KONSEP PUSKESMAS Learning Objective • Konsep puskesmas • Program-program puskesmas • Pembiayaan kesehatan masyarakat • Pemberantasan penyakit menular

dan penyehatan lingkungan pemukiman (P2TB, Pneumonia, AIDS, Malaria, DHF, Imunisasi, Gizi) Sejarah Melalui Rapat Kerja Kesehatan Nasional (Rakernas) I di Jakarta tahun 1968 timbul gagasan untuk menyatukan semua pelayanan kesehatan tingkat pertama kedalah suatu organisasi yang dipercaya dan diberi nama Pusat Kesehatan Masyarakat (puskesmas). Puskesmas pada waktu itu dibedakan dalam 4 macam, yaitu : 1. Puskesmas tingkat desa 2. Puskesmas tingkat kecamatan 3. Puskesmas tingkat kewedanan 4. Puskesmas tingkat kabupaten Pada rakernas II thn 1969, pembagian puskesmas di bagi menjadi 3 macam, yaitu : 1. Puskesmas tipe A, dipimpin oleh dokter penuh 2. Puskesmas tipe B, dipimpin dokter tidak penuh 3. Puskesmas tipe C, dipimpin oleh tenaga paramedik. Sejak thn 1979 puskesmas dibagi dalam 2 kategori, yaitu : 1. Puskesmas kecamatan (puskesmas pembina) 2. Puskesmas kelurahan/desa (puskesmas pembantu) 3. Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) adalah suatu kesatuan organisasi kesehatan fungsional yg merupakan pusat pengembangan kesehatan masyarakat yang juga membina peran serta masyarakat di samping memberikan pelayanan secara menyeluruh dan terpadu kpd masyarakat di wilayah kerjanya dlm bentuk kegiatan pokok (Azrul Anwar, 1980) 4. Puskesmas juga dapat didefinisikan sbg unit pelaksana teknis dinas kesehatan kabupaten/kota yg bertanggung jawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di suatu wilayah kerja (Depkes RI, 2004) 5. Puskesmas mempunyai wewenang dan tanggung jawab atas pemeliharaan kesehatan masyarakat dlm wilayah kerjanya. Pelayanan Kesehatan Puskesmas. Pelayanan kesehatan yang diberikan puskesmas merupakan pelayanan kesehatan yg menyeluruh yang meliputi pelayanan 1. Kuratif (pengobatan) 2. Preventif (upaya pencegahan) 3. Promotif ( Peningkatan Kesehatan) 4. Rehabilitatif (Pemulihan Kesehatan) Sebelum ada puskesmas, pelayanan kesehatan di kecamatan meliputi balai pengobatan, balai kesejahteraan ibu dan anak (BKIA), usaha higyene sanitasi lingkungan, pemberantasan penyakit menular, dll. Usaha tsb masih bekerja sendiri-sendiri dan langsung melapor kepada kepala dinas

dituntut memiliki kemampuan manajerial dan wawasan jauh ke depan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan Pelayanan dasar puskesmas Promosi kesehatan (contoh: membangun fasilitas. Upaya keluarga berencana 3. Upaya kesehatan ibu dan anak 2.000 penduduk setiap puskesmas Fungsi PUSKESMAS Ada 3 fungtsi pokok puskesmas. Upaya pengobatan termasuk pelayanan darurat karena kecelakaan 7. Sebagai pusat pembangunan kesehatan masyarakat di wilayah kerjanya 2. Upaya pencegahan dan pemberantasan penyakit menular 6.kesehatan daerah tingkat II. UKS disekolahan) Kesehatan lingkungan Pemberantasan penyakit menular Balai pengobatan Sistem informasi Kegiatan pokok puskesmas Delapan belas kegiatan pokok puskesmas adalah 1. Upaya kesehatan olahraga . yaitu: 1. puskesmas mempunyai peran yang sangat vital sbg institusi pelaksana teknis. Memberikan pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan terpadu kpd masyarakat di wilayah kerjanya Peran Puskesmas Dalam konteks otonomi daerah. Upaya kesehatan lingkungan 5. Wilayah kerja puskesmas Meliputi satu kecamatan atau sebagian dari kecamatan Faktor kepadatan penduduk. Upaya kesehatan sekolah 9. promosi bentuk pamflet) Gizi (memberi susu ibu hamil) Kesehatan ibu dan anak (cntoh: diperhatikan bidan yang siap. Upaya peningkatan gizi 4. keadaan geografi merupakan pertimbangan dalam menentukan wilayah kerja puskesmas Sasaran penduduk yang dilayani oleh sebuah puskesmas rata-rata 30. Membina peran serta masyarakat di wilayah kerjanya dalam rangka meningkatkan kemampuan untuk hidup sehat 3. Upaya penyuluhan kesehatan 8. luas daerah.

