Anda di halaman 1dari 12

Memahami dan menjelaskan Kejang Definisi Kejang adalah gerakan otot tonik atau klonik yang involuntar yang

merupakan serangan berkala, disebabkan oleh lepasnya muatan listrik neuron kortikal secara berlebihan. Kejang tidak secara otomatis berarti epilepsi. Dengan demikian perlu ditarik garis pemisah yang tegas : manakah kejang epilepsi dan mana pula kejang yang bukan epilepsi? Tetanus, histeri, dan kejang demam bukanlah epilepsi walaupun ketiganya menunjukkan kejang seluruh tubuh. Cedera kepala yang berat, radang otak, radang selaput otak, gangguan elektrolit dalam darah, kadar gula darah yang terlalu tinggi, tumor otak, stroke, hipoksia, semuanya dapat menimbulkan kejang. Kecuali tetanus, histeri, hal hal yang tadi, kelak di kemudian hari dapat menimbulkan epilepsi. Epidemiologi !edikitnya kejang terjadi sebanyak "# sampai $# dari semua anak anak sampai usia $ tahun, kebanyakan terjadi karena demam. Klasifikasi %ada tahun &'(&, The )nternational *eague +gainst ,pilepsy -)*+,. membuat suatu sistem klasi/ikasi internasional kejang epileptik yang membagi kejang menjadi dua kelompok besar yaitu Kejang %arsial -/okal atau lokal. dan Kejang 0eneralisata. Kejang parsial kemudian dibagi lagi menjadi %arsial !ederhana, %arsial Kompleks, dan %arsial yang menjadi 0eneralisata sekunder. +dapun yang termasuk kejang generalisata yaitu *ena -Tipikal atau +tipikal., mioklonik, klonik, tonik, tonik klonik, dan kejang atonik. &. Kejang %arsial -%artial onset !ei1ure. Kejang %arsial bermula dari area /okus tertentu korteks serebri, 2. Kejang 0eneralisata -0enerali1ed onset !ei1ure. Kejang 0eneralisata berawal dari kedua hemis/er serebri. 3isa bermula dari talamus dan struktur subkortikal lainnya. %ada ,,0 ditemukan kelainan secara serentak pada kedua hemis/er. Kejang generalisata memberikan mani/etasi bilateral pada tubuh dan ada gejala penurunan kesadaran. Kejang generalisata diklasi/ikasikan menjadi atonik, tonik, klonik, tonik klonik atau absence sei1ure. 3eberapa penyakit yang memberikan gambaran kejang generalisata antara lain : 3enign 4eonatal Convulsion, 3enign 5yoclonic ,pilepsy, Childhood +bsence ,pilepsy, 6uvenille +bsence ,pilepsy, 6uvenille 5yoclonic ,pilepsy. Kejang tonik adalah kekakuan kontraktur pada otot otot, termasuk otot perna/asan. Kejang klonik berupa gemetar yang bersi/at lebih lama. 6ika keduanya muncul secara bersamaan maka disebut kejang tonik klonik -kejang 0rand 5al..

!ebagian kejang yang lain sulit dikelompokkan pada salah satunya dimasukkan sebagai kejang tidak terklasi/ikasi -7nclassi/ied !ei1ure.. Cara pengelompokan ini masih diterima secara luas. Klasifikasi kejang +. Kejang %arsial Kejang %arsial !ederhana &. Kesadaran tidak terganggu8 dapat mencakup satu atau lebih hal berikut ini:

9 Tanda tanda motoris:kedutaan pada wajah. Tangan, atau salah satu sisi tubuh : umumnya gerakan kejang yang sama. 9 Tanda atau gejala otonomik:muntah berkeringan, muka merah, dilatasi pupil. 9 0ejala somatosensoris atau sensoris khusus: mendengar musik, merasa seakan jatuh dari udara, parestesia. 9 0ejala psikik:dejavu, rasa takut, sisi panoramic.

