Anda di halaman 1dari 25

BAB II ANALISA STRUKTUR PORTAL 2D

2.1 Pemodelan Struktur (Pre-Processing) Pada bab ini anda akan diajarkan menganalisa sekaligus mendesain struktur rangka batang sederhana, dimana langkah-langkahnya dibagi menjadi 2 tahap yaitu pemodelan struktur (Pre-Processing) dan pengkajian hasil analisa (PostProcessing). Deskripsi dari struktur yang akan dianalisa adalah sebagai berikut :
P1 Q 1 2-R1 4m P2 5-R2 P3 Q 2 1 - R1 4m 3-R2 4-R2 6-R2

5m

Dimana : R1 = Balok beton ukuran 20 40 cm2 R2 = Kolom beton ukuran 30 30 cm2 Kasus pembebanan yang terjadi : 1. Berat sendiri 2. Beban Mati (Q1 = 500 kg/m, Q2 = 750 kg/m, P3 = 1000 kg) 3. Beban Hidup (Q1 = 300 kg/m, Q2 = 500 kg/m, P3 = 800 kg) 4. Beban Angin (P1 = 500 kg, P2 = 500 kg) 5. Beban Kombinasi 1 (1,2 DL + 1,6 LL) 6. Beban Kombinasi 2 (1,2 DL + 1,6 LL + 0,8 WL) Langkah-langkah Pengerjaan 2.1.1. Menyiapkan Main Window Untuk memulai analisa struktur, langkahnya sebagai berikut : 1. Klik File > New. Maka akan muncul kotak dialog New seperti berikut ini :

1. Klik di sini

2. Beri nama file

3. Tentukan path file

4. Klik di sini

5. Klik di sini

2. Tentukan tipe struktur yang akan dianalisa dengan mengklik check box Truss. <Debumahameru Civil Engineering Workshop> call (0341) 7646244

3. Tentukan pula unit yang akan dipakai yaitu dengan mengklik Kilogram pada frame Force Units dan Meter pada frame Length Units. 4. Beri nama file anda dan tentukan lokasi file anda dimana akan disimpan dengan mengklik , lalu klik tombol Next >. 5. Kotak dialog selanjutnya akan muncul, dimana STAAD akan menanyakan apa yang akan anda lakukan selanjutnya seperti pada gambar di bawah ini. Klik Add Beam lalu klik Finish. Klik di sini

6. Maka tampilan STAAD akan berubah seperti gambar di bawah ini.

7. Masukkan koordinat struktur pada nodes-coordinate, lalu klik icon dan hubungkan titik-titik koordinat pada main windows hingga terbentuk struktur seperti berikut ini :

<Debumahameru Civil Engineering Workshop> call (0341) 7646244

2.1.2. Menambah Titik Nodal pada Batang Sampai saat ini telah dibuat frame dari struktur yang akan dibuat. Selanjutnya tambahkan titik nodal pada batang. Caranya : 1. Bagi batang kiri atas menjadi 2 ruas dengan mengklik ikon . Klik batang seperti pada gambar lalu klik kanan, maka akan muncul floating menu. Lalu klik insert nodes.

2. Kotak dialog insert nodes into beam akan muncul. Lalu klik Add Mid Point dan klik OK untuk mengakhiri.

3. Lakukan hal yang sama untuk batang kanan atas, maka titik nodal yang baru akan digambar pada batang seperti berikut :

<Debumahameru Civil Engineering Workshop> call (0341) 7646244

4. Untuk batang bawah, klik batang lalu klik kanan batang kemudian klik insert nodes. Kotak dialog insert nodes into beam akan muncul. Isi nilai n = 3, lalu klik Add n Points dan klik OK untuk mengakhiri.

5. Maka struktur akan menjadi :

6. Lalu hubungkan titik-titik nodal dengan cara mengklik ikon beams) sehingga menjadi :

(Add

7. 8. 9.

<Debumahameru Civil Engineering Workshop> call (0341) 7646244

2.1.3. Menentukan Jenis Material dan Profil Selanjutnya tentukan property batang dengan cara : 1. Dari page menu General klik tab Property. Kemudian pada Data Area klik Database pada kotak dialog Properties.

