Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN PRAKTIKUM

LABORATORIUM TEKNIK FISIKA IV


TF-3206

MODUL 4
PENCAHAYAAN ALAMI SIANG HARI DALAM BANGUNAN




KELOMPOK 22

Putu Fedri Krisna Kusuma 13310054
Ferdian Hutomo 13310020
Nur Havid Yulianto 13310080
Nugroho Hari Wibowo 13310068


Asisten: Kurniadi Budiono
Tanggal Praktikum: 14 Maret 2013
Tanggal Pengumpulan: 28 Maret 2013


LABORATORIUM FISIKA BANGUNAN DAN AKUSTIK
PROGRAM STUDI TEKNIK FISIKA
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG
2013
TUJUAN
1. Mengenal syarat-syarat pencahayaan alami siang hari dalam ruangan
2. Mengadakan evaluasi pencahayaan alami siang hari di Ruang Seminar 2 Teknik Fisika ITB Lt. 4

ALAT PRAKTIKUM
1. Luxmeter Macam tipe L103
2. Luxmeter Lutron tipe LX-105
3. Meteran pengukur panjang

TEORI DASAR
Faktor pencahayaan alami siang hari (FPASH) pada suatu titik dalam ruangan adalah perbandingan
antara iluminansi horisontal di bidang kerja dalam ruangan (E
i
[lux]) terhadap iluminansi horisontal
di lapangan terbuka di luar ruangan (E
o
[lux]) pada saat yang sama.
FPASH =
o
i
E
E
100%
Pengukuran FPASH minimal dilakukan pada 1 titik ukur utama (TUU) dan 2 titik ukur samping (TUS),
seluruhnya pada ketinggian 75 cm dari lantai, serta pada jarak d/3 (d = kedalaman ruangan) dari
bidang di mana terdapat lubang cahaya. TUU berada pada tengah-tengah dari kedua dinding
samping, sedangkan TUS masing-masing berada pada jarak 0,5 meter dari dinding samping yang
terdekat. Berikut merupakan ilustrasi TUS, TUU, dan d.





lubang
cahaya


Untuk merancang besar faktor pencahayaan alami siang hari pada suatu titik dalam ruangan, perlu
dihitung terlebih dahulu besarnya faktor langit, faktor refleksi dalam, dan faktor refleksi luar pada
titik itu. Jumlah dari ketiga faktor tersebut menghasilkan faktor pencahayaaan alami siang hari.


Mengukur Faktor Langit (FL)

FL =
( ) ( )
1 1
2 2
1 1
tg tg
2
1 1
L
L
D
D
H H
D D
t

| |
|

|
|
+ + |
\ .


Mengukur Faktor Refleksi Dalam (FRD)

FRD =
) 1 ( R A
WT

(CR
fw
+ 5R
cw
)

dengan
W = luas jendela [m
2
]
T = faktor refleksi kaca jendela (diasumsikan sebesar 85%)
A = luas seluruh bagian dalam ruangan [m
2
]
R = faktor refleksi rata-rata seluruh bagian dalam ruangan
C = faktor bentuk yang dipengaruhi oleh sudut antara titik ukur dengan tinggi penghalang luar
R
fw
=

faktor refleksi rata-rata dari lantai dan bagian bawah dinding, tidak termasuk tempat jendela
yang sedang dihitung; bagian bawah dihitung dari garis tengah jendela ke bawah
R
cw
= faktor refleksi rata-rata dari langit-langit dan bagian atas dinding, tidak termasuk tempat
jendela yang sedang dihitung; bagian atas dihitung dari garis tengah jendela ke atas

Harga perhitungan FRD dari tiap jendela yang ada dalam ruangan dijumlahkan dan didapat harga
FRD untuk setiap titik dalam ruangan tersebut.



penghalang


jendela titik ukur
Skema sudut penghalang

Hubungan antara dan C dapat ditabulasikan sebagai berikut:

u (
o
) C
0 39
10 35
20 31
30 25
40 20
50 14
60 10
70 7
80 5

Mengukur Faktor Refleksi Luar (FRL)

FRL = FL
P
L
rata-rata

FL
P
adalah faktor langit (dalam persen) yang diakibatkan oleh permukaaan penghalang luar. Untuk
menghitungnya digunakan cara yang sama dengan penghitungan faktor langit, dengan perbedaan H
adalah tinggi bagian jendela yang terhalang oleh penghalang luar (tinggi jendela dikurangi tinggi
lubang cahaya efektif). L
rata-rata
adalah perbandingan luminansi penghalang dengan luminansi rata-
rata langit, umumnya berharga 0,1

