Anda di halaman 1dari 10

2.

1 Latar Belakang Perang Dunia I


Perang Dunia pertama sendiri dimulai setelah Pangeran Franz Ferdinand dari AustriaHongaria ( yang sekarang bernama Austria) beserta istrinya, dibunuh di Sarajevo, Bosnia, oleh anggota kelompok teroris Serbia, Gavrilo Princip. Bosnia sendiri merupakan kawasan Austria yang dituntut oleh Serbia, yang merupakan salah satu negara kecil di Semenanjung Balkan, pembunuhan tersebut sendiri telah direncanakan dengan matang sebelumnya. Dengan bantuan Jerman, Austria-Hungaria memutuskan untuk perang melawan negara Serbia. Tidak pernah terjadi sebelumnya konflik sebesar ini, baik dari jumlah tentara yang dikerahkan dan dilibatkan, maupun jumlah korbannya. Senjata kimia pun digunakan untuk pertama kalinya. Pemboman massal warga sipil dari udara dilakukan, dan banyak dari pembunuhan massal berskala besar pertama abad 19 berlangsung saat perang ini. Empat dinasti yakni Habsburg, Romanov, Ottoman, dan Hohenzollern yang memiliki akar kekuasaan hingga zaman Perang Salib pun ikut seluruhnya jatuh setelah adanya perang tersebut. Austria-Hungaria menyerang Serbia pada tanggal 28 Juli 1914. Rusia sendiri membuat persediaan untuk membantu Serbia dan diserang oleh Jerman. Perancis pun turut membantu Rusia dan diserang oleh Jerman. Untuk tiba di Paris dengan secepat mungkin, tentara Jerman menyerang Belgia, dan kemudian Britania menyerang Jerman. Peristiwa tersebut pun terjadi berantai. Pada awalnya, Jerman memenangkan peperangan tersebut, akan tetapi Perancis, Britania, serta Rusia terus menyerang. Jerman, Austria-Hungaria, dan sekutunya disebut "Blok Sentral", dan negara-negara yang menentang mereka sendiri disebut dengan "Blok Sekutu". Sewaktu peperangan berlanjut, negara lain pun turut campur tangan juga. Hampir semuanya memihak kepada Sekutu. Pada tahun 1915, Italia bergabung dengan Sekutu karena ingin menguasai tanah Austria. Dan pada tahun 1917, Amerika Serikat memasuki peperangan, dan memihak kepada Sekutu. Meskipun Tentara Sekutu sangatlah hebat dan juga kuat, Jerman terlihat seperti akan memenangkan peperangan tersebut. Setelah 1914, Jerman pun menguasai Luxemburg, hampir seluruh daratan Belgia, serta sebagian dari Perancis utara. Selain itu juga, Jerman juga menang di Barisan Timur, ketika usaha Rusia gagal. Akan tetapi, menjelang tahun 1918, tentara Jerman mengalami kelelahan. Perbekalannya tidak mencukupi dan timbul pergolakan sosial di dalam negerinya sendiri. Pada waktu yang sama, semakin banyak tentara Amerika Serikat yang baru tiba dan langsung bergabung kepada Sekutu. Pada musim panas 1918, tentara Amerika Serikat membantu menghalau serangan Jerman terakhir yang berada di barat. Jerman pun menandatangani perjanjian gencatan senjata dengan Amerika Serikat pada tanggal 11 November 1918, di Jerman.

Berdasarkan uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa sebab umum daripada Perang Dunia I, yaitu: 1. Kemajuan industri yakni kemajuan industri yang terjadi di Eropa menimbulkan masalah baru dalam kehidupan masyarakat baik dalam bidang ekonomi, politik, sosial dan budaya. 2. Politik Kolonialisme dan Imperialisme. Kemajuan industri yang dicapai oleh negara Eropa sendiri imperialisme. 3. Politik Mencari Kawan, hal ini terjadi dikarenakan keadaan fisik dan politik yang semakin tegang dan merupakan salah satu sebab yang mendorong negara-negara untuk mencari kawan dalam menghadapi lawan. 4. Perdamaian Bersenjata. Awalnya memang tidak ada perang yang terjadi, tetapi suasana tetap tegang dan juga panas. Selain itu juga, kesimpulan lain yang dapat diambil yakni sebab khusus terjadinya Perang Dunia I, yakni Terbunuhnya Putra Mahkota Austria Francis Ferdinand di Sarajevo pada tanggal 28 Juni 1914 oleh Gavrilo Princip (anggota gerakan Serbia Raya). Kejadian tersebut menyulut meletusnya Perang Dunia I. Ketika itu, ia bersama istrinya mengadakan kunjungan untuk melihat dari dekat latihan perang di daerah Bosnia. Ternyata latihan perang itu dianggap sebagai tantangan oleh pihak Serbia Raya (yang didukung oleh Rusia). Kemudian Austria mengirim ultimatum kepada Serbia yang disusul dengan pengumuman perang. mengakibatkan munculnya politik kolonialisme dan

