Anda di halaman 1dari 3

Fungsi pendidikan

Fungsi pendidikan merupakan serangkaian tugas atau misi yang diemban dan hars
dilaksanakan oleh pendidikan (Dirto Hadisusanto, dkk, 1995 : 57). Tugas atau misi
pendidikan itu dapat tertuju pada diri manusia yang dididik maupun kepada masyarakat
bangsa di tempat ia hidup. bagi dirinya sendiri, pendidikan berfungsi menyiapkan dirinya
agar menjadi manusia secara utuh, sehingga ia dapat menunaikan tugas hidupnya secara
baik dan dapat hidup wajar sebagai manusia. Fungsi pendidikan terhadap masyarakat
setidak-tidaknya ada dua bagian besar, yaitu fungsi preserveratifdan fungsi direktif. Fungsi
preserveratifdilakukan dengan melestarikan tata sosial dan tata nilai yang ada dalam
masyarakat, sedangkan fungsi direktif dilakukan oleh pendidikan sebagai agen
pembaharuan sosial, sehingga dapat mengantisipasi masa depan. Selain itu, pendidikan
memiliki fungsi :
1. Menyiapkan sebagia manusia
2. Menyiapkan tenaga kerja
3. Menyiapkan warga negara yang baik
Pendidikan untuk menyiapkan manusia sebagai manusia. Pernyataan ini dapat dimengerti
jika kita kembali mengingat pendapat Driyarkara (1980:78) bahwa pendidikan adalah usaha
memanusiakan manusia muda. Manusia muda yang belum sempurna, yang masih tumbuh
dan berkembang, dipersiapkan ditumbuhkembangkan menjadi manusia, yaitu manusia
seutuhnya. Manusia yang utuh mengandung arti utuh dalam potensi dan utuh dalam
wawasan. Utuh dalam potensi maksudnya bahwa manusia sebagai subyek yang
berkembang, memiliki potensi jasmani dan rohani. Potensi manusia meliputi :
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Badan dengan panca indera


Potensi berfikir
Potensi rasa
Potensi cipta meliputi daya cipta, kreativitas, fantasi, khayal dan imajinasi
Potensi karya
Potensi budi nurani yaitu kesadaran budi, hati nurani, dan kata hati

Utuh dalam wawasan dalam arti sebagai manusia yang sadar nilai, yaitu :
1.
2.
3.
4.

Wawasan dunia akhirat


Wawasan jasmani rohani
Wawasan individu dan sosial
Wawasan akan waktu, yaitu masa lalu, sekarang dan yang akan datang.

Pendidikan untuk menyiapkan manusia sebagai tenaga kerja. Pernyataan ini dapat
dimengerti karena dalam hidupnya manusia pasti harus melakukan suatu karya demi
hidupnya. Untuk dapat berkarya atau tegasnya tenaga kerja yang bekerja untuk mencari
nafkah, maka ia harus disiapkan. Penyiapan manusia menjadi tenaga kerja ini dilakukan
melalui pendidikan baik di sekolah maupun di luar sekolah.
Pendidikan menyiapkan manusia sebagai warga negara yang baik, maksud pernyataan ini
adalah agar mansuia sebagai warga negara menjadi warga negara yang baik, yang dapat
melaksanakan semua kewajiban dan menyadari akan haknya secara baik. Melalui
pendidikan dimaksudkan agar para warga negara in menjadi petriotisme nasioanal.
Menurut Jeane H.Balantine (1983:5-7), fungsi pendidikan bagi masyarakat meliputi :

1.
2.
3.
4.

Fungsi sosialisasi
Fungsi seleksi, latihan dan alokasi
Fungsi inovasi dan perubahan sosial
Fungsi pengembangan pribadi dan sosial

Menurut Alex Inkeles (dalam Parsono, dkk., 1990 : 5-15) fungsi pendidika itu adalah
sebagai berikut :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Menindahkan nilai-nilai budaya


Fungsi nilai pengajaran
Fungsi meningkatkan mobilitas sosial
Fungsi stratifikasi
Fungsi latihan jabatan
Fungsi mengembangkan dan memantapkan hubungan-hubungan sosial
Fungsi membentuk semangat kebangsaan
Fungsi mengasuh bayi

