Anda di halaman 1dari 17

MAKALAH ANATOMI

ANATOMI REPRODUKSI WANITA






Disusun Oleh :
MUHAMMAD SATRIA ERLANGGA SINUM
11310241
Kelompok: 22



FAKULTAS KEDOKTERAN UMUM
UNIVERSITAS MALAHAYATI
BANDAR LAMPUNG
2011/2012

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT, atas segala rahmat dan hidayah-Nya. Sehingga penulis
dapat menyelesaikan makalah Anatomi Reproduksi Wanita dengan baik tanpa halangan
apapun.

Penulis menyadari bahwa tiada manusia yang sempurna,karena manusia pasti mempunyai
kekurangan. Penulis juga tidak lepas dari sifat kekurangan itu,sehingga apa yang tertulis dalam
makalah ini masih jauh dari kesempurnaan walaupun penulis usahakan semaksimal mungkin.
Oleh karena itu, penulis dengan senang hati menerima kritik dan saran yang bersifat membangun
demi menjadi lebih sempurna.Semoga Allah SWT memberikan balasan atas segala jasa,
kebaikan-kebaikan, serta bantuannya yang telah diberikan kepada penulis.

Akhirnya penulis berharap semoga makalah ini memberikan manfaat bagi penulis
khususnya dan bagi para pembaca pada umumnya. Amin.














DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL
KATA PENGANTAR .................................................................................................. i
DAFTAR ISI ................................................................................................................. ii

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ............................................................................................................. 1
B. Rumusan Masalah ...................................................................................................... 1
C. TUJUAN ...................................................................................................................... 1
D. MOTODE PENGUMPULAN DATA ......................................................................... 1
BAB II
ANATOMI
A. Alat reproduksi luar ..................................................................................... 1
B. Alat reproduksi dalam ................................................................................. 3
C. Anatomi Pelvis ........................................................................................................ 7
D. Vertebral Lumbalis .................................................................................................. 12
BAB III
FISIOLOGI
A. Fisiologi Haid .......................................................................................................... 13
B. Ovulasi ..................................................................................................................... 14
BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan ............................................................................................................. 15
B. Saran ........................................................................................................................ 15
Daftar Pustaka



BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Petugas medis dan paramedis yang akan berkecimpung dalam bidang kebidana haruslah
mempelajari dan mendalami susunan anatomi dan fisiologi alat alat kandungan / alat
reproduksi wanita, maka perubahan perubahan yang terjadi selama kehamilan akan mudah
dipellajari.
Oleh karena itu, agar dapat mendalami susunan anatomi alat reproduksi wanita. Serta
mengetahui perubahan yang terjadi selama kehamilan, penulis membuat makalah yang berjudul
Anatomi Fisiologi Reproduksi wanita

B. Rumusan Masalah
Rumusan masalah yang penulis angkat dari makalah Anatomi Fisiologi Reproduksi Wanita
yaitu :
1. Bagaimana Susunan Anatomi Alat Reproduksi Wanita ?
2. Bagaimana Fisiologi Alat Reproduksi Wanita ?

C. Tujuan
Tujuan dari penulisan makalah yaitu :
Mengetahui susunan anatomi dan fisiologi reproduksi wanita

D. Metode Pengumpulan Data
Adapun metode yang di gunakan dalam makalah ini :
Metode literature atau Metode pustaka
Metode ini kami gunakan berdasarkan hasil laporan yang kami peroleh dari sumber bacaan dan
informasi dari internet.






