Anda di halaman 1dari 4

MESIN DIESEL

Sejarah Mesin Diesel


Mesin diesel adalah sejenis mesin pembakaran dalam; lebih spesifik lagi, sebuah mesin
pemicu kompresi, dimana bahan bakar dinyalakan oleh suhu tinggi gas yang dikompresi, dan
bukan oleh alat berenergi lain (seperti busi).
Seorang penemu / peneliti bernama street melakukan penelitiannya,. Perkembangan motor
pembakaran dalam(ICE) pada tahun 1794. hasil dari perkembangan tersebut adalah motor
diesel sekarang. Selanjutnya dikembangkan oleh seorang insinyur muda berkewarganegaraan
perancis yang bernama Sadi Carnot pada tahun 1824.
Idenya dijadikan dasar dalam perkmbangan motor diesel. Dia menyatakan bahwa udara
murni yang dimampatkan tersebut dengan perbandingan 15:1 akan menghasilkan udara yang
panas untuk menyalakan kayu kering. Udara yang digunakan untuuk pembakaran motor
hendaknya dikompresikan dengan perbandingan yang besar sebelum dinyalakan. Dia juga
menyatakan bahwa dinding silinder hendaknya didinginkan, karena panas dari dari
pembakaran akan mempengaruhi kinerja motor.
Pada tahun 1876 Dr. Nickolas Otto mebuat konstruksi motor pembakaran dalam 4 langkah
yang menggunakan bahan bakar bensin menggunakan penyalaan api. Pada tahun 1892
seorang insinyur muda berkewarganegaraan german yang bernama Dr. Rudolf Diesel
berhasil membuat motor penyalaan kompresi menggunakann bahan bakar serbuk batu bara
menggunakan prinsip penyalan bahan bakar dan udara.
Dengan perkembangan sistem pompa injeksi bahan bakar yang benar-benar dapat disebut
mini oleh seorang penemu yang berkewarganegaraan german bernama Robert Bosch pada
tahun 1927 membebaskan motor diesel dari masalah memakan tempat. Sistem injeksi pompa
Robert Bosch yang ukurannya mini dari karburator, beratnya ringan dan governer yang
menyatu (built-in) sehingga tidak ada lagi sistem pengabutan udara yang banyak makan
tempat untuk kompresor,pipa-pipa dan pengontrol klep. Pompa injeksi motor diesel dapat
diatur sesuai pembebanan, sedangkan kondisi kecepatan motor dapat atau lebih baik dari
karburator motor bensin.
Dengan perkembangan pompa rotari yang lebih kecil penampilannya juga bobotnya yang
lebih ringan yang dikembangkan oleh Vernon Rosa pada tahun 1950-an. Motor diesel
akhirnya memasuki perkembangan pemakaian dan pemasaran yang lebih luas. Perkembangan
lain dari motor diesel adalah dengan penambahan sebuah turbocarjer yaitu alat untuk
memasukkan (memompakan) udara kedalam saluran masuk (intakemanifold). Pompa
turbocarjer ini digerakkan oleh gas buang yang kedalam turbocarjer tersebut. Dengan adanya
turbocarjer ini maka akan menurunkan asap gas buang. Akhirnya motor diesel seperti ini
keadaanya sekarang menjadi motor yang benar-benar efisien, ringan dan bebas polusi udara.
1. 2. Prinsip Kerja Mesin Diesel
Motor diesel dikategorikan dalam motor bakar torak dan mesin pembakaran dalam (internal
combustion engine) (simplenya biasanya disebut mobor bakar saja). Prosip kerja motor
diesel adalah merubah energi kimia menjadi energi mekanis. Energi kimia di dapatkan
melalui proses reakasi kimia (pembakaran) dari bahan bakar (solar) dan oksidiser (udara) di
dalam silinder (ruang bakar). Pembakaran pada mesin Diesel terjadi karena kenaikan
temperatur campuran udara dan bahan bakar akibat kompresi torak hingga mencapai
temperatur nyala.
Tekanan gas hasil pembakaran bahan bakan dan udara akan mendorong torak yang
dihubungkan dengan poros engkol menggunakan batang torak, sehingga torak dapat bergerak
bolak-balik (reciprocating). Gerak bolak-balik torak akan diubah menjadi gerak rotasi oleh
poros engkol (crank shaft). Dan sebaliknya gerak rotasi poros engkol juga diubah menjadi
gerak bolak-balik torak pada langkah kompresi. Motor diesel pembakaran terjadi karena
kenaikan temperatur campuran udara dan bahan bakar akibat kompresi torak hingga
mencapai temperatur nyala. Karena prinsip penyalaan bahan bakarnya akibat tekanan maka
motor diesel juga disebut compression ignition engine
1. 3. Cara Kerja dan Aplikasi Mesin Diesel
Sebelum dijelaskan cara kerja dari mesin diesel, terlebih dahulu akan dijelaskan cara
pemasokan bahan bakar pada mesin diesel.
DIESEL COMMON RAIL VS DIESEL KONVENSIONAL
Perbedaan antara mesin diesel modern, common rail dengan konvensional adalah cara
memasok bahan bakarnya. Terutama, komponen yang berada antara pompa injeksi dan
injektor. Ada dua komponen utama di sini, yaitu pompa injeksi atau mekanik awam
menyebutnya Bosch pump dan injektor.
Cara kerja common rail layaknya seperti konsep hidup bersama. Dalam hal ini, semua
injektor yang bertugas memasok solar langsung ke dalam mesin, menggunakan satu wadah
atau rel yang sama dari Pompa Injector. Caranya sama dengan yang digunakan pada sistem
injeksi bensin. Sedangkan mesin diesel konvensional, setiap injektor memiliki pasokan solar
sendiri-sendiri langsung dari pompa injeksi. (perhatikan skema)
Tekanan bahan bakar dalam rel sangat tinggi. Sekarang, yaitu common rail generasi ke-3,
tekananya sudah mencapai 1800 bar. Kalau dikonversi ke PSI yang masih digunakan
sekarang menjadi 26.100 PSI. Bandingkan dengan tekanan ban 30 PSI. Atau tabung elpiji 25
bar dan CNG 200 bar. Dengan tekanan setinggi tersebut, pengabutan yang dihasilkan tentu
saja semakin bagus. Pembakaran yang dihasil menjadi lebih dan kerja mesin makin efisien.
Thats Why mesin Diesel Common Rail Direct Injection macem Ford Ranger/Nissan
Navara/Chevrolet Captiva VCDI lebih terlihat minim asap hitam ketimbang mesin Diesel
Jadul
Sesuai dengan perkembangan mesin Diesel, Para ahli mngembangkan sistem yang paling
mutakhir pada mesin Diesel yakni yang dikenal dengan CRDI (Common Rail Direct
Injection) teknologi ini telah digunakan oleh Chevrolet Captiva Diesel CRDI/VCDI dengan
kapasitas mesin 2000cc 16 katup segaris memuntahkan tenaga 150 Daya Kuda pada kitiran
4000 Rpm dengan torsi max 320 Nm pada kitiran 2000 Rpm Wow! fantastis! tenaga besar
namun efisien.
I . Cara Kerja Mesin Diesel

Terdapat dua jenis mesin diesel dalam proses pembakarannya yaitu mesin diesel 2 langkah
dan mesin diesel 4 langkah.
Mesin Diesel 2 Langkah
Mesin diesel dua langkah atau dikenal juga dengan dua tak sangat dipengaruhi oleh proses
pertukaran gas di dalam silinder yang disebut juga proses pembilasan (scavenging). Prose
pembilasan adalah proses pembersihan silinder dari gas buang dan menggantikannya dengan
udara pada mesin diesel atau campuran udara-bahan bakar pada mesin bensin. Mesin dua
langkah mempunyai siklus hanya dalam dua gerakan piston (TMB-TMA-TMB) atau dalam
satu putaran poros engkol (crankshaft). Langkah isap dan langkah buang terjadi pada saat
yang hampir bersamaan, yaitu ketika piston berada di sekitar TMB. Proses pemasukan udara
atau campuran udara-bahan bakar segar ke dalam silinder tidak dilakukan oleh gerakan isap
piston seperti pada mesin 4-langkah, tetapi bisa melalui mekanisme di ruang engkol atau
dengan bantuan blower atau compressor pada sistem yang terpisah. Selanjutnya gas buang
didesak keluar silinder oleh udara atau campuran udara-bahan bakar yang bertekanan.
Tentunya sebagian udara atau campuran udara-bahan bakar segar ada yang ikut keluar
bersama gas buang, inilah sebabnya mengapa mesin 2-langkah lebih boros dibanding mesin
4-langkah, khususnya untuk mesin bensin. Pada mesin diesel hanya udara saja yang
digunakan untuk melakukan pembilasan, sehingga hanya ada kerugian daya pembilasan.
Sebaliknya secara teoritis mesin 2-langkah bisa menghasilkan daya dua kali mesin 4-langkah
untuk putaran, ukuran, serta kondisi operasi yang sama, karena mesin 2-langkah bekerja
dengan siklus dua kali mesin 4-langkah. Berdasarkan hal di atas mesin 2-langkah lebih
menguntungkan dipakai pada mesin diesel ukuran besar atau pada mesin bensin ukuran kecil.
Mesin diesel 4 langkah
Mesin diesel empat langkah yang biasa disebut empat langkah ini prinsip kerjanya adalah:
udara murni dihisap ke dalam silinder melalui saluran masuk (intake manifold) lalu
dikompresikan oleh piston. Sehingga tekanan dan termperaturnya naik. Pada akhir langkah
kompresi bahan bakar mesin diesel diinjeksikan ke dalam silinder melalui nozzle dalam
tekanan tinggi. Proses ini mengakibatkan terjadinya penyalaan dalam ruang bakar dan
menghasilkan ledakan yang akan mendorong piston. Gerak translasi piston yang dihasilkan
oleh ledakan tadi adalah sebuah gaya yang akan diteruskan ke poros engkol untuk dirubah
menjadi gerak rotasi. Gerak rotasi poros engkol yang terhubung dengan fly wheel
mengakibatkan piston terdorong kembali untuk menekan gas sisa pembakaran ke luar silinder
melalui saluran buang (exhaust manifold). Empat tahapan itu adalah sebagai berikut ;
langkah mengisap (intake stroke); langkah kompresi (compression stroke); langkah
menghasilkan tenaga (power stroke); dan langkah pembuangan (exhaust stroke). keempat
langkah ini berlangsung secara cepat dan terus menerus, sehingga menghasilkan siklus kerja
mesin.


1. 4. Aplikasi mesin diesel pada kehidupan sehari-hari
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa mesin diesel adalah mesin yang mengubah
kimia menadi energi melalui pembakaran. Energi yang dihasilkan dapat dimanfaatkan dalam

kehidupan sehari-hari. Berikut ini akan dijelaskan salah satu pemanfaatan energi mesin
diesel.
Mesin genset
Mesin ini berfungsi sebagai penghasil listrik saat terjadi pemadaman mendadak. Prinsip dasar
kerja mesin ini yaitu saat bekerja mesin diesel yang ada pada genset memutar generator yang
ada pada genset tersebut. Hasil dari pemutaran tersebut menghasilkan energy listrik.
Kemudian energy listrik yang dihasilkan diatur keluaran atau outputnya agar stabil saat
dipakai.
Berikut ini akan dijelaskan bagaimana cara kerja mesin genset : Genset (Generating Set
Supply) bekerja 10 detik ketika listrik padam, 10 detik sesudahnya tenaga listrik diswitch ke
genset, saat itu lampu bisa nyala kembali. Cara kerja generator genset yang memberikan
supply listrik setelah 20 detik ini ditopang oleh AVR (Automatic Voltage Regulator).
Di dalam AVR, ada Mutual Reactor (MT) yaitu semacam trafo jenis CT (Current
Transformer) yang menghasilkan arus listrik berdasarkan besaran arus beban yang
melaluinya (secara rangkaian seri). Arus listrik yang dihasilkan ini digunakan untuk
memperkuat medan magnet pada belitan rotor. Sehingga untuk beban yang besar, arus yang
dihasilkan juga besar (rumus: V=IxR, dimana Vp/Vs=Ip/Vp dan P=IxV).
Namun untuk menjaga kestabilan AVR tidak hanya dengan AVR saja, genset juga dilengkapi
System Governor untuk menjaga kestabilan RPM (Rotation Power Momentum)nya sehingga
bisa dihasilkan frekuensi putaran yang stabil pada saat ada atau tidak ada beban, hal ini bisa
dilakukan dengan mengatur supply BBM (biasanya solar) pada generatorgenset.
Lalu bagaimana ketika listrik nyala? Sebuah switch (biasanya ATS-Automatic Transfer
Switch) otomatis mengalihkan power supply dari genset ke PLN. Ini dilakukan tanpa
memadamkan lampu sama sekali, sehingga tidak mengganggu kenyamanan konsumen.
Dalam 5 detik genset akan mati secara otomatis.
Aplikasi lain yang menggunakan mesin diesel yaitu kendaraan bermotor seperti bus,
mobil serta alat transportasi lainnya. Mesin dieseil juga dipakai untuk pembangkit listrik yang
menghsilkan tegangan dalam jumlah besar