Anda di halaman 1dari 1

Program edukasi kesehatan gigi dan mulut untuk mencegah penyakit gigi dan mulut telah dilaksanakan selama

lebih dari setengah abad, pun pemerintah telah merancang undang undang kesehatan sedemikian rupa untuk dilaksanakan sebaik mungkin, seperti tertuang dalam undang undang kesehatan no 36 tahun 2009 , tapi sampai saat ini tingkat kesehatan gigi dan mulut rakyat Indonesia masih rendah, hal ini dibuktikan dengan adanya data terbaru yang menunjukan bahwa.. Menurut ibu Irmawati, dari bagian promosi kesehatan kementerian kesehatan RI terdapat banyak faktor yang mempengaruhi rendahnya tingkat kesehatan gigi dan mulut walaupun usaha telah dilakukan selama puluhan tahun, dan walaupun telah ada aturan-aturan/sistem yang dicanangkan pemerintah. Edukasi belum merata dan metode yang digunakan belum tentu benar, di daerah daerah terpencil dengan tanaga kesehatan yang masih minim, usaha edukasi kesehatan gigi dan mulut pun sangat minim sekali bahkan tidak dirasakan. Pendidikan kesehatan gigi dan mulut juga hanya diberikan porsi yang sedikit dalam usaha preventif melalui Program Hidup Bersih dan Sehat yang selama ini sudah dicanangkan pemerintah dan sudah berjalan. Sekolah sebagai saran formal pun belum semua memiliki Unit Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS) beserta perawat/ dokter gigi, padahal UKGS penting sebagai sarana para siswa untuk belajar . Dan dengan pengetahuan tersebut dapat dibawanya ke rumah atau ke lingkungan sekitarnya. Sampai saat ini upaya pendidikan kesehatan gigi dan mulut sebagai bagian dari promosi kesehatan gigi dan mulut belum optimal, salah satunya disebabkan karena dana yang lebih dialokasikan untuk membantu rakyat miskin yang membutuhkan pengobatan, sehingga usaha preventif menjadi dikesampingkan. Selain keterbatasan dana, keterbatasan sumber daya manusia juga menjadi masalah,