BAB II
ANATOMI

ALAT-ALAT REPRODUKSI WANITA

Alat reproduksi wanita dibagi atas 2 bagian :
1. Alat reproduksi luar ( genetalia eksterna ) :
Dalam arti sempit adalah alat kandungan yang dapat dilihat dari luar bila wanita dalam posisi
litotomi. Yang fungsinya dikhususkan untuk kopulasi ( koitus).
2. Alatreproduksi dalam ( genetalia interna )

A. Alat Reproduksi Luar
1.Vulva
Bagian alat kandungan luar yang berbentuk lonjong , berukuran panjang mulai dari klitoris,
kanan kiri dibatasi bibir kecil, sampai ke belakang di batasi perineum.
- Labia Majora ( Bibir Besar Kemaluan )
Berada pada bagian kanan dan kiri, berbentuk lonjong, yang pada wanita menjelang dewasa
ditumbuhi juga oleh pubes lanjutan dari mons veneris.
- Labia Minora
Bagian dalam dari bibir besar yang berwarna merah jambu. Di sini juga dijumpai Frenulum
klitoris, preputium, dan frenulum pudenda
- Mons Veneris (Tundun )
Daerah yang menggantung di atas simfisis, yang akan ditumbuhi rambut kemaluan ( pubes )
apabila wanita berangkat dewasa. Pada wanita rambut ini akan tumbuh membentuk sudut
lengkung, sedangkan pada pria membentuk sudut runcing ke atas.

- Vestibulum
Terletak di bawah selaput lendir vulva, atau diantara 2 labia minor. Terdiri dari bulbus vestibuli
kanan dan kiri. Di sini dijumpai kelenjar vestibuli mayor ( kelenjar bartholini ) dan kelenjar
vestibulum minor.
- Introitus Vagina
Adalah pintu masuk vagina.
- Hymen ( Selaput Dara )
Merupakan selaput yang menutupi introitus vagina. Biasanya berlubang membentuk semilunaris,
anularis, tapisan, septata, atau fimbria. Bila tidak berlubang disebut atresia himenalis atau hymen
imperforata. Himen akan robek pada koitus apalagi setelah bersalin. Sisanya disebut kurunkula
hymen atau sisa hymen.
- Perineum
Terletak diantara vulva dan anus.
2. OUE ( Orifisium uretra eksterna / Lubang kemih )
Adalah tempat keluarnya air kemih yang terletak di bawah klitoris. Di sekitar lubang kemih
bagian kiri dan kanan didapati lubang kelenjar skene.
3. Klitoris ( Kelentit )
Identik dengan penis pada pria, kira kira sebesar kacang hijau sampai cabe rawit dan ditutupi
oleh frenulum klitoris. Glans klitoris berisi jaringan yang dapat berereksi, sifatnya amat sensitif
karena banyak memiliki serabut saraf.


Gambar Alat Reproduksi Wanita Luar ( Genetalia feminina eksterna )
B. Alat Reproduksi Dalam
a. Sepasang Ovarium ( Indung Telur )
Terdapat dua indung telur, masing masing di kanan dan di kiri Rahim, dilapisi
mesovarium dan tergantung di belakang lig. Latum. Bentuknya seperti buah almon., sebesar ibu
jari tangan ( jempol ) ukuran 2,5 5 cm 0,6 1 cm. indung telur ini posisinya ditunjang oleh
mesovarium, lig. Ovarika, lig. Infundibulopelvikum. Merupakan alat reproduksi yang setelah
dewasa menghasilkan ovum ( telur ). Berfungsi sebagai kelenjar endokrin ( menghasilkan
estrogen dan progresteron ). Juga berperan dalam mengatur siklus haid. Strukturnya terdiri dari :
- Korteks / kulit
Tunika albuginea, yaitu epitel berbentuk kubik
Jaringan ikat di sela sela jaringan lain
Stroma, folikel primordial, dan folikel de graf
Sel sel Warthard
- Medulla / inti atau zona vaskulosa terdiri dari :
Stroma berisi pembuluh darah
Serabut saraf
Beberapa otot polos
Seumur hidupnya, seorang wanita diperkirakan akan mengeluarkan sel telur kira kira
400 butir.

