta Bali Kalimantan Tengah Sulawesi Utara Riau Tinggi Jambi IPG Sumatera Selatan Kep. Klasifikasinya adalah sebagai berikut: a. Riau Jawa Barat Jawa Tengah Kalimantan Timur Tinggi Maluku Aceh IPM Lampung Jawa Timur Banten NTB NTT Kalimantan Barat Rendah IPG Rendah Kalimantan Selatan Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara Gorontalo Sulawesi Barat Maluku Utara Papua Barat Papua Keterangan: 1. 3. Jika dikategorikan sebagai “Tinggi”. Klasifikasi dilakukan dengan membandingkan nilai capaian untuk masing-masing provinsi dengan nilai capaian tingkat nasional. Klasifikasi berdasarkan nilai IPM.2 Pengelompokan Provinsi Berdasarkan IPM. dan b. PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 81 . IDG. Jika dikategorikan sebagai “Rendah”. IPG dan IDG 2. IPG dan.Tabel 5.

Walaupun dalam pengelompokkan yang telah dilakukan terdapat beberapa provinsi yang memiliki IPM. Klasifikasinya adalah sebagai berikut: a. Riau Jawa Tengah Kalimantan Timur Maluku Aceh Lampung Jawa Barat Jawa Timur Banten NTB NTT Kalimantan Barat Kalimantan Selatan Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara Gorontalo Sulawesi Barat Maluku Utara Papua Barat Papua IPG Rendah Tinggi IPM Rendah IPG Rendah Keterangan: 1. Jika dikategorikan sebagai “Rendah”.Tabel 5. 2011 IDG Indikator Tinggi Tinggi Tinggi Rendah Bengkulu DKI Jakarta DI Yogyakarta Kalteng Sumatera Utara Sumatera Barat Bali Sulawesi Utara Riau Jambi Sumatera Selatan Kep. Klasifikasi dilakukan dengan membandingkan nilai capaian untuk masing-masing provinsi dengan nilai capaian tingkat nasional. dan b. Bangka Belitung Kep. IPG dan IDG 2. Klasifikasi berdasarkan nilai IPM. IPG dan.3 Pengelompokan Provinsi Berdasarkan IPM. Jika dikategorikan sebagai “Tinggi”. 3. IPG atau IDG rendah. pada dasarnya tidak dapat diartikan bahwa kegiatan 82 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 . IDG.

terutama dalam penentuan target yang akan dicapai untuk masing-masing indeks.Masing-masing indikator ini ternyata memiliki perilaku yang berbeda. dan pengeluaran per kapita per tahun disesuaikan (dimensi ekonomi). Misalnya suatu provinsi dengan IPM ‘rendah’ telah menetapkan target untuk menjadi ‘tinggi’. sebenarnya setiap provinsi telah berhasil meningkatkan capaian pembangunannya. Angka melek huruf mungkin dapat ditingkatkan dalam jangka pendek (satu atau dua tahun) melalui berbagai program pemberantasan buta huruf atau buta aksara. Untuk Meningkatkan Capaian IPM Indikator yang digunakan untuk menghitung IPM terdiri dari angka harapan hidup saat lahir (dimensi kesehatan). upaya untuk meningkatkan capaian pembangunan yang kemudian diukur melalui berbagai angka indeks bukanlah merupakan upaya yang mudah. mungkin tidaknya nilai-nilai dari semua indikator komponen penyusun IPM untuk ditingkatkan. Kompleksitas dari suatu upaya untuk meningkatkan capaian angka indeks dapat diuraikan secara ringkas sebagai berikut. masing-masing provinsi memiliki kecepatan yang berbeda dalam meningkatkan capaian pembangunan. Perbedaan dalam kecepatan tersebut pada gilirannya memang akan memiliki implikasi terhadap kebijakan pembangunan yang akan diambil.Hanya saja hampir semua daerah agaknya angka melek hurufnya sudah sangat PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 83 .Diperlukan usaha yang berkesinambungan di bidang kesehatan secara umum dan kesehatan saat mengandung secara khusus untuk memperbaiki indikator ini. Dari perkembangan masing-masing angka indeks.pembangunan di provinsi yang bersangkutan kurang atau tidak berhasil. Kedua. Pada kenyataannya. Persoalannya. Pertama. Angka Melek Huruf (AMH) dan Rata-rata Lama Sekolah (dimensi pendidikan). IPM yang dicapai harus melampaui nilai IPM nasional. Angka harapan hidup saat lahir tidak mungkin ditingkatkan dalam jangka pendek. Sekurang-kurangnya terdapat dua hal yang harus dipertimbangkan.

Dengan demikian strategi untuk meningkatkan IPG akan sama dengan strategi peningkatan IPM. Pendapatan yang diterima penduduk yang diproksi melalui pengeluaran per kapita disesuaikan mungkin masih dapat ditingkatkan dalam jangka pedek atau menengah.Sedangkan perluasan pasar bagi produk barang dan jasa yang dilakukan di suatu wilayah dapat dilakukan dengan membangun fasilitas dan sarana pemasaran. faktor lain yang diduga juga memiliki peran penting adalah persepsi dan budaya masyarakat 84 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 . Strategi yang dapat ditempuh antara lain adalah dengan meningkatkan produktivitas tenaga kerja dan memperluas pasar. Masing-masing indikator pembentuk IDG agaknya tidak dapat ditingkatkan dalam jangka pendek. hanya saja untuk setiap indikator dipisahkan menurut jenis kelamin. Rata-rata lama sekolah juga tidak mungkin ditingkatkan dalam jangka pendek. proporsi tenaga profesional perempuan. sehingga hampir tidak mungkin untuk ditingkatkan lagi. Untuk Meningkatkan IDG Indikator yang digunakan dalam menghitung IDG terdiri dari partisipasi perempuan dalam parlemen. Selain faktor kapabilitas perempuan.Akan tetapi pengaruh lingkungan seperti kondisi budaya dan ekonomi juga perlu dipertimbangkan dalam mendorong penduduk untuk bertahan di bangku sekolah. dan kontribusi perempuan dalam perekonomian. tetapi dengan memberikan perhatian yang lebih terhadap komposisi jenis kelaminnya. Untuk Meningkatkan Capaian IPG Indikator yang digunakan untuk menghitung IPG pada dasarnya sama dengan yang digunakan dalam menghitung IPM.tinggi. Produktivitas tenaga kerja dapat ditingkatkan melalui berbagai program peningkatan ketrampilan tenaga kerja. lebih dari 95 persen. Berbagai faktor seperti kesiapan infrastruktur dan tenaga pengajar memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap capaian indikator ini.

terhadap keterlibatan perempuan dalam berbagai bidang
kehidupan. Berbagai program sosialisasi, advokasi dan
fasilitasi untuk mendorong peningkatan peran perempuan
dalam berbagai kegiatan pembangunan mungkin dapat
dijadikan sebagai pilihan. Alternatif lain yang mungkin juga
dapat ditempuh adalah dengan memberikan affirmative
action tertentu kepada perempuan untuk menduduki profesi
tertentu atau terlibat dalam politik dan pengambilan
keputusan.

PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012

85

6

Kesimpulan

.

Selain itu. ketimpangan capaian pembangunan gender (IPG) relatif sama sejak tahun 2004-2011. 5.31 poin. turun sebesar 0. PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 89 . Perbedaan pencapaian IPG tertinggi dengan IPG terendah pada tahun 2011 sekitar 17. tampak adanya peningkatan ketimpangan di beberapa provinsi.02 poin dari tahun 2010. Tentu hal ini merupakan kabar yang menggembirakan. 2. Hal ini berarti pembangunan manusia di Indonesia sudh terjadi di semua kelompok atau tidak didominasi oleh kelompok/jenis kelamin tertentu.KESIMPULAN D 6 ari pembahasan pada bab terdahulu maka dapat di tarik beberapa kesimpulan. yaitu sebagai berikut : 1. 4. Pada tahun 2011 lebih dari 90 persen kabupaten/kota telah mencapai level pembangunan manusia (IPM) kategori menengah atas. Secara umum. gambaran setiap provinsi menunjukkan adanya disparitas tingkat capaian pembangunan manusia menurut gender. Hal ini berarti disparitas pembangunan gender di tingkat provinsi menunjukkan tren yang menurun. DKI Jakarta dan Sulawesi Utara merupakan dua provinsi yang paling baik dilihat dari segi capaian pembangunan manusia yang tercermin pada tingginya nilai IPM yang diikuti oleh tingginya capaian pembangunan gender yang tercermin pada nilai IPG. Hasil plotting IPM 2011 terhadap IPG 2011 berdasarkan 497 kabupaten/ kota di Indonesia terdapat kaitan yang searah. Namun dilihat menurut provinsi. Namun yang perlu dicermati adalah capaian tersebut bila dipilah antara capaian laki-laki dan perempuan. 3.

9. Gap antara IPG dan IPM pada tahun 2011 yang paling rendah terjadi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Sementara pemberdayaan perempuan di Provinsi Aceh merupakan yang terendah. hal ini bukan berarti capaian pembangunan manusia (laki-laki dan perempuan) di NTT sudah cukup bagus karena kesenjangan (gap) tidak memperlihatkan level pembangunan yang dicapai. 7. PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 . Salah satu penyebab dari kesenjangan gender yang terjadi di Kalimantan Timur adalah terjadinya kesenjangan dalam sumbangan pendapatan laki-laki dan perempuan. Semakin besar jarak (gap) upah yang diterima antara lakilaki dan perempuan menyebabkan angka IPG makin kecil. 10. Namun demikian. Pemberdayaan perempuan di DI Yogyakarta tetap merupakan yang terbaik dibandingkan dengan provinsi lainnya di Indonesia. 8.90 6. menggambarkan peran perempuan dalam pengambilan keputusan dan ketenagakerjaan meningkat. Indeks pemberdayaan gender (IDG) meningkat dibanding tahun 2010. Daerah yang memiliki gap antara IPM dan IPG paling besar selama 2 tahun terakhir adalah Provinsi Kalimantan Timur.

Human Development Report 2006. 2005. 1997. J. Sun. Ltd. United Nations Development Programme (UNDP). Jakarta : Pusat Pelatihan Gender dan Peningkatan Kualitas Perempuan. 2011. J. PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 91 . 2007. Elizabeth. Jakarta : KPPPA. 2 : 126-135. International Cooperation at a Crossroads : Aid. Forum Penelitian Agro Ekonomi. Gender Representation In Politics and Public Administration : Taiwan and Asian Countries. 1992. United Nations Development Programme (UNDP). Woman Empowerment to Support Gender Mainstreaming in Rural Agricultural Development Policies. Kertas Kebijakan 1 : Pengarusutamaan Gender. 2005.DAFTAR PUSTAKA Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Tsai-Wei. London : Penguin Books Limited. World Bank. R. The State of Women in the World Atlas. Program Pembinaan Jarak Jauh Pengarusutamaan Gender. Human Development Report 2007/2008. Modul 2 : Konsep dan Teori Gender. New York : Hoechstetter Printing Co. 1998. Seager. BKKBN. Human Development Report 2005. United Nations Development Programme (UNDP). Sydney : Allen & Unwin Pty. Poverty and the Global Water Crisis. Kebijakan Bank Mengenai Gender dan Pembangunan. K. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA). New York : Palgrave Macmillan. Fighting Climate Change : Human Solidarity in a Divided World. Volume 25 No. Pemberdayaan Perempuan dalam Pembangunan Berkelanjutan. Parawansa. and Security in an Equal World.I. Haines. Trade. Suffrage to Sufferance : 100 Years of Women in Politics. 2007. New York : Palgrave Macmillan. Beyond Scarcity : Power. 2007. 2006. Singapore : National University of Singapore.

Sustainability and Equity : A Better Future for All. Human Development Report 2011. Human Development Report 2010. United Nations Development Programme (UNDP). New York : Palgrave Macmillan.United Nations Development Programme (UNDP). New York : Palgrave Macmillan. 92 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 . The Real Wealth of Nations : Pathways to Human Development. 2010. 2011.

Bambang Kristianto Lies Rosdianty Editor : Margo Yuwono Harmawanti Marhaeni Ahmad Avenzora Rustam Penulis : Haerani Natali Agustini Waris Marsisno Dyah Retno P Dimas Hari Santoso Adi Nugroho Fenti Anggraeni Pengolah Data : Adi Nugroho Fenti Anggraeni Perapihan Naskah : Dimas Hari Santoso PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 93 .TIM PENULIS Pengarah : J.

.

Lampiran PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 95 .

Lampiran 1. Diagram Penghitungan
Indeks Komposit

L1

Diagram Penghitungan IPM
DIMENSI

Umur Panjang
dan Sehat

INDIKATOR

Angka Harapan Hidup
Pada Saat Lahir

INDEKS

Indeks Harapan Hidup

Pengetahuan
Angka Melek
Huruf (Lit)

Rata-Rata Lama
Sekolah (MYS)

Kehidupan Layak
Pengeluaran Per Kapita RA
Yang Disesuaikan (PPP)

Indeks Pendidikan

Indeks Pendapatan

INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA
(IPM)

Diagram Penghitungan IPG
DIMENSI
INDIKATOR

INDEKS
DIMENSI

INDEKS
SEBARAN
MERATA

Umur panjang
dan sehat
Angka
Harapan
Hidup
Perempuan

Angka
AMH
MYS
AMH
Harapan Perempuan Perempuan Laki-Laki
Hidup
Laki-Laki

Indeks
Harapan
Hidup
Perempuan

Indeks
Harapan
Hidup
Laki-laki

Indeks Harapan Hidup
dengan sebaran merata

Kehidupan yang
layak

Pengetahuan

Indeks Pendidikan
Perempuan

MYS
Perkiraan Perkiraan
Laki-Laki Pendapatan Pendapatan
Perempuan Laki-Laki

Indeks Pendidikan Laki
Indeks
Indeks
-laki
Pendapatan Pendapatan
Perempuan Laki-laki

Indeks pendidikan dengan sebaran merata

Indeks Pendapatan dengan
sebaran merata

INDEKS PEMBANGUNAN GENDER
(IPG)

PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012

97

Diagram Penghitungan IDG
DIMENSI

Partisipasi Politik

INDIKATOR

Proporsi Perempuan
dan Laki-laki di
Parlemen

PERSENTASE
EKUIVALEN
DENGAN
SEBARAN
MERATA
(EDEP)

EDEP untuk
keterwakilan di
parlemen

Partisipasi Ekonomi dan
Pengambilan Keputusan

Penguasaan Sumber
Daya Ekonomi

Proporsi Perempuan dan Laki-laki
yang bekerja sebagai
professional, teknisi, pimpinan
dan tenaga ketatalaksanaan

Perkiraan penghasilan
perempuan dan laki-laki

EDEP untuk partisipasi dalam
pengambilan keputusan

EDEP untuk penghasilan

INDEKS PEMBERDAYAAN GENDER
(IDG)

98

PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012

yaitu anak lahir hidup (ALH) dan anak masih hidup (AMH). Jenis data masukan yang digunakan untuk menghitung angka umur harapan hidup terdapat dua (2) jenis. Untuk mengukur dimensi pengetahuan penduduk digunakan dua (2) indikator. Ketiga dimensi tersebut memiliki pengertian sangat luas dan dalam. Pada publikasi ini angka umur harapan hidup dihitung menggunakan pendekatan tak langsung (indirect). pengetahuan dan kehidupan yang layak (lihat diagram 1). yakni penduduk berusia 15 tahun ke atas. Metode Penghitungan Indeks Komposit L2 Indeks Pembangunan Manusia (IPM) S ebagai ukuran kualitas hidup. Metode yang dipilih adalah metode Trussel dengan model West karena sesuai/cocok dengan kondisi Indonesia. IPM dibangun melalui pendekatan tiga dimensi dasar. Selanjutnya rata-rata lama sekolah menggambarkan jumlah tahun yang dihabiskan oleh PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 99 . Lamanya hidup/Angka Harapan Hidup Dimensi umur panjang dan sehat mencerminkan aspek kesehatan. Meski demikian. pada cakupan lebih luas merupakan ukuran kinerja pembangunan sektor kesehatan. yaitu rata-rata lama sekolah (means years schooling) dan angka melek huruf. Angka umur harapan hidup dapat dihitung dengan menggunakan life table. karena terkait banyak faktor didalamnya. secara sederhana dapat diterjemahkan dalam indikator-indikator sebagai berikut: a. Paket program Mortpack dapat membantu menghitung angka harapan hidup dengan input data ALH dan AMH. Tingkat Pendidikan Dimensi pengetahuan menggambarkan tingkat pendidikan yang dicapai oleh penduduk dewasa. b.Lampiran 2. Indikator yang digunakan untuk mendeteksi capaian dari dimensi umur panjang dan sehat adalah angka umur harapan hidup (life expectancy). Dimensi tersebut mencakup umur panjang dan sehat.

kedua indikator tersebut digabung setelah masing-masing diberikan bobot. Formula yang digunakan sebagai berikut: indeks X ( i . Dalam cakupan lebih luas standar hidup layak menggambarkan tingkat kesejahteraan yang dinikmati oleh penduduk sebagai dampak semakin membaiknya ekonomi. 1. Sedangkan angka melek huruf adalah persentase penduduk usia 15 tahun ke atas yang dapat membaca dan menulis huruf latin dan atau huruf lainnya.j) = Indeks komponen ke-i dari daerah j 100 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 . c.500 per kapita per tahun atau Rp.549. j ) ( X ( i . j )  X ( i min) ) ( X ( i maks )  X ( i  min) ) X(i. d. C (I) = C(i) Jika C(i) < Z = Z + 2(C(i)`-`Z)1/2 Jika Z < C(i) < 2Z = Z + 2(Z)1/2 + 3(C(i)`-`2Z)1/3 Jika 2Z < C(i) < 3Z dst Dimana C(i) = PPP dari nilai riil pengeluaran per kapita Z = Batas tingkat pengeluaran yang ditetapkan secara arbiter sebesar Rp. Penyusunan Indeks Sebelum penghitungan IPM. sedangkan BPS dalam menghitung standar hidup layak menggunakan rata-rata pengeluaran per kapita riil yang disesuaikan dengan formula Atkinson. Standar Hidup Layak Dimensi ketiga dari ukuran kualitas hidup manusia adalah standar hidup layak. Rata-rata lama sekolah diberi bobot sepertiga dan angka melek huruf diberikan bobot dua pertiga. Proses penghitungannya. setiap komponen harus dihitung indeksnya.penduduk usia 15 tahun ke atas di semua jenjang pendidikan formal yang pernah dijalani.500 per kapita per hari Sumber data yang digunakan untuk menghitung standar hidup layak adalah hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas). UNDP untuk mengukur standar hidup layak menggunakan GDP riil yang disesuaikan.

j) = Indeks komponen IPM ke i untuk wilayah ke j. j ) 3 j Dimana : Indeks X(i. 3 j = 1. Daya Beli 0 732.X(i-min) = Nilai minimum dari Xi X(i-maks) = Nilai maksimum dari Xi Untuk menghitung indeks setiap komponen. k wilayah Indeks Pembangunan Gender (IPG) I ndeks Pembangunan Gender (IPG) mengukur tingkat pencapaian kemampuan dasar yang sama seperti IPM. Angka Melek Huruf 100 0 Standar UNDP 3. 2. IPG dapat digunakan untuk mengetahui kesenjangan pembangunan manusia antara laki-laki dan perempuan. Rata2 Lama Sekolah 15 4. dan pendapatan dengan memperhitungkan ketimpangan gender (lihat diagram 2).000 (1996) 360.720 a 300. 2 ……. Angka Harapan Hidup 85 25 Standar UNDP 2. batas nilai minimum dan maksimum setiap komponen IPM ditentukan berdasarkan standar sebagai berikut: Tabel L2.000b (1999. i = 1.1 Nilai maksimum dan minimum dari setiap komponen IPM Komponen IPM Max Min Keterangan 1. tingkat pendidikan. Apabila nilai IPG sama PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 101 . 2002) Pengeluaran per Kapita Riil disesuaikan Keterangan a) Perkiraan maksimum pada akhir PJP II tahun 2018 b) Penyesuaian garis kemiskinan lama dengan garis kemiskinan baru Nilai IPM dapat dihitung sebagai: IPM j 1 ¦ Indeks X (i. yakni harapan hidup.

5 27. maka dapat dikatakan tidak terjadi kesenjangan gender. Menghitung IPG dengan rumus IPG = 1/3 (Xede(1) + Xede(2) + IInc-dis) dimana Xede(1) : Xede untuk harapan hidup Xede(2) : Xede untuk Pendidikan IInc-dis 102 : Indeks distribusi pendapatan PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 .5 22. 2 dengan sebagai Nilai Maksimum dan Minimum Dari Setiap Komponen IPG Maksimum Minimum Laki-Laki Perempuan Laki-Laki Perempuan Angka Harapan Hidup 82. 2002) 732. Penyusunan Indeks 1.000 (1999.dengan IPM. Indeks dari setiap komponen IPG dihitung menggunakan batas maksimum dan minimum berikut : Tabel L2.5 Angka Melek Huruf 100 100 0 0 Rata-Rata Lama Sekolah 15 15 0 0 Konsumsi per Kapita 300.720 Keterangan : L = laki-laki P = Perempuan 2. Menghitung nilai Xede dari tiap indeks Xede = [Pf Xf dimana Xf Xm Pf Pm : : : : (1-ε) + Pm Xm (1-ε) ] Pencapaian perempuan Pencapaian laki-laki Proporsi penduduk perempuan proporsi penduduk laki-laki 3.000 (1996) 360. tetapi sebaliknya IPG lebih rendah dari IPM makan terjadi kesenjangan gender.5 87.

dimensi IDG direpresentasikan oleh indikator-indikator seperti yang terlihat pada diagram 3.Indeks Pemberdayaan Gender (IDG) I ndeks pemberdayaan gender (IDG) memperlihatkan sejauh mana peran aktif perempuan dalam kehidupan ekonomi dan politik. partisipasi ekonomi dan pengambilan keputusan serta penguasaan sumber daya ekonomi yang disebut sebagai dimensi IDG. Selanjutnya. Selanjutnya. Penyusunan Indeks 1. Indeks pengambilan keputusan (IDM) EDEP(DM)={ (Xf)(Zf)-1 + (Xm)(Zm)-1]-1 I(DM) = {EDEP(DM)}/50 dimana Zf = proporsi perempuan sebagai tenaga profesional Zm = proporsi laki-laki sebagai tenaga professional PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 103 . Indeks keterwakilan di parlemen (Ipar) EDEP(par) = {(Xf)(Yf)-1 + (Xm)(Ym)-1]-1 I(par) = {EDEP(par)}/50 dimana Xf = proporsi penduduk perempuan Xm = proporsi penduduk laki-laki Yf = proporsi keterwakilan perempuan di parlemen Ym = proporsi keterwakilan laki-laki di parlemen 2. Dalam penghitungan IDG. Peran aktif perempuan dalam kehidupan ekonomi dan politik mencakup partisipasi berpolitik. masingmasing indeks komponen. Penghitungan sumbangan pendapatan untuk IDG sama dengan penghitungan untuk IPG sebagaimana diuraikan di atas. yaitu nilai EDEP dibagi 50. Untuk penghitungan masingmasing indeks dapat dilakukan sebagai berikut. Nilai 50 dianggap sebagai kontribusi ideal dari masing-masing kelompok gender untuk semua komponen IDG. terlebih dahulu dihitung EDEP yaitu indeks untuk masing-masing komponen berdasarkan persentase yang ekuivalen dengan distribusi yang merata (Equally Distributed Equivalent Persentage).

Indeks pemberdayaan gender IDG=1/3 (I(par) + I(DM) +Iinc-dis ) 104 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 . Indeks distribusi pendapatan (I inc-dis) Sebagaimana disajikan pada penghitungan IPG diatas 4.3.

92 65.26 602.08 67.71 8.85 598.38 72.27 87.09 12.93 67.96 605.97 70.77 8.29 70.73 73.63 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 105 .88 96.56 602.27 98.95 97.32 73.99 99.85 1112 Aceh Barat Daya 66.68 1116 Aceh Jaya 68.51 9.47 1173 Kota Langsa 70.94 1105 Aceh Timur 69.79 71.91 96.81 8.26 69.78 8.38 8.89 7.37 68.72 8.47 610.63 67.96 96.74 69.10 76.42 615.98 76.85 8.70 89.85 89.20 632.81 96.38 1111 Aceh Utara 69.74 69.89 72.98 63.70 72.75 99.15 99.30 8.58 70.75 70.64 69.15 592.95 1113 Gayo Lues 67.60 71.55 70.48 8.21 98.85 74.15 87.57 7.43 1110 Bireuen 72.16 626.77 610.25 7.52 8.70 98.51 588.46 72.61 612.58 70.73 601.43 8.07 73.69 74.39 73.30 10.18 12.80 98.26 1115 Nagan Raya 69.25 8.49 70.99 10.79 71.68 1175 Subulussalam 65.50 98.14 613.22 69.80 96.39 98.24 636.62 99.36 1104 Aceh Tenggara 69.96 602.45 10.59 627.70 618.99 94.72 8.62 67.16 99.90 612.66 98.48 8.34 96.73 598.86 68.02 68.55 10.28 593.54 96.08 93.05 98.48 69.44 606.17 99.97 9.55 9.89 66.69 98.00 1172 Kota Sabang 71.67 8.16 1101 Simeulue 62.96 597.80 97.04 72.60 98.64 8.68 95.19 96.45 76.45 78.72 612.06 94.64 9.28 69.10 75.08 608.73 1102 Aceh Singkil 64.52 9.49 8.72 69.36 604.70 68.81 605.68 622.64 69.86 622.54 600.37 1174 Kota Lhokseumawe 70.81 71.49 610.15 9.95 73.30 98.76 7.97 70.75 604.Lampiran 3.62 618.47 98.88 71.83 1109 Piddie 69.19 607.79 70.24 70.82 1171 Kota Banda Aceh 70.04 634.56 69.60 8.02 71.35 9.10 96.59 7.55 8.51 1118 Pidie Jaya 69.90 611.08 10.36 597.47 98.94 1106 Aceh Tengah 69.56 616.53 94.20 1108 Aceh Besar 70.71 70.03 96.35 72.95 8.35 631.53 96.30 614.77 610. IPM Provinsi dan Kabupaten 2010 – 2011 Kode Provinsi (1) (2) L3 Angka Harapan Hidup Angka Melek Huruf Rata-rata Lama Sekolah Pengeluaran per Kapita Disesuaikan (Tahun) (Persen) (Tahun) (Ribu Rp PPP) IPM 2010 2011 2010 2011 2010 2011 2010 2011 2010 2011 (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) 1100 ACEH 68.47 7.83 9.51 603.53 69.30 95.50 621.77 616.18 1107 Aceh Barat 69.07 638.44 73.01 617.79 8.26 97.34 607.98 9.24 69.69 622.22 1114 Aceh Tamiang 68.63 69.98 71.92 72.28 77.27 69.01 96.26 9.98 1103 Aceh Selatan 66.32 8.50 69.55 7.29 71.88 68.65 9.18 69.20 99.45 95.06 71.99 1117 Bener Meriah 67.81 97.60 71.12 8.24 96.58 68.99 67.