2.2 Proses Terjadinya Perang Dunia I


Perang Dunia I sendiri melibatkan beberapa bagian, bagian tersebut sendiri dibagi menjadi Blok Sekutu dan Blok Sentral. Blok Sekutu sendiri terdiri dari Rusia, Prancis, Britania Raya, Kanada, Italia dan Amerika Serikat. Sedangkan yang termasuk Blok Sentral adalah Jerman, Austria-Hungaria, Bulgaria dan juga Kekaisaran Ottoman. Adapun negara lain yang ikut bergabung adalah Kerajaan Serbia, Kerajaan Rusia (sampai November 1917), Perancis (termasuk pasukan dari negara koloni Perancis), Kerajaan Inggris yang Negara Persemakmuran antara Inggris dan juga Irlandia, Australia, Kanada, Selandia Baru, Newfoundland, Afrika Selatan, Kerajaan India, Negara boneka dan

koloni Inggris, Kerajaan Belgia (termasuk pasukan negara koloni Belgia), Kerajaan Montenegro, Kerajaan Italia (April 1915 dan sesudahnya), Portugal, Tiongkok, Brazil, Guatemala, Ekuador, Nikaragua, Urugua, Panama, Peru, serta Cekoslowakia (1918). Perang Dunia I sendiri menjadi saat pecahnya orde dunia lama, yang menandai berakhirnya monarki absolutisme di Eropa. Perang Dunia I juga menjadi pemicu Revolusi Rusia, yang akan menginspirasi revolusi lainnya di negara-negara lain, seperti Tiongkok dan Kuba, serta akan menjadi basis bagi Perang Dingin antara Uni Soviet dan juga AS. Kekalahan Jerman dalam perang ini dan kegagalan untuk menyelesaikan masalahmasalah yang masih menggantung yang telah menjadi sebab terjadinya Perang Dunia I, akan menjadi dasar kebangkitan Nazi, dan dengan itu pecahnya Perang Dunia II pada 1939. Ia juga menjadi dasar bagi peperangan bentuk baru yang sangat bergantung kepada teknologi, dan akan melibatkan non-militer dalam perang, seperti yang belum pernah terjadi sebelumnya. Perang Dunia ini juga menjadi terkenal dengan peperangan parit perlindungannya, di mana sejumlah besar tentara dibatasi geraknya di parit-parit/bagian perlindungan yang dibatasi dan hanya bisa bergerak sedikit karena pertahanan yang ketat di suatu negara tersebut. Ini terjadi khususnya terhadap Front Barat. Lebih dari 9 juta jiwa meninggal di medan perang, dan hampir sebanyak itu juga jumlah warga sipil yang meninggal akibat kekurangan makanan, kelaparan, pembunuhan massal, dan terlibat secara tak sengaja dalam pertempuran. Berdasaran uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa kekalahan Jerman di Front Barat mengakibatkan kehidupan rakyat semakin bertambah susah. Keadaan Jerman seperti ini menimbulkan gerakan dari kaum komunis (spartacis) yang hendak menggulingkan pemerintahan. Jerman menghadapi serangan dua kali yaitu dari pihak sekutu dan pemberontakan dari kaum komunis. Karena serangan itu Jerman terpaksa menyerah pada tahun 1918. Hitler menamakan gerakan spartacis itu sebagai tusukan pisau dari belakang punggung Jerman, yang menyebabkan Kaisar Wilhelm II turun takhta dan pemerintahan dipegang oleh Elbert (beraliran sosialis). Akhirnya, Jerman dijadikan republik dan selanjutnya menyerah kepada pihak sekutu. Sementara itu di Austria timbul pemberontakanpemberontakan yang dilakukan oleh kaum komunis dan kaum Slavia, yang mengakibatkan Kaisar Karl (pengganti Kaisar Frans Joseph II) terpaksa turun takhta tahun 1918 sehingga Austria-Hongaria menjadi republik.