b. Vagina ( Liang Senggama )
Liang atau saluran yang menghubungkan vulva dengan rahim, terletak diantara saluran
kemih dan liang dubur. Di bagian ujung tasanya terletak mulut Rahim. Ukuran panjang dinding
depan 8 cm dan dinding belakang 10 cm. bentuk dinding dalamnya berlipat lipat,, disebut
rugae sedangkan ditengahnya ada bagian yang lebih keras disebut kolumna rugarum. Dinding
vagian terdiri dari lapisan mukosa, lapisan otot, dan lapisan jaringan ikat. Berbatasan dengan
serviks membentuk ruangan lengkung, antara lain forniks lateral kiri dan kanan, forniks anterior,
dan forniks posterior. Suplai darah vagina diperoleh dari arteria uterine, arteria vesikalis inferior,
arteria hemoroidalis mediana, dan arteria pudendus interna. Fungsi penting dari vagina ialah
sebagai :
(a) Saluran keluar untuk mengalirkan darah haid dan secret lain dari Rahim,
(b) Alat untuk sanggama,
(c) Jalan lahir pada waktu bersalin.

c. Uterus / Histera / Hister ( Rahim )
Merupakan organ otot berdinding tebal dan berongga ( cavum ). Bentuk, besar, letak, dan
susunan uterus berbeda beda tergantung pada umur, organ sekitarnya dalam keadaan hamil.
Terletak pada rongga panggul antara vesika urinaria dengan colon sigmoid dan rectum. Uterus
ini sendiri berfungsi sebagai tempat implantasi ovum yang telah dibuahi, Sebagai tempat
perkembangan dan memberi makan pada janjn yang sedang berkembang. Dengan vagina
termasuk jalan lahir lunak.




Bagian bagian uterus antara lain :
- Fundus Uteri
- Corpus Uteri
- Isthmus Uteri
- Serviks Uteri
Bagian dinding uterus secara historik terdiri dari 3 bagian yaitu;
- Lapisan serosa ( lapisan peritoneum ), di luar
- Lapisan otot ( lapisan myometrium ), di tengah
- Lapisan mukosa ( lapisan endometrium ), di dalam
Sikap dan letak Rahim dalam rongga panggul terfiksasi dengan baikk karena disokong dan
dipertahankan oleh,
- Tonus rahim itu sendiri
- Tekanan intra abdominal
- Otot otot dasar panggul
- Ligament ligament
Lig. Cardinal kanan dan kiri ( mackendort)
Lig. Sakro uterine
Lig. Rotundum
Lig. Latum
Lig. Infundibulo pelvikum
Letak Rahim dalam keadaan fisiologis adalah anteroflesi. Letak letak lainya adalah
antefleksi ( tengadah ke belakang ), retrofleksi ( tengadah ke belakang ), anteversi ( terdorong ke
depan ), retroversi ( terdorong ke belakang ), suplai darah rahim dialiri oleh artteri uterine yang
berasal dari arteri ilikaka interna ( a.hipogastrika ) dan arteri ovarika.
Fungsi rahim adalah :

a. tempat tumbuh janin berkembang.
b. berkontraksi terutama sewaku bersalin dan sesudah bersalin.
c. berfungsi waktu siklus haid

d. Tuba Uterina ( Saluran Telur )
Adalah saluran telur yang keluar dari korpus rahim kanan dan kiri, panjangnya 12 1 cm,
diameter 3 8 mm. bagian luarnya diliputi oleh peritoneum visceral yang merupakan bagian dari
ligamentum latum. Bagian dalam dilapisi silia, yaitu rambut getar yang berfungsi untuk
menyalurkan telur hasil konsepsi.
Saluran telur terdiri dari empat bagian :
- Pars interstisialis (intramuralis),
- Pars ismika, yang merupakan bagian tengah saluran telur yang sempit,
- Pars ampularis,, di mana biasanya pembuahan (konsepsi) terjadi,
- Infundibulum, yang merupakan ujung tuba yang terbuka ke rongga perut. Di ujung infundibulum
teredapat umbai umbai (fimbriae) yang berguna untuk menangkap sel telur (ovum), yang
kemudian akan disalurkan ke dalam tuba.
Fungsi saluran telur adalah :
a. sebagai saluran telur.
b. menangkap dan membawa ovum yang dilepaskan oleh indung telur.
c. tempat terjadinya pembuahan (konsepsi = fertilisasi)