95 97.94 72.72 10.62 1214 Nias Selatan 70.21 99.21 632.19 74.23 98.21 629.78 95.47 604.84 96.52 96.77 90.29 98.23 74.76 8.38 10.90 633.89 627.58 75.51 640.85 10.27 8.36 649.97 632.36 85.33 6.15 67.48 67.10 71.45 7.19 72.09 99.04 1203 Tapanuli Selatan 67.18 73.24 89.94 1210 Dairi 68.46 8.92 97.63 1205 Tapanuli Utara 69.66 8.53 8.30 84.78 6.54 70.88 98.65 628.67 73.36 99.45 99.65 1208 Asahan 68.49 9.09 1202 Mandailing Natal 63.20 8.90 97.82 632.09 98.Kode Angka Harapan Hidup Angka Melek Huruf Rata-rata Lama Sekolah Pengeluaran per Kapita Disesuaikan (Tahun) (Persen) (Tahun) (Ribu Rp PPP) IPM Provinsi 2010 2011 2010 2011 2010 2011 2010 2011 2010 2011 (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) 1200 SUMATERA UTARA 69.22 9.45 633.63 9.73 69.75 94.84 98.70 99.96 98.89 634.47 10.81 99.39 67.20 9.62 72.64 1219 Batu Bara 68.53 8.78 1213 Langkat 69.90 639.65 99.70 8.67 72.34 75.29 99.80 9.86 73.70 74.45 628.60 69.03 71.93 8.12 96.91 1275 Kota Medan 71.71 73.29 99.88 607.32 97.66 69.31 74.54 628.80 73.01 77.56 5.81 75.14 636.71 95.23 639.98 72.86 8.15 618.53 647.44 90.91 71.93 1207 Labuhan Batu 69.45 74.56 632.02 8.40 68.29 94.43 1216 Pakpak Barat 67.74 636.80 8.21 8.58 68.25 1221 Padang Lawas 67.49 1211 Karo 72.55 76.70 7.31 614.59 69.20 85.18 1225 Nias Barat 69.38 1223 Labuhan Batu Utara 69.84 74.91 76.64 71.96 8.77 71.48 629.42 607.33 71.36 77.10 9.16 72.02 9.59 98.02 98.18 638.27 1218 Serdang Bedegai 68.11 68.98 69.89 73.68 70.95 642.06 72.83 8.92 631.26 95.60 71.40 600.10 1271 Kota Sibolga 70.21 67.98 69.89 99.20 1217 Samosir 69.50 9.81 8.50 97.03 74.72 629.37 617.00 71.33 70.31 9.50 1272 Kota Tanjung Balai 70.45 8.79 1212 Deli Serdang 70.15 69.14 1224 Nias Utara 69.72 1273 Kota Pematang Siantar 72.93 1274 Kota Tebing Tinggi 71.25 95.91 627.29 99.41 636.58 1278 Gunung Sitoli 69.81 96.46 5.51 77.53 98.80 7.25 1209 Simalungun 68.42 636.59 98.85 9.39 75.43 70.62 63.81 74.72 1215 Humbang Hasundutan 67.55 1222 Labuhan Batu Selatan 69.08 1220 Padang Lawas Utara 66.82 73.21 71.54 73.70 76.78 628.72 99.62 69.22 614.16 610.17 98.61 97.89 624.65 70.24 630.45 1204 Tapanuli Tengah 68.86 1206 Toba Samosir 70.19 10.64 630.13 609.28 6.01 70.70 99.55 635.95 70.34 99.08 75.70 99.67 7.52 9.64 9.94 8.13 8.15 69.10 6.62 99.65 1201 Nias 69.55 8.28 75.47 98.30 6.88 1277 Kota Padang Sidempuan 69.71 611.29 72.41 6.57 8.91 66.23 70.13 605.95 615.53 7.33 640.21 75.01 632.49 76.52 73.33 99.08 97.53 74.92 636.75 68.99 633.91 72.69 98.75 98.19 99.36 75.34 7.98 70.57 66.53 8.27 634.13 96.76 98.24 634.54 623.87 67.99 99.40 68.21 98.03 74.27 7.91 8.82 8.85 646.70 97.22 625.40 625.70 70.95 70.54 73.06 99.85 8.96 69.46 67.35 98.89 634.85 8.50 69.41 76.91 636.05 9.02 97.50 73.03 67.21 (1) 106 (2) PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 .80 71.19 89.60 77.47 9.89 9.49 76.97 623.67 72.13 8.60 67.88 639.42 8.39 642.37 637.86 635.08 97.11 639.70 629.25 73.71 632.64 8.97 98.07 69.84 10.60 8.70 8.72 9.02 74.11 632.23 84.35 74.58 617.65 97.14 74.81 1276 Kota Binjai 71.45 611.

94 71.18 90.53 609.01 94.61 7.92 647.03 627.16 76.09 97.90 72.49 99.09 71.10 97.78 641.62 7.46 74.24 630.10 1408 Bengkalis 70.59 1405 Siak 71.82 7.15 1372 Kota Solok 69.45 78.27 78.45 68.60 8.30 97.50 8.00 66.24 638.17 67.92 98.31 78.67 98.91 10.89 1312 Pasaman Barat 65.22 640.58 8.88 632.55 98.85 97.81 68.72 74.90 9.23 10.00 657.61 64.23 641.98 1307 Agam 69.76 97.15 71.43 10.43 72.56 98.63 646.05 78.43 7.30 71.73 68.49 94.58 70.28 73.92 71.06 99.52 606.06 69.21 7.63 99.21 98.15 1402 Indragiri Hulu 68.10 650.65 76.72 636.31 624.98 69.00 74.24 75.77 1303 Solok 66.01 647.34 644.38 97.29 8.67 6.99 635.55 98.89 11.86 98.83 1410 Kepulauan Meranti 68.04 69.15 7.96 75.25 96.40 628.03 645.72 1473 Kota Dumai 71.92 646.62 70.89 74.14 9.79 7.30 71.26 78.66 73.04 1373 Kota Sawah Lunto 71.53 71.64 71.52 10.29 1377 Kota Pariaman 69.31 67.99 7.40 634.50 633.53 1409 Rokan Hilir 67.99 98.63 75.77 98.41 98.89 71.27 7.21 7.82 7.16 647.21 8.31 99.92 628.78 1309 Pasaman 67.02 69.58 1306 Padang Pariaman 68.28 616.45 71.18 67.60 66.85 98.66 639.94 8.89 637.29 638.79 74.39 71.40 71.06 7.Angka Harapan Hidup Kode Angka Melek Huruf Rata-rata Lama Sekolah Pengeluaran per Kapita Disesuaikan IPM Provinsi (Tahun) 2010 (1) (2) (Persen) 2011 2010 2011 (Tahun) 2010 2011 (Ribu Rp PPP) 2010 2011 2010 2011 (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) 1300 SUMATERA BARAT 69.59 94.71 73.19 1310 Solok Selatan 64.66 99.95 99.46 76.62 77.78 99.16 70.14 644.00 609.73 653.39 71.87 7.12 629.95 98.17 637.57 647.07 76.22 648.41 1374 Kota Padang Panjang 71.48 98.95 97.92 67.19 9.58 8.92 1406 Kampar 68.46 98.23 624.09 655.12 9.65 9.42 8.14 99.11 75.60 7.84 613.19 97.93 10.43 97.48 8.23 97.13 69.54 1403 Indragiri Hilir 71.00 8.87 99.45 68.86 98.21 649.98 77.56 7.37 7.28 98.89 610.67 99.63 643.33 75.22 75.68 650.35 630.53 97.04 648.01 77.15 7.68 642.25 94.28 73.43 75.84 8.72 9.86 98.28 73.18 73.65 69.50 69.26 7.51 75.30 99.02 70.92 95.51 98.69 71.89 1400 RIAU 71.24 608.57 635.08 1471 Kota Pekan Baru 71.34 7.66 9.35 8.35 98.59 629.65 633.06 1302 Pesisir Selatan 67.81 98.16 9.01 7.62 71.62 68.53 1401 Kuantan Sengingi 68.75 78.73 73.84 642.35 74.71 1404 Pelalawan 68.74 97.65 71.63 650.50 10.98 8.34 1311 Dharmas Raya 66.62 1371 Kota Padang 70.81 76.32 7.18 74.44 67.94 646.91 98.69 99.16 98.81 78.64 70.73 1376 Kota Payakumbuh 70.20 98.40 1305 Tanah Datar 70.08 9.24 649.18 1407 Rokan Hulu 67.55 636.25 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 107 .25 98.49 8.12 1375 Kota Bukit Tinggi 71.25 631.31 10.69 69.05 73.74 1308 Limapuluh Koto 68.66 632.77 72.45 71.73 98.22 71.16 8.25 97.70 613.09 98.82 74.86 635.73 646.28 1301 Kepulauan Mentawai 68.56 68.93 71.52 627.75 69.82 68.25 8.92 72.51 7.33 68.92 99.86 90.03 621.46 98.50 10.48 635.18 99.86 8.15 65.35 9.35 70.70 74.99 8.78 74.77 8.73 1304 Sawah Lunto/Sijunjung 66.58 651.62 9.18 70.48 8.82 98.58 93.51 6.33 11.52 68.54 93.31 630.93 9.30 632.78 94.83 76.

07 76.25 96.50 1571 Kota Jambi 69.06 94.66 630.40 8.74 73.76 94.32 72.83 69.30 633.57 97.39 98.59 96.79 73.42 94.49 70.44 6.67 73.09 7.11 607.81 72.61 97.36 97.40 1503 Sarolangun 69.72 70.66 98.44 97.40 98.93 7.32 95.47 613.46 73.82 1609 Ogan Komering Ulu Timur 68.53 7.02 71.40 607.08 627.74 6.33 628.92 94.16 69.42 71.62 97.10 69.47 69.09 1611 Empat Lawang 65.24 9.68 77.41 7.76 92.83 1605 Musi Rawas 64.98 8.60 69.95 73.03 97.16 9.58 7.84 613.83 8.36 71.59 67.11 10.11 617.52 96.50 72.27 67.95 72.36 609.40 69.73 94.11 1707 Lebong 66.99 70.50 9.90 97.59 631.96 71.91 7.37 69.61 6.40 1701 Bengkulu Selatan 67.26 69.24 97.44 1505 Muara Jambi 69.24 642.50 632.42 71.67 628.98 636.51 8.15 618.13 71.06 614.55 71.67 72.25 591.92 73.84 8.91 98.71 7.58 95.80 97.94 1673 Kota Pagar Alam 70.83 7.12 70.16 95.90 93.69 73.75 623.13 71.12 70.25 67.36 7.29 1706 Mukomuko 67.03 617.24 97.19 91.50 7.97 626.68 638.05 633.78 97.64 74.25 8.25 99.05 616.08 68.59 650.66 76.70 69.79 633.99 94.09 71.42 70.41 67.76 77.51 69.37 98.26 74.54 96.38 1606 Musi Banyuasin 69.71 9.23 7.38 8.41 67.27 74.58 627.Kode Angka Harapan Hidup Angka Melek Huruf Rata-rata Lama Sekolah Pengeluaran per Kapita Disesuaikan (Tahun) (Persen) (Tahun) (Ribu Rp PPP) IPM Provinsi 2010 2011 2010 2011 2010 2011 2010 2011 2010 2011 (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) 1500 JAMBI 69.99 108 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 .19 68.60 629.66 615.44 1607 Banyuasin 67.90 70.08 7.77 74.78 610.65 67.79 636.56 71.12 97.85 7.97 7.17 595.61 616.52 7.70 1674 Kota Lubuk Linggau (1) (2) 65.40 66.55 71.78 614.92 97.59 1602 Ogan Komering Ilir 68.78 72.49 7.38 633.70 7.66 99.55 627.41 95.30 76.60 635.81 71.12 644.45 7.93 7.30 71.76 631.32 98.01 1771 Bengkulu 70.95 72.50 7.07 96.62 95.02 7.43 92.40 624.57 638.02 1600 SUMATERA SELATAN 69.41 7.14 618.67 637.82 98.57 72.92 72.70 65.17 70.73 9.54 96.06 610.31 612.94 610.96 97.69 1672 Kota Prabumulih 71.42 1601 Ogan Komering Ulu 69.06 96.60 8.84 629.99 76.28 10.50 98.72 71.91 7.25 8.90 7.52 614.63 1709 Bengkulu Tengah 70.96 7.98 93.99 99.57 94.75 92.71 98.86 70.54 7.89 68.60 72.46 96.30 95.68 70.01 97.47 96.63 7.90 633.81 67.76 1502 Merangin 68.97 96.60 632.51 70.27 66.47 8.47 7.14 8.59 71.57 73.57 97.40 68.07 1603 Muara Enim (Liot) 67.49 72.16 633.86 67.13 595.19 1704 Kaur 67.23 68.95 96.69 624.26 64.60 1572 Kota Sungai Penuh 70.02 68.87 73.03 647.16 7.36 68.57 97.94 72.51 7.43 592.84 98.85 98.10 7.78 97.10 1700 BENGKULU 69.00 639.02 68.62 77.52 7.87 7.52 8.25 9.32 68.78 622.23 67.07 10.78 1702 Rejang Lebong 67.86 72.82 7.66 67.05 70.61 71.47 97.62 70.57 72.20 635.96 9.08 1504 Batanghari 69.59 627.59 96.58 612.59 614.71 7.08 1671 Kota Palembang 71.91 7.39 640.19 73.92 71.64 97.26 6.42 92.24 634.25 96.06 7.29 612.30 1501 Kerinci 70.95 8.61 69.56 610.86 91.16 616.32 638.28 8.87 69.15 71.37 641.50 98.36 97.23 656.23 76.85 6.99 11.11 658.04 95.14 69.40 72.51 631.70 1703 Bengkulu Utara 69.69 65.89 95.14 73.56 96.78 70.16 96.30 1509 Bungo 67.43 69.43 98.41 630.97 614.40 618.55 7.89 7.50 65.44 7.80 64.65 7.57 95.34 70.35 69.36 70.54 69.14 7.02 630.11 69.66 1708 Kepahiang 64.54 7.92 618.05 1507 Tanjung Jabung Barat 69.91 72.28 1608 Ogan Komering Ulu Selatan 69.19 9.83 70.25 613.12 1506 Tanjung Jabung Timur 70.33 8.11 8.79 7.93 7.26 1604 Lahat 68.34 1610 Ogan Ilir 66.43 1705 Seluma 65.87 97.24 1508 Tebo 69.24 94.57 619.

07 68.84 640.96 632.76 95.92 70.34 70.35 71.25 69.87 6.91 69.00 91.24 598.91 7.35 7.77 71.67 9.78 2101 Karimun 69.06 70.85 96.80 78.42 9.89 620.38 68.23 7.83 69.72 8.24 98.60 653.54 72.45 7.26 633.76 97.18 98.22 71.28 69.69 71.30 6.59 75.50 69.32 95.92 68.36 1906 Belitung Timur 68.75 94.47 602.91 10.02 7.78 67.29 70.31 644.10 645.30 6.66 68.86 73.77 10.07 75.95 1900 KEP.63 621.71 69.50 70.00 642.47 96.26 91.24 626.90 69.54 2100 KEPULAUAN RIAU 69.72 627.53 69.17 604.05 95.50 75.42 7.94 68.79 7.41 620.85 97.19 97.95 627.83 7.62 93.77 70.18 632.29 1872 Kota Metro 72.54 98.49 67.29 1806 Lampung Utara 67.14 637.31 71.98 69.31 96.96 70.50 73.63 8.40 68.94 98.66 5.20 9.39 71.99 2102 Bintan 69.40 620.63 1905 Bangka Selatan 67.43 606.63 7.48 7.21 95.82 96.47 7.39 68.56 94.65 7.22 71.54 1904 Bangka Tengah 67.53 90.31 68.48 93.32 93. BANGKA BELITUNG 68.79 69.48 93.87 72.25 95.32 7.65 71.16 70.03 642.30 1810 Pringsewu 68.87 71.61 94.91 646.47 9.28 614.85 94.26 96.51 645.86 98.26 636.19 623.64 95.16 9.08 93.80 69.05 95.77 1903 Bangka Barat 67.37 1811 Mesuji 68.94 1801 Lampung Barat 67.26 1805 Lampung Tengah 69.97 67.12 631.59 6.74 95.37 72.14 70.87 5.37 596.78 650.96 75.64 94.96 75.68 635.73 643.51 608.28 635.74 94.32 1871 Kota Bandar Lampung 70.03 2172 Kota Tanjung Pinang 69.45 92.05 70.26 2104 Lingga 70.94 66.67 97.81 70.13 93.99 6.56 71.97 10.46 603.39 7.24 73.43 70.17 69.51 68.37 96.81 1807 Way Kanan 69.14 67.96 72.Angka Harapan Hidup Kode Angka Melek Huruf Rata-rata Lama Sekolah Pengeluaran per Kapita Disesuaikan IPM Provinsi (Tahun) 2010 (1) (2) (Persen) 2011 2010 2011 (Tahun) 2010 2011 (Ribu Rp PPP) 2010 2011 2010 2011 (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) 1800 LAMPUNG 69.64 616.17 7.57 596.93 95.59 623.45 97.14 8.06 70.09 8.69 95.86 6.57 7.70 70.64 91.98 1812 Tulang Bawang Barat 68.43 1808 Tulang Bawang 68.82 10.52 73.41 619.74 7.41 95.70 76.98 6.22 70.80 94.64 610.48 93.38 607.49 611.44 75.33 69.92 93.79 640.27 7.07 70.57 650.28 97.64 67.44 1971 Kota Pangkal Pinang 70.74 71.70 9.72 67.54 629.32 628.17 2103 Natuna 68.95 6.86 93.01 593.60 626.36 8.44 68.80 71.19 614.37 76.70 94.20 617.96 1809 Pesawaran 68.72 1802 Tanggamus 69.75 7.09 96.07 77.36 70.72 92.68 2105 Kepulauan Anambas 67.96 8.38 9.89 7.58 8.71 7.09 629.62 69.36 73.58 612.10 612.52 7.58 7.25 76.82 618.49 98.90 95.31 98.64 629.00 644.03 7.45 69.50 2171 Kota Batam 70.45 69.41 7.37 1901 Bangka 67.19 94.83 1803 Lampung Selatan 68.60 69.32 604.06 96.73 71.60 634.44 98.81 7.69 96.38 627.34 645.64 73.42 71.53 1804 Lampung Timur 70.00 74.32 614.90 92.86 69.45 7.50 10.64 8.36 7.97 72.51 96.09 629.23 1902 Belitung 69.63 7.25 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 109 .83 76.58 641.36 93.74 67.87 74.10 7.33 7.40 67.46 7.

17 77.38 642.36 635.71 70.17 71.06 632.45 636.81 3211 Sumedang 67.36 3277 Kota Cimahi 69.44 10.68 98.66 98.51 99.52 97.35 6.09 7.01 3278 Kota Tasikmalaya 69.01 8.82 110 (2) 2011 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 .47 6.66 5.09 79.99 7.20 73.54 92.52 99.18 10.16 72.60 77.54 3217 Kab Bandung Barat 68.66 99.74 10.78 99.41 6.77 98.96 10.36 71.33 92.62 95.12 631.55 70.68 3276 Kota Depok 73.67 638.40 69.97 3101 Kep.58 643.38 97.65 85.00 72.25 70.43 3205 Garut 65.09 649.58 3202 Sukabumi 67.89 640.36 72.09 95.46 79.95 99.95 7.14 8.27 3210 Majalengka 66.82 6.28 95.37 11.79 70.96 98.50 10.91 75.75 7.11 8.82 638.95 628.36 3273 Kota Bandung 69.66 71.86 69.73 5.51 3207 Ciamis 67.04 11.92 6.09 3175 Kota Jakarta Utara 72.42 3275 Kota Bekasi 69.35 66.19 7.10 644.29 8.67 9.93 7.55 591.93 3200 JAWA BARAT 68.10 71.35 95.68 3174 Kota Jakarta Barat 73.79 9.42 7.06 9.08 3272 Kota Sukabumi 69.65 68.53 10.94 98.02 629.95 79.23 85.70 99.56 10.47 97.74 10.86 70.75 647.56 642.70 79.22 631.11 11.00 93.29 67.98 7.00 66.37 8.09 633.85 614.60 635.37 71.65 635.62 631.32 9.02 8.59 97.06 67.95 635.92 76.02 95.04 69.94 630.11 635.75 76.57 8.59 69.91 77.11 6.94 636.26 97.94 10.35 73.06 3203 Cianjur 66.84 70.63 77.90 98.55 97.18 96.67 3212 Indramayu 66.35 634.22 6.47 630.17 633.96 651.77 71.85 6.34 7.38 71.64 6.49 638.44 633.30 8.82 67.55 99.13 99.82 3172 Kota Jakarta Timur 73.75 645.45 96.70 10.72 69.99 6.18 98.99 629.89 69.25 99.88 6.41 78.47 9.30 72.63 72.76 72.46 71.70 3206 Tasikmalaya 67.92 646.36 76.69 99.21 71.20 651.53 10.40 3213 Subang 69.31 3173 Kota Jakarta Pusat 72.31 634.09 73.17 99.42 67.67 99.03 94.40 96.41 74.83 617.80 647.90 626.07 640.87 631.75 68.60 66.80 72.46 638.84 7.39 3274 Kota Cirebon 68.47 74.06 67.83 8.63 98.74 10.07 99.19 590.89 71.77 646.96 7.45 92.93 75.70 67. Seribu 70.61 633.94 98.16 3171 Kota Jakarta Selatan 73.65 99.22 635.96 8.41 92.97 98.44 69.29 72.73 94.02 69.89 651.85 3279 Kota Banjar 66.86 75.51 73.73 97.14 78.14 71.50 68.14 69.15 635.29 646.93 73.75 8.51 98.73 632.29 65.85 630.20 637.13 74.35 73.46 73.44 70.23 99.07 7.06 72.39 69.00 651.71 96.80 3271 Kota Bogor 68.98 10.42 72.38 7.14 73.20 68.63 71.62 633.84 79.59 3204 Bandung 69.69 78.15 10.43 648.59 95.18 637.96 68.82 71.33 632.33 97.26 66.35 97.38 97.55 3209 Cirebon 65.97 649.72 98.87 68.93 10.95 7.37 637.05 74.47 67.35 99.87 78.81 3208 Kuningan 67.92 6.25 75.01 638.22 98.43 99.64 69.82 72.08 11.98 67.40 74.52 97.59 3215 Karawang 66.36 98.10 98.00 74.18 69.67 632.56 639.02 10.24 633.55 635.26 647.73 3201 Bogor 68.21 93.50 3214 Purwakarta 67.Angka Harapan Hidup Kode Angka Melek Huruf Rata-rata Lama Sekolah Pengeluaran per Kapita Disesuaikan IPM Provinsi (Tahun) 2010 (1) (Persen) 2010 2011 (Tahun) 2010 2011 (Ribu Rp PPP) 2010 2011 2010 2011 (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) 3100 DKI JAKARTA 73.51 76.99 629.70 98.53 99.23 99.00 98.72 70.47 79.05 97.07 8.06 76.65 76.93 7.33 8.79 9.25 68.28 3216 Bekasi 69.86 631.

11 77.07 72.11 74.29 68.36 8.24 3320 Jepara 70.81 631.28 97.25 96.59 71.15 7.47 3324 Kendal 68.85 6.76 90.52 651.59 7.33 636.44 93.72 8.83 74.37 7.53 6.58 73.49 6.25 97.45 3318 Pati 72.18 83.76 630.50 71.20 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 111 .12 90.92 635.61 3371 Kota Magelang 70.13 72.97 636.83 72.06 3308 Magelang 70.41 72.94 649.35 82.70 73.34 652.11 8.09 3322 Semarang 72.34 88.34 7.51 635.56 6.96 86.53 76.10 3311 Sukoharjo 70.50 6.96 73.12 3321 Demak 71.41 6.23 90.62 69.11 631.01 638.55 89.56 72.47 72.72 71.70 5.72 630.36 637.24 7.09 635.28 644.29 10.26 637.60 632.40 7.68 67.14 96.22 649.66 6.61 71.92 8.41 647.18 3373 Kota Salatiga 71.02 628.42 632.11 73.73 7.39 7.66 8.70 639.37 90.41 70.52 632.86 3313 Karanganyar 72.66 95.96 73.36 6.33 3315 Grobogan 69.69 3309 Boyolali 70.91 70.89 86.87 6.52 9.45 72.83 70.06 7.75 7.98 70.21 649.36 90.29 7.33 6.50 7.60 72.31 6.89 70.55 70.97 647.25 8.01 69.71 10.16 72.05 92.93 94.19 70.78 93.89 90.19 70.43 655.52 646.71 6.82 3314 Sragen 72.87 634.09 639.28 92.32 69.20 68.78 91.11 70.57 73.00 632.41 83.28 91.90 6.90 89.90 90.35 647.54 93.47 9.51 71.99 7.39 76.64 73.01 7.34 71.15 648.77 77.54 72.90 7.15 5.55 629.52 71.48 93.89 641.77 72.22 632.79 69.51 91.79 69.40 71.35 93.72 69.32 70.22 70.28 86.68 96.48 6.99 93.04 638.73 69.36 642.79 6.36 92.50 3304 Banjarnegara 69.62 3306 Purworejo 70.27 3316 Blora 71.09 93.26 7.95 643.06 6.98 72.22 3328 Tegal 68.59 6.76 6.17 91.39 73.96 7.04 634.32 6.21 10.33 71.49 3319 Kudus 69.49 72.54 650.94 9.34 3302 Banyumas 69.06 3326 Pekalongan 69.93 637.29 72.52 70.61 71.85 6.41 71.04 630.60 639.14 86.86 634.16 71.62 71.59 91.86 78.16 72.97 637.75 7.74 68.11 646.71 93.84 634.41 70.34 634.96 3303 Purbalingga 70.00 71.81 639.01 74.15 70.48 95.15 89.44 72.36 84.40 71.73 72.89 74.07 72.08 89.12 71.24 71.07 74.62 93.19 85.29 637.94 649.09 89.97 3312 Wonogiri 72.18 7.83 3374 Kota Semarang 72.88 94.85 70.78 70.95 6.91 76.94 649.21 631.90 3376 Kota Tegal 68.04 69.21 646.47 6.96 7.45 642.21 77.23 70.91 88.27 72.48 6.03 71.25 3317 Rembang 70.76 634.71 69.87 72.18 91.98 646.68 95.47 91.45 3323 Temanggung 72.83 3372 Kota Surakarta 72.72 653.12 636.42 3375 Kota Pekalongan 70.43 88.73 8.90 8.Angka Harapan Hidup Kode Angka Melek Huruf Rata-rata Lama Sekolah Pengeluaran per Kapita Disesuaikan IPM Provinsi (Tahun) 2010 (1) (2) (Persen) 2011 2010 2011 (Tahun) 2010 2011 (Ribu Rp PPP) 2010 2011 2010 2011 (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) 3300 JAWA TENGAH 71.47 74.91 6.72 634.74 91.44 96.25 3310 Klaten 71.55 644.75 84.95 643.48 636.67 89.69 90.95 73.69 640.86 3327 Pemalang 67.94 3301 Cilacap 70.16 6.28 72.20 72.94 95.29 90.50 96.27 640.74 7.43 72.27 650.95 90.91 3307 Wonosobo 69.67 7.18 96.37 70.10 74.77 89.39 3305 Kebumen 69.85 3325 Batang 70.60 76.53 7.96 638.98 94.93 8.98 10.12 70.08 72.48 70.09 3329 Brebes 67.71 74.67 67.27 6.82 71.27 8.13 70.32 10.23 91.25 635.90 639.43 85.68 93.19 73.25 6.26 89.41 6.52 638.08 6.55 72.50 636.20 88.44 68.97 87.28 644.53 71.42 87.83 71.

