Anda di halaman 1dari 9

MANAJEMEN PASCA BENCANA

Rayi Rachmatsyah

Pasca bencana adalah periode/waktu/masa setelah tahap kegiatan tanggap darurat terjadinya bencana. Penanggulangan bencana adalah segala upaya dan kegiatan yang dilakukan meliputi kegiatan pencegahan, mitigasi, dan kesiapsiagaan pada saat sebelum terjadinya bencana serta penyelamatan pada terjadinya bencana, rehabilitatif, dan rekonstruksi setelah terjadinya bencana. Penaganan pasca bencana adalah segala upaya dan perbaikan fisik maupun non fisik yang dilakukan setelah terjadinya bencana, meliputi rehabilitasi dan rekonstruksi dalam upaya pemulihan kegiatan masyarakat.

KEBIJAKAN DAN STRATEGI PENANGANAN PASCA BENCANA


1. KEBIJAKAN Penanganan bencana merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, pemerintah provinsi, kabupaten dan masyarakat. Sesuai UU No. 23 tahun 2004, tentang pemerintah daerah, provinsi dan kabupaten sebagai daerah otonom berperan sebagai ujung tombak dalam penanganan bencana. 2. STRATEGI Strategi pelaksanaan dilakukan melalui tahapan : a. Pada tahap awal (fungsionalisasi), dilakukan perbaikan sarana, prasarana dan fasilitas umum yang rusak shingga dapat berfungsi kembali secara minimal agar kehidupan masyarakat dapat segera dipulihkan kembali. Selanjutnya dilakukan inventarisasi dan pengkajian dalam rangka persiapan rehabilitasi dan rekonstruksi atas sarana dan prasarana yang rusak

b. Pada tahap rehabilitasi dilakukan perbaikan kembali atas sarana, prasarana dan fasilitas umum yang rusak sebagai upaya dalam rangka mengembalikan kondisi seperti semula dengan melibatkan seluruh unsur. c. Pada tahap rekonstruksi dilakukan pembangunan dan peningkatan atas sarana dan prasarana tersebut yang rusak didahului dengan evaluasi dan suatu perencanaan yang matang sebelum dilaksanakan pelaksanaan pembangunan.

MEKANISME PENANGANAN PASCA BENCANA Perbaikan sarana, prasarana dan fasilitas umum yang rusak yang mendukung aspek sosial, ekonomi masy serta keamanan Menyediakan lokasi dana kedaruratan dalam APBD , memiliki rencana tata ruag yang dilengkapi dgn peta rawan bencana dan rencana kedaruratan akan terjadinya bencana serta disosialisasikan kepada masy setempat

1. Usulan pemulihan fisik yang rusak diajukan oleh bupati/walikota selaku ketua SATLAK PBP kepada gubernur selaku ketua SATKORLAK PBP dilengkapi dengan laporaan kejadian bencana 2. Gubernur selaku ketua SATKORLAK berkewajiban untuk segara meneruskan usulan kepada ketua BAKORNAS PBP 3. BAKORNAS PBP menerima usulan pemulihan fisik akibat bencana yang diusulkan oleh gubernur 4. BAKORNAS PBP bersama departemen terkait, melakukan kaji kebutuhan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana dilengakapi dengan hasil observasi lapangan atas usulan permohonan bantuan 5. Permohonan bantuan yang sudah diseleksi berdasarkan hasil kaji kebutuhan disusun dalam daftar sebagai bahan pembahsan departemen terkait

PEMBIAYAAN Pembiayaan dalam rangka rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana dialokasikan oleh mentri keuangan kepada provinsi/kabupaten/kota dengan tembusan kepada ketua BAKORNAS PBP , Gubernur/instansi terkait. Pembiayaan teknis operasional instansi terkait di bebankan kepada anggaran instansi masing-masing Pembiayaan dalam rangka observasi lapangan, pemantauan dan evaluasi di bebankan kepada Tim Penaganan Rehabilitasi Dan Rekonstruksi Pasca Bencana yg dikoordinasikan oleh sekretariat BAKORNAS Pembiayaan bantuan yang berasal dari swasta atau luar negeri akan diatur dengan pedoman tersendiri

PELAKSANAAN Pelaksana kegiatan dilakukan oleh masing-masing instansi, provinsi, dan kabupaten berdasarkan anggaran yang telah disahkan oleh mentri Keuangan
PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN BAKORNAS PBP bersama departemen/instansi terkaitdidampingi SATKORLAK PBP wilayah terkait melakukan pamantauan,pengendalian dan evaluasi saat pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana di kabupaten/kota Pengawasan keuangan terhadap pelaksanaan penggunaan anggaran akan dilakukan oleh pengawas internal dan eksternal pemerintah.

Pertanggungjawaban dan Pelaporan - Laporan pertanggungjawaban pekerjaan baik fisik maupun keuangan disampaikan kepada ketua BAKORNAS PBP dan menteri keuangan dengan tembusan Gubernur, Departemen/Instansi terkait yang dilaporkan secara periodik sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.