Anda di halaman 1dari 15

TUGAS METODE PENELITIAN

PENGARUH PROSES PACK CARBURIZING TERHADAP


SIFAT MEKANIK LOGAM

KELOMPOK - II :
1. Alekson Sihombing
2. Berry Muhamad Tri Irianto
3. Andrei Nurdiansyah

JURUSAN TEKNIK MESIN


STT WASTUKANCANA PURWAKARTA
TAHUN 2013

BAB - I
PENDAHULUAN
1.1.

LATAR BELAKANG

Semakin meningkatnya perkembangan hidup manusia maka


jamanpun ikut berkembang dengan pesat. Karena perkembangan manusia
bertambah maju maka bidang teknologipun ikut berkembang sangat pesat
dengan harapan segala kebutuhan manusia dapat terpenuhi dengan baik.
Jika diperhatikan, segala kebutuhan manusia tidak lepas dari unsur logam.
Kerena hampir semua alat yang digunakan manusia terbuat dari unsur
logam. Sehingga logam mempunyai peranan aktif dalam kehidupan
manusia dan menunjang teknologi dijaman sekarang. Oleh karena itu
timbul usaha-usaha manusia untuk memperbaiki sifat sifat dari logam
tersebut. Yaitu dengan merubah sifat mekanis dan sifat fisiknya.
Adapun sifat mekanis dari logam antara lain : kekerasan, kekuatan,
keuletan, kelelahan dan lain lain. Sedangkan dari sifat fisiknya yaitu
dimensi, konduktivitas listrik, struktur mikro, densitas, dan lain lain.
Karena banyaknya permintaan yang bermacam macam maka diadakan
pemilihan bahan. Pemilihan bahan tersebut dapat dipersempit sesuai
dengan kegunaannya. Seperti misalnya pada baja karbon. Baja karbon
mendapat prioritas yang utama untuk dipertimbangkan. Karena baja karbon
mudah diperoleh, mudah dibentuk atau sifat permesinannya baik dan
harganya relatif murah. Karena baja karbon mendapat prioritas utama
maka dituntut untuk memodifikasi atau memperbaiki sifatnya seperti
kekerasan, kekerasan pada permukaan, tahan aus akibat gesekan. Karena
hal tesebut maka perlu diadakan proses perlakuan panas guna menambah
kekerasan dari bahan tersebut.
Perlakuan panas adalah suatu perlakuan (treatment) yang diterapkan pada
logam agar diperoleh sifat sifat yang diiginkan. Dengan cara pemanasan
dan pendinginan dengan kecepatan tertentu yang dilakukan terhadap
logam dalam keadaan fase padat sebagai upaya untuk memperoleh sifat
sifat tertentu dari logam. skripsi teknik mesin
Salah satu cara adalah dengan menggunakan proses karburasi yaitu
dengan mengeraskan permukaannya saja. Karburasi adalah salah satu
proses perlakuan panas untuk mendapatkan kulit yang lebih keras dari
sebelumnya.
Dan berdasarkan hal hal tersebut diatas maka penulis mencoba untuk
mengadakan suatu penelitian dengan judul :

MENGUBAH STRUKTUR MIKRO PADA LOGAM KOMPONEN DENGAN PERLAKUAN


PANAS

1.2.

IDENTIFIKASI MASALAH

Adapun permasalahan di bidang ini disesuaikan dengan kebutuhan


pada bidang industri yang semakin modern, dalam hal ini adalah
pengembangan sifat sifat dari logam. Yang mana mempunyai kekerasan
yang baik tapi juga ulet. Dimana aplikasinya digunakan pada alat alat
potong, alat alat pahat, roda gigi atau kontruksi mesin yang sering
mengalami kontak antara bahan satu dengan bahan lainnya, dengan :
-

Memperkuat bagian roda gigi atau mata pahat agar tidak cepat aus.
Permukaan mata pahat yg dikeraskan dengan penambahan struktur logam.
Perlakuan panas & pendinginan terhadap logam.
dan Pengerasan permukaan.

