Anda di halaman 1dari 20

MODUL PERKULIAHAN

Sejarah
Arsitektur
Perkembangan Arsitektur
Dari masa ke Masa
Fakultas
Fakultas
Teknik
Sipil
Dan Perencanaan

Program
Studi
Teknik
Arsitektur

Tatap
Muka

02

Kode MK

Disusun Oleh

MK12010

Rahil Muhammad
M.Arch.

Hasbi,

Abstract

Kompetensi

Time line/lini masa perkembangan


arsitektur dari masa pra sejarah hingga
arsitektur rococo

Mahasiswa memahami dan


mampu
mengkaji
perkembangan
arsitektur
khususnya
eropa
dan
pengaruhnya pada arsitektur
dunia.

ST.,

Perkembangan Arsitektur/Time Line


Manusia telah mempraktekkan arsitektur sejak jaman sebelum masehi. Hal ini disebabkan
oleh adanya kebutuhan- kebutuhan seperti kebutuhan akan hunian dan tempat ibadah.
Bangunan yang dibangun untuk hunian dan tempat ibadah masih sangat sederhana dengan
menggunakan material-material yang berasal dari alam.
Usaha pemenuhan kebutuhan ini tentu saja berasal dari praktek kehidupan sehari-hari atau
berasal dari budaya masyarakat tersebut. Oleh karena itu arsitektur dapat dikatakan sebagai
produk dari sebuah kebudayaan dari suatu komunitas masyarakat.
Pengertian kebudayaan adalah keseluruhan pengetahuan manusia yang dimiliki sebagai
makhluk sosial yang digunakan untuk memahami dan menafsirkan lingkungan yang
dihadapinya (Suparlan,Pasurdi,1980). Sedangkan fungsi dari kebudayaan itu adalah
sebagai alat untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia terwujud dalam berbagai tindakan
(Gartiwa,Marcus,2011)
Wujud

wujud
dari
yaitu(Gartiwa,Marcus,2011) :

kebudayaan

dapat

dikategorikan

menjadi

Kompleks dari die-ide,gagasan,nilai-nilai,norma-norma,peraturan,dsb.

Kompleks aktivitas serta tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat

Benda-benda hasil karya manusia

tiga

Arsitektur bisa kita katakan sebagai kumpulan dari ide-idemanusia untuk memenuhi
kebutuhan hidupnya berdasarkan kegiatan- kegiatan yang dilakukan sehari-hari yang
kemudian menghasilkan sebuah produk seperti misalnya hunian, tempat ibadah dll.
Arsitektur tidak bersifat statik, arsitektur berkembang seiring dengan perubahan pola pikir,
gaya hidup, perubahan alam dan perkembangan ilmu pengetahuan yang otomatis
mengubah kebudayaan yang ada didalam masyarakat sehingga produk-produk yang
dihasilkan dri kebudayaan akan berubah pula sesuai dengan perkembangan aspek-aspek
yang telah disebutkan diatas.
Oleh karena itu perkembangan arsitektur penting untuk dipelajari selain untuk memahami
bagaimana arsitektur di masa lalu juga agar kita dapat mengambil pelajaran untuk
perkembangan arsitektur selanjutnya.
Sebelum mempelajari lebih lanjut perkembangan arsitektur di dunia khususnya Asia dan
Eropa ada baiknya kita mempelajari orientasi dari arsitektur barat dan timur untuk melihat
perbedaan dan menemukan persamaan antara masing-masing arsitektur.

Orientasi Arsitektur Barat dan Timur


Pengertian dari orientasi adalah kiblat atau pegangan (YB,Mangun Wijaya,1988).