Upaya laboratorium sederhana 16. Upaya kesehatan mata 15. Wilayah kerja dgn jmlh penduduk rata-rata 3000 orang . maka perlu di tunjang dengan unit-unit di bawah ini : 1. sarana perhubungan serta kepadatan penduduk dlm wilayah kerja. Upaya kesehatan gigi dan mulut 13. luas wilayah. Puskesmas pembantu adalah unit pelayanan kesehatan yang sederhana dan berfungsi menunjang dan membantu melaksanakan kegiatan-kegiatan yang dilakukan puskesmas dlm ruang lingkup wilayah yg lebih kecil. Satuan Penunjang Sesuai dengan keadaan geografis. Upaya kesehatan kerja 12.000 orang (jawa&bali) 2. Puskesmas Keliling merupakan unit pelayanan kesehatan keliling yg dilengkapi dgn kendaraan bermotor roda 4 atau perahu bermotor dan peralatan kesehatan. Kades) Raker bulanan Raker tiga bulanan (3 bulan 1x diadakan lokakarya mini) Lokakarya mini: melaksanakan musyawarah antara perawat dan kader masyarakat/ormas untuk mengadakan diskusi. Dalam Repelita V wilayah kerja pustu meliputi 2-3 desa atau dgn jmlh penduduk 2500 (luar jawa&bali) sampai 10. Upaya kesehatan jiwa 14. Upaya Pembinaan pengobatan tradisional Lokakarya mini puskesmas Upaya menggalang kerjasama tim untuk p’gerakan dan p’laksanaan upaya kesehatan Kerjasama lintas sektoral (pak RT. Upaya Kesehatan Lansia 18. Upaya pelaporan dan pencatatan dalam rangka Sistem Informasi Kesehatan 17. Mikroplaning Penyusunan rencana 5 tahunan Rencana tiap tahun Meningkatkan cakupan pelayanan Fungsi puskesmas meningkat Pelaksanaan kegiatan pokok diarahkan kepada keluarga sebagai satuan masyarakat terkecil. Bidan yg bertugas di desa Ditempatkan di suatu desa dan bertanggung jawab langsung kpd kepala puskesmas.10. peralatan komunikasi serta sejumlah tenaga yg berasal dari puskesmas 3. . Upaya perawatan kesehatan masyarakat 11. Oleh karena itu kegiatan pokok puskesmas ditujukan untuk kepentingan keluarga sebagai bagian dari masyarakat di wilayah kerjanya.

