Anda di halaman 1dari 5

PROMOSI KESEHATAN

Sejarah dan Ruang Lingkup Promosi Kesehatan













Oleh:

Ni Kadek Dwi Anjani
P07134013021



KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
POLITEKNIK KESEHATAN DENPASAR
JURUSAN ANALIS KESEHATAN
TAHUN AKADEMIK 2013/2014

PROMOSI KESEHATAN


A. Sejarah Promosi Kesehatan
1. Era propaganda dan Pendidikan Kesehatan Rakyat (masa kemerdekaan sampai 1960an)
Pada tahun 1924 oleh pemerintah Belanda dibentuk Dinas Higiene. Kegiatan
pertamanya berupa pemberantasan cacing tambang di daerah Banten. Bentuk usahanya
dengan mendorong rakyat untuk membuat kakus/jamban sederhana dan mempergunakannya.
Lambat laun pemberantasan cacing tambang tumbuh menjadi apa yang dinamakan Medisch
Hygienische Propaganda. Propaganda ini kemudian meluas pada penyakit perut lainnya,
bahkan melangkah pula dengan penyuluhan di sekolah-sekolah dan pengobatan kepada anak-
anak sekolah yang sakit. Timbullah gerakan, untuk mendirikan brigade sekolah dimana-
mana.
Perintisan Pendidikan Kesehatan Rakyat oleh Dr. R. Mohtar
1. Era Pendidikan dan Penyuluhan Kesehatan (1960-1980)
Munculnya istilah Pendidikan Kesehatan dan diterbitkannya UU Kesehatan 1960
Ditetapkannya Hari Kesehatan Nasional (12 November 1964)
2. Era PKMD, Posyandu dan Penyuluhan Kesehatan melalui Media Elektronik (1975-1995)
Peran serta dan pemberdayaan masyarakat (Deklarasi Alma Ata, 1978)
Munculnya PKMD (Pembangunan Kesehatan Masyarakat Desa)
Munculnya Posyandu
Penyuluhan kesehatan melalui media elektronik (dialog interaktif, sinetron dll)
2. Era Promosi dan Paradigma Kesehatan (1995-2005)
Konferensi Internasional Promosi Kesehatan I di Ottawa, Kanada, munculnya istilah
promosi kesehatan (Ottawa Charter, 1986) memuat 5 strategi pokok Promosi Kesehatan,
yaitu : (1) Mengembangkan kebijakan yang berwawasan kesehatan (healthy public
policy); (2) Menciptakan lingkungan yang mendukung (supportive environment); (3)
Memperkuat gerakan masyarakat (community action); (4) Mengembangkan kemampuan
perorangan (personnal skills);(5) Menata kembali arah pelayanan kesehatan (reorient
health services).
Konferensi Internasional Promosi Kesehatan II di Adelaide, Australia (1988)
Konferensi ini menekankan 4 bidang prioritas, yaitu: (1) Mendukung kesehatan wanita;
(2) Makanan dan gizi; (3) Rokok dan alcohol; (4) Menciptakan lingkungan sehat.
Konferensi Internasional Promosi Kesehatan III di Sundval, Swedia (1991). Konferensi
ini mengemukakan 4 strategi kunci, yakni: (1) Memperkuat advokasi diseluruh lapisan
masyarakat; (2) Memberdayakan masyarakat dan individu agar mampu menjaga kesehatan
dan lingkungannya melalui pendidikan dan pemberdayaan; (3) Membangun aliansi; dan (4)
Menjadi penengah diantara berbagai konflik kepentingan di tengah masyarakat.
Promosi Kesehatan abad 21 adalah Meningkatkan tanggungjawab sosial dalam
kesehatan, Meningkatkan investasi untuk pembangunan kesehatan, Meningkatkan kemitraan
untuk kesehatan, Meningkatkan kemampuan perorangan dan memberdayakan masyarakat,
Mengembangkan infra struktur promosi kesehatan.

B. Pengertian Promosi Kesehatan
Lawrence Green (1984) merumuskan definisi promosi kesehatan adalah segala bentuk
kombinasi pendidikan kesehatan dan intervensi yang terkait dengan ekonomi, politik, dan
organisasi, yang dirancang untuk memeudahkan perubahan perilaku dan lingkungan yang
kondusif bagi kesehatan. dari batasan ini jelas, bahwa promosi kesehatan pendidikan
kesehatan plus, atau promosi kesehatan adalah lebih dari pendidikan kesehatan. Promosi
kesehatan bertujuan untuk menciptakan suatu keadaan, yakni perilaku dan lingkungan yang
kondusif bagi kesehatan.
Green (1984) : Promosi kesehatan adalah segala bentuk kombinasi pendidikan kesehatan
dan intervensi yang terkait dengan ekonomi, politik dan organisasi, yang dirancang untuk
memudahkan perubahan perilaku dan lingkungan yang kondusif bagi kesehatan.
Ottawa Charter (1986) : The process of enabling people to control over and improve
their health. (Proses pemberdayaan masyarakat untuk memelihara, meningkatkan dan
melindungi kesehatannya).
Victorian Health Fundation Australia (1997): A program are design to bring about
change within people, organization, communities and their environment. Sedangkan Bangkok
Charter (2005), the process of enabling people to increase control over their health and its
determinants, and thereby improve their health.

