Anda di halaman 1dari 53

LAPORAN KASUS

SKIZOFRENIA PARANOID
PEMBIMBING :
dr. Tommy Hermansyah, Sp.KJ
Disusun oleh :
Dede Gunawan
Sterani Vinadia
Syarifah Anggun Gemala

IDENTITAS PASIEN
Nama

: Ny. M
Jenis kelamin : Perempuan
Usia : 31 tahun
Agama : Islam
Alamat
: Asrama Gedong Panjang RT 01/03
Kab. Sukabumi
Suku-bangsa : Sunda
Pendidikan: SMA
Status pernikahan : Janda
Pekerjaan : Tidak Bekerja
Tanggal Masuk RS : 25 Agustus 2014

ANAMNESIS
Keluhan Utama
Pasien ngamuk-ngamuk di rumah sampai

membenturkan kepalanya ke tembok

Riwayat Penyakit Sekarang


1 hari SMRS pasien ngamuk ngamuk dirumah sampai

membenturkan kepalanya ke tembok. Kadang pasien


mengancam ingin bunuh diri sambil membawa pisau.
Karena khawatir, orang tua pasien membanyanya ke
IGD.
4 hari SMRS pasien control ke Poli Jiwa tapi setelah
pulang ke rumah, pasien tidak mau minum obatnya
dengan alasan bosan minum obat. Pasien bercerita ke
Ibu nya bahwa dia kenal dengan seorang laki-laki supir
angkot yang dikenalkan oleh temannya, dan dia ingin
menikah dengan laki-laki tersebut. Tapi ibu pasien tidak
menyetujuinya. Karena ibu pasien tau laki-laki tersebut
sering main judi dan minum alcohol. Tapi pasien tidak
setuju dengan pendapat Ibunya dan marah-marah

3 bulan yang lalu, pasien mengatakan ada bisikian yang tidak

terlihat wujudnya, suara lak-laki yang mengatakan bahwa, Kau


adalah istri saya kamu jangan menikah dengan manusia
seumur hidup kamu. Pasien mengatakan serign mengalami
sakit pada kepala, lalu ada bisikan lagi yang mengatakan,
Rambutnya gunting sama kamu. Digundulin sama kamu biar
sakit kepalanya hilang, lalu pasien mengikuti perintah tersebut
dan memotong rambutnya.
Ibu pasien mengatakan, pasien mengalami keluhan seperti ini

sejak bercerai dengan suaminya. Pasien sudah pernah menikah


7 tahun yang lalu. Pasien di kenalkan dengan mantan suaminya
oleh temannya. Awalnya pasien tidak mau menikah, tapi
setelah 1 minggu berkenalan, tiba-tiba pasien ingin menikah
dengan laki-laki tersebut. 3 bulan setelah menikah, pasien
bercerita ke ibunya bahwa suaminya tidak lagi ganteng seperti
dulu. Suaminya sering minum alcohol dan sering memukul
pasien. Karena tidak tahan, pasien dan suami bercerai. Ibu
pasien mengatakan keluhan pasien timbul beberapa bulan
setelah bercerai dengan suaminya. Ibu pasien menduga bahwa
anaknya telah di guna-guna oleh orang.

Pasien adalah anak ke-2 dari 2 bersaudara. Pasien mengatakan

jika pasien tidak yakin bahwa keluarga nya yang sekarang adalah
keluarga kandungnya. Pasien mengatakan sering mendapat
perlakuan buruk dan uacapan yang kasar dari keluarganya. Pasien
mengatakan sering disetubuhi oleh ayah dan kakak iparnya.
Pasien mengatakan ayah nya menyetubuhi pasien atas izin dari
ibunya. Pasien merasa ayah dan ibu nya lebih sayang dengan
kakaknya di bandingkan dengan pasien. Pasien sering merasa
banyak orang yang tidak suka dengan dirinya, dan ada yang
berbuat jahat dengannya. Pasien sering mendengar orang lain
membicarakan dan menghina dirinya. Pasien mengeluh seluruh
kulitnya berubah menjadi hitam karena ada yang tidak suka
dengan pasien. Kadang pasien juga menyalahkan orang tuanya
karena kulitnya berubah, supaya pasien tidak mendapat jodoh.
Pasien mengatakan pernah berfikiran untuk bunuh diri, karena
pasien merasa frustasi. Pasien merasa tidak berguna hidup
didunia.
Ibu pasien mengatakan bahwa ayah, ibu, dan kakaknya adalah

keluarga kandung pasien. Ibunya mengatakan bahwa pasien


memang tidak dekat dengan ayahnya, karena ayahnya sering
bertugas ke luar kota. Jika keluhan pasien timbul, pasien tidak
mengenali keluarganya, pasien selalu menganggap bahwa mereka

Pasien sering dirawat di Ruang Kemuning sejak 4 tahun yang

lalu dan sekarang merupakan rawat inap yang ke-19 kali.


