Anda di halaman 1dari 13

MIGRASI DAN HUMAN KAPITAL

A. Pendahuluan Migrasi adalah perpindahan penduduk dengan tujuan untuk menetap dari suatu tempat ke tempat lain melewati batas administratif (migrasi internal) atau batas politik/negara (migrasi internasional). Dengan kata lain, migrasi diartikan sebagai perpindahan yang relatif permanen dari suatu daerah (negara) ke daerah (negara) lain. Migran menurut dimensi waktu adalah orang yang berpindah ke tempat lain dengan tujuan untuk menetap dalam waktu enam bulan atau lebih. Migran sirkuler (migrasi musiman) adalah orang yang berpindah tempat tetapi tidak bermaksud menetap di tempat tujuan. Migran sikuler biasanya adalah orang yang masih mempunyai keluarga atau ikatan dengan tempat asalnya seperti kuli bangunan, dan pengusaha warung tegal, yang sehari-harinya mencari nafkah di kota dan pulang ke kampungnya setiap bulan atau beberapa bulan sekali. Migran ulang-alik (commuter) adalah orang yang pergi meninggalkan tempat tinggalnya secara teratur, (misal setiap hari atau setiap minggu), pergi ke tempat lain untuk bekerja, berdagang, sekolah, atau untuk kegiatan-kegiatan lainnya, dan pulang ke tempat asalnya secara teratur pula (misal pada sore atau malam hari atau pada akhir minggu). Migran ulang-alik biasanya menyebabkan jumlah penduduk di tempat tujuan lebih banyak pada waktu tertentu, misalnya pada siang hari. da tiga kriteria migran! seumur hidup, risen, dan total. Migran seumur hidup (life time migrant) adalah orang yang tempat tinggalnya pada saat pengumpulan data berbeda dengan tempat tinggalnya pada waktu lahir. Migran risen (recent migrant) adalah orang tempat tinggalnya pada saat pengumpulan data berbeda dengan tempat tinggalnya pada waktu lima tahun sebelumnya. Migran total (total migrant) adalah orang yang pernah bertempat tinggal di tempat yang berbeda dengan tempat tinggal pada waktu pengumpulan data. "riteria migrasi yang digunakan dalam modul ini adalah migasi risen (recent migration), karena lebih mencerminkan dinamika spasial penduduk antardaerah daripada migrasi seumur hidup (life time migration) yang relatif statis. #edangkan migrasi total tidak dibahas karena definisinya tidak memasukkan batasan waktu antara tempat tinggal sekarang (waktu pencacahan) dan tempat tinggal terakhir sebelum tempat tinggal sekarang. kan tetapi migrasi total biasa dipakai untuk menghitung migrasi kembali (return migration). $ntuk perhitungan angka migrasi,

penduduk terpapar yang dihitung adalah penduduk usia lima tahun atau lebih. Dalam perhitungan angka migrasi menurut kelompok umur, penduduk usia %-& tahun datanya tidak tersedia karena kelompok penduduk ini merupakan kelompok penduduk yang lahir pada periode antar dua sur'ei/sensus. $ntuk mengatasi hal ini, khusus untuk penduduk kelompok umur %-& tahun, digunakan data migrasi seumur hidup untuk penduduk berusia %-& tahun. B. Macam-macam pekerja migran (ekerja migran mencakup sedikitnya dua tipe yaitu pekerja migran internal dan pekerja migran internasional. (ekerja migran internal berkaitan dengan urbanisasi, sedangkan pekerja migran internasional tidak dapat dipisahkan dari globalisasi. (ekerja migran internal (dalam negeri) adalah orang yang bermigrasi dari tempat asalnya untuk bekerja di tempat lain yang masih termasuk dalam wilayah )ndonesia. #edangkan pekerja migran internasional (luar negeri) adalah mereka yang meninggalkan tanah airnya untuk mengisi pekerjaan di negara lain. Di )ndonesia, pengertian ini menunjuk pada orang )ndonesia yang bekerja di luar negeri atau yang dikenal dengan istilah *enaga "erja )ndonesia (*")). "arena persoalan *") ini seringkali menyentuh para buruh wanita yang menjadi pekerja kasar di luar negeri, *") biasanya diidentikkan dengan *enaga "erja +anita (*"+ atau ,akerwan). (ertumbuhan penduduk yang besar, persebaran penduduk yang tidak merata antar daerah, dan rendahnya daya serap industri di perkotaan, menyebabkan urbanisasi di )ndonesia termasuk dalam kategori -urbanisasi tanpa industrialisasi., -urbanisasi berlebih. atau -inflasi perkotaan.. /enomena ini menunjuk pada keadaan dimana pertumbuhan kota berjalan cepat namun tanpa diimbangi dengan kesempatan kerja yang memadai, khususnya di sektor industri dan jasa. kibatnya, para migran yang berbondong-bondong meninggalkan desanya dan tanpa bekal keahlian yang memadai tidak mampu terserap oleh sektor -modern. perkotaan. Mereka kemudian bekerja di sektor informal perkotaan yang umumnya ditandai oleh produkti'itas rendah, upah rendah, kondisi kerja buruk, dan tanpa jaminan sosial. C. Faktor Pendorong & Penarik Migrasi Migrasi dipengaruhi oleh daya dorong (push factor) suatu wilayah dan daya tarik (pull factor) wilayah lainnya. Daya dorong wilayah menyebabkan orang pergi ke

