Anda di halaman 1dari 23

BAGIAN ILMU KEDOKTERAN JIWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS HASANUDDIN LAPORAN KASUS DAN REFERAT JULI 2012

DEPRESIF SEDANG TANPA GEJALA PSIKOTIK (F32.2)

Oleh: Muhammad Adham Bin Misdar C 111 09 838

Pembimbing: dr. Izak Yesaya S

Supervisor: Dr.dr.H.Muh Faisal Idrus, SpKJ(K)

UNIVERSITAS HASANUDDIN FAKULTAS KEDOKTERAN MAKASSAR 2013

HALAMAN PENGESAHAN

Yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan bahwa: Nama NIM Universitas : Muhammad Adham Bin Misdar : C 111 09 838 : Universitas Hasanuddin

Judul Referat : Voyeurisme Telah menyelesaikan tugas dalam rangka kepaniteraan klinik pada Bagian Ilmu Kedokteran Jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin.

Makassar,22 November 2013

Supervisor

Residen Pembimbing

(Dr.dr.H.Muh Faisal Idrus, SpKJ(K))

(dr. Izak Yesaya S)

STATUS PASIEN
1. IDENTITAS PASIEN

Nama Jenis Kelamin Tempat/Tanggal Lahir Umur Status Perkawinan Agama Suku Warga Negara Pekerjaan/Pendidikan Alamat/No. Telpon Tanggal MRS

: Tn E : Lelaki : Surabaya/22 Februari 1979 : 34 Tahun : Menikah : Islam : Jawa : Indonesia : Wiraswasta/SMK : Jalan Kima 10,Daya : 14 Nov 2013

2. RIWAYAT PSIKIATRI I. RIWAYAT PENYAKIT A. Keluhan Utama: Sulit Tidur B. Riwayat Gangguan Sekarang a. Keluhan dan gejala Keluhan ini dialami sudah kurang lebih 5 bulan, sulit tidur dirasakan waktu mau mulai tidur, pasien membutuhakan sekitar 15 menit untuk mulai tidur dan kalau sudah tertidur mudah terbangun di tengah malam sekitar jam 2 malam secara tiba tiba. Pasien mengaku kualitas tidurnya terganggu dan tidak puas.
2

Awalnya 5 bulan yang lalu bulan Juli 2013 pasien mengalami rumahtangga pasien mengalami penceraian karena pasien mendapati isterinya berselingkuh dan proses penceraian mereka sudah kali 3 sidang . Nafsu makannya

menurun dan terus memikirkan masalahnya di tempat. Di tempat kerja pasien merasa mau pulang cepat,berkurangnya libido juga dan berat badan turun sekitar 10 kilogram. Pasien juga sekarang kurang bersosialisasi seperti dulu dan lebih suka menyendiri di rumahnya dan selalu mau tidur

Hendaya/disfungsi Hendaya sosial berupa kurang berpartisipasi dilingkungannya.Pasien lebih suka mnyendiri di rumah Hendaya dalam pekerjaan meliputi, mudah lelah,merasa tidak tenang di tempat kerja, sulit tidur,rasa selera makan berkurang. Hendaya penggunaan waktu senggang ,pasien sering kali terfikir tentang masa depan perkahwinanya b. Faktor stressor psikososial Masalah rumah tangga

c. Hubungan gangguan sekarang dengan riwayat penyakit fisik dan psikis sebelumnya Tidak ada. C. Riwayat Gangguan Sebelumnya Riwayat kejang, infeksi, trauma tidak ada. Riwayat merokok, alkohol, dan penggunaan NAPZA tidak ada. D. Riwayat Kehidupan Pribadi Riwayat perinatal dan natal Pasien lahir di Surabaya pada tanggal 22 Februari 1979, lahir normal, di rumah sakit dan dibantu oleh dokter. Pasien merupakan anak ke 2 dari 5 bersaudara. Riwayat masa kanak awal (usia 1-3 tahun) Pertumbuhan dan perkembangan pasien baik, sesuai dengan anak sebayanya. Tidak ada riwayat trauma dan infeksi pada masa ini. Pasien mengakui agak
3

