Anda di halaman 1dari 6

Merlein

halaman 102 - 107


Program pokok dijabarkan ke dalam 4
bidang
a. Bidang peningkatan kualitas
PTM
Supervisi PTM yang diselenggarakan
sekaligus dengan temu regional PTM
Mengintensifkan kunjungan ke PTM
kecil sebagai supporting bagi
peningkatan kualitas pengelolaan PTM
Workshop pengembangan kurikulum
PTM
Workshop persiapan akreditasi PTM
Pelatihan manajemen PTM
Pelatihan metodologi penelitian tingkat
lanjut
Kompetisi penelitian dosen PTM
dengan sistem hibah kompetisi
Mengaktifkan pusbang PTM

b. Bidang penelitian dan
pengembangan
Pengembangan database
dan pusat informasi
persyarikatan
Pengembangan kerjasama
lembaga penelitian
dilingkungan persyarikatan
Peningkatan kualitas
penelitian di PTM

c. Bidang kerjasama dan
kemahasiswaan
Kerjasama dengan badan pendidikan
Muhammadiyah (baik majelis maupun
ortom) dalam pengembangan
kurikulum
Kerjasama dengan pihak luar dalam
peningkatan kualitas pendidikan dan
penelitian
Kerjasama antar PTM dalam
meningkatan kualitas SDM dan fasilitas
pendidikan
Jaringan internet antar PTM
Mengupayakan beasiswa bagi AMM
dan kader persyariaktan dalam PTM
LKTI mahasiswa PTM
Temu olahraga dan seni mahasiswa
PTM

d. Bidang organisasi dan
kelembagaan
Konsodilatasi organisasi
Rapat kerja majelis
diktilitbang
Rapat rutin majelis
Forum rektor PTM pembina
Pertemuan regional PTM
Rakernas bidang pendidikan
Muhammadiyah
Penyempurnaan qaidah
PTM

Di bawah koordinasi majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah pertumbuhan PTM sangant
pesat, bahkan melampaui target. Ketika awal dibentuknya majelis Diktilitbang, tahun
1985, jumlah PTM se-Indonesia sebanya
4. Majlis pengembangan kader dan sumber daya insani (MPK-SDI)
Fungsi :
a. Menyususn konsep perkaderan dan
mengoperasikan secara simultan dan terpadu
yang melibatkan kerjasama antara badan
pendidikan kader, majlis pendidikan,
aisyiyah,organisasi otonom Muhammadiyah
b. Memprioritaskan pengembangan studi lanjut
dalam mengembangkan kualitas sumber daya
kader muhammadiyah yang pelaksanaannya di
lakukan secara bertahap dan terlembaga
c. Menyelenggarakan kegiatan-kegiatan
perkaderan lainnya yang dilahirkan secara
terpadu di seluruh lingkungan persyarikatan
termasuk amal usaha sesuai dengan
kepentingan dan sasaran yang di kehendaki
d. Menginfestasikan dan memprioritaskan
penempatan kader dan proses seleksi dengan
kepentingan kelangsungan misi persyarikatan
e. Menginfestasikan pendataan kader dan aspek-
aspek yang terkait lainnya guna kepentingan
pengembangan kader muhammadiyah di
berbagai struktur di lingkungan persyarikatan
f. Memnerbitkan publikasi dan pedoman-
pedoman yang berkaitan dengan kepentingan
pengembangan kader muhammadiyah dalam
berbagai aspek

g. Mengembangkan kerjasama penyelenggaraan
pendidikan khusus seperti pendidikan non-
formal untuk pengembangan SDM persyarikatan
h. Menyelenggarakan forum ideopolitor sebagai
program refresing khusus anggota pimpinan
persyarikatan di berbagai tingkat struktur yang
mengembangkan metode dialogis
i. Mengoptimalkan dukungan fasilitas, sarana,
prasarana, dan dana untuk pengembangan
kualitas kader dan SDM di lingkungan
muhammadiyah
j. Menginfestasikan pembinaan siswa di madrasah
Muallimin, Muallimat, pondok pesantren , dan
sekolah-sekolah/madrasah madrasah khusus
muhammadiyah sebagai wahana khusus
pembentukkan kader persyarikatan
k. Mengembangkan pembinaan kader melalui
hizbul wathan muhammadiyah yang disusun
secara sistematik dan perprogram dan
l. Mengembangkan pusat studi, pendidikan dan
pelatihan muhammadiyah secara sistematik

5. Majlis pendidikan, pengajaran dan kebudayaan (Dikdasmen)

Tugas dan fungsi majlis kependidikan,
pengajaran dan kebudayaan adalah :
a. Menananmkan kesadaran akan pentingnya
bidang pendidikan dan pengajaran serta budaya
sebagai rangkaian usaha untuk mencapai tujuan
persyarikatan serta mengerakkan kegiatan
anggota-anggota untuk beramal di bidang itu
b. Memimpin dan membantu usaha cabang-
cabang dalam usahanya di bidang pendidikan
dan pengajaran serta kebudayaan.
c. Membantu dan mengkoordinasi kegiatan
anggota dan masyarakat serta organisasi islam
yang bergerak di bidang pendidikan dan
pengajaran serta kebudayaan sesuai dengan
maksud dan tujuan persyarikatan.
d. Mengusahakan bantuan dan vasilitas dari
pemerintah dan bada-badan lain yang halal dan
baik.

e. Mengadakan pendidika untuk :
1) Membentuk tenaga pendidikan dan
pengajaran yang bejiwa muhammadiyah
2) Mempertebal keyakinan agama dan
kesadran kemuhammadiyahan kepada
tenaga pendidik dan pengajar
3) Mengusahakan alat kelengkapan
pengajaran dan pendidikan serta alat-alat
administrasi sekolah dan madrasah
4) Membuka dan menyelenggarakan
sekolah/madrasah asrama dan sebagainya
di cabang-cabang yang bersangkutan
5) Mengurus dan menyelenggarakan sekolah-
sekolah percontohan atau teladam, dan
f. Menyelenggarakan dan memimpin musyawarah
kerja majlis pendidikan dan kebudayaan sesuai
dengan qoidah-qoidah yang ada

6. Majlis kesehatan dan pembinaan kesejahteraan sosial (MKKM)

Majlis ini digerakkan oleh KH.Ahmad Dahlan di bantu oleh murid-muridnya atas
kesadaran mengamalkan sural al-Maun, beliau berulang kali mengajarkan ayat dan
surat itu, tetapi pengamalannya tidak ada, meskipun santrinya telah hafal, beliau
mendorong mencari anak fakir miskin, menyantuni dan menghimpun,
memberikan sandang pangan, mendidik mereka shalat dan memberikan kerja-
kerja yang positive. Ide ini diteruskan oleh KH Sudja murid KH Ahmad Dahlan
akhirnya berkembang memiliki banyak rumah yatim, rumah miskin, panti asuhan,
rumah sakit, dan BKIA. Di samping itu banyak gerakan kemanusiaan serta sosial
yang semuanya telah merakyat dalam kehidupan masyarakat, dimana ada
muhammadiyah disitu ada gerakan-gerakan kemanusiaan dan kesosialan.

Pengembangan dan kemajuan serta pelayanan masyarakat secara intensif dan
efektif, muktamar muhammadiyah di Yogyakarta dan Aceh (ke 42 dan 43) majlis
PKU diubah menjadi majlis kesehatan dan pembinaan kesejahteraan sosial.