1
3

Sejarah Arsitektur
Rahil Muhammad Hasbi

Pusat Bahan Ajar dan eLearning


http://www.mercubuana.ac.id

Dahulu perbedaan antara arsitektur barat dan timur terlihat sangat jelas. Hal ini disebabkan
oleh beberapa aspek dan faktor diantaranya adalah Iklim dan keadaan alam, budaya dan
agama.
Arsitektur barat terutama arsitektur di Eropa, dikenal dengan firmitas, utilitas dan venustas,
yang merupakan trilogi dari arsitek Marcus Vitruvius. Buku Vitruvius yang berjudul De
Architectura atau The Ten Book of Architecture telah menjadi pegangan bagi banyak arsitek
di Eropa bahkan di Asia. Vitruvius dengan triloginya telah menetapkan dasar-dasar dari
sebuah perencanaan dan perancangan. Untuk membangun suatu bangunan yang bagus
kualitasnya haruslah memiliki tiga aspek ( Firmitas, utilitas dan venustas) tersebut
didalamnya. Firmitas adalah kekuatan bangunan, atau daya tahan bangunan. Hal ini
berhubungan dengan struktur dan konstruksi bangunan tersebut. Utilitas adalah
kenyamanan pengguna didalam bangunan tersebut, berhubungan dengan fungsi bangunan,
tata dan program ruang, luasan, dll yang berhubungan dengan aspek kenyamanan. Yang
terakhir adalah venustas yaitu keindahan dari bangunan, hal ini berhubungan dengan
bentuk dan wujud dari bangunan.
Pada masa arsitektur klasik ketiga aspek tersebut diterjemahkan kedalam proporsi, dimana
didalam struktur dan konstruksi, proporsi diterapkan pada struktur kolom dan balok yang
merupakan struktur utama dari sebuah bangunan. Besar dan tinggi kolom harus sesuai
dengan jaraknya, karena balok-balok yang digunakan adalah balok yang terbuat dari batu,
sehingga beban yang diterima oleh kolom sangat besar. Dari segi kenyamanan proporsi
menentukan luasan ruang sedangkan dari segi keindahan proporsi mewujudkan bentukbentuk yang simetris yang pada masa arsitektur klasik disebut sebagai keindahan.

Skema 1. Trilogi dari Vitruvius

Konsep ini telah tersebar di seluruh daratan Eropa dan digunakan oleh para arsitek dalam
merancang bangunannya. Konsep tersebut juga masih dipergunakan hingga kini. Oleh
karena itu kita bisa menyimpulkan bahwa arsitektur barat yang berpegangan kepada teori
Vitruvius memiliki tiga orientasi penting yaitu struktur dan konstruksi, fungsi, proporsi dan
tatanan serta yang terakhir, para arsitek di Eropa dan negara barat umumnya
berorientasikan logikanya dalam merancang dan membangun.
Berbeda dengan arsitektur Timur, walaupun banyak mendapat pengaruh dari arsitektur
barat, arsitektur timur memiliki ciri tersendiri. Budaya, agama dan kepercayaan sangat
1
3

Sejarah Arsitektur
Rahil Muhammad Hasbi

Pusat Bahan Ajar dan eLearning


http://www.mercubuana.ac.id

berpengaruh pada arsitektur timur. Masyarakat membentuk arsitektur berdasarkan


pertimbangan-pertimbangan dari buaya serta agama dan kepercayaan. Sehingga sebuah
produk arsitektur ditimur akan dinilai sejak dari proses perancangannya, tidak hanya hasil
akhirnya. Bagi arsitektur timur, firmitas, utilitas dan venustas juga merupakan faktor penting,
tetapi pada ketiga aspek tersebut akan ditambahkan oleh unsur-unsur dari budaya,agama
dan kepercayaan, baik pada proses konstruksi, fungsi dan tata ruang, dan juga pada
keindahannya.
Kita ambil saja sebagai contoh arsitektur di Indonesia. Romo Mangunwijaya memiliki konsep
guna dan citra yang dipergunakan sebagai konsep awal dalam merancang. Konsep guna
dan citra ini hampir sama dengan triloginya Vitruvius, hanya saja terdapat unsur-unsur
budaya, agama dan kepercayaan didalam guna dan citra.
Jika dibandingkan dengan teori Vitruvius maka guna bisa disamakan dengan firmitas dan
utilitas. Guna adalah hal-hal yang berhubungan dengan struktur dan fungsi dari bangunan.
Tetapi dalam pengertian guna tidak hanya berhubungan dengan struktur dan fungsi, guna
juga berhubungan dengan keuntungan dan mamfaat yang bisa diberikan oleh karya
arsitektur kepada pengguna dan lingkungannya,guna juga berhubungan dengan
kemampuan suatu karya arsitektur memberikan pelayanan dan kenyamanan kepada
pengguna dan lingkungannya. Sedangkan citra bisa disamakan dengan venustas tetapi
memiliki pengertian yang lebih luas, karena bukan hanya berhubungan dengan keindahan
saja, tetapi citra juga berhubungan dengan image dari bangunan maupun
pemilik/perancangnya.
Citra juga menunjukkan tingkat spirituilitas dan derajat serta
martabat dari manusia.