DATA dan PENGOLAHAN DATA

I. Data Ruangan
Ruangan yang digunakan pada praktikum ini adalah ruang seminar TF 2 yang ada di lantai 4 Labtek
VI. Ruangan tersebut berukuran ( panjang, lebar, dan tinggi ) 10.35 m x 5.85 m x 3.5 m.
Berikut tabel yang berisikan data titik ukur di dalam ruangan (dalam meter):
TUS 1 TUU 1 TUS 3 TUS 2 TUU 2 TUS 4
X 0.5 5.165 9.83 0.5 5.165 9.83
Y 5.493 5.493 5.493 2.747 2.747 2.747


Berikut adalah denah ruangan beserta letak titik ukurnya:

II. Data dan Pengolahan Data

a. Kalibrasi Luxmeter
Luxmeter yang digunakan adalah Lutron tipe LX-105 dan Macam tipe L103

Data Regresi Luxmeter Lutron Macam
(dalam LUX)

Titik Luxmeter BAGUS
/ DALAM
Luxmeter JELEK /
LUAR
TUS 2 14 11
TUS 3 25 23
TUS 1 39 33
TUU 1 50 42
TUS 4 150 146
TUU 2 205 148


Persamaan Regresi Kalibrasi adalah Y = AX + B
Menggunakan Ms Excel didapatkan hubungan regresi dari kedua luxmeter dengan grafik
sebagai berikut:



Persamaan regresi yang didapat dari kedua jenis luxmeter adalah Y = 0.7845X + 4.018

b. Pengukuran Nilai Iluminansi di Tiap Titik Pengukuran

Detik
Iluminansi Dalam Ruangan
TUU 1 TUS 1 TUS 2 TUS 3 TUU 2 TUS 4
5 120 84 27 123 54 37
10 214 85 27 105 59 37
15 219 88 28 123 59 37
20 216 85 28 120 59 37
25 215 85 28 123 59 35
30 216 85 28 117 58 33
35 215 83 28 118 58 34
40 206 85 28 119 57 37
45 205 84 28 117 55 34
50 209 85 28 118 55 33
Jumlah 2035 849 278 1183 573 354
Rata-rata 203.5 84.9 27.8 118.3 57.3 35.4

y = 0.7845x + 4.018
0
50
100
150
200
0 50 100 150 200 250
L
u
x
m
e
t
e
r

J
e
l
e
k

Luxmeter Bagus
Grafik Luxmeter Bagus vs Jelek
Series1
Linear (Series1)
Detik
Iluminansi Diluar Ruangan
TUU 1 TUS 1 TUS 2 TUU 2 TUS 3 TUS 4
5 8000 11040 9200 8740 8370 8160
10 8130 10570 9390 9400 9420 8950
15 8260 11370 9750 10250 8290 8720
20 7860 11560 9470 9860 9050 8600
25 7650 12500 9660 8220 9210 8940
30 7670 13340 9910 9990 9440 8200
35 8890 12960 8570 9380 9790 8880
40 8790 13250 9430 7980 9480 8480
45 10240 13000 9510 9020 10000 8470
50 10090 12200 5370 9120 9890 8220
Jumlah 85580 121790 90260 91960 92940 85620
Rata-rata 8558 12179 9026 9196 9294 8562

Berdasarkan data rata-rata iluminansi di tiap titik ukur dalam dan luar ruangan, maka dapat
dihitung besarnya Faktor Pencahayaan Alami Siang Hari (FPASH) Experien dengan formula
sebagai berikut:

Berikut adalah tabel hasil perhitungan FPASH di setiap titik dalam dan luar ruangan:
Titik Dalam Ruang
Dalam Ruang
Kalibrasi
Luar Ruang FPASH
TUS1 84.9 40.85 12179 0.3354
TUS2 27.8 17.55 9026 0.1944
TUU1 203.5 42.42 8558 0.4956
TUU2 57.3 140.7 9196 1.5300
TUS3 118.3 33.32 9294 0.3585
TUS4 35.4 114.7 8562 1.3396


c. Data dan Pengolahan Data Nilai FPASH Perhitungan (Analitik)
FPASH analitik adalah nilai yang didapat dari penjumlahan Faktor Langit, Faktor Refleksi
Dalam, dan Faktor Refleksi Luar.