Terakhir dirawat 1 bulan yang lalu dengan keluhan yang sama.
Keluarga pasien sering membawa pasien ke orang pintar dan
diberikan minuman yang dibacakan doa untuk diminum oleh
pasien. Setelah berobat ke orang pintar, ibu pasien mengaku
keadaan pasien membaik tapi tidak lama.
Pasien mengaku pernah berpacaran saat SMA kemudian hamil,

setelah anaknya lahir pasien mengaku membunuh anaknya


dengen cara mencekik leher anaknya dan dibuang ke sungai
oleh pacarnya. Sebelum mencekik anaknya, pasien mengatakan
ada yang membisikinya dengan kata kata. Itu anaknya cekik
sama kamu, laki-laki ga tanggung jawab sama kamu.
Saat di Ruang Kemuning pasien merasa pasien yang lain sering

membicarakan pasien, dengan mengatakan pasien adalah


seorang pembantu. Pasien juga mendengar perawat Kemuning
membicarakan dirinya karena pasien dirawat hanya untuk
mendapatkan makanan gratis dan enak.

Riwayat Psikiatri
Pasien sering dirawat di ruang Kemuning sejak
4 tahun yang lalu. Pasien rutin meminum obat
selama 4 tahun yang lalu hingga 4 hari
sebelum masuk rumah sakit. Riwayat
dikeluarga tidak ada yang menderita gangguan
jiwa.
Gangguan
Medik
Pasien tidak memiliki gangguan bawaan sejak
lahir, tidak pernah mempunyai riwayat kejang
sebelumnya, tidak pernah menderita sakit
berat hingga membutuhkan perawatan Rumah
Sakit, dan tidak ada riwayat trauma kepala
sebelumnya.
Gangguan
Zat Psikoaktif
Pasien mengaku pernah di paksa makan
narkoba tapi hanya sekali. Pasien tidak
merokok dan menyangkal minum minuman
alkohol

Riwayat Prenatal dan


Perinatal
Saat kehamilan, ibu pasien mengatakan
tidak ada masalah dengan kandungannya.
Pasien lahir cukup bulan.
Masa Kanak-kanak dini ( 0-3
tahun)
Ibu pasien mengatakan perkembangan
pasien sesuai dengan usianya
Masa Kanak-kanak
pertengahan (3-11 tahun)
Perkembangan fisik pasien sama dengan
anak sebayanya. Pasien termasuk anak
yang memiliki banyak teman. Pasien tidak
memiliki masalah belajar, tidak pernah
mengompol, tidak pernah melakukan
kekerasan terhadap binatang.

Hubungan sosial
Pasien memiliki hubungan yang baik dengan keluarga dan komunikasi antara
keluarga juga baik, pasien termasuk anak yang penurut. Pasien lebih sering
tinggal dirumah dan membantu ibunya.
Riwayat Pendidikan Formal
Pasien bersekolah di SD dekat rumahnya, yang ditempuh selama 6 tahun,
kemudian dilanjutkan bersekolah di SMP selama 3 tahun, dan selanjutnya
pasien melanjutkan sekolah ke jenjang SMA.
Perkembangan motorik dan kognitif
Tidak terdapat gangguan pertumbuhan fisik, sesuai dengan usianya, dalam
perkembangan kognitif tidak terlihat adanya gangguan dalam belajar. Tidak
ada gangguan dalam perkembangan motorik.
Masalah emosi dan fisik
Pasien termasuk orang yang penurut dan cenderung menghindari konflik
dengan teman-temannya, jika terjadi masalah pasien sering menghindar.
Dalam perkembangan fisik, pasien terlihat sesuai dengan anak seusianya.
Riwayat Psikoseksual
Menurut pasien, pasien pernah pacaran saat SMA dan hamil diluar nikah.
Riwayat agama
Pasien termasuk orang yang taat beribadah.

Riwayat pekerjaan
Pasien pernah bekerja sebagai wartawan di salah
satu Koran daerah. Kemudian berhenti semenjak
ingin menikah.
Aktivitas sosial
Jika pasien dalam keadaan sehat. Hubungan pasien
dengan lingkungan sekitar cukup baik.
Riwayat pernikahan
Pasien pernah menikah sebelumnya 1 kali dan
bercerai.
Riwayat Keluarga
Pasien adalah anak kedua dari dua bersaudara.
Ayah kandung dan ibu kandung masih hidup. Dalam
keluarga tidak ada yang pernah menderita gejala
yang sama dengan pasien. Kakak pasien sudah
menikah dan mempunyai satu anak

Alloanamnesis Tanggal 27 Agustus


2014
Lokasi : Ruang kemuning
D : dokter Muda K : keluarga
D : Assalamualaikum, bu
K : Waalaikum salam.
D : Maaf ini dengan siapanya pasien?
K : Saya Ibunya
D : Oh ya bu perkenalkan kami dokter muda
K : Iya dok
D : Kami mau bertanya tanya dulu ya bu ?
K : Boleh dok.
D : Kenapa Meilia dibawa kesini ya bu ?
K : Gini dok, dia suka ngamuk-ngamuk terus di rumah
sampai jedutin kepalanya ke tembok dan sering
mengancam akan membunuh diri menggunakan pisau
dan gunting

D : Sejak kapan bu?


