Anda di halaman 1dari 13

LEMBAR PENILAIAN

Judul Percobaan No. Percobaan Nama Pelapor Nama Partner

: Generator Sinkron : 06 : Siti Malahayati Sari : Fandi Aro Simanjuntak Jerry Lutton Mhd. Arif Fauzi Rika Juwita Manurung

Kelas Group Tanggal Percobaan Tanggal Penyerahan Laporan Instruktur Nilai

: EL 5E :2 : 06 Nopember 2013 : 20 Nopember 2013 : Ir. Rafian N. Hasibuan, MT. :

DAFTAR ISI

LEMBAR PENILAIAN.............................................................................................................. i DAFTAR ISI..............................................................................................................................ii GENERATOR SINKRON......................................................................................................... 1 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Tujuan Percobaan............................................................................................................ 1 Landasan Teori................................................................................................................ 1 Peralatan Yang Digunakan ............................................................................................. 2 Diagram Rangkaian ........................................................................................................ 3 Langkah Kerja ................................................................................................................. 4 Tabel Hasil Percobaan .................................................................................................... 6 Grafik Percobaan ............................................................................................................ 7 Analisis ........................................................................................................................... 8 Kesimpulan ................................................................................................................... 11

ii

GENERATOR SINKRON

1.

Tujuan Percobaan

Setelah melakukan percobaan, praktikan diharapkan dapat : Mencatat rating generator sinkron 3 fasa sesuai dengan pelat namanya. Menghubungkan dan mengoperasikan generator sinkron sesuai dengan diagram rangkaian. Mengukur dan menggambarkan karakteristik beban nol. Mengukur dan menggambarkan karakteristik hubung singkat. Mengukur dan menggambarkan karakteristik Generator berbeban.

2.

Landasan Teori

Pengukuran karakteristik disini adalah karakteristik tanpa beban, karakteristik hubung singkat, dan karakteristik berbeban ( R, L, C).Pada

percobaan ini sebagai penggerak adalah motor. Untuk mengoperasikan motor hal yang dilakukan adalah memberikan arus medan maka jangkar pada belitan motor akan timbul arus maka rotor pada motor akan berputar dimana sebagi penggerak mula pada rotor generator.

Generator ini belum dapat menghasilkan ggl sebelum diberi arus medan, dimana arus medan diperoleh dari tegangan DC yang tetap. Arus medan yang dihasilkan akan mengalirkan aus pada belitan dikutub, sehingga akan menimbulkan fluxi, dan fluxi fluxi ini akan dipotong konduktor jangkar sehingga timbul ggl (EMF).

3.

Peralatan Yang Digunakan

M G TG Rmy U Im IA S RB F Xl Xc

= Torsi Meter 100 MV = Mesin Synkron 122 MV = Tacho Generator 153 MV = Tahanan Shunt TS 500/440 = Volt Meter 300 V = Ampere Meter 1,6 A = Ampere Meter 6A = Saklar = Tahanan Beban = Power Factor = Induktor Beban = Kapasitor Beban

4.

rpm
A A U2 V2 W2 If

F2 F1

A2

(Landscape Mode)

Diagram Rangkaian

M
TG

G
U1 V1 W1

F2

F1

A 1

+ 0-220 V + 0-220 V + 0-220 V

I1

v Rmy

Rb

5.

Langkah Kerja Langkah kerja rangkaian pada percobaan ini adalah : Pengukuran karakteristik efisiensi = f ( Pout) dari motor dc dengan eksitasi bidang yang terpisah. Menghubungkan meteran torsi sebagai motor DC dan mesin sinkron sebagai pembangkit sesuai dengan diagram sirkuit . Membuat catatan dari rating motor DC dan Generator sinkron ditampilkan pada pelat rating. peringkat ini tidak boleh dilampaui setiap saat selama pengujian dilaboratorium. Mengatur stater Rs di posisi start yaitu ketahanan maksimum di sirkuit , dan medan rheostat Rf dalam posisi untuk memperoleh eksitasi arus maksimum IF . Menyalakan saklar utama power pack dan tegangan DC tetap dan variabel . muncul variabel tegangan DC ke 220 V. Perlahan-lahan putar starter Rs sampai semua hambatan keluar sirkuit dan mengamati bahwa peningkatan kecepatan . ketika resistansi starter sepenuhnya keluar motor akan mencapai sekitar 1400 rpm , terlihat di tachometer TM . Menyesuaikan tegangan generator untuk 220v Ac oleh Ie excition saat ini, dengan menggunakan rheostat kembali . membuat catatan Um , Jika , Ug , Ig , IE , torsi M , n kecepatan dan Pout daya output . Cek bahwa beban resistor Rb pada posisi min . arus beban . menghidupkan saklar K4 . Bervariasi beban dengan beban resistor Rb dalam langkah 1 A sehingga Ig saat ini bervariasi dari nilai minumum untuk dinilai saat ini. Um harus 220v konstan dan n harus konstan . membuat catatan Um , Im , Jika , m, n , Ug , Ig , dan Ie untuk setiap langkah . Menghitung efisiensi motor dan plot kurva n = f ( Pout) pada grafik ,diagram Pengukuran kecepatan-torsi karakteristik n = f (M) motor DC dengan eksitasi bidangyang terpisah. Untuk6.2.7 seperti yang dilakukan di bawah 6.2.1ke6.2.7 Bervariasi beban dengan beban resistor Rb dalam langkah 1 A sehingga generator arus Ig bervariasi dari nilai minimum sampai dengan nilai saat
4

ini. Um harus DC 220v konstan. mengambil membaca pada setiap langkah beban Um, Im, Jika, M, n, Ug, Ig, dan Ie. Plot kurva n = f (m) pada grafik. diagram.

Pengukuran kontrol kecepatan dengan bidang resistor Rf ien = f (jika) motor DC dengan memisahkan eksitasi lapangan. Ke 6.3.6 di bawah 5.2.1 ke 6.2.6 Menyesuaikan beban resistor Rb sehingga torsi 4nm, yang harus seluruh pengukuran. Memvariasikan kecepatan hati-hati dengan medan rheostat Rf dalam langkah 100rpm. sampai dengan 2200 rpm. Um harus konstanta 20V DC. membuat catatan Um, Jika, Ug, Ig, Ie dan n untuk setiap langkah. periksa bahwa torsi M adalah 4 Nm. Plot kurva n = f (IF) pada grafik, diagram. Pengukuran kontrol kecepatan dengan mengubah angker (rotor) tegangan, o i.e.n = f(Um),n = (Um Ra. Im) Terhubung sebagai 6.1.1 Menutup tetap DC tegangan saklar k1 dan mengatur arus eksitasi Jika ke 0.5A Menutup variabel DC tegangan saklar K3 dan putar Rs starter tegangan 220v. Set beban minimum untuk motor DC, yang memungkinkan kecepatan sekitar 1400 rpm. Memuat Motoro sampai M torsi 4 Nm tercapai. M torsi dan arus eksitasi jika kemudian harus dijaga konstan sepanjang percobaan. Mengurangi Um tegangan steeps dari 40v dari 220v ke nol dengan variabel DC tegangan suplai, membuat catatan Um, Im, Jika, Ug, Ig, Ie, M dan n untuk setiap langkah. Meningkatkan Um tegangan dalam langkah 40v dari nol sampai dengan 220v variabel DC tegangan suplai. membuat catatan Um, Im, Jika, Ug, Ig, Ie, M dan n untuk setiap langkah. karena IF = contants dan M = konstan

6.

Tabel Hasil Percobaan

PERCOBAAN BEBAN NOL E (V) If (A) 1,7 0 82,5 0,2 159 0,4 210 0,6

PERCOBAAN HUBUNG SINGKAT If (A) Ia (A) 0,11 0,58 0,2 1,01 0,3 1,5 0,4 2,02 0,5 2,55 0,6 3,04 0,66 3,33

PERCOBAAN BERBEBAN BEBAN R V (V) Ia (A)

221

219 217 215 213 208 203 197 190 181 172 160 147 129 110 73

43

0,42

0,5

0,6

0,7

0,8

1,2

1,4

1,6

1,8

2,2

2,4

2,6

2,8

3,09

BEBAN L V (V) Ia (A) 196 0,19 188 0,39 182 0,59 175 0,76 169 0,93 161 1,08 156 1,22 150 1,36 145 1,49 140 1,6 135 1,7

BEBAN C V (V) Ia (A) 225 0,31 231 0,68 236 1,06 238 1,23 242 1,61 244 1,94 247 2,27

7.

Grafik Percobaan

Kurva Karakteristik Beban Nol dan Hubung Singkat 400


350 300 250 200 150 100 50 0 -0.4 0.1 0.6 A (Ampere) 1.1 1.6

V (VOLT)

Kurva Karakteristik Berbeban R,L,C


300 250 200 V (Volt) 150
Beban L

Beban C

100 50
Beban R

0 0 0.5 1 1.5 2 I (Ampere) 2.5 3 3.5

8.

