Anda di halaman 1dari 16

BAB VII SUPPLY CHAIN AND MARKETING 7.

1 Distribusi Pada bisnis makanan dan minuman, terutama pada bisnis nata de pina dari kulit nanas, distribusi memegang peranan yang sangat penting. Memiliki jaringan distribusi yang luas dan channel member yang tepat adalah salah satu hal penting yang menentukan kesuksesan sebuah produk. Hal ini dikarenakan peranannya yang sangat besar yaitu menghubungkan produsen dengan konsumen. Melalui distribusi, produk secara fisik dapat di-display di outlet, dilihat, dinikmati dan akhirnya dibeli oleh konsumen. Hal ini merupakan salah satu saat yang penting sehingga distributor harus memastikan brand tersedia di outlet potensial. diperlukan strategi distribusi meningat pemasaran minuman nata de pina dari kulit nanas cukup luas penyebarannya. Parameter penting yang ditetapkan perusahaan dalam distribusi nata de pina dari kulit nanas adalah ketersediaan produk di outlet yang sesuai dengan karakter target pasar. Ketersediaan tersebut meliputi aspek akses terhadap retailer modern, kecepatan distribusi, luasan jaringan distribusi, dan kemudahan mendapatkan informasi dari distributor. Kecepatan distribusi dan luasnya jaringan distribusi merupakan syarat jaringan distribusi komersial. Secara umum di Indonesia, saluran distribusi terbagi dalam 2 tipe yaitu modern trade dan general trade. Modern trade terdiri dari hypermarket, supermarket, mini market dan convenience store, sedangkan general trade terdiri dari pasar tradisional, toko kelontong, warung dan grosir. Dalam hal ini, luasnya jaringan distribusi sudah dikompensasi oleh akses terhadap modern outlet. 7.1.1 Lokasi Pabrik Lokasi yang ditetapkan yaitu terletak di daerah Kampar, Riau. Adapun dasar pemilihan pemilihan lokasi pabrik berada di wilayah tersebut berdasarkan beberapa faktor berikut :

59

1. Posisi pabrik yang sangat geografis, berada pada salah satu daerah sentra produsen nanas di Riau dan merupakan daerah pemasaran yang cukup bagus 2. Pengembangan lahan produksi nanas yang akan direalisasikan 3. Terdapat lahan yang cukup untuk pembangunan pabrik 4. Kemudahan pemasaran 5. Ketersediaan utilitas dan fasilitas seperti listrik, komunikasi, dan air 6. Terpenuhinya fasilitas umum yang dapat menunjang operasi pabrik 7. Akses kemudahan transportasi. 7.1.2 Distribusi Bahan Baku Distribusi bahan baku merupakan bagaimana waktu dan cara pengiriman bahan baku produksi nata de pina dari kulit nanas bisa dilakukan dengan efektif dan efisien. Pada distribusi bahan baku perlu diperhatikan lokasi suplier terhadap lokasi pabrik serta waktu distribusi dari bahan-bahan tersebut agar produksi berjalan lancar. a. Lokasi Bahan Baku Bahan baku yang digunakan untuk pembuatan nata de pina dari kulit nanas ini adalah buangan produksi nanas yang bbisa ditemukan dari petani nanas maupun produsen produk olahan dari buah nanas dan itu semua dapat ditemukan di daerah sekitar pabrik yang akan didirikan. Bahan baku pembantu yang dibutuhkan untuk memproduksi nata de pina ini adalah air, stater dan lain lain. Air yang digunakan oleh Perusahaan berasal dari sumur bawah tanah. Sebelum digunakan dalam proses pengolahan, air ini telah mengalami softening untuk menghilangkan kesadahannya, sehingga proses produksi dapat berjalan dengan baik. Tabel 7.1 Bahan baku pembuatan mie jagung Daebak Bahan utama Kulit nanas Jumlah (kg/hari) Supplier Petani nanas, dan produsen produk olahan nanas

60

Garam, alkali Stater

Kampar, Riau PT.Garam, Jl. Krakatau, Medan, Sumatera Utara

Tabel 7.2 Bahan baku pengemasan Nata de Pina Bahan utama Plastik Karton/dus Jumlah Supplier Gajahmada Plastik, Jl. Andalas, Medan, Sumatera Utara PT. Fajar Dwiwarna, Medan, Sumatera Utara