tempat lain, misalnya karena di daerah itu tidak tersedia sumberdaya yang memadai untuk memberikan jaminan kehidupan bagi penduduknya. (ada umumnya, hal ini tidak lepas dari persoalan kemiskinan dan pengangguran yang terjadi di wilayah tersebut. #edangkan daya tarik wilayah adalah jika suatu wilayah mampu atau dianggap mampu menyediakan fasilitas dan sumber-sumber penghidupan bagi penduduk, baik penduduk di wilayah itu sendiri maupun penduduk di sekitarnya dan daerah-daerah lain. (enduduk wilayah sekitarnya dan daerah-daerah lain yang merasa tertarik dengan daerah tersebut kemudian bermigrasi dalam rangka meningkatkan taraf hidup. Faktorfaktor pendorong (push factor) antara lain adalah!

Makin berkurangnya sumber-sumber kehidupan seperti menurunnya daya dukung lingkungan, menurunnya permintaan atas barang-barang tertentu yang bahan bakunya makin susah diperoleh seperti hasil tambang, kayu, atau bahan dari pertanian.

Menyempitnya lapangan pekerjaan di tempat asal (misalnya tanah untuk pertanian di wilayah perdesaan yang makin menyempit). danya tekanan-tekanan seperti politik, agama, dan suku, sehingga

mengganggu hak asasi penduduk di daerah asal.


lasan pendidikan, pekerjaan atau perkawinan. 0encana alam seperti banjir, kebakaran, gempa bumi, tsunami, musim kemarau panjang atau adanya wabah penyakit.

/aktor-faktor penarik (pull factor) antara lain adalah

danya harapan akan memperoleh kesempatan untuk memperbaikan taraf hidup. danya kesempatan untuk memperoleh pendidikan yang lebih baik. "eadaan lingkungan dan keadaan hidup yang menyenangkan, misalnya iklim, perumahan, sekolah dan fasilitas-fasilitas publik lainnya. danya akti'itas-akti'itas di kota besar, tempat-tempat hiburan, pusat

kebudayaan sebagai daya tarik bagi orang-orang daerah lain untuk bermukim di kota besar.

