Anda di halaman 1dari 2

PEMELIHARAAN

Jalan Martadinata Amblas Akibat Kegagalan Bangunan

Berdasarkan pengamatan di lapangan, kata Manahara, jalan tersebut berada di pinggir muara atau pantai dan berada dipertemuan kali dan muara (dekat jembatan ). Oleh karena itu, dia yakin ketika jalan tersebut dibuat, maka trase jalan tersebut masih jauh dari bibir muara atau pantai. Tetapi, akibat adanya abrasi yang sudah berjalan lama, maka muara atau pantai tersebut sudah mencapai pinggir jalan. Namun, hal ini tidak sepenuhnya disadari oleh pihak pengelola proyek dan perbaikannya tidak dilakukan secara optimal. Hal itu, kata Manahara, ketika merancang jalan tersebut, diperkirakan tidak melakukan "soil investigation" yang lengkap atau hanya melakukan "test pits" di beberapa tempat yang hasilnya tidak mencerminkan sampai dimana kerusakan jalan itu sebenarnya. "Yang kami tidak habis pikir, badan jalan tersebut sudah berada di bibir pantai atau muara, namun upaya pencegahan agar tidak longsor oleh abrasi tidak dilakukan seperti membuat turap atau sheetpile," katanya. Berdasarkan hasil pengamatannya, sudah sangat jelas adanya sinyal atau tanda-tanda yang kuat bahwa jalan tersebut. Hal itu ditunjukan adanya pekerjaan pelapisan kembali ("overlay levelling") aspal hotmix di atas pekerjaan beton rigid pada oprit (jarak antara jalan dan jembatan) jembatan dekat lokasi tersebut. Adanya pekerjaan overlay tersebut, kata Manahara, akibat opirit jembatan tersebut sudah

turun pada kedua sisinya dan itu tidak disadari pihak proyek. Padahal, di lokasi itu sudah terjadi abrasi yang menggerus badan jalan yang cukup lama. Karenanya, disinilah diperlukan "sense of engineering" yang kuat dari para pihak pengelola proyek."Kalau sudah begini siapa yang disalahkan," katanya.

Bencana runtuhnya jembatan I35W di Minneapolis terjadi pada tanggal 1 Agustus 2007. Runtuhnya jembatan ini disebabkan oleh tidak stabilnya defleksi menuju ujung selatan dari jembatan membuat elemen struktural jembatan hancur pada daerah tersebut yang menyebabkan runtuhnya jembatan. NTSB (National Transportation Safety Board) mengungkapkan bahwa saat itu masih kurang cukup data untuk mengungkapkan penyebab runtuhnya jembatan, tetapi dapat dikatakan bahwa terjadi metal fatigue pada material (bagian struktural). Margin faktor keamanan tererosi secara signifikan. Dari mulai terkorosi, kelelahan material metal, beban lalu lintas, ketidaksimetrisan beban (eksentrisitas beban), kemudian mencapai pada batas tegangan kritis. Jadi dapat dikatakan bahwa runtuhnya jembatan I35W di Minneapolis ini adalah kurangnya perawatan terhadap material penyusun jembatan, sehingga terjadi erosi kekuatan atau pengurangan kekuatan bahan/material pada jembatan terutama struktural yang menyebabkan material tersebut mencapai batas kritisnya dan apabila dibiarkan terus menerus tanpa ada penanganan baik perawatan atau penggantian material, maka jembatan tersebut akan runtuh karena tidak sanggup menahan beban yang seharusnya dipikul.