FPASH = FL + FRD + FRL




- Menghitung Faktor Langit (FL)

Titik FL
TUS1 0,033089375
TUS2 0,006387734
TUU1 0,036878912
TUU2 0,004843277
TUS3 0,036878912
TUS4 0,006303562


- Menghitung Faktor Refleksi Dalam (FRD)
Nama Benda Panjang Lebar Jumlah
Luas
Permukaan
Iluminansi
telungkup
Iluminansi
terlentang
R R.A
Kursi Coklat 41.8 39.6 1 1655.28 28 359 0.0780 129.1026
Meja dosen 120 60 1 7200 49 390 0.1256 904.6154
Papan Tulis Kiri 120.4 90 1 10836 43 390 0.1103 1194.7385
Papan Tulis Kanan 180.5 120.3 1 21714.15 15 26 0.5769 12527.3942
Kursi Coklat dgn meja 39.8 23 11 915.4 6 43 0.1395 127.7302
Kursi Putih 33.2 30.2 74 1002.64 178 240 0.7417 743.6247
Pintu 207.4 76 4 15762.4 26 49 0.5306 8363.7224
OHP 46 35.5 1 1633 93 232 0.4009 654.6078
Wastafel 50 42 1 2100 3 9 0.3333 700.0000
Kursi Biru dosen 39.5 37.5 1 1481.25 11 80 0.1375 203.6719
Lantai 1033 824 1 851192 37 259 0.1429 121598.8571
dinding parket 2076.1 199.8 1 414804.78 18 139 0.1295 53715.7269
dinding putih 2076.1 116.7 1 242260.109 137 385 0.3558 86206.8440
Atap 1033 824 1 851192 137 385 0.3558 302891.6987

Rtotal 0.2970 589962.3344

Rcw.A 383895.9117

RCW 0.24662948

Rfw.A 206066.4227

RFW 0.131039079

POSISI
A ( cm ) B ( cm )
DEGREE C ( cm )
X Y Z X Y Z
TUS1 97.5 242.5 225 97.5 242.5 25 59.5 10.5
TUS2 97.5 41 55 97.5 41 25 35 22.5
TUS3 97.5 976 225 97.5 976 25 46.7 16
TUS4 97.5 976 150 97.5 976 25 45.6 16.8
TUU1 194.5 508.5 150 214.5 508.5 25 13.25 33.7
TUU2 214.5 508.5 150 214.5 508.5 25 12.5 34

Posisi C DEGREE FRD
TUS1 10.5 59.5 0.014253483
TUS2 22.5 35 0.022844001
TUS3 16 46.7 0.018190804
TUS4 16.8 45.6 0.018763505
TUU1 33.7 13.25 0.030861819
TUU2 34 12.5 0.031076582

dengan :
A 234.495
R 0.33649
Rcw 0.24663
Rfw 0.13104
T kaca 0.85

- Menghitung Faktor Refleksi Luar (FRL)

FL FRL
TUS 1 0,03308937 0,096691063
TUS 2 0,006387734 0,09936123
TUU 1 0,036878912 0,0963121
TUU 3 0,036878912 0,0963121
TUS 4 0,006303562 0,0993696
TUU 2 0,004843277 0,09951567


- Menghitung Faktor Pencahayaan Alami Siang Hari (FPASH)
FRL FL FRD FPASH
TUS 1 0,096691063 0,033089375 0.014253483 0.014253
TUS 2 0,09936123 0,006387734 0.022844001 0.022844
TUU 1 0,0963121 0,036878912 0.030861819 0.030862
TUS 3 0,0963121 0,036878912 0.018190804 0.018191
TUS 4 0,0993696 0,006303562 0.018763505 0.018764
TUU 2 0,09951567 0,004843277 0.031076582 0.031077

d. Perbandingan FPASH Eksperimen dan Analitik

FPASH Analitik FPASH Eksperimen
TUS 1 0.014253 0.3354
TUS 2 0.022844 0.1944
TUU 1 0.030862 0.4956
TUS 3 0.018191 0.3585
TUS 4 0.018764 1.3396
TUU 2 0.031077 1.5300

