Anda di halaman 1dari 5

EKG Dasar

EKG (Elektrokardiograf), tidak semua orang bisa membaca EKG. Begitu juga dokter. Banyak dokter umum yang tidak bisa lancar membaca EKG. Untuk dapat membaca EKG, perlu diketahui dahulu bagaiman grafik EKG itu terbentuk. etidaknya, ilmu yang sangat dasar dari EKG perlu diketahui. Beberapa catatan yang paling dasar yang mesti dipahami dahulu sebelum membaca EKG yaitu!

Grafik EKG dibentuk oleh gelombang listrik yang mengalir melalui serabut syaraf khusus yang ada pada jantung. "istrik tersebut dibentuk oleh #odus inuatria sebagai sumber primer dan nodus atrio$entrikular sebagai cadangan listrik sekunder. tetapi listrik jantung ini dapat pula dibentuk oleh bagian lain dari jantung. Gelombang % dibentuk oleh aliran listrik yang berasal dari nodus & di atrium sedangkan kompleks '( terbentuk oleh aliran listrik di $entrikel. sedangkan %( inter$al terbentuk ketika aliran listrik tersebut mele)ati bundle *is. gelombang + terbentuk ketika terjadi repolarisasi jantung. &rah aliran listrik ini mengara h ke ape, jantung dan sejajar sumbu jantung (lihat gambar diba)ah). etiap lead memandang aliran listrik jantung dari sudut pandang yang berbeda. -aka untuk mengatahui letak kelainan, perlu diperhatikan lead mana yang mengalami kelainan dan dari sudut pandang mana lead tersebut melihat jantung. lead dada melihat jantung dari sudut pandang hori.ontal, hal ini bisa dilihat dari tabel di ba)ah ini!

adapan /ada udut %andang 01, 02 "ateral Kanan 7antung 03,04 eptum 05,06 "ateral Kiri 7antung "ead ekstremitas melihat jantung secara $ertikal. *al ini bisa dijelaskan sebagai berikut! ebagai contoh! lead 88 melihat9mengintip jantung dari sudut pandang ape, jantung. etiap aliran listrik tersebut menuju ke arah sudut pandang tempat melihat EKG, maka pada lead tersebut harus positif. ebagai contoh adalah lead 88 yang melihat jantung dari sudut pandang di sekitar ape,. -aka normalnya lead ini harus positif. Karena otot jantung kiri lebih besar dari otot jantung kanan, maka yang terekam dominan pada EKG adalah bagian jantung kiri. INTERPRESTASI EKG :ontoh !

EKG! Irama sinus, reguler, HR:93 x/menit, Axis ke kiri, Gel m!ang P n rmal, PR inter"al # $,% &etik, 'RS k m(leks # $,)% s, ST*T +,ange -*., R &i /0/1 2 S &i /) # 30, R/S &i /) # )3 Kesan; #ormal EKG %ola 8nterprestasi EKG ! 1. "ihat apakah EKG tersebut berirama sinus atau ti&ak. 8rama sinus memiliki ciri sebagai berikut! o Berasal dari & node o Karena adanya gel % tapi belum tentu berasal dari & node. 7adi anda harus bandingkan di dalam satu lead harus mempunyai bentuk gel % yang sama. o elalu ada satu gelombang % yang diikuti oleh satu komplek '( dan satu gelombang + 2. "ihat irama yang terbentuk. &pakah reguler atau aritmia/&isritmia. :aranya adalah memperhatikan gelombang (. 7arak antar gelombang ( atau (<( harus sama. &tau jarak gelombang %9%<% harus sama untuk sebuah EKG yang normal. 3. "ihat HR. :ara ini tidak perlu dijabarkan tersendiri karena setiap anak kedokteran pasti tahu menghitung *( pada sebuah EKG. 4. "ihat Axis. %erhatikan Gambar berikut! 4ntuk menentukan axis +aran5a a&ala,: +itik tengah merupakan titik =. "ihat lead 8. Kurangi kotak untuk gelombang ( dengan kotak untuk gelombang jika hasilnya positif letakkan di lead 8 mengarah ke lead 8, jika negatif arahkan sebaliknya. /engan pola yang sama tarik garis pada lead a0>. *asil :otangen dari lead tersebut adalah arah a,is. Batas #ormal sumbu jantung berada antara <3== sampai ?@==. 7ika lebih besar dari <3== maka de$iasi ke kiri, dan jika lebih besar dari ?@== maka sumbu jantung de$iasi ke kanan. :ontoh! Inter(retasi: axis ke kiri "ihat gel m!ang P, adakah kelainan dari gelombang %. "ihat pula bentuknya apakah % mitral atau % pulmonal. (kelainan akan dijabarkan tersendiri) *itung PR inter"al. #ormalnya %( inter$al bernilai kurang dari =,2 second. 7ika %( inter$al memanjang curiga sebagai suatu block jantung. (satu kotak kecil bernilai =,=4 second). +entang tipe dari blok jantung akan dijabarkan tersendiri) *itung dan lihat bentuk 'RS k m(leks. &danya kelainan kompleks '( menunjukkan adanya kelainan pada $entrikel (bisa suatu block saraf jantung atau kelainan lainnya) karena komplek ini dibentuk oleh aliran listrik jantung di daerah $entrikel. (Beberapa kelainan akan dijabarkan tersendiri) "ihat apakah ada perubahan pada segmen ST &an gel m!ang T. (kelainannya akan dijabarkan tersendiri)

*itung 6umla, k tak R &i /0 atau /1 kemu&ian tam!a,kan &engan 6umla, k tak S 5ang a&a &i /). #ormalnya akan bernilai diba)ah 35. 7ika A 35 maka bisa dianggap suatu "0*. *ati<hati, terkadang $oltase tidak mencapai 1=m0. -aka harus dikon$ersi dulu ke 1= m0 (contoh! pada EKG tertulis 5 m0 maka, untuk menjadi 1= m0, kotak tersebut harus dikalikan 2) *itung 6umla, k tak gel m!ang R &i /0 atau /1 kemu&ian &i!agi &i!agi &engan 6umla, k tak S &i /0 atau /1 terse!ut. (untuk yang ini tidak diperlukan kon$ersi). #ormalnya kurang dari 1. 7ika lebih, maka dicurigai suatu (0*. 7ika bingung, tan5a seni r untuk keterangan lebih lanjut.hehehe Gel m!ang P: #ormalnya! +inggi tidak lebih dari 3 kotak kecil "ebar tidak lebihb dari 3 kotak kecil %ositif kecuali di a0( Gelombang simetris Kelainan Gel m!ang P: %ulmonal 9 (uncing! ( -itral 9 berlekuk lebar! "&* PR inter"al normalnya =,12<=,2 second. 7ika memanjang berarti ada block jantung karena inter$al ini terbentuk saat aliran listrik jantung mele)ati berkas *8 . Gel m!ang ': #ormal! "ebar kurang dari =,=4 second +inggi B =,1 second Pat l gis: %anjang gelombang ' A 193 ( &da ' pattern dengan gelombang ( tidak ada. &danya gelombang ' patologis ini menunjukkan adanya Cld -iocard infark (C-8). Bila gelombang ini belum ada (tetapi sudah ada + depresi) berarti iskemik belum lama terjadi (B 12 jam), masih ada KE-U#GK8#&# diselamatkan. K m(leks 'RS: "ebar jika aliran listrik berasal dari $entrikel atau terjadi blok cabang berkas #ormal (9 D1 di lead 03 dan 04 (otasi menurut arah jarum jam menunjukkan penyakit paru kronik. &rtinya gelombang '( menjadi berbalik. Eang tadinya harus positif di 05 ? 06 dan negatif di 01 dan 02 maka sekarang terjadi sebaliknya. Segmen ST #ormalnya! 8soelektrik /i 01<06 bisa naik 2 kotak kecil atau turun =,=5 kotak kecil. %atologis!

Ele$asi! &-8 atau perikarditis /epresi! 8skemia atau terjadi setelah pemakaian digoksin Gel m!ang T #ormal ama dengan gelombang % /apat positif di lead 8, 88, 03<06 dan negatif di 0( %atologis! (uncing! *iperkalemia +inggi lebih dari 293 ( dan datar! *ipokalemia 8n$ersi! bisa normal (di lead 888, 0(, 01, 02 dan 03 (pada orang kulit hitam) atau iskemia, infark, (0* dan "0*, emboli paru, indrom F%F, dan Block cabang berkas. 7l k 6antung: 1. /erajat 1! o satu gel %! satu Kompleks '( inter$al %( A =,2 econd. 2. /erajat 2! o Feckenbach! %( inter$al a)alnya noramal dan makin lama makin panjang lalu tidak ada gelombang %, kemudian siklus berlanjut lagi. o -obit. 2! % timbul kadang<kadang 3. /erajat 3 (total)! o '( lebar, >rekuensi '( B 5= kali9menit. o % dan '( tidak berhubungan. 4. (BBB! o '( A =,12 second, o pola ( (G. o (G dominan di 01. 5. "BBB! o '( A =,12 second o %ola - di lead 06 6. Bifascular! *emiblok anterior kiri (&,is kiri dengan dalam pada sadapan 88 dan 888) ditambah (BBB +erkadang ketika merekam EKG terlihat gambaran gelombang % yang tidak jelas. Untuk membedakan ini dengan >ibrilasi &trium dapat dilihat iramanya. %ada fibrilasi atrium irama sangat tidak teratur. /an berbeda dengan &trial >lutter atau atrial takikardi, pada &trial >ibrilasi dijumpai garis dasar yang rata. Beberapa gambaran di ba)ah ini sangat khas pada kelainan irama . :ontohnya adalah sebagai berikut! a3 /entrikular takikar&i

!3

/entrikular ekstrasist l

uatu kelainan tidak akan bermakna jika ditemukan di satu lead saja. Berikut daftar lead yang mengalami kelainan dan tempat suspect kelainan tersebut! 1. 8, 888, a0> ! inferior

2. 3. 4. 5.

01<02! "ateral Kanan 03<04! septal atau anterior 8, a0", 05<06! lateral Kiri 01<03! %osterior