Anda di halaman 1dari 3

Sila 1

Yang Sudah Dilaksanakan (SILA KETUHANAN YANG MAHA ESA) Memberi kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya. Tidak pemaksakan suatu agama dan kepercayaan kepada orang lain dalam memeluk agama. Kita dengan melaksanakan ibadah sesuai dengan keyakinan masing-masing. Percaya dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agamanya masingmasing. Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa adalah masalah yang menyangkut hubungan pribadi manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa.

Yang Belum Dilaksanakan Belum adanya toleransi antar agama. Perkelahian menyangkut agama , ras, suku budaya yang sering terjadi dibeberapa daerah. toleransi sebagai bangsa yang berbhineka, dan melarang berbagai bentuk kekerasan, dan menekankan adanya pluralitas dan multikulturalisme Tidak adanya kerukunan antar agama, Pemboman tempat ibadah. pemaksaan kehendak seperti menutup usaha di bulan puasa Belum adanyasikap saling menghormati, dimana kekerasan yang dilaksanakan orang yang mengatas namakan agama

Sila 2

(Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab) Melakukan kegiatan kemanusiaan, membantu korban bencana gempa bumi, erupsi gunung berapi, banjir, tanah longsor. Masyarakat membuat dapur umum, membungkusi nasi, mendistribusikan kepada korban tanpa dikomando. Para dokter baik secara perorangan maupun lembaga, bersatu padu menolong merfeka yang sakit dan terluka. Lembaga masyarakat nonpemerintah membangun barak, bahkan memulihkan trauma pasca benacana. Adanya harkat dan martabat manusia terutama hak-hak kordat sebagai hakl asasi yang dilindungi dengan adanya landasan hokum yang dibuat. Sebagian melakukan aksi cinta damai antar sesame yang sering diwujudkan dalam kegiatan kebersamaan Berani membela yang benar pernah terwujud pada kasus kasus seperti sejuta koin Prita

Belum adanya toleransi dimana adanya sikap semena mena terhadap orang lain, yang berkuasa menindas yang dibawahnya. Keadilan belum ditegakan dengan benar, dimana beberapa kasus yang korup uang rakyat dihukum sama dengan kasus seorang nenek yang mencuri cocoa. Belum banyak adanya sikap saling mencintai sesame, dimana masih saja kasus kasus pembunuhan, penindasan yang terjadi. Belum banyak yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, dimana masih sikap main hakim sendiri dengan membunuh pelaku secara biadab. Belum memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa dimana masih meliat RAS seseorang

Sila 3

(PERSATUAN INDONESIA) Memajukan persatuan dan kesatuan dengan berlomba lomba mengikuti ajang antar Negara untuk bias mengangkat kedudukan Indonesiadi dunia. Mengembangkan rasa cinta terhadap Indonesia dengan banyaknya sebagian masyarakatnya menggunakan produk Indonesia, berbahasa Indonesia dengan baik dan benar. Ikut menjaga budaya Indonesia dari sabotase Negara lain dalam beberapa kasus oleh malasya, dengan mengklaim kepemilikan. Kesadaran akan perbedaan budaya yang ada disetiap daerah dengan mengajui perbedaan tersebut.

Dimana masih saja menganggap perbedaan sebagai suatu yang beda yang menjadi konflik dan permusuhan dimana masih saja ada gereja dibomlah, tawuran antar agama di kehidupan kita Belum adanya sikap bangga sebagai bangsa Indonesia dan tanah air Indonesia dimana lebih mencintai produk luar disbanding produk sendiri. Dimana masih saja adany asikap yang mementingkan pribadi atau kelompok diatas segalanya. Misalnya kasus korup yang dilakukan oleh para elit pemerintahan dengan uang rakyatnya sendiri.

Sila 4

(Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmah Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan) Adanya musyawarah yang serring dilakukan dalam pengambilan keputusan dalam mencapai mufakat bersama. Kebebasan dalam mengeluarkan pendapat dalam pengambilan keputusan Adanya keikut sertaan dalam pelaksanaan pembangunan di Indonesia Dimana adanya sebagian masyarakat dalam pengambilan keputusan yang diambil dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Belum adanya sikap menghormati dimana banyaknya orang yang tidak menerima dan menghargai pendapat orang lain, seperti yang terjadi pada saat sidang paripurna. Belum adanya sikap kesadaran dimana terdapat kecurangan dalam penarikan suara PEMILU, seperti lembar pemilu yang telah dicontreng, kotak pemilu yang tidak disegel, adanya penyuapan serta pemerasan pada penentuan suara. kurangnya rasa solidaritas dan persatuan hingga sikap gotong royong, sehingga sebagian kecil masyarakat terutama yang berada di perkotaan justru lebih mengutamakan kelompoknya, golongannya bahkan negara lain dibandingkan kepentingan negaranya sendiri.

Sila 5

(Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia) Adanya sikap yang dilakukan oleh sebagian masyarakat dimana menolong sesama manusia yang membutuhkan tanpa melihat perbedaan. Adanya sikap atau perbuatan-perbuatan yang luhur mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotong-royongan yang sering dilakukan dilingkungan sekolah, rumah ataupun lingkungan sekitar. Adanya sikap toleransi dimana menjaga kebersamaan di hari besar keagamaan yang terjadi di Sulawesi dimana apabila ada perayaan hari besar keagamaan umat muslim yang melakukan ibadat sholat ied maka adanya penjagaan yang dilakukan oleh umat kristiani agar adanya kenyamanan dalam melakukan ibadat begitupun sebaliknya

Masih adanya pelanggaran yang bertentangan dimana adanya tinddak korupasi yang hingga kini belum dapat diberantas, disebabkan lemahnya penegakan hukum di Indonesia. Kurangnya sikap toleransi yang dimana sering dilakukan oleh elite pemerintahan yang hidup mewah bergelimpangan dengan menggunakan uang rakyat dan hidup diatas penderitaan rakyat. Adanya kebiadaban dengan banyaknya pelanggaran terhadap hak azasi manusia dimana masih adanya sikap main hakim sendiri yang dilakukan