Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN PENDAHULUAN

GAGAL NAFAS
1. Pengertian
Gagal nafas adalah ketidakmampuan sistem pernafasan untuk mempertahankan oksigenasi
darah normal (PaO2), eliminasi karbon dioksida (PaCO2) dan pH yang adekuat
disebabkan oleh masalah ventilasi difusi atau perfusi (Susan artin !, "##$)
Gagal nafas adalah kegagalan sistem pernafasan untuk mempertahankan pertukaran
oksigen dan karbondioksida dalam %umlah yang dapat mengakibatkan gangguan pada
kehidupan (&S 'antung (Harapan )ita*, 2++"),
Gagal nafas ter%adi bilamana pertukaran oksigen terhadap karbondioksida dalam paru-paru
tidak dapat memelihara la%u komsumsioksigen dan pembentukan karbon dioksida dalam
sel-sel tubuh, Sehingga menyebabkan tegangan oksigen kurang dari .+ mmHg
(Hipoksemia) dan peningkatan tekanan karbondioksida lebih besar dari /. mmHg
(hiperkapnia), (0runner 1 Sudarth, 2++")
2. Etiologi
a, 2epresi Sistem saraf pusat
engakibatkan gagal nafas karena ventilasi tidak adekuat, Pusat pernafasan yang
menngendalikan pernapasan, terletak diba3ah batang otak (pons dan medulla)
sehingga pernafasan lambat dan dangkal,
b, )elainan neurologis primer
4kan memperngaruhi fungsi pernapasan, 5mpuls yang timbul dalam pusat pernafasan
men%alar melalui saraf yang membentang dari batang otak terus ke saraf spinal ke
reseptor pada otot-otot pernafasan, Penyakit pada saraf seperti gangguan medulla
spinalis, otot-otot pernapasan atau pertemuan neuromuslular yang ter%adi pada
pernapasan akan sangatmempengaruhiventilasi,
6, 7fusi pleura, hemotoraks dan pneumothoraks
erupakan kondisi yang mengganggu ventilasi melalui penghambatan ekspansi paru,
)ondisi ini biasanya diakibatkan penyakti paru yang mendasari, penyakit pleura atau
trauma dan 6edera dan dapat menyebabkan gagal nafas,
d, !rauma disebabkan oleh kendaraan bermotor dapat men%adi penyebab gagal nafas,
)e6elakaan yang mengakibatkan 6idera kepala, ketidaksadaran dan perdarahan dari
hidung dan mulut dapat mnegarah pada obstruksi %alan nafas atas dan depresi
pernapasan, Hemothoraks, pnemothoraks dan fraktur tulang iga dapat ter%adi dan
mungkin meyebabkan gagal nafas, 8lail 6hest dapat ter%adi dan dapat mengarah pada
gagal nafas, Pengobatannya adalah untuk memperbaiki patologi yang mendasar
e, Penyakit akut paru
Pnemonia disebabkan oleh bakteri dan virus, Pnemonia kimia3i atau pnemonia
diakibatkan oleh mengaspirasi uap yang mengritasi dan materi lambung yang bersifat
asam, 4sma bronkial, atelektasis, embolisme paru dan edema paru adalah beberapa
kondisi lain yang menyababkan gagal nafas,
3. Tanda dan Gejala
a, !anda
Gagal nafas total
9 4liran udara di mulut, hidung tidak dapat didengar:dirasakan,
9 Pada gerakan nafas spontan terlihat retraksi supra klavikuladan sela iga
serta tidak ada pengembangan dada pada inspirasi
9 4danya kesulitasn inflasi parudalam usaha memberikan ventilasi buatan
Gagal nafas parsial
9 !erdenganr suara nafas tambahan gargling, snoring, Gro3ing dan 3hi;ing,
9 4da retraksi dada
b, Ge%ala
9 Hiperkapnia yaitu penurunan kesadaran (PCO2)
9 Hipoksemia yaitu takikardia, gelisah, berkeringat atau sianosis (PO2
menurun)
4. Patoi!iologi
Gagal nafas ada dua ma6am yaitu gagal nafas akut dan gagal nafas kronik dimana masing
masing mempunyai pengertian yang bebrbeda, Gagal nafas akut adalah gagal nafas yang
timbul pada pasien yang parunyanormal se6ara struktural maupun fungsional sebelum
a3itan penyakit timbul, Sedangkan gagal nafas kronik adalah ter%adi pada pasien dengan
penyakit paru kronik seperti bronkitis kronik, emfisema dan penyakit paru hitam (penyakit
penambang batubara),Pasien mengalalmi toleransi terhadap hipoksia dan hiperkapnia
yang memburuk se6ara bertahap, Setelah gagal nafas akut biasanya paru-paru kembali
kekeasaan asalnya, Pada gagal nafas kronik struktur paru alami kerusakan yang
ireversibel,
<70 O8 C4=!5O>
!rauma kelainan neuroligis
Gagguan syaraf pernafasan dan otot pernapasan
Peningkatan permeabilitas membrane alveolar kapiler
Gangguan epithelium alveolar gangguan endoteloil kapiler
Penumpukan 6aiaran alveoli 6airan masuk keintestinal
Oedema paru pertahankan %alan nafas
Penurunan 6omplain paru peningkatan tahanan %alan nafas
Cairan surfaktan meningkat kehilangan fungsi silia saluaran nafas
Gagguan pengembangan paru bersihan %alan nafas
(atelektasis)kolapas alveoli
?entilasi 1 perfusi tidak seimbang gangguan pertukaran gas
Hipoksemia,hiperkapmia O2menurun,CO2 menurun
(dsyspneu,6yanosis)
!indakan primer(4,0,C,2 ,17)
?entilasi mekanik
&esti infeksi resti 6edera
5ndikator gagal nafas telah frekuensi pernafasan dan kapasitas vital, frekuensi penapasan
normal ialah "@-2+ A:mnt, 0ila lebih dari2+A:mnt tindakan yang dilakukan memberi
bantuan ventilator karena (ker%a pernafasan* men%adi tinggi sehingga timbul kelelahan,
)apasitasvital adalah ukuran ventilasi Gagal nafas penyebab terpenting adalah ventilasi
yang tidak adekuatdimana ter%adi obstruksi %alan nafas atas, Pusat pernafasan yang
mengendalikan pernapasan terletak di ba3ah batang otak (pons dan medulla), Pada kasus
pasien dengan anestesi, 6idera kepala, stroke, tumor otak, ensefalitis, meningitis, hipoksia
dan hiperkapnia mempunyai kemampuan menekan pusat pernafasan, Sehingga pernafasan
men%adi lambat dan dangkal, Pada periode postoperatif dengan anestesi bisa ter%adi
pernafasan tidak adekuat karena terdapat agen menekan pernafasan denganefek yang
dikeluarkanatau dengan meningkatkan efek dari analgetik opiood, Pnemonia atau dengan
penyakit paru-paru dapat mengarah ke gagal nafas akut,
". Penatala#!anaan $edi!
!erapi oksigen
Pemberian oksigen ke6epatan rendah B masker ?enturi atau nasal prong
?entilator mekanik dengan tekanan %alan nafas positif kontinu (CP4P) atau P77P,
5nhalasi nebuli;er
8isioterapi dada
Pemantauan hemodinamik:%antung,
Pengobatan (0rokodilator, Steroid)
2ukungan nutrisi sesuai kebutuhan
%. &o'(li#a!i
Pneumotoraks
7fusi pleura
7mboli paru
)ifoskilosis
7mfisema berat
). Pe'eri#!aan Pen*njang
9 Pemerikasan gas-gas darah arteri
Hipoksemia
&ingan B PaO2 C D+ mmHg
Sedang B PaO2 C @+ mmHg
0erat B PaO2 C /+ mmHg
9 Pemeriksaan rontgen dada
elihat keadaan patologik dan atau kema%uan proses penyakit yang tidak
diketahui
9 Hemodinamik
!ipe 5 B peningkatan PC<P
9 7)G
ungkin memperlihatkan bukti-bukti regangan %antung di sisi kanan
2isritmia
+. ASUHAN &EPERA,ATAN
a. Peng#ajian
Pengka%ian Primer
1. Air-a.
9 Peningkatan sekresi pernapasan
9 0unyi nafas krekels, ronki dan mengi
2. /reat0ing
9 2istress pernapasan B pernapasan 6uping hidung, takipneu:bradipneu, retraksi,
9 enggunakan otot aksesori pernapasan
9 )esulitan bernafas B lapar udara, diaforesis, sianosis
3. 1ir2*lation
9 Penurunan 6urah %antung B gelisah, letargi, takikardia
9 Sakit kepala
9 Gangguan tingkat kesadaran B ansietas, gelisah, ka6au mental, mengantuk
9 Papil edema
9 Penurunan haluaran urine
4. Di!a3ilit.
GCS
>euromus6ular
3. Diagno!a &e(era-atan
1. Pola naa! tida# ee#ti 3.d. (en*r*nan e#!(an!i (ar*
!u%uan B
Setelah dilakukan tindakan kepera3atan pasien dapat mempertahankan pola
pernapasan yang efektif
)riteria Hasil B
Pasien menun%ukkan
9 8rekuensi, irama dan kedalaman pernapasan normal
9 4danya penurunan dispneu
9 Gas-gas darah dalam batas normal
5ntervensi 4
", )a%i frekuensi, kedalaman dan kualitas pernapasan serta pola pernapasan,
2, )a%i tanda vital dan tingkat kesadaran setiap %am
E, onitor pemberian trakeostomi bila PaCo2 .+ mmHg atau PaO2C @+mmHg
/, Pantau dan 6atat gas-gas darah sesuai indikasi B ka%i ke6enderungan kenaikan
., PaCO2 atau ke6endurungan penurunan PaO
@, 4uskultasi dada untuk mendengarkan bunyi nafas setiap " %am
$, Pertahankan tirah baring dengan kepala tempat tidur ditinggikan E+ sampai /.
dera%at untuk mengoptimalkan pernapasan
D, 0erikan dorongan utnuk batuk dan napas dalam, bantu pasien untuk mebebat dada
selama batuk
#, 5nstruksikan pasien untuk melakukan pernapasan diagpragma atau bibir
"+, 0erikan bantuan ventilasi mekanik bila PaCO F @+ mmHg, PaO2 dan PCO2
meningkat dengan frekuensi . mmHg:%am, PaO2 tidak dapat dipertahankan pada
@+ mmHg atau lebih, atau pasien memperlihatkan keletihan atau depresi mental
atau sekresi men%adi sulit untuk diatasi,
2. Gangg*an (ert*#aran ga! 3er0*3*ngan dengan a3nor'alita! 5entila!i6(er*!i
!e#*nder ter0ada( 0i(o5entila!i
!u%uan B Setelah diberikan tindakan kepera3atan pasien dapat mempertahankan
pertukaran gas yang adekuat
)riteria Hasil BPasien mampu menun%ukkan
9 0unyi paru bersih
9 <arna kulit normal
9 Gas-gas darah dalam batas normal untuk usia yang diperkirakan
5ntervensi B
9 )a%i terhadap tanda dan ge%ala hipoksia dan hiperkapnia
9 )a%i !2, nadi apikal dan tingkat kesadaran setiapG %am dan prn, laporkan perubahan
tinmgkat kesadaran pada dokter,
9 Pantau dan 6atat pemeriksaan gas darah, ka%i adanya ke6enderungan kenaikan dalam
PaCO2 atau penurunan dalam PaO2
9 0antu dengan pemberian ventilasi mekanik sesuai indikasi, ka%i perlunya CP4P atau
P77P,
9 4uskultasi dada untuk mendengarkan bunyi nafas setiap %am
9 !in%au kembali pemeriksaan sinar H dada harian, perhatikan peningkatan atau
penyimpangan
9 Pantau irama %antung
9 0erikan 6airan parenteral sesuai pesanan
9 0erikan obat-obatan sesuai pesanan B bronkodilator, antibiotik, steroid,
9 7valuasi 4)S dalam hubungannya dengan penurunan kebutuhan oksigen
3. &ele3i0an 5ol*'e 2airan 3.d. ede'a (*l'onal
!u%uan B Setelah diberikan tindakan pera3atan pasien tidak ter%adi kelebihan volume
6airan
)riteria Hasil B Pasien mampu menun%ukkan
9 !!? normal
9 0alan6e 6airan dalam batas normal
9 !idak ter%adi edema
5ntervensi B
9 !imbang 00 tiap hari
9 onitor input dan output pasien tiap " %am
9 )a%i tanda dan ge%ala penurunan 6urah %antung
9 )a%i tanda-tanda kelebihan volume B edema, 00 , C?P
9 onitor parameter hemodinamik
9 )olaburasi untuk pemberian 6airandan elektrolit
4. Gangg*an (er*!i jaringan 3.d. (en*r*nan 2*ra0 jant*ng
!u%uan B
Setelah dilakukan tindakan kepera3atan pasien mampu mempertahankan perfusi
%aringan,
)riteria Hasil B
Pasien mampu menun%ukkan
9 Status hemodinamik dalam batas normal
9 !!? normal
5ntervensi B
9 )a%i tingkat kesadaran
9 )a%i penurunan perfusi %aringan
9 )a%i status hemodinamik
9 )a%i irama 7)G
9 )a%i sistem gastrointestinal
2iagnose yang diprioritaskan B
Gangg*an (ert*#aran ga! 3er0*3*ngan dengan a3nor'alita! 5entila!i6(er*!i
!e#*nder ter0ada( 0i(o5entila!i
!u%uan B Setelah diberikan tindakan kepera3atan pasien dapat mempertahankan
pertukaran gas yang adekuat
)riteria Hasil B Pasien mampu menun%ukkan
9 0unyi paru bersih
9 <arna kulit normal
9 Gas-gas darah dalam batas normal untuk usia yang diperkirakan
5ntervensi B
9 pantau tanda dan ge%ala hipoksia dan hiperkapnia
!2, nadi apikal dan tingkat kesadaran setiap %am dan laporkan perubahan tingkat
kesadaran pada dokter,
9 Pantau dan 6atat pemeriksaan gas darah, ka%i adanya ke6enderungan kenaikan dalam
PaCO2 atau penurunan dalam PaO2
9 0antu dengan pemberian ventilasi mekanik sesuai indikasi, ka%i perlunya CP4P atau
P77P,
9 4uskultasi dada untuk mendengarkan bunyi nafas setiap %am
9 !in%au kembali pemeriksaan sinar H dada harian, perhatikan peningkatan atau
penyimpangan
9 Pantau irama %antung
9 0erikan 6airan parenteral sesuai pesanan
9 0erikan obat-obatan sesuai pesanan B bronkodilator, antibiotik, steroid,
9 7valuasi 4)S dalam hubungannya dengan penurunan kebutuhan oksigen,
DAFTAR PUSTA&A
Silyia 4 pri6e, lorrane <ilson, ("##/),patofisiologis , proses-proses penyakit, buku 2,7GC,
'akarta,
arilynn 7 2oengoes, et all, alih bahasa )ariasa 5, (2+++), &en6ana 4suhan )epera3atan,
pedoman untuk peren6anaan dan pendokumentasian pera3atan pasien, 7GC, 'akarta,
Suddarth 2oris Smith, ("##"), !he lippin6ott anual of >ursing Pra6ti6e, fifth edition, '0
Iippin6ott Company, Philadelphia,