Skema 2. Guna dan Citra

Selain dari teori guna dan citra, paradigma kosmologi dan mitologi juga menjadi
dasar dalam arsitektur Timur terutama Indonesia. Para arsitek tradisional
sangat mementingkan alam dan Tuhan atau kepercayaan dalam
merancang suatu karya arsitektur yang tercermin pada proses perancangan dan
tentu saja pada hasilnya. Sebagai contoh bentukan meru pada bangunan pura
1
3

Sejarah Arsitektur
Rahil Muhammad Hasbi

Pusat Bahan Ajar dan eLearning


http://www.mercubuana.ac.id

di Bali. Bentukan yang berrtingkat- tingkat tersebut adalah


penyelarasan diri dengan alam, yaitu dari gunung Mahameru.

hasil

dari

Gambar 1. Bentukan meru pada pura yang merupakan penyelarasan dengan


gunung Mahameru, sumber: http://www.trekearth.com/

Selain konsep penyelarasan dengan alam, proses-proses perancangan dan


pembangunan juga menggunakan ritual-ritual keagamaan dan kepercayaan yang
sesuai dengan agama dan kepercayaan atau kebudayaan setempat.
Dari beberapa penjelasan diatas dapat kita simpulkan bahwa orientasi arsitektur
timur adalah spiritual, mementingkan proses-proses perancangan dan pengaruh
agama dan budaya didalamnya.

Time Line / Lini Masa


Setelah mempelajari orientasi arsitektur barat dan timur, selanjutnya adalah
mengenal sejarah perkembangan arsitektur dunia dari masa pra sejarah hingga
kini. Tujuannya adalah selain untuk mengetahui arsitektur di masa lalu juga
sebagai bentuk pembelajaran untuk diterapkan dalam praktek arsitektur masa
kini.
1.

Arsitektur Pra Sejarah

Arsitektur sudah ada sejak jaman pra sejarah. Hal ini disebabkan karena
aristektur adalah sebagai solusi kebutuhan manusia. Sebagai jawaban dari
kebutuhan manusia terhadap tempat berlindung, maka arsitektur menjawabnya
dengan hunian. Terdapat bukti pada masa pra sejarah manusia sudah mampu
membangun hunian bahkan sebuah kampung. Bukti tersebut bisa kita lihat di
Anatolia Turkey, sebuah kampung yang dinamakan catalhoyuk
Perkampungan ini menunjukkan peradaban yang lumayan maju pada masa itu.
Bukti ditemukan pada hunian yang dibangun dengan menggunakan material
batu bata (yang terbuat dari lumpur yang dikeringkan),dinding sudah di cat dan
terdapat tikar sebagai alas di lantai, beberapa furniture built in juga ditemukan,
beberapa bangku dan rak-rak yang melekat pada dinding, serta beberapa lubang
penyimpanan hasil panen. Di perkampungan ini juga sudah terdapat tempat
ibadah atau kuil.
1
3

Sejarah Arsitektur
Rahil Muhammad Hasbi

Pusat Bahan Ajar dan eLearning


http://www.mercubuana.ac.id

Gambar 2.CatalHoyuk sebuah bukti perkampungan masa pra


sejarah di Anatolia,Turkey, sumber: www.acientanatolia.com

2.

Arsitektur Mesir Kuno

Piramid adalah bukti sejarah yang masih dikagumi hingga sekarang. Bangunan
yang berfungsi sebagai kuburan ini menarik dikaji terutama dari segi
konstruksinya. Hal ini menunjukkan pada masa itu metode konstruksi sudah
maju karena manusia sudah mampu membangun bangunan yang tinggi.
Piramid ini dibangun pada tahun 3050-900 BC. Piramid dibangun menggunakan
material setempat yaitu limestone, granit dan tura yang jumlahnya mencapai
2.300.000 buah . Metode penyusunan batu ini menggunakan batuan yang
dipotong-potong dan disesuaikan bentuknya, karena tidak menggunakan bahan
apapun sebagai pengikat diantara batu.

Gambar 3.Piramid Mesir


Sumber : (kanan) www.architecture.about.com,(kiri) Spyro
Kostof
1
3

Sejarah Arsitektur
Rahil Muhammad Hasbi

Pusat Bahan Ajar dan eLearning


http://www.mercubuana.ac.id

Selain piramid, masyarakat mesir juga telah membangun kuil-kuil pemujaan.