K : Sejak 4 hari yang lalu dok
D : Kenapa bisa ngamuk- ngamuk bu?
K : Awalnya dia ingin menikah dengan laki-laki yang
dikenalkan oleh temannya. Tapi orang tua tidak setuju
karena laki-laki tersebut sering minum alcohol dan main
judi. Sebelumnya Meilia pernah menikah 7 tahun yang lalu.
Tapi bercerai setelah 7 bulan menikah. Kata Meilia setelah 3
bulan menikah, suaminya tidak ganteng lagi seperti dulu.
D : Kenal sama suaminya dimana bu?
K : Dikenalkan oleh temannya. Awalnya dia gamau dok tapi
setelah 1 minggu kenalan tiba-tiba dia mau karena
menganggap suaminya terlihat ganteng. Dari situ saya
merasa sepertinya Meilia di guna guna
D: Apakah Meilia mempunyai anak dari pernikahannya bu?
K : Alhamdulillah untungnya belum dok

D : Loh kok Alhamdulillah bu?


K : Iya karena suaminya kasar, sering mukulin Meilia dan
sering minum alcohol juga.
D : Apakah sebelumnya pernah Meilia berobat ke poli jiwa
bu?
K : Iya dok, sejak 4 tahun yang lalu, terakhir kontrol ke poli 4
hari sebelum kesini
D : Obatnya rutin diminum setiap hari bu?
K : Iya dok, tapi dari yang terakhir control itu ga minum lagi,
katanya bosen
D : Ngamuk-ngamuknya tiba tiba atau bagaimana bu ?
K : Tiba tiba dok setelah tidak disetujui menikah
D : Pas lagi marah marah dia sampai merusak barang
barang di rumah nggak bu ?
K : Engga dok, hanya ingin melukai dirinya sendiri, sering
jedutin kepalanya ke tembok, pernah juga bawa pisau mau
bunuh diri aja, sama saya langsung di pukul tangannya

D : Terus ditanyakan ke pasien kenapa dia mengamuk ngamuk ?


K :Katanya karena ingin menikah. Namanya orang tua ya
dok, ingin yang terbaik buat anaknya
D : Ibu sama Bapak orang tua kandungnya Mei atau
gimana?
K : Iya orang tua kandung. Saya yang hamil sampai
melahirkan dia. Cuma waktu saya lagi hamil, Bapak lagi
tugas di luar kota. Setelah Mei lahir saya Cuma bilang ke
Bapak kalau mau kasih nama Meilia, kata Bapak iya.
Bapak teh baru balik kesini pas Mei usia 3 tahun. Habis
itu ada tugas lagi keluar kota. Makanya Mei jadi ga deket
sama Bapaknya. Kalau lagi kumat mah dia ga kenal
sama orang tuanya
D : Di keluarga ada yang punya penyakit sama kaya Meilia
ga bu?
K : Engga dok, cuma dia aja yang kaya gini

D : Meilia sebelumnya udah pernah kerja bu?


K : Udah jadi wartawan tapi cuma 1,5 tahun aja. Soalnya
dia ga nyaman kerja disana, ga ada yang seumuran
dengan dia, usia nya sudah tua semua.
D : Waktu di tempat kerja pernah ada masalah dengan
teman kantornya ga bu?
K : Engga ya dok
D : Sama keluarga gimana bu? Pernah ada masalah?
K : Sama keluarga sih engga dok. Cuma ya itu kalau lagi
kambuh suka ga inget sama keluarganya, dibilangnya
kita bukan keluarga kandugnya.
D : Apakah ada masalah lain yang ibu ketahui tentang
Meilia?
K : Engga ada, hanya ingin menikah saja karena dia takut
tidak mendapat jodoh sampai tua

D : Masih ada hal lain yg mau di kerjakan di


rumah nggak bu?
K :Sehari-hari dia masih membantu saya
mengerjakan pekerjaan rumah, jika pikirannya
sedang baik tapi kalau lagi kumat biasanya
cuma tidur-tiduran aja dikamar
D : Selain itu bagaimana bu dengan pola tidurnya
di rumah ?
K : Kalau lagi kambuh mah tidurnya susah dok,
kalau lagi baik ya baik tidurnya
D : Terus bagaimana dengan pola makannya bu ?
K : Makannya seperti biasa dok

Autoanamnesis Tanggal 28 Agustus


2014
Lokasi: Ruang Kemuning
D: Dokter Muda, P : (Pasien)
D: Assalamualaikum, nama kamu siapa?
P
: Waalaikum salam. Saya Meilia dok, panggila aja
Mei (muka senyum)
D: Umurnya berapa Mei?
P : 31 dok.
D: Agamanya apa?
P : Islam.
D: Sekolah sampai tingkat berapa?
P : SMEA dok
D: Sekarang bekerja atau tidak?
P : Engga dok, saya bantu Mama aja di rumah kalau
lagi baik

D : Tapi sebelumnya pernah bekerja ga?


