Anda di halaman 1dari 11

A.

Latar Belakang
Populasi Penduduk yang Banyak dan Terus Meningkat

Gambar 1. Pertumbuhan penduduk di Indonesia (sumber: welijati.blogspot.com)

Saat ini Indonesia memiliki sekitar 200 juta penduduk dan mungkin bisa saja terus meningkat. Artinya kebutuhan supply makanan akan terus meningkat. Sementara sumber supply bahan makanan belum terlalu mencukupi untuk beberapa daerah di Indonesia.

Lahan Pertanian yang Mulai Menurun


Pertumbuhan penduduk membuat lahan untuk pertanian berubah menjadi daerah pemukiman. Akibatnya lahan untuk pertanian menjadi sempit dan hal ini juga mengurangi supply makanan.

Penggunaan Bahan Bakar Fosil pada Pertanian Tradisional


Kebutuhan bahan bakar fosil pada pertanian tradisional sangatlah vital. Contoh dari penggunaan bahan bakar fosil itu seperti pemakaian traktor, alat bajak, dan sebagianya. Namun bahan bakar fosil suatu saat akan habis.

Pertanian Tradisional Sangat Bergantung pada Kesuburan Tanah


Kesuburan tanah adalah kunci utama pada pertanian tradisional. Oleh karena itu pertanian tradisional tidak dapat dilakukan di sembarang tempat. Saat ini pertanian di Indonesia hanya terpusat di Jawa dan Sumatera.

Pertanian Tradisional Sangat Tergantung oleh Cuaca


Pertanian tradisional pada umumnya mengandalkan air hujan untuk sistem irigasi. Suhu dan kelembaban udara dapat mempengaruhi hasil tanaman. Hal ini mengakibatkan tanaman bersifat musiman karena rentan terpengaruh cuaca.

Perubahan Iklim dan Agrikultur


Pertanian tradisional adalah salah satu penyumbang gas rumah kaca yang terbesar. Gas rumah kaca ini terdiri dari gas CO2 yang dihasilkan bahan bakar fosil, gas N2O yang dihasilkan dari pemakaian fertilizer, dan gas CH4 yang dihasilkan dari limbah peternakan.

Tingkat Kelaparan di Beberapa Daerah di Indonesia


Di beberapa daerah di Indonesia yang tanahnya kurang subur kesulitan untuk mencari bahan makanan. Dan distribusi makanan cukup sulit di daerah tersebut, misal NTT. Tingkat kelaparan di daerah tersebut mungkin cukup tinggi dan harga makanan bias sangat mahal.

B. Definisi Pertanian Modern: Tanaman, Ikan, dan Kelinci


Pertanian modern ini adalah metode agrikultur simbiosis hidroponik dan akuakultur yang dikombinasikan dengan peternakan kelinci sebagai suplemen nutrisi tambahan untuk meningkatkan produksivitas tanaman 2

C. Tujuan
Tujuan dari proyek agrikultur modern ini adalah menawarkan inovasi pada industri pertanian dengan mengoptimalisasi lahan sempit, menghemat penggunaan bahan bakar dan air, dan memberikan konsep pertanian yang ramah lingkungan

D. Hasil yang Akan Dicapai


Pertanian Modern ini jika berjalan dengan tepat akan menghasilkan manfaat manfaat sebagai berikut: Mengoptimalkan fungsi lahan sempit dan kurang subur Tanaman musiman dapat menjadi tanaman tahunan Menghemat penggunaan air dalam pertanian Pemanfaatan hasil dari budidaya kelinci sebagai hewan hias maupun sumber produksi daging Daerah kota dapat menghasilkan bahan makanan sendiri Daerah kurang subur dapat menghasilkan bahan makanan sendiri Penghematan air pada pertanian Penghematan bahan bakar fosil Dapat diterapkan di rumah sehingga rumah-rumah dapat memproduksi bahan makanan sendiri

E. Sistem Pertanian Modern


Perkembangan zaman saat ini telah mencapai kemajuan yang sangat pesat terutama pada bidang pertanian. Proyek ini mengkombinasi sistem sistem agrikultur modern yang sudah ada dan menyesuaikannya dengan keadaan daerah daerah di Indonesia. Sistem agrikultur yang kami kombinasikan yaitu:

Akuakultur

Gambar 2. Recirculating Aquaculture System (sumber: facebook.com)

Akuakultur adalah metode pembudidayaan hewan air, terutama ikan. Pada saat ini, aquaculture telah berkembang menggunakan sistem resirkulasi air (recirculating aquaculture system) atau RAS. Dengan sistem ini dapat memproduksi ikan dengan populasi yang cukup tinggi pada satu tangki hingga 1 kg ikan per 10 liter air. Keuntungan keuntungan dengan metode RAS adalah tidak memerlukan tempat yang luas. Sehingga dapat dibudidayakan dimana saja, walaupun di kota besar.

Hidroponik
Hidroponik adalah suatu metode untuk menanam tanaman tanpa tanah. Sudah banyak tanaman berhasil dibudidayakan secara hidroponik. Tanaman yang dapat dibudidayakan secara hidroponik dapat berupa buah-buahan (tomat, terong, cabai, paprika) dan sayuran (sawi, bayam, selada, kangkung). Tanaman tumbuh menggunakan media yang diisi air dan nutrisi kimia yang terlaut. Metode hidroponik membuat akar tanaman kecil karena tidak sulit mencari air dan nutrisi. Karena itu, tumbuhan dapat memfokuskan energinya untuk menumbuhkan daun dan buah. Maka dari itu hasil dari metode hidroponik jauh lebih cepat dari penanaman yang dilakukan secara tradisional.

Gambar 3. Vertical Gardening Hydroponic (sumber: aquaponic.com)

Beternak kelinci

Gambar 4. Peternakan Kelinci (sumber: kelincicisarua.com)

Peternakan kelinci tidak membutuhkan lahan yang luas sehingga pembudidayaan kelinci cocok untuk dilakukan di lahan sempit seperti di kota. Kandang kelinci dapat dibuat bertingkat sesuai kebutuhan dari kelinci yang dipelihara. Selain itu perkembangbiakan dan pertumbuhan kelinci cukup cepat sehingga dapat menjadi sumber bahan makanan di daerah perkotaan. Selain itu pupuk hasil eksresi kelinci dalam pertanian mempunyai pengaruh yang luar biasa dalam pertumbuhan tanaman karena hasil eksresi kelinci memiliki kandungan nutrisi yang sangat melimpah bagi tanaman

Biofilter (Bakteri dan Cacing)

Gambar 5. Contoh Biofilter (sumber: aquaponic.com)

Biofilter adalah alat penyaring air dan agen pengurai hasil eksresi ikan dan kelinci. Biofilter dihuni oleh mikroorganisme dan cacing. Biofilter memanfaatkan hasil eksresi ikan dan kelinci sebagai sumber makanannya. Hasil eksresi tersebut diubah oleh mikroorganisme dan cacing menjadi nutrisi bagi tanaman. Biofilter juga memberikan manfaat manfaat sebagai berikut: Memberikan air yang bersih bagi ikan karena mengurangi kadar ammonia dalam air Memberikan nutrisi bagi tanaman dengan penguraian hasil eksresi ikan dan kelinci Menghemat penggunaan air karena air terus dapat digunakan kembali

F. Bagaimana sistem ini bekerja?

Gambar 6. Diagram Alir Pertanian Modern: Hidroponik, Akuakultur, dan Kelinci 6 Prinsip utama dari metode pertanian ini adalah sirkulasi air. Penjelasan alur singkat dari sirkulasi air dijabarkan sebagai berikut: 1. Ikan akan menghasilkan hasil eksresi berupa ammonia. Kelinci juga akan menghasilkan hasil eksresi berupa urea dan protein. 2. Selanjutnya hasil eksresi kelinci dan hasil eksresi ikan dialirkan pada tangki biofilter. 3. Biofilter menyaring air dan menguraikan hasil eksresi menjadi nutrisi bagi tanaman.

Gambar 7. Proses Penguraian Hasil Eksresi menjadi Nutrisi pada Biofilter (sumber: aquaponic.com) 4. Air dari biofilter dialirkan pada sistem hidroponik sehingga tanaman mendapat nutrisi. 5. Air disaring lebih lanjut oleh tanaman 6. Air dialirkan kembali ke tangki ikan. Ikan mendapatkan air bersih dan kaya oksigen karena sirkulasi.

G. Keuntungan Pertanian Modern


1. Tidak Perlu Lahan yang Luas Tanaman, Ikan, dan Kelinci dapat dibudidayakan bersama-sama. Tanaman dapat ditanam dengan bertingkat, Ikan dapat dibudidayakan dalam tangki, dan Kelinci dapat dibudidayakan dalam kandang bertingkat 2. Hasil Produksi yang cukup tinggi Walau dibudidayakan di lahan sempit, metode agrikultur ini dapat menghasilkan populasi tanaman, ikan, dan kelinci yang cukup tinggi 3. Tidak perlu pupuk dan tanah Pupuk dihasilkan dari pengolahan kotoran ikan dan kelinci oleh bakteri 4. Murni organik Metode agrikultur ini bebas dari penggunaan bahan bahan kimia. Pupuk berasal dari pengolahan pada tangki biofilter 5. Hemat air Air pada sistem agrikultur ini disirkulasi sehingga tidak terbuang percuma 6. Tidak kotor Karena tidak menggunakan tanah, orang yang merawat system ini tidak perlu kotor seperti pertanian tradisional 7. Tidak menghasilkan limbah berbahaya Sistem ini menggunakan prinsip sirkulasi sehingga limbah dari ikan maupun kelinci dimanfaatkan kembali dan tidak menghasilkan limbah pupuk kimia. 8. Tidak menimbulkan gas rumah kaca Metode agrikultur ini tidak menggunakan traktor, alat pembajak, pupuk kimia, dan sebagainya yang dapat menghasilkan CO2 dan N2O sehingga mengurangi dampak gas rumah kaca 9. Dapat ditempatkan dimana saja Sistem agrikultur ini dapat ditempatkan di tempat terbuka atau tempat tertutup. Pada tempat tertutup sinar matahari dapat digantikan dengan lampu LED growlight 10. Bebas Hama Karena menggunakan system yang tertutup, faktor-faktor luar dapat dicegah dengan pengkontrolan system.

H. Rencana Anggaran
Nama Barang
Talang 12 cm Penyambung Talang Tutup Talang Selang d-8 inch Selang d-13 inch Pipa PVC d-0.75 inch Pipa PVC d-2 inch Pompa submersible

Jumlah
100 buah 60 buah 60 buah 50 meter 60 meter 60 meter 45 meter 2 unit

Harga Per Satuan


20.000 3.500 3.000 6.500 8.500 8.000 20.000 2.000.000

Total
2.000.000 210.000 360.000 325.000 510.000 480.000 900.000 4.000.000

Instalasi Sistem Hidroponik

Konstruksi Greenhouse ukuran 500 m2


Lampu Grow LED Kaso 5x7 cm Reng 3x4 cm List 1x2 cm Plastik UV 200 mikron 20 unit 6 meter 14 meter 5 buah 100 kg 40.000 15.000 17.500 10.000 30.000 800.000 90.000 245.000 50.000 3.000.000 8 1.500.000 20.000 35.000 3.000.000 600.000 10.000 70.000

Instalasi Sistem Resirkulasi Akuakultur


Hidrotank 3000 l Pipa PVC d-2 inch Kerikil Aerator 2 buah 30 meter 50 kg 2 unit

Instalasi Peternakan Kelinci


Kandang Kelinci Induk Kelinci Terpal Alat Pembuat Mie Oven Besar 30 buah 5 ekor 10 meter 1 buah 1 buah 25.000 100.000 5.000 200.000 300.000 750.000 500.000 50.000 200.000 300.000

Perawatan Sistem
Aquarium Test Kit Listrik Gardening Kit 1 unit 1 unit 300.000 50.000/bln 200.000 300.000 50.000/bln 200.000

Total

19.000.000

I. Rencana Desain Sistem


Berikut ini adalah gambaran rancangan desain untuk pertanian modern untuk membudidayakan tanaman, ikan, dan kelinci.

1 2

3 4
Gambar 8. Rencana Desain Pertanian Modern: Tanaman, Ikan, dan Kelinci

Keterangan Gambar: 1. Greenhouse untuk tanaman 2. Kandang Kelinci 3. Tangki Ikan 4. Tangki Biofilter Rancangan desain sistem ini dapat disesuaikan dengan keadaan setempat.

J. Tahapan Pembangunan Sistem


No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Kegiatan Pembelian Alat dan Bahan Pembangunan Greenhouse Instalasi Sistem Hidroponik Instalasi Sistem RAS dan Biofilter Pembuatan Kandang Kelinci Penyiklusan Sistem Perawatan Sistem
Gambar 9. Tahapan Waktu Pembangunan Sistem

Bulan 1 1 2 3 4

Bulan 2 1 2 3

Bulan 3 1 2 3 4

1. Pembangunan Sistem
a. Membangun Greenhouse Membangun greenhouse modern yang tidak terlalu bergantung sinar matahari dan kondisi tanah untuk tempat pembudidayaan tanaman , ikan, dan kelinci. Sinar matahari yang kurang dapat di-support dengan lampu LED fotosintesis dan pengganti tanah adalah grow media yang dipenuhi air nutrisi b. Membuat Desain Sistem Hydroponic (media tanam dan perpipaanya) Sistem ini bertujuan untuk pertumbuhan tanaman dengan metode tanpa tanah c. Membuat Desain Sitem Aquaculute (tangki ikan, perpipaan, dan pemompaanya) Untuk pembudidayaan ikan dengan metode RAS (recirculating aquaculture system) dengan rasio densitas 1kg ikan : 50 liter air d. Pembangunan sistem peternakan kelinci (kandang dan waste treatment) Untuk pembudidayaan kelinci dengan kandang bertingkat 3 e. Pembuatan sistem dan penyuburan pada tangki biofilter Untuk media partumbuhan bakteri dan cacing yang mengolah hasil ekskresi ikan dan kelinci untuk nutrisi tanaman sekaligus membersihkan air. Besar tangki yang digunakan sama dengan besar tangki ikan. f. Perakitan kombinasi sistem Untuk membangun siklus hubungan dari sistem hydroponic, RAS, peternakan kelinci, dan biofilter 10

2. Penyiklusan Sistem
a. Mengisi Air pada Tangki Ikan b. Menambahkan Amonia pada Tangki Ikan

c. d.

e. f. g. h. i.

Amonia ditambahkan sampai kadarnya 2-4 ppm pada tangki ikan Menyikluskan tangki ikan dengan tangki biofilter Untuk menyuburkan bakteri pada tangki biofilter Tes pH, kadar ammonia, kadar nitrit pada air Atur dan jaga pH pada 6,8 7,0. Dan menjaga kadar ammonia dan nitrit pada 2-4 ppm tiap hari Menanam Tanaman Memulai penanaman pada media tanam, tunggu sistem ini stabil 10 -14 hari Mengisi Tangki Ikan dengan Ikan Mengisi ikan pada tangki ikan Menyikluskan kelinci pada sistem Mengolah hasil eksresi kelinci Pengomposan hasil eksresi kelinci agar dapat diolah lebih lanjut pada tangki biofilter Menyikluskan hasil eksresi kelinci dengan tangki biofilter

3. Perawatan Sistem
a. Harian i. Pemberian pakan untuk ikan dan kelinci Untuk ikan beri makan pellet sebanyak 1% dari berat ikan 3x sehari. Untuk kelinci beri makan 75 gr pellet 2x hari ii. Pengecekan sistem perpompaan b. Mingguan i. Pengecekan pH pH harus berada pada rentang 6,8 -7,0 ii. Pengecekan kadar ammonia Kadar ammonia harus berada pada rentang 2 4 ppm iii. Penambahan air pada tangki ikan Untuk menjaga water level pada tangki ikan iv. Pemberian obat alami untuk mengusir hama tanaman Untuk mencegah penyakit pada tanaman c. Bulanan i. Pembersihan sistem perpompaan Pembersihan pipa pipa /saluran saluran dari kotoran ii. Pengadukan tangki ikan Untuk melarutkan hasil eksresi padat ikan yang terkumpul di bawah tangki iii. Pengecekan kadar nitrat Kadar nitrat pada tangki ikan harus di bawah 150 ppm. Jika tidak, tambahkan tanaman untuk mengurangi kadar nitrat. 11