Dengan proses perlakuan panas dengan metode karburasi diharapkan dapat


memperpanjang umur pemakainanya tetapi masih memiliki sifat keuletan
pada bagian dalamnya.
1.3.

BATASAN MASALAH

Karena luasnya masalah ilmu perlakuan panas khususnya


masalah karburasi, maka masalah yang akan dibahas adalah mencakup
pengerasan permukaan dan waktu tahan carburasi pada material baja
karbon rendah. Hal hal yang berhubungan dengan proses kimia dan
perpindahan panas pada waktu pendinginan tidak dibahas.
Dan batasan yang diberikan agar peneliti lebih spesifik adalah sebagai berikut :
Bahan spesimen uji adalah Baja Karbon Rendah.
Kondisi pada awal pemanasan adalah sama untuk setiap spesimen.

Bahan untuk proses perlakuan panas pada Pack Carburising adalah


Bubuk Carbon aktif + Natrium Carbonat sebagai energizer.

Open pemanas yang digunakan adalah milik Balai Latihan Kerja


Mahasiswa.

Proses pendinginan yang dilakukan adalah dengan cara pendinginan


langsung (dirrect quenching).

Pengujian kekerasan menggunakan uji kekerasan Vickers.

Temperatur pemanasan 875 C.

Waktu pemanasan adalah 15 menit, 30 menit, dan 50 menit.

1.4.

Media pendinginan yang digunakan adalah oli.


METODOLOGI

Pada penelitian ini penulis meneliti tentang pengaruh penahanan


waktu pemanasan (holding time) terhadap kekerasan baja karbon rendah
pada proses karburasi dengan menggunakan media padat. Jadi penahanan
waktu pemanasan dan media pendinginan dibuat bervariasi dengan tujuan
untuk mengetahui sejauhmana pengaruh terhadap kekerasan yang
dihasilkan.
Dalam melakukan penelitian dibutuhkan alatalat antara lain :
a.

Material benda uji.


Material atau spesimen yang digunakan adalah baja karbon rendah
perupa plat strip.
b. Kawat
Berfungsi sebagai pengikat benda uji agar memudahkan dalam
pengambilan dari kotak
sementasi pada waktu proses
pendinginan.
c. Bubuk karbon (arang kayu) dan bubuk barium karbonat.
d. Kotak sementasi (kotak karbon).
e. Penjepit
Berfungsi untuk pengambilan kotak karbon dari tungku dan benda uji
dari kotak karbon.
Kotak sementasi harus memiliki karakteristik sebagai berikut :
Harus rapat sehingga tidak memungkinkan adanya kebocoran dari
gas yang terbentuk.
Tahan suhu tinggi untuk waktu yang relatif lama.

Sesuai untuk bentuk dan ukuran benda kerja yang akan diproses.

Memiliki sifat mekanik yang memadai sehingga tidak terjadi


perubahan bentuk pada saat mengalami pemanasan pada waktu
yang cukup lama.

Relatif ringan.

Biasanya bahan Sementasi terbuat dari :


Baja Cr Ni
Bahan ini harganya relatif mahal, tetapi bahan ini sangat stabil pada
suhu yang tinggi serta relatif ringan.

Baja lunak, murah tetapi masa pakainya singkat.

Besi cor, relatif tebal (rata rata diatas 10 mm) agar masa pakainya
menjadi panjang.

1.5.

TUJUAN

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan penahanan


waktu pemanasan terhadap difusi karbon dan kekerasannya, media
pendinginan terhadap kekerasan dan sejauhmana kekerasan permukaan
dapat dicapai dengan proses karburasi pada material baja karbon rendah.
Disamping itu sebagai penerapan materi materi yang didapat dibangku
kuliah sehingga diharapkan akan menambah pengetahuan, wawasan dan
keterampilan mahasiswa teknik mesin khususnya.

BAB - II
DASAR TEORI
2.1. DEFINISI PACK CARBURIZING
adalah proses penambahan unsur karbon pada
permukaan baja karbon rendah. Pemanasan carburizing dilakukan pada suhu 900
C 950 C. unsur karbon dapat diperoleh dari arang kayu, arang tempurung
kelapaatau sesuatu yang mengandung unsur karbon. Pengarbunan bertujuan
untuk memberikan kandungan unsur karbon. Pengarbonan bertujuan untuk mem
berikan kandungan karbon yang lebih banyak pada bagian
permukaandibandingkan dengan bagian dalam sehingga kekuatan pada
permukaan lebih meningkat.
Carburizing dapat dilakukan pada 4 cara, yaitu:
A. Pack carburizing
Proses ini menggunakan zat padat berupa arang dengan ukuran 3,5
10 milimeter barium karbonat dan soda abu untuk arang digunakan dari batok
kelapa. Prosesnya yaitu baja dimasukan ke dalam kotak yang berisimedium kimia
aktif padat. Kemudian kotak yang dipanaskan sampai suhu 900 C 950 C.
B. Paste carburizing
Medium kimia yang digunakan berbentuk pasta. Pasta yangdigunakan adala
h campuran alumunium oksida, kaolin, water glass, potassium dan colonied
sodium karbonat. Prosesnya yaitu baja yang akan dikeraskan ditutup dengan
pasta dengan ketebalan 3 4mm, kemudian dikeringkan dan dimasakan ke dalam
kotak. Proses ini dilakukan pada suhu 900 C 950 C.

C. Gas carburizing
Di sini logam dipanaskan dalam atmosfir yang mengandungkarbon yaitu
gas alam maupun buatan. Contohnya gas-gas yang berasaldari karbon misalnya
CH4 Benda kerja yang dipanaskan dengan suhu 850 C 950 C. Lapisan yang
dapat dihasilkan adalah dengan tebal 1mm dan perlu waktu sekitar 1 4 jam.
D. Liquid carburizing
Karbonisasi ini dilakukan dengan rendaman air garam yang terdiridari
natrium karbonat dan natrium sioda yang dicampur dengan salah satu bahan
klorin barium. Proses ini dihasikan lapisan yang tebalnya sekitar 0,3mm dengan
suhu 850 950 Derajat Celsius. Keuntungan menggunakan karbonisasi zat cair
adalah pengurangan yang pesat, merata ke semua arah mendalam tanpa adanya
bagian yang lunak permukaan rata oleh karena itu hanya dibutuhkan sedikit.
Proses Pack carburizing
Pada proses ini caranya adalah benda uji dimasukan ke dalam suatu kotak baja
tertutup dan dikelilingi dengan bahan karbonasi. Bahan yang digunakan adalah
arang kayu, arang batok kelapa, arang tulang dan arang
kulit yang dicampur dengan kokas dan katalis seperti barium karbonat (BaCO3)
atau natrium karbonat (Na2CO3) sebesar 10 40 %. Namun katalisyang sering
dipakai adalah barium karbonat (BaCO3) karena lebih mudah terurai dari pada
natrium karbonat. Mekanisme difusi yang terjadi pada saat proses pack
carburizing ada 2 yaitu difusi vacancy dan difusi interstisi.
Difusi vacancy
Suatu proses difusi dimana atom karbon mengisi tempat dimana
terdapat celah / kekosongan.
Tahapan ini bertujuan agar panas pada specimen merata sehingga karbon yang
berdifusi semakin banyak dan merata.
Cooling
Pada tahapan ini material didinginkan dengan cara quenching. Bertujuan untuk
membentuk mikrostruktur martensite yang sifatnya keras pada permukaan
material. Perubahan sifat sifat material yang dapat terjadi akibat proses pack
carburizing antara lain:
1.Sifat mekanik
Peningkatan kekerasan permukaan.
Peningkatan ketahanan aus.
Peningkatan kekuatan tarik.
2.Sifat fisik
Perubahan volume dapat terjadi.
Perubahan butir (gram) mungkin terjadi.
3.Sifat kimia
Peningkatan kadar karbon pada permukaan.
2.2. FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
Holding time

Semakin lama waktu pemanasan maka semakin luas bidang yang dipanaskan
sehingga karbon yang berdifusi semakin banyak dan meratadisetiap bagiannya
sehingga meningkatkan kekerasan Specimen tersebut. Ditambah pola difusi akan
semakin dalam sehingga kekerasannya pun
meningkat. Total kedalaman difusi yang dicapai pada temperature tertentu
dinyatakan dalam fungsi akar kuadrat dari waktu yang dinyatakan dalam
pernyataan berikut.
1. Dimana: K = Konstanta bahany = Kedalaman difusit = Waktu pemanasan.
2.Temperatur Semakin tinggi temperature maka jarak antara atom semakin
besar sehingga karbon yang berdifusi semakin banyak dan membuat
kekerasannya meningkat.
3.Katalis-Katalis yang berpengaruh pada pack carburizing
tetapi tidak menuah hasil melainkan hanya untuk mempercepat proses, contoh
katalis yang digunakan adalah BaCO3 dan Na2CO3 Karburizer Komposisi
karburizer akan mempengaruhi kekerasan yang dihasilkan.
4.Semakin tinggi karbon karburizer maka karbon yang didifusikan makin banyak
sehingga makin tinggi kekerasan permukaan baja.
5.Media pendinginMedia pendingin berpengaruh pada kekerasan
permukaan yang dihasilkan.
Beberapa media pendingin antara lain:
a. Air
Sistemnya sederhana serta dapat mendinginkan dengan cepat.
Kekerasannya adalah membentuk selimut uap yang menutupi permukaan
material sehingga menghasilkan pendinginkan yang tidak seragam
dipenampang permukaan yang luas.
b. Oli
Kemampuan pendinginannya tidak sebaik air karena pengaruh viscositasnya.
c. Larutan polimer
Kemanapun pendinginannya diantara oli dan air memerlukan closed system
karena konsentrasinya mudah berkurang.
d. Larutan garam
Pendinginannya dapat terjadi pada rentang temperature yang besar ( 150 C
590 C) karena karakter tersebut lelehan garamnya hanya digunakan
untuk delayed quenching.
2.3. KOMPOSISI KIMIA TERHADAP LOGAM
Komposisi kimia berpengaruh terhadap kekerasan specimen :
. Semakin banyak kandungan karbon aktifnya maka semakin baik kekerasannya.
Bahan pengkarbonan arang juga menentukan terhadap proses kekerasan hasil
pack carburizing.
. Penggunaan arang batok kelapa akan berbeda dengan menggunakan arang jati
yang kadar karbonnya lebih rendah.
Pada beberapa komponen elemen mesin seperti poros atau roda gigi, kadang
diperlukan sifat yang keras dan tahan aus pada permukaanya, sedangkan pada
inti atau bagian dalam tetap dalam keadaan lunak dan ulet. Hal ini akan

berdampak pada ketahanan benda terhadap keausan dan keuletan yang sesuai
dengan kebutuhan.
Karburising adalah proses dimana benda akan dikeraskan pada kulitnya dengan
cara penambahan karbon ke permukaan benda, karburising dilakukan dengan
cara memanaskan benda kerja dalam lingkungan yang banyak mengandung
karboin aktif, sehingga karbon berdifusi masuk ke permukaan baja (Wahid
Suherman, 1998: 147).
Pada temperatur karburising, media karbon terurai menjadi CO yang selanjutnya
terurai menjadi karbon aktif yang dapat berdifusi masuk ke dalam baja dan
menaikkan kadar karbon pada permukaan kulit baja.
Pada proses perlakuan panas, termasuk karburising selalu mengacu pada
diagram fase yang berdasarkan pada karbon dari baja. Baja pada dasarnya
adalah paduan besi dan karbon (Fe-C), besi dan karbon selain dapat membentuk
larutan padat juga dapat membentuk senyawa karbid besi (sementit, Fe3C). kita
ketahui bahwa carbon memiliki sifat keras tapi getas, sedangkan besi mempunyai
sifat ulet.
Karburising Padat (Pack Carburizing)
Karburising padat adalah proses karburisasi atau penambahan karbon pada
permukaan benda kerja dengan menggunakan karbon yang didapat dari bubuk
arang. Bahan karburisasi ini biasanya adalah arang tempurung kelapa, arang
kokas, arang kayu, arang kulit atau arang tulang.
Benda kerja yang akan dikarburising dimasukkan ke dalam kotak karburisasi yang
sebelumnya sudah diisi media karburisasi. Selanjutnya benda kerja ditimbuni
dengan bahan karburisasi dan benda kerja lain diletakkan diatasnya demikian
selanjutnya (Wahid Suherman, 1998: 150).
Kandungan karbon dari setiap jenis arang adalah berbeda-beda. Semakin tinggi
kandungan karbon dalam arang, maka penetrasi karbon ke permukaan baja akan
semakin baik pula.
Bahan karbonat ditambahkan pada arang untuk mempercepat proses karburisasi.
Bahan tersebut adalah barium karbonat (BaCO3) dan soda abu (NaCO3) yang
ditambahkan bersama-sama dalam 10 40 % dari berat arang (Y. Lakhtin, 1975:
255).
Sebenarnya tanpa energiserpun dapat terjadi karburisasi, karena temperature
yang tinggi ini mula-mula karbon teroksidir oleh oksigen dari udara yang
terperangkap dalam kotak menjadi CO2 (Wahid Suherman, 1998: 149).
Reaksi yang terjadi adalah

CO2 + C (arang) -------------> 2CO


Dengan temperatur yang semakin tinggi kesetimbangan rekasi maikn cenderung
ke kanan makin banyak CO.
2CO -------------> CO2 + C (larut ke dalam baja)
dimana C yang terbentuk ini merupakan atom karbon (carbon nascent) yang aktif
berdifusi masuk ke dalam fase austenit dari baja ketika baja dipanaskan.
Besarnya kadar karbon yang terlarut dalam baja pada saat baja dalam larutan
pada gamma fase austenit selama karburisasi adalah maksimal 2 %.
Kotak karburisasi yang dipanaskan harus dalam keadaan tertutup rapat, hal ini
bertujuan untuk mencegah terjadinya reaksi antara media karburisasi dengan
udara luar. Cara yang biasanya ditempuh unutk menghindari hal tadi adalah
dengan memberikan lapisan tanah liat (clay) antara tutup dengan kotak
karburisasi.
Menurut Wahid Suherman (1998: 150) bahwa kotak karburisasi dipanaskan
dalam dapur sampai temperatur 825 925 o C dengan segera permukaan benda
kerja akan menyerap karbon sehingga dipermukaan akan terbentuk lapisan
berkadar karbon tinggi sampai 1,2 %. Dan menurut B.H Amstead (1979: 152)
bahwa proses karburisasi padat banyak diterapkan untuk memperoleh lapisan
yang tebal antara 0,75 4 mm.

Karburising Cair (Liquid Carburizing)


Karburising proses cair adalah proses pengerasan baja dengan cara mencelupkan
baja yang telah ditempatkan pada keranjang kawat ke dalam campuran garam
cianida, kalsium cianida (KCN), atau natrium cianida (NaCN). Dengan pemanasan
akan terjadi reaksi-reaksi:
2NaCN + O2 -------------> 2 NaCNO
4NaCNO -------------> 2NaCN + Na2CO3 + CO + 2N
3Fe + 2CO -------------> Fe3C + CO2
pada proses karburisasi ini selain terserapnya karbon, nitrogen juga ikut terserap.
Bahwa karburisasi cair hamper sama dengan cyaniding, yang menyerap nitrogen
dan karbon. Bedanya terletak pada tingkat perbandingan banyaknya karbon dan

nitrogen yang terserap. Pada karburisasi cair penyerapan karbon lebih dominan.
Banyaknya karbon dan nitrogen yang terserap ini tergantung pada kadar cianida
dalam salt bath dan temperatur kerjanya. Salt bath untuk karburisasi cair
biasanya mengandung 40 50 % garam cianida. Temperatur yang digunakan
adalah 900 C selama 5 menit, kedalaman penetrasi karbon yang dicapai antara
0,1 0.25 mm dari permukaan baja.
Kadar karbon yang dikarburisasi akan naik dengan semakin tingginya temperatur
dan makin lamanya waktu karburisasi. Bila kadar karbon dipermukaan terlalu
tinggi maka kekerasan tidak begitu tinggi, karena itu baja yang akan di quenching
langsung setelah pemanasan untuk karburisasi hendaknya dipakai temperatur
yang tidak begitu tinggi.
Selama pemakaian konsentrasi cianida dalam salt bath dapat berubah sehingga
tentu saja sifat salt bath dapat berubah, karena itu kondisi salt bath harus secara
rutin diperiksa. Apabila terdapat perubahan yang berarti, harus dilakukan
penambahan garam baru unutk menjaga konsentrasi tetap sebagaimana semula.
Semua cianida adalah senyawa yang sangat beracun, karena itu pemakaiannya
harus sangat hati-hati. Demikian pula pada saat membuang sisa-sisa cairan yang
akan terkena garam cianida tersebut harus benar-benar mengikuti petunjuk dari
pihak berwenang.
Karburising Gas (Gas Carburizing)
Proses pengerasan ini dilakukan dengan cara memanaskan baja dalam dapur
dengan atmosfer yang banyak mengandung gas CO dan gas hidro karbon yang
mudah berdifusi pada temperatur karburisasi 900 C 950 C selama 3 jam.
Gas-gas pada temperatur karburisasi itu akan bereaksi menghasilkan karbon aktif
yang nantinya berdifusi ke dalam permukaan baja.
Pada proses ini lapisan hypereutectoid yang menghalangi pemasukan karbon
dapat dihilangkan dengan memberikan diffusion period, yaitu dengan
menghentikan pengaliran gas tetapi tetap mempertahankan temperatur
pemanasan. Dengan demikian karbon akan berdifusi lebih ke dalam dan kadar
karbon pada permukaan akan semakin naik.
Karburising dalam media gas lebih menguntungkan dibanding dengan karburising
jenis lain karena permukaan benda kerja tetap bersih, hasil lebih banyak dan
kandungan karbon pada lapisan permukaan dalam dikontrol lebih teliti. Menurut
B.H Amstead (1979: 153) mengatakan bahwa proses karburisasi media gas
digunakan untuk memperoleh lapisan tipis antara 0,1 0,75 mm
Definisi PACK carburizing atau Karburasi padat adalah proses di mana karbon
monoksida yang berasal dari senyawa padat terurai pada permukaan logam
menjadi karbon yang baru lahir dan karbon dioksida. Karbonyang baru lahir
diserap ke dalam logam, dan karbondioksida segera bereaksi dengan bahan
karbon hadir dalam senyawa karburasi padat untuk menghasilkan karbon

monoksida segar. Pembentukan karbonmonoksida ditingkatkan oleh energizers


ataukatalis, seperti barium karbonat (BaCO3), kalsiumkarbonat (CaCO3), kalium
karbonat (K2CO3), dannatrium karbonat (Na2CO3), yang hadir di daerah
karburasi.
1. ProsesPada metode Pack carburizing atau karburisasi padat, komponen yang
akan dikarburisasi ditempatkan dalam kotak yang berisi media penambah
unsur karbon atau media karburasi, kemudian dipanaskan pada suhu
austenisasi (842953 C). Akibat pemanasan ini, media karburasi akan
teroksidasi menghasilkan gas CO2 dan CO .Gas CO akan bereaksi dengan
permukaan baja membentuk atom Karbon yang kemudi- an berdifusi ke dalam
baja mengikuti persamaan: 2CO + Fe Fe (C) +CO2Gas CO2 ini sebagian
akan bereaksi kembali dengan karbondari media karburasi membentuk CO dan
sebagian lagi akan menguap. Ini berarti bahwa oksigen harus tersedia cukup
dalam kotak agar proses dapat berlangsung dengan baik.
2. Media karburasi yang berbentuk serbuk akan memunculkan rongga-rongga di
dalam kotak. Semakin besar ukuran serbuk maka semakin besar rongganya,
namun akan semakin sedikit kontak antara media karburasi dengan
permukaan komponen. Ukuran serbuk yang besar juga akan mengurangi
efektifitas proses karburisasi padat, terutama jika komponen yang
dikarburisasi memiliki bentuk yangrumit. Di sisi lain, semakin kecil ukuran
serbuk semakin kecil rongganya sehingga mengurangi jumlah Oksigen dalam
kotak. Bagaimanapun juga, rongga ini diperlukan untuk menjamin pergerakan
gas-gas yangmuncul selama proses di dalam kotak. Oleh sebab itu, ukuran
butir serbuk yang efektif pada proses karburising padat perlu ditentukan agar
proses menjadi optimal.
3. Proses pengerasan dilakukan dengan memanaskan kembali benda uji pada
suhu Austenisasi sekitar850 C, ditahan selama 5 menit, kemudian seluruh
benda uji dicelup secara bersamaan ke dalam air bersuhu 25 C.
4. Perubahan fasa akibat perlakuan karburisasi dan pengerasan diamati
menggunakan Mikroskop Optik Olympus. Tebal lapisan difusi (case depth) yang
diperoleh dari hasil proses karburisasi ditentukan melalui pengukuran
kekerasan dari tepi benda uji menggunakan Micro VickersHardness Tester
dengan beban penekanan disesuaikan dengan komponen yang akan uji.
Sedangkan untuk mengukur case depth dapat menggunakan indicator
perubahan kekerasan permukaan.

BAB - III
METODE PENELITIAN

Pada penelitian ini penulis meneliti tentang pengaruh penahanan waktu


pemanasan (holding time) terhadap kekerasan baja karbon rendah pada
proses karburasi dengan menggunakan media padat. Jadi penahanan waktu
pemanasan dan media pendinginan dibuat bervariasi dengan tujuan untuk
mengetahui sejauhmana pengaruh terhadap kekerasan yang dihasilkan.
3.1.

Alur Penelitian

Dalam melakukan penelitian dibutuhkan alatalat antara lain :


a. Material Benda uji.
Material atau spesimen yang digunakan adalah baja karbon rendah perupa
plat strip.
Komposisi kimia :
b. Kawat
Berfungsi sebagai pengikat benda uji agar memudahkan dalam
pengambilan dari kotak sementasi pada waktu proses pendinginan.
c.
d.

Bubuk karbon (arang kayu) dan bubuk barium karbonat.


Kotak sementasi (kotak karbon)

Kotak sementasi harus memiliki karakteristik sebagai berikut :

Harus rapat sehingga tidak memungkinkan adanya kebocoran dari


gas yang terbentuk.
Tahan suhu tinggi untuk waktu yang relatif lama.
Sesuai untuk bentuk dan ukuran benda kerja yang akan diproses.
Memiliki sifat mekanik yang memadai sehingga tidak terjadi
perubahan bentuk pada sat mengalami pemanasan pada waktu yang
cukup lama.
Relatif ringan.

Biasanya bahan Sementasi terbuat dari :


Baja Cr Ni
Bahan ini harganya relatif mahal, tetapi bahan ini sangat stabil pada
suhu yang tinggi serta relatif ringan.

Baja lunak, murah tetapi masa pakainya singkat.

Besi cor, relatif tebal (rata rata diatas 10 mm) agar masa pakainya
menjadi panjang.

e. Penjepit
Berfungsi untuk pengambilan kotak karbon dari tungku dan benda uji dari
kotak karbon.

BAB - IV
DATA DAN PEMBAHASAN
Dari pengujian yang dilakukan terhadap baja karbon rendah, dengan
adanya
proses
perlakukan
panas maka didapat hasil yaitu berupa perubahan sifat mekanis dari benda uji.
4.1. Hasil Pengujian Kekerasan Dalam
pengujian
ini pengambilan
data kekerasan dilakukan pada :

Permukaan dan penampang benda uji sebelum dilakukan case


hardening (perlakuan panas).

Pada permukaan dan penampang benda uji setelah mengalami proses


perlakuan panas (cese hardening) dengan metode pack carburising.
Pengujian kekerasan pada permukaan spesimen dilakukan secara acak pada
permukaan. Sedangkan pada pengujian pada penampang dilakukan
indentasi secara diagonal dengan jarak yang teratur dari permukaan.
Sebelum dilakukan proses perlakuan panas benda uji dilakukan pengujian
kekerasan terlebih dahulu dengan :
Pengujian kekerasan : HV
Beban
: 30 kg
Lama pembebanan
: 15 detik
Penetrator
: Intan (diamond)
Pengujian dilakukan terhadap salah satu benda uji dan kekerasan antara
benda uji satu dengan lainnya sebelum pengujian dianggap sama.

BAB - V
KESIMPULAN
5.1.

Kesimpulan

Setelah memperoleh data data hasil pengujian kekerasan pada proses


pengerasan permukaan maka dapat disimbulkan bahwa :

Semakin lama waktu penahan (Holding Time) maka semakin tebal


difusi karbon pada benda uji dan dengan adanya penambahan unsur
karbon pada permukaan maka kekerasan permukaan benda uji
bertambah keras. Hal tersebut dapat diketahui dengan melihat hasil
perhitungan kadar karbon pada benda uji. Kadar karbon yang tinggi
membuat permukaan benda uji semakin keras dan getas.

Dengan
pendinginan
langsung
dapat
mempengaruhi
kekerasan
permukaan benda uji, hal tersebut dapat diketahui dengan melihat hasil
hasil kekerasan benda uji. Pada proses pengerasan suatu material akan
diperoleh hasil yang maksimal bila dicapai struktur martensit. Dan
struktur martensit ini hanya dapat dicapai dari fase austenit yang
didinginkan dengan cepat. Dengan pendinginan yang cepat dari
temperatur austenit nk diperoleh bentuk kristal BCC yang tergeser
menjadi BCT akibat perbedaan temperatur yang tinggi pada materil.
5.2.

Saran

Karena keterbatasn penelitian ini maka diharapkan pada penelitian


penelitian selanjutnya tentang proses perlakuan panas lainnya secara
khusus dan secara umum, karena dalam hal ini sangat berguna untuk
menambah dan memperjelas pengetahuan di bidang Metallurgy.

DAFTAR PUSTAKA
Amstead, BH, 1997, Jakarta Erlangga : Teknologi Mekanik Jilid - 1.
Bradbury. EJ, 1990, Jakarta, Gramedia Pustaka Utama : Dasar Metalurgi untuk
Rekayasawan.
Situs:
Http://www.google.co.id/m?q=perlakuan%20panas