Anda di halaman 1dari 6

OBAT ANTI ARITMIA

AMIODARON Amiodaron adalah antiaritmia kelas 3 yang memiliki sifat farmakokinetik dan dinamik yang unik. Obat ini banyak digunakan dan efektif sebagai terapi akut maupun jangka panjang, pada penatalaksanaan aritmia, baik aritmia ventrikuler, takikardi supraventrikuler maupun fibrilasi atrial. Amiodaron merupakan senyawa benzofuran,yang strukturnya sangat mirip dengan hormon tiroid. Oleh karena itu tidaklah mengherankan bila pada pemakaian obat ini, didapatkan pula efek terhadap organ tiroid. Efek yang ditimbulkan terhadap tiroid berupa kelainan disfungsi klinis, baik tirotoksikosis maupun hipotiroidisme, yang terjadi akibat kandungan iodium yang tinggi dalam amiodaron maupun efek toksik obat secara langsung terhadap kelenjar tiroid.

Disfungsi ini terjadi pada kondisi fungsi kelenjar yang normal maupun pada mereka yang memiliki penyakit tiroid sebelumnya.

Sediaan Sediaan !ablet "## mg $njeksi %&# mg'3 ml Dosis:


Dosis diberikan sebesar %&# mg $( selama %# menit. Diikuti dengan % mg'menit $( selama ) jam Dosis lanjutan #.& mg'menit infus $( selama %* jam +ika arrhythmias kambuh %&# mg $( setiap %# menit. Dosis maksimum "." gr

Indikasi

,ritmia ventrikuler

-ula kerja amiodaron intravena yang sudah terjadi dalam waktu kurang dari 3# menit sejak pemberian merupakan salah satu alasan efektifitas terapi akut pada aritmia ventrikel.

!akikardia kompleks ./S lebar dengan hemodinamik yang stabil. 0asien dengan $1D 2$mplantable 1ardioverter Defibrillation3

0emberian amiodaron pada pasien yang telah dipasang $1D terbukti mengurangi kejadian syok terapi dan ,trial fibrilasi 2,43. 0emberian amiodaron plus penghambat beta secara signifikan menurunkan risiko D1 syok.

,trial 4ibrilasi 2,43

-eskipun beberapa ahli menyatakan bahwa ,miodaron dapat digunakan pada ,4, tetapi pemakaian obat ini untuk ,4, belum mendapatkan rekomendasi dari 4D,. ,khir5akhir ini, pemberian amiodaron intravena untuk terapi ,4 dengan respons

ventrikel cepat, semakin sering dipakai.

0ada pasien5pasien dengan gagal jantung kongestif, amiodaron juga menunjukkan

hasil yang lebih baik untuk konversi dan mempertahankan irama sinus

0reoperatif ,ritmia

,miodaron intravena % gram perhari yang diberikan selama " hari sebelum operasi, efektif menurunkan insidens ,4 pasca operasi jantung terbuka. Kontraindikasi 6radikardia sinus berat, blok ,(. 7angguan fungsi kelenjar tiroid, insufiensi jantung dengan dekompensasi. 8ati5hati pada wanita hamil dan menyusui.

Efek Sampin Efek samping yang paling serius adalah keracunan paru, eksaserbasi aritmia dan injuri pada hepar. 9mumnya efek samping akan kembali normal dengan penghentian terapi amiodaron. :ebanyakan efek samping terjadi pada pemakaian lebih dari ) bulan. $nsidens neuropati optik, yaitu efek samping paling serius di mata, berkisar antara #.3) hingga ";. <europati optik akibat amiodaron terjadi secara perlahan menimbulkan kehilangan penglihatan bilateral dan edema diskus.

$nsidens ,miodarone5induced pulmonary to=icity 2,$0!3, berupa pneumonitis akut dan fibrosis kronis yang bisa mengancam jiwa. $nsidens dapat meningkat %# 5 3# lipat pada pemberian &##mg dibanding "##mg per hari. -ekanisme ,$0! adalah kerusakan jaringan paru akibat akumulasi fosfolipid. ,$0! dapat sembuh bila terdiagnosis dini. ,$0! ditandai dengan batuk nonproduktif yang progresif, dispnoe, penurunan berat