Berdasarkan bahan baku yang digunakan, direncanakan akan dibuat tiga buah gudang. Gudang bahan baku meliputi tempat penyimpanan bahan baku berupa kulit nanas, gudang penyimpanan kemasan dan gudang untuk menyimpan stok produk. Setiap storage memiliki sistem untuk menjaga ketahanan bahanbahan yang tersimpan didalamnya sesuai dengan storage life-nya. b. Rantai Distribusi Bahan Baku Bahan baku produksi nata de pina dikirim supplier ke pabrik yang berada di daerah Kampar dengan menggunakan jalur darat. Biaya pengiriman sampai ke gudang pabrik menjadi tanggung jawab supplier dan sudah termasuk dalam kontrak yang dibuat. Sebelum dikirim, ditentukan jumlah bahan baku yang dipesan, waktu pemesanan, dan kapan penerimaan bahan baku di pabrik. Perlu juga diperhitungkan storage life dari bahan baku agar bahan baku yang dipesan tidak melebihi kapsitas storage ataupun menumpuk sehingga ada yang rusak. Tabel 7.3 Kapasitas Pemesanan Bahan Baku Bahan Baku Kulit nanas Garam, alkali Kemasan, plastik Kebutuhan Waktu Kapasitas Kapasitas Kapasitas (kg/bulan) penerimaan darurat pemesanan pemesanan (%) berikutnya 3x sebulan 25 80 ton 75 ton 1x sebulan 10 2500 kg 2000 kg 100.000 buah 1x sebulan 25 120.000 buah 100.000 buah

61

Dus karton

1x sebulan

25

Kapasitas pemesanan didasarkan pada berapa lama suatu supplier dapat memenuhi pemesanan terhadap bahan baku. Jumlah pemesanan pertama tidak sesuai dengan kapasitas yang dibutuhkan, melainkan dilebihkan untuk mengantisipasi jika ada permasalahan dalam pengiriman atau ada yang rusak. Pemesanan berikutnya disesuaikan dengan kapasitas yang dibutuhkan agar jumlah barang yang disimpan tidak melebihi kapasitas. Kapasitas darurat didasarkan pada karakteristik bahan, untuk kulit nanas kapasitas daruratnya 25% karena kulit nanas sebagai bahan baku utama. Pemesanan kulit nanas dilakukan per minggu karena storage life 3 - 4 hari sehingga tidak boleh disimpan terlalu lama. Sedangkan bahan baku lainnya memiliki % kapasitas darurat yang lebih karena storage life yang lebih lama, sehingga pemesanan bisa dalam jumlah besar dalam satu kali pemesanan. Tabel 7.4 Jadwal Pemesanan dan Pengiriman Bahan Baku Bahan Baku Kulit nanas Garam Plastik Karton Supplier Petani nanas PT.Garam Gajahmada Plastik PT. Fajar Dwiwarna Lokasi Supplier Kampar, Riau Medan, Sumatera Utara Medan, Sumatera Utara Medan, Sumatera Utara Waktu Waktu Lama Storage pemesanan penerimaan pengiriman life 3x seminggu 1x sebulan 1x sebulan 1x sebulan 1x sehari 1x sebulan 1x sebulan 1x sebulan 1 jam 1 hari 1 hari 1 hari 3 hari 1 tahun 1 tahun 6 bulan Model transp ortasi Truk Truk Truk Truk

Waktu pemesanan merupakan jadwal dilakukannya pemesanan ke supplier sedangkan waktu penerimaan merupakan jadwal penerimaan barang yang telah dipesan. Barang dipesan sesuai kapasitas pemesanan yang telah ditentukan. Pemesanan kulit nanas dilakukan 2 hari sebelum pengiriman, untuk mengantisipasi kualitas kulit nanas yang akan digunakan. Bahan-bahan

