Anda di halaman 1dari 4

Tugas

Perencanaan Pengembangan Wilayah

PERENCANAAN PENGEMBANGAN WILAYAH


PADA
KAWASAN SUAKA ALAM DAN CAGAR BUDAYA

Oleh:

REZKIARHAM AR
G211 06 008

JURUSAN ILMU TANAH


FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2009
Dalam pekerjaan analisis proses yang dilakukan tentang analisis
fisik dan lingkungan, analisis sosial dan kependudukan, analisis ekonomi,
identifikasi struktur tata ruang, analisis prasarana dan sarana wilayah, dan
menemukenali kawasan prioritas. Analisis Fisik dan Lingkungan
Kebutuhan lahan yang akan dipergunakan untuk kegiatan produksi
pertanian, permukiman, industri dan kegiatan lainnya semakin meningkat
sejalan dengan bertambahnya jumlah penduduk, oleh karena itu
diperlukan suatu pemikiran yang seksama untuk membuat keputusan
dalam pemanfaatan lahan sehingga penggunaan lahan tidak
menimbulkan dampak buruk terhadap lingkungan di masa yang akan
datang. Selain itu masih kurangnya informasi tentang potensi lahan,
kesesuaian penggunaan lahan dan pengelolaannya yang diperlukan untuk
setiap areal. Untuk mengetahui kesesuaian lahan dengan penggunaannya
maka perlu dilakukan analisis sehingga dapat dihasilkan suatu
pengelompokan lahan secara sistematis menurut sifat-sifat tertentu pada
lahan yang akan mempengaruhi kemampuan lahan bagi suatu tujuan
penggunaan pertanian dan kegiatan lainnya.
Analisis Kawasan Lindung dan Budidaya Kawasan merupakan
wilayah yang mempunyai fungsi utama lindung atau budidaya. Kawasan
Lindung adalah kawasan yang ditetapkan dengan fungsi utama
melindungi kelestarian lingkungan hidup yang mencakup sumberdaya
alam dan sumberdaya buatan. Kawasan Budidaya adalah kawasan yang
ditetapkan dengan fungsi utama untuk dibudidayakan atas dasar kondisi
dan potensi sumberdaya alam, sumberdaya manusia, dan sumberdaya
buatan.
Analisis kawasan lindung dan budidaya ditujukan untuk
menentukan pola penggunaan/peruntukan tanah berdasarkan identitas
teknis dan sifat-sifat tanah sehingga dapat menghasilkan pembagian
kawasan menjadi dua kawasan utama, yaitu kawasan lindung dan
kawasan budidaya.
Klasifikasi kawasan lindung dibedakan atas 4 kelompok yaitu:
✔ Kawasan yang memberikan perlindungan kawasan bawahannya:
• Kawasan hutan lindung
• Kawasan resapan air.
• Kawasan bergambut.
✔ Kawasan perlindungan setempat yang terdiri dari:
• Sempadan pantai.
• Sempadan sungai.
• Kawasan sekitar mata air.
✔ Kawasan suaka alam dan cagar alam yang terdiri dari:
• Kawasan suaka alam.
• Kawasan berhutan bakau.
• Kawasan suaka alam laut dan perairan laut.
• Taman nasional, taman hutan raya, dan taman wisata alam.
• Kawasan cagar budaya dan ilmu pengetahuan.
✔ Kawasan rawan bencana yakni kawasan yang sering atau berpotensi
tinggi mengalami bencana alam seperti letusan gunung berapi, gempa
bumi, longsor, dan lain-lain.
Perlindungan Hutan diselenggarakan dengan tujuan untuk menjaga
hutan, kawasan hutan dan lingkungannya, agar fungsi lindung, fungsi
konservasi dan fungsi produksi dapat tercapai secara optimal dan lestari.
Perlindungan hutan ini merupakan usaha untuk :
• Mencegah dan membatasi kerusakan hutan, kawasan hutan dan hasil
hutan yang disebabkan oleh perbuatan manusia, ternak, kebakaran,
bencana alam, hama serta penyakit.
• Mempertahankan dan menjaga hak-hak negara, masyarakat dan
perorangan atas hutan, kawasan hutan, hasil hutan, investasi serta
perangkat yang berhubungan dengan pengelolaan hutan.

Penanggulangan kebakaran hutan meliputi pengembangan sistem


penanggulangan kebakaran, deteksi dan evaluasi kebakaran, pencegahan
dan pemadaman kebakaran, dan dampak kebakaran.
Konservasi kawasan dan keanekaragaman hayati meliputi
pengelolaan dan pendayagunaan kawasan konservasi serta
pemberdayaan masyarakat sekitar taman nasional, taman wisata, taman
hutan raya, kawasan suaka alam, hutan lindung dan taman buru.
Konservasi keanekaragaman hayati meliputi konservasi jenis dan
genetik, konservasi ekosistem esensial, pengembangan lembaga
konservasi, penangkaran tumbuhan dan satwa liar, tertib peredaran
tumbuhan dan satwa liar.

Perencanaan Pengembangan Wilayah yang dapat dilakukan pada


Kawasan hutan Suaka Alam dan Cagar Budaya adalah Hutan Konservasi.
Hutan Konservasi adalah kawasan hutan dengan ciri khas tertentu
yang mempunyai fungsi pokok pengawetan keanekaragaman tumbuhan
dan satwa serta ekosistemnya.
Hutan Konservasi terdiri dari :
○ Kawasan hutan Suaka Alam berupa :
 Cagar Alam adalah kawasan suaka alam yang mempunyai ciri
kekhasan tumbuhan, satwa dan ekosistemnya atau ekosistem
tertentu yang perlu dilindungi untuk kepentingan ilmu pengetahuan
dan kebudayaan dan perkembangannya berlangsung secara alami.
 Suaka Margasatwa adalah kawasan suaka alam yang mempunyai
ciri khas berupa keanekaragaman dn atau keunikan jenis satwa
bagi ilmu pengetahuan dan kebudayaan dan kebanggaan nasional
yang untuk kelangsungan hidupnya dapat dilakukan pembinaan
terhadap habitatnya.
○ Kawasan hutan Pelestarian Alam berupa :
 Taman Nasional adalah kawasan pelestarian alam yang
mempunyai kosistem asli, dikelola dengan sistem zonasi yang
dimanfaatkan untuk keperluan penelitian, ilmu pengetahuan,
pendidikan, penunjang budidaya tumbuhan dan atau satwa,
pariwisata dan rekreasi.
 Taman Hutan Raya adalah kawasan pelestarian alam untuk tujuan
koleksi tumbuhan dan atau satwa yang alami atau bukan alami,
jenis asli atau bukan jenis asli yang dimanfaatkan bagi kepentingan
penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan penunjang budidaya
tumbuhan dan atau satwa, budaya, pariwisata dan rekreasi.
 Taman Wisata Alam adalah kawasan pelestarian alam dengan
tujuan utama untuk dimanfaatkan bagi kepentingan pariwisata dan
rekreasi alam.
○ Taman Buru
Kawasan hutan Suaka Alam adalah hutan dengan ciri khas
tertentu, yang mempunyai fungsi pokok sebagai kawasan pengawetan
keanekaragaman tumbuhan dan satwa serta ekosistemnya, yang juga
berfungsi sebagai wilayah sistem penyangga kehidupan.
Kawasan hutan Pelestarian Alam adalah hutan dengan ciri khas
tertentu, yang mempunyai fungsi pokok perlindungan sistem penyangga
kehidupan, pengawetan keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa,
serta pemanfaatan secara lestari sumber daya alam hayati dan
ekosistemnya.