Tugu mandiri. pemerintah mewujudkan kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.Tugas utama adalah membina peran serta masyarakat melalui pembinaan posyandu dan pertolongan persalinan langsung di rumah Peran perawat di puskesmas Melaksanakan fungsi-fungsi manajerial Melaksanakan pelayanan asuhan keperawatan Mengoordinasi kegiatan penyuluhan kesehatan masyarakat Mengoordinasi pembinaan peran serta masyarakat melalui pendekatan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat Desa (PKMD) Mengoordinasikan kegiatan lain seperti kegiatan lintas sektoral Pembiayaan kesehatan masyarakat Sumber-sumber pembiayaan kesehatan dapat diperoleh dari pemerintah. Adanya pembayaran premi oleh masyarakat Jenis Asuransi yang berkembang di Indonesia Asuransi kesehatan sosial ( social health insurance) Contoh: PT Askes untuk PNS dan penerima pensiun. PT Jamsostek untuk tenaga kerja swasta Asuransi kesehatan komersial perorangan (private voluntary health insurance) Contoh : Lippo Life. BNI Life. swasta. Tuberkulosis Tuberkulosis atau TB (singkatan yang sekarang ditinggalkan adalah TBC) adalah suatu penyakit yang . Salah satunya adalah melalui program jaminan kesehatan yg diselenggarakan secara nasional berdasarkan mekanisme asuransi sosial . Berdasarkan SK no 1241/Menkes/SK/XI/2004 tentang penugasan PT Askes dalam Pengelolaan Program Pemeliharaan Kesehatan bagi masyarakat miskin. program ini berganti nama menjadi Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas). masyarakat dalam bentuk pembiayaan langsung (fee for service) dan asuransi. Unsur-unsur Asuransi Kesehatan 1. (Depkes.dll Asuransi kesehatan komersial kelompok (regulated private health insurance) Contoh: produk Asuransi kesehatan Sukarela oleh PT Askes Jamkesmas Sesuai dengan UU Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN). Adanya perjanjian 2. Adanya pemberian perlindungan 3. Untuk menghindari kesalahpahaman dalam penjaminan terhadap masyarakat miskin. serta sumber-sumber lain dalam bentuk hibah atau pinjaman luar negeri Asuransi Kesehatan Adalah suatu mekanisme pengalihan resiko (sakit) dari resiko perorangan menjadi resiko kelompok.2008) Pemberantasan penyakit menular dan penyehatan lingkungan pemukiman 1.

 TBC ditularkan melalui percikan dahak penderita ketika batuk. Observed. Pengawas Minum Obat dan Pengobatan TBC yang harus dilakukan minimal 6 Bulan 2. Den4 Di daerah endemis. seseorang dapat terinfeksi oleh 3-4 serotipe selama hidupnya Cara penularan : melalui gigitan nyamuk aedes aegypti atau aedes albopictus Gejala klinis biasanya Demam 2-7 hari (naik turun). khususnya mengenai angka kesembuhan yang ada akibat dari proses pengobatan yang berjalan dalam jangka waktu yang lama yakni selama minimal 6 bulan dan resiko terjadinya resistensi obat Sehingga pemerintah melalui kegiatan puskesmas melaksanakan program penanggulangan dan pemberantasan penyakit menular (P2M) untuk TBC dengan strategi DOTS (Directly.S dimana obat didapatkan secara gratis Short Course à Memberikan edukasi dan pembelajaran secara singkat dan jelas mengenai penularan. Den2. (Tak boleh menuggu lama pengobatan) Observed à Mengobservasi lingkungan dan obatnya. dapat disertai perdarahan spontan maupun trombositopenia (penurunan trombosit) Faktor-faktor yang mempengaruhi peningkatan dan penyebaran kasus DBD Pertumbuhan penduduk yang tinggi Urbanisasi yang tidak terencana dan tidak terkendali Tidak adanya kontrol vektor nyamuk yg efektif Peningkatan sarana transportasi . DHF (Dengue Hemorraghie Fever) demam berdarah Disebabkan Virus dengue yang termasuk Arbovirus (Virus RNA) Mempunyai 4 serotipe : Den1. bersin. dapat juga segera melaksanakan rujukan secara tepat agar dapat ditangani dan mendapatkan pengobatan. Tuberkulosis biasanya menjadi kasus yang sering dijumpai pada kondisi sanitasi maupun lingkungan yang kumuh/ buruk.disebabkan oleh infeksi kompleks Mycobacterium tuberculosis ditandai dengan batuk yang terus menerus selama lebih dari 1 bulan. Den3. terdapat bintik2 merah. Seorang penderita TBC dengan status BTA positif dapat menularkan kepada 10-15 orang setiap tahunnya(Depkes. berbicara atau meludah. and Short Course) TBC jika parah menjadi TBR (tibi resisten) jika pasien tak mau minum obat.2005) Beban TBC di Indonesia masih sangat tinggi. STRATEGI DOTS (program untk penderita TBC) Directly à Melalui tindakan langsung memberikan intervensi terhadap pasien yang diketahui menderita TB dan keluarganya.mialgia.penurunan berat badan dan keringat dingin pada malam hari. Treatment. selalu mmemantau perkembangan pasien ddan kketaatan dalam melaksanakan program kuratif Treatment à Memberikan pengobatan dengan OAT (Obat Anti Tuberkulosa) baik di tingkat puskesmas ataupun R.

