Anda di halaman 1dari 2

BAB III PENUTUP

3.1

Kesimpulan a. Ultrasonografi (USG) adalah visualisasi struktur dalam tubuh yang bekerja merekam pantulan (gema) denyutan gelombang ultrasonik yang diarahkan ke jaringan tubuh. Pada prinsipnya, USG menggunakan gelombang ultrasonik yang merupakan gelombang suara frekuensi tinggi dan terdiri dari tiga komponen, yaitu tranduser, monitor, serta mesin USG. USG terdiri dari 4 jenis yaitu USG 2 dimensi, 3 dimensi, 4 dimensi, dan doppler. Pemeriksaan yang dapat dilakukan pervaginam maupun perabdominam ini dapat digunakan sebagai pemeriksaan rutin maupun pada kasus mencurigakan adanya kelainan dalam kehamilan. Dengan menggunakan USG, kita dapat menentukan usia kandungan,

memperkirakan hari persalinan, ataupun menilai adanya kelainan serta gangguan pertumbuhan dan perkembangan bayi tanpa menyebabkan gangguan pada ibu ataupun bayi. b. Pemeriksaan USG yang dilakukan pada kehamilan trimester pertama yaitu menentukan lokasi kantung gestasi, mengidentifikasi embrio, mengukur CRL, mendeteksi gerakan jantung janin, mengetahui jumlah janin, dan mengevaluasi uterus serta adneksa. c. Pemeriksaan USG yang dilakukan pada kehamilan trimester kedua dan ketiga yaitu penilaian usia kehamilan, biometri janin, letak, posisi terbawah janin, jumlah air ketuban, keadaan, letak plasenta, tali pusat, serviks, adneksa, dan turunnya testis pada janin laki-laki.

3.2

Saran Berdasarkan data dan pembahasan diatas, USG dalam kehamilan memberikan banyak manfaat untuk menilai kehamilan, sehingga potensi terjadinya komplikasi dalam kehamilan baik pada ibu maupun janin dapat dikurangi. Walaupun sampai saat ini masih terdapat beberapa pendapat yang belum

59

mewajibkan, namun idealnya setiap ibu hamil melakukan pemeriksaan USG selama kehamilannya. Sebagai dokter layanan primer, menginterpretasikan hasil pemeriksaan USG merupakan kompetensi dasar yang harus bisa dikuasai dengan baik. Untuk itu sangat diharapkan setiap dokter layanan primer mampu memahami berbagai gambaran yang ada pada USG. Ketepatan dalam menginterpretasikan hasil pemeriksaan USG pada layanan primer akan membantu kelancaran selama kehamilan dan persalinan. Peraturan yang jelas dari pemerintah terutama departemen kesehatan tentunya sangat diperlukan dalam mendorong setiap ibu hamil untuk melakukan pemeriksaan USG selama hamil. Dengan demikian resiko-resiko kehamilan dan atau persalinan dengan komplikasi bisa dideteksi lebih awal dan mampu ditatalaksana secara optimal.

60