Anda di halaman 1dari 42

CURRICULUM VITAE

Nama
: Dr. Suwito Indra, Sp. PD
TTL
: Prabumulih, 11 Nov 1965
Riwayat Pendidikan
:
Dokter Umum, FK UGM (1991)
Dokter Spesialis Penyakit Dalam, FK UNSRAT (2006)
Riwayat Pekerjaan
:
Dokter Penyakit Dalam, RS Global Bros (2008 s/d skr)
Dokter Penyakit Dalam, RS Citra Harapan (2007 s/d skr)

INFEKSI VIRUS DENGUE


SUWITO INDRA, SpPD, FINASIM

DEFINISI
INFEKSI YANGH DISEBABKAN OLEH
VIRUS DENGUE
MANIFESTASI KLINIS:
DEMAM
NYERI OTOT / SENDI
RUAM
LIMFADENOPATI
LEKOPENIA, TROMBOSITOPENIA

ETIOLOGI
VIRUS DENGUE 1-4 (TERBANYAK
SEROTIPE 3)
GENUS FLAFIVIRUS
KELUARGA FLAFIVIRIDAE
DIAMETER 30 NM , RNA TUNGGAL, BM
4X10(6)
DAPAT BEREPLIKASI PADA MAMALIA
(TIKUS, KELINCI, ANJING, KELELAWAR,
PRIMATA)

EPIDEMIOLOGI
ASIA TENGGARA, PASIFIK BARAT DAN
KARIBIA
INDONESIA MERUPAKAN DAERAH
ENDEMIS DENGAN SEBARAN
SELURUH WILAYAH TANAH AIR
INSIDEN 6-15 PER 100000 PENDUDUK
MORTALITAS 2%
VEKTOR: AEDES ALBOPIKTUS DAN
AEDES AEGIPTI

MAP daerah INFEKSI DENGUE

PATOGENESIS
RESPON
HUMORAL
LIMFOSIT T
MONOSIT DAN
MAKROFAG
KOMPLEMEN

RESPON HUMORAL
BERPERAN PADA PROSES
NETRALISASI VIRUS, SITOLISIS YANG
DIMEDIASI KOMPLEMEN DAN
SITOTOKSISITAS YANG DIMEDIASI
ANTIBODI
ANTIBODY DEPENDENT
ENHANCEMENT ANTIBODI
MEMPERCEPAT REPLIKASI VIRUS DI
MONOSIT DAN MAKROFAG

LIMFOSIT T
T HELPER (CD4) DAN T SITOTOKSIK (CD8)
BERPERAN DALAM RESPON IMUN SELULER
TERHADAP VIRUS DENGUE.
TH-1 MEMPRODUKSI
INTERFERON GAMA,
IL-2
LIMFOKIN

TH-2 MEMPRODUKSI
IL-4, IL-5-IL-6 DAN IL-10

MONOSIT DAN MAKROFAG


FAGOSITOSIS VIRUS DENGAN
OPSONISASI ANTIBODI
MENYEBABKAN PENINGKATAN
REPLIKASI VIRUS DAN SEKRESI
SITOKIN OLEH MAKROFAG

KOMPLEMEN
TERBENTUK C3a dan C5a

GAMBARAN KLINIS
INFEKSI DENGUE
DEMAM
PUSING, SAKIT KEPALA, NYERI PERI
ORBITA
MUAL, MUNTAH, DIARE
NYERI OTOT

STADIUM INFEKSI DENGUE

KARAKTERISTIK DEMAM
DEMAM TINGGI REMITTEN ATAU
INTERMITTEN
MEMPUNYAI DUA PUNCAK PANAS
PADA PERJALANAN PENYAKITNYA
(SADDLE SHAPE)
PADA ORANG TUA DAPAT TIDAK
DITEMUKAN DEMAM

KARAKTERISTIK
LABORATORIUM
LEKOSIT:
TERENDAH PADA HARI TERAKHIR DEMAM
SETELAH DEMAM BERHENTI MULAI NAIK
MENUJU NORMAL,
KADANG NAIK SAMPAI LEKOSITOSIS SELAMA 1-2
HARI TANPA INFEKSI IKUTAN

