Anda di halaman 1dari 8

BAB II LINGKUP PROMOSI KESEHATAN DALAM PRAKTIK KEBIDANAN

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Promosi Kesehatan

Oleh: ENENG SULASTRI

PROGRAM STUDI DIPLOMA III KEBIDANAN POLTEKES YAPKESBI SUKABUMI 2014

BAB VI PRINSIP-PRINSIP PERUBAHAN PERILAKU

PRINSIP-PRINSIP PERUBAHAN PERILAKU

KONSEP DASAR PERILAKU

TEORI PERILAKU

PROMKES SEBAGAI PROSES PERUBAHAN PRILAKU

PROSES PERUBAHAN PERILAKU

PROSES PERUBAHAN PERILAKU

CARA PERUBAHAN PERILAKU

KETERAMPILAN

PENGETAHUAN

PERILAKU KESEHATAN

SIKAP

KONSEP DASAR PRILAKU Prilaku merupakan seperangkat perbuatan/tindakan seseorang dalam melakukan respon terhadap sesuatu dan kemudian dijadikan kebijakan karena adanya nilai yang diyakini. Perilaku manusia pada dasarnya terdiri dari komponen pengetahuan (kognitif), sikap (afektif), dan keterampilan (psikomotor) atau tindakan. Prilaku adalah sesuatu kegiatan atau aktifitas organisme atau makhluk hidup yang bersangkutan. Oleh sebab itu dari segi biologis semua makhluk hidup termasuk binatang dan manusia mempunyai aktivitas masing masing. Prilaku adalah semua kegiatan atau aktifitas manusia, baik yang dapat diamati langsung, maupun yang tidak dapat dilihat dari pihak luar. Prilaku manusia antara satu dengan yang lain tidak sama baik dengan kepandaian, bakat, sikap, minat maupun kepribadian. Perilaku kesehatan adalah suatu respons seseorang (organisme) terhadap stimulus atau objek yang berkaitan dengan sakit dan penyakit, system pelayanan kesehatan, makanan dan minuman, serta lingkungan.

TEORI PRILAKU Ditentukan oleh 3 faktor yaitu: 1. Faktor Predisposisi (Predisposing Factors) terwujud dalam pengetahuan, sikap, kepercayaan, tradisi, norma sosial, dan pengalaman. 2. Factor pemungkin atau pendukung (Enabling Factors) terwujud dalam lingkungan fisik (tersedia atau tidak tersedianya fasilitas kesehatan), misalnya puskesmas, obat-obatan, alat-alat kontrasepsi, WC dan lain-lain. 3. Factor penguat (reinforcing factors) terwujud dalam sikap dan prilaku petugas kesehatan atau petugas lain yang merupaka kelompok referensi dari perilaku masyarakat.Factor penguat merupakan factor penyerta prilaku atau yang datang sesudah prilaku itu ada. Hal hal yang termasuk dalam factor ini adalah keluarga, teman, petugas kesehatan dan sebagainya. Sebagai contoh : ibu hamil akan teratur minum tablet Fe apabila dia didukung atau diingatkan oleh keluarga, suami dan sebagainya.

Penggambaran model prilaku:

Dimana: B : Behavior (prilaku) f : factor PF : Predisposising factor EF : Enabling factor RF : Reinforcing factor

Pengetahuan Pengetahuan adalah kesan dalam fikiran manusia sebagai hasil penggunaan pancainderanya. Pengetahuan adalah hasil tahu dari manusia, yang sekedar menjawab pertanyaan what, misalnya apa air, apa manusia, apa alam, dan sebagainya.

Tingkatan Pengetahuan 1) Mengetahui (Know) Kemampuan untuk mengigat kembali (Recall) terhadap suatu yang sfesifik dari seluruh bahan yang dipelajari atau rangsangan yang telah diterima. 2) Memahami (Comprehension) Kemampuan ini menjelaskan secara benar tentang objek yang diktahui, dan dapat menginterprestasikan materi tersebut dengan benar. 3) Apikasi (Application) Kemampuan sebagai kemampuan untuk menggunakan materi yang telah dipelajari pada situasi, atau kondisi real. 4) Analisis (Analysis) Kemampuan untuk menjabarkan materi atau suatu objek kedalam komponenkomponen tetapi masih dalam suatu struktur organisasi tersebut. 5) Evaluasi (Evaluation) Kamampuan untuk melakukan penilaian suatu materi atau objek.

Faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pengetahuan seseorang, yaitu: 1) Pendidikan. Pendidikan mempengaruhi proses belajar, makin tinggi pendidikan seeorang makin mudah orang tersebut untuk menerima informasi. Semakin banyak informasi yang masuk semakin banyak pula pengetahuan yang didapat tentang kesehatan. 2) Pekerjaan Lingkungan pekerjaan dapat membuat seseorang memperoleh pengalaman dan pengetahuan baik secara langsung maupun tidak langsung. 3) Umur Semakin tua semakin bijaksana, semakin banyak informasi yang dijumpai sehingga menambah pengetahuannya. 4) Minat Semakin tinggi minat seseorang menekuni sesuatu, maka akan semakin dalam pengetahuan yang diperolehnya. 5) Pengalaman. Pengalaman adalah suatu kejadian yang pernah dialami seseorang dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Orang cenderung berusaha melupakan pengalaman yang kurang baik. 6) Kebudayaan lingkungan sekitar Lingkungan sangat berpengaruh terhadap pembentukan sikap dan pengetahuan seseorang. Semakin baik keadaan lingkungan maka akan semakin banyak pengetahuan baik yang didapat. 7) Informasi Semakin banyak informasi yang diterima seseorang, maka semakin banyak pula orang tersebut memperoleh pengetahuan. Informasi adalah data yang telah diubah melalui proses pekerjaan statistik yang secara potensial dapat menambah pengetahuan bagi peneliti atau pemakai.

Sikap Sikap adalah perasaan, pikiran, dan kecenderungan seseorang yang kurang lebih bersifat permanen mengenai aspek-aspek tertentu dalam lingkungannya. Sikap merupakan kecondongan evaluatif terhadap suatu obyek atau subyek yang memiliki konsekuensi yakni bagaimana seseorang berhadapan dengan obyek sikap. Ini berarti sikap seseorang akan keterampilan pada kesetujuanketidaksetujuan.

Keterampilan Keterampilan adalah aktivitas fisik yang dilakukan seseorang yang

menggambarkan kemampuan kegiatan motorik dalam kawasan psikomotor. Seseorang dikatakan menguasai kecakapan motoris bukan saja karena ia dapat melakukan hal-hal atau gerakan yang telah ditentukan, tetapi juga karena mereka melakukannya dalam keseluruhan gerak yang lancar dan tepat waktu. Pengenalan dan kelenturan jasmani untuk digerakkan sesuai ketentuan gerakan yang mestinya dilakukan. Keterampilan adalah kemampuan melakukan pola-pola tingkah laku yang kompleks dan tersusun rapi secara mulus dan sesuai dengan keadaan untuk mencapai hasil tertentu. Keterampilan bukan hanya meliputi gerakan motorik melainkan juga pengejawantahan fungsi mental yang bersifat kognitif. Perubahan perilaku yang lebih baik didapat dari proses yang disengaja (grand design) yaitu: 1. Pendidikan Informal 2. Pendidikan Nonformal 3. Pendidikan Formal

PROMKES SEBAGAI PROSES PERUBAHAN SESUATU Prilaku Kesehatan prilaku kesehatan diklasifikasikan menjadi tiga kelompok yaitu: 1. Prilaku pemeliharaan kesehatan (health maintenance) Prilaku pencegahan penyakit, Prilaku peningkatan kesehatan dan perilaku pemenuhan gizi.

2. Prilaku pencarian dan penggunaan system atau fasilitas pelayanan kesehatan, atau prilaku pencarian pengobatan. Prilaku yang menyangkut upaya atau tindakan seseorang pada saat sakit atau kecelakaan. Prilaku ini dimulai dari yang sederhana yaitu mengobati sendiri (self treatmen) sampai ke cara modern (teknologi) dengan pergi keluar negeri. 3. Prilaku kesehatan lingkungan meliputi Prilaku Hidup Sehat, Prilaku Sakit (illness behavior), Prilaku peran sakit (the sick role behavior).

Cara dan Proses Perubahan Perilaku 1. Menyadari. Menyadari merupakan proses dimana seseorang membuat identifikasi tentang apa/ bagian mana yang diinginkan untuk diubah dan mengapa perubahan tersebut diinginkan. Dalam hal ini perlu diingat bahwa kesadaran tersebut harus menyatakan keinginan bukan ketakutan. 2. Mengganti Setelah seseorang menyadari untuk merubah perilakunya, maka proses selanjutnya yang perlu dilakukan adalah mengganti. Mengganti merupakan proses melawan bentuk keyakinan, pemikiran, dan perasan yang diyakini salah. 3. Mengintrospeksi. Mengintrospeksi merupakan proses dimana seseorang membuat penilaian mengenai apa yang sudah diraih dan apalagi yang perlu untuk dilakukan. Di samping itu instropeksi juga berguna untuk mendeteksi kadar self-excusing yang bisa jadi masih tetap ada dalam diri seseorang hanya karena lupa membuat elaborasi, analogi, atau interpretasi dalam memahami dan melaksanakan. 4. Kesungguhan Kesungguhan dalam sikap, kepribadian akan mengubah perilaku seseorang.

5. Diawali dari lingkungan keluarga Peran keluarga terutama orang tua dalam menjelaskan dan memberikan contoh mengenai apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan 6. Melalui pemberian penyuluhan Penyuluhan yang diberikan harus sesuai dengan tingkat pendidikan dan budaya

Proses Perubahan Perilaku 1. Fase pencairan (unfreezing phase) 2. Fase diagnosis masalah (problem diagnosis phase) 3. Fase penentuan tujuan (goal setting phase) 4. Fase tingkah laku baru (new behavior phase) 5. Fase pembekuan ulang (refreezing phase)

Ciri-ciri Perubahan Perilaku 1. Perubahan yang disadari dan disengaja (intensional) 2. Perubahan yang berkesinambungan (kantinu) 3. Perubahan yang fungsional 4. Perubahan yang bersifat positif 5. Perubahan yang bersifat aktif 6. Perubahan yang bersifat permanen 7. Perubahan yang bertujuan dan terarah 8. Perubahan perilaku secara keseluruhan