shg mengurangi kontak antara vektor dengan manusia dengan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) Sumber utama perkembangbiakan Aedes Aegypti adalah di wadah penampungan air untuk keperluan rumah tangga. DKI JAKARTA : 1927 2. PENGENDALIAN BIOLOGIK Pengendalian Jentik Vektor dengan ikan pemakan jentik (Gambusia affinis dan Poecilia reticulata). PENGENDALIAN DG BHN KIMIAWI Pemberantasan jentik utk wadah ttt dg larvasida (sulit dilakukan dan mahal).Faktor-faktor yg mempengaruhi morbiditas & mortalitas Status imunitas Kepadatan vektor nyamuk Transmisi virus Dengue Keganasan virus Dengue Kondisi geografis Pola berjangkitnya infeksi virus Dengue dipengaruhi iklim dan kelembapan. Di perkotaan. PSN. Pengasapan dg insektisida Cara ini sebenarnya tdk efektif krn hanya berpengaruh kecil thd pop.. ban mobil bekas merupakan tempat perkembangbiakan Aedes. wadah air di bawah kulkas dll. perangkap semut. JABAR : 382 . nyamuk. nyamuk Aedes Aegypti bertahan hidup untuk jangka lama 1. 2. SEHINGGA DATA SAMPAI DENGAN DESEMBER 2005 TERCATAT : HIV : 4244 AIDS : 5321 PROPINSI DENGAN KASUS AIDS TERBANYAK s / d DESEMBER 2005 1. Epidemiologi: pemberantasan jentik nyamuk 4. KASUS AIDS PERTAMA DI INDONESIA. obat nyamuk atau repellent yang intinya mengurangi resiko gigitan nyamuk. DILAPORKAN TAHUN 1987 KASUS TERUS MENINGKAT. Pada suhu panas (28-320C) dan kelembapan tinggi. JATIM : 724 4. PAPUA : 832 3. juga menimbulkan rasa ‘aman semu’ yg bisa mengganggu prog. 3. vas bunga. PENGELOLAAN LINGKUNGAN Upaya pencegahan atau mengurangi perkembangbiakan vektor. PERLINDUNGAN DIRI Dengan pakaian pelindung.

SIAPAKAH MEREKA ? PASANGAN MUDA DARI PENGGUNA NAPZA SUNTIK o ( IDU ) YANG TIDAK MENYADARI SUDAH TERTULAR o HIV ISTRI ATAU PASANGAN SEX ODHA PRIA BAYI ATAU BALITA DENGAN GANGGUAN TUMBUH o KEMBANG BAYI ATAU BALITA DENGAN INFEKSI BERULANG PROBLEM SAAT INI : TRANSMISI VIRUS MELALUI IDU BERLANGSUNG o SANGAT CEPAT UPAYA PENANGGULANGAN BERJALAN LAMBAT DAN o KALAH DENGAN PERGERAKAN HIV YANG CEPAT KOMITMEN POLITIS MASIH KURANG ( KPA BELUM o BERFUNGSI ) PERATURAN PERUNDANGAN BELUM MEMADAI TEMUAN DI LAPANGAN : MASYARAKAT BELUM MENGETAHUI CARA PENULARAN & .000 WUS TELAH TERINFEKSI HIV  > 9.5. tetapi mengarah ke o concentrated level of epidemic.000 WANITA HIV + HAMIL SETIAP TAHUNNYA  > 30 % NYA MELAHIRKAN BAYI YANG TERTULAR BILA TIDAK ADA PENYULUHAN PEREMPUAN & ANAK …………………………. RIAU : 250 6.5 JUTA WANITA DI INDONESIA MENJADI POPULASI RAWAN TERTULAR & MENULARKAN  > 24. BALI : 226 KENYATAAN EPIDEMI AIDS DI INDONESIA SAAT INI AIDS ada diseluruh propinsi dan > 50 % kabupaten o / kota. yang artinya o terdapat epidemi atau peningkatan yang tinggi o dari prevalensi hiv ( > 5% ) di beberapa tempat o atau populasi SITUASI HIV / AIDS PADA PEREMPUAN DAN ANAK  > 6.hampir setiap propinsi ada informasi ibu hamil o dengan hiv + dan anak hiv atau aids Secara nasional indonesia masih tergolong o low prevalence country.

