Anda di halaman 1dari 13

Gambar Alat

Mikroskop Tabung Reaksi



Pipet Tetes Rak Tabung

Spatula Gelas Kimia

Kaca Objek Kaca Tutup

Pipet Tetes Bola Karet



Gambar Alat

Desikator Bunsen


Krus Porselen Bola Karet


Kaca Arloji Rak Tabung

Cawan Penguap Tabung Reaksi

Pipet Ukur Kawat Kasa

Spatula Batang Pengaduk

Penjepit Kaki Tiga



















LAPORAN TETAP REKAYASA BIOPROSES
Perhitungan Jumlah Sel Hidup dan Sel Mati Dalam
Ragi Kering (PJS-1)

Disusun Oleh :
Kelompok II
Kelas 1 KA
Dwi Sandi Wahyudi (061330400297)
Eka Anggraini (061330400298)
Elvania Novianti (061330400299)
Intan Nevianita (061330400300)
Irda Agustina (061330400301)
Nola Dwiayu Adinda (061330400304)
Dosen Pembimbing : Meilianti, S.T., M.T.

Jurusan Teknik Kimia
Politeknik Negeri Sriwijaya 2013
Analisis Air Kristal

A. Tujuan Percobaan
Mahasiswa mampu menganalisis secara kualitatif dan kuantitatif
suatu air Kristal
B. Dasar Teori
Pada umumnya kristal suatu senyawa kimia bila diletakkan beberapa
lama di udara akan mengadsorpsi air pada permukaannya. Jumlah air yang
diabsorbsi relative kecil dan bergantung pada kelembapan udara. Hal ini
dapat dilihat dari dari permukaannya yang basa.
Terdapat kristal yang mengandung sejumlah air yang terikat secara
kimia dalam Kristal tersebut. Kristal-kristal ini, biasanya merupakan garam
ionic. Air yang terdapat di dalamnya disebut Air Kristal dan biasanya
berikatan dengan kationnya.
Air Kristal yang terdapat pada senyawa, mempunyai jumlah
tertentu dan relative mudah dihilangkan melalui pemanasan melalui suhu di
atas titik didih air. Sebagai contoh melalui pemanasan pada suhu 110
0
c.
Reaksi penghilangan air Kristal pada pemansan: CuCl
2
. xH
2
O CuCl
2
+
H
2
O
Reaksi di atas dikenal sebagai reaksi dehidrasi. Pada dehidrasi,
terjadi perubahan Kristal dan warnanya. Perubahan ini juga bergantung
pada pemanasannya, apakah sempurna atau tidak. Sebagai contoh Kristal
CoCl
2
. 6H
2
O berwarna merah, jika dipanaskan sampai CoCl
2
. 2H
2
O akan
berwarna violet, tetapi jika dipanaskan sempurna dia akan berubah
menjadi biru. Adanya senyawa hidrat bila diletakkan di udara terbuka akan
melepaskan air. Banyak air yang dilepaskan bergantung pada kelembapan
udara, makin besar kelembapan, semakin sedikit air yang dilepaskan.
Proses pelepasan air ini disebut efflorescence, misalnya CoCl
2
. 6H
2
O.
Tetapi ada juga senyawa yang bila diletakkan di udaraakan menyerap air
dan mencair bila diletakkan lebih lam lagi. Senyawa yang demikian itu
disebut deliquescence, misalnya Kristal NaOH. Tidak hanya air di udara,
tetapi dari luar larutan juga. Beberapa senyawa juga menghasilkan air pada
saat pemanasan, tetapi senyawa tersebut merupakan bukan senyawa
hidrat yang sebenarnya. Air yang dihasilkan tersebut merupakan proses
penguraian dan bukan merupakan proses penghilangan air melalui dehidrasi.
Penguraian dengan menghasilkan air, bukan merupakan proses
reversible. Penambahan air dalam senyawa yang terurai tersebut, tidak
akan mengembalikan senyawa kebentuk asalnya. Senyawa yang merupakan
senyawa hidrat yang sebenarnya akan mengalami dehidrasi secara
reversible. Penambahan air ke dalam COCl anhidirida, akan menghasilkan
COCl
2
. 2H
2
O. Bila cukup air yang ditambahkan, maka akan diperoleh
larutan yang mengandung hidrat ion Cu
2+
.
Semua hidrat ionic larut dalam air dan dapat diperoleh kembali
dengan melalui kristalisasi dari larutannya. Jumlah air yang terikat
bergantung pada cara pembuatan hidrat tersebut.
C. Daftar Alat
1. Tabung reaksi : 2 buah
2. Bunsen : 1 buah
3. Kaca arloji : 5 buah
4. Rak tabung : 1 buah
5. Cawan penguap : 3 buah
6. Krus porselin : 1 buah
7. Desikator : 1 buah
8. Segitiga dan kaki tiga : 1 buah
9. Penjepit kayu : 2 buah
10. Statis dan penjepit : 1 buah
11. Spatula : 2 buah
D. Daftar Bahan
Identifikasi hidrat
1. K
2
Cr
2
O
7

2. BaCl
2

Reversibilitas hidrat
1. COCl
2
. xH
2
O
Deliquescence dan Efflorescence
1. Na
2
CO
3
. 10H
2
O
2. Kal(SO
4
)
2
. 10H
2
O
3. CaCl
2

Jumlah air Kristal
1. CuCl
2
. H
2
O
E. Gambar Alat
(Terlampir)
F. Keselamatan Kerja
Jangan menyentuh Kristal langsung dengan tangan, gunakan spatula
untuk menanganinya.
G. Identifikasi hidrat
1. Menambahkan sejumlah Kristal 0,5 gram/ seujung spatula di dalam
tabung reaksi.
2. Jika ada tetesan air di dinding tabung, catatlah data tersebut pada
data percobaan.
3. Mencatat perubahan yang terjaadi (warna, sifat)
4. Setelah dingin larutkan dalam air (mengamati warna larutan), jika perlu
panaskan.
Reversibilitas hidrat
1. Menembahkan kurang lebih 0,3 gram/

spatula Kristal di dalam cawan


penguap sampai warnanya berubah sempurna.
2. Melewatkan residu dengan air di dalam cawan penguap.
3. Memanaskan larutan hingga mendidih dan kering.
4. Mencatat perubahan warna.
5. Membiarkan dan mencatat perubahan warna.
Deliquescence dan Efflorescencel.
1. Menempatkan tiap-tiap Kristal di kaca arloji yang terpisah.
2. Meletakkan senyawa-senyawa tersebut di cawan penguap
3. Mencatat perubahan warna, dan kelembapan yang terjadi.
4. Mengamati sampel selama dilaboraturium.
Jumlah air Kristal.
1. Membersikan porselin crucible dan tutupnya dengan HNO
3
6M
2. Membilas dengan aquadest.
3. Memanaskan crucible berserta tutupnya di atas segitiga dan sampai
kemerahan selama 2menit.
4. Menimbang setelah dingin dengan ketelitian 0,001 gram.
5. Masukkan 1 gram sampel yang tidak diketahui ke dalam crucible.
6. Menimbang crucible beserta isinya.
7. Meletakkan crucible di segitiga dengan tutup yang jauh dari pusat,
memanaskan lagi.
8. Jangan sampai merah, selama 10 menit memanaskan lagi tutupnya dan
mendinginkan.
9. Menimbang lagi sampai memperoleh berat konstan.
10. Mengamati redusi yang diperoleh, lalu menambahkan air ke dalam
crucible sampai

bagian terisi air


11. Bila redusi tidak larut maka panaskan perlahan-lahan.
H. Data Pengamatan.
a. Identifikasi hidrat.
Zat Apakah
terdapat H
2
O
pada dinding.
Warna
Residu
Apakah larut
dalam air
Apakah
punya air
kristal
Na
2
CO
3
Ada Kuning Larut dalam air
(panas)
Ya
BaCl
2
Ada Putih Larut dalam air
(dingin)
Ya
b. Beri kesimpulan dari pengamatan anda!
Dari pengamatan dapat disimpulkan bahwa zat Na
2
CO
3
larut dalam
air jika dipanaskan dan semua zat memiliki H
2
O (uap air) pada dinding
tabung reaksi.
c. Apakah dehidrasi dan hidrasi CoCl
2
, reversible?
Dehidrasi dan hidrasi CoCl
2
bersifat reversible. Alasannya pada
pemanasan Kristal CoCl
2
. 6H
2
O yang mula-mula berwarna merah
keunguan setelah dipanaskan warnanya menjadi biru tua. Kemudian,
saat ditambahkan dengan air, larutan berubah menjadi warna merah.
Dan saat dididihkan, warnanya berubah menjadi biru kembali. Setelah
Kristal dibiarkan di udara terbuka, warnanya berubah menjadi ungu.
Hal ini disebabkan oleh pemanasan yang dilakukan secara sempurna.
d. Deliquescence dan Efflorescence.
Zat Pengamatan Kesimpulan
Na
2
CO
3
. 10H
2
O Tetap mengering Efflorescence
Kal(SO
4
)
2
. 10H
2
O Tetap mongering Efflorescence
CaCl
2
Terdapat butiran air/
cairan
Deliquescence
e. Jumlah air Kristal.
1. Massa crucible + tutup : 53, 56 gram
2. Massa crucible + tutup + hidrat padat : 53, 60 gram
3. Massa crucible + tutup + residu : 53, 36 gram
4. Massa hidrat padat : 1, 04 gram
5. Massa residu : 0, 8 gram
6. Massa H
2
O yang hilang : 0, 24 gram
7. Persen H
2
O dalam residu : 23, 07 %
8. Jumlah air Kristal : 2, 8
9. Rumus molekul dari hidrat : CuCl
2
. H
2
O
10. Apakah residu larut dalam air : Larut.
I. Perhitungan.
1. Massa hidrat padat =
=
2. Massa residu =
=
3. Massa H
2
O yang hilang =
=
4. % H
2
O dalam residu =

=


=
5. Jumlah air Kristal
CuCl
2
. xH
2
O CuCl + xH
2
O
Mol CuCl
2
. xH
2
O = mol CuCl
2



()



()



()
CuCl
2
. 2H
2
O x= 2 (teori)
% kesalahan =
=


=
J. Analisa Percobaan.
Berdasarkan percobaan yang dilakukan pada zat Na
2
CO
3
dan BaCl
2

semuanya larut dalam air. Dan pada pengamatan deliquescence dan
efflorescence zat yang termasuk efflorescence adalah Na
2
CO
3
. 10H
2
O
dan Kal(SO
4
)
2
. 10H
2
O sedangkan deliquescence adalah CaCl
2
. Senyawa
hidrat adalah senyawa yang terdapat kandungan air Kristalnya dan
bersifat reversible dapat kembali ke wujud semulanya bila dipanaskan dan
ada juga senyawa yang bukan senyawa hidrat tetapi pada saat dipanaskan
menghasilkan tetesan air, reaksi tersebut bukan pelepasan air tetapi
penguraian.
K. Kesimpulan.
Berdasarkan hasil pengamatan di atas, bahwa penentuan air Kristal
yang dilakukan dengan cara tersebut, ada yang menganalisis secara
kualitatif dan kuantitatif. Penentuan air Kristal kualitatif berdasarkan
kualitas dan jenis, sedangkan secara kuanntitatif berdasarkan pengukuran
jumlah dan banyak. Oleh karena itu penetuan air Kristal berdasarkan
kualitatif lebih baik, hal ini dikarenakan lebih melibatkan kualitas dan
lebih teliti dibandingkan kuantitatif.
L. Pertanyaan.
1. Tuliskan macam-macam air Kristal?
a. Air Kristal/ hidrasi adalah air yang terikat sebagai molekul atau
ion-ion dalam Kristal air ini berbentuk H
2
O. contohnya CuSO
4
.
5H
2
O dan BaCl
2
. 2H
2
O
b. Air konstitusi adalah air yang merupakan bagian molekul zat padat
yang bersangkutan tetapi tidak berbentuk H
2
O, akan tetapi bila
padatan itu terurai akan terbentuk H
2
O. contohnya gula dan
NaHCO
3

2. Tuliskan 10 zat yang mengandung air Kristal?
a. K
2
CrO
7

b. BaCl
2

c. Borak
d. CaCl
2

e. CoCl
2
. 6H
2
O
f. CuSO
4
. 5H
2
O
g. Kal(SO
4
)
2
. 10H
2
O
h. NaOH
i. CuCl
2

j. Na
2
CO
3

M. Daftar Pustaka
a. Jobsheet.kimia analisa dasar Analisis Air Kristal.politeknik negeri
sriwijaya.2013.
b. https://www.google.com/#q=gambar+desikator
c. https://www.google.com/#q=gambar+bunsen
d. https://www.google.com/#q=gambar+tabungreaksi
e. https://www.google.com/#q=gambar+cawanpenguap
f. https://www.google.com/#q=gambar+penjempittabung
g. https://www.google.com/#q=gambar+kacaarloji
h. https://www.google.com/#q=gambar+raktabung
i. https://www.google.com/#q=gambar+kakitiga
j. https://www.google.com/#q=gambar+krusporselen
k. https://www.google.com/#q=gambar+kawatkasa