Gambar Alat Reproduksi Wanita Dalam( Genetalia feminina interna )

C . ANATOMI PELVIS
Pelvis adalah daerah batang tubuh yang berada di sebelah dorsokaudal terhadap abdomen
danmerupakan daerah peralihan dari batang tubuh ke extremitas inferior. Pelvis bersendi dengan
vertebralumbalis ke-5 di bagian atas dan dengan caput femoris kanan dan kiri pada acetabulum
yang sesuai.Pelvis dibatasi oleh dinding yang dibentuk oleh ulang, ligamentum, dan otot. Cavitas
pelvis yangberbentuk seperti corong, memberi tempat kepada vesicaurinaria, alat kelamin pelvic,
rectum,pembuluh darah dan limfe, dan saraf.

A. Kerangka Pelvis
Kerangka pelvis terdiri dari:
Dua os coxae yang masing
-masing dibentuk oleh tiga tulang : os ilii, os ischii, dan os pubis.
Os sacrum
Os coccyges

a. Os Sacrum
Os sacrum terdiri dari lima vertebrae rudimenter yang bersatu membentuk tulang berbentuk
baji yangcekung kea rah anterior. Pinggir atas atau basis ossis sacri bersendi dengan vertebra
lumbalis V. Pinggirinferior yang sempit bersendi dengan os coceygis. Di lateral, os sacrum
bersendi dengan kedua os coxaemembentuk articulation sacroiliaca. Pinggir anterior dan atas
vertebra sacralis pertama menonjol kedepan sebagai batas posterior apertura pelvis superior,
disebut promontorium os sacrum, yangmerupakan bagian penting bagi ahli kandungan untuk
menentukan ukuran pelvis. Foramina vertebraliabersama-sama membentuk canalis
sacralis.Canalis sacralis berisi radix anterior dan posterior nervi lumbales, sacrales, dan
coccygeus filumterminale dan lemak fibrosa.

b. Os Coccygis
Os coccygis berartikulasi dengan sacrum di superior. Tulang ini terdiri dari empat vertebra
rudimenteryang bersatu membentuk tulang segitiga kecil yang basisnya bersendi dengan ujung
bawah sacrum.Vertebra coccygea hanya terdiri atas corpus, namun vertebra pertama mempunyai
processustransverses rudimenter dan cornu coccygeum. Cornu adalah sisa pediculusdan
processus articularis superior yang menonjol ke atas untuk bersendi dengan cornu sacrale.

c. Os inominatum (tulang panggul)
Tulang ini terdiri dari tiga bagian komponen, yaitu: ilium, iskium, dan pubis. Saat dewasa tulang-
tulangini telah menyatu selurunya pada asetabulum.

Ilium :
batas atas tulang ini adalah Krista iliaka.
Krista iliaka berjalan ke belakang dari spina iliaka anterior superior menuju spina iliaka
posteriorsuperior. Di bawah tonjolan tulang ini terdapat spina inferiornya. Permukaan aurikularis
iliumdisebut permukaan glutealis karena disitulah pelekatan m. gluteus. Linea glutealis inferior,
anterior,dan posterior membatasi pelekatan glutei ke tulang. Permukaan dalam ilium halus dan
berongga
membentuk fosailiaka. Fosailiaka merupakan tempat melekatnya m. iliakus. Permukaan
aurikularisilium berartikulasi dengan sacrum pada sendi sakro iliaka (sendi sinovial)Ligamentum
sakro iliaka posterior, interoseus, dan anterior memperkuat sendi sakro iliaka.
Lineailiopektinealis berjalan di sebelah anterior permukaan dalamilium dari permukaan
aurikularis menuju pubis.