Hepatitis B DIFTERI Disebabkan bakteri Corynebacterium Diphtheriae Penyebarannya melalui kontak fisik dan pernafasan Gejala awal : Radang tenggorokan . 2. Campak 6. CAMPAK) Jenis Penyakit yang dapat dicegah dengan program Imunisasi adalah : 1. PEMBERLAKUAN UU No 32 TAHUN 2004 DAN UU No 33 TAHUN 2004 PROGRAM IMUNISASI SEBAGIAN BESAR MENJADI TANGGUNG JAWAB KAB/ KOTA KECENDERUNGAN MENINGKATNYA KLB PD3 I (POLIO.PENCEGAHAN HIV / AIDS MASYARAKAT BELUM MENGETAHUI KEBERADAAN KPA DAN JUGA LSM YANG BERGERAK DI BIDANG HIV / AIDS STIGMA & DISKRIMINASI MASIH TERJADI BIMBINGAN PADA TENAGA MEDIS / PARAMEDIS UNTUK PROGRAM HIV / AIDS BELUM OPTIMAL BANYAK MASYARAKAT & KELOMPOK RISTI TAK MENGETAHUI DIMANA & BAGAIMANA MENDAPATKAN TES HIV MEDIA MASSA KURANG MEMBERI INFORMASI YANG CUKUP AIDS MASIH DIPANDANG SEBAGAI MASALAH & TANGGUNG JAWAB KESEHATAN SEMATA ( PENGINGKARAN AIDS SEBAGAI MASALAH SOSIAL ) APA YANG HARUS DILAKUKAN ? PENANGGULANGAN SECARA KOMPREHENSIF KOORDINASI TEKNIS PROGRAM OLEH KPA KOTA MONITORING & EVALUASI OLEH KPA INTENSIFIKASI PROGRAM PENCEGAHAN. Poliomyelitis 7. Difteri (penyakit radang tenggorokan) ttd: ada selaput kebiruan di amandel. TENTANG PEDOMAN PENYELENGGARAAN IMUNISASI. 1611/ MENKES/ SK/ XI/ 2005. Pertusis (batuk terus 1 hari tanpa henti) 3. Tetanus (kombol) 4. Tuberculosis 5. panas. TERMASUK o VCT KEPMENKES No.

tangan dan kaki Komplikasi adalah diare hebat. keringat malam Batuk terus menerus (kronis) Gejala lain tergantung organ yang terkena Komplikasi : Dapat menyebabkan kelemahan dan kematian CAMPAK Disebabkan virus (Myxovirus Viridae Measles) Disebarkan melalui udara (percikan ludah) waktu bersin atau batuk Gejala :Demam. penurunan BB. demam dan batuk (menggigil dan keras) Komplikasi : Pneumonia Bacterialis (kematian) TETANUS Penyebab : Clostridium Tetani yang menghasilkan neurotoksin Penyebarannya melalui kotoran yang masuk ke dalam luka yang dalam Gejala : Kaku otot pada rahang dan leher Kesulitan menelan Kaku otot perut Demam Pada bayi ada gejala berhenti menetek (sucking). mata merah Ruam pada muka dan leher.Hilang nafsu makan Demam ringan Dalam 2-3 hari timbul selaput putih kebiruan pada tenggorokan dan tonsil Komplikasi : gangguan pernafasan (kematian) PERTUSSIS Batuk rejan atau batuk 100 hari Disebabkan bakteri Bordetella Pertussis Penyebaran : melalui percikan ludah (droplet infection) waktu batuk atau bersin Gejala : pilek. batuk. pilek. mata merah. menyebar ke tubuh. tubuh jadi kaku Komplikasi :Patah tulang (akibat kejang) Pneumonia dan infeksi lain (kematian) TUBERKULOSIS Disebabkan Mycobacterium Tuberculosa Menyebar melalui pernafasan (lewat bersin atau batuk) Gejala : Lemah badan. bercak kemerahan. demam. bersin. kejang hebat. peradangan telinga dan pneumonia POLIOMYELITIS o Penyakit SSP yang disebabkan virus Polio .

