Anda di halaman 1dari 5

Ilmu Ukur Tanah dan Perpetaan

Bagian dari Ilmu Geodesi Ilmu Geodesi - menentukan bentuk permukaan bumi - memetakan (mengukur posisi/koordinat) permukaan bumi Ilmu ukur Lahan/Tanah : Ilmu dan seni menentukan letak nisbi di permukaan bumi Data hasil pengukuran disajikan dalam bentuk peta Kartografi (Pemetaan) : menggambarkan data hasil pengukuran diatas kertas atau media dalam bentuk peta

Pentingnya Pengukuran Tanah Pemetaan permukaan bumi Penyiapan peta navigasi untuk udara, darat dan laut Pemetaan batas kepemilikan tanah Merencanakan, membangun, memeliharan jalan raya, saluran irigasi, jembatan dll

Penataan ruang kehutaan memerlukan pengetahuan tentang Ilmu Ukur lahan dan Perpetaan

Perkembangan Ilmu Geodesi Ilmu Geodesi tinggi : menganggap bidang bumi sebagai bidang lengkung Ilmu Geodesi rendah : menganggap bidang bumi sebagai bidang lengkung Bentuk dan ukuran bumi sebagai hasil ilmu geodesi tinggi diperlukan bagi ilmu geodesi rendah dan kartografi untuk pembuatan peta topografis, dan sumberdaya hutan dll
(Pengukuran batas hutan >55 km : Ilmu geodesi tinggi) (Pengukuran batas hutan <55 km : Ilmu geodesi rendah)

Tahun 495 SM : Pithagoras mengatakan bumi bulat dan didukung oleh Aristoteles (340 SM) dan Archimedes (250 SM) dan Erastosthenes (250 SM) Erastosteles melalukan percobaan dan memeperoleh keliling bumi 46.250 km Ahli lain seperti Abdullah Al Makmun (827 M) menetapkan keliling bumi 41.436 km Cassini (abad 17) : bumi seperti lemon Lembaga Ilmu Pengetahuan Prancis : bumi berbentuk seperti ellips putar Schnellius (1615) : menghitung panjang 1o busur meridian = 107,7 km Bouger, Godin Lacondamina (1735) menghitung 1o busur meridian pada lintang 10o = 107,7 km

Perkembangan Kartografi
Peta Pertama : - Sebuah lempeng kecil dari tanah liat (sekitar 2500 SM) - Ditemukan ketika penggalian reruntuhan kota Gasur di Babilonia - Menggambarkan lembah gunung dan sungai Peta berikutnya (generasi 2) - Ditemukan di Mesir berupa lembaran dari kulit - Menggambarkan persil persil tanahpertanian di sekitar sungai nil dan tambang emas di mesir pada masa pemerintahan Rameses II (1292-1225 SM) Peta menggunakan sistem koordinat (300 SM) oleh Yunani Kira 200 SM, Eratosthenes, pakar Matematika, Astronomi dan Kartografi Yunani - meletakkan dasar sain dan Geodesi - menyatakan bukti bumi tidak bulat - menghitung keliling bumi

Peta dunia Pertama dibuat oleh Claudius Ptolemaeus di Alexanderia Kartografi oleh Ahli Yunani mendapat kemajuan pada abad 16 dgn mengenalkan - konsep bumi bulat dengan kutub, - garis katulistiwa - sistem koordinat lintang bujur - proyeksi peta dan hitungan dimensi bumi Bangsa Romawi mengembangkan peta praktis untuk tujuan administrasi dan militer - Cadastral (hasil survey batas batas kepemilikan tanah) menggunakan garis Perkembangan peta berikutnya selalu berhubungan dengan biaya dan pajak

Bangsa Arab memimpin dalam dunia geografi dan kartografi pada abad pertengahan - Menghitung kembali panjang satu derjat busur - merekonstruksi globe dan mempelajari masalah proyeksi - Idrisi, seorang geografer arab yang menjadi penasehat raja dalam ilmu falak, pertambangan dan kartografi Perjalanan Marco Polo, Colombus dan Vasco dan Gama membantu dalam pemetaan garis pantai Perkembangan peta berhubungan dengan kemajuan dalam bidang perencanaa seperti peta geologi pertama kota Paris dikompilasi pada tahun 1811 Penggunaan foto udara mempengaruhi kemajuan dalam pembuatan peta Perangkat keras dan lunak (Sistem Informasi Geografi) mempercepat proses pembutan peta

Satuan Pengukuran
Panjang : meter, kaki (feet), inchi 1 km = 1000 m, 1 kaki = 12 inchi, 1m = 3,2808 kaki Sudut : derajat (o) satu lingkaran penuh = 360o Radial 2 rad = 360o, 1 rad = 360/2 = 57o 17 44,8 Luas : hektar, m2 ; 1 hektar = 10000 m2 , 1km2 = .. . m2

Penentuan posisi Titik


a. Untuk titik yang berada pada suatu garis lurus, tempat titik tersebut dapat dinyatakan dengan jarak dari dasar/nol.
-100 -50 B 0 50 A 100

b. Suatu titik dapat dinyatakan berdasarkan dua garis yang saling tegak lurus.
4

A (3,4)
d2 B (2,4)

Jarak d = 32 + 42
Jarak AB = d2 = (xa-xb)2 + (ya-yb)2)

c. Suatu titik dinyatakan berdasarkan suatu titik P dan garis lurus PQ. Letak suatu titik A adalah jarak A dari titik P dengan sudut yang dibuat PA dan PQ Q
x

x = sin s

Ilmu Ukur Tanah IV y x s I II

Ilmu Ukur Sudut I s x y

III Sin = x/s cos = y/s Tg = x/y

II

III Sin = y/s Cos = x/s Tg = y/x

IV