Iskium : terdiri dari spina di bagian posterior yang membatasi insisura iskiadika mayor (atas)
dan
minor(bawah). Tuberositas iskia adalah penebalan bagian bawah korpus iskium yang menyangga
berat badansaat duduk. Ramus iskium menonjol kedepan dari tuberositas ini dan bertemu serta
menyatu denganramus pubis inferior.

Pubis : terdiri dari korpus serta rami pubis superior dan inferior. Tulang ini berartikulasi dengan
tulangpubis di tiap sisi simfisis pubis. Permukaan superior dari korpus memiliki krista pubikum
dan tuberkulumpubikum. Foramen obturatorium merupakan lubang besar yang dibatasi oleh
rami pubis dan iskium.d. Plevis major (panggul besar, pelvis spurium)
Terletak cranial terhadap aperture pelvis superior (aditus pelvis)
Terbuka dan melebar pada ujung atasnya dan harus dipikirkan sebagai bagian cavitas
abdominalis.
Melindungi isi ab
domen dan setelah kehamilan bulan ketiga, membantu menyokong uterusgravidarum.
Selama stadium awal persalinan, pelvis major membantu menuntun janin masuk ke pelvis
minor.
Kearah ventral dibatasi dinding abdomen, kearah lateral oleh fossa iliaca dextra
dan fossa iliakasinistra, dan kearah dorsal oleh vertebra L. S dan vertebra S1.e. Pelvis minor
(panggul kecil, pelvis verum)
Berada antara aperture pelvis superior dan aperture pelvis inferior (exitus pelvis)
Merupakan lokasi visera pelvis (misalnya vesica urinaria)
Dibatasi oleh permukaan dalam os coxae, os sacrum, dan os coccygis.
Ke bawah dibatasi oleh diaphragma pelvis
Pelvis minor mempunyai pintu masuk, pintu keluar, dan sebuah cavitas.
Pelvis minor merupakan saluran tulang yang harus
dilalui oleh janin padaproses persalinan.

B. Sendi (Articulatio) dan Ligamen Pelvis
Ada 4 sendi pelvis, yaitu:
Dua articulation sacroiliaca
Symphisis pubis
Articulation sacrococcygea

a. Dua Articulatio Scaro iliaca
Articulation sacroiliaca kanan dan kiri terletak di anara corpus vertebrae sacralis ke-1 dan ke-
2 dan facies articularis ilium pada kedua sisi. Karena berat tubuh dihantarkan lewat pelvis, maka
sendi-sendi ini dapat mengalami tekanan yang berat. Permukaan sacrum dan ilium mempunyai
banyak tonjolan dan cekungan yang saling mengunci seperti jigsaq puzzle dan dengan demikian
memberikan kestabilan pada sendi tersebut sesuai dengan kebutuhan, karena terdapat sedikit
gerakan sinovia pada setinggi vertebra sacralis ke-2.Ligamenta sacroiliaca yang kuat
mengelilingi sendi ini. Ligament sacrospinosa dan sacrotuberosa menghubungkan sacrum dan os
coxae.Ligament sacrotuberostum terentang dari tepi baah sacrum sampai tuber
ischiadicum.Ligament sacrospinosum terentang dari tepi bawah sacrum sampai spina
ischiadicum.Semua ligamentum tersebut secara normal membantu membatasi gerakan sacrum.

b. Symphisis Pubis
Adalah articulation cartilaginosa sekunder yang panjangnya kira-kira 4 cm. facies articularis
dari corpus ossis pubis ditutupi oleh kartilago hialin, dan suatudiscus cartilaginosa yang
menggabungkan kedua corpora tersebut. Ligamentum pubicum mengelilingi sendi tersebut dan
hanya dapat melakukan gerakan yang minimum.