sedikit nakal waktu kanak-kanak sering keluar berjalan. Pasien juga mengakui pernah merokok waktu SD, pasien juga mengakiu banyak bersama temanteman waktu kanak-kanaknya. Riwayat masa kanak pertengahan (usia 4-11 tahun) Pada masa ini pertumbuhan dan perkembangannya normal. Bersosialisasi seperti anak lainnya dan sesuai pada umurnya. Pasien masuk sekolah pada umurnya 7 tahun. Riwayat masa kanak akhir dan remaja (12-18 tahun) Pada masa ini, pasien melanjutkan sekolah hingga ke tahap SMk. Pasien memiliki pergaulan yang baik dengan sesama. Pribadi ceria, dan memiliki teman yang banyak., Riwayat masa dewasa Riwayat pendidikan Pasien menyelesaikan pendidikan di tahap SMK. Pasien mengakui suka melibatkan diri dengan pelbagai organisasi dalam masyarakat seperti beladiri Jujitsu, kelab Taruna Negara, Organisasi perubatan alternative dan senaman yoga Pasien juga mengakui menyukai tentang motivasi sehingga banyak buku motivasi dibaca antara lainnya dari Mario Teguh. Riwayat pekerjaan Pasien bekerja sebagai pengawas di pabrik makanan ringan di Kima,Pasien mengakui bahawa dia dibawa oleh majikannya ke Makassar dari Surabaya Riwayat pernikahan Pasien telah menikah selama 2 tahun. Pasien telah menikah selama 2 tahun ,Menikah suka sama suka dan hanya berpacaran hanya sebulan dan sekarang dalam proses penceraian (sidang yang ke-2). Pasien tidak mempunya anak kerana sudah 3 kali diaborsi.Isteri pasien sudah 2 kali ketahuan selingkuhan, keluarga isteri pasien sering campurtangan dalam hal rumahtangga pasien. Riwayat kehidupan beragama
4

Pasien memeluk agama islam dan taat beribadah. Riwayat pelanggaran hukum Tidak cukup data. E. Riwayat Kehidupan Keluarga II. Pasien telah menikah selama 2 tahun. Pasien telah menikah selama 2 tahun ,Menikah suka sama suka dan hanya berpacaran hanya sebulan dan sekarang dalam proses penceraian (sidang yang ke-2). Pasien tidak mempunya anak kerana sudah 3 kali diaborsi.Isteri pasien sudah 2 kali ketahuan selingkuhan,keluarga isteri pasien sering campurtangan dalam hal rumahtangga pasien. A. Situasi Sekarang Pasien tinggal sendiri di kos,pasien dalam proses penceraian dengan isterinya,pasien berharap untuk menyertai aktivitas di Makassar untuk mengisi masa lapang contohnya perubatan alternative. B. Presepsi Pasien Tentang Diri dan Kehidupannya Pasien sadar bahwa dirinya sakit dan pasien mau berobat untuk kesembuhannya dia sendiri mengatakan dia lagi depressi. Pasien mahu segalanya selesai dengan cara aman dan berharap tidak berakhir dengan permusuhan dengan keluarga isterinya. Pasien rela berpisah dengan isterinya namun memaafkan isterinya ,tetapi masih menunggu keputusan dari pengadilan. Pasien juga sudah memikirkan tentang masa hadapan, pasien mulai merancang masa hadapannya dan berharap untuk membuka usaha sendiri di Makassar. Pasien juga mahu menceburkan diri dalam organisasi sepertimana di Surabaya dulu

AUTOANAMNESIS 25 Juli 2012 DM : selamat pagi, saya Adham dokter muda yang bertugas disini., boleh saya bertanya beberapa hal tentang anda? P : Bisa dok ,saya ke sini juga mau berobat

DM : boleh saya tahu nama bapak siapa? P :E

DM : Bapak E lahir dimana? P : Surabaya

DM : Tanggal berapa? P : 22 Februari 1979

DM : Alamat bapak di mana? P : Di jalan Kima 10

DM : Bapak sekarang bekerja sebagai apa? P : Saya seorang pengawas di sebuah pabrik makanan kecil

DM : Pendidikan terakhir bapak bagaimana? P : Sampai SMK

DM : Kalau bias saya tahu apa yang membuat bapak sampai dating kesini? P : Saya dari bagian mata tadi,mengeluh tidak bias tidur lalu langsung dibawa kesini,ceritanya begini dok saya kebelakangan ini susah tidurnya,tidak merasa cukup tidur. DM : Sejak kapan itu pak?

