Anda di halaman 1dari 1

Diagnosis dapat ditegakkan, bila ada ditemukan :

1. Suatu penyakit yang memperlihatkan suatu gambaran yang menunjukkan adanya remisi
dan eksaserbasi dalam perjalanannya yang senantiasa mundur secara progresif.
2. Gamma-globulin dalam liquor serebrospinalis adalah meningkat.
3. CT Scan
CT scan polos dapat memperlihatkan daerah-daerah dengan attenuasi rendah di
periventrikulus terutama didaerah trigonum. CT Scan dengan xenon enhancement sewaktuwaktu dapat membantu. Xenon ini diserap oleh jaringan yang banyak lemaknya seperti
mielin. Attenuasi mielin itu dengan demikian akan meningkat sebanyak 20 Hounsfield.
Daerah-daerah dengan demielinisasi tentu tidak dapat menyerap xenon dan oleh karena itu,
plak-plak sklerotik akan tampak sebagai bercak-bercak hipodens.7
4. MRI
MRI scan lebih senstif, memperlihatkan lebih banyak plak dari pada CT scan, begitu juga
lesi-lesi sampai sekecil 4 x 3 mm. Dengan MRI dan enhancement gadolinium, plak-plak yang
segar dapat diidentifikasi yang akan menghilang setelah eksaserbasi mereda. Pemeriksaan
yang mahal ini dipertimbangkan hanya pada sekelompok kecil kasus yang mana
pemeriksaan klinis dan pemeriksaan penunjang tersenut dfi atas gagal menegakkan
diagnosis.3
VII. DIAGNOSIS BANDING Adapun diagnosis banding dari multiple sclerosis antara
lain :
1. Ensefalomielitis diseminata akuta.
Perjalanan penyakit ini adalah akut dan monofasik, dan tidak seperti pada multiple sklerosis
kronis progresif dengan remisi eksaserbasi.
2. Tumor medulla spinalis dan tumor serebri.
3. Lues serebrospinalis
4. Penyakit degeneratif seperti ataksia Friedreich dan degenerasio olivoponto-serebelaris.