Anda di halaman 1dari 28

Matematika Bisnis

Senin
A 11321 ML
19.00-21.00
Group 1
1. Erina Listheresia Dewi 43213110004
2. Febrika Yoshepin 43213110005
3. Gebri Afriska Yatna 43213110012
4. Priyogi 43213110019
1. FUNGSI
1.1 PENGERTIAN
Fungsi yaitu suatu hubungan matematis yang menyatakan hubungan
ketergantungan (hubungan fungsional) antara suatu variable dengan variable
lainnya. Dimana fungsi dibentuk oleh beberapa unsur pembentuk fungsi, yaitu
variable, koefisien, dan konstanta.
o Variabel adalah unsur pembentuk fungsi yang mewakili faktor tertentu,
dilambangkan (berdasarkan kesepakatan umum) dengan huruf-huruf Latin.
1.2 UNSUR-UNSUR FUNGSI
Ada 2 macam variabel berdasarkan kedudukan atau sifatnya :
A. Variabel Bebas ( independent variable ) ialah variabel yang nilainya
tidak tergantung pada variabel lain
B. Variabel terikat ( dependent variable ) ialah variabel yang nilainya
tergantung pada variabel lain.
o Konstanta adalah bilangan atau angka yang (kadang-kadang) turut membentuk
sebuah fungsi tetapi berdiri sendiri sebagai bilangan dan tidak terkait pada
suatu variabel tertentu.
Konstanta sifatnya tetap dan tidak terkait dengan suatu variabel apapun.
o Koefisien adalah bilangan atau angka yang diletakkan tepat didepan suatu
variable, terkait dengan variabel yang bersangkutan dalam sebuah fungsi.
Secara umum jika dikatakan bahwa y adalah fungsi dari x maka ditulis y = f (x),
dimana x adalah suatu variabel dan y adalah variabel terikat.

Contoh : y = 5 + 0,8x

y adalah variabel terikat
x adalah variabel bebas
5 adalah konstanta
8 adalah koefisien (terlatak didepan variabel x)
1.3 JENIS-JENIS FUNGSI
Berdasarkan letak ruas variabel-variabelnya fungsi dibedakan menjadi dua jenis :
1). Fungsi Eksplisit
Fungsi yang variabel bebas dan variabel terikatnya terletak di ruas yang berlainan.
2). Fungsi Implisit
Fungsi yang variabel bebas dan variabel terikatnya terletak di satu ruas yang sama,
di ruas kiri semua atau di ruas kanan semua.
Setiap fungsi yang berbentuk eksplisit senantiasa dapat diimplisitkan, tetapi tidak
semua fungsi implisit dapat diubah menjadi bentuk eksplisit.
Sebagai contoh, persamaan implisit x
2
5
x
+ y
2
3
y
= 0 adalah mustahil untuk
dieksplisitkan.
1.4 PENGGAMBARAN FUNGSI LINEAR
Grafik fungsi linear berupa garis lurus, bisa vertikal, horizontal maupun miring.
Untuk menggambar grafik fungsi linear bisa dilakukan dengan dua cara yaitu:
1. Dengan membuat tabel
2. Menentukan titik potong dengan sumbu-x dan sumbu-y
Contoh :
Gambarlah grafik fungsi y = 3 + 2x
x -1 0 1
y 1 3 5
Dari tabel diperoleh titik-titik
berupa pasangan koordinat (x,y),
yang mana bila titik-titik tersebut
kita gambar pada bidang
Cartesius dan kemudian
dihubungkan akan membentuk
garis lurus.
1. Dengan membuat Tabel
y = 3 + 2x
2. Menentukan titik potong dengan sumbu-
x dan sumbu-y
Titik potong dengan sumbu-x; maka y = 0
y = 3 + 2x
y=0 0 = 2x + 3
-2x = 3
x =
3
2

sehingga titik potong grafik dengan sumbu-
x adalah
3
2
, 0
Titik potong dengan sumbu-y; maka x = 0
x=0 y = 3 + 2.0
y = 3 + 0
y = 3
sehingga titik potong grafik dengan sumbu-y
adalah (0,3)
Kedua titik potong tersebut digambar
dalam bidang Cartesius kemudian kedua
titik tersebut dihubungkan sehingga
membentuk garis lurus.
y = 3 + 2x
2. HUBUNGAN LINEAR
o Hubungan sebab- akibat antara berbagai variabel ekonomimisalnya antara
permintaan dan harga, antara investasi dan tingkat bunga dapat dengan
mudah dinyatakan serta diterangkan dalam bentuk fungsi.
o Hubungan linear merupakan bentuk yang paling dasar dan paling sering
digunakan dalam analisis ekonomi.
2.1 PENGGAL DAN LERENG GARIS LURUS
Fungsi linear atau fungsi berderajat satu ialah fungsi yang pangkat
tertinggi dari variabelnya adalah pangkat satu.
Bentuk umum persamaan linear adalah y = a + bx
a adalah penggal garisnya pada sumbu vertical - y, sedangkan b adalah
koefisien arah atau lereng garis yang bersangkutan.

a: penggal garis y= a + bx, yakni nilai
y pada x = 0
b: lereng garis, yakni

pada x = 0,
pada x = 1,
pada x = 2,

lereng fungsi linear selalu konstan
b x y = A A /
b x y = A A /
b x y = A A /
a
1 2 3 4 5
x
y
x
y=b
b
b
b
b
Dalam kasus- kasus tertentu, garis dari sebuah persamaan linear dapat berupa
garis horizontal sejajar sumbu - x atau garis vertical sejajar sumbu - y.
Hal ini terjadi apabila lereng garisnya sama dengan nol, sehingga ruas kanan
persamaan hanya tinggal sebuah konstanta yang melambangkan penggal garis
tersebut.
y
x
a
c 0
x

=

c

y=a
y = a berupa garis lurus
sejajar sumbu horizontal x,
besar kecilnya nilai x tidak
mempengaruhi nilai y

x = c berupa garis lurus
sejajar subu vertikal y, besar
kecilnya nilai y tidak
mempengaruhi nilai x
2.2 PEMBENTUKAN PERSAMAAN LINEAR
Pada prinsipnya persamaan linear bisa dibentuk berdasarkan dua unsur.
Unsur tersebut dapat berupa penggal garisnya, lereng garisnya, atau
koordinat titik- titik yang memenuhi persamaannya.
Empat macam cara yang dapat ditempuh untuk membentuk sebuah
persamaan linear :
1. cara dwi - koordinat
2. cara koordinat - lereng
3. cara penggal - lereng
4. cara dwi - penggal
2.2.1 Cara Dwi - Koordinat
Apabila diketahui dua buah titik A dan B dengan koordinat masing- masing
(x
1
, y
1
) dan (x
2
, y
2
), maka rumus persamaan linearnya adalah:
1 2
1
y y
y y

=
1 2
1
x x
x x

y
x
0
A (x
1
, y
1
)
B (x
2
, y
2
)
2.2.2 Cara Koordinat - Lereng
Apabila diketahui sebuah titik A dengan koordinat (x
1
, y
1
) dan lereng garisnya
adalah b, maka rumus persamaan linearnya adalah:

b = lereng garis
y y
1
= b (x x
1
)
2.2.3 Cara Penggal - Lereng
Sebuah persamaan linear dapat pula dibentuk apabila diketahui penggalnya pada
salah satu sumbu dan lereng garis yang memenuhi persamaan tersebut.




( a= penggal b= lereng )
y = a + bx
2.2.4 Cara Dwi - Penggal
Sebuah persamaan linear dapat dibentuk apabila diketahui penggal garis
tersebut pada masing- masing sumbu,
o penggal pada sumbu vertical (ketika x = 0)
o penggal pada sumbu horizontal (ketika y = 0).

Apabila a dan c masing-masing dalah penggal pada sumbu- sumbu vertikal
dan horizontal dari sebuah garis lurus, maka persamaan garisnya adalah :
x
c
a
a y =
a = penggal vertikal

b = penggal horizontal
y
x 0
A
P
b
B
c
1 2 3 4 5 6
a
1
2
Lereng sebuah garis lurus tak lain adalah hasil bagi selisih antara dua
ordinat(y
2
y
1
) terhadap selisih antara dua absis (x
2
- x
1
). Menurut cara dwi
koordinat, rumus persamaan linear adalah :

1 2
1
1 2
1
x x
x x
y y
y y

Bila di uraikan :
( )
1 2
1 2
1 1
1
1 2
1 2
1
1 2
1
1 2 1
berarti
) (
: lereng - koordinat cara menurut sedangkan
x x
y y
b
x x b y y
x x
x x
y y
y y
x x
x x
y y y y

=
=

=
|
|
.
|

\
|

=
2.3 HUBUNGAN DUA GARIS LURUS
Dalam sistem sepasang sumbu silang, dua buah garis lurus mempunyai empat
macam kemungkinan bentuk hubungan yang :
Berimpit
Sejajar
Berpotongan
Tegak Lurus
Berimpit :
y
1
= ny
2
a
1
= na
2
b
1
= nb
2
Sejajar :
a
1
a
2
b
1
= b
2
Berpotongan :
b
1
b
2
Tegak Lurus :
b
1
=- 1/b
2
2.4 PENCARIAN AKAR - AKAR PERSAMAAN LINEAR
Pencarian besarnya harga bilangan- bilangan anu dari beberapa persamaan
linear, dengan kata lain penyelesaian persamaan-persamaan linear secara
serempak ( simultaneously ) dapat dilakukan melalui tiga macam cara :

1. Cara Substitus
2. Cara Eliminasi
3. Cara Determinan

2.4.1 Cara Substitusi
Dua persamaan dengan dua bilangan anu dapat diselesaikan dengan cara
menyelesaikan terlebih dahulu sebuah persamaan untuk salah satu bilangan anu,
kemudian mensubstitusikannya ke dalam persamaan yang lain.

Contoh :
Carilah nilai variable- variable x dan y dari dua persamaan berikut:
2x + 3y = 21 dan x + 4y = 23
untuk variabel x, diperoleh x = 23-4y
2x + 3y = 21
2(23 4y) + 3y = 21
46 8y + 3y = 21
46 5y = 21, 25 = 5y, y = 5
2.4.2 Cara Eliminasi
Dua persamaan dengan dua bilangan anu dapat diselesaikan dengan cara
menghilangkan untuk sementara (mengeliminasi) salah satu dari bilangan anu yang
ada, sehingga dapat dihitung nilai dari bilangan anu yang lain.
5 , 25 5
46 8 2
21 3 2
2
1
23 4
21 3 2
= =
= +
= +

= +
= +
y y -
y x
y x
y x
y x
2.4.3 Cara Determinan
Cara determinan bisa digunakan untuk menyelesaikan persamaan yang
jumlahnya banyak.
Determinan secara umum dilambangkan dengan notasi
afh dbi gec chd bfg aei
i h g
f e d
c b
e d
b a
+ + =
=
a
3 derajad determinan
db - ae
2 derajad determinan
Ada 2 persamaan :
ax + by = c
dx + ey = f
Penyelesaian untuk x dan y dapat dilakukan :
db ae
dc af
e d
b a
f d
c a
D
Dy
y
db ae
f b ce
e d
b a
e f
b c
D
Dx
x

= = =

= = =
Determinan
Contoh :
2x + 3y = 21
dx + 4y = 23

Penyelesaian untuk x dan y dapat dilakukan :
5
5
25
4 1
3 2
23 1
21 2
3
5
15
4 1
3 2
4 23
3 21
= = = =
= = = =
D
Dy
y
D
Dx
x