Kejang parsial komplesk &. Terdapat gangguan kesadaran. ;alaupun pada awalnya sebagai kejang parsial simpleks. 2. Dapat mencakup otomatisme atau gerakan aromatic<mengecapkan bibir, mengunyah, gerakan mencongkel yang berulang ulang pada tangan dan gerakan tangan lainnya. ". Dapat tanpa otomatisme<tatapan terpaku.

3. Kejang 7mum -Konvulsi/ atau 4on Konvulsi/. Kejang +bsens &. 0angguan kewaspadaan dan responsivitas.

2. Ditandai dengan tatapan terpaku yang umumnya berlangsung kurang dari &$ detik. ". +witan dan khiran cepat, setelah itu kembali waspada dan berkonsentrasi penuh. =. 7mumnya dimulai pada usia antara = dan &= tahun dan sering sembuh dengan sendirinya pada usia &( tahun.

Kejang 5ioklonik Kedutaan kedutaan involunter pada otot atau sekelompok otot yang terjadi mendadak Kejang 5ioklonik:*anjutan &. !ering terlihat pada orang sehat selama tidur, tetapi bila patologik, berupa kedutaan kedutaan sinkron dari leher, bahu, lengan atas dan kaki. 2. ". 7mumnya berlangusung kurang dari &$ detik dan terjadi didalam kelompok. Kehilangan kesadaran hanya sesaat

Kejang Tonik Klonik &. Diawali dengan hilangnya kesadaran dan saat tonik, kaku umum pada otot ektremitas, batang tubuh, dan wajah, yang langsung kurang dari & menit. 2. ". =. $. Dapat disertai dengan hilangnya kontrol kandung kebih dan usus. Tidak adan respirasi dan sianosis !aat tonik diikuti dengan gerakan klonik pada ekstremitas atas dan bawah. letargi, kon/usi, dan tidur dalam /ase postical

Kejang +tonik &. >ilangnya tonus secara mendadak sehingga dapat menyebabkan kelopak mata turun, kepala menunduk atau jatuh ketanah. 2. !ingkat, dan terjadi tampa peringatan.

!tatus ,pileptikus &. 2. ". =. 3iasanya. Kejang tonik klonik umum yang terjadi berulang. +nak tidak sadar kembali diantara kejang. %otensial untuk depresi pernapasan, hipotensi, dan hipoksia memerlukan pengobatan medis darurat dengan segera

Patofisiologi Tiap neuron yang akti/ melepaskan muatan listriknya. ?enomena elektrik ini adalah wajar. 5ani/estasi biologiknya ialah merupakan gerak otot atau suatu modalitas sensorik, tergantung dari neuron kortikal mana yang melepaskan muatan listriknya. 3ilamana neuron somatosensorik yang melepaskan muatannya, timbullah perasaan

