Anda di halaman 1dari 37

Farmakologi

Obat Hipnotik-Sedatif
Miyadah Samiyah
1111102000034
Ririn Astri S.
1111102000040
Muhammad Saiful A.
1111102000043
Euis Chodidjah
1111102000046
Syaima
1111102000056
Nurkhayati P. I. Y.
1111102000126

Rahmi Sertiana N. A.
1111102000085
Askandari
1111102000089
Aditya Ramadhan
1111102000093
M.A.W. Khairurrijal
1111102000102
Anissa Tiana S. P.
1111102000107
Khairunnisa
1111102000113

PENDAHULUAN
Hipnotik : obat yang menyebabkan tidur
Sedatif : obat yang menimbulkan depresi ringan pada
susunan saraf pusat (SSP) tanpa menyebabkan tidur.
Efeknya bergantung dosis
- Ringan tenang atau kantuk, menidurkan
- Berat kehilangan kesadaran, keadaan anestesi,
koma dan mati.
Golongan obat ini digunakan untuk mengatasi insomnia
Terdapat beberapa jenis insomnia, yaitu : 1). Sukar jatuh
tidur, 2). Sama sekali tidak dapat tidur, 3). Tidak cepat tidur
sesuai dengan yang dikehendaki, 4). Saat tidur sering
terbangun, 5). Tidur singkat, 6). Tidur larut malam disertai
mimpi buruk, dan 7). Sesudah bangun tidur tetap merasa
kurang segar.

BENZODIAZEPIN
SIFAT FARMAKOLOGIS
Hampir semua efek benzodiazepin dihasilkan dari kerja obat-
obat ini pada SSP
Efek mirip benzodiazepin:
1. Efek agonis penuh (efek benar-benar mirip misalnya
diazepam dengan fraksional lebih rendah)
2. Efek agonis parsial (efek maksimal yang kuran intens dan
membutuhkan fraksional lebih tinggi dibandingkan dengan
obat seperti diazepam
Beberapa senyawa menghasilkan efek yang brelawanan
dengan diazepam: agonis invers dan agonis parsial
Benzodiazepin tidak mampu menghasilkan tingkat depresi
neuronal yang sama seperti barbiturat dan anastetik yang
mudah menguap
Beberapa senya benzodiazepin sering disebut memberi efek
anestetik
Model Ansietas Hewan.
Sebagian besar perhatian difokuskan pada
kemampuan benzodiazepine untuk meningkatkan
perilaku lokomotor, perilaku saat diberi makan
atau minum yang telah ditekan oleh rangsang
baru atau rangsang aversif.

Toleransi terhadap Benzodiazepin
Klonazepam pada dosis nonsedatif menyebabkan
relaksasi otot pada pasien, tetapi diazepam dan
sebagian besar benzodiazepine lain tidak.
Toleransi terjadi pada efek relaksasi otot dan efek
ataksik obat ini.


Efek terhadap Elektroensefalogram
(EEG) dan Tahap-Tahap Tidur
Efek benzodiazepine pada EEG keadaan
bangun menyerupai efek obat sedative-
hipnotik lainnya.
Sebagian besar benzodiazepine
mengurangi latensi tidur terutama ketika
pertama kali digunakan. Sebagian besar
benzodiazepine meningkatkan waktu dari
onset spindle-sleep sampai lonjakan
pertama tidur rapid-eye-movement (REM)
Target Molekuler Kerja Benzodiazepin
di SSP
Benzodiazepin dipercaya
memunculkan sebagian besar efeknya
melalui interaksinya dengan reseptor
neurotransmitter inhibitori yang secara
langsung diaktivasi oleh GABA
A
Agonis pada reseptor benzodiazepine
meningkatkan jumlah arus klorida yang
dihasilkan melalui aktivasi reseptor GABA
A

Peristiwa Elektrik yang Diperantarai Reseptor
GABA
A
: Sifat In Vivo
pembentukan efek benzodiazepin secara in vivo
tergantung pada pelepasan GABA prasinaptik.
Tanpa adanya GABA , benzodiazepine tidak
mempunyai efek pada fungsi reseptor GABA
A
.

Dasar Molekular Pengaturan Benzodiazepin
pada Peristiwa Elektrik yang Diperantarai
GABA
A
.
Penelitian elektrofisiologis in vitro menunjukkan
bahwa peningkatan arus klorida yang diinduksi
GABA oleh benzodiazepine terutama akibat suatu
peningkatan frekuensi ledakan pembukaan
saluran klorida yang dihasilkan oleh sejumlah
GABA submaksimal.

- Benzodiazepin pada dasarnya diabsorpsi sempurna, kecuali klorazepat
- Setelah pemberian per oral, kadar puncak benzodiazepin plasma dapat
dicapai dalam waktu 0,5-8 jam, kecuali lorazepam.
- Benzodiazepin dimetabolisme secara ekstensif oleh beberapa sistem
enzim mikrosom hati. Beberapa benzodiazepin dimetabolisme menjadi
metabolit yang aktif.
Efek efek yang Tidak Diinginkan
Dapat menyebabkan berbagai tingkat pusing, kelelahan, inkoordinasi
motorik, gangguan mental dan fungsi motorik, bingung, dan
anterograde amnesia.
Farmakokinetik
Efek Psikologis yang Merugikan.
- Benzodiazepin dapat menyebabkan efek paradoksikal.
- Penggunaan benzodiazepin jangka panjang menimbulkan risiko
berkembangnya ketergantungan dan penyalahgunaan, tetapi
tidak dengan tingkat yang sama seperti yang terlihat dengan
sedatif lama dan obat lain yang diketahui disalah gunakan
Penggunaan Terapeutik
Benzodiazepin
Sebagian besar benzodiazepin dapat saling
menggantikan.
Contoh : diazepam dapat digunakan untuk
penghentian alkohol, dan sebagian benzodiazepin
bekerja sebagai hipnotik.
Pada umumnya penggunan terapeutik suatu
benzodiazepin tertentu tergantung pada waktu
paruhnya dan mungkin tidak sesuai dengan
indikasinya dalam perdagangan.
Benzodiazepin yang berguna sebagai antikonvulsan
mempunyai waktu paruh panjang dan obat yang
masuk dengan cepat ke otak diperlukan untuk
penanganan status epileptikus.
Penggunaan Terapeutik Benzodiazepin

Nama Obat


Penggunaan Terapi Keterangan t (jam)
Alprazolam Ansietas Gejala putus obat yang
terjadi dapat berat
12,0 2,0
Klordiazepoksid Ansietas, enanganan
ketergantungan alkohol,
anestesi premedikasi
Lama kerja panjang,
akibat metabolit aktifnya
dan menurun secara
bertahap
10,0 3,4
Klonazepam Gejala bangkitan,
tambahan terapi pada
mania akut, kelainan
pergerakan tertentu
Terjadi toeransi terhadap
antikonvulsi
23,0 5,0
AGONIS RESEPTOR
BENZODIAZEPIN BARU
Hipnotik dalam golongan ini meliputi:
1. zolpikon
r

2. Zolpidem
r
3. Zaleplon
r


Zaleplon
r

a. Dosis 5, 10, atau 20 mg
b. Absorpsinya cepat dan mencapai konsentrasi
puncak dalam plasma dalam waktu sekitar satu
jam.
c. Waktu paruhnya sekitar satu jam.
d. Ketersediaan hayati sekitar 30% .
e. Volume distribusi sekitar 1,4 liter/kg dan ikatan
protein plasma sekitar 60%.
f. Sebagian besar dimetabolisme oleh aldehid
oksidase dan sebagian kecil lagi oleh CYP3A4.
g. Eksresi dalam urin dalam bentuk tidak berubah.

Zolpidem
r

Absorpsi dengan cepat dari saluran
gastrointestinal; metabolisme hepatik lintas
pertama menyebabkan ketersediaan hayati
oral sekitar 70%
Zolpidem dieliminasi hampir seluruhnya
melalui konversi menjadi produk inaktif di hati
Waktu paruhnya dalam plasma sekitar 2 jam
pada individu dengan fungsi atau aliran darah
hepatik normal.

FLUMAZENIL: SUATU
ANTAGONIS RESEPTOR
Flumazenil hanya tersedia untuk pemberian intravena.
Pada pemberian intravena, flumazenil hampir
seluruhnya dieliminasi melalui metabolisme hepatik
menjadi produk inaktif
Waktu paruh sekitar 1 jam; akibatnya efek
farmakologisnya berlangsung singkat dan biasanya
hanya bertahan selama 30 sampai 60 menit.
Indikasi utama penggunaan flumazenil adalah
menanggulangi overdosis yang dicurigai disebabkan
oleh benzodiazepin dan membalikkan efek sedatif
yang dihasilkan oleh pemberian benzodiazeppin pada
anastesia umum atau diagnostik dan/atau prosedur
terapeutik.

BARBITURAT
Sifat Farmakolgis
Mendepresi aktivitas semua jaringan
yang dapat terangsang secara
reversibel

Pada SSP: menyebabkan depresi SSP
mulai dari sedasi ringan sampai
anestesi umum. Mempunyai efek
euforian. Presepsi dan reaksi nyeri
relatif tidak dikurangi sebelum terjadi
ketidak sadaran, dalam dosis rendah
justru meningkatkan reaksi terhadap
rangsangan nyeri.

Efek pada tahap-tahap tidur
Meningkatkan waktu tidur total
Mengurangi latensi tidur, jumlah
terbangun, serta durasi tidur REM dan
tidur gelombang lambat
Penghentian penggunaan menyebabkan
peningkatan semua parameter yang
dilaporkan berkurang dengan barbiturat

Toleransi
Jika toleransi meningkat, indeks terapeutik
menurun
Toleransi farmakodinamik terhadap barbiturat
memberikan toleransi terhadap semua obat
depresan SSP umum, termasuk etanol.

Penyalahgunaan dan Ketergantungan
Seperti obat depresan SSP lain, barbiturat
disalahgunakan, dan beberapa individu
mengalami ketergantungan terhadap obat-obat
ini.
Tempat dan Mekanisme Kerja SSP
barbiturat mengaktivasi reseptor GABA
A

inhibitori dan menghambat reseptor AMPA
eksitatori sehingga menghasilkan efek
depresan barbiturat terhadap SSP.
Struktur saraf perifer
Barbiturate secara selektif mendepresi transmisi pada ganglia
otonom dan mengurangi eksitasi nikotinik oleh ester-ester
kolin. Efek ini yang kemungkinan menyebabkan turunnya
tekanan darah yang disebabkan oleh oksibarbiturat intravena
dan oleh intoksikasi barbiturat yang parah pada taut
neuromuscular rangka, efek perintangan tubokurarin dan
dekametonium meningkat selama anesthesia barbiturate.
Pernapasan
Barbiturate mendepresi dorongan pernapasan dan
mekanisme yang mengatur ritme pernapasan dorongan
neurogenik dikurangi oleh dosis hipnotik, tetapi biasanya tidak
lebih dari selama tidur alami.
System kardiovaskular
Jika diberikan secara oral dalam dosis hipnotik atau
sedative, barbiturate tidak menghasilkan efek
kardiovaskular yang jelas dan signifikan, kecuali
sedikit penurunan tekanan darah dan denyut jantung
seperti pada tidur normal. Biasanya tidak ada
penurunan atau perubahan tekanan arteri rata-rata.
Saluran gastrointestinal
Oksibarbiturat cenderung menurunkan tonus
muskulatur gastrointestinal dan amplitude kontraksi
ritmik. Tempat kerja obat ini sebagian di perifer dan
sebagian disentral, tergantung pada dosis.


Hati
Efek barbiturate yang paling dikenal pada hati adalah
efek pada metabolism obat mikrosomal. Secara akut,
barbiturate dengan beberapa jenis sitokrom P450 dan
secara kompetitif menggangu biotransformasi
sejumlah obat lain juga substrat endogen, seperti
steroid; subtract lain dapat menghambat
biotransformasi barbiturate secara timbal balik.
Ginjal
Oliguria atau anuria parah pada keracunan barbiturate
akut, sebagian besar akibat hipotensi berat.

Farmakokinetik Barbiturat
Rute pemberian : Barbiturat biasanya diberikan secara oral. Jika melalui
rute intramuscular , injeksi sediaan larutan garam natrium harus
ditempatkan mendalam pada otot yang besar. Rute intravena biasanya
digunakan untuk epileptikus, contoh obatnya tiopental metoheksital.

Adsorpsi : Barbiturat diadsorpsi dengan cepat dan mungkin secara
sempurna, garam natrium diabsorpsi lebih cepat daripada dalam bentuk
bebasnya. Onset kerjanya beragam mulai dari menit ke-10 sampai menit
ke-60, tergantung pada obat dan formulasinya dan diperlambat dengan
adanya makanan dalam lambung.

Distribusi : Barbiturat terdistribusi secara luas dan dapat menembus
plasenta, sampai ke otot, kosentrasi barbiturat sedikit dalam otak dan
plasma. sangat larut dalam lemak.

Metabolisme :Senyawa barbiturat mengalami metabolisme hampir
sempurna dalam hati

Eksresi : dieksresikan melalui ginjal lanjut ke urin

Efek samping

Rasa kantuk depresi residual pada SSP, distorsi mood ringan,
gangguan pada kemampuan menilai dan keterampilan
motorik halus, vertigo, mual, muntah, diare
Keterangsangan paradoksikal : Pasien terlihat seperti mabuk
Nyeri lebih parah
Hypersensitivitas : pembengkakan lokal, terutama pada
kelopak mata, pipi, bibir, dermatitis eritematus, dermatitis
eksfolatif, erupsi kulit dengan demam, delirum dan perubahan
degeneratif yang besar di hati dan organ parenkim lain
Interaksi dengan obat lain : contoh Barbiturat dengan
depresan SSP lain seperti etanol menyebabkan depresi
parah.
Efek lain : kolaps kardiovaskular (injeksi iv cepat) dan apnea,
laringospermae, batuk dan masalah pernafasan lain (injeksi iv
lambat).

Penggunaan
Terapeutik
Penggunaan
pada SSP
Penggunaan
pada metabolit
hepatik
Penggunaan pada SSP
Butabarbital dan fenobarbital kadang-kadang
digunakan untuk mengantagonis efek stimulan SSP
yang tidak diinginkan dari berbagai obat, seperti
efedrin, dekstroamfetamin, dan teofilin.
digunakan dalam penanganan darurat konvulsi,
pada tetanus, eklampsia, status epileptikus,
hemoragia serebral, dan keracunan obat-obat
konvulsan.
digunakan sebagai bantuan diagnostik dan
terapeutik dalam psikiatri :
bantuan diagnostik disebut narkoanalisis
dan bantuan terapeutik disebut narkoterapi.
Penggunaan pada Metabolisme
Hepatik
digunakan untuk menangani :
Hiperbilirubinemia
Kernikterus pada neonatus

Fenobarbital dapat memperbaiki transpor
hepatik bilirubin pada pasien yang
menderita ikterus hemolitik.
Obat-obat sedatif-hipnotik lainnya
Paraldehid
Berbau aromatic kuat & rasa tidak enak.
Dapat diberikan secara oral & rektal.
Sekitar 70-80% dosis mengalami metabolisme di hati dan sisanya akan diekshalasi.
Penggunaan klinis meliputi penanganan konvulsi

Kloral Hidrat
Digunakan untuk menghasilkan sedasi pada anak-anak
Dapat mengiritasi kulit dan membran mukosa
Penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan intoksikasi akut yang dapat berakibat
fatal

Etklovervinol
Bersifat antikonvulsan & relaksan otot
Cepat diabsorpsi & terdistribusi luas setelah pemberian oral
Sekitar 90% dihancurkan dalam hati, dan digunakan sbg hipnotik jangka pendek
penanganan insomnia
Efek samping meliputi rasa mint, pusing, mual, muntah, hipotensi dan mati-rasa di wajah.


Meprobamat
Dengan dosis tinggi dapat menyebabkan depresi pernafasan, hipotensi, syok, dan gagal
jantung parah bahkan fatal.
Ddiabsorpsi dengan baik jika diberikan secara oral
Sebagian besar dimetabolisme di hati
Efek samping meliputi rasa kantuk, kerusakan pada koordniasi motorik

Etomidat (AMIDATE)
Sering digunakan sebagai anastetik intravena, dan sebagai obat sedative-hipnotik di unit
perawatan intensif

Klometiazol
Bersifat sedative, relaksan otot, dan antikonvulsan.
Digunakan untuk hypnosis dan untuk sedasi praanestetik.

Penanganan Insomnia
Dekstroamfetamin
Fenotiazin/haloperidol
Fenitoin
Analgetik nyeri lainnya



Non-Hipnotik
(Insomnia Tertentu)
Benzodizepin (seperti alprazolam, klonazepam, klorazepat,
diazepam, lorazepam, quazepam, midazolam, quazepam,
estazolam, flurazepam, temazepam, triazolam, dan
klordiazepokid)
Hipnotik
(Insomnia Sementara)
Terapi fisik
Psikoterapi
(Insomnia Jangka
Panjang)
Penanganan Insomnia
Obat Hipnotik
Mekanisme Kerja Benzodiazepin
Interaksi dengan reseptor
berikatan pada sisi spesifik reseptor
GABA
A,
yaitu reseptor kanal ion
klorida kompleks peningkatan
potensial elektrik membran sel sel
sukar tereksitasi.
Obat Hipnotik
Farmakokinetik Benzodiazepin
Absorpsi & Distribusi
oBersifat lipofilik.
oDiabsorpsi baik melalui oral.
oJumlahnya 99% yang berikatan dengan protein
plasma .
oLama kerja 6-24 jam.

Metabolisme & Eksresi
Dimetabolisme oleh enzim sitokrom P450 di hati.
Dieksresikan menjadi urin sebagai metabolit
glukronat/metabolisme oksidasi.


Penanganan Insomnia
Obat Hipnotik
Efek Samping Benzodiazepin
oEfek yang paling sering terjadi kantuk dan bingung.
oAtaksia (jarang terjadi).
oEfek lain hipotonia, disartria, pusing.

.

Penanganan Insomnia
Hanya diberikan pada malam ke-3, untuk menghindari efek samping pola tidur
fisiologik, akumulasi obat, dan toleransi.
Pemberian obat dihentikan bertahap setelah 3-6 bulan atau lebih cepat.
Pemberian hipnotik kerja singkat untuk penderita dengan keluhan sukar tidur
yang kalau sudah tidur akan terlelap.
Pemberian hipnotik kerja panjang untuk penderita yang mudah tidur tetapi
tidak nyenyak.
Penderita lanjut usia yang tidak dapat tidur dengan nyenyak diperiksa lebih
teliti penyebabnya, mungkin psikoterapi atau obat antidpresi lebih sesuai.

Pemberian Obat Hipnotik
Daftar Pustaka
G. Hardman, joel, dan Lee E. Limbird.
2007. Dasar Farmakologi Terapi edisi ke
10. EGC:Jakarta
Anonim. 2011. Farmakologi dan Terapi
edisi ke 5. Badan Penerbit FK UI: Jakarta