Bagi bangsa Indonesia, fungsi pendidikan diatur dalam pasal 2 UU No. 2 Tahun 2003
psal 3, yaitu untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta
peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.
Di Indonesia, menurut pasal 3 UU No. 20 Tahun 2003, fungsi pendidikan ditetapkan
sebagai berikut : pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan
membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka
mencerdaskan kehidupan bangsa.... di sini tersirat ada fungsi sebagai nation and
character building, yang selama ini dikritik agak terabaikan.
Tujuan pendidikan
Tujuan pendidikan merupakan sesuatu yang ingiin dicapai oleh kegiatan pendidikan.
Pendidikan itu harus dimulai dengan tujuan yang diasumsikan sebagai nilai. Tanpa sadar
tujuan, maka dalam praktik pendidikakn tidak ada artinya. (Moore, T.W., 1974:86).
Dasar pendidikan berkaitan erat dengan tujuan pendidikan secara fungsional karena
tujuan pendidikan dirumuskan berdasarkan dasar pendidikan.
Terdapat berbagai macam tujuan pendidikan menurut para ahli. M.J. Langeveld
mengemukakan ada enam macam tujuan pendidikan, yaitu :
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Tujuan umum, total atau akhir


Tujuan khusus
Tujuan tak lengakp
Tujuan sementara
Tujua intermedier
Tujuan insidental

Tujuan umum adalah tujuan paling akhir dan merupakan keseluruhan/kebulatan tujuan
yang ingin dicapai oleh pendidikan.
Tujuan khusus adalah penghususan tujuan umum atas dasar berbagai hal, misalnya
usia, jenis kelamin, intelegensi, bakat, minat, lingkungan sosial budaya, tahap-tahap
perkembangan, tuntutan persyaratan pekerjaan dan sebagainya.

Tujuan tak lengkap adalah tujuan yang hanya menyangkut sebagian aspek kehidupan
manusia. Misalnya aspek psikologis, biologis, sosiologis saja. Salah satu aspek psikologi
misalnya hanya mengembangkan emosi atau pikirannya saja.
Tujuan sementara adalah tujuan yang hanya dimaksudkan untuk sementara waktu
saja, sementara kalau tujuan sementara itu sudah dicapai, lalu ditinggalkan dan diganti
dengan tujuan yang lain. Misalnya orang tua ingin agar anaknya berhenti merokok,
dengan dikurangi uang sakunya. Kalau sudah tidak merokok, lalu ditinggalkan dan
diganti tujuan lain misalnya agra tidak suka bergadang.
Tujuan intermedier adalah tujuan perantara bagi tujuan lainnya yang pokok. Misalnya
anak dibiasakan untuk menyapu halaman, maksudnya agara ia kelak mempunyai rasa
tanggung jawab.
Tujuan insidental adalah tujuan yang dicapai pada saat-saat tertentu, seketika,
spontan. Misalnya guru menegur anak yang bermain kasar pada waktu nermain sepak
bola.
Di Indonesia ernah diperkenalkan adanya tujuan umm, tujuan institusional, tujua
kurikuler dan tujuan instruksional yang terdiri atas tujuan instruksional umum (TIU) dan
tujuan instruksional khusus (TIK). Tujuan ini terkenal ketika menggunakan sistem
teacher centered.
Tujun umum adalah tujuan akhir atau tertinggi yang berlaku di semua lembaga dan
kegiatan pendidikan.
Tujuan institusional adalah tujuan yang menjadi tugas suatu lembaga pendidikan untuk
mencapainya.
Tujuan kurikuler adalah tujuan yang akan dicapai oleh mata pelajaran atau bidang studi
tertentu.
Tujuan instruksional adalah tujuan yang ingin dicapai pada waktu guru mengajar suatu
pokok bahasan tertentu. Tujuan instruksional ini ada dua macam, yaitu tujuan
instruksional umum (TIU) dan tujuan instruksional khusus (TIK). Tujuan instruksional
umum yang dapat diambil dalam Garis-garis Besar Program Pengajaran (GBPP
rumusannya masih umum, cakupannya luas, belum spesifik tidak operasional dan
belum dapat diukur tingkat pencapaiannya). Misalnya pada waktu dosen mengajar
pokok bahasan tentang tujuan pendidikan, ingin agar mahasiswanya memahami
pengertian tujuan pendidikan. Tujuan instruksional khusus adalah tujuan pengajaran
yang ingin dicapai paa waktu guru mengajar, tetapi rumusannya sudah khusus,
cakupannya sempit, operasional dan dapat diukur.