e. Grafik Persebaran Iluminansi

















0
0.5
1
1.5
2
2.5
3
TUS 1
TUU 1
TUS 2
TUS 3
TUU 2
TUS 4
FL
FRL
FRD
FPASH Analitik
FPASH Eksperimen
ANALISIS
Pada praktikum Pencahayaan Alami Siang Hari Dalam Suatu Bangunan ini kami
menggunakan ruang seminar TF 2 lantai 2. Praktikum dilaksanakan pada pukul 12.00 saat matahari
berada pada posisi paling atas. Meskipun demikian, cahaya dari sinar matahari kebanyakan didapat
secara daylight dibandingkan dengan sunlight, karena pada saat itu langit cukup berawan. Pada
praktikum ini kami melakukan pengukuran iluminasi matahari di dalam dan di luar ruangan yang
kami gunakan. Hal ini bertujuan untuk memperoleh perbandingan antara iluminasi cahaya matahari
di dalam dan di luar ruangan tersebut. Kami juga mengukur dan memperhitungkan factor refleksi
dari setiap benda yang terdapat di dalam ruangan sminar TF 2. Dari data hasil pengukuran rata-rata
iluminasi di enam titik berbeda di dalam ruangan tersebut, kami memperoleh hasil nilai FPASH yang
paling besar berada pada titik ukur TUU2 kemudian diikuti oleh TUS4, TUU1, TUS3, TUS1, TUS2. Jika
dilihat secara kualitatif, tanpa melakukan pengukuranpun kita dapat mengetahui kualitas persebaran
cahaya didalam suatu ruangan. Karena, semakin jauh letak suatu titik dengan sumber cahaya maka
intensitas cahaya yang sampai pada titik tersebut akan semakin sedikit, sehingga dapat disimpulkan
bahwa nilai FPASH-nya akan semakin kecil.
Hasil perhitungan FPASH analitik menunjukan bahwa nilai FPASH analitik paling besar berada
pada titik ukur TUU2 dan TUU1, kemudian diikuti oleh TUS2, TUS4, TUS3, TUS1. Hal ini menunjukan
letak dari titik ukur tersebut. Semakin dekat letaknya dengan lubang cahaya efektif maka nilai
FPASH-nya akan semakin besar. Nilai FPASH tidak hanya bergantung pada faktor langit, tapi juga
bergantung pada faktor refleksi dalam dan faktor refleksi luar.
Selain faktor langit, terdapat juga faktor refleksi dalam dari benda-benda yang terdapat di
dalam ruangan seminar TF 2. Seperti meja, kursi, papan tulis, washtafel, dan beberapa barang-
barang kecil lainnya. Sebenarnya hal yang paling berpengaruh terhadap faktor refleksi dalam adalah
warna dari benda-benda tersebut. Semakin cerah warna dari benda-benda tersebut maka faktor
refleksi dalamnya akan semakin besar. Sama halnya dengan benda-benda di dalam ruangan
tersebut, warna dari tembok, lantai dan plafon dari suatu ruangan juga mempengaruhi nilai dari
faktor refleksi dalam tersebut. Faktor refleksi luar yang mempengaruhi praktikum kami adalah
gedung labtek SITH yang terdapat di seberang gedung labtek teknik fisika. Meskipun warnanya
cukup cerah(biru muda), gedung labtek SITH ini tidak terlalu mendukung untuk meningkatkan faktor
pencahayaan siang hari di ruang seminar TF 2.
Selain dari ketiga faktor tersebut, hal yang juga mempengaruhi perhitungan dari FPASH
tersebut adalah beberapa pendekatan pengukuran dan bentuk ruangan yang dilakukan. Pendekatan
pengukuran dan bentuk tersebut diantaranya adalah, plafon ruangan yang tidak murni flat, bentuk
dari meja belajar dalam ruangan yang tidak berbentuk persegi panjang dan juga bentuk dari
beberapa interior yang terdapat di dalam ruangan seminar TF 2 tersebut. Saran dari kelompok kami,
untuk memperoleh nilai FPASH yang tepat dari suatu ruangan sebaiknya pengukuran dilakukan saat
ruangan masih dalam keadaaan kosong atau belum diisi dengan benda-benda lainnya.
Berdasarkan hasil pengukuran nilai FPASH ruangan, ruangan seminar TF 2 ini belum
memenuhi kriteria untuk syarat pencahayaan alami siang hari. Walaupun demikian, pada saat proses
belajar mengajar ruangan kelas ini jarang menggunakan tambahan pencahayaan dari lampu-lampu
yang terdapat di dalamnya.

KESIMPULAN
1. Faktor Pencahayaan alami pada siang hari di dalam suatu ruangan dipengaruhi oleh 3 faktor
yaitu, Faktor Langit, Faktor Refleksi Dalam, dan Faktor Refleksi Luar.
2. Faktor pencahayaan alami pada siang hari di ruang seminar TF 2 lantai 4 ini belum
memenuhi syarat faktor pencahayaan alami siang hari. Walaupun demikian kekurangan dari
syarat tersebut masih dapat ditoleransi dan pencahayaan alami siang hari pada ruangan
tersebut masih dianggap nyaman.


PUSTAKA
1. Modul IV Pencahayaan Alami Siang Hari Laboratorium teknik Fisika IV






LAMPIRAN FOTO RUANGAN PRAKTIKUM