Anda di halaman 1dari 8

Efek Hall 2014

1

M.2 Menentukan Tegangan Hall Melalui Konsep Efek Hall
dengan Menggunakan Bahan Plat Semikonduktor

Vina Puji Lestari
1
, Arintya Wahyuningtyas
1
, Illiyin Faradhisa
1
, Yulia Puspa Dewi
1
,
Debbie Lusiana
1
, Inganatul Islamiyah
1
, Dewi Puji Lestari
1

1
Laboratorium Fisika Material , Departement Fisika,
Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Airlangga Jalan Mulyorejo,
Surabaya
email: vina_pujilestari@yahoo.com

Abstrak
Efek Hall adalah peristiwa pembelokan aliran listrik (elektron) oleh plat semikonduktor akibat adanya
pengaruh medan magnet. Eksperimen ini merupakan konsep dalam menentukan tegangan hall yang dapat
diketahui tegangannya melalui plat semikonduktor yang diletakkan tegak lurus dengan medan magnet.
Sehingga medan magnet inilah yang akan mengarahkan pembelokan gaya pada plat. Eksperimen ini
bertujuan untuk mempelajari dan mengetahui besaran karakteristik suatu bahan semikonduktor melalui
penentuan kuantitas fisis bahan yakni untuk mengetahui koefisien hall R
H
,resistivitas dan pembawa muatan
p atau n. Prinsip kerja efek hall didasarkan atas adanya Gaya Lorentz. Hasil penelitian dengan dua tipe
bahan semikonduktor yakni NPN dan N memberikan hasil yag berbeda. Pada bahan semikonduktor tipe P
(intrinsik) memiliki koefisien hall (R
H
)=

()


( )

Sedangkan pada bahan


semikonduktor tipe NPN (ekstrinsik) memiliki koefisien hall (R
H
)

( )



Keyword: efek hall,koefisien hall,resistivitas,pembawa muatan

1. Pendahuluan

Efek hall pertama kali ditemukan oleh seorang yang berasal dari Baltimore beliau adalah
seorang doktor di Universitas Johns Hopkins yang bernama Dr.Edwin Hall pada tahun 1879.Beliau
menemukan bahwa jika magnet diletakkan dan medan magnet tegak lurus dengan suatu permukaan plat
emas yang dialiri arus,maka akan timbul beda potensial pada ujung yang berlawanan. Beliau juga
menemukan bahwa tegangan yang terjadi sebanding dengan besarnya arus yang mengalir dan densitas
fluks atau induksi magnetik yang tegak lurus terhadap plat. Pendapat Dr.Hall ini dapat diterima pada
saat itu namun untuk pengaplikasianya belum dapat dimanfaatkan hingga berpuluh-puluh tahun
kemudian.
Efek hall merupakan suatu peristiwa berbeloknya aliran listrik (elektron) dalam plat konduktor
karena adanya pengaruh medan magnet. Ketika terdapat arus listrik mengalir pada devais efek hall yang
ditempatkan tegak lurus terhadap medan magnet,maka pergerakan pembawa muatan akan mengalami
pembelokan ke salah satu arah dan menghasilkan medan listrik hingga gaya lorentz yang bekerja
mencapai nilai nol. Perbadaan potensial kedua devais inilah yang disebut dengan tegangan hall. Karena
tegangan hall sebanding dengan medan magnet dan arus listrik yang melalui devais,maka penentuan
tegangan hall dapat diartikan sangat bergantung terhadap besarnya medan magnet yang mengalir dalam
rapat arus yang dilewatkan dalam bahan konduktor maupun semikonduktor.
Efek Hall 2014

2

Konstanta hall pada setiap bahan akan berbeda dan hal ini dapat dikarenakan jenis pembawa
muatan yang berbeda, terjadi jika jenis pembawa muatan positif (hole) sedangkan jenis bahan yang lain
membawa muatan negatif (elektron).

2. Dasar Teori

Peristiwa pembelokan atau terdefleksinya aliran listrik (elektron) dalam plat logam baik
konduktor ataupun semikonduktor disebabkan pengaruh medan magnet yang tegak lurus seperti yang
dibuktikan oleh Edwin H. Hall tahun 1879 disebut sebagai gejala efek Hall. Beda potensial yang terjadi
antara bagian bawah dan atas logam disebut dengan tegangan Hall. Tegangan Hall terjadi karena
adanya Gaya Lorentz pada pembawa muatan yang sedang bergerak dalam medan magnet.Jika suatu medan
magnet B diletakkan tegak lurus pada plat logam dengan cara menempatkan plat diantara muka kutub
sebuah elektromagnet,maka medan magnet tersebutlah yang akan mengarahkan gaya pembelok F pada
plat,yakni melalui persamaan:

Dan dibawah ini adalah arah yang ditunjukkan akibat pembelokan aliran listrik oleh medan magnet:

Gaya yang mengarah kesamping pada plat seperti gambar diatas disebabkan oleh gaya pembawa
muatan,yakni:

Pembawa muatan positif (hole) atau negatif (elektron) akan cenderung mengarah ke arah yang sama
ketika pembawa muatan hanyut sepanjang plat logam karena pembawa muatan positif dan negati
berpindah dalam arah yang berlawanan maka kemudian terdefleksi dalam arah yang sama.Hal inilah
yang menyebabkan beda potensial diantara sumbu x dan y. Formulasi dalam menentukan efek hall
adalah:
Koefisien Hall (R
H
) :


Resitivitas () :


Pembawa muatan elektron/hole :



Plat logam yang terpasang pada eketromagnet bersifat semikonduktor.Semikonduktor adalh
sebuah bahan dengan konduktivitas listrik yang berada diantara isolator dan konduktor pada temperatur
rendah.Dalam semikondiuktor,seluruh elektron valensi dipakai untuk ikatan pasangan dengan atom lain
dari berbagai kristal.Semikonduktor yang banyak digunakan dalam rangkaian elektronika adalah silikon
(Si),Germanium (Ge) dan Galliumarsenide (Ge As).Dan bahan semikonduktor yang digunakan pada
eksperimen ini adalah Germanium (Ge). Semikonduktor terdiri atas 2, yakni:
Efek Hall 2014

3

Semikonduktor instrinsik, yaitu material murni semikonduktor yang terdiri atas satuunsur saja,
misalnya Si saja atau Ge saja.
Semikonduktor ekstrinsik, merupakan semikonduktor yang telah terkotori (tidak murni lagi) oleh
atom dari jenis lainnya. Proses penambahan atom pengotor ini disebut pengotoran (doping).
Penambahan atom pengotor (impuritie) mengakibatkan struktur pita dan resistivitasnya berubah.

Ketidakmurnian dalam semikonduktor dapat menyumbangkan elektron maupun lubang (hole)
dalam pita energi. Dengan demikian, konsentrasi elektron dapat menjadi tidak sama dengan konsentrasi hole,
namun masing-masing bergantung pada konsentrasi dan jenis bahan ketidakmurnian.Terdapat tiga jenis
semikonduktor ekstrinsik yaitu semikonduktor tipe-n,semikonduktor tipe-p, dan semikonduktor paduan.
Semikonduktor dengan konsentrasi elektron lebih besar dibandingkan konsentrasi hole yang disebut semi
konduktor ekstrinsik tipe-n. Semikonduktor tipe-p, dimana konsentrasi lubang lebih tinggi dibandingkan
elektron, misal Si dan Ge. Sedangkan semikonduktor paduan (compound semiconductor), ikatannya
terbentuk dengan peminjaman elektron oleh unsur dengan velensi lebih tinggi kepada unsur dengan
valensi lebih rendah.

3. Metodelogi Penelitian

Metode yang digunakan dalam percobaan ini adalah melalui penentuan kuantitas-kuantitas fisis
bahan yaitu koefisien Hall R
H
, Resistivitas dan pembawa muatan p atau n(hole electron) untuk
menentukan tegangan hall sebagai fungsi arus listrik bahan.Peralatan yang digunakan pada
eksperimen ini disebut dengn modul hall dengan skema alat seperti dibawah ini:



Adapun peralatannya terdiri atas amperemeter untuk mengukur besar tegangan yang tercatat,
digital hall effect set-up yang berfungsi untuk mengetahui arus listrik yang masuk dan bahan
semikonduktor dari germanium tipe N dan tipe NPN.Pertama menyambungkan perangkat multimeter ke
socket pengukuran tegangan U
H
dan tegangan sampel untuk mengukur tegangan hall. Selanjutnya
memberikan tegangan (12 v/5A) dari PLN.Kemudian memutar knop putar dimulai dari posisi 0 sampai
55mA,setelah itu menekan tombol swit pada posisi arus I
p
hingga display arus LED menyala pada
petunjuk arus listrik.Dan kemudian mencatat arus listrik yang tertera pada LED dan tegangan Hall pada
multimeter U
H.

4. Data Hasil Penelitian
Efek Hall 2014

4


Semikonduktor Intrinsik Semikonduktor Ekstrinsik
I (mA) UH (mV) I (mA) UH (mV)
-15 -8.760 -30 -1.466
-13 -8.208 -25 -1.270
-11 -7.120 -20 -1.011
-9 -5.840 -15 -0.789
-7 -4.740 -10 -0.503
-5 -3.460 -5 -0.322
-3 -2.640 0 -0.084
-1 -1.320 5 0.200
1 1.302 10 0.430
3 2.130 15 0.670
5 3.206 20 0.904
7 4.390 25 1.118
9 5.371 30 1.377
11 7.550

13 7.880

15 9.160


5. Pembahasan

Dalam kehidupan sehari-hari,manusia tidak pernah terlepas dari listrik.Listrik mrupakan
kebutuhan primer atau mendasar yang wajib untuk selalu dipenuhi,baik dalam kehidupan rumah
tangga,pendidikan,maupun industri. Tidak hanya itu,kemajuan teknologi saat ini berkembang juga atas
dasar adanya listrik. Hampir seluruh peralatan ataupun komponen menggunakan listrik dan listrik erat
kaitannya dengan prinsip fisika,khususnya mengenai kelistrikan-magnet/elektromagnetik. Contohnya:
peralatan medis,handphone,peralatan memasak modern,peralatan bangunan,generator dan peralatan
lainnya yang sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Dalam kelistrikan magnet,kita menemukan
adanya gejala efek hall.Gejala ini dapat dilihat apabila arus dialirkan pada suatu penghantar listrik
kemudian menempatkannya tegak lurus dengan medan magnet sehingga terjadi defleksi elektron karena
pengaruh medan magnet dan disamping itu terjadi pula tegangan hall. Gaya pembelok yang diakibatkan
oleh medan magnet merupakan Gaya Lorentz yang bekerja karena adanya pembawa muatan.
Melalui eksperimen ini,dengan melakukan pengukuran tegangan hall pada sebuah material
semikonduktor Germanium tipe N dan tipe P,dapat ditentukan besarnya tegangan hall (R
H
) yang diukur
terhadap arus yang mengalir. Pada eksperimen ini,medan magnet yang digunakan adalah 340 mT
dengan ketebalan bahan semikonduktor 1mm. Adapun prinsip kerja dari peralatan efek hall atau digital
hall effect adalah sensor yang ada pada perlatan ini mampu merespon medan magnet yang
menembusnya. Besar medan magnet disekitar kawat berarus selalu sebanding dengan arus yang
melewati kawat tersebut. Inilah yang membuat sensor efek hall baik digunakan sebagai sensor arus.
Dalam pengukuran tegangan Hall,dilakukan 2 kali percobaan yakni pengukuran dengan bahan
semikonduktor germanium tipe N dan tipe P dimana dalam hal ini semikonduktor terdiri dari
Efek Hall 2014

5

semikonduktor intrinsik dan semikonduktor ekstrinsik. Semikonduktor intrinsik merupakan
semikonduktor Germanium dengan tipe-P, yakni mineral murni semikonduktor yang terdiri atas satu
unsur yakni germanium (Ge). Pada semikonduktor intrinsik ini dilakukan pengukuran tegangan dengan
interval arus 2 mA, dan pemberian variasi arus mulai dari -15 mA hingga 15 mA. Dengan pemberian
arus tersebut, diperoleh data hasil pengukuran tegangan hall pada multimeter. Hal ini dapat
direpresentasikan melalui grafik data hasil pengukuran yang telah diplot seperti dibawah ini:



Grafik diatas memperlihatkan bahwa hasil kurva adalah linear dari hubungan tegangan dengan
arus. Sehingga dapat diindikasikan bahwa tegangan Hall dan arus adalah sebanding / linearitas,
sehingga semakin tinggi arusnya makan akan semakin tinggi pula tegngan Hall nya.Dari pengukuran ini
diperoleh nilai koefisien Hall sebesar

,resistivitas

dan
pembawa muatan

Adapun semikonduktor ekstrinsik adalah semikonduktor


Germanium dengan tipe-N, Semikonduktor ekstrinsik merupakan semikonduktor yang telah terkotori
(tidak murni lagi) oleh atom dari jenis lainnya. Proses penambahan atom pengotor ini disebut
pengotoran (doping). Penambahan atom pengotor (impuritie) mengakibatkan struktur pita dan
resistivitasnya berubah. Pada semikonduktor ekstrinsik dilakukan pemberian variasi arus mulai dari -30
mA hingga 30 mA dengan interval arus 5 mA. Pemberian arus tersebut, diperoleh data hasil pengukuran
tegangan hall pada multimeter.Hal ini dapat direpresentasikan melalui grafik data hasil pengukuran
yang telah diplot seperti dibawah ini:

Grafik diatas memperlihatkan bahwa hasil kurva adalah linear dari hubungan tegangan dengan
arus. Sehingga dapat diindikasikan bahwa tegangan Hall dan arus adalah sebanding / linearitas,
y = 0.628x - 0.068
R = 0.994
-15.000
-10.000
-5.000
0.000
5.000
10.000
15.000
-20 -10 0 10 20
T
e
g
a
n
g
a
n

(
m
V
)

Arus (mA)
Grafik Tegangan Hall terhadap Arus
Listrik
Grafik
Tegang
an Hall
terha
y = 0.047x - 0.057
R = 0.999
-2.000
-1.500
-1.000
-0.500
0.000
0.500
1.000
1.500
2.000
-40 -20 0 20 40
T
e
g
a
n
g
a
n

(
m
V
)

Arus (mA)
Grafik Tegangan Hall terhadap Arus Listrik
Grafik
Teganga
n Hall
Efek Hall 2014

6

sehingga semakin tinggi arusnya maka akan semakin tinggi pula tegangan Hall nya.Dari hasil plot,dapat
diperoleh nilai koefisien Hall sebesar

,resistivitas

dan pembawa
muatan (p)



6. Kesimpulan

Dari percobaan efek Hall ini,dapat disimpulkan bahwa:
koefisien dari semikonduktor P-Germanium/ Semikonduktor intrinsik yakni koefisien Hall
sebesar

,resistivitas

dan pembawa muatan


koefisien dari semikonduktor N-Germanium/ Semikonduktor ekstrinsik yakni koefisien Hall

, resistivitas

dan pembawa muatan (p)




7. Daftar Pustaka

Anonim:http://www.scribd.com/Penentuan-Tegangan-Hall-Menggunakan-Konsep-Efek-Hall-Pada-
Semikonduktor-Germanium-Tipe-P.html
Suryono, R. Agus & E. S. Jatmiko.Karakterisasi Sensor Magnetik Efek Hall UGN3503 Terhadap Sumber
Magnet dan Implementasinya pada Pengukuran Massa.Vol 12 No 1. 2009.
Sze, S.M. 1985.Semiconduktor Devaies, Physics, and Technology. New York: JohnWilley and Sons Press
Tim Penyusun. 2012.Modul Praktikum: Eksperimen Fisika II.Malang: Jurusan FisikaUIN Maliki Malang



Efek Hall 2014

7

8. Lampiran 1

Semikonduktor Intrinsik Semikonduktor Ekstrinsik
I (mA) UH (mV) I (mA) UH (mV)
-15 -8.760 -30 -1.466
-13 -8.208 -25 -1.270
-11 -7.120 -20 -1.011
-9 -5.840 -15 -0.789
-7 -4.740 -10 -0.503
-5 -3.460 -5 -0.322
-3 -2.640 0 -0.084
-1 -1.320 5 0.200
1 1.302 10 0.430
3 2.130 15 0.670
5 3.206 20 0.904
7 4.390 25 1.118
9 5.371 30 1.377
11 7.550

13 7.880

15 9.160



y = 0.628x - 0.068
R = 0.994
-15.000
-10.000
-5.000
0.000
5.000
10.000
15.000
-20 -10 0 10 20
T
e
g
a
n
g
a
n

(
m
V
)

Arus (mA)
Grafik Tegangan Hall terhadap Arus Listrik
(Intrinsik)
y = 0.047x - 0.057
R = 0.999
-2.000
-1.000
0.000
1.000
2.000
-40 -20 0 20 40
T
e
g
a
n
g
a
n

(
m
V
)

Arus (mA)
Grafik Tegangan Hall terhadap Arus
Listrik (Ekstrinsik)
Efek Hall 2014

8

9. Lampiran 2

Menentukan Tegangan Hall Sebagai Arus Listrik Bahan

1.
(

) (


)



()


( )(

)(




2.

(

) (


)



()


( )(


()

)(