Anda di halaman 1dari 34

DIAGNOSIS DAN TATALAKSANA ASMA PADA ANAK

Oleh: dr. Isabella Silaen


Narasumber: dr. Suldiah, Sp.A Pembimbing: dr. Eva Nurdiyantari

PENDAHULUAN
Asma penyakit inflamasi kronik dengan

episode mengi (wheezing) berulang, sesak napas, rasa dada tertekan, dan batuk, khususnya pada malam hari atau dini hari. 100-150 juta penduduk dunia menderita asma(WHO)250.000 kematian 4487 kematian1,6/100 ribu populasi (NCHS) tahun 2000anak (0-17 thn) 57/ 1000 anak Teori hipersensitivitasTeori remodelling Tatalaksananon-medikamentosa dan medikamentosa

PEMBAHASAN

DEFINISI
Global Institute for Asthma (GINA)
Inflamasi kronik

Respirologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI)


Mengi berulang

menyebabkan episode mengi (wheezing) berulang, sesak napas, rasa dada tertekan, dan batuk, khususnya pada malam hari atau dini hari (GINA)

dan/atau batuk persisten yg timbul episodik, malam / dini hari (nokturnal), musiman, setelah aktifitas fisik serta terdapat riwayat asma atau atopi lain pada pasien dan/atau keluarganya

EPIDEMIOLOGI
100-150 juta penduduk dunia menderita

asma(WHO)250.000 kematian 4487 kematian1,6/100 ribu populasi (NCHS) tahun 2000anak (0-17 thn) 57/ 1000 anak Etnis: Afro-amerika > Caucasoid2:1

EPIDEMIOLOGI

EPIDEMIOLOGI

ETIOLOGI dan FAKTOR RISIKO


Hiperaktivitas bronkus obstruksi

Faktor Genetik Sensitisasi inflamasi

Pemicu (inducer)

Pemacu (enhancer)

Pencetus (trigger)

Teori Remodelling

DIAGNOSIS

Anamnesis
Gejala timbul/memburuk terutama malam/dini hari Gejala berupa batuk berdahak, sesak napas, rasa berat di dada

Faktor pencetus serangan

Tidak dapat diobati dengan obat batuk biasa

ASMA

PEMERIKSAAN FISIK

inspeksi
Pernapasan cepat dan sukar Batuk-batuk paroksimal

perkusi
Hipersonor

Pigeon chest

Ekspirasi memanjang

auskultasi
wheezing

Dapat terdengar rhonki kering dan rhonki basah

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Uji Faal paruFEV1<70%

Rontgent Thorax

Uji provokasi bronkus

Kadar IgE dan Eosinofil sputum

Penilaian status alergi

KLASIFIKASI ASMA ANAK


Klasifikasi Derajat Asma
GINA (Global Initiative for Asthma) 2006 Asma Intermiten, Asma Persisten Ringan, Asma Persisten Sedang, dan Asma Persisten Berat. PANN (Pedoman Nasional Asma Anak) 2004 Asma Episodik Jarang, Asma Episodik Sering, Asma Persisten Konsensus Internasional III & Melbourne asthma

Study Group.
Asma episodik jarang (75 % populasi anak asma), Asma

episodik sering (20 %), dan Asma persisten (5 %)

Klasifikasi Berat ringannya derajat asma

KLASIFIKASI PNAA 2004


Parameter klinis Kebutuhan obat, dan faal paru 1.Frekuensi serangan Asma episodic jarang (asma ringan) 3-4x /1tahun Asma episodic sering (asma sedang) 1x/bulan Asma persisten (asma berat) 1/bulan

2.Lama serangan
3.Intensitas serangan

<1 minggu
Ringan

1 minggu
Sedang

Hampirsepanjang tahun, tidak ada remisi Berat Gejala siang dan malam Sangat terganggu
Tidak pernah normal Perlu, steroid inhalasi Dosis 400 g/hari PEF/FEV1 < 60% Variabilitas 20-30% 50%

4.diantara serangan
5.Tidur dan aktivitas 6.Pemeriksaan fisis diluar serangan 7.Obat pengendali

Tanpa gejala
Tidak terganggu <3x/minggu Normal, tidak ditemukan kelainan Tidak perlu

Sering ada gejala


Sering terganggu >3x/minggu Mungkin terganggu (ditemukan kelainan) Perlu, non steroid/ steroid inhalasi dosis 100-200 g PEF/FEV1 60-80% 30%

8.Uji faal paru (di luar serangan0 9.Variabilitas faal paru

PEF/FEV1 >80% 20%

KLASIFIKASI DERAJAT SERANGAN


Parameter klinis, Fungsi paru, Ringan Sedang Laboraturium Sesak Berjalan Berbicara (breathless) Bayi : Menangis keras Bayi : Tangis pendek & lemah Kesulitan menetek dan makan Posisi Bisa berbaring Lebih suka duduk Bicara Kesadaran Sianosis Wheezing Kalimat Mungkin irritable Tidak ada Penggal kalimat Biasanya irritable Tidak ada Berat Istirahat Bayi : Tidak mau minum / makan Ancaman henti napas

Duduk bertopang Lengan Kata-kata Biasanya Irritable Ada Sangat nyaring, Terdengar tanpa Stateskop Ya kebingungan Nyata Sulit / Tidak terdengar Gerakan paradox TorakoAbdominal

Sedang, sering hanya Nyaring, Sepanjang pada akhir ekspirasi ekspirasi inspirasi Biasanya ya

Penggunaan otot Biasanya tidak Bantu respiratorik

KLASIFIKASI DERAJAT SERANGAN (lanjutan)


Parameter klinis, Fungsi paru, Ringan Laboraturium Retraksi Dangkal, Retraksi Interkosta Frekuensi napas Takipnu
Usia <2 bulan 2-12 bulan

Sedang

Berat

Ancaman henti napas

Sedang, ditambah Retraksi Suprasternal Takipnu


frekuensi napas normal <60 /menit <50 /menit

Dalam, ditambah Napas cuping Hidung Takipnu


Usia 1-5 tahun 6-8 tahun

Dangkal/ Hilang Bradipnu

Pedoman nilai baku frekuensi napas pada anak sadar: Frekuensi Nafas normal <40 /menit <30 / menit

Frekuensi nadi

Normal

Takikardi

Takikardi

Bradikardi

Pedoman nilai baku frekuesi nadi pada anak : Usia Frekuensi nadi normal 2-12 bulan < 160 / menit 1-2 tahun < 120 / menit

3-8 tahun

<110 / menit

Pulsus paradoksus
PEFR atau FEV1
-Prabronkodilator -Pascabronkodilator

Tidak ada <10 mmHg (% Nilai dugaan/ >60% >80%


>95% Normal <45 mmHg

Ada 10-20 mmHg Nilai terbaik) 40-60% 60-80%


91-95% > 60 mmHg <45 mmHg

Ada >20 mmHg <40% <60% Respon < 2 jam


<90% <60 mmHg <45 mmHg

Tidak ada,

SaO2 % PaO2 PaCO2

TATALAKSANA

Tatalaksana Asma pada Anak


Komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) pada penderita dan keluarganya,

Medikamentosa.

Penghindaran terhadap faktor pencetus,

TERAPI MEDIKAMENTOSA Controller & Reliever


Controller
Pengobatan jangka

RELIEVER
Pengobatan jangka pendek Menormalkan paru secepatnya untuk mencegah hipoksia Sesuai derajat

panjang Mencegah kekambuhan dan inflamasi kronis Sesuai derajat asma untuk asma episode sering & persisten , evaluasi 1-3 bulan kemudian untuk menaikkan/menurunkan dosis

OBAT PEREDA (Reliever)


Bronkodilator

agonis selektif(salbutamol,terbutalin,fenoterol) Epinefrin Methyl xanthineaminofilin, teofilin

Antikolinergik

Ipratropium bromida Dosis 0,1 cc/kgBB tiap 4 jam nebulisasi

Kortikosteroid

Metilprednisolon (IV)dosis 1mg/kgBB/ 4-6jam Dexamethasone (IV)dosis 0,5-1 mg/kgBB/6-8jam

OBAT PENGONTROL (CONTROLLER)


Paling efektif sbg controller Mencegah penebalan lamina retikularis, mencegah terjadinya down regulation receptor 2 agonist Inhalasi glukokortisteroid Dosis 400 ug/hari

LTRA

Kombinasi dgn steroid hiruphasil lebih baik Bronkodilator, efek perlindungan thd bronkokonstiktor EGF,TGFmenenkan proses remodelling

LABA

Salmoterol dan formoterol dgn dosis 400 ug/hari Mencegah penebalan lamina retikularis, mencegah terjadinya down regulation receptor 2 agonist Dosis 400 ug/hari Kombinasi dgn steroid hiruphasil lebih baik Kombinasi dgn inhalasi kortikosteroid memberikan hasil lebih baik (Seretidesalmaterol+fluticasone propionate)

Dapat diberikan sbg monoterapi atau kombinasi dgn inhalasi kortikosteroid Efektivitas teofilin < inhalasi kortikosteroid dosis rendah Teofilin Dosis 5mg/kgBB/haridapat ditingkatkan 10 lepas lambat mg/kgBB/hari

TERAPI SUPORTIF
Terapi oksigendiberi saat serangan sedang-

berat
Inhalasi Helioks (80% Helium, 20% Oksigen)

Campuran inihelium bersifat lebih ringanmengubah aliran turbulen menjadi laminaroksigen lebih mudah masuk ke alveoli

Prevensi dan Interfensi Dini


Pengendalian lingkungan : menghindarkan anak

dari asap rokok, tidak memelihara hewan berbulu, memperbaiki ventilasi ruangan, mengurangi kelembaban kamar untuk anak yang sensitif terhadap debu rumah dan tungau. Pemberian ASI ekslusif minimal 4 bulan Menghindari makanan berpotensi alergen

Komplikasi
Jika serangan berlangsung sering dan

lamaemfisema Jika sekret banyak dan sangat kentalatelektasisbronkiektasisbila ada infeksi mudah terjadi bronkopneumonia Gagal napaskematian

PROGNOSIS
Secara umum prognosis baik (80% pasien) Mortalitas asma bergantung pada fasilitas

kesehatan yang ada

KESIMPULAN
Asma adalahwheezing dan/atau batuk dengan

karakteristik timbul secara episodik dan/atau kronis, cenderung pada malam hari (nocturnal), musiman, adanya faktor pencetus diantaranya aktifitas fisik, dan bersifat reversible baik secara spontan maupun dengan pengobatan, serta adanya riwayat asma atau atopi pada pasien/keluarganya, sedangkan sebab-sebab lain sudah disingkirkan

Asma dapat diklasifikasikan sebagai asma episodik

jarang, episodik sering, dan asma persisten. Menurut serangan, dapat diklasifikasikan sebagai asma serangan ringan, sedang, dan berat

Tatalaksana dibagi menjadi non-medikamentosa

dan medikamentosaobat pereda (reliever) dan pengontrol (controller) Komplikasiemfisema, atelektasis,bronkopneumonia,gagal napas Prognosistergantung berat ringannya serangan dan fasilitas kesehatan yang ada