!. "arakteristik Migrasi "eputusan bermigrasi lebih banyak pada orang yang berusia muda dan berpendidikan. 1al ini disebabkan migrasi merupakan in'estasi human kapital, dan orang yang berusia muda mempunyai periode yang panjang untuk mengumpulkan pengembalian dari in'estasi migrasi sehingga meningkatkan keuntungan bersih dari migrasi. palagi kaum muda ini ditunjang oleh pendidikan yang relatif tinggi, semakin meningkatkan kemauan untuk bermigrasi. Mereka lebih efisien dan mampu mempelajari peluang-peluang pada alternatif pasar tenaga kerja lain. #edangkan pada pekerja yang terlalu tua tidak suka berpindah. (ekerja yang lebih tua mempunyai periode yang lebih sedikit untuk mengumpulkan pengembalian (return) dari in'estasi migrasi. (eriode pengembalian yang lebih pendek dapat menurunkan keuntungan bersih migrasi, dan menurunkan kemungkinan untuk bermigrasi. Moti'asi bermigrasi ada berbagai macam. "eahlian atau kemampuan (skill) merupakan faktor yang menjadi pertimbangan migran untuk bermigrasi. Dalam modelnya ndrew D. 2oy mengasumsikan tentang adanya mobilitas sempurna dari keahlian, artinya dapat dengan mudah berpindah temapt ke negara atau kawasan lain. #elain itu, kondisi perkonomian di negara asal dan negara tujuan menjadi faktor pemicu dalam keputusan seseorang untuk bermigrasi. (erbedaan yang timbul akibat proses seleksi positif dan proses seleksi negatif dapat dilihat pada gambar dibawah ini. 3aris miring tebal mewakili fungsi pembayaran upah berdasarkan keahlian di negara tujuan sedangkan yang dicetak tipis mewakili fungsi pembayaran upah berdasarkan keahlian di negara asal. # , merupakan nilai yang menunjukkan tingkat keahlian (skills) tertentu di sebuah negara sedangkan #( menunjukkan tingkat keahlian yang lebih maju dibandingkan #,. (ada kur'a seleksi positif, keputusan untuk bermigrasi timbul jika upah yang dibayarkan dibawah keahlian. "ur'a seleksi positif menggambarkan sistem pengupahan yang tidak mempunyai perbedaan besar antara skilled workers dengan less skilled workers di negara asal sedangkan perbedaan besar tentang upah terdapat di negara tujuan. #ebaliknya, kur'a seleksi negatif menggambarkan perbedaan upah yang besar antara skilled workers dengan less skilled workers di negara asal.

2p

*ujuan sal

2p

sal *ujuan

*idak pindah

(indah Skills

(indah

*idak pindah Skills

#( #eleksi positif
#umber! 3eorge. 4.0orjas Labor Economics

#, #eleksi negatif

#. Peru$ahan tingkat pendapatan untuk $ermigrasi (erubahan pada tingkat upah tentu saja membawa dampak terhadap arus migrasi. $ntuk negara tujuan, penurunan tingkat upah akan membawa tingkat migrasi baru yang lebih kecil daripada sebelumnya. 3ambar dibawah ini tentang mekanisme perubahan tingkat upah. (ada proses seleksi positif, terjadi pergeseran fungsi tingkat upah di negara tujuan sehingga terjadi pengurangan arus migarsi ke negara tujuan sebesar #p5 ke #p. 0erarti indi'idu lebih memilih untuk tingagl di daerah (negara) asal dari pada harus pindah ke negara tujuan. (ada kasus seleksi negatif, terjadi pergeseran fungsi (struktur) upah di negara asal sedangkan struktur upah di negara tujuan tidak mengalami perunahan (konstan). (erubahan ini menyebabkan jumlah indi'idu yang bermigrasi (#, ke #,5) bertambah. (ertambahan ini disebabkan oleh bertambahnya tingkat upah mendekati atau sama dengan skill pekerja. 2p *ujuan 2p sal sal *ujuan