2. Maka kotak dialog Select Country akan muncul. Dalam memilih profil anda harus berhati-hati dengan satuan yang akan dipakai. Dimana jika anda memakai standar Amerika sebagai contoh L20202 berarti profil yang dipakai adalah profil 20x20x2 inch, sedangkan untuk kasus standar Indonesia berarti 20x20x2 cm. Karena itu, disini dipakai standar profil dari negara Asia dimana satuan yang dipakai adalah familiar dengan yang sering kita pakai (satuan metrik), misalnya standar India. Setelah kotak dialog Select Country muncul, pilih Indian lalu klik OK. 3. Kotak dialog Properties akan muncul. Klik tab Rectangle. Tentukan parameter YD dan ZD dari balok ukuran 0,2 0,4 m2. Klik material check box dengan material yang dipakai adalah Concrete. Isi sesuai gambar di bawah lalu klik Add untuk mengakhiri.

4. Ulangi untuk Property kolom dengan ukuran 0,3 0,3 m2. 5. Maka hasil akhir pada data area dapat dilihat profil yang telah didefinisikan.

<Debumahameru Civil Engineering Workshop> call (0341) 7646244

6. Untuk mendefinisikan batang dengan property yang akan dipakai caranya klik property yang pertama yaitu Rect 0.400.20. Kemudian pilih balok seperti gambar di bawah

7. Pastikan dari kotak dialog Properties pada frame Assignment Method yang terpilih Assign to Selected Beam. Klik Assign untuk mengakhiri.

8. Ulangi untuk profil yang lainnya. Maka hasilnya akan seperti gambar di bawah.

2.1.4. Menentukan Kondisi Tumpuan Tentukan jenis Support yang dipakai. Langkah-langkahnya yaitu : 1. Dari page menu General klik tab Support. 2. Kemudian di data area pada kotak dialog Support klik Create. <Debumahameru Civil Engineering Workshop> call (0341) 7646244

3. Setelah kotak dialog Create Support muncul, klik tab Fixed lalu klik Add.

4. Maka pada database Support akan muncul list support. Definisikan support ke node yang dipilih dengan mengklik Support 2. kemudian klik node yang akan didefinisikan. Pastikan pada frame Assignment Method yang terpilih adalah Assign to Selected Nodes. Klik Assign untuk mengakhiri.

5. Maka hasilnya akan seperti berikut ini.

2.1.5. Menentukan Pembebanan A. Menentukan Pembebanan Primer Selanjutnya tentukan beban primer. Langkah-langkahnya yaitu : 1. Tentukan beban ke-1 akibat berat sendiri. Dari page menu General klik Load. Secara otomatis kotak dialog Set Active Primary Load Case akan muncul. Klik Create New Primary Load Case. Pastikan nomor pembebanan yang terisi adlah 1. Pada Loading Type List pilih Dead. Terakhir isi Tittle yang sifatnya optional dengan Berat Sendiri, lalu klik OK.

<Debumahameru Civil Engineering Workshop> call (0341) 7646244

2. Maka tampilan pada layar anda akan berubah pada mode loading dengan tab aktif yaitu Load, dimana pada Data Area tampil kotak dialog Load Values dan Values

3. Sekarang anda siap menginput data beban. Untuk berat sendiri caranya yaitu dari kotak dialog Loads klik Selfweight..., maka akan muncul kotak dialog Selfweight Load. Kemudian pada frame Direction klik Y dan isi Factor dengan nilai -1 yang berarti arahnya ke bawah. Lalu klik Assign untuk mengakhiri.

4. Maka pada kotak dialog Loads di Load Specification list akan nampak spesifikasi beban yang telah anda definisikan sebelumnya.

5. Buat beban ke-2 akibat beban mati dengan cara pada Data Area dari kotak dialog Loads klik New Loads, akan muncul kotak dialog Create New Load. Beri title dengan Berat Mati dan klik OK. 6. Kemudian pada Data Area dari kotak dialog Loads klik Member.

7. Akan keluar kotak dialog Beam Loads. Klik tab Uniform Force, kemudian isi nilai beban seperti gambar di bawah. Klik Add untuk mengakhiri. <Debumahameru Civil Engineering Workshop> call (0341) 7646244

8. Kemudian ulangi untuk beban Q2 dan yang lainnya seperti di bawah ini.

9. Maka pada kotak dialog Loads akan tampil Load Specification.

<Debumahameru Civil Engineering Workshop> call (0341) 7646244

10. Definisikan beban-beban pada Load Specification pada masing-masing batang. Sehingga hasilnya akan seperti gambar di bawah.