: Sebentar saya fikir duluSekitaran 5 bulan yang lalu,sejak terjadi masalah dalam rumahtangga saya

DM : Coba bapak terangkan bagaimana susah tidurnya itu? P : Begini,kalau mau mulai tidur itu agak susah masuk tidur jam-jam 9 tetapi tidak tahu kapan bisa tertidur. DM : Kalau sudah tertidur biasa terbangun? P : Ya kalau begituan juga ada,sekitar jam-jam 2 itu dengan sendirinya terbangun sendiri.

DM : Menurut bapak apa yang membuat bapak terbangun P : Tidak ada apa-apa dok hanya dengan sendirinya.

DM : Ada konsumsi obat tidur? P : Tidak dok

DM : Atau bapak sebelum tidurnya ada minum kopi? P :tidak juga dok,saya jarang minum kopi waktu malam.

DM : Mungkin ada yang bapak fikirkan sebelum tidur? P : Barangkali dok,begini ceritanya dok saya sekarang dalam masalah keluarga yang terlalu rumit dok. DM : Oh,ada masalahnya,bias tidak bapak kongsikan sama saya? P : Saya sebenarnya dalam proses penceraian dok sudah dua kali siding tetapi keputusan masih belum diputuskan keran asaya tidak hadir siding yang lalu kerana sakit mata,tetapi menurut isteri saya kami bukan lagi suami isteri. DM : Kenapa dia bilang begitu,dari mana bapak tau kalau keputusan pengadilan belum ada?

: Saya Tanya sendiri ke pengadilannya,kerana saya merasa tidak enak sekali apabila mendengar kata kata isteri saya yang kami bukan suami isteri lagi.Ternyata memang benar keputusan masih belum diputuskan.

DM : Terus apa yang menggangu fikiran bapak sekarang? P : Saya sebenarnya mau hal ini selesai sebaik mungkin kalau bias tanpa permusuhan dengan ke;luarga isteri saya,biar kita tetap bersaudara,saya juga mau kasus ini selesai dengan jelas jangan ada yang membuat kenyataan bohong seperti isteri saya sendiri,saya juga mau teruskan kehidupan saya sendiri. DM : Maaf ya pak ,kalua bias tahu apa yang membuat bapak mengambil keputusan untuk berpisah dengan isteri bapak? P : Bukannya saya dok,tetapi isteri saya yang mengancam ke pengadilan,yang sebenarnya keluarganya turut mendukung isteri saya dalam hal ini,mereka sudah tidak suka sama saya barabgkali DM : Jadi keluarga isteri bapak juga terlibat? P : Ya, mereka memang sering ikut campur dalam hal rumahtangga saya,walau sebenarnya saya telah banyak bantu mereka,sering juga berhabisan wag dalm juataan untuk mereka,saya juga yang bayarkan wang tagihan kos mereka di Adipura. DM : Jadi apa yang sering bermain di fikiran bapak selain penceraian ini? P : saya sebenarnya malah bingung dok dalam beberapa bulan ini walau sudah dalam proses penceraian isterisaya itu sering-sering dating ke rumah dan tempat kerja saya,saya jadi bingung,apa maunya orang ini.Tetapi saya tetap hadapi dia dengan tenang saa tanyakan apau maunya,dan sering-sering pula diam minta macam-macam dari saya termasuk motor. DM : Bisa ceritakan sedikit tentang perkahwinan bapak sebelum ini? P : Kami dulu suka sama suka,pacaran atu bulan waktu saya kerja di Makassar,dulu dia memang pacaran sama orang lain tetapi sudah diputuskan
8

DM : Kalau bisa saya tahu apa saja masalah yang bapak hadapi sepanjang perkahwinan bapak? P : Banyak dok,coba bayangkan sudah 2 kali dia ketahuan selingkuhan sama pria lain,ketahuan sama saya SMS nya,saya coba tanyakan sama mertua,nah di situ mulai salah pahamnya mas. DM : Selama perkahwinan berapa orang anaknya? P : Tidak ada mas dikasi keluar semua

DM : Dikeluarkan bagaimana itu P : Aborsi dok,sudah 3 kali.