Freeze Sensitive (FS) : sensitive thd beku DPT. Polio dan BCG JENIS VAKSIN PROGRAM RUTIN BCG ( Bacillus Calmette Guerine)  yang telah dilemahkan atau dimatikan dan berguna untuk merangsang kekebalan tubuh PENGGOLONGAN VAKSIN  Vaksin adalah produk biologis yang terbuat dari : • kuman • komponen kuman • racun kuman  Komplikasi : bisa menjadi kronis dan timbul Chirrosis Hepatis dan Kanker Hati (kematian) JENIS DAN SIFAT VAKSIN  Gejala : Merasa lemah. transfusi darah. TT. • Disuntikkan intramuscular atau subcutan dalam. selanjutnya interval min 4 mg. • Dosis 0.  Indikasi : kekebalan aktif terhadap Tuberkulosis  Menurut sensitivitasnya terhadap suhu. HB dan DPT-HB b). • Untuk mempertahankan kekebalan terhadap Tetanus pada WUS diberikan 5 dosis.(tipe 1.000. o Diberikan pada WUS atau ibu hamil. nyeri otot • Kelumpuhan terjadi pada minggu pertama sakit o Komplikasi : kelumpuhan otot-otot pernafasan (kematian) HEPATITIS B > 8 tahun dianjurkan menggunakan vaksin DT Efek samping : lemas dan kemerahan pada lokasi suntikan POLIO (OPV : Oral Polio Vaksin) o Vaksin Polio Trivalent tdd suspensi virus Poliomyelitis tipe 1. Tetanus dan Hepatitis B Cara :Disuntikkan intramuskular 0. di lengan kanan atas (insertio m.2 dan 3 (Strain Sabin) yang sudah dilemahkan o Indikasi : pemberian kekebalan aktif terhadap Polio o Cara : Secara oral. Heat Sensitive (HS) : sensitive thd panas Campak. Deltoideus)  Cara pemberian : vaksin harus dilarutkan dulu dengan ADS (Aquades steril) 5 ml.000) CAMPAK .2 atau 3) o Secara klinis adalah AFP (Acute Flaccid Paralysis) yaitu lumpuh layu akut pada anak usia < Untuk usia Cara : Vaksin harus dikocok dulu supaya homogen Disuntikkan intramuskular atau subkutan dlm Dosis pemberian 0. DT. vaksin digolongkan menjadi : a).5 ml  Indikasi : pemberian kekebalan terhadap Difteri dan Tetanus  Kontraindikasi : gejala berat pada dosis pertama VAKSIN DT  Cara : Vaksin harus dikocok dulu agar homogen.  Kontraindikasi : penyakit kulit berat sedang menderita TBC (berikan sedini mungkin) DPT – HB Indikasi : kekebalan aktif terhadap Difteri.17 per 1. kemerahan pada tempat penyuntikan VAKSIN T T  Vaksin yg sdh dilarutkan harus digunakan sebelum 3 jam (jangan melarutkan vaksin sebelum sasaran datang)  Dosis : 0. demam. Kontraindikasi : Gejala abnormal pada otak/syaraf o Mengalami penyakit parah pada dosis pertama Efek samping : lemas.5 ml diberikan 2 dosis dgn interval 4 minggu.05 ml 1 kali disuntikkan intra cutan. gangguan perut dan gejala lain spt flu Warna kuning pada mata atau kulit Urin menjadi kuning  Penularan penyakit secara horisontal dan vertikal Horisontal : dari darah dan produknya mll suntikan.  Indikasi : Pemberian kekebalan aktif terhadap Tetanus.5 ml sebanyak 3 dosis • Dosis pertama usia 2 bulan. Pertusis. 1 dosis adalah 2 tts • Pemberian 4 kali dengan interval minimal 4 mg • Setiap vial baru harus menggunakan penctes/dropper baru o Efek samping : Tidak ada o Paralisis akibat vaksin sangat jarang terjadi (<0. Untuk mencegah Tetanus pd bayi baru lahir dan pada ibunya. hubungan seks yg tdk aman Vertikal : dari ibu ke bayi selama proses persalinan  Penyakit ini disebabkan virus Hepatitis B yg merusak hati 15 th o Penyebaran penyakit melalui tinja yang terkontaminasi o Gejala : Demam.