11. Selanjutnya buat beban primer ke-3 akibat beban hidup. Dimana langkah-langkahnya seperti pada pembebanan akibat beban mati. 12. Tentukan beban ke-4 yaitu beban angin. Beri tittle dengan nama Beban Angin. Pada Data Area di kotak dialog Loads klik Nodal. 13. Akan keluar kotak dialog Node Loads. Isi nilai Fx 10 t. Klik Add untuk mengakhiri.

14. Maka pada kotak dialog Loads akan nampak Load list dimana beban tersebut akan bekerja pada node yang ditentukan. Klik icon , lalu klik node yang dipilih, lalu klik Assign.

15.

Hasilnya akan tampak seperti gambar di bawah ini.

<Debumahameru Civil Engineering Workshop> call (0341) 7646244

B. Menentukan Kombinasi Pembebanan. Anda telah memiliki beban primer, selanjutnya tentukan beban kombinasi berdasarkan kode desain yang dipakai. Caranya : 1. Dari kotak dialog Loads klik Combine. 2. Setelah kotak dialog Define Combination muncul, klik New dan beri Tittle Kombinasi 1. Setelah itu tentukan Faktor beban masing-masing beban primer yaitu 1,2 Beban Mati + 1,6 Beban Hidup. Klik OK untuk mengakhiri.

3. Ulangi untuk kombinasi pembebanan kedua yaitu 1,2 Beban Mati + 1,6 Beban Hidup + 0,8 Beban Angin. 2.1.6. Menyiapkan Perintah Analisa Struktur Struktur anda sudah lengkap dan siap dihitung. Langkah-langkahnya : 1. Dari Page Menu klik tab Analysis/Print. 2. Maka akan keluar kotak dialog Analysis/Print Commands. Pilih tab Perform Analysis. Pada frame Print Option, anda akan diberi pilihan apa yang ingin anda cetak pada saat analisa dilakukan. Untuk saat ini klik No Print, dan klik Add lalu klik Close untuk menutup kotak dialog.

<Debumahameru Civil Engineering Workshop> call (0341) 7646244

2.1.7. Desain Struktur Setelah anda memberikan perintah Perform Analysis yang berarti STAAD akan menghitung struktur untuk mendapatkan gaya dalam pada batang, defleksi dan reaksi pada tumpuan, selanjutnya struktur bisa didesain. 1. Jenis material adalah beton. Maka tentukan parameter beton dulu. Dari page menu Design, klik tab Concrete. Maka tampilan STAAD akan seperti gambar di bawah ini.

2. Kemudian dari data area kotak dialog Concrete Design klik Select Parameter. 3. Kotak dialog Parameter Selection akan muncul. Pada list Selected Parameter nampak semua parameter beton yang akan dipakai. Disini anda tidak memerlukan semua parameter.

4. Dari gambar di atas tidak semua parameter yang akan dipakai. Pada tahap ini anda harus menentukan sendiri parameter yang digunakan untuk desain. Caranya pindahkan semua parameter ke list Available Parameters dengan mengklik icon . Kemudian klik Clb, Cls, Clt, Fc, Fymain, Fysec, . Reinf dan Track. Pindahkan ke kanan dengan mengklik icon

<Debumahameru Civil Engineering Workshop> call (0341) 7646244

5. Hasil akhirnya akan seperti gambar berikut. Klik OK untuk menutup kotak dialog.

Berikut ini penjelasan parameter yang telah anda pilih.


Cls Clt

Clb

Cls, Clt, Clb 5 cm). Fc Fymain Fysec kg/cm2). Reinf Track

= Jarak decking pada bagian samping, atas dan bawah (dipakai = Kuat tekan beton (dipakai 250 kg/cm2). = Kuat tarik baja untuk tulangan utama (dipakai 4000 kg/cm2). = Kuat tarik baja untuk tulangan sengkang (dipakai 2400 = Parameter tulangan spiral atau sengkang untuk kolom. = Mode output.

6. Sekarang tentukan parameter desain ke batang yang akan dipilih. Karena data parameter yang dipakai satuannya kg cm, maka ubah satuan input unit dengan cara klik icon . Akan keluar kotak dialog Set Current Input Units. Klik button Kilogram dan Centimeter. Klik OK untuk mengakhiri.