Analisis

Berdasarkan percobaan generator sinkron, maka dapat di analisis sebagai berikut :

Pengujian Beban Nol


E (V) If (A) 1,7 0 82,5 0,2 159 0,4 210 0,6

Pada pengujian beban nol (tanpa beban), alternator diputar pada kecepatan ratingnya dan terminal alternator tidak dihubungkan ke beban. Arus eksitasi medan mula adalah nol. Kemudian arus eksitasi medan dinaikan bertahap dan tegangan terminal alternator diukur pada tiap tahapan. Bentuk gambaran rangkaian pengujian beban nol pada alternator ini diperlihatkan pada gambar berikut :

Kurva Karakteristik Beban Nol


350 300 250 V ( Volt) 200 150 100 50 0 -0.4 0.1 0.6 I ( Ampere ) 1.1 1.6

Dari percobaan tanpa beban arus jangkar adalah nol (Ia = 0) sehingga tegangan terminal alternator (V) yang terukur dianggap sama dengan tegangan yang dibangkitkan alternator (Ea). Dari hasil pengujian tanpa beban ini akan diperoleh kurva karakteristik beban nol alternator. Dari kurva karakteristik ini akan diperoleh hubungan GGL alternator (Ea) sebagai fungsi terhadap arus medan (If). Untuk pendekatan dalam menentukan parameter alternator, maka dari kurva ini harga yang akan dipakai adalah harga liniernya (unsaturated). Pemakaian harga linier yang merupakan garis lurus cukup beralasan mengingat kelebihan arus medan pada keadaan jenuh sebenarnya dikompensasi oleh adanya reaksi jangkar.

Pengujian Hubung Singkat

If (A) Ia (A)

0,11 0,58

0,2 1,01

0,3 1,5

0,4 2,02

0,5 2,55

0,6 3,04

0,66 3,33

Pada saat pengujian hubung singkat, arus eksitasi medan mula mula dibuat nol, dan terminal generator dihubung singkat melalui sebuah alat ukur ampere meter untuk mengukur arus hubung singkat (arus jangkar (Ia) saat hubung singkat). Kemudian arus jangkar saat hubung singkat ( Ia ) diukur dengan menaikkan arus eksitasi medan secara perlahan sampai pada batas arus nominalnya. Dari pengujian hubung singkat akan menghasilkan hubungan antara arus jangkar (Ia ) sebagai fungsi arus medan ( IF), dan ini merupakan garis lurus. Gambaran karakteristik hubung singkat alternator ini diberikan pada gambar berikut :

Kurva Karakteristik Hubung Singkat


4 3.5 3 2.5 2 1.5 1 0.5 0 0 0.2 0.4 0.6 0.8

Pengujian Berbeban (R,L,C)


Beban yang diberikan ke alternator akan mempengaruhi kecepatan rotor alternator. Makin besar beban yang diberikan pada alternator, maka makin turun kecepatan rotor, karena pengaruh medan magnet yang diperbesar pada jangkar (reaksi jangkar) akibat pusaran arus beban pada jangkar alternator. Turunnya kecepatan rotor akan mengakibatkan frekuensi yang dihasilkan alternator juga turun. Untuk menaikan kembali frekuensi yang dihasilkan alternator, maka perlu dinaikkan juga kecepatan penggerak mula yang menggerakkan rotor. Bentuk karakteristik alternator berbeban ini diperlihatkan pada gambar berikut ini :

Kurva Karakteristik Berbeban R,L,C


300 250 200 V (Volt) 150
Beban L

Beban C

100 50
Beban R

0 0 0.5 1 1.5 2 I (Ampere) 2.5 3 3.5

Pada grafik terlihat bahwa beban C memiliki Pf mendahului, beban R memiliki Pf = 1 , dan beban L memiliki Pf tertinggal (lagging).

10

9.

Kesimpulan

Dari data hasil pengujian/pengukuran yang telah dilakukan terhadap generator sinkron, dapat disimpulkan bahwa: Apabila sebuah mesin sinkron difungsikan sebagai generator dengan diputar pada kecepatan sinkron dan rotor diberi arus medan (If), maka pada kumparan jangkar stator akan diinduksikan tegangan tanpa beban (E0). Dalam keadaan tanpa beban arus jangkar tidak mengalir pada stator, sehingga tidak terdapat pengaruh reaksi jangkar. Fluks hanya dihasilkan oleh arus medan (If). Bila besarnya arus medan dinaikkan, maka tegangan keluaran juga akan naik sampai titik saturasi (jenuh). Dari hasil percobaan grafik karakteristik beban nol adalah non linier. Bila generator diberi beban yang berubah ubah maka besarnya tegangan terminal V akan berubah ubah pula.

Medan, 20 Nopember 2013

Siti Malahayati Sari

11