Anda di halaman 1dari 4

DIFFERENTIAL DIAGNOSIS

GANGGUAN PENYESUAIAN
A. Definisi
Gangguan penyesuaian (adjustment disorder) merupakan reaksi
maladaptif jangka pendek terhadap stressor yang dapat diidentifikasi, yang
muncul selama tiga bulan dari munculnya stressor tersebut. Gangguan ini
merupakan respon patologis terhadap apa yang oleh orang awam disebut
sebagai kekurang beruntungan, atau yang menurut para psikiater disebut
sebagai stressor psikososial. Gangguan ini bukan merupakan kondisi lebih
buruk dari gangguan psikiatrik yang sudah ada (Kandou, 2010).
B. Etiologi
Gangguan penyesuaian diperkirakan tidak akan terjadi tanpa adanya
stressor. Walaupun adanya stressor merupakan komponen esensial dari
gangguan penyesuaian, namun stress adalah salah satu dari banyak faktor yang
menentukan berkembangnya, jenis dan luasnya psikopatologi. Hingga
sekarang, etiologi belum pasti dan dapat dibagi atas beberapa faktor sebagai
berikut (Kandou, 2010):
1. Genetik
Temperamen yang tinggi ansietas cenderung lebih bereaksi terhadap suatu
peristiwa stress dan kemudian mengalami gangguan penyesuaian. Ada
penelitian menyatakan bahwa berbagai peristiwa kehidupan dan stressor
ada kolerasi pada anak kembar.
2. Biologik
Kerentanan yang besar dengan riwayat penyakit medis yang serius atau
disabilitas.


3. Psikososial
Kerentanan yang besar pada individu yang kehilangan orang tua pada
masa bayi atau mereka yang ada pengalaman buruk dengan ibu,
kemampuan mentolerir frustasi dalam hidup individu dewasa berhubungan
dengan kepuasan dari kebutuhan dasar hidup masa bayi.
C. Manifestasi klinis
Gangguan penyesuaian didiagnosis saat seseorang memiliki gejala
kejiwaan saat menyesuaikan diri terhadap keadaan baru. Gejala-gejala yang
muncul bervariasi, misalnya depresi, kecemasan, atau campuran di antara
keduanya. Gejala campuran ini yang paling sering ditemukan pada orang
dewasa. Berikut adalah gabungan dari beberapa gejala gangguan
penyesuaian:
1. Gejala psikologis, meliputi: depresi, cemas, khawatir, kurang
konsentrasi, dan mudah tersinggung.
2. Gejala fisik, meliputi: berdebar-debar, nafas cepat, diare, dan tremor.
3. Gejala perilaku, meliputi: agresif, ingin menyakiti diri sendiri, alcohol
abuse, penggunaan obat-obatan yang tidak tepat, kesulitan sosial, dan
masalah pekerjaan.
Gejala-gejala tersebut muncul bertahap setelah adanya kejadian yang
penuh tekanan, dan biasanya berlangsung dalam waktu sebulan (ICD-10) atau
3 bulan (DSM IV). Gangguan ini jarang terjadi lebih dari 6 bulan. Contoh
kejadian yang penuh tekanan antara lain putusnya hubungan, pemutusan
hubungan kerja, perselisihan dalam pekerjaan, kehilangan, sakit dan
perubahan besar.
Seseorang yang menderita gangguan penyesuaian akan memiliki
kesulitan dalam fungsi sosial dan pekerjaan; kerja dan hubungan antara
sesama akan terganggu akibat stress yang berlangsung atau kurangnya
konsentrasi. Bagaimanapun juga kesulitan yang terjadi tidak akan
mengganggu kehidupan sehari-hari seseorang sampai level yang signifikan.
Gejala tidak selalu menghilang segera setelah stressor menghilang dan jika
stressor berlanjut, gangguan mungkin akan menjadi kronik (Maramis, 2005).


D. Penegakkan Diagnosis
PPDGJ-III (Maslim, 2001):
a. Diagnosis tergantung pada evaluasi terhadap hubungan antara:
1) bentuk, isi, dan beratnya gejala
2) riwayat sebelumnya atau corak kepribadian
3) kejadian, situasi yang penuh stres, atau krisis kehidupan
b. Adanya ketiga faktor di atas harus jelas dan mempunyai bukti yang kuat
bahwa gangguan tersebut tidak akan terjadi bila tidak mengalami hal
tersebut.
c. Manifestasi gangguan bervariasi dan mencakup afek depresi, anxietas,
campuran depresi dan anxietas, gangguan tingkah laku disertai adanya
disabilitas dalam kegiatan rutin sehari-hari.
d. Biasanya mulai terjadi dalam satu bulan setelah terjadinya kejadian yang
penuh stres, dan gejala-gejala biasanya tidak bertahan melebihi 6 bulan
kecuali dalam hal reaksi depresi berkepanjangan.
e. Karakter kelima:
F43.20: reaksi depresi singkat
F43.21: reaksi depresi berkepanjangan
F43.22: reaksi campuran anxietas dan depresi
F43.23: dengan predominan gangguan emosi lain
F43.24: dengan predominan gangguan perilaku
F43.25: dengan gangguan campuran emosi dan perilaku
F43.28: dengan gejala predominan lainnya YDT.

Alasan menyingkirkan gangguan penyesuaian: karena pada penderita
gangguan penysuaian didapatkan gejala perilaku pasien yang agresif,
sementara pada pasien pada kasus didapatkan perilaku pasien cenderung
menjadi diam, menutup diri dan tidak agresif.
DAFTAR PUSTAKA
Kandou JE. 2010. Gangguan Penyesuaian. In: Elvira SD, Hadisukanto G, editors.
Buku Ajar Psikiatri. Jakarta: FK UI.
Maramis, W.F. 2005. Catatan Ilmu Kedokteran Jiwa cetakan kesembilan.
Airlangga University Press: Surabaya.
Maslim R. 2001. Diagnosis Gangguan Jiwa, Rujukan Ringkas PPDGJ III.
Jakarta: PT Nuh Jaya.