7. Kemudian dari data area kotak dialog Concrete Design klik Define Parameter.

<Debumahameru Civil Engineering Workshop> call (0341) 7646244

8. Akan keluar kotak dialog Design Parameter, klik tab Clb. Isi nilai Clb yaitu 5 cm. Klik Add untuk melanjutkan.

9. Ulangi langkah di atas untuk Cls, Clt, Fc, Fymain, Fysec. 10. Selanjutnya klik tab Reinf, lalu klik 0 (Tied Column), lalu klik Add.

11. Terakhir klik tab Track, lalu klik 0. Artinya report dari desain yang akan diberikan STAAD secara garis besar saja. Klik Add untuk mengakhiri.

12. Apabila anda lihat pada kotak dialog Concrete Design akan tampak list parameter yang telah ditentukan dengan diawali tanda tanya yang berarti parameter tersebut belum didefinisikan ke batang.

<Debumahameru Civil Engineering Workshop> call (0341) 7646244

13. Definisikan parameter concrete ke batang. Caranya dari kotak dialog Concrete Design klik parameter CLB 5. kemudian pilih batang seperti gambar di bawah. Kemudian pada kotak dialog Concrete Design klik Assign.

14. Lakukan hal yang sama untuk parameter lainnya kecuali untuk parameter Reinf. 15. Untuk parameter Reinf, pilih kolom saja. Klik Assign untuk mengakhiri. 16. Sampai saat ini anda telah mempunyai parameter desain untuk semua elemen dengan material beton. Selanjutnya berikan perintah desain dengan cara dari kotak dialog Concrete Design klik Commands.... 17. akan keluar kotak dialog Design Commands. Klik tab Design Beam kemudian klik Add.

18. Lakukan hal yang sama untuk tab Design Column dan tab Take Off. Klik close untuk menutup kotak dialog. <Debumahameru Civil Engineering Workshop> call (0341) 7646244

19. Maka pada kotak dialog Concrete Design perintah desain akan ditampilkan dengan diawali simbol , yang artinya perintah tersebut belum didefinisikan ke batang.

20. Beri perintah desain batang dengan cara klik DESIGN BEAM. Kemudian klik batang balok dan klik Assign.

21. Ulangi langkah di atas untuk perintah DESIGN COLUMN dengan elemen yang dipilih adalah elemen kolom. Dan perintah CONCRETE TAKE OFF untuk seluruh elemen. 2.1.8. Perintah Analisa Struktur Struktur anda telah siap untuk dianalisa dan didesain. Proses perhitungan dilakukan oleh STAAD dengan membaca file script yang dibuat secara otomatis dengan ekstensi *.std. Dengan proses awal general checking apakah input sudah benar atau tidak. Dilanjutkan analisa struktur dimana gaya dalam, reaksi tumpuan, dan defleksi dihitung. Terakhir property batang akan didesain sesuai kode yang dipakai. Jika input mengandung kesalahan, proses akan diinterupsi oleh STAAD tepat pada saat kesalahan ditemui disertai pesan kesalahan. File output dihasilkan dengan ekstensi *.anl. Caranya : 1. Dari menu pulldown klik Analyze > Run Analysis. 2. Kotak dialog Select Analysis Engine akan muncul. Menanyakan tipe analysis yang anda inginkan. Klik STAAD Analysis, lalu klik Run Analysis untuk mengakhiri. 3. akan keluar kotak dialog STAAD Analysis and Design yang berisikan informasi dari proses analisa dan desain yang dilakukan. Klik Done untuk menutup kotak dialog.

<Debumahameru Civil Engineering Workshop> call (0341) 7646244

<Debumahameru Civil Engineering Workshop> call (0341) 7646244

2.2 Pengkajian Hasil Analisa (Post Processing) 2.2.1. Menampilkan Analisa secara Grafis Sekarang kita akan melihat hasil analisis dalam bentuk grafis. Caranya : 1. Dari menu pulldown klik Mode > Post Processing. Atau klik icon . 2. Kotak dialog Results Setup akan muncul dengan tab yang aktif Loads. Dimana pada frame selected terdapat list dari kasus pembebanan yang telah didefinisikan. 3. Untuk kajian hasil analisa, anda dapat memilih sebagian kasus beban atau semuanya. Untuk kasus ini, kita hanya konsentrasi ke kasus beban kombinasi saja. Pilih beban 1 sampai 4 lalu klik icon . Klik OK untuk mengakhiri.

4. Maka tampilan STAAD akan menjadi seperti gambar di bawah ini, dengan page menu Node dan tab Displacement yang aktif. Dimana pada bagian Data Area ditampilkan tabel Node Displacement. Dan pada Screen Area ditampilkan struktur yang terdeformasi dengan skala tertentu.

