Anda di halaman 1dari 4

BAKSOSNAS DAN BAKSOSWIL III IKAMABI JATENG DIY

Pada tanggal 23-24 November 2013 Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Kebidanan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta mendelegasikan dua mahasiswi yaitu Nurlita Agnis Safitri dan Khotimatun Nissa untuk mengikuti Bakti Sosial Nasional dan Bakti Sosial Wilayah III Ikatan Lembaga Mahasiswa Kebidanan Mahasiswa Jateng-DIY atau disingkat BAKSOSNAS DAN BAKSOSWIL III IKAMABI JATENG-DIY di Karanganyar, Solo. Selain dua delegasi tersebut, ikut pula tiga mahasiswi Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta sebagai Pengurus Harian Wilayah IKAMABI wilayah Jateng-DIY yaitu Alfi Syifa Darmastuti, Shantika Dwi Yuningtyas, dan Solikhah Wahyu Subekti.

Keempat delegasi mahasiswi Poltekkes Kemenkes Yogyakarta di ruang penyuluhan.

Acara BAKSOSNAS DAN BAKSOSWIL III JATENG DIY ini merupakan program kerja dari IKAMABI yang bekerjasama dengan Unit Kegiatan Mahasiswa Akbid Mitra Husada Karanganyar. Acara tersebut bertemakan Pre Conception Preparing The Smart Generation. Peserta BAKSOSNAS DAN BAKSOSWIL III IKAMABI JATENG DIY berasal dari mahasiswi-mahasiswi Kebidanan di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Ada sekitar 30 peserta dan 20 panitia.

Acara diawali dengan pembukaan dan training materi penyuluhan dari BKKBN di kampus Akbid Mitra Husada Karanganyar. Setelah itu, kami berangkat menuju lokasi baksos di desa Berjo, Ngargoyoso, Karanganyar. Desa ini terletak di lereng Gunung Lawu. Suasana desanya masih sangat asri. Kami pun disambut sangat baik oleh warga masyarakat di sana. Untuk menyiapkan acara baksos pada tanggal 24 November 2013, malam harinya kami berkumpul bersama mendiskusikan persiapan acara tersebut di Balai Desa Berjo. Kami dibagi menjadi 4 kelompok, terdiri dari kelompok Pra Konsepsi, PMS (Penyakit Menular Seksual), Senam Filates, dan GenRe. Masingmasing kelompok bertanggung jawab pada satu materi yang akan disosialisasikan kepada masyarakat dalam acara baksos tersebut. Untuk mengakrabkan suasana, kami melalui malam keakraban (makrab) dengan bermain game. Panitia menyiapkan game yang seru dan menarik, sehingga membuat suasana menjadi lebih akrab. Selanjutnya, kami bermalam di rumah Bapak Dukuh Berjo. Beliau sangat ramah dan menerima kami dengan baik. Kami tidur dalam satu ruang yang cukup sederhana, beralaskan tikar yang cukup tebal, tanpa kasur empuk dan bantal yang biasa menemani tidur kami. Namun indahnya kebersamaan melebur semua itu menjadi terasa nyaman dan bersahabat. Cukup dengan tas ransel sebagai bantal, jaket dan selimut tebal yang sudah masingmasing persiapkan sebagai salah satu barang yang wajib dibawa mengingat disana suhunya sangat dingin.

Seluruh delegasi selesai diskusi materi penyuluhan dan permainan keakraban.

Pagi harinya kami berkumpul lagi di Balai Desa Berjo untuk melakukan acara yang sudah dipersiapkan bersama dan merupakan acara inti, yaitu baksos. Tanpa melihat perbedaan kami bekerjasama demi lancarnya acara tersebut. Acara berlangsung meriah. Warga Desa Berjo, terutama ibu-ibu sangat antusias dalam berpartisipasi, dari pasar murah, pengukuran tekanan darah, penyuluhan dan senam filates. Pasar murah, pengukuran tekanan darah dan senam berjalan dengan baik. Namun saat penyuluhan ada beberapa kendala dikarenakan ibu-ibu membawa anaknya yang masih di bawah umur mengikuti kegiatan tersebut. Akhirnya materi yang dapat disampaikan dalam penyuluhan hanya dua materi yaitu GenRe dan Pra Konsepsi. Sedangkan PMS dan KRR tidak jadi disampaikan karena content dari materi kurang tepat jika disampaikan di depan anak di bawah umur. Walaupun demikian, tujuan acara tetap berjalan dengan baik dan kami harap dapat bermanfaat untuk warga Desa Berjo, Ngargoyoso, Karanganyar. Acara semakin meriah dengan adanya bermacam-macam doorprise yang menarik. Dan di akhir acara ternyata panitia menyediakan doorprise utama yaitu Hand Phone. Doorprise utama diberikan kepada ibu yang paling semangat saat mengikuti gerakan senam filates. Acara demi acara pun berlangsung dengan kerja sama yang baik. Di penghujung acara, kami berkumpul bersama mendiskusikan jalannya acara yang telah berlangsung. Kami semua bangga dengan telah terlaksananya BAKSOSNAS DAN BAKSOSWIL III IKAMABI JATENG DIY yang bisa dikatakan sukses walaupun masih terdapat beberapa kekurangan. Kami bangga bisa berkumpul bersama, mengabdi kepada masyarakat, belajar bersama, menambah wawasan, menambah pengalaman, teman, yang semoga dapat menjadi bekal kami untuk menjadi bidan yang bukan sekedar bidan yang biasa-biasa saja tapi menjadi bidan luar biasa yang dapat memberi manfaat dan rela mengabdi kepada masyarakat. Dan selanjutnya yang tidak kalah menarik yaitu acara jalan-jalan. Kami bersama-sama mengunjungi salah satu tempat wisata di Desa Berjo yaitu Air Terjun Jumog. Air terjun ini dikenal masyarakat setempat dengan nama The Lost Paradise (surga yang hilang). Kami berjalan menaiki dan menuruni anak tangga lebih dari 200 anak tangga. Cukup melelahkan, tapi itu terbayar dengan keindahan alam yang sempurna di tempat wisata Air Terjun Jumog tersebut.

Para peserta menaiki tangga air terjun Jumog

Paling kanan : Khotimatun Nissa dan Nurlita Agnis berada dibawah air terjun Jumog beserta delegasi insitusi sahabat.

Suasana pun terjalin semakin akrab. Namun sayangnya, acara harus berakhir dan itu artinya harus ada perpisahan. Sekitar pukul 15.00 WIB akhirnya acara penutupan tiba. Setelah itu kami kembali ke tempat masing-masing dengan paradigma baru yaitu HARUS MENJADI BIDAN YANG LUAR BIASA. Hidup Mahasiswa Kebidanan Indonesia !!!