62

pengemasan dipesan satu kali dalam sebulan dalam jumlah yang besar. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi hasil produksi di setiap bulannya selain itu juga mempertimbangkan jarak suppliernya. Pemesanan sekali sebulan juga dapat menghemat biaya pemesanan yang dipengaruhi oleh harga pengiriman ke pabrik. Lama pengiriman waktu yang diperlukan untuk barang sampai di pabrik dengan menggunakan transportasi milik supplier. Seluruh modal transportasi pengiriman menggunakan jalan darat karena masih berada dalam satu pulau. 7.1.3 Distribusi Produk Setelah melalui proses pengemasan denagan ukuran yang ditentukan, nata de pina dari kulit nanas dikemas dalam kemasan yang telah disediakan kemudian produk siap untuk didistribusikan. Sebagaimana strategi yang dipilih yaitu perpaduan modern dan tradisional trade maka perlu diperhatikan lokasi toko/gerai yang menjual produk terhadap lokasi pabrik, transportasinya, serta waktu distribusi dari produk agar distribusi berjalan lancar. a. Lokasi Penyebaran Produk Produk minuman nata de pina dari kulit nanas merupakan minuman sehat yang bisa dikonsumsi disemua kalangan dan baik untuk pemenuhan kebutuhan serat tubuh. Di Indonesia sendiri nata merupakan salah satu nimuman serat yang dibutuhkan selain puding. Target konsumen yang cukup besar akan produk nata de pina dari kulit nanas diharapkan bisa menyebar dari kalangan ekonomi bawah hingga atas dan menyebar ke seluruh pelosok negeri dan merambah ke pasar internasional. Penyebaran produk nata de pina dari kulit nanas difokuskan pada daerah dengan kepadatan penduduk yang tinggi, mengingat produk ini adalah produk yang umum dikonsumsi di setiap kalangan masyarakat. Diharapkan dari daerah tersebut penjualan dapat dimanfaaatkan secara maksimal dengan biaya distribusi yang tidak begitu besar. Daerah yang menjadi target penjualan di pulau Jawa, Sumatera, Bali, dan Madura. Pemasaran produk nata de pina dari kulit nanas di pulau Jawa, Sumatera, Madura, dan Bali dilakukan dengan bekerjasama dengan bebrapa toko :

63

Toko makanan dan minuman Toko makanan dan minuman atau yang menjual makanan dengan produk tertentu terutama produk makanan khas daerah.

Pasar Pasar merupakan sarana tempat penjualan yang dapat dijangkau oleh semua masyarakat. Pasar merupakan pusat penjualan bagi masyarakat yang ingin mengonsumsi nata de pina dari kulit nanas atau dijual lagi di warung - warung kecil.

Supermarket Supermarket merupakan toko eceran yang menjual berbagai macam produk makanan dan minuman atau nonmakanan. Hypermart, Giant, dan lain lain merupakan supermarket yang dipilih untuk memasarkan produk nata de pina dari kulit nanas.

b. Rantai Distribusi Produk Produk yang telah diproduksi disimpan dalam storage untuk selanjutnya didistribusikan ke konsumen. Produk nata de pina dari kulit nanas didistribusikan dalam kotak kardus. Produk jadi tersebut didistribusikan ke toko yang telah dipilih dengan menggunakan beberapa cara yaitu : Jawa Barat, dan sekitarnya Distribusi di pulau Jawa digunakan jasa perusahaan ekspedisi. Produk nata de pina dari kulit nanas dalam kardus dimuat dalam truk boks lalau dikirim ke gudang milik perusahaan ekspedisi untuk selanjutnya didistribusikan melalui darat oleh perusahaan ekspedisi ke gudang-gudang supermarket, toko-toko rekanan, dan chain outlet. Dipilih perusahaan ekspedisi untuk membantu distribusi nata de pina dari kulit nanas yaitu Arthaperkasa. Sumatera Utara, Aceh Distribusi di daerah Medan menggunakan Pendistribusian truks box atau dengan mendistribusikannya sendiri. dilakukan