Skills #( #p5 #eleksi positif #, #,5 #eleksi negatif

Skills

Mekanisme perubahan tingkat upah


#umber! 3eorge. 4.0orjas Labor Economics

F. "euntungan dari migrasi Migrasi dapat membawa dampak yang menguntungkan bagi negara tujuan. Dampak positif ini disebut sebagai immigration surplus (keuntungan dari migrasi) yang disebabkan oleh upah di pasar kerja sesuai dengan produkti'itas dari migran. ,egara tujuan diuntungkan dengan adanya proses migrasi berupa pertambahan pendapatan nasional yang tidak menjadi milik migran sebesar segitiga 06/. Misalkan fungsi penawaran dari pekerja disimbolkan dengan notasi # sedangkan permintaan untuk pekerja disimbolkan dengan notasi D dan notasi , menyatakan jumlah pekerja dari negara tujuan. (ada kondisi keseimbangan, upah untuk pekerja adalah sebesar w% sehingga notasi 0 menunjukkan jumlah pekerjaan yang tersedia unutk pekerja pribumi (berasal dari negara tujuan) di tingkat upah keseimbangan. (ermintaan untuk pekerja diperoleh berdasarkan value marginal product sehingga setiap titik pada fungsi permintan menunjukkan kontribusi dari tiap pekerja. rea trapesium 0,7 menunjukkan pendapatan nasional negara tujuan tanpa adanya migrasi. Diasumsikan adanya perfect substitution antara migran dan penduduk pribumi. Melalui asumsi ini, kur'a penawaran tenaga kerja akan bergeser dari # ke #8. (ergeseran ini menyebabkan upah keseimbangan turun ke w5 sehingga pendapatan nasional kini sebesar trapesium 6M7. $pah yang dibayarkan kepada migran sebesar /6,M karena 7, adalah jumlah pekerja pribumi dan jumlah migrasi yang masuk adalah sebesar selisih antara 7M dengan 7, dengan tingkat upah keseimbangan sebesar w5 atau sebesar garis /,. 4ika fungsi permintaan pekerja di negara tujuan bersifat perfectly elastic maka negara tujuan tidak akan memperoleh tambahan pendapatan nasional dari proses migrasi. 1al ini menunjukkan bahwa setiap semakin elastis fungsi permintaan untuk pekerja di sebuah negara akan membuat negara tersebut berhati-hati terhadap proses migrasi yang masuk ke negaranya. 9lastisitas fungsi permintaan tersebut dapat dipengaruhi oleh produkti'itas pekerja di negara itu.

2p # w% w5 7 , 0 6 / D M pekerjaan
#umber! 3eorge. 4. 0orjas. :abor 9conomics

#8

3ambar ! Immigration Surplus %. Faktor-faktor &ang mempengaruhi migrasi kem$ali ke daerah asal dan pindah ke lokasi lain (ekerja yang bermigrasi, secara ekstrim suka untuk pindah kembali ke daerah asalnya yang menyebabkan migrasi kembali (return migration flow) dan pindah ke lokasi lain (repeat migration flow). da dua faktor yang menggerakkan terjadinya arus migrasi kembali dan arus pengulangan migrasi. Pertama, disebabkan oleh pekerja secara cepat mempelajari bahwa migrasi yang dilakukan sekarang, merupakan keputusan yang salah. 7leh karena itu, pekerja memikirkan ulang kepindahan mereka dari daerah asal ke daerah tujuan dan menghadapai keadaan yang tidak menentu dari kondisi perekonomian daerah tujuan serta menemukan bahwa peluang dipekerjakan dan kondisi kehidupan tidak seperti diharapkan. rus migrasi kembali dan arus pengulangan migrasi terjadi selama pekerja terus memperbaiki kesalahan mereka. Kedua, migrasi kembali ataupun pengulangan migrasi juga disebabkan alasan karier untuk memaksimalkan nilai sekarang dari lifetime earnings sebuah pekerjaan. Misalnya pengacara yang terspesialisasi pada hukum pajak, mengetahui bahwa paling tepat bekerja di bagian perbendaharaan, bagian hukum, atau bagian pelayanan internal di suatu instansi pemerintahan yang sesuai untuk mereka yang memiliki human capital yang baik. #etelah bekerja di pemerintahan, pengacara tersebut dapat kembali ke daerah asal atau daerah lain yang memberi penghargaan yang lebih tinggi pada skill yang dimiliki. *erdapat banyak bukti bahwa orang yang berpendidikan tinggi cenderung ikut serta dalam pengulangan migrasi. 1al tersebut konsisten dengan pernyataan bahwa skill dapat diperoleh di lokasi tertentu dan menguntungkan untuk digunakan di daerah tertentu.