2.3 Perjanjian yang ada Pada Perang Dunia I


Perjanjian yang ada pada Perang Dunia I sendiri yakni:

1. Perjanjian Versailes Isi daripada Perjanjian Verailes sendiri, yaitu: a. Salah satu hal yang paling penting yang dihasilkan oleh perjanjian ini adalah bahwa Jerman menerima tanggung jawab penuh sebagai penyebab peperangan dan melalui aturan dari pasal 231-247, harus melakukan perbaikan-perbaikan pada negara tertentu yang tergabung dalam Sekutu. b. Angkatan Darat Jerman dibatasi menjadi 100.000 jiwa dan tidak diperbolehkan memiliki tank atau artileri berat dan tidak boleh ada staf Jendral Jerman. Angkatan laut Jerman anggotanya dibatasi menjadi 15.000 dan tidak diperbolehkan memiliki enam kapal perang. Jerman juga tidak diperbolehkan memiliki Angkatan Udara. Akhitnya, Jerman diwajibkan untuk membatasi masa bakti serdadunya menjadi 12 tahun dan semua opsirnya menjadi 25 ahun, sehingga hanya jumlah terbatas saja yang menerima latihan militer. c. Penyerahan tanah jajahan Jerman di berbagai daerah. 2. Perjanjian St.Germain (antara Austria dan Sekutu, pada tanggal 10 September 1919). Isi perjanjian tersebut sendiri mengenai tidak diperkenankan adanya hubungan antara Austria dan Jerman. Selain itu juga, Tirol Selatan dan Istria diserahkan ke Italia, sedangkan Bohemia dan Moravia diserahkan kepada Cekloswakia. 3. Perjanjian Neuilly (antara Bulgaria dan Sekutu, terjadi pada tanggal 27 Nopember 1919). Isi dari perjanjian tersebut sendiri yaitu Bulgaria kehilangan hak atas lautan karena diharuskan menyerahkan Laut Aegea kepada Yunani. 4. Perjanjian Trianon (antara Hongaria-sekutu, terjadi pada tanggal 4 Juni 1920). Isi dari perjanjian tersebut sendiri yaitu Daerah Hongaria diperkecil. Selain itu juga, Keluarga Hapsburg tidak diperbolehkan menjadi raja. 5. Perjanjian Sevres (antara Turki dan Sekutu, pada tanggal 20 Agustus 1920). Isi dari perjanjian tersebut sendiri yaitu wilayah Turki diperkecilkan sedikit. Perjanjian kedua yaitu orang yang bukan termasuk penduduk Turki harus dilepaskan. Isi dari perjanjian ketiga yaitu Smyrna dan Thracia diduduki Yunani. Dardanela, Laut Mamora, dan Bosporus dibuka untuk kapal semua bangsa. Serta, negara Armenia dimerdekakan. 6. Perjanjian Lausane (pada tanggal 24 Juli 1923). Perjanjian Lausane sendiri adalah kelanjutan dari Perjanjian Sevres yang dianggap sangat menghina Turki. Hal ini menimbulkan pemberontakan dipihak Turki, dibawah pimpinan Mustafa Kemal

Pasha, Turki berhasil menyerang Yunani di Smyrna sehingga lahirlah Perjanjian Lausane. Adapun isi Perjanjian Lausane antara lain: 1. Thracia-Timur dikembalikan kepada Turki. 2. Semua penduduk yang bukan bangsa Turki dilepaskan 3. Arabia mendapatkan kemerdekaan yang mereka inginkan sejak lama. Lybia diserahkan kepada Italia. Mesir, Palestina, Cyprus diambil Inggris. Syria dan Libanon diambil Perancis. Serta, The Straits terbuka untuk semua kapal. 4. 5. 6. 7. Hak extra-territorial semua bangsa asing dihapuskan. Turki tidak membayar kerugian perang. Turki tidak memperkecil angkatan perangnya. Turki melindungi minoriteit.

2.4 Akibat Perang Dunia I


Akibat daripada Perang Dunia I yang terjadi antara blok timur dan juga blok sentral berdampak pada semua negara dalam bidang sosial, ekonomi, politik dan juga budaya. a. Bidang politik sendiri, yaitu: 1. Tenggelamnya 4 kekuasaan besar di Eropa menjadi negara-negara republik yaitu Jerman, Austria-Hungaria, Rusia dan Turki. 2. Lahirnya negara-negara baru seperti Polandia, Finlandia, Hongaria, Cekoslowakia, Yugodavia dan Slowakia. 3. Lahirnya LBB (Liga Bangsa-Bangsa) yang diperkarsai oleh Presiden Amerika Serikat, Woodrow Wilson. 4. Lahirnya paham-paham baru seperti Fasisme, Komunisme dan Nazizme. b. Dalam bidang Ekonomi sendiri yaitu: 1. Hancurnya sarana fisik dan non-fisik. 2. Hancurnya pusat-pusat industri yang ada di Eropa. 3. Rusaknya daerah pertanian yang mengakibatkan timbulnya kelaparan yang ada di Rusia. 4. Terjadinya krisis Malaise pada tahun 1929, yakni krisis ekonomi dunia yang diawali dengan hancurnya sektor-sektor ekonomi Amerika Serikat. c. Di bidang sosial yang terjadi akibat Perang Dunia, yaitu:

1. Perang dunia yang terjadi selama 4 tahun, terlalu menelan banyak korban, baik yang tewas, ditahan, luka-luka, ditahan atau hilang. Berikut ini merupakan data daripada korban yang luka-luka di blok sentral dan blok sekutu: Korban Tewas Tentara Blok Sekutu : 5.520.000 Tentara Blok Sentral : 4.386.000 Warga sipil : 6.493.000 Korban Luka Tentara Blok Sekutu : 12.831.000 Tentara Blok Sentra : 8.388.000 Warga sipil : Korban Hilang Tentara Blok Sekutu : 4.121.000 Tentara Blok Sentral : 3.629.000 2. Negara Eropa banyak kehilangan pemuda. 3. Peranan perempuan meningkat, menggantikan generasi muda yang gugur dalam perang.

2.5 Lahirnya Perang Dunia II


Latar belakang yang menjadi penyebab terjadinya Perang Dunia II yang terjadi pada tahun 1939-1945 sendiri umumnya tak dapat dilepaskan dari Perang Dunia Iyang terjadi pada tahun 1914-1918. Secara umum alasan langsung mengapa dapat terjadi Perang Dunia I, yaitu: a. Sebab Umum Sebab umum yang memicu terjadinya Perang Dunia II, yaitu: 1. Kegagalan LBB (Liga Bangsa-Bangsa) yang secara langsung dalam menciptakan perdamaian dunia. 2. Negara-negara maju saling berperang dalam bidang militer dan juga persenjataan. 3. Adanya politik aliansi(mencari kawan persekutuan). a. Blok Fasis: terdiri dari Jerman, Italia dan Jepang. b. Blok Sekutu yang terbagi menjadi 2 yaitu: i) Blok Demokrasi yaitu Prancis, Inggris, Amerika Serikat dan Belanda.

ii) Blok Komunis yaitu Rusia, Polandia, Hongaria, Bulgaria, Yugoslavia, Rumania dan Cekoslavia. 4. Adanya pertentangan-pertentangan akibat ekspansi. 5. Adanya pertentangan antara faham fasisme, demokrasi dan komunisme. 6. Adanya politik balas dendam (Revance Idea) antara Jerman dan Prancis. b. Sebab Khusus Di Eropa, sebab khusus terjadinya Perang Dunia II adalah serbuan Jerman ke Kota Danzig, Polandia pada tanggal 1 September 1939. Polandia merupakan negara yang berada di bawah pengawasan LBB, Hider menuntut Danzig karena penduduknya merupakan bangsa Jerman, tetapi Polandia menolak adanya tuntutan itu. Pada tanggal 3 September 1939 negara pendukung LBI seperti Inggris dan Prancis mengumumkan perang pada Jerman, kemudian diikuti oleh sekutu-sekutunya. Perang Dunia di Pasifik sendiri disebabkan karena serbuan Jepang di pangkalan.

2.6 Proses Jalannya Perang Dunia II


Gerakan invasi Jerman ke Polandia tanggal 1 September 1939 merupakan awal terjadinya perang dunia II di Eropa, kejadian ini membuat Inggirs dan Perancis menyatakan perang. Sejak tahun 1939 1942 kemenangan berada di pihak negara-negara fasis, yaitu Jerman, Norwegia, Denmark pada bulan April 1940. Jerman menduduki Polandia, Norwegia, Denmark pada bulan April 1940. Pada akhir tahun 1941 Jerman dan Italia mendapat teman di Asia, yaitu Jepang yang berusaha menguasai semua daratan pasifik di dalam kekuasaannya. Jepang melakukan pengeboman terhadap pangkalan militer Amerika di Pearl Harbour Hawaii, tanggal 7 Desember 1941. Sampai akhir tahun 1941, Jerman, Italia dan sekutunya dapat menguasai Polandia, Hongaria, Yugoslavia, Bulgaria, Denmark, Luxemburg, Belanda, dan Belgia.