c. Articulatio Saccrococcygea
Merupakan articulation cartilaginosa sekunder dibentuk oleh tepi bawah sacrum dan tepi atas
coccyx. Sendi ini dikelilingi dan ditopang oleh ligamentum sacrococcygeum dan dapat
melakukan fleksi dan ekstensi yang merupakan gerakan pasif saatdefekasi dan
melahirkan.Ligamentum poupart juga disebut ligamentum inguinale terentang antara spina iliaca
anterior superior dan corpus ossis pubis.Membrane obturatoria: Membrana obturatoria menutup
foramen obturatorium dan padanya terdapat celah sempit untuk lewat pembuluh darah, saraf dan
pembuluh limfatika.Semua sendi ini dapat bertambah keluasan gerakannya selama kehamilan
karena terjadi elastisitas (kelenturan) ligament yang memperkuat sendi tersebut akibat adanya
hormone relaksin.

C. Struktur Dinding Pelvis
Dinding pelvis dapat dibedakan atas dinding ventral, dua dinding lateral, dinding dorsal,
dan sebuah dasar pelvis.Dinding pelvis ventral. Dinding pelvis ventral pertama-tama dibentuk
oleh keduacorpus ossis pubis dan ramus ossis pubis serta symphisis pubica.Dinding-dinding
Pelvis Lateral. Dinding-dinding pelvis lateral memiliki kerangkatulang yang dibentuk oleh
bagian-bagian os coxae. Musculus obturator internus menutupi hampir seluruh dinding-dinding
ini. Medial terhadap musculus obturator internus terdapat nervus obturatorius dan pembuluh
obturatoria, dan cabang lain dari pembuluh iliaca interna. Masing-masing musculus obturator
internus meninggalkan pelvis melalui foramen ischiadicum minus dan melekat pada femur (os
femoris).

Dinding Pelvis Dorsal. Dinding pelvis dorsal dibentuk oleh sacrum, bagian-bagianos ischii
yang berdekatan, dan articulation sacro-iliaca serta ligamenta sacroiliaca. Musculus piriformis
melapisi dinding ini di sebelah lateral. Masing-masing musculus piriformis meninggalkan pelvis
minor melalui foramen ischiadicum (sciaticum) majus. Medial terhadap musculus piriformis
terdapat saraf-saraf dari plexus sacralis dan pembuluh iliaca interna serta cabangnya.Dasar
Pelvis. Dasar pelvis dibentuk oleh diaphragma pelvis yang dibentuk oleh musculus levator ani
dan musculus coccygeus serta fascia-fascia yang menutupi permukaan cranial dan permukaan
kaudal otot tersebut.



D. VERTEBRA LUMBALIS
Badan ruas tiap vertebra lumbalis berbentuk ginjal,foramen vertebra
lumbalis berbent uk segi t i ga, Pr osesus t r anversus panj ang dan l angsi ng, prosesus
spi nosus berbentuk segiempat,pendek dan rata mengarah lurus ke belakang.Fasies
prosesusartikularis superior menghadap ke medial dan fasies artikularil inferior menghadap
kelateral.

Cirri ciri
1. Korpus besar dan bentuk ginjal
2. Pediculus kuat dan mengarah kebelakang
3. Lamina tebal
4. Foramina vertebralle berbentuk segitiga
5. Processus tranversus panjang dan langsung


