5. Selanjutnya dapat ditampilkan hasil analisa dimana caranya sama persis seperti 6. Hasil perpindahan untuk kasus beban 5 dan 6

<Debumahameru Civil Engineering Workshop> call (0341) 7646244

Kasus 5 Kasus 6 7. Kemudian dari page menu Beam klik tab Forces. Lalu klik ikon untuk menampilkan bidang momen momen Mz. Hasil bidang momen untuk kasus beban 5 dan 6.

Kasus 5 Kasus 6 8. Gambar Bidang Normal (Axial) dengan mengklik ikon .

<Debumahameru Civil Engineering Workshop> call (0341) 7646244

Kasus 5 9. Gambar Bidang Lintang dengan mengklik ikon

Kasus 6

Kasus 5 2.2.2. Hasil Desain 1. Klik ikon kemudian pilih struktur balok. 2. Klik menu Report > Section Forces.

Kasus 6

3. Setelah keluar kotak dialog Section Forces. Kemudian tampilkan tabel dari nilai absolut momen Z dengan urutan dari paling besar ke kecil. Lakukan seperti gambar berikut.

<Debumahameru Civil Engineering Workshop> call (0341) 7646244

4. Klik tab Loading kemudian pilih Beban Kombinasi saja. Klik OK untuk mengakhiri.

5. Akan muncul tabel section forces, dimana diurut berdasar nilai Mz absolut yang terbesar ke yang terkecil. Klik baris pertama maka batang yang terpilih akan berwarna merah.

6. Double klik pada batang tersebut.

<Debumahameru Civil Engineering Workshop> call (0341) 7646244

7. Klik tab Concrete Design, maka akan nampak hasil desain beton lengkap dengan tulangannya.

8. Untuk menampilkan hasil desain kolom, caranya sama klik ikon untuk menampilkan diagram normal. Pilih semua kolom lalu dari menu pulldown klik Reports > Section Forces. 9. Setelah keluar kotak dialog Section Forces, tampilkan tabel dari nilai absolut gaya aksial. Lakukan seperti berikut ini.

<Debumahameru Civil Engineering Workshop> call (0341) 7646244

10. Klik tab Loading kemudian pilih beban kombinasi saja. Klik OK untuk menutup kotak dialog. Maka akan muncul tabel Section Forces. Klik baris pertama dimana kolom memiliki gaya aksial terbesar akan berwarna merah pada gambar.

11. Klik ganda pada batang tersebut maka akan muncul kotak dialog Beam dengan tab yang aktif yaitu Geometry yang menampilkan informasi geometri dari batang. 12. Klik tab Concrete Design, maka akan nampak hasil desain kolom lengkap dengan tulangannya.

<Debumahameru Civil Engineering Workshop> call (0341) 7646244

SOAL-SOAL 1. Suatu portal dengan bentuk konstruksi seperti gambar di bawah. Properti yang dipakai adalah balok 20/40 dan kolom segi empat 30/30. Tentukan : a. Perpindahan titik kumpul di tengah bentang AB b. Reaksi tumpuan c. Gaya batang d. Batang dengan gaya tekan maksimum
P = 200 kg

q = 200 kg/cm

B
P = 100 kg

4m

4m

5m

2. Suatu konstruksi portal beton dengan dimensi balok segi empat 30/50 dan kolom segi empat BF 30/30 dan kolom bundar CE dengan diameter 30 cm. Hitung dan desain tulangan yang dipakai.
P = 400 kg

q = 200 kg/cm

P = 100 kg

A
3m 4m

E F
2m 4m 2m

3. Suatu portal beton baja seperti berikut. Dengan properti batang : R1 = kolom beton ukuran 30 x 30 cm2 R2 = kolom baja profil W8 x 40 R3 = balok beton ukuran 20/40 cm2 R4 = balok baja profil W8 x 40

<Debumahameru Civil Engineering Workshop> call (0341) 7646244

q = 100 kg/cm P = 300 kg R3

R1
4m

R1 P = 400 kg P = 200 kg

q = 150 kg/cm P = 300 kg R3

q = 200 kg/cm

P = 200 kg

R3

R4

4m

R1

R1

R1

R2

5m

5m

3m

Apakah profil aman terhadap beban? Desainlah profil baja yang paling efektif.

<Debumahameru Civil Engineering Workshop> call (0341) 7646244