mengirimkan barang dari storage barang jadi produk ke gudang-gudang

64

supermarket, toko-toko penyalur di daerah Medan. Dari gudang milik toko tersebut, akan didistribusikan ke setiap jaringan di daerah Medan sesuai jadwal pengiriman. Selain itu, untuk toko-toko tertentu pendistribusian dilakukan dengan langsung mengirimkan barang di storage di pabrik nata de pina dari kulit nanas dari daerah Kampar. Seluruh jalur distribusi produk nata de pina dari kulit nanas dilakukan dengan jalur darat yaitu mengirimkan menggunakan truk Big Up Box. Spesifikasi truks box dibawah ini: Merek Mesin Kapasitas BBM Kapasitas kabin Daya angkut barang P,L, T Spesifikasi Harga : KIA Big Up (2009) : Model J 2,4 Silinder Segaris, 2655 cc : 60 L : 3 orang : 1500 kg : 2810 mm, 1630 mm, 355 mm : lulus uji emisi standar Euro 2 (ramah lingkungan) : Rp. 160.000.000,Pengiriman barang dengan truks box dilakukan setiap 1 kali seminggu untuk setiap wilayah Jambi, Sumatera Selatan dan Lampung menggunakan truks box atau mendistribusikannya sendiri. Pendistribusian dilakukan dengan mengirimkan barang dari storage barang jadi produk ke gudang-gudang supermarket, toko-toko penyalur di daerah Jambi, Sumatera Selatan, dan Lampung. Dari gudang milik toko tersebut, akan didistribusikan ke setiap jaringan di daerah Medan sesuai jadwal pengiriman. Selain itu, untuk toko-toko tertentu pendistribusian dilakukan dengan langsung mengirimkan barang di storage di pabrik nata de pina dari kulit nanas yang berasal dari daerah Kampar. Selain distribusi melalui darat, perusahaan ekspedisi juga memeberikan pelayanan lain berupa distribusi melalui laut, pengiriman barang antar pulau dan pengiriman langsung dari pintu ke pintu tujuan. Semua biaya pengiriman ketika menggunakan jasa perubahan ekspedisi disesuaikan tarif hasil negosiasi dengan perusahaan ekspedisi termasuk biaya perijinan pendistribusian barang. Pengiriman

Berat total kendaraan : 2590 kg

65

barang ke perusahaan ekspedisi dilakukan sebanyak 1 kali seminggu dengan jadwal yang dijelaskan pada tabel berikut. Tabel 7.5 Jadwal Pendistribusian Produk Nata de Pina dari kulit nanas Truks boks Senin I Bakauheniekspedisi untuk daerah Jawa II III Jadwal Pengiriman dalam 1 minggu Selasa Rabu Kamis Daerah di Jawa Tanjung Barat Perakekspedisi untuk daerah Bali dan Madura Daerah Medan Daerah Aceh Daerah Sumatera Selatan Jumat Tanjung Perakekspedisi untuk daerah Bali dan Madura

Daerah Sumatera Utara, Aceh Daerah Daerah Jambi Sumatera Barat

Daerah Lampung

7.2

Pemasaran (Marketing) Pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial dimana individu dan

kelompok mendapatkan kebutuhan dan keinginan mereka dengan menciptakan, menawarkan dan bertukar sesuatu yang bernilai satu sama lain. Pada tahap ini akan dianalisis tiga faktor utama yang menentukan seberapa menarik pasar yang akan dilayani, adalah sebagai berikut : Keadaan pasar yang dilayani meliputi besar pasar, pertumbuhan pasar dan besarnya potensi yang ada didalam pasar tersebut. Intensitas persaingan dalam pasar tersebut, meliputi banyaknya pesaing, tingkat kesulitan untuk memasuki pasar, dan produk substitusi. Akses ke pasar yang akan dilayani, meliputi tingkat keakraban konsumen terhadap produk nata de pina dari kulit nanas, akses pada saluran distribusi, dan yang terakhir adalah kecocokan perusahaan dengan pasar yang akan dilayani. Tingkat perkembangan sektor industri di Indonesia masih relatif rendah, namun disadari bahwa pengembangan industri kecil bukan saja penting tetapi