TROMBOSITOPENIA:
MULAI TAMPAK PADA HARI KE 2-4 PANAS
MASIH TURUN SAMPAI 2 HARI BEBAS PANAS
SETELAH ITU NAIK KEMBALI MENUJU NORMAL
BIASANYA MENCAPAI NORMAL PADA 4-5 HARI
BEBAS PANAS

KARAKTERISTIK
LABORATORIUM
HEMATOKRIT
DAPAT NORMAL DAN SEDIKIT
BERFLUKTUASI SAMPAI AKHIR EPISODE
PENYAKIT
DAPAT TERJADI HEMOKONSENTRASI
YANG SIGNIFIKAN (>20%) PADA DEMAM
BERDARAH DENGUE

SEROLOGI DENGUE

UJI FUNGSI HATI


DAPAT NORMAL, TERJADI
PENINGKATAN SGOT DAN SGPT
RINGAN SAMPAI BERAT

PERJALANAN KLINIS
INFEKSI DENGUE

KLINIS HARI 1-2


DEMAM TINGGI NAIK TURUN DISERTAI
PUSING, SAKIT KEPALA, MUAL SAMPAI
MUNTAH
TIDAK DITEMUKAN TANDA SPESIFIK
PADA PEMERIKSAAN FISIK, MAUPUN
LAB RUTIN
NS 1 DAPAT POSITIF

HARI 3 - 4
DEMAM SEDIKIT TURUN ATAU DAPAT
JUGA HILANG SEHINGGA BIASANYA
PASIEN MERASA LEBIH NYAMAN,
BEGITU PULA KELUHAN LAIN
BIASANYA BERKURANG
MULAI TERJADI PENURUNAN LEKOSIT
DAN TROMBOSIT DENGAN DERAJAT
YANG BERVARIASI
NS 1 DAPAT POSITIF

HARI 5 - 7
PANAS DAN KELUHAN MEMBERAT KEMBALI
SEROLOGI (IgG DAN ATAU IgM DENGUE)
SERING POSITIF
PADA SAAT PANAS BERHENTI TIBA-TIBA
(LISIS) DAPAT TERJADI PENURUNAN
TROMBOSIT YANG HEBAT, BEGITU JUGA
DAPAT TERJADI BERBAGAI PENYULIT DBD
YANG LAIN SEPERTI KEBOCORAN PLASMA,
SYOK, SAMPAI DIC YANG MENGANCAM
JIWA.

0 2 HARI BEBAS PANAS


DEMAM BERHENTI
KELUHAN-KELUHAN LAIN BERKURANG
DENGAN CEPAT
LEKOSIT MULAI NAIK KEMBALI
TROMBOSIT MASIH TURUN
HEMATOKRIT KADANG MASIH TINGGI
BILA TERJADI HEMOKONSENTRASI

HARI 3 4 BEBAS PANAS


BIASANYA TIDAK DIDAPATKAN LAGI
KELUHAN YANG BERARTI
HEMATOKRIT MULAI NORMALISASI
BILA TIDAK DIDAPATKAN KOMPLIKASI
SEBELUMNYA BIASANYA PASIEN
DAPAT DIPULANGKAN

PATOGENESIS KEBOCORAN
PLASMA

PENANGANAN
SIMTOMATIK
PEMBERIAN CAIRAN YANG ADEKUAT
PERLINDUNGAN INFUS BILA
DIPANDANG PERLU, TERUTAMA PADA
FASE DEMAM TINGGI KEDUA SAMPAI
TROMBOSIT NAIK DAN HEMATOKRIT
TURUN

PENANGANAN
MEMPERTIMBANGKAN COST
EFECTIVENESS
DIBAGI DALAM 5 KATEGORI:
PENANGANAN TERSANGKA (PROBABLE) DBD
DEWASA TANPA SYOK
PEMBERIAN CAIRAN PADA TERSANGKA DBD
DEWASA DI RUANG RAWAT
PENATALAKSANAAN DBD DENGAN
PENINGKATAN HEMATOKRIT > 20 %
PENATALAKSANAAN PERDARAHAN SPONTAN
PADA DBD DEWASA
TATALAKSANA SINDROMA SYOK DENGUE PADA
DEWASA

PROTOKOL 1
DIGUNAKAN SEBAGAI PETUNJUK PERTOLONGAN
PERTAMA PADA PENDERITA DIDUGA INFEKSI
DENGUE DI IGD DAN UNTUK MEMUTUSKAN
INDIKASI RAWAT
HB, HT, TROMBOSIT NORMAL ATAU ANTARA
100.000 150.000 DAPAT DIPULANGKAN,
DENGAN ANJURAN KONTROL HARI BERIKUTNYA,
ATAU DATANG LEBIH AWAL BILA KEADAAN
MEMBURUK.
HB, HT NORMAL TETAPI TROMBOSIT< 100.000
DIANJURKAN UNTUK DIRAWAT
HB, HT MENINGKAT DAN TROMBOSIT NORMAL
ATAU TURUN JUGA DIANJURKAN UNTUK DIRAWAT

PROTOKOL 2. PEMBERIAN CAIRAN PADA


TERSANGKA DBD DEWASA DI RUANG RAWAT
PASIEN INFEKSI DENGUE TANPA PERDARAHAN
SPONTAN DAN MASIF DAN TANPA SYOK MAKA DI
RUANG RAWAT DIBERIKAN CAIRAN INFUS
KRISTALOID DENGAN RUMUS: 1500 + (20 X (BB DALAM
KG 20)
DILAKUKAN PEMERIKSAAN HB, HT TIAP 24 JAM:
BILA HB, HT MENINGKAT 20 % DAN TROMBOSIT
TURUN < 100.000 MAKA JUMLAH PEMBERIAN TETAP
SEPERTI RUMUS DI ATAS, TETAPI PEMANTAUAN HB,
HT, TROMBO DILAKUKAN TIAP 12 JAM.
BILA HB, HT MENINGKAT > 20% DAN TROMBOSIT<
100.000, MAKA PEMBERIAN CAIRAN SESUAI DENGAN
PROTOKOL PENANGANAN DBD DENGAN
PENINGKATAN HT > 20%.

PROTOKOL 3
MENINGKATNYA HT > 20% MENUNJUKKAN
BAHWA TUBUH MENGALAMI DEFISIT
CAIRAN SEBANYAK 5 %.
BERIKAN CAIRAN KRISTALOID 6-7 ML/KG/JAM.
PASIEN DIPANTAU 3-4 JAM SETELAH
PEMBERIAN CAIRAN BILA MEMBAIK 5
ML/KG/JAM
PANTAU LAGI 2 JAM KEMUDIAN MEMBAIK 3
ML/KG/JAM
BILA KEADAAN MEMBAIK MAKA PEMBERIAN
CAIRAN DAPAT DIHENTIKAN 24-48 JAM
KEMUDIAN.

5% DEFISIT
CAIRAN
TERAPI AWAL CAIRAN KRISTALOID IV 6-7 ML/KG/J AM
EVALUASI 3-4 J AM
TIDAK MEMBAIK
PERBAIKAN
HT, NADI MENINGKAT
HT, NADI TURUN
TEKANAN DARAH MENURUN <20
TD MEMBAIK
MMHG
URINE MENINGKAT
PRODUKSI URINE MENURUN
INFUS
KURANGI INFUS
TANDA VITAL
KRISTALOID 10
MJ D 5
DAN
ML/KG/J AM
ML/KG/J AM
HEMATOKRIT
PERBAIKAN
MEMBURUK
TIDAK MEMBAIK
KURANGI INFUS
MJ D 3
ML/KG/J AM
PERBAIKAN

PERBAIKAN

TERAPI CAIRAN
DIHENTIKAN 24 -48
J AM

PERBAIKAN

INFUS
KRISTALOID 15
ML/KG/J AM
KONDISI
MEMBURUK
TANDA SYOK
TATALAKSANA
SESUAI PROTOKOL
SYOK DAN
PERDARAHAN

PROTOKOL 4. PENATALAKSANAAN
PERDARAHAN SPONTAN PADA DBD DEWASA
HB, HT, LEKO,TROMBO, HEMOSTASIS
GOLONGAN DARAH, UJ I KECOCOKAN DARAH
PERDARAHAN SPONTAN DAN MASIF, TANPA SYOK
(EPISTAKSIS HEBAT, HEMATEMESIS MELENA, PERDARAHAN
OTAK)
KID (+)
KID (-)
TRANSFUSI PRC, FFP,
TRANSFUSI KOMPONEN
TC
DARAH (PRC, FFP, TC)
HEPARINISASI
PEMANTAUAN HB, HT,
PEMANTAUAN HB, HT,
TROMBO TIAP 4-6 J AM
TROMBO TIAP 4-6 J AM
ULANG PEMERIKSAAN
ULANG PEMERIKSAAN
HEMOSTASIS 24 J AM
HEMOSTASIS 24 J AM
KEMUDIAN
KEMUDIAN
CEK APTT TIAP HARI
TARGET 1,5-2,5 KALI
KONTROL

PROTOKOL 5
TATALAKSANA SINDROMA SYOK DENGUE
PADA DEWASA

RENJATAN HARUS SEGERA DIATASI


ANGKA KEMATIAN DBD DENGAN
RENJATAN 10 KALI LIPAT
DIBANDINGKAN TANPA RENJATAN
PERLU PEMANTAUAN TANDA-TANDA
RENJATAN DINI
CAIRAN UTAMA KRISTALOID

PROTOKOL 5
TATALAKSANA SINDROMA SYOK DENGUE
PADA DEWASA

GUYUR CAIRAN KRISTALOID 10-20


ML/KG BB EVALUASI 15-30 MENIT
TANDA RENJATAN TERATASI:
SISTOLIK > 100 mmHg,
TEKANAN NADI > 20 mmHg
FREKUENSI NADI < 100 X / mt
AKRAL HANAGAT
KULIT TIDAK PUCAT
DIURESIS 0,5 1 ML/KGBB/JAM

PROTOKOL 5
TATALAKSANA SINDROMA SYOK DENGUE
PADA DEWASA
BILA STABIL CAIRAN INFUS DIKURANGI 7
ML/KGBB/JAM
BILA DALAM WAKTU 60-120 MENIT KEADAAN
TETAP STABIL 3 ML/KGBB/JAM
BILA 24-48 JAM STABIL DAN DIURESIS
CUKUP CAIRAN INFUS DIHENTIKAN
(KARENA SUDAH TERJADI REABSORBSI
PLASMA YANG EKSTRAVASASI)
MENGHINDARI HIPERVOLEMI, EDEMA PARU,
GAGAL JANTUNG.

PROTOKOL 5
TATALAKSANA SINDROMA SYOK DENGUE
PADA DEWASA
BILA BELUM TERATASI MAKA CAIRAN
KRISTALOID DITINGKATKAN MENJADI 20-30
ML/KGBB/JAM
BILA DALAM 30 MENIT HEMATOKRIT MASIH
MENINGKAT PEMBERIAN KOLOID
MENJADI PILIHAN
BILA DLM 30 MNT HEMATOKRIT MENURUN
BERARTI TERJADI INTERNAL BLEEDING
TRANSFUSI DARAH SEGAR 10 ML/KgBB

PROTOKOL 5
TATALAKSANA SINDROMA SYOK DENGUE
PADA DEWASA
KOLOID DIBERIKAN MULA-MULA 10-20
ml/kgBB BILA BELUM TERATASI dalam 10-30
menit, DAPAT DIBERIKAN MAKSIMAL 30
ml/kgBB (MAKSIMAL 1 sampai 1,5 liter/hari.)
Target tekanan vena sentral 15-18 cmH2O.
BILA KEADAAN BELUM TERATASI
PERHATIKAN DAN KOREKSI GANGGUAN
ASAM BASA, ELEKTROLIT, HIPOGLIKEMIA,
ANEMIA, KID DAN INFEKSI SEKUNDER.
BILA TEKANAN VENA SENTRAL SUDAH
SESUAI TARGET, TETAPI RENJATAN BELUM
TERATASI, MAKA DAPAT DIBERIKAN
INOTROPIK / VASOPRESOR.

PENUTUP
PENANGANAN DEMAM BERDARAH YANG
BAIK MENGURANGI MORTALITAS SAMPAI
KURANG DARI 1%
PEMANTAUAN DAN PENETAPAN DERAJAT
DEMAM BERDARAH MERUPAKAN DASAR
UTAMA PENANGANAN KASUS DEMAM
DENGUE / DEMAM BERDARAH DENGUE
YANG SESUAI

SEKIAN
TERIMAKASIH