Anda di halaman 1dari 16

MAKALAH

PENGEMBANGAN ORGANISASI KEMAHASISWAAN


DAN
PERAN & TANGGUNG JAWAB MAHASISWA



DISUSUN OLEH :
NAMA : FITRIYATUN
DEVISI : SRIWIJAYA
FAKULTAS : FKIP - IPA


UNIVERSITAS WIRARAJA
SUMENEP
2014 2015

KATA PENGANTAR
Assalamualaikum wr. Wb
Alhamdulillah puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala limpahan rahmat serta
hidayahnya hingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik.selain itu kami
mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari pihak yang telah membantu saya untuk
menyelesaikan makalah ini.
Semoga makalah yang saya buat ini dapat bermanfaat bagi semua pembaca.saya sebagai
penulis ingin membuat makalah ini lebih banyak diminati oleh mahasiswa dan memberikan
motivasi kepada pembaca. Terima kasih

Wassalamualaikum wr. Wb

Penyusun







DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL
KATA PENGANTAR..
DAFTAR ISI
BAB I : PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Rumusan masalah..
C. Tujuan.
D. Manfaat..

BAB II : PEMBAHASAN
A. Pengembangan Organisasi Kemahasiswaan
a. Tujuan pendidikan tinggi..
b. Organisasi kemahasiswaan.
c. Unit kegiatan mahasiswa.
d. Badan eksekutif mahasiswa...
B. Peran dan tanggung jawab mahasiswa.
BAB III : PENUTUP
A. Kesimpulan.
DAFTAR PUSTAKA







BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang

Organisasi adalah sebuah wadah untuk para mahasiswa mengekspresikan aspirasi
mereka .organisasi sangat penting ada di dalam setiap perguruan tinggi karena dengan
adanya organisasi di setiap perguruan tinggi akan banyak menampung kreatifitas
mahasiswanya,Sehingga setiap aspirasi dan kreatifitas setiap mahasiswa tidak ada yang
terbuang sia-sia.setiap organisasi di atur oleh sebuah aturan yang telah dibuat oleh semua
anggota organisasi tersebut dan peraturan itu akan dijalankan oleh setiap anggotanya dan
bagi pelanggar aturan akan dikenakan sanksi yang telah disepakati oleh setiap anggota dan
didalam sebuah organisasi ada pengurus yang memimpi organisasi agar sebuah organisasi
dapat menjalankan tugas-tugasnya
Organisasi pada dasarnya digunakan sebagai tempat atau wadah dimana orang-orang
berkumpul, bekerjasama secara rasional dan sistematis, terencana, terorganisasi, terpimpin
dan terkendali, dalam memanfaatkan sumber daya, sarana-parasarana, data dan lain
sebagainya yang digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan organisasi
Sedangkan organisasi mahasiswa yaitu organisasi yang berisikan mahasiswa. Kemudian
organisasi mahasiswa dibedakan menjadi 2 yaitu internal dan eksternal kampus. Organisasi
kemahasiswaan intra perguruan tinggi adalah wahana dan sarana pengembangan diri
mahasiswa ke arah perluasan wawasan dan peningkatan kecendekiawanan serta integritas
kepribadian untuk menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki
kemampuan akademik dan/atau profesional yang dapat menerapkan, mengembangkan
dan/atau menciptakan ilmu pengetahuan, teknologi dan/atau kesenian, mengembangkan
dan menyebarluaskan ilmu pengetatman, teknologi dan/atau kesenian serta mengupayakan
penggunaannya untuk meningkatkan tarap kehidupan masyarakat dan memperkaya
kebudayaan nasional.
Artinya dengan definisi tersebut kita memahami betapa besarnya tanggung jawab dari
organisasi mahasiswa yang secara perlahan harus kita penuhi sebagai beban moral dalam
memperjuangan apa yang digariskan para pendahulu republik Indonesia. Menjawab
pertanyaan seberapa penting organisasi mahasiswa terdapat berbagai metode. Dalam
kesempatan ini penulis mencoba menggunakan 3 pisau analisa singkat, yang pertama
secara yuridis, filosofis, dan terakhir sosiologis.
Pengertian Mahasiswa adalah golongan generasi muda yang menuntut ilmu di
perguruan tinggi yang mempunyai identitas diri. Identitas diri mahasiswa terbangun oleh
citra diri sebagai insan religius, insan dimnamis, insan sosial, dan insan mandiri. Dari
identitas mahasiswa tersebut terpantul tanggung jawab keagamaan, intelektual, sosial
kemasyarakatan, dan tanggung jawab individual baik sebagai hamba Tuhan maupun
sebagai warga bangsa dan negara.
B. Rumusan masalah

MENGAPA ORGANISASI PENTING BAGI MAHASISWA
Mahasiswa yang aktif ber-organisasi secara konsisten semata-mata memiliki pemahaman
bahwa organisasi kemahasiswaan merupakan sebuah sarana yang efektif dalam meng-
kader dirinya sendiri untuk ke depan. Sebagian di antaranya masih mempunyai keyakinan
pandangan bahwa kampus merupakan tempat menimba ilmu yang tidak terbatas hanya
kepada pelajaran semata.
Dengan bergabung aktif dalam organisasi kemahasiswaan yang bersifat intra ataupun
eksra kampus berefek kepada perubahan yang signifikan terhadap wawasan, cara
berpikir, pengetahuan dan ilmu-ilmu sosialisasi, kepemimpinan serta menajemen
kepemimpinan yang notabene tidak diajarkan dalam kurikulum normatif Perguruan
Tinggi. Namun, dalam ber-organisasilah dapat diraih dengan memanfaatkan statusnya
sebagai mahasiswa.
Pemahaman arti penting sebuah organisasi dan aktivitas organisasi mahasiswa adalah
salah satu persoalan yang pertama-tama harus diluruskan. Adanya anggapan bahwa ber-
organisasi berarti berdemonstrasi, atau ber-organisasi khusunya di kampus tidak lebih
dari sekadar membuang sebagian waktu, energi, ajang mencari kawan atau mencari jodoh
merupakan bukti adanya kesalapahaman tentang presepsi sebagian mahasiswa tentang
organisasinya sendiri.
Berdasarkan hal tersebut maka organsiasi mahasiswa dituntut untuk terus meningkatan
kualiatas dirinya. Dan peningkatan pelayanan terhadap masyarakat mahasiswa. Sebagai
miniatur pemerintahan negara dalam penyelenggaraan negara yang semestinya dilakukan
oleh aparatur negara. Maka, organisasi mahasiwa harus meng-adopsi prinsip-prinsip
pemerintahan layaknya dalam sebuah negara dan dikolaborasikan dengan prinsip sebagai
organisasi pengkaderan dan perjuangan.
Pengertian Mahasiswa adalah golongan generasi muda yang menuntut ilmu di
perguruan tinggi yang mempunyai identitas diri. Identitas diri mahasiswa terbangun oleh
citra diri sebagai insan religius, insan dimnamis, insan sosial, dan insan mandiri. Dari
identitas mahasiswa tersebut terpantul tanggung jawab keagamaan, intelektual, sosial
kemasyarakatan, dan tanggung jawab individual baik sebagai hamba Tuhan maupun
sebagai warga bangsa dan negara.
Bagaimana bentuk peran mahasiswa?

Peran dalam Memperdalam dan mengembangkan diri di dalam pembidangan keilmuan
yang ditekuninya sehingga dapat memiliki kemampuan untuk memikul tanggung jawab
intelektualnya.
Merupakan jembatan antara dunia teoritis dan dunia empiris dalam arti pemetaan dan
pemecahan masalah-masalah kehidupan sesuai dengan bidangnya.
Merupakan dinamisator perubahan masyarakat menuju perkembangan yang lebih baik.
(agen perubahan).
Sekaligus merupakan kontrol terhadap perubahan sosial yang sedang dan akan
berlangsung.

Potret peran Mahasiswa dalam pentas sejarah Indonesia

Peran dan posisi mahasiswa dalam perspektif kehidupan berbangsa dan bernegara,
merupakan diskursus yang menarik sepanjang dinamika kehidupan mahasiswa. Hampir
menjadi kenyataan yang lazim bahwa gerakan mahasiswa terutama di dunia ketiga
memainkan peran yang sangat aktif pada posisi sentral di dalam perubahan sosial-politik,
dan hampir tak satupun penguasa di negara-negara berkembang yang mengabaikan posisi
sosial dan pentingnya representasi politik serta dampak aspirasi dari golongan muda
berpendidikan tinggi ini. Sehingga para pemerhati sosial tidak mengabaikan fungsi
mereka dalam sistem sosial politik baik di negeri maju maupun berkembang, termasuk di
Indonesia.















C. TUJUAN

Melatih Leadership
Ketika ikut organisasi, pastinya akan ada banyak hal yang harus kamu urus seperti acara-
acara organisasi, yang tentunya melibatkan banyak orang, baik itu sesama mahasiswa
anggota organisasi ataupun orang-orang di luar organisasi. Mahasiswa yang ikut
organisasi kampus umumnya memiliki sikap dan karakter yang lebih aktif dibanding
mereka yang tidak ikut organisasi. Mereka lebih banyak terlatih dalam mengutarakan
pendapat di hadapan orang lain ataupun menggerakkan dan mengarahkan teman-teman
sesama anggota ketika organisasi sedang mengadakan suatu acara. Jika saat ini belum
terbayang seperti apa rasanya mengarahkan teman-teman sendiri, jika nanti sudah
berpartisipasi dalam organisasi, sadar atau tidak sadar, kamu akan terperangah bahwa
sesungguhnya kamu mampu melakukannya. Di dunia kerja, keterampilan leadership ini
pasti bermanfaat sekali. Seringkali di lowongan-lowongan kerja memasukkan leadership
sebagai salah satu kriteria untuk calon karyawan barunya, meskipun untuk posisi level
staf yang sebenarnya tidak memiliki bawahan. Kamu yang mengikuti organisasi
mahasiswa dipandang lebih memiliki inisiatif serta dapat memotivasi dan mengarahkan
diri sendiri dan rekan dalam bekerja. Atasan juga lebih senang karena tidak harus
mengarahkan kamu terus menerus.




D. MANFAAT
Potensi kita tau adalah sesuatu yang tersimpan, sesuatu yang perlu untuk digali dan
dikembangkan, baik itu yang baik maupun yang buruk. Potensi mahasiswa sebagai pemuda
antara lain adalah kritis. Kritis itu adalah tanggap terhadap masalah dan berusaha
menyelesaikan masalah dengan pemikiran-pemikiran yang benar. Selain kritis mahasiswa
juga punya potensi idealis, idealis disini karena mahasiswa sebagai manusia-manusia yang
dididik dalam suasana kampus yang ideal. Masyarakat sekitar mereaka yang idealis ataupun
sejak kecil mereka belum pernah merasakan realism kehidupan. Mahasiswa juga memiliki
potensi sebagai penggerak yang independen. Independen maksudnya mahasiswa mampu
bergerak sendiri, mahasiswa sebagai memiliki ilmu-ilmu yang variatif bisa saling
berkoordinasi membentuk sebuah gerakan yang mandiri tanpa campur tangan oknum lain
termasuk pemerintahan. Selain itu juga mahasiswa memiliki kreatifitas, daya juang yang
tinggi dan lain-lain.
Setelah kita lihat potensi, mari kita lihat beberapa peran seorang mahasiswa sebagai
elemen pemuda. Pemuda mempunyai paling tidak tiga peran, yang pertama Guardian Value(
penjaga nilai), maksudnya mahasiswa dengan potensi idealisme, kritis dan daya juang tinggi
mahasiswa bisa berlaku sebagai control social ataupun pelurus nilai-nilai luhur yang hendak
dicapai. Yang kedua mmahasiswa memiliki peran sebagai Iron stock( persedian besi),
maksudnya bahwa pemuda memiliki potensi ilmu, memiliki kreatifitas, bakat kepemimpinan
adalah asset buat masa depan sebagai generasi yang akan meneruskan pergerakan
pemerintahan. Selain itu pemuda mempunyai peran juga sebagai Agen of Change (pembawa
perubahan). Ini dikarenakan mahasiswa mempunyai kombinasi-kombinasi potensi seperti
kritis, idelais, kreatif dan independen maka gerakan mereka membawa sebuah perubahan ke
arah yang lebih baik.











BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengembangan organisasi kemahasiswaan
a. Tujuan pendidikan tinggi
- Menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memilik
kemampuan akademi atau professional menerapkan IPTEK dan kesenian
- Mengembangkan IPTEK dan kesenian untuk meningkatkan taraf kehidupan
masyarakat dan memperkaya kebudayaan nasional
b. Organisasi kemahasiswaan
Orgaisasi kemahasiswaan intra perguruan tinggi adalah wahana dan sarana
pengembangan diri mahasiswa yang diharapkan dapat meningkatkan penalaran
dan keilmuan serta arah profesi mahasiswa menampung kebutuhan, menyalurkan
minat, dan kegemaran serta meningkatkan kesejahteraan.
c. Unit kegiatan mahasiswa (UKM)
Berfungsi sebagai wahana dan sarana pengembangan kegiatan ekstra-
kurikuler ditingkat universitas, terutama yang berkaitan dengan pengembangan
bakat dan minat.
UKM yang di sahkan :
- Mapala wirasta
- PLM
- Mahesa (Musik)
- Futsal
- Volley ball
- Paduan suara
- Cemara
- Catur
- Bulu tangkis
- Menwa
- LDK ( lembaga dakwa kampus)
- KSR ( Korps suka relawan)
- Pramuka
- Panca silat
d. Badan eksekutif mahasiswa (BEM)
Berfungsi sebagai organisasi pelaksanaan kegiatan pengemangan
kemahasiswaan di tingkat universitas dan merupakan coordinator kegiatan
pengembangan kemahasiswaan lingkungan uiversitas.
Klasifikasi BEM : BEM universitas
BEM fakultas
B. Peran dan tanggung jawab mahasiswa
A. Pengertian Mahasiswa

Mahasiswa dalam peraturan pemerintah RI No.30 tahun 1990 adalah peserta didik
yang terdaftar dan belajar di Perguruan tinggi tertentu. Selanjutnya menurut Sarwono
(1978) Mahasiswa adalah setiap orang yang secara resmi terdaftar untuk mengikuti
pelajaran di Perguruan tinggi dengan batas usia sekitar 18-30 tahun.
Mahasiswa merupakan suatu kelompok dalam masyarakat yang memperoleh
statusnya karena ikatan dengan Perguruan Tinggi. Mahasiswa juga merupakan calon
intelektual atau cendekiawan muda dalam suatu lapisan masyarakat yang sering kali
syarat dengan berbagai predikat.
Mahasiswa menurut Knopfemacher (dalam Suwono, 1978) adalah merupakan insan-
insan calon sarjana yang dalam keterlibatannya dengan perguruan tinggi (yang makin
menyatu dengan masyarakat), dididik dan di harapkan menjadi calon-calon
intelektual.
Dari pendapat di atas bisa dijelaskan bahwa mahasiswa adalah status yang disandang
oleh seseorang karena hubungannya dengan perguruan tinggi yang nantinya
diharapkan menjadi calon-calon intelektual.
Namun jika kita mendefinisikan mahasiswa secara sederhana, maka kita akan
menafikan peranannya yang nyata dalam perkembangan arus bangsa. Ketika kita
mencoba menyederhanakan peran mahasiswa dengan mengambil definisi setiap
orang yang belajar di perguruan tinggi, definisi itu akan mempersempit makna atau
esensi dari mahasiswa itu sendiri. Mengingat sejarah panjang mahasiswa dalam
peranannya membangun bangsa, seorang Indonesianis, Ben Anderson menyatakan
bahwa, sejarah Indonesia adalah sejarah pemudanya.
Fenomena mahalnya biaya pendidikan, menuntut mahasiswa untuk menyelesaikan
studi tepat waktu. Sehingga segala energi dikerahkan untuk mendapat gelar sarjana
atau diploma sesegera mungkin. Tak ayal lagi tren study oriented mewabah di
kalangan mahasiswa. Pertanyaan adalah, apakah cukup dengan bekal ilmu yang
dipelajari dari bangku kuliah dan indeks prestasi yang tinggi untuk mengarungi
kehidupan pasca wisuda? Ternyata tidak. Dunia kerja yang akan digeluti oleh
alumnus perguruan tinggi tidak bisa diarungi dengan dua modal itu saja. Ada elemen
yang harus dipertimbangkan, yakni kemampuan soft skill. Kemampuan ini terkait
dengan kemampuan berkomunikasi dan bahasa, bekerja dalam satu team, serta
kemampuan memimpin dan dipimpin. [3]



B. Peran dan posisi mahasiswa
1. Peran moral

Mahasiswa yang dalam kehidupanya tidak dapat memberikan contoh dan keteladanan
yang baik berarti telah meninggalkan amanah dan tanggung jawab sebagai kaum
terpelajar . Jika hari ini kegiatan mahasiswa berorientasi pada hedonisme (hura hura
dan kesenanggan) maka berarti telah berada persimpangan jalan . Jika mahasiswa hari ini
lebih suka mengisi waktu luang mereka dengan agenda rutin pacaran tanpa tahu dan mau
ambil tahu tentang perubahan di negeri ini maka mahasiswa semacam ini adalah potret
generasi yang hilang yaitu generasi yang terlena dan lupa akan tugas dan tanggung
jawabnya sebagai seorang pemuda dan mahasiswa.
2. Peran social

Mahasiswa harus menumbuhkan jiwa-jiwa sosial yang dalam atau dengan kata lain
solidaritas sosial. Solidaritas yang tidak dibatasi oleh sekat sekat kelompok, namun
solidaritas sosial yang universal secara menyeluruh serta dapat melepaskan
keangkuhan dan kesombongan. Mahasiswa tidak bisa melihat penderitaan orang lain,
tidak bisa melihat poenderitan rakyat, tidak bisa melihat adanya kaum tertindas dan di
biarkan begitu saja. Mahasiswa dengan sifat kasih dan sayangnya turun dan
memberikan bantuan baik moril maupun materil bagi siapa saja yang
memerlukannya.
3. Peran Akademik

Sesibuk apapun mahasiswa, turun kejalan, turun ke rakyat dengan aksi sosialnya,
sebanyak apapun agenda aktivitasnya jangan sampai membuat mahasiswa itu lupa
bahwa adalah insan akademik. Mahasiswa dengan segala aktivitasnya harus tetap
menjaga kuliahnya. Setiap orang tua pasti ingin anaknya selesai kuliah dan menjadi
orang yang berhasil. Maka sebagai seorang anak berusahalah semaksimal mungkin
untuk dapat mewujudkan keinginan itu, untuk mengukir masa depan yang cerah dan
membahagiakan orang tua.
4. Peran politik

Peran politik adalah peran yang paling berbahaya karena disini mahasiswa berfungsi
sebagai presseur group ( group penekan ) bagi pemerintah yang zalim. Oleh karena
itu pemerintah yang zalim merancang sedemikian rupa agar mahasiswa tidak
mengambil peran yang satu ini. Pada masa ordebaru di mana daya kritis rakyat itu di
pasung, siapa yang berbeda pemikiran dengan pemerintah langsung di cap sebagai
makar dan kejahatan terhadap negara. Mahasiswa adalah kaum terpelajar dinamis
yang penuh dengan kreativitas. Mahasiswa adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan
dari rakyat. Sekarang mari kita pertanyakan pada diri kita yang memegang label
Mahasiswa, sudah seberapa jauh kita mengambil peran dalam diri kita dan
lingkungan.
Oleh karena itu Mahasiswa harus tetap menjaga idealismenya sebagai agen kontrol
sosial (agent of social control) dan agen perubahan sosial (agent of social change).
Sejak era pra kemerdekaan sampai era reformasi, mahasiswa mampu mengambil
peran strategis bagi perubahan sosial, politik dan ekonomi.

C. Tanggung jawab sosial mahasiswa

Dasar pikir perguruan tinggi dipandang sebagai institusi independen, merupakan hal
yang menguatkan pemahaman kita bahwa didalamnya terisi oleh para intelektual
bangsa dan calon-calon pemimpin masa depan yang mempunyai spesifikasi ilmu
masing-masing, di STAIN Kediri ada mahasiswa pendidikan Agama islam, Tadris
bahasa Inggris, Pendidikan bahasa Arab, Psikologi islam, Komunikasi islam, dan lain
sebagainya. Tuntutan atau tanggung jawab ilmu pengetahuan yang didapatkan dari
sebuah perguran tinggi membawa kita ke pertarungan sesungguhnya yaitu relaitas
dalam bermasrakat nantinya.
Proses pembelajaran disekolah-sekolah maupun diperguruan tinggi ditujukan untuk
membekali diri pelajar untuk dapat menjawab tuntutan yang ada dimasyarakat pada
umumnya yakni melalui transformasi keilmuan dapat tercipta pemberdayaan
masyarakat, partisipasi aktif dalam proses pembangunan dan peningkatan taraf hidup
berbangsa dan bernegara.
Yang menjadi tugas sahabat-sahabati adalah mengamalkan ilmu yang sahabat-
sahabati dapatkan dikampus nantinya untuk kepentingan dalam bermasyarakat. Baik
dalam hal ikut andil dalam memberikan tawaran solusi dari sebuah masalah yang
dihadapi, peningkatan SDM, ataupun yang lain.
Sebagai mahasiswa kita mempunyai peran double, pertama sebagai kaum terpelajar
yang kedua sebagi anggota dari masyarakat. Oleh karena itu dengan sendirinya
tanggung jawabnya juga menjadi lebih besar karena memainkan dua peran sekaligus.
Mahasiswa mempunyai kekuatan dalam daya nalar dan keilmuannnya dalam
menyelesaikan permasalahan bangsa. Namun, unsur penting dari ilmu dan daya pikir
itu adalah entitas nilai moral yang harus dijunjung tinggi. Seperti yang disampaikan
oleh KH. Idham Cholid, bahwa ilmu bukan untuk ilmu, tapi ilmu untuk diamalkan.
Perguruan tinggi adalah sebuah institusi yang tidak sekedar untuk kuliah, mencatat
pelajaran, pulang dan tidur. Tapi harus dipahami bahwa perguruan tinggi adalah
tempat untuk penggemblengan mahasiswa dalam melakukan kontempelasi dan
penggambaran intelektual agar mempunyai idealisme dan komitmen perjuangan
sekaligus tuntutan perubahan.
Penggagasan terhadap terminologi perguruan tinggi tidak akan bisa dilepaskan dari
suplemen utama, yaitu mahasiswa. Stigma yang muncul dalam diskursus perguruan
tinggi selama ini cenderung berpusat pada kehidupan mahasiswa. Hal ini sebagai
konsekuensi logis agresitivitas mereka dalam merespon gejala sosial ketimbang
kelompok lain dari sebuah sistem civitas akademika.
Akan tetapi fenomena yang berkembang menunjukkan bahwa derap modernisasi di
Indonesia dengan pembangunan sebagai ideologinya telah memenjarakan mahasiswa
dalam sekat institusionalisasi, transpolitisasi dan depolitisasi dalam kampus.
Keberhasilan upaya dengan dukungan penerapan konsep NKK/BKK itu, pada sisi
lain mahasiswa dikungkung dunia isolasi hingga tercerabut dari realitas sosial yang
melingkupinya. Akibatnya, mahasiswa mengalami kegamangan atas dirinya maupun
peran-peran kemasyrakatan yang semestinya diambil. Mahasiswapun tidak lagi
memiliki kesadaran kritis dan bahkan sebaliknya bersikap apolitis.
Melihat realitas seperti itu maka perlu ditumbuhkan kesadaran kritis mahassiwa
dalam merespon gejala sosial yang dihadapinya, karena di samping belum tersentuh
kepentingan praktis, mahasiswa lebih relatif tercerahkan (well informed) dan potensi
sebagai kelompok dinamis yang diharapkan mampu mempengaruhi atau menjadi
penyuluh pada basis mayarakat baik dalam lingkup kecil maupun secara luas. Dengan
tataran ideal seperti itu, semestinya mahasiswa dapat mengambil peran
kemasyrakatan yang lebih bermakna bagi kehidupan kampus dan mayarakat















BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN

Organisasi mahasiswa merupakan sekumpulan mahasiswa yang membentuk sebuah
kelompok untuk mencapai tujuan bersama,sebuah organisasi dibentuk sebagai wadah
dari apirasi mahasiswa.setiap organisasi memiliki suatu visi dan misi untuk mencapai
tujuan suatu organisasi tersebut.setiap organisasi memiliki manfaat yang sangat banyak
sekali untuk mengembangkan pola pikir mahasiswa,dimana mahasiswa dituntut untuk
bertanggung jawab terhadap tugas yang telah diberikan,setiap mahasiswa di tuntut untuk
disiplin,dan dengan kedisplinan mahasiswa tersebut dalam mengikuti sebuah organisasi
dapat dipastikan bahwa ketika mereka telah keluar dari organisasi mereka pasti memiliki
soft kill ,seperti bisa mengatur waktunya lebih baik,dapat memimpin sebuah rapat,dll.itu
sebabnya mengapa sebuah organisasi sangat dibutuhkan oleh setiap mahasiswa ,karena
dengan mengikuti organisasi mahasiswa memiliki pengalaman yang sangat berguna di
dunia kerja yang akan segera mereka jalani













DAFTAR PUSTAKA

http://intelektualmoeda.blogspot.com/2011/11/pentingnya-organisasi-bagi-mahasiswa.html
http://www.binuscareer.com
http://tkampus.blogspot.com/2012/04/pentingnya-organisasi-bagi-mahasiswa.html
http://zaldym.wordpress.com/2010/07/13/peran-dan-fungsi-organisasi-mahasiswa/
sumber:http://windidwifirlyani.blogspot.com/2011/09/organisasi-dan-metode.html
http://cl512.wordpress.com/2012/07/03/identitas-dan-peranan-mahasiswa-dalam-kehidupan-
sosial/
Bpk Amirul fatoni selaku pembantu rector III