66

sebagai suatu unsur pokok dari seluruh struktur industri di Indonesia. Pemasaran melibatkan lembaga-lembaga tataniaga seperti agen, pedagang dan pengumpul, pedagang besar, pengecer, serta industri pengolahan dan lainnya. Sistem tataniaga yang efisien dapat dicapai dengan memperbaiki struktur pasar yaitu struktur pasar yang menuju persaingan pasar sempurna dengan jumlah pembeli dan penjual cukup banyak sehingga pembeli dan penjual tidak mempunyai kekuatan untuk mempengaruhi pasar. 7.2.1 Strategi Pemasaran Nata de Pina dari Kulit Nanas Strategi pemasaran produk Nata de Pina dari Kulit Nanas sangat diperhatikan untuk memperoleh perhatian dari target konsumen produk. Strategi pemasaran produk difokuskan pada distribusi produk dan promosi produk. a. Distribusi Produk Distribusi produk nata de pina dari kulit nanas dilakukan melalui pengiriman pada chain outlet seperti hypermart, supermarket, dan toko makanan. b. Promosi Produk Promosi diperlukan untuk memperkenalkan nata de pina dari kulit nanas dimana merupakan inovasi terbaru dengan bahan baku yang alami, tanpa pengawet dan kaya serat. Promosi dilakukan dengan penyebaran iklan dan pembuatan website produk dan perusahaan. Promosi dapat dilakukan kepada agen distributor produk serta retailer dan langsung kepada konsumen dengan iklan media cetak, TV, radio, website, dan pengenalan produk seperti lounching, sphonsorship, demo power. Lounching merupakan kegiatan yang diadakan untuk memperkenalkan dan mengumumkan bahwa produk akan diluncurkan ke pasar. Sphonsorship merupakan upaya mensponsori acara-acara tertentu untuk meningkatkan image dari nata de pina dari kulit nanas kepada konsumen, selain itu demo power dilakukan untuk menghidupkan nata de pina dari kulit nanas dengan bantuan SPG yang dapat berkomunikasi langsung dengan konsumen serta pendirian outlet yang menarik di chain outlet.

67

Iklan Iklan merupakan hasil kerjasama dengan media cetak, TV, dan radio untuk mempromosikan produk yang dihasilkan. Media cetak yang dipilih seperti majalah makanan dan minuman, majalah wanita, dan majalah kuliner. Radio yang bekerja sama adalah radio lokal dan radio nasional.

Website Produk Website dibuat untuk menampilkan deskripsi produk, mulai dari tampilan, khasiat dan harga, serta informasi lain yang penting bagi konsumen.

Soft Launching Produk Launching produk dilakukan untuk memperkenalkan produk baru kepada konsumen. Launching akan dilaksanakan di kota-kota besar pada rantai distribusi produk nata de pina dari kulit nanas yang dihasilkan.

Sphonshorship dan Demo Power Sphonsorship merupakan upaya mensponsosri acara-acara tertentu untuk meningkatkan image dari nata de pina dari kulit nanas kepada konsumen. Sedangkan demo power dilakukan untuk menghidupkan nata de pina dari kulit nanas dengan bantuan SPG yang dapat berkomunikasi langsung dengan konsumen serta pendirian outlet yang menarik di chain outlet.

7.2.2

Distribusi Produk Proses distribusi nata de pina dari kulit nanas sangat signifikan karena

merupakan strategi yang dilakukan dalam melakukan promosi maupun pengenalan nata de pina dari kulit nanas. Gambar dibawah ini merupakan strategi pemasaran yang terdiri dari distribusi produk dan promosi produk nata de pina dari kulit nanas.

68

69

Strategi Pemasaran

Distribusi Produk

Promosi Produk

Supermarket

Toko makanan dan minuman

Kios

Pabrik olahan nata de pina

Iklan

Supporting media

Soft Lounching

Sponshorship & Demo power

Radio

Website Produk

Media Cetak

TV

Gambar 7.1 Diagram strategi pemasaran produk nata de pina dari kulit nanas

70

7.3

Analisis SWOT

Gambar 7.2 Diagram SWOT Pemasaran Tabel 7.6 Matriks Faktor Strategi Eksternal Faktor-faktor Strategi Eksternal Kemungkinan menguasai monopolistik Kemungkinan dapat memasarkan ke seluruh Indonesia Kemungkinan adanya investor Kemungkinan memiliki banyak cabang di Jawa Kemungkinan memiliki banyak angkutan pribadi Jumlah Ancaman Kecendrungan masyarakat terhadap mie yang tersedia Munculnya usaha sejenis Daya beli konsumen menurun Jumlah Peluang pasar Rating 3 3 4 3 3 16 4 2 3 9 Bobot 0,187 5 0,187 5 0,25 0,187 5 0,187 5 1 0,44 0,22 0,33 1 Skor Pembobotan 0,5625 0,5625 1 0,5625 0,5625 3,25 1,76 0,44 0,99 3,19