badan dan mungkin demam. ,miodarone5induced hypothyroidism lebih sering terjadi di daerah yang cukup asupan yodium5nya dibanding daerah dengan defisiensi yodium. >ebih sering terjadi pada wanita dan orang tua. -anifestasi klinisnya berupa fatig, letargi, bradikardi, dispnu, intoleransi dingin, kulit kering, berat badan naik, konstipasi dan nafsu makan berkurang. 6erbeda dengan hipotiroid, ,miodarone5induced thyroto=icosis 2,$!3 lebih sering terjadi di daerah dengan defisiensi yodium dan terutama terjadi pada pria 23 %3. ,$! ditandai dengan peningkatan signifikan !? dan'atau !3 serum. +ika ,$! terjadi pada pasien dengan disfungsi tiroid sebelumnya maka disebut ,$! tipe $, sedangkan tipe $$ terjadi pada pasien tanpa disfungsi tiroid sebelumnya. -anifestasi klinis ,$! berupa palpitasi, S(!, 66 turun, berkeringat, kelemahan otot, tremor, insomnia dan mood swings. 0ada ,$! tipe $, kadar interleukin5) serum normal atau sedikit meningkat, uptake iodine radioaktif "? jam oleh kelenjar tiroid normal atau meningkat dan terdapat peningkaan vaskularisasi. 0ada tipe $$, kadar interleukin5) serum meningkat signifikan, dengan uptake iodine radioaktif yang rendah dan vaskularisasi normal.

!armakokinetik dan !armakodinamik ,miodaron memiliki bioavailabilitas yang sangat bervariasi, yaitu berkisar antara "" hingga @&;. ,bsorpsinya meningkat bila diminum bersamaan dengan makanan. 6ahkan bila diminum bersamaan dengan buah jeruk besar 2grapefruit3 ataupun bentuk jus5nya dapat menghambat metabolisme amiodaron dan menyebabkan peningkatan konsentrasi amiodarone dalam darah. :arena bersifat larut dalam lemak maka amiodaron ditemukan dalam konsentrasi yang

tinggi di jaringan lemak dan otot, hati, paru dan kulit. ,miodaron juga dapat menembus sawar plasenta dan ditemukan pada air susu ibu. Aaktu paruh amiodaron sangat panjang, rata5rata &* hari. Secara elektrofisiologis, amiodaron menyebabkan pemanjangan interval .!,

melambatkan laju jantung dan konduksi ,( node dengan menghambat kanal kalsium dan reseptor beta, lalu dengan menginhibisi kanal kalium dan natrium menyebabkan pemanjangan masa refrakter dan perlambatan konduksi intrakardiak. 0emberian amiodaron secara intravena harus memperhatikan Bat pelarut yang terkandung dalam preparat obat tersebut. Obat ini memakai pelarut yang mengandung polysorbate *# dan benByl alkohol. :edua Bat kimia itu diperlukan, karena amiodaron tidak larut dalam air, tetapi keduanya juga diketahui dapat menyebabkan efek inotropik negatif dan hipotensi. Oleh karena itu pemberian secara intravena harus dilakukan secara perlahan agar tidak terjadi hipotensi mendadak. Saat ini sudah tersedia bentuk amodaron intravena yang larut dalam air dan tidak mengandung Bat5Bat vasoaktif, sehingga pemberian secara cepat tidak menjadi masalah.

Interaksi Obat 0emberian obat5obat yang dapat menimbulkan hipokalemia dan'atau hipomagnesemia harus dihindari karena dapat meingkatkan risiko aritmia ventrikel. ,miodaron dapat meningkatkan efek warfarin dengan cara inhibisi 1C0?&# "1@ yang berfungsi untuk metabolisme S5warfarin di hepar. :eadaan yang serupa akan terjadi juga pada antikoagulan oral yang lain sehingga dapat menimbulkan hipoprotrombinemia dan

perdarahan. 0eningkatan efek antikoagulan terjadi setelah pemberian amiodaron satu minggu atau lebih dan bertahan beberapa bulan setelah amiodaron dihentikan. 0enggunaan bersama amiodarone dengan simvastatin dan lovastatin dosis tinggi dapat meningkatkan risiko myopati. -ekanismenya adalah hambatan 1C0?&# 3,? di interstinal dan hepar yang menyebabkan bioavalibititi dan menurunkan klirens simvastatin. /esiko miopati ini meningkat pada dosis statin yang lebih tinggi. 0emberian amiodaron bersama digoksin akan meningkatkan kadar digoksin serum hingga %##; sehingga menyebabkan intoksikasi. 0eningkatan ini lebih tinggi lagi pada anak5 anak. ,miodaron diduga meningkatkan waktu transit intestinal, menurunkan klirens renal dan distribusi volume, mengubah ikatan protein digoksin, dan induksi hipotiroid D semuanya itu berkontribusi pada peninghkatan kadar digoksin serum.