Anda di halaman 1dari 16

Oleh : Dewi Hastina, S.ked Fiza Ayadi, S.

ked 0607101010047 0607101050050

Pembimbing : dr. Taufik Suryadi, Sp. F

PENDAHULUAN
Kecelakaan lalu lintas merupakan keadaan yang serius

dan menjadi masalah utama baik di negara maju maupun di negara berkembang
Menurut WHO, kecelakaan lalu lintas menelan

korban hingga 1,2 juta per tahunnya


Merupakan angka kematian terbesar ketiga di

Indonesia setelah HIV/AIDS dan TBC

Definisi
Kecelakaan lalu lintas
suatu kejadian dimana sebuah kendaraan bermotor

bertabrakan dengan benda lain ( kendaraan lainnya, pejalan kaki, hewan, bangunan di sekitar jalan, dsb.) yang dapat menyebabkan luka-luka, kerusakan harta benda dan bahkan kematian.

Klasifikasi
Menurut jenis kendaraan yang digunakan: Motor-vehicle-traffic accident : setiap kecelakan kendaraan bermotor di jalan raya Non-motor-vehicle-traffic accident : setiap kecelakaan yang terjadi di jalan raya, yang melibatkan pemakai jalan untuk transportasi atau mengadakan perjalanan, dengan kendaraan yang bukan merupakan kendaraan bermotor
Berdasarkan Pasal 229 Undang-Undang No.29 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, kecelakaan lalu lintas digolongkan atas :
Kecelakaan lalu lintas ringan

: kecelakaan yang mengakibatkan kerusakan kendaraan dan atau barang. Kecelakaan lalu lintas sedang :kecelakaan yang mengakibatkan luka ringan dan kerusakan kendaraan dan atau barang. Kecelakaan lalu lintas berat : Kecelakaan yang dapat mengakibatkan korban meninggal dunia atau luka berat.

Insidensi
Korban kecelakaan lalu lintas di Aceh mencapai 800

jiwa per tahunnya dengan jumlah korban jiwa sepanjang tahun 2008-2009:
1.235 orang meninggal dunia 1753 orang luka berat, dan 2550 luka ringan

Etiologi
Terdapat 4 faktor utama yang menyebabkan

terjadinya kecelakaan lalu lintas, antara lain: 1. Faktor manusia 2. Faktor kendaraan 3. Faktor jalan 4. Faktor lingkungan

Perlukaan dan Kematian Pada Kecelakaan Lalu Lintas


Distribusi dan beratnya luka akan dipengaruhi oleh :
Dimana tempat duduk orang yang mengalami kecelakaan Arah dari impact yang terjadi Desain dari kabin

Kekuatan dari impact


Keadaan kendaraan setelah terjadinya impact Apakah terjadi sesuatu yang terlempar dari kendaraan Penggunaan dari sistem keamanan

Keterlibatan dari beberapa faktor yang lain seperti kebakaran atau

masuknya benda keras ke dalam kabin, seperti kayu, tongkat, dan lain-lain

Kematian karena kendaraan bermotor dapat dibagi menjadi empat kategori ( tergantung dari arah terjadinya benturan pada kendaraan) :

Arah depan Arah samping (lateral) Arah belakang, Terguling.

Tabrakan dari arah depan ( head-on collision)

Tabrakan dari arah samping (lateral, side-collision)

Tabrakan dari arah belakang ( rear-end collision)

Terguling (rollover )

Arah depan
Perlukaan dapat dalam bentuk fraktur dasar tengkorak, dan Patah leher (baik hiperfleksi maupun hiperekstensi),fractur transversal pada sternum/iga,cedera pada jantung(contusio, laserasi,/pin rupture), fraktur pergelangan tangan, ataupun lengan, fraktur patella, dll.

Arah samping

Perlukaan hampir sama dengan tabrakan dari arah depan, termasuk robeknya aorta dan fraktura basis kranii.

Arah belakang

Perlukaan yang paling sering adalah whiplash injury pada leher Tabrakan dari arah ini sangat jarang menimbulkan perlukaan yang menyebabkan kematian Bentuk yang paling mematikan(lethal) Sebagian besar tubuh hancur karena terlempar/terpotong dan korban dpt mengalami traumatic asphyxia

Terguling

Macam-macam Trauma pada Kecelakaan Lalu Lintas


Trauma pada kecelakaan lalu lintas mrpkn trauma tumpul & umumnya menyebabkan luka abrasi, luka memar dan luka robek.

Berdasarkan organ, trauma yg paling sering ditemukan pada kecelakaan lalu lintas, sbb :
1. Trauma kepala

2. Fraktur(patah tulang)

3.Trauma dada

Pemeriksaan Forensik Terhadap Korban Kecelakaan Lalu Lintas


Alasan pemeriksaan postmortem pada kematian

karena kecelakaan lalu lintas:


menegakkan identitas dari korban, terutama bila jasadnya

telah habis terbakar, atau sampai termutilasi. menentukan sebab kematian dan apakah kematian disebabkan dari kesalahan atau kecacatan sarana transportasi menentukan seberapa luas luka yang diterima mengidentifikasi faktor-faktor yang berperan yang dapat menyebabkan kecelakaan

Aspek Medikolegal
Sehubungan dengan pemeriksaan terhadap korban

kecelakaan lalu lintas, dokter akan diminta untuk menganalisa hal-hal sebagai berikut :
Apa penyebab kematian korban? Apakah ini murni merupakan kecelakaan lalu lintas atau

suatu tindakan pembunuhan/ bunuh diri? Bagaimana kondisi korban saat kecelakaan (apakah korban dalam keadaan mabuk, atau memakai narkotika, atau dalam keadaan sadar )?

Kecelakaan Lalu Lintas UU No 22 Tahun 2009

Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 226- 241