P : Pernah dok, jadi wartawan cuma 2 bulan aja
tapinya
D : Kenapa cuma sebentar?
P : Iya soalnya temennya udah pada tua semua. Ga
ada anak perempuannya, Cuma saya aja, jadi saya
berhenti saja
D: Mei kesini diantar siapa?
P : Sama Mama sama Bapak. Tapi gatau itu kayaknya
bukan orang tua kandung saya
D : Kenapa kok gitu?
P : Iya soalnya mereka pada jahat sama saya. Saya
mau menikah tapi ga boleh. Ini kulit saya dibikin
jelek biar ga ada yang suka

D : Cara dibikin jeleknya gimana?


P : Iya saya dibawa ke orang pinter, dikasih air
untuk diminum dan cuci muka. Tapi abis itu
muka saya jadi jelek, saya liat ke kaca malah
jadi kaya nenek nenek, kulit saya jadi gosong
D : Mei tau ga ini dimana?
P : Iya tau dok ruang kemuning.
D: Mei tau sakit apa?
P : Pertamanya sakit hati karena putus dari
pacar, pacar tidak tanggung jawab. Terus sakit
pikiran. Pernah dibawa kesini dari sebelum dr.
Tommi karena stress pikiran, depresi

D: Kenapa dibawa kesini lagi?


P : Saya kepikiran ingin nikah ingin punya jodoh yang
sayang sama saya. Jadi sakit pemikiran karna orang tua
dirumah ga sayang sama saya. Pilih kasih. Ga sayang
sama saya. Kalo kakak mah diberi modal sama orang tua
saya. Dibeliin angkot, kalau saya engga. Tapi saya ga suka
fitnah, kalo fitnah takut masuk neraka ya dok
D : Tapi Mei pernah denger ada bisikan gitu ga?
P : Kalau bisikan mah dulu pernah ada ya. Tapi aku ga
dengerin. Terakhri ada bisikan suaranya laki-laki tapi
bukan orang. Katanya gini Kau adalah istri saya kamu
jangan menikah dengan manusia seumur hidup kamu,
Rambut ini juga udah tumbuh lagi. Asalnya botak. Ada
bisikan katanya gini, aku kan sakit kepala ya sakit ubun
ubun gini katanya Rambutnya gunting sama kamu.
Digundulin sama kamu biar sakit kepalanya hilang

D : kapan Mei denger suara gitu?


P : 3 bulan yang lalu
D : Tapi kalo liat bayangan atau makhluk gitu pernah ga?
K : Kalau sekarang sih engga ya . Waktu itu terlihat, tapi
ga ngarang cerita ya, gatau setan jurig atau apa gitu,
berbulu, menyerupai orang tua. Jadinya negliat bapak
ada 2, mama ada 2. Tapi ada bedanya setelah di liat
liat. Tapi sekarang mah engga Alhamdulillah
D : Mei suka ngerasa cemas ga sama orang lain yg baru
dikenal takut di jahatin?
P : Iya jadi gini dokter ya,aku teh dari dulu ya ga suka
keluar ya, diem aja dirumah dikamar terus apalagi pas
sakit berbaring. Aku sekarang aneh juga. Aku kok ga
bisa normal kaya orang lain ya. Orang lain mah bisa
kerja, aku ga bisa malah sakit

D: Ga bisa keluar gimana? Sakit gimana? Sakit badannya


apa gimana?
P : Iya kepala suka sakit, muka badan suka sakit, rasanya
seperti terbakar gitu. Terus kalau aku lihat dicermin
berubah wajah aku, berubah jadi nenek nenek. Ini juga
lihat tuh jadi gosong gini. Asalnya mah mulus aku teh.
Kepikiran ga bisa bergaul positif. Aku ga bisa punya teman
D : Kenapa ga bisa gitu? Ada pikiran takut di jahatin atau
gimana?
P : Iya ada kepikiran gitu. Tapi waktu aku sekolah mah ya
ada punya teman tapi yagitu ga tanggung jawab.
D : Temannya ga tanggung jawab kenapa?
P : Aku gatau ya, aku kira laki-lakinya soleh gataunya lakilakinya buaya, banyak ceweknya, suka makan narkoba.
Aku awalnya gatau itu narkoba, aku ditipu itu, aku disuruh
mangap, trus diminum. Katanya itu obat buat cerdas. Tapi
aku mah bukan pecandu. Abis itu aku pusing. Abis itu di
setubuhi. Melahirkan disekolah.

D : Trus kekarang anaknya kemana?


P : Iya bentar dengerin dulu ya. Aku awalnya gatau waktu

itu hamil, Pas lagi mandi kok perut berasanya agak sakit,
Kaya ada isinya, dipegang keras. Aku pikir kenapa gini. Aku
ga bilang ke orang tua. Terus Bulbul Dani kan ya nama
pacar pertama aku orang Sekarwangi. Aku kan muntah
muntah gatau apa apa. Dia yang tau aku hamil. Dikasih
uang buat gugurin sama dia 50.000 tapi aku ga nurut
gatau kenapa. Ditendang perut aku sama Bul bul. Ga
ngaku dia hamilin aku. Aku jadinya serem. Abis melahirkan
jadinya stress gitu, kan diputusin sama dia. Jadinya itu
udah ada bisikan bisikan waktu aku hamil katanya gini Itu
anaknya cekik sama kamu, laki-laki ga tanggung jawab
sama kamu terus aku kan dari dulu suka kemasukan,
terus aku cekik anaknya, mati. Terus dibawa sama Bulbul.
Katanya mah dibuang ke sungai hanyut. Jadi aku ya udah
stress dari dulu ya. Tapi wallahu alam ya gatau gamau
suuzon, kaya ada yang mau jahatin jadinya gini (sambil
tunjukin kulitnya yang menjadi gosong)

D: Mei ada masalah dengan keluarga?


P : Gatau mama dan bapak yang jahatnya ya. Aku pernah
berantem sama Mama sama Bapak sama Mba Anti, kakak
aku. Tapi aku juga punya ini pendengaran ya aku lihat
sama mata kepala aku sendiri; Mama, Bapak, Mba Anti,
Mas Napi (kakak ipar) sama Neng keponakan aku, ga
mitnah ya engga, pernah ngedoain aku biar mati, biar
jomblo seumur hidup, biar jelek wajahnya, biar jelek
kulitnya seumur hidup, biar sakit biar gila seumur hidup.
Aku emang pernah salah ya sama keluarga tapi mereka ga
memaafkan aku. Bukan hanya keluarga tapi sodara, orang
lain juga kaya gitu, banyak fitnah aku. Akau difitnah
diledek, dituduh.
D : Dituduh apa?
P : Dituduh mencuri
D : Tapi Mei mencuri ga?
P : Engga demi Allah. Makanya saya kadang suka frustasi
pengen bunuh diri aja rasanya

D : Dirumah biasanya ngapain aja?


P : Dirumah kalo lagi fit bantuin mama beresin rumah.
Kalau lagi stress tidur aja baringan di kasur. Saya ga
mau suuzon ya kayaknya ada jahatin ya jadinya saya
kaya gini. Bisa juga aku kena azab karna dosaku
D : Di rumah atau sekitar rumah ada yg jahat ga?
P : Kalo di rumah iya ada mama bapak kakak sama
kakak ipar aku
D : Jahatinnya gimana?
P : jadi gini ya dok ya kalau aku stress nya timbul, aku
kan ingin kawin tapi ga dikwainin. Tapi bapak itu
malah mukulin ke aku. Di tending. Terus mama
nyakaitin omongannya. Gini katanya dasar kamu ga
punya pikiran. Kegila gila sama laki-laki yang item.
Tapi aku gatau juga ya dok ya, aku kan juga berobat
ke luar katanya ada yg zolim sama aku

D : ada permah kepikirian mau bunuh diri ga?


P : Pernah
D : Kapan itu?
P : Kemaren sebelum kesini
D : Mau bunuh diri pake apa?
P : Membenturkan kepala ke tembok
D : Kalau pake pisau pernah?
P : Pernah, udah mau tapinya ga jadi. Kenapa dokter
Tanya-tanya?
D : Mau tau, boleh kan?
P : Iya boleh
D : Itu ada yang bisikin ga suruh gitu?
P : Engga aku aja, gatau, buat apa juga hidup juga

D : Kan kalo bunuh diri di akhirat ga akan seneng. Udah disini


ga seneng, di akhirat juga ga seneng. Coba kalau banyak
ibadah. Setidaknya kita di akhirat ada yang jamin
P : iya saya juga kadang suka kalo lagi waras mah sering
ibadah. Buat apa hidup di pikir mah, kalau ga ada
jodohnya, setiap hari diem di rumah terus. Dan lagi kan
orang tua itu sama kakak dan kakak ipar, ga ridho rejekinya
dimakan saya. Saya kan ga bisa usaha. Saya kan sakit
sakitan. Kalau saya sih inginnya punya suami aja. Kalau
punya suami, suami yang kerja, saya urus rumah tangga.
D : Pokoknya jangan coba ya untuk bunuh diri lagi
P : Engga. Aku mah takutnya ya sampai mati, sampai nenek
nenek ga ada jodoh ya. Kalo dipikir mah, wajah jadi
berubah kaya udah tua, padahal baru 31, keliatan kaya
nenek nenek, jadi burem jelek. Aku mah juga tau ya, ini
kena guna guna, kena sihir ya, kena zolim, kena kutukan.

D : Emang katanya pernah dinikahin sama bapak?