'. Migrasi antar ka$upaten(kota )ndikator migrasi antar kabupaten/kota $ntuk memudahkan studi dan analisis tentang migrasi maka digunakan beberapa pengertian tentang ukuran-ukuran yang digunakan dalam perhitungan migrasi antarkabupaten/kota. $kuran-ukuran tersebut adalah! 5. ;. ngka migrasi masuk (Mi), yang menunjukkan banyaknya migran yang masuk per 5%%% penduduk di suatu kabupaten/kota tujuan dalam satu tahun. ngka migrasi keluar (Mo), yang menunjukkan banyaknya migran yang keluar dari suatu kabupaten/kota per 5%%% penduduk di kabupaten/kota asal dalam satu tahun. <. ngka migrasi neto (Mn), yaitu selisih banyaknya migran masuk dan migrant keluar ke dan dari suatu kabupaten/kota per 5%%% penduduk dalam satu tahun. "egunaan $kuran-ukuran migrasi ini bermanfaat untuk mengetahui apakah suatu

kabupaten/kota merupakan daerah yang memiliki daya tarik bagi penduduk wilayah sekitarnya atau wilayah lainnya. Dapat juga ditentukan apakah suatu kabupaten/kota merupakan wilayah yang tidak disenangi untuk dijadikan tempat tinggal. Dengan kata lain kabupaten/kota ini memiliki daya dorong bagi penduduknya untuk pergi meninggalkan daerah tersebut. "abupaten/kota yang memiliki daya tarik bagi penduduk wilayah sekitarnya biasanya memiliki angka migrasi neto &ang positif. #edangkan kabupaten/kota yang kurang disenangi oleh rtinya, jumlah akibat penduduk yang masuk lebih banyak daripada jumlah penduduk yang keluar. penduduknya kelangkaan sumberdaya misalnya, biasanya memiliki angka migrasi neto &ang negatif, yang berarti jumlah penduduk yang keluar lebih banyak daripada jumlah migran yang masuk. 6ara Menghitung migrasi antar kabupaten/kota a. Migrasi Masuk (Mi)

dimana !

Mi

= ngka Migrasi 2isen Masuk

)nMig = 4umlah penduduk yang masuk ke suatu kabupaten/kota selama satu periode pengamatan ( k = 4umlah penduduk pada pertengahan periode yang sama = "onstanta, biasanya 5%%%

$. Migrasi "eluar (Mo)

dimana !

Mo

= ngka Migrasi 2isen "eluar

7utMig = 4umlah penduduk yang keluar dari suatu kabupaten/kota selama satu periode pengamatan ( k = 4umlah penduduk pada pertengahan periode yang sama = "onstanta, biasanya 5%%%

c. Migrasi )eto (Mn)

dimana !

Mn

= ngka Migrasi 2isen ,eto

)nMig = 4umlah penduduk yang masuk ke suatu kabupaten/kota selama satu periode pengamatan 7utMig = 4umlah penduduk yang kelaur dari suatu kabupaten/kota selama periode yang sama ( k = 4umlah penduduk pada pertengahan periode yang sama = "onstanta, biasanya 5%%%

*. Migrasi antar desa(kota )ndikator migrasi antar desa/kota ngka migrasi dari perdesaan ke perkotaan dihitung dengan melihat persentase migran yang masuk ke suatu wilayah perkotaan yang berasal dari daerah perdesaan di wilayah lain. "egunaan )ndikator ini bermanfaat untuk melihat besaran migrasi dari perdesaan ke perkotaan. #ejauh ini tidak ada data publikasi yang memperlihatkan jumlah migrasi dari perdesaan ke perkotaan, mengingat tidak ada informasi yang memperlihatkan karakteristik tempat tinggal lima tahun yang lalu, apakah bersifat perdesaan atau perkotaan. #umber informasi yang menyediakan hal ini hanyalah data #$( # 5>>?. Dengan diketahuinya jumlah migran dari perdesaan ke perkotaan, maka dapat dianalisis faktor-faktor yang menyebabkan perpindahan tersebut. Demikian juga perlu diketahui konsekuensi ditinggalkannya daerah-daerah perdesaan oleh para migran terutama yang berusia produktif. )ndikator ini juga bermanfaat untuk bahan masukan dalam perencanaan wilayah terutama berkaitan dengan kesenjangan perdesaan-perkotaan, utamanya pada aspek ketenagakerjaan, penciptaan lapangan kerja, distribusi pendapatan, pendidikan, dan keamanan 6ara Menghitung migrasi antar desa/kota )ndikator migran desa/kota ini ditunjukkan oleh persentase migran yang berasal dari perdesaan menuju suatu perkotaan terhadap jumlah migran di perkotaan tersebut.

dimana!