DM : Jadi bagaimana bapak menghadapi semua masalah bapak ini P : Itulah mas saya hanya berdoa dan berzikir,ada juga sedikit bermeditasi,saya ikut sedikit kelas yoga. DM : Oh bapak ikut kelas yoga? P : Ya kalu saya itu mas suka ikut organisasi,di Surabaya dulu saya masuk 4 organisasi,Yoga,Jujitsu Taruna Negara dan juga perubatan alternative,sayangnya di Makassar saya rasa kekosongan tidak ada begituan di sini,makanya saya berharap bias seratai apa apa organisasi di Makassar ini. DM : Selama menghadapi masalah ini bagaimana kehidupan bapak,erganggu tidak pekerjaan bapak,hubungan sama teman teman bagaiman? P : Terganggu sekali mas banyak di fikiran ku,Saya sering sekali merasa lelah,kalu di tempat kerja itu mau sekali pulang,kalau sama tema teman itu saya coba rahsiakan masalah saya ini DM : Kalau selera makannya bagus? P : Berkurang juga dok,mandi juga seperti tidak dirasakan pokoknya rasa sedih begituan.

DM : Bagaimana kalau perasaan dengan perempuan lain?


9

: Belum barang kali dok,tunggu dulu masalah ini selesai baru pikirin

DM : Apa perasaan bapak sekarang,ke mana arah tuju bapak sekarang? P : Saya itu mas sudah ada perancanganku dari dulu lagi mau berusaha sendiri dan setelah ini semua selesai saya mau lanjutkan apa yang saya rancang dulu. DM : Kalau begitu pak saya harapkan bapak bias selesaikan masalah bapak sebaik mungkin ya P : terimakasih dok

DM : Nampak sudah lam kita berbicara ini kita hentikan disii dula pak ya,saya ucapkan terima kasih atas waktunya pak? P : Iya dok

10

11

III. STATUS MENTAL A. Deskripsi Umum 1. Penampilan Tampak seorang Lelaki, berpakaian baju kaos hijau, celana jeans berwarna biru tua, dengan potongan rambut pendek, memaki kacamata hitam, kesan cukup rapi.Tampil kelakian, 2. Kesadaran Baik 3. Perilaku dan aktivitas psikomotor Tenang 4. Pembicaraan Biasa dan lancar, intonasi biasa. 5. Sikap Terhadap pemeriksa Kooperatif. B. Keadaan Afektif, Mood dan Empati a. Mood Sedih b. Afek Hipotim c. Keserasian Serasi d. Empati Dapat dirabarasakan. C. Fungsi Intelektual a. Taraf pendidikan, pengetahuan umum dan kecerdasan Sesuai dengan tingkat pendidikan. b. Daya konsentrasi Terganggu c. Orientasi Waktu: Baik Tempat: Baik
12

Orang: Baik

d. Daya ingat Jangka panjang: Baik Jangka sedang: Baik Jangka pendek: Baik Jangka segera: Baik

e. Pikiran abstrak Cukup f. Bakat kreatif Tidak ada. g. Kemampuan menolong diri sendiri Baik. D. Gangguan Persepsi a. Halusinasi Tidak ada. b. Ilusi Tidak ada. c. Depersonalisasi Tidak ada. d. Derealisasi Tidak ada. E. Proses Berpikir a. Arus pikiran Produktifitas Cukup. Kontinuitas Relevan dan koheren. Hendaya berbahasa Tidak ada.

13

b. Isi Pikiran Preokupasi: Tidak ada. Gangguan isi pikir: Tidak ada.

F. Pengendalian Impuls Terganggu. G. Daya Nilai a. Norma sosial: Tidak Terganggu b. Uji daya nilai: Tidak Terganggu c. Penilaian realitas: Tidak Terganggu H. Tilikan Derajat VI, yaitu pasien menyadari bahwa dirinya sakit dan perlu pengobatan. I. Taraf Dapat Dipercaya Dapat dipercaya.