P : Gatau ya pernah dinikahkan dari kecil, kan pernah
diliatin surat nikahnya sama aku. Aku gamau ya. Aku
masih kecil, bapak udah tua, makanya aku ga laku laku
D : Bapak siapa? Bapak kandung bukan?
P : Bukan, itu Pak Wawi yang anterin aku
D : Itu bukan bapak kandung?
P : Iya bukan. Udah alhmarhum orang tua saya. Dia itu
ngaku ngaku bapak kandung saya padahal bukan.
Disetubuhi bapak itu juga makanya aku marah-marah
sama dia, atas dasar aku tidak cinta, yang cinta si
bapak itu sama saya, saya gamau juga. Saya diperkosa
dari kecil sama bapak itu, tapi dia ga ngaku, malah
menyalahkan itu sih setan

D : Dari kecil? Jadi yang waktu SMA itu bukan


pertama kali?
P : Bukan. Aku itu, ga nuduh ya, emang aku tau,
kisah nyatanya aku, ga suuzon engga, saya itu
suka di dukunkan sama bapak jadi dikasih minum
air botol, bakar bakar apa gitu. Pantesan bukan
oang tua itu mah. Aku kan nanya gini, Pak
kenapa sih bapak suka nompakin aku? katanya
bapak itu Kamu mah bukan anak saya jadi
orang tua saya kayaknya dibunuh bapak waktu
kecil. Ga inget saya juga, kan aku inget nangis
nangis waktu kecil dulu
D : Bapak ini punya istri ga?
P : Itu kan istrinya si ibu itu

D : Itu ibu kandung?


P : Bukan kayaknya, dia juga kan aku Tanya saya Ma
sebenernya saya anak siapa? Kamu teh bukan
anak mama gitu. Pak sebetulnya saya anak
siapa? Kamu mah bukan anak saya Jadi
sebenrnya saya anak siapa? Anak Jonathan
Sihombing almarhum teman bapak, masih tentara
cuma udah almarhum, mamanya Rita Butarbutar.
Meninggal kayaknya dibunuh bapak. Gatau da aku
mah masih kecil juga, udah agak-agak lupa gitu. Jadi
kalau ada yang mau sama saya, orang tua si bapak
si ibu teh melarang sama saya. Saya dilarang
pacaran, dilarang menikah, harus diem aja terus
dirumah. Seenaknya aja si bapak menyenggamain
saya, kalau malam-malam pura-pura jadi setan,
padahal si bapak itu.

D : Tapi kakak tau?


P : Akhirnya tau, malah nyebut aku cabul juga.
Padahal aku mah bukan cabul. Padahal aku lagi
tidur dikamar. Jadi disangka kakak ya, tau kakak
kandung atau kakak angkat ya, saya itu naksir dia,
padahal engga. Nyebut saya cabul, babu, padahal
engga. Jangan kan keluarga, orang lain juga sama
pasien-pasien disini nyebutnya babu ke aku.
Padahal aku bukan babu juga.
D : Siapa bilang gitu?
P : Bu Elam kadang si Koko juga kali gatau aku
D : Mereka ngomogn gitu ke kamu?
P : Engga kedenger gitu sama aku. Tapi biarin deh
mau disebut gitu tapi aku mah aslinya bukan gitu.

D : Kalau tidur gimana biasanya? Suka bangun


bangun ga?
P : Engga engga.
D : Mei biasanya lebih seneng menyendiri, main
kumpul sama yang lain atau gimana?
P : Saya sih pengennya ya kaya orang normal.
Pingin punya temen, temen laki-laki, temen
perempuan, sahabat atau pacar yang tidak
menjuruskan saya, yang baik. Tapi itu ada
yang doa jahat ke saya biar saya sendiri
seumur hidup. Aku mah ga suuzon dokter,
emang nyatanya begitu

D : Jadi menurut Mei yakin ini bapak ibu itu


bukan orang tua kandungnya?
P : Iya yakin. Lagian waktu kecil kan bapak ibu
mukanya ga kaya gitu, kenapa sekarang kaay
gitu. Tapi dia ngaku saya anak dia tapi bapak
itu setubuhin saya, juga pilih kasih, terus bilang
terang terangan Mama sama bapak ga sayang
sama kamu, kamu bukan anak kandung
mama.
D : Iyaudah kalo gitu makasih ya Mei, nanti kalo
ada yang mau ditanya saya tanya lagi ya,
terimakasih
P : Iya dokter

Status mental
Raut wajah : sedih
Pola pikir
Bentuk : Autistik
Isi : Wahan Curiga
Jalan : Flight of Idea
Gangguan persepsi : Halusinasi (+)
Afek : Sesuai
Mood

: Disforik
Perhatian: Distraktibilitas (-)
Tingkah Laku : normoaktif
Decorum : Penampilan : rapi

Kebersihan : bersih

Sopan santun : baik


Tilikan : III
Taraf dapat dipercaya : Kurang dapat dipercaya

Status Fisik
Status Internus
Keadaan umum
Kesadaran
Tanda vital

: tampak sehat
: compos mentis

:
Tekanan Darah : 120/80 mmHg
Suhu
: 36 oC
Nadi
: 80 kali/menit
Pernafasan
: 20 kali/menit

Status Neurologi
Gangguan rangsang Meningeal : (-)
Mata

:
Gerakan
: Baik kesegala arah
Bentuk Pupil : Bulat isokor
Reflek cahaya : +/+ (langsung, tidak langsung)
Motorik
Tonus
: baik
Turgor : baik
Kekuatan : baik
Koordinasi
: baik
Refleks
: tidak dilakukan

Pemeriksaan multiaksis
Aksis I
F20.0 Skizofrenia Paranoid .

Aksis II
F60.0 Gangguan Kepribadian Paranoid

Aksis III
Tidak ada gangguan. Dari pemeriksaan anamnesis dan

pemeriksaan fisik pasien tidak memiliki penyakit lain.


Aksis IV
Ditemukan adanya masalah hubungan percintaan

(psikososial)
Aksis V
GAF 60-51 (gejala sedang, disabilitas sedang).

Rencana terapi
Rawat inap. Karena pasien datang ke RS Syamsudin dengan

keadaan mengamuk, tidak mau minum obat, dan ingin


mencoba bunuh diri
Farmakoterapi
Haloperidol 5 mg, 3x1 tab
Trihexyphenidyl 2 mg, 3x1 tab
Chlorpromazine 100 mg, 1x1 tab

Psikoterapi suportif
Psikoterapi persuasi : minum obat teratur dan control kedokter.
Psikoterapi sugestif : meyakinkan pasien dengan tegas bahwa

yang di dengarnya tidak benar.


Psikoterapi bimbingan : memberi nasehat kepada pasien bahwa
beribadah itu penting karena dapat menenangkan pikiran.

Prognosis
Ad vitam :
Bonam karena pasien tidak mengalami kelainan

fisik dan skizofrenia paranoid tidak


menyebabkan kecacatan fisik.
Ad functional :
Bonam karena pasien dapat melakukan aktivitas

sehari-hari dengan baik.


Ad sanationam :
Dubia karena pada pasien ini stress yang

menjadi kekambuhan nya diakibatkan dari


faktor luar, tekanan dari luar diri individu dapat
diminimalisir atau dihilangkan.

TINJAUAN PUSTAKA

Definisi
Skizofrenia adalah gangguan mental atau

kelompok gangguan yang ditandai oleh


kekacauan dalam bentuk dan isi pikiran
(contohnya delusi atau halusinasi), dalam
mood (contohnya afek yang tidak sesuai),
dalam perasaan dirinya dan hubungannya
dengan dunia luar serta dalam hal tingkah
laku

Menurut DSM-IV, adapun klasifikasi untuk

skizofenia ada 5 yakni subtipe paranoid,


terdisorganisasi (hebefrenik), katatonik, tidak
tergolongkan dan residual. Untuk istilah
skizofrenia simpleks dalam DSM-IV adalah
gangguan deterioratif sederhana. 3 Sedangkan
menurut Pedoman Penggolongan dan
Diagnosis Gangguan Jiwa (PPDGJ) di Indonesia
yang ke-III skizofrenia dibagi ke dalam 6
subtipe yaitu katatonik, paranoid, hebefrenik,
tak terinci (undifferentiated), simpleks,
residual dan depresi pasca skizofrenia. 4

Epidemiologi
Survei telah dilakukan di berbagai negara,

namun dan hampir semua hasil menunjukkan


tingkat insiden per tahun skizofrenia pada orang
dewasa dalam rentang yang sempit berkisar
antara 0,1 dan 0,4 per 1000 penduduk
Prevalensinya antara laki-laki dan perempuan
sama, namun menunjukkan perbedaan dalam
onset dan perjalanan penyakit
Laki-laki mempunyai onset yang lebih awal
daripada perempuan. Usia puncak onset untuk
laki-laki adalah 15 sampai 25 tahun, sedangkan
perempuan 25 sampai 35 tahun

Etiologi
Penyebab skizofrenia sampai sekarang belum

diketahui secara pasti. Namun berbagai teori telah


berkembang seperti model diastesis-stres dan
hipotesis dopamin. Model diastesis stres
merupakan satu model yang mengintegrasikan
faktor biologis, psikososial dan lingkungan. Model
ini mendalilkan bahwa seseorang yang mungkin
memiliki suatu kerentanan spesifik (diastesis) yang
jika dikenai oleh suatu pengaruh lingkungan yang
menimbulkan stres, memungkinkan perkembangan
gejala skizofrenia. Komponen lingkungan dapat
biologis (seperti infeksi) atau psikologis (seperti
situasi keluarga yang penuh ketegangan).

Gejala Karakteristik: dua (atau lebih) berikut, masing-masing

ditemukan untuk bagian waktu yang bermakna selama periode


1 bulan (atau kurang jika diobati dengan berhasil):
Waham
Halusinasi
Bicara terdisorganisasi (misalnya sering menyimpang atau
inkoherensi)
Perilaku terdisorganisasi atau katatonik yang jelas
Gejala negatif yaitu pendataran afektif, alogia, atau tidak ada
kemauan (avolition)
Catatan: Hanya satu gejala kriteria A yang diperlukan jika
waham adalah kacau atau halusinasi terdiri dari suara yang
terus-menerus mengomentari perilaku atau pikiran pasien atau
dua lebih suara yang saling bercakap-cakap satu sama lainnya.

Disfungsi sosial/pekerjaan: untuk bagian waktu yang

bermakna sejak onset gangguan, satu atau lebih


fungsi utama seperti pekerjaan, hubungan
interpersonal, atau perawatan diri, adalah jelas di
bawah tingkat yang dicapai sebelum onset (atau jika
onset pada masa anak-anak atau remaja, kegagalan
untuk mencapai tingkat pencapaian interpersonal,
akademik, atau pekerjaan yang diharapkan).
Durasi: tanda gangguan terus-menerus menetap
selama sekurangnya 6 bulan. Pada 6 bulan tersebut,
harus termasuk 1 bulan fase aktif (yang
memperlihatkan gejala kriteria A) dan mungkin
termasuk gejala prodormal atau residual.

Penyingkiran gangguan skizoafektif atau

gangguan mood: gangguan skizoafektif atau


gangguan mood dengan ciri psikotik telah
disingkirkan karena: (1) tidak ada episode
depresif berat, manik atau campuran yang telah
terjadi bersama-sama gejala fase aktif atau (2)
jika episode mood telah terjadi selama gejala
fase aktif, durasi totalnya relatif singkat
dibandingkan durasi periode aktif dan residual.
Penyingkiran zat/kondisi medis umum
Hubungan dengan gangguan perkembangan
pervasif 3

Harus ada sedikitnya satu gejala berikut ini yang amat

jelas (dan biasanya dua gejala atau lebih bila gejalagejala itu kurang jelas):
thought eco = isi pikiran dirinya sendiri yang
berulang atau bergema dalam kepalanya (tidak keras)
dan isi pikiran ulangan walaupun isinya sama tapi
kualitasnya berbeda.
thought insertion or withdrawal = isi pikiran yang
asing dari luar masuk ke dalam pikirannya (insertion)
atau isi pikirannya diambil keluar oleh sesuatu dari
luar dirinya (withdrawal); dan
thought broadcasting = isi pikirannya tersiar keluar
sehingga orang lain atau umum mengetahuinya;

delusion of control = waham tentang dirinya

dikendalikan oleh suatu kekuatan tertentu dari luar,


atau
delusion of influence = waham tentang dirinya
dipengaruhi oleh suatu kekuatan tertentu dari luar
delusion of passivity = waham tentang dirinya
tidak berdaya dan pasrah terhadap suatu kekuatan
dari luar; (tentang dirinya secara jelas merujuk ke
pergerakan tubuh/anggota gerak atau pikiran,
tindakan atau penginderaan khusus);
delusion perception = pengalaman inderawi yang
tak wajar, yang bermakna sangat khas bagi dirinya,
biasanya bersifat mistik atau mukjizat;

Halusinasi auditorik:
Suara halusinasi yang berkomentar secara terus-

menerus terhadap perilkau pasien, atau


Mendiskusikan perihal pasien diantara mereka sendiri
(diantara berbagai suara yang berbicara) atau
Jenis suara halusinasi lain yang berasal dari salah
satu bagian tubuh pasien
Waham-waham menetap lainnya yang menurut
budaya setempat dianggap tidak wajar dan sesuatu
yang mustahil, misalnya perihal keyakinan agama atau
politik tertentu, atau kekuatan dan kemampuan di atas
manusia biasa

Pengobatan
Tidak ada pengobatan yang spesifik untuk masing-masing

subtipe skizofrenia. Pengobatan hanya dibedakan berdasarkan


gejala apa yang menonjol pada pasien. Pada skizofrenia
paranoid, gejala positif lebih menonjol, maka adapun
pengobatan yang disarankan kepada pasien obat-obat
antipsikotik golongan tipikal (CPZ, HLP)
Selain terapi obat-obatan, juga bisa diterapkan terapi
psikososial yang terdiri dari terapi perilaku, terapi berorientasi
keluarga, terapi kelompok, psikoterapi individual. Terapi
perilaku menggunakan hadiah ekonomi dan latihan
keterampilan sosial untuk meningkatkan kemampuan sosial,
kemampuan memenuhi diri sendiri, latihan praktis, dan
komunikasi interpersonal. Perilaku adaptif didorong dengan
pujian atau hadiah yang dapat ditebus untuk hal-hal yang
diharapkan sehingga frekuensi maladaptif atau menyimpang
dapat diturunkan.

Prognosis
Prognosis Baik

Onset lambat
Faktor pencetus yang jelas
Onset akut
Riwayat seksual, sosial dan

pekerjaan pramorbid yang baik

Prognosis Buruk

Onset muda
Tidak ada faktor pencetus
Onset tidak jelas
Riwayat seksual, sosial dan pekerjaan

pramorbid yang buruk