Tentara Amerika serikat di bawah pimpinan Chester Von Nimitz dalam pertempuran laut karang dapat mengalahkan Jepang (Mei 1942). Jenderal Eisen Howes (AS) menyerbu Italia dan menangkap Mussolini yang menyerah pada mei 1944. Jenderal Zhukov (Rusia) menyerbu Polandia dan Balkan (Rumania Bulgaria 1944), Hongaria (1945) menyerah menduduki Polandia dan menyerbu masuk ke Jerman Timur. Pada tanggal 6 Juni 1944, Jenderal Eisenhower mendarat di daratan Normandia kemudian membebaskan Belgia (1944) terus menyerbu Jerman dari arah Timur. Pada tanggal 7 Mei 1944, Jerman menyerah pada Rusia, Hitler bunuh diri, diganti oleh Doenitz yang segera menyerah delapan hari kemudian. Setelah kekalahan Jepang dalam pertempuran laut karang (Mei 1942) oleh tentara Amerika, satu persatu daerah yang pernah diduduki Jepang dapat direbut kembali, seperti Filiphina (1944), Iwo Jima, Okinawa, Saipan (1945). Kekalahan Jepang sampai menyerah tanpa syarat kepada tentara Sekutu, yaitu setelah dibom atomnya kota Hiroshima (6 Agustus) danNagasaki (9 Agustus). Pada tanggal 14 agustus 1945, Kepang menyerah tanpa syarat kepada tentara sekutu. Konferensi Yalta dan konferensi Postdam mengakiri perang Dunia II.

2.7 Perjanjian pada Perang Dunia II


Perjanjian yang terjadi setelah adanya Perang Dunia II sendiri, yaitu: 1. Konferensi Postdam (2 Agustus 1945) Perjanjian ini sendiri berisi: a. Jerman dibagi menjadi 4 daerah pendudukan yakni bagian Rusia, bagian barat oleh Amerika Serikat, Inggris dan Prancis. Kota Berlin yang terletak di tengahtengah daerah kependudukan Rusia, dibagi menjadi 2 bagian yakni Berlin barat (Amerika Serikat, Inggris dan Prancis) dan Berlin timur (Rusia). b. Danzig dan daerah sebelah timur Jerman sebelah timur sungai Oder dan Neine diberikan pada Polandia. c. Angkatan perang Jerman harus dikurangi jumlahnya baik itu dalam jumlah tentara dan juga peralatan perangnya. d. Penjahat perang yakni tokoh-tokoh NAZI harus dihukum dibawah pengawasan badan Internasional. 2. Perjanjian San Fransisco (8 September 1951) Isi daripada perjanjian ini sendiri, yaitu:

a. Kepuluan Jepang dibawah pengawasan Amerika Serikat. b. Kepulauan Kurikule dan Syakhalin Selatan diberikan kepada Rusia. Sedangkan, Mantsyuria dan Taiwan diberikan kepada Tiongkok. c. Tokoh-tokoh Fasis diadili sebagai penjahat perang dan harus dihukum dibawah pengawasan Internasional. d. Jepang harus membayar kerugian perang pada Sekutu.

2.8 Akibat Perang Dunia II


a. Bidang Politik Akibat yang terjadi setelah adanya Perang Dunia II, yaitu: 1. Kedudukan Amerika Serikat memuncak setinggi-tingginya. 2. Rusia menjadi kekuatan baru dan juga menjadi saingan besar bagi Amerika Serikat. 3. Terjadinya perbedaan hagemoni antara Rusia dan Amerika Serikat di dunia. 4. Munculnya nasionalisme di Asia dan memandang internasionalisme dalam menentang Eropa. 5. Adanya politik aliansi (pihak mencari kawan). 6. Balance of power policy mengakibatkan politik aliansi yang berdasarkan atau kemauan (Collective security) sehingga timbul North Atlantic Treaty Organization (NATO), METO (Middle Eastern Treaty Organization) dan yang lain sebagainya. 7. Munculnya politik pemecah belah terhadap negara-negara seperti Jerman, Austria, Korea, Indo-China. b. Bidang Ekonomi Akibat yang terjadi karena Perang Dunia II sendiri yaitu Amerika Serikat muncul sebagai negaea kreditor bagi seluruh dunia antara lain melalui Truman Doctrin (1947), Marshall Plan (1947), Four Point Truman, dan Colombo Plan. c. Bidang Sosial Dampak dari Perang Dunia II dalam bidang politik sendiri, yaitu: 1. Membentuk United Nation Relief and Rehabilition Administration (UNRRA) yang membantu masyarakat dalam bentuk:

i) Memberi makan orang yang terlantar ii) Mengurus pengungsi dan mempersatukan para anggota keluarga yang terpisah akibat perang. iii) Mendirikan rumah rakit dan balai pengobatan. iv)Mengerjakan kembali tanah yang telah rusak. 2. Amerika Serikat tampil sebagai sebuah negara yang memprakarsai kemanusiaan yang ada di dunia