Kuil-kuil ini telah dilengkapi dengan program ruang dan dekorasi-dekorasi pada
kolom yang indah.

Gambar 4.Kuil Khonsu di Karnak


Sumber : http://www.ancientegypt.co.uk

Kolom-kolom yang dipergunakan menggunakan dekorasi atau ornamen yang


diambil dari bentuk-bentuk tumbuhan yang ada disekitarnya, berikut beberapa
karakteristik dari kolom-kolom yang ada di arsitektur mesir kuno :

Terbuat dari batu


(limestone,sandstone,granit)
yang di pahat mirip dengan
batang pohon atau bundel
jerami atau batang tanaman

Bagian atas dari kolom


berbentuk/motif bunga lili,
teratai,pelem atau pohon lontar
dibagia

Bagian atas berbentuk kuncup


atau bentuk

Relif yang berukiran tegas dan


Berwarna terang

Gambar 4.beberapa jenis kolom di Mesir yang


mengambil bentuk dari tumbuhan
Sumber : Sir Banister-Fletcher, New York, 1950,p.
143
3

Sejarah Arsitektur

Pusat Bahan Ajar dan eLearning

Rahil Muhammad Hasbi

http://www.mercubuana.ac.id

3.

Arsitektur Klasik

Perkembangan arsitektur di Eropa sangat mempengaruhi arsitektur dunia. Eropa


biasanya menjadi kiblat dalam berarsitektur. Banyak teori arsitektur Eropa
yang dijadikan pedoman para arsitek dalam berarsitektur hingga kini.
Banyak yang mengatakan bahwa arsitektur klasik adalah arsitektur yang
keindahannya tidak memudar dan bertahan mengarungi jaman. Hingga sekarang
konsep-konsep arsitektur klasik masih dipergunakan dalam dunia arsitektur.
Masa arsitektur klasik di Eropa dapat dibagi menjadi tiga masa yaitu :

Yunani (700-323 BC)


Contoh dari arsitektur masa
klasik-Yunani
adalah
Kuil
Parthenon. Beberapa karakteristik
dari masa klasik-Yunani adalah
denah biasanya berbentuk segi
empat
atau
bujur
sangkar,
simetri, proporsi, kolom yang
digunakan pada kuil adalah kolom
doric. Sedangkan pada kuil yang
lebih kecil dan interior biasanya
menggunakan kolom ionic.

Gambar 5.Kuil Parthenon Yunani


Sumber : www.architecture.about.com

Hellenistic ( 323-146 BC)


Pada masa hellenistic kuil-kuil sudah
menggunakan kolom Ionic dan
corinthian

Gambar 5.Kuil Hellenistic


Sumber : www.architecture.about.com
1
3

Sejarah Arsitektur
Rahil Muhammad Hasbi

Pusat Bahan Ajar dan eLearning


http://www.mercubuana.ac.id

Roman (44 BC-476 AD)


Pada
masa
Roman,
arsitektur
berkembang pada bentukan baru
yang disebabkan oleh penemuan
material baru yaitu beton. Metode
konstruksi juga berubah. Kolom
dengan
lengkung-lengkung
dan
denah berbentuk lingkaran atau
elips menambah perbendaharaan
bentuk dalam berarsitektur pada
masa itu

Gambar 5.kolloseum Roma Italy


Sumber : www.architecture.about.com

Arsitektur klasik dikenal dengan bentuk kolom serta ornamen, berikut jenis-jenis
kolom pada masa arsitektur klasik :
Karakteristik :

Karakteristik :

Diletakkan
langsung ditanah
tanpa pedestal or
base

Diletakkan diatas
base yang
menyerupai
piringan yang
ditumpuk

Shaft lebih besar


dibagian bawah

Shafts biasanya
bergalur tetapi bisa
juga polos

Shaft
bergalur,halus

Doric

Bagian atas bulat

Ionic

Tidak terdapat
pahatan atau
ornamen lainnya

1
3

Sejarah Arsitektur
Rahil Muhammad Hasbi

Pusat Bahan Ajar dan eLearning


http://www.mercubuana.ac.id

Sepasang volutes
(ornamen bentuk
gulungan) dibagian
atas

Karakteristik :

Karakteristik

Shaft yang bergalur

Shaft diletakkan
didasar yang
sederhana. Shaft
biasanya polos,
shaft berbentuk
silinder dengan
proporsi yang
sama dengan
kolom Ionic

Bagian atas
didekorasi dengan
bentuk
gulungan,daundaunan, dan bunga

Corinthian

Ornamen di bagian
atas menjuntai
keluar yang
mengesankan
ketinggian

Tuscan

Halus dan bagian


atas berbentuk
lingkaran, tidak
terdapat pahatan
atau ornament

Karakteristik :
Merupakan
gabungan dari klom
Ionic dan
Corinthian

Corinthian

Berikut beberapa contoh


alat-alat untuk
konstruksi dan metode
konstruksi pada masa
arsitektur klasik

1
3

10

Sejarah Arsitektur

Pusat Bahan Ajar dan eLearning

Rahil Muhammad Hasbi

http://www.mercubuana.ac.id

Gambar 6 Metode konstruksi pada


masa arsitektur klasik.
Sumber : Mansbridge,John,p.23

Beberapa elemen-elemen pada masa arsitektur klasik :

Gambar 7. elemen-elemen arsitektur


pada masa arsitektur klasik.
Sumber : Mansbridge,John,p.25

4.

1
3

Arsitektur Kristen Awal

11

Sejarah Arsitektur

Pusat Bahan Ajar dan eLearning

Rahil Muhammad Hasbi

http://www.mercubuana.ac.id

Gambar 8. elemen-elemen arsitektur pada masa arsitektur klasik.


Sumber :

Arsitektur kristen awal berkembang pada tahun 373 500 AD. Merupakan
perkembangan lebih lanjut dari arsitektur Roman. Contoh bangunan pada yang
memiliki unsur arsitektur kristen awal adalah Pantheon, Roma Italy oleh arsitek
Marcus Agrippa. Beberapa karakteristik dari arsitektur kristen awal adalah :

Material cast concrete (pada kubah),batu bata.

Dome/kubah

Perubahan dari bentuk rectangular (roman) ke byzantine style

Penggunaan bentuk Lingkaran dan lengkung

Penggunaan kuda-kuda kayu

Bentang lebih lebar

Berikut beberapa contoh denah yang merupakan byzantine style

Gambar 7. Denah yang berubah dari


bentuk rectangular menjadi bentukbentuk lingkaran atau elips.
Sumber : Mansbridge,John,p.25

Contoh bangunan lainnya yang


mendapat pengaruh arsitektur kristen
awal adalah museum Hagia Sophia,
Istanbul, Turki. Dahulunya bangunan ini
1
3

12

Sejarah Arsitektur

Pusat Bahan Ajar dan eLearning

Rahil Muhammad Hasbi

http://www.mercubuana.ac.id

merupakan sebuah gereja, yang kemudian diubah menjadi mesjid sesudah


konstantinopel ditaklukkan oleh pasukan muslim dan sekarang fungsinya
menjadi museum. Bangunan ini dibangun oleh arsitek Arthemius dan isodius.
Material yang digunakan adalah batu bata, marmer dan mozaik yang berwarnawarni

Gambar 8. Saint Sophia/ Hagia


Sophia
Sumber :

5.

Romanesque

Dengan penemuan-penemuan material dan metode konstruksi baru, bentukbentuk dan gaya barupun ditemukan. Pada tahun 500-1200 AD, gaya arsitektur
berkembang menjadi gaya romanesque. Contoh dari arsitektur pada masa ini
adalah katedral Pisa,Itali. Bangunan ini dibangun oleh arsitek Buscheto pada
tahun 1093

Gambar 9 . Katedral Pisa, Itali


Sumber : http://spirituality.knoji.com

Beberapa karakteristik pada masa ini adalah :


Menara yang besar

Perkembangan denah menjdi bentuk salib

Bangunan yang besar

Simetris

Struktur lengkung

Dekoratif/ornamen

Dinding tebal

1
3

13

Sejarah Arsitektur
Rahil Muhammad Hasbi

Pusat Bahan Ajar dan eLearning


http://www.mercubuana.ac.id

Bangunan- bangunan pada masa ini semakin


terlihat berseni dengan dekorasi-dekorasi dan
ornamen yang rumit dibagian interiornya seperti
yang terlihat pada gambar dibawah ini:

Gambar 10 . Dekorasi dan ornament yang merupakan pahatanpahatan yang rumit dan beseni tinggi
Sumber : http://spirituality.knoji.com

Pada masa ini beberapa bentuk denah dari gereja dan katedral juga berubah
menjadi bentuk salib, kemungkinan dengan alasan-alasan dan konsep spiritual.

Gambar 11 . Dekorasi dan ornament yang merupakan


pahatan-pahatan yang rumit dan beseni tinggi
Sumber : Mansbridge,John,p.59

6.

1
3

Gothic

14

Sejarah Arsitektur
Rahil Muhammad Hasbi

Pusat Bahan Ajar dan eLearning


http://www.mercubuana.ac.id

Arsitektur gothic berkembang pada tahun 1100-1450 AD. Pada masa ini sebagian
besar gereja dan katedral menggunakan aliran arsitektur gothic. Arsitektur
gothic memiliki konsep spirituil dimana gereja dan katedral dibangun dengan
bentuk yang menjulang tinggi kelangit. Hal ini bisa dilakukan karen pada masa
ini sudah memiliki metode konstruksi yang mampu membangun bangunan yang
tinggi dan memiliki dinding yang lebih tipis daripada bangunan-bangunan
terdahulu.
Dengan memiliki ketebalan dinding yang lebih tipis, mamfaat lainnya adalah
gereja dan katedral pada masa ini lebih terang karena memiliki banyak bukaan
yang bisa membuat interiornya diterangi oleh cahaya alami. Penggunaan kacakaca mozaik yang berbentuk lukisan juga menambah suasana spirituil didalam
gereja dan katedral.
Beberapa karakteristik dari arsitektur gothic adalah :

asimetris

Pointed Arches (lengkungan yang meruncing)

Ribbed Vaulting

Flying Buttresses

Jendela-jendela yang menggunakan mozaik

Sculpture

Contoh dari asritektur gothic adalah katedral Chartres,Chartres,Perancis. Bentuk


asimetris akan terlihat pada fasadnya dimana bentukan 2 terlihat bentukan
menara yang berbeda. Bentuk menara yang meruncing juga menunjukkan
konsep spirituil, dimana menara mengarah/menuju Tuhan. Bentuk ribbed
vaulting telah ditemukan sejak jaman romanesque, tetapi pada jaman ini
metodenya lebih dikembangkan lagi.

Gambar 12 . (kiri) Gereja Notre Dame, Paris,Perancis (kanan) interior gereja, ribbed vaulting
Sumber : (kiri)Photo Paolo Negri / Getty Images (kanan) http://www.proprofs.com

1
3

15

Sejarah Arsitektur
Rahil Muhammad Hasbi

Pusat Bahan Ajar dan eLearning


http://www.mercubuana.ac.id

Contoh dari arsitektur gothic lainnya adalah katedral Notre Dame, Paris Perancis
yang dibangun oleh team arsitek Eugene Viollet le Duc, peter of Montereau, Jean
de Chelles, Jean Baptiste Antoine.

Gambar 13 . Gereja Notre Dame, Paris,Perancis


Sumber :www.sacred-destination.com

Gambar 14 .(kiri)Flying Butresses,(kanan) kaca jendela yang menggunakan mozaik


Sumber : www.sacred-destination.com

Salah satu metode konstruksi yang ditemukan pada masa ini adalah flying
buttress, elemen ini adalah struktur yang mendukung dinding sehingga dinding
ketebalannya bisa dikurangi dan bangunan bisa dibangun menjadi lebih tinggi.
Kaca jendela yang berwarna-warni juga menjadi ciri khas dari arsitektur gothic.

7.

Renainsance

Masa reinansance adalah masa/abad pencerahan, berkembang pada tahun


1400-1600 AD. Arsitek pada masa ini ingin mengembalikan kejayaan arsitektur
1
3

16

Sejarah Arsitektur
Rahil Muhammad Hasbi

Pusat Bahan Ajar dan eLearning


http://www.mercubuana.ac.id

klasik yunani dan roman. Arsitektur reinansance juga merupakan kritik terhadap
bangunan-bangunan arsitektur gothic yang tinggi menjulang. Bangunanbangunan pada masa arsitektur reinansance dibangun secara horizontal, besar
dan megah.
Beberapa karakteristik arsitektur reinansance adalah :
Masa pencerahan ( arsitek kembali kepada arsitektur klasik yang
berdasarkan proporsi dan rasio

Penyusunan jendela dan pintu yang simetris

Penggunaan kolom dan pilaster yang extensive

Pediments segitiga

Ambang pintu segi empat

Lengkungan

Dome

Relung dengan sculpture


Contoh bangunan dari arsitektur reinansance adalah Saint Peters Basilica, Roma
Italy dan Louvre museum,Paris,Perancis

Gambar 15 . Saint Peters Basilica, Roma,Italy


Sumber : www.sacred-destination.com

Gambar 16 . Louvre Museum, Paris,Perancis


Sumber :
http://www.worldtravelattractions.com

8.

Baroque

Arsitektur baroque berkembang pada tahun 1600-1830 AD.


Pada masa baroque ornamen-ornamen pahatan atau pun
seni lukis semakin berkembang dan banyak digunakan pada
1
3

17

Sejarah Arsitektur

Pusat Bahan Ajar dan eLearning

Rahil Muhammad Hasbi

http://www.mercubuana.ac.id

bangunan. Bangunan terlihat lebih rumit dan seperti sebuah karya seni. Ornamen dan
dekorasi menjadi ciri khas penting pada masa arsitektur baroque. Beberapa karakteristik
arsitektur baroque adalah memiliki bentuk yang sulit, kurva yang besar , kolom yang
berputar , tangga besar (Grand Stairway),kubah yang tinggi, Lukisan Trompe Ioeil.
Lukisan Trompe Ioeil adalah lukisan yang memiliki teknik menampilkan image secara 3
dimensi. Pada masa arsitektur baroque lukisan ini dilukis di dinding, plafon dan kubah

Gambar 17 . Jesuit Church, Vienna, byAndrea


Pozzo, 1703
.
Sumber :
http://en.wikipedia.org

Beberapa contoh bangunan dari arsitektur baroque adalah istana Versailes di


Perancis, Trevi Fountain di Itali, casa del prado di Spanyol,dll.

Gambar 18. (kiri) istana Versailles,Perancis, (kanan) Trevi Fountain, Italy


.Sumber :
http://en.wikipedia.org

Arsitektur baroque di Spanyol telah bercampur dengan arsitektur lokal yang


dinamakan Churrigueresque. Seperti yang terlihat pada gambar dibawah ini

Gambar 19.Casa del Prado,Spanyol


.Sumber :
1
3

18

Sejarah Arsitektur
Rahil Muhammad Hasbi

Pusat Bahan Ajar dan eLearning


http://www.mercubuana.ac.id

9.

Rococo

Rococo adalah bentuk baru dari arsitektur baroque, jika baroque memiliki warnawarna gelap, maka rococo memakai warna yang lebih terang seperti warnawarna pastel.arsitektur rococo juga sama seperti arsitektur baroque dengan ciri
khas ornamen yang dipahat atau dilukis pada dinding fasad dan interior, pada
plafon dan kubah. Beberapa karakteristik arsitektur rococo adalah :

Bentuk lengkung dan ulir


Ornamen berbentuk kerang dan tumbuhan
Pattern yang rumit
Detail yang halus
Bentuk yang asimetris dan kompleks
Warna terang dan pastel

Contoh beberapa bangunan arsitektur rococo adalah Smolny Catedral, Saint


Petersburgh, Rusia dan gereja-gereja di Jerman salah satunya adalah Wieskirche
yang berada di Bavaria, Jerman.

Gambar 20. (kiri) katedral Smolny,Rusia dan (Kanan) Gereja Wieskirche


Jerman
.Sumber : www.architecture.about.com

Pada katedral Smolny ini terlihat penerapan warna cerah yaitu biru muda.
Sedangkan pada interior gereja Wieskirche Jerman, interiornya terlihat terang
dengan warna putih

1
3

19

Sejarah Arsitektur
Rahil Muhammad Hasbi

Pusat Bahan Ajar dan eLearning


http://www.mercubuana.ac.id

Daftar Pustaka
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

1
3

20

Gartiwa, Marcus : Morfologi Bangunan dalam Konteks Kebudayaan


Nesbitt,Kate : Theorizing a new agenda for architecture
Kruft,Hanno-Walter : History of Architectural Theory
Snyder,James C dan Catanese,Anthony J: Pengantar Arsitektur
Sudrajat, Iwan : Membangun Sistem Teori Arsitektur Nusantara
Wahid,Julaihi dan Alamsyah,Bakti : Teori Arsitektur Venturi,
Venturi, Robert: Complexity and Contradiction In Architecture
Wijaya , Y.B Mangun : Wastu Citra

Sejarah Arsitektur
Rahil Muhammad Hasbi

Pusat Bahan Ajar dan eLearning


http://www.mercubuana.ac.id