64 97.53 3510 Banyuwangi 67.18 64.02 68.55 635.07 9.28 77.11 6.47 77.01 76.94 63.78 68.75 73.99 64.83 92.80 7.02 634.84 7.70 60.85 6.87 7.54 76.73 74.80 636.49 629.95 4.41 96.47 636.47 94.45 74.18 3501 Pacitan 71.32 86.73 67.37 87.03 6.17 70.47 75.78 97.89 3573 Kota Malang 70.78 84.23 89.58 637.00 63.51 8.92 67.21 73.46 71.01 652.99 622.12 59.24 85.68 616.78 3528 Pamekasan 63.96 651.08 652.75 655.11 620.48 91.32 625.12 97.72 98.96 69.57 5.24 7.97 651.51 97.31 68.53 6.76 3505 Blitar 70.15 73.82 72.94 631.63 5.21 643.99 640.64 78.82 73.00 85.17 71.32 6.22 77.84 3514 Pasuruan 64.73 87.74 630.18 6.18 70.84 639.87 92.75 71.45 73.85 646.72 9.98 71.97 9.60 647.61 76.09 640.49 92.22 94.07 72.19 70.84 9.89 3576 Kota Mojokerto 71.19 644.55 89.19 7.07 89.60 6.89 69.54 635.20 68.48 654.84 63.01 64.52 92.85 639.27 9.48 82.70 72.24 97.44 5.84 7.15 67.83 10.17 3526 Bangkalan 63.60 637.01 3527 Sampang 63.95 10.66 626.41 70.41 96.70 73.54 90.09 92.09 70.22 97.46 86.93 70.32 70.55 93.28 76.90 92.67 74.59 632.92 69.13 61.32 63.60 7.75 650.66 6.57 7.18 77.15 3503 Trenggalek 71.80 657.15 88.60 632.27 98.76 71.87 5.24 73.81 3512 Situbondo 63.03 67.67 3513 Probolinggo 61.85 3575 Kota Pasuruan 66.44 69.21 627.13 9.48 83.52 8.49 66.60 6.40 634.19 648.48 3502 Ponorogo 69.48 3529 Sumenep 64.17 3508 Lumajang 67.06 98.42 94.30 635.07 70.56 10.54 6.90 69.28 3507 Malang 68.26 637.14 85.19 633.27 6.20 10.81 7.94 70.35 7.84 82.71 3524 Lamongan 68.59 644.85 3579 Kota Batu 69.79 97.52 7.25 5.42 77.28 67.98 648.69 628.38 7.39 73.72 78.23 72.70 74.31 89.84 636.58 67.86 88.82 6.58 91.56 73.44 64.99 90.88 71.64 644.53 650.80 638.10 6.26 98.24 7.55 70.Kode Provinsi (1) (2) Angka Harapan Hidup Angka Melek Huruf Rata-rata Lama Sekolah Pengeluaran per Kapita Disesuaikan (Tahun) (Persen) (Tahun) (Ribu Rp PPP) IPM 2010 2011 2010 2011 2010 2011 2010 2011 2010 2011 (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) 3500 JAWA TIMUR 69.59 6.90 6.85 8.00 638.20 77.24 85.60 66.90 635.17 66.79 85.62 72.75 644.53 89.57 70.52 3525 Gresik 70.82 640.42 97.24 10.46 631.28 84.56 7.81 92.44 631.60 65.01 3571 Kota Kediri 70.01 71.48 3519 Madiun 68.51 64.53 8.13 631.51 8.17 67.75 72.63 70.56 8.62 71.61 77.66 87.82 69.58 3511 Bondowoso 63.43 10.35 76.98 86.83 6.61 68.17 62.17 3521 Ngawi 69.42 72.72 93.60 630.02 7.20 97.91 70.07 7.93 656.38 654.36 6.29 71.52 640.52 92.75 624.90 3516 Mojokerto 70.91 80.55 7.34 73.41 6.54 71.27 8.32 3523 Tuban 67.56 71.85 68.76 9.66 69.53 97.99 68.77 7.89 78.48 71.76 3574 Kota Probolinggo 70.44 640.48 64.39 625.36 649.36 78.66 5.84 650.82 68.80 10.71 7.03 83.60 69.31 76.56 3.84 7.34 6.41 90.16 5.26 71.93 112 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 .33 74.72 73.41 628.24 78.01 71.99 636.32 644.06 3506 Kediri 69.89 3517 Jombang 70.79 97.68 6.14 3518 Nganjuk 68.18 92.71 64.11 90.34 643.11 94.84 81.89 631.56 6.52 74.84 640.41 636.30 632.73 626.10 640.00 92.51 65.19 7.05 65.49 629.68 97.42 78.73 3522 Bojonegoro 67.23 63.85 631.26 64.37 66.66 3504 Tulungagung 71.43 8.25 70.39 80.35 648.81 6.02 77.50 3577 Kota Madiun 71.07 3578 Kota Surabaya 71.54 5.19 63.55 3509 Jember 62.20 632.48 91.84 634.95 65.89 69.38 652.14 77.22 62.36 6.34 88.58 7.79 3572 Kota Blitar 72.50 3520 Magetan 71.24 3515 Sidoarjo 70.99 63.12 7.

42 5107 Karangasem 67.70 625.05 96.54 68.68 645.63 6.43 648.45 3674 Kota Tangerang Selatan 68.29 68.70 643.20 628.15 69.37 630.94 7.95 72.38 631.03 70.79 79.94 78.45 638.48 98.40 89.23 8.95 3601 Pandeglang 63.20 646.25 8.33 3671 Kota Tangerang 68.62 98.00 8.37 68.98 10.69 92.95 96.42 74.79 3471 Kota Yogyakarta 73.07 9.61 71.81 632.18 5102 Tabanan 74.03 635.13 641.16 75.77 63.02 637.51 8.38 74.05 3604 Serang 63.25 631.81 5.50 655.71 71.08 651.11 7.42 67.95 635.35 634.41 68.11 66.12 5.90 95.01 636.73 70.06 75.82 8.49 75.15 10.88 95.23 95.85 92.03 98.73 628.18 645.29 7.69 73.29 75.66 84.80 85.24 5103 Badung 71.20 78.64 71.78 75.04 3402 Bantul 71.37 636.47 96.10 69.32 8.65 7.00 70.02 75.33 97.49 10.02 637.92 92.54 71.86 72.88 89.01 73.77 3602 Lebak 63.81 626.20 96.24 6.88 75.35 5104 Gianyar 72.31 71.80 7.07 11.49 89.19 633.00 8.28 63.44 632.64 70.44 3672 Kota Cilegon 68.70 642.77 76.21 67.72 68.28 72.15 82.66 636.36 645.94 8.27 78.35 96.45 70.05 7.37 6.40 74.90 65.69 7.58 68.43 74.48 70.44 73.28 70.26 74.44 10.61 93.43 5105 Klungkung 69.25 629.48 90.07 5108 Buleleng 69.67 637.09 82.57 75.01 5100 BALI 70.52 79.41 629.04 643.12 5171 Kota Denpasar 73.41 98.51 647.22 73.84 91.20 8.17 70.72 70.13 65.46 88.73 9.90 75.98 3603 Tangerang 65.60 94.97 71.62 90.47 642.82 90.17 8.12 72.31 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 113 .36 634.02 5106 Bangli 71.53 75.65 10.47 96.18 92.52 649.Angka Harapan Hidup Kode Angka Melek Huruf Rata-rata Lama Sekolah Pengeluaran per Kapita Disesuaikan IPM Provinsi (Tahun) 2010 (1) (2) (Persen) 2011 2010 2011 (Tahun) 2010 2011 (Ribu Rp PPP) 2010 2011 2010 2011 (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) 3400 D I YOGYAKARTA 73.47 6.84 650.72 98.51 63.39 98.39 7.80 71.75 645.64 6.86 8.67 67.11 651.33 91.56 650.73 73.17 74.67 9.07 8.30 10.19 10.89 3600 BANTEN 64.24 72.15 98.89 7.35 652.69 71.41 9.01 84.92 646.76 72.79 65.18 72.78 88.35 94.65 98.72 86.21 8.71 653.27 90.32 3401 Kulon Progo 74.80 71.73 83.49 9.70 633.38 9.06 97.17 85.82 6.96 9.34 88.80 71.02 639.90 67.85 77.67 69.37 639.81 8.84 5101 Jembrana 71.63 7.77 639.72 7.82 648.03 91.27 75.48 11.84 3404 Sleman 75.38 76.19 637.05 3403 Gunung Kidul 70.17 75.78 95.60 3673 Kota Serang 65.82 8.

46 598.75 607.34 64.80 61.89 72.11 67.45 591.98 63.75 87.36 6.16 72.56 65.27 606.32 91.02 82.76 88.09 92.41 81.76 6.01 72.93 608.89 642.93 5306 Belu 66.73 6.01 69.09 5316 Sumba Barat Daya 63.21 9.22 645.20 66.02 6.24 6.45 90.92 5308 Lembata 66.82 68.97 639.22 5.07 66.28 61.72 91.69 64.90 58.77 5304 Timor Tengah Selatan 66.93 75.79 6.92 67.41 66.58 5312 Ngada 67.31 5302 Sumba Timur 61.67 63.97 5.73 61.57 75.00 89.18 66.42 6.94 71.08 6.31 77.80 62.68 63.59 5319 Manggarai Timur 67.99 7.24 85.95 65.33 6.50 5202 Lombok Tengah 61.52 641.71 609.32 608.43 6.26 7.35 7.31 67.83 6.99 61.38 66.56 69.77 90.83 605.95 65.34 599.42 68.45 67.55 615.54 56.50 67.79 599.35 83.89 631.41 66.91 68.40 69.20 84.74 62.42 7.71 114 (2) 2011 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 .29 75.13 5313 Manggarai 67.38 84.77 61.51 91.35 631.35 5.92 66.43 604.18 68.32 68.98 67.20 607.66 68.39 9.82 89.71 62.05 599.73 92.96 7.64 67.16 6.02 89.70 634.67 614.48 72.32 80.87 68.32 89.00 66.23 7.56 590.11 6.71 5310 Sikka 69.75 87.13 91.27 67.23 7.59 88.26 67.26 597.02 94.70 5206 Bima 62.40 509.17 5.23 6.99 627.05 603.67 609.54 11.50 5303 Kupang 65.96 6.98 95.75 5307 Alor 66.93 5204 Sumbawa 60.52 629.00 66.05 61.47 627.45 6.57 75.60 55.16 67.07 5309 Flores Timur 68.25 95.56 60.26 7.00 593.20 5.06 60.04 617.26 60.05 93.12 5371 Kota Kupang 72.25 6.57 67.12 68.22 602.25 611.78 6.39 6.22 5318 Nageko 63.40 80.51 631.52 71.93 63.78 90.00 601.70 94.16 83.75 91.53 63.77 6.61 5315 Manggarai Barat 66.52 98.85 7.00 65.69 89.93 612.55 5320 Sabu Raijua 67.49 96.82 65.85 7.42 6.72 60.75 65.61 593.31 95.13 83.89 6.47 67.18 65.84 61.32 7.54 6.35 90.33 66.47 7.77 92.93 5271 Kota Mataram 66.23 5201 Lombok Barat 60.51 66.67 606.80 65.29 5305 Timor Tengah Utara 68.56 629.59 5.50 601.44 602.09 61.34 68.33 6.97 604.13 648.50 6.29 67.58 5.74 6.21 7.05 83.71 615.48 68.28 618.92 66.38 7.06 11.77 9.42 5317 Sumba Tengah 62.90 67.87 86.90 5.33 511.81 5314 Rote Nda 67.16 67.71 638.08 92.07 629.61 624.08 84.89 6.31 67.75 5301 Sumba Barat 65.49 67.44 606.10 67.85 9.66 5203 Lombok Timur 60.02 60.61 88.24 61.50 583.08 6.22 67.31 66.60 613.65 5.09 625.27 62.85 64.49 6.27 76.62 5.39 66.46 607.77 6.67 5205 Dompu 61.52 93.75 61.61 6.63 73.10 5300 NUSA TENGGARA TIMUR 67.31 614.96 60.Angka Harapan Hidup Kode Angka Melek Huruf Rata-rata Lama Sekolah Pengeluaran per Kapita Disesuaikan IPM Provinsi (Tahun) 2010 (1) (Persen) 2010 2011 (Tahun) 2010 2011 (Ribu Rp PPP) 2010 2011 2010 2011 (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) 5200 NUSA TENGGARA BARAT 62.56 77.43 89.22 5311 Ende 64.45 70.94 62.38 80.58 66.74 93.74 5207 Sumbawa Barat 61.04 98.62 612.10 93.39 6.84 91.82 65.37 597.42 77.07 83.63 63.82 91.99 7.39 603.74 606.93 66.73 66.62 6.38 615.08 5208 Lombok Utara 60.23 7.32 72.45 65.97 605.95 600.69 86.83 5272 Kota Bima 62.64 612.06 625.28 76.11 62.88 5.65 585.

73 606.67 92.43 6172 Kota Singkawang 67.21 78.26 610.11 68.76 7.37 6211 Gunung Mas 67.61 94.15 75.37 92.20 98.03 8.23 7.51 614.34 89.82 92.77 71.55 67.07 6105 Sanggau 68.94 99.21 72.76 68.11 606.34 67.03 8.53 72.36 72.60 74.64 642.31 5.48 99.43 617.31 7.16 640.68 621.21 6200 KALIMANTAN TENGAH 71.34 634.45 67.74 6208 Seruyan 67.10 99.35 64.19 6202 Kotawaringin Timur 69.56 69.26 90.85 69.79 73.00 73.62 633.65 73.67 5.49 68.31 68.40 7.32 7.00 6204 Barito Selatan 68.34 74.09 7.72 98.55 10.37 89.24 67.97 6106 Ketapang 67.21 7.06 6171 Kota Pontianak 67.04 99.06 6201 Kotawaringin Barat 71.06 636.01 6205 Barito Utara 72.15 6.51 10.41 635.55 68.73 8.47 72.03 70.51 638.95 7.57 95.57 639.47 99.91 89.19 97.73 74.90 97.38 635.43 73.46 65.16 6104 Pontianak 67.49 6.30 66.36 9.39 72.42 6207 Lamandau 67.83 638.45 638.75 8.40 7.96 7.32 7.28 68.65 609.37 88.18 633.34 606.25 607.85 67.94 6.18 641.96 73.07 7.30 89.34 6271 Kota Palangka Raya 73.84 66.51 7.74 89.25 636.72 629.88 67.93 6209 Katingan 67.58 66.32 68.98 8.84 73.48 90.75 69.99 68.48 7.75 6112 Kubu Raya 66.17 90.75 71.22 7.56 625.77 630.47 71.26 613.38 65.20 98.93 94.55 5.84 8.65 622.66 90.00 8.47 640.51 6.50 6206 Sukamara 67.72 6.70 98.79 74.85 67.93 65.92 97.63 6107 Sintang 68.89 70.99 8.70 91.98 6103 Landak 65.35 7.55 73.55 68.32 6.60 66.97 88.57 6.92 95.64 75.53 6.22 67.18 99.21 67.94 6.01 6111 Kayong Utara 65.73 636.22 614.92 67.68 68.75 90.04 641.39 632.71 7.81 68.28 88.58 67.43 645.98 613.63 75.74 634.22 67.50 67.56 73.46 90.59 7.90 636.61 73.67 7.39 73.60 99.65 94.38 8.25 72.55 91.77 631.32 6.71 88.98 6.01 68.69 645.38 6109 Sekadau 67.80 6102 Bengkayang 68.89 68.56 67.50 604.20 623.78 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 115 .61 92.20 91.37 617.42 614.77 68.48 92.63 7.65 635.60 99.84 68.21 67.64 8.86 69.82 6.40 94.59 6.24 8.50 99.97 98.45 636.04 644.78 97.69 641.77 6108 Kapuas Hulu 66.32 609.66 6101 Sambas 61.31 99.66 98.76 67.53 90.54 8.98 98.44 619.92 634.66 89.73 6212 Barito Timur 67.79 74.25 88.80 637.20 71.31 609.52 6110 Melawai 67.02 9.30 78.67 65.61 641.54 6.56 68.Angka Harapan Hidup Kode Angka Melek Huruf Rata-rata Lama Sekolah Pengeluaran per Kapita Disesuaikan IPM Provinsi (Tahun) 2010 (1) (2) (Persen) 2011 2010 2011 (Tahun) 2010 2011 (Ribu Rp PPP) 2010 2011 2010 2011 (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) 6100 KALIMANTAN BARAT 66.69 7.36 6.35 98.02 627.32 72.04 72.44 640.30 626.89 631.97 95.13 65.74 6203 Kapuas 70.96 68.75 635.78 70.67 69.35 632.99 67.39 73.16 7.15 69.60 74.30 6.27 61.29 98.84 88.32 96.30 97.32 6210 Pulang Pisau 67.65 639.64 7.96 89.43 8.55 72.98 72.33 6213 Murung Raya 68.30 6.

18 97.65 73.99 96.65 97.39 98.74 70.93 67.00 96.94 65.46 640.15 7.42 71.72 7.03 94.20 99.36 648.18 97.92 70.77 71.05 77.15 627.90 73.68 637.57 637.32 96.35 6304 Barito Kuala 61.26 654.36 96.26 6407 Bulongan 72.77 96.44 7.01 96.60 73.24 618.14 66.70 98.84 74.73 69.43 636.94 645.67 72.50 77.11 8.19 6308 Hulu Sungai Utara 63.19 68.73 72.76 98.45 6309 Tabalong 63.81 64.33 68.25 7.01 75.87 97.05 96.05 7.51 646.15 638.97 96.22 98.85 6472 Kota Samarinda 71.56 76.78 658.57 7.58 71.59 74.21 10.05 89.99 9.16 72.89 73.76 98.00 620.44 96.75 7.89 69.72 9.61 68.09 73.54 70.42 7.50 75.65 624.03 96.60 7.57 638.47 640.22 67.93 68.17 95.66 7.05 72.12 6.20 648.46 71.10 640.08 76.48 67.08 629.68 630.74 67.39 95.85 8.42 98.04 10.56 95.57 645.69 6303 Banjar 65.87 6471 Kota Balikpapan 72.25 7.20 8.80 8.52 116 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 .16 70.61 8.20 71.69 6403 Kutai 67.08 639.21 71.70 70.63 6473 Kota Tarakan 71.99 73.24 72.92 95.63 95.20 628.06 649.00 70.74 71.06 645.00 6302 Kota Baru 65.92 70.39 68.60 656.44 6301 Tanah Laut 68.36 98.77 94.20 71.25 647.54 650.17 72.47 8.16 70.45 6310 Tanah Bumbu 64.93 71.26 633.31 8.40 6402 Kutai Barat 70.66 75.08 7.59 639.99 71.86 8.76 8.26 643.35 94.55 95.97 76.11 75.96 97.03 6410 Tana Tidung 72.08 10.06 7.03 94.85 641.14 7.47 95.51 6404 Kutai Timur 68.70 95.25 65.38 6409 Penajam Paser Utara 71.02 94.14 8.35 6371 Kota Banjarmasin 66.22 6401 Pasir 73.75 93.23 78.95 64.36 6305 Tapin 67.53 637.20 6307 Hulu Sungai Tengah 65.58 636.86 62.12 7.60 99.15 635.19 642.91 650.02 7.13 8.31 93.80 7.63 73.47 92.07 72.43 6400 KALIMANTAN TIMUR 71.15 624.10 7.00 6306 Hulu Sungai Selatan 63.05 66.43 7.97 97.15 634.07 63.63 6406 Malinau 68.74 77.41 6311 Balangan 61.Kode Provinsi (1) (2) Angka Harapan Hidup Angka Melek Huruf Rata-rata Lama Sekolah Pengeluaran per Kapita Disesuaikan (Tahun) (Persen) (Tahun) (Ribu Rp PPP) IPM 2010 2011 2010 2011 2010 2011 2010 2011 2010 2011 (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) 6300 KALIMANTAN SELATAN 63.07 653.84 74.54 6408 Nunukan 71.81 650.83 71.33 635.95 9.73 62.65 7.56 9.58 628.43 622.27 7.54 71.92 639.93 632.90 73.38 633.83 631.28 65.05 97.84 74.81 94.97 7.47 635.72 94.66 6.36 94.28 98.13 69.24 6372 Kota Banjar Baru 67.74 75.20 73.42 72.92 635.01 98.80 10.15 70.56 7.88 7.36 9.88 6405 Berau 69.94 71.33 78.43 646.19 6474 Kota Bontang 72.54 68.94 92.08 63.46 65.07 7.33 8.47 71.78 10.74 634.12 7.02 9.96 7.11 643.89 74.89 95.87 648.48 632.99 70.91 635.64 72.94 96.35 7.70 89.85 10.42 97.82 97.21 8.15 630.87 9.88 77.03 7.70 7.40 97.93 653.59 74.48 95.68 96.11 95.

34 98.47 93.10 7106 Minahasa Utara 72.67 68.42 7.71 99.92 610.73 636.11 70.64 98.61 68.78 628.50 70.68 75.96 7.03 70.47 7102 Minahasa 72.89 72.12 7103 Kep.94 620.42 624.14 627.47 627.27 7208 Parigi Moutong 65.59 99.88 75.76 616.41 9.78 99.35 71.74 629.62 7201 Banggai Kepulauan 63.41 99.43 620.01 73.04 591.92 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 117 .96 99.54 99.28 70.38 65.12 99.89 10.95 7.54 630.73 97.56 631.97 7171 Manado 72.55 65.70 98.96 7.86 96.62 98.87 64.22 72.04 97.20 97.26 99.27 72.64 94.52 75.93 95.28 7202 Banggai 68.97 619.09 76.42 7.36 7.90 97.03 629.05 72.65 9.85 64.72 7.45 8.57 7172 Kota Bitung 70.40 76.60 10.90 7.93 93.55 6.70 7110 Bolaang Mongondow Selatan 71.60 72.83 69.03 75.15 69.16 65.83 639.21 67.37 9.28 7209 Tojo Una-Una 63.42 9.08 72.73 7.24 73.70 98.73 99.78 617.30 633.70 99.54 7107 Bolaang Mongondow Utara 69.Angka Harapan Hidup Kode Provinsi (Tahun) 2010 (1) (2) Angka Melek Huruf (Persen) 2011 2010 2011 Rata-rata Lama Sekolah (Tahun) 2010 2011 Pengeluaran per Kapita Disesuaikan IPM (Ribu Rp PPP) 2010 2011 2010 2011 (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) 7100 SULAWESI UTARA 72.02 78.50 97.71 73.59 78.27 610.55 7.29 71.71 7205 Donggala 65.94 8.39 76.57 640.92 7174 Kota Kotamobago 71.09 640.45 627.10 612.88 639.28 72.39 7.78 76.48 99.62 68.58 68.79 70.33 99.29 98.54 7101 Bolaang Mongondow 71.07 7104 Kepulauan Talaud 71.40 634.22 70.62 96.85 9.39 8.38 626.58 76.19 98.96 65.51 99.99 8.50 621.47 7204 Poso 64.31 7.31 10.65 596.03 76.46 8.71 7.84 75.27 65.38 99.16 632.56 8.44 97.76 99.69 7.72 9.99 73.35 94.35 71.28 7210 Sigi 65.07 623.30 643.78 70.03 7200 SULAWESI TENGAH 66.63 73.30 75.44 634.99 70.54 7.42 615.76 7105 Minahasa Selatan 72.77 8.50 595.78 99.95 632.65 75.02 8.46 8.82 615.22 624.08 96.29 6.25 7207 Buol 65.18 630.10 99.08 76.51 8.33 6.60 66.53 69.31 623.89 639.40 599.71 99.98 635.97 10.31 7.12 7.74 76.34 95.36 65.19 617.51 68.68 70.30 73.77 9.57 7.62 72.40 611.45 99.70 71.85 612.06 98.62 99.75 8.00 624.Sangihe Talaud 73.36 70.09 7109 Kep.92 634.03 67.91 10.84 620.84 7203 Morowali 65.74 95.12 8.58 71.48 72.98 632.95 71.87 7111 Bolaang Mongondow Timur 71.53 99.07 69.25 8.96 7173 Kota Tomohon 72.75 8.42 99.64 72.66 94.41 617.10 634.49 95.32 98.16 624.32 7206 Toli-Toli 64.26 64. Siau Tagulandang Biaro 68.74 99.20 9.80 8.83 69.61 68.98 629.36 68.25 99.80 74.89 8.08 7108 Minahasa Tenggara 70.84 99.45 76.70 72.16 7271 Kodya Palu 69.91 70.00 8.86 99.12 9.31 71.57 76.80 71.07 7.39 98.01 75.94 95.89 628.40 96.02 622.76 8.47 72.67 8.53 76.14 71.91 615.52 7.

23 7313 Wajo 70.80 7316 Enrekang 74.32 626.45 67.84 71.25 11.22 7.84 7317 Luwu 73.61 7.89 7310 Barru 68.86 90.79 69.88 89.59 73.21 73.69 95.00 70.45 6.94 628.77 7.53 69.10 (1) 118 (2) PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 .48 74.62 6.79 79.25 7.23 89.28 78.16 640.10 70.57 86.79 68.20 6.93 86.37 83.84 9.20 68.09 69.81 93.96 71.94 71.98 74.62 638.68 635.22 71.97 6.79 96.59 6.68 92.46 7405 Konawe Selatan 67.86 6.86 7.34 10.07 68.54 635.03 603.00 7302 Bulukumba 71.89 72.50 72.55 76.11 632.74 70.17 75.78 78.29 70.28 68.77 7303 Bantaeng 73.34 7402 Muna 65.26 630.86 7410 Konawe Utara 67.79 73.51 639.08 630.59 97.92 82.94 72.00 65.75 88.82 7.84 7.55 65.90 8.55 7.28 89.92 636.49 639.67 73.69 93.44 90.74 67.41 6.83 7.29 7307 Sinjai 71.45 86.95 7.74 86.97 6.42 6.74 7309 Pangkajene Kepulauan 68.13 85.00 70.70 6.29 7322 Luwu Utara 71.80 83.01 634.83 7.61 7.00 84.82 10.85 69.95 8.55 644.82 7.60 73.11 7326 Toraja Utara 73.13 7.05 89.33 97.24 7471 Kota Kendari 69.17 637.22 637.52 69.98 635.71 67.19 90.25 7.11 70.31 6.49 650.16 7308 Maros 72.83 612.55 7401 Buton 68.32 74.46 71.22 6.92 68.83 71.64 72.85 7407 Wakatobi 68.12 71.61 630.06 72.18 89.12 651.50 612.43 7.11 7372 Kota Pare Pare 74.98 79.23 90.14 7301 Selayar 67.07 7.84 72.74 71.08 73.64 68.63 71.73 6.85 91.93 624.18 626.17 9.89 81.34 70.04 77.58 68.44 607.11 8.99 621.28 87.69 629.89 604.60 640.28 67.03 629.90 639.80 7406 Bombana 67.38 93.42 7318 Tana Toraja 74.15 77.60 87.73 70.27 628.66 76.77 70.76 82.86 71.30 72.23 641.25 7.42 69.99 75.99 72.07 93.94 620.53 70.85 6.31 69.12 601.63 9.63 67.82 68.76 641.66 7304 Jeneponto 65.48 7.58 83.97 87.46 632.27 7.23 631.22 86.47 72.67 86.60 98.06 93.93 69.80 630.30 8.87 68.34 69.05 67.34 93.28 637.00 91.62 69.55 607.02 88.74 614.07 7472 Kota Bau-Bau 70.24 93.71 7.01 69.00 70.56 71.43 69.70 608.82 10.10 634.12 640.28 89.63 628.63 7.53 74.62 632.04 634.31 6.07 627.21 616.27 74.63 7.27 77.59 6.17 98.59 596.74 7315 Pinrang 72.19 7373 Kota Palopo 72.66 8.34 8.87 616.74 7.27 7305 Takalar 69.61 94.85 7400 SULAWESI TENGGARA 67.55 94.91 89.07 87.17 8.24 67.49 640.25 8.81 89.25 93.16 640.49 97.28 8.32 6.96 87.13 67.62 72.24 605.10 6.69 7325 Luwu Timur 70.54 73.03 5.53 84.72 639.04 7408 Kolaka Utara 65.19 7311 Bone 69.06 74.48 91.58 95.99 615.74 7.04 7314 Sidenreng Rappang 72.07 68.92 65.36 92.80 81.85 64.67 71.37 631.76 7.31 70.95 71.16 97.44 70.60 9.17 72.45 614.71 69.85 649.97 7.09 7306 Gowa 71.19 67.96 78.70 7.28 623.71 633.78 94.39 70.79 68.17 70.Kode Angka Harapan Hidup Angka Melek Huruf Rata-rata Lama Sekolah Pengeluaran per Kapita Disesuaikan (Tahun) (Persen) (Tahun) (Ribu Rp PPP) IPM Provinsi 2010 2011 2010 2011 2010 2011 2010 2011 2010 2011 (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) 7300 SULAWESI SELATAN 70.65 608.72 6.86 86.11 621.90 91.38 69.70 74.82 96.46 7.37 72.58 7.89 7.24 86.78 81.77 7312 Soppeng 71.30 71.12 94.42 7404 Kolaka 67.72 612.02 8.67 601.20 67.55 70.97 83.03 10.08 7.70 605.63 89.55 87.46 67.99 7.12 76.07 609.17 74.60 6.74 634.20 87.15 7371 Kota Makasar 73.55 74.97 66.35 85.80 69.04 91.29 598.19 71.45 626.57 621.37 6.83 73.43 636.85 653.49 8.56 70.61 71.63 11.33 7409 Buton Utara 68.95 7403 Konawe/Kab Kendari 67.80 68.23 639.

18 11.87 66.43 76.10 7.99 67.62 69.00 596.84 599.41 69.13 69.10 8.23 66.68 98.99 8109 Buru Selatan 67.67 7600 SULAWESI BARAT 67.98 99.99 65.51 625.75 8.54 7.69 95.59 603.85 7.22 7505 Gorontalo Utara 66.74 89.98 96.38 97.58 8.97 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 119 .65 72.56 68.67 624.15 630.71 73.49 92.55 93.04 68.47 65.02 582.81 71.19 68.98 68.63 99.43 7.34 70.58 66.22 638.40 67.75 8.32 65.75 71.90 68.87 594.90 97.98 96.72 94.16 7.66 600.15 67.35 98.35 67.83 642.30 8207 Pulau Morotai 65.60 8203 Kepulauan Sula 65.99 67.11 7601 Majene 65.86 590.48 88.05 68.13 69.07 70.76 8.50 8205 Halmahera Utara 65.15 6.78 7605 Mamuju Utara 67.63 612.58 89.83 636.66 67.96 631.65 67.44 610.01 8.25 97.72 95.99 70.79 599.46 6.79 609.56 69.12 87.23 7.77 619.31 96.94 6.85 10.48 7.59 95.84 7.92 626.84 92.54 69.99 68.56 66.11 10.00 96.75 68.82 7501 Boalemo 68.10 8200 MALUKU UTARA 66.61 65.75 8105 Kepulauan Aru 67.09 70.95 600.86 7602 Polewali Mamasa 64.35 67.00 65.23 65.30 95.09 94.71 95.78 69.69 95.79 96.89 615.86 71.92 621.63 68.56 6.75 629.77 70.95 634.58 77.17 585.81 69.10 611.46 9.74 7.82 614.01 66.86 615.51 77.42 99.50 619.01 599.67 616.01 619.57 95.87 7.86 66.05 97.25 8.38 64.89 624.39 660.01 621.24 604.14 98.82 71.61 6.23 8102 Maluku Tenggara 67.01 604.82 644.87 8206 Halmahera Timur 65.38 8202 Halmahera Tengah 66.30 605.41 601.00 88.09 625.67 8.Angka Harapan Hidup Kode Angka Melek Huruf Rata-rata Lama Sekolah Pengeluaran per Kapita Disesuaikan IPM Provinsi (Tahun) 2010 (1) (2) (Persen) 2011 2010 2011 (Tahun) 2010 2011 (Ribu Rp PPP) 2010 2011 2010 2011 (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) 7500 GORONTALO 66.07 8107 Seram Bagian Timur 65.60 66.57 602.77 70.13 8171 Kota Ambon 73.93 94.96 596.38 7.38 6.29 8.76 7.98 68.85 620.62 97.45 9.70 69.40 7.44 7.31 86.38 7.45 64.19 8.51 68.37 7571 Kota Gorontalo 66.53 8108 Maluku Barat Daya 64.95 6.01 617.82 10.89 99.63 69.26 85.19 99.69 69.45 72.93 8.64 6.05 99.96 68.61 11.85 8.81 67.06 65.99 8.06 7.69 602.20 603.59 7.36 7504 Bone Bolango 68.00 7.42 71.45 622.24 8.01 93.62 7604 Mamuju 68.22 616.62 581.33 8106 Seram Bagian Barat 66.38 67.87 8101 Maluku Tenggara Barat 64.40 8.83 67.28 64.14 64.19 71.15 8.01 73.47 8201 Halmahera Barat 64.54 99.07 6.13 98.65 70.43 99.09 597.70 69.65 95.25 599.16 7502 Gorontalo 68.29 8.11 7.78 7.56 7.76 635.60 70.19 7.36 97.34 71.03 602.96 70.83 69.97 8172 Kota Tual 68.79 627.28 70.83 594.28 98.76 69.86 6.03 69.54 67.63 7503 Pokuwato 67.25 578.84 94.61 95.17 606.80 68.08 73.86 98.73 67.83 7.83 639.71 72.71 9.60 98.09 8271 Kota Ternate 70.75 65.92 622.35 71.38 65.85 8103 Maluku Tengah 65.36 69.64 70.44 640.91 6.15 631.08 96.17 622.05 8272 Kota Tidore Kepulauan 65.64 70.89 93.70 99.10 66.18 89.95 7.64 635.79 76.85 7.81 602.14 98.75 8.26 601.47 70.47 6.25 8104 Buru 68.78 6.09 618.41 8100 MALUKU 67.11 96.84 69.95 99.94 99.92 85.72 6.42 8204 Halmahera Selatan 65.52 78.16 99.88 7603 Mamasa 71.63 8.04 99.82 68.32 69.09 99.19 95.55 67.15 618.76 89.83 95.86 659.81 8.83 7.20 68.96 6.70 94.64 8.20 69.88 97.41 97.97 69.59 99.56 78.07 98.80 66.09 68.

67 9106 Sorong Selatan 66.32 88.90 6.46 600.46 72.58 67.66 66.63 600.95 72.50 96.21 68.91 598.05 84.62 94.36 99.15 69.13 9102 Kaimana 69.78 441.82 88.06 592.00 68.06 8.65 9101 Fak-Fak 70.76 84.39 8.81 93.55 7.22 91.33 5.20 66.85 590.62 90.19 67.70 77.79 88.43 588.68 635.29 87.77 8.27 70.76 66.07 50.51 67.00 66.88 97.51 68.18 77.90 87.05 6.43 7.61 6.46 98.22 64.33 66.69 601.15 66.14 10.76 8.52 70.15 77.93 9108 Raja Ampat 66.85 68.18 600.69 91.Kode Angka Harapan Hidup Angka Melek Huruf Rata-rata Lama Sekolah Pengeluaran per Kapita Disesuaikan (Tahun) (Persen) (Tahun) (Ribu Rp PPP) IPM Provinsi 2010 2011 2010 2011 2010 2011 2010 2011 2010 2011 (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) 9100 PAPUA BARAT 68.59 10.50 68.26 596.51 50.72 (1) 120 (2) PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 .28 69.70 562.08 599.17 9105 Manokwari 68.71 9103 Teluk Wondama 67.87 7.35 7.91 7.12 583.98 8.00 601.06 9104 Teluk Bintuni 68.00 582.06 588.43 9171 Kota Sorong 71.30 589.13 70.33 66.27 9.17 66.06 9109 Tambrauw 66.23 66.09 598.48 638.78 8.19 93.13 99.88 95.18 6.58 65.65 69.21 8.73 90.59 9107 Sorong 67.37 589.31 77.12 67.62 68.97 65.50 93.31 601.54 85.31 66.13 9.74 5.43 560.15 443.13 7.37 8.81 9110 Maybrat 66.30 71.

69 70.24 48.81 86.88 87.76 4.06 66.02 48.00 62.44 6.27 59.46 87.71 69.47 2.05 72.39 27.60 75.36 7.30 9417 Pegunungan Bintang 65.18 64.32 9432 Yalimo 66.53 96.45 601.46 2.83 9415 Asmat 67.80 575.03 636.27 34.40 49.99 7.84 593.00 49.31 597.26 6.71 65.19 96.65 68.15 92.30 33.36 49.59 83.55 88.43 69.95 66.64 32.79 2.51 574.75 98.26 63.64 9414 Mappi 66.72 568.04 68.49 9435 Intan Jaya 66.65 65.17 5.40 59.80 83.21 590.39 52.65 96.70 68.72 629.50 2.37 605.25 3.19 9409 Biak Namfor 66.90 9433 Puncak 67.70 86.63 52.12 590.60 68.81 6.34 34.86 615.66 6.55 51.12 629.31 9471 Kota Jayapura 68.70 3.89 9.52 32.76 66.57 49.60 600.74 2.19 9402 Jayawijaya 66.83 11.12 2.79 6.90 48.21 49.56 622.13 32.10 31.50 595.76 2.45 50.33 69.64 9426 Waropen 65.78 75.34 590.58 593.86 584.18 66.29 69.00 32.52 52.53 30.25 72.20 33.86 9429 Nduga 65.45 586.53 87.33 9410 Paniai 67.80 48.83 30.29 66.68 8.59 50.62 67.55 67.07 50.35 66.21 6.82 89.04 50.10 67.32 67.34 9412 Mimika 70.07 2.20 597.32 32.16 69.82 6.21 50.80 66.04 588.90 50.91 92.90 60.27 66.81 67.59 570.35 66.87 3.27 98.96 49.62 28.38 7.86 621.50 2.93 62.22 9411 Puncak Jaya 67.25 72.20 65.79 584.46 601.44 67.69 606.63 634.22 588.28 31.09 33.43 9419 Sarmi 66.03 8.39 59.79 66.45 9418 Tolikara 65.30 69.27 72.12 626.78 616.59 66.52 2.55 48.78 2.42 48.54 9.46 4.30 586.74 66.24 56.09 67.93 641.67 9.94 65.33 9408 Yapen Waropen 68.33 6.10 588.44 3.99 49.66 6.54 2.22 9.90 2.73 66.54 587.92 7.45 30.00 52.55 87.92 9428 Membramo Raya 66.55 614.53 65.86 77.71 9427 Supiori 65.82 570.33 9.66 571.39 581.75 9404 Nabire 67.83 27.27 68.40 573.58 6.56 33.36 5.82 68.75 569.04 65.71 608.37 50.31 92.50 595.23 3.43 31.35 9434 Dogiyai 67.55 9.35 593.46 68.27 63.61 99.96 88.26 69.58 99.60 9403 Jayapura 67.42 66.46 68.19 6.11 6.89 616.49 36.39 579.38 611.09 32.96 66.68 9413 Boven Digoel 67.81 67.74 9436 Deiyai 66.23 96.80 2.13 4.37 3.22 67.76 62.64 615.92 9416 Yahukimo 66.30 48.54 585.72 56.95 573.03 50.20 9431 Mamberamo Tengah 66.35 597.72 36.65 92.44 34.77 0000 Indonesia PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 121 .83 636.85 75.82 4.94 6.64 638.15 9420 Keerom 67.99 88.41 618.03 67.91 3.09 69.Angka Harapan Hidup Kode Angka Melek Huruf Rata-rata Lama Sekolah Pengeluaran per Kapita Disesuaikan IPM Provinsi (Tahun) 2010 (1) (2) (Persen) 2011 2010 2011 (Tahun) 2010 2011 (Ribu Rp PPP) 2010 2011 2010 2011 (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) 9400 PAPUA 68.39 618.95 70.55 6.13 2.36 9401 Merauke 62.67 6.76 76.19 585.11 77.08 598.02 34.91 570.48 66.84 67.20 70.43 9430 Lanny Jaya 66.94 33.94 633.11 6.51 2.27 4.16 51.89 570.70 48.11 32.35 3.32 31.38 609.33 4.02 48.87 611.00 11.

.

12 1113 Gayo Lues 65.75 65.43 69.91 63.41 99.49 95.54 8.09 72.48 96.74 98.42 97.32 71.89 99.52 69.95 59.86 95.71 69.22 10.01 99.71 1175 Subulussalam 64.03 99.76 86.67 65.16 9.36 69.76 92.69 99.72 9.47 24.78 99.21 61.77 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 123 .59 27.90 99.73 98.35 99.10 10.98 72.29 77.67 99.78 8.99 1172 Kota Sabang 69.82 7.25 97.96 8.35 61.73 73.23 7.20 9.31 72.17 9.73 1108 Aceh Besar 68.77 70.62 66.82 71.02 8.46 22.25 74.93 1112 Aceh Barat Daya 65.38 1171 Kota Banda Aceh 68.05 8.02 26.08 69.60 74.38 67.98 60.50 9.57 1117 Bener Meriah 65.04 63.02 31.52 99.26 7.07 97.03 1103 Aceh Selatan 65.07 66.65 68.09 70.95 9.15 8.33 99.30 12.79 1101 Simeulue 61.02 1116 Aceh Jaya 66.26 8.82 71.25 61.77 98.94 10.32 8.08 25.96 25.06 12.22 9.72 71.45 8.19 1102 Aceh Singkil 63.20 69.58 8.21 65.92 59.67 72.06 95.22 1105 Aceh Timur 67.05 66.60 1111 Aceh Utara 67.91 66.26 99.99 1118 Pidie Jaya 67.61 99.31 68.26 27.83 99.00 8.22 1174 Kota Lhokseumawe 68.43 8.21 67.41 9.17 61. IPG Provinsi dan Kabupaten 2010 – 2011 Angka Harapan Hidup Kode Angka Melek Huruf Rata-rata Lama Sekolah Pengeluaran per Kapita Disesuaikan (Tahun) (Ribu Rp PPP) IPG Provinsi (Tahun) L (1) (2) (Persen) P L P L P L P 2010 2011 (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) 1100 ACEH 66.87 8.73 92.04 62.97 1107 Aceh Barat 68.62 39.67 65.05 21.78 99.99 9.33 67.67 30.05 62.28 97.98 64.53 65.74 59.71 8.44 95.09 8.49 60.33 35.19 8.50 60.82 1106 Aceh Tengah 67.45 72.68 94.09 28.73 97.53 10.54 7.87 60.91 72.31 59.04 9.54 56.79 63.56 1173 Kota Langsa 68.61 72.11 98.15 64.30 9.06 72.91 9.60 94.20 7.16 1114 Aceh Tamiang 66.51 27.80 63.26 71.92 99.87 61.17 69.30 65.41 58.L4 Lampiran 4.97 59.82 32.74 9.47 1109 Piddie 67.72 97.66 1110 Bireuen 70.84 72.12 73.60 71.72 71.58 10.00 34.11 61.73 10.36 61.33 31.56 98.25 98.44 70.46 64.02 68.93 8.33 67.35 8.05 72.00 67.00 97.57 74.30 71.10 93.14 96.64 72.68 99.30 60.64 27.00 75.20 33.61 98.18 66.63 60.50 88.79 27.00 69.21 9.12 91.30 1115 Nagan Raya 67.12 72.95 66.95 98.72 64.64 27.71 57.65 27.80 9.42 1104 Aceh Tenggara 67.66 61.36 62.49 74.93 78.41 60.88 98.69 25.48 36.93 68.32 64.19 96.72 8.64 9.

65 50.32 50.81 73.74 9.19 46.98 98.25 69.62 97.10 68.17 99.91 1216 Pakpak Barat 65.64 98.16 98.18 70.27 79.00 1202 Mandailing Natal 61.57 67.78 71.54 39.35 71.12 71.80 67.44 99.43 8.57 65.92 28.34 1201 Nias 67.29 74.79 68.24 7.00 67.28 91.00 99.68 98.47 70.58 68.13 1209 Simalungun 67.89 8.64 9.38 73.67 69.73 9.97 8.03 71.13 9.46 51.47 73.19 94.14 1219 Batu Bara 66.68 8.98 8.92 99.32 74.94 69.22 7.04 66.05 56.44 73.51 8.95 7.42 69.09 72.70 1213 Langkat 67.79 69.70 43.86 8.21 33.70 53.52 1215 Humbang Hasundutan 65.17 9.87 99.71 74.60 67.49 71.05 99.79 68.67 68.26 96.72 73.38 73.90 68.59 99.33 64.68 99.95 60.87 98.54 8.78 75.29 5.16 69.58 41.63 69.21 64.96 1204 Tapanuli Tengah 66.59 29.47 9.78 98.18 21.99 1225 Nias Barat 67.08 64.62 1271 Kota Sibolga 68.15 71.12 69.70 99.31 72.77 65.07 8.24 8.21 10.15 72.66 99.90 68.07 1214 Nias Selatan 68.14 99.81 124 (2) P PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 .88 71.85 49.43 29.18 1220 Padang Lawas Utara 64.45 7.30 9.57 99.68 97.70 9.62 8.45 74.25 7.28 68.58 53.20 30.07 60.56 62.67 1277 Kota Padang Sidempuan 67.61 8.27 9.65 69.03 71.77 72.26 99.06 71.54 99.60 70.92 99.68 95.54 70.63 97.73 99.48 24.04 71.30 66.53 65.55 66.27 9.04 87.63 70.53 49.75 39.22 9.57 8.42 11.74 75.66 70.90 99.54 7.62 70.52 72.83 43.42 65.13 1212 Deli Serdang 68.34 99.57 71.69 8.90 35.91 99.43 68.Kode Angka Harapan Hidup Angka Melek Huruf Rata-rata Lama Sekolah Pengeluaran per Kapita Disesuaikan (Tahun) (Persen) (Tahun) (Ribu Rp PPP) IPG Provinsi L (1) L P L P L P 2010 2011 (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) 1200 SUMATERA UTARA 67.76 99.00 96.58 71.43 97.68 71.98 96.29 70.82 71.02 99.55 1208 Asahan 67.46 57.83 93.72 78.55 1275 Kota Medan 70.70 70.16 8.74 65.88 34.97 8.55 46.94 1217 Samosir 67.30 96.94 65.86 74.36 66.99 99.67 29.52 70.10 99.63 69.49 5.23 68.14 53.67 71.70 7.70 71.88 1221 Padang Lawas 65.44 10.74 66.63 1224 Nias Utara 67.96 10.02 98.72 8.23 71.75 99.79 8.19 90.77 1206 Toba Samosir 68.91 7.54 99.77 99.77 46.60 75.53 94.79 63.02 9.46 99.19 95.71 96.01 62.02 46.78 70.06 71.67 1274 Kota Tebing Tinggi 69.58 9.77 99.81 1278 Gunung Sitoli 68.53 10.71 49.97 7.95 8.51 59.03 10.46 67.25 10.48 71.16 74.40 7.58 83.29 1205 Tapanuli Utara 67.62 1272 Kota Tanjung Balai 68.92 64.81 58.69 58.89 73.42 69.11 53.78 8.29 42.74 72.03 73.89 4.17 74.16 96.77 56.21 25.76 98.21 71.07 85.80 98.80 8.29 66.76 78.19 8.22 1203 Tapanuli Selatan 65.63 99.78 68.35 70.68 57.35 43.19 1211 Karo 70.40 31.64 96.09 10.38 64.70 9.44 33.54 21.44 8.77 6.39 94.82 58.45 71.94 69.94 10.63 99.52 34.53 9.81 71.36 50.61 7.52 60.77 98.38 61.33 71.26 82.99 1210 Dairi 66.43 97.59 1276 Kota Binjai 69.11 99.48 56.18 56.65 43.41 67.23 71.96 1218 Serdang Bedegai 67.06 34.74 98.42 29.43 48.32 1223 Labuhan Batu Utara 67.02 8.80 9.06 9.61 99.14 8.48 65.32 1222 Labuhan Batu Selatan 68.13 6.98 70.62 28.23 71.15 8.34 1273 Kota Pematang Siantar 70.21 1207 Labuhan Batu 67.

74 63.79 8.06 98.91 97.07 72.94 1471 Kota Pekan Baru 69.99 98.90 7.97 99.91 92.43 24.35 54.93 67.28 1373 Kota Sawah Lunto 69.42 98.52 69.13 96.09 56.64 99.99 72.44 1306 Padang Pariaman 66.90 7.91 99.01 68.76 30.02 70.26 69.56 34.52 65.57 73.36 9.21 62.40 64.45 96.33 62.75 9.11 63.19 8.24 96.72 99.40 73.03 10.75 7.17 34.55 77.46 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 125 .86 1409 Rokan Hilir 65.12 7.14 9.79 27.49 99.55 6.97 97.06 7.21 69.73 1310 Solok Selatan 62.79 1303 Solok 64.38 99.53 99.90 71.63 99.38 8.11 1308 Limapuluh Koto 66.67 64.41 73.89 70.26 7.35 97.86 7.72 72.67 67.37 98.35 59.74 66.91 21.73 8.55 1301 Kepulauan Mentawai 66.Angka Harapan Hidup Kode Angka Melek Huruf Rata-rata Lama Sekolah Pengeluaran per Kapita Disesuaikan (Tahun) (Ribu Rp PPP) IPG Provinsi (Tahun) L (1) (2) (Persen) P L P L P L P 2010 2011 (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) 1300 SUMATERA BARAT 67.68 7.92 58.57 59.20 99.52 78.59 74.40 99.05 96.76 10.33 7.79 75.70 68.46 99.88 10.11 71.54 6.20 98.51 63.84 69.26 9.65 8.85 1406 Kampar 66.90 36.68 8.69 96.64 60.85 8.69 8.67 27.29 21.56 45.60 70.96 98.27 10.65 59.95 28.69 93.10 73.37 98.49 77.34 96.16 68.03 60.42 1376 Kota Payakumbuh 68.04 72.00 98.29 66.27 1371 Kota Padang 68.12 7.40 59.27 59.06 96.68 99.69 58.51 73.66 1402 Indragiri Hulu 66.11 68.65 7.71 96.83 1405 Siak 69.81 62.79 65.71 59.05 65.61 98.95 88.11 68.39 99.41 7.03 1304 Sawah Lunto/Sijunjung 65.70 72.77 96.82 99.31 99.52 64.58 9.12 7.84 34.49 96.14 1410 Kepulauan Meranti 66.75 69.61 29.57 64.05 61.58 71.45 1311 Dharmas Raya 64.52 70.91 7.80 11.59 57.93 63.59 10.44 7.36 20.64 58.05 1473 Kota Dumai 69.80 8.98 35.33 1408 Bengkalis 68.48 98.05 99.63 1377 Kota Pariaman 67.27 1404 Pelalawan 66.08 98.16 38.73 78.04 35.08 17.05 61.13 24.81 70.52 70.26 69.41 1372 Kota Solok 67.36 65.11 65.19 29.54 98.89 33.99 79.77 10.61 66.71 66.93 99.63 1374 Kota Padang Panjang 69.59 70.63 65.09 71.98 1403 Indragiri Hilir 69.31 25.64 98.99 8.77 91.60 27.34 90.32 8.44 76.90 1307 Agam 67.74 64.20 9.47 99.81 73.44 72.82 92.39 69.53 8.68 9.92 9.51 96.33 64.43 65.50 73.14 1309 Pasaman 65.52 66.28 67.45 7.43 8.75 66.11 65.88 8.05 9.50 69.83 82.35 25.66 65.89 28.44 70.35 7.29 8.56 99.35 31.40 62.95 8.53 60.04 7.39 64.55 95.83 67.64 33.94 96.16 1375 Kota Bukit Tinggi 69.81 72.13 98.71 61.89 99.96 66.48 27.65 98.19 8.85 98.51 1400 RIAU 69.45 8.07 25.62 63.03 70.77 73.26 64.87 97.65 66.51 68.91 8.56 1407 Rokan Hulu 65.95 33.03 1302 Pesisir Selatan 65.16 97.64 26.50 1305 Tanah Datar 69.96 71.32 74.51 75.51 70.17 1401 Kuantan Sengingi 66.76 98.06 97.27 10.45 74.77 71.71 11.65 7.34 71.12 74.48 97.79 72.22 1312 Pasaman Barat 63.36 69.40 70.72 70.26 9.00 7.88 70.82 68.60 22.24 70.86 99.73 7.44 69.26 58.36 66.93 7.99 10.97 6.58 99.45 71.99 66.80 68.87 60.30 10.22 8.65 73.17 97.20 58.75 73.37 33.

11 8.20 72.14 7.30 98.76 1610 Ogan Ilir 64.52 7.89 98.58 76.02 1609 Ogan Komering Ulu Timur 66.05 9.95 1501 Kerinci 68.97 1504 Batanghari 67.28 99.69 97.57 70.45 1701 Bengkulu Selatan 65.67 76.95 8.53 69.03 28.72 96.40 97.25 32.30 70.04 66.15 97.09 70.19 8.51 25.75 8.67 94.28 68.28 55.61 93.82 73.14 99.28 23.06 57.59 7.00 36.19 95.90 99.92 72.02 7.25 8.24 36.33 1700 BENGKULU 67.82 126 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 .17 30.33 23.59 7.26 98.79 33.88 69.04 73.62 71.68 99.31 91.29 67.79 60.02 8.01 7.38 68.41 66.98 7.79 79.15 96.67 55.30 98.43 70.16 9.49 7.03 93.30 67.89 98.42 7.23 73.68 6.92 1605 Musi Rawas 62.06 72.35 64.95 30.84 1601 Ogan Komering Ulu 67.22 7.15 94.48 90.51 7.99 9.82 79.27 67.19 71.23 94.94 97.00 61.99 67.24 8.90 78.72 32.51 69.81 58.76 5.52 8.68 69.91 63.65 1572 Kota Sungai Penuh 69.00 70.21 60.08 8.72 10.32 59.90 87.28 99.64 33.26 72.07 98.09 1771 Bengkulu 68.79 8.66 72.68 71.28 96.24 6.37 10.08 69.45 71.60 8.57 58.94 23.38 1703 Bengkulu Utara 67.72 37.55 98.92 39.82 1503 Sarolangun 67.66 72.25 76.18 71.79 21.65 1600 SUMATERA SELATAN 67.02 97.02 62.43 39.44 98.86 7.64 7.21 57.52 67.90 99.79 22.01 7.76 66.20 99.01 8.72 7.85 97.58 1706 Mukomuko 65.83 11.08 66.28 63.73 58.55 94.11 71.33 68.95 71.64 77.82 69.98 1608 Ogan Komering Ulu Selatan 67.20 1602 Ogan Komering Ilir 66.00 67.64 26.42 27.40 1604 Lahat 66.21 11.09 70.62 32.77 9.77 1506 Tanjung Jabung Timur 68.81 9.88 56.58 66.09 74.04 1502 Merangin 66.49 58.33 62.51 71.21 67.64 97.26 6.45 56.73 99.32 69.70 99.06 7.57 96.65 8.99 71.14 60.41 89.55 8.55 98.00 40.73 1505 (1) (2) Muara Jambi 67.74 69.69 94.36 65.54 98.34 1611 Empat Lawang 63.35 8.20 7.75 68.46 1507 Tanjung Jabung Barat 67.38 63.98 25.14 98.89 65.27 63.64 67.24 8.72 57.85 98.99 64.39 96.39 60.15 26.08 73.67 1674 Kota Lubuk Linggau 63.34 7.00 28.33 20.40 61.57 9.91 93.15 66.44 99.82 67.20 96.49 69.79 68.90 71.30 7.40 8.68 67.76 98.66 1709 Bengkulu Tengah 68.47 70.05 62.59 7.69 23.78 71.56 8.28 62.57 7.32 63.21 1704 Kaur 65.92 8.36 56.75 69.23 98.67 59.82 8.84 8.17 73.62 27.47 98.31 59.13 7.Kode Angka Harapan Hidup Angka Melek Huruf Rata-rata Lama Sekolah Pengeluaran per Kapita Disesuaikan (Tahun) (Persen) (Tahun) (Ribu Rp PPP) IPG Provinsi L P L P L P L P 2010 2011 (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) 1500 JAMBI 67.79 97.74 7.67 98.96 70.07 1708 Kepahiang 62.48 76.78 76.88 72.09 32.32 64.00 60.65 1603 Muara Enim (Liot) 65.55 1672 Kota Prabumulih 70.11 7.03 65.62 1671 Kota Palembang 69.55 65.51 60.30 33.95 62.60 26.73 68.17 65.41 98.94 71.76 69.15 20.34 69.16 95.48 71.85 7.51 99.85 95.85 55.91 93.33 60.87 6.83 66.72 8.77 93.01 62.70 68.49 30.97 64.73 34.17 6.80 93.75 9.50 72.24 71.15 1705 Seluma 63.72 66.75 98.00 66.03 62.97 64.90 8.00 7.32 91.92 8.74 59.37 66.14 61.63 6.13 1607 Banyuasin 65.57 72.41 90.61 94.11 1606 Musi Banyuasin 67.34 60.39 9.09 7.08 62.69 6.91 8.27 94.49 69.68 97.92 1673 Kota Pagar Alam 68.56 68.85 59.04 68.57 96.52 1508 Tebo 67.44 99.46 1509 Bungo 65.38 67.31 68.49 1571 Kota Jambi 67.89 40.64 98.81 67.20 99.68 97.70 97.72 23.27 37.82 98.80 64.60 67.28 98.82 7.22 74.34 71.44 98.58 7.83 34.46 6.46 94.21 7.01 31.35 69.43 1707 Lebong 64.72 72.98 97.79 68.36 67.81 7.45 96.16 62.25 71.08 1702 Rejang Lebong 65.57 7.89 67.21 68.17 66.

60 93.49 72.94 1802 Tanggamus 67.43 32.26 29.21 91.08 75.51 70.74 64.79 1901 Bangka 65.63 7.33 71.37 77.55 6.01 69.09 53.79 69.91 7.38 62.61 62.68 24.73 60.85 26.90 62.05 7.55 58.72 7.63 88.56 71.87 7.97 98.58 70.11 58.72 72.48 8.54 69.17 73.65 25.68 74.26 23.17 62.24 64.76 33.33 2171 Kota Batam 68.21 98.11 9.83 8.50 97.82 96.20 97.65 60.54 60.51 23.52 74.89 7.91 1810 Pringsewu 66.13 72.90 93.39 56.73 21.98 8.85 9.75 97.23 70.77 67.40 9.31 72.23 69.57 70.20 1811 Mesuji 66.75 56.64 7.55 7.45 27.47 64.04 10.95 7.90 35.93 7.31 68.78 78.76 95.74 60.49 64.67 98.85 6.91 19.86 91.83 7.29 96.39 62.62 26.28 64.40 73.94 98.58 71.48 1806 Lampung Utara 66.79 1871 Kota Bandar Lampung 68.64 10.80 59.43 70.24 63. BANGKA BELITUNG 66.18 10.64 8.84 61.83 97.41 95.41 1809 Pesawaran 66.25 71.56 75.55 96.04 66.01 58.69 2101 Karimun 67.30 59.05 60.44 27.74 63.84 6.74 60.58 76.40 2104 Lingga 68.89 1905 Bangka Selatan 65.90 97.21 76.89 21.49 95.74 11.88 71.26 97.28 8.29 1906 Belitung Timur 66.74 92.90 96.69 68.15 65.19 94.03 1807 Way Kanan 67.26 69.56 7.55 76.70 71.49 57.08 73.12 73.79 95.10 8.93 70.61 7.12 1804 Lampung Timur 68.37 6.03 7.05 7.31 7.35 26.15 25.35 97.19 72.06 72.19 91.90 72.51 95.32 59.49 60.75 92.83 98.95 97.67 7.58 54.11 8.54 7.53 61.46 56.98 70.75 8.49 92.69 92.04 18.71 6.58 67.72 69.44 98.02 69.85 7.97 92.71 78.17 98.31 30.42 7.25 72.21 98.43 92.47 27.31 2105 Kepulauan Anambas 65.93 1805 Lampung Tengah 67.38 70.99 97.59 21.65 63.28 1808 Tulang Bawang 66.18 61.63 62.10 65.05 85.99 69.62 7.53 71.39 70.98 95.21 26.50 1801 Lampung Barat 65.31 1900 KEP.25 22.Angka Harapan Hidup Kode Angka Melek Huruf Rata-rata Lama Sekolah Pengeluaran per Kapita Disesuaikan (Tahun) (Ribu Rp PPP) IPG Provinsi (Tahun) L (1) (2) (Persen) P L P L P L P 2010 2011 (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) 1800 LAMPUNG 67.35 59.51 78.93 6.43 1812 Tulang Bawang Barat 66.16 2103 Natuna 66.67 6.70 66.89 99.65 99.76 30.33 7.64 64.46 99.23 27.85 69.51 99.25 1904 Bangka Tengah 65.12 7.10 71.68 98.46 7.85 60.73 76.91 70.41 71.27 56.47 70.91 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 127 .91 69.48 97.99 71.38 64.25 7.87 99.19 2100 KEPULAUAN RIAU 67.82 24.58 23.83 28.83 99.56 61.18 96.25 1971 Kota Pangkal Pinang 68.41 55.47 7.87 2102 Bintan 67.47 58.36 95.70 23.95 8.77 63.96 72.42 27.36 60.77 10.99 91.44 1803 Lampung Selatan 66.10 2172 Kota Tanjung Pinang 67.06 9.58 95.32 1903 Bangka Barat 65.05 7.88 89.35 7.20 9.96 50.42 58.49 9.10 30.54 97.82 74.52 72.46 95.99 81.35 80.48 69.55 66.48 97.78 91.36 51.19 6.00 63.57 7.30 61.14 7.39 10.00 90.63 7.64 63.37 97.75 94.78 5.36 90.02 1872 Kota Metro 70.88 7.79 57.80 71.08 1902 Belitung 67.

52 59.85 59.29 11.76 6.02 32.55 69.72 70.14 7.14 52.01 99.75 7.91 11.40 6.61 33.51 98.38 3175 Kota Jakarta Utara 70.46 74.47 99.26 3205 Garut 63.47 66.22 9.01 3101 Kep.27 70. Seribu 68.16 98.98 98.37 69.25 75.28 62.53 3207 Ciamis 65.18 74.98 91.88 8.64 72.42 61.89 9.21 7.81 9.02 76.58 7.78 67.14 58.34 98.47 71.76 26.62 7.40 60.53 7.25 3201 Bogor 66.97 99.79 68.74 62.45 10.44 68.44 7.70 3174 Kota Jakarta Barat 71.09 99.99 30.91 63.67 99.91 99.29 69.86 97.22 10.16 10.61 32.88 69.81 98.52 62.30 8.81 8.65 3274 Kota Cirebon 66.83 98.21 58.79 24.80 74.58 99.25 98.66 67.12 31.28 95.65 65.98 73.26 71.13 3272 Kota Sukabumi 67.45 73.01 67.95 11.41 94.72 68.12 73.72 67.17 8.14 63.53 88.11 3279 Kota Banjar 64.40 67.46 73.37 68.23 81.51 58.52 71.01 62.81 67.28 9.50 69.76 77.47 71.39 8.14 99.07 73.50 9.35 74.94 72.43 95.07 10.75 68.87 3217 Kab Bandung Barat 66.60 67.17 3200 JAWA BARAT 66.15 25.05 3203 Cianjur 64.54 99.45 74.13 6.00 99.54 69.43 96.57 3206 Tasikmalaya 66.93 19.65 98.86 23.95 99.93 65.97 29.79 3213 Subang 67.67 7.62 27.47 50.55 3204 Bandung 67.46 88.87 11.97 74.93 73.85 59.78 99.67 75.57 7.93 98.28 31.16 73.15 69.69 99.44 74.42 7.98 71.61 6.70 11.02 74.23 25.54 37.72 67.14 6.23 57.44 6.32 99.52 65.82 3211 Sumedang 65.00 35.61 8.14 3202 Sukabumi 65.96 99.34 56.09 70.97 5.71 7.27 96.03 62.08 98.38 10.05 99.89 90.01 67.15 3208 Kuningan 65.85 77.85 98.37 22.16 73.08 9.74 28.89 99.07 26.40 (1) 128 (2) PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 .02 10.33 8.59 7.86 66.84 7.17 3271 Kota Bogor 66.36 98.13 10.48 74.65 49.18 30.94 70.71 96.36 9.47 36.66 92.26 61.73 74.50 11.53 28.16 8.39 72.86 7.85 99.07 30.72 98.50 75.58 3216 Bekasi 67.64 10.46 68.88 7.24 62.94 70.24 3212 Indramayu 64.54 97.03 70.84 3210 Majalengka 64.37 98.66 60.40 3278 Kota Tasikmalaya 67.55 59.63 3273 Kota Bandung 67.18 68.01 8.29 69.28 99.27 98.45 25.58 25.40 3215 Karawang 64.28 99.22 10.19 61.Kode Angka Harapan Hidup Angka Melek Huruf Rata-rata Lama Sekolah Pengeluaran per Kapita Disesuaikan (Tahun) (Persen) (Tahun) (Ribu Rp PPP) IPG Provinsi L P L P L P L P 2010 2011 (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) 3100 DKI JAKARTA 71.66 23.25 66.64 98.90 98.80 71.84 10.07 52.82 71.87 63.84 98.06 99.46 3276 Kota Depok 71.55 34.18 7.86 11.34 26.84 92.28 97.38 63.38 71.74 8.63 57.52 3172 Kota Jakarta Timur 71.61 75.56 3171 Kota Jakarta Selatan 71.94 71.38 99.38 62.77 57.37 3214 Purwakarta 65.69 9.94 8.79 75.51 67.19 7.92 68.90 10.69 3173 Kota Jakarta Pusat 70.76 7.26 25.44 7.08 69.22 99.43 67.53 73.51 74.57 70.34 7.14 96.03 94.67 96.72 59.91 57.32 74.10 68.80 76.68 3277 Kota Cimahi 67.17 3209 Cirebon 63.24 11.11 68.79 66.72 71.09 71.64 72.43 99.58 3275 Kota Bekasi 67.41 94.35 18.51 80.48 25.42 67.37 11.73 7.14 93.36 75.45 98.93 99.93 66.99 6.21 32.99 62.65 95.63 60.80 68.44 67.00 72.68 66.69 60.40 30.59 99.15 69.39 65.75 99.44 69.49 31.

43 7.33 64.29 56.69 3315 Grobogan 67.40 71.38 6.32 93.92 3320 Jepara 68.39 3314 Sragen 70.80 64.64 91.22 95.74 7.68 76.44 97.26 69.90 8.21 8.09 85.93 26.03 62.76 7.16 95.83 95.86 23.72 93.76 87.85 72.54 58.79 9.68 68.87 26.03 9.05 82.34 63.08 95.20 6.70 71.95 72.00 68.81 71.92 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 129 .54 6.34 75.42 71.50 96.16 85.26 57.18 7.64 59.67 39.01 64.62 80.79 66.20 33.88 6.55 95.36 95.84 3328 Tegal 66.04 6.95 10.90 9.70 11.32 9.70 8.57 6.31 3324 Kendal 66.17 63.56 95.96 3372 Kota Surakarta 70.20 6.71 23.03 5.77 95.26 99.13 73.29 85.85 87.00 36.70 10.20 72.37 3310 Klaten 69.79 93.92 6.33 65.90 61.47 64.80 7.61 72.15 6.10 95.00 3321 Demak 69.30 70.45 69.53 7.51 97.46 23.30 74.61 65.37 38.63 71.37 3373 Kota Salatiga 69.26 56.67 32.14 99.42 74.49 73.03 66.27 90.61 8.83 88.98 60.08 70.42 86.21 73.66 68.79 64.78 67.52 8.36 87.89 3304 Banjarnegara 67.76 60.57 91.17 60.26 95.52 73.61 74.07 55.52 76.24 86.73 6.26 91.80 71.09 59.21 88.86 88.40 94.61 59.88 8.50 7.33 73.62 73.31 72.48 94.37 8.81 3371 Kota Magelang 68.83 95.76 97.84 87.62 68.93 23.06 11.78 3374 Kota Semarang 70.67 7.10 66.36 27.92 7.66 86.23 37.31 72.20 81.39 7.06 6.51 73.31 6.12 8.02 3326 Pekalongan 67.96 88.52 6.18 93.06 77.27 72.87 96.42 6.11 64.38 76.59 7.48 94.98 8.27 71.39 96.75 5.51 43.04 3376 Kota Tegal 66.74 22.97 35.72 3323 Temanggung 70.63 84.11 64.28 63.94 8.01 9.74 64.67 32.66 97.76 24.78 98.40 94.46 72.12 60.68 22.63 3322 Semarang 70.37 3302 Banyumas 67.51 65.68 56.99 6.00 71.37 73.62 34.20 3317 Rembang 68.30 3325 Batang 68.50 3305 Kebumen 67.92 40.71 7.35 64.59 29.07 73.05 95.76 91.89 90.03 63.38 40.87 3318 Pati 70.35 65.24 57.39 76.71 56.24 6.07 63.62 74.16 32.12 35.26 74.18 3329 Brebes 65.20 72.63 71.71 91.22 9.64 88.79 62.83 6.75 69.52 7.77 67.53 90.86 70.34 74.49 3307 Wonosobo 68.36 76.55 70.32 34.60 58.84 64.62 7.83 28.45 3301 Cilacap 68.38 71.89 3308 Magelang 68.12 71.75 64.58 39.59 70.21 74.37 64.97 33.53 6.88 66.67 6.13 7.92 58.08 92.10 66.40 70.57 7.70 74.98 74.37 85.48 62.32 56.29 82.35 98.52 9.48 75.74 69.65 3303 Purbalingga 68.50 3312 Wonogiri 70.91 25.97 94.04 76.89 8.34 7.47 3375 Kota Pekalongan 68.40 7.08 7.02 93.15 95.78 7.25 77.23 66.67 65.47 7.27 67.12 8.Angka Harapan Hidup Kode Angka Melek Huruf Rata-rata Lama Sekolah Pengeluaran per Kapita Disesuaikan (Tahun) (Ribu Rp PPP) IPG Provinsi (Tahun) L (1) (2) (Persen) P L P L P L P 2010 2011 (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) 3300 JAWA TENGAH 69.50 73.71 62.22 6.06 74.11 99.41 59.05 99.59 65.76 7.67 72.10 7.80 59.55 58.82 70.20 3327 Pemalang 65.49 6.91 72.59 56.40 6.38 37.14 3319 Kudus 67.26 29.87 85.58 64.68 68.86 69.60 67.07 72.97 3306 Purworejo 68.97 82.22 73.15 3309 Boyolali 68.40 72.32 35.08 71.75 7.51 70.14 54.23 72.85 92.68 3311 Sukoharjo 68.41 63.13 59.69 74.76 69.13 3316 Blora 69.50 67.52 41.63 29.84 7.29 54.21 72.15 93.12 3313 Karanganyar 70.32 60.29 28.98 89.

32 9.66 29.94 93.29 70.90 89.11 65.93 95.34 71.66 69.58 99.43 68.24 3512 Situbondo 61.44 66.37 7.87 28.24 29.25 69.96 68.15 70.65 70.24 56.08 3577 Kota Madiun 69.77 38.26 96.58 3574 Kota Probolinggo 68.65 7.62 66.87 70.40 7.44 99.54 34.50 3521 Ngawi 67.10 56.74 70.33 7.51 49.94 91.26 72.73 70.61 3501 Pacitan 69.62 3529 Sumenep 62.80 10.46 85.65 3528 Pamekasan 62.94 7.15 76.88 6.59 3571 Kota Kediri 68.38 88.08 63.86 65.36 96.67 34.24 6.14 8.66 60.12 92.24 68.17 87.38 3505 Blitar 68.68 86.92 7.53 51.05 66.67 3506 Kediri 67.70 81.02 61.66 71.26 27.17 96.09 80.38 98.74 63.88 8.48 65.96 94.86 61.68 71.95 89.68 7.31 67.18 3526 Bangkalan 61.73 73.10 77.94 78.37 32.84 96.17 64.84 57.12 7.13 23.45 6.15 34.05 33.87 48.91 7.02 6.05 3517 Jombang 68.45 3520 Magetan 69.08 71.29 64.51 5.53 72.79 7.20 96.58 3527 Sampang 61.03 87.82 88.59 73.64 93.49 72.23 76.00 7.77 3573 Kota Malang 68.64 53.33 70.78 65.51 35.03 6.98 86.76 29.40 7.50 3503 Trenggalek 69.34 29.34 59.47 72.19 8.87 71.79 59.83 3576 Kota Mojokerto 69.14 95.49 68.97 72.68 80.75 3572 Kota Blitar 70.09 92.10 3511 Bondowoso 61.10 5.08 72.93 69.45 58.23 69.59 65.05 63.31 3507 Malang 67.21 98.95 68.93 3579 Kota Batu 67.81 80.58 10.66 3502 Ponorogo 68.52 3575 Kota Pasuruan 64.85 34.89 96.84 11.Kode Provinsi (1) (2) Angka Harapan Hidup Angka Melek Huruf Rata-rata Lama Sekolah Pengeluaran per Kapita Disesuaikan (Tahun) (Persen) (Tahun) (Ribu Rp PPP) IPG L P L P L P L P 2010 2011 (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) 3500 JAWA TIMUR 67.15 8.96 9.17 72.02 52.56 99.06 64.19 89.54 6.46 71.42 64.94 6.82 7.32 5.74 71.03 99.62 67.27 97.03 56.92 9.37 73.46 5.39 59.34 63.85 62.56 28.19 56.18 96.23 71.23 67.23 3516 Mojokerto 68.31 3523 Tuban 65.84 57.48 98.29 3578 Kota Surabaya 69.63 65.65 9.80 96.85 3525 Gresik 69.37 64.89 8.37 74.12 96.83 91.32 8.75 3515 Sidoarjo 68.27 56.87 6.61 96.64 72.42 3519 Madiun 66.62 64.82 35.39 6.13 63.62 94.56 130 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 .69 68.61 3518 Nganjuk 66.24 94.88 60.28 72.18 61.89 65.19 71.15 49.24 5.33 71.79 7.47 84.48 68.74 35.96 8.25 7.72 92.14 25.05 60.72 3508 Lumajang 65.15 81.36 74.07 68.95 3522 Bojonegoro 65.81 23.46 71.15 71.36 70.76 59.60 6.06 81.00 90.02 64.48 96.86 3504 Tulungagung 69.45 52.86 69.52 71.17 91.03 99.58 30.92 9.61 4.09 67.16 7.32 69.40 61.67 8.32 68.41 72.25 84.22 7.69 3510 Banyuwangi 65.26 86.13 38.27 9.76 66.29 66.33 7.06 3.85 67.93 37.83 96.12 29.16 31.35 99.08 32.88 76.30 52.84 5.12 62.18 72.16 65.26 35.18 7.36 65.98 60.67 82.40 65.74 58.14 65.49 85.68 70.58 90.62 65.73 33.38 10.10 78.55 64.33 89.35 72.97 8.88 68.74 10.57 64.45 6.24 6.04 71.00 7.33 3524 Lamongan 66.39 66.57 54.54 3509 Jember 61.86 69.55 36.91 36.70 97.00 94.96 70.02 6.47 21.53 9.01 71.94 4.27 70.68 73.57 4.63 65.99 6.82 72.70 8.95 65.96 6.85 29.43 71.95 60.75 50.53 62.27 73.78 94.78 91.42 72.47 88.77 3513 Probolinggo 59.41 3514 Pasuruan 62.99 71.85 66.08 6.94 63.77 6.23 98.86 10.11 73.89 72.83 6.50 9.35 8.25 70.17 73.89 74.89 64.98 26.36 23.26 66.33 83.34 33.97 70.52 96.76 64.36 9.56 10.33 7.14 85.96 92.71 29.71 28.92 64.15 31.58 6.94 58.11 73.85 58.99 98.59 64.17 10.98 61.31 35.45 69.

40 65.06 37.61 5106 Bangli 69.76 11.35 8.26 67.Angka Harapan Hidup Kode Angka Melek Huruf Rata-rata Lama Sekolah Pengeluaran per Kapita Disesuaikan (Tahun) (Ribu Rp PPP) IPG Provinsi (Tahun) L (1) (2) (Persen) P L P L P L P 2010 2011 (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) 3400 D I YOGYAKARTA 71.90 70.56 77.01 58.59 39.23 10.21 94.25 88.32 61.25 74.82 39.04 66.13 3672 Kota Cilegon 66.99 92.55 64.10 92.72 98.97 69.84 9.60 69.49 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 131 .22 78.55 37.35 5.45 65.17 6.28 87.36 62.96 57.26 69.58 37.75 56.66 75.40 70.04 3404 Sleman 73.79 9.11 98.75 5.86 29.13 11.30 57.00 66.84 6.89 60.34 69.11 60.78 34.34 60.92 3600 BANTEN 63.59 75.61 5107 Karangasem 65.75 61.19 10.91 94.80 27.09 34.54 72.92 7.73 80.42 66.18 9.79 74.14 62.28 9.97 99.67 60.45 66.50 70.79 97.88 98.09 9.21 76.58 4.52 70.86 70.88 8.42 69.21 37.76 73.47 74.67 65.89 8.82 5100 BALI 68.12 9.95 24.95 8.85 3402 Bantul 69.60 38.72 60.74 11.31 10.28 25.88 63.25 3602 Lebak 61.24 40.09 86.75 62.10 7.57 64.76 64.84 5108 Buleleng 67.22 6.85 11.37 75.18 72.44 3673 Kota Serang 63.11 3604 Serang 61.86 97.20 75.89 82.01 5102 Tabanan 72.82 8.60 7.04 67.54 62.20 61.74 42.52 8.18 71.92 73.98 86.42 73.92 42.25 24.90 89.40 7.07 66.45 70.25 9.60 83.32 96.42 99.41 8.28 9.62 99.06 62.77 76.91 67.46 29.22 69.85 5104 Gianyar 70.53 98.08 77.97 67.05 62.88 35.66 64.37 99.22 9.65 70.64 90.99 94.51 73.28 97.00 34.50 9.96 11.62 70.78 94.71 3403 Gunung Kidul 69.33 97.70 65.98 96.06 76.76 75.68 70.24 96.93 73.67 7.51 57.92 5103 Badung 69.24 6.79 96.67 68.75 3471 Kota Yogyakarta 71.06 5105 Klungkung 67.12 10.81 68.79 66.94 84.70 67.74 94.74 35.02 93.09 84.23 71.14 60.97 62.39 86.24 6.76 58.81 7.12 68.15 8.24 18.17 74.78 97.59 76.06 69.44 3671 Kota Tangerang 66.16 96.81 72.78 8.17 74.63 7.61 65.78 96.64 81.58 98.82 59.30 29.03 31.92 3603 Tangerang 63.23 96.19 94.26 70.30 66.64 96.86 67.14 90.53 76.58 11.02 6.33 71.91 67.92 65.97 94.94 71.07 3401 Kulon Progo 72.07 72.50 62.43 5171 Kota Denpasar 71.16 7.06 7.35 3601 Pandeglang 61.41 76.26 6.46 98.71 61.24 5101 Jembrana 69.93 8.34 3674 Kota Tangerang Selatan 66.11 29.41 8.07 68.

88 35.81 32.00 53.68 5306 Belu 64.19 5208 Lombok Utara 58.57 43.16 98.80 7.75 74.05 5319 Manggarai Timur 65.35 5303 Kupang 63.75 87.69 66.53 73.04 62.48 87.79 66.42 10.37 48.04 89.17 95.68 68.60 6.32 61.58 7.19 60.07 32.89 59.69 53.99 34.01 81.01 54.11 75.05 65.39 67.68 78.27 62.85 87.25 69.66 5203 Lombok Timur 59.97 60.02 6.40 7.33 73.74 59.43 69.64 26.49 68.25 5.20 63.14 82.95 6.49 7.75 60.65 5.25 61.78 86.96 8.30 64.15 64.92 77.01 61.19 70.27 6.22 5312 Ngada 65.60 97.88 65.66 5272 Kota Bima 61.00 85.43 63.47 63.43 5309 Flores Timur 66.12 60.97 7.13 60.34 5202 Lombok Tengah 59.85 6.14 63.40 41.02 88.10 89.36 8.96 72.51 5305 Timor Tengah Utara 66.44 91.92 96.06 9.79 96.05 92.56 5371 Kota Kupang 70.11 40.60 5317 Sumba Tengah 60.19 63.81 5.86 59.30 67.87 60.94 97.16 54.30 62.99 68.64 62.98 6.76 6.99 34.69 42.92 6.67 7.26 62.74 63.58 82.95 91.10 64.52 6.36 4.00 7.51 10.72 99.26 33.86 88.13 5.65 7.59 65.16 61.25 60.02 34.21 79.99 62.94 5304 Timor Tengah Selatan 64.98 84.37 68.27 71.04 11.28 65.93 65.17 64.15 83.71 5.44 57.51 62.99 68.69 6.74 70.23 54.94 61.75 7.52 6.25 55.78 5206 Bima 61.98 61.83 91.64 66.80 87.12 39.60 34.48 6.66 96.41 39.95 60.66 5300 NUSA TENGGARA TIMUR 65.60 66.00 68.12 5204 Sumbawa 58.74 68.83 6.16 60.12 31.Kode Angka Harapan Hidup Angka Melek Huruf Rata-rata Lama Sekolah Pengeluaran per Kapita Disesuaikan (Tahun) (Persen) (Tahun) (Ribu Rp PPP) IPG Provinsi L P L P L P L P 2010 2011 (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) 5200 NUSA TENGGARA BARAT 60.11 68.88 90.48 64.92 90.87 95.31 69.78 66.14 80.06 6.56 86.05 5318 Nageko 61.98 47.78 62.25 79.44 6.18 95.64 65.40 67.27 60.55 5310 Sikka 67.27 6.61 57.50 37.62 60.92 64.94 6.88 58.32 95.58 77.29 63.30 82.63 5315 Manggarai Barat 64.71 88.34 7.28 42.57 67.58 7.86 5320 Sabu Raijua 65.05 40.03 31.49 36.57 78.60 70.62 6.63 7.01 68.94 62.74 63.89 45.49 63.35 65.62 5307 Alor 65.13 56.71 25.31 68.57 7.00 5205 Dompu 59.44 80.37 5308 Lembata 64.02 56.79 65.10 66.37 7.88 64.54 90.37 69.37 92.00 25.11 51.26 35.95 66.27 6.51 69.74 93.09 71.65 69.19 59.72 59.69 65.12 46.71 6.84 5271 Kota Mataram 64.46 66.80 8.75 6.50 73.13 70.58 7.29 46.39 95.43 5314 Rote Nda 66.66 5.58 5207 Sumbawa Barat 59.90 54.27 10.58 69.60 94.46 65.83 66.55 90.06 62.86 47.29 57.12 6.56 6.17 57.32 5302 Sumba Timur 60.43 65.19 97.46 5316 Sumba Barat Daya 61.88 6.08 89.36 55.82 89.57 56.76 5313 Manggarai 65.79 7.64 7.90 6.98 88.36 42.74 36.13 69.70 5201 Lombok Barat 59.21 53.31 30.01 7.33 5301 Sumba Barat 63.91 6.86 8.19 60.96 5311 Ende 62.15 58.02 17.87 30.00 66.87 91.61 93.73 42.91 74.19 85.73 84.12 73.40 61.98 64.84 52.48 96.98 93.80 53.16 65.12 7.07 6.20 6.23 6.26 83.61 65.89 33.25 68.33 67.34 7.57 90.99 (1) 132 (2) PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 .75 5.

87 33.91 70.24 5.17 64.35 58.86 32.91 6203 Kapuas 68.54 6.22 29.74 65.23 66.00 96.23 7.95 54.62 94.31 73.80 98.08 6.32 99.84 6213 Murung Raya 66.16 34.96 18.59 74.59 6204 Barito Selatan 66.01 64.73 95.99 9.77 5.90 87.84 7.41 68.18 67.77 6171 Kota Pontianak 65.01 99.46 65.83 8.95 93.53 95.59 71.79 67.25 64.72 86.38 6.60 8.38 7.78 71.88 93.70 33.52 87.26 8.07 26.46 33.04 62.51 64.87 6209 Katingan 65.78 58.99 6.99 26.90 97.62 6.07 63.58 6211 Gunung Mas 66.75 37.24 93.24 98.00 7.58 73.89 6210 Pulang Pisau 65.38 68.03 70.56 7.80 94.01 7.66 93.91 7.93 69.56 70.80 25.25 25.88 6.54 63.64 69.44 87.95 26.17 64.97 59.70 68.05 63.30 64.86 56.33 10.49 27.16 88.47 7.23 5.91 6206 Sukamara 65.82 98.62 7.11 7.34 6111 Kayong Utara 63.19 64.14 6.36 60.53 94.18 70.85 6.03 66.16 73.89 6.87 86.30 6205 Barito Utara 70.04 53.50 8.94 6112 Kubu Raya 64.33 6.15 99.60 7.14 71.10 39.46 67.27 66.87 59.71 60.80 8.73 9.51 71.69 7.80 6201 Kotawaringin Barat 69.03 71.79 81.91 83.29 69.13 60.74 8.50 6102 Bengkayang 66.63 6108 Kapuas Hulu 64.54 6200 KALIMANTAN TENGAH 69.24 6110 Melawai 65.60 36.07 73.13 67.70 6.97 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 133 .41 74.87 22.11 32.87 98.83 9.15 38.14 97.19 8.21 64.05 74.68 68.20 63.55 75.31 11.08 74.43 69.75 64.94 99.83 69.52 61.32 63.14 82.88 7.34 6106 Ketapang 65.47 63.33 99.40 86.39 77.26 86.91 6.27 94.85 67.83 28.85 6212 Barito Timur 65.02 99.81 9.46 97.52 63.85 96.78 6101 Sambas 59.06 70.67 32.06 7.45 31.44 66.33 79.33 8.60 99.98 67.97 99.84 58.32 69.61 7.04 99.53 69.72 67.14 58.68 61.21 6104 Pontianak 65.21 99.50 62.31 93.58 64.07 63.45 71.06 72.69 57.36 7.54 68.17 89.25 98.87 72.40 64.30 69.81 9.78 61.62 6208 Seruyan 66.95 99.03 33.90 71.26 62.53 83.93 58.14 20.68 95.92 69.55 63.86 98.33 6105 Sanggau 66.39 32.49 9.47 98.37 93.75 71.47 6207 Lamandau 65.87 67.14 9.59 67.33 69.25 7.11 63.31 70.58 7.81 33.13 62.19 7.54 99.71 7.24 99.89 6.84 64.64 71.32 69.70 65.17 74.40 70.43 7.39 70.95 41.61 62.72 73.58 69.60 98.73 7.70 8.35 70.46 6172 Kota Singkawang 65.67 64.13 63.75 57.60 96.71 66.45 97.90 99.97 38.55 74.11 8.80 94.71 6103 Landak 63.31 6107 Sintang 66.93 32.91 99.21 91.74 64.30 69.Angka Harapan Hidup Kode Angka Melek Huruf Rata-rata Lama Sekolah Pengeluaran per Kapita Disesuaikan (Tahun) (Ribu Rp PPP) IPG Provinsi (Tahun) L (1) (2) (Persen) P L P L P L P 2010 2011 (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) 6100 KALIMANTAN BARAT 64.48 95.83 6271 Kota Palangka Raya 71.32 6202 Kotawaringin Timur 67.74 6.23 8.89 66.19 64.37 95.08 6109 Sekadau 65.50 25.54 85.60 8.

25 75.67 92.23 98.59 8.72 47.96 64.15 33.90 75.34 9.02 23.81 79.00 70.59 67.93 6.10 54.42 92.55 15.07 8.81 6.92 96.97 95.83 92.04 97.15 59.76 6.10 65.64 98.63 6404 Kutai Timur 66.28 62.39 63.74 22.37 61.55 6310 Tanah Bumbu 63.97 98.05 9.93 32.99 64.47 65.18 7.85 8.63 7.35 6474 Kota Bontang 70.15 99.32 7.08 6304 Barito Kuala 60.78 9.65 73.94 16.29 65.10 59.86 97.24 92.96 7.94 6305 Tapin 65.73 99.04 61.25 69.71 6403 Kutai 66.27 75.65 8.49 24.Kode Angka Harapan Hidup Angka Melek Huruf Rata-rata Lama Sekolah Pengeluaran per Kapita Disesuaikan (Tahun) (Persen) (Tahun) (Ribu Rp PPP) IPG Provinsi L P L P L P L P 2010 2011 (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) 6300 KALIMANTAN SELATAN 61.79 96.63 7.25 65.05 48.54 8.27 7.57 73.54 6471 Kota Balikpapan 70.72 75.10 6405 Berau 68.11 98.05 63.79 65.58 7.98 76.47 70.80 61.20 94.01 99.14 99.45 96.49 51.46 97.38 67.76 98.72 31.31 69.53 95.45 53.61 9.53 8.33 7.70 8.40 98.89 60.74 70.44 98.84 78.89 71.30 68.32 8.26 60.16 62.49 6.68 16.01 6400 KALIMANTAN TIMUR 69.77 98.54 97.09 28.32 24.55 74.79 74.12 9.80 9.32 73.26 99.52 65.34 6311 Balangan 59.31 98.96 60.01 6308 Hulu Sungai Utara 61.09 10.07 65.28 6408 Nunukan 69.06 69.77 21.62 6407 Bulongan 71.28 70.12 75.07 6401 Pasir 71.94 57.90 31.64 25.28 8.15 23.10 62.00 71.13 93.51 65.06 24.90 99.65 98.12 134 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 .13 94.39 99.59 91.09 6303 Banjar 63.40 8.85 61.85 61.06 74.85 9.17 96.07 71.93 67.08 10.33 6309 Tabalong 61.04 8.30 97.97 7.92 6402 Kutai Barat 68.95 97.74 68.70 8.21 98.61 62.57 75.76 52.42 74.21 7.56 69.41 10.73 98.24 65.24 77.92 7.31 96.53 66.71 39.24 60.94 7.07 6302 Kota Baru 63.04 20.86 73.44 6.02 99.18 98.41 7.51 7.27 7.10 6410 Tana Tidung 70.28 67.81 8.42 97.91 58.47 6406 Malinau 66.52 99.68 70.01 24.33 6372 Kota Banjar Baru (1) (2) 65.47 65.61 11.22 99.06 53.01 7.99 60.67 7.43 63.00 69.00 64.30 69.38 57.14 6.59 6301 Tanah Laut 66.53 34.37 96.69 7.32 56.31 73.07 64.82 79.40 70.45 94.76 68.75 36.85 63.69 7.46 76.68 62.07 66.10 6307 Hulu Sungai Tengah 63.90 6.61 96.29 70.90 27.23 61.68 7.35 93.25 99.70 54.36 72.30 65.88 83.41 92.26 61.05 94.67 72.00 25.93 63.00 60.73 58.13 9.07 60.79 10.11 20.98 59.67 71.80 10.67 10.43 92.80 6473 Kota Tarakan 69.72 8.68 6306 Hulu Sungai Selatan 62.94 29.57 26.66 65.80 62.30 74.74 73.63 59.10 84.41 67.36 64.66 96.25 68.11 83.27 6371 Kota Banjarmasin 64.19 63.72 28.81 6409 Penajam Paser Utara 69.51 70.95 6472 Kota Samarinda 69.57 6.05 93.89 7.14 94.92 86.96 65.84 93.

11 72.50 57.26 70.36 26.72 22.48 71.66 99.20 99.47 9.83 95.62 27.11 8.14 96.41 66.25 7.67 96.74 33.79 63.31 56.78 74.09 66.36 99.97 99.12 63.28 7203 Morowali 63.43 26.00 96.19 11.65 8.01 7210 Sigi 63.70 57.83 98.64 60.50 64.60 7101 Bolaang Mongondow 69.50 7204 Poso 63.06 99.88 99.76 70.21 6.50 71.61 74.75 99.39 65.19 7108 Minahasa Tenggara 68.79 99.13 9.35 7105 Minahasa Selatan 70.27 7103 Kep.40 7171 Manado 70.63 31.76 68.36 64.89 7206 Toli-Toli 62.70 7208 Parigi Moutong 63.93 65.10 7110 Bolaang Mongondow Selatan 69.79 75.32 69.50 33.87 62.64 26.21 7173 Kota Tomohon 70.96 99.41 7209 Tojo Una-Una 62.99 71.13 64.75 74.83 7.49 7.88 99.01 73.34 63.76 28.51 67.18 68.69 70.72 99.81 76.15 93.88 59.47 24.70 68.61 26.84 8.24 61.72 77.16 8.23 66.42 74.58 99.50 9.89 8.67 66.65 6.54 63.30 98.62 98.98 33.08 7.26 61.24 6.55 98.73 7106 Minahasa Utara 70.77 74.26 99.18 31.09 8.94 63.40 67.21 27.52 9.22 98.12 70.27 68.88 99.36 58.90 65.82 7.86 29.03 65.10 7.84 61.58 70.71 56.07 72.71 73.25 97.84 9.97 10.54 62.75 67.37 7202 Banggai 66.43 54.57 63.10 93.79 66.91 73.91 8.81 7205 Donggala 63.97 72.66 8.14 7.98 99.78 71.44 99.82 92.08 75.45 8.14 96.63 10.35 9.68 99.61 99.82 7.03 7201 Banggai Kepulauan 62.51 7102 Minahasa 70.46 55.82 70.30 8.48 68.42 63.35 74.67 72.47 10.71 96.39 8.69 73.65 23.83 70.85 99.53 6.17 31.85 71.42 98.81 71.54 98.12 62.29 67.02 99.50 24.21 7.04 7111 Bolaang Mongondow Timur 69.30 62.26 8.59 72.84 7109 Kep.66 25.38 67.33 42.43 7174 Kota Kotamobago 69.62 7.Sangihe Talaud 71.99 66.38 7.31 97.59 72.57 22.01 65.40 73.52 30.59 99.56 7172 Kota Bitung 68.86 76.24 66.14 67.57 99.88 28.36 7.53 7.49 67.62 97.93 99.97 68.72 7.53 59.69 72.67 68.55 66.65 66.88 7.92 73. Siau Tagulandang Biaro 66.87 27.33 73.39 7104 Kepulauan Talaud 70.36 8.63 8.02 8.68 8.87 9.31 8.38 7200 SULAWESI TENGAH 64.67 67.53 69.08 7271 Kodya Palu 68.02 68.46 72.94 99.05 96.99 9.13 24.11 77.30 7207 Buol 63.31 98.53 99.36 9.41 36.93 99.16 74.72 99.10 8.54 23.38 61.94 99.37 61.28 56.09 9.83 99.98 75.28 74.05 7.31 7107 Bolaang Mongondow Utara 67.82 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 135 .35 58.35 92.76 73.71 60.32 9.96 55.84 8.68 64.35 96.45 32.36 98.39 73.70 10.Angka Harapan Hidup Kode Angka Melek Huruf Rata-rata Lama Sekolah Pengeluaran per Kapita Disesuaikan (Tahun) (Ribu Rp PPP) IPG Provinsi (Tahun) L (1) (2) (Persen) P L P L P L P 2010 2011 (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) 7100 SULAWESI UTARA 70.46 73.14 7.66 99.84 97.95 94.

75 7.87 70.57 6.99 65.67 7.15 95.50 6.94 62.54 10.70 62.33 57.09 8.61 93.74 75.75 7301 Selayar 65.74 6.10 92.02 66.79 7401 Buton 66.97 71.15 24.02 71.59 70.30 59.43 74.20 5.43 7373 Kota Palopo 70.50 98.83 91.55 66.77 84.28 55.48 8.14 32.11 96.82 30.31 97.07 56.56 95.80 68.40 6.18 7326 Toraja Utara 71.87 61.82 67.01 7.24 81.56 72.49 5.38 36.91 8.08 72.95 27.93 7.36 61.10 22.67 73.21 69.13 64.57 97.79 69.05 72.24 33.44 65.58 10.71 7325 Luwu Timur 69.87 67.34 30.75 92.44 99.61 74.14 66.15 7312 Soppeng 69.72 26.21 33.37 67.93 70.63 7.23 95.32 69.86 7.Kode Angka Harapan Hidup Angka Melek Huruf Rata-rata Lama Sekolah Pengeluaran per Kapita Disesuaikan (Tahun) (Persen) (Tahun) (Ribu Rp PPP) IPG Provinsi L P L P L P L P 2010 2011 (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) 7300 SULAWESI SELATAN 68.47 72.72 23.62 7.94 7410 Konawe Utara 66.18 31.43 63.22 65.51 62.88 57.99 7.40 8.51 70.73 7310 Barru 66.99 63.57 7305 Takalar 67.10 8.89 63.56 (1) 136 (2) PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 .53 91.27 30.15 7472 Kota Bau-Bau 68.87 66.12 62.33 28.39 61.52 70.90 6.85 56.09 67.90 91.30 35.86 75.60 85.59 64.75 73.60 69.24 7317 Luwu 71.97 96.99 62.67 54.95 6.14 70.79 7.85 95.42 9.85 7313 Wajo 69.16 58.75 95.67 67.86 66.12 22.47 64.72 73.46 7.66 63.38 7.74 71.68 29.62 62.82 61.25 69.05 63.64 8.05 8.65 66.41 7.82 56.87 10.17 71.94 9.83 75.78 95.63 60.77 8.37 30.39 9.76 75.56 86.60 63.32 67.57 6.98 29.62 92.16 87.24 9.21 80.78 36.92 7405 Konawe Selatan 65.77 89.93 88.57 35.88 7315 Pinrang 70.23 65.04 95.23 6.45 86.73 82.59 70.51 61.49 11.52 82.32 76.02 61.63 68.85 7.91 7404 Kolaka 65.48 7471 Kota Kendari 67.45 37.26 73.86 69.09 91.88 69.41 91.43 95.82 69.28 7316 Enrekang 73.43 7308 Maros 70.36 61.31 85.17 10.04 7402 Muna 64.83 7311 Bone 67.59 78.96 30.39 63.92 64.64 29.48 7304 Jeneponto 63.17 84.99 7.06 94.27 85.70 69.90 57.31 61.08 24.95 7.68 70.18 66.62 68.92 58.33 7.66 96.51 71.95 65.03 90.06 73.40 7309 Pangkajene Kepulauan 66.33 7.97 61.37 8.56 6.78 69.64 7407 Wakatobi 66.82 7.79 69.27 88.96 7.98 80.01 70.08 94.55 65.67 63.52 11.16 7302 Bulukumba 70.28 6.73 60.11 73.92 28.59 93.86 81.81 71.37 7409 Buton Utara 65.11 32.59 7306 Gowa 69.92 7.37 69.90 89.97 92.85 7406 Bombana 65.42 84.97 96.94 74.57 34.34 75.97 90.15 7.65 54.64 74.42 98.40 59.70 85.33 6.18 62.17 7314 Sidenreng Rappang 70.57 7.13 76.42 88.35 70.65 83.13 54.14 69.66 66.50 69.69 63.50 7.89 86.42 76.15 55.16 7318 Tana Toraja 72.98 7408 Kolaka Utara 63.88 64.48 86.43 70.28 56.87 64.22 6.13 7.71 72.33 6.04 33.29 33.95 90.81 6.23 7.18 25.01 69.43 61.76 65.04 59.92 88.96 70.89 92.00 8.63 90.67 86.20 67.81 64.36 69.38 30.87 77.33 32.04 75.66 80.69 75.42 8.53 7307 Sinjai 70.54 96.72 6.56 76.00 7.71 7.67 8.96 90.17 7322 Luwu Utara 69.49 73.94 7403 Konawe/Kab Kendari 65.87 7.37 33.06 8.84 26.06 7.90 6.95 11.88 7.22 62.63 70.13 29.88 58.04 72.14 82.04 90.65 70.47 93.54 7400 SULAWESI TENGGARA 65.79 95.08 62.28 7303 Bantaeng 71.62 7.77 78.13 98.35 18.39 83.97 77.36 61.07 57.81 55.13 99.68 34.87 57.19 89.03 7.22 87.04 7372 Kota Pare Pare 72.72 7371 Kota Makasar 71.92 7.47 7.32 97.19 74.46 73.

60 97.23 71.21 63.79 8.33 8.78 70.06 9.37 95.63 99.92 8106 Seram Bagian Barat 64.23 67.67 8.48 75.65 75.58 70.65 33.77 74.69 65.76 27.41 65.42 11.28 60.66 64.79 67.04 99.82 95.73 62.47 90.56 8103 Maluku Tengah 63.50 66.31 34.25 7.12 68.98 66.79 34.72 68.35 65.68 68.09 60.85 97.21 44.33 60.31 7.44 99.21 64.49 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 137 .55 72.56 95.60 6.90 8.11 60.72 58.79 72.02 6.53 8.86 98.39 76.43 69.81 98.84 94.55 61.21 8.78 66.32 8102 Maluku Tenggara 66.00 66.70 99.37 8205 Halmahera Utara 63.41 79.38 94.69 8.57 8207 Pulau Morotai 63.35 96.42 7605 Mamuju Utara 65.42 53.46 97.73 8104 Buru 66.14 6.76 95.98 8.21 23.29 66.68 76.35 8201 Halmahera Barat 62.01 97.24 99.81 69.40 7504 Bone Bolango 66.76 8101 Maluku Tenggara Barat 62.22 7.18 9.93 8.51 8.98 28.54 64.93 25.79 8.96 99.85 91.28 8.76 61.12 96.55 98.16 74.42 5.46 95.80 64.79 38.80 99.54 61.13 67.90 68.21 96.80 99.87 61.05 7.83 62.16 51.68 8.77 62.92 7.80 96.00 7.53 7505 Gorontalo Utara 64.32 57.19 52.10 83.01 56.69 69.36 9.22 37.77 97.78 8271 Kota Ternate 68.15 71.31 65.85 40.53 56.42 11.10 7503 Pokuwato 65.46 7571 Kota Gorontalo 64.85 71.15 76.67 94.53 66.41 7.24 62.47 24.50 99.44 63.82 75.07 54.04 59.33 66.39 62.93 67.44 6.34 99.30 96.11 70.42 66.23 73.74 9.16 8.85 93.61 30.48 69.70 70.57 68.94 8.61 71.61 8.08 9.05 8204 Halmahera Selatan 63.91 27.92 28.37 60.88 7600 SULAWESI BARAT 65.29 24.27 35.24 8.07 59.06 70.78 98.71 59.09 6.75 99.68 59.09 8203 Kepulauan Sula 63.73 57.37 63.55 94.29 74.75 8272 Kota Tidore Kepulauan 63.28 65.58 99.92 82.90 25.75 66.84 8100 MALUKU 65.08 60.04 99.96 27.60 98.71 57.63 95.15 7.85 7604 Mamuju 66.61 7.97 63.48 8200 MALUKU UTARA 64.48 58.83 98.67 7501 Boalemo 66.98 65.45 7.19 7502 Gorontalo 66.19 68.05 8.00 62.20 90.85 98.98 57.25 63.79 61.19 8107 Seram Bagian Timur 63.01 76.98 67.86 11.55 86.79 96.57 8171 Kota Ambon 71.96 90.41 6.09 96.51 52.71 8202 Halmahera Tengah 64.28 26.75 7.98 94.80 6.44 8.33 8105 Kepulauan Aru 65.51 69.45 10.81 39.94 60.30 66.93 10.58 72.10 98.37 8.59 55.54 93.35 8.32 85.Angka Harapan Hidup Kode Angka Melek Huruf Rata-rata Lama Sekolah Pengeluaran per Kapita Disesuaikan (Tahun) (Ribu Rp PPP) IPG Provinsi (Tahun) L (1) (2) (Persen) P L P L P L P 2010 2011 (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) 7500 GORONTALO 64.17 75.25 72.74 69.87 56.84 94.08 7.79 6.62 6.90 6.00 8.86 7601 Majene 63.92 68.25 65.16 7.50 55.04 59.19 67.70 97.14 66.80 99.93 93.34 34.63 30.77 32.06 98.97 67.26 7.47 8172 Kota Tual 66.68 24.95 65.41 6.87 67.66 68.78 95.02 58.06 93.48 67.59 67.88 69.89 28.39 6.86 8109 Buru Selatan 65.01 7.79 71.70 39.87 35.06 71.12 70.75 99.10 59.66 65.12 66.10 95.82 96.63 70.36 67.90 7.63 69.59 96.81 17.69 28.14 96.99 24.47 7.73 58.84 5.10 57.31 8108 Maluku Barat Daya 62.29 10.71 7.84 20.94 8.25 33.75 86.92 8206 Halmahera Timur 63.31 61.25 7.70 66.98 98.30 73.13 23.72 35.11 7.77 99.02 61.45 67.51 67.73 68.13 7603 Mamasa 69.32 6.94 67.41 7602 Polewali Mamasa 63.36 86.78 92.53 6.20 65.

20 77.05 22.67 99.53 9106 Sorong Selatan 64.10 57.81 (1) 138 (2) PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 .95 97.73 22.82 24.01 57.64 8.85 53.55 98.26 92.06 83.95 26.28 9103 Teluk Wondama 65.07 73.60 74.85 7.79 7.16 71.33 64.73 98.02 9108 Raja Ampat 64.78 88.87 8.95 28.96 84.33 7.09 9109 Tambrauw 64.10 9104 Teluk Bintuni 66.49 72.57 21.01 56.08 7.26 63.64 9.52 9105 Manokwari 66.94 99.54 10.24 9101 Fak-Fak 68.76 68.93 9110 Maybrat 64.27 49.64 8.36 68.65 9171 Kota Sorong 70.57 66.56 7.26 81.74 6.28 70.00 94.62 9.27 64.43 9.14 75.13 95.82 82.59 69.70 54.95 52.88 92.97 11.43 68.56 25.40 5.71 52.76 9102 Kaimana 67.77 8.08 95.15 19.05 57.73 9107 Sorong 65.44 57.19 68.30 56.10 67.34 65.50 80.64 89.Kode Angka Harapan Hidup Angka Melek Huruf Rata-rata Lama Sekolah Pengeluaran per Kapita Disesuaikan (Tahun) (Persen) (Tahun) (Ribu Rp PPP) IPG Provinsi L P L P L P L P 2010 2011 (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) 9100 PAPUA BARAT 66.93 69.94 8.58 53.90 96.13 92.30 7.55 98.32 83.45 78.14 7.54 89.87 59.61 72.33 95.02 10.58 70.75 98.27 6.75 53.09 73.99 26.18 58.73 42.99 9.47 57.05 63.29 22.03 70.79 71.15 6.66 32.89 77.66 6.34 77.72 49.94 54.44 73.43 53.

73 90.40 30.08 67.96 97.38 72.26 62.82 33.98 62.07 65.04 89.37 9.91 68.64 36.40 69.54 65.45 74.30 66.18 69.45 67.46 95.93 57.02 7.15 69.03 62.58 48.73 7.01 89.42 66.94 97.58 1.75 42.12 69.91 6.24 33.47 39.05 3.37 40.63 46.66 70.04 9.18 65.53 6.51 71.55 9403 Jayapura 65.39 32.56 9415 Asmat 65.42 86.77 46.81 11.05 9402 Jayawijaya 64.91 27.95 58.23 97.47 56.90 69.06 37.56 48.60 46.58 58.11 42.53 2.04 95.69 9401 Merauke 60.35 95.69 47.07 67.06 75.14 28.95 2.52 87.83 45.17 65.58 9428 Membramo Raya 64.77 67.28 67.Angka Harapan Hidup Kode Angka Melek Huruf Rata-rata Lama Sekolah Pengeluaran per Kapita Disesuaikan (Tahun) (Ribu Rp PPP) IPG Provinsi (Tahun) L (1) (2) (Persen) P L P L P L P 2010 2011 (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) 9400 PAPUA 66.15 59.45 9426 Waropen 63.35 7.57 67.39 68.58 22.24 74.50 99.18 32.65 67.59 4.00 6.58 86.63 69.77 69.74 67.67 2.21 23.74 3.09 1.36 30.64 29.89 53.80 52.14 62.19 49.76 9418 Tolikara 64.91 8.16 52.51 9410 Paniai 65.90 51.22 31.34 58.26 3.71 47.23 47.29 68.64 35.40 48.13 9427 Supiori 64.92 49.12 9409 Biak Namfor 64.16 9412 Mimika 68.72 49.99 7.20 7.84 54.13 3.36 36.34 32.99 8.50 56.43 62.69 66.84 60.52 69.49 10.02 86.62 71.70 8.53 62.69 3.06 6.29 32.57 41.88 67.04 35.74 27.65 81.25 7.00 53.71 9408 Yapen Waropen 66.38 68.68 70.43 47.18 9420 Keerom 65.45 6.05 6.47 95.20 67.11 9430 Lanny Jaya 64.84 34.78 34.98 5.07 66.21 62.09 35.21 9432 Yalimo 64.25 63.09 9411 Puncak Jaya 65.87 84.53 48.35 64.98 37.07 29.80 0000 Indonesia PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 139 .57 4.89 9.98 60.32 48.63 67.04 57.47 33.02 2.33 4.10 9416 Yahukimo 64.68 45.36 3.50 6.21 37.29 97.21 29.76 33.24 66.33 3.33 7.45 3.95 3.42 62.71 32.34 33.12 67.52 68.14 18.55 8.84 64.92 49.25 31.76 9435 Intan Jaya 63.10 37.68 77.29 9.03 5.13 93.30 51.34 5.55 9436 Deiyai 63.14 9431 Mamberamo Tengah 64.64 59.49 98.40 86.87 39.59 68.08 48.31 69.26 9413 Boven Digoel 65.38 64.04 9.01 2.28 72.58 57.86 44.89 98.71 71.43 2.37 24.87 9434 Dogiyai 65.53 70.20 48.19 69.11 61.54 9414 Mappi 64.14 66.57 5.02 66.29 50.17 45.96 49.02 9404 Nabire 65.93 37.64 85.18 2.86 62.76 57.45 68.42 58.93 9417 Pegunungan Bintang 63.03 3.37 9471 Kota Jayapura 66.85 71.63 48.70 43.60 43.93 62.36 8.07 45.36 61.45 68.11 70.12 3.66 45.17 68.02 62.77 3.16 62.74 68.85 4.75 66.01 48.55 64.15 9429 Nduga 63.29 46.66 8.31 21.27 43.19 32.93 51.43 48.91 9433 Puncak 65.32 67.05 68.39 8.64 24.58 22.46 67.45 50.82 60.79 66.35 98.08 90.69 7.96 63.13 48.76 31.17 9419 Sarmi 64.16 67.99 6.29 65.71 3.50 34.45 67.62 36.08 10.77 1.47 36.

.

14 1175 Subulussalam 20.93 56.44 25.01 58.54 57. IDG Provinsi dan Kabupaten 2010 – 2011 L5 Perempuan sebagai tenaga Manager.78 33.00 30.00 58.03 41.33 48.38 48. dalam Pendapatan Kerja Teknisi Kode Provinsi Keterlibatan Perempuan di Parlemen % % % 2010 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 1100 ACEH 4.80 27.36 57.67 IDG PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 141 .93 30.00 54.73 27.52 51.67 69.65 1110 Bireuen 5.70 25.98 54.00 56.44 1115 Nagan Raya 12.86 57.53 46.00 34.88 34.75 1113 Gayo Lues 5.54 70.80 52.05 1174 Kota Lhokseumawe 12.64 45.36 69.92 58.Lampiran 5.03 26.00 57. Sumbangan Perempuan Profesional.31 54.01 47.92 55.00 48.33 57.12 1171 Kota Banda Aceh 3.27 1114 Aceh Tamiang 13.86 22.00 40.01 58.95 52.72 1172 Kota Sabang 10.00 50.98 42.33 43.45 1173 Kota Langsa 32.68 51.44 54.00 56.36 48.57 27.62 1116 Aceh Jaya 0.71 66.79 54.60 58.11 52.19 47.34 46.50 47.33 58.54 55.21 48.18 1104 Aceh Tenggara 12.41 1109 Piddie 4.62 1103 Aceh Selatan 0.59 27.78 1111 Aceh Utara 2.18 47.01 27.35 46.42 27.05 48.65 49.40 52.78 55.73 44.78 42.20 1117 Bener Meriah 4.98 1107 Aceh Barat 3.76 31.22 64.08 32.39 1112 Aceh Barat Daya 0.59 1106 Aceh Tengah 6.35 53.28 49.67 45.91 1102 Aceh Singkil 12.63 35.61 21.00 43.01 54.49 47.38 25.14 36.74 56.86 70.04 44.41 40.06 1101 Simeulue 15.32 1118 Pidie Jaya 8.00 48.71 66.67 53.96 39.91 53.06 27.33 31.32 24.06 1108 Aceh Besar 2.60 1105 Aceh Timur 5.68 28.61 56. Administrasi.

86 49.76 1207 Labuhan Batu 10.47 67.88 1213 Langkat 8.58 57.70 30.29 46.18 63.86 1277 Kota Padang Sidempuan 20.98 25.34 60.94 58.71 66.71 61.29 1212 Deli Serdang 16.20 55.30 64.56 1206 Toba Samosir 12.17 63.Kode Provinsi Keterlibatan Perempuan di Parlemen % % % 2010 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 1200 SUMATERA UTARA Perempuan sebagai tenaga Manager.57 58.28 57.61 23.66 53.02 1274 Kota Tebing Tinggi 8.09 60.37 60.65 55.87 67.25 55.42 60.79 61.30 21.00 57.35 61.00 43.89 62.57 56.29 60.00 67.78 73.00 53.57 57.72 1214 Nias Selatan 13.33 60.10 41.32 58.81 65.61 1271 Kota Sibolga 15.62 1220 Padang Lawas Utara 10.89 53.83 65.00 53.00 51.52 51.59 48.21 60.22 64.46 38.68 29.00 34.69 64.07 46.16 1203 Tapanuli Selatan 6.67 1216 Pakpak Barat 5.63 1218 Serdang Bedegai 13.43 1223 Labuhan Batu Utara 0.63 1219 Batu Bara 5.78 67.05 1225 Nias Barat 15.23 33.90 33.73 1221 Padang Lawas 3.33 41.00 56.64 29.00 53.48 1205 Tapanuli Utara 8.39 1201 Nias 4.83 61.42 68.00 49.00 25. Administrasi.88 58.84 61.82 58.00 59.14 64.00 61.16 65.48 63.51 28.12 61.52 43.47 1273 Kota Pematang Siantar 13.15 65.72 68.08 64.33 43.06 24.43 72.63 29.80 63.27 1215 Humbang Hasundutan 4.60 69.92 34.33 56.79 60.60 21.51 31.87 42.78 1276 Kota Binjai 10. Teknisi Sumbangan Perempuan dalam Pendapatan Kerja IDG 15.67 51.61 39.46 57.16 28.29 49.33 57.18 1272 Kota Tanjung Balai 24.45 58.19 1209 Simalungun 8.32 34.56 59.20 54.94 67.05 1211 Karo 11.55 43.00 42.00 68.59 1224 Nias Utara 16.38 52.92 1278 Gunung Sitoli 12.78 58.79 54.96 51.10 57.89 1202 Mandailing Natal 7.88 1217 Samosir 12.76 142 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 .01 84.49 34.96 57.98 58.69 1210 Dairi 10.00 55.33 60.73 43.65 59.23 53.00 37.73 39.00 61.26 49.40 46.50 55.95 1208 Asahan 8.53 63.70 63.00 21.96 29.67 35. Profesional.67 1275 Kota Medan 10.96 43.00 52.41 59.17 46.72 1204 Tapanuli Tengah 20.15 65.88 46.27 67.04 1222 Labuhan Batu Selatan 7.

33 45.81 55.21 61.00 76.95 18.76 47.69 61.24 49.14 65.64 47.94 25.57 59.36 65.57 54.86 58.10 73.10 57.78 69.23 47.00 55.39 35.24 56.92 48.50 45.85 1377 Kota Pariaman 5.34 1401 Kuantan Sengingi 2.11 1373 Kota Sawah Lunto 20.14 66.00 66.09 49.48 1471 Kota Pekan Baru 15.24 36.10 1308 Limapuluh Koto 8.59 34.86 56.73 56.44 43.01 35.62 1301 Kepulauan Mentawai 0.73 1306 Padang Pariaman 8.65 26.42 43.16 59.65 54.13 1407 Rokan Hulu 8.59 33.00 56.93 49.82 52.87 57.11 56.09 55.01 53.Kode Provinsi Keterlibatan Perempuan di Parlemen % % % 2010 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 1300 SUMATERA BARAT Perempuan sebagai tenaga Manager.00 47.67 49.84 1310 Solok Selatan 8.56 28.36 1409 Rokan Hilir 15.60 33.40 53.20 29.90 1309 Pasaman 3.51 1372 Kota Solok 10.81 53.35 21.04 1303 Solok 2.09 1304 Sawah Lunto/Sijunjung 7.63 45.16 63.96 51.36 54.62 1312 Pasaman Barat 2.05 44.00 54.11 58.07 21.50 46.56 1403 Indragiri Hilir 4. Profesional.71 1405 Siak 8.74 1376 Kota Payakumbuh 8. Teknisi Sumbangan Perempuan dalam Pendapatan Kerja IDG 12.03 1305 Tanah Datar 8.67 56.03 1374 Kota Padang Panjang 20.50 53. Administrasi.83 54.93 75.97 20.99 51.14 62.08 63.99 54.92 51.86 49.04 64.43 55.39 56.91 27.80 30.62 64.68 29.13 1402 Indragiri Hulu 17.01 70.44 74.33 27.93 17.77 24.62 1371 Kota Padang 6.89 1400 RIAU PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 143 .69 27.84 58.28 60.38 24.67 28.46 52.40 54.01 1302 Pesisir Selatan 0.05 43.95 49.93 62.38 34.17 54.14 57.57 61.01 48.33 44.44 53.65 50.00 46.56 48.73 1473 Kota Dumai 6.31 38.71 47.52 59.56 25.00 57.00 49.54 1404 Pelalawan 0.65 27.66 54.93 43.18 53.57 53.50 1375 Kota Bukit Tinggi 16.46 1408 Bengkalis 7.36 57.34 25.44 35.75 43.69 44.49 31.18 1410 Kepulauan Meranti 9.77 1307 Agam 7.52 1406 Kampar 6.02 59.80 1311 Dharmas Raya 4.41 33.32 33.57 45.67 52.63 51.00 66.94 22.57 50.87 57.13 34.

07 37.54 1508 Tebo 3.36 1603 Muara Enim (Liot) 15.62 33.91 68.35 39.87 1507 Tanjung Jabung Barat 13.50 41.83 67.00 44.32 55.97 58.67 58.31 67.36 53. Administrasi.81 48.57 61.12 23.00 58.65 40.55 55.44 52.23 1502 Merangin 3.58 63.83 27.26 58.67 42.33 48.42 25.81 46.59 37.75 20.50 69.60 1707 Lebong 20.38 57.64 26.17 66.99 47.70 68.81 1771 Bengkulu 26.71 32.28 53.00 57.27 48.27 1672 Kota Prabumulih 8.89 49.94 28.30 1704 Kaur 8.36 54.51 40.33 58.67 45.Kode Provinsi Keterlibatan Perempuan di Parlemen Perempuan sebagai tenaga Manager.38 67.52 70.11 1571 Kota Jambi 8.14 58.67 66.03 74.00 26.80 20.28 57.45 52.46 51.75 52.66 1605 Musi Rawas 12.97 28.11 51.00 48.21 48.31 57.00 48.85 61.67 49.00 53.42 1504 Batanghari 20.24 26.00 40.32 68.75 1609 Ogan Komering Ulu Timur 11.82 46.75 1607 Banyuasin 11.95 39.78 50.67 50.59 1505 Muara Jambi 14.51 66.73 27.62 46.82 1610 Ogan Ilir 7.31 48.48 1602 Ogan Komering Ilir 6.35 IDG 1572 Kota Sungai Penuh 10.49 56.13 1700 BENGKULU 17.79 30.20 1706 Mukomuko 0.27 58.90 25.12 23.00 49.94 56.81 62.91 58.49 50.43 47.00 53.21 46.56 36.07 1708 Kepahiang 16.76 59.92 61.40 48.50 49.07 64.06 34.28 1709 Bengkulu Tengah 4.57 49. Teknisi Sumbangan Perempuan dalam Pendapatan Kerja % % % 2010 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 1500 JAMBI 11.67 55.02 55.25 1604 Lahat 6.34 1601 Ogan Komering Ulu 4.95 55.27 30.53 54.00 46.00 37.00 68.71 53.00 47.11 59.45 1702 Rejang Lebong 20.20 1506 Tanjung Jabung Timur 13.56 53.05 58.29 1673 Kota Pagar Alam 8.88 1606 Musi Banyuasin 8.36 59.21 68.06 55.94 1611 Empat Lawang 20.63 144 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 .75 21.45 32.96 59.01 57.54 59.95 1705 Seluma 10.28 58.11 1608 Ogan Komering Ulu Selatan 5.10 53.46 60.38 49.00 37.94 32.00 48.50 23.00 46.08 48.59 1600 SUMATERA SELATAN 18.10 67.33 48.43 62.89 65.17 1674 Kota Lubuk Linggau 20.12 1503 Sarolangun 10.96 23.89 63.57 34.27 1671 Kota Palembang 16.75 36.00 73.33 1701 Bengkulu Selatan 8. Profesional.67 63.85 46.10 70.65 58.67 53.33 31.29 66.50 22.72 48.55 50.27 66.89 1501 Kerinci 3.75 23.73 61.69 33.03 30.42 1703 Bengkulu Utara 8.66 31.13 33.10 1509 Bungo 6.98 32.33 50.07 50.

53 61.00 61.93 23.00 44.92 26.02 62.41 37.58 59.00 53.09 43.22 1809 Pesawaran 17.38 56.64 25.68 1871 Kota Bandar Lampung 13.22 34.90 64.28 26.00 43.38 61.91 27.00 56.39 52.86 1801 Lampung Barat 20.88 38.16 43.00 44.77 1906 Belitung Timur 5.32 65. Teknisi Sumbangan Perempuan dalam Pendapatan Kerja IDG 15.29 24.01 2100 KEPULAUAN RIAU Perempuan sebagai tenaga Manager.21 27.30 57.11 52.97 60.18 51.00 61.27 52.90 58.44 1811 Mesuji 24.16 30.Kode Provinsi Keterlibatan Perempuan di Parlemen % % % 2010 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 1800 LAMPUNG 18.27 23.85 49.34 75.67 46. Profesional.21 1971 Kota Pangkal Pinang 4.34 1806 Lampung Utara 11.49 1805 Lampung Tengah 10.89 23.03 25.10 58.00 52.25 47.70 60.29 1904 Bangka Tengah 4.92 45.57 66.48 35.15 49.24 69.17 67.29 2103 Natuna 5.06 19.67 53.71 26.00 49.54 1905 Bangka Selatan 8.49 55.65 56.43 49.32 61.21 1903 Bangka Barat 12.00 33.84 60.32 56.30 62.96 39.01 44.62 21.18 22.69 59.00 46.27 49.18 1810 Pringsewu 22.00 61.03 1901 Bangka 10.33 50.54 62.24 24.00 54.13 21.74 42.66 67.94 1803 Lampung Selatan 13.56 39.98 26.56 59.19 58.84 65.62 56.42 27.11 49.79 50.99 53.74 1900 KEP.67 49.12 54.35 53.17 57.00 43.59 2105 Kepulauan Anambas 5.21 1802 Tanggamus 6.63 30.94 2104 Lingga 0.93 2102 Kepulauan Riau 20.33 48.33 1807 Way Kanan 10. BANGKA BELITUNG 11.78 1804 Lampung Timur 13.40 49.33 48.00 50.60 50.55 67.11 53. Administrasi.91 61.27 27.60 1808 Tulang Bawang 15.62 2101 Karimun 6.43 28.00 36.24 18.50 23.00 60.55 29.87 1812 Tulang Bawang Barat 6.85 1902 Belitung 8.88 2172 Kota Tanjung Pinang 12.90 48.82 1872 Kota Metro 28.92 44.24 59.59 21.00 46.11 59.96 2171 Kota Batam 22.62 32.86 46.32 59.42 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 145 .14 60.01 30.74 62.65 27.42 49.75 43.77 65.

00 38.93 59.84 73.01 68.Kode Provinsi Keterlibatan Perempuan di Parlemen Perempuan sebagai tenaga Manager.77 35.88 64.80 25.80 3214 Purwakarta 20. Teknisi Sumbangan Perempuan dalam Pendapatan Kerja % % % 2010 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 3100 DKI JAKARTA 24.00 31.91 25.42 71.51 3278 Kota Tasikmalaya 6.34 52.67 55.14 3212 Indramayu 20.46 74.63 61.72 74.66 31.31 49.60 3279 Kota Banjar 12.61 75.36 34.45 72.99 47.00 45.00 47.42 59.75 64.00 39.47 46.74 52.19 27.92 55.65 55.23 74.81 3217 Kab Bandung Barat 20.51 67.55 58.00 46.69 25.00 49.65 53.81 1771 Bengkulu 26.56 3208 Kuningan 12.60 54.37 23.48 23.25 30.27 32.82 77.07 53.21 26.70 3172 Kota Jakarta Timur 24.88 58.24 66.97 50.00 72.26 48.99 30.60 1707 Lebong 20.35 3171 Kota Jakarta Selatan 24.53 36.86 3207 Ciamis 8.58 3273 Kota Bandung 18.14 54.37 3275 Kota Bekasi 14.70 3101 Kep.00 38.06 34.78 37.00 36.23 64.29 3203 Cianjur 16.68 3206 Tasikmalaya 14.47 74.28 1709 Bengkulu Tengah 4.39 56.62 57.00 41.00 34.91 3209 Cirebon 14.72 29.03 3271 Kota Bogor 17.47 62.53 73.47 55.88 31.60 64.28 52.32 30.60 3200 JAWA BARAT 24.03 28.47 42.27 30.38 67.51 66.81 58.43 47.15 66.08 48.17 18. Administrasi.11 3205 Garut 16.38 19.07 1708 Kepahiang 16.39 73.47 42.47 42.37 3277 Kota Cimahi 20.51 26.53 65.97 56.80 1706 Mukomuko 0.93 3204 Bandung 20.18 IDG 3175 Kota Jakarta Utara 24.00 43.46 3202 Sukabumi 16.85 37.27 66.85 55.00 34.03 25.47 63.03 60.47 39.14 56.00 35.00 29.00 35.75 3210 Majalengka 10.50 3213 Subang 6.48 3211 Sumedang 16.39 25.00 34.76 3274 Kota Cirebon 6.01 53.98 28.93 66.90 26.35 39.19 59.90 33.74 3215 Karawang 12.77 56.21 53.00 68.00 34.98 72.55 50.00 36.03 74.12 30.84 32.92 31.79 62.24 74.01 57.67 28.86 3216 Bekasi 14.63 146 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 .31 67.00 43.86 33.08 3201 Bogor 16.73 65.40 25.52 3174 Kota Jakarta Barat 24.58 31.00 43.00 36.50 22.00 40.23 52.85 53.00 54.95 55.72 69.00 73. Seribu 24.00 38.96 57.63 32.49 3276 Kota Depok 34.29 76.66 55.15 66.65 57.05 59.52 55.56 36. Profesional.75 3173 Kota Jakarta Pusat 24.96 48.32 24.47 43.00 44.75 3272 Kota Sukabumi 10.

38 63.18 37.91 76.33 51.89 52.18 Sumbangan Perempuan dalam Pendapatan Kerja IDG PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 147 .68 67.54 55.33 65.26 26.26 46.20 56.48 3375 Kota Pekalongan 23.71 66.30 3307 Wonosobo 6.28 81.33 45.06 3373 Kota Salatiga 32.37 50.00 51.11 47.29 66.17 67.56 47.44 3314 Sragen 6.72 3302 Banyumas 20.61 22.80 59.79 3309 Boyolali 15.26 69.18 65.58 33.51 23.51 43.78 67.37 66.18 3315 Grobogan 18.00 45.63 3319 Kudus 13.42 67.81 3327 Pemalang 20.64 36.44 3376 Kota Tegal 23.44 48.48 29.62 29.00 41.00 55.06 3308 Magelang 8.87 66.00 48.77 68.00 3324 Kendal 14.89 28.95 3371 Kota Magelang 12.00 49.72 75.00 47.64 57.88 61.33 67.65 57.99 3301 Cilacap 14.74 3326 Pekalongan 13.84 3322 Semarang 22.08 3317 Rembang 22.19 35.05 3320 Jepara 6.18 32. Profesional.74 59.64 34.45 3374 Kota Semarang 12.00 46.49 75.14 53.64 3303 Purbalingga 22.97 3318 Pati 16.47 68.22 47.80 74.05 23.68 69.01 66.03 56.28 33.41 61.Kode Provinsi Keterlibatan Perempuan di Parlemen Perempuan sebagai tenaga Manager.64 39.00 33.93 23.27 35.22 40.70 3329 Brebes 12.82 3310 Klaten 18.94 53.01 39.29 41.33 67.62 70.96 68.32 47.29 63.08 67.69 68.46 64.77 37.84 64.65 3325 Batang 20.29 64.95 3328 Tegal 6.07 57.09 62.27 53.49 58.83 72.42 64.12 60.00 41.03 70.02 69.87 40.00 39.06 57.47 3304 Banjarnegara 16.71 3313 Karanganyar 13.22 45.83 34.00 54.00 44.00 47.00 47.62 76.02 26.01 23.77 69.07 51.75 78.78 43.45 3316 Blora 27.93 62.78 3372 Kota Surakarta 25.98 38.76 24. Administrasi.24 55.33 41.97 32.92 3323 Temanggung 17.67 48.23 70. Teknisi % % % 2010 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 3300 JAWA TENGAH 19.00 49.23 3305 Kebumen 26.33 50.15 41.13 49.67 43.23 3321 Demak 18.50 35.41 3311 Sukoharjo 13.46 3312 Wonogiri 10.43 28.00 44.38 27.22 45.44 63.57 25.48 75.07 64.57 67.90 22.17 57.00 48.33 38.33 68.63 70.43 29.23 70.14 32.63 3306 Purworejo 8.00 48.33 46.00 60.

50 3576 Kota Mojokerto 12.01 3514 Pasuruan 24.66 66. Administrasi.66 65.09 62.75 33.42 29.86 68.33 3506 Kediri 26.40 29.46 3577 Kota Madiun 33.00 48.44 50.95 70.07 34.56 35.37 36.83 21.00 41.57 23.74 73.18 38.59 63.56 47.88 34.15 41.45 28.62 3525 Gresik 14.77 33.68 68.78 27.36 49.29 74.95 29.70 76.26 69.02 67.22 52.04 28.43 62.62 3501 Pacitan 15.00 55.00 49.39 56.00 48.36 35.39 64.99 3509 Jember 12.52 65.28 57.64 57.00 50.45 50.24 59.22 33.00 45.47 58.34 64.00 42.60 29.00 50.88 46.96 67.26 3528 Pamekasan 4.00 54. Profesional.13 70.67 41.76 3510 Banyuwangi 18.49 73.29 62.53 77.31 75.42 58.13 43.09 47.00 46.46 51.14 3575 Kota Pasuruan 8.27 49.00 53.33 45.69 3518 Nganjuk 16.61 3502 Ponorogo 16.44 44.27 32.00 50.49 63.01 35.58 3503 Trenggalek 13.46 29.00 53.00 38.15 63.58 32.68 63.75 30.92 3504 Tulungagung 2.07 70.84 35.82 31.34 34.85 38.80 78.86 72.00 48.92 3519 Madiun 11.75 3574 Kota Probolinggo 33.23 78.44 23.00 41.69 79.22 37.94 71.74 60.85 53.84 48.91 55.49 69.18 68.67 3505 Blitar 8.00 57.01 148 Perempuan sebagai tenaga Manager.78 64.20 3507 Malang 18.50 3511 Bondowoso 4.30 56.33 70.65 3521 Ngawi 20.27 36.69 51.86 50.01 33.28 3523 Tuban 18.00 59.56 63.92 64.98 31.44 63.09 3513 Probolinggo 16.00 40.35 47.45 34.91 3524 Lamongan 8.85 3529 Sumenep 6.87 51.60 29.07 67.67 56.33 64.00 53.38 50. Teknisi PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 Sumbangan Perempuan dalam Pendapatan Kerja IDG .47 3517 Jombang 6.87 26.21 3516 Mojokerto 20.93 35.19 57.78 28.33 43.91 68.88 63.00 51.74 3571 Kota Kediri 21.00 42.11 48.21 3578 Kota Surabaya 28.76 75.09 3579 Kota Batu 32.96 52.50 25.00 46.75 29.66 77.85 55.87 66.39 3522 Bojonegoro 16.85 3515 Sidoarjo 16.00 38.33 45.87 67.42 51.56 3526 Bangkalan 2.53 47.62 23.90 3520 Magetan 13.Kode Provinsi Keterlibatan Perempuan di Parlemen % % % 2010 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 3500 JAWA TIMUR 18.45 3512 Situbondo 26.11 54.46 73.47 3573 Kota Malang 32.51 3508 Lumajang 8.33 54.00 47.63 57.92 3572 Kota Blitar 16.63 67.20 3527 Sampang 2.

15 3402 Bantul 13.11 29.23 29.08 69.79 58.17 3672 Kota Cilegon 17.00 3600 BANTEN 18.78 39.59 5101 Jembrana 20.94 55.70 65.45 57.66 66.63 3602 Lebak 12.40 59.85 70.24 5104 Gianyar 7.01 53.11 44. Administrasi.37 57.46 5100 BALI 7.22 3404 Sleman 18.00 44.04 3674 Kota Tangerang Selatan 17.32 34.76 55.50 40.39 5107 Karangasem 5.94 67.79 3673 Kota Serang 17.77 35.66 66.13 41.03 37.14 51.75 46.00 40.82 41.18 61.11 29.97 61. Teknisi % % % 2010 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 3400 D I YOGYAKARTA 26.23 63.06 42.58 3601 Pandeglang 10.95 27.53 37.56 59.74 42.26 52.69 5108 Buleleng 8.89 57.Kode Provinsi Keterlibatan Perempuan di Parlemen Perempuan sebagai tenaga Manager.41 55.72 62.59 37.16 50.75 25.76 57.22 5171 Kota Denpasar 2.42 5105 Klungkung 12.78 40.94 60.00 36.97 38.76 5102 Tabanan 5.67 18.89 24.05 59.14 60.03 59.08 3671 Kota Tangerang 16.22 44.70 77.74 Sumbangan Perempuan dalam Pendapatan Kerja IDG PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 149 .01 29.00 35.78 5106 Bangli 13.52 3471 Kota Yogyakarta 15.67 35.26 67.52 34.48 40.00 37.33 32.42 44.00 37.54 65.38 24.36 62.45 39.50 44.64 46.67 34.53 58.88 3604 Serang 6.93 31.02 37.74 70.00 52.22 54.12 59.85 68.50 3603 Tangerang 8.87 71.00 40.00 42.84 3401 Kulon Progo 12.03 65.18 77. Profesional.16 5103 Badung 2.00 66.96 61.44 64.79 70.89 42.76 58.54 39.00 51.20 52.42 67.98 55.00 47.91 58.46 3403 Gunung Kidul 11.27 41.22 41.

97 58.43 55.43 5302 Sumba Timur 13.01 48.98 42.23 55.88 5317 Sumba Tengah 6.98 38.26 53.72 51.33 49. Profesional.29 39.45 58.64 58.78 5306 Belu 20.78 5309 Flores Timur 6. Teknisi Sumbangan Perempuan dalam Pendapatan Kerja IDG 10.33 21.01 39.00 41.93 57.76 42.00 42.06 41.91 39.06 5202 Lombok Tengah 6.57 5204 Sumbawa 2.01 5208 Lombok Utara 4.43 58.02 63.00 5207 Sumbawa Barat 4.89 40.14 5319 Manggarai Timur 3.13 54.67 31.57 5201 Lombok Barat 3.94 5206 Bima 2.99 32.88 46.01 40.95 65.92 5205 Dompu 10.82 46.50 40.51 45.38 5314 Rote Nda 16.36 60.95 42.33 27.33 54.39 5203 Lombok Timur 8.87 5271 Kota Mataram 8.67 48.17 5311 Ende 10.15 25.00 45.56 48.00 41.74 62.70 31.57 33.51 59.53 43.90 5301 Sumba Barat 0.12 63.66 5312 Ngada 10.21 5307 Alor 4.50 53.67 57.38 60.95 54.51 33.67 51.75 54.54 60.01 50.31 35.14 40.22 42.01 39.32 68.00 45.94 5308 Lembata 8.64 5371 Kota Kupang 3.01 43.03 17.49 56.29 46.62 60.33 30.75 62.17 41.22 39.60 56.30 5320 Sabu Raijua 12.59 36.33 52.88 57.70 5316 Sumba Barat Daya 6.00 35.75 58.47 34.90 44.09 34.27 45.00 45. Administrasi.40 5272 Kota Bima 8.33 47.00 40.98 52.71 58.13 34.88 49.84 150 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 .30 33.31 63.06 5313 Manggarai 10.00 33.78 5318 Nageko 0.88 32.87 39.89 59.69 44.05 26.98 58.48 5310 Sikka 6.96 53.11 49.53 5305 Timor Tengah Utara 10.10 63.41 5300 NUSA TENGGARA TIMUR 7.89 65.59 53.19 44.18 34.54 42.00 52.53 5304 Timor Tengah Selatan 15.38 58.74 52.14 5315 Manggarai Barat 0.85 31.00 44.00 43.01 65.43 43.67 57.72 43.04 35.93 49.00 36.94 5303 Kupang 11.37 30.85 40.56 59.Kode Provinsi Keterlibatan Perempuan di Parlemen % % % 2010 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 5200 NUSA TENGGARA BARAT Perempuan sebagai tenaga Manager.27 57.81 56.40 59.96 46.00 43.00 26.12 68.92 36.99 37.56 47.17 25.

92 20.06 33.84 56.34 6200 KALIMANTAN TENGAH Perempuan sebagai tenaga Manager.01 57.23 6213 Murung Raya 10.15 6103 Landak 5.19 55.86 6112 Kubu Raya 4.63 78.40 75.43 59.62 69.72 64.45 49.26 56.54 53.25 58.00 45.98 6205 Barito Utara 24.50 34.28 55.50 48.72 63.39 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 151 .10 67.30 60.82 6203 Kapuas 8.32 32.43 60.13 42. Administrasi.31 58.29 25.67 43.74 36.12 6106 Ketapang 5.57 46. Teknisi Sumbangan Perempuan dalam Pendapatan Kerja IDG 17.33 6209 Katingan 16.Kode Provinsi Keterlibatan Perempuan di Parlemen % % % 2010 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 6100 KALIMANTAN BARAT 5.92 32.39 6101 Sambas 11.31 6208 Seruyan 16.59 26.45 58.66 6102 Bengkayang 10.01 23.08 6212 Barito Timur 10.29 46.48 6201 Kotawaringin Barat 16.17 64.43 37.14 53.00 36.96 6202 Kotawaringin Timur 14.53 83.71 27.99 6204 Barito Selatan 24.05 61.51 26.79 58.00 51.44 43.50 6108 Kapuas Hulu 6.49 49.73 6105 Sanggau 14.89 53.08 25.04 55.03 82.78 62.25 59.13 57.65 6104 Pontianak 4.00 47.84 39.41 53.00 47.19 6110 Melawai 0.90 64.34 47.75 46.97 61.84 39.22 6211 Gunung Mas 35.97 6171 Kota Pontianak 13.00 45.06 76.27 62.00 41.55 28.41 18.93 53.61 53.27 25.51 64.33 68.35 31.66 64.40 6172 Kota Singkawang 8.45 57.56 6206 Sukamara 20.00 39.55 6207 Lamandau 5.51 60.00 39.00 47.20 25.22 32.16 6210 Pulang Pisau 28.78 43.42 33.07 64.97 45.16 59.34 38.71 6271 Kota Palangka Raya 12.00 40.33 49.29 6107 Sintang 11.99 29.44 38.78 45.20 61.85 58.00 41.71 43.11 35.61 37.45 43.23 33.00 47.05 76.43 53.55 54.84 33.56 41.86 66.12 26.13 6111 Kayong Utara 0.75 22.67 36. Profesional.46 58.65 38.57 6109 Sekadau 8.84 33.68 65.00 43.59 32.14 60.01 51.89 32.

86 39.42 29.69 6410 Tana Tidung 24.25 78.67 53.85 57.99 6301 Tanah Laut 16.13 61.44 27.78 47.12 25.00 56.50 6311 Balangan 8.28 22.63 25.89 60.51 47.35 58.49 6408 Nunukan 28.94 54.40 49.92 6405 Berau 12.93 58.00 44.82 21.43 56.79 58.73 45.00 41.00 47.68 52.47 62.00 28.26 56.31 6304 Barito Kuala 10.91 55.86 45.91 45.00 49.00 34.32 68.53 6371 Kota Banjarmasin 28.05 61.10 66.17 70.00 49.00 38.45 63.11 152 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 .34 52.39 58.44 24.53 6406 Malinau 10.99 52.33 71.25 6310 Tanah Bumbu 2.00 40.81 6404 Kutai Timur 16.85 64.02 34.53 62.23 54.74 31.65 20.97 6407 Bulongan 16.62 6472 Kota Samarinda 8.71 63.87 39.26 46. Teknisi Sumbangan Perempuan dalam Pendapatan Kerja % % % 2010 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 6300 KALIMANTAN SELATAN 10.68 24.06 62.88 16.29 6307 Hulu Sungai Tengah 20.29 63.79 6400 KALIMANTAN TIMUR 20.00 52.44 6306 Hulu Sungai Selatan 10.92 23.00 53.00 42.93 72.56 35.36 68.63 16.03 6308 Hulu Sungai Utara 6.29 6401 Pasir 12.00 39.00 49.21 6309 Tabalong 20.68 27.65 26.51 66.28 63.00 43.51 75.04 54.67 46.08 6402 Kutai Barat 8.96 6302 Kota Baru 22.71 24.77 6403 Kutai 4.67 42.34 33.28 61.54 32.45 51.09 15.96 57.Kode Provinsi Keterlibatan Perempuan di Parlemen Perempuan sebagai tenaga Manager.38 20.16 65.89 42.75 23.67 54.83 6471 Kota Balikpapan 15. Profesional.32 46.28 71.77 IDG 6372 Kota Banjar Baru 12.07 68.00 46.61 28.44 36.00 40.98 53.39 6305 Tapin 16.00 65.81 63.04 6409 Penajam Paser Utara 20.00 48.06 46.25 57.74 51.05 6474 Kota Bontang 24.82 56.10 50.60 76.97 24.93 59.49 6473 Kota Tarakan 12.44 78.56 51.61 31.50 58.68 6303 Banjar 20. Administrasi.79 36.97 28.

13 31.62 55.01 44.40 78.93 46.94 60.41 24.20 7208 Parigi Moutong 12.57 57.65 7203 Morowali 12.34 33.64 60.Sangihe Talaud 16.45 36.47 24.35 58.14 41.90 61.56 7205 Donggala 0.59 7109 Kep.50 60.31 7204 Poso 0.34 28.53 57. Teknisi % % % 2010 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 7100 SULAWESI UTARA 20.46 7173 Kota Tomohon 35.00 56.13 55.28 40.00 51.19 78.38 7210 Sigi 13.46 61.88 26.28 64.46 27.08 26.13 63.14 31.86 7207 Buol 24.26 22.59 76.51 31.12 65.43 54.40 51.75 7110 Bolaang Mongondow Selatan 15.71 7171 Manado 12.37 66.14 71.18 51.33 7108 Minahasa Tenggara 0.11 27.00 42.20 68.Kode Provinsi Keterlibatan Perempuan di Parlemen Perempuan sebagai tenaga Manager.49 53.82 77.39 66.26 78.57 71.08 7201 Banggai Kepulauan 16.00 39.01 54.67 69.37 60.38 7206 Toli-Toli 20.27 7103 Kep.75 7102 Minahasa 28.79 45.00 55.62 67.00 46.63 71.55 7172 Kota Bitung 16.33 53.00 49.45 PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 153 . Profesional. Siau Tagulandang Biaro 32.50 70.40 Sumbangan Perempuan dalam Pendapatan Kerja IDG 7174 Kota Kotamobago 20.11 66.02 72.01 60.83 69.37 26.08 70.00 62.00 54.50 46.76 60.84 27.05 68.36 65.00 42.96 7104 Kepulauan Talaud 10.50 41.15 44.25 7271 Kodya Palu 20.64 24.20 7107 Bolaang Mongondow Utara 5.48 68.35 65.55 61. Administrasi.55 69.00 47.34 69.00 49.64 23.49 42.00 55.00 46.14 7105 Minahasa Selatan 20.94 30.24 45.00 64.87 61.59 7106 Minahasa Utara 20.47 61.00 54.39 33.00 45.10 22.00 59.75 7200 SULAWESI TENGAH 18.24 33.64 32.38 58.00 28.00 60.64 61.25 63.01 60.89 25.66 78.22 7202 Banggai 17.55 23.93 26.04 29.01 46.48 62.41 7209 Tojo Una-Una 0.24 7111 Bolaang Mongondow Timur 25.61 7101 Bolaang Mongondow 20.

57 7471 Kota Kendari 34. Administrasi.73 7304 Jeneponto 11.73 65.40 30.19 56.00 58.97 30.96 61.52 7317 Luwu 11.50 24.37 7312 Soppeng 13.83 7371 Kota Makasar 14.69 32.80 7373 Kota Palopo 20.21 22.77 7408 Kolaka Utara 4. Teknisi PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 Sumbangan Perempuan dalam Pendapatan Kerja IDG .76 7318 Tana Toraja 13.88 64.33 46.97 30.14 51.33 46.00 60.22 65.11 27.13 36.02 30.64 58.82 55.33 48.46 63.43 74.32 62.23 57. Profesional.18 73.00 58.48 34.56 46.00 48.00 53.53 7303 Bantaeng 28.11 24.13 43.26 7401 Buton 20.65 39.28 58.67 54.75 7313 Wajo 17.06 58.00 30.71 64.69 30.86 54.67 7311 Bone 20.10 154 Perempuan sebagai tenaga Manager.54 7309 Pangkajene Kepulauan 11.63 78.27 39.92 60.71 29.82 36.93 7315 Pinrang 11.33 55.02 56.90 54.59 32.54 25.37 7472 Kota Bau-Bau 13.00 43.52 7405 Konawe Selatan 10.97 7403 Konawe/Kab Kendari 13.35 33.81 7409 Konawe Utara 15.62 59.00 60.58 32.88 57.00 42.29 51.00 55.09 23.33 56.93 33.50 73.98 22.33 59.23 7307 Sinjai 13.30 56.52 79.67 56.63 68.28 63.77 26.67 7407 Wakatobi 8.40 29.62 64.44 7322 Luwu Utara 2.22 60.00 43.24 7404 Kolaka 14.94 35.00 52.57 34.08 59.66 61.92 29.33 39.09 57.43 52.38 66.98 61.55 62.15 64.87 56.21 68.97 65.05 56.43 50.76 59.30 7302 Bulukumba 10.29 7325 Luwu Timur 3.86 61.41 54.54 65.36 33.04 45.43 7410 Buton Utara 5.70 59.99 28.70 56.80 7402 Muna 10.55 33.32 61.00 50.21 35.00 61.69 62.06 48.16 46.61 63.02 7305 Takalar 16.43 51.43 58.79 62.00 39.67 44.38 7400 SULAWESI TENGGARA 15.67 48.36 18.26 65.66 59.04 64.08 55.10 74.00 46.13 7316 Enrekang 6.67 57.49 65.85 58.97 58.48 41.26 7372 Kota Pare Pare 16.55 54.51 7306 Gowa 26.14 70.46 47.98 28.49 7314 Sidenreng Rappang 3.00 50.12 7326 Toraja Utara 13.93 7310 Barru 24.18 26.94 33.49 54.14 54.33 7406 Bombana 12.77 7308 Maros 17.Kode Provinsi Keterlibatan Perempuan di Parlemen % % % 2010 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 7300 SULAWESI SELATAN 16.00 49.89 64.00 52.36 62.38 7301 Selayar 28.58 29.11 57.53 31.76 63.60 62.82 37.82 54.43 48.

76 38.29 53.49 40.00 50.94 8272 Kota Tidore Kepulauan 10.53 45.12 7501 Boalemo 8.43 61.00 45.12 30.35 62.92 23.92 23.08 34.77 28.17 59.33 44.12 74.72 46.51 44.07 38.47 26.09 8171 Kota Ambon 2.51 5.19 50.01 42.15 59.32 68.00 37.47 8100 MALUKU 28.55 50.66 73.00 46.50 8202 Halmahera Tengah 20.41 8203 Kepulauan Sula 4.68 8105 Kepulauan Aru 0.53 50.79 56.76 7600 SULAWESI BARAT 11.15 44.85 35.10 62.00 43.20 8205 Halmahera Utara 20.00 40.20 64.88 55.00 52.32 55. Teknisi Sumbangan Perempuan dalam Pendapatan Kerja IDG 20.81 35.20 24.00 53.00 52.99 34.91 33.39 57.00 47.38 8201 Halmahera Barat 16.00 53.01 39.39 32.89 50.75 51.50 7571 Kota Gorontalo 24.79 47.66 40.65 8102 Maluku Tenggara 4.23 67.66 30.16 60.04 60.00 49.49 27.31 48.21 58.89 46.00 57.87 61.70 7505 Gorontalo Utara 8.71 53.62 59.67 56.28 63.85 37.72 8271 Kota Ternate 16.81 8109 Buru Selatan 5.43 47.69 61.73 65.15 55.78 68.41 8108 Maluku Barat Daya 5.00 50.65 25.00 61.89 59.80 8200 MALUKU UTARA 8.24 68.56 8107 Seram Bagian Timur 0.86 43.00 61.30 63.47 51.19 50.71 39.21 53.96 24.36 40.01 50.27 28.79 8204 Halmahera Selatan 3.00 68.39 50. Administrasi.69 8104 Buru 12.09 55.07 51.64 8207 Pulau Morotai 15.32 7504 Bone Bolango 4.97 8206 Halmahera Timur 0.82 24.01 55.22 8106 Seram Bagian Barat 12.58 7605 Mamuju Utara 12.91 57.84 7604 Mamuju 14.00 65.94 76.04 65.71 47.90 28.00 44.07 27.37 20.33 51.00 33.55 35.90 47.30 57.02 51.74 7502 Gorontalo 15.Kode Provinsi Keterlibatan Perempuan di Parlemen % % % 2010 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 7500 GORONTALO Perempuan sebagai tenaga Manager.06 39.02 7503 Pokuwato 24. Profesional.08 42.71 7601 Majene 16.38 7602 Polewali Mamasa 15.00 38.16 27.00 44.56 7603 Mamasa 4.27 34.00 44.13 75.15 63.77 8172 Kota Tual 5.35 61.96 8101 Maluku Tenggara Barat PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 155 .19 28.93 44.16 35.19 65.10 25.11 57.16 58.00 60.00 52.91 58.25 56.84 8103 Maluku Tengah 11.11 51.37 45.64 46.23 66.38 68.99 17.32 24.

95 44. Profesional.76 53.74 32.09 9105 Manokwari 4.00 35.18 57.68 25.03 42.05 45.23 28.18 19.77 21.59 50.00 37.34 39.04 26.83 38.00 48.90 43.47 9102 Kaimana 5.27 57.34 51.97 57.46 9104 Teluk Bintuni 0.35 9108 Raja Ampat 10.Kode Provinsi Keterlibatan Perempuan di Parlemen % % % 2010 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 9100 PAPUA BARAT 15.71 39.00 55.01 26.08 52.05 50.92 24.77 22.43 22.00 23.79 156 Perempuan sebagai tenaga Manager.77 54.27 37.05 54.62 22. Administrasi.01 45. Teknisi PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 Sumbangan Perempuan dalam Pendapatan Kerja IDG .51 9171 Kota Sorong 6.13 48.54 9101 Fak-Fak 10.39 40.67 26.00 45.85 38.61 9110 Maybrat 10.00 9107 Sorong 5.43 30.60 9106 Sorong Selatan 16.01 51.38 26.91 38.02 31.81 9103 Teluk Wondama 8.00 29.94 9109 Tambrauw 0.44 62.27 43.

Profesional.29 48.83 9410 Paniai 3.00 34.22 37.60 39.22 32.47 48.53 20.44 9416 Yahukimo 5.77 30.88 38.24 9402 Jayawijaya 10.63 9428 Membramo Raya 10.00 8.79 54.01 9415 Asmat 5.92 40.67 4.57 52.84 31.70 9431 Mamberamo Tengah 5.00 30.00 55.35 47.96 69.00 31.00 26.73 9436 Deiyai 0.00 34.00 34.01 5.43 9432 Yalimo 5.53 57.07 51.66 70.71 39.16 68.63 9418 Tolikara 16.87 9403 Jayapura 8.90 46.57 31.51 70.54 68.23 47.83 23.32 52.66 71.00 36.53 62.43 9408 Yapen Waropen 0.74 32.70 37.02 62.00 25. Teknisi % % % 2010 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 9400 PAPUA 7.26 44.49 47.00 23.28 42.00 30.14 Sumbangan Perempuan dalam Pendapatan Kerja IDG PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2012 157 .31 28.34 41.00 47.70 38.63 9427 Supiori 25.99 9409 Biak Namfor 4.00 62.24 59.33 35.00 35.75 19.63 9419 Sarmi 5.36 55.74 9401 Merauke 20.03 9426 Waropen 10.58 50.94 60.00 38.74 9429 Nduga 20.93 54.54 72.66 9420 Keerom 10.89 57. Administrasi.01 39.14 38.65 27.90 9433 Puncak 10.88 33.75 34.85 33.93 22.42 57.40 51.24 9471 Kota Jayapura 20.75 34.00 42.54 37.60 56.86 62.64 41.00 35.02 9430 Lanny Jaya 16.50 58.63 60.88 9404 Nabire 8.27 9417 Pegunungan Bintang 15.33 28.10 33.06 54.42 50.08 61.01 27.Kode Provinsi Keterlibatan Perempuan di Parlemen Perempuan sebagai tenaga Manager.27 9411 Puncak Jaya 20.64 39.61 20.62 67.00 30.48 9412 Mimika 12.00 16.07 62.33 9413 Boven Digoel 0.24 56.66 48.64 45.09 32.04 32.49 45.77 42.53 9435 Intan Jaya 0.75 32.01 43.63 0000 INDONESIA 17.43 68.71 10.50 62.82 58.53 43.25 9434 Dogiyai 5.15 69.77 59.69 51.63 49.61 63.98 56.13 60.11 39.18 59.59 9414 Mappi 10.20 49.46 35.92 57.28 43.07 49.10 49.70 55.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful