Anda di halaman 1dari 8

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kesehatan reproduksi merupakan keadaan kesejahteraan dalam fisik,
mental, sosial yang utuh dan bukan hanya terbatas dari penyakit atau
kelemahan, dalam segala hal yang berhubungan dengan reproduksi wanita
dan fungsi serta prosesnya (Arifin, 2008). inimnya informasi tentang
kesehatan reproduksi wanita khususnya mengenai kebersihan area !ul!a dan
sekitarnya di kalangan remaja perempuan, kerap menjadi salah satu persoalan
yang membuat mereka salah dalam mengambil keputusan. Ada satu hal yang
kadang tidak dipahami oleh remaja yaitu "ara perawatan alat kelamin yang
benar. engenal alat reproduksi, mengetahui tanda#tanda infeksi !agina dan
mengetahui "ara perawatan alat kelamin merupakan "ara yang baik untuk
men"egah penyebab infeksi alat ($a!itri, 2008).
$e"ara anatomi alat genetalia luar dimana letak !agina dan uretra yang
dekat dengan anus, menyebabkan wanita lebih sering menderita infeksi pada
alat kelaminnya dibandingkan dengan pria. %agina memiliki derajat
keasaman (p&) ',2 ( ),* yang berfungsi untuk melindungi !agina dari bakteri
pathogen, dan apabila terjadi menstruasi maka p& !agina akan mengalami
perubahan yaitu menjadi lebih basa sehingga bakteri akan lebih mudah untuk
berkembang biak (+urnamaningsih, 20,,)
,
2
Kebersihan alat kelamin pada saat menstruasi harus lebih dijaga karena
kuman mudah sekali masuk dan dapat menimbulkan -nfeksi $aluran
.eproduksi (-$.). Kebersihan alat kelamin pada saat menstruasi adalah "ara
yang sangat penting bagi wanita untuk memelihara tingkat higienitas selama
periode menstruasi. Higiene pada saat menstruasi merupakan komponen
higiene perorangan yang memegang peranan penting dalam status perilaku
kesehatan seseorang, termasuk menghindari adanya gangguan pada fungsi
alat reproduksi (+rawirohardjo, 200/).
+enyakit infeksi pada kelamin terjadi pada rentang umur ,* ( )) tahun
yaitu sebesar 0',2 1 dan sisanya pada usia kurang dari ,* tahun dan lebih
dari )* tahun, rata# rata kejadian infeksi diantaranya candidiasis (0 ( */,)1),
bacterial vaginosis (0,0 ( )'1), trichomoniasis (,,2 ( ,*,,1), clamydia (',2#
,21) (+urnamaningsih, 20,,). 3erjadinya penyakit infeksi pada kelamin
dapat disebabkan karena kurangnya pengetahuan dalam menjaga kesehatan
reproduksi yang benar membuat remaja sangat mudah menggunakan
antiseptik, perlu diingat dan dipahami bahwa penggunaan antiseptik se"ara
sembarangan akan membunuh bakteri baik yang dibutuhkan !agina untuk
dapat menjaga keseimbangan ekosistem didalamnya. Keseimbangan yang
terganggu mengakibatkan keadaan yang semula normal berubah menjadi
tidak normal. Keadaan ini sering menyebabkan terjadinya infeksi pada alat
kelamin (+rawirohardjo, 200/).
Kebiasaan menjaga kebersihan, termasuk kebersihan organ#organ
seksual atau reproduksi, merupakan awal dari usaha menjaga kesehatan. +ada
saat menstruasi, pembuluh darah dalam rahim terbuka sehingga sangat mudah
'
terkena infeksi. +erawatan kesehatan dan kebersihan adalah hal yang banyak
dibi"arakan dalam masyarakat. 4iasanya hal ini diajarkan oleh orangtua,
tetapi, karena orangtua sering kali tidak merasa nyaman membi"arakan
masalah seksual, biasanya masalah kesehatan dan kebersihan yang
dibi"arakan hanya menyangkut hal yang umum saja, sedangkan urusan
kesehatan organ seksual jarang kita dapatkan dari mereka (+ro!erawati,
2000).
5alam masyarakat kita sering menemukan berbagai pandangan,
pendapat, persepsi, dan keper"ayaan tentang suatu hal yang diper"aya oleh
masyarakat karena dianggap benar, padahal belum tentu benar. +andangan
yang sering mun"ul dan berkembang dalam masyarakat karena beberapa hal,
yaitu penyampaian informasi yang kurang tepat atau kurang lengkap. $angat
banyak sekali "erita yang berkembang dikalangan masyarakat sehubungan
dengan menstruasi sedangkan kebenarannya belum dapat dibuktikan se"ara
ilmiah. $alah satu mitos yang sering terdengar diantaranya adalah bahwa
remaja yang sedang mens dianggap kotor dan sakit. $ebenarnya, menstrusi
tidak membuat remaja perempuan menjadi kotor dan sakit. 6amun memang
yang benar jika sedang haid remaja putri harus menjaga kebersihan, seperti
mengganti pembalut (+ro!erawati, 2000).
enstruasi dipandang dan ditangani se"ara berbeda dalam budaya yang
berbeda. 4eberapa wanita per"aya bahwa tidak baik untuk mengganti
pembalut terlalu sering. ereka per"aya bahwa dengan membiarkan keluaran
darah untuk menumpuk akan meningkatkan aliran darah. Keper"ayaan lain
yang dipengaruhi oleh budaya juga perlu dipertimbangkan. $ebagai "ontoh,
)
beberapa wanita per"aya bahwa mereka rentan terhadap penyakit selama
menstruasi. 4eberapa wanita per"aya bahwa selama periode ini berbahaya
untuk berenang, mandi pan"uran, menambal gigi atau makan#makanan
tertentu (Arifin, 2008).
3ujuan dari perawatan selama menstruasi adalah untuk pemeliharaan
kebersihan dan kesehatan indi!idu yang dilakukan selama masa menstruasi
sehingga mendapatkan kesejahteraan fisik dan psikis serta dapat
meningkatkan derajat kesehatan seseorang. $angat penting bagi wanita untuk
memelihara tingkat higienitas selama periode menstruasi. engganti
pembalut yang digunakan, rutin tiap waktu tertentu, tergantung pada sedikit
atau banyaknya darah yang keluar. 7ara ini membantu meminimalisir bau
tidak sedap dan infeksi akibat tidak dijaganya kebersihan alat kelamin
(+ro!erawati, 2000).
$alah satu tindakan untuk menjaga kebersihan alat kelamin saat
menstruasi, ayang perlu dilakukan oleh remaja puteri adalah mengganti
sekitar empat sampai lima kali dalam sehari dan se"ara teratur membasuh
bagian diantara !ul!a (bibir !agina) se"ara hati#hati menggunakan air bersih
dan sabun yang lembut (mild) setiap habis buang air ke"il, buang air besar
dan ketika mandi (+ro!erawati, 2000).
4erdasarkan hasil studi pendahuluan yang peneliti lakukan di $ekolah
enengah Kejuruan ($K) 8iri +andawa pada tanggal ,2 +ebruari 20,',
peneliti memperoleh data bahwa dari ,0 remaja perempuan yang diberikan
kuisioner terdapat tujuh remaja putri yang tidak tahu dengan jelas tentang
"ara merawat kebersihan !ul!a, delapan orang siswi menyatakan bahwa
*
mereka menggunakan sabun pembersih kewanitaannya saat menstruasi dan /
orang remaja putri hanya mengganti pembalut sebanyak 2 kali saja dalam
sehari.
4erdasarkan latar belakang tersebut peneliti tertarik untuk melakukan
penelitian tentang hubungan tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi
tentang menstruasi dengan perilaku kebersihan alat kelamin pada remaja putri
di $ekolah enengah Kejuruan 8iri +andawa .endang Karangasem.
B. Rumusan Masalah Penelitian
4erdasarkan uraian latar belakang diatas, maka diambil rumusan
masalah oleh peneliti 9Adakah &ubungan 3ingkat +engetahuan Kesehatan
.eproduksi 3entang enstruasi 5engan +erilaku Kebersihan Alat Kelamin
+ada .emaja +utri di $ekolah enengah Kejuruan 8iri +andawa .endang
Karangasem 3ahun 20,':;
C. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut <
1. Tujuan umum
=ntuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan kesehatan
reproduksi tentang menstruasi dengan perilaku kebersihan alat kelamin
pada remaja putri di $ekolah enengah Kejuruan 8iri +andawa .endang
Karangasem 3ahun 20,'.
. Tujuan khusus
2
a. engidentifikasi tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi tentang
menstruasi pada remaja putrid di $K 8iri +andawa .endang.
b. engidentifikasi perilaku kebersihan alat kelamin pada remaja putri
di $ekolah enengah Kejuruan 8iri +andawa .endang
". enganalisis hubungan tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi
tentang menstruasi dengan perilaku kebersihan alat kelamin pada
remaja putri di $ekolah enengah Kejuruan 8iri +andawa .endang
Karangasem 3ahun 20,'.
D. Man!aat Penelitian
1. Pen"i"ikan
=ntuk meningkatkan pemberian asuhan keperawatan yang lebih
komprehensif pada remaja putri dalam perawatan kebersihan alat kelamin
pada saat menstruasi.
. Praktek ke#era$atan
$ebagai informasi bagi perawat dalam meningkatkan pemberian
pendidikan kesehatan dalam pelayanan kesehatan pada remaja putri
tentang pentingnya dalam perawatan kebersihan alat kelamin pada saat
menstruasi agar terhindar dari infeksi.
%. Tem&at &enelitian
/
&asil penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumber informasi dan
untuk menambah pengetahuan remaja putri dalam perawatan kebersihan
alat kelamin pada saat menstruasi.
'. Peneliti selanjutn(a
Agar hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai sumber penelitian
selanjut khususnya tentang masalah dalam perawatan kebersihan alat
kelamin pada saat menstruasi.
E. Ruang lingku& &enelitian
.uang lingkup dalam penelitian ini adalah <
1. )aria#el &enelitian
%ariabel pada penelitian ini terdiri dari !ariable bebas yaitu tingkat
pengetahuan kesehatan reproduksi tentang menstruasi dan !ariable terikat
yaitu perilaku kebersihan alat kelamin pada remaja putri
. *u#jek Peneltian
$ubyek penelitian pada penelitian ini adalah remaja putri di $K
8iri +andawa .endang Karangasem
%. L+kasi "an $aktu &enelitian
+enelitian ini akan dilaksanakan di $K 8iri +andawa .endang
Karangasem pada bulan aret sampai dengan bulan April 20,'.
,. -easlian Penelitian
4erdasarkan pengetahuan peneliti ada penelitian sejenis yang pernah
dilakukan. Adapun penelitian yang sudah pernah dilakukan dan sejenis
dengan penelitian ini diantaranya <
8
,. .edyowati (2000), dengan judul 9tingkat pengetahuan remaja putri
tentang kebersihan alat kelamin pada saat menstruasi di 5usun $erbajadi
Ke"amatan 6atar >ampung $elatan; mengungkapkan bahwa.sebagian
besar pengetahuan remaja putri tentang kebersihan alat kelamin pada saat
menstruasi dari 20 responden '2 orang (*2,,/1) memiliki pengetahuan
dalam kategori baik. +erbedaan penelitian ini dengan penelitian yang
peneliti lakukan adalah pada metode penelitian dimana pada penelitian ini
merupakan penelitian deskriptif dengan satu !ariabel sedangkan
penelitian yang peneliti lakukan merupakan jenis penelitian analitik
korelasional dengan dua !ariabel.
2. .atna -ndriana 5onggori (20,0) dengan judul hubungan akses media
massa dengan pengetahuan kesehatan reproduksi pada remaja putri di
$K Kristen 8ergaji. &asil penelitian ini membuktikan bahwa terdapat
hubungan yang signifikan antara akses media massa dengan pengetahuan
kesehatan reproduksi pada remaja (p ? 0,002). +erbedaan penelitian ini
dengan penelitian yang peneliti lakukan adalah pada !ariabel bebas
dimana pada penelitian ini adalah akses media massa sedangkan
penelitian yang peneliti lakukan adalah pengetahuan kesehatan reproduksi
tentang menstruasi. +erbedaan yang lain adalah pada !ariabel terikat
dimana pada penelitian ini adalah pengetahuan kesehatan reproduksi
sedangkan penelitian yang peneliti lakukan adalah perilaku kebersihan
alat kelamin pada remaja putri.