Cakupan kunjungan bayi target 86% 7. Cakupan pemberian MPAsi pada anak usia 6 sampai 24 bulan keluarga miskin target 100% 10. TB paru. DBD dan Diare 14. dimana masih banyak ditemukan mis pengertian tentang juknis SPM dibeberapa puskesmas yang menyebabkan kesalahan data yang sepele antara lain proyeksi jumlah penduduk. Cakupan desa siaga aktif target 100% Apabila kita cermati lebih jauh dari 18 indikator SPM seperti yang saya sebutkan diatas maka bisa dipastikan bahwa 17 indikator adalah merupakan beban dan tanggung jawab sarana pelayanan kesehatan strata 1 yaitu puskesmas kecuali indikator nomor 17 (pelayanan gawat darurat RS). pneumonia balita. Cakupan penemuan dan penanganan penderita penyakit AFP. Limfoma) Efek samping : demam dan kemerahan pd tempat vaksinasi Standar pelayanan minimal atau biasa disingkat SPM adalah standar pelayanan minimal yang harus didapatkan oleh masyarakat dan menjadi program yang ditetapkan oleh pemerintah pusat dan pelaksanaanya diwajibkan kepada pemerintah daerah sesuai dengan sumber daya dan kemampuan daerah Tahun 2013 ditetapkan 18 indikator SPM yaitu : 1. Cakupan neonatus dengan komplikasi yang ditangani target 70% 6.Indikasi : pemberian kekebalan aktif terhadap penyakit campak Cara : Vaksin dilarutkan dengan pelarut stetil yg berisi 5 ml cairan pelarut • Dosis 0. Cakupan pelayanan Gadar level 1 yg harus diberikan sarana kesehatan kabupaten/kota 17. Cakupan kunjungan ibu hamil K4 target 88% 2. bahkan banyak ditemukan Puskesmas yang pencapaian targetnya tidak wajar hingga 200 % dan seterusnya . Pertolongan persalinan oleh bidan atau nakes yang mempunyai kompetensi kebidanan target 88% 4. Cakupan kelurahan/ desa mengalami KLB yang dilakukan penyelidikan epidemiologi 《24 jam trget 100% 18. Cakupan penjaringan kesehatan siswa SD dan sederajat target 100% 12. Cakupan kelurahan/desa Uci target 90% 8. Cakupan pelayanan nifas target 88% 5. Cakupan kompllikasi kebidanan yang ditangani target 73% 3. Cakupan yankesdas masyarakat miskin target 100% 15. Cakupan penderita gizi buruk mendapatkan perawatan target 100% 11. Cakupan peserta KB aktif target 63% 13. Oleh karena itu Puskesmas dituntut secara profesional melakukan kerjasama luntas program dan lintas sektor demi pencapaian target SPM dengan kata lain SPM adalah kitab suci Puskesmas yang harus benar benar dilaksanakan Penting dilakukan evaluasi terhadap pencapaian SPM Puskesmas. Cakupan pelayanan anak balita 81% 9.5 ml disuntikkan subkutan pd lengan kiri atas pada usia 9-11 bulan • Ulangan (booster) pada usia 6-7 th (kls 1 SD) Kontraindikasi (yang dilarang): penyakit immunodeficiency o (Leukimia. Cakupan pelayanan kesehatan rujukan masyarakat miskin 16.

yang tentu menjadi pertanyaan apakah informasi itu benar atau kesalahan teknis manajemen Puskesmas .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful