Anda di halaman 1dari 16

Merlein Uviarty

2009730095
Pembimbing : dr. Hj. Riana Azmi, Sp.M
Kepaniteraan klinik stase ilmu penyakit mata
RSUD Sekarwangi 2014
Low Dose Cyclosporine Treatmen
For Sight-Threatening Uveitis :
Efficacy, Toxicity, and Tolerance
Laporan Jurnal Reading
Anatomi uvea
Uveitis adalah peradangan atau inflamasi
yang terjadi pada lapisan traktus uvealis
yang meliputi peradangan pada iris,
korpus siliaris dan koroid
Infeksius
Non Infeksius
Non
Granumalotosa
Granulomatosa
Akut
kronis
Anterior
Intermediet
Posterior
panuveitis
Anatomis Klinis
Etiologis Patologis
Siklosporin adalah antibiotic,
lipophilic cyclic polipeptide yang
disintesis oleh beberapa jamur
termasuk Trichoderma polysporun dan
Tolypocladium inflatum
Bekerja spesifik
pada limfosit CD4,
menghambat calcineurin,
komponen dasar dari system
Interleukin-2 (IL-2)
dimetabolisme oleh sistem
hepatic cytochrome P450-A
dan kebanyakan dikeluarkan
dalam empedu, dengan 10%
dikeluarkan dalam urine
Kedua tanda IL-2 dan permukaan
reseptor IL-2 dihambat yang menekan
kemampuan limfosit CD4 untuk aktif
dan merekrut, supaya inflamasi CD4
yang dilepaskan berkurang
Pendahuluan
Cyclosporine adalah
antibiotic alami yang
ditemukan pada
tahun 1972 oleh
Borel dkk.
Ditemukan sebagai imunosupresi
pada tahun 1976 dan digunakan
pertama kali pada pasien transplantasi
kornea kelinci untuk mencegah rijeksi.
Obat ini ditemukan keefektifannya
pada percobaan pengobatan uveitis
autoimun pada sebuah model hewan
oleh nusssenbelt dkk
Cyclosporine sudah digunakan selama
16 tahun untuk pengobatan ancaman
gangguan penglihatan (kebutaan) pada
uveitis dan dilakukan pada sejumlah
populasi besar di senter ini.
Dan juga dilaporkan pada
hasil penelitian terhadap
satu kelompok kecil pasien
dengan uveitis pada tahun
1983.
Mengetahui :
Efektifitas ,
Nilai toleransi
Keamanan
cyclosporine
dosis rendah
uveitis yang mengancam
penglihatan
Pasien uveitis yg
terancam kebutaan
dan di terapi dgn
Siklosporin.
Inform
concent
Pemantauan
Berkala :
BB,
TD
Urinalisa
darah lengkap
hitung jenis
leukosit,
kreatinin
elektrolit,
fungsi hati,
lipid serum,
serum
magnesium
siklosporin
serum
3 Bulan
percobaan
Kelanjutan
pengobatan
????
Penilaian
inflamasi
intraokular
Sebelum & 6 bulan
setelah pengobatan
Siklosporin
PARAMETER
PERADANGAN :

uveitis anterior,
vitritis,
chorioretinitis,
cystoid edema
makula (CME)
Penilaian
Parameter
inflamasi
Visus
Kemampuan
50% dosis
steroid oral
Peserta
71 org
2 skleritis

eksklusi
10 dirawat
dokterlain
sebelum ke UC

eksklusi
59 org
(31Pr , 28 Lk)
Sebelum Pengobatan
Steroid oral
15 bulan
(kisaran 0-
48 bulan)
Usia
37 tahun
(kisaran 6-
64 th)
Dosis awal
siklosporin
4,2 mg /
kg / hari
Dosis
rumatan
3,2 mg /
kg / hari
Durasi
pengobatan
35 bulan
(kisaran
<1-125
bulan)
Hasil Perubahan Parameter Peradangan
4
Parameter
Peradangan
3
Parameter
Peradangan

2
Parameter
Peradangan

1
Parameter
Peradangan

Tenang

7 19 20 11 2
0 0 11 19 29
Keseluruhan :
47 pasien (78%) meningkat,
10 stabil (97% peningkatan atau stabil),
2 memburuk
Perubahan Visus
visus meningkat atau stabil pada 54 pasien (91%).
PERUBAHAN DOSIS STEROID
rata-rata 30,1 mg / hari
(kisaran 2,5-80 mg / hari)
12,8 mg / hari (rentang 0-80
mg / hari)
dosis target 50%
dicapai pada 25 dari 49
pasien (51%)
Efek Samping % Pasien
Paresthesia or burning sensation 70
Fatigue 67
Headache 57
Hirsutism 57
Female patients 62
Male patients 44
Gingivitis, gum swelling 43
Nausea 43
Light-headedness 40
Dyspepsia 40
Tremor 38
Infection 38
General increased tendency 32
Thrush 6
Hospital admissions 0
Palpitations 32
Ankle edema 30
Reduced libido 27
Warts 16
Pengguna : 153 pasien / tahun
pengobatan.
Obat ini telah terbukti :
menjaga penglihatan
mengurangi peradangan
toksisitas yang dapat dikelola
aman untuk penggunaan jangka
panjang