IV. PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK LEBIH LANJUT Pemeriksaan Fisik Status Internus Keadaan umum tidak tampak sakit, kesadaran komposmentis, tekanan darah 100/70 mmHg, nadi 72 x/menit, frekuensi pernapasan 24 x/menit, suhu tubuh 36.4 0C. Konjungtiva tidak pucat, sklera tidak ikterus, jantung dan paru dalam batas normal, ekstrimitas atas dan bawah tidak ada kelainan. Status Neurologi Gejala rangsang selaput otak: kaku kuduk (-), kernigs sign (-)/(-), pupil bulat dan isokor 2mm/2mm reflex cahaya (+)/(+), fungsi motorik dan sensorik keempat ekstrimitas dalam batas normal, tidak ditemukan refleks

V.

IKHTISAR PENEMUAN BERMAKNA Pasien dikonsul dari bagian mata ke bagian psikiatri buat pertama kalinya

dengan keluhan susah tidur.Keluhan ini dialami sudah kurang lebih 5 bulan, sulit tidur dirasakan waktu mau mau mulai tidur, pasien kurang kira-kira dibutuhakan sekitar 15 menit untuk mulai
14

tertidur dan kalau sudah tertidur bisa terbangun di tengah malam sekitar jam 2 malam secara tiba tiba.Pasien hanya mendapat tidur sekitar 5 jam,pasien mengaku kualitas tidurnya terganggu dan tidak puas. Pasien merasakan nafsu makannya berkurang dan fikirannya terganggu dengan masalahnya ini di tempat kerja sebagai pengawas pasien mulai malas mau ke tempat kerja,kalau sudah di tempat kerja pasien berasa mau pulang cepat-cepat.Pasien sudah menjalani 3 kali sidang dalam pencerainnya dan kali ketiga pasien tidak datang ke sidang tersebut dan akhirnya keduadua pihak bingung, dan hal ini menurut pasien menambah tekanan dalam hidupnya dan sulit tidurnya memberat. Selain dari di atas,berkurangnya libido juga didapati kerana pasien mengaku belum berminat dengan perempuan lain dan sudah lama tidak berhubungan dengan isterinya.Pasien juga mengeluh nafsu makannya menurun apabila hanya bisa makan beberapa suap saja dan berat badannya turun sekitar 10 kilogram.Pasien juga sekarang kurang berkemahuan untuk bersosialisasi seperti dulu lebih suka menyendiri di rumahnya dan mau tidur saja kalu ada waktu lapang tetapi tidak bisa tidur.Pasien mengakui berasa sedih dan kecewa dengan apa yang terjadi dalam rumahtangganya Dari hasil pemeriksaan fisik status internus dan status neurologis didapatkan dalam batas normal. Dari hasil pemeriksaan mental ditemukan tampak Tampak seorang Lelaki, berpakaian baju kaos hijau, celana jeans berwarna biru tua, dengan potongan rambut pendek, memaki kacamata hitam, kesan cukup rapi.Tampil kelakian, Kesadaran normal, prilaku dan aktifitas psikomotor pasien tenang, pembicaraan normal dan lancar dengan intonasi biasa, sikap terhadap pemeriksa kooperatif. Mood sedih, afek normotim, keserasiannya serasi, empati dapat dirabarasakan. Taraf pendidikan sesuai, orientasi waktu, tempat dan orang baik, daya ingat jangka panjang, sedang, pendek, dan segera baik, konsentrasi terganggu, pikiran abstrak cukup, bakat kreatif tidak ada, kemampuan menolong diri sendiri baik. Tidak terdapat gangguan presepsi. Tidak terdapat gangguan isi pikir. Daya nilai; norma sosial, uji daya nilai dan penilaian realitas semuanya normal. Tilikan drajat VI, yaitu pasien menyadari bahwa dirinya sakit dan perlu pengobatan. Taraf dapat dipercaya; dapat dipercaya.

15

VI. EVALUASI MULTIAKSIAL A. Aksis I Berdasarkan autoanamnesa dan pemeriksaan status mentalis didapatkan gejala klinis bermakna yaitu, tidur malam terganggu, nafsu makan menurun, merasa cepat lelah,dan kehilangan keinginan bersosial,kehilangan keinginan bekerja, dan libido berkurang . Hal ini menimbulkan penderitaan (distress) dan hendaya (disability) bagi pasien sehingga dapat disimpulkan sebagai Gangguan Jiwa. Pada pemeriksaan status mental tidak ditemukan adanya hendaya berat dalam menilai realita, sehingga dapat digolongkan ke dalam Gangguan Jiwa NonPsikotik. Pada pemeriksaan status internus, tidak ditemukan adanya kelainan yang mengindikasikan gangguan medis umum yang menimbulkan gangguan fungsi otak, sehingga penyebab organik dapat disingkirkan, dan didiagnosis Gangguan Jiwa Non-Psikotik Non-Organik. Gejala-gejala yang didapatkan seperti tentamen suicide, tidur malam terganggu, nafsu makan menurun, merasa mudah lelah, afek hipotim, konsentrasi terganggu, telah memenuhi gejala episode depresif berat. Karena pasien tidak memiliki gejala-gejala psikotik, maka berdasarkan PPDGJ III diagnosis diarahkan ke Episode Depresif Sedang Tanpa Gejala Psikotik (F32.00). B. Aksis II Pasien ceria,dan memiliki teman yang banyak, sehingga dimasukkan ke dalam ciri kepribadian tidak khas. C. Aksis III Konjunktivitis D. Aksis IV Masalah rumah tangga E. Aksis V GAF scale pasien berada pada range 70-61

.
16

VII. DAFTAR PROBLEM Organobiologik Tidak ditemukan adanya kelainan fisik bermakna, tetapi karena terdapat ketidakseimbangan neurotransmitter, maka dari itu, pasien ini membutuhkan psikofarmakoterapi. Psikologik Ditemukan adanya gejala-gejala depresif yang menimbulkan gejala psikis pada pasien, sehingga pasien memerlukan psikoterapi. Sosiologik Ditemukan adanya hendaya dalam bidang sosial, pekerjaan, dan hendaya dalam penggunaan waktu senggang, sehingga pasien memerlukan sosioterapi.

VIII. PROGNOSIS Dubia Faktor pendukung Stressor jelas Tidak ditemukan kelainan organobiologik Tidak ada keluarga yang mengalami keluhan yang sama Riwayat premorbid, pribadi sosial yang baik

Faktor penghambat Dukungan keluarga kurang Usia muda

IX. PEMBAHASAN/TINJAUAN PUSTAKA Pedoman diagnostik Episode Depresif: Gejala utama (pada derajat ringan, sedang, dan berat): a. Afek depresif; b. Kehilangan minat dan kegembiraan, dan;
17

c. Berkurangnya energy yang menuju meningkatnya keadaan mudah lelah (rasa lelah yang nyata sesudah kerja sedikit saja) dan menurunnya aktifitas. Gejala lainnya: a. Konsentrasi dan perhatian berkurang; b. Harga diri dan kepercayaan diri berkurang; c. Gagasan tentang rasa bersalah dan tidak berguna; d. Gagasan atau perbuatan membahayakan diri atau bunuh diri; e. Tidur terganggu; f. Nafsu makan berkurang. Untuk episode depresif dari ketiga tingkat keparahan tersebut, diperlukan waktu sekurang-kurangnya 2 minggu untuk penegakan diagnosis, akan tetapi periode lebih pendek dapat dibenarkan jika gejala luar biasa beratnya dan berlangsung cepat. Kategori diagnosis episode depresif ringan (F32.0), sedang (F32.1), dan berat (F32.2) hanya digunakan untuk episode depresif tunggal (yang pertama). Episode depresif berikutnya harus diklasifikasikan di bawah salah satu diagnosis gangguan depresif berulang (F33.-) Pedoman diagnostic Episode Depresif Sedang tanpa Gejala Psikotik Sekurang kurang 2 gejala dari 3 gejala utam ditemukan; Ditambah sekurang-kurangnya 3 sebaiknaya 4 dari gejala lainnya, Tidak boleh ada gejala berat diantaranya Dalam hal demikian, penilaian secara menyeluruh terhadap episode depresif berat masih dapat dibenarkan. Lamanya seluruh episode berlangsung sekitar sekuran kurangnya 2 minggu Hanya sedikit kesulitan dalam pekerjaan dan kegiatan social yang biasa dilakukannya Pada pasien ini, gejala yang timbul adalah 1. Afek depresif 2. Kurang minat untuk bersosialisasi
18

3. Kurang minat untuk bekerja dan mau cepat pulang dan cepat lelah 4. Tidur malam terganggu 5. Nafsu makan menurun 6. Libido menurun Untuk terapi awal, dengan melihat ekonomi keluarga pasien yang merupakan keluarga dengan tingkat ekonomi menengah ke bawah, pemberian monoterapi Fluoxantine diharapkan mampu untuk mengatasi gejala-gejala depresif yang dimiliki pasien. fluoxetine, merupakan golongan SSRI (Selective Serotonin ReUptake Inhibitor), dimana golongan SSRI merupakan golongan obat yang dianjurkan sebagai lini pertama dalam menangani kasus depresi, mengingat profil efek sampingnya yang minim. Waktu paruh fluoxetine 12-48 jam, berarti pemberian obat bisa 1-2 kali sehari. Dosis anjuran berada pada 20-40 mg/hari. Kita mulai terapi dengan dosis minimum yaitu 10 mg/hari 2 kali sehari. Jika dalam pemantauan 2-3 hari, terapi dianggap kurang dapat memperbaiki keadaan pasien, maka dosis bisa dinaikkan secara bertahap hingga mencapai dosis efektif (mulai timbul perbaikan). Dosis efektif dievaluasi setiap 1 minggu dan bila perlu dinaikkan hingga mencapai dosis optimal. Dosis optimal dipertahankan sekitar 812 minggu (stabilisasi). Kemudian diturunkan setiap 2 minggu hingga didapatkan dosis maintenance, yang dipertahankan 3 sampai 6 bulan. Kemudian dosis di tapering off (diturunkan setiap 1 minggu), hingga akhirnya pemberian obat bisa dihentikan. Jika sindrom depresi kambuh lagi, proses dimulai lagi dari awal dan seterusnya. Seterusnya ditambah juga dengan Renaquil yang mengandungi Lorazepam obat anti anxietas dari golongan benzodiazepin untuk menekan hiperaktivitas dari sistem limbik ssp.Terdapat paling sedikit 6 dari 18 gejala untuk indikasi pemberian Renaquil salah satunya sukar tidur.

X. RENCANA TERAPI Psikofarmakoterapi:


19

Renaquil 10 mg 2x1 Fluoxantine 20 mg 2x1

Psikoterapi Memberikan psikoterapi suportif pada pasien. Memberikan penjelasan dan pengertian kepada pasien sehingga dapat membantu pasien dalam memahami penyakitnya dan cara menghadapinya. Dalam terapi ini, pasien diberi motivasi, semangat dan dorongan agar pasien tidak merasa putus asa dan diberi keyakinan serta kepercayaan diri bahwa ia mampu menghadapi stressor psikososial yang dihadapi. Diberikan juga penjelasan manfaat pengobatan, cara pengobatan dan efek samping yang mungkin muncul selama pengobatan. Sosioterapi XI. Memberikan sosioterapi kepada pasien dan keluarga. Memberikan penjelasan kepada pasien, keluarga, dan orang-orang sekitarnya mengenai keadaan pasien sehingga dapat menerima dan menciptakan lingkungan yang baik untuk

XII. FOLLOW UP Memantau keadaa n umum pasien dan perkembangan penyakitnya, serta efektivitas terapi yang dapat diberikan dan kemungkinan munculnya efek samping dari terapi yang diberikan. membantu proses penyembuhan pasien.

20

21

DAFTAR PUSTAKA
1. Maslim, Rusdi. Buku Saku Diagnosis Gangguan Jiwa Rujukan Ringkas dari PPDGJ-III. Jakarta : Bagian Ilmu Kedokteran Jiw

22