C. Ruang lingkup Promosi Kesehatan
Ruang lingkup atau bidang garapan promosi kesehatan baik sebagai ilmu (teori) maupun
sebagai seni (aplikasi0 mencakup berbagai bidang atau cabang keilmuan lain. Ilmu-ilmu yang
dicakup promosi kesehatan dapat dikelompokkan menjadi 2 bidang yaitu:
a) Ilmu perilaku, yakni ilmu-ilmu yang menjadi dasar dalam membentuk perilaku manusia
terutama psikologi, antropologi dan sosiologi.
b) Ilmu-ilmu yang diperlukan untuk intervensi perilaku (pembentukkan dan perubahan perilaku),
antara lain pendidikan komunikasi, manajemen, kepemimpinan dan sebagainya.
Disamping itu, promosi kesehatan juga didasarkan pada dimensi dan tempat pelaksanaannya:
oleh sebab itu ruang lingkup promosi kesehatan dapat didasrkan kepada 2 dimensi, yaitu dimensi
aspek sasaran pelayanan kesehatan, dan dimensi tempat pelaksanaan promosi kesehatan atau
tatanan (setting).
1. Ruang lingkup promosi kesehatan berdasarkan aspek pelayanan kesehatan, secara garis
besarnya terdapat 2 jenis pelayanan kesehatan, yakni:
a. Pelayanan preventif dan promotif, adalah pelayanan bagi kelompok masyarakat yang sehat,
agar kelompok itu tetap sehat bahkan meningkat status kesehatannya. Pada dasarnya
pelayanan ini dilaksanakan oleh kelompok profesi kesehatan masyarakat.
b. Pelayanan kuratif dan rehabilitative, adalah pelayanan kelompok masyarakat yang sakit,
agar kelompok ini sembuh dari sakitnya dan menjadi pulih kesehatannya. pada prinsipnya
pelayanan jenis ini dilakukkan profesio kedokteran.
2. Secara sederhana ruang lingkup promosi kesehatan diantaranya sebagai berikut :
a) Promosi kesehatan mencakup pendidikan kesehatan (health education) yang penekanannya
pada perubahan/perbaikan perilaku melalui peningkatan kesadaran, kemauan dan
kemampuan.
b) Promosi kesehatan mencakup pemasaran sosial (social marketing), yang penekanannya pada
pengenalan produk/jasa melalui kampanye.
c) Promosi kesehatan adalah upaya penyuluhan (upaya komunikasi dan informasi) yang
tekanannya pada penyebaran informasi.
d) Promosi kesehatan merupakan upaya peningkatan (promotif) yang penekanannya pada
upaya pemeliharaan dan peningkatan kesehatan.
e) Promosi kesehatan mencakup upaya advokasi di bidang kesehatan, yaitu upaya untuk
mempengaruhi lingkungan atau pihak lain agar mengembangkan kebijakan yang
berwawasan kesehatan (melalui upaya legislasi atau pembuatan peraturan, dukungan
suasana dan lain-lain di berbagai bidang /sektor, sesuai keadaan).

f) Promosi kesehatan adalah juga pengorganisasian masyarakat (community organization),
pengembangan masyarakat (community development), penggerakan masyarakat (social
mobilization), pemberdayaan masyarakat (community empowerment), dll.

Ruang Lingkup Promosi Kesehatan Menurut Prof.Dr. Soekidjo Notoadmodjo, ruang lingkup
promosi kesehatan dapat dilihat dari 2 dimensi yaitu:
a) dimensi aspek pelayanan kesehatan, dan
b) dimensi tatanan (setting) atau tempat pelaksanaan promosi kesehatan.

3. Ruang Lingkup Promosi Kesehatan Berdasarkan Tatanan Pelaksanaan
Ruang lingkup promosi kesehatan ini dikelompokkan menjadi :
a) Promosi kesehatan pada tatanan keluarga (rumah tangga).
b) Pendidikan kesehatan pada tatanan sekolah.
c) Pendidikan kesehatan di tempat kerja.
d) Pendidikan kesehatan di tempat-tempat umum.
e) Pendidikan kesehatan pada fasilitas pelayanan kesehatan.
4. Ruang Lingkup Berdasarkan Tingkat Pelayanan
Pada ruang lingkup tingkat pelayanan kesehatan promosi kesehatan dapat dilakukan
berdasarkan lima tingkat pencegahan (five level of prevention) dari Leavel and Clark.
a. Promosi Kesehatan.
b. Perlindungan khusus (specific protection).
c. Diagnosis dini dan pengobatan segera (early diagnosis and prompt treatment).
d. Pembatasan cacat (disability limitation)
e. Rehabilitasi (rehabilitation).














Daftar Pustaka

Tiva, Merlita Andreas. 2012. Ruang Lingkup Promosi Kesehatan. [Online]
http://mimpibesarku.blogspot.com/2012/05/ruang-lingkup-promosi-kesehatan.html Diakses
pada 25 April 2014 pukul 15.06 WITA.
Reskiaddin, Laode. 2012. Promosi Kesehatan. [Online] http://kesmas-ode.blogspot.com/2012/10/promosi-
kesehatan.html Diakses pada 25 April pukul 15.11 WITA.
Kaudis, Ardi. 2013. Sejarah Promosi Kesehatan. [Online] http://fkmuntikaluwukardi.blogspot.com Diakses
pada tanggal 24 April 2014 pukul 15.15 WITA