71

Berikut adalah cara membuat matrix faktor strategi internal dan eksternal yaitu : a. Susunlah dalam kolom beberapa peluang dan ancaman b. Beri rating masing-masing faktor dalam kolom 2 sesuai besar kecilnya pengaruh yang ada pada faktor strategi eksternal dengan strategi 4 = sangat besar 3 = besar 2 = kecil 1 = sangat kecil Terhadap peluang dan nilai rating terhadap ancaman kebalikannya c. Hitunglah nilai bobot kolom 3, dengan cara nilai dari setiap rating dibagi dengan masing-masing jumlah rating (dengan syarat jumlah bobot tidak melebihi 1) d. Pada kolom 4 perhitungan skor pembobotan yaitu rating dikali bobot, kemudian masing-masing kedua skor pembobotan dijumlahkan, Kedua sehingga ini memperoleh jumlah skor pembobotan. jumlah

menunjukkan bagaimana suatu usaha atau perusahaan beraksi antara faktorfaktor strategi eksternalnya terhadap faktor internalnya. Tabel 7.7 Contoh Matriks Faktor Strategi Eksternal Faktor-faktor Strategi Internal Kekuatan Lokasi yang cukup strategis Keunggulan produk Memiliki pelanggan tetap Memiliki berbagai cabang Jumlah Kelemahan Jumlah kendaraan angkutan pribadi yang sedikit Tidak ada hubungan kerjasama dengan investor Produk baru memerlukan promosi yang besar Harga lebih mahal dibanding produk yang telah ada Jumlah 3 4 3 3 13 3 2 4 3 12 0,231 0,307 0,231 0,231 1 0,25 0,17 0,33 0,25 1 0,693 1,228 0,693 0,693 3,307 0,75 0,33 1,33 0,75 2,42 Rating Bobot Skor Pembobotan

72

Dapat disimpulkan bahwa : 1. Jumlah dari skor pembobotan pada peluang yaitu 3,25 masih dibawah nilai dari kekuatan 3,307. Sehingga dapat diciptakan strategi yang menggunakan kekuatan untuk memperoleh peluang. 2. Jumlah dari skor pembobotan pada kekuatan lebih besar 3,307 dibandingkan skor pembobotan pada ancaman 3,19. Hal ini disimpulkan dengan kekuatan produk yang besar dapat mengatasi ancaman yang mungkin dapat terjadi. 3. Jumlah dari skor pembobotan pada kelemahan 2,42 lebih rendah dibandingkan skor pembobotan pada peluang yaitu 3,25. Disimpulkan baha menciptakan strategi pada peluang dengan kelemahan nata de pina dari kulit nanas harus menggunakan promosi yang besar dan meminimalkan harga jual. Hal ini dapat diantisipasi dengan menutupi biaya produksi di bulan yang menyebabkan hasil keuntungan menurun. 4. Jumlah dari skor pembobotan pada kelemahan lebih rendah 2,42 dibandingkan skor pembobotan pada ancaman yaitu 3,19. Sehingga ancaman dapat dikurangi karena bobot kelemahan lebh rendah. Namun kedua faktor tersebut harus dihindari dengan menggunakan strategi yang bersifat defensive artinya suatau usaha harus dapat bertahan khususnya keuangan, dengan mengurangi biaya produksi dan menjalin kerjasama dengan investor. Tahap terakhir adalah tahap pengambilan keputusan mengenai startegi yang akan dijalankan, sehingga dengan bantuan SWOT di atas strategi yang muncul dapat dijadikan sebagai acuan dalam memperbaiki pemasaran pada nata de pina dari kulit nanas. Adapaun strategi yang dimaksud adalah : 1. Mengandalkan keunggulan produk seperti membuat inovasi terhadap kualitas rasa dari nata de pina dari kulit nanas, bahan baku yang digunakan, dan menjaga pelayanan sebaik mungkin kepada distributor dan konsumen 2. Memperluas jaringan pasar keluar daerah, agar nata de pina dari kulit nanas semakin dikenal dan semakin besar keuntungan yang diperoleh

73

3. Melakukan kerjasama terhadap supermarket dan toko besar lainnya 4. Menjalin kerjasama dengan investor 5. Mengurangi biaya produksi 6. Dengan harga yang bersaing namun tidak menghilangkan tujuan dari pembuatan nata de pina dari kulit nanas sebagai makanan sehat dengan tidak menggunakan pengawet 7. Melakukan promosi diawal peluncuran produk makanan sehat dengan memberikan souvenir dalam setiap pembeliannya.