BAB III
FISIOLOGI

ALAT-ALAT REPRODUKSI WANITA

Dalam masa kanak kanak, indung telur masih masa istirahat, belum berfungsi dengan
baik.setelah akil baliq,maka terjadilah perubahan perubahan besar pada seluruh tubuh wanita.
Pubertas tercapai pada usia sekitar 12 16 tahun, namun hal ini di pengaruhi oleh keturunan ,
bangsa,iklim,dan lingkungan. Ciri khas kedewasaan manusia di tandai dengan adanya perubahan
perubahan siklik pada alat kandungan sebagai persiapan untuk suatu kehamilan. Peristiwa
penting tersebut di tandai dengan datangnya haid,yaitu pengeluaran darah tiap bulan dari dalam
rahim. Selain itu , pada ketiak dan alat kemaluan luar tumbuh rambut, buah dada ( payudara )
bertambah besar, panggul dan pinggul menjadi luas, sehingga tubuh remaja putri ini mempunyai
bentuk khas wanita. Dengan akil baliq ini, seorangb remaja putri mulai memasuki kurun waktu
reproduktif, artinya masa mendapatkan keturunan yang berlangsung kira kira 30.
Haid yang pertama kali terjadi di sebut Minarche. Setelah masa reproduksi, wanita masuk
dalam masa Klimakterium yang terjadi secara berangsur angsur di mana haid akan
menjadi tidak teratur, lalu akhir nya berhenti sama sekali sesuai dengan lanjutnya usia. Keadaan
ini di sebut Menopause ( stop haid ). Perubahan perubahan yang kompleks dan harmonis ini di
atur oleh Serebrom, Hipotalamus, Hipofise,Alat alat kandungan, Korteks Adrenal ,Kelenjar
Tiroid dan kelenjar kelenjar lainnya.

A. Fisiologi Haid
Pada wanita yang sehat dan tidak hamil, setiap bulan secara teratur mengeluarkan darah
dari alat kandungannya, dan ini di sebut haid. Ada yang menyebutnya Mensis, Mentruasi, datang
Bulan,kain kotor,atau Period.
Pada siklus haid, Mukosa Rahim di persiapkan secara teratur untuk mernerima ovum
yang di buahi setelah terjadinya ovulasi , keadaan ini di kontrol oleh Hormon hormon yang dapat
di deteksi dalam air Kemih yang di periksa adalah air kemih 24 jam dan di ukur kadar Estriol dan
Pregnandiolnya.
Hormon hormon Siklus Haid :
FSH ( folllicle stimulating Hormone ) dikeluarkan oleh hipofise lobus depan.
Estrogen di hasilkan oleh ovarium
LH ( luteinizing Hormone ) dihasilkan HipofIise, dan
Progesteron dikeluarkan oleh indung telur.
Setelah selesai haid, oleh pengaruh hormon FSH dan Estrogen, selaput lendir rahim (
endometrium ) menjadi semakin tebal. Bila terjadi ovulasi, berkat pengaruh progesteron selaput
ini menjadi lebih tebal lagi, dan kelenjar endometrium tumbuh berkeluk keluk. Bersamaan
dengan itu, endometrium menjadi lebih lembek seperti karet busa dan melakukan persiapan
persiapan supaya sel telur yang telah di buahi dapat bersarang. Bila tidak ada sel telur yang
bersarang, endometrium ini terkelupas dan terjadi perdarahan yang disebut haid.

B. OVULASI ( PENGELUARAN SEL TELUR )

Kapan terjadinya ovulasi atau keluarnya sel telur dari indung telur perlu kita ketahui untuk
menentukan masa / hari subur seorang wanita, karena kehamilan hanya mungkin terjadi bila
sanggama ( koitus ) dilakukan pada sekitar saat ovulasi. Biasanya ovulasi terjadi kira kira 14
hari sebelum haid yang akan datang. Dengan kata lain, diantara dua haid yang berurutan, indung
telur akan mengeluarkan ovum, setiap kali suatu dari ovarium kanan dan lain kali dari ovrium
kiri.

Cara menentukan adanya ovulasi :
Biopsi endometrium
Suhu basal badan
Sitologi vaginal
Getah serviks
PH getah vagina, dan
Endoskopi.

BAB IV
PENUTUP

A. Kesimpulan
Alat reproduksi wanita dibagi atas 2 bagian :
Alat reproduksi luar ( genetalia eksterna ) :
Dalam arti sempit adalah alat kandungan yang dapat dilihat dari luar bila wanita dalam posisi
litotomi. Yang fungsinya dikhususkan untuk kopulasi ( koitus).
Alatreproduksi dalam ( genetalia interna)

B. Saran
Saran penulis untuk para pembaca :
Untuk mengerti perubahan perubahan yang terjadi selama kehamilan, pembaca lebih
mendalami susunan anatomi dan fisiologi reproduksi wanita