10

@Migru = (ersentase migrasi dari perdesaan ke perkotaan Migru = 4umlah migran dari perdesaan ke perkotaan Miguu = 4umlah migran dari perkotaan ke perkotaan

+. Permasalahan &ang dihadapi oleh pekerja migran (ersoalan utama pekerja migran internal terkait erat dengan kondisi sektor informal perkotaan yang kerap disebut sebagai -underground economy.. (ersoalan yang cukup serius mengenai pekerja migran ini adalah menyangkut fenomena -pekerja migran anak-anak. yang meliputi anak jalanan, pekerja anak. #elain bekerja di sektor yang berbahaya, mereka memiliki upah rendah, rawan eksploitasi dan perlakuan salah (abuse), serta tidak memiliki akses terhadap pendidikan, kesehatan, dan mobilitas sosial 'ertikal. (embangunan ekonomi yang tinggi di negara maju telah mendorong upah dan kondisi lingkungan kerja ke taraf yang lebih tinggi. (ercepatan pembangunan ekonomi di negara maju kemudian meningkatkan kebutuhan akan tenaga kerja dalam jumlah tertentu. #ecara umum, permintaan akan tenaga kerja terlatih di negara maju dipenuhi dari negara maju lainnya. #edangkan permintaan akan tenaga kerja tidak terlatih didatangkan dari negara berkembang. (ekerja dari negara-negara maju sendiri seringkali tidak tertarik dengan pekerjaan yang menurut kategori mereka bergaji rendah. #ementara itu, kesulitan ekonomi, sempitnya lapangan pekerjaan dan upah rendah di negara berkembang mendorong penduduk untuk mengadu nasib ke negara maju meskipun tanpa bekal (keahlian, persiapan, dokumen) yang memadai. #ebagian besar pekerja migran dari negara berkembang ini umumnya terdorong oleh upah yang relatif lebih tinggi dibanding upah yang diterima di negara asal. /aktor pendorong dan penarik di atas sebenarnya merupakan hukum ekonomi yang wajar jika prosesnya dilalui berdasarkan kriteria yang dibutuhkan. (ersoalan menjadi lain manakala tenaga kerja dari negara pengirim bermigrasi secara ilegal dan tanpa keahlian serta persiapan yang diperlukan. Dalam konteks ini, munculah dua macam migrasi, yaitu yang legal (resmi) dan yang ilegal (gelap). #tatus gelap inilah yang kemudian menyebabkan pekerja migran sangat rentan mengalami permasalahan sosial-psikologis. ". 6ara mengatasi permasalahan migrasi illegal

11

"etika sistem migrasi dunia memberikan kontribusi yang cukup besar bagi pembangunan ekonomi, baik bagi negara-negara pengirim maupun juga penerima, tidak sedikit pula persoalan yang dihadapi dalam proses migrasi ini ditimbulkan, seperti migrasi illegal. #alah satu permasalahan migrasi internasional adalah persoalan perdagangan/penyeludupan manusia secara ilegal yang sering disebut Trafficking in umanity. Trafficking merupakan migrasi internasional yang ilegal dan tidak terdokumentasi sehingga dikategorikan sebagai penyeludupan manusia dengan cara penipuan, pemaksaan dan kekerasan. (ara pengamat memberikan definisi trafficking sebagai keseluruhan tindakan yang terlibat dalam proses rekrutmen dan berpergiannya seseorang dalam suatu negara atau menyeberang lintas negara untuk mencari pekerjaan. Dalam rangka memperlancar tindakan ini, dilakukan dengan kekerasan atau dalam tekanan atas kekuasaan dan kedudukan yang dominan oleh kelompok tertentu. (ada dewasa ini anak dibawah umur dan kaum perempuan yang merupakan jumlah terbesar dari tindakan ini. #alah satu cara untuk mengatasi permasalahan ini dengan memberikan perlindungan terhadap hak anak tersebut. danya peraturan perundanganundangan untuk memeranginya serta bersama-sama menanggulanginya. (emerintah (ropinsi 4awa 0arat mulai menganggarkan dana untuk pemulangan korban trafficking, sementara (emerintah (ropinsi 4awa *imur sudah membentuk "omisi (erlindungan nak untuk mengatasi soal tersebut. +alaupun demikian, upaya seperti ini saja tidak cukup, sebab yang kita butuhkan sekarang adalah komitmen, langkah aksi, tindakan nyata secara makro dan menjadikan kebijakan nasional agar perdagangan manusia ini tidak terjadi lagi dikemudian hari. ,. "e$ijakan untuk permasalahan migrasi (enanganan terhadap pekerja migran internal dan pekerja migran internasional tentunya harus dibedakan. ,amun demikian, pendekatan pekerjaan sosial terhadap masalah keduanya memiliki prinsip yang sama! bahwa penanganan tersebut harus menyentuh akar permasalahan di tempat asal dan gejala permasalahan yang muncul di tempat tujuan. (enanganan pekerja migran internal selama ini lebih banyak menyentuh aspek hilir ketimbang hulu. Dengan demikian, penanganan persoalan pekerja migran internal perlu dilakukan secara terpadu, baik di wilayah hulu (pedesaan) maupun hilir (perkotaan). 9koturisme, pengembangan agroindustri, dan penciptaan lapangan kerja di pedesaan, antara lain, dapat memperbaiki kemakmuran desa yang pada gilirannya

12

membantu membatasi laju migrasi desa-kota yang terlalu berlebih. Di perkotaan, pemberian pelatihan bagi peningkatan produkti'itas ekonomi kecil, bantuan permodalan, dan pemberdayaan masyarakat miskin perkotaan kiranya masih tetap diperlukan untuk meningkatkan kualitas hidup dan kapasitas pekerja migran ini. #ejalan dengan desentralisasi, persoalan pekerja migran internal sebenarnya merupakan tantangan (9MD , baik di daerah asal maupun daerah penerima. (9MD kualitas sumberdaya manusia. (ermasalahan yang timbul dari pekerja migran internasional antara lain disebabkan oleh belum maksimalnya perlindungan buruh, terutama yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga. "edutaan 0esar )ndonesia di #ingapura, misalnya, hanya memberi penyuluhan soal sistem kerja agar lebih memahami bagaimana cara kerja yang diinginkan majikan. "arenanya, kampanye bagaimana seharusnya para majikan di #ingapura memperlakukan *") perlu dilakukan. #elama ini, kedutaan besar )ndonesia di negara-negara lain belum memiliki atase sosial. 7leh karena itu, penempatan atase sosial, terutama di negara-negara yang banyak menerima *"), perlu dipertimbangkan. konseling, tase sosial ini harus memiliki keahlian yang lengkap mengenai pendampingan sosial, dan teknik-teknik resolusi konflik. ad'okasi, sudah seharusnya menghadapi persoalan ini dengan peningkatan ekonomi regional dan pengembangan

(emerintah dapat menyokong mekanisme migrasi tenaga kerja )ndonesia (*")) dengan cara mengurangi berbagai biaya tinggi dan pungutan yang membuat *") memilih menjadi pekerja gelap di negeri orang. :alu, perlindungan dan peningkatan kualitas *") juga ditingkatkan. Dengan demikian, kemungkinan *") terserap di lapangan kerja di negara lain menjadi besar. #atu-satunya upaya meningkatkan kualitas calon *")seandainya masih tetap dipertahankan sebagai alternatif penanggulangan masalah ketenagakerjaan adalah peningkatan pendidikan mereka, baik secara formal melalui sekolah-sekolah maupun lewat jalur informal. Di dalam negeri, pembekalan terhadap *") tidak hanya menyangkut -cara-cara bekerja dengan baik. di negara tujuan. ,amun, sebaiknya menyangkut pula coping strategies dalam menghadapi persoalan yang mungkin timbul di negara tujuan. (elatihan mengenai strategi penanganan masalah ini bisa menyangkut pengetahuan mengenai karakteristik politik dan sosial-budaya negara tujuan, serta cara-cara menghadapi burn!out (kebosanan kerja), stress, kesepian, maupun pengetahuan mengenai fungsi dan tugas kedutaan besar.

13