protopatik atau propiosepti/. Demikian pula akan timbul perasaan panca indera apabila neuron daerah korteks pancaindera melepaskan muatan listriknya. !ecara /isiologis, suatu kejang merupakan akibat dari serangan muatan listrik terhadap neuron yang rentan di daerah /okus epileptogenik. Diketahui bahwa neuron neuron ini sangat peka dan untuk alasan yang belum jelas tetap berada dalam keadaan terdepolarisasi. 4euron neuron di sekitar /okus epileptogenik bersi/at 0+3+ nergik dan hiperpolarisasi, yang menghambat neuron epileptogenik. %ada suatu saat ketika neuron neuron epileptogenik melebihi pengaruh penghambat di sekitarnya, menyebar ke struktur korteks sekitarnya dan kemudian ke subkortikal dan struktur batang otak. Dalam keadaan /isiologik neuron melepaskan muatan listriknya oleh karena potensial membrannya direndahkan oleh potensial postsinaptik yang tiba pada dendrit. %ada keadaan patologik, gaya yang bersi/at mekanik atau toksik dapat menurunkan potensial membran neuron, sehingga neuron melepaskan muatan listriknya dan terjadi kejang. Penyakit-penyakit yang Menyebabkan Kejang %enyakit penyakit yang menyebabkan kejang dapat dikelompokkan secara sederhana menjadi penyebab kejang epileptik dan penyebab kejang non epileptik. %enyakit epilepsi akan dibahas tersendiri sementara kelompok non epileptik terbagi lagi menjadi penyakit sistemik, tumor, trauma, in/eksi, dan serebrovaskuler. a. !istemik 5etabolik : >iponatremia, >ipernatremia, >iponatremia >iponatremia terjadi bila : a.. 6umlah asupan cairan melebihi kemampuan ekskresi, b.. Ketidakmampuan menekan sekresi +D> -mis : pada kehilangan cairan melalui saluran cerna atau gagal jantung atau sirosis hati atau pada !)+D> @ !yndrom o/ )nappropriate +D> secretion.. >iponatremia dengan gejala berat -mis : penurunan kesadaran dan kejang. yang terjadi akibat adanya edema sel otak karena air dari ektrasel masuk ke intrasel yang osmolalitas nya lebih tinggi digolongkan sebagai hiponatremia akut -hiponatremia simptomatik.. !ebaliknya bila gejalanya hanya ringan saja -mis : lemas dan mengantuk. maka ini masuk dalam kategori kronik -hiponatremia asimptomatik.. *angkah pertama dalam penatalaksanaan hiponatremia adalah mencari sebab terjadinya hiponatremia melalui anamnesis, pemeriksaan /isis, dan pemeriksaan penunjang. *angkah selanjutnya adalah pengobatan yang tepat sasaran dengan koreksi 4a berdasarkan kategori hiponatremia nya.

>ipernatremia >ipernatremia terjadi bila kekurangan air tidak diatasi dengan baik misalnya pada orang dengan usia lanjut atau penderita diabetes insipidus. Aleh karena air keluar maka volume otak mengecil dan menimbulkan robekan pada vena menyebabkan perdarahan lokal dan subarakhnoid. !etelah etiologi ditetapkan, maka langkah penatalaksanaan berikutnya ialah mencoba menurunkan kadar 4a dalam plasma ke arah normal. %ada diabetes insipidus, sasaran pengobatan adalah mengurangi volume urin. 3ila penyebabnya adalah asupan 4a berlebihan maka pemberian 4a dihentikan. b. )ntoksikasi %enegakan diagnosa pasti penyebab keracunan cukup sulit karena diperlukan sarana laboratorium toksikologi sehingga dibutuhkan autoanamnesis dan alloanamnesis yang cukup sermat serta bukti bukti yang diperoleh di tempat kejadian. !elanjutnya pada pemeriksaan /isik harus ditemukan dugaan tempat masuknya racun. %enemuan klinis seperti ukuran pupil mata, /rekuensi napas dan denyut jantung mungkin dapat membantu penegakan diagnosis pada pasien dengan penurunan kesadaran. %emeriksaan penunjang berupa analisa toksikologi harus dilakukan sedini mungkin dengan sampel berupa $B ml urin, &B ml serum, bahan muntahan, /eses. %emeriksaan lain seperti radiologis, laboratorium klinik, dan ,K0 juga perlu dilakukan. +dapun standar penatalaksanaan dari intoksikasi yaitu stabilisasi, dekontaminasi, eliminasi, dan pemberian antidotum. !ementara gejala yang sering menjadi penyerta atau penyulit adalah gangguan cairan, elektrolit, dan asam basa 8 gangguan irama jantung 8 methemoglobinemia 8 hiperemesis 8 distonia 8 rabdomiolisis 8 dan sindrom antikolinergik. c. Tumor Kira kira &B# dari semua proses neoplasmatik di seluruh tubuh ditemukan pada susunan sara/ dan selaputnya, (# di antaranya berlokasi di ruang intrakranial dan 2# sisanya di ruang kanalis spinalis. Dengan kata lain " C dari &BB.BBB orang penduduk mempunyai neoplasma sara/ primer. 7rutan /rekuensi neoplasma intrakranial yaitu : 0lioma -=&#., 5eningioma -&C#., +denoma hipo/isis -&"#., 4eurilemoma D neuro/ibroma -&2#., 4eoplasma metastatik dan neoplasma pembuluh darah serebral. %embagian tumor dalam kelompok benigna dan maligna tidak berpengaruh secara mutlak bagi tumor intrakranial oleh karena tumor benigna secara histologik dapat menduduki tempat yang vital, sehingga menimbulkan kematian dalam waktu singkat. !imptomatologi tumor intrakranial dapat dibagi dalam : &. 0angguan kesadaran akibat tekanan intrakranial yang meninggi

!elain menempati ruang, tumor intrakranial juga menimbulkan perdarahan setempat. %enimbunan katabolit di sekitar jaringan tumor menyebabkan jaringan otak bereaksi dengan menimbulkan edema yang juga bisa diakibatkan penekanan pada vena sehingga terjadi stasis. !umbatan oleh tumor terhadap likuor sehingga terjadi penimbunan juga meningkatkan tekanan intrakranial. T)K yang meningkat menimbulkan gangguan kesadaran dan meni/estasi dis/ungsi batang otak yang dinamakan: -a. sindrom unkus D kompresi diense/alon ke lateral 8 -b. sindrom kompresi sentral restrokaudal terhadap batang otak 8 dan -c. herniasi serebelum di /oramen magnum. !ebelum tahap stupor atau koma tercapai, T)K yang meninggi sudah menimbulkan gejala gejala umum. 2. 0ejala gejala umum akibat tekanan intrakranial yang meninggi +. !akit kepala @ +kibat peningkatan C3? setelah terjadi penumpukan %CA2 serebral terutama setelah tidur. *onjakan T)K juga akibat batuk, mengejan atau berbangkis. 3. 5untah @ +kibat peningkatan T)K selama tidur malam karena %CA2 serebral meningkat. !i/at muntah proyektil atau muncrat dan tidak didahului mual. C. Kejang @ Kejang /okal dapat merupakan mani/estasi pertama tumor intrakranial pada &$# penderita. 5eningioma pada konveksitas otak sering menimbulkan kejang /okal sebagai gejala dini. Kejang umum dapat timbul sebagai mani/estasi tekanan intrakranial yang melonjak secara cepat, terutama sebagai meni/estasi glioblastoma multi/orme. Kejang tonik yang sesuai dengan serangan rigiditas deserebrasi biasanya timbul pada tumor di /ossa kranii posterior dan secara tidak tepat dinamakan oleh para ahli neurologi dahulu sebagai Ecerebellar /itsF. D. 0angguan mental @ Tumor serebri dapat mengakibatkan demensia, apatia, gangguan watak dan intelegensi, bahkan psikosis, tidak peduli lokalisasinya. ,. %erasaan abnormal di kepala @ Gasa seperti Eenteng di kepalaF, EpusingF atau Etujuh kelilingF. 5ungkin sehubungan dengan T)K yang meninggi. !ehingga karena samarnya maka kebanyakan dari keluhan semacam ini tidak dihiraukan oleh pemeriksa dan dianggap keluhan /ungsional. ". Tanda tanda lokalisatorik yang menyesatkan !uatu tumor intrakranial dapat menimbulkan mani/astasi yang tidak sesuai dengan /ungsi tempat yang didudukinya berupa : a. Kelumpuhan sara/ otak b. Ge/leks patologik yang positi/ pada kedua sisi c. 0angguan mental

d. 0angguan endokrin e. ,nse/alomalasia =. Tanda tanda lokalisatorik yang benar De/isit serebral dibangkitkan oleh tumor di daerah /ungsional yang khas berupa monoparesis, hemiparesis, hemianopia, a/asia, anosmia dan seterusnya. ). )). !imptom /okal dari tumor di lobus /rontalis : sakit kepala, gangguan mental, kejang tonik /okal, katatonia, anosmia !imptom /okal dari tumor di daerah pre sentral : kejang /okal pada sisi kontralateral, hemiparesis kontralateral, paraparese, gangguan miksi !imptom /okal dari tumor di lobus temporalis : hemianopsia kuadran atas kontralateral dengan tinitus, halusinasi auditorik, dan a/asia sensorik beserta apraksia !imptom /okal dari tumor di lobus parietalis : serangan 6ackson sensorik, astereognosia dan ataksia sensorik, Ethalamic over reactionF, hemianopsia kuadran bawah homonim yang kontralateral, agnosia, a/asia sensorik, serta apraksia !imptom /okal dari tumor di lobus oksipitalis !imptom /okal dari tumor di korpus kalosum

))).

)H.

H. H).

$.Tanda tanda /isik diagnostik pada tumor intrakranial -a..%apil edema 8 -b..%ada anak ukuran kepala membesar dan sutura teregang, perkusi @ bunyi kendi rengat, auskultasi @ ada bising 8 -c..>ipertensi intrakranial : bradikardi I TD sistemik yang meningkat progresi/ @ dapat dianggap sebagai kompensasi penanggulangan iskemik -d..)rama dan /rekuensi perna/asan berubah d. Trauma Kejang dapat terjadi setelah cedera kepala dan harus segera diatasi karena akan menyebabkan hipoksia otak dan kenaikan tekanan intrakranial serta memperberat edem otak. 5ula mula berikan dia1epam &B mg intravena perlahan lahan dan dapat diulangi sampai " kali bila masih kejang. 3ila tidak berhasil dapat diberikan /enitoin

&$ mgDkg33 secara intravena perlahan lahan dengan kecepatan tidak melebihi $B mgDmenit. e. )n/eksi )n/eksi pada susunan sara/ dapat berupa meningitis atau abses dalam bentuk empiema epidural, subdural, atau abses otak. Klasi/ikasi lain membahas menurut jenis kuman yang mencakup sekaligus diagnosa kausal &. )n/eksi viral 2. )n/eksi bakterial ". )n/eksi spiroketal =. )n/eksi /ungal $. )n/eksi proto1oal J. )n/eksi meta1oal /. !erebrovaskuler !troke mengacu kepada semua gangguan neurologik mendadak yang terjadi akibat pembatasan atau terhentinya aliran darah melalui sistem suplai arteri otak. )stilah stroke biasanya digunakan secara spesi/ik untuk menjelaskan in/ark serebrum. CH+ -Cerebralvascular accident. dan serangan otak sering digunakan secara sinonim untuk stroke. Konvulsi umum atau /okal dapat bangkit baik pada stroke hemoragik maupun strok non hemoragik. !troke sebagai diagnosis klinis untuk gambaran mani/estasi lesi vaskuler serebral dapat dibagi dalam : &. Transient ischemic attack, 2. !troke in evolution, ". Completed stroke, yang bisa dibagi menjadi tipe hemoragik dan tipe non hemoragik ). !erangan parsial -/okal, lokal. kesadaran tak berubah +. !erangan parsial sederhana -kesadaran tetap baik. &. Dengan gejala motorik 2. Dengan gejala somatosensorik atau sensorik khusus ". Dengan gejala autonom

=. Dengan gejala psikis 3.!erangan parsial kompleks -kesadaran menurun. &. 3erasal sebagai parsial sederhana dan berkembang ke penurunan kesadaran 2.Dengan penurunan kesadaran sejak awitan )). !erangan umum -konvulsi/ atau non konvulsi/. +. &. +bsence 2. +bsence tak khas 3. 5ioklonik C. Klonik D. Tonik ,. Tonik klonik ?. +tonik ))). !erangan epilepsi tak terklasi/ikasikan misalnya : gerakan ritmis pada mata, gerakan mengunyah dan berenang. Diagnosis %ada umumnya, seseorang yang mengalami hanya satu kali serangan kejang tidak akan diberi terapi epilepsi dahulu. 4amun jika dalam waktu satu tahun terjadi lebh dari satu serangan maka perlu dipertimbangkan untuk mulai dengan obat obat antiepilepsi. Diagnosis epilepsi biasanya dapat dibuat dengan cukup pasti dari anamnesis lengkap, terutama mengenai gambaran serangan, hasil pemeriksaan umum dan neurologik serta elektroense/aligra/i -,,0.. Terapi Abat anti epilepsi -+ntiepileptic Drug D +,D. digolongkan berdasarkan mekanisme kerjanya. &. !odium channel blockers : ?enitoin, ?os/enitoin, AKcarba1epine, Lonisamide, Cloba1am, ?enobarbital, ?elbamate, Topiramate 2. Calsium inhibitors : ?enitoin, ?os/enitoin, Cloba1am, ?enobarbital, ?elbamate ". 0+3+ enhancers : Cloba1am, Clona1epam, ?enobarbital, Tiagabine, Higabatrin, 0abapentin, Topiramate =. 0lutamate blocker : *amotrigine, ?enobarbital, Topiramate

$. Carbonic anhydrase inhibitor : Topiramate J. >ormon C. dan obat obat lain yang belum diketahui pasti mekanisme kerjanya : %rimidine, Halproate, *evetiracetam. Prognosis %rognosis epilepsi bergantung kepada beberapa hal, di antaranya jenis epilepsi, /aktor penyebab, saat pengobatan dimulai, dan ketaatan minum obat. %ada umumnya prognosis epilepsi cukup menggembirakan. %ada $B CB# penderita epilepsi serangan dapat dicegah dengan obat obatan, sedangkan sekitar $B# pada suatu waktu akan dapat berhenti minum obat. !erangan epilepsi primer, baik yang bersi/at kejang umum maupun serangan lena -ngelamun. atau absence mempunyai prognosis terbaik. !ebaliknya epilepsi yang serangan pertamanya mulai pada usia " tahun atau yang disertai kelainan neurologik dan atau retardasi mental mempunyai prognosis relati/ jelek. 7ji *aboratorium dan Diagnostik &. ,lektroense/alogram -,,0. :dipakai untuk membantu menetapkan jenis dan /ocus dan kejang. &.&. Diagnosis epilepsy tidak hanya tergantung pada temuan ,,0 yang abnormal

&.2. Tidur lebih disukai selama ,,0, meskipun sedasi dengan pemantauan mungkin dindakasikan 2. %emindaian CT:menggunakan kajian sinar M yang masih lebih sensitive dan biasanya untuk mendeteksi perbedaan kerapatan jaringan. ". 5G) - 5agnetic Gesonance imaging. :menghasilkan bayangan dengan lapangan magnetik dan gelombang radio, berguna untuk memperlihatkan daerah daerah otak -regio /ossa posterior dan regio sella. yang tidak terlihat jelas apabila menggunakan pemindaian CT. =. %,T -%emindaian positron emission temography.:untuk mengevaluasi kejang yang membandel dan membantu menetapkan lokasi lesi, perubahan metabolic, atau aliran darah dalam otak -mencakup suntikan radioisotop secara )H.. $. %otensial yang membangkitkan:digunakan untuk menentukan integritas jalur sensoris dalam otak -respons yang tidak ada atau tertunda atau mengindikasikan keadaan yang patologik.. J. 7ji laboratorium: berdasarkan riwayat anak dan hasil pemeriksaan.

J.&. %unksi lumbal untuk menganalisis cairan serebrospinal:terutama dipakai untuk menyingkirkan kemungkinan in/eksi. J.2. >itung daerah lengkap:untuk menyingkirkan in/eksi sebagai penyebab8 dan pada kasus yang diduga disebabkan trauma, dapat mengevaluasi haematokit dan jumlah trombosit. J.". %anel elektrolit:serum elektrolit, Ca total, dan magnesium serum seringkali diperiksa pada saat pertama kali terjadi kejang, dan pada anak yang berusia kurang dari " bulan, dengan penyebab elektrolit dan metabolic lebih la1im ditemuai -uji glukosa darah dapat bermam/aat pada bayi atau anak kecil dengan kejang yang berkepanjangan untuk menyingkirkan kemungkinan hipoglikemia.. J.=. !krining toksisk dari serum dan urin:digunakan untuk menyingkirkan kemungkinan keracunan. J.$. %emantauan kadar obat antiepileptik:digunakan penatalaksanaan dan jika kepatuhan pasien diragukan. Terapi Kejang %enanganan kejang secara modern bermula dari tahun &($B dengan pemberian 3romida, dengan dasar teori bahwa epilepsi disebabkan oleh suatu dorongan seK yang berlebih. %ada tahun &'&B, kemudian digunakan ?enobarbital yang awalnya dipakai untuk menginduksi tidur, kemudian diketahui mempunyai e/ek antikonvulsan dan menjadi obat pilihan selama bertahun tahun. !ejumlah obat lain yang juga digunakan sebagai pengganti ?enobarbital termasuk %irimidone, dan ?enitoin yang kemudian menjadi /irst line drug epilepsi utama untuk penanganan kejang parsial dan generalisata sekunder. %ada tahun &'J(, Karbama1epin awalnya digunakan untuk neuralgia trigeminal, kemudian pada tahun &'C= digunakan untuk kejang parsial. ,tosuksimid telah digunakan sejak &'$( sebagai obat utama untuk penanganan absence sei1ures tanpa kejang tonik klonik generalisata. Halproate mulai digunakan &'JB dan saat ini sudah tersedia di seluruh dunia dan menjadi drug o/ choice pada epilepsy primer generalisata dan kejang parsial. &. ?enobarbital 5erupakan obat antiepilepsi atau antikonvulsi yang e/ekti/. Toksisitasnya relati/ rendah, murah, e/ekti/, dan banyak dipakai. Dosis antikonvulsinya berada di bawah dosis untuk hipnotis. )a merupakan antikonvulsan yang non selektive. 5an/aat terapeutik pada serangan tonik klonik generalisata -grand mall. dan serangan /okal kortikal. 2. %rimidon pada /ase awal

,/ekti/ untuk semua jenis epilepsy kecuali absence. ,/ek antikonvulsi ditimbulkan oleh primidon dan metabolit akti/nya. ". >idantoin Nang termasuk dalamm golongan ini adalah /enitoin, me/enitoin, dan etotoin. ?enitoin : ?enitoin adalah obat primer untuk semua bangkitan parsial dan bangkitan tonik klonik, kecuali bangkitan absence -absence sei1ure.. ?enitoin tidak sedative pada dosis biasa. 3erbeda dengan /enobarbital, obat ini juga e/ekti/ pada beberapa kasus epilepsy lobus temporalis. =. Karbama1epine Termasuk dalam golongan iminostilbenes. 5an/aat terapeutik ialah untuk ,pilepsi lobus temporalis, sendiri atau kombinasi dengan bangkitan generalisata tonik klonik -0TC!.. $. ,tosuksimid Abat ini dipakai untuk bangkitan absence. ,/ek antikonvulsi pada binatang sama halnya dengan trimetadion. %roteksi terhadap pentilentetra1ol, akan menaikkan nilai ambang serangan. 5an/aat terapeutik ialah terhadap bengkitan absence. J. +sam valproat -Halproic acid. +sam valproat dipakai untuk berbagai jenis serangan atau bangkitan. ,/ek sedasinya minimal, e/ek terhadap !!% lain juga minimal. Terhadap %entilen tetra1ol, potensi asam valproat lebih besar daripada etosuksimid, tapi lebih kecil pada /enobarbital. +sam valproat lebih berman/aat untuk bangkitan absence daripada terhadap bangkitan umum tonik klonik. Prognosis Kejang adalah suatu masalah neurologik yang relative sering dijupai. !ekitar &B# populasi akan mengalami paling sedikit satu kali kejang seumur hidup mereka, dengan insiden paling tinggi terjadi pada masa anak anak dini dan lanjut usia -setelah usia JB tahun., dan B,"# sampai B,$# akan didiagnosa mengidap epilepsi -berdasarkan kriteria dua kali kejang tanpa pemicu.