Anda di halaman 1dari 17

Chandra hidayat

DD Edema
1.

Peningkatan tekanan hidrostatik Gangguan aliran balik vena Gagal jantung kongestif Perikarditis konstriktif Asites (sirosis hati) Kompresi/obstruksi vena flebotrombosis

2. Penurunan tekanan osmotik plasma Gromerulopati yang kehilangan protein (hipoprotein) Sirosis hati (asites) Malnutrisi Gastroenteropati yang kehilangan protein Nefrosis Luka bakar

3. Obstruksi Limfatik Inflamasi Neoplastik Pasca pembedahan Pasca radiasi filariasis

4. Retensi Natrium Asupan garam berlebih dengan insufisiensi ginjal Peningkatan reabsorpsi natrium di tubulus Hipoperfusi ginjal Peningkatan sekresi renin-angiotensin-aldosteron

Edema adalah penimbunan cairan secara berlebihan di

antara sel-sel tubuh atau di dalam berbagai rongga tubuh

1. Peningkatan Tekanan Hidrostatik


Contohnya pada gagal jantung kongestif
Gagal jantung kongestif disertai dengan penurunan

curah jantung sehingga menurunkan perfusi ginjal.Hipoperfusi ginjal kemudian akan memicu poros renin-angiotensin aldosteron yang menginduksi retensi natrium dan air oleh ginjal.Tujuannya adalah untuk meningkatkan curah jantung disertai perbaikan perfusi ginjal normal.

Namun jika jantung yang mengalami kegagalan

tersebut tidak dapat meningkatkan curah jantung,beban cairan tambahan mengakibatkan peningkatan tekanan vena dan akhirnya terjadi edema

Gagal jantung penurunan curah jantung

penurunan perfusi ginjal memicu proses reninangiotensin-aldosteroncurah jantung tidak meningkat beban cairan tambahan mengakibatkan peningkatan tekanan venaEDEMA

Contoh Edema regional juga dapat terjadi karena restriksi lokal aliran balik vena. Salah satu contoh adalah adalah pembengkakan di tungkai dan kaki yang sering terjadi pada masa kehamilan. Uterus yang membesar menekan vena vena besar yang mengalirkan darah dari ekstremitas bawah pada saat vena-vena tersebut masuk ke rongga abdomen. Pembendungan darah di vena ini menyebabkan kaki yang mendorong terjadinya edema regional di ekstremitas bawah

2.Penurunan tekanan osmotik plasma


Keadaan ini dapat disebabkan oleh kehilangan

berlebihan atau penurunan sintesis albumin Penyebab pentingnya adalah sindroma nefrotik yang ditandai kebocoran kapiler glomerulus

Penurunan tekanan osmotik plasma menyebabkan

pergerakan cairan ke interstisial dan menyusutkan volume plasma.Penyusutan ini memicu penurunan volume intravaskular,yang kemudian menyebabkan hipoperfusi ginjal (retensi natrium dan air)

Sayangnya,hipoperfusi ginjal tidak dapat memperbaiki

kekurangan volume plasma karena masih terdapat gangguan primer protein serum yang rendah.Akhirnya terjadi peningkatan tekanan vena yang berujung pada edema

Penurunan tekanan osmotik plasma pergerakan

cairan ke interstisial dan menyusutkan volume plasma penurunan volume intravaskularhipoperfusi ginjal (retensi natrium dan air) hipoperfusi ginjal tidak dapat memperbaiki kekurangan volume plasma karena masih terdapat gangguan primer protein serum yang rendah peningkatan tekanan vena edema

3. Sumbatan saluran limfe


Gangguan drainase saluran limfe sehingga terjadi

limfedema biasanya bersifat lokal ,dapat disebabkan adanya obstruksi akibat radang dan neoplastik Radang/neoplasma/cacing filariamenyumbat saluran limfegangguan alirancairan limfe menumpukedema Kelainan ini sering disebut sebagai elephantiasis,karena ekstremitas yang membengkak seperti kaki gajah.

4.Retensi natrium dan air


Peningkatan garam yang disertai peningkatan

air,menyebabkan bertambahnya tekanan hidrostatik (karena bertambahnya volume cairan intravaskular) dan penurunan tekanan osmotik koloid vaskular. Retensi garam dapat terjadi pada glomerulonefritis pasca streptococcus

Patof glomerulonefritis