Anda di halaman 1dari 13

REAKSI PERISIKLIK Reaksi perisiklik merupakan reaksi poliena terkonjugasi yang berlangsung dengan mekanisme serempak (concerted, tahap

tunggal). Seperti reaksi S N2 dimana ikatan- ikatan lama terputus ketika ikatan- baru terbentuk yang terjadi dalam satu tahap. Reaksi perisiklik dicirikan oleh suatu keadaan transisi siklik yang melibatkan ikatan pi. Reaksi perisiklik teraktifkan dengtan energy akti asi yang disedaikan oleh energy panas ( terimbas termal) atau cahaya ultra iolet (terimbas cahaya) . !erdapat tiga tipe utama reaksi perisiklik yaitu" #. Reaksi sikloadisi 2. Reaksi elektrosiklik $. %enataan ulang sigmatropik &rbital molekul poliena terkonjugasi Suatu poliena berkonjugasi mengandung 'n atau 'n ( 2 elektron pi, dalam system berkonjugasinya dengan n ialah bilangan bulat. System 'n yang paling sederhana di)akili oleh #,$- butadiene, dimana n * #. Setiap diena berkonjugasi mengandung orbital molekul + yang mirip dengan orbital molekul #,$ butadiena sehingga molekul ini digunakan sebagai model bagi semua diena berkonjugasi. ,nteraksi -./&01&/&

Sebelum beranjak ke penjelasan lebih lanjut, perlu diketahui orbital molekul pada system terkonjugasi

2pa yang dimaksud dengan diena3 4iena adalah nukleofil yang kaya electron.dimana disini terdapat gugus pendonor elektron yang membuatnya lebih reaktif . diena harus dalam keadaan komformasi s-cis karena jika tidak seperti itu tiadak akan reaktif. 4alam #,$ butadiena, empat orbital p digunakan dalam pembentukan molekul +. 4alam system ini, +# (5#) dan +2 (52) adalah orbital bonding sedangkan +$6 (5$) dan +'6 (5') adalah orbital antibonding.

7isa dilihat dari gambar di atas bah)a orbital molekul dengan energy tinggi adalah yang mempunyai banyak simpul antara inti- inti. 4alam hal ini pada keadaan 5 ' memiliki tiga simpul anatara inti. 4alam keadaan dasar, keempat electron pi berada dalam dua orbital dengan energy terendah , +# (5#) dan +2 (52). 4alam hal ini, +2 (52) adalah orbital molekul terhuni tertinggi 1&/& (1ighest &ccupied /olecular &rbital) dan +$6 (5$) adalah &rbital /olekul !ak !erhuni !erendah -./& (-o)est .noccupied /olecular &rbiatal). 1&/& dan -./& dirujuk sebagai orbital garis depan dan merupakan orbital yang digunakan dalam metode orbital garis depan untuk melakukan penganalisisan pada reaksi perisiklik. System 'n ( 2 pada #,$,8- heksatriena9

Reaksi %erisiklik #. Reaksi Sikloadisi Raksi sikloadisi adalah reaksi dimana dua molekul tak jenuh menjalani suatu reaksi adisi untuk menghasilkan produk siklik. 4alam reaksi ini dua ikatan pi diubah menjadi dua ikatan sigma. %embentukan ikatan dapat terjadi pada sistem pi pada sisi yang sama (suprafasial) atau pada sisi berseberangan (antarafasial)

:ontoh reaksi ini adalah reaksi 4iels- alders

Reaksi sikloadisi [ 2 + 2 ]
4

Sikloadisi etilena atau dua alkena sederhana apa saja disebut sikloadisi [ 2 + 2 ] karena disini terlibat dua electron pi ( dua electron pi. Reaksi sikloadisi tipe [ 2 + 2 ] mudah terjadi dengan adanya cahaya dengan panjang gelombang yang sesuai, tetapi tidak mudah terjadi bila campuran reaksi itu dipanaskan. :ontoh"

sikloadisi etilena yang menghasilkan siklibutana. ;tilena mempunyai dua orbital molekul +" +# dan +26. 4alam keadaan dasar, +# merupakan orbital bonding dan 1&/&, sedangkan +26 adalah orbital antibonding dan -./&

4alam suatu reaksi sikloadisi, 1&/& dari molekul pertama harus bertumpang tindih dengan -./& dari molekul kedua. 7ersamaan dengan menyatunya orbital +, orbital < orbital ini juga mengalami hibridisasi menghasilkan ikatan sigma sp$ yang baru.

Aturan Orbital Simetri Untuk Sikloadisi [4+2] Terimbas termal

Terimbas a!a"a

7ila etilena dipanaskan, electron + nya tidak dipromosikan, tetapi tetap dalam keadaan dasar, +#. 4alam keadaan imbasan termal fase- fase orbital tidak dapat berikatan sehingga reaksi ini kerap disebut reaksi terlarang simetri (symmetry forbidden reaction). Suatu reaksi terlarang simetri dapat terjadi pada beberapa keadaan, namun energy pengakti an yang dibutuhkan sangat tinggi dibandingkan reaksi- reaksi yang lain.
6

Namun, jika etilena disinari dengan cahaya ultra iolet, maka sebuah electron pi dipromosikan dari orbital +# ke +26, tetapi tidak semua. Selanjutnya akan diperoleh campuran molekul etilena tereksitasi dan keadaan dasar. Sikloadisi [ 4 + 2] Reaksi 4iels- alders merupakan dikloadisi [4 + 2] yang paling dikenal. Reaksi 4iels < 2lders memerlukan panas bukan cahaya ultra iolet.

Aturan Orbital Simetri Untuk Sikloadisi [4+2] TERI#$AS TER#AL %&round State'

TERI#$AS (A)A*A %e+ ited state'

7ila suatu diena tereksitasi oleh cahaya, 1&/&nya akan menjadi orbital + $6, dan orbital molekul ini tidak dapat bertumpang tindih dengan -./& dari dienofil. =arena itu siklisasi [4+2] bersifat terlarang simetri. 2, Reaksi elektrosiklik Reaksi elektrosiklik adalah antar- ubahan (intercon ersion) serempak dari suatu poliena berkonjugasi dan suatu sikloalkena. 4alam siklisasi ini dua electron pi digunakan untuk membentuk sebuah ikatan sigma %ada reaksi ini hanya 1&/& yang simetri yang menentukan terjadinya reaksi.

Reaksi elektrosiklik pada 4iena

Reaksi elektrosiklik pada !riena

Reaksi elektrosiklik adalah stereoselektif. Reaksi di ba)ah ini bereaksi dengan imbas termal dan imbas cahaya.

:ontoh"

$. %enataulangan sigmatrofik %enataan ulang sigmatrofik ialah geseran intramolekul serempak suatu atom atau gugus atom.
10

:ontoh"

[-./] Rearran0ement %)1s!i2t' %enataan ulang sigmatrofik dikelompokkan berdasarkan system penomoran rangkap yang merujuk ke posisi- posisi relati e atom yang terlibat dalam perpindahan (migrasi). :ontoh seperti reaksi di ba)ah

-bond to be broken

1 5 H 1 2

4 3

5 H 1 2

4 3

%enataulangan sigmatrofik tipe >#,$? jarang, yang la@im adalah >#,8?

%enataulangan sigmatrofik terjadi secara suprafasial atau antarafacial, tergantung pada fasefase dari orbital yang berantatraksi dalam 1&/& dari suatu system radikal hipotetik.
11

3A4TAR PUSTAKA
12

Aessenden, dan Aesenden. #BCD. Kimia Organik edisi ketiga jilid dua. Eakarta" ;rlangga 2ngel, R. #BDB. Chem, lnt Ed.Laboratory of